LAPORAN KEGIATAN Sidang Pertama Komisi Bersama Kebudayaan ( The by bfk20410

VIEWS: 112 PAGES: 5

									                       LAPORAN KEGIATAN
           Sidang Pertama Komisi Bersama Kebudayaan
(The 1st   Meeting of Joint Commission on Cultural Cooperation)
                    Indonesia – Korea Selatan
            pada tanggal 13-15 Mei 2008 di Yogyakarta



Latar Belakang

  1.        Indonesia telah memiliki payung kerja sama dengan Korea
            Selatan (Republic of Korea/ROK) di bidang kebudayaan
            melalui sebuah perjanjian (Agreement between the
            Government of the Republic of Indonesia and the
            Government of the Republic of Korea on Cultural
            Cooperation) yang ditandatangani pada 28 November
            2000.

  2.        Dalam rangka mempercepat implementasi dari Agreement
            tersebut, maka kedua pemerintahan telah membentuk
            Eminent Persons’ Group (EPG). Di Indonesia pertemuan
            EPG pertama berlangsung pada 10 November 2006.

  3.        Pada tanggal 4 Desember 2006 kedua kepala negara
            menandatangani Joint Declaration on Strategic Partnership
            to Promote Friendship and Cooperation in the 21st Century
            yang isinya mencakup 32 bidang kerja sama yang
            dikelompokkan ke dalam 4 bidang utama di mana salah
            satunya adalah bidang sosial budaya.

  4.        Dua dari 7 bidang kerja sama sosial budaya yang
            tercantum dalam Joint Declaration dan juga menjadi
            prioritas  EPG    adalah     perlunya   membentuk      dan
            melaksanakan Joint Cultural Commission (JCC) sebagai
            dasar berdirinya Cultural and Information Services Center.

  5.        Pemerintah Indonesia telah mengesahkan (ratifikasi)
            Agreement tersebut melalui Peraturan Presiden No. 92
            Tahun 2007.

  6.        Dalam rangka mengimplementasikan Agreement tahun
            2000, hasil-hasil rekomendasi dari EPG RI-ROK dan
            berdasarkan    Prepres  No.92  tahun  2007,  maka
            diselenggarakanlah suatu pertemuan pertama komisi


                                                                     1
       bersama untuk kerja sama kebudayaan (the 1st Meeting of
       Joint Commission on Cultural Cooperation/JCC).


Joint Commission on Cultural Cooperation

1.     Sidang Komisi Bersama Kebudayaan/JCC ke-1 tersebut
       berlangsung pada 13-15 Mei 2008 di Yogyakarta, dengan
       melibatkan     5   Departemen     terkait    (Kemenpora,
       Depkominfo, Depdiknas, Deplu dan Depbudpar) di mana
       lingkup kerja JCC ke-1 berada dalam tahapan identifikasi
       kebutuhan untuk penyusunan “Plan of Actions” melalui
       exchange of views (establishment and discussion).

2.     Delegasi RI diketuai oleh Dr. Muchlis PaEni, pejabat eselon
       I SAM bidang Pranata Sosial Depbudpar. Sedangkan
       delegasi ROK dipimpin oleh Mr. Bae Jae-hyun, Director
       General of Cultural Affairs Bureau Ministry of Foreign
       Affairs and Trade of the Republic of Korea.

3.     Kerja sama bidang kepemudaan dan keolahragaan yang
       diusulkan RI meliputi: program semaul udong; program
       relawan/magang wirausaha muda ke ROK; workshop
       kewirausahaan pemuda dan pengembangan industri olah
       raga dan industri unggulan di ROK; pengiriman/rekruitmen
       atlit; pelatih dan wasit; pertukaran para pakar olah raga;
       penyelenggaraan seminar tentang industri olah raga;
       studi/pelatihan dalam rangka industri olah raga;       dan
       bantuan pembangunan gedung olah raga di 10 provinsi
       dan 10 kabupaten di Indonesia.

4.     Isu kerja sama pendidikan yang diangkat dalam pertemuan
       ini adalah: 1. Internasional Standard School (Sister School
       Facilitation, Reciprocal School Accredited, International
       Content Subjects facilitated by South Korea (IT, otomotif,
       etc); 2. Teacher empowering program (Teachers Training,
       Collaboration, Seminar and workshop); 3. World Class
       University (Double/dual degree between Indonesia
       universities and Korea universities,       Joint research,
       Student and Professor exchange, Seminar and Workshop,
       Indonesia     language   for   foreigners,     Darmasiswa
       scholarship program by Indonesian Government, Guest
       Lectures (being an Indonesian language lectures in some
       universities in South Korea).


                                                                 2
5.   Untuk bidang kebudayaan, isu-isu yang dibahas dalam JCC
     ke-1 tersebut mencakup substansi kerja sama arkeologi,
     konservasi benda-benda purbakala, Film, HRD, R&D,
     Cultural Content, dan bidang-bidang kebudayaan terkait
     lainnya.

6.   Untuk bidang Litbang Kebudayaan isu-isu yang diajukan
     adalah: penyusunan kamus bahasa Indonesia – Korea dan
     Korea – Indonesia; mendirikan bidang studi bahasa Korea
     di Indonesia (Universitas Indonesia) dan bidang studi
     bahasa Indonesia di Universitas terkemuka di ROK;
     memberikan beasiswa bagi publik maupun mahasiswa
     untuk memperdalam kebudayaan melalui pendidikan di
     bidang senimusik, seni teater, film, animasi dan busana.
     Adapun sebaliknya Indonesia menawarkan kepada korea
     pendidikan di bidang seni tari, seni musik (angklung,
     gamelan, suling, kolintang), seni pahat serta seni batik;
     melakukan penerjemahan dan penerbitan karya sastra
     kontemporer untuk generasi muda dan sejarah maritime;
     pengembangan khasanah kuliner tradisional (penataan,
     pengolahan dan pengemasannya) khas Indonesia dan
     Korea; melakukan kajian kebijakan kebudayaan di kedua
     Negara, khususnya berhubungan dengan upaya-upaya
     untuk mempertahankan tradisi di segala bidang;
     menyelenggarakan pekan film Indonesia-korsel di negara
     masing-masing; dan menyelenggarakan diskusi tentang
     multikulturalisme dan globalisasi.

7.   Isu tentang perlindungan Kekayaan Budaya menjadi salah
     satu poin penting dalam pembahasan sidang JCC ke-1 ini,
     mengingat    Agreement     Kebudayaan    RI-ROK    tidak
     mencantumkan klausul perlindungan terhadap Hak
     Kekayaan Intelektual (IPR) sehingga Indonesia merasa
     perlu mengangkat isu ini agar hasil-hasil karya budaya
     anak bangsa dapat dilindungi dari pemanfaatan/ekspolitasi
     ekonomi oleh pihak-pihak asing mana pung, baik bagi
     Indonesia maupun Korea.

8.   Di samping itu, dilakukan pertukaran pandangan
     (exchange of views) tentang lingkup kerja dan tanggung
     jawab Komite Kebudayaan, hal tersebut menjadi isu
     sentral mengingat saat ini Indonesia belum memiliki model
     pengembangan Pusat Kebudayaan, sehingga diharapkan


                                                             3
       dari hasil pembahasan dalam pertemuan bilateral ini,
       didapati suatu model yang dapat dijadikan contoh bagi
       pengembangan kerja sama bilateral Indonesia dengan
       negara-negara mitra.


Hasil Kesepakatan

1.     Kedua Pihak sepakat untuk mengkonkritkan kerja sama
       bilateral secara konstruktif dengan menekankan perlunya
       ditingkatkan saling kunjung antar pejabat dan ahli.

2.     Kedua Pihak juga sepakat untuk bekerjasama dalam
       peningkatan capacity building dan sumber daya manusia.
       Dalam hal ini Pemerintah Indonesia menyambut baik
       komitmen dari pemerintah ROK serta mengapresiasi
       bantuan berbagai program beasiswa yang diberikan Korea
       kepada Indonesia untuk meningkatkan hubungan bilateral
       kedua Negara.

3.     Kedua Pihak sepakat untuk mendorong terbentuknya pusat
       studi Indonesia di universitas-univesitas terkemuka di
       Korea Selatan dan juga sebaliknya pusat studi Korea di
       Indonesia.

4.     Untuk itu, kedua Pihak akan mempercepat finalisasi MoU
       Kerja Sama Pendidikan.

5.     Pihak Korea juga menyambut permintaan pihak Indonesia
       untuk percepatan finalisasi Arrangement on Youth and
       Sport Cooperation.

6.     Di bidang komunikasi dan informasi, kedua Pihak
       menekankan perlunya menjalin kerja sama dan koordinasi
       yang lebih erat, termasuk dalam hal berbagi informasi dan
       teknologi.

7.     Secara prinsip kedua Pihak juga sepakat untuk
       memperkuat kerja sama kebudayaan pada sektor warisan
       budaya (cultural heritage), kesenian (arts), film,
       arkeologi, permuseuman, sejarah, kelitbangan dan
       kediklatan, serta industri budaya. Dalam hal ini, pihak
       Indonesia dapat mengajukan proposal program/proyek
       kepada pihak Korea.


                                                               4
  8.      Pihak Korea juga meminta dukungan Indonesia dalam hal
          rencana pihak Korea menyelenggarakan beberapa event di
          Indonesia, yaitu: a) Pekan Budaya Korea, b) Festival
          Porselin Korea dan c) Pameran Foto. Dalam hal ini, pihak
          Indonesia menyatakan kesediaannya membantu.

  9.      Berkaitan dengan kerja sama kota/provinsi kembar, kedua
          Pihak   sepakat   untuk    mengintensifkannya   dengan
          meningkatkan jumlah pertukaran program/proyek di
          bidang kebudayaan, pendidikan dan olah raga.

  10.     Untuk melindungi semua kesepakatan kerja sama
          tersebut, kedua Pihak mengakui perlunya menerapkan
          perlindungan Intelectual Property Rights (IPR) sesuai
          dengan perundangan yang berlaku.


Catatan

  1.      Semua isu dan usulan program kerja sama yang telah
          disampaikan pada JCC Pertama ini dapat ditindaklanjuti
          dalam     rincian     program      dan    selanjutnya
          dikomunikasikannya dengan pihak Korea.

  2.      Berdasarkan Agreed Minutes yang telah disusun kedua
          Pihak tersebut, setiap instansi terkait dimungkinkan
          melakukan negosiasi langsung dalam mengimplementasi
          kesepakatan-kesepakatan JCC I tersebut dengan pihak
          Korea melalui saluran diplomatik yang dapat dtujukan
          langsung ke Duta Besar Republik Korea di Jakarta dengan
          tembusan ke Biro KSLN Depbudpar dan Direktur Astimpas
          Deplu RI.




                                        KERJA SAMA BILATERAL
                                                   BIRO KSLN




                                                                 5

								
To top