Docstoc

ten ideh bahas

Document Sample
ten ideh bahas Powered By Docstoc
					                                         BAB I
                                      PENDAHULUAN


   A. Latar Belakang Masalah
       metode adalah cara yang di dalam fungsinya merupakan alat untuk mencapai
tujuan.Dalam kegiatan pembelajaran diperlukan metode, sesuai dengan situasi dan
kondisi. Metode pembelajaran seharusnya tepat guna, maksudnya adalah metode itu
mampu memfungsikan si anak didik belajar sendiri, sesuai dengan student active
learning.


   B. Metode Penelitian
       Pendekatan ekspositori proses pembelajaran sepenuhnya dikuasai dan didiktekan
oleh guru. Sebaiknya pendekatan inkuiri, muridlah yang benar-benar aktif belajar.
Ekspositori untuk pendidikan IPS kurang cocok, karena tidak sesuai dengan prinsip
CBSA. Inkuiri lebih cocok karena ada discovery dan pemecahan masalah. Pendekatan ini
melibatkan diri siswa secara aktif.




                                           1
                                          BAB II
                                  LANDASAN TEORI


   1. METODE INKUIRI
   Enam ciri yang harus dimiliki guru dalam pendekatan inkuiri adalah :
   1. Memiliki kemampuan sebagai perencana ( program pengajaran, pelaksanaan,
       evaluasi, dan kegiatan lainnya).
   2. Mempunyai kemampuan untuk melaksanakan rencana itu dengan baik.
   3. Mempunyai kemampuan sebagai penanya (guru harus sudah mempersiapkannya).
   4. Guru mempunyai kemampuan sebagai manager.
   5. Mampu memberikan pujian dan motivasi belajar.
   6. Mempunyai kemampuan sebagai penguji kebenaran daripada sistem nilai.


   Inkuiri, discovery, dan problem solving, pengertiannya sejiwa, yaitu istilah yang
menunjukkan suatu kegiatan atau cara belajar yang bersifat mencari logis-kritis- analisis
menuju kesimpulan yang meyakinkan.
   Berdasarkan kadar inkuirinya dikenal :
   1. Free inquiry, dimana murid mempunyai kebebasan penuh dalam menetapkan
       tujuan, isi, dan cara belajar. Fungsi guru hanya mengawasi pelaksanaannya.
   2. Modivied free inquiry, dimana murid-murid tidak lagi sepenuhnya bebas, karena
       dalam beberapa hal mendapatkan pengarahan dan opengawasan guru.
   3. Guided inquiry, dimana kebebasan murid sudah semakin berkurang, dan peran
       guru semakin besar.
   John Dewey, menyatakan untuk memperoleh hasil belajar yang lebih baik murid-
murid harus diberi kesempatan untuk lebih aktif dalam proses pembelajaran . Murid perlu
dilatih berfikir kritis menganai permasalahan yang terjadi di sekitarnya.
   Manfaat metode inkuiri:
   1. Mengembangkan keterampilan siswa untuk mampu memecahkan permasalahan
       serta mengambil keputusan secara obyektif dan mandiri.
   2. Mengembangkan kemampuan berfikir siswa ( meningkatkan potensi intelektual).




                                             2
   3. Membina pengembangan sikap penasaran (ingin tahu lebih jauh) dan cara berfikir
       obyektif, mandiri, kritis, logis, analitis, baik secara individual mauoun kelompok.
   4. Bertambahnya kemampuan untuk mengerti tentang melacak kembali (heuristik)
       dari discovery dimana discovery akan merupakan cara berfikir dan cara hidup
       dalam menghadapi segala masalah/keadaan.
   Kelemahan metode inkuiri
   1. Jalannya pelajaran agak lamban
   2. Hanya dapat mencari satu pengertian
   3. Kelas yang besar dapat menimbulkan kegaduhan.


   2. METODE KARYA WISATA
   Metode karyawisata adalah metode pembelajaran yang mengajak siswa untuk
mengunjungi obyek-obyek dalam rangka untum menambah dan memperluas wawasan
obyek yang dipelajari tersebut ( sesuai dengan bidangnya). Misalnya untuk pelajaran
pendidikan geografi siswa dapat diajak ke obyek pemukiman transmigrasi atau obyek
morfologi. Untuk pelajaran pendidikan sejarah, siswa dapat diajak ke situs sejarah.
Untuk pelajaran pendidikan ekonomi siswa dapat diajak mengunjungi pabrik, atau obyek
kegiatan ekonomi.
   Fungsi metode karya wisata adalah :
   1. Mendekatkan dunia sekolah dan dunia kenyataan.
   2. Mempelajari konsep/teori dengan kenyataan dan sebaliknya.
   3. Membekali pengalaman nyata pada siswa.
   Langkah-langkah studi karya wisata:
      Persiapan :
   (a) pembentukan panitia pelaksana
   (b) penuyusunan proposal
   (c) mengurus izin perjalanan
      Pelaksanaan
   (a) pembagian kelompok dan penjelasan tugas
   (b) pelaksanaan di lapangan sesuai dengan proposal.




                                            3
      Pembuatan laporan kegiatan.
      Evaluasi.
   Kebaikannya:
    Siswa dapat mengamati obyek secara nyata dan bervariasi, seperti peninggalan
       sejarah, bila berkunjung ke suatu pabrik dapat mengamati bagaimana proses
       pembuatan suatu barang, bila pergi ke pantai dapat menliti batu-batuan yang ada.
    Siswa dapat menjawab dan memecahkan masalah-masalah dengan cara melihat,
       mencoba serta membuktikan secara langsung suatu obyek yang dipelajari.
    Siswa dapat pula mendapatkan informasi langsung dari para nara sumber ataupun
       dapat penjelasan langsung dari manajer pabrik.
   Kelemahannya:
    Perlu persiapan yang memerlukan perizinan dan melibatkan banyak pihak.
    Perlu pengawasan dan pembimbing dari pihak guru.
    Perlu didukung biaya yang cukup.


   3. METODE ROLE PLAYING ( BERMAIN PERAN)
       Metode roleplaying disebut juga sosiodrama, dalam proses pembelajaran,
diharapkan para guru dan para siswa memperoleh penghayatan nilai-nilai dan perasaan-
perasaan. Dengan bermain peran diharapkan siswa terampil atau menghayati dan
berperan dalam berbagai figur khayalan atau figure sesungguhnya dalam berbagai situasi.
Dalam metode ini dapat melibatkan aspek-aspek kognitif dan afektif atas dasar tokoh
yang mereka perankan.Roleplaying termasuk permainan pendidikan yang dapat dipakai
untuk menjelaskan peranan, sikap, tingkah laku, dan nilai, dengan tujuan menghayati
perasaan, sudut pandangan dan cara berfikir orang lain.
       Tujuan dan manfaat roleplaying menurut Shaftel antara lain:
    Agar menghayati sesuatu kejadian atau hal yang sebenarnya dalam realitas hidup.
    Agar memahami apa yang menjadi sebab dari sesuatu serta bagimana akibatnya.
    Untuk mempelajari indra dan rasa siswa terhadap sesuatu.
    Sebagai penyaluran/pelepasan/ ketegangan dan perasaan-perasaan.
    Sebagai alat pendiagnosaan keadaan kemampuan siswa dan sebagainya
    Roleplaying dimaksudkan untuk memperoleh pemahaman dalam nilai dan rasa.



                                            4
    Langkah-langkah metode role playing antara lain adalah :
     Pemanasan ( pengantar serta pembacaan cerita guru).
     Memilih siswa yang akan berperan
     Menyiapkan penonton yang akan mengobservasi
     Mengantur panggung
     Permainan
     Diskusi dan evaluasi
     Permainan berikutnya
     Diskusi-diskusi lanjut
     Generalisasi
    Beberapa masalah sosial yang dapat dijajagi dengan metode roleplaying adalah :
     Masalah pertentangan antar pribadi-pribadi
         1. Mengangkat perasaan orang-orang yang bertentangan
         2. Menentukan cara-cara pemecahannya
     Masalah hubungan antar kelompok
          Mengungkap masalah hubungan antar suku, bangsa, kepercayaan, dan
sebagainya.
     Masalah kemelut pribadi
          Kemelut antara tekanan orang tua dan kemauanya, juga antara kelompoknya
dengan kemauannya.
     Masalah lampau dan sekarang.


    4. METODE DEMONTRASI
          Metode demonstrasi merupakan metode yang sederhana, namun sebelum
menggunakannya guru hendaknya telah memahami benar. Cardille mengemukakan
bahwa demonstrasi adalah suatu penyajian yang dipersiapkan secara teliti untuk
mempertotonkan sebuah tindakan /prosedur yang digunakan. Metode ini disertai
dengan penjelasan ilustrasi, dari pertanyaan lisan (oral) atau peragaan (visual)secara
tepat.




                                            5
 Winarno Surakhmad mengemukakan bahwa metode demonstrasi adalah adanya
   seorang guru, orang luar yang diminta/siswa mempertotonkan suatu proses
   kepada seluruh kelas.
 Ulih Buki Karo-Karo, mengemukakan metode demonstrasi adalah cara
   menyajuikan bahan pelajaran dengan memperlihatkan atau menunjukkan suatu
   proses atau hasil dari suatu proses itu untuk memnacapi tujuan pengajaran.
 Yang didemonstrasikan misalnya cara membuat peta, mengamati cara
   bekerjanya mesin, membuat benda miniatur candi, dan sebagainya.


Langkah-langkah metode demonstrasi:
 1. Menjelaskan tujuan. Guru menerangkan secara jelas metode yang hendak
     dicapai dengan digunakan metode demonstrasi. Misalnya agar anak didik dapat
     memahami proses apa yang terjadi, bagaimana cara berkerja alat tertentu,
     bagaimana hasilnya, serta benar tidaknya hipotesis yang diajukan
 2. Menyediakan peralatan yang digunakan. Penyediaan ini dapat dilakukan oleh
     guru, murid, atau bersama-sama, bahkan dapat pula oleh orang lain, kemudian
     guru atau instruktur menjelaskan fungsi alat tersebut serta bagaimana cara
     menggubakannya
 3. Menjelaskan urutan langkah-langkah dalam mendemonstrasikan. Hal ini
     dimaksudkan agar urutan langkah dapat dipahami anak didik dengan sebaik-
     baiknya
 4. Melaksanakan demonstrasi
 5. Mencatat dan membuat kesimpulan hasil demonstrasi
 6. Mengadakan penilaian. Dimaksudkan untuk membahas kebaikan-kebaikan apa
     yang telah dikerjakan, serta mengidentifikasikan berbagai kekurangan serta
     cara-cara mengatasinya.
 Kelebihan dan Kekurangan Metode Demonstrasi
 Kelebihannya :
1. Keterlibatan guru dan siswa sama-sama aktif
2. Siswa dapat benar-benar memahami apa yang sedang dipelajari, karena
   pengamatan dan pengalaman pada diri siswa terjadi



                                       6
   3. Mudah untuk memusatkan perhatian siswa
   4. Materi pengajaran dapat dikonkretkan
   5. Siswa dapat mengetahui dengan jelas, apa yang terjadi, bagaimana proses
      terjadinya serta bagaimana berkerjanya alat-alat yang digunakan
   6. Bakat, keterampilan siswa akan lebih mudah untuk dikembangkan
   7. Rasa ingin tahu siswa dapat ditimbulkan
   8. Siswa dapat menerima materi pembelajaran lebih berkesan, sehingga dapat
      terbentuk pengertian yang lebih sempurna
   Kekurangan :
   1. Menuntut pengetahuan dan kecekatan guru
   2. Kurangnya peralatan yang tersedia di sekolah
   3. Waktu yang diperlukan lebih banyak, agar materi yang didemonstrasikan tidak
      terputus-putus, memerlukan biaya yang lebih banyak
   4. Jika adanya terlalu kecil ataupun penempatannya kurang tepat, mengakibatkan
      demonstrasi itu tidak diamati secara jelas oleh seluruh siswa
   Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Metode Demonstrasi
   1. Apakah jumlah siswa yang ada memberikan kemungkinan pelaksanaan metode
      demonstrasi dapat berhasil
   2. Sebelum digunakan di kelas, perlu dicoba terlebih dahulu, sehingga dapat
      diketahui kondisi peralatan yang digunakan
   3. Berikan kesempatan kepada siswa untuk mengamati dengan seksama maupun
      untuk bertanya
   4. Perlu diadakan evaluasi untuk mengetahui apakah berhasil tidaknya demonstrasi
      yang dilakukan . jika perlu dan ada waktu demonstrasi dapat diulang kembali.


   Faktor-Faktor Yang Mempegaruhi Pemilihan Metode Pembelajaran PIS
Adalah :
   1. Pengajar (Pengetahuan yang dikuasai, pengalaman mengajar, dan personalitas)
   2. Siswa (Tingkat dan latar belakang, umur, dan pengalaman lingkungan sosial dan
      budaya)




                                           7
   3. Tujuan yang akan dicapai. Bila tujuan yang akan dicapai lebih dari satu maka
       dapat ditentukan kombinasi berbagai metode
   4. Materi (bahan) dengan karakteristik yang berbeda
   5. Waktu (persiapan mengajar)
   6. Keadaan dan fasilitas yang tersedia di sekolah/kelas
   7. Besar kecilnya kelompok subyek belajar
   Domain/Aspek Yang Cocok Untuk Metode Tertentu
   Metode yang cocok untuk kawasan kognitif : ceramah, tanya jawab, diskusi
kelompok, inkuiri dan lainnya Metode yang cocok untuk kawasan afektif : bermain
peran (role playing), inkuiri, dan lainnya Metode yang cocok untuk kawasan
psikomotor : demonstrasi, sosio drama-simulasi, studi proyek, karyawisata dan lainnya.
   Beberapa saran untuk pemilihan metode :
   1. Hindarkan upaya metodologi yang tunggal (satu metode saja). Ceramah murni
       tanpa variasi, mengajarkan buku teks, guru mengemukakan isi buku tersebut
       tanpa ada usaha ataupun pemberian tugas yang lain
   2. Membina guru sebagai guru inkuiri
   3. Usahaka agar prinsip Student Active Learning” terlaksana


   5. Metode Ceramah Bervariasi
          a. Istilah ceramah sering digantikan dengan Expositori. Metode ini dipakai
              dalam hal seseorang guru ingin menyampaikan bahan berbentuk fakta,
              konsep atau prinsip, ataupun untuk menyampaikan informasi
          b. Metode ceramah merupakan cara mengajar yang paling tradisional dan
              sudah lama digunakan di dalam pendidikan, tentu dengan segala kelebihan
              dan kelemahannya. Untuk mengatasi kelemahan dalam metode ceramah,
              biasanya metode tersebut diselingi dengan metode tanya jawab atau
              metode diskusi. Metode ceramah yang dilengkapi dengan diskusi, tanya
              jawab serta metode yang lain dinamakan metode Ceramah Bervariasi.




                                           8
 Beberapa Alternatif Variasi Ceramah :
 1. Ceramah dengan tujuan mengaktifkan siswa, dapat dilakukan dengan
     menyusun pola variasi ceramah yang diselingi kegiatan intelektual emosional
     siswa seperti :
 (A) melakukan tanya jawab
 (B) melaksanakan diskusi kelompok
 (C) memberikan tugas
 (D) membuat percobaan
 (E) melaksanakan demonstrasi dan sebagainya
 Contoh Model Langkah-Langkah Sintese Diskusi Ceramah
1. Pembagian hand outs sebelum ceramah dimulai
2. Penyajian uraian singkat tentang pokok ceramah dibantu dengan bagan
3. Penyajian ceramah tahap 1 sesuai yang tercantum dalam bagan
4. Istirahat 2-3 menit. Siswa dapat memilih catatan atau menjawab pertanyaan
   guru
5. Penyajian ceramah tahap 2 yang diakhiri dengan perumusan masalah untuk
   diskusi
6. Diskusi kelompok untuk memecahkan masalah
7. Diskusi kelas untuk merumuskan hasil diskusi kelompok
8. Evaluasi interaksi untuk memperoleh balikan.
Sistese Ceramah/Simulasi/Diskusi
1. Pembagian hand outs sebelum ceramah dimulai
2. Penyajian uraian singkat tentang pokok-pokok ceramah dan tujuannya
3. Penyajian informasi permasalahan simulasi yang akan dilakuan
4. Pelaksanaan simulasi
5. Diskusi kelas untuk menilai simulasi serta merumuskan kesimpulannya
6. Evaluasi interaksi untuk memperoleh balikan.




                                     9
                                       BAB III
                                      PENUTUP


   A. KESIMPULAN
       Metode-metode diatas menjelaskan metode pembelajaran PIS agar bisa
diterapakan oleh para siswa. Dengan menggunakan metode ini para murid akan lebih
menyukai pelajaran yang diberikan, tidak hanya dalam pembelajaran PIS saja tetapi juga
dalam pelajaran apa saja.
       Metode-metode ini juga akan membantu siswa agar lebih senang dalam
memahami mata pelajaran yang di pelajarinya. Para siswa akan lebih terantusias dengan
apa yang telah diberikan oleh para gurunya.
   B. SARAN
       Metode-metode ini harus sering diterapakan kepada para siswa agar para siswa
akan menyenangi pelajaran yang telah diberikan oleh gurunya. Dan juga para murid akan
lebih memahami apa yang telah diberikan oleh gurunya.
       Oleh karena itu metode-metode ini harus diterapkan kepada siswa-siswanya. Dan
juga guru harus sering berperan aktif untuk membina para siswanya, agar pembelajaran
yang diberikan disenangi/ dimengerti oleh para muridnya.




                                              10
                         DAFTAR PUSTAKA


Sopamena, I. 2001. Penggunaan Metode Asosiasi Gambar dan Kata dalam
Proses Pembelajaran Membaca dan Menulis Bagi Murid Taman Kanak-
Kanak, Tesis Program Pasca Sarjana Universitas Pelita Harapan: Jakarta.




                                   11

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:95
posted:5/28/2010
language:Indonesian
pages:11