Docstoc

PEMELAJARAN_PRAKTIK

Document Sample
PEMELAJARAN_PRAKTIK Powered By Docstoc
					               DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA BARAT
               UPTD BALAI PELATIHAN GURU
               JL.DR RADJIMAN NO 67 BANDUNG

 KEGIATAN      Peningkatan Mutu Tenaga Kependidikan
 JENIS         Perangkat Pengembangan Kurikulum dan Pemelajaran
 MODUL         Konsep Pemelajaran Praktik
 KOMPETENSI    Mampu Melaksanakan Pengajaran Praktik Ketarmpilan



A. Jenis-Jenis Kegiatan Pemelajaran
Pada dasarnya dalam pelaksanaan kurikulum adalah adanya aktivitas
aktual di tempat belajar. Kegiatan pemelajaran dlihat dari tempat dapat
dibedakan antara kegiatan pemelajaran teori (di kelas), kegatan
pemelajaran    praktikum    (di     laboratorium   atau    yang    disamakan
laboratorium), dan kegiatan pemelajaran praktik (di bengkel/workshop).


Berdasarkan tujuan pemelajaran yang dianut dalam kurikulum sebelum
2004, kita sepakat yang menjadi tujuan pemelajaran adalah hasil
identifikasi dari taksanomi Bloom.         Taksanomi tersebut, kita telah
menetapkan kalsifikasi ranah kognitif, apektif dan psikomotorik. Kondisi
saat ini sesungguhanya telah terjadi pergeseran yang operasional (lihat
Modul Taksanomi Bloom yang telah direviu).


Asumsi yang telah dijadikan pola pikir kita yakni pemelajaran
keterampilan atau skill-motor didominasi oleh kegiatan psikomotor,
namun keterampilan didasari oleh kemampuan kognitif, dan aksi atau
operasionalnya harus mengikuti keselamatan sikap yang sesuai dan
norma yang berlaku.


Pada pendekatan proses ditegaskan bahwa dalam pemelajaran harus
dikembangkan secara utuh. Secara utuh dimaksudkan bahwa setiap
kegiatan   pemelajaran     ketiga     ranah   dalam    taksonomi    (kognitif,
psikomotor, afektif) harus dicakup secara integral.
Pada kurikulum 2004 secara tegas bahwa terjadi perubahan yakni,
dilihat dari pemelajaran adalah berorientasi pada hasil yang ditunjukkan
oleh   performansi    kognitif,   afektif   dan    psikomotori   dan   disebut
kompetensi.


Secara    konsep     ada   perbedaan        yang   nyata   antara   pengertian
keterampilan (skill ) dengan psikomotorik.


B. Analisis Keterampilan
          Untuk merancang suatu kegiatan pemelajaran ketera,pilan,
perlu dialkukan kegiatan analisis ketrampilan (skill analisis) dengan
tujujan untuk mendapatkan unsure-unsur komponen keterampilan yang
menyususn keterampilan secara utuh. Analisis ketera,pilan menyangkut:
   Pelaksanaan penampilan keterampilan yang benar.
   Unsur-unsur komponen keterampilan.
   Urutan-urutan unsur-unsur komponen keterampialan.
   Butir-butir kunci (key points) setiap unsure.
   Kegiatan yang berhubungan dengan indera pada setiap unsusr.
   Pengetahuan yang berhubungan dengan kerja.
   Standar hasil yang dapat diterima.
   1. Penampilan keterampilan yang benar. Perlu diperkenalkan
       kualitas pekerjaan yang benar dan baik sebagai prototype.
       Instruktur mengamati keterampilan yang sedang dilakukan oleh
       pebelajar dengan standard kecepaan dan penampilan yang
       benar, sebagai kegiatan supervisi.
   2. Unsur-unsur komponen keterampilan. Di dapat dengan mengurai,
       membagi atau memecah keterampilan ke dalam bagian-bagian
       yang lebih kecil dan sederhana. Bagian-bagian terkecil yang
       lepas-lepas akan memberikan suatu kerangka yang dapat
       disusun menjadi suatu analisis keterampilan yang lengkap dari
       keterampilan yang dimaksud.
   3. Urutan-urutan      unsure     keterampilan.      Urutan-urutan     unsure
      keterampilan sangat tergantung dari jenis keterampilan yang
      diajarkan. Dapat bervariasi dan dapat pula harus mengikuti
      urutan tertentu.
   4. Butir-butir kunci. Butir kunci merupakan gerakan atau perbuatan
      yang      paling   membantu     dan     berperan    pada   keberhasilan
      penyelesaian unsure keterampilan.
   5. Kegiatan yang berhubungan dengan indera. Kegiatan ini didapat
      dengan menganalisis bagaimana prosedur penggunaan persepsi
      indera.
   6. Pengetahuan        yang      berhubungan        dengan     kerja    (job).
      Pengetahuan yang berhubungan dengan kerja atau pengetahuan
      pendukung merupakan pengetahuan yang sangat penting yang
      memungkinkan          pebelajar       menyelesaikan        unsure-unsur
      keterampilan sesuai standard yang ditentukan.
   7. Standar hasil yang diterima. Standar hasil yang diterima dapat
      diukur dengan:
         a. Waktu        yang    diperlukan    dalam     penyelesaian     suatu
                keterampilan tertentu.
         b. Kualitas :
                1) Kesesuaian terhadap kebutuhan.
                2) Kemampuan untuk dapat digunakan.
                3) Penyelesaian,         kerapihan,      kebersihan,      ujud,
                   keselamatan.


C. Penerapan Analisis Keterampilan
         Instruktur      harus    mampu       melakukan     analisis     unsure
keterampilan yang akan diajarkan. Instruktur adalah pelaksanaan
kegiatan pemelajaran praktikum dan praktik yang berkemampuan dan
berwenang mengajar keterampilan yang berkemampuan keterampilan
untuk mata kuliah-mata kuliah praktikum/praktik masing-masing.
       Penerapan analisis keterampilan adalah sbb:
1. Menjabarkan tujuan pemelajaran yang memungkinkan pebelajar
   dapat mencapai standard kompetensi tertentu dalam waktu
   tertentu (singkat).
2. Standar yang digunakan adalah standard yang ditentukan dari
   tingkat hasil dan kualitas kerja/penampilan yang berpengalaman.
3. Tujuan pemelajaran, kecuali untuk melakukan pengukuran dan
   penilaian hasil akhir, akan tetapi juga untuk penyusunan
   perencanaan proses belajar-mengajar (ingat PPSI).
4. Suati pelaksanaan kerja/tugas (task) memerlukan pengetahuan
   (knowledge) dan keterampilan (skill).
       Pengetahuan yang diperlukan dalam pelaksanaan kerja/tugas
(task) antara lainadalah:
1. Pengetahuan dari situasi kerja dan keselamatan kerja.
2. Pengetahuan tentang material, alat dan perkakas/mesin/aparat
   yang digunakan.
3. Pengetahuan dan kualitas dari standard yang harus dicapai.
              IV. EVALUASI BELAJAR KETERAMPILAN


A. Pengertian
           Bab ini membahas tentang evaluasi belajar keterampilan
dalam arti pengukuran serta penilaiaan, dan bukan evaluasi dalam arti
luas. Yang diukur dan dinilai adalah kemajuan belajar dan pencapaian
tujuan pemelajaran. Hasil pengukuran yang berupa sekor akan diacukan
kepada standard tertentu untuk mendapatkan nilai pencapaian tujuan
dan kemajuan belajar pebelajar.
           Di depan setelah diilustrasikan bahwa kegiatan belajar
dibedakan antara kegiatan belajar teori, kegiatan belajar praktikum, dan
kegiatan belajar praktik (Gambar-2 halaman 4), yang masing-masing
mencakup pengembangan ranah kognitif, ranah psikomotor, dan ranah
afektif, dengan kadar yang berbeda-beda. Evaluasi belajar keteampilan
mencakup pengukuran dan penilaian dari ketiga ranah tersebut
(pengembangan         pebelajar   secara   utuh-pendekatan   keterampilan
proses).


B. Tindakan dalam Kegiatan Praktikum Dan Praktik
           Tindakan dalam pelaksanaan kegiatan praktikum di
laboratorium atau ditempat yang disamakan dengan laboratorium dan
kegiatan praktik di workshop/bengkel dapat dibedakan antara:
      1.   Tindakan pembuktian atau percobaab, dengan garis besar
           prosedur: Persiapan-kerja lab-laporan hasil.
      2. Tindakan pengamatan atau observasi, dengan garis besar
           prosedur: Persiapan-pengambilan data-analisis data dan
           laporan.
      3. Tindakan suatu produk, dengan garis besar prosedur:
           Persiapan-proses produksi-hasil (produk).
C. Mengukur dan Menilai Keterampilan
             Oleh karena tindakan dalam tindakan belajar keterampilan
merupakan tahapan, sedangkan tiap tahapan mempunyai langkah-
langkah tertentu yang berbeda, dan pada akhirnya menghasilkan
sesuatu (laporan atau produk benda jadi), maka pengukuran dan
penilaian yang dilakukan juga harus meliputi tindakan setiap tahap.
Tahap persiapan didominasi oleh pengembangan ranah kognitif. Tahap
kerja      lab/pengambilan   data/proses    produksi   didominasi   oleh
pengembangan raah psikomotor. Pada tahap kedua ini diperlukan
pengetrapan keselamatan kerja, sikap kesungguhan dan ketelitian, serta
kerjasama kelompok, yang bersifat fektif. Penilaian pada tahap kedua ini
biasa disebut dengan penilaian unjuk kerja (performance). Pada tahap
terakhir, oleh karena hasil atau produk yang didapat berupa laporan,
atau produk benda jadi, maka penilaiannya disesuaikan dengan criteria
masing-masing hasil yang dipersyaratkan.
             Dengan menjumlahkan nilai semua tahap yang dilalui, akan
didapat nilai keseluruhan kegiatan belajar keterampilan secara utuh,
yang mencakup hasil pengembangan ranah kognitif, psikomotor, dan
afektif.
             Penekanan penelitian pemelajaran keterampilan, ialah pada
tahap kedua setiap prosedur. Hal ini terutama karena pada tahap dua ini
yang dikembangkan adalah ranah psikomotor dan ranah afektif. Maka
yang digunakan adalah instrument “non-tes”.
             Yang biasa digunakan adalah:
    1. Daftar pertanyaan/pernyataan atau checklist.
    2. Skala penilaian atau rating scale.
    3. Catatan kejadian khusus atau anecdotal record.


Daftar Pertanyaan (Checklist)
             Daftar pertanyaan memuat karakteristik tindakan yang dituju,
dan mencatat apakah unsur-unsur tindakan yang diwajibkan dilakukan
atau tidak. Pendekatan penilaian ini dapat dilakukan selama mahasiswa
melakukan unjuk kerja suatu tugas, atau untuk menentukan proses atau
menilai produk yang dilakukan oleh mahasiswa, atau untuk kedua-
duanya. Daftar pertanyaan ini tidak akan memecahkan masalah evaluasi
secara langsung, melainkan memprmudah pemecahan masalah tentang
evaluasi.


Contoh :
Tugas praktik mengganti bantalan suatu proses yang rusak, dengan
bantalan yang baru yang telah disediakan, dalam waktu 60 menit.
Tugas tersebut mencakup tindakan:
     1. Memilih alat-alat yang diperlukan.
     2. Melepas bantalan yang rusak dari porosnya.
     3. Memasang bantalan baru pada poros dengan menggunakan
           cara yang sesuai dngan prosedur yang berlaku.
Unjuk kerja mahasiswa dalam melakukan tugas praktik tersebut dapat
dinilai dengan mengobservasi proses dari awal sampai hasil akhir tugas.
Daftar pertanyaan untuk keperluan tersebut dapat dirancang sbb:
Petunjuk :
Isikan pada tempat yang tersedia dengan tanda + apabila ya, dan tanda
x apabila tidak.
Bagian A : Demonstrasi oleh mahasiswa selama pelaksanaan tugas
               Apakah mahasiswa:
      a.     Menggunakan alat penarik yang sesuai ketika melepas bantalan yang
             rusak ?
      b.     Memasang bantalan baru dengan cara yabg benar sesuai prosedur ?
      c.     Menggunakan alat khusus dalam menyusupkan bantalan pada poros ?
      d.     Melindungi bantalan baru beserta rumah bantalannya dari kotoran,
             debu, dan cairan ?
      e.     Menggunakan palu atau pemukulan lain dengan aman/tidak merusak ?
      f.     Memeriksa     peralatan   yang     akan    diperlukan    sebelum
             menggunakannya?
     g.   Membersihkan/mengusap bagian-bagian yang akan dipaskan satu
          sama lain ?
     h.   Memeriksa     diameter       poros   dan   diameter       bantalan   sebelum
          pemasangan?
     i.   Menyelesaikan tugas penggantian bantalan dalam waktu 60 menit ?



Bagian B : Berkenaan dengan akhir produksi.
Apakah ada bukti/data yang menunjukkan bahwa:
     a.    Poros dan bantalan baru tidak cacat ?
     b.    Tugas telah diselesaikan dengan baik ?
     c.    Rumah bantalan tidak cacat ?
     d.    Bantalan beserta rumahnya terlindung dari kotoran, debu,
           dan zat cair?
     e.    Bantalan dapat berputar secara bebas ?
     f.    Minyak lumas atau pasta pelican telah diurabkan pada
           bagian yang Bekerja ?
     g.    Apakah lama pemutaran bantalan/poros sampai berhenti
           sesuai dengan toleransinya ?
     h.    Rumah bantalan dan poros bersih dari noda atau bekas
           goresab dan sebagainya.?
     i.    Apakah bantalan beserta rumahnya terletak sesumbu
           dengan poros ?


Skala Penilaian (Rating Scale)
          Skala penilaian ini hampir sama dengan daftar Pertanyaan.
Perbedaannya adalah, kecuali mencatat apakah mahasiswa melakukan
unsure-unsur tindakan yang diwajibkan, juga menentukan kualitas
tindakan yang dilakukan oleh mahasiswa dengan membuat skala.
Rentang skala misalnya :           1           2     3          4        5
Skala 1 bila mahasiswa gagal, dan skala 5 bila yang dikerjakan
mahasiswa sangat sempurna. Rentang seperti contoh di atas, apabila
  yang dipilih adalah skala 3, maka kedudukannya mengambang, antara
  dapat dan tak dapat. Untuk dapat mengindikasikan siapa yang gagal
  dan siapa yang berhasil, maka skala 3 dihilangkan, sehingga kemudian
  menjadi skala :
                               1       2       3          4          5
                Pada keadaan lain, setiap sector telah diberi deskripsi kualitas
  yang sesuai.
  Contoh : Kesikuan pada pekerja kayu.
       1.             2.             3.              4.                 5.                6.              7.




Bagian-bagian                  Termasuk ada yang               Terdapat Sedikit                 Semua bagian siku-
tidak pas satu sama            melengkung                      Penyimpangan.                    siku.
lain.


  Contoh : Penampilan kerja mahasiswa praktikan dalam praktikum (tahap
  dua).
               Penampilan kadar tablet SG.
  Sekor dalam skala penilaian: 1= kurang sekali, 2=kurang, 4= baik, 5=
  baik sekali
            Kemampuan/keterampilan yang dinilai                                          Sekor
    1. Pemahaman dasar teori.                                                1       2          4    5
    2. Keterampilan penimbangan.                                             2       4          8    10
    3. Keterampilan melakukan titrasi.                                       2       4          8    10
    4. Kerapian dan kecermatan kerja.                                        2       4          8    10
    5. Kerjasama dengan praktikan lain.                                      1       2          4    5


  Di        dalam          contoh     skala        penilaian       di            atas,         butir-butir
  kemampuan/keterampilan yang dinilai sekornya diberikan bobot yang
  berbeda karena urgensinya.
Angka 40 adalah sekor maksimium yang mungkin didapat.
             Pada tahap tiga dengan produk berupa laporan hasil akhir
praktikum dimulai dengan ketentuan Nilai II sbb:


                    Kesalahan 0 - < 2% nilai 100
                    Kesalahan 2% -< 5% nilai 80
                    Kesalahan 5% -< 10% nilai 60
                    Kesalahan          > 10% nilqi 40



                                         Nilai I + 2X Nilai II
                Nilai Akhir Praktikum = ---------------------------
                                                      3


Catatan Khusus (Anecdotal Record)
             Penilaian menggunakan catatan khusus meliputi kegiatan
observasi perilaku mahasiswa dalam situasi khusus selama atau dalam
waktu tertentu. Hal ini perlu dilakukan terhadap perilaku yang dipelajari
mahasiswa yang dapat terjadi hanya pada saat-saat yang khusus, atau
dengan beberapa alasan tidak dapat diulang hanya untuk keperluan
penilaian.
             Contoh situasi yang memungkinkan penggunaan Catatan
Khusus adalah:
1. Penilaian perilaku siswa dalam situasi kerja kelompok, pendekatan
   kerjasama, dan sebagainya.
2. Penilaian perilaku siswa dalam situasi kerja lapangan/medan.
             Jelas nampak bahwa beberapa aspek penilaian tersebut
mungkin sekali terdapat di dalam format Daftar Pertanyaan atau Skala
Penilaian yang memenkan kekhususan kualitas, reaksi, dan sebagainya.
Namun        demikian    tidak    selalu    terdapat     kemungkinanan   untuk
mengantisipasi situasi secara lengkap agar semua butir dapat dilakukan
penyekorannya.
          Kelemahan penggunaan catatan kusus ini adalah :
1. Kesukaran untuk membandingkan satu sama lain karena keunikan
   masing-masing situasi.
2. Kejadian yang sesuai dengan kondisi untuk observasi cenderung
   menggunakan kesempatan secara acak.
3. Pelasanaan penerapan penentuan skala kuantitatif dari suatu nilai
   (valu) tidak mudah.
4. Pendekatan penilaian ini sangat bersifat subyektif.
          Keuntungan penggunaan catatan khusus ioni adalah :
1. Kemampuan untuk mengobservasi perilaku mahasiswa yang tidak
   terjadi dalam situasi tes formal.
2. Perilaku mahasiswa diamati dalam keadaan lebih alami dengan
   kondisi yang nyata (realistis).
3. Evaluasi untuk ranah afektif lebih mudah dan lebih cepat didapat.


Contoh catatan khusus
          Observasi      tentang     keselamatan   kerja   dalam   kegiatan
pemelajaran praktik di workshop/bengkel.
     Ketika memasuki workhshop siswa langsung menuju keruang ganti
       pakaian dan mengenakan pakaian kerja (overalls) serta sepatu
       bengkel (khusus) ?.
     Ketika siswa beranjak ke mesin bubat dan muai mengerjakan
       tugas, ia tidak mendapatkan kacamata pengaman (goggle).
       Apakah kemudian ia pergi ke bagian perlengkapan untuk
       mendapatkan kacamata pengaman ?
     Sebelum memulai mengerjakan tugas, siswa menuruti petunjuk
       yang terdapat dalam Daftar Petunjuk?


 Evaluasi Kerja Proyek
          Evaluasi kegiatan suatu kerja proyek dapat merupakan
problem khusus, karena keunikan tujuan pemelajaran dan pelaksanaan
kegiatannya. Franks (1975) yang dikutip dalam buku Aspects of
Curriculum for Technician Education menyarankan agar kita memulai
merancang     kegiatan    kerja     proyek   dengan        mempertimbangkan
karakteristik dari proyek yang akan dikerjakan. Maka kita dapat mulai
menentukan bagaimana mengevaluasinya.
          Beberapa karakteristik tugas proyek dapat disajikan sbb:
     1. Kegiatan penyelesaian suatu kerja proyek biasanya tersebar
        dalam waktu yang relative lama, dan tidak dapat selesai dalam
        waktu yang pendek atau selesai dalam sehari.
     2. Biasanya mahasiswa bertanggungjawab dalam perencanaan
        dan pengorbanan dan pengorganisasian pekerja selama
        pengerjaan kerja proyek.
     3. Dibeikan rumusan Tujuan Umum Pemelajaran, siswa akan
        Bekerja dalam kerangka tujuan tersebut untuk mengembangkan
        Tujuan Khusus Pemelajarannya.
     4. Kerja proyek dapat dilakukan secara perorangan, atau secara
        kelopok.
     5. Mahasiswa seingkali perlu melakukan sendiri penyelidikannya,
        untuk mendapatkan informasi dari observasi, percobaab, atau
        penelitian yang dilakukan.
     6. Peran instructor sering berubah menjadi penasehat.
          Dari kemungkinan-kemungkinan karakteristik tersebut, maka
akan timbul masalah dalam melakukan pengukuran dan penilaian suatu
kerja proyek karena :
     1. Kita tak dapat mengetahui secara tepat seberapa banyak hasil
        kerja proyek menunjukkan usaha dan kemajuan yang dilakukan
        mahasiswa,       karena     pekerjaan    proyek      digarap   tanpa
        pengamatan       langsung    oleh    instructor.    Walaupun   tugas
        pekerjaan proyek diperuntukkan kelompok, siapa tahu bahwa
        proyek dikerjakan oleh seorang anggauta kelompok secara
        perorangan.
     2. Oleh karena sifat dari sasaran fungsional (outcome) yang
        bervariasi, maka membandingkan proyek yang satu dengan
        proyek yang lain mengalami kesulitan. Disamping itu yang
        berbeda      juga      adalah    tingkat    kesulitan,    kemungkinan
        ketersediaan material dan sumber yang bervariasi.
             Tindakan yang perlu dilakukan oleh mahasiswa dalam
mengerjakan kerja proyek sekurang-kurangnya adalah: perencanaan,
pengorganisasian, Pengerjaan, Penginterprestasian, dan penyajian hasil
kerja proyek. Dari kelima butir tindakan tersebut dapat dikembangkan
Daftar Kualitas untuk masing-masing butir.
Perencanaan
 Imajinasi      :   Bagaimanakah kejelasan pandangan mahasiswa
                    trhadap cukupan kerja proyek.
 Relevansi      :   Apakah mahasiswa telah mengembangkan tujuan
                    pemelajaran
                    Kerja Proyek yang relevan dengan tujuan umum
                    pemelajarannya ?
 Realitas       :   Apakah      siswa    telah     mengembangkan      tujuan
                    pemelajaran yang realistic ?
 Keorisinilan   :   Apakah      proyek   yang      dirancang     menunjukkan
                    keorisinilan ?
                    Atau rupakan turunan dari proyek yang pernah
                    dibuat ?


Pengorganisasian
 Kreativitas    :   Apakah      dalam    merakit     pekerjaan     proyeknya
                    mahasiswa menunjukkan kreativitas kerjanya ?
 Prospek        :   Apakah siswa mempunyai pendangan ke depan,
                    dan memprediksi kemungkinan masalah yang akan
                    dihadapi beserta alternative solusinya.
Pengerjaan Proyek
Keterampilan    :    Apakah   dalam      pengerjaan   proyek   siswa   menunjukkan
                     keterampilannya ?
Keakurasian     :    Apakah siswa bias Bekerja secara akurat ?
                     Apakah siswa berusaha mengatasi masalah yang dihadapi ?
Ketekunan       :    Apakah sebaliknya, berhenti tanpa ada usaha ?




Penafsiran
Pendekatan Empirik        :   Apakah siswa mencoba sejumlah data ?
Kemampuan Baca            :   Apakah siswa memberi deskripsi secara jelas
                              tentang pengamatan, kegiatan, dan menyimpulkan
                              dengan jelas pula ?
Keterampilan Kognitif     :   Pengetahuan yang dicapai sebagai hasil percobaan,
                              apakah siswa menunjukkan pemahamannya tentang
                              materi sebelumnya yang terkait ?
                              Apakah terdapat bukti tentang adanya keterampilan
                              kognitif yang lebih tinggi ?
Ketulusan                 :   Apakah siswa menunjukkan adanya keterbukaan
                              pendekatan bertanya ?
Aktivitas                 :   Seberapa         luaskah         siswa      berusaha
                              memperkenalkan/         menginformasikan   hubungan
                              baru ?
Presentasi
Kejelasan
Bahasa       :   Apakah bahasa yang dipergunakan sesuai dengan
Letak        :   yang baku ?
                 Apakah tata letak cukup jelas dan sepadan ?
                 Apakah     diagram,    grafik,   dan    sebagainya.
Ketetapan    :   Dipresentasikan secara sempurna ?
                 Apakah penyelesaian kerja proyek tidak melampaui
                 batas waktu yang telah ditentukan ?
                        V. LATIHAN-TUGAS


A. Bagi yang mengampu kegiatan pemelajaran praktikum/praktik :
          Cobalah mengambil salah satu tujuan khusus pemelajaran
kegiatan praktikum (di laboratorium atau yang disamakan laboratorium)
aatau kegiatan praktik (di workshop/bengkel). Untuk keperluan menilai
pencapaian tujuan tersebut rancangan instrumennya.


B. Bagi yang tidak mengampu kegiatan pemelajaran praktikum/
   praktik akan tetapi memberikan tugas Kerja Proyek :
          Apabila anda tidak mengampu kegiatan pemelajaran
praktikum atau praktik, akan tetapi dalam perkuliahan memberikan Kerja
Proyek, cobalah mengambil salah satu tujuan pemelajaran khusus tugas
kerja proyek anda untuk keperluan menilai pencapaian tujuan tersebut
rancangan instrumennya.


C. Bagi yang tidak mengampu kegiatan belajar praktikum, praktik,
   atau memberi tugas kerja proyek :
          Apabila anda tidak mengampu kegiatan belajar praktikum,
praktik, atau tidak memberikan tugas kerja proyek dalam perkuliahan,
cobalah menggunakan kegiatan praktikum, praktik, atau kerja proyek
sebagai metode pemelajaran mata kuliah Anda
          Pertama    merumuskan     tujuan   khusus    pemelajarannya,
kemudian dari KTP tersebut anda mencoba merancang instrument
penilaiannya.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:177
posted:5/29/2010
language:Indonesian
pages:16