makalah sekolah

Document Sample
makalah sekolah Powered By Docstoc
					                  KARYA TULIS
REMAJA SEBAGAI HARAPAN BANGSA
      ( DI LIHAT DARI SISI TEORI )


Karya tulis ini disusun untuk memenuhi sebagian persyaratan
           Mengikuti ulangan umum semester II
                Tahun pelajaran 2009/2010




                        Disusun oleh :
                Nama            : Khoriur Rokhim
                Nis             : 08.701
                Kelas           : XI. IPS
                Jurusan         : Ilmu Sosial




   MADRASAH ALIYAH SALAFIYAH
          ” HIDAYATUL ATHFAL ”
BANYURIB ALIT KOTA PEKALONGAN
      TAHUN PELAJARAN 2009/2010
                                 PENGESAHAN




Karya tulis ini berjudul ” REMAJA SEBAGAI HARAPAN BANGSA ” telah
disetujui dan di sahkan pada :




Hari           :
Tanggal        :




                                                 Mengetahui,
           Guru Pembimbing
                                              Kepala MAS HIFAL




             M. Yunus, S.pd                     Atsirudin Aqib




                                     ii
                                KATA PENGANTAR




       Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat serta
karunia sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas mata pelajaran bahasa Indonesia
yang berjudul ” Remaja Sebagai Harapan Bangsa ”. Sebagai salah satu syarat nilai
tugas dalam mata pelajaran bahasa Indonesia.
       Sehubungan dengan hal tersebut diatas, penulis mengucapkan banyak terima
kasih kepada yang terhormat :
1. Kepada kedua orang tua yang telah banyak berkorban demi memperjuangkan
   nasib putra-putrinya.
2. Bpk. Atsirudin Aqib selaku kepala MAS HIFAL
3. Ibu Eni Irnawati S.pd selaku wali kelas XI-15
4. Ibu Eka Veryana, S.pd selaku guru pengampu bahasa Indonesia
5. Bapak M. Yunus, S.pd selaku pembimbing
6. Segenap dewan guru MAS HIFAL
       Yang secara rela serta dengan penuh kesabaran membimbing penulis kearah
kesadaran dan kedispilinan.
       Namun penulis sadar bahwa karya tulis ini masih jauh dari sempurna. Untuk
itu penulis mengharapkan saran dan kritik dari para pembaca.
       Akhirnya hanyalah do’a kehadirar Allah yang maha Segala Nya yang hanya
dapat penulis semoga Allah melimpahkan balasannya kepada semua pihak yang telah
memberikan jasa-jasanya.




                                                        Pekalongan, Mei 2010




                                                               Penulis




                                         iii
                                                       DAFTAR ISI


Halaman Judul ......................................................................................................         i
Pengesahan ...........................................................................................................       ii
Kata Pengantar ......................................................................................................        iii
Daftar Isi................................................................................................................   iv


BAB I PENDAHULUAN
           A. Latar Belakang ....................................................................................            1
           B. Rumusan Masalah ...............................................................................                1
           C. Tujuan Penulisan ................................................................................              2
           D. Sistematika Penulisan .........................................................................                2


BAB II PEMBAHASAN
           A. Pengertian Masa Remaja .....................................................................                   3
           B. Pengertian Bangsa ...............................................................................              3
           C. Peranan Remaja...................................................................................              4
           D. Keadaan Bangsa Indonesia .................................................................                     5
           E. Tanggung jawab Bangsa Indonesia .....................................................                          6
           F. Harapan Sembuh Dari Krisis .............................................................                       7


BAB III PENUTUP
           A. Simpulan .............................................................................................         8
           B. Saran ....................................................................................................     8


DAFTAR PUSTAKA




                                                                iv
                                       BAB I
                                PENDAHULUAN




A. Latar Belakang
          Masa remaja adalah kelanjutan dari masa pubertas dimana ciri-ciri yang
   meninjol dari masa ini adalah masa masa peralihan yang penuh dengan gejolak
   dan ruang ketidak pastian serta ketidakjelasan. Maksudnya remaja bisa dikatakan
   masa yang yang serba nanggung juga masa yang penuh masalah.
          Disinilah, remaja harus berani melampaui batas hal-hal yang biasanya
   sudah dianggap sebagai doktrin disinilah bukan sekedar inklusif, namun sekaligus
   harus dapat memberi penutan, yang mampu melindungi setiap individu dan
   berbagai etnik tanpa harus mempermasalahkan sumber hukum bangsa ini.
          Seringkali para remaja mengadakan aksi demo, terutama pada kalangan
   mahasiswa yang ada di bangsa ini.
          Kita sebagai remaja harapan bangsa harus jujur mengakui bahwa
   perbaikan atau penyembuhan krisis multi dimensional tidak sedikit yang kita
   rasakan. Namun juga harus jujur juga mengakui bahwa belum seluruh jenis krisis
   telah lenyap. Integritas kita sebagai bangsa masih dalam kondisi yang
   menyedihkan. Terlebih lagi dimata dunia internasional. Ini berarti kita harus tetap
   introspeksi (muhasabah) terhadap krisis multi dimensional kita. Kita harus serius
   dan bekerja keras untuk membangun integritas bangsa.


B. Rumusan Masalah
          Dalam penulisan karya tulis ini perlu diketahui penulis memfokuskan diri
   untuk membahas :
   a. Apa pengertian masa remaja
   b. Apa pengertian bangsa
   c. Bagaimana peran remaja dalam memajukan bangsa Indonesia
      -   Bagaimana kondisi bangsa Indonesia sekarang ?
      -   Pada siapa bangsa ini harus bertanggung jawab ?
      -   Apakah masih ada harapan sembuh dari krisis ?




                                         1
C. Tujuan Penulisan
   1. Tujuan umum
              Karya tulis ini menguraikan tentang ” Remaja Sebagai Integritas
      Bangsa Dari Kondisi Bangsa Indonesia Sekarang ” dimana merupakan suatu
      hal yang sangat penting di pelajari, dipahami, dan dicermati lebih mendalam
      guna menurunkan beban, yang masih menempel pada negeri ini . terutama
      sebagai penyongsong masa depan meningkatkan kesejahteraan masyarakat
      dan tidak untuk kelangan remaja saja, namun untuk masyarakat umum juga
      ikut andil dalam permasalahan.
   2. Tujuan khusus
              Karya tulis ini menguraikan tentang : remaja dalam menghadapi
      permasalahan yang ada di negara Indonesia.


D. Sitematika Penulisan
          Dalam sistematika penulisan karya tulis ini, penulis membaginya dalam 3
   BAB, yaitu :
          BAB I : Pendahuluan. Yang meliputi latar belakang, rumusan masalah,
   tujuan penulisan, dan sistematika penulisan.
          BAB II : Pembahasan. Dalam Bab ini di sajikan akar permasalahan bangsa
   Indonesia sampai akhir pelaksanaan kesejahteraan rakyat.
          BAB III : adalah Penutup yang meliputi simpulan dan saran.




                                         2
                                        BAB II
                                 PEMBAHASAN




A. Pengertian Remaja
           Kata remaja berasal dari terjemahan bahasa inggris ”adolescence” dan
   bahasa latin ”adolescene” yang berarti tumbuh menjadi dewasa. Dalam kamus
   besar bahasa Indonesia kata remaja memiliki 3 arti yaitu mulai dewasa, sudah
   sampai umur untuk kawin dan masa muda. Pada zaman dulu, pembagian masa
   remaja sebagai salah satu tahapan perkembangan manusia belum begitu dikenal.
   Remaja dianggap sudah sebagai manusia dewasa karena sudah mencapai
   kematangan seksual dan mampu melakukan reproduksi. Pandangan seperti ini
   masih terbawa pada beberapa dekade terakhir, terutama di masyarakat tradisional
   dimana sering kita jumpai remaja melakukan pernikahan saat usianya baru lima
   belas tahun atau enam belas tahun.
           Sekarang dijaman modern ini remaja memiliki arti yang lebih luas lagi.
   Yakni satu masa yang sedang mencapai kematangan mental, emosional, sosial
   dan fisik.
           Kompleksitas itu muncul dari adanya gejolak dan tekanan dari internal
   pribadi remaja tersebut dan tekanan eksternal berupa tuntutan dari lingkungan
   sosial yang meminta perubahan adaptasi remaja dengan segera.


B. Pengertian Bangsa
           Para ilmuwan maupun pakar politik dan hukum hingga dewasa belum
   mensepakati definisi tentang bangsa. Kadang kala bangsa juga disebut rakyat
   untuk membedakan istilah itu para ahli mengatakan bangsa adalah suatu
   pengertian politis sedangkan rakyat pengertian sosiologis.
           Suatu bangsa pertama-tama dipersatukan oleh hal-hal yang bersifat ideal
   yaitu persamaan nasib dan cita-cita. Contoh terbentuknya bangsa bukan di
   karenakan hal-hal yang bersifat fiskal seperti persamaan ras, keturunan, agama,
   bahasa atau adat istiadat meskipun bangsa menggunakan tiga bahasa, mereka
   merasa satu bangsa demikian pula bangsa lain.
           Menurut pendapat beberapa ahli bangsa adalah suatu nama wilayah
   tertentu, mitos leluhur bersama kenangan bersama, budaya yang sama dan
   solidaritas tertentu.




                                          3
   Pengertian bangsa dari beberapa ahli :
   1. Ernes Ernan
      Bangsa adalah sekelompok manusia yang memiliki kehendak bersatu
      sehingga merasa dirinya adalah satu.
   2. Hars Kolin
      Bangsa diartikan sebagai buah hasil tenaga hidup dalam sejarah dan karena itu
      selalu bergelombang dan tidak pernah beku.


C. Peranan Remaja Untuk Memajukan Bangsa Indonesia
          Akar permasalahan krisis multi dimensi bangsa ini justru bermula pada
  krisis etika para elit yang berdampak pada lemahnya penegakkan hukum kita
  yang selanjutnya merembet pada maraknya serta menjamurnya praktik KKN
  disemua sendi kehidupan kekayaan dan kesejahteraan hanya dirasakan oelh
  sebagian kecil anak bangsa ini. Kemelimpahruahan negeri ternyata belum
  menjanjikan hidup yang sejahtera bagi anak bangsa secara umum, akibatnya
  tatanan sosial dan norma-norma agama serta etika perangkat budaya terkoyak-
  koyak kita membutuhkan rebuilding culture untuk generasi mendatang tatanan
  sosial kemasyarakatan kita sistem demokrasi kita, tatanan etika politik kita mesti
  dirumuskan ulang.
          Remaja yang dalam kondisi bangsa dan negara Indonesia, tanah air dan
  tumpah darah mereka yang sedang berada dalam krisis multi dimensi yang penuh
  dengan keprihatinan. Remaja juga diajak untuk belajar mencintai tanah airnya
  dengan cara bekerja dan menjadi generasi muda yang penuh keunggulan. Mereka
  menjadi remaja unggul semata-mata demi kepentingan diri mereka sendiri, tapi
  karena ada tugas lebih mulia yang menanti di depan mereka kelak. Ajakan ini
  menjadi suatu kehormatan dan kontribusi penting bagi pemerintahan dan bangsa
  ini dalam upaya keluar dari rentetan krisis yang belum mereda.
          Upaya pendidikan remaja dan upaya perbaikan bangsa adalah sebuah
  pekerjaan besar yang membutuhkan waktu tidak sedikit dan sebentar pula juga
  memerlukan keterlibatan banyak komponen bangsa. Bukan suatu hal yang
  mustahil pula jika remaja Indonesia saat ini justru akanmenjadi tulang punggung
  perbaikan bangsa bahkan motor penggerak bangsa menuju kejayaan dan
  keunggulan Indonesia.
          Untuk itulah, masyarakat bukan saja dituntut untuk melakukan perlawanan
  terhadap dampak negatif globalisasi, seperti gejala kemiskinan, ketimpangan dan




                                            4
   erosi budaya lokal oleh budaya global, dekadensi moral, tapi lebih dari itu kita
   mesti mengapresiasikan dan mengelaborasikan globalisasi tersebut. Hal ini sangat
   terkait dengan semangat para pemuda belum lama ini yang menggaungkan
   kembali peran pemuda dalam membangun bangsa. Dan remaja, sebagai bagian
   dari komponen penting pemuda, sangat di nantikan perannya.
           Akan tetapi ada satu hal yang ketinggalan yaitu hukum (nasional), karena
   suatu bangsa yang mendirikan suatu negara tanpa hukum (nasional) berarti negara
   yang tidak ada pengikat kesatuannya. Sekali kita mendirikan suatu negara
   kebangsaan disaat itu pula semestinya ada hukum (nasional) yang mengikat
   seluruh warga negaranya. Hal inilah yang merupakan awal problematika bangsa
   kita.
           Ada lagi masalah yang rumit dibidang membangun hukum nasional yang
   mutlaq kita perlukan sebagai bangsa, yang merupakan warisan politik hukum
   kolonial yang sampai kini masih belum terselesaikan, yaitu dikotomi kesadaran
   hukum (yang pada mulanya adalah trikotomi hukum) sehingga sebagai remaja
   khas Indonesia mempunyai tugas perkembangan ada pada setiap tahapan
   perkembangan yang merupakan suatu bersifat kronologis. Tugas perkembangan
   pada satu tahapan merupakan kelanjutan dari tugas perkembangan diri dari
   tahapan sebelumnya dan akan dilanjutkan lagi dalam skala yang berbeda oleh
   tugas perkembangan berikutnya.
           Tiap tahapan perkembangan memiliki tugas perkembangan masing-
   masing. Tugas perkembangan ini harus tuntas pada setiap tahapanya. Karena akan
   dilanjuti dengan tugas perkembangan berikutnya. Bila terhambat, maka itu akan
   menyulitkan tugas perkembangan berikutnya.


D. Bagaimana Kondisi Bangsa Indonesia Sekarang
           Permasalahan dampak globalisasi bagi remaja ini memang menjadi
   masalah di semua negara perlu diadakan upaya upaya dari banyak pihak untuk
   menciptakan keadaan konlusif agar efek positif dari globalisai dengan segala
   instrumen yang mendukungnya lebih dominan dari pada efek-efek yang negatif.
   Upaya ini bisa dimulai dari regulasi yang memadai bagi perlindungan remaja juga
   anak dari tayangan-tayangan pronografi dan kekerasan. Meski tidak mudah
   merealisasikannya namun bukan berarti gagal atau tidak berarti sama sekali.
           Untuk menuju kesana langkah awal yang harus dilakukan adalah perhatian
   kepada mayoritas pelaku usaha, yakni usaha kecil menengah dan koperasi.




                                         5
   Perhatian ini pada kenyataannya harus menyangkut pembenahan dalam banyak
   hal, mulai dari infrastruktur telekomunikasi, infrastruktur pembiayaan dan
   infrastruktur usaha lainnya, kesediaan sumber daya manusia yang kreatif
   ketersediaan riset dan teknologi yang berfariasi sesuai tuntunan usaha kecil
   menengah, ketersediaan dukungan untuk membentuk jaringan pasar domestik
   yang menjadi incaran pelaku-pelaku usaha internasional dll. Merupakan isu
   sentral dari usaha demokrasi ekonomi saat ini.
          Demokrasi yang kita perjuangkan tidak akan tegak dalam arti yang
   sebenarnya tanpa di topang oleh pertumbuhan ekonomi yang aktif. Demokrasi
   tanpa kesejahteraan rakyat, baru sebatas wacana tanpa ini kita tetap pada posisi
   sebagai bangsa yang lemah tidak berdaulat atas diri sendiri apalagi terhadap
   bangsa yang lainnya. Politik hukum atau politisasi hukum juga masih menguat.
   Keterpurukan bangsa ini hendaknya dibenahi segera dengan serius semua kita
   mesti menata diri.


E. Pada Siapa Bangsa Ini Harus Bertanggung Jawab
          Rakyat    Indonesia dengan beragam suku         dan model kehidupan
   sesungguhnya memiliki kekayaan sumber ilmu yang luar biasa. Pemikiran yang
   sekaligus sudah diaplikasikan oleh masyarakat Indonesia tak terbilang jumlah
   kekayaan-kekayaan yang tidak tampak ini menjadi sesuatu yang berharga,
   membuat kita kehilangan banyak aset atau bahkan seolah-olah tidak punya aset
   apapun dibandingkan negara maju dipatenkan oleh negara lain, bahkan beberapa
   temuan-temuan lokal kita sudah dipatenkan oleh negara lain.
          Akhirnya budaya unggul itu menjadi adat, menjadi tradisi yang mengakar
   kuat dan membentuk etos kerja rakyat dan bangsa Indonesia yang luar biasa
   budaya unggul ini pun menjadi pilar-pilar kuat yang mengokohkan karakter
   bangsa. Bila benar-benar terlaksana, maka cita-cita kita bersama untuk menjadi
   bangsa yang besar dan terhormat dengan bangsa-bangsa lain didunia akan segera
   terwujud, bukan hanya sekedar wacana belaka.
          Tumbuhnya tekad kuat untuk menjadi orang yang bermanfaat bagi orang
   lain dimata remaja unggul karena adanya kesadaran yang tinggi dalam dirinya
   untuk menjalani kehidupan ini dengan penuh arti, sebaiknya, remaja yang biasa-
   biasa saja kurang memiliki kesadaran dan seringkali disebabkan juga karena
   lingkungan keluarga kurang menciptakan suasana yang mendorong kearah
   kualitas keunggulan-keunggulan diri.




                                          6
F. Harapan Bangsa Indonesia Untuk Sembuh Dari Krisis
          Selain karena kemenangan ideologi kapitalisme-liberalisme yang disusun
   negara barat atas ideologi komunisme-sosialisme yang memaksa keterbukaan
   semua negara di dunia, faktor penting lainnya adalah perkembangan ilmu
   pengetahuan dan teknologi informasi yang cukup spektakuler proses globalisasi
   (internasionalisasi komoditi, trans-nasionalisasi kapital, globalisasi informasi)
   akan mendapatkan kekuatan yang sangat dahsyat dan revolusi teknologi informasi
   dan komunikasi yang mewujudkan dalam teknologi internet.
          Dalam kemajuan internet dengan tingkat perkembangan yang ada akan
   mengubah hampir semua aspek kehidupan pendidikan perawatan kesehatan
   kegiatan kerja dan pengisian waktu luang, internet menawarkan peluang yang
   sangat luar biasa yang tidak seluruhnya positif. Dari sisi positif, internet dapat
   menjadi alat donorisasi yang ampuh internet mampu meberikan sekaligus dua hal
   yang menjadi inti demokrasi kemampuan memilih dan kemampuan mewujudkan
   pilihan penduduk kita yang terpencar oleh jarak ataupun waktu akan menghadapi
   perubahan ini sebagai warga masyarakat global.
          Internet yang pertama kali diciptakan untuk keprerluan ilmiah, sekarang
   menjelma menjadi perlengkapan untuk kehidupan sehari-hari bisa diakses dari
   seluruh penjuru bumi mahasiswa diseluruh dunia seperti menemukan harta karun.
   Warga negara suatu bangsa menemukan cara untuk menyampaikan pandangan-
   pandangan politiknya.
          Disisi lain, internet juga membuka peluang luar biasa lahirnya bentuk
   penjajahan baru. Suatu penjajahan yang bertujuan penguasaan ekonomi melalui
   pengendalian dan penguasaan.




                                         7
                                      BAB III
                                     PENUTUP




A. Simpulan
  Berdasarkan uraian diatas maka dapat diambil simpulan sebagai berikut :
  -   Tugas perkembangan bangsa harus tuntas paada tahapnya, karena akan
      dilanjuti dengan tugas perkembangan berikutnya.
  -   Krisis multidimensional adalah krisis disegala bidang kehidupan disebut juga
      krisis lingkaran syetan (viciuos crisis)
  -   Remaja dan masyarakat harus serius dan bekerja keras untuk membangun
      integrasi bangsa.


B. Saran
  Dari penulis memberikan beberapa saran kepada pembaca, yaitu :
  -   Sebagai generasi muda remaja harus mampu bersaing di era globalisasi
      sekarang.
  -   Diperlukan semangat juang yang tinggi untuk bangun dari keterpurukan
      bangsa ini.
  -   Perlu sikap optimis dan membangun pada diri setiap remaja demi
      mewujudkan kesejahteraan bangsa.




                                          8
                              DAFTAR PUSTAKA



Azizy, Qodri. 2008, Membangun Integritas Bangsa. Jakarta : Renaisan.

MGMP Kota Pekalongan. 2008. Materi Kewarganegaraan. Batang : Sahabat Utama.

Ratrioso, Imam. 2008. remaja Unggul Kamukah Itu ?. Jakarta : Nobel Edumedia.




                                        9

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:4398
posted:5/26/2010
language:Indonesian
pages:13
Description: buat para siswa yang kesulitan...