MALUKU MALUKU UTARA Studi tentang Konflik by myi16408

VIEWS: 0 PAGES: 12

									      Studi tentang Konflik Kekerasan di Indonesia
                 Violent Conflict in Indonesia Study


        BUKTI AWAL DARI
          MALUKU & MALUKU UTARA
          Early Evidence from Maluku and North Maluku
    G
             elombang konflik dengan kekerasan yang terjadi di Indonesia pada              The wave of violent conflict that swept across
             akhir Orde Baru mengakibatkan sedikitnya 9.000 orang tewas.             Indonesia following the end of the New Order resulted in
             Lebih dari 85% korban tewas ini diakibatkan bentrokan antar             over 9000 deaths. Over 85% of these fatalities resulted from
    kelompok etnis di limabelas kabupaten. Sejak itu kekerasan berskala besar        ethno-communal clashes and took place in just 15
    yang terkonsentrasi tersebut telah mereda. Tetapi tidak jelas apakah             kabupaten. This concentrated high-intensity violence has
    penurunan tersebut bersifat permanen. Temuan komparatif dari negara lain         since subsided, but it is not clear whether the de-escalation
    mengindikasikan bahwa kekerasan sering muncul kembali di wilayah yang            will be permanent. Comparative evidence from other
    dahulu mengalami konflik akut. Sebagai masyarakat yang multi-etnik dan           countries indicates that violence often reappears in areas
    multi-agama, Indonesia masih rentan mengalami kemungkinan konflik                that previously experienced acute conflict. As a multi-ethnic
    dengan kekerasan jangka panjang kecuali jika lembaga-lembaga dan                 and multi-religious society, Indonesia remains vulnerable to
    kebijakan-kebijakan dirancang dan diterapkan dengan tepat. Hingga kini,          the possibility of long-run violent conflict unless suitable
    implementasi berbagai kebijakan terhambat keterbatasan data. Database            institutions and policies are imaginatively devised and put in
    UNSFIR, yang disediakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, hanya                   place. Until now, the implementation of such policies has
    mencatat kekerasan dalam skala besar antara tahun 1990-2003, sementara           been impeded by the lack of data. The UNSFIR database,
    Bank Dunia telah menyusun data tentang kekerasan berskala kecil di Flores        put together by the United Nations, recorded incidents of
    dan sebagian wilayah Jawa Timur antara tahun 2001-2003. Namun, hampir            large-scale violence from 1990-2003 and the World Bank
    tidak tersedia informasi yang sistematis tentang konflik di Indonesia sejak      has created a dataset on small-scale violence in Flores and
    tahun 2003 hingga sekarang terkait bentuk, sebab, dan alurnya. Dengan            parts of East Java for 2001-2003. Yet, there is almost no
    prakarsa desentralisasi yang masif, sejumlah besar institusi baru telah          systematic information available at all on conflict in
    terbentuk. Desentralisasi ini mengubah lokasi, insentif bagi kelompok, dan       Indonesia since 2003-on its forms, causes, and trajectories.
    dinamika konflik. Adalah penting dan menjadi prioritas pemerintah                With the massive decentralization initiative, a host of new
    Indonesia, untuk membangun suatu landasan empiris untuk                          institutions have come into existence, altering the sites,
    mempertimbangkan pola dan kecenderungan konflik pada era pasca-                  group incentives and dynamics of conflict. It is important,
    desentralisasi.                                                                  and a priority of the Indonesian government, to build an
              Sebagai respon atas kebutuhan informasi tersebut, tim Konflik          empirical base that allows for consideration of conflict
    dan Pembangunan Bank Dunia bekerja sama dengan USAID SERASI dan                  patterns and trends in the post-decentralization era.
    Bappenas melakukan Studi Konflik Kekerasan di Indonesia (VICIS: the                    As a response to this growing need for information, the
    Violent Conflict in Indonesia Study). VICIS mengumpulkan data lebih dari         Conflict and Development Team of the World Bank is
    100 surat kabar lokal di 20 provinsi di Indonesia. Studi ini akan menghasilkan   implementing the Violent Conflict in Indonesia Study
    database secara nasional untuk mengukur insiden dan dampak konflik               (VICIS) in cooperation with the USAID SERASI project, and
    tahun 1998-2008. Mempergunakan definisi konflik yang luas, yang meliputi         Bappenas. The VICIS is collecting data from over 100 local
    baik insiden besar dengan kekerasan komunal maupun kekerasan skala               newspapers across 20 provinces. This will create a national
    kecil antar individu, dataset akan menyediakan informasi komprehensif            database measuring the incidence and impacts of conflict
    tentang dinamika konflik di Indonesia. Berdasarkan dataset tersebut, studi       between 1998-2008. Using an inclusive definition of conflict,
    kasus kualitatif akan dilakukan di daerah terpilih untuk melacak penyebab        which includes large incidents of communal violence as well
    bentuk-bentuk konflik dengan kekerasan yang paling sering berulang. Studi        as small violent disputes between individuals, the dataset will
    ini bertujuan untuk membantu pemerintah merancang pencegahan dan                 provide the most comprehensive information on conflict
    manajemen konflik yang efektif dan terukur, membangun kapasitas riset            dynamics in Indonesia. Based on these results, qualitative
    LSM-LSM lokal, serta memberikan informasi bagi program dan strategi              case studies will be carried out in selected regions to trace the
    lembaga donor.                                                                   causes of the most frequent forms of violent conflicts. The
                                                                                     study aims to help the government to devise effective conflict
    Bukti Awal dari Maluku dan Maluku Utara                                          prevention and management measures, to build the research
             Selama tahun 1999 dan 2000, Maluku dan Maluku Utara                     capacity of local NGOs, and to inform donor programs and
    mengalami episode kolosal konflik komunal, mengakibatkan 5.000 orang             strategies.
    tewas dan 500.000 orang mengungsi. Sementara kekerasan merosot
    dengan tajam di Maluku Utara, eskalasi di Maluku terjadi secara berangsur-       Early Evidence from Maluku and North Maluku
    angsur. Saat ini, keadaan di kedua provinsi sudah jauh membaik. Komunitas              During 1999 and 2000, Maluku and North Maluku
    beragama yang berbeda sudah mulai berinteraksi, dan banyak pengungsi             experienced colossal episodes of communal conflict, which
    kembali ke tempat tinggal semula, meskipun ada juga yang belum kembali.          left 5,000 people dead and 500,000 displaced. While the
    Kebanyakan penempatan pasukan tambahan sudah ditarik, dan ada                    violence declined abruptly in North Maluku, de-escalation in
    keramaian di jalan sampai tengah malam. Namun insiden kekerasan masih            Maluku took place more gradually. At present, the situation
    sewaktu-waktu terjadi dan belum ada data sistematis tentang                      in each province is vastly improved. Interaction between
    kecenderungan dan dampak konflik kumulatif sejak 2003 di kedua daerah            different religious communities has resumed, and many of




7   Baktinews, September 2009                                                                                                     Volume IV - edisi 49
      tersebut. Data terbaru VICIS mengungkapkan hal berikut.                           those who fled the earlier violence have now returned,
                                                                                        although some remain displaced. Most additional troop
      Kecenderungan Umum                                                                deployments in each province have also been withdrawn,
        Di kedua provinsi terlihat peningkatan jumlah insiden konflik dengan            and there is activity on the streets until late at night.
        kekerasan yang signifikan sejak tahun 2005, walaupun jumlah                     Nevertheless, sporadic episodes of violence have occurred
        kematian akibat insiden konflik tidak bertambah (Lihat Figur 1 dan 2).          in each province and we lack systematic knowledge of
        Sedangkan, di kedua provinsi tersebut terjadi peningkatan jumlah                cumulative conflict trends and impacts since 2003. Recent
        korban cidera akibat dari insiden konflik yang terjadi.                         ViCIS data reveals the following:
        Data menunjukkan bahwa keadaan saat ini jauh lebih baik
        dibandingkan dengan periode konflik berintensitas tinggi dulu. Jika             General Trends
        membandingkan tahun 2000 - sebagai puncak konflik - dengan angka                   Both provinces have seen a continuous and significant
        rata-rata untuk setahun dalam periode pasca konflik, jumlah korban                 rise in the number of violent conflict incidents since
        tewas dan kerusakan fisik yang diakibatkan pada tahun 2000 sepuluh                 2005, even though the number of conflict related deaths
        kali lipat jumlah rata-rata dalam setahun pada periode pasca-konflik               has not increased (see figures 1 and 2). In contrast,
        meskipun jumlah keseluruhan insiden konflik kekerasan tercatat                     there has been an increase in the number of conflict-
        sama. Begitu juga dengan korban luka-luka, yang jumlahnya tiga kali                related injuries.
        lipat pada tahun 2000.                                                             The data makes it clear that compared to the high
        Terlihat kesamaan dengan keadaan wilayah 'pasca-konflik' yang lain;                conflict period, the situation today is much better. For
        di Aceh, ada kenaikan insiden kekerasan yang serupa tanpa                          example, compared to the high conflict year of 2000, an
        peningkatan besar jumlah kematian. Di Maluku dan Maluku Utara,                     average post-conflict year in Maluku witnesses the
        ketika kekerasan meningkat, dampaknya jauh lebih kecil daripada                    same number of violent incidents but the number of
        periode konflik skala besar dekade yang lalu.                                      deaths and building damage is 10 times less while
        Terlepas dari persamaan kecenderungan yang meningkat, skala                        injuries have fallen by a factor of 3.
        absolut kekerasan di Maluku jauh lebih tinggi dibandingkan dengan                  This seems to fit with the situation in other 'post-conflict'
        Maluku Utara. Sejak tahun 2005 terjadi rata-rata 240 insiden konflik               areas of Indonesia; in Aceh, there has been a similar
        kekerasan di Maluku setiap tahun yang mengakibatkan 32 korban                      rise in violent incidents without a big increase in deaths.
        tewas per tahun, sedangkan Maluku Utara mengalami 70 insiden                       In both Maluku and North Maluku, while violence has
        dengan 5 korban tewas per tahun pada periode yang sama.                            been rising, impacts are far less than those experienced
                                                                                           during the high-conflict period around the turn of the last
      Bentuk Konflik                                                                       decade.
         Berdasarkan reportase surat kabar, isu yang paling sering terjadi                 Despite the similarity in upward trends, the absolute
         melatarbelakangi insiden konflik kekerasan di kedua provinsi adalah               scale of violence in Maluku is much higher than North
         isu moral dan ketersinggungan. Sekitar setengah dari insiden konflik              Maluku. While Maluku has averaged at about 240
         kekerasan yang terjadi di kedua provinsi dalam periode 'pasca-                    violent conflicts and 32 deaths a year since 2005, North
         konflik' adalah insiden respon individual terhadap penghinaan atau                Maluku has experienced 70 incidents and 5 deaths a
         ketersinggungan. Jumlah insiden konflik yang berhubungan dengan                   year during the same period.
         identitas kelompok telah berkurang sejak periode konflik skala besar.
         Konflik yang berhubungan dengan sumber daya relatif jarang terjadi             Nature of Conflict
         atau sebesar kurang dari 5% dari total insiden kekerasan di kedua                  According to newspaper reports, the most prominent
         provinsi ini.                                                                      issue associated with violent conflicts in both provinces
         Kekerasan yang berhubungan dengan politik lebih sering terjadi di                  is that of popular justice, which accounts for around
         Maluku Utara (13% dari total insiden kekerasan), kebanyakan terkait                one-half of the violence in the two provinces in the 'post-
         dengan konflik Pilkada pada awal tahun 2008.                                       conflict' period. The dominance of this type of violence,
         Data menunjukkan bahwa penganiayaan adalah bentuk kekerasan                        where individuals respond violently to a personal insult
         yang paling sering terjadi di Maluku dan Maluku Utara atau sekitar                 or perceived wrong-doing, contrasts with the decline of
         setengah dari total kekerasan yang terjadi sejak masa masa                         group identity conflicts since the high-conflict period.
         penurunan konflik skala besar berbentuk penganiayaan.                              Also notable is the relative absence of resource
                                                                                            conflicts in both provinces, which account for less than
      Bagaimana keamanan di Maluku dan Maluku Utara dibandingkan                            5% of total violent incidents.
      dengan wilayah lain?                                                                  Political violence is more prominent in North Maluku
         Data menunjukkan bahwa kejadian kekerasan antar-agama di kedua                     (13% of total violent incidents), mostly due to the
         provinsi telah menurun, dalam frekuensi maupun skala. Namun,                       Pilkada conflict in early 2008.


 Figure 1 Kekerasan di Maluku dan Dampaknya                                  Figure 2 Kekerasan di Maluku Utara dan Dampaknya
          Maluku Violence and Impacts                                                 North Maluku: Violence and Impacts
900                                                                          180
                                                                                                                                          Korban Luka
                                                                                                                                          Injuries
800                                                                          160


700                                                                          140

600                                                                          120

                                                                Korban Luka 100
500                                                             Injuries
400                                                                           80
                                                                                                                                                  Insiden
                                                                 Insiden                                                                          Kekerasan
300                                                              Kekerasan    60                                                                  Violent
                                                                 Violent                                                                          Incidents
                                                                 Incidents
200                                                                           40
                                                                 Korban Tewas
100                                                              Deaths       20                                                              Korban Tewas
                                                                                                                                              Deaths
 0                                                                             0
  2000    2001    2002   2003    2004   2005    2006   2007     2008             2003          2004         2005          2006         2007         2008


Baktinews, September 2009                                                                                                     Volume IV - edisi 49
                                                                                                                                                           8
        kekerasan tetap terjadi secara sporadis di kedua provinsi itu. Di Maluku,        The data shows that assaults are the most frequent
        pengeboman dan penembakan cukup sering terjadi hingga tahun 2005,                form of violence in Maluku and North Maluku,
        dan setelah itu masih ada beberapa kali ledakan bom. Pada Desember               accounting for one-half of the total violence since the
        2008 juga terjadi kerusuhan antar-agama di kota Masohi, ibukota                  decline of the high-conflict.
        kabupaten Maluku Tengah yang mengakibatkan beberapa korban luka-
        luka dan puluhan bangunan rusak parah. Sejauh ini di Maluku Utara            How does security in Maluku and North Maluku
        kekerasan antar-agama tidak muncul kembali namun                   terjadi   compare to other regions?
        kekerasan politis yang berhubungan dengan pilkada tahun 2008.                   The data indicates that the occurrence of inter-religious
        Berbagai kejadian ini merupakan indikasi peningkatan kembali konflik            violence in the two provinces has decreased both in
        kekerasan. Bagaimanapun, fakta bahwa pasca 2003 kekerasan di                    frequency and in scale. Nevertheless, each province
        Maluku tidak meluas ke bagian lain provinsi tersebut dan pertikaian             has continued to experience sporadic episodes of
        Pilkada tidak mengarah ke isu agama menunjukkan adanya                          violence.. For instance, in Maluku periodic shootings
        kemampuan untuk mencegah kekerasan membesar dan meluas.                         and bombings continued semi-frequently until 2005,
        Lagipula, sebagian besar pemilihan (kecuali Pilkada tahun 2008 di               with a few sporadic bomb explosions thereafter. More
        Maluku Utara) dan pemekaran di area konflik terdahulu telah terjadi             recently in December 2008, a religious riot in the district
        secara relatif damai walaupun proses politik tersebut dapat memicu              capital of Maluku Tengah district, Masohi, left several
        pertentangan berbagai kekuatan lokal yang bisa menyulut ketegangan              injured and resulted in the destruction of dozens of
        komunal. Dengan demikian tidaklah mungkin untuk mengaji                         buildings. North Maluku has so far not seen the re-
        kerentanan wilayah ini di masa depan, dengan hanya mempergunakan                emergence of religious violence but witnessed a
        data konflik. Data-data demografis, ekonomi, faktor politis dan sosial          sustained period of political violence related to the
        harus dipertimbangkan dan tanggapan dari aparat keamanan terhadap               2008 Pilkada. These events may be indicative of the
        kekerasan sporadis perlu dievaluasi.                                            potential for re-escalation. However, the fact that
        Meskipun ketiadaan data komparatif terbaru dari provinsi lain                   recent Maluku violence has not escalated to involve
        menyulitkan untuk menginterpretasikan potensi eskalasi di kedua                 other parts of the province and the Pilkada dispute did
        provinsi, perbandingan dapat dibuat dengan data terbatas yang                   not turn into a religious issue, suggests that there exists
        tersedia dari wilayah 'pasca-konflik' dan wilayah 'rendah konflik' yang         capacity to prevent violence from flaring up.
        lain di Indonesia (lihat Gambar 3).                                             Furthermore, most elections (with the exception of
        Perbandingan data konflik dengan korban tewas per kapita di Aceh                2008 Pilkada in North Maluku) and pemekaran in
        untuk tiga tahun terakhir memperlihatkan bahwa tingkat kekerasan di             former conflict areas have taken place relatively
        Maluku adalah lebih tinggi dibandingkan Aceh dan Maluku Utara.                  peacefully even though these political processes can
        Perbandingan periode 'pasca-konflik' dengan dua provinsi 'rendah                trigger local power struggles, which can be used to
        konflik' yang datanya tersedia (Jawa timur dan Nusa Tenggara Timur),            incite communal tensions. Thus it is not possible to
        memberi kesan bahwa tingkat kekerasan per kapita di Maluku pasca-               assess vulnerability of the region to future outbreaks,
        konflik dapat diperbandingkan dengan Nusa Tenggara Timur. Kesan ini             by using only conflict data. Demographic, economic,
        menunjukkan bahwa wilayah lain di Indonesia yang tidak mengalami                political and social factors must be taken into account
        kekerasan komunal skala besar juga mungkin mengalami konflik.                   and the response of the security forces towards
                                                                                        sporadic violence needs to be evaluated.
    Langkah Selanjutnya                                                                 Although the absence of recent comparative data from
              Seiring konsolidasi demokrasi yang diupayakan oleh pemerintah             other provinces makes it difficult to interpret the
    dan masyarakat Indonesia, perlu dilakukan pengkajian cermat terhadap                potential for re-escalation in the two provinces,
    riwayat konflik, bentuk dan pola konflik saat ini untuk mengetahui secara           comparisons can be made with limited available data
    pasti resiko konflik yang masih ada. Ini berarti penting memantau wilayah-          from other 'post-conflict' and 'low-conflict' regions of
    wilayah 'pasca-konflik', demikian juga wilayah-wilayah di mana tidak                Indonesia (See Figure 3).
    terdapat konflik kekerasan berskala besar dimana kekerasan berskala kecil           Comparing the data with that on per-capita conflict
    mungkin menyebabkan dampak keseluruhan yang signifikan. Melanjutkan                 deaths in Aceh for the last three years suggests that the
    upaya penyediaan basis empiris yang diperlukan untuk membuat                        level of violence is higher Maluku than Aceh and North
    assessment yang mendesak ini, ViCIS akan mengeluarkan suatu set data                Maluku.
    dari Papua, Papua Barat, Aceh dan Sulawesi Tengah pada awal tahun 2010.             Comparison of the 'post-conflict' period in the two
                                                                                        'lower conflict' provinces for which we have data (East
                                                                                        Java and East Nusa Tenggara), suggests that the per-
    Figure 3 Kematian akbat konflik per tahun per kapita                                capita level of violence in post-conflict Maluku is
             (rata-rata per 1m)                                                         comparable to that in East Nusa Tenggara. This
             Conflict deaths per year per capita (average per 1m)                       suggests that other areas of Indonesia which have not
                                                                                        experienced large-scale communal violence may also
                                                                                        be conflict-prone.
    North Maluku 06-08
                                                                                     Moving Forward
          Maluku 06-08                                                               As Indonesia's government and society seek to consolidate
                                                                                     the democratic gains of the past decade, a careful
                                                                                     examination of its recent history of conflict, and current
            Aceh 06-08                                                               forms and patterns, is vital for ascertaining current risks.
                                                                                     This means monitoring 'post-conflict' areas as well as those
             NTT 06-08                                                               regions where high-impact violence may be absent, but low-
                                                                                     level violence may have significant aggregate impacts.
        East Java 06-08                                                              Continuing with its effort to provide the empirical basis
                                                                                     necessary to make this urgent assessment, the VICIS is
                                                                                     scheduled to release the next set of data from Papua, West
                          0       5       10       15       20       25       30     Papua, Aceh and Central Sulawesi by early 2010.


    Penulis adalah angota-angota tim VICIS dari Conflict & Development Program Bank Dunia, Jakarta. Komentar atau pertanyaan anda,
    mohon dikirim melalui email ke / Authors are members of the VICIS team at the Conflict and Development Program of the World Bank,
    Jakarta. Please send your comments or questions to : Sana Jaffrey (sjaffrey@worldbank.org)


9   Baktinews, September 2009                                                                                                   Volume IV - edisi 49
       Oleh Frankie Budy Salean


       S      ebagai salah satu upaya pengentasan kemiskinan di daerah
              pedesaan, Pemerintah Kabupaten Kupang meluncurkan
              Program Bantuan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat (BPEM)
       atau yang juga dikenal dengan program Dana Rebutan. Program ini
       dimulai pada tahun anggaran 2007 dan menempatkan penguatan
                                                                                              In an effort to alleviate poverty in rural areas, the
                                                                                         government of Kupang district launched the Community
                                                                                         Economic Empowerment Assistance Program (BPEM) also
                                                                                         known as the Competitive Funds Program. This program
                                                                                         began in the 2007 fiscal year and prioritizes strengthening
       struktur ekonomi rumah tangga sebagai prioritas utama.                            household economic structures.
            Dana bantuan diberikan kepada kelompok-kelompok masyarakat                        Funds are provided to community groups in Kupang
       (pokmas) di Kabupaten Kupang yang akan melakukan usaha skala                      district with micro enterprises. To participate in this program,
       mikro. Agar dapat mengikuti program ini, masyarakat harus membentuk                         the community must form a group of a maximum of
       kelompok yang terdiri dari maksimum 25 orang. Setiap kelompok harus                             25 people. Each group must compete to access
       berkompetisi untuk mendapatkan bantuan modal usaha sebesar                                      funds as large as 25 million rupiah. The interest-
       duapuluh lima juta rupiah. Bantuan tanpa bunga ini harus dikembalikan                           free loans must be repaid within two years and
       dalam kurun dua tahun dan akan digulirkan kembali kepada kelompok                               are revolving.
       lainnya (revolving fund).                                                                              Hopefully, these funds will contribute to
            Dana ini diharapkan dapat menciptakan kemandirian usaha dari                                self-dependency of the micro scale enterprise
       anggota masyarakat atau kelompok usaha                                                                 groups. The government of Kupang
       skala mikro. Pemerintah Kabupaten                                                                      district appointed Universitas Kristen
       Kupang menunjuk Universitas Kristen                                                                     Artha Wacana as the facilitators for the
       Artha Wacana sebagai pendamping                                                                          groups receiving funds. This supporting
       Pokmas penerima bantuan. Kegiatan                                                                        role includes strengthening of the
       pendampingan terutama meliputi upaya                                                                      groups, enterprise management, and
       penguatan kelembagaan pokmas,                                                                              other technical issues in accordance
       manajemen usaha, dan beberapa hal
       teknis sesuai dengan jenis usaha yang
                                                                                                             Daniel Taebenu, Salah satu penerima Bantuan PEM
       dilakukan oleh Pokmas.                                                                               tahun 2007 Di Kec Fatuleu Barat, memilih usaha
            Pada tahun 2008 dana sebesar                                                                   penggemukan sapi. Dana bantuan direncanakan
       duapuluh milyar rupiah telah                                                                        dikembalikan akhir tahun 2009 setelah sapinya dapat
       dikucurkan kepada 892 Pokmas di 30                                                                 dijual dengan margin keuntungan yang pantas / Daniel
                                                                                                          Taebunu, a recipient of funds in 2007 in Kec Fatuleu Barat,
       kecamatan. Kebanyakan pokmas                                                                       has a livestock business. The funds will be returned at the
                                                                                                          end of 2009 after the cows are sold and a profit is made.




                  Pemberdayaan Masyarakat Desa
                    di Kabupaten Kupang Melalui
                        Program Dana Rebutan
                             Village Community Empowerment
                4%
                                     in Kupang District With Competitive Funds
          Da
            ga
              ng




       4%                      7%
                 /




       Ko
                  Be



                           Usah ya
                           Lainn




         ns
                    ns




            u                                          penerima bantuan tahun 2008 memilih      with the type of business being run by each group.
                      in




                m
                 tif
                               a




                                                         waktu pengembalian pinjaman selama          In 2008 over 20 billion was disbursed to 892
                                                          dua tahun. Sebagian besar kelompok    community groups in 30 sub-districts. Most of the
                                    Ternak Sapi            penerima bantuan menggunakan         community groups which received funds in 2008
    Rumput Laut                          38%               dana tersebut untuk melakukan        chose to repay the funds over 2 years. Most of the
    14%                                                    usaha produktif, seperti usaha       groups used the funds to undertake productive
                                                           peternakan (Lihat Gambar).           enterprise like livestock farming (see diagram).
           el                                                     Secara umum, hasil evaluasi        In general, the evaluation results showed that
     Meb
                      os




 6%                                                      menunjukkan program Dana Rebutan       the Competitive Funds Program was successful in
                am Ki




                          Ternak                        ini berhasil menjadi perangsang dan     providing stimulation and a capitalization effect to
             Ay g /




                          Babi /                                                                encourage an increase in productive activities for the
                an




     7%                                               memberikan dampak kapitalisasi untuk
              ag




                       Kambing                      mendorong terjadinya peningkatan            community in Kupang district. Channeling funds to
            D
          ak




                    17%                          kegiatan produktif bagi masyarakat Kabupaten   community groups also had the effect of increasing
        rn




                                            Kupang. Disalurkannya dana kepada kelompok          rural economic institutionalization. Efforts are still
      Te




      3%                            masyarakat dirasakan telah mendorong bertumbuhnya           needed to strengthen the existence of these
                                   kelembagaan ekonomi pedesaan. Karenanya diperlukan           community groups so that in the future
                                                      upaya untuk mempertahankan eksistensi     empowerment programs can be implemented
  Sumber/Source :
  Laporan pendamping di 15 Kecamatan, Data Base UKAW kelompok masyarakat ini agar di masa       through these existing community groups.
 Kupang, 2009 / Reports from 15 sub-districts, Data Base
 UKAW Kupang, 2009



11     Baktinews, September 2009                                                                                                         Volume IV - edisi 49
                                  1                                      2                                      3                                    4

 1. Melianus Balukh di Kec. Fatuleu Barat menggunakan dana bantuan PEM untuk membeli empat ekor anak babi. Dengan kerja keras usaha
 ini telah Memberikan hasil dan mampu meningkatkan pendapatannya / Melianus Balukh in Kec. Fatuleu Barat used the funds to buy 4 piglets.
 With hard work this activity with bring about results and increase his income. 2. Bantuan PEM digunakan sebagai modal untuk membuka kios
 nampak Salah Satu Penerima Bantuan PEM di Kec.Sulamu/ Funds were used to open a kiosk by one fund recipient in Kec.Sulamu. 3. Eliasar
 Samoy di Kec Fatuleu Barat merasa bersyukur karena dana PEM yang diperoleh menolong dia untuk membeli alat-alat pertukangan usaha
 mebel yang dipilihnya masih berjalan sampai saat ini / Eliasar Samoy in Kec Fatuleu Barat is grateful because the funds helped him to purchase
 tools for his furniture business 4. Sebagian besar penerima bantuan PEM di Kec Semau dan Sulamu di wilayah pesisir pantai memilih usaha
 penangkapan ikan, dana yang diterima digunakan untuk membeli peralatan tangkap sederhana / A majority of recipients in Kec Semau and
 Sulamu on the coats have fishing enterprises. The funds are used to buy simple catching equipment.



    depan program pemberdayaan dapat dilakukan melalui peran kelompok                       So that the funds disbursed in 2007 and 2008
    masyarakat yang sudah terbentuk.                                                    have an optimal economic benefit for the community
        Agar dana yang telah dikucurkan pada tahun 2007 dan 2008 dapat memberi          and district government, optimal monitoring is
    manfaat ekonomi yang optimal bagi masyarakat dan pemerintah kabupaten,              needed. In relation to this, the facilitator team
    diperlukan pengendalian yang optimal. Terkait hal ini, jaringan tim pendamping      supported by the University should be maintained to
    yang telah dibangun dengan Universitas dapat dilanjutkkan untuk                     optimize the use of funds already provided.
    mengoptimalkan manfaat dana yang telah dibagikan.


    Penulis adalah Dosen Fakultas Ekonomi UKAW Kupang, Team Leader Program Pendampingan BPEM Kab Kupang dan dapat
    dihubungi pada frankie_ukaw@yahoo.com / The writer is a lecturer at the Economics Faculty of UKAW Kupang and Team Leader of the
    Program BPEM Kab Kupang Support Team. He can be contacted at frankie_ukaw@yahoo.com




                         Hari Tanpa Televisi
                                           di Makassar
              A Day Without Television in Makassar
                                         T     ayangan televisi hari ini banyak
                                               menuai kritikan dan kecaman dari
                                               berbagai kalangan. Televisi yang
           pada awalnya diciptakan sebagai media informasi publik, perlahan-
    lahan dimanfaatkan oleh beberapa pihak sebagai media hiburan semata
                                                                                        Television broadcasts attract a lot of criticism and
                                                                                   disapproval from different groups. Television, which began
                                                                                   as a public information media, has slowly been taken over
                                                                                   by different parties to be a medium for entertainment for
                                                                                   profit making purposes. This can be seen from the
    demi memperoleh keuntungan finansial. Ini terlihat dari semakin maraknya       broadcasts of quizzes, soap operas, and infotainment with
    tayangan kuis, sinetron, infotainment yang menampilkan kekerasan dan           strong overtones of violence and mysticism. Aside from
    mistik secara berlebihan. Selain berkualitas buruk, tayangan-tayangan          being of poor quality, broadcasts such as these are not
    semacam ini sangat tidak mendidik bahkan cenderung berbahaya jika              educational and can even be dangerous to watch,
    ditonton, khususnya oleh anak-anak dan remaja.                                 especially for children and teenagers.
         Beragam jenis tayangan televisi berkualitas buruk, dapat berdampak             The variety of poor quality television broadcasts can
    negatif bagi masyarakat Indonesia dimana sebagian besar masyarakat             have a negative impact on the Indonesian people, the
    merupakan penonton televisi yang setia. Bukan hanya karena kualitas            majority of which is loyal television viewers. This isn’t just
    tayangannya yang buruk tetapi juga karena televisi telah menggantikan          due to the bad quality of broadcast but also to television
    ruang-ruang sosial milik masyarakat dengan menyedot sebagian besar             replacing other social space for the community by sucking
    waktu yang dimiliki masyarakat saat sedang berada di rumah. Banyak dari        up large amounts of time in the home. Many in the
    masyarakat kita yang lebih memilih untuk menonton televisi ketimbang           community would rather watch television than interact with
    berinteraksi atau bercengkrama dengan keluarga dan kerabat di lingkungan       family and friends in their social environments.
    sosialnya.                                                                          More than a few children who watch television
         Tidak sedikit anak-anak penonton televisi mengalami gangguan pada         experience psychological development disturbances
    perkembangan psikisnya akibat maraknya tontonan yang mengumbar                 because of shows featuring violence, mysticism and
    kekerasan, mistis, dan seksualitas yang sebenarnya belum layak untuk mereka    sexuality which are not appropriate for them. The desire to
    konsumsi. Pada usia anak dan remaja, besarnya rasa ingin tahu dan keinginan    know and experiment is great in children and teenagers


Baktinews, September 2009                                                                                              Volume IV - edisi 49
                                                                                                                                                    12
      untuk mencoba-coba mendorong mereka untuk meniru banyak hal yang          and it can also drive them to try whatever they have watched,
      mereka tonton, meskipun itu belum layak bagi mereka. Kasus beberapa       even if it is not suitable. There is the case of a number of
      bocah di Desa Banda Asri, Kabupaten Bandung yang menirukan adegan         children in Banda Asri village in Bandung who copied scenes
      ‘smackdown’ hingga akhirnya menewaskan teman mereka sendiri adalah        from Smackdown, which led to the death of one of the
      salah satu contoh nyata betapa anak-anak dapat menjadi korban dari        children; this is real example of how children can become
      buruknya kualitas tayangan televisi.                                      victims of poor quality TV shows.
           Ironisnya, banyak stasiun televisi yang seakan tidak peduli dengan          Ironically, many television stations don’t care about the
      dampak dari berbagai tayangan tidak sehat yang mereka sajikan.            effect their unhealthy TV shows are having. The criticisms
      Banyaknya kritikan dan kecaman yang ajukan oleh para pemerhati dan        from observers and those in the education sector have not
      kalangan pendidik tidak pernah ditanggapi serius. Mereka berdalih         been taken seriously. They merely reply that the shows are
      bahwa tayangan itu ‘sesuai dengan selera masyarakat’.                     “in line with the tastes of the people”.
           Berbagai pengalaman buruk yang dimunculkan media massa di                   Bad experiences that have been spotlighted in the media
      masa lalu dan enggannya pihak stasiun televisi untuk memperbaiki          and the refusal of TV stations to fix the quality of their
      kualitas tayangannya, menuntut masyarakat untuk lebih selektif dalam      broadcasts means that it is up to the viewers to be more
      memilih tayangan yang layak ditonton. Diperlukan kesadaran dan            selective in choosing suitable broadcasts. Awareness and
      pengetahuan untuk dapat menolak berbagai tayangan yang tidak sehat.       knowledge is needed to reject unhealthy shows.
      Sayangnya, sebagian besar masyarakat kita masih terlalu permisif dan      Unfortunately, most of the viewers are still too permissive and
      toleran. Mereka belum sadar sepenuhnya bahwa menonton tayangan-           tolerant. They are not fully aware that watching these
      tayangan yang ‘tidak sehat’ itu dapat membahayakan diri mereka dan        ‘unhealthy’ shows can be dangerous for them and their
      keluarga.                                                                 families.
           Sebuah gerakan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat                       A movement to raise awareness began in many cities in
      terhadap tayangan televisi dilaksanakan serentak di beberapa kota besar   Indonesia on July 26 as a real rejection of inappropriate TV
      di Indonesia pada 26 Juli silam sebagai wujud penolakan terhadap          shows. This movement also aims to raise awareness about
      tayangan-tayangan televisi yang semakin tidak sehat untuk dikonsumsi.     other activities that are better than spending time in front of
      Gerakan ini juga bermaksud membangkitkan kesadaran bahwa ada              the TV; for example, spending time with your family in
      banyak aktivitas lain yang lebih bermanfaat daripada menghabiskan         nature.
      waktu di depan televisi. Misalnya berekreasi dengan keluarga di alam             In Makassar, the movement, named a Coalition for a
      bebas.                                                                    Day Without Television in Makassar, was coordinated by the
           Di Makassar, gerakan yang dinamakan Koalisi Hari Tanpa Televisi      Center for Media Studies Universitas Hasanuddin and
      Makassar dikoordinir oleh Pusat Studi Media Unviersitas Hasanuddin        received support from the Communication Students Corps
      dan mendapatkan dukungan dari oleh Korps Mahasiswa Ilmu                   of Universitas Hasanuddin, Peniti, Elsim, KPID, POPSA,
      Komunikasi UH, Peniti, Elsim, KPID, POPSA, dan IMIKI Wil-V. Kegiatan      and IMIKI Wil-V. The activities were centered on Losari
      Hari Tanpa Televisi Makassar dipusatkan di anjungan Pantai Losari.        Beach.
           Koalisi Hari Tanpa Televisi Makassar melakukan orasi dan                    The Coalition for a Day Without Television in Makassar
      membagi-bagikan pamflet dan selebaran yang berisi seruan bersama          gave speeches and distributed pamphlets to warn of the ill
      untuk mewaspadai tayangan-tayangan televisi yang dapat berdampak          effects of certain TV broadcasts. This action also
      buruk. Aksi ini juga mengajak masyarakat untuk memberi dukungan           encouraged community members to provide support by
      dengan jalan membubuhkan tanda tangan pada sebuah replika televisi        signing a giant model TV and a giant banner 20 meters long
      raksasa dan spanduk raksasa sepanjang 20 meter yang berisi seruan         that read, “Turn Off the TV for a Day, Spend Time With Your
      'Mematikan Televisi untuk Satu Hari, Berikan Waktu Anda Untuk             Family”.
      Keluarga'.                                                                       The Losari Becah activity marked the peak of the
           Kegiatan di Pantai Losari ini menjadi puncak dari rangkaian          campaign of a Day Without Televesion which had been
      kampanye Hari Tanpa Televisi yang dilakukan beberapa minggu               ongoing for weeks. Other activities included dialogs in
      sebelumnya. Selain itu juga telah dilakukan kampanye dialogis di          schools, talk shows on Radio Delta FM and SCFM,
      berbagai sekolah, talkshow di Radio Delta FM dan SCFM), dialog Hari       discussion on campus, and raising awareness in the
      Tanpa Televisi di Kampus UNHAS, dan peningkatan kesadaran                 community through Public Service Announcements on a
      masyarakat melalui Iklan Layanan Masyarakat yang akan diseminasikan       number of local TV stations.
      melalui berbagai stasiun televisi lokal.



     Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang Gerakan Sehari Tanpa Televisi, silahkan menghubungi Junaedi Uko
     (085242487669) atau berkunjung ke Pusat Studi Media UNHAS / For more information about this campaign, please contact Junaedi
     Uko (085242487669) or visit the Pusat Studi Media UNHAS at Gedung Pusat Kegiatan Penelitian Lantai III, Divisi Sosial dan
     Humaniora, Universitas Hasanuddin, Tamalanrea, Makassar.
     e-mail : pusmed_unhas@yahoo.com, facebook: pusmed_unhas@yahoo.com




13 Baktinews, September 2009                                                                                                  Volume IV - edisi 49
   KESEHATAN HEALTH
          Desa Bela merupakan sebuah desa terpencil berjarak 20 kilometer             Bela village is an isolated village 20 kilometers from the
    dari ibukota Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.          capital of Tapalang sub-district, Mamuju district, West
    Walaupun jaraknya tidak terlalu jauh, namun dibutuhkan waktu                Sulawesi. While the distance is not great, it takes 14 hours
    sedikitnya 14 jam berjalan kaki untuk mencapai desa tersebut. Saat tim      walking to reach the village. When the Yayasan
    Yayasan Karampuang mengunjungi Desa tersebut, bukan gedung indah            Karampuang team visited the village there were no beautiful
    atau jalan mulus yang menyambut kehadiran mereka, melainkan kesan           buildings or smooth roads to greet them only an impression
    terpencil dan seram.                                                        of isolation and eeriness.
          Desa ini memang masih terisolasi akibat belum adanya                        This village is still isolated due to a lack of road
    infrastruktur jalan, namun kondisi ini tidak mengurungkan niat untuk        infrastructure; however, these conditions did not reduce the
    melanjutkan perjalanan hingga tiba di Desa tersebut. Lebih miris lagi,      drive to continue the journey to the village. Even more
    ternyata Desa Bela tidak memiliki fasilitas pendidikan dan kesehatan        worrying, Bela village doesn't have suitable education or
    yang layak. Ini berdampak pada kondisi kesehatan ibu dan anak yang          health facilities. This is of concern in relation to the health
    memprihatinkan.                                                             conditions of women and children.
          Data yang dihimpun tim ini menunjukkan sebanyak 117 dari 118                The data collected by the team shows that 117 of 118
    kelahiran bayi di Desa ini dibantu oleh Dukun. Selain itu dari 345 balita   births in Bela were assisted by a traditional healer. Of the 345
    hidup per tahun 2008, hanya 171 balita yang mendapatkan vaksinasi di        live births in 2008, only 171 received vaccinations and 152
    lengan, dan 152 balita mendapatkan vitamin A. Para ibu hamil di desa ini    received Vitamin A supplements. Pregnant women in this
    tidak pernah melakukan pemeriksaan kehamilan rutin karena tidak ada         village don't get pre-natal examinations because of a lack of
    tenaga medis walaupun puskesmas pembantu (Pustu) telah lama                 medical staff despite the existence of an auxiliary health
    berdiri. Beberapa bidan dan dokter yang ditugaskan sebelumnya telah         clinic building. A number of midwives and doctors who were
    pergi meninggalkan desa karena tidak mampu beradaptasi dengan               assigned to the village left because they were unable to
    keterpencilan dan minimnya fasilitas publik di desa tersebut.               adapt to the isolation and minimal public facilities in the
                                                                                village.
    Pelatihan kader posyandu dan dukun terlatih
          Berangkat dari kondisi yang memprihatinkan ini, Yayasan               Health Clinic Cadre and Traditional Healer Training
    Karampuang bekerjasama dengan tim dokter dari RS Mamuju dan Dinas                 Based on these worrying conditions, Yayasan
    Kesehatan Kabupaten Mamuju, beserta StatoilHydro, sebuah perusahaan         Karampuang, in cooperation with a team of doctors from
    energi dan pertambangan dari Norwegia, mengadakan pelatihan bagi para       Mamuju hospital and the Health Department of Mamuju
    kader posyandu dan dukun terlatih serta pengobatan gratis sebagai           district and StatoilHydro, a Norwegian energy and mining
    bagian dari upaya meningkatkan layanan kesehatan di Desa Bela dan           corporation, held a training for health clinic cadres and
    sekitarnya.                                                                 traditional healers and provided free medicine as part of the
          Pelatihan diadakan di kota Mamuju pada Januari 2009 dan diikuti       effort to increase health services in Bela.
    oleh 24 peserta dari Desa Bela, Kecamatan Tapalang dan Desa Saletto               The training was held in Mamuju city in January 2009
    Kecamatan Simkep. Pelatihan berfokus pada peningkatan pengetahuan           and was attended by 24 participants from Bela, Tapalang
    medis dukun dalam membantu persalinan dan meningkatkan                      sub-district, and Saletto, Simkep sub-district. The training
    pengetahuan kader posyandu untuk memantau kesehatan dan                     focused on increasing medical knowledge in aiding
    pertumbuhan anak termasuk mengenali berbagai gejala penyakit pada           deliveries and increasing knowledge of cadres in terms of
    balita dan tindakan pengobatannya.                                          monitoring health and growth of children including
          Dalam pelatihan ini, para dukun dan tenaga terlatih mendapatkan       recognizing symptoms in infants and the appropriate course
    perlengkapan medis yang diperlukan dalam membantu persalinan. Selain        of action and treatment.
    itu juga dibagikan Kartu Menuju Sehat bagi para dukun dan kader                   In the training, the participants also received equipment
    posyandu. Kartu yang dikeluarkan oleh Departemen Kesehatan RI ini           needed to help deliveries. They were also given the Towards
    merupakan panduan bagi petugas kesehatan dan ibu-ibu dalam                  Health Cards provided by the National Health Department,
    memantau tumbuh-kembang balita.                                             which provide guidelines for health workers and mothers to
                                                                                monitor growth of infants.
    Pemeriksaan Kesehatan Gratis
         Rendahnya frekuensi pemeriksaaan kesehatan akibat tidak                Free Health Checkups
    berfungsinya sarana kesehatan di Desa Bela dan sekitarnya tidak lepas           The low frequency of health checkups because of the
    dari perhatian Yayasan Karampuang dan StatoilHydro. Layanan                 non-functioning health facilities in Bela and surrounding
    pemeriksaan kesehatan gratis pun menjadi salah satu alternatif solusi       areas did not escape the attention of Yayasan Karampuang
    yang dipilih.                                                               and StatoilHydro. The free health checkups service were
                                                                                choosen as an alternative solution.




                                                                                Mengatasi
                                                                                Keterbatasan
                                                                                Layanan
                                                                                Kesehatan
                                                                                Overcoming the Limitations
                                                                                of Health Services
                                                                                Oleh M. Aditya
Baktinews, September 2009                                                                                             Volume IV - edisi 49
                                                                                                                                                   14
             Pemeriksaan kesehatan gratis secara rutin dilakukan tidak hanya di         Routine free health examinations are not only provided in
        Desa Bela, melainkan juga di Desa Takandeang dan desa Rantedoda di         Bela but also in the villages of Takandeang and Rantedoda in
        Kecamatan Tapalang, Desa Sondoang, Desa Kalukku Barat, dan                 Tapalang sub-district; Sondoang, Kalukku Barat, and
        Kelurahan Sinyonyoi di Kecamatan Kalukku, Desa Salunangka di               Sinyonyoi in Kalukku sub-district; Salunangka in Rangas; and
        Kelurahan Rangas, dan Desa Sumare di Kecamatan Simkep.                     Sumare in Simkep sub-district.
        Dengan sabar dan teliti, dr. Rasdiana Kasim dan dr. Linda memeriksa             With patience and care, dr. Rasdiana Kasim and dr. Linda
        pasien yang membanjiri pos pemeriksaan kesehatan. Obat-obatan              examine patients who flood into their clinic. Medicine is
        disediakan bagi pasien di pos pemeriksaan. Ketersediaan obat-obatan ini    provided at the clinic and is fully supported by StatoilHydro.
        sepenuhnya didukung oleh StatoilHydro.                                          Alongside free examinations, a mobile library provides
             Bersamaan dengan pemeriksaan kesehatan gratis juga dibuka tenda       reading material for pre-school and school aged children.
        perpustakaan keliling yang menyediakan bahan bacaan bagi anak-anak         More than a few of the children enthusiastically join in the
        usia dini dan anak sekolah. Tidak sedikit anak-anak yang dengan antusias   reading activities at this mobile library. After the health checks,
        ikut membaca di perpustakaan ini. Apalagi setelah pemeriksaan kesehatan,   educational films are shown which attract the attention of
        diputar film pendidikan yang mampu menyedot perhatian hampir seluruh       almost all the inhabitants of the village.
        masyarakat di desa tempat diadakannya pemeriksaan kesehatan.                    Yayasan Karampuang's efforts to invite StatoilHydro and
              Upaya Yayasan Karampuang dalam mengajak StatoilHydro dan Dinas       the Health Department of Mamuju district have brought great
        Kesehatan Kabupaten Mamuju, tentunya sangat bermanfaat bagi                benefits to the people in the far reaches of West Sulawesi.
        masyarakat desa di pelosok Sulawesi Barat. Walaupun tidak dalam skala      While the scale is not great because of the regular
        yang besar, namun karena dilakukan secara rutin dan measukkan unsur        implementation and educational aspects of the program,
        edukatif dalam programnya, diharapkan dapat meningkatkan kondisi           hopefully health conditions in the village communities will
        kesehatan masyarakat desa dan juga kesadaran akan pentingnya hidup         improve along with awareness of the importance of health.
        sehat.


        Penulis adalah staff Yayasan Karampuang dan dapat dihubungi melalui email / The writer is Yayasan Karampuang staff and can be
        contacted at lsm_karampuang@telkom.net
           g
        an




               THE 9TH ASEAN INTER-UNIVERSITY
      lu
    Pe




               SEMINARS ON SOCIAL DEVELOPMENT
   fo
In




        The Social and Politics Study Program, Syiah Kuala University, in collaboration with the Department of Sociology, National
        University of Singapore, invites Abstracts for the 8th ASEAN Inter-University Seminars on Social Development, which is taking
        place on 25 to 27 May 2010, Lampineung in Banda Aceh.
        Theme:
        WARS, DISPLACEMENT AND FINANCIAL TSUNAMIS: REMAKING SOCIETY AND ECONOMY
        The IUC is the biggest bi-annual gathering of academics and social scientists in Southeast Asia. Backstopped by its Regional
        Secretariat based in the National University of Singapore, the IUC has helped advanced the understanding of the human
        condition in all its dimensions in Southeast Asia. It is able to enlist the participation of leading scholars and researchers from
        different centers of learning all over the region, including those coming from outside the region.

        Key themes for the 9th IUC                                                   Government officials
        The main theme for the Ninth ASEAN Inter-University Seminar on               Private-sector executives and members of NGOs
        Social Development Wars, Displacement and Financial Tsunamis:              Papers and suggestions for the organization of panels
        Remaking Society and Economy. Panels will be organized based               are welcomed. Papers should be presented in English.
        on the following sub-topics:
          Linkages between social, political and economic development              Abstract/Proposal Submission Instructions:
          at the local and global levels                                           Abstracts of papers should be less than 250 words.
          Remaking society and economy post- natural and financial                 Abstracts for panels should include the title, a list of
          disasters                                                                participants, and abstracts for each paper. Deadline for
          The social consequences of the global financial crisis                   submission of abstracts is 31 January 2010 and e-
          The social effects of wars and prolonged armed conflicts                 mailed to socbox5@nus.edu.sg either in the body of the
          Social displacement as the result of man-made and natural                e-mail or as a MS Word attachment. Selected papers
          disasters                                                                from this seminar may be included in a future
          Critical discussions on media portrayals of financial and natural        publication.
          disasters
          Upholding human rights in the rebuilding process                         DEADLINE FOR SUBMISSION OF ABSTRACTS IS 31 JANUARY
                                                                                   2010
        We are now calling for papers from the following groups:                   It should be emailed to socbox5@nus.edu.sg, either in
         Academics and scholars working on contemporary social issues              the body of the email or as a MS Word attachment.
         in the ASEAN region.




15      Baktinews, September 2009                                                                                                 Volume IV - edisi 49
    Electronic versions of completed, camera-ready                     Conference Registration Fees :
    papers of not more than 20 single-spaced A4 sized                  Registration
    pages should reach the secretariat by 30 March 2010.               before 31 March 2010       USD 275.00
                                                                       after 31 March 2010        USD 300.00
    It should be emailed to socbox5@nus.edu.sg, either in              Students and Retirees      USD 150.00
    the body of the email or as a MS Word attachment.
    Electronic versions of completed, camera-ready                    Visit following link :
    papers of not more than 20 single-spaced A4 sized                 http://www.fas.nus.edu.sg/soc/asean/9th/call_for_papers.htm
    pages should reach the secretariat by 30 March 2010.




Websites of the month
  Pusat Studi Kawasan Timur Indonesia, Universitas Kristen Satya Wacana
  http://id.ceis-swcu.asia
  Pusat Studi Kawasan Timur Indonesia (PSKTI) adalah sebuah lembaga penelitian multidisiplin yang teraktif di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW).
  Pusat studi ini berfokus pada berbagai aktivitas ilmiah di Bali, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara dan Papua. Website PSKTI memuat tidak
  hanya berita seputar kegiatan ilmiah, namun juga publikasi buku, artikel jurnal, laporan dan hasil diskusi, serta kertas kerja. Mengunjung website ini,
  Anda dapat pula mengakses Perpustakaan OnLine seperti Social Science Research Network, Center for Research on Globalization, dan Corporate
  Governance Network. Selain itu, Anda pun berpeluang untuk memulai kerjasama atau sekedar berdiskusi dengan para peneliti dan mitra PSKTI baik di
  Indonesia maupun di luar negeri.

  The Center for Eastern Indonesia Study (PSKTI) is the most active multidiciplinary research institution in Satya Wacana Christian University (UKSW). The
  study center focuses on scientific activities in Bali, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, and Papua.The website containing not only news of
  scientific activities, but also publications, including books, journal articles, reports, discussion results, and working papers. On the website, you can
  access online libraries from Social Science Research Network, Center for Research on Globalization, and Corporate Governance Network. You also have
  the opportunity to initiate collaboration or discussion with PSKTI researchers and partners who work in Indonesia or abroad.

  Perangkat Indikator Beban Kerja untuk Kebutuhan Staff
  Workload Indicators of Staffing Needs (WISN) Toolkit
  http://www.epos.de/Workload-Indicators-of-Staffing-Needs-W.1161.0.html?&L=1
  EPOS Health Management, sebuah perusahaan jasa konsultan bidang kesehatan yang berpusat di Jerman memperkenalkan perangkat untuk
  mengetahui indikator beban kerja untuk kebutuhan staff (Workload Indicators of Staffing Needs – WISN). Di Indonesia, perangkat ini tengah
  dikembangkan dan diimplementasikan di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat sebagai bagian dari Proyek Pengembangan Sumberdaya
  Manusia dalam Sektor Kesehatan yang didukung oleh GTZ/EPOS. Proyek ini bertujuan memperkuat perencanaan dan pengelolaan sumberdaya
  manusia dalam upaya pembangunan. Perangkat ini diadaptasikan dari Manual WISN WHO yang diluncurkan tahun 1998 untuk digunakan pada
  lingkungan kesehatan yang terdesentralisasi.
  Komponen perangkat WISN pada tingkat terdesentralisasi di Indonesia mulai dikembangkan pada tahun 2008 dan terdiri dari:
     Panduan penggunaan perangkat WISN
     Film Dokumentari (segera akan tersedia di website)
     Studi kasus implementasi WISN di Provinsi NTT
     Presentasi Orientasi Dewan Pengarh (Steering Committee)
     Manual Pengguna untuk Pengembangan WISN dalam Perencanaan Peningkatan dan Pengelolaan Kesehatan Tenaga Kerja
     Outline pelatihan bagi pelatih WISN (Training of Trainers)
  Panduan penggunaan perangkat WISN dapat diunduh pada laman berikut http://www.epos.de/Workload-Indicators-of-Staffing-Needs-
  W.1161.0.html?&L=1

  This complete WISN toolkit has been developed and implemented in the provinces of Nusa Tenggara Timur (NTT) and Nusa Tenggara Barat (NTB) in
  Indonesia as part of the GTZ/EPOS Human Resource Development in the Health Sector Project to strengthen human resource planning and
  management development efforts. This toolkit has been adapted from the WHO WISN Manual published in 1998 to be utilized in a decentralized health
  environment. This work was undertaken with permission from WHO.

  Components of the WISN Toolkit for the Decentralized Level in Indonesia were developed in 2008 and consist of:
    Guide to Using the WISN Toolkit.
    Documentary Film (soon available on this website).
    Case Study on WISN implementation in NTT province.
    Steering Committee Orientation presentation.
    User's Manual for Developing Workload Indicators of Staffing Need (WISN) to Improve Health Workforce Planning and Management.
    Outline of training of WISN trainers (Training of Trainers).
  WISN toolkit can be downloaded in the following site http://www.epos.de/Workload-Indicators-of-Staffing-Needs-W.1161.0.html?&L=1




Baktinews, September 2009                                                                                                      Volume IV - edisi 49
                                                                                                                                                         16
     N G O Profile
                                        Yayasan Santo Antonius

                                      YASANTO Santo Antonius Foundation

                                                                                      In terms of HIV/AIDS in Indonesia, Papua has the


      B       erbicara tentang HIV & AIDS di Indonesia, wilayah Papua
              memiliki tingkat kumulatif kasus AIDS tertinggi (18,7 kali angka
              nasional per September 2008). Kondisi yang memprihatinkan
      ini memotivasi Yayasan Santo Antonius (YASANTO) untuk terus
      berkpirah dalam penanggulanan dan pencegahan HIV & AIDS di
                                                                                 highest cumulative number of cases (18.7 times the national
                                                                                 rate as of September 2008). These worrying conditions
                                                                                 motivated Yayasan Santo Antonius (YASANTO) to continue
                                                                                 to endeavor to prevent and reduced HIV/AIDS in Papua and
                                                                                 Papua Barat provinces.
      provinsi Papua dan Papua Barat.                                                 In Sorong city, YASANTO invited the Sorong municipal
           Di Kota Sorong, YASANTO mengajak Pemerintah Kota Sorong               government via the related agency heads, district heads,
      melalui para Pimpinan SKPD terkait, para kepala distrik, kepala            neighborhood heads, hospitals, health clinics, and Drug
      kelurahan, Rumah Sakit, Puskesmas, dan Balai Pengobatan untuk              Centers to join together to prevent the ever-widening
      bersama-sama menanggulangi dan mencegah semakin meluasnya                  HIV/AIDS epidemic. YASANTO also included community
      epidemi HIV & AIDS ini. YASANTO juga mengajak tokoh masyarakat,            figures, religious figures, women and youth activists, as well
      tokoh agama, tokoh adat, tokoh perempuan dan pemuda, termasuk              as leaders in areas hosting minibars, massage and parlors,
      para pimpinan lokalisasi, minibar, panti pijat, dan LSM yang               and NGOs managing similar programs.
      menangani program sejenis.                                                      With the awareness that the HIV/AIDS epidemic is not a
           Dilatarbelakangi kesadaran bahwa epidemi HIV & AIDS bukan             curse and that each person has the right to be treated as a
      merupakan penyakit kutukan dan bahwa setiap manusia berhak untuk           human, YASANTO began the program in 1996. They
      diperlakukan secara manusiawi, YASANTO memulai program ini pada            encouraged the community to not act hypocritically in facing
      tahun 1996. Mereka masyarakat untuk tidak berlaku munafik dalam            those living with HIV.
      menghadapi sesama yang mengidap HIV.                                            From 2000 to 2008, YASANTO, with Family Health
           Tahun 2000 hingga 2008 YASANTO bersama Family Health                  International (FHI), focused on groups at high risk of
      International (FHI) mengarahkan fokus mereka kepada kelompok               contracting HIV/AIDS. They began socialization in minibars,
      dengan resiko tinggi terjangkit HIV & AIDS. Mereka mulai melakukan         massage parlors, and in fishing and prawn enterprises. In the
      sosialisasi di mini bar, panti pijat, perusahaan penangkapan ikan dan      same year, with ICMC, YASANTO began to approach victims
      udang. Di tahun yang sama, bersama ICMC, YASANTO mendekati                 of trafficking in Sorong to provide a better understanding of
      para korban trafficking di Kota Sorong, untuk memberi pemahaman            sexually transmitted diseases, including HIV/AIDS.
      mengenai infeksi menular seksual (IMS) serta HIV & AIDS.                        After 2008 the program was directed towards the
           Selepas 2008 barulah program mulai diarahkan kepada                   general public. With support from UNICEF, YASANTO
      masyarakat umum. Dengand ukungan UNICEF, YASANTO                           implemented a Peer Educator Program for teenagers
      menjalankan Program Peer Educator bagi remaja di luar sekolah.             outside of school. YASANTO also implemented a support
      YASANTO juga melaksanakan program dukungan bagi keluarga                   program for poor families and PLWHAS and a child
      miskin dan ODHA serta program perlindungan anak (orphant                   protection program for vulnerable children in Sorong.
      vulnerable children) di Kota Sorong.                                            The program was initiated by the Bureau for Health from
           Program yang diinisiasi oleh biro Kesehatan Keuskupan                 the Diocese of Manokwari Sorong and will hopefully continue
      Manokwari Sorong ini, diharapkan dapat terlus berlanjut dengan             with support from the government and international
      dukungan dari pemerintah dan mitra pembangunan internasional.              development partners. The municipal government of Sorong
      Saat ini Pemerintah Kota Sorong telah menaruh perhatian yang besar         is paying a lot of attention to preventing and reducing
      terhadap pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS dan mulai                  HIV/AIDS and has started to adopt many programs being run
      mengadopsi beberapa program yang dijalankan oleh YASANTO.                  by YASANTO. Ongoing support is always provided by
      Dukungan pun terus diberikan bagi YASANTO dalam berbakti                   YASANTO for helping PLWHAS live with their illness.
      melayani ODHA menghadapi penyakit yang mereka derita.                           These tireless efforts and the spirit of collaboration from
           Berkat upaya yang tak kenal lelah dan semangat kolaborasi yang        YASANTO in the HIV/AIDS prevention and reduction
      terus dilakukan oleh YASANTO, program penanggulangan dan                   program in Sorong was chosen by the Eastern Indonesia
      pencegahan HIV/AIDS di kota Sorong ini, dipilih oleh Forum Kawasan         Forum as a smart practice in overcoming development
      Timur Indonesia sebagai salah satu praktik cerdas dalam mengatasi          challenges in eastern Indonesia. The program was
      berbagai tantangan pembangunan Kawasan Timur Indonesia.                    presented in front of key development stakeholders,
      Program ini telah dipresentasikan di hadapan para tokoh kunci              international development partners and other participants at
      pembangunan di Kawasan Timur Indonesia, mitra pembangunan                  the 4th Eastern Indonesia Forum on 5th August 2009.
      internasional, dan peserta pertemuan tahunan ke-empat Forum KTI
      pada 5 Agustus silam.



     Untuk informasi lebih lanjut dan memulai kerjasama, silakan menghubungi / For more information and to begin collaboration please
     contact : Deky Walgiarno melalui HP 085244214849 atau email deatuq@gmail.com. Anda juga dapat mengunjungi YASANTO atau
     berkirim surat melalui alamat berikut/ Or write to YASANTO at:
     YAYASAN SOSIAL AGUSTINUS Jl. RA. Kartini No. 2, Kelurahan Rufei, Telp./Fax. (62-951) 322020, e-mail : ysa_sorong@yahoo.com
     Sorong, Papua Barat, Indonesia



17   Baktinews, September 2009                                                                                                Volume IV - edisi 49
EVENTS AT BaKTI

28-29 September 2009
Workshop Sinema To Skul
Cinema to School Workshop

Komunitas pembuat film khusus siswa SMA, STS Grading Corp, mengadakan
workshop dan kompetisi Sinema To Skul di Kantor BaKTI pada tanggal 28-29
September. Workshop ini bertujuan untuk memberikan pembekalan teori dasar
pembuatan film pendek, hal-hal teknis terkait kompetisi film dan kriteria penjurian,
penentuan jadwal pra produksi, produksi, dan pasca produksi, serta aturan-aturan
bagi peserta dalam mengikuti perlombaan Sinema To Skul. Kegiatan ini diikuti
oleh siswa/siswi yang berasal dari enam SMA di Kota Makassar.

A high school film maker community, STS Grading Corp, held a workshop
regarding a competition called Sinema To Skul at the BaKTI office on 28-29
September. The workshop aimed to explain basic theory of making short movies,
technical issues regarding competition criteria, schedule of pre-production,
production, and post-production process, and term and conditions for participants. The workshop was attended by students from six high
schools in Makassar.




10 September 2009
Pertemuan Triwulan - Mitra Pembangunan Internasional Bidang Pendidikan di Sulsel
Quarterly Meeting – International Development Partners Education Sector in South Sulawesi
Pertemuan triwulan mitra pembangunan internasional bidang pendidikan di Sulsel dilaksanakan pada tanggal 10 September 2009 di
ruang pertemuan Kantor BaKTI Makassar. Pertemuan ini diikuti oleh perwakilan dari JICA, USAID-DBE, ILO, Helen Keller International,
dan BaKTI. Tujuan dari pertemuan adalah untuk berbagi informasi mengenai kegiatan terkini antar-mitra, mendiskusikan beberapa
rencana kegiatan sekaligus mengkoordinasikan beberapa kegiatan yang saling terkait, dan menyusun proposal kegiatan pemetaan
informasi kontak dengan Bappeda dan Dinas Pendidikan. Dalam pertemuan ini, para perwakilan mitra pembangunan internasional
berencana melakukan diskusi tentang beberapa isu pendidikan di Sulsel, talkshow radio, kunjungan lapangan bersama, dan seminar
media.

 A quarterly meeting of international development partners in the education sector was held on 10 September at the BaKTI office,
Makassar. The meeting was attended by representatives of JICA, USAID-DBE, ILO, Helen Keller International, and BaKTI. Objectives of
the meeting were to share updates of activities among partners, discuss and coordinate future activities, and develop a proposal to
conduct joint contact mapping together with BAPPEDA and the Provincial Education Department. Follow up actions include discussions
on issues regarding the education sector in South Sulawesi, a radio talk show, joint field visits, and a media seminar.
                      Mengungkap Kearifan Lingkungan Sulawesi Barat
                      Revealing Environmental Knowledge in West Sulawesi

                           Mery Hadriyani Chairuddin        Penerbit Makassar; PPLH Regional Sulawesi,               Deskripsi Fisik    xix, 152 hlm.
                           dan Andi M. Akhmar               PublisherMaluku dan papua; 2008                                            Ilustrasi ; 14 x 21 cm

                     Berbagai konvensi internasional dan peraturan perundang-undangan bidang lingkungan hidup menekankan pentingnya kearifan
                     lingkungan dalam pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup. Kearifan lingkungan yang dimaksud adalah kumpulan,
    pengetahuan, praktik, dan keyakinan yang berkembang melalui proses yang diwariskan dari generasi ke generasi melalui saluran budaya berkaitan
    dengan hubungan manusia dengan lingkungannya. Buku ini merangkum berbagai praktik kearifan lingkungan masyarakat etnis Mandar yang ada di
    Sulawesi Barat dari hasil kajian berbagai peneliti dari Perguruan Tinggi. Buku ini diharapkan dapat menjadi landasan etika, norma dan perilaku yang
    terkandung dalam kearifan lingkungan di Sulawesi Barat dapat memberikan pemahaman yang lebih dalam serta dorongan bagi semua pihak untuk
    mengelola lingkungan di daerah masing-masing atau sebagai acuan yang dapat ditawarkan kepada masyarakat lainnya

    Various international conventions, laws and regulations emphasize the importance of environmental knowledge in the management of natural resources
    and the environment. Environmental knowledge is a collection of information, practices, and beliefs that evolved through a process and is handed down
    from generation to generation through cultural channels associated with human relationships with the environment. This book summarizes the practices of
    Mandar ethnic communities in West Sulawesi from various studies of university researchers. This book is an essential reading so that the foundation of
    ethics, norms and behaviors contained in the environmental wisdom of the people of West Sulawesi can provide a deeper understanding and
    encouragement for all parties to manage the environment in their respective regions and as a reference that can be offered to the other communities.

    Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi :/ Please contact the below organization for more information about the book
    Kantor PPLH Regional SUMAPAPUA
    Jl. Perintis Kemerdekaan Km. 17 Makassar Telp. 0411-555704, Fax. 0411-555705


                      Modul Advokasi Anggaran Pro Rakyat Miskin Berbasis Ormas Islam
                      Pro Poor Budget Advocacy Module based on Islamic CBOs
                      Penulis Arif Nur Alam, dkk.       Penerbit Jakarta; Sekretariat nasional Forum Untuk             Deskripsi Fisik ix, 257 hlm ; 15.5 x 21 cm
                      Author                            Publisher Transparansi Anggaran (SEKNAS FITRA)
                                                                  dan The Asia Foundation; 2007

                     Sebagai negara dengan penduduk mayoritas islam, fungsi lembaga dan organisasi massa islam memiliki modal politik yang besar
                    dalam mendorong perubahan sosial politik bangsa. Pengalaman beberapa ormas islam berbasis NU dan Muhammadiyah di Nusa
   tenggara Barat (NTB), cukup memberikan dampak yang berarti Modul ini mencakup siklus pengelolaan anggaran, pemahaman mengenai prosedur, cara
   menganalisis dan melakukan advokasi dari hasil analisis yang telah dilakukan. Selain itu kekhususan modul ini dengan pendekatan ormas islam
   tercermin dalam bagian filosofi islam dan anggaran pro rakyat miskin, serta strategi ormas Islam dalam melakukan advokasi anggaran.

   As a country with a majority Muslim population, Islamic civil society organizations play an important political role in promoting political and social changes
   in the nation. One example is the experience of several NU and Muhammadiyah Islamic organizations based in West Nusa Tenggara (NTB), where the
   existence of these institutions had a significant impact on the regional budget in NTB. This module covers the budget cycle management, an
   understanding of the process, and how to analyze and advocate the results of the analysis. In addition, this module shows Islamic organizations’
   approaches in terms of Islamic philosophy and pro-poor budgeting, as well as the strategies of Islamic organizations in advocating for the budget.


                      Dinamika Penyusunan, Substansi dan Implementasi Perda Pelayanan Publik : Studi Diagnosa Pera-perda
                      Pelayanan Publik Terpilih di Kabupaten Solok, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten
                      Lombok Timur, dan Kota Parepare
                      Dynamic Drafting, Substance and Implementation Of Public Service Regulations: Diagnostic Study Of Selected
                      Regional Public Service Regulations In Solok, Sumedang, Purbalingga, East Lombok, and Pare-Pare.

                      Penulis Eko Susi Rosdianasari; dkk            Penerbit Jakarta : YIPD; 2009                   Deskripsi Fisik xvii, 86 hlm ; 19 x 24 cm
                      Author                                        Publisher

    Pelayanan publik adalah segala bentuk jasa pelayanan, baik dalam bentuk barang maupun jasa publik yang pada prinsipnya menjadi tanggung jawab
    dan dilaksanakan oleh pemerintah dan BUMN/D untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat dan pelaksanaan ketentuan peraturan perundang-
    undangan. Temuan pada laporan ini merupakan kompilasi dan analisa terhadap laporan hasil pelaksanaan studi diagnosa di 5 daerah (Solok,
    Sumedang, Purbalingga, Lombok Timur, dan Parepare). Laporan studi ini merupakan awal untuk mendapatkan gambaran umum menyeluruh tentang
    dinamika substansi, proses penyusunan dan implementasi serta harmonisasi dan sinkronisasi perda di lokasi pilot.

    Public services includes all kinds of services, in the form of goods and services, that are the responsibility of the government and implemented by the
    government, and state/local enterprises to meet the needs of the community or legislative provisions. The findings this report is a compilation and analysis
    of diagnostic study results in 5 areas (Solok, Sumedang, Purbalingga, East Lombok, and Pare Pare). This study report is the initial step of the regional
    regulation program to get a general description of the dynamics of substance, formulation and implementation, and the harmonization and
    synchronization of regulations in the pilot locations.

    Informasi mengenai buku ini dapat diperoleh di / more information about the book: Yayasan Inovasi Pemerintahan Daerah (YIPD)
    Jl. Madiun No. 9 Menteng Jakarta 10310
    Telp. 62-21-3903680 / Fax. 62-21-319330780
    e-mail : resourcecenter@yipd.or.id and Website http://www.yipd.or.id



Semua buku yang terdapat di rubrik InfoBook                             Perpustakaan BaKTI terbuka untuk umum dan dapat diakses dari
tersedia di Perpustakaan BaKTI                                          Senin hingga Jum’at pada pukul 09.00 - 17.00 WITA
All books featured in InfoBook can also be found                        BaKTI Library is open to the public from Monday to Friday from 09.00 -17.00
at the BaKTI Library.

								
To top