Docstoc

pilkada sebagai sarana mendidik rakyat, setuju atau tidak

Document Sample
pilkada sebagai sarana mendidik rakyat, setuju atau tidak Powered By Docstoc
					         Pilkada sebagai Sarana Mendidik Rakyat Berdemokrasi


       Indonesia adalah negara demokrasi. Namun pada kenyataannya, banyak dari rakyat
Indonesia yang belum dewasa dalam berdemokrasi. Contohnya adalah rakyat yang mudah
terprovokasi oleh seseorang, maupun rakyat yang tidak senang jika pemimpin pilihannya
tidak terpilih di pemilihan umum. Padahal, pemahaman akan demokrasi yang baik dan
benar akan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam usaha pembangunan negara. Hal ini
sangat penting karena tanpa pendidikan berdemokrasi yang baik dan benar, rakyat
Indonesia bisa saja salah dalam menentukan masa depan bangsa, misalnya pada saat
PEMILU. Salah satu ajang demokrasi yang dapat mendidik rakyat Indonesia dalam hal itu
adalah Pilkada.

        Pilkada menurut Wikipedia.com adalah pemilihan umum untuk memilih Kepala
Daerah dan Wakil Kepala Daerah secara langsung di Indonesia oleh penduduk setempat
yang memenuhi syarat. Pengertian lain dari pilkada didapat dari UU no.22 tahun 2007
bahwa pilkada termasuk dalam rezim pemilu dan tata cara pilkada sama dengan pemilu.
Dalam pilkada dibutuhkan demokrasi seperti tertulis UU nomor 32 tahun 2004 tentang
pemerintahan daerah yang menegaskan bahwa pilkada harus dilaksanakan secara
transparan dan demokratis serta wajib mengikutsertakan calon perseorangan. Melalui ajang
ini, rakyat belajar untuk memilih kepala daerah secara demokrasi, berbeda dengan tahun-
tahun sebelumnya dimana rakyat tidak dapat memilih siapa kepala daerah masing -masing.
Hal ini tentu saja merupakan suatu terobosan baru bagi rakyat Indonesia, karena rakyat
Indonesia melalui ajang ini, sedang belajar berdemokrasi, maka tak salah jika PEMILU sering
disebut-sebut sebagi pesta demokrasi

        Menurut Chairul Azwar, Wakil sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, pilkada adalah
pertaruhan besar bagi masa depan demokrasi di Indonesia. Pilkada mewujudkan
kesinambungan kepemimpinan local yang hendak dipilih secara demokratis dan terbuka.
Beliau juga mengatakan pelaksanaan pilkada adalah momentum strategis bagi kelangsungan
demokrasi di negeri ini. Mengapa? Karena pilkada mengajak rakyat memilih pemimpinnya
mulai dari satuan terkecil contohnya kota/propinsi. Sehingga rakyat di suatu daerah belajar
untuk selektif dalam memilih pemimpinnya. Sehingga pemimpin yang baru dapat terpilih
sesuai hati nurani rakyat.

       Jadi dapat disimpulkan bahwa Pilkada merupakan suatu ajang pesta demokrasi
rakyat yang dapat mendidik rakyat dalam berdemokrasi. Kesuksesan Pilkada suatu daerah
juga dapat menjadi tolok ukur PEMILU Presiden dan Wakil Presiden di tahun 2009 nanti.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Stats:
views:255
posted:5/25/2010
language:Indonesian
pages:1