Docstoc

Akuntansi I

Document Sample
Akuntansi I Powered By Docstoc
					                                       BAB I

                      SEJARAH, PENGERTIAN, PEMAKAI
                          DAN MACAM AKUNTANSI


A. SEJARAH AKUNTANSI

    Seorang siswa pada akhir bulan menghitung jumlah uangnya berdasarkan buku
hariannya. Pengeluaran yang ada antara lain : untuk pembayaran SPP, transport,
membeli alat tulis, jajan, dan kebutuhan lainnya. Setelah di jumlahkan uang pemberian
dari orang tuanya siswa, sisanya tinggal sedikit. Hal itu dilaporkan kepada orang tua
untuk mendapatkan tambahan dana pada bulan berikutnya. Mengapa siswa itu perlu
membuat catatan untuk pengeluran dan pemasukan ?
Karena mereka akan dapat melihat, menilai dan memutuskan untuk tindakan berikutnya,
apakah mereka akan tetap jajan sehingga tidak mempunyai simpanan, dan lain-lain. Bagi
orang tua dia akan menentukan perlu atau tidaknya diberikan tambahan dana, atau hanya
akan diberikan tiap hari sesuai dengan kepentingannya.
    Jika diperhatikan masalah diatas, sebenarnya setiap orang membutuhkan catatan,
begitu pula dengan para pedagang dari Genoa, untuk menghitung berapa
keuntungan/kerugian dalam berdagang, mereka akan membendingkan jumlah harta pada
waktu berangkat dengan jumlah harta pada waktu pulang.               Itulah awal mula
perkembangan timbulnya akuntansi, yang prosesnya bersamaan dengan perkembangan
bisnis.
Pada tahun 1494 lahirlah buku pertama “SUMMA DE ARITHMETICA
GEOMETRICA, PROPORTIONI ET PROPORTIONALITE” yang salah satu
babnya memuat akuntansi, dibuat oleh Lucas Pacioli yang kemudian dikenal sebagai
bapak akuntansi.
    Pada abad ke 15 romawi jatuh, pusat perdagangan pindah kebelanda, sehingga
perkembangan akuntansi memakai system kontinental. Setelah belanda meninggalkan
Indonesia, maka pada zaman jepang terdapat kekosongan tenaga akuntansi. Oleh sebab
itu kursus akuntansi mulai ditingkatkan, dan disinilah awal mulanya keberadaan akuntan
di Indonesia.
    Pada zaman kemerdekaan dimulai pengiriman akuntan dari Indonesia keluar negri
(AS), dan sejak itu pula system akuntansi bergeser dari system kontinental ke system
Anglo Saxon (AS). Perguruan tinggi mulai berlomba-lomba membuka jurusan akuntansi,
dan berawal tahun 1952. seiring dengan perkembangan akuntansi, maka pada tahun 1953
berdirilah Ikatan Akuntan Indonesia yang merupakan lembaga pengembangan akuntansi
di Indonesia.
PENGERTIAN DAN KEGUNAAN

a. Pengertian Akuntansi
   Istilah akuntansi yang merupakan terjemahan bebas dari Accountancy, mempunyai
pengertian yang menurut ahli yang satu dengan yang lain tidak sama. Walaupun
demikian pada prinsipnya mempunyai pengertian yang sejenis. Menurut American
Accounting Association, yaitu lembaga yang bertugas memberikan gelar Akuntan di AS,
mendefinisikan sebagai berikut :
   Proses pengidentifikasian, pengukuran dan pelaporan informasi ekonomi, untuk
   memungkinkan adanya penilaian dan keputusan yang jelas dan tegas, bagi pihak
   pemakai informasi.
Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa :
a. Akuntansi merupakan proses identifikasi/pengenalan, pengkuran dan pelaporan
   ekonomi.
b. Informasi yang di hasilakan oleh akuntansi diharapkan berguna untuk penilaian dan
   pengambilan keputusan bagi pihak yang memerlukannya.

b. Kegunaan Akuntansi
    Tujuan utama akuntansi adalah menyajikan informasi ekonomi           dari suatu
lembaga/badan usaha kepada pihak yang berkepentinagn, baik yang di dalam perusahaan
itu sendiri maupun pihak-pihak di luar perusahaan. Laporan keuangan yang bersifat
kuantitatif yang berupa angka-angka suatu uang yang dituangkan dalam bentuk laporan
keuangan, yang berguna untuk :
a. Perencanaan
Melalui informasi ekonomi yang tepat, maka manajemen perusahaan dapat menyusun
rencana, baik jangka pendek, menengah maupun jangka panjang.

b. Pengendalian
Melalui informasi ekonomi yang akurat, maka manajeman perusahaan dapat mengontrol,
menilai terhadap jalannya perusahaan.

c. Pertanggung jawaban
Walaupun laporan keunagan bersifat kuantitatif, tetapi juga dapat dipergunakan untuk
menelusuri data kuantitatif (misal jumlah karyawan), sehingga dapat digunakan utuk
bahan pertanggungjawaban manajemen, yang akan dapat digunakan untuk mengambil
keputusan pada masa-masa yang kan datang.


C. PEMAKAI AKUNTANSI

   Tujuan akuntansi adalah memberikan informasi keuanagn kepada pemakai/pihak-
pihak lain yang memerlukan :
Pihak-pihak yang memerlukan akuntansi antara lain :
1. Pihak intern

Manajemen berkepentingan langsung dan sangan membutuhkan informasi keuangan
untuk    tujuan    pengendalian/controlling, pengkoordinasian/coordinating dan
perencanaan/planning suatu perusahaan.

2. Pihak extern

a. Pemilik/investor dan calon pemilik
   Pemilik memerlukan akuntansi untuk memenuhi posisi maju/mundurnya perusahaan,
   sehingga ia dapat menentukan apakah akan mempertahankan perusahaannya, menjual
   atau menanam modalnya di perusahaan lain.
   Calon pemilik dapat menentukan apakah dia akan menanamkan modalnya pada
   perusahaan itu.

b. Kreditor dan calon kreditor
   Informasi akuntansi berguna untuk menilai kemampuan perusahaan dalam
   mengembalikan pinjaman, sehingga dapat dijadikan pedoman apakah akan di tambah
   pinjamannya atau justru akan ditarik pinjaman yang telah diberikan.
   Bagi calon kreditor berguna untuk menilai resiko yang akan terjadi sebelum pinjaman
   diputuskan ataru diberikan.

c.   Pemerintah
     Informasi akuntansi bai pemerintah sangan berguna untuk tujuan pajak dan
     pengaturannya, pemeriksaan terhadap kebenaran jumlah pajak yang dilaporkan, dan
     sebagai lat penilai apakah perusahaan mematuhi peraturan yang telah ditetapkan,
     serta pemantauan perkembangan perusahaan melalui Biro Pusat Statistik.

d. Karyawan
   Informasi ekonomi bagi karyawan akan berguna untuk mengetahui kelangsungan
   hidupnya, maju mundurnya perusahaan yang berguna untuk kemantapan kerja,
   pertimbangan naik turunnya gaji dan jaminan social.

e. Pelanggan
   Informasi ekonomi berguna untuk mengevaluasi hubungan usaha hubungan usaha
   dengan perusahaan, dan menentukan kelanjutan hubungan di masa mendatang.



D. MACAM-MACAM AKUNTANSI

1. Akuntansi Keuangan
   Adalah akuntansi yang berhubungan dengan pencatatan transaksi keuangan. Hasil
   akhir akuntansi keuangan adalah Laporan Laba/rugi, Laporan perubahan modal,
   neraca, Laporan perubahan posisi keuangan, catatan atas laporan keuangan. Dalam
    penyusunan laporan keuangan harus sesuai dengan prisip akuntansi yang berterima
    umum.

2. Akuntansi manajemen
    Adalah akuntansi yang memberikan informasi baik keuanagn (kuantitatif) maupun
    bukan keuanagan(kualitatif), untuk kepentinagn manajemen perusahaan. Bidang ini
    bermanfaat untuk pengambilan keputusan dan pengendalian operasi perusahaan.
    Macam-macam akuntansi yang lain :
    a. Akuntansi Biaya
    b. Akuntansi Pemerintah
    c. Akuntansi Sosial
    d. Akuntansi Internasional
    e. Akuntansi Pemeriksaan
    f. Akuntansi Perpajakan
    g. Akuntansi Peranggaran
Profesi di bidang akuntansi di sebut akuntan.

    Macam-macam akuntan dan tugasnya, menurut UU No.34 th. 1945 :

a. Akuntan Privat/Intern/Manajemen
   Adalah akuntan yang bekerja dalam suatu perusahaan/ organisasi tertentu, bertugas
   menjalankan fungsi akuntansi keuangan maupun akuntansi manajemen.

b. Akuntan Publik (Extern)
   Adalah akuntan yang menjalankan fungsi pemeriksaan secara bebas (indepeden)
   terhadap laporan keuangan perusahaan dan organisasi lain. Hasil laporan keuangan
   dinyatakan dalam laporan akuntansi yang berisi pendapat tentang kewajaran atau
   kelayakan laporan keuangan yang diperiksanya.

Tugas selain pemeriksaan adalah :

-   Konsultasi perencanaan dan pelaporan pajak
-   Penyusunan anggaran
-   Penyusunan system akuntansi
-   Penyusunan system akuntansi
-   Penyususnan laporan keuangan

c. Akuntan Pemerintah
   Adalah akuntan yang bekerja di lembaga pemerintahan, misalnya : di BPK, Dirjen
   pajak, BPKP, Departemen keuangan dan lain-lain.
   Tugasnya adalah mengawasi keuangan dan kekayaan negara sampai pengelolaan
   keuangan dan kekayaayn negara.

d. Akuntan Pendidik
   Akuntan yang bekerja di lembaga pendidikan untuk mengajarkan, melakukan riset
   dan mengembangakan pengetahuan akuntansi.
 SOAL-SOAL

   Jawablah pertanyaan-pertanyaan dibawah ini !
    i. Siapakah tokoh yang mendapatkan julukan Bapak Akuntansi ?
   ii. Akuntansi sering disebut juga bahasa dunia usaha, jelaskan !
 iii. Sebutkan pihak-pihak yang tergolong ekstern perusahaan !
  iv. Sebutkan 5 contoh perusahaan jasa !
   v. Jelaskan perkembangan akuntansi di Indonesia !
  vi. Bagaimana pengertian akuntansi menurut American Accounting Association ?
 vii. Sebutkan pihak-pihak pemakai informasi akuntansi !
viii. Jelaskan kegunaan akuntansi bagi :
       a. Manager
       b. Pemilik
       c. Pemerintah
  ix. Sebutkan 2 macam akuntansi !
   x. Bedakan tujuan antara Akuntansi keuangan dengan akuntansi manajemen !
  xi. Sebutkan 4 macam akuntan menurut profesinya !
 xii. Apakah perbedaan antara Akuntansi Publik dengan Akuntansi Intern/Manajemen ?
xiii. Apakah yang dimaksud dengan akuntansi Negara ?
xiv. Apakah yang dimaksud dengan akuntansi Pendidik ?
 xv. Sebutkan tugas akuntan Publik !
xvi. Sebutkan Undang-undang yang mengatur tentang gelar akuntan di Indonesia !
                                     BAB II
                             TAHAP –TAHAP AKUNTANSI

A. PENDAHULUAN

    Pencatatan transaksi secara langsung dari transaksi ke laporan keuangan akan
menimbulkan kesalahan besar yang berakibat fatal.
Apa bila pencatatan terjadi kesalahan sulit untuk menemukan kembali. Oleh karena itu
pencatatan transaksi dilakukan secara bertahap. Prosedur pencatatan bertahap mulai dari
pencatatan transaksi sampai menjadi laporan keuangan disebut peoses akuntansi atau
tahap-tahap akuntansi atau siklus akuntansi.


B. PENCATATAN

   Siklus akuntansi dimulai dari adanya suatu transaksi dan kejadian yang harus dicatat.
Transaksi (transaction) adalah tindakan yang mengakibatkan perubahan harta, utang dan
modal yang berhubungan dengan pihak luar misalnya setoran modal keperusahaan,
pembelian barang, pembayaran utang. Kejadian (Event) adalah tindakan yang terjadi di
dalam perusahaan, misalnya: penyusutan aktiva, pemakaian perlengkaan kantor.
Sebelum transaksi dicatat harus dibuatkan bukti transaksi yang disebut dokumen sumber
atau bukti transaksi.

Bukti pembukuan terdiri dari bukti transaksi dan bukti pencatatan (bukti jurnal).
Dokumen sumber atau bukti transaksi baik yang diterima dari pihak luar (kwitansi, nota,
faktur) maupun pihak intern (bukti kas masuk atau keluar) harus diteliti lebih dahulu
keabsahannya. Setelah bukti transaksi dicatat maka langkah berikutnya dicatat dalam
jurnal, secara kronologis atau urutan waktu.
Langkah berikutnya adalah memindahkan jurnal ke buku besar.

Tahap pencatatan dapat dilihat dibawah ini:


    Bukti pembukuan                       Jurnal                     Buku Besar

Pengidentifikasian                  Pencatatan                    Penggolongan
Dan Pengukuran


                                   Tahap Pencatatan
C. PENGIKHTISARAN
    Dari tahap pencatatan (bukti pembukuan-jurnal-buku besar) maka prosedur
berikutnya adalah tahap pengikhtisaran yang terdiri dari:

a. Neraca saldo
   Adalah daftar yang berisi saldo-saldo dari rekening buku besar.

b. Kertas kerja atau neraca lajur
   Neraca saldo adalah merupakan bahan utama penyusunan laporan keuangan tetapi
   ternyata tidak semuanya rekening yang ada di neraca saldo langsung dapat
   digunakan, namun masih ada yang belum menunjukkan posisi atau keadaan yang
   sebenarnya.
   Untuk mempermudah penyusunan laporan keuangan karena adanya hal-hal di atas
   maka perlu dibuat kertas kerja atau neraca lajur. Kertas kerja adalah daftar yang
   berlajur-lajur yang dipergunakan untuk mempermudah penyusunan laporan
   keuangan.

c. Laporan keuangan
   Berdasarkan kertas kerja atau neraca lajur lajur di atas maka dapat   dibuat laporan
   keuangan.

d. Jurnal Penutup
   Untuk menutup rekening sementara atau rekening nominal maka beban dan
   Pendapatan dipindahkan ke rekening laba/rugi melalui jurnal penutup yang dibuat di
   jurnal umum. Secara formal jurnal penyesuaian dn jurnal penutup dipindahkan ke
   buku besar untuk menutup rekening sementara.

e. Neraca saldo penutupan
    Setelah buku besar ditutup maka dapat dihitung saldo dalam buku besar dan dapat
    disusun neraca saldo setelah penutupan, sekaligus berfungsi untuk mengontrol
    kebenaran jumlah debet dan kredit.

f. Jurnal Pembalik
    Ayat pembalik merupakan alternatif. Artinya boleh dibuat boleh tidak, tergantung ayat
    penyesuaian sebelumnya. Jika ayat sebelumnya misalnya: mendebit rekening biaya dan
    mengkredit aktiva, maka sesuai dengan azas konsistensi maka perlu dibuat jurnal
    pembalik setelah buku besar ditutup, tetapi jika sebaliknya maka tidak perlu dibuat
    jurnal pembalik.
   Tahap pengikhtisaran dapat dilihat sebagai berikut:


     Neraca                  Jurnal                    Jurnal        Neraca Saldo
                                                      Penutup         Penutupan
     Saldo                   Penyusuaian



              Kertas Kerja

                                           Tahap Pengikhtisaran




D. PELAPORAN

   Sebagai hasil akhir dan tujuan akutansi adalah menghasilkan informas ekonomi, untuk
mengambil keputusan bagi pihak yang memerlukannya. Agar hasil akhir mudah
dimengerti dan mudah memberikan gambaran yang jelas maka data perusahan perlu
diproses melalui tahap-tahap dalam siklus akutansi, berdasarkan suatu prinsip yang
berterima umum.
   Laporan keuangan dibuat pada akhir periode kutansi misalsetiap 3 bulan, persemester
atau setahun sekali dan sebagainya.
   Laporan keuangan terdiri dari:
1. Neraca
2. Laporan rugi/laba
3. Laporan perubahan modal
4. Laporan perubahan posisi keuangan.
5. Catatan atas laporan keuangan
6. Laporan atau informasi lain sebagai pelengkap

Didalam buku ini hanya akan dibahas naraca, laporan rugi/laba dan laporan perubahan
modal.

Ad. 1. Neraca
       adalah daftar yang menggambarkan posisi keuangan perusahaan pada saat
       tertentu, meliputi harta, utang dan modal.

Ad. 2. Laporan rugi/laba
       adalah laporan yang menggambarkan hasil usaha suatu perusahaan pada periode
       tertentu. Dalam laporan rugi/laba disajikan semua penghasilan dan beban.

Ad. 3. Laporan perubahan modal
       adalah laporan yangmenunjukan perubahan modal selama satu periode. Dalam
       perubahan laporan modal disajikan modal awal, rugi/laba, prive dan modal akhir.
Proses lengkap siklus akutansi dapat digambarkan sebagai berikut:


                                                                    Tahap Pengikhtiaran




   Bukti                              Buku       Neraca   Jurnal                    Jurnal        Neraca
 Pembukuan         Jurnal             Besar                                        Penutup         Saldo
                                                 Saldo    Penyesuaian                            Penutupan


Identifikasi   Pencatatan         Penggolongan       Kertas Kerja
& Pengukuran

               Tahap Pencatatan                                               Laporan Keuangan




SOAL-SOAL

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini!

1.       Sebutkan tahap-tahap akutansi!
2.       Jelaskan yang dimaksud dngan tahap pencatatan!
3.       Jelaskan yang dimaksud dengan pengikhtisaran!
4.       Jelaskan yang dimaksud dengan tahap pelaporan!
5.       Buatkan bagan siklus akutansi secara lengkap!
                                         BAB III

                            REKENING NERACA RUGI / LABA

A. PENDAHULUAN
       Laporan keuangankan hasil akhir dari siklus akuntansi. Laporan keuangan yang
   utama adalah neraca laporan rugilaba yang dimulai dari pengidentifikasian dan
   pengukuran data sumber/bukti transaksi yang selanjutnya dicatat dalam jurnal
   kemudian dipindahkan kedalam buku besar. Untuk selanjutnya dilakukan proses
   peringkasan kedalam neraca saldo. Jika rekening yang menunjukan saldo yang
   sebenarnya sudah disesuaikan, maka dengan alat kertas kerja/ neraca lajur akan dapat
   dibuat laporan keuangan.
       Neraca menggambarkan posisi keuangan suatu perusahaan pada suatu saat
   tertentu. Neraca terdari dari 2 bagian yaitu:

   1. Aktiva
      berisi daftar keuangan yang dimiliki suatu perusahaan.

   2. Passiva
      menunjukan sumber atau asal aktiva yang terdiri dari utang dan modal.

      Laporan rugi/laba adalah laporan yang menunjukan pendapatan dan beban
   perusahaan untuk jangka waktu tertentu.

B. REKENING NERACA

Rekening neraca terdiri dari 3 bagian yaitu:
   1. Harta/aktiva
   2. Utang
   3. Modal

ad. 1. Harta/aktiva
    Adalah daftar kekayaan yang dimiliki perusahaan bik yang berwujud           maupun
    yang tida berwujud dan mempunya nilai uang.
    Harta dapat dibagi menjadi:
a. Harta lancar
    Adalah kekayaan perusahaan yang berupa Kas/Bank dan kekayaan lain yang dapat
    diharapkan dicairkn menjadi kas Bank, dijuaal atau dipakai habis dlam satu tahun
    atau daalaam siklus kegiatan normal perusahaaan, jika melampaui satu tahun.
    Termasuk dalam harta laancar antara lain :
     a.1. Kas/Bank
        Alat pembayaran/rekening giro perusahaaan yang siap bebas digunakan untuk
        membiayai kegiatan umum perusahaan
      a.2. Surat Berharga
         Adalah saham/obligasi dan sejenisnya yang              dapat   segera    untuk
         dicairkan/diuangkan baik di Bank maupun di bursa

      a.3. Piutang wesel
        Adalah surat janji yang diterima dari debitur. Promes adalah piutang yang
        tertulis untuk membayar sejumlah uang tanggal yang telah ditetapkan.

      a.4. Piutang usaha
        Adalah tagihan kepada pihak lain tanpa disertaibukti tertulis piutang ini timbul
        karena penjualan barang/jasa secara kredit

      a.5. Persediaan
        Dalam perusahaaan dagang barang-barang yang dibeli untuk dijual kembali,
        sedang dalam perusahaan industri , barang dalam proses, persediaan bahan
        pembantu dan persediaan barang jadi.

       a.6. Beban dibayar di muka
         Adalah beban yang telah dilakukan pembayarannya untuk digunakan dalam
         aktifitas perusahaaan dimana yang akan tiba

       a.7. Perlengkapan/Bahan habis pakai (supplies)
         Adalah barang atau bahan yang sengaja diperoleh dan disediakan dalam rangka
         operasi umum perusahaan.

b. Investasi jangka panjang
   Adalah investasi /penyertaan /penaanaman modal yang dilakukan untuk jangka
   panjang dengan tujuan untuk mengontrol perusahaan dan untuk mendapatkan
   pendapatan tetap.
   Termasuk di dalamnya antara lain :
   - Inventasi dalam saaham dan obligasi
   - Dana yang dicadangkan untuk pelunasan utang jangka panjang
   - Aktiva lain-lain untuk dimanfaatkan dimasa yang akan datang

c.    Aktiva tetap
     Adalah aktiva berwujud yang diperoleh dalm bentuk siap pakai atau lebih dahulu,
     digunakan untuk operasi perusahaan dan tak dijual sertai mempunyai manfaat lebih
     dari satu tahun, antara lain : Peralatan, mesin mesin,kendaraan, gedung, tanah.

d.   Aktiva tidak berwujud
     Adalah hak istimewa atau posisi yang menguntungkan perusahaan dalam
     memperoleh pendaapatan.
     Aktiva tidak berujud antara lain :
       d.1. Hak Paten
             Adalah hak yang diberikan oleh pemerintah melalui Direkorat Paten
             Kepada perseorangan /badan usaha untuk menggunakan penemuan baru.
       d.2. Hak Cipta
             Adalah hak yang diberikan oleh pemerintahh kepada badan
             usaha/perseorangan untuk memperbanyak/memperjuallkan barang-barang
             hasil karya seni/tulisan.
       d..3. Merk Dagang
             Adalah hak yang diberikan oleh pemerintah kepada baddan usaha untuk
             menggunkan nama, cap atau lambang baggi usahanya..
       d.4. Franchese
             Adalah hak istimewa yang diperoleh perusahaan/perseorangan dari pihak
             lain untuk mengkomersilkann produk, tehhnik atau formula.
       d.5. Good Will
             Adalah keistimewaan yang diimiliki perusahaan karena letak strategis,
             nama baik perusahaan, personalia yang baik, sehingga memperoleh
             pendapatan yang lebih besar dibanding dengan perusahaan yang sejenis.
       d.6. Hak Sewa (Leasing)
             Adalah hak untuk menggunakan aktiva tetap dari pihak lain.

e. Aktifa lain-lain
   Adalah aktifa yang tidak dapat secara layak dterhadap keempat aktifa di atas
   Misalnya : Mesin yang tidak dipakai
               Biaya pendirian
               Biaya emisi saham

Ad.2. Utang/Kewajiban
      Kewajiban merupakan pengorbanan ekonomi yang wajib dilakukan oleh
      perusahaan dimasa yang akan datang dalam bentuk penyerahan aktiva atau
      pemberian jasa yang disebabkan oleh tindakan atau transaksi sebelumnya.
      berdasarkan jangka waktu pelunasannya maka kewaajiban dapat dibagi menjadi :
       a. Kewajiban lancar
          adalah kewajiban yang harus dilunasi tidak lebih dari satu tahun atau satu
          siklus normal operasi perusahaan. Termasuk kewajiban lancar :
          - Utang Usaha
          - Utang Wesel
          - Utang biaya/biaya yang masih harus dibayar
          - Utang bunga
          - Utang pendapatann/pendapatan yang diterima di muka

       b. Kewajiban jangka panjang
          Adalah kewajibann yang harus dilunassi dalam jangka waktu lebih dari satu
          tahun/satu siklus normal operassi perusahaan.. termasuk dalam utang jangka
          panjang :
       - Utang hipotik
         Adalah pinjaman jangka panjang dari Bak dengan jaminan aktiva tetap, jika
         pada saatnya pinjaman tidak dilunasi maka bannk akan menjuall jaminannya
         dan diperhitungkan dengan jumlah pinjaman.

       -   Utang Obligasi
           Adalah pinjaman jangka panjang yang timbul karena perusahaan
           menjual/mengeluarkann surat-surat obligassi. Obligassi merupakan janji
           tertulis untuk membayar pinjaman pada saat pelunasannya dan memberikan
           bunga tetapp yang dibayarkan secara berkala.

       - Kredit Investasi
         Adalah pinjaman jangka panjang yang timbul karena perusahaan memperoleh
         pinjaman dari Bank untuk pembayaran atau perluassan perusahan.

       c. Kewajiban lain-lain
          Utang ini meliputi semua utang yang tidak diklasifikasikan sebagai kewajiban
          lancar maupun kewajiban jangka panjaang..
          Misalnya : Utang kepada direksi
                     Jaminan yang diterima dari langganan

d.3. Modal
     Adalah hak pemmilik atass aktiva perusahaan.
     Dari segi perusahaan modal adalah utang perusahaan kepadda pemilik. Besarnya
     modal pemilik sama dengan akktiva dikurangi utang. Modal terdiri dari setoran
     pemilik dan sisa laba yang belum dibagi.
     Pemberian nama modal tergantung dari jenis perusahaan.
     Sebagai contoh :
     Bentuk perusahaan                           Nama Modal
     - Perseroan                                 - Modal Pemilik
     - Persekutuan                               - Modal Sekutu
     - Perseroan Terbatass                       - Modal Saham
     - Koperasi                                  - Modal Anggota

C. REKENING RUGI LABA

   Elemen atau unsur rekening Rugi Laba antara lain :

   1. Pendapatan

       Adalah penambahan terhadap moddal sebagai hassil operasi perusahaan.
       Pendapatan timbul dari penyerahan barang dagangan//jassa atau aktivitass lainnya
       dalam satu periode.
       Contoh rekening pendapatan sebagai berikut :
           - pendapatan jasa angkutan
           - pendapatan servis
               - pendapan komisi
               - pendapan bunga

          2. Beban

             Adalah pengorbanan yang dikeluarkan dalam memperoleh pendapatan.
             Contoh :
                      - Beban Gaji
                      - Beban Sewa
                      - Beban Bunga



  SOAL - SOAL
  Jawaban pertanyaan-pertanyan di bawah ini !

    i.   Apakah yang dimaksud dengan Harta ?
   ii.   Buatlah klasifikasi rekening Harta !
 iii.    Apakah yang dimakksud dengan Utang ?
  iv.    Buatlah klassifikassi rekening Utang !
   v.    Apakah yang diimaksud dengan Modal ?
  vi.    Buatlah baggan Neraca !
 vii.    Apakah yang dimaksud dengan Beban ?
viii.    Sebutkan 3 macamm rekening Beban !
  ix.    Apakah yang diimakksud dengan Pendappatan ?
   x.    Sebutkan 3 macam rekening Pendapatan !
                                      BAB IV

                                KODE REKENING


A. PENDAHULUAN
      Untuk mempermudah identifikasi dan pengelompokan rekening, mka perlu
   dibuatkan pedoman akuntansi yang memuatt daftar rekening beserta nomor kodenya.
      Banyak sedikitnya angka/nomer/digit tergantung dari besar/kecilnya jenis usaha.
   pemberian nomer kode rekening tergantung pada manajemen perusahaan.

B. MACAM-MACAM KODE REKENING

1. Sistem Numeralia
   Adalah cara pemberian namer kode rekening dengan mengggunakan angka/noomer.
   Pemberiann nomer sebaiikknya urut, agar mudah dimengerti hubungan yang satu
   dengan lainnya..
   Sistem nomeralia terbaggi atas :

a. Kode Kelompok
   Adalah pemberian nomor kode dengan memberikan angka tertentu pada kelompok,
   golongan dan jenis rekenning. Jika rekening diberi kode 3 angka, maka angka kesatu
   menunjukkan kelompok, angka kedua menunjukkan golongan dan angka ketiga
   menunjukkann jenis rekening.
   Contoh : Kas      dengan nomer         1       1      1
                     Kelompok
                     Golongan
                     Jenis

   Contoh nomor kode kelompok :
   Kelompok                                                    Nomer Kode
   Harta                                                             1
   Utang                                                             2
   Modal                                                             3
   Pendapatan                                                        4
   Beban                                                             5

   Masing-masing kelompok dibagi menjadi beberapa golongan.
   Contoh : Kelompok Harta dibagi menjadi golongan :

   Golongan :                                                  Nomor Kode
   Harta Lancar                                                     11
   Investasi Jangka Panjang                                         12
   Harga Tetap                                                      13
   Harta Tak Berwujud                                               14
   Harta Lain – lain                                                15
   Masing – masing golongan dibagi menjadi beberapa jenis rekening.
   Contoh pembagian Harta Lancar menjadi rekkening :
   Jenis Rekening :                                            Nomor Kode :
   Kas                                                               111
   Surat Berharga                                                    112
   Piutang Wesel                                                     113
   Piutang Dagang                                                    114
   Persediaan Barang Dagangan                                        115
   Beban dibayar dimuka                                              116

b. Kode Blok
   Adalah cara pemberian nomor rekening dengan cra menyediakan satu blok angka
   setiap kelompok perkiraan.
   Contoh Kode Blok :

   Kelompok :                                                   Nomor Kode
   Harta                                                        100 – 199
   Utang                                                        200 – 299
   Modal                                                        300 – 399
   Pendapatan                                                   400 – 499
   Beban                                                        500 – 599

   Masing – masing kelompok dibagi menjadi beberapa golongan .
   Contoh :
   Kelompok harta dibagi menjadi beberapa golongan antara lain sebagai berikut :
   Golongan :                                                   Nomor Kode
   Harta Lancar                                                 100 – 149
   Investasi jangka Panjang                                     150 – 159
   Harta Tetap                                                  160 – 169
   Harta tak berwujud                                           170 – 179
   Harta Lain – lain                                            180 – 189

   Masing – masing golongan dibagi menjadi beberapa jenis rekening .Contoh:
   Golongan harta lancar dibagi menjadi jenis rekening :
   Jenis Rekening :                                            Nomor Kode :
   Kas                                                                110
   Piutang                                                            120
   Persediaan barang dagangan                                         130
   Beban dibayar dimuka                                               140

2. Sistem Desimal
   Adalah pemberian nomor kode dengan kode dengan menggunakan dasar angka 10
   unit dari 0 sampai 9. Masing – masing angka//digit menunjukkan kelompok,
   golongan dan jenis.
   Rekening dibagi dalam 10 rubrik, tiap rubrik dibagi menjadi 10 golongan, dan tiap
   golongn dibagi menjadi 10 jenis rekening, seperti tampak dibawah ini :

   Rubrik 0   :Rekening harta tetap dan modal
   Rubrik 1   : Rekening keuangan
   Rubrik 2   : Rekening Netral
   Rubrik 3   : Rekening persediaan bahan baku, bahan pembantu, dan bahan yang habis
              dipakai
   Rubrik 4   : Rekening Jenis – jenis biaya/beban
   Rubrik 5   : Rekening Temppat – tempat Biaya/beban
   Rubrik 6   : Rekening Fabrikasi/pemikul beban
   Rubrik7    : Rekening Persediaan barang jadi
   Rubrik 8   : Rekening Pendapatan
   Rubrik 9   : Rekening Rugi/Laba Umum

   Contoh ;
              5             Beban
              50            Beban Penjualan
              501           Gaji Salesmen
              5011          Gaji Salesmen Produk A

3. Sistem Mneumonic
   Adalah pemberian kode rekening dengan menggunakan singkatan huruf awal dari
   kelompok rekening yang bersangkutan.

   Contoh :

      Nama Rekening                       Kode
      Aktiva                              A
      Aktiva Lancar                       AL
             Kas                          AL – K
      Aktiva Tetap                        AT
             Peralatan                    AT – P
      Utang                               U
      Utang Lancar                        UL
             Utang Dagang                 UL – UD
      Modal                               M
      Pendapatan                          P
      Beban                               B
4. Sistem Kombinasi Angka dan Huruf

     Adalah pemberian kode rekening dengan menggunakan kombinasi huruf dan angka.
     Huruf paling depan sebagai golongan rekening dan nomor perkiraan dengan angka.


     Contoh :
                Upah dengan kode “U”
                Produksi dengan kode “”9”
                Benang Sutra dengan kode “2”
                Jadi upah produksi benang sutra dengan kode : “U-9-2”



SOAL – SOAL

Jawablah pertanyaan dibawah ini :

1.  Jelaskan yang dimaksud dengan kode rekening !
2.  Apakah kegunaan dari kode rekening !
3.  Apakah yang dimaksud dengan kode rekening Numeralia ?
4.  Apakah 3 macam contoh kode rekening Numeralia dengan :
    a. Kode Kelompok
    b. Kode Blok
5. Apakah yang dimaksud dengan kode rekening Decimal ?
6. Berilah 2 contoh kode Decimal !
7. Apakah yang dimaksud dengan kode Mnemonic ?
8. Berikan 5 macam contoh dari kode Mnemonic !
9. Apakah yang dimaksud dengan kode kombinasi angka dan huruf !
10. Berikan contoh penggunaan kode kombinasi angka dan huruf !
                                       BAB V

                           KESEIMBANGAN NERACA

A. PENDAHULUAN

    Setiap perusahaan bertujuan untuk mendapatkan laba. Agar dapat diketahui rugi atau
laba suatu perusahaan, maka setiap transaksi atau kejadian harus dicatat secara catat
secara cermat dan teliti. Hal ini dimaksudkan agar laporan keuangan yang dibuat dapat
dipertanggungjawabkan perusahaan kepada pemiliknya atau pihak lain. Oleh sebab itu
laporan keuangan harus disusun berdasarkan konsep – konsep atau prinsip – prinsip
akuntansi.
    Konsep dasar akuntansi yang penting dan berpengaruh terhadap laporan keuangan
adalah konsep kesatuan usaha. ( Business Entity Concept ) yang menyatakan bahwa
perusahaan dianggap sebagai kesatuan ekonomi yang terpisah –pisah dari pihak – pihak
yang berkepentingan dengan sumber – sumber perusahaan. Perusahaan dipandang sebgai
unit organisasi yang terpisah daripemiliknya. Dengan konsep kesatuan usaha tersebut
akuntansi berkepentingan untuk melaporkan kegiatan perusahaan bukan kefiata
pemiliknya, sebab pemilik dianggap sebagai pihak eksternn.

B. PERSAMAAN AKUNTANSI

1. Harta = Modal
    Dengan adanya pandangan konsep kesatuan usaha yang menyatakan bahwa
perusahaan itu menyaatakan bahwa perusahaan itu merupakan unit organisasi yang
terpisah baik dari pemilik maupun kreditornya, maka segala kekayaan perusahaan
diperoleh dari pihak lur perusahaann. Kekayaan atau harta perusahaan yang diperoleh
dari pihak luar adalah merupakan kewajiban atau utang.
    Kekayaan perusahaan yang pertama kali dipperoleh bersumber dari pemilik, maka
pada saat itu pula peusahaan mempunyai kewajiban atau utang kepada pemilik yang
kemudian disebut sebagai modal pemilik.
    Misalnya pada tanggal 16 Maret 1991 Tuan Achmad hendak mendirikan sebuah
bengkel motor yang diberi nama Bengkel Kasih Sejati. Pada tanggal tersebut Tuan
achmad menyerahkan uang tunai sebesar Rp. 2.000.000,00 ke dalam bengkel tersebut.
Akibat transaksi ini pengaruhnya dapat digambarkan sebagai berikut :

BENGKEL KASIH SEJATI


  Kas           Rp. 2.000.000,00                                    Pemilik

  Utang         Rp. 2.000.000,00                                ( Tuan Achmad )
Transaksi tersebut diatas dapat diartikan bahwa Tuan Achmad meminjamkan uang
kepada perusahaannya.Peristiwa tersebut sebenarnya dapat digambarkan sebagai berikut :

Macamnya Aktiva                                                   Sumber Dananya

Kas                   Rp. 2.000.000,00        Utang Tuan Achmad         Rp.2.000.000,00



Karena utang kepada pemilik merupakan modal pemilik maka dari persamaan tersebut
diatas dapat dijabarkan lebih lanjut menjadi :

Macamnya harta                                                    Sumber Dananya

Kas                   Rp. 2.000.000,00        Modal Tuan Achmad        Rp. 2.000.000,00


Dengan demikian dapatlah disimpulkan bahwa besrnya harta = modal atau H = M

2. Harta = Utang + Modal

    Karena dengan kekayaan perusahaan yang bersumber dari pemilik saja masih
dirasakan kurang, maka pimpinan perusahaan dapat mencari tambahan kekayaan ( harta)
perusahaan yang bersumber bukan dari pemilik misalnya dari kreditor. Sebaggai misal
Bengkel Kasih Sejati pada tanggal 25 Maret 1991 meminjam uang kepada Bank Niaga
sebesar Rp. 3.000.000,00. Akibat transaksi tersebut maka harta Bengkel Kasih Sejati
berupa kas akan bertambah menjadi Rp. 5.000.000,00 yang bersumber dari Modal Tuan
Achmad Rp. 2.000.000,00 dan utang Bank sebesar Rp. 3.000.000,00. Akibat transaksi ini
dapat digambarkan sebagai berikut :


Macamnya Harta                                                    Sumber Dananya

Kas                   Rp. 5.000.000,00       Utang Bank       Rp. 3.000.000,00
                                             Modal Tuan Ahmad Rp. 2.000.000,00

   Sehingga dalam persamaan akuntansi hal tersebut diatas dapat digambarkan bahwa
Harta = Utang + modal atau dinotasikan H = U + M

3. Pengaruh Transaksi Keuangan Terhadap Persamaan Akuntansi
    Transaksi keuangan adalah segala kejadian atau pristiwa yang emperngaruhi struktur
posisi keuangan perusahaan ( harta, utang dan modal ) yang dapat dinilai dengan uang.
Setiap transaksi keuangan suatu perusahaan akan mengakibatkan timbulnya berbagai
perubahan dalam ketiga unsur ( harta, utang dan modal ). Perubahan tersebut dapat terjadi
antara :
a.      Harta dengan harta
b.      Harta dengan utang
c.      Harta dengan modal
d.      Harta dengan utang dan modal..

   Untuk menggambarkan pengaruh transaksi keuangan terhadap ketiga unsur tersebut,
maka perhatikanlah contoh dibawah ini .

TRANSAKSI I

       Nona Retno Endrawati setelah menyelesaikan kursus salon kecantikan,
mendirikan sebuah salon kecantikan diberi nama Retno Beauty Salon, dengan
menyerahkan uang tunai sebesar Rp. 2.500.000,00.
       Akibat transaksi tersebut maka harta perusahaan berupa kas bertambah sebesar
Rp. 2.500.000,00 dan modal perusahaan bertambah sebesar Rp.2.500.000,00 dan modal
perusahaan bertambah sebesar Rp. 2.500.000,00. Pembinaan ini dinyatakan dalam
perusahaan akuntansi sebagai berikut :

Harta/Aktiva = Modal                                                           ( dalam rupiah )
 No                 Kas             Modal Nona retno             Keterangan
  1.            2.500.000,00          2.500.000,00           Investasi Modal Awal
 Jml            2.500.000,00          2.500.000,00



TRANSAKSI II

       Retno Beauty Salon menyewa sebuah ruangan untuk kegiatan tersebut pada bulan
pertama sebesar Rp. 50.000,00.
       Transaksi ini mengakibatkan aktiva perusahan berupa kas berkurang Rp.
50.000,00 untuk membayar beban sewa. Setelah transaksi ini maka persamaan akuntansi
akan terlihat sebagai berikut :

Harta/Aktiva = Modal                                                            (dalam rupiah)
  No                 Kas            Modal Nona retno             Keterangan
 Jml.           2.500.000,00          2.500.000,00               Beban sewa
  2.              (50.000,00)           (50.000,00)
 Jml            2.450.000,00          2.450.000,00




TRANSAKSI III

       Retno Beauty salon membeli peralatan salon sebesar Rp.250.000,00 dan
pelengkapan salon sebesar Rp. 50.000,00 secara tunai.
       Akibat transaksi ini aktiva perusahaan berupa kas berkurang Rp.300.000,00 dan
aktiva perusahaan berupa perlengkapan salon dan peralatan salon masing-masing
bertambah Rp.50.000,00 dan Rp.250.000,00. Setelah transaksi ini maka persamaan
akuntansi akan terlihat sebagai berikut :
Harta/Aktiva = Modal                                                                                     (dalam rupiah)
 No              Kas            Perlengkapan salon      Peralatan salon              Modal              Keterangan
                                                                                  Nona Retno
 Jml.        2.450.000,00                -                         -              2.450.000,00
  3.         (300.000,00)            50.000,00                250.000,00                -
 Jml         2.450.000,00            50.000,00                250.000,00          2.450.000,00




TRANSAKSI IV

       Untuk menambah uang kass perusahaannya maka Retno Beauty Salon meminjam
uang dari bank sebesar Rp.500.000,00.
       Akibat transaksi ini maka aktiva perusahaanberupa kas bertambah sebesar
Rp.500.000,00 dan utang perusahaan bertambah sebesar Rp.500.000,00. Setelah
transaksi ini perasaan akuntansiinya akan terlihat sebagai berikut :

Harta/Aktiva = Modal                                                                   (dalam rupiah)
 No            Kas           Perlengkapan         Peralatan           Utang            Modal            Keterangan
                                 salon              salon             Bank          Nona Retno
 Jml.      2.150.000,00        50.000,00          250.000,00             -          2.450.000,00
  4.        500.000,00             -                   -            500.000,00            -
 Jml       2.650.000,00        50.000,00          250.000,00        500.000,00      2.450.000,00



TRANSAKSI V

       Hasil jasa dari pemotongan rambut, cuci muka dan lain-lain selama satu bulan
sebesar Rp.265.000,00.
       Akibat transaksi ini maka aktiva perusahaan berupa kas bertambah sebesar
Rp.265.000,00 dan modal perusahaan sebesar Rp.265.000,00 yang diaibatkan penerimaan
pendapatan jasa salon. Setelah transaksi ini maka persamaan akuntansinya terlihat
sebagai berikut :


Harta/Aktiva = Modal                                                                                          (dalam rupiah)
 No            Kas          Perlengkapan    Peralatan salon            Utang              Modal             Keterangan
                                salon                                  Bank            Nona Retno
 Jml.      2.650.000,00       50.000,00          250.000,00          500.000,00        2.450.000,00
  5.        265.000,00            -                   -                   -             265.000,00      Pendapatan jasa salon
 Jml       2.915.000,00       50.000,00          250.000,00          500.000,00        2.715.000,00




TRANSAKSI VI

       Retno Beuty Salon membayar tenaga yang membantu di salon tersebut sebesar
Rp. 50.000,00.
       Transaksi ini mengakibatkan aktiva perusahaan berupa kas berkurang
Rp. 50.000,00 dan modal perusahaan berkurang sebesar Rp. 50.000,00 yang
mengakibatkan untuk membayar beban upah. Setelah transaksi ini maka persamaan
akuntansi terlihat sebagai berikut :
Aktiva/harta = Utang + Modal                                                                ( dalam rupiah )
 No            Kas             Perlengkapan    Peralatan         Utang       Modal Nona      Keterangan
                                   Salon         Salon            Bank          Retno
Jml.6   2.915.000,00           50.000,00      250.000,00       500.000,00    2.715.000,00    Beban Upah
        ( 50.000,00 )
Jml.    2.865.000,00         50.000,00        250.000,00       500.000,00    2.665.000,00
                        Jumlah aktiva                       = Jumlah utang + Modal

TRANSAKSI VII

Dibayar sebagian utang Bank sebsar Rp. 300.000,00.
      Transaksi ini mengakibatkan aktiva perusahaan juga berkurang Rp. 300.000,00
dan utang perusahaan juga berkurang Rp. 300.000,00. Setelahtransaksi ini maka
persamaan akuntansinya terlihat sebagai berikut :

Aktiva/harta = Utang + Modal                                                           ( dalam rupiah )
 No            Kas            Perlengkaan       Peralatan      Utang      Modal Nona         Keterangan
                                 Salon            salon        Bank          Retno
Jml.    2.865.000,00        50.000,00         250.000,00    500.000,00    2.665.000,00
7       ( 300.000,00 )      -                 -             500.000,00    -
Jml     2.565.000,00        50.000,00         250.000,00    200.000,00    2.665.000,00
                       Jumlah aktiva                     = Jumlah utang + Modal

TRANSAKSI VIII

Nona Retno Endrawati mengambil uang di salonnya untuk keperluan priibadi sebesar Rp.
25.000,00.
        Akibat transaksi ini maka aktiva perusahaan berupa kas berupa Rp. 25.000,00 dan
modal perusahaan juga berkurang Rpp. 25.000,00 yang diakibatkan adanya pengambilan
pribadi pemilik. Setelah transaksi tersebut maka persamaan akuntansi terlihat sebagai
berikut :

Aktiva/harta = Utang + Modal                                                           ( dalam rupiah )
 No            Kas             Perlengkaan      Peralatan        Utang      Modal Nona       Keterangan
                                  Salon           salon           Bank         Retno
Jml.    2.565.000,00         50.000,00        250.000,00       200.000,00   2.665.000,00
8       ( 25.000,00 )        -                -                             (25.000,00)
Jml     2.565.000,00         50.000,00        250.000,00      200.000,00    2.640.000,00
                          Jumlah aktiva                      = Jumlah utang + Modal

TRANSAKSI IX

Pada akhir bulan dinyatakan perlengkapan salon yang sudah terpakai sebesar
Rp. 20.000,00
       Transaksi ini mengakibatkan aktiva perusahan berupa perlengkapan salon
berkurang       Rp. 20.000,00 dan modal perusahaan juga berkurang Rp. 20.000,00 yang
diakibatkan adanya beban perlengkapan salon. Setelah transaksi ini maka persamaan
akuntansi terlihat sebagai berikut :
Aktiva/harta = Utang + Modal                                                                        ( dalam rupiah )
No       Kas                      Perlengkaan        Peralatan          Utang        Modal Nona          Keterangan
                                  Salon              salon              Bank         Retno
Jml.     2.540.000,00             50.000,00          250.000,00         200.000,00   2.665.000,00        Beban Perl.
9        -                        (20.000,00)        -                               (20.000,00)         Salon
Jml      2.540.000,00             30.000,00          250.000,00        200.000,00    2.620.000,00
                               Jumlah aktiva                          = Jumlah utang + Modal

TRANSAKSI X

Pada akhir bulan dinyatakan peraltan salon disussutkan sebesar Rp. 25.000,00.
        Transaksi ini mengakibatkan aktiva prusahaan berupa peralatan salon berkurang
nilainya sebesar Rp. 25.000,00 dan modal perusahaan berkurang sebsar rp. 25.000,00
yang diakibatkan adanya beban penyusutan peralatan salon
        Dalam hal ini penguragan nilai peralatan salon tidak langsung dilakukan pada
peraltan salon, namun sebaiknya dibuatkan rekening atau kolom tersendiri dengan nama
akumusi penyusutan peralatan salonsebagai kotra rekening ( rekening tandingan )
daripada rekening peralatan salon. Rekening akumulasi penyusutan peralata salon
kedudukannya mengurangi rekening peralatan salon. Transaksi ini tidak langsung
dikurangkan pada peralatan salon alasannya agar nilai perolehan peralatan salon dapat
segera diketahui pada setiap saat. Setelah transaksi ini maka prsamaan akuntansi terlihat
secara keseluruhan sebagai berikut

Aktiva/harta = Utang + Modal                                                                        ( dalam rupiah )
No     Kas             Perlengkaan      Ak.       Peny.   Peralatan        Utang Bank     Modal Nona     Keterangan
                       Salon            Peralatan salon   salon                           Retno
1.     2.500.000,00    -                -                 -                -              2.500.000,00   Investasi modal
                                                                                                         awal
2.     (500.000,00)    -                -                 -                -              (50.000,00)    Beban awal

       2.450.000,00    -                -                 -                -              2.450.000,00
3.     (300.000,0)     50.000,00        250.000,00        -                -              -
       2.150.000,00    50.000,00        250.000,00        -                -              2.450.000,00
4.     500.000,00      -                -                 -                500.000,00     -
       2.650.000,00    50.000,00        250.000,00        -                500.000,00     2.450.000,00
5.     265.000,00      -                -                 -                -              265.000,00     Pendapatan jasa
                                                                                                         salon
       2.915.000,00    50.000,00        250.000,00        -                500.000,00     2.715.000,00
6.     (50.000,00)     -                -                 -                -              (50.000,00)    Beban upah
       2.865.000,00    50.000,00        250.000,00        -                500.000,00     2.665.000,00
7.     (25..000,00)    -                -                 -                (300.000,00)   -
       2.565.000,00    50.000,00        250.000,00        -                200.000,00     2.665.000,00
8..    (25.000,00)     -                -                 -                -              (25.000,00)    Prive Retno

       2.540.000,00    50.000,00        250.000,00        -                200.000,00     2.640.000,00
9.     -               (20.000,00)      -                 -                -              (20.000,00)    Beban Per. Salon
       2.540.000,,00   30.000,00        250.000,00                         200.000,00     2.620.000,00
10.    -               -                -                 (25.000,00)      -              (25.000,00)    B. Peny.peralatan
                                                                                                         salon
       2.540.000,00    30.000,00        250.000,00        (25.000,00)      200.000,00     2.595.000,00

             Jumlah aktiva –    Akumulasi penyusutan peralatan salon     = Jumlah Utang + Modal

Jika kita perhatikan transaksi – transaksi yang dapat mempengaruhi modal dapat
disimpulkan sebagai berikut ;
1. Transaksi yang mengakibatkan bertambahnya modal yaitu :
- penerimaan pendapatan
- adanya transaksi setoran modal
2. Transaksi yang mengakibatkan berkurangnya modal yaitu :
- pembayaran beban
- pengambilan untuk keperluan pribadi

4. Pengembangan Persamaan Akuntansi

     Pada awal periode akuntansi posisi keuangan suatu prusahaan jika digambarkan
dalam notasi persamaan akuntansi aka terlihat sebagai berikut : H = U + M. Setelah
terjadi transaksi selama periode akuntansi maka ketiga unsur tersebut akan mengalami
perubahan. Sehingga pad aakhir periode akuntansi keadaan posisi keuangannya dapat
digambarkan dalam notasi persamaan akuntansi sebagai berikut : H‟ = U‟ + M‟. Tanda
aksen tersebut menunjukkan bahwa ketiga unsur telah mengalami perubahan – perubahan
yang diakibatkan adanya transaksi selama satu periode akuntansi. Meskipun tiga unsur
tersebut mengalami perubahan namun komposisi jumlah aktifa selalu sama dengan
jumlah utang ditambah modal.

     Pada kenyataannya bahwa peru8bahan modal itu akan diketahui pada akhir periode
akuntansi, bukan setiap saaat terjadinya transaksi. Oleh karena itu selama periode
terjadinya transaksi elemem – elemen yang terdapat dalam M‟(M aksen) dapat di
pisahkan menjadi unsur-unsur:

a. Modal awal(M).
b. Pendapatan(P) yang mengakibatkan bertambahnya modal awal (M).
c. Beban (B) yang mengakibatkan berkurangnya modal awal (M).
d. Setoran atau investasi tambahan (S) yang mengakibatkan bertambahnya modal awal
   (M).
e. Pengambilan pribadi (K) yang mengakibatkan berkurangnya modal awal (M).

    Karena M” (M aksen) itu terdiri dari unsur-unsur atau elemen-elemen M, P,B, S dan
K maka posisi keuangan perusahaan pada akhir periode akuntansi dapat digambarkan
dalam persamaan akuntansi sebagai berikut: H‟ = U‟ + M + P- B + S-K.

    Untuk lebih jel;asnya pada contoh Retno Beauty Salon jika kita hendak memisahkan
elemen – elemen yang mempengaruhi M‟ (M aksen) maka dapat digambarkan sebagai
berikut:
 AKTIVA          = UTANG         +   MODAL          + PENDAPATAN - BEBAN         + SETORAN    - PRIVE
      Kas            Utang              Modal         Pendapatan   Beban Sewa       Setoran      Prive

  2.540.000.00     2.00.000,00       2.500.000,00     265.000,00   50.000,00           -       25.000,00


  Perlengkapan                                                     Beban Upah
      Salon

   30.000,00                                                        50.000,00


                                                                   B. Perleng.
    Peralatan
                                                                      Salon
     Salon
                                                                    20.000,00
   250.000,00


   Ak. Peny.                                                         B. Peny.
    Salon                                                           Per. Salon

  (25..000,00)                                                      25.000,00




        Dalam gambar tersebut diatas jumlah aktifa (H‟) adalah Rp.2.795.000,00 yang
terdiri dari kas Rp.2.540.000,00 perlengkapan salon Rp.30.000,00 dan peralatan salon
Rp.225.000,00 (Rp.250.000,00)- Rp.25.000,00). Sedangkan jumlah U‟ Rp.200.000,00 M
(modal awal) Rp.2.500.000,00 P= Rp 265.000,00 B = Rp.145.000,00 yang terdiri dari
(Beban sewa Rp.50.000,00 Beban upah Rp.50.000,00 Beban perlengkapan salon
Rp.20.000,00 dan Beban penyusutan peralatan salon Rp.25.000,00).Untuk setoran S =
Rp.0,00 dan K = Rp.25.000,00. Jadi H‟ = U‟ + M + P – B + S – K dapat dibuktikan
sebagai berikut: Rp.2.795.000,00 = Rp.200.000,00 + Rp. 2.500.000,00 + Rp.265.000,00 –
Rp.145.000,00 + Rp.0,00 – Rp.25.000,00.


SOAL – SOAL

A. SOAL TEORI

1 Jelaskan yang dimaksud denagn konsep kesatuan usaha !
2 Siapa sajakah yang menjadi pihak luar ( ekstern ) menurut sudut pandang konsp
  kesatuan usaha ?
3 Sebutkan unsur – unsur persamaan akuntansi !
4 Berilah contoh trasaksi keuangna yang mempengaruhi perubahan harta dengan harta !
5 Berilah contoh transaksi keuangan yang mempngaruhi perubahan harta dengan utang
6 Berilah contoh transaksi keuangan ynag mempenggaruhi keuangan harta dengan
  modal !
7 Berilah contoh transaksi keuangna ynag mempengaruhi perubahan modal !
B. SOAL LATIHAN

1 Tuan Budi setelah menyelesaikan gelar akuntan mendirikan sebuah perusahaan
  akuntan publik yang diberi nama Kantor Akuntan Budi. Transaksi yang terjadi
  selama bulan pertama adalah sebagai berikut :
      a. Tuan Budi menyerahkan uang tunai pribadinya sebesar Rp. 5.000.000,00 ke
         dalam kas perusahaan.
      b. Dibayar sewa ruangan bulan pertama untuk melakukan kegiatan sebesar Rp.
         150.000,00 .
      c. Dibeli peraltan kantor dengan kredit dari Toko Murah seharga Rp. 800.000,00
      d. Dibeli perlengkapan kantor seharga Rp.100.000,00
      e. Dibayar biaya pemuatan iklan pada harian Media Indonesia sebesar Rp.
         50.000,00
      f. Diterima uang jasa pemeriksaan ( audit ) dari PT. Merpati sebesar Rp.
         950.000,00
      g. Dibayar biaya listrik pada bulan pertama Rp. 15.000,00
      h. Tuan Budi menyerahkan mesin tik untuk keperluan dikantornya, nilai mesin
         tik tersebut Rp. 250.000,00
      i. Dibayar gaji para karyawan Rp. 250.000,00
      j. Tuan Budi mengambil uang perusahaan untuk keperlun pribadi sebsar Rp.
         50.000,00

       Diminta :

       Susunlah persamaan akuntansi dengan perincian sebagai berikut :
       Harta : Kas, Perlengkapan kantor, Peralatan kantor.
       Utang : Utang usaha
       Modal : Modal Tuan Budi

2. M. Yusuf serang penjahit amatir yang sudah lama melakukan kegiatan menjahit
   merasa perlu melakukan pembukuan. Mulai tanggal 1 Januari 1991 diadakan
   pendataan yang hasilnya sebagai berikut :
   Peralatan jahoit dan obras dinilai seharga Rp. 450.000,00 , perlengkapan jahit senilai
   Rp. 50.000,00. Adapun transaksi yang terjadi selama bulan Januari 1991 adalah
   sebagai berikut :
   Januari 2 : M. Yusuf mengambil tabungannya di Bri sebesar Rp.200.000,00
              untuk     menambah modalnya.
           3 : Dibayar sewa ruangan yang digunakan kegiatan tersebut untuk bulan
               Januari 1991 sebesarRp. 75.000,00
           5 : Diterima ongkos obras sebesar Rp. 15.000,00
           7 : Diterima ongkos jahit sebesar Rp. 50.000,00
           10 : Dibeli mesin jahit merk Singer secara kredit dari Toko Swira dengan
               harga Rp. 350.000,00.
           20 : Dibayar upah tenaga yang membantunya sebsar Rp. 50.000,00
           21 : Diterima dari langganan upah jahit sebesar Rp. 125.000,00
            25 : Diserahkan hasil jahitan seragam sekolah kepada SMU Sadam sebesar
               Rp. 250.000,00
            28 : Dibayar hutang kepada Toko Swira Rp. 150.000,00
            29 : Diterima tagihan dari SMU Sadam sebesar Rp. 150.000,00
            30 : Dibayar upah tenaga yang membantu sebesar Rp. 75.000,00
            31 ; M. Ysuf mengambil uang perusahaan sebesar Rp. 50.000,00 unutk
               keperluan pribadi .
            31 : Perlengkapan jahit tinggal seharga Rp. 10.000,00
            31 : peralatan jahit dan obras disusutkan sebesar 10 % dari harga perolehan.

Diminta :

Susunlah persamaan akuntansi dan transaksi – transaksi tersebut diatas dengan perincian
sebagai berikut :

Harta : Kas, Piutang usaha, Perlengkapan jahit, Peralatan jahit dan Obras, dan akumulasi
        penyusutan pralatan jahit dan obras.
Utang : Utang Usaha
Modal : Modal M. Yusuf


3. Perusahaan reparasi sepeda motor “MAJU JAYA” , kepunyaan Jayadi memulai
   operasinya pada tanggal 1 Sepetember 1990 dan melakukan transaksi – transaksi
   berikut ini selama bulan September itu :

   1. Jayadi menginfestasikan Rp. 7.500.000,00 dari uang pibadinya kedalam perusaan.
   2. Dibeli peralatan reparasi sepeda motor dengan harga Rp. 4.500.000,00. Dari
       jumlah tersebut dibayar tunai Rp. 2.500.000,00 sedangkan sisanya diberi waktu
       30 hari.
   3. Dibeli perlengkapan perkas seharga Rp. 450.000,00
   4. Jayadi menerima Rp. 750.000,00 dari para langganannya untuk servis danreparasi
       yang dilaksanakan.
   5. Dibayar sewa gedung unutk bulan September 1990 Rp. 250.000,00
   6. Dibeli perlengkapan secara kredir seharga Rp. 650.000,00.
   7. Diambil untuk keperluan pribadi uang sebanyak Rp. 150.000,00
   8. Dibayar sebanyak Rp. 450.000,00 dari harga perlengkapan yang dibeli menurut
       butir 6 diatas.
   9. Dibayar upah tenaga kerja Rp. 125.000,00 .
   10. Sisa perlengkapan yang masih ada pada akhir bulan September 1990 sebanyak
       Rp. 975.000,00

       Diminta :

       Susunlah persamaan akuntansi berdasarkan transaksi – transaksi tersebut diatas,
       dengan judul –judul Aktiva, Utang dan Modal pemilik sebagai berikut :
      AKTIVA                : Kas, Perlengkapan, Peralatan
      UTANG                 : Utang Usaha
      MODAL PEMILIK         : Modal Jayadi


4. Transaksi – transaksi yang dilaksanakan oleh prusahaan “ BINATU BERSIH “,
   selama bulan Mei 1991 adalah sebagai berikut :

   1 Mei    Syahril memulai usahanya dengan menginvestasikan sebagai berikut modal
            pertama berupa :
            Uang tunai…………………………………………Rp. 4..500.000,00
            Peralatan binatu……………………………………Rp. 600.000,00
   3 Mei    Dibeli tunai perlengkapan binatu dengan harga Rp. 150.000,00
   6 Mei    Telah diselesaikan pekerjaan binatu dengan atas suatu instansi dengan biaya
            Rp. 525.000,00
   9 Mei    dibeli dengan kredit dari Toko sakura jakarta :
            Perlengkapan binatu
   11 Mei   Diterima tunai pendapatan dari pekerjaaan binatu sebesar Rp. 450.000,00
   13 Mei   Dibayara iklan sebesar Rp. 150.000,00
   15 Mei   Syahril mengambil uang tunai unutk keperluan pribadinya sebesar
            Rp. 175.000,00
   17 Mei   Dibeli dari Toko Abadi Jakarta :
            Perlengkapan binatu………………………………..Rp.                         50.000,00
            Peralatan binatu…………………………………….Rp.                          575.000,00
            Dari jjumlah tersebut dibayar tunai Rp. 300.000,00 dan sisanya akan
            dibayar 30 hari lagi.
   19 Mei   Dibayar angsuran utang Toko Sakura sebesar Rp. 350.000,00
   21 Mei   Syahril mengadakan investasi tambahan kepada perusahaan binatunya
            dengan menyetor :
            Uang tunai………………………………………….Rp.                               750.000,00
            Peralatan binatu…………………………………….Rp.                           300.000,00
   24 Mei   Diterima angsuran pembayaran langganan atas pekerjaan binatu yang telah
            diselesaikan tanggal 6 Mei yang lalu sebesar Rp. 275.000,00
   26 Mei   Diterima uang tunai pendapatan atas pekerjaan binatu yang telah
            diselesaikan sebesar Rp. 275.000,00
   28 Mei   Dibeli perlengkapan dari Toko Karya dengan harga Rp. 275.000,00.
            Dibayar tunai sisanya akan dibayar kemudian.
   30 Mei   Dibayar upah karyawan Rp. 150.000,00
   31 Mei   Nilai perlengkapan binatu yang masih ada sebanyak Rp. 350.000,00

Diminta :
   Susunlah transaksi diatas dalam persamaan dasar akuntansi dengan perkiraan –
   perkiraan sebagai berikut :
   AKTIVA            : Kas, Piutang, Usaha, Perlengkapan binatu, Peralatan binatu
   UTANG             : Utang usaha
   MODAL PEMILIK : Modal Syahril
5. Susunlah transaksi – transaksi dibawah ini dalam persamaan akuntansi dengan bentuk
   mendatar, seperti berikut :


Tanggal      Aktiva                                                Kewajiban    Modal
             Kas            Piutang      Perlengk.    Peralatan    Utang        Modal Agus
                            Usaha        Kantor       Kantor       Usaha




Transaksi selama bulan januari 1991 adalah sebagai berikut :


3 Januari             Agus memulai usaha dengan menginvestasikan sebagai modal
                      pertama :
                      Uang tunai               Rp. 2.500.000,00
                      Peralatan Kantor         Rp. 500.000,00
5 Januari             Dibeli tunai perlengkapan kantor Rp. 200.000,00
8 Januari             Dibeli dengan kredit dari Toko Harapan peralatan kantor seharga Rp.
                      300.000,00
10 Januari            Diselesaikan pekerjaan atas langganan . Biaya mengerjakan
                      diperhitungkan Rp. 450.000,00 jumlah tersebut terlah difakturkan
                      untuk di tagih.
15 Januari            Diterima hasil usaha sebesar Rp. 500.000,00
18 Januari            Dibayar rupa-rupa beban usaha sebesar Rp. 60.000,00
20 Januari            Agus mengambil uang tunai untuk keperluan pribadinya sebesar Rp. `
                      150.000,00
25 Januari            Dibayar sebagian utang pembelian peralatan kantor sebesar Rp.
                      100.000,00
28 Januari            Diterima pembayaran sebagiuan tagihan atas langganan (l8hat 10
                      Januari ) sebesar Rp. 250.000,00
31 Januari            Dibayar gajih pegawai bulan Januari Rp. 120.000,00
31 Januari            Setelah diadakan iventarisasi ternyata persediaan perlenglapan kantor
                      yang masih ada sebesar Rp. 50.000,00
                                      BAB VI

                             LAPORAN KEUANGAN

A. PENDAHULUAN

    Laporan keuangan adalah laporan yang di rancang untuk para pembuat keputusan
baik di dalam maupun diluar perusahaan mengenai posisi keuangan dan hasil usaha
perusahaan. Menurut Prinsip Akuntansi Indonesia (PAI) tahun 1984 yang di keluarkan
Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) menyebutkan bahwa laporan keuangan meliputi neraca ,
perhitungan rugi/laba dan catatan atas laporan keuangan . Untuk lebih dapat
menggambarkan cara jelas sifat dan perkembangan perubahan yang di alami perusahaan
dari waktu ke waktu, sangat dianjurkan agar perusahaan menyusunlaporan keuangan
komparatif, setidaknya untuk duaa tahun terakhir.
    Hasil akhir dari suatu proses akuntansi adalah berupa laporan keuangan. Setiap
perusahaan pada periode akhir akuntansi harus menyusun laporan keuangan, baik untuk
kepentingan intern maupun ekstern.

B. SYARAT – SYARAT LAPORAN KEUANGAN
        Syarat laporan keuangan laporan yang baik harus memenuhi kriterua sebagai
berikut :

1. Relevan artinya bahwa informasi yang dijadikan harus ada hubungan dengan pihak-
   pihak yang memerlukan untuk mengambil keputusan.
2. Dapat dimengerti artinya bahwa laporan keuangan yang disusun berdasarkan secara
   jelas dan mudah difahami oleh para pemakainya.
3. Daya uji artinya bahwa laporan keuangan yang disusun berdasarkan konsep-konsep
   dasar akuntansidan prinsip-prinsip akuntansi yang dianut, sehingga dapat diuji
   kebenarannya oleh pihak lain.
4. Netral artinya bahwa laporan keuangan yang disajikan bersifat umum, objektif dan
   tidak memihak pada kepentingan pemakai tertentu.
5. Tepat waktu artinya bahwa laporan keuangan harus di sajikan tepat pada waktunya .
6. Daya banding artinya bahwa perbandingan laporan keuangan dapat diadakan baik
   antara laporan perusahaan dalam tahun tertentu dengan tahun sebelumnya atau
   laporan keuangan perusahaan tertentu dengan perusahaan lain pada tahun yang sama.
7. Lengkap artinya bahwa laporan keuangan yang disusun harus memenuhi syarat-
   syarat tersebut diatas dan tidak menyesatkan pembaca.


C. LAPORAN RUGI – LABA

       Laporan rugi-laba adalah suatu laporan yang memberikan informasi keberhasilan
yang di capai atau kegagalan yang menimpa suatu perusahaan di dalam menjalankan
usahanya dalam jangka waktu (periode) tertentu yang dinilai atau diukur dengan jumlah
satuan uang. Rugi atau laba perusahaan dapat dihitung dengan perbandingan antara
jumlah pendapatan dan jumlah beban selama satu periode akuntansi. Jika jumlah
pendapatan lebih besar dibandingkan jumlah beban maka perusahaan tersebut
mendapatkan laba. Sebaiknya jumlah pendapatan lebih kecil dibandingkan jumlah beban
maka perusahaan tersebut menderita kerugian..
        Dalam menyusun laporan rugi laba perlu diperhatikan judul; laporan, yang
memuat nama perusahaan, nama lapopran dan periode laporan tersebut dengan penulisan
secara berturut-turut menjadi tiga baris. Contoh:


                      RETNO BEAUTY SALON
                       LAPORAN RUGI-LABA
         UNTUK PERIODE YANG BERAKHIRAN 31 DESEMBAR 1990

Adapun unsur – unsur dari laporan rugi-laba adalah sebagai berikut:
1. Pendapatan
   Pendapatan perusahaan selama satu periode akuntansi ini harus kita rinci, mana yang
   termasuk pendapatan yang merupakan usaha pokok (pendapatan operasional) dan
   mana yang merupakan pendapatan diluar usaha pokok (pendapatan non operasional).
2. Beban
   Demikian juga beban yang dikeluarkan oleh perusahaan selama satu periode
   akuntansi harus kita perinci mana yang termasuk beban operasional yaitu beban yang
   dikeluarkan untuk membiayai kegiatan usaha pokok perusahaan, dan beban non
   operasional yaitu beban yang di krluarkan untuk membiayai kegiatan diluar usaha
   pokok perusahan.
3. Saldo rugi-laba
   Saldo rugi-laba itu kita peroleh dengan jalan membandingkan antara jumlah rincian
   pendapatan danjumlah rincian tersebut diatas.

Bentuk la[oran rugi-laba dapat dibuat dalam dua bentuk yaitu:

a. Laporan rugi-laba berbentuk singel step
   Bentuk ini juga disebut bentuk langsung yaitu bentuk laporan rugi-laba yang
   menggabungkan semua unsur pendapatan menjadi satu kelompok dan semua beban
   menjadi satu kelompok. Cara menyusunnya adalah bagian pertama adalah perincian
   pendapatan baik pendapatan operasional maupun pendapatan non oiperasional.
   Kemudian bagian kedua merupakan perincian beban baik beban operasional maupun
   beban non operasional. Setelah itu bagian ketiga adalah saldo rugi-laba yang
   merupakan selisih antara juml;ah perincian pendapatan dan jumlah perincian beban.

b. Laporan rugi-laba berbentuk multiple step
   Bentuk ini juga disebut bentuk bertahap yaitu bentuk laporan rugi-laba yang unsur
   pendapatan maupun beban dipisahkan atas dasar operasional dan usaha non
   operasional dan usaha non operasional. Cara penyusunannya adalah sebagai berikut :
    Bagian pertama adalah perincian pendapatan operasional, kemudian bagian kedua
   adalah perincian beban operasional. Bagian keempat untuk memerinci pendpatan
   maupun beban non oprasoinl, kemudian bagian terakhir untuk mencari saldo rugi –
   laba bersih.
    Dalam menyusun laporan rugi – laba sebaiknya unsus beban disusun secara urut dari
jumlah terbesar ke jumlah terkecil kecuali unutk beban serba – serbi atau beba lain – lain.
Contoh soal :
Di bawah ini daftar rekening nomnal sebuah perusahaan Bengkel Mobil Anugerah pada
tanggal 31 Desember 1991.
Beban gaji                            Rp. 3.500.000,00
Pendapatan servis                     Rp. 6.450.000,00
Beban perlengkapan bengkel            Rp. 2.330.000,00
Beban administrasi bank               Rp. 156.000,00
Pendapatan cat duco                   Rp. 7.200.000,00
Beban Penyususutan bengkel            Rp. 1.500.000,00
Pendapatan bunga                      Rp. 1.345.000,00
Beban perlengkapan kantor             Rp. 845.000,00
Beban penyusutan peralatan kantor Rp. 1.200.000,00
Beban lain-lain                       Rp. 450.000,00
Dari data tersebut di atas jika dibuat perhitungan rugi-laba dengan menggunakan bentuk
singel step maupun multiple step terlihat sebagai berikut:
1. Bentuk single step.


                                 BENGKEL MOBIL ANUGERAH

                                         Perhitungan Rugi – Laba
                              Untuk periode yang berakhir 31 Desember 1991


Pendapatan :

- Pendapatan cat duko                                                        Rp. 7.200.000,00
- Pendapatan servis                                                          Rp. 6.450.000,00
- Pendapatan bunga                                                           Rp. 1.345.000,00 +

Jumlah pendapatan                                                            Rp. 14.995.000,00


Beban :

-   Beban gaji                               Rp. 3.500.000,00
-   Beban perlengkapan bengkel               Rp. 2.330.000,00
-   Beban penyusutan peralatan kantor        Rp. 1.500.000,00
-   Beban penyusutan kantor                  Rp. 1.200.000,00
-   Beban perlengkapan kantor                Rp. 845.000,00
-   Beban administrasi Bank                  Rp. 156.000,00
-   Beban lain – lain                        Rp. 450.000,00 +


Jumlah beban                                                                 Rp.   9.981.000,00 _

Laba bersih                                                                  Rp.   5.014.000,00
2. Bentuk Multiple Step


                                 BENGKEL MOBIL ANUGERAH
                                       Perhitungan Rugi – Laba
                            Untuk periode yang berakhir 31 Desember 1991


Pendapatan operasional :
-Pendapatan cat duco                                                       Rp. 7.200.000,00
-Pendapatan servis                                                         Rp. 6.450.000,00   +

Jumlah pendapatran operasional                                             Rp.13.650.000,00   +

Beban operasional:
-Beban gajih                           Rp.   3.500.000,00
-Beban perlengkapan bengkel            Rp.   2.330.000,00
-Beban penyusutan peralatan bengkel    Rp.   1.500.000,00
-Beban penyusutan peralatan kantor     Rp.   1.200.000,00
-Beban peralatan kantor                Rp.     845.000,00
-Beban lain-lain                       Rp.     450.000,00 +


Jumlah beban operasional                                                   Rp. 9.825.000,00 -


Laba operasional                                                           Rp. 3.825.000,00

Pendapatan /beban non operasional:
-Pendapatan bunga                      Rp. 1.345.000,00
-Beban administrasi bank               Rp. 156.000,00 -
Laba non operasional                                                       Rp. 1.189.000,00 +


Laba bersih sebelum pajak                                                  Rp. 5.014.000,00



D. LAPORAN PERUBAHAN MODAL

    Laporan perubahan modal adalah suatu laporan atau informasi yang menggambarkan
perubahan-peubahan atas modal yang terjadi pada suatu periode akuntansi.
    Dalam laporan perubahan modal ini akan terlihat adanya perubahan dari modal awal
menjadi modal akhir.
Adapun yang menjadi unsur-unsur laporan perubahan modal adalah:

1. Modal awal yaitu modal yang di tanamkan pada awal periode akuntansi.
2. Rugi atau laba perusahaan dalam suatu periode akuntansi. Jika perusahaan mendapat
   laba, maka besarnya laba akan menambah modal awal. Sebaliknya jika perusahaan
   menderita rugi, maka besarnya rugi akan mengurangi modal awal.
3. Setoran modal atau tambahan investasi yaitu penambahan investasi modal oleh
   pemilik selama periode akuntansi berjalan. Setoran modal ini akan akan menambah
   besarnya modal awal.
4. Pengambilan pribadi pemilik yaitu pengambilan aktiva perusahaan untuk keperluan
   pribadi pemilik. Pengambilan pribadi ini akan mengurangi besarnya modal awal.

Adapun bentuk laporan perusahaan modal adalah sebagai berikut :


                                    BENGKEL MOBIL ANUGERAH

                                          Perhitungan Rugi – Laba
                               Untuk periode yang berakhir 31 Desember 1991


Modal……………..per 1 Januari 1991                                         Rp.    xxxxxxx
Setoran/tambahan investasi                                             Rp.    xxxxxxx

                                                                       Rp.    xxxxxxx

Rugi/laba                                       Rp.    xxxx
Prive…….                                        Rp.    xxxx +/-

Penambahan/pengurangan modal                                           Rp.    xxxxxxx +/-


Modal…………..per 31 Desember 1991                                        Rp.    xxxxxxx




Untuk perusahaan yang berbentuk Perseron Terbatas ( PT) dinamakan laporan laba
ditahan yang bentuknya sebagai berikut :


                                           PT. ANJANGSANA

                                           Laporan Laba Ditahan
                                 Periode yang berakhir 31 Desemmber 1991

Laba ditahan, 1 Januari 1991                                           Rp.    xxxxxx

Laba bersih tahun 1991                        Rp.     xxxx
Deviden yang dibagikan tahun 1991             Rp.     xxxx -


Penambahan laba ditahan                                                Rp.    xxxxxx +

Laba ditahan, 31 Desember 1991                                         Rp.    xxxxxx
E. NERACA

   Neraca adalah laporan keuangan yang disusun secara sistematis yang
menggambarkan posisi keuangan pada suatu saat tertentu yang terdiri aktiva, uatang dan
modal. Neraca dapat dibuat dalam dua bentuk yaitu :

1. Neraca yang berbentuk rekening/skontro ( Account Form )

    Bentuk ini memepunyai dua belah sisi yaiut sisi debit dan sisi kredit. Sisi debit untuk
merinci macamnya aktiva sedangkan sisi kredit unutk memerinci macamnya uatang dan
modal. Perincian aktiva lancar dalam neraca disusun berdasaekan urutan likuiditas, ari
yang paling lancar ke yang kurang lancar, sedangkan untuk aktiva tetap penyusunannya
berdasarkan urutan kekekalannya, yaitu dari yang paling kekal ke yang kurang kekal.
Perincian utang disusun berdasarkan jangka waktu pembayarannya yaitu dari yang
berjangka oendek ke yang berajangka panjang.

2. Neraca berbentuk laporan ( Report Form )
    Neraca bentuk ini susunan aktiva , uatng dan modal disusun berturut – turut dari atas
ke bawah . Prinsip penyusunan aktiva, utang dan modal sama sepeti bentuk rekening.

Contoh soal :

Data rekening riil dari Biro Iklan Jaya pada tanggal 31 Desember 1991 terlihat sebagai
berikut :

Kas                                                  Rp    540.000,00
Tanah                                                Rp. 8.500.000,00
Gedung                                               Rp. 9.000.000,00
Kendaraan                                            Rp. 15.000.000,00
Piutang usaha                                        Rp. 3.500.000,00
Peralatan kantor                                     Rp. 2.900.000,00
Perlengkapan kantor                                  Rp.    800.000,00
Akumulasi penyusutan peralatan kantor                Rp. 3.000.000,00
Utang usaha                                          Rp. 2.500.000,00
Akumulasi penyusutan peralatan kantor                Rp. 1.160.000,00
Wesel bayar                                          Rp. 1.500.000,00
Modal Adi                                            Rp. 24.310.000,00
Asuransi dibayar dimuka                              Rp.    480.000,00
Utang hipotik                                        Rp. 6.000.000,00
Akumulasi penyusutan gedung                          Rp. 2.250.000,00

Dari data tersebut di atas jika dibuat neraca dengan bentuk rekening dan bentuk laporan
maka terlihat sebagai berikut :
a) Neraca bentuk rekening

                                                   BIRO IKLAN JAYA

                                                           Neraca
                                                   Per 31 Desember 1991
Aktiva Lancar :                                                Utang Jangka Pendek:
Kas                                   Rp.     540.000,00       Utang Usaha                  Rp. 2.500.000,00
Piutang Usaha                         Rp.   3.500.000,00       Wesel bayar                  Rp. 1.500.000,00 +
Perlengkapan Kantor                   Rp.     800.000,00
Asuransi diibayar dimuka              Rp.     480.000,00 +     Jumlah utang jangka pendek   Rp. 4.000.000,00

Jumlah Aktiva Lancar                  Rp.   5.320.000,00       Utang jangka panjang:
                                                               Utang Hipotik                Rp. 6.000.000,00 +
Aktiva Tetap :
Tanah                                 Rp.   8.500.000,00       Jumlah utang                 Rp. 10.000.000,00
Gedung            Rp.19.000.000,00
Ak.Peny.Gdg.      Rp. 2.250.000,00                             Modal Adi                    Rp. 24.310.000,00

                                      Rp. 6.750.000,00

Perlt.Ktr.        Rp. 2.900.000,00
Akumulasi Peny.
Peralatan Ktr.    Rp. 1.160.000,00

                                      Rp. 1.740.000,00
Kendaraan         Rp. 15.000.000,00
Akumulasi Peny.
Kendaraan         Rp. 3.000.000,00

                                      Rp. 12.000.000,00 +

Jumlah aktiva                         Rp. 34.310.000,00        Jumlah utang dan modal       Rp. 34.310.000,00
                                          BIRO IKLAN JAYA

                                                 Neraca
                                          Per 31 Desember 1991

Aktifa
Aktifva lancar:
- Kas                                                                           Rp.. 540.000,00
- Piutang usaha                                                                 Rp. 3.500.000,00
- Perlengkapan kantor                                                           Rp.   800.000,00
- Asuransai dibayar dimuka                                                      Rp.   480.000,00

  Jumlah aktiva lancar                                                          Rp. 5.320.000,00

Aktiva Tetap

- Tanah                                                    Rp. 8.500.000,00
- Gedung                       Rp. 9.000.000,00
- Akumulasi peny gedung        Rp. 2.250.000,00 _

                                                           Rp. 6.750.000,00
- Peralatan kantor             Rp. 2.900..000,00
- Akumulasi peny. perlt. ktr   Rp. 1.160.000,00 _

                                                           Rp. 1.740.000,00
- Kendaraan                    Rp.15.000.000,00
- Akumulasi peny. kendaraan    Rp. 3.000.000,00 _
                                                           Rp.12.000.000,00 +
  Jumlah aktiva tetap                                                           Rp. 28.990.000,00

  Jumlah aktiva                                                                 Rp. 34.310.000,00

Utang:
Utang jangka pendek :
- Utang usaha                                              Rp. 2.500.000,00
- Wesel bayar                                              Rp. 1.500.000,00 +

  Jumlah utang jangka pendek                               Rp. 4.000.000,00

Utang jangka panjang :

- Utang hipotik                                            Rp. 6.000.000,00 +

  Jumlah utang                                                                  Rp. 10.000.000,00

Modal :
- Modal Adi                                                                     Rp. 24.310.000,00 +

  Jumlah utang dan modal                                                        Rp. 34.310.000,00




Laporan keuangan yang bahas dalam bab ini adalah laporan keungan yang dibuat
berdasarkan persamaan akuntansi. Untuk menggambarkan hubungan ketiga macam
laporan keuangan dari conoth persamaan akuntansi Retno Beuty Salon jika kita buat
laporan keuangannya yang terdiri dari :
- Laporan rugi – laba
- Laporan perubahan modal
- Neraca
Aktiva = Utang + Modal                                                                                 ( dalam rupiah )

No     Kas                Perl. salon   Peralatan       Ak.     Peny.   Utang Bank     Modal Nona      Keterangan
                                        salon           Peralatan                      Retno
                                                        Salon
1.     2.500.000,00       -             -               -               -              2.500.000,00    Investasi modal awal
2.      (500,000,00)      -             -               -               -                (50.000,00)   Beban sewa
       2.450.000,00       -             -               -               -              2.450.000,00
3.      (300.000,00)      50.000,00     250.000,00      -               -              -
       2.150.000,00       50..000,00    250.000,00      -               -              2.450.000,00
4.       500.000,00       -             -               -               500.000,00     -
       2.650.000,00       50.000,00     250.000,00      -               500.000,00     2.450.000,00
5.       265.000,00       -             -               -               -                265.000,00    Pendapatan jasa salon
       2.915.000,00       50.000,00     250.000,00      -               500.000,00     2.715.000,00
6.       (50.000,00)      -             -               -               -                (50.000,00)   Beban pajak
       2.865.000,00       50.000,00     250.000,00      -               500.000,00     2.665.000,00
7.      (300.000,00)      -             -               -               (300.000,00)   -
       2.565.000,00       50.000,00     250.000,00      -               200.000,00     2.665.000,00
8.       (25.000,00)      -             -               -               -                (25.000,00)   Prive Retno
       2.540.000,00       50.000,00     250.000,00      -               200.000,00     2.640.000,00
9.     -                  (20.000,00)   -               -               -                (20.000,00)   Beban perl. salon
       2.540.000,00       30.000,00     250.000,00      -               200.000,00     2.620.000,00
10.    -                  -             -               (25.000,00)     -                (25.000,00)   B.peny. perlt. salon
       2.540.000,00       30.000,00     250.000,00      (25.000,00)     200.000,00     2.595.000,00



Jika akhir periode akuntansi pada Retno Beauty Salon tanggal 31 Desember 1990 maka
laporan keuangannya tampak sebagai berikut :

a) Laporan Rugi – Laba


                                                    RETNO BEAUTY SALON

                                                    Laporan Rugi – Laba
                                        Untuk Periode yang berakhir 31 Desember 1990


Pendapatan

- Pendapatan jasa salon                                                                         Rp. 265.000,00

Beban :

- Beban sewa                                                  Rp. 50.000,00
- Beban upah                                                  Rp. 50.000,00
- Beban penyusutan peralatan salon                            Rp. 25.000,00
- Beban perlengkapan salon                                    Rp. 20.000,00 +

 Jumlah beban                                                                                   Rp. 145.000,00 _

 Laba bersih                                                                                    Rp. 120.000,00
b) Laporan Perubahan Modal.
                                                   RETNO BEAUTY SALON
                                                    Laporan Perubahan Modal
                                          Untuk periode yang berakhir 31 Desember 1990


Modal Nona Retno, 1 Desember 1990                                                         Rp. 2.950.000,00

Laba bersih                                                    Rp. 120..000,00
Prive Retno                                                    Rp. 25.000,00 _

Penambahan Modal                                                                          Rp.    95.000,00 +


Modal Nona Retno, 31 Desember 1990                                                        Rp. 2.595.000,00




c) Neraca

                                                  RETNO BEAUTY SALON

                                                             Neraca
                                                      Per 31 Desember 1991
Aktiva :                                                          Utang :
Aktiva Lancar                                                     Utang Bank                Rp. 200.000,00
Kas                                     Rp. 2.540.000,00
Perlengkapan salon                      Rp. 30.000,00 +           Modal :
                                                                  Modal Nona Retno          Rp. 2.595.000,00
Jumlah aktiva lancar                    Rp. 2.570.000,00

Aktiva Tetap ;
Peralatan salon        Rp. 250.000,00
Akumulasi peny.
Peralatan salon        Rp. 25.000,00 +

                                        Rp.   225.000,00 +

Jumlah aktiva                           Rp. 2.795.000,00         Jumlah utang dan modal     Rp. 2.795.000,00




SOAL – SOAL

A. SOAL TEORI

1. Apakah yang dimaksud laporan keuangan ?
2. Sebutkan syarat – syarat laporan keuangan yang baik !
3. Sebutkan unsur – unsur laporan rugi laba !
4. Sebutkan unsur – unsur laporan perubahan modal !
5. Jelaskan perbedaan laporan rugi – laba yang berbentuk single step dan yang
   berbentuk multiple step !
6. Sebutkan unsur – unsur neraca !
7. Apakah perbedaaan neraca yang berbentuk rekening dan neraca yang berbentuk
   laporan ?
B. SOAL LATIHAN

1. Persamaan akuntansi perusahaan Gaya Ria Tailor pada tanggal 31 Mei 1991 terlihat
   sebagai berikut :

No    Kas            Perlengkapan   Peralatan      Utang usaha   Modal Ria     Keterangan
                     Jahit          jahit    dan
                                    obras
1.    105.000,00     60.000,00      550.000,00     50.000,00     665.000,00
2.    (30.000,00)    -              -              (30.000,00)
      75.000,00      60.000,00      550.000,00     20.000,00     690.000,00
3.    25.000,00      -              -              -             150.000,00    Pendapatan obras
      100.000,00     60.000,00      550.000,00     20.000,00     690.000,00
4.    150.000,00     -              -              -             150.000,00    Pendapatan jahit
      250.000,00     60.000,00      550.000,00     20.000,00     840.000,00
5.    (20.000,00)    -              -              -             (20.000,00)   Beban listrik
      230.000,00     60.000,00      550.000,00     20.000,00     820.000,00
6.    (40.000,00)    -              -              -             (40.000,00)   Beban gaji
      190.000,00     60.000,00      550.000,00     20..000,00    780.000,00
7.    20.000,00      -              -              -             20.000,00     Pendapatan obras
      210.000,00     60.000,00      550.000,00     20.000,00     800.000,00
8.    -              (30.000,00)    -              -             (30.000,00)   Beban perlengkapan jahit
      210.000,00     30.000,00      550.000,00     20.000,00     770.000,00
9.    (50.000,00)    -              -              -             (50.000,00)   Prive Ria
      160.000,00     30.000,00      550.000,00     20.000,00     720.000,00
10.   (40.000,00)    -              -              -             (40.000,00)   Beban gaji
      120.000,00     30.000,00      550.000,00     20.000,00     680.000,00


Pertanyaan :
Buatlah laporan keuangannya pada tanggsl 31 Mei 1991 yang terdiri dari :

a) Laporan rugi – laba
b) Laporan perubahan modal
c) Neraca

2. Dokter Gita Handayani mendirikan sebuah klinik bersalin dengan nama Klinik
   Bersalin Sejahtera. Transaksi – transaksi yang terjadi selama bulan Juni 1991 adalah
   sebagai berikut :
       Juni 1          :Dokter Gita Handayani menyerahkan uang tunai sebesar Rp.
                        25.000.000,00 sebagai modal
               2       : Dibayar sewa sebuah rumah untuk kegiatan praktek sebesar Rp.
                         1.500.000,00 setahun.
               4       : Dibeli peralatanmedis sebesar Rp. 10.000.000,00 dari Agam
                         Medical, dibayar tunai Rp. 2.000.000,00
               6       : Dibeli perlengkappan medis dari Kimia Farma sebesar Rp.
                         4.000.000,00 tunai
               7       : Dibayar biaya pemasangan iklan kepada harian Kompas sebesar
                         Rp. 75.000,00
               8       : Dibayar rekening listrik sebesar Rp. 135.000,00
               10      : Dibayar rekening telepon sebesar Rp. 80.000,00
               15      : Penerimaaan jaa medis sampai hari ini dihitung sebesar Rp.
                          450.000,00
               18      : Dibayar biaya keamanan sebesar Rp. 75.000,00
              23     : Dibayar biaya pemuatan iklan pada harian Pagi sebesar Rp.
                       50.000,00
              25     : Dipinjam uang dari BRI sebesar Rp. 3.000.000,00
              30     : Penerimaan jasa edis dari taggal 16 s/d 30 Juni sebesar Rp.
                       100.000,00
              30     : Dibayar gaji para karyawan sebesar Rp. 500.000,00

Pertanyaan

a) Buatlah persamaan akuntansi dengan perincian sebagai berikut :
      Harta          : Kas, Perlengkapan medis, Sewa, dibayar dimuka, peralatan
                         medis.
      Utang          : Utang Bank, Wesel bayar
      Modal          : Modal dr. Gita Handayani.
b) Buatlah laporan keuangan pada tanggal 30 Juni 1991 yang terdiri dari :
      - Laporan rugi – laba
      - Laporan perubahan modal
      - Neraca
3. Biro Jasa Ekajaya memperlihatkan rekening – rekenig beserta saldonya pada tanggal
31 Maret 1991 sebagai berikut :


Kas                                                Rp. 8.500.000,00
Bebaqn lain-lain                                   Rp.    500.000,00
Piutang usaha                                      Rp. 9.000.000,00
Beban gajih                                        Rp. 5.000.000,00
Sewa di bayar dimuka                               Rp. 4.500.000,00
Beban listrik dan telepon                          Rp.    250.000,00
Perlengkapan kantor                                Rp. 2.500.000,00
Beban iklan                                        Rp.    480.000,00
Peralatan kantor                                   Rp. 12.000.000,00
Beban sewa                                         Rp. 1.500.000,00
Akumulasi penyusutan peralatan kantor              Rp. 1.200.000,00
Beban perlengkapan kantor                          Rp.    800.000,00
Gedung                                             Rp. 25.000.000,00
Pendapatan komisi                                  Rp. 22.500.000,00
Akumulasi penyusutan gedung                        Rp. 2.500.000,00
Prive Bambang                                      Rp. 2.500.000,00
Tanah                                              Rp. 20.000.000,00
Kendaraan                                          Rp. 35.000.000,00
Modal Bambang (1Maret 1991)                        Rp. 77.830.000,00
Utang hipotik                                      Rp. 10.000.000,00
Akumulasi penyusutan kendaraan                     Rp. 3.500.000,00
Utang Usaha                                        Rp. 7.500.000,00
Wesel bayar                                        Rp. 2.500.000,00
Dari data tersebut diatas buatlah:
a.Laporan rugi-laba.
b.Laporan perubahan modal
c.Neraca.

4. Perusahaan reparasi sepeda motor “Jayus” kepunyaan Jayusman memulai operasinya
   pada tanggal 1 September 1987 dan melakukan transaksi – transaksi yang berikut ini
   selama bulan September itu:
   a. Jayusman menginvestasikan Rp. 5.000.000,00 dari uang pribadinya ke dalam
       perusahaan.
   b. Dibeli peralatan reparasi sepeda motor dengan harga Rp. 3.000.000,00 untuk
       sisanya di beri waktu 30 hari.
   c. Dibeli perlengkapan per kas seharga Rp. 30.000,00
   d. Jayusman menerima Rp. 500.000,00 dari langganan untuk servis reparasi yang
       sudah dilaksanakan.
   e. Dibayar sewa gedung untuk bulan September Rp. 100.000,00
   f. Dibeli perlengkapan denganm kredit seharga Rp. 500.000,00
   g. Dibayar sebanyak Rp. 250.000,00 dari harga perlengkapan yang dibeli menurut
       butir f diatas
   h. Dibayar upah para tenaga kerja sebanyak Rp. 80.000,00
   i. Sisa perlengkapan yang masih ada pada akhir bulan September Rp. 350.000,00

   Diminta :
a. Susunlah judul- judul aktiva, kewajiban dan modal pemilik dalam sebuah persamaan
   akuntansi : AKTIVA – Kas, perlengkapan, Peralatan KEWAJIBAN – Utang Usaha,
   MODAL-Modal Jayusman.
   Sudah itu diperlihatkan dengan jalan menambahkan dan mengurangkan akibat tiap
   transaksi atas aktiva, kewajiban dan modal pemilik. Perlihatkan saldo-saldo baru
   setelah tiap transaksi.
b. Susunlah sebuah perhitungan rugi-laba, neraca dan laporan perubahan modal.

    (Ujian Nasional Akuntansi, Dasaar Satu, Sabtu, 20 Agustus 1988, Tanpa perubahan ).

3. Imanudin memulai sebuah perwakilan real estate pada tanggal 1 januari 1991 dengan
   menginfestasikan uang tunai sebanyak Rp. 25.000.000,00. Pada tanggal 31 Desember
   1991 perusahaan yang diberi nama “Perwakilan real Estate Iman “ memperlihatkan
   pos – pos berikut :

    Beban gaji dan upah                                      Rp. 12.000.000,00
    Beban iklan                                              Rp. 2.000.000,00
    Beban penyuutan gedung                                   Rp. 3.000.000,00
    Beban penyusutan peralatan kantor                        Rp.    750.000,00
    Beban perlengkkapan kantor                               Rp.    250.000,00
    Beban rupa – rupa                                        Rp. 1.500.000,00
    Gaji yang masih harus dibayar                            Rp.    125.000,00
    Gedung                                                   Rp. 60.000.000,00
Akumulasi penyusutan gedung                    Rp. 3.000.000,00
Utang Hipotek                                  Rp. 50.000.000,00
Peralatan kantor                               Rp. 7.500.000,00
Akumulasi penyusutan peralatan kantor          Rp.    750.000,00
Kas                                            Rp. 1.000.0000,00
Pendapatan komosi                              Rp. 58.125.000,00
Perlengkapan kantor                            Rp.    125.000,00
Piutang usaha                                  Rp. 2.125.000,00
Tanah                                          Rp. 20.000.000,00
Utang usaha                                    Rp.    750.000,00
Prive Imanuddin                                Rp. 25.000.000,00

Diminta :

Susunlah laporan keuangan yang berikut ini :
  a. Perhitungan rugi – laba
  b. Laporan perubahan modal
  c. Neraca ( bentuk Skontro )
                                       BAB VII

                                       JURNAL



A. PENDAHULUAN
      Jurnal merupakan pencatatan yangt di dasarkan pada bukti pembukuan. Bukti
   pembukuan terdiri dari bukti transaksi dan bukti pencatatan. Bukti transaksi
   merupakan dokkumen sumber seperti kwitansi, faktur, nota dan lain-lain. Sedangkan
   bukti pencatatan merupakan buktri yang sudah di sahkan oleh pihak yang berwenang
   untuk di catat pada proses selanjutnya.

B. BUKTI PEMBUKUAN
       Setiap transaksi yang terjadi tidak begitu saja dicatat dalam catatan perusahaan,
   tetapi harus didasarkan bukti pencatatan. Bukti pembukuan terdiri dari bukti transaksi
   dan bukti pencatatan.

   1. Bukti Transaksi
       Perusahaan akan melakukan pencatatan kalau suatu transaksi benar-benar terjadi
   dan sah, karena itu bukti pencatatan harus didukung oleh bukti transaksi yang sah
   pula. Adapun macamnya bukti transaksi antara lain :
   a. Kwitansi
       Kwitansi adalah tanda bukti pembayaran sejumlah uang yang dibuat oleh pihak
       penerima uang dan diberikan kepada pihak yang membayar. Kwitansi harus
       dibubuhi materai pada jumlah-jumlah tertentu sesuai aturan yang berlaku.
       Kwitansi ada yang memakai sus ada piula yang tidak memakai sus. Jika kwitansi
       tersebut tidak memakai sus maka harus dibuat rangkap dua, yang aslinya di
       serahkan kepada pihak yang membayar dan rangkapnya disimpan pihak yang
       menerima sebagai bukti transaksi terhadap uang masuk. Bentuk kwitansi adalah
       sebagai berikut:
       Edy Tansil membayar sebuah mobil Terios seharga Rp. 151.000.000,00 Type
       standar, kepada dealer mobil “ Jaya” di jalan Maju Gang Mundur No.
       19999 Jakarta, pada tanggal 22 Januari 2007. Pembayaran telah diterima
       Kasir Nelly dengan nomor 007/CB/07. Dari data di atas buatlah kuitansi


              No 007/cb/07
              Sudah diterima dari…E...dini Tanpa hasil
              Banyaknya uang Seratus Lima Puluh Satu Juta Rupiah
              Untuk            Pembayaran sebuah mobil Terios type standar

                                                           Jakarta, 22 Januari 2007
              Rp. 151.000.000,00                           Materai Rp.6.000,00

                                                                   Nenek Lincah
          Jurnal Umum
          Penjual:




     b. Nota
        Nota adalah tanda bukti pembelian suatu barang secara tunai yang dibuat pihak
        penjual dan diberikan kepada pihak pembeli. Nota minimal dibuat rangkap dua,
        aslinya diserahkan kepada pihak pembeli dan rangkapnya disimpan penjualnya
        sebagai bukti transaksi penjualan barang secara tunai. Nota bentyuknya adalah
        sebagai berikut:


Toko RATNA                                                       Jakarta, 20 Maret 1991
Jl. Mahakam No.2                                          Kepada Yth.
Jakarta                                                   Tn.
                                                          Toko

                                            Nota Kontan




       Jumlah                 Nama Barang                 Harga Satuan            Jumlah Harga
        2 buah            Mesin ketik merk Olmp.          Rp. 175.000,00          Rp. 350.000,00
        2 buah            Kalkulator merk ……….            Rp. 25.000,00           Rp. 50.000,00
                                                              Jumlah
                                                                                Rp. 400.000,00


                                                                                    Stempel




c   Faktur
    Faktur adalah perhitungan penjualan secara kredit yang dibuat oleh pihak penjual dan
    diberikan kepada pihak penjual dan diberikan kepada pihak pembeli . Faktur
    umumnya dibuat rangkap tiga, yang asli ( lembar pertama ) setelah ditanda tangani
    oleh pemebeli disimpan oleh penjual yang kelak akan digunakan sebagai bukti
    penagihan. Lembar kedua diserahkan kepada pihak pembeli dan lembar ketiga
    tertinggal pada buku faktur yang digunakan sebagai bukti transaksi penjualan secara
    kredit. Bentuk faktur adalah sebagai berikut :
CV. RATNA                                                                                         No. Faktur : 103
Jl. Otista No. 14                                                                                 Kepada
Jakarta Timur                                                                                     Toko Merapi
                                                                                                  Jl. A. Yani Bogor

                                                          FAKTUR

     Jumlah                         Nama Barang                    Harga Satuan               Jumlah Barang
      2 buah                     Mesin tik merk Olimpia            Rp. 175.000,00             Rp..1.750.000,00
                                                                       Jumlah                 Rp. 1.750.000,00




Barang tersebut telah kami terima                                                        Jakarta, 15 Maret 1991
Tgl. 15 – 3 – 1991
Yang menerima                                                                            Bagian Penjualan



Risti Sukma Handayani                                                                    Retno Endrawati


d. Bukti Memo

Bukti memo yaitu bukti transaksi yang dibuat oleh pimpinan perusahaan untuk bagian
pembukuan yang berisikan perintah pencatatan suatu kejadian. Bentuk memo adalah
sebagai berikut :

CV. RATNA
Jl. Mahakam no. 2
Jakarta                                                                                  Memo antar bagian

Kepada : Bagian Pembukuan                                                      Dari : Pimpinan
Hal.    : Penyusutan                                                           Tanggal 31 Desember 1991


                         Harap disusutkan :
                    1.   Bangunan gedung sebesar 5 %
                    2.   Peralatan kantor sebesar 10 %
                    3.   Peralatan toko sebesar 20 %




2. Bukti Pencatatan

       Bukti pencatatan ini uga sering disebut bukti jurnal. Bukti – bukti transaksi tidak
langsung dicatat kedalam jurnal tetapi terlebih dahulu dicatat dalam bukti pencatatan.
Dari bukti pencatatan itulah suatu transaksi dicatat dalam jurnal. Bukti pencatatan
memperlihatkan nama – nama rekening yang di debit dan di kredit berikut nomor
rekening serta jumlahnya. Dalam bukti pencatatan dicantumkan nama dan tanda tangan
yang membuat dan menyetujui, dengn demikian akan terlihat siapa yang bertanggung
jawab atas kebenaran pencatatan tersebut. Tanggal yang tercantum dalam bukti
pencatatan harus sama dengan tanggal yang terdapat dalam bukti transaksi. Tidak semua
perusahaan menggunakan bukti pencatatan atau bukti jurnal sebagai bukti
pembukuannya. Bentuk bukti pencatatan adalah sebagai berikut :




CV. RATNA
Jl. Mahakam nomor 2
Jakarta

                                                        BUKTI PENCATATAN

  No     : …………
  ( Lampiran bukti transaksi )

            Tanggal                                          Uraian                               Bukti Transaksi

        13 Febuari 1991          Pembelian perlengkapan kantor secara tunai                    Kwitansi



          Harap dicatat / digunakan sebagai berikut :

            Tanggal                 Rekening / Keterangan                     Debet                    Kredit
        13 Febuari 1991          Perlengkapan kantor                      Rp. 50.000,00                   -
                                     Kas                                        -                   Rp. 50.000,00


     Dibuat oleh :                                                                           Diperiksa / disetujui oleh :




C. KONSEP DEBIT DAN KREDIT

Sebelum kita mempelajari jurnal maka terlebih dahulu harus mengetahui tentang koonsep
mendebit dan mengkredit suatu rekening. Rekening berarti tempat yang digunakan untuk
mencatat dan menggolongkan transaksi yang sejenis. Bentuk rekening yang paling
sederhana adalah rekening bentuk T yang bentuknya sebagai berikut :


                      ( Sisi Debet )                                                 ( Sisi Kredit )




Mendebit rekening adalah mengadakan pencatatan suatu transaksi sebealah kiri ( debet )
pada rekening yang bersangkutan. Mengkredit rekening adalah mngadakan pencatatan
suatu transaksi disebelah kanan ( kredit ) pada rekening yang bersangkutan . Dalam
neraca rekening ( harta ) berada kedudukan setiap rekening dalam neraca dapat
digambarkan sebagai berikut :




Debet                                  Neraca                                   Kredit

Debet          Aktiva         Kredit            Debit           Utang           Kredit

        +                     -                         -                       +

                                                Debet           Modal           Kredit

                                                        -                       +


                                                D       Beban   K       D Pendapatan K

                                                +               -       -       +


                                                D       Prive   K

                                                +               -




Penjelasan :

1. Kelompok rekening neraca ( riil ) terdiri dari harta, utang dan modal. Penambahan
   dan pengurangannya ketiga rekening tersebut berbeda pencatatannya sesuai dengan
   posisinya dalam neraca. Rekening harta dalam neraca berada disisi debit maka
   penambahannya juga pda sisi debit sedangkan pengurangannya pada sisi kredit.
   Rekening utang dan modal dalam neraca berada di sisi kredit maka penambahannya
   juga pada sisi kredit sdangkan pengurangannya pada sisi debit.
2. Kelompok rekening nominal ( pendapatan dan beban ) dan rekening prive.
   Rekening beban dan prive jika bertambah dicatat di sisi debit sebab rekening tersebut
   akan mengurangi modal. Jika berkurang dicatat sebab rekening tersebut akan
   mengurangi modal. Jika berkurang dicatat dikredit. Rekening pendapatan jika
   bertambah dicatat di kredit sebab akan menambah modal, jika berkurang dicatat di
   debit.

    Misalnya terdapat transaksi sebagai berikut :

Tuan Budi menyetorkan uang tunai ke dalam kas perusahaan sebesar Rp. 200.000,00.
Dari transaksi tersebut berarti kita akan mendebit rekenign kas sebesar Rp. 200.000,00
dan mengkredit rekening Modal Tuan Budi sebear Rp. 200.000,00 . Dalam hal ini berarti
kita mencatat uang sejumlah Rp. 200.000,00 ke dalam rekening kas sebelah debit dan
mencatat uang sejumlah Rp. 200.000,00 kedalam rekening Modal Tuan Budi sebelah
kredit. Jika kita gambarkan ke dalam dua rekening tersebut tampak sebagai berikut .
Debet          Kas           Kredit         Debet          Modal Tuan Budi    Kredit

Rp. 200.000,00                                                   Rp. 200.000,00



Dari uraian di atas maka dapat disimpulkan sebagai berikut :

No                   Rekening                   Penambahan           Pengurangan
1.      Aktiva / Harta                            Di debet             Di kredit
2.      Utang                                     Di kredit            Di debet
3.      Modal                                     Di kredit            Di debet
4.      Prive                                     Di debet             Di kredit
5.      Pendapatan                                Di kredit            Di debet
6.      Beban                                     Di debet             Di kredit


D. JURNAL

       Sebenarnya pembukuan dapat dilakukan dari bukti pencatatan langsung ke
rekening buku besar. Pencatatan secara langsung memungkinkan banyak terjadi
kesalahan. Untuk menghindari hal itu maka bukti pencatatan dicatat terlebih dahulu
kedalam jurnal.

1. Fungsi Jurnal

Adapun fungsi jurnal adalah sebagai berikut :

a. Fungsi Analisa

Fungsi ini berarti bahwa sebelum dicatat transaksi di analisa, dalam rekening apa yang
didebet dan rekening apa yang dikredit, beserta jumlah uangnya.

b. Fungsi Historis

Fungsi ini berarti bahwa jurnl menggambarkan transaksi – transaksi yang telah terjadi
secara kronologis.

c. Fungsi Informatik

Fungsi ini berarti merupakan perintah untuk memindahkan kedalam rekening buku besar
sesuai dengan posisi debet dan kredit dalam jurnal.

d. Fungsi mencatat
Fungsi ini berarti bahwa setiap transaksi yang ada dalam perusahaan harus dicatat dalam
jurnal.

e. Instruktif

Fungsi ini berarti merupakan perintah untuk memindahkan kedalam rekening buku besar
sesuai dengan posisi debet dan kredit dalam jurnal.
2. Bentuk Jurnal

       Bentuk juranl yang umum digunakan oleh perusahaan – perusahaan adalah
sebagai berikut :


Jurnal                                                                     Halaman

    Tanggal            Rekening / Keterangan   Ref.      Debet               Kredit




Keterangan :

a. Kolom tanggal untuk mencatat tanggal, bulan, dan tahun terjadinya transaksi. Tahun
   dicantumkan paling atas kemudian diikuti bulan, tanggal dicantumkan pada kolom
   disebelahnya.
b. Kolom rekening/keterangan untuk mencatat rekening – rekening yang akan kita debet
   dan rekening – rekening yang akan kita kredit serta keterangan seperlunya dari
   taransaksi tersebut. Untuk rekening yang kita kredit penulisannya akan menjorok
   kedalam.
c. Kolom Ref. ( Referensi ) untuk mencatat nomor kode rekening yang bersangkutan
   jika sudah di vosting ke rekening buku besar.
d. Kolom debet untuk mencatat jumlah uang dari rekening yang kita debet.
e. Kolom kredit untuk mencatat jumlah uang dari rekening yang kita kredit.

CONTOH SOAL :

Biro Reklame Budi didirikan oleh Tuan Budi pada tanggal 1Febuari 1991 bergerak dalam
jasa periklanan. Transaksi – transaksi yang terjadi selama bulan Febuari sebagai berikut :

         Tgl. 1 Feb.       :      Tuan Budi menyetorkan uang tunai sebesar Rp. 500.000,00
                                  kedalam kas perusahaan.
         Tgl. 4 Feb.       :      Perusahaan membayar sewa ruangan untuk kegiatan bulan
                                  pertama usahanya sebear Rp. 50.000,00
         Tgl. 8 feb.       :      Dibeli perlengkapan kantor secara kredit seharga Rp.
                                  100.000,00.
         Tgl. 12 Feb.       Diterima dari langganan jasa pasang iklan sebesar Rp.
                            :
                            75.000,00.
     Tgl. 18 Feb. :         Dibayar rekening listrik untuk bulan Febuari 1991 sebesar Rp.
                            5.000,00.
     Tgl. 25 Feb. :         Tuan Budi mengambil uang dari perusahaannya untuk
                            keperluan pribadi sebesar Rp. 25.000,00
     Tgl. 28. Feb. :        Di pinjam dari Bank Rakyat Indonesia untuk memperbesar
                            usahanya sebesar Rp. 500.000,00.
Transaksi - transaksi tersebut diatas dicatat dalam jurnal sebagai berikut :

Jurnal                                                                        Halaman : 1

   Tanggal            Rekening / Keterangan             Ref.      Debet          Kredit

 1991
 Feb.      1.   Kas                                            500.000,00           -
                           Modal Tuan Budi                          -          500.000,00
                ( Setoran modal / investasi modal )
           4.   Beban Sewa                                      50.000,00          -
                           Kas                                      -          50.000,00
                ( Membayar sewa bulan pertama )
           8.   Perlengkapan Kantor                            100.000,00           -
                           Utang Usaha                              -          100.000,00
                ( Pembelian perlengkapan kantor )
          12.   Kas                                             75.000,00          -
                           Pendapatan Jasa                          -          75.000,00
                ( Penerimaan Uang Jasa )
          18.   Beban Listrik                                    5.000,00           -
                           Kas                                       -          5.000,00
                ( Pembayaran beban listrik bln. Feb )
          25.   Prive Tuan Budi                                 25.000,00          -
                           Kas                                      -          25.000,00
                ( Pengambilan prive )
          25.   Kas                                            500.000,00           -
                           Utang Bank                               -          500.000,00
                ( Pinjaman Bank Rakyat Indonesia )



                                      Jumlah                   1.225.000,00   1.225.000,00
SOAL-SOAL

A. SOAL TEORI

   1. Sebutkan contoh bukti transaksi !
   2. Apakah yang disebut dengan mendebit
   3. Apakah yang dimaksud dengan mengkredit
   4. Sebutkan nama-nama rekening yang penambahannya di sisi debit !
   5. Sebutkan nama-nama rekening yang pengurangannya disisi debit !
   6. Sebutkan dan jelaskan fungsi jurnal !
   7. Apakah fungsi kolom referensi dalam jurnal !
    8. Kapankah pencatatan dalam jurnal dilaksanakan !


B. SOAL LATIHAN

1. H. Hasbullah pada tanggal 1 Juli 1991 mendirikan sebuah perusahaan yang diberikan
   nama Biro Jasa Berkah. Transaksi – transaksi yang teradi pada bulan pertama adalah
   sebagai berikut :

    Juli      1  : H. Hasbullah menyetorkan uang tunai ke perusahaan sebesar Rp.
                   5.000.000,00
              2 : Disewa sebuah rumah untuk kegiatan usaha sebesar Rpp.
                   50.000,00 perbulan
              4 : Dibeli perlengkapans kantor secara tunai dari Toko Anugerah
                   sebesar Rp. 100.000,00
              5 : Dibeli sebuah mesin tik untuk keperluan kantor seharga Rp.
                   350.000,00
              7 : Dibayar biaya untuk pemasangan iklan pada harian Kompas Rp.
                   75.000,00
              8 : Diterima komisi untuk pengurusan surat – surat kendaraan
                   Rp.50.000,00
              9 : Diselesaikan pengurusan surat jual beli sebidang tanah untuk PT.
                   Intra Komisi yang diperhitungakan sebesar Rp. 2.500.000,00 akan
                   diterima bulan berikutnya.
              12 : Dibeli sebuah kendaraan sepeda motr untuk memeprlancar urusan
                   usahanya sebesar Rp. 3.200.000,00 dibayar tunai Rp. 1.050.000,00
                   sisanya dibayar diangsur bulanan.
                   15 : Diterima uang komisi untuk pengurusan surat – surat kendaraan
                         bermotor sebesar Rp. 75.000,00.
                   19 : Dibayar rekening telepon dan listrik sebesar Rp. 100.000,00
                   22 : Dibayar upah yang membantu sebesar Rp. 125.000,00
                   28. : Diterima uang komisi untuk kepengurusan perpanjangan SIM
                         sebesar Rp. 30.000,00.
                   31 : Dibayar gaji pegawai kantor sebesar Rp. 150.000,0

Rekening yang digunakan oleh Biro Jasa Berkah adalah sebagai berikut :

101. Kas                                     301. Modal H. Hasbullah
102. Piutang Usaha                           401. Pendapatan Komisi
103. Perlengkapan Kantor                     501. Beban Sewa
111. Peralatan kantor                        502. Beban upah dan gaji
112. Kendaraan                               503. Beban Iklan
201. Utang Usaha                             504. Beban Telepon dan Listrik

Pertanyaan :

Buatlah jurnal umum dari transaksi – transaksi tersebut diatas !

2. Ir. Baskara membuka sebuah kantor yang bergerak dalam bidang arsitek pada tanggal
   1 Agustus 1991 yang diberi nama Biro Arsitek Baskara. Transaksi – transalsi yang
   terjadi selama bulan pertam adalah sebagai berikut :

   Agustus 1          :   Ir. Baskara membuka sebuah rekening pada BNI ‟46 atas nama
                          Biro Arsitek Baskara dan menyetor uang sebesar Rp.
                          10.000.000,00 sebagai modal.
               2      :   Dibayar dengan cek sewa sebuah rumah untuk kegiatan usahanya
                          sebesar Rp. 100.000,00 sebulan
               3      :   Dibeli peralatan gambar dari Toko Merbabu sebesar Rp.
                          5.000.000,00 dibayar dengan cek sebesar Rp. 3.000.000,00 dan
                          sisanya bulan depan.
               4      :   Diambil dari Bank untuk mengisi kas perusahaan sebesar Rp.
                          1.000.000,00
               5      :   Dibeli perkas perlengkapan gambar sebesar Rp. 300.000,00
               9      :   Diserahkan kepada kontraktor PT. Bangun Indah satu set rencana
                          bangunan seharga Rp. 1.000.000,00 diterima tunai.
               10     :   Dibeli dengan kredit perlengkapan gambar dari CV. Abadi
                          seharga Rp. 200.000,00
               16     :   Telah diseleaikan dan diserahkan seperangkat gambar rencana
                          bangunan kepada kontraktor PT. Bangun Indah seharga Rp.
                          2.500.000,00 pembayaran kemudian.
               18     :   Dibayar tunai gaji para juru gambar sebear Rp. 600.000,00
               23     :   Diterima tunai dari PT. Bangun Indah sebesar Rp. 1.500.000,00
                          atas penyerahan gambar pada tanggal 16 Agustus yang lalu.
               28   :   Ir. baskara mengambil uang tunai untuk keperluan pribadi Rp.
                        100.000,00
               30   :   Dibayar bermacam – macam biaya sebesar Rp. 100.000,00
               31   :   Dibayar dengan cek gaji juru gambar sebesar Rp. 400.000,00




Rekening buku besar yang digunakan oleh Biro Arsitek baskara adalah sebagai berikut :

101. Kas ditangan                           301. Modal Ir. Baskara
102. Kas Gudang                             302. Prive Ir. Baskara
103. Piutang Usaha                          301. Pendapatan Jasa Arsitektur
104. Perlengkapan Gambar                    501. Beban Gaji
111. Peralatan Gambar                       502. Beban Sewa
201. Utang Usaha                            503. Beban Serba – serbi

Pertanyaan :

Buatlah Jurnal Umum dari transaksi – transaksi tersebut diatas !


3. Tirta Atmaja membuka kedua kolam renang “ Taman Tirta “. Selama bulan Agustus
   1991 ia melakukan transaksi – transaksi berikut ini untuk perusahaan itu .


     Agustus             1     :     Di investasikan Rp. 30.000.000,00 ke dalam
                                     perusahaan .
                         2.    :     Dibayar sewa Agustus 1991 Rp. 500.000,00
                         3     :     Di beli meja , kursi dan peralatan lain dengan harga
                                     Rp. 9.000.000,00. Dari jumlah tersebut dibayar
                                     tunai Rp. 5.000.000,00 dan untuk sisanya dibayar
                                     waktu 30 hari.
                         5     :     Di bayar Rp. 200.000,00 untuk iklan.
                         7     :     Di beli dengan kredit perlengkapan dengan harga
                                     Rp. 750.000,00 dan tambahan peralataan Rp.
                                     2.500.000,00.
                         15    :     Di catat pendapataan tunai yang di peroleh selama
                                     setengah bulan pertama dari bulan Agustus 1991
                                     sebesar Rp. 1.500.000,00.
                         16    :     Di bayar upah Rp. 450..000,00.
                         20    :     Di ambil Rp. 400.000,00 dari perusahaan untuk
                                     keperluan pribadi.
                         30    :     Di catat pendapataan tunai yang di peroleh selama
                                     setengah bulan kedua dari bulan Agustus 1991 Rp.
                                     1.750.000,00.
                        31   :      Di bayar upah Rp. 450.000,00.

Rekening – rekening di dalam buku besar perusahaan itu adalah:
101 Kas                            302 Prive R. Tirta atmaja
102 Perlengkapan                   401 Pendapatan usaha
111 Peralatan                      401 Pendapatan usaha
201 Utang usaha                    502 Beban iklan
301 Modal R. Tirta atmaja          503 Beban upah

Diminta:

Buatlah ayat-ayat jurnal untuk mencatat transaksi-transaksi bulan Agustus tersebut di
atas!

4. Catatlah transaksi dibawah ini dalam Jurnal Umum yang bernomor halaman 1.

      Maret   1    : Ramli mulai perusahaannya dengan menginvestasikan sebagai
                     modal pertama Rp. 7.500.000,00
              5    : Dibayar sewa atas ruangan usaha sebesar Rp. 750.000,00
              8    : Dibeli tunai dari Toko Sinar perlengkapan kantor seharga Rp.
                     150.000,00 dan peralatan kantor seharga Rp. 650.000,00
              10   : Dibeli dengan kredit tambahan peralatan kantor dari Toko Mulia
                     Jakarta seharga Rp. 900.000,00.
              14   : Ramli mengambil uang tunai dari prusahaan untuk keperluan
                     pribandinya sebesar Rp. 350.000,00
              17   : Dibayar gaji karyawan sebesar Rp. 275.000,00
              19   : Telah diselesaikan pekerjaan atas langganan dengan biaya
                     penyelesaian sebesar Rp. 750.000,00 jumlah tersebut difakturkan
                     untuk ditagih.
              21   : Dibayar beban serba – serbi usaha sebesar Rp. 150.000,00
              23   : Diterima pendapatan usaha sebesar Rp. 300.000,00
              25   : Diterima angsuran utang sebesar Rp. 300.000,00 kepada Toko
                     Mulia Jaya jakarta.
              28   : Diterima angsuran pembayaran langganan atas pekerjaan yang
                     telah selesai tanggal 19 Maret yang lalu sebesar Rp. 400.000,00.
              30   : Dibayar beban serba – serbi uasaha sebesar Rp. 125.000,00

      Perkiraan – perkiraan yang digunakan :

      111     Kas                              312       Prive Ramli
      112     Piutang                          411       Pendapatan Jasa
      113     Perlengkapan Kantor              511       Beban Sewa
      121     Peralatan Kantor                 512       Beban Gaji
      211     Utang                            513       Beban serba – serbi
      311     Modal Ramli
                                                 Ujian Nasional Akuntansi , Dasar Satu
                                                 Sabtu, 1 September 1990




5. Berikut ini transaksi – transaksi yag dilakukan oleh Bioskop Madya selama bula Juli
   tahun berjalan.
       Juli    1 : Diterima dan setor ke rekening bank Rp. 80.000.000,00 uang yang
                      diterima dari Persero ( stock holder) untuk modal saham ( capital
                      stock ).
               1 : Dibeli bioskop Top Rp. 125.000.000,00 yang dibebankan sebagai
                      berikut : peralatan Rp. 50.000.000,00 , gedung Rp. 45.000.000,00 ,
                      tanah Rp. 30.000.000,00 . Dibayar dengan cash Rp. 50.000.000,00
                      dan diberikan mortgage note ( hipotik ) untuk sisanya.
               5 : Dibayar premi asuransi harta kekayaan dan kecelakaan Rp.
                      3.500.000,00
               6 : Dibeli dengan kredit perlengkapan Rp. 975.000,00 dan peralatan
                      Rp. 2.500.000,00
               6 : Dibayar poster dan iklan surat kabar bulan Juli Rp. 915.000,00
               9 : Diterima per kas penjualan karcis masuk dalam minggu ini Rp.
                      3.750.000,00
               11 : Dibayar beban lain – lain Rp. 125.000,00
               15 : Diterima gaji setengah bulanan Rp. 2.850.000,00
               16 : Diterima kas penjualan karcis masuk minggu ini Rp. 5.500.000,00
               18 : Dibayar beban lain – lain Rp. 45.000,00
               21 : Dibayar per kas kepada kreditur Rp. 2.400.000,00
               23 : Diterima per kas dari penjualan karcis masuk minggu ini Rp.
                      6.200.000,00
               24 : Dibayar perlengkapan dengan tunai Rp. 76.000,00
               25 : Dibayar untuk pamflet iklan bulan Juli Rp. 135.000,00
               28 : Dibukukan faktur sebesar Rp. 6.100.000,00 untuk sewa film bulan
                      Juli. Pembayarna jatuh tempoo tanggal 6 Agustus.
               29 : Dibayar langganan listrik dan air sebesar Rp. 4.500.000,00
               31 : Dibayar gaji//upah setengah bulanan Rp. 4.500.000,00
               31 : Diterima tunai dari penjualan karcis untuk sisa bulan ini Rp.
                      8.750.000,00.

       Diminta :
       Bukukanlah transaksi – transaksi tersebut di atas ke dalam Jurnal Umum.
       Rekening – rekenign buku besar yang dipergunakan :

       101     Kas                         301      Modal Saham
       103     Asuransi dibayar dimuka     401      Pendapatan film
        104             Perlengkapan         501    Beban gaji dan upah
        111             Peralatan            502    Beban sewa film
        113             Gedung               503    Beban iklan
        115             Tanah                504    Beban listrik dan air
        201             Utang Usaha          505    Beban lain –lain
        212             Utang Hipotik
                                             Ujian Nasional Akuntansi , Dasar Satu
                                             Sabtu , 1 September 1990 dengan perubahan



                                            BAB VIII

                                  BUKU BESAR DAN NERACA SALDO

A. PENDAHULUAN

        Bukti pencatatan pertama – tama akan dicatat dalam sebuah buku yang
dinamakan jurnal. Catatan dalam jurnal tersebut secara kronologis dipindahkkan ke
rekening buku besar. Setelah akhir periode akuntansi maka saldo rekening – rekening
buku besar tersebut disusun ke dalam suatu daftar yang dinamakan neraca saldo. Neraca
saldo disini berfungsi sebagai alat pengontrol catatan dalam rekening buku besar.


B. BUKU BESAR

1. Pengertian Buku Besar

       Setiap bukti transaksi yang sudah dibuatkan bukti pencatatannya ( bukti jurrnal )
akan dicatat dalam jurnal , selanjutnya secara kronologis dibukukan kedalam rekening.
Kumpulan dari rekening tersebut dinamakan buku besar. Pencatatan dari jurnal ke
rekening buku besar dinamakan posting.

2. Bentuk Rekening

Ada beberapa bentuk rekening diantaranya :

a. Rekening berbentuk T (T account )

Bentuk ini berbentuk bentuk yang paling sederhana yang menyerupai huruf T. Bentuk ini
mempunyai dua sisi yaitu sisi debit dan sisi kredit. Bentuknya adalah seagai berikut :

Nama                                                                            No

       ( Sisi debet )                               ( Sisi kredit )
b. Rekening bentuk T disempurnakan ( bentuk dua kolom )

Bentuk ini adalah merupakan penyempurnaan dari rekening bentuk T , dimana sisi debit
maupun sisi kredit masing – masing dibagi menjadi kkolom tanggal, keterangan, ref
( referensi ) dan jumlah. Bentuknya adalah sebagai berikut :

Nama :                                                                                            No :
    Tanggal   Keterangan      Ref   Jumlah           Tanggal      Keterangan   Ref              Jumlah




c. Rekening berbentuk tiga kolom

Bentuknya adalah sebagai berikut :

Nama :                                                                                            No :
    Tanggal   Keterangan      Ref   Debet            Kredit      D/K                 Saldo




Keterangan :

-     Kolom tanggal unutk mencatat tanggal terjadinya transaksi.
-     Kolom keterangan untuk mencatat keterangan/uraian yang terdapat dalam jurnal.
-     Kolom ref ( referensi) untuk mencatat nomor halamn jurnal.
-     Kolom debit untuk mencatat jumlah uang yang kita debit.
-     Kolom kredit untuk mencatat jumllah uang yang kita kredit.
-     Kolom D / K untuk mencatat macamnya saldo dari rekening yang bersangkutan. Jika
      rekening tersebut bersaldo debit maka ditulis D dan sebaliknya jika rekening tersebut
      bersaldo kredit ditulis K.
-     Kolom saldo untuk mencatat jumlah saldodari rekening tersebut.


d. Rekening berbentuk empat kolom

       Bentuknya hampir sama dengan rekening berbentuk tiga kolom hanya bedanya
dalam kolom saldo terbagi dua yaitu kolom debit dan kolom kredit. Bentuknya adalah
sebagai berikut :

Nama      :                                                                                       No :
                                                                                        Saldo
Tanggal          Keterangan         Ref      Debet             Kredit          Debet              Kredit
Keterangan :

-   Kolom tanggal untuk mencatat tanggal terjadinya transaksi.
-   Kolom keterangan utnuk mencatat keterangan /uraian yang terdapat dalam jurnal..
-   Kolom ref ( referensi) untuk mencatat nomor halaman jurnal.
-   Kolom debit untuk mencatat jumlah uang yang kita debit.
-   Kolom kredit untuk mencatat jumlah uang yang kita kredit.Kolom saldo untuk
    mencatat saldo dari rekening tersebut. Jika bersaldo debit dicatat pada kolom debit
    dan sebaliknya jika bersaldo kerdit dicatat pada kolom kredit.

       Pada umumnya perusahaan menggunakan rekenign yang berbentuk tiga kolom
maupun empat kolom, karena kedua bentuk tersebut setiap saat dapat diketahui saldonya
sehingga mempermudah pemeriksaan.


3. Pencatatan Dalam Rekening Buku Besar.

Langkah – langkah pencatatan dalam rekening besar adalah sebagai berikut :

a. Mencatat saldo awal dari data neraca awal. Rekening yang ada di isi debit neraca
   dicatat sebagai saldo debit dan rekening yang ada diisi kredit neraca dicatat sebagai
   saldo kredit.

b. Mencatat tanggal terjadinya transaksi yang diambilkan dari tanggal transaksi pada
   jurnal ke kolom tanggal rekening buku besar yang bersangkutan.


c. Mencatat keterangan yang diambilkan dari keterangan/uraian dalam jurnal ke kolom
   keterangan pada rekening buku besar yang bersangkutan.

d. Mencatat jumlah debit dalam jurnal ke kolom debit rekening yang bersangkutan, dan
   mencatat jumlah kredit dalam jurnal ke kolom kredit yang bersangkutan.


e. Mencatat nomor halaman jurnal ke kolom referensi (ref) rekening buku besar yang
   bersangkutan.

f. Jika rekening dalam jurnal sudah dibukukan ke dalam rekening buku besar maka di
   kolom referensi jurnal dicatat nomor kode rekening yang bersangkutan.


g. Jika digunakan rekening yang berbentuk tiga kolom atau empat kolom maka carilah
   saldonya dengan cara membandingkan antara jumlah saldo dengan pencatatan
   transaksi tersebut. Pencatatan debit akan menambah saldo debit atau mengurangi
   saldo kredit, sedangkan pencatatan kredit akan mengurangi debit atau menambah
   saldo kredit.
   Agar lebih jelasnya pencatatan dari jurnal ke rekening buku besar maka perhatikanlah
bagan di bawah ini.



Jurnal     :                                                                                                       Hal : 1
    Tanggal                    Rekening/keterangan          Ref                 Debet                        Kredit
  1991
  Feb.      1       Kas                                     101             Rp. 500.000,00
                          Modal Tuan Budi                   301                   -                     Rp. 500.000,00
                    ( setoran modal )




Nama       : Kas                                                                                                   No : 101

      Tanggal               Keterangan          Ref        Debet               Kredit                     Saldo
                                                                                                Debet              Kredit
  1991
  Feb.          1   Satuan modal                 1     Rp. 500.000,00             -          Rp.500.000,00            -




Nama       : Modal Tuan Budi                                                                            No : 301
      Tanggal               Keterangan          Ref        Debet               Kredit                     Saldo
                                                                                                Debet              Kredit
  1991
  Feb.          1   Satuan modal                 1           -              Rp. 500.000,00         -           Rp.500.000,00




CONTOH SOAL

   Perusahaan Angkutan Pinggir Kota yang bergerak dalam bidang jasa angkutan
menunjukkan neraca per 1 Januari 1991 sebagai berikut:
                                               Perusahaan Angkutan Pinggir Kota

                                                             Neraca
                                                       Per 1 Januari 1991




Kas                       Rp. 10.000.000,00                             Utang usaha             Rp. 15.000.000,00
Piutang usaha             Rp. 15.000.000,00                                Modal budi                   Rp    62.500.000,00
Perlengkapan              Rp. 2.500.000,00
Kendaraan                 Rp. 50.000.000,00



       Jumlah aktiva      Rp. 77.500.000,00                                      Jumlah pasivva         Rp. 77.500.00,00




Data Jurnal selama bulan Januari 1991 adalah berikut:
Jurnal umum                                                                                                                  Halaman 4


   Tanggal                          Rekening/keterangan                   Ref.              Debet                       Kredit

1991
Jan        5        Perlengkapan                                          103           2.000.000,00                       -
                    Kas                                                   101                 -                      2.000.000,00
                    (pembelian perlengkapan)
  “        10       Uang Usaha                                            201           5.000.000,00                       -
                    Kas                                                   101                 -                      5.000.000,00
                    (pembayaran utang)
  “        15       Kas                                                   101           10.000.000,00                      -
                    Piutang usaha                                         102                 -                      10.000.000,00
                    (penerimaan piutang)
  “        25       Kendaraan                                             111           5.000.000,00                       -
                    Utang usaha                                           201                 -                      5.000.000,00
                    (Pembelian kendaraan kredit)



                                                                                        22.000.000,00                22.000.000,00




Dari data neraca dan jurnal tersebut diatas setelah di bukukan ke rekening buku besar
terlihat sebagai berikut:


Nama : Kas                                                                                                                   No : 101

                                                                                                                     Saldo
   Tanggal                 Keterangan              Ref       Debet                 Kredit
                                                                                                             Debet             Kredit

1991
Jan.           1    Saldo                          V            -                      -                10.000.000,00            -
  “            5    Pembayaran Perlengkapan        4            -                2.000.000,00            8.000.000,00            -
  “            10   Pembayaran Utang               4            -                5.000.000,00            3.000.000,00            -
  “            15   Penerimaaan Piutang            4      10.000.000,00                -                13.000.000,00            -




Nama : Piutang Usaha                                                                                                         No : 102

                                                                                                                     Saldo
   Tanggal                 Keterangan              Ref       Debet                 Kredit
                                                                                                             Debet             Kredit
1991
Jan.        1   Saldo                    V          -                          15.000.000,00              -
  “         5   Penerimaan Piutang       4          -         10.000.000,00     5.000.000,00              -




Nama : Perlengkapan                                                                               No : 103

                                                                                          Saldo
  Tanggal               Keterangan       Ref      Debet          Kredit
                                                                                 Debet             Kredit

1991
Jan.        1   Saldo                    V           -              -         2.500.000,00            -
  “         5   Pembelian Perlengkapan   4     2.000.000,00         -         4.500.000,00            -




Nama : Kendaraan                                                                                  No : 103

                                                                                          Saldo
  Tanggal               Keterangan       Ref      Debet          Kredit
                                                                                  Debet             Kredit

1991
Jan.     1      Saldo                    V           -              -          50.000.000,00
  “      25     Pembelian Kendaraan      4     5.000.000,00         -          55.000.000,00




Nama : Utang Usaha                                                                                No : 201

                                                                                          Saldo
  Tanggal               Keterangan       Ref      Debet          Kredit
                                                                                Debet             Kredit

1991                                                                                           15.000.000,00
Jan.     1      Saldo                    V           -              -             -            10.000.000,00
  “      10     Pembayaran Utang         4     5.000.000,00         -             -            15.000.000,00
  “      25     Pembelian Kendaraan      4           -        5.000.000,00        -




Nama : Modal Budi                                                                                 No : 301

                                                                                          Saldo
  Tanggal               Keterangan       Ref      Debet          Kredit
                                                                                Debet             Kredit

1991
Jan.        1   Saldo                     -         -               -             -            62.000.000,00
C. NERACA SALDO

        Keseimbangan antara jumlah debit dan jumlah kredit dalam rekenig buku besar
harus diperiksa. Pemerikasaan keseimbangan sebaiknya dilakukan tiap – tiap akhir bulan.
Alat yang digunakan untuk memeriksa atau mengontrol adalah neraca saldo. Neraca
saldo dapat diartikan suatu data yang memuat daftar – daftar nomor, nama dan saldo dari
masing – masing rekening buku besar. Sumber pencatatan neraca saldo diambilkan dari
saldo – saldo rekening buku bear yang ada dalam perusahaan tersebut.
        Jika perusahaan menggunakan bentuk rekening tiga kolom atau empat kolom
maka penyusunan neraca saldo tinggal mencatat jumlah saldo dari masing – masing
rekening yang terlihat dalam neraca saldo. Rekening yang bersaldo debit maka kita catat
saldo tersebut pada kolom debit dan sebaliknya rekening yang bersaldo kredit kita catat
saldo tersebut pada kolom kredit. Tapi bila perusahaan menggunakan bentuk rekening T
( T account ) atau rekening T account yang disempurnakan ( dua kolom ) maka
penyusunan neraca saldo terlebih dahulu harus menghitung dari masing – masing
rekening yang ada dalam perusahaan. Cara mencari saldonya dengan jalan menjumlahkan
sisi debit dan menjumlahkan sisi kredit dari setiap rekening. Kemudian kita bandingkan
antara jumlah debit dan jumlah kredit, jika jumlah debit lebih besar dari jumllah kredit
maka selisihnya merupakan saldo debit. Sebaliknya jika jumlah kerdit lebih besar dari
umlah debit maka selisihnya merupakan saldo kredit. Dalam neraca saldo jumlah debit
akan sama besarnya dengan jumlah kredit. Bentuk neraca saldo adalah sebagai berikut :



 No                Nama Rekening                     Debet                 Kredit




Keterangan :

1. Kolom nomor untuk mencatat nomor kode rekening yang bersangkutan.
2. Kolom nama rekening untuk mencatat nama – nama rekening yang ada dalam
   perusahaan tersebut.
3. Kolom debit untuk mencatat jumlah saldo uang dari rekening yang besaldo debit.
4. Kolom kredit untuk mencatat jumlah saldo uang dari rekening yang bersaldo kredit.
Pada contoh rekeing buku besar Perusahaan Angkutan Pinggir Kota tersebut di atas jika
dibuat neraca saldonya terlihat sebagai berikut :




                                        Perusahaan Angkutan Pinggir Kota

                                                  Neraca Saldo
                                               Per 31 Januari 1991


 No                     Nama Rekening                                Debet                         Kredit

 101     Kas                                                    Rp. 13.000.000,00                    -
 102     Pitang Usaha                                           Rp. 5.000.000,00                     -
 103     Perlengkapan                                           Rp. 4.500.000,00                     -
 111     Kendaraan                                              Rp. 55.000.000,00                    -
 201     Utang Usaha                                                    -                    Rp. 15.000.000,00
 301     Modal Budi                                                     -                    Rp. 62.500.000,00

                                                                Rp. 77.500.000,00            Rp. 77.500.000,00




        Dari contoh di atas terdapat beberapa rekening yang bersaldo debit dan ada
beberapa rekening yang bersaldo kredit. Rekening kas tidak akan mungkin bersaldo
kredit, oleh sebab itu rekening kas dikatakan bersaldo normal debit. Saldo normal setiap
rekening sama dengan sisi penambahan dari rekening yang bersangkutan.
Agar jelasnya di bawah ini adalah tabel saldo normal dari setiap rekening :

No                        Nama Rekening                                             Saldo Normal
1.     Harta                                                                            Debet
2.     Utang                                                                            Kredit
3.     Modal                                                                            Kredit
4.     Prive                                                                            Debet
5.     Pendapatan                                                                       Kredit
6.     Beban                                                                            Debet




SOAL – SOAL

A. SOAL TEORI

1. Apakah yang dimaksud dengan buku besar ?
2. Sebutkan bentuk – bentuk rekening buku besar !
3. Sebutkan kelemahan – kelemahannya jika kita menggunakan rekening buku besar
   yang berbentuk T account !
4. Sebutkan langkah – langkah dalam posting !
5. Di sisi manakah saldo normal rekening harta, utang, modal, pendapatan dan beban !
6. Apakah yang dimaksud dengan neraca saldo ?
7. Dari manakah sumber pencatatan neraca saldo ?




B. SOAL LATIHAN

1. Perusahaan Binatu Merah yang didirikan oleh Kasman pada tangggal 1 Febuari 1991
   menunjukkan data jurnal sebagai berikut :

Jurnal Umum                                         ( dalam rupiah )                  Halaman : 001

     Tanggal                Rekening/keterangan                  Ref      Debet                       Kredit
   1991
   Feb.        1    Kas                                                6.000.000,00                    -
                           Modal Kasman                                      -                   6.000.000,00
    ”          2    Beban Sewa                                           50.000,00                     -
                           Kas                                               -                    50.000,00
    “          3    Perlengkapan Kantor                                  50.000,00                     -
                           Utang Usaha                                       -                    50.000,00
    “          4    Perlengkapan cuci                                   150.000,00
                           Kas                                               -                    150.000,00
    “          5    Peralatan kantor                                    400.000,00                     -
                    Peralatan cuci                                      100.000,00                     -
                           Utang Uasaha                                      -                    200.000,00
                           Kas                                               -                    300.000,00
    „‟         7    Piutang Usaha                                       150.000,00                     -
                           Pendapatan jasa cuci                              -                    150.000,00
    “          8    Peralatan binatu                                    100.000,00                     -
                    Perlengkapan binatu                                  25.000,00                     -
                           Kas                                               -                    125.000,00
    “          9    Kendaraan                                          2.500.000,00                    -
                           Kas                                               -                   2.500.000,00
    “          10   Beban Iklan                                          60.000,00                     -
                           Kas                                               -                    60.000,00
    “          11   Kas                                                 250.000,00                     -
                           Pendapatan jasa binatu                            -                    250.000,00
    “          13   Utang Usaha                                         150.000,00                     -
                           Kas                                               -                    150.000,00
    “          14   Tanah                                              2.000.000,00                    -
                           Kas                                               -                   2.000.000,00
    “          15   Prive Kasman                                         50.000,00                     -
                           Kas                                               -                    50.000,00
    “          17   Kas                                                 300.000,00                     -
                           Pendapatan jasa cuci                              -                    300.000,00
    “          18   Beban gaji                                           75.000,00                     -
                           Kas                                               -                    75.000,00
    “          20   Perlengkapan kantor                                  50.000,00                     -
                           Wesel bayar                                       -                    50.000,00
    “          22   Kas                                                 150.000,00                     -
                           Piutang Usaha                                     -                    150.000,00
    “          23   Beban lain –lain                                     25.000,00                     -
                           Kas                                               -                    25.000,00
    “          26   Kas                                                 200.000,00                     -
                    Piutang Usaha                                       300.000,00                     -
                           Pendapatan jasa binatu                            -                    500.000,00
    “          27   Beban listrik                                        50.000,00                     -
                           Kas                                               -                    50.000,00
    “          28   Beban gaji                                           75.000,00                     -
                           Kas                                               -                    75.000,00
    “          28   Beban Telepon                                        30.000,00                     -
                           Kas                                               -                    30.000,00
                                                    13.590.000,00   13.590.000,00




Dafttar rekening buku besar yang disediakan oleh perusahaan Binatu Murah adalah
sebagai berikut:
101. Kas                                  202. Wesel bayar
102. Piutang usaha                        301. Modal Kasman
103 Perlengkapan cuci                     302. Prive Kasman
104. Perlengkapan binatu                  401. Pendapatan jasa cuci
105. Perlengkapan kantor                  402. Pendapatan jasa binatu
111. Tanah                                501. Beban sewa
112. Peralatan kantor                     502. Beban gajih
113. Peralatan binatu                     503. Beban iklan
114. Peralatan cuci                       504. Beban listrik
115. Kendaraan                            505. Beban telepon
201. Utang usaha                          506. Beban lain-lain

Dari data jurnal tersebut di atas maka:
1. Bukukanlah (posting) ke dalam buku besar.
2. Susunlah neraca saldonya pada tangggal 28 Februari 1991.


2. Data Perusahaan Ekspedisi Lancar memperlihatkan rekening-rekening beserta
   saldonya pada tanggal 1 Maret 1991 sebagai berikut:
   101. Kas                                       Rp. 2.650.000,00
   102. Piutang usaha                             Rp. 3.840.000,00
   103. Perlengkapan kantor                       Rp.    900.000,00
   111. Tanah                                     Rp. 10.000.000,00
   112. Gedung                                    Rp. 6.500.000,00
   113. Akumulasi penyusutan gedung               Rp. 1.625.000,00
   114. Peralatan kantor                          Rp. 5.000.000,00
   115. Akumulasi penyusutan peralatan kantor Rp. 1.000.000,00
   116. Kendaraan                                 Rp.140.000.000,00
   117. Akumulasi penyusutan kendaraan            Rp. 28.000.000,00
   201. Utang usaha                               Rp. 6.300.000,00
   301. Modal Risti                               Rp. 94.190.000,00
   302. Prive Risti                               Rp.    500.000,00
   401. Pendapatan ekspidisi                      Rp. 43.450.000,00
   501. Beban gajih                               Rp. 4.500.000,00
   502. Beban sewa                                Rp.    450.000,00
   503. Beban perlengkapan kantor                 Rp.      -
   504. Beban penyusutan gedung                   Rp.      -
   505. Beban penyusutan peralatan kantor         Rp.      -
   506. Beban penyusutan kendaraan                  Rp.      -
   507. Beban servis kendaraan                      Rp..     -
   508. Beban lain-lain                             Rp.    225.000,00



Selama bulan Maret 1991 terjadi transakllsi-transaksi sebagai berikut:

Maret    1     :     Di beli perlengkapan kantor dari toko Merdeka sebesar Rp.
                     250.000,00 di bayar tunai Rp. 200.000,00 sisanya bulan depan.
         3     :     Di terima tagihan dari PT. Mega Jaya sebesar Rp. 150.000,00.
         6     :     Di bayar iuran keamanan lingkungan untuk bulan Maret 1991
                     sebesar Rp. 50.000,00
         7     :     Di bayar biaya servis kendaraan pada bengkel Agung Jaya Rp.
                     875.000,00.
         9     :     Dibayar sewa parkir kendaraan untuk bulan Maret 1991 sebesar Rp.
                     225.000,00
         10    :     Di beli seperangkat komputer untuk keperluan kantor dari PT. IBM
                     dengan kredit seharga Rp. 3.000.000,00.
         12    :     Di bayar utang kepada toko Cempaka Motor sebesar Rp.
                     500.000,00
         15    :     Di terima uang jasa mengangkut barang dari langganan sebesar Rp.
                     2.745.000,00.
         16    :     Risti mengambil uang tunai dari perusahaan untuk keperluan
                     pribadi sebesar Rp. 250.000,00.
         18    :     Di bayar uang makan sopir untuk pertengahan bulan pertama Rp.
                     180.000,00.
         20    :     Di bayar gajih karyawan untuk pertengahan bulan pertama Rp.
                     500.000,00.
         23    :     Di terima uang jasa anggkutan sebesar Rp. 1.500.000,00.
         24    :     Di selesaikan pekerjaan angkut untuk PT. Melati seharga Rp.
                     4.500.000,00.
         26    :     Di beli sebidang tanah untuk perluasan kantor seharga Rp.
                     5.000.000,00 di bayar tunai Rp. 2.000.000,00 sisanya di angsur
                     lima kali.
         28    :     Di bayar uang makan sopir untuk akhir bulan sebesar Rp.
                     180.000,00.
         30    :     Di bayar gaji karyawan sebesar Rp. 500.000,00.

         Pertanyaan:
         a. Buatlah jurnal umum untuk transaksi-transaksi yang tejadi selama bulan
            Maret 1991.
         b. Bukukanlah jurnal tersebut ke dalam rekening buku beesar.
         c. Susunlah neraca saldonya pada tanggal 31 Maret 1991.
3. Berdasarkan neraca dan jurnal berikut ini, susunlah:
  a. Buku besar
  b. Neraca saldo




                                                              Neraca
                                                        Per 1 Januari 1991




101 Kas                            Rp. 1.525.000,00                      201 Utang usaha   Rp.   800.000,00
102 Piutang usaha                  Rp. 750.000,00                        301 Modal Yasin   Rp. 2.475.000,00
121 Peralatan kantor               Rp. 1.000.000,00



                                   Rp. 3.275.000,00                                        Rp. 3.275.000,00




Jurnal                                                                                     Halaman : 03

          Tanggal              Keterangan             Ref                    Debet              Kredit

         Jan.       1.    Utang Usaha                                   500.000,00                  -
                                 Kas                                         -                 500.000,00
                    4.    Perlengkapan kantor                            300.000,00                 -
                                 Kas                                         -                 300.000,00
                    8.    Peralatan Kantor                             1.150.000,00                 -
                                 Kas                                         -                 150.000,00
                                 Utang Usaha                                 -               1.000.000,00
                    10.   Kas                                            500.000,00                 -
                                 Piutang Usaha                               -                 500.000,00
                    15.   Kas                                            900.000,00                 -
                                 Pendapatan Jasa                             -                 900.000,00
                    19.   Uatang Usaha                                   800.000,00                 -
                                 Kas                                         -                 800.000,00
                    22.   Piutang Usaha                                  600.000,00                 -
                                 Pendapatan Jasa                             -                 600.000,00
                    25.   Prive Yasin                                     200.000,00                -
                                 Kas                                         -                 200.000,00
                    30.   Beban Gaji                                     350.000,00                 -
                                 Kas                                         -                 350.000,00


                          Jumlah                                      5..3000.000,00         5..300.000,00
4. Servis dan TV “ CERIA “ mempunyai daftar rekening dan saldonya pada tanggal 1 Juli
1991 sebagai berikut :

101       Kas                                 Rp. 2.545.000,00
102       Piutang Usaha                       Rp. 800.000,00
103       Perlengkapan                        Rp. 225.000,00
121       Peralatan servis                    Rp. 600.000,00
122       Akumulasi penyusutan                Rp. 240.000,00
201       Utang Usaha                         Rp. 500.000,00
301       Modal Marjuki                       Rp. 2.660.000,00
302       Prive Marjuki                       Rp. 150.000,00
401       Pendapatan Jasa                     Rp. 1.950.000,00
402       Pendapatan Komisi                   Rp.        –
501       Beban Gaji                          Rp. 750.000,00
502       Beban Sewa                          Rp.      –
503       Beban Iklan                         Rp. 250.000,00


Selama bulan Juli 1991 terjadi transaksi – transaksi berikut ini :

2 Juli          Diterima pendapatan jasa Rp. 450.000,00
5 Juli          Dibeli perlengkapan Rp. 400.000,00 secara kredit
9 Juli          Dibayar utang kepada Toko Aneka Rp. 300.000,00
12 Juli         Dibeli peralatan servis Rp. 700.000,00 di antaranya Rp. 100.00,00 dibayar
                tunai sisanya kredit
15 Juli         Marjuki mengambil uang tunai Rp. 200.000,00 untuk keperluan rumah
                tangga
18 Juli         Dibayar iklan pada harian Media Rp. 150.000,00
20 Juli         Diterima pelunasan tagihan dari M. Yakub Rp. 600.000,00
25 Juli         Diterima komisi atas penjualan TV Rp. 50.000,00
27 Juli         Dibayar sewa ruangan Rp. 500.000,00
28 Juli         Diterima pendapatan jasa Rp. 650.000,00
30 Juli         Dibayar Gaji karyawan untuk bulan Juli Rp. 300.000,00

Diminta :

a. Buatlah jurnal umum untuk transaksi – transaksi tersebut
b. Susunlah buku besar
c. Susunlah Neraca Saldo pada tanggal 31 Juli 1991.
                                         BAB IX

                               JURNAL PENYESUAIAN


A. PENDAHULUAN

    Neraca saldomerupakan bahan pokok untuk menyususn laporan keuangan Rekening
yang sudah menunjukkan keadaan yang sebenarnya digunakan untuk menyusun laporan
keuangan, sedangkan yang belum menunjukkan keadaaan sebenarnya harus disesuaikan
lebih dahulu.


B. REKENING YANG PERLU DISESUAIKAN

Rekening yang biasanya memerlukan penyesuaian antara lain :

1.   Perlengkapan / Bahan habis pakai ( Supplies )
2.   Beban dibayar di muka ( Prepaid Expense )
3.   Pendapatan diterima di muka ( Deffered Revenue )
4.   Beban yang masih harus dibayar ( Accrued Expense )
5.   Pendapatan yang masih harus diterima//piutang pendapatan ( Accrued Income )
6.   Penyusutan aktiva tetap ( Depreciation )

Contoh data penyesuaian dan jurnalnya.

1. Perlengkapan ( Supplies )

Perlengkapan di neraca saldo memeprlihatkan jumlah Rp. 600.000,00 . Setelah dihitung
secara phisik persediaan perlengkapan pada tanggal 31 Desember Rp. 200.000,00. Ini
berarti perlengkapan yang telah dipakai untuk kegiatan persahaan berjumlah Rp.
200.000,00. Ini berarti perlengkapan yn telah dipakai untuk kegiatan perusahaan
berjumlah Rp. 400.000,00.

Jurnal Penyesuaian :

Beban Perlengkapan                          Rp. 4000.000,00
      Perlengkapan                                              Rp. 400.000,00

2. Beban dibayar dimuka ( Prepaid Expense )
Ada dua cara pencatatan pada waktu melakukan pembayaran beban ( biaya ) :
a. Pendekatan Neraca, yaitu pembayaran beban dicatat dalam rekening “ Beban dibayar
   di muka “
b. Pendekatan Rugi Laba, yaitu pembayaran beban dicatat dalam rekening “ Beban….”

Contoh :
   Pada Tanggal 1 April 1990 membayar premi asuransi untuk satu tahun Rp.
240.000,00.

a. Jika menggunakan pendekatan neraca, transaksi tersebut dicatat dalam rekening :

    Asuransi dibayar dimuka ( Debet )       Rp. 240.000,00
       Kas ( Kredit )                                               Rp. 240.000,00

    Jumlah tersebut akan tetap terlihat pada rekening asuransi dibayar di muka di neraca
    saldo 31 Desember 1990.
    Sampai dengan tanggal 31 Desember 1990 tersebut sebenarnya asuransi yang sudah
    dimanfaatkan adalah 9 bulan ( 1 April 1990 – 31 Desember 1990 ). Ini berarti
    sejumlah Rp. 180.000,00 ( 9/12 x Rp. 240.000,00 ) sudah menjadi beban tahun 1990.
    Maka jumlah tersebut harus dipindahkan dari rekening “ Asuransi dibayar dimuka “
    ke rekening “ Beban Asuransi “ dengan jurnal penyesuaian :

    Beban Asuransi                          Rp. 180.000,00
       Asuransi dibayar di muka                                     Rp. 180.000,00

b. Jika menggunakan Pendekatan Rugi Laba , transaksi pada contoh di atas pada tanggal
   1 April 1990, dicatat dalam rekening :

    Biaya Asuransi ( debet )                Rp. 240.000,00
       Kas ( Kredit )                                               Rp. 240.000,00

    Sampai dengan tanggal 31 Desember 1990 sebenarnya yang sudah menjadi beban
    baru 9 bulan ( Rp. 180.000,00 ). Sedangkan sisanya ( Rp. 60.000,00 ) bukan
    merupakan beban tahun 1990.
    Maka jumlah yang eblum merupakan beban tersebut harus di pindahkan dari rekening
    ” Biaya Asuransi “ ke rekening “Asuransi dibayar di muka “ , dengan jurnal
    penyesuaian :

    Asuransi dibayar di muka                Rp. 60.000,00
       Beban Asuransi                                               Rp. 60.000,00

    Untuk lebih jelasnya, perhitungan mana yang sudah, dan mana yang belum menjadi
    beban dapat dilukiskan dalam gambar ( garis waktu ) berikut ini :

¼ - 90                                                 31/12 – 90                    ¼ -91
                              9 Bulan                                    3 bulan

                        Sudah menjadi beban                         Belum menjadi beban


   Dari contoh dan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa :
a. Jika pada saat pembayaran belum dicatat dalam rekening asuransi dibayar di muka,
   maka penyesuaiannya : Rekening Asuransi dibayar di muka di kredit sebesar yang
   sudah menjadi beban, dan rekening Beban asuransi di debet sejumlah itu .
b. Jika pada saat pembayaran dicatat dalam rekening beban Asuransi, maka
   penyesuaiannya : Rekening Beban asuransi dikredit sebesar yang belum menjadi
   beban, dan rekening Asuransi dibayar dimuka di debet sejumlah itu.

3. Pendapatan diterima di muka ( Deffered Revenue )

       Pada waktu menerima pendapatn pada umumnya dicatat dalam rekening
pendapatan ( Pendekatan Rugi – Laba ), tetapi kadang – kadang pendapatan yang
diterima untuk lebih dari satu periode dicatat dalam rekening Pendapatan diterima di
muka ( Pendekatan neraca ).

Contoh :

Pada tanggal 1 Juli 1990 diterima sewa untuk 2 tahun Rp. 2.000.000,00.

a. Jika mengunakan pendekatan neraca transaksi tersebut di catat dalam rekening :

   Kas ( debit )                              Rp. 2.000.000,00
      Sewa diterima di muka ( kredit )                           Rp. 2.000.000,00

   Jumlah tersebut akan tetap terlihat pada rekening sewa diterima di muka di neraca
   saldo 31 Desember 1990.
   Sampai dengan tanggal 31 Desember 1990 tersebut, sebenarnya yang sudah
   merupakan pendapatan tahun 1990, adalah 6 bulan ( 1 Jli 1990 – 31 Desember 1990)
   = 6/24 x Rp. 2.000.000,00 = Rp. 500.000,00. Sedang selebihnya ( Rp. 1.500.000,00 )
   belum merupakan pendapatan tahun 1990.
   Karena pada saat penerimaan sewa dicatat dalam rekening sewa diterima di muka
   maka untuk jumlah yang sudah merupakan pendapatan tahun 1990 harus dipindahkan
   ke rekening Pendapatan Sewa dengan jurnal Penyesuaian sebagai berikut :

   Sewa diterima di muka                      Rp. 500.000,00
      Pendapatan sewa                                            Rp. 500.000,00

b. Jika menggunakan pendekatan Rugi – Laba, transaksi di atas dicatat dalam rekening :

   Kas ( debit )                              Rp. 2.000.000,00
       Pendapatan sewa ( kredit )                               Rp. 2.000.000,00

   Sampai dengan tanggal 31 Desemmber 1990, sebenarnya yang sudahmerupakan
   pendapatan tahun 1990 adalah Rp. 500.000,00. Sedang selebihnya ( Rp. 1.500.000,00
   ) belum merupakan pendapatan.
   Jumlah ini harus dipindahkan ke rekening Pendapatan Sewa diterima di muka dengan
   jurnal penyesuaian :

   Pendapatan sewa                        Rp. 1.500.000,00
      Sewa diterima di muka                                     Rp. 1.500.000,00

   Untuk lebih jelasnya perhitungan mana yang sudah dan mana yang belum merupakan
   pendapatan , dapat dilakukan dalam gambar ( garis waktu ) berikut ini :




4. Beban yang masih harus dibayar ( Accrued Expense )

       Perusahaan membayar gaji pegawai mingguan tiap hari sabtu. Tarif gaji Rp.
40.000,00 per hari. Pembayaran gaji terakhir tanggal 27 Desember dengan demikian gaji
karyawan tanggal 29, 30, dan 31 Desember belum di bayar karena baru akan di bayar
pada hari Sabtu tanggal 3 Januari tahun berikutnya. Ini berarti sampai akhir periode
akuntansi terdapat gaji yang beluum di bayar 3 hari @ Rp. 40.000,00 = Rp. 120.000,00.

Jurnal penyesuaiannya:
Beban gaji                   Rp. 120.000,00
        Utang gaji                        Rp. 120.000,00


5. Pendapatan yang harus di terima/piutang pendapatan (Accrued Income)

        Suatu perusahaan menyimpan uang di Bank Pasifik, Rp. 1.000,000,00 pada
tangggal 1 September 1990. Suku bunga 18%, bunga di terima 6 bulan sekali (tiap 1
Maret – 1 September).
Ini berarti bunga 6 bulan pertama baru akan di terima tanggal 1 Maret 1991 sehingga
sampai akhir periode akuntansi, terdapat bunga yang di tunda penerimaannya selama 4
bulan (1 September – 31 Desember) yaitu 4/12 x 18% x Rp. 1.000.000,00 = Rp.
60.000,00.

Jurnal penyesuaiannya:

Piutang bunga                             Rp. 60.000,00
       Pendapatan bunga                                   Rp. 60.000,00
6. Penyusutan Aktiva Tetap (depreciation)

       Dineraca saldo rekening peralatan kantor memperlihatkan jumlah Rp.
1.000.000,00 di putuskan untuk mengadakan penyusutan 10% per tahun. Ini berarti
penyusutan tiap tahun = 10% x Rp 1.000.000,00 = Rp. 100.000,00.

Jurnal pnyesuaiannya:

Beban pnyusutan peralatan                Rp. 100.000,00
      Akumulasi pnyusutan peralatan                   Rp. 100.000,00



CONTOH SOAL

       Neraca saldo Perusahaan Angkutan “Nyaman”. Pada tanggal 31 Desembar 1990
adalah sebagai berikut:


No.                     Nama Rekening              Debet                 Kredit


101   Kas                                    Rp. 1.800.000,00               -
102   Piutang usaha                          Rp. 1.500.000,00               -
103   Perlengkapan                           Rp.     500.000,00             -
104   Sewa di bayar dimuka                   Rp. 2.000.000,00               -
121   Kendaraan                              Rp. 100.000.000,00             -
122   Akumul;asi penyusutan Kendaraan                 -           Rp.    40.000.000,00
201   Utang usaha                                     -           Rp.     5.000.000,00
301   Modal H. Ahmad                                  -           Rp.    50.000.000,00
302   Prive H. Ahmad                         Rp.    600.000,00              -
401   Pendapatan angkutan                             -           Rp.    30.000.000,00
501   Beban gaji                             Rp. 16.000.000,00              -
502   Beban bunga                            Rp.     700.000,00             -
503   Beban asuransi                         Rp. 1.800.000,00               -
509   Beban lain-lain                        Rp.     100.000,00             -


                                             Rp. 125.000.000,00   Rp. 125.000.000,00




Data Penyesuaian:

a. Persediaan perlengkapaan paadaa tanggal 31 Desember Rp. 200.000,00.
b. Sewa di bayar tanggal 1 April 1990 untuk 1 tahun.
c. Kendaraan di susutkan 20% setahun.
d. Pendapatan angkutan yang masih harus diterima Rp. 1.500.000,00.
e. Gaji karyawan yaang maasih harus di bayar Rp. 300.000,00.
f. Bunga yang masih harus di bayar Rp. 50.000,00.
g. Asuransi dibayr tangggal 1 September 1990 untuk 1 tahun.
Berdasarkan Neraca saldo dan data penyesuaian di atas, buatlah jurnal Penyesuaian!

Jawab:

   Tanggal                       Uraian                   Ref.      Debet            Kredit
  1990
  Des.            Beban Perlengkapan                                300.000,00          -
             31
                         Perlengkapan                                  -           3 00.000,00
                  Beban Sewa                                      1.500.000,00          -
             31
                         Sewa dibayar di muka                          -          1.500.000,00
                  Beban Penyusutan Kendaraan                     20.000.000,00          -
             31
                         Akumulasi Penyusutan Kendaraan                -         20.000.000,00
                  Piutang Pendapatan Angkutan                     1.500.000,00          -
             31
                         Pendapatan Angkutan                           -          1.500.000,00
                  Beban Gaji                                        300.000,00          -
             31
                         Utang Gaji                                    -            300.000,00
                  Beban Bunga                                        50.000,00          -
             31
                         Utang Bunga                                   -             50.000,00
                  Asuransi dibayar di muka                        1.200.000,00          -
             31
                         Beban Asuransi                                -          1.200.000,00

                                                                 24.850.000,00   24..850.000,,00




Penjelsan :

a. Perlengkapam yang sudah di pakai = Rp. 500.000,00 – Rp. 200.000,00 = Rp.
   300.000,00.
b. Sewa yang sudah menjadi beban tahun 1990 9 bulan ( 1 April – 31 April Desember
   1990 = 9/12 x Rp. 2.000.000,00 = Rp. 1.500.000,00.
c. Penyusutan kendaraan 1 tahun = 20 % x Rp. 100.000.000,00 = Rp. 20.000.000,00.
d. Pendapatan Angkutan yang masih harus diterima sudah merupakan pendapatan tetapi
   belum diterima pembayarannya.
e. Gaji yang masih harus dibayar merupakan utang perusahaan kepada karyawan yang
   sebenarnya sudah menjadi beban tahun 1990.
f. Bunga yang masih harus dibayar merupakan bunga yang sudahh menjadi beban tahun
   1990 tetapi masih ditangguhkan pembayarannya.
g. Asuransi yang sudah menjadi beban tahun 1990 adalah 4 bulan ( 1 September – 31
   Desember 1990 ) = 4/12 x Rp. 1.800.000,00 = Rp. 600.000,00. Sisa ( Rp.
   1.200.000,00 ) belum merupakan tehun 1990, maka harus dipindahkan ke rekening
   Asuransi di bayar di muka.
SOAL – SOAL

A. SOAL TEORI

2.                               Jawablah pertanyaan di bawah ini !\

     a.                                 Apakah fungsi jurnal penyesuaian ?
     b.                                 Apakah yang dimaksud beban dibayar di muka
          ?
     c.                                 Apakah yang dimaksud uatng beban ?
     d.                                 Apakah yang dimaksud pendapatan diterima di
          muka ?
     e.                                Apakah yang dimaksud piutang pendapatan ?
     f.                                Pada tanggal 1 Maret 1991 dibayar sewa kantor
        untuk 1 tahun Rp. 1.500.000,00. Berapakah yang sudah menjadi beban tahun
        1991 dan berapa yang bukan beban tahun 1991 ?
     g.                                Paa tanggal 1 Juli 1991 dibayar sewa kantor
        untuk 2 tahun Rp. 2.000.000,00 dicatat dalam rekening beban sewa . Berapakah
        yang sudah menjadi beban tahun 1991 ?
     h.                                Sebutkan 3 rekening neraca yang perlu
        disesuaikan ?

B. SOAL LATIHAN

1.                                                     Buatlah jurnal penyesuaian yang
     diperlukan pada tanggal 31 Desember 1991 dari data berikut ini :

     a.                                                      Pembelian perlengkapan
        selama tahun 1991 Rp. 750.000,00. Pada tanggal 31 Desember 1991
        perlengkapan yang tersisa Rp. 150.000,00.
     b.                                                      Pada tanggal 1 April
        1991 membayar premi asuransi untuk 1 tahun sebesar Rp. 600.000,00 dicatat
        dalam rekening assuransi dibayar dimuka.
     c.                                                      Pada tanggal 1 April 1991
        membayar sewa kantor untuk satu tahun sebesar Rp. 1.200.000,00 dicatat dalam
        rekenig beban sewa..
     d.                                                      Pada tanggal 1 Agustus
        1991 dibayar iklan Rp. 1.000.000,00 untuk 10 kali penerbitan dan dicatat dalam
        rekening iklan dibayar di muka..
      e.                                                           Pinjaman di bank Rp.
           2.000.000,00 dengan bunga 18 % setahun, dibayar dielakang tiap tanggal 1/3 –
           1/9.
      f.                                                           Suatu         perusahaan
           membayar upah karyawan seminggu sekali setiap hari Sabtu sebesar Rp.
           1.500.000,00, akhir periode akuntansi jatuh hari Kamis.
      g.                                                           Sebuah mesin dengan
           harga Rp. 800.000,00 tiap tahuanan disusutkan 20 %.
      h.                                                           Sebuah kendaraan dibeli
           pada awal bulan oktober 1991 dengan harga Rp. 18.000.000,00 umur ekonomis
           kendaraan tersebut ditaksir 6 tahun, dengan nilai sisa pada akhir tahun ke enam
           Rp. 3.000.000,00
      i.                                                           Pada bulan Desember
           mencatat pendapatan diterima di muak Rp. 5.000.000,00 untuk pengangkutan 100
           ton barang dagang dari pelabuhan ke gudang. Sampai dengan akhir bulan
           Desember sudah 40 ton yang diangkut.



3.                              “ Rita Salon “ pada tanggal 31 Desember 1991
      mempunyai data berupa Neraca Saldo dan data Penyesuaian sebagai berikut :

      a.                                     Neraca Saldo


No.             Nama Rekening               Debet                    Kredit


11     Kas                            Rp.    600.000,00                 -
12     Piutang usaha                  Rp.    700.000,00                 -
13     Perlengkapan ( supplies )      Rp.     300.000,00                -
14     Sewa di bayar dimuka           Rp.   1.000.000,00                -
16     Peralatan salon                Rp.     800.000,00                -
21     Utang usaha                             -              Rp.      600.000,00
31     Modal Ny. Rita                          -              Rp.     2.000.000,00
41     Pendapatan jasa                         -              Rp.     1.900.000,00
51     Beban iklan                    Rp.    200.000,00                 -
52     Beban gaji                     Rp.    900.000,00                 -



                                      Rp. 4.500.000,00         Rp.   4.500.000,00




b.Data Penyesuaian

1.    Persediaan perlengkapan Rp. 100.000,00
2.    Sewa yang telah kadarluwarsa Rp. 250.000,00
3.    Peralatan disusutkan 10 %
4.    Iklan yang sudah diterbitkan 6 kali dari 10 kali penerbitan.
5. Gaji bulan Desember yang belum dibayar Rp. 50.000,00.

      Buatlah jurnal penyesuaian !




4. Neraca saldo “ Konsulen Pajak Bina Usaha “ pad atanggal 31 Desember 1991 sebagai
   berikut :


No.                      Nama Rekening                Debet                Kredit


101    Kas                                     Rp.    1.800.000,00            -
102    Piutang usaha                           Rp.      500.000,00            -
103    Bahan habis pakai ( supplies )          Rp.      600.000,00            -
104    Asuransi dibayar di muka                Rp.      300.000,00            -
105    Sewa di bayar di muka                   Rp.    1.200.000,00            -
121    Peralatan kantor                        Rp.    2.000.000,00            -
122    Akumulasi penyusutan peralatan                    -           Rp.      600.000,00
201    Utang Usaha                                       -           Rp.      700.000,00
301    Modal M Daud                                      -           Rp.    4.000.000,00
302    Prive M. Daud                            Rp.     200.000,00            -
401    Pendapatan jasa                                   -           Rp.    3.250.000,00
501    Beban iklan                              Rp      300.000,00            -
502    Beban Bunga                              Rp.     150.000,00            -
503    Beban gaji                               Rp.   1.500.000,00            -


                                                 Rp. 8.550.000,00     Rp. 8.550.000,00




Data Penyesuaian :

a.Persediaan bahan habis pakai Rp. 400.000,00
b.Premi asuransi dibayar tanggal 1 Maret 1991 untuk 1 tahun
c.Sewa dibayar tanggal 1 Juli 1991 untuk 2 tahun
d.Peralatan kantor disusutkan 10 %
e.Pendapatan jasa yang masih harus diterima Rp. 150.000,00
f.Bunga yang masih harus dibayar Rp. 25.000,00
g.Gaji bulan Januari1992 yang sudah dibayar Rp. 100.000,00

Buatlah jurnal penyesuaian !




                                         BAB X

                                    KERTAS KERJA

A. PENDAHULUAN

    Tahap akhir siklus Akuntansi adalah menyususn laporan Keuangan yang dibuat
sebagai Laporan Pertanggungjawaban pimpinan Perusahaan kepada pemilik, dan juga
disajikan kepada piha luar yang memerlukan. Untuk itu diprlukan alat bantu yang dapat
mempermudah penyusunan Laporan Keuangan. Alat bantu tersebut adalah Kertas Kerja
( Work Sheet ) yang disebut juga Neraca Lajur.


B. BENTUK KERTAS KERJA

   Sesuai dengan sifatnya sengaia kertas kerja yaitu konsep untuk menyusun Laporan
Keuangan, maka belum ada keseragaman dalam pemakaian bentuk.
   Pada umumnya Kertas Kerja berbentuk 10 kolom , tetapi dapat juga dibuat dengan
8 kolom , 12 kolom , sesuai dengan kebutuhannya. Untuk lebih jelasnya perhatikan
gambar di bawah ini .


Kertas Kerja 10 Kolom

No             Rekening   Neraca Saldo   Penyesuaian   Ns. Disesuaikan   Rugi/Laba    Neraca
                           D        K     D       K     D          K     D      K    D       K
Kertas Kerja 8 Kolom

No             Rekening         Neraca Saldo    Penyesuaian      Rugi/Laba        Neraca
                                 D        K      D       K       D      K        D       K




Kertas Kerja 12 Kolom

No         Rekening       Neraca Saldo   Penyesuaian   Ns. Disesuaikan   Rugi/Laba   Modal    Neraca
                           D        K     D      K      D         K      D      K    D  K    D       K




C. PENYUSUNAN KERTAS KERJA

     Langkah – langkah penyusunan Kertas Kerja 10 Kolom :

1. Menyiapkan Kertas Kerja dan mengisi kolom neraca saldo berdasarkan neraca salso
   yang telah disiapkan atau dari saldo yang ada di Buku Besar.

2. Memindahkan jurnal penyesuaian kedalam kolom penyesuaian. Apabila nama
   rekening yang harus disesuaikan belum ada di neraca saldo, maka rekening tersebut
   dicantumkan di bawahnya.


3. Mengisi kolom neraca saldo disesuaikan dengan jumlah – jumlah yang diperoleh dari
   penggabungan neraca saldo dengan jurnal penyesuaian untuk masing – masing
   rekening :
   a. Jika letaknya sama dijumlahkan kemudian dipindahkan ke kolom neraca saldo
       disesuaikan pada sisi yang sama.
   b. Jika letaknya berlawanan diselisihkan, hasilnya dipindahkan ke kolom neraca
       saldo disesuaikan, pada sisi yang lebih besar.

4. Memindahkan jumlah – jumlah yang ada pada neraca saldo disesuaikan ke dalam
   kolom Rugi laba atau neraca, pada sisi yang sama dengan cara :
   a. Untuk rening Riil, yaitu Harta , Utang, dan Modal ( termasuk rekening Prive )
       dipindahkan ke kolom neraca.
      b. Untuk rekening Nominal, yaitu Pendapatan dan Beba dipindahkan ke koom Rugi
         – Laba.

5. Menjumlahkan angka – angka dalam koom Rugi Laba, kemudian menuliskan selisih
   antara umlah debet dan kredit disisi jumlah yang lebih kecil, sehingga jumlah debet
   dan kredit sama.

6. Menuliskan kata “ Laba Bersih “ atau “Rugi Bersih “ dalam kolom rekening dengan
   ketentuan :
   a. Jika jumlah debet lebih besar dari jumlah krediit ( kolom Rugi Laba ) , sehingga
       selisihnya ditulis di Kredit, berarti “ Rugi Bersih “.
   b. Jika jumlah kredit lebih besar dari jumlah debet ( koom Rugi Laba ), sehingga
       selisihnya ditulis di debet berarti “ Laba Bersih “.

7. Memindahkan laba Rugi bersih ke kolom neraca pada sisi yang berlawanan.

8. Menjumlah kolom neraca sehingga jumlah debet dan kredit menjadi sama, kemudian
   seluruh jumlah yang ada di Kertas Kerja di garis dua.




Contoh :

      Bengkel mobil Perkasa pada tanggal 31 Desember 1990 mempunyai data
Akuntansi sebagai berikut :



No.                     Nama Rekening                Debet                 Kredit


101   Kas                                      Rp.    1.400.000,00            -
102   Piutang usaha                            Rp.      700.000,00            -
103   Perlengkapan / Supplies                  Rp.      500.000,00            -
104   Asuransi dibayar di muka                 Rp.      600.000,00            -
105   Sewa di bayar di muka                    Rp.    1.200.000,00            -
121   Peralatan Servis                         Rp.    2.000.000,00            -
122   Akumulasi penyusutan peralatan                    -            Rp.      600.000,00
201   Utang Usaha                                       -            Rp.      500.000,00
301   Modal H. Ali                                      -            Rp.    3.000.000,00
302   Prive H. Ali                             Rp.     300.000,00             -
401   Pendapatan Servis                                 -            Rp.    6.800.000,00
402   Pendapatan Komisi                                 -            Rp.     400.0000,00
501   Beban Gaji                               Rp.   3.700.000,00             -
502   Beban Iklan                              Rp.     750.000,00             -
503   Beban Bunga                              Rp.     150.000,00             -


                                                Rp. 11.300.000,00    Rp. 11..3000.000,00




Data untuk penyesuaian :
a.    Persediaan perlengkapan tanggal 31 Desember 1990 sebesar Rp. 200.000,00
b.    Asuransi yang telah kadarluwarsa Rp. 400.000,00
c.    Sewa dibayar tanggal 1 Agustus 1990 untuk 1 tahun
d.    Penyusutan peralatan 10 % 1 tahun
e.    Pendapatan servis yang masih harus diterima Rp 350.000,00
f.    Persekot gaji untuk bulan Januari 1991 Rp. 150.000,00
g.    Iklan yang telah diterbitkan Rp. 500.000,00
h.    Bunga yang masih harus dibayar Rp. 100.000,00

Rekening baru yang harus dibuka :
   504 Beban perlengkapan, 505 Beban asuransi , 506 beban sewa, 507 Beban
   penyusutan peralatan, 106 Piutang pendapatan, 107 Gaji dibayar dimuka, 108 Iklan
   dibayar dimuka, 202 Utang bunga.

Berdasarkan data akuntansi di atas, susunlah kertas kerja dan jurnal penyesuaian.


Jawab :



a. Jurnal Penyesuaian :



      Tanggal                        Uraian                   Ref.      Debet           Kredit
     1990
     Des.            Beban Perlengkapan                                300.000,00           -
                31
                             Perlengkapan                                  -           3 00.000,00
                     Beban Asuransi                                    400.000,00           -
                31
                             Asuransi dibayar di muka                      -           400.000,00
                     Beban Sewa                                        500.000,00           -
                31
                             Sewa dibayar di muka                          -            500.000,00
                     Beban Penyusutan Peralatan                        200.000,00           -
                31
                             Akumulasi Penyusutan Peralatan                -            200.000,00
                     Piutang Pendapatan                                 350.000,00          -
                31
                             Pendapatan Servia                             -            350.000,00
                     Gaji dibayar di muka                               150.000,00          -
                31
                             Beban Gaji                                    -            150.000,00
                     Iklan dibayar di muka                              250.000,00          -
                31
                             Beban Iklan                                   -             250.000,00
                     Beban Bunga                                        100.000,00          -
                             Utang Bunga                                   -             100.000,00
                                                                     2.250.000,00    2..250.000,,00



Penjelasan :

a. Perlengkapan yang terdapat dalam neraca saldo Rp. 500.000,00. Pda tanggal 31
   Desember 1991 persediaan perlengkapan yang ada Rp. 200.000,00 berarti yang telah
   di pakai seharga Rp. 300.000,00. Jumlah tersebut dipindahkan sebagai beban tahun
   1990, dengan cara mendebet rekening beban perlengkapan dan mengkredit rekening
   perlengkapan.

b. Asuransi tersebut yang kadarluwarsa Rp. 400.000,00 berarti sudah menjaddi beban
   tahun 1990, maka harus dipindahkan dari rekening asuransi dibayar di muka ke
   rekening beban asuransi dengan cara mendebet rekening Beban asuransi dan
   mengkredit rekening Asuransi dibayar di muka.


c. Sewa Rp. 1.200.000,00 untuk 1 tahun dibayar tanggal 1 agustus 1990, berarti yang
   telah menjadi beban tahun 1990 dalam 5 bulan ( 1/8 – 31/21 1990 ) = 5/12 x Rp.
   1.200.000,00 = Rp. 500.000,00. Jumlah ini harus di pindahkan dari rekening Sewa
   dibayar di muka ke rekeing Beban sewa dengan cara mendebet rekening beban sewa
   dan mengkredit rekening sewa dibayr di muka.

d. Penyusutan peralatan Rp. 200.000,00 ( 10 % dari Rp. 2.000.000,00 ) dicatat dengan
   cara mendebet rekening Beban penyusutan Peralatan dan mengkredit rekning
   Akumulasi Penyusutan peralatan.


e. Pendapatan servis yang masih harus diterima Rp. 350.000,00 merupakan piutang ,
   maka harus dicatat dengan cara mendebet rekening. Piutang pendapatan dan
   mengkredit rekening Pendapatn Servis.
f. Beban gaji Rp. 3.700.000,00 termasuk gaji untuk bulan Januari 1991 Rp. 150.000,00.
   Jumlah ini sebenarnya bukan merupakan beban tahun 1990, maka harus di pindahkan
   dari rekening beban gaji ke rekening gaji di bayar di muka, dengan cara mendebet
   rekening gaji dibayar di muak dan megkredit rekening Beban gaji.

g. Iklan yang telah diterbitkan Rp. 500.000,00 berarti jumlah tersebut yang sebenarnya
   sudah menjadi beban tahun 1990, selebihnya sebenarnya Rp. 250.000,00 ( Rp.
   750.000,00 – Rp. 500.000,00 ) harus dipindahkan dari rekening beban Iklan ke
   rekening iklan dibayar dimuka dengan cara mendebet rekening ikalan di bayar di
   muka dan mengkredit rekening Beban Iklan.


h. Bunga yang masih harus dibayar Rp. 100.000,00 sebenarnya sudah menjadi beban
   tahun 1990, tetapi belum dibayar maka harus dicatat sebagai beban dengan cara
   mendebet rekening Beban bunga dan mengkredit Utang bunga.
SOAL –SOAL

A. SOAL TEORI

1. Jawablah pertanyaan – pertanyaan di bawah ini !

   a. Sebutkan fungsi kertas kerja !

   b. Sebutkan urutan Lajur Kertas Kerja !

   c. Rekening perlengkapan di Neraca Saldo Rp. 500.000,00. Persediaan padaa
      tanggal 31 Desember 1990 sebesar Rp. 200.000,00. Bagimanakah penyelesaian
      rekening perlengkapan pada kertas kerja !


   d. Rekening sewa dibayar di muka di neraca saldo Rp. 1.500.000,00. Sewa tersebut
      di bayar tanggal 1Mei 1991 untuk satu tahun. Dengan jumlah berapa rekening
      sewa di bayar di muka di pindahkan di kolom Neraca dan untuk sewa yang telah
      dijalani, berapa jumlahnya dan dicatat dalam rekening apa serta dipindahkan ke
      kolom apa ?

   e. Biaya Iklan di Neraca Saldo Rp. 400.000,00. Jumlah tersebut dibayar untuk 5 kali
      penerbitan. Sampai tanggal 31 Desember 1991 sudah 3 kali terbit. Bagaimanakah
          penyelesaian dalam kertas kerja untuk iklan yang sudah menjadi beban tahun
          1991 dan yang belum menjadi beban tahun 1991 ?


      f. Di Neraca Saldo terdapat rekening Gedung Kantor Rp. 10.00.000,00 dan
         akumulasi penyusutan Rp. 2.000.000,00. Pada akhir periode, Gedung disusutkan
         5 %. Bagaimanakah penyelesaian rekening – rekening gedung, akumulasi
         penyusutan gedung, dan biaya penyusutan Gedung di kertas kerja ?

      g. Jumlah sisi Debet kolom Rugi – Laba Rp. 15.000.000,00 dan sisi kredit
         Rp. 18.750.000,00. Berapakah rugi/labanya ?




B. SOAL LATIHAN

1. Perusahaan “ Angkutan Selamat “ pada tanggal 1991 mempunyai data Neraca Saldo
   dan data penyesuaian sebagai berikut

Neraca saldo

No.                    Nama Rekening                  Debet                Kredit


101   Kas                                      Rp.   1.500.000,00             -
102   Piutang usaha                            Rp.   2.000.000,00             -
103   Perlengkapan / Supplies                  Rp.   1.000.000,00             -
104   Sewa di bayar di muka                    Rp.   3.000.000,00             -
151   Kendaraan                                Rp. 150.000.000,00             -
152   Akumulasi penyusutan Kendaraan                   -
153   Peralatan                                        -             Rp.   33.000.000,00
154   Akumulasi Penyusutan Peralatan                   -             Rp.      800.000,00
201   Utang Usaha                                      -             Rp.   50.000.000,00
202   Wesel Bayar                                      -             Rp.    1.000.000,00
301   Modal H. Jalil                                   -             Rp.   50.000.000,00
302   Prive H. Jalil                           Rp.    5 00.000,00             -
401   Pendapatan Jasa                                  -             Rp.   42.500.000,00
501   Beban Gaji dan Upah                      Rp. 15.000.000,00              -
502   Beban Asuransi                           Rp.     600.000,00             -
503   Beban Bunga                              Rp.     100.000,00             -
402   Pendapatan Komisi                                -             Rp.     400.000,00


                                                Rp. 177.700.000,00   Rp. 177.7000.000,00
Data Penyesuaian :

a.    Persediaan perlengkapan Rp. 300.000,00
b.    Sewa gaeasi dibayar tanggal 1 April 1991 untuk satu tahun
c.    Kendaraan disusutkan 15 %
d.    Peralatan disusutkan 10 %
e.    Gaji bulan Desember yang belum dibayar         Rp. 250.000,00
f.    Asuransi yang telah jatuh tempo                Rp. 400.000,00
g.    Bunga yang masih harus dibayar                 Rp. 50.000,00

Buatlah       :
a. Jurnal penyesuaian
b. Kertas Kerja

Rekening baru yang harus di buka :
105 Asuransi dibayar di muka
203 Utang Bunga
504 Beban Perlengkapan
505 Beban Sewa
506 Beban Penyusutan Kendaraan
507 Beban penyusutan Peralatan

2. Dari soal bab IX no. 2 , buatlah kertas kerja !
3. Dari soal bab IX no. 3, buatlah kertas kerja !
4. H. Munawar menyelenggarakan sebuah bngkel dengan nama Bengkel RAPIH. Dari
   buku besar perusahaan itu disusun sebuah neraca saldo per 31 Desember 1991
   sebagai berikut :


No.                      Nama Rekening                  Debet                Kredit


101    Kas                                       Rp.    1.985.000,00            -
102    Perlengkapan bengkel                      Rp.    1.775.000,00            -
103    Asuransi dibayar di muka                  Rp.      810.000,00            -
111    Peralatan Bengkel                         Rp.   36.565.000,00            -
112    Akumulasi Penyusutan Peralatan Bengkel             -            Rp.    9.640.000,00
201    Utang usaha                                        -            Rp.    5.000.000,00
202    PPh. Karyawan terutang                             -            Rp.      150.000,00
301    Modal H. Munawar                                   -            Rp.   19.700.000,00
302    Prive H. Munawar                          Rp.   12.000.000,00            -
401    Pendapatan Bengkel                                 -            Rp.   38.500.000,00
501    Beban Gaji                                Rp.   13. 00.000,00            -
502    Beban Iklan                               Rp.      750.000,00            -
503    Beban Sewa                                Rp.    3.000.000,00            -
504    Beban Serba – serbi                       Rp.    1.555.000,00            -
505    Pajak Penghasilan                         Rp.      895.000,00            -


                                                  Rp. 72. 990.000,00   Rp. 72.990.000,00
Data Penyesuaian per 31 Desember 1991 :

a. Nilai persediaan bengkel pada 31 Desember 1991 Rp. 550.000,00.
b. Asuransi yang telah kadarluwarsa Rp. 540.000,00
c. Penyusutan untuk tahun 1991 atas peralatan bengkel ditetapkan sebesar Rp.
   3.875.000,00
d. Gaji terutang per 31 Desember 1991 berjumlah Rp. 315.000,00
e. Kontrak sewa ruangan yang dipakai perusahaan menyebur sewa tahunan sebesar 10
   % dari pendapatan tahunan, dengan pembayaran angsuran tiapp bulan Rp.
   250.000,00. Pembayaran bulanan ini harus dilunasi pertama tiap bulan dan didebitkan
   pada rekening Beban Sewa.
f. Menurut taksiran jumlah Pajak Penghasilan yang harus dibayar tahun 1991 Rp.
   980.000,00.

Diminta :

1. Menyusun Ayat Jurnal Penyesuaian per 31 Desember 1991 dalam bentuk jurnal
   umum.
2. Menyusun Neraca lajur 10 kolom yang terdiri dari Neraca saldo, Penyesuaian, Neraca
   Saldo disesuaikan, perhitungan Rugi – Laba, Neraca.


Perkiraan - perkiraan yang masih harus disediakan :

203      Gaji terutang
204      Sewa terutang
205      Pajak Penghasilan Terutang
506      Beban perlengkapan bengkel
507      Beban asuransi
508      Beban penyusutan peralatan bengkel


5. Neraca saldo perusahaan pengiriman Barang MOJOPAHIT pada                   tanggal 31
   Desember 1991 sebagai berikut :

No                                 Nama Rekening                    Jumlah Saldo
101   Kas                                                        Rp.     7.900.000,00
102   Piutang Usaha                                              Rp. 13.950.00.000,00
103   Perlengkapan Kantor                                        Rp.     2.850.000,00
104   Asuransi dibayar dimuka                                    Rp.     3.550.000,00
105   Iklan dibayar di muka                                      Rp.    2.500..000,00
106   Sewa dibayar di muka                                       Rp.     4.500.000,00
111   Peralatan Kantor                                           Rp.     9.250.000,00
112   Akumulasi penyusutan peralatan kantor                      Rp.     3.000.000,00
113   Kendaraan                                                  Rp. 65.000.000,00
114   Akumulasi penyusutan kendaraan                             Rp. 13.000.000,00
201   Utang Usaha                                                Rp.     5.400.000,00
217   Pinjaman bank                                              Rp. 25.000.000,00
301   Modal R. Wijaya                                            Rp. 40.000.000,00
302   Prive R. Wijaya                                            Rp.     8.500.000,00
401   Pendapatan Jasa pengiriman                                   Rp. 175.000.000,00
501   Beban pengiriman                                             Rp. 115.000.000,00
507   Beban air dan listrik                                        Rp.   1.500.000,00
508   Beban telepon                                                Rp.   2.700.000,00
509   Beban gaji dan upah                                          Rp.   9.600.000,00
510   Beban kendaraan                                              Rp.   9.000.000,00
511   Beban rupa – rupa                                            Rp.    5.520.000,00
512   Beban bunga                                                  Rp.      350.000,00




Data Penyesuaian per 31 Desember 1991 :

a. Menurut rekening koran yang diterima dari bank, bank telah mendebt rekening
   perusahaan sebesar Rp. 12.500.000,00 sebagai beban administrasi bank, dan
   mengkredit Rp. 27.500,00 sebagai jasa giro.

b. Persediaan perlengkapan kantor berdasarkna inventarisasi pada 31 Desember 1991
   berjumlah Rp. 850.000,00


c. Premi asuransi yang telah kadarluwarsa sebesar Rp. 500.000,00

d. Iklan dibayar pada tanggal 16 Agustus 1991 untuk sepuluh kali penerbitan. Pada
   tanggal 31 Desember 1991 masih belum diterbitkan dua kali.


e. Sewa dibayar tanggal 1 April 1991 untuk masa satu tahun

f. Beban penyusutan diperhitungkan sebagai berikut :
   - Peralatan kantor Rp. 1.600.000,00
   - Kendaraan Rp. 425.000,00

g. Ongkos reperasi kendaraan yang belum dibayar Rp. 110.000,00

h. Beban gaji dan upah yang masih harus dibayar per 31 Desember 1991 berjumlah Rp.
   425.000,00.

Diminta :

Menyusun Neraca Lajur ( Kertas Kerja ) untuk periode yang berakhir 31 Desember 1991.
Perkiraan – perkiraanyang masih harus dibuka untuk penyusunan
Kertas Kerja :

203      Gaji dan upah terutang
204      Beban kendaraan yang masih harus dibayar
402      Pendapatan bunga
513      Beban administrasi bank
514      Beban perlengkapan kantor
515      Beban asuransi
516       Beban iklan
517       Beban sewa
518       Beban penyusutan peralatan
519       Beban Penyusutan kendaraan




                                          BAB XI

                                 LAPORAN KEUANGAN

Sesuai dengan uraian pada Bab VI , laporan keuangan yang akan dibahas dalam buku ini
adalah laporan Rugi Laba, laporan Perubahan Modal dan Neraca.

A. LAPORAN RUGI LABA

       Laporan rugi laba menyajikan pendapatan dan beban suatu perusahaan pada
periode tertentu.
       Langkah-langkah penyusunan laporan rugi laba dengan menggunakan kertas
kerja:
1. Menuliskan nama perusahaan, jenis laporan (“Perhitungan Rugi Laba”) dan periode
    Akuntansi.
2. Menuliskan rekening-rekening pendapatan yang ada dikertas kerja, kemudian di
    jumlah.
3. Menuliskan rekening-rekening beban yang ada di kertas kerja, kemudian di jumlah.
4. Menyelisihkan jumlah pendapatan dengan jumlah beban.

      -   Jika jumlah pendapatan > jumlah beban, berarti laba.
      -   Jika jumlah pendapatan < jumlah beban, berarti rugi.



B. LAPORAN PERUBAHAN MODAL
   Laporan perubahan modal menyajikan sebab-sebab terjadinya perubahan modal
perusahaan.

     Langkah-langkah penyusunan laporan perubahan modal:

1. Menuliskan nama perusahaan, jenis laporan (“Laporan Perubahan Modal”) dan
   periode Akuntansi.
2. Menuliskan modal awal, dari jumlah modal yang terdapat pada kertas kerja sisi kredit
   kolom neraca.
3. Menuliskan Laba atau Rugi bersih, dan rekening pengambilan prive, kemudian
   menghitung Modal akhir, dengan ketentuan:
   - Jika laba > Prive akan menambah modal
   - Jika laba < prive akan mengurangi modal
   - Jika rugi aakan mengurangi modal.




C. NERACA

  Neraca yang terdiri dari tiga komponen (unsur) yaitu Aktiva (harta), Utang dan
Modal, sebaiknya disusun secara sistematis, yaitu:

1.      Harta lancar disusun sesuai dengan urutan likuiditasnya.
2.      Harta tetap disusun sesuai dengan sifat kekekalannya.
3.      Utang disusun sesuai dengan jangka waktu pelunasannya.
4.      Modal disusun sesuai dengan sifat kekekalannya.

     Langkah-langkah penyusunan Neraca:

1. Menuliskan nama perusahaan, jenis laporan (“Neraca”), tanggal penyusunan neraca.
2. Menuliskan rekening-rekening serta jumlahnya yang ada kolom neraca. Untuk
   rekening Prive dan laba/rugi bersih digabungkan engan rekening Modal.
3. Menjumlahkan aktiva dan pasiva, sehingga keduanya menunjukkan jumlah yang
   sama.


Contoh :

Dari kertas kerja Bengkel Perkasa dapat disusun laporan keuangan sebagai berikut :

1. Laporan Rugi Laba
                                    BENGKEL PERKASA
                                                  Perhitungan Rugi Laba
                                      Untuk Periode Yang Berakhir 31 Desember 1990


Pendapatan
1. Pendapatan                                                                        Rp. 7.150.000,00
2. Pendapatan Komisi                                                                 Rp. 400.000,00 +

                                                                                     Rp. 7.550.000,00

Beban – beban
1. Beban Gaji                                          Rp. 3.550.000,00
2. Beban Iklan                                         Rp. 500.000,00
3. Beban Bunga                                         Rp. 250.000,00
4. Beban Perlengkapan//Supplies                        Rp. 300.000,00
5. Beban Asuransi                                      Rp. 400.000,00
6. Beban Sewa                                          Rp. 500.000,00
7. Beban Penyusutan Peralatan                          Rp. 200.000,00


                                                                                     Rp. 5.750.000,00 -

Laba bersih                                                                          Rp. 1.850.000,00




2. Laporan Perubahan Modal
                                                 BENGKEL PERKASA

                                                Laporan Perubahan Modal
                                      Untuk Periode yang berakhir 31 Desember 1990



Modal; H. Ali (1 Januari 1990)                                                                 Rp. 3.000.000,00

Laba bersih                                            Rp. 1.850.000,00
Prive H. Ali                                           Rp. 300.000,00 -


Penambahan Modal………………………………………………………………………………………                                              Rp. 1.550.000,00

Modal 1 Desember 1990………………………………………………………………………………….                                          Rp. 4.550.000,00




3. Neraca

a. Bentuk Skontro
                                                 BENGKEL PERKASA

                                                          Neraca
                                                     31 Desember 1990


Aktiva                                                         Passiva
Aktiva lancar                                                  Uang Jangka Pendek

Kas                               Rp. 1.400.000,00             Utang Usaha                        Rp.     500.000,00
Piutang Usaha                     Rp. 700.0000,00              Utang Bunga                        Rp.     100.000,00
Perlengkapan/Supplies             Rp. 200.000,00
Ass. Dibayar dimuka                 Rp.   200.000,00             Jumlah utang jangka pendek     Rp.    600.000,00
Sewa dibayar dimuka                 Rp.   700.000,00
Piutang Pendapatan                  Rp.   350.000,00             Modal
Gaji dibayar dimuka                 Rp.   150.000,00
Ikan dibayar dimuka                 Rp.   250.000,00             Modal H. Ali                   Rp 4.550.000,00


Jumlah Harta lancar                 Rp. 3.950.000,00

Aktiva Tetap

Peral . Servis         Rp. 2.000.000,00
Akum .Penyusutan
Peralatan              Rp.   800.000,00


                                    Rp. 1.200.000,00

Jumlah Ativa                        Rp. 5.150.000,00             Jumlah Passiva                 Rp. 5.150.000,00




b. Bentuk Laporan

                                                   BENGKEL PERKASA

                                                            Neraca
                                                       31 Desember 1990



Ativa
Aktiva lancar

        Kas                                                                                   Rp. 1.400.000,00
        Piutang Usaha                                                                         Rp. 700.000,00
        Perlengkapan/Supplies                                                                 Rp. 200.000,00
        Asuransi dibayar dimuka                                                               Rp. 200.000,00
        Sewa dibayar dimuka                                                                   Rp. 700.000,00
        Piutang Pendapatan                                                                    Rp. 350.000,00
        Gaji dibayar dimuka                                                                   Rp. 150.000,00
        Ikaln dibayar dimuka                                                                  Rp. 250.000,00

                Jumlah Harta Lancar…………………………………………………………………………. Rp. 3.950.000,00


Ativa tetap

        Peralatan Servis                                      Rp. 2.000.000,00
        Akumulasi Penyusutan Peralatan                        Rp. 800.000,00      -


                                                                                              Rp. 1.200.000,00 +

                Jumlah Aktiva…………………………………………………………………………………. Rp. 5.150.000,00

Passiva
Utang Jangka Pendek
        Utangn Usaha                                                                          Rp. 500.000,00
        Utang Bunga                                                                           Rp. 100.000,00
              Jumlah Utang Jangka Pendek………………………………………………………………….. Rp. 600.000,00

Modal

        Modal H. Ali                                                   Rp. 4.550.000,00

              Jumlah Passiva………………………………………………………………………………… Rp. 5.150.000,00




SOAL-SOAL

A. SOAL TEORI

        1.. Apakah yang dimaksud dengan laporan rugi-laba?
        2.  Dari kolom manakah laporan rugi-laba disusun?
        3.  Bilamanakah laporan rugi-laba manunjukan adanya saldo rugi?
        4.  Sebutkan unsur-unsur laporan perubahan modal!
        5.  Sebutkan dua unsur yang menyebabkan bertambahnya modal!
        6.  Sebutkan dua unsur yang menyebabkan berkurangnya modal!
        7.  Sebutkan elemen/unsur Neraca!
        8.  Jika Neraca disusun dari kertas kerja, dari kolom mana jumlah-jumlahnya
            diambil!
        9. Rekening apakah yang jumlahnya terdapat dikolom neraca, tetapi tidak
            dipindahkan ke Neraca?
        10. Sebutkan isi judul laporan keuangan!


B. SOAL LATIHAN

    1. Berdasarkan Kertas Kerja Servis Mobil “Agung Motor” dibawah ini, susunlah
       laporan keuangan!
2. Neraca Saldo dari “ New Teater “ pada tanggal 31 Desember 1991 sebagai berikut :


                                         NEW TEATER

                                          Neraca Saldo
                                        31 Desember 1991



No.                     Nama Rekening                       Debet                 Kredit


101   Kas                                            Rp.    1.700.000,00             -
102   Perlengkapan Supplies                          Rp.      900.000,00             -
103   Asuransi dibayar di muka                       Rp.    2.400.000,00             -
104   Iklan dibayar di muka                          Rp.    3.000.000,00             -
151   Gedung                                         Rp.   80.000.000,00             -
152   Akumulasi Penyusutan Gedung                              -            Rp.   16.000000,00
153   Peralatan                                      Rp.   25.000.000,00    Rp.    7.500.000,00
154   Akumulasi Penyusutan Peralatan                           -            Rp.    5.000.000,00
201   Utang Usaha                                              -            Rp.   10.000.000,00
251   Utang Hipotik                                            -            Rp.   50.000.000,00
301   Modal M. Dudung                                          -                     -
302   PriveM. Dudung                                 Rp.    1.000.000,00    Rp.   40.000.000,00
401   Pendapatan penjualan tiket                               -            Rp.    3.000.000,00
402   Pendapatan Iklan                                         -                     -
501   Beban Gaji                                     Rp.    6..500.000,00            -
502   Beban Sewa Film                                Rp.    8.500.000,00             -
503   Beban Pemeliharaan Gedung                      Rp.    1.500.000,00             -
504   Beban Bunga                                    Rp.       895.000,00            -
505   Beban Serba – serbi                            Rp.       600.000,00            -


                                                    Rp.    131.500.000,00   Rp.   131.500.000,00
Data penyesuaian per 31 Desember 1991

a. Persediaan perlengkapan Rp. 200.000,00
b. Asuransi dibayar pada tanggal 1 Mei untuk 1 tahun
c. Iklan dibayar di muka Rp. 3.000.000,00 untuk 50 kali penerbitan. Ikaln yang telah
   diterbitkan sudah 40 kali.
d. Penyusutan gedung ditetapkan 5 %
e. Penyusutan peralatan ditetapkan 10 %
f. Gaji bulan Desember yang belum dibayar Rp. 250.000,00
g. Bunga yang masih harus dibayar Rp. 50.000,00

   Berdasarkan Neraca Saldo dan Data Penyesuaian di atas, buatlah :

   1. Jurnal Penyesuaian
   2. Kertas Kerja
   3. Laporan Keuangan



   Rekening baru yang harus dibuka :

   202       Utang Gaji                   509    Beban Penyusutan Gedung
   203       Utang Bunga                  560    Beban Penyusutan Peralatan
   506       Beban Perlengkapan
   507       Beban Asuransi
   508       Beban Iklan


   3. Dari soal Bab X No. 1, buatlah laporan keuangan.
   4. Dari soal Bab X No. 2. Buatlah laporan keuangan.
   5. Dari soal Bab X No. 3, buatlah laporan keuangan.
                                    BAB XII
                               MENUTUP BUKU BESAR

A PENDAHULUAN

  Rekening buku besar yang sudah diisi selama periode akuntansi, tapi akhir periode
harus ditutup dan kemudian dibukukan kembali pada awal periode berikutnya.Menutup
buku adalah memindahkan saldo –saldo rekening nominal atau sementara rekening
Modal menunjukan saldo akhir sesuai dengan yang tercantum dalam Neraca (Laporan
Keuangan) dan rekening nominal bersaldo nol, sehingga dineraca akhir tidak tampak lagi.
Untuk rekening nominal perlu dibuat jurnal penutup.

B JURNAL PENUTUP

  Tujuan dibuatnya jurnal penutup adalah untuk memindahkan saldo – saldo rekening
nominal dan pengambilan pribadi ke rekening modal.

Langkah – langkah dalam penyusunan juranl penutup :

1. Mendebet rekening pendapatan sebear saldonya ( yang terdapat disisi kredit kolom
   rugi laba pada kertas kerja ) dan mengkredit rekening ikhtisar rugi laba.

2. Mengkredit rekening beban sebesar sadlso masing – masing ( sisi debit kolom Rugi
   Laba ) dan mendebet rekening ikhtisar Rugi Laba.


3. Memindahkan Rugi/Laba ke rekening Modal, dengan cara :
       a. Jika laba, dengan mendebet rekening ikhtisar Rugi Laba dan mengkredit rekening
          modal.
       b. Jika rugi, dengan mengkredit rekeing ikhtisar Rugi Laba dan mendebet rekening
          modal.

4. Mengkredit rekeing prive sebesar saldonya ( sisi debit neraca akhir ) dan mendebet
   rekening modal.




Contoh :

Berdasarkan Kertas Kerja “ Bengkel Mobil Perkasa “ ( Halaman……. ) dapat dibuat
jurnal penutup sebagai berikut :




    Tanggal                   Uraian           Ref          Debet                   Kredit

Des     31    Pendapatan servis                        Rp. 7.150.000,00                -
              Pendapatn Komisi                         Rp. 400.000,00                  -
                  Ikhtisar Rugi – Laba                         -             Rp.   7.550.000,00
“       31    Ikhtisar Rugi – Laba                     Rp. 5.700.000,00                -
                  Beban gaji                                   -             Rp.   3.550.000,00
                  Beban Iklan                                  -             Rp.     500.000,00
                  Beban Bunga                                  -             Rp.     250.000,00
                  Beban Perlengkapan                           -             Rp.     300.000,00
                  Beban Asuransi                               -             Rp.     400.000,00
                  Beban Sewa                                   -             Rp.     500.000,00
                  Beban Penyusutan Peralatan                   -             Rp.     200.000,00
“       31    Ikhtisar Rugi Laba                       Rp. 1.850.000,00                -
                  Modal H. Ali                                 -             Rp.   1.850.000,00
“       31    Modal H. Ali                             Rp. 300.000,00                  -
                  Prive H. Ali                                 -             Rp.     300.000,00

                                                     Rp.   15.400.000,00   Rp.     15.400.000,00



C. MENUTUP BUKU BESAR

   Dalam praktek, rekening buku besar yang akan ditutupp adalah rekening – rekening
yang sudah ada selama periode akuntansi.
   Dalam contoh ini rekeing buku besar diambil dari data Neraca Saldo yang sudah ada
pada kertas kerja “ Bengkel Mobil Perkasa “, karena pada dasarnya saldo – saldo yan
sudah ada di neraca saldo diambil dari rekening buku besar.

      Langkah – langkah sekanjutnya dalam menutup buku besar adalah :
a. Memindahkan ( posting ) jurnal penyesuaian ke rekening – rekeing buku besar yang
   bersangkutan.
b. Memindahkan ( posting ) jurnal penutup ke rekening buku besar yang bersangkutan.

    Setelah jurnal penyesuaian dan jurnal penutup dipindahkan ke buku besar, maka
rekening nominal dan pengambilan pribadi akan bersaldo nol dan rekening modal
jumlahnya sesuai dengan yang ada di neraca ( laporan keuangan )

Contoh :

Dari Buku Beasr Bengkel Mobil Perkasa ( data diambil dari kertas kerja ) setelah posting
jurnal penyesuaian dan jurnal penutup, akan tampak sebagai berikut :


Nama Rekening : Kas                                                                                No : 101
 Tanggal              Keterangan           Ref     Debet      Kredit                       Saldo
                                                                                  Debet            Kredit
Des   31      Saldo                          -       -           -          Rp. 1.400.000,00         -




Nama Rekening : Piutang Usaha                                                                      No : 102
 Tanggal              Keterangan           Ref     Debet      Kredit                       Saldo
                                                                                  Debet            Kredit
Des   31      Saldo                          -       -           -          Rp. 700.000,00           -




Nama Rekening : Perlengkapan                                                                       No : 103
 Tanggal              Keterangan           Ref     Debet      Kredit                       Saldo
                                                                                  Debet            Kredit
Des   31      Saldo                                  -           -           Rp. 500.000,00          -
      31      Penyesuaian                  Js.08           Rp. 300.000,00    Rp. 200.000,00          -




Nama Rekening : Asuransi dibayar di muka                                                           No : 104
 Tanggal              Keterangan           Ref     Debet      Kredit                       Saldo
                                                                                  Debet            Kredit
Des   31      Saldo                          -       -           -          Rp. 600.000,00           -
      31      Penyesuaian                  Js.08           Rp. 400.000,00   Rp. 200.000,00           -




Nama Rekening : Sewa dibayar di muka                                                               No : 105
 Tanggal              Keterangan           Ref     Debet      Kredit                       Saldo
                                                                                  Debet            Kredit
Des   31      Saldo                                    -               -          Rp. 1.200.000,00            -
      31      Penyesuaian               Js.08          -         Rp. 500.000,00   Rp. 700.000,00              -




Nama Rekening : Peralatan Servis                                                                            No : 151
 Tanggal              Keterangan         Ref        Debet           Kredit                      Saldo
                                                                                       Debet                Kredit
Des   31      Saldo                       -            -               -          Rp. 200.000,00              -




Nama Rekening : Akumulasi Penyusutan Peralatan                                                              No : 152
 Tanggal              Keterangan         Ref        Debet           Kredit                      Saldo
                                                                                       Debet                Kredit
Des   31      Saldo                                    -               -                    -           Rp.600.000,00
      31      Penyesuaian               Js.08          -         Rp. 200.000,00             -           Rp.800.000,00




Nama Rekening : Utang Usaha                                                                                 No : 201
 Tanggal              Keterangan         Ref        Debet           Kredit                      Saldo
                                                                                       Debet                Kredit
Des   31      Saldo                                    -               -                    -           Rp. 500.000,00




Nama Rekening : Modal H. Ali                                                                                No : 301
 Tanggal              Keterangan         Ref        Debet           Kredit                      Saldo
                                                                                      Debet               Kredit
Des   31      Saldo                                    -               -                -            Rp.3.000.000,00
      31      Penutupan                 Jt.09          -         Rp1.850.000,00         -            Rp.4.850.000,00
      31      Penutupan                 Jt.09    Rp.300.000,00         -                -            Rp. 4.550.000,00



Nama Rekening : Prive H. Ali                                                                                No : 302
 Tanggal              Keterangan         Ref        Debet           Kredit                      Saldo
                                                                                       Debet                Kredit
Des   31      Saldo                                    -               -           Rp. 300.000,00             -
      31      Penutupan                 Jt.09          -         Rp. 300.000,00          -                    -




Nama Rekening : Pendapatan Servis                                                                           No : 401
 Tanggal              Keterangan         Ref        Debet           Kredit                      Saldo
                                                                                      Debet               Kredit
Des   31      Saldo                                 -                -                 -             Rp.6.800.000,00
      31      Penyesuaian            Js.08          -          Rp. 350.000,00          -             Rp.7.150.000,00
      31      Penutupan              Jt.09   Rp.7.150.000,00         -                 -                    -




Nama Rekening : Pendapatan Komisi                                                                          No : 451
 Tanggal            Keterangan       Ref         Debet             Kredit                      Saldo
                                                                                       Debet              Kredit
Des   31      Saldo                  -              -                 -                    -           Rp.400.000,00
      31      Penutupan              Js.09    Rp.400.000,00           -                    -                 -




Nama Rekening : Beban Gaji                                                                                 No : 501
 Tanggal            Keterangan       Ref         Debet             Kredit                      Saldo
                                                                                       Debet              Kredit
Des   31      Saldo                                 -                 -          Rp. 3.700.000,00            -
      31      Penyesuaian            Js.08          -          Rp. 150.000,00    Rp. 3.550.000,00            -
      31      Penutupan              Jt.09          -          Rp.3.550.000,00           -                   -




Nama Rekening : Beban Iklan                                                                                No : 502
 Tanggal            Keterangan       Ref         Debet             Kredit                      Saldo
                                                                                       Debet              Kredit
Des   31      Saldo                                 -                -           Rp.    750.000,00           -
      31      Penyesuaian            Js.08          -          Rp. 250.000,00    Rp.    500.000,00           -
      31      Penutupan              Jt.09          -          Rp. 500.000,00            -                   -




Nama Rekening : Beban Bunga                                                                                No : 503
 Tanggal            Keterangan       Ref         Debet             Kredit                      Saldo
                                                                                       Debet              Kredit
Des   31      Saldo                                -                 -           Rp.   150.000,00            -
      31      Penyesuaian            Js.08   Rp. 100.000,00          -           Rp.   250.000,00            -
      31      Penutupan              Jt.09         -           Rp. 250.000,00           -                    -




Nama Rekening : Beban Perlengkapan                                                                         No : 504
 Tanggal            Keterangan       Ref         Debet             Kredit                      Saldo
                                                                                       Debet              Kredit
Des   31      Saldo                  Js.08   Rp. 300.000,00          -            Rp.300.000,00              -
      31      Penyesuaian            Jt.09          -          Rp. 300.000,00           -                    -
Nama Rekening : Beban Asuransi                                                                         No : 505
 Tanggal            Keterangan           Ref        Debet           Kredit                     Saldo
                                                                                      Debet            Kredit
Des   31      Penyesuaian               Js.08   Rp. 400.000,00         -          Rp.400.000,00          -
      31      Penutupan                 Jt.09          -         Rp. 400.000,00         -                -




Nama Rekening : Beban Sewa                                                                             No : 506
 Tanggal            Keterangan           Ref        Debet           Kredit                     Saldo
                                                                                      Debet            Kredit
Des   31      Penyesuaian               Js.08   Rp. 500.000,00         -          Rp.500.000,00          -
      31      Penutupan                 Jt.09          -         Rp. 500.000,00         -                -




Nama Rekening : Beban Penyusutan Peralatan                                                             No : 507
 Tanggal            Keterangan           Ref        Debet           Kredit                     Saldo
                                                                                      Debet            Kredit
Des   31      Penyesuaian               Js.08   Rp. 200.000,00         -          Rp.200.000,00          -
      31      Penutupan                 Jt.09          -         Rp. 200.000,00         -                -




Nama Rekening : Piutang Pendapatan                                                                     No : 106
 Tanggal            Keterangan           Ref        Debet           Kredit                     Saldo
                                                                                      Debet            Kredit
Des   31      Penyesuaian               Js.08   Rp. 350.000,00         -          Rp.350.000,00          -




Nama Rekening : Gaji Dibayar di muka                                                                   No : 107
 Tanggal            Keterangan           Ref        Debet           Kredit                     Saldo
                                                                                      Debet            Kredit
Des   31      Penyesuaian               Js.08   Rp. 250.000,00         -          Rp. 250.000,00         -
Nama Rekening : Iklan dibayar di muka                                                                                No : 108
 Tanggal            Keterangan             Ref            Debet              Kredit                     Saldo
                                                                                               Debet                 Kredit
Des   31      Penyesuaian                  Js.08     Rp. 250.000,00             -           Rp.250.000,00               -




Nama Rekening : Utang Bunga                                                                                          No : 202
 Tanggal            Keterangan             Ref            Debet              Kredit                     Saldo
                                                                                               Debet                 Kredit
Des   31      Penyesuaian                  Js.08             -           Rp.100.000,00            -             Rp.100.000,00




Nama Rekening : Ikhtisar Rugi Laba                                                                                   No : 303
 Tanggal           Keterangan           Ref              Debet                Kredit                        Saldo
                                                                                               Debet                Kredit
Des   31      Penutupan                 Jt.09               -            Rp. 7.550.000,00         -           Rp. 7..550.000,00
      31      Penutupan                 Jt.09       Rp. 5.700.000,00             -                -           Rp. 1.850.000,00
      31      Penutupan                 Jt.09       Rp. 1.850.000,00             -                -                    -




D. NERACA SALDO SETELAH PENUTUPAN

        Setelah buku besar ditutup, tahap berikutnya adaalaah menyusun neracaa saaldo
setelah penutupan.

Tujuan:

       Penyusunan Neraca Saldo Penutupan adaalah untuk memastikan bahwa sebelum
mulai pencataataan data akuntansi periode berikutnya, rekening-reekening buku besar
dalam keadaan balance (seimbang).
       Neraca saldo setelah penutupan berisi perkiraan riel (harta, uang, dan modal),
yang jumlahnya diambil dari saldo-saldo rekening buku besar.

Contoh:

       Berdasarkan buku besar “Bengkel Mobil Perkasa” per 31 Desember, dapat dibuat
Neraca Saldo setelah penutupan sebagai berikut:


                                                “BENGKEL MOBIL PERKASA”

                                                   Neraca Saldo Setelah Penutupan
                                                         31 Desember 1990


No.                         Nama Perkiraan                                          Debet                      Kredit
101    Kas                                         Rp. 1.400.000,00                -
102    Piutang Usaha                               Rp. 700.000,00                  -
103    Perlengkapan(persedioaan BHP)               Rp. 200.000,00                  -
104    Asuransi dibayar dimuka                     Rp. 200.000,00                  -
105    Sewa di bayar dimuka                        Rp. 700.000,00                  -
106    Piutang Pendapatan                          Rp. 350.000,00                  -
107    Gaji diobayar dimuka                        Rp. 150.000,00                  -
108    Iklan dibayar dimuka                        Rp. 250.000,00                  -
151    Peralatan servis                            Rp. 2.000.000,00                -
152    Akumulasi Penyusutan Peralatan                      -             Rp.     800.000,00
201    Utang Usaha                                         -             Rp.     500.000,00
202    Utang Bunga                                         -             Rp.     100.000,00
301    Modal H.Ali                                         -             Rp.   4.550.000,00


                                                   Rp. 5.950.000,00      Rp. 5.950.000,00




E. JURNAL PEMBALIK (Reversing Entries)

        Jika perhatikan contoh soal diatas (Bengkel Mobil Perkasa), Rekening-rekening
yang ada di neraca saldo setelah penutupan. Sebagai contoh di neraca saldo terdapat
rekening Beban gaji, Sedang di neraca saldo setelah penutupan timbul rekening gaji
dibayar dimuka.
        Sedang biasanya jika membayar gaji dicatat dalam rekening beban gaji. Untuk
    menjag konsistensi dari sistem pencatatan pada periode berikutnya perlu dibuat jurnal
    pembalik lebih dulu.
        Jurnal pembalik disusun dengan cara membalik jurnal penyesuaian yang
    menimbulkan rekening riil yang baru, sehingga saldonya menjadi nol dan timbul
    kembali rekening nominal yang sesuai dengan rekening yang terdapat pada neraca
    saldo sebelumnya.

      Contoh :
      Dari kertas kerja dan jurnal penyesuaian “” Bengkel Mobil Perkasa “ di muka
      dapatlah dibuat jurnal pembalik berikut ini :

      Jurnal Pembalik :

Tanggal                        Uraian     Ref          Debet                   Kredit
Jan   1     Pendapatan Servis                      Rp. 350.000,00
                 Piutang Pendapatan                                      Rp. 350.000,00
       1    Beban Gaji                             Rp. 150.000,00
                 Gaji dibayar di muka                                    Rp. 150.000,00
       1    Beban Iklan                            Rp. 250.000,00
                 Iklan dibayar di muka                                   Rp. 250.000,00
       1    Utang Bunga                            Rp. 100.000,00
                 Beban Bunga                                             Rp. 100.000,00


                                                   Rp. 850.000,00        Rp. 850.000,00
SOAL – SOAL


A. SOAL TEORI


1. Sebutkan 5 buah rekening yang harus ditutup pada akhir periode akuntansi !
2. Jelaskan secara singkat cara menutup buku besar !
3. Apakah tujuan penyusunan jurnal penutup ?
4. Jelaskan cara membuat jurnal penutup !
5. Apakah tujuan penyusunan neraca saldo setelah penututpan ?
6. Darimanakah sumber yang digunakan untuk menyusun neraca saldo setelah
   penutupan ?
7. Apakah tujuan penyusunan jurnal pembalik ?
8. Jelaskan cara menyusun jurnal pembalik !




B. SOAL LATIHAN

1. Berdasarkan kertas kerja Bengkel Las Sentosa Jaya pada halaman 112 susunlah :

      a.   Jurnal Penutup
      b.   Menutup rekening –rekening buku besar
      c.   Neraca saldo setelah penutupan
      d.   Jurnal Pembalik

2. Dari buku besar Perusahaan reparasi Radio “”MERDU” untuk akhir periode 1990
   memperlihatkan saldo – saldo sebagai berikut :

 No                                 Nama Perkiraan                     Saldo
101    Kas                                                       Rp. 2.250.000,00
102    Asuransi dibayar di muka                                  Rp. 830.000,00
103    Perlengkapan reparasi                                     Rp. 3.100.000,00
111    Peralatan reparasi                                        Rp. 8.440.000,00
112    Akumulasi penyusutan peralatan reparasi                   Rp. 2.240.000,00
201    Utang Usaha                                               Rp. 500.000,00
301    Modal H. arman                                            Rp. 7.330.000,00
302    Prive H. Arman                                            Rp. 24.000.000,00
401    Pendapatan reparsi                                        Rp. 46.950.000,00
501    Beban Upah                                                Rp. 15.550.000,00
502    Beban sewa                                                Rp. 450.000,00
503    Beban Iklan




Diminta :
1. Susunlah sebuh Neraca Lajur untuk tahun yang berakhir 31 Desember 1990 dengan
   pertolongan saldo –saldo di atas dan keterangan berikut ini :
   a. Asuransi yang telah kadarluwarsa Rp. 530.000,00
   b. Nilai persediaan perlengkapan reparasi yang masih ada Rp. 760.000,00
   c. Penyusutan atas peralatan reparasi Rp. 1.300.000,00.
   d. Upah terutangg dan belum dicatat Rp. 50.000,00.

   Perkiraan yang masih harus dibuka:

   504    Beban asuransi
   505    Beban perlengkapan
   506    Beban penyusutan peralatan reparasi
   202    Upah yang harus dibayar

2. Dengan pertolongan neraca lajur itu, susunlah:

   a. Perhitungan Rugi-Laba
   b. Laporan perubahan modal
   c. Neraca

3. Buatlah ayat jurnal penutup.
4. Buatlah neraca saldo setelah penutupan.

3. Dari soal Bab XI No. 3, Anda diminta untuk:

   a.   Membuat jurnal penutup
   b.   Menutup rekening-rekeninh buku besar
   c.   Membuat neraca saldo setelah penutupan
   d.   Membuat jurnal pembalik

4. Pada tanggal 1 Agustus 1990 Hadi Susilo membuka sebuah kantor usaha agen real
   estate dengan nama “Hadi Ssilo Real Estate”. Seolama bulan Agustus 1990
   melakukan transaksi-transaksi berikut:
   Agustus 1       Diinvestasikan ke dalam perusahaan berupa uang tunai Rp.
                   3.000.000,00 dan sebuah mobil dengan nilai Rp 13.000.000,00
              2    Disewa kantor untuk bulan Agustus Rp. 700.000,00
              2    Dibayar premi asuransi untuk 1 tahun Rp. 960.000,00
              3    Dibeli tunai perl;engkapan kantor Rp. 250.000,00
              12 Dijual sebuah rumah dan untuk itu diterima komisi sebesar Rp.
                   7.700.000,00
              15 Dibayar gaji karyawan Rp. 600.000,00
                   Dibayar rekening telepon Rp. 100.000,00
              30 Dibayar pemakaiaan bensin dan oli selama bulan Agustus untuk
                   mobil peerusahaan Rp. 120.000,00
              31 Dibayar gaji karyawan Rp. 500.000,00
            32    Diambil uang tunai untuk keperluan pribadi Rp. 125.000,00

Diminta:
1. Bukalah rekening - rekening ( empat kolom ) berikut ini :

     111 Kas
     112 Asuransi dibayar di muka
     113 Perlengkapan kantor
     121 Mobil
     122 Akumulasi penyusutan mobil
     211 Gaji terutang
     311 Modal Hadi Susilo
     312 Prive Hadi Susilo
     411 Pendapatan Komisi
     501 Beban Sewa
     502 Beban Gaji
     503 Beban Bensil dan Oli
     504 Beban Telepon
     505 Beban Asuransi
     506 Beban Perlengkapan
     507 Beban Penyusutan mobil
2.   Buatlah ayat jurnal untuk transaksi – transaksi tersebut di atas, dan posting ayat
     jurnal tersebut ke dalam rekening yang sesuai.
3.   Buatlah Neraca Lajur dengan menggunakan keterangan berikut :
     a. Premi asuransi yang sudah kadarluwarsa Rp. 80.000,00
     b. Perlengkapan kantor yang masih tersedia Rp. 190.000,00
     c. Penyusutan atas mobil Rp. 200.000,00
     d. Gaji karyawan yang terutang Rp. 75.000,00
4.   Buatlah laporan keuangan :
                 - Perhitungan Rugi – Laba bulan Agustus 1990
                 - Laporan perubahan modal bulan Agustus 1990
                 - Neraca per 31 Agustus 1990
5.   Buatlah yat jurnal penyesuaian dan ayat jurnal penutup yang diperlukan dan
     masukkan ayat - ayat jurnal tersebut ke dalam rekening yang sesuai .
6.   Susunlah Neraca Saldo setelah penutupan per 31 Agustus 1990.

				
DOCUMENT INFO