Docstoc

mimbar AKTUALISASIKAN AJARAN TRI HITA KARANA (DOC)

Document Sample
mimbar AKTUALISASIKAN AJARAN TRI HITA KARANA (DOC) Powered By Docstoc
					              AKTUALISASIKAN AJARAN TRI HITA KARANA

     GUNA MENGHADAPI DAMPAK KRISIS FINANSIAL GLOBAL



Mibar Agama Hindu di TVRI Kaltim tanggal 16 Mei 2009

   1. Jelaskan pengertian dari Tri Hita Karana!

      Pengertian.
      Secara leksikal Tri Hita Karana berarti tiga penyebab kesejahteraan. (Tri = tiga, Hita =
      sejahtera, Karana = penyebab). Pada hakikatnya Tri Hita Karana mengandung pengertian
      tiga penyebab kesejahteraan itu bersumber pada keharmonisan hubungan antara:

          1. Manusia dengan Tuhannya.
          2. Manusia dengan alam lingkungannya.
          3. Manusia dengan sesamanya.

   2. Jelaskan sejarah Tri Hita Karana!

      Latar belakang historis.
      Istilah Tri Hita Karana pertama kali muncul pada tanggal 11 Nopember 1966, pada waktu
      diselenggarakan Konferensi Daerah l Badan Perjuangan Umat Hindu Bali bertempat di
      Perguruan Dwijendra Denpasar. Konferensi tersebut diadakan berlandaskan kesadaran
      umat Hindu akan dharmanya untuk berperan serta dalam pembangunan bangsa menuju
      masyarakat sejahtera, adil dan makmur berdasarkan Pancasila. Kemudian istilah Tri Hita
      Karana ini berkembang, meluas, dan memasyarakat.

   3. Dari penjelasan tadi berarti ada tiga unsur Tri hita karana, mohon dijelaskan!

      Unsur- unsur Tri Hita Karana.

          1. Unsur- unsur Tri Hita Karana ini meliputi:

                   Sanghyang Jagatkarana.
                   Bhuana.
                   Manusia

   4. Bagaimanakah umat Hindu menerapkan konsep ini dalam kehidupan sehari-hari!

      Penerapan Tri Hita Karana dijabarkan dalam Panca Yadnya.

          1. Penerapan Tri Hita Karana dalam kehidupan umat Hindu sebagai berikut



                                                                                             1
               Hubungan antara manusia dengan Tuhannya yang diwujudkan dengan
                Dewa yadnya.
               Hubungan manusia dengan alam lingkungannya yang diwujudkan dengan
                Bhuta yadnya.
               Hubungan antara manusia dengan sesamanya diwujudkan dengan Pitra,
                Resi, Manusia Yadnya.

       2. Penerapan Tri Hita Karana dalam kehidupan umat Hindu dapat dijumpai dalam
          perwujudan:

                     Parahyangan untuk di tingkat daerah berupa Kahyangan Jagat

                     Di tingkat desa adat berupa Kahyangan desa atau Kahyangan Tiga
 1   Parhyangan

                     Di tingkat keluarga berupa pemerajan
                     atau sanggah


                     Pelemahan di tingkat daerah meliputi wilayah Propinsi Bali

 2   Pelemahan       Di tingkat desa adat meliputi "asengken" bale agung

                     Di tingkat keluarga meliputi pekarangan perumahan


                     Pawongan untuk di tingkat daerah meliputi umat Hindu di Bali


 3   Pawongan        Untuk di desa adat meliputi krama desa adat


                     Tingkat keluarga meliputi seluruh anggota keluarga



5. Dari tadi belum disinggung kaitan antara Nyepi dengan Tri Hita Karana!

        Prayaan tahun baru lebih mendekatkan diri kepada hyang Widdhi melalui
         perenungan, meditasi, upawasa dan tapa.

        Perayaan Tahun Baru merupakan ajang simakrama, membina hubungan baik
         dengan sesame, melalui berbagai kegiatan, seperti: donor darah, bakti social,
         pengobatan gratis dan sebagainya.

        Nyepi adalah yadnya kepada alam antara lain dengan

                                                                                         2
                  Memohon keselamatan dunia, melalui melasti

                  Menetralkan kekuatan negative melalui tawur kasanga.

                  Pada hari Nyepi melakukan catur bratha penyepian, yang mana Bali
                   selama 24 jam telah berhasil mengurangi emisi karbon sampai dengan
                   20.000 ton

6. Krisis financial global saat ini telah melanda dunia, bagaimanakah ini bisa terjadi!

                Pada Juni 1997, Indonesia terlihat jauh dari krisis. Tidak seperti Thailand,
                 Indonesia memiliki inflasi yang rendah, perdagangan surplus lebih dari
                 900 juta dolar, persediaan mata uang luar yang besar, lebih dari 20 milyar
                 dolar, dan sektor bank yang baik Inflasi rupiah dan peningkatan besar
                 harga bahan makanan menimbulkan kekacauan di negara ini. Pada
                 Februari 1998, Presiden Suharto memecat Gubernur Bank Indonesia, tapi
                 ini tidak cukup. Suharto dipaksa mundur pada pertengahan 1998 dan B.J.
                 Habibie menjadi presiden

                Hingga saat ini dampak krisis finasial global adalah akibat dari krisis
                 Amerika yang memiliki kebijakan ekonomi yang sangat longgar sehingga
                 banyak kredit namun tidak dapa dibayar sehingga berimplikasi pada
                 likwiditas Bank.

7. Jelaskan kaitan krisis financial global dengan Tri Hita Karana!
       1. Jelas bahwa ada yang keliru dalam penerapan Tri Hita Karana dlam dunia bisnis,
          yang tidak berbasis spiritual. Dalam sarassamuscaya disebutkan bahwa harta itu
          dibagi menjadi 3 yaitu 1/3 usaha, 1/3 makan, 1/3 yadnya.
       2. Kekeliruan ini hendaknya disadari, dengan berharap bahwa kita akan segera
          keluar dari masalah ini, menyongsong era baru yang lebih baik dengan
          pendekatan kepada tuhan, keharmonisan dengan sesame, dan ramah pada
          lingkungan.
       3. Kekliruan ini hendaknya di obati dengan kembali pada Veda yang menyatakan
          Bertani, beternak dan berdagang adalah tiga basis membangun keseahteraan
          ekonomi dalam kehidupan bersama di muka bumi ini. Mengkondisikan tiga basis
          ekonomi tersebut menjadi swadharma para Vaisya Varna sebagaimana dinyatakan
          dalam Bhagawad Gita XVIII.44.
       4. Pengembangan tiga basis ekonomi ini haruslah seimbang. Tidak boleh
          pengembangan industri perdagangan sampai merugikan eksistensi pertanian dan
          peternakan sebagai basis yang paling substansial dan suatu system ekonomi.



8. Kita melihat peluang pertanian di Kaltim ini rendah, bagaimana mewujudkannya dalam
   konsep Tri Hita karana?

   Kita harus berpijak pada pemikiran bahwa:

                                                                                           3
       1. Sebagai umat beragama hendaknya lebih dekat dengan Tuhan agar diberi
          petunjuk yang benar dalam melaksanakan swadharma,
       2. Rusaknya moral masyarakat adalah akibat rendahnya pemahaman dan penerapan
          ajaran agama, yang berdampak pada banyaknya criminal.
       3. Suatu saat tambang akan habis, dan kita harus tetap hidup, asap dapur harus tetap
          mengepul. Mau tidak mau harus mulai melirik kekayaan alam yang dapat
          diperbaharui. Ini artinya harus ramah dengan alam mulai saat ini juga. Bencana
          banjir yang kerap melanda samarinda ini memang salah satu akibat dari kurang
          harmonisnya manusia dengan alam.


9. Apakah yang bisa kita harapkan dalam penerapan tema Nyepi yang baru kita lewati ini?

        Aktualisasai secara nyata, melalui pendekatan Sraddha & bhakti, peka terhadap
masalah social kemasyarakatan, menanamkan jiwa cinta pada bumi dengan berbagai upaya
nyata, yang terpenting dalam mengahdapi krisis financial global adalah pola hidup
sederhana. Sederhana bukan berarti miskin tetapi hidup seperlunya atau tidak berfoya-foya,
dan gunkan energy dengan hemat.

10. Kita ketahui bersama bahwa upacara Panca Wali Krama memakan biaya yang cukup
    besar, tidakkah ini justru menambah krisis bagi umat Hindu!
Dalam konteks Yadnya dalam bentuk upacara adalah permohonan secara Niskala yang
artinya permohonan kekuatan mental, akan adanya rasa aman dan bebas dari kekhawatiran.
Upacara adalah sarananya, dan semoga upacara besar ini justru lebih memutar perekonomian
rakyat kecil.

                                                       Samarinda, 16 Mei 2009

   Mengetahui

   Bagian Penyiaran TVRI Kaltim                        Narasumber




   ………………………..                                         I Gede Adnyana, S.Ag

                                                       NIP. 150324694




                                                                                              4

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:224
posted:5/27/2010
language:Indonesian
pages:4
About Guru SMPN 1 BONTANG