Docstoc

Supervisi Akademik Pembelajaran

Document Sample
Supervisi Akademik Pembelajaran Powered By Docstoc
					                                                                                  Wasis D. Dwiyogo / Supervisi Akademik
                                                                                    Kelompok Kerja Pengawas Sekolah




SUPERVISI AKADEMIK:
Pembelajaran

Dr. Wasis D. Dwiyogo, M.Pd
Fakultas Ilmu Pendidikan
Universitas Negeri Malang




                                                  … keterampilan, penghargaan, dan penalaran pada
                                            orang, dengan segala keanekaragamannya yang luas,
                                            demikian pun halnya dengan harapan, cita-cita, sikap,
                                           dan nilai-nilai yang dianut orang, perkembangan secara
                                                 umum diketahui sebagian besar bergantung pada
                                                peristiwa yang disebut belajar dan pembelajaran.




PEMBELAJARAN
     Secara tradisional, pembelajaran itu meliputi pengajar, pebelajar, dan buku teks.
Isi yang harus dipelajari sudah termuat di dalam buku teks. Dan menjadi tanggung
jawab pengajar untuk “memasukkan” isi buku teks tersebut ke kepada pebelajar.
Mengajar ditafsirkan sebagai memasukkan isi atau bahan-bahan dari buku itu ke
kepala siswa sedemikian rupa sehingga mereka pada saatnya akan mengeluarkan
kembali segala infor-masi yang diterima dalam bentuk tes. Dengan model ini, cara
memperbaiki pengajaran ialah dengan jalan memperbaiki gurunya, yaitu meminta guru
belajar lebih banyak pengetahuan dan belajar lebih banyak metode untuk
menyampaikan kepada pebelajar.
     Pandangan tentang proses pembelajaran yang lebih baru ialah bahwa
pembelajaran itu suatu proses yang sistematik untuk menyediakan sumber belajar
agar terjadi proses belajar pada pebelajar. Terminologi pembelajaran berasal dari kata
belajar. Pembelajaran adalah suatu disiplin yang me-naruh perhatian pada upaya
untuk meningkatkan dan memperbaiki proses belajar. Sasaran utamanya adalah
mempreskripsikan strategi yang optimal untuk mendorong prakarsa dan memudahkan


          Peningkatan Keterampilan Manajerial                                                                  45
          Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah dan Tenaga Tata Usaha Sekolah

          Subdit Pendidikan Menegah - Direktorat Tenaga Kependidikan
          Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan
          Departemen Pendidikan Nasional
                                                                                  Wasis D. Dwiyogo / Supervisi Akademik
                                                                                    Kelompok Kerja Pengawas Sekolah




belajar. Pembelajaran ada-lah upaya menata lingkungan eksternal atau fasilitasi agar
terjadinya be-lajar pada pebelajar (learner). Upaya menata lingkungan dilakukan
melalui penyediaan sumber-sumber belajar. Ukuran keberhasilan pembelajaran adalah
perubahan perilaku terjadinya belajar pada pebelajar, bukan Guru yang telah
menyampaikan informasi (mengajar?). Guru bukan satu-satunya sumber belajar,
karena pebelajar dapat belajar dari berbagai sumber belajar lainnya melalui: pakar,
praktisi, Siswa (pebelajar) lain, masyarakat, buku, jurnal, majalah, koran, internet, CD
ROM, televisi, video, radio, dan sebagainya. Semua sumber-sumber belajar tersebut
berorientasi agar proses belajar menjadi lebih efektif, efisien, dan menarik agar
pebelajar tetap “betah” belajar. Dengan demikian, tujuan utama pembelajaran adalah
membantu pebelajar --orang yang sedang belajar, pelajar, Siswa atau Guru yang
sedang belajar-- untuk belajar. Guru sebagai pengelola pembelajaran perlu merancang
agar belajar menjadi lebih mudah, lebih cepat, dan lebih menyenangkan.
     Pembelajaran berbasis kompetensi umumnya digunakan pada pen-didikan
vokasional dan program pelatihan dalam jabatan untuk mening-katkan unjuk kerja
pegawai. Unjuk kerja apa atau kompetensi-kompetensi apa saja                                     dari para peserta
pelatihan sudah ditentukan terlebih dahulu se-belum dimulainya suatu program
pendidikan atau pelatihan. Pembelajaran berbasis kompetensi adalah pembelajaran
yang berorientasi pada tujuan, berkaitan dengan kompetensi-kompetensi yang ingin
dicapai setelah ber-akhirnya suatu program pembelajaran.
     Kunci utama dalam meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis kompetensi
adalah pengetahuan Guru sebagai orang yang membelajarkan dalam menggunakan
metode yang paling tepat untuk meraih tujuan yang telah ditetapkan dengan
mempertimbangkan karakteristik pebelajar. Oleh karena itu ada 6 (enam) faktor yang
harus dipertimbangkan dalam menen-tukan metode pembelajaran, yaitu: pebelajar
(siapa pebelajarnya?) isi (apa isi yang diajarkan: fakta, konsep, prinsip, dsb?) tujuan
(pengetahuan,       si-kap,       perilaku?)belajar (di kelas, laboratorium,
                                                     lingkungan
perpustakaan, lapangan?) Guru (siapa Gurunya?) sumber belajar (buku, video,
komputer, teman sebaya?).
     Kecenderungan pembelajaran masa depan telah mengubah pende-katan
pembelajaran tradisional ke arah pembelajaran masa depan –yang disebut sebagai
abad pengetahuan– bahwa pebelajar dapat belajar: di mana saja, artinya pebelajar
dapat belajar di kelas, di perpustakaan atau di rumah; kapan saja, tidak sesuai yang
dijadwalkan sekolah bisa pagi, siang sore atau malam; dengan siapa saja, pebelajar
memperoleh sumber belajar melalui Guru, Guru lain, pakar, praktisi atau masyaarakat;



          Peningkatan Keterampilan Manajerial                                                                  46
          Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah dan Tenaga Tata Usaha Sekolah

          Subdit Pendidikan Menegah - Direktorat Tenaga Kependidikan
          Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan
          Departemen Pendidikan Nasional
                                                                                     Wasis D. Dwiyogo / Supervisi Akademik
                                                                                       Kelompok Kerja Pengawas Sekolah




melalui apa saja, pebelajar dapat belajar melalui internet, CD ROM, radio, televisi,
laboratorium, dan pengalaman langsung. Perbandingan pembelajaran tradisional dan
pembelajaran berbasis kompetensi disajikan pada Tabel 1 berikut.


         Tabel 1 Perbandingan Pembelajaran Tradisional dengan Pembelajaran
                     Berbasis Kompetensi.
    Komponen
                                          Pembelajaran                               Pembelajaran Berbasis
  Pembelajaran
                                             Tradisional                                     Kompetensi

Penetapan Tujuan                  Kurikulum tradisional                             Penilaian kebutuhan
                                  Buku teks                                         Analisis pekerjaan
                                  Acuan internal                                    Acuan eksternal
Tujuan                            Dinyatakan dalam hasil                       Dari penilaian
                                     secara umum atau                               kebutuhan/analisis
                                     menurut apa yang                               pekerjaan
                                     diperbuat guru
                                  Sama untuk semua siswa  Dinyatakan dalam
                                                                                    performansi siswa
                                                                                Dipilih dengan
                                                                                    memperhatikan kemampuan
                                                                                    awal siswa
Penetahuan          Siswa         Tidak diberitahukan;                        Diberitahukan secara khusus
tentang Tujuan                       harus bisa ditangkap dari                       sebelum pelajaran dimulai
                                     kuliah atau buku teks
Kemampuan                         Tidak diperhatikan                           Diperhatikan
Prasyarat Siswa                   Semua siswa mempunyai  Siswa belajar dengan tujuan
                                     tujuan/material kegiatan                       dan bahan/ kegiatan yang
                                     yang sama                                      berbeda-beda
Hasil    belajar     yang         Merupakan kurve normal                       Tinggi dan seraga
diharapkan
Penguasaan Tuntas                 Sedikit siswa yang                           Sebagian besar siswa
                                     mencapai sebagian besar                        mencapai sebagian besar
                                     tujuan                                         tujuan
                                  Berpola untung-untungan



            Peningkatan Keterampilan Manajerial                                                                   47
            Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah dan Tenaga Tata Usaha Sekolah

            Subdit Pendidikan Menegah - Direktorat Tenaga Kependidikan
            Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan
            Departemen Pendidikan Nasional
                                                                                   Wasis D. Dwiyogo / Supervisi Akademik
                                                                                     Kelompok Kerja Pengawas Sekolah




    Komponen
                                        Pembelajaran                               Pembelajaran Berbasis
  Pembelajaran
                                           Tradisional                                    Kompetensi

Program Perbaikan               Seringkali tidak terencana  Direncanakan bagi siswa
                                   Tidak ada pengubahan                          yang memerlukan bantuan
                                   tujuan atau cara                           Mengejar tujuan lain
                                   mengajar                                   Menggunakan cara
                                                                                  mengajar alternatif
Penggunaan Tes                  Untuk pemberian angka                        Untuk memantau kemajuan
                                   nilai                                          siswa
                                                                              Untuk menentukan
                                                                                  ketuntasan belajar
                                                                              Untuk mendiagnosa
                                                                                  kesulitan belajar
                                                                              Untuk perbaikan
                                                                                  pembelajaran
Waktu belajar VS                Waktu tetap; penguasaan  Penguasaan belajar tetap;
Penguasaan Belajar                 belajar beragam                                waktu beragam
Tafsiran kegagalan              Siswa bodoh                                  Guru perlu memperbaiki
siswa mencapai                                                                    pembelajaran
penguasaan belajar
Pengembangan                    Pertama-tama memilih                         Pertama-tama merumuskan
bidang studi                       bahan ajar                                     tujuan pembelajaran,
                                                                                  kemudian memilih bahan
                                                                                  ajar
Media pembelajaran              Dipilih atas dasar                           Didasarkan atas tujuan dan
                                   kesukaan dan                                   karakteristik siswa
                                   ketersediannya                             Didasarkan atas teori-teori
                                                                                  dan penelitian tentang
                                                                                  pembelajaran
                                                                              Keefektifannya harus dapat
                                                                                  diuji
Pengurutan                      Didasarkan atas logika isi  Didasarkan atas adanya
pembelajaran                       dan kerangka garis besar                       prasyarat-prasyarat yang



          Peningkatan Keterampilan Manajerial                                                                   48
          Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah dan Tenaga Tata Usaha Sekolah

          Subdit Pendidikan Menegah - Direktorat Tenaga Kependidikan
          Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan
          Departemen Pendidikan Nasional
                                                                                     Wasis D. Dwiyogo / Supervisi Akademik
                                                                                       Kelompok Kerja Pengawas Sekolah




    Komponen
                                          Pembelajaran                               Pembelajaran Berbasis
  Pembelajaran
                                             Tradisional                                    Kompetensi

                                     pokok bahasan dalam                            diperlukan dan asas belajar
                                     buku teks
Strategi                          Apa yang dianggap                            Dipilih untuk dapat
pembelajaran                         sudah baik berlaku                             mencapai tujuan
                                     secara umum                                Menggunakan berbagai
                                     Atas dasar kesukaan dan                       strategi
                                     sudah dikenal baik                         Atas dasar teori dan
                                                                                    penelitian
Penilaian                         Sering tidak dilakukan;                      Direncanakan secara
                                     jarang direncanakan                            sistematik; dilaksanakan
                                     secara sistematik                              secara rutin
                                     Acuan norma                               Menilai pencapaian/
                                                                                    penguasaan tuntas tujuan
                                                                                    oleh siswa
                                                                                Acuan criteria
                                                                                Data tentang hasil belajar
Perbaikan                         Berdasarkan terkaan dan  Bedasarkan data peni-laian
pembelajaran dan                     apakah tersedia alat                       Dilakukan secara rutin
media                                Bantu mengajar baru
                                  Dilakukan kadangkala




TAKSONOMI PEMBELAJARAN
     Deskripsi tentang kompetensi sebagai hasil belajar banyak dikemukakan para
ahli, dengan sudut pandang dan terminologi masing-masing, beberapa diantara yang
banyak dikenal antara lain Bloom (1979), Merrilll (1983) dan Gagne (1985).
Taksonomi Tujuan Pendidikan dari Bloom
     Bloom dkk. (1979) mendeskripsikan aspek-aspek tujuan pendidikan yang disebut
taxonomy of educational objectives sebagai sasaran pemben-tukan. Taksonomi tujuan
pendidikan tersebut diklasifikasikan ke dalam tiga ranah, yaitu:
            ranah kognitif,



            Peningkatan Keterampilan Manajerial                                                                   49
            Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah dan Tenaga Tata Usaha Sekolah

            Subdit Pendidikan Menegah - Direktorat Tenaga Kependidikan
            Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan
            Departemen Pendidikan Nasional
                                                                                     Wasis D. Dwiyogo / Supervisi Akademik
                                                                                       Kelompok Kerja Pengawas Sekolah




             ranah afektif, dan
             ranah psikomotorik
     Ranah kognitif mempunyai enam tingkatan, dari tingkat paling rendah yang
menunjukkan kemampuan sederhana, sampai tingkat paling tinggi yang menunjukkan
kemampuan lebih kompleks. Keenam tingkatan itu, ialah pengetahuan, pemahaman,
penerapan, analisis, sintesis, dan evaluasi. Pengetahuan merupakan kemampuan
tingkat paling rendah, kemudian berturut-turut kemampuan yang lebih tinggi ialah
pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, dan evaluasi.
     Ranah psikomotorik berkaitan dengan kemampuan psikomotor dan ranah afektif
berkaitan dengan sikap dan nilai-nilai.


Component Display Theory dari Merrill
     Sementara itu, Merrill (1983) mengajukan teori yang dinamakan Component
Display Theory untuk memberi penjelasan tentang hasil belajar. Menurut Merrill, hasil
belajar pada dasarnya terdiri atas dua dimensi, yaitu dimensi isi dan dimensi unjuk
kerja.
     Dimensi isi terdiri atas empat jenis, yaitu: fakta, konsep, prosedur, dan prinsip.
Fakta adalah suatu informasi yang masing-masing berdiri sendiri seperti halnya nama,
tanggal atau peristiwa. Nama adalah simbol yang digunakan untuk menjelaskan suatu
objek. Konsep adalah suatu kelompok objek, peristiwa atau symbol yang semuanya
mempunyai karak-teristik dan dapat diidentifikasi dengan nama yang sama. Prosedur
adalah urutan tindakan langkah demi langkah untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan. Dalam usaha memecahkan masalah atau menghasilkan suatu produk
tindakan itu berurutan, misalnya langkah 1, 2, 3 dan seterusnya. Prinsip adalah suatu
hubungan sebab akibat atau saling berhubungan antar konsep yang digunakan untuk
menginterpretasikan keadaan.
     Dimensi unjuk kerja terdiri atas tiga jenis, yaitu: mengingat, meng-gunakan, dan
menemukan. Mengingat adalah unjuk kerja untuk meng-ingat informasi-informasi yang
telah diperolehnya dalam memori jangka panjang. Menggunakan adalah untuk kerja
yang mempersyaratkan maha-siswa untuk mengaplikasikan berbagai abstraksi dalam
berbagai masalah. Menemukan adalah unjuk kerja yang mempersyaratkan Siswa
menemukan hal baru melalui kegiatan analisis dan sintesis.
     Kedua dimensi tersebut kemudian dihubungkan, sehingga dapat diklasifikasikan
hubungan dimensi isi dan unjuk kerja. Hubungan kedua-nya disilangkan menjadi
sepuluh jenis, yaitu: mengingat fakta, mengingat konsep, mengingat prosedur,



             Peningkatan Keterampilan Manajerial                                                                  50
             Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah dan Tenaga Tata Usaha Sekolah

             Subdit Pendidikan Menegah - Direktorat Tenaga Kependidikan
             Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan
             Departemen Pendidikan Nasional
                                                                                  Wasis D. Dwiyogo / Supervisi Akademik
                                                                                    Kelompok Kerja Pengawas Sekolah




mengingat prinsip, menggunakan konsep, menggunakan prosedur, menggunakan
prinsip, menemukan konsep, menemukan prosedur, dan menemukan prinsip (lihat
diagram berikut).


                  Menemukan


                  Menggunakan


                  Mengingat


                                                 Fakta             Konsep             Prosedur           Prinsip


Kapabilitas Belajar dari Gagne
     Kupasan Gagne atas hasil belajar pada manusia menemukan ada-nya lima
golongan kompetensi, yaitu: informasi verbal, keterampilan in-telektual, strategi
kognitif, keterampilan motorik, dan sikap. Ragam belajar ini menggambarkan
kapabilitas dan unjuk berbuatan yang berlainan. Kelima ragam belajar tersebut
masing-masing diperoleh dengan cara yang berbeda. Artinya, masing-masing
memerlukan keterampilan prasyarat yang berbeda dan perangkat langkah proses
kognitif yang berbeda pula.


Ikhtisar kelima ragam belajar tersebut disajikan dalam table berikut.


       Tabel 2.       Lima Ragam Kapabilitas Belajar, Kinerja Unjuk Kerja,
                      dan Contoh
    Kategori
  Kapabilitas                 Kapabilitas                 Kinerja/ unjuk kerja                     Contoh
    Belajar
Informasi Verbal        Pengungkapan                      Menyatakan atau                     Menjelaskan
                        informasi yang                    mengkomunikasikan                   definisi
                        disimpan (fakta,                  informasi                           pencemaran
                        label)                                                                lingkungan
Keterampilan            Operasi mental yg                 Berinteraksi dengan                 Membedakan
Intelektual             memungkin-kan                     lingkungan                          warna merah dan



          Peningkatan Keterampilan Manajerial                                                                      51
          Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah dan Tenaga Tata Usaha Sekolah

          Subdit Pendidikan Menegah - Direktorat Tenaga Kependidikan
          Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan
          Departemen Pendidikan Nasional
                                                                                    Wasis D. Dwiyogo / Supervisi Akademik
                                                                                      Kelompok Kerja Pengawas Sekolah




                          merespon                          menggunakan lambing                 biru; menghitung
                          terhadap                                                              luas segi tiga
                          lingkungan
Strategi Kognitif         Proses                            Mengelola secara                    Membuat satu
                          pengontrolan yang                 efisien kegiatan                    set kartu catatan
                          mengatur berpikir                 mengingat, berpikir                 untuk penulisan
                          dan belajar pada                  dan belajar                         karya ilmiah
                          diri pebelajar
Keterampilan              Kemampuan dan                     Mendemonstrasikan                   Mengikat tali
Motorik                   kemulusan dalam                   serangkaian gerakan                 sepatu;
                          melakukan                         fisik atau tindakan                 menirukan cara
                          serangkaian                                                           menari Inul
                          gerakan fisik                                                         Daratista
Sikap                     Melakukan                         Memilih tindakan                    Memilih
                          tindakan positif                  pribadi untuk                       mengunjungi
                          atau negatif                      mendekati atau                      museum seni
                          terhadap orang,                   menjauhi orang, objek               dari pada
                          objek atau                        atau peristiwa                      menonton konser
                          peristiwa                                                             musik dangdut




VARIABEL-VARIABEL PEMBELAJARAN
        Menurut Reigeluth (1983) ada 3 variabel penting dalam pembelajar-an, yaitu: (1)
kondisi pembelajaran, (2) metode pembelajaran, dan (3) hasil pembelajaran.
Kondisi pembelajaran
        Kondisi pembelajaran didefinisikan sebagai faktor-faktor yang mem-pengaruhi
penggunaan metode tertentu untuk meningkatkan hasil belajar. Yang dimasukkan
dalam klasifikasi variabel ini adalah tujuan pembe-lajaran, karakteristik bidang studi,
kendala, dan karakteristik pebelajar.
        Tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran pada hakekatnya menga-cu
kepada hasil pembelajaran yang diharapkan. Sebagai hasil pembe-lajaran yang
diharapkan, berarti tujuan pembelajaran ditetapkan terlebih dahulu, dan berikutnya
semua upaya pembelajaran diarahkan untuk mencapai tujuan ini. Tujuan pembelajaran
dapat diklasifikasi menjadi 2 jenis, yaitu tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan
Umum: pernyataan umum tentang hasil pembelajaran yang diinginkan. Tujuan ini


            Peningkatan Keterampilan Manajerial                                                                  52
            Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah dan Tenaga Tata Usaha Sekolah

            Subdit Pendidikan Menegah - Direktorat Tenaga Kependidikan
            Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan
            Departemen Pendidikan Nasional
                                                                                  Wasis D. Dwiyogo / Supervisi Akademik
                                                                                    Kelompok Kerja Pengawas Sekolah




diacukan kepada keseluruhan isi bidang studi. Oleh karena itu, tujuan umum akan
banyak mempengaruhi strategi pengorganisasian makro. Tujuan Khusus: pernyataan
khusus tentang hasil pembelajaran yang diinginkan. Tujuan ini diacukan pada konstruk
tertentu (apakah fakta, konsep, prosedur, atau prinsip) dari bidang studi. Oleh karena
itu, tujuan khusus akan banyak mempengaruhi strategi pengorganisasian mikro.
     Karakteristik bidang studi. Karakteristik bidang studi pada haki-katnya
mengacu kepada struktur bidang studi dan tipe isi. Struktur bidang studi diperlukan
untuk kepentingan pengembangan strategi pengorgani-sasian pembelajaran yang
optimal, yaitu yang berkaitan dengan pemilihan, penataan urutan, pembuatan
rangkuman, dan sintesis bagian-bagian bidang studi yang terkait. Tipe isi berkaitan
dengan jenis isi yang meliputi: fakta, konsep, prinsip, dan prosedur.
     Kendala pembelajaran. Kendala didefinisikan sebagai keterbatasan sumber-
sumber belajar, seperti: waktu, media, personalia, dan uang.
     Karakteristik pebelajar. Karakteristik pebelajar didefinisikan sebagai aspek-
aspek atau kualitas perseorang yang sdang belajar (mahaSiswa (pebelajar)). Aspek-
aspek ini bisa berupa bakat, motivasi, perilaku, ke-biasaan, kemampuan awal, status
sosial ekonomi, dan sebagainya.


Metode pembelajaran
     Metode pembelajaran didefinisikan sebagai cara-cara yang berbeda untuk
mencapai hasil pembelajaran yang berbeda di bawah kondisi yang berbeda. Metode
pembelajaran ini diacukan sebagai cara-cara yang dapat digunakan dalam kondisi
tertentu untuk mencapai hasil pembelajaran yang diinginkan. Cara-cara ini disebut
juga sebagai strategi pembelajaran. Variabel metode atau strategi pembelajaran ini
merupakan variabel yang paling esensial akan keberadaan pembelajaran. Karena
variabel kondisi dan variabel tujuan merupakan variabel yang tidak bisa diubah dan
harus diterima sebagai barang jadi, dan selanjutnya dipakai sebagai pijakan kerja.
Peluang yang tinggal hanyalah bagaimana bagaimana memanipulasi variabel metode
pembelajaran untuk mencapai hasil pembelajaran yang diinginkan. Variabel metode
pembelajaran diklasifikasi menjadi 3 jenis, yaitu: (1) strategi pengorganisasian, (2)
strategi penyampaian, dan (3) strategi pengelolaan.
     Strategi Pengorganisasian Pembelajaran. Adalah metode untuk mengor-
ganisasi isi bidang studi yang telah dipilih untuk pembelajaran. Mengorganisasi
mengacu pada suatu tindakan seperti pemilihan isi, pe-nataan isi, pembuatan diagram,
format,   dan     lainnya        yang       setingkat         dengan          itu.   Strategi     pengorganisasian



          Peningkatan Keterampilan Manajerial                                                                  53
          Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah dan Tenaga Tata Usaha Sekolah

          Subdit Pendidikan Menegah - Direktorat Tenaga Kependidikan
          Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan
          Departemen Pendidikan Nasional
                                                                                    Wasis D. Dwiyogo / Supervisi Akademik
                                                                                      Kelompok Kerja Pengawas Sekolah




pembelajaran lebih lanjut dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu: strategi makro dan
strategi mikro. Strategi makro: mengacu kepada metode untuk mengorganisasi isi
pembelajaran yang melibatkan lebih dari satu konsep, atau prosedur, atau prinsip.
Strategi mikro: mengacu kepada metode untuk mengorganisasi isi pembelajaran yang
berkisar pada satu konsep, atau prosedur, atau prinsip. Strategi makro berurusan
dengan bagaimana memilih, menata urutan, membuat sintesis, dan rangkuman isi
pembelajaran (apakah konsep, prinsip, atau prosedur) yang saling berkaitan. Pemilihan
isi, berdasarkan tujuan pem-belajaran yang ingin dicapai, mengacu kepada penetapan
konsep-konsep, atau prinsip-prinsip, atau prosedur-prosedur yang diperlukan untuk
men-capai tujuan itu. Penataan urutan isi mengacu kepada keputusan untuk menata
dengan urutan tertentu konsep-konsep, atau prinsip-prinsip yang akan diajarkan.
Pembuatan sistesis mengacu kepada keputusan tentang bagaimana cara menunjukkan
keterkaitan di antara konsep-konsep, atau prinsip-prinsip. Pembuatan rangkuman
mengacu kepada keputusan ten-tang bagaimana cara melakukan tinjauan ulang
konsep-konsep, atau prinsip-prinsip serta kaitan-kaitan yang sudah diajarkan.
    Strategi Penyampaian. Strategi penyampaian isi pembelajaran meru-pakan
komponen variabel metode untuk melaksanakan program pembe-lajaran. sekurang-
kurangnya ada 2 fungsi dari strategi ini, yaitu: (1) me-nyampaikan isi pembelajaran
kepada pebelajar, dan (2) menyediakan informasi/bahan-bahan yang diper-lukan
pebelajar untuk menampilkan unjuk-kerja (seperti latihan dan tes). Strategi
penyampaian mencakup ling-kungan fisik, Guru, bahan-bahan pembelajaran, dan
kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan pembelajaran. Atau, dengan kata lain, media
merupakan satu komponen penting dari strategi penyampaian pembe-lajaran. Itulah
sebabnya, media pembelajaran merupakan bidang kajian utama strategi ini.
     Secara        lengkap          ada       3      komponen             yang       perlu     diperhatikan      dalam
mempreskripsikan strategi penyampaian: (1) media pembelajaran, (2) inter-aksi
pebelajar     dengan         media,        dan      (3)      bentuk/struktur           belajar    mengajar.      Media
pembelajaran adalah komponen strategi penyampaian yang dapat dimuati pesan yang
akan disampaikan kepada pebelajar, apakah itu orang, alat, atau bahan. Ada 5 cara
dalam mengklasifikasi media pembelajaran untuk keperluan mempreskripsikan strategi
penyampaian, yaitu: (1) tingkat kecermatan representasi, (2) tingkat interaktif yang
mampu ditim-bulkannya, (3) tingkat kemampuan khusus yang dimilikinya, (4) tingkat
motivasi yang mampu ditimbulkannya, dan (5) tingkat biaya yang diperlukan. Interaksi
pebelajar dengan media adalah komponen strategi penyampaian pembelajaran yang
mengacu kepada kegiatan apa yang dilakukan oleh pebelajar dan bagaimana peranan



            Peningkatan Keterampilan Manajerial                                                                  54
            Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah dan Tenaga Tata Usaha Sekolah

            Subdit Pendidikan Menegah - Direktorat Tenaga Kependidikan
            Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan
            Departemen Pendidikan Nasional
                                                                                   Wasis D. Dwiyogo / Supervisi Akademik
                                                                                     Kelompok Kerja Pengawas Sekolah




media dalam merangsang kegiatan belajar itu. Bentuk belajar mengajar adalah
komponen strategi penyampaian pembelajaran yang mengacu kepada apakah Siswa
(pebelajar) belajar dalam kelompok besar, kelompok kecil, perseorangan, ataukah
mandiri.
     Strategi        Pengelolaan.               Strategi        pengelolaan           pembelajaran       merupa-kan
komponen variabel metode yang berurusan dengan bagaimana menata interaksi
antara pebelajar dengan variabel-variabel metode pembelajaran lainnya. Strategi ini
berkaitan dengan pengambilan keputusan tentang strategi pengorganisasian dan
strategi penyampaian mana yang digunakan selama proses pembelajaran. Paling tidak
ada 4 klasifikasi penting variabel strategi pengelolaan, yaitu: (1) penjadwalan, (2)
pembuatan catatan ke-majuan belajar, (3) pengelolaan motivasi, dan (4) kontrol
belajar. Pen-jadwalan penggunaan strategi pembelajaran mengacu kepada kapan dan
berapa kali suatu strategi pembelajaran atau komponen suatu strategi pembelajaran
dipakai dalan suatu situasi pembelajaran. Pembuatan ca-tatan kemajuan belajar
mengacu kepada kapan dan berapa kali penilaian hasil belajar dilakukan, serta
bagaimana prosedur penilaiannya. Peng-elolaan motivasional mengacu kepada cara-
cara yang dipakai untuk me-ningkatkan motivasi belajar pebelajar. Kontrol belajar
mengacu kepada kebebasan pebelajar dalam melakukan pilihan tindakan belajar.
Hasil pembelajaran
     Hasil pembelajaran didefinisikan sebagai semua efek yang dapat dijadikan
sebagai indikator tentang nilai dari penggunaan suatu metode di bawah kondisi yang
berbeda. Efek ini bisa berupa efek yang sengaja dirancang, karena itu ia merupakan
efek yang diinginkan, dan bisa juga berupa efek nyata sebagai hasil penggunaan
metode pembelajaran tertentu. Bila acuan pembelajaran adalah pada efek atau hasil
pembelajaran yang diinginkan, maka hasil ini harus ditetapkan lebih dulu sebelum
mene-tapkan metode pembelajaran. Jadi, metode pembelajaran yang dipilih ada-lah
metode yang optimal untuk mencapai hasil yang ditetapkan tadi. Pada tingkat yang
umum, hasil pembelajaran dapat diklasifikasi menjadi 3, yaitu: (1) keefektifan, (2)
efisiensi, dan (3) daya tarik.
     Keefektifan pembelajaran. Pengukuran kefektifan pembelajaran harus selalu
dikaitkan dengan pencapaian tujuan pembelajaran. Ada 7 indikator yang dapat
digunakan untuk menentukan keefektifan pembe-lajaran, yaitu: (1) kecermatan
penguasaan perilaku, (2) kecepatan unjuk kerja, (3) kesesuaian dengan prosedur, (4)
kuantitas unjuk kerja, (5) kualitas hasil akhir, (6) tingkat alih belajar, dan (7) tTingkat
retensi.



           Peningkatan Keterampilan Manajerial                                                                  55
           Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah dan Tenaga Tata Usaha Sekolah

           Subdit Pendidikan Menegah - Direktorat Tenaga Kependidikan
           Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan
           Departemen Pendidikan Nasional
                                                                                  Wasis D. Dwiyogo / Supervisi Akademik
                                                                                    Kelompok Kerja Pengawas Sekolah




     Efisiensi pembelajaran. Efisiensi pembelajaran diukur melalui rasio antara
kefektifan dan jumlah waktu yang dipakai pebelajar dan/atau jumlah biaya
pembelajaran dan/atau sumber-sumber belajar yang di-gunakan. Dengan demikian
ada 3 indikator untuk mentukan tingkat efisiensi, yaitu: (1) waktu, (2) personalia, dan
(3) sumber belajar. Berapa jumlah waktu yang dibutuhkan oleh pebelajar untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan? Berapa jumlah personalia yang terlibat dalam
pelak-sanaan pembelajaran? Bagaimana penggunaan sumber belajar yang diran-cang
untuk pembelajaran? Jawaban-jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan ini akan
memberikan gambaran mengenai tingkat efisiensi program pembelajaran.
     Daya tarik. Daya tarik pembelajaran diukur dengan mengamati kecenderungan
pebelajar untuk tetap/terus belajar. Daya tarik pembe-lajaran erat kaitannya dengan
daya tarik bidang studi. Namun demikian, daya tarik bidang studi, dalam
penyampaiannya, akan banyak tergantung pada kualitas pembelajarannya. Untuk
mempreskripsikan daya tarik pem-belajaran sebagai hasil pembelajaran, maka tekanan
diletakkan pada kualitas pembelajaran, bukan pada daya tarik bidang studi.
     Pada dasarnya setiap bidang studi memiliki daya tarik tersendiri, meskipun daya
tarik ini amat tergantung pada karakteristik pebelajar, seperti: bakat, kebutuhan,
minat, serta kecenderungan-kecenderungan atau pilihan-pilihan perse-orangan lainnya.
Suatu bidang studi memiliki daya tarik tinggi bisa karena sesuai dengan bakat Siswa
(pebelajar), atau dibutuhkan secara pri-badi oleh pebelajar, atau karena sekedar
minat. Daya tarik inilah yang menyebabkan pebelajar ingin mempelajari bidang studi
itu. Namun kecenderungan ini, bagaimanapun juga, dipengaruhi oleh bagaimana
bidang studi itu diorganisasi dan disampaikan kepada pebelajar. Merupakan tugas
pembelajaran untuk menunjukkan daya tarik suatu bidang studi kepada pebelajar.
Pembelajaran dapat mengubah semuanya. Suatu bidang studi bisa kehilangan daya
tariknya karena kualitas pembe-lajaran yang rendah.
     Kualitas pembelajaran selalu terkait dengan peng-gunaan metode pembelajaran
yang optimal untuk mencapai tujuan pembelajaran, di bawah kondisi pembelajaran
tertentu. Ini berarti, bahwa untuk mencapai kualitas pembelajaran yang tinggi, bidang
studi harus diorga-nisasi dengan strategi pengorganisasian yang tepat, selanjutnya
disam-paikan kepada pebelajar dengan strategi penyampaian yang tepat pula. Variabel
penting yang dapat digunakan sebagai indikator daya tarik pembelajaran adalah
penghargaan dan keinginan lebih (lebih banyak atau lebih lama) yang diperlihatkan
oleh pebelajar. Kedua indikator ini dapat dikaitkan, baik pada bidang studi, maupun
pada pembelajaran.



          Peningkatan Keterampilan Manajerial                                                                  56
          Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah dan Tenaga Tata Usaha Sekolah

          Subdit Pendidikan Menegah - Direktorat Tenaga Kependidikan
          Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan
          Departemen Pendidikan Nasional
                                                                                     Wasis D. Dwiyogo / Supervisi Akademik
                                                                                       Kelompok Kerja Pengawas Sekolah




         Penghargaan dan keinginan untuk lebih banyak mempelajari isi bi-dang studi,
merupakan hasil pembelajaran yang bukan hanya disebabkan oleh daya tarik bidang
studi,     tetapi    terutama disebabkan                    oleh      kualitas       pembelajaran       yang    mampu
menciptakan peng-hargaan dan keinginan itu. Oleh karena itu, maka titik awal
pengukuran daya tarik, sebagai hasil pembelajaran haruslah diletakkan pada variabel
metode pembelajaran: strategi pengorganisasian, penyampaian, dan pengelolaan
pembelajaran. Variabel inilah yang paling menentukan kualitas pembelajaran secara
keseluruhan.
         Penjelasan terhadap ketiga variabel tersebut di atas disajikan oleh Degeng (1989)
sebagai berikut.

                        Variabel-Variabel Pembelajaran


                 Kondisi                                     Metode                                Hasil


           Tujuan dan                                 Strategi
                                                     Strategi
            Tujuan dan
           Karakteristik Bidang                       Pengorganissasian
                                                     Pengorganissasian
            Karakteristik Bidang
           Studi                                                                                Keefektifan
            Studi                                      Mikro
                                                     --Mikro                                     Keefektifan
                                                       Makro
                                                     --Makro
           Kendala dan
            Kendala dan                                                                         Efisiensi
                                                                                                 Efisiensi
           Karakteristik Bidang
            Karakteristik Bidang
           Studi                                      Strategi
                                                     Strategi
            Studi
                                                      Penyampaian
                                                     Penyampaian                                Daya Tarik
                                                                                                Daya Tarik
                                                      Strategi Pengelolaan
                                                     Strategi Pengelolaan
           Karakteristik Siswa
            Karakteristik Siswa




               Diagram 1              Variabel-variabel Pembelajaran (Reigeluth, 1988)


         Variabel-variabel pembelajaran, sub variable, dan indicator pembelajaran
sebagaimana telah dideskripsikan di atas disajikan dalam bentuk tabel sebagai berikut.




             Peningkatan Keterampilan Manajerial                                                                  57
             Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah dan Tenaga Tata Usaha Sekolah

             Subdit Pendidikan Menegah - Direktorat Tenaga Kependidikan
             Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan
             Departemen Pendidikan Nasional
                                                                              Wasis D. Dwiyogo / Supervisi Akademik
                                                                                Kelompok Kerja Pengawas Sekolah




           Tabel 1. Variabel, Sub Variabel, dan Indikator Pembelajaran


      VARIABEL                            SUB-VARIABEL                                INDIKATOR
Kondisi Pembelajaran               Karakteristik Bidang                        Tujuan
                                   Studi                                       Tingkat kesulitan
                                                                               Tipe Isi
                                   Kendala                                     Waktu
                                                                               Media
                                                                               Personalia
                                                                               Uang
                                                                               Fasilitas
                                   Karakteristik                               Motivasi Berprestasi
                                   MahaSiswa (pebelajar)                       Kemampuan berpikir
                                                                               Intelegensi
                                                                               Bakat/minat
                                                                               Kebiasaan belajar


Metode Pembelajaran                Strategi Pengorga-                          Pemilihan isi
                                   nisasian (Makro)                            Penataan Isi
                                                                               Sintesis
                                                                               Rangkuman
                                   Strategi Penyampaian                        Media
                                   (Media)                                     Interaksi Belajar
                                                                                 Mengajar
                                                                               Format belajar
                                   Strategi Pengelolaan                        Penjadwalan kegiatan
                                                                                 belajar
                                                                               Catatan kemajuan
                                                                                 belajar
                                                                               Kontrol belajar




      Peningkatan Keterampilan Manajerial                                                                  58
      Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah dan Tenaga Tata Usaha Sekolah

      Subdit Pendidikan Menegah - Direktorat Tenaga Kependidikan
      Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan
      Departemen Pendidikan Nasional
                                                                                  Wasis D. Dwiyogo / Supervisi Akademik
                                                                                    Kelompok Kerja Pengawas Sekolah




   Hasil Pembelajaran                  Keefektifan                                 Kecermatan
                                                                                   Kecepatan unjuk kerja
                                                                                   Tingkat alih belajar
                                                                                   Tingkat Retensi
                                                                                   Kesesuaian dengan
                                                                                     prosedur
                                       Efisiensi                                   Rasio hasil dengan
                                                                                     waktu
                                                                                   Rasio hasil dengan biaya
                                       Daya tarik                                  Kecenderungan tetap
                                                                                     belajar
                                                                                   Partisipasi
                                                                                   Penghargaan




KEPUSTAKAAN


Degeng, S.N. 1989. Ilmu Pengajaran dan Taksonomi Pembelajaran. Jakarta:
     Depdikbud, Dirjen Pendidikan Tinggi Proyek Pengembangan LPTK.
Ely, G. 1979. Instructional Design and Development. New York: University Pub-lication.
Reigeluth, C.M. 1976. In Search on Better Way to Organized Instruction: The
     Elaboration Theory. Journal of Instructional Development. 2(III) 8-15.
Twelker, P.A. 1972. The Systematic Develompment of Instructional: A Overview and
     Basic Guide to the Literature. Eric Clearing House on Media and Technology.




          Peningkatan Keterampilan Manajerial                                                                  59
          Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah dan Tenaga Tata Usaha Sekolah

          Subdit Pendidikan Menegah - Direktorat Tenaga Kependidikan
          Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan
          Departemen Pendidikan Nasional

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:1489
posted:5/28/2010
language:Turkish
pages:15