CTL

Document Sample
CTL Powered By Docstoc
					                     Panduan Penyusunan Model Pembelajaran
                      Contextual Teaching and Learning (CTL)

           Students learn best by actively constructing their own understanding
                             (CTL Academy Fellow, 1999)

  “Siswa mengkonstruksikan sendiri secara aktif pemahamannya”



Pengertian

1. Contextual teaching and learning (CTL) adalah suatu proses pembelajaran
   yang holistik dan bertujuan membantu siswa untuk memahami makna materi
   ajar dengan mengaitkannya terhadap konteks kehidupan mereka sehari-hari
   (konteks pribadi, sosial, dan kultural), sehingga siswa memiliki
   pengetahuan/keterampilan yang dinamis dan fleksibel untuk mengkonstruksi
   sendiri secara aktif pemahamannya

2. CTL disebut pendekatan kontekstual yaitu : Konsep belajar yang membantu guru
   mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan
   mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan
   penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota masyarakat.

Rasional
   •   Diperlukan sebuah pendekatan belajar yang lebih memberdayakan siswa.
   •   Siswa mampu mengkonstruksikan pengetahuan dalam benak mereka, bukan
       menghafalkan fakta
   •   Siswa belajar melalui “mengalami” bukan „menghafal”
   •   Pengetahuan bukan seperangkat “fakta dan konsep” yang siap diterima, tetapi
       sesuatu yang harus “dikonstruksi” oleh siswa
   •   Pengetahuan selalu berubah sesuai dengan perkembangan zaman


Pemikiran tentang Belajar
   •   Proses Belajar:
       Anak belajar dari mengalami sendiri, mengkonstruksi pengetahuan, kemudian
       memberi makna pada pengetahuan itu.


   •   Transfer Belajar:


                                                                                  1
        Anak harus tahu makna belajar dan menggunakan pengetahuan serta keterampilan
        yang diperolehnya untuk memecahkan masalah dalam kehidupannya.
    •   Siswa sebagai Pembelajar
        Tugas       guru mengatur strategi belajar dan membantu menghubungkan
        pengetahuan lama dengan pengetahuan baru, kemudian memfasilitasi kegiatan
        belajar.
    •   Pentingnya Lingkungan Belajar
        Siswa bekerja dan belajar secara di “panggung”, guru mengarahkan dari dekat.


Hakikat
Komponen utama pembelajaran efektif:
    •   Constructivism (konstruktivisme)
    •   Questioning (tanya-jawab)
    •   Inquiry (inkuiri)
    •   Learning community (komunitas belajar)
    •   Modeling (pemodelan)
    •   Reflection (refleksi)
    •   Authentic Assessment (penilaian otentik)


Constructivism (Konstruktivisme)


Aliran pembelajaran yang menuntut siswa untuk menyusun dan membangun makna atas
pengalaman baru yang didasarkan pada pengetahuan tertentu. Pengetahuan dibangun oleh
manusia sedikit demi sedikit, hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas dan tidak
secara tiba-tiba.


“Strategi pemerolehan pengetahuan” lebih diutamakan dibandingkan dengan seberapa
banyak siswa mendapatkan dan/atau mengingat pengetahuan.


Questioning (Tanya-jawab)




                                                                                       2
Kegiatan tanya-jawab yang dilakukan baik oleh guru maupun oleh siswa. Pertanyaan
guru digunakan untuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpikir secara kritis
dan mengevaluasi cara berpikir siswa. Sedangkan pertanyaan siswa merupakan wujud
keingintahuan.


Questioning dapat diterapkan: antara siswa dengan siswa, guru dengan siswa, siswa
dengan guru, atau siswa dengan orang lain yang didatangkan ke kelas.


Inquiry (Inkuiri)
Siklus proses dalam membangun pengetahuan/konsep yang bermula dari melakukan
observasi, bertanya, investigasi, analisis, kemudian membangun “teori” atau “konsep”.
Siklus Inquiry:
       - Observation (observasi)
       - Questioning (tanya-jawab)
       - Hyphothesis (hipotesis)
       - Data Gathering (pengumpulan data)
       - Data Analyzing (analisis data)
       - Conclusion (kesimpulan)


Learning Community (komunitas belajar)
Kelompok belajar atau komunitas yang berfungsi sebagai wadah komunikasi untuk
berbagi pengalaman dan gagasan. Prakteknya dapat terwujud dalam :
- Pembentukan kelompok kecil.
- Pembentukan kelompok besar.
- Mendatangkan “ahli” ke kelas.
- Bekerja dengan kelas sederajat.
- Bekerja dengan kelas di atasnya.
- Bekerja dengan masyarakat.
Modeling (pemodelan)
Kegiatan mendemonstrasikan suatu kinerja agar siswa dapat mencontoh, belajar, atau
melakukan sesuatu sesuai dengan model yang diberikan.



                                                                                        3
   •   Guru memberi model tentang “how to learn” (cara belajar).
   •   Guru bukan satu-satunya model dapat diambil dari siswa berprestasi atau melalui
       media cetak dan elektronik.


Reflection (refleksi)
Melihat kembali atau merespon suatu kejadian, kegiatan dan pengalaman yang bertujuan
untuk mengidentifikasi hal yang sudah diketahui, dan hal yang belum diketahui agar
dapat dilakukan suatu tindakan penyempurnaan.
Realisasinya:
           – Pernyataan langsung tentang apa-apa yang diperolehnya hari itu.
           – Catatan dan jurnal di buku siswa.
           – Kesan dan saran siswa mengenai pembelajaran pada hari itu.
           – Diskusi.
           – Hasil karya.


Authentic Assessment (penilaian otentik)
Prosedur penilaian yang menunjukkan kemampuan (pengetahuan, keterampilan, sikap)
siswa secara nyata.
Penekanan Authentic Assessment adalah
   •   Pembelajaran seharusnya membantu siswa agar mampu mempelajari (learning
       how to learn) sesuatu, bukan pada diperolehnya informasi di akhir periode.
   •   Kemajuan belajar dinilai tidak hanya hasil tetapi lebih pada prosesnya dengan
       berbagai cara.
   •   Menilai pengetahuan dan keterampilan (performansi) yang diperoleh siswa




Penerapan CTL dalam Pembelajaran
1. Kembangkan pemikiran bahwa anak akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja
   sendiri, menemukan sendiri dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan
   keterampilan barunya.
2. Lakukan sejauh mungkin kegiatan inkuiri untuk semua topik.


                                                                                    4
3. Kembangkan sifat keingin-tahuan siswa dengan cara bertanya.
4. Ciptakan „masyarakat belajar‟ (belajar dalam kelompok-kelompok).
5. Hadirkan „model‟ sebagai contoh pembelajaran.
6. Lakukan refleksi pada akhir pertemuan.
7. Lakukan penilaian otentik yang betul-betul menunjukkan kemampuan siswa.




    MODEL PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL
                    (Contextual Teaching and Learning = CTL)


Satuan Penidikan     : ….. (SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA)
Mata Pelajaran       :…….(Sesuai dengan Struktur KBK = Kuriulum 2004)



                                                                             5
Kelas/Semester          :…….(Sesuai dengan Struktur Persekolahan dan Kurikulum)
Waktu                   :…….(Kutib dari Silabus)
Pendekatan              :…….(CTL/Kontekstual)
Metode                  :…….(Eksperimen atau demonstrasi)

A. Standar Kompetensi
  Kutib dari silabus


B. Kompetensi Dasar
  Kutib dari silabus ( sesuai urutan SK          KD1, KD2, KD3, dst (KD = Kompetensi Dasar)


C. Indikator Pencapaian Hasil Belajar
  Kutib dari silabus sesuai dengan KD yang dikembangkan


D. Materi Pokok/Uraian Materi Pokok
  Kutib dari silabus


E. Pengalaman Belajar
  Kutib dari silabus yang telah mengintegrasikan program life skills


F. Alat dan Bahan Praktek (Media Pembelajaran)
  1. Alat yang digunakan
  2. Bahan/zat Kimia yang digunakan
  3. Media Pembelajaran


G. Skenario Pembelajaran
   1. Apersepsi
   2. L K S
   3. Bahan diskusi dan lembar kesimpulan siswa


H. Penilaian yang sebenarnya ( Authentic assessment )
  Penerapan penilaian portofolio


                                                                                              6
I. Referensi (Buku Acuan)
  Buku yang disusun oleh Guru atau MGMP, dan atau buku-buku yang relevan


J. Analisis Hasil Belajar dan Program Tindak lanjut
  * Program Remedial, Enrichment, Penugasan, dan lain lain
  * Dilakukan sebelum pembelajaran konsep baru ( lanjutan )

Lampiran :
Silabus Pembelajaran dan Penilaian Berbasis Kompetensi ( Kurikulum 2004 )




                                                                            7

				
DOCUMENT INFO