Docstoc

majalah dinding dan pengelolaannya

Document Sample
majalah dinding dan pengelolaannya Powered By Docstoc
					Majalah Dinding Sekolah Dan Pengelolaannya

A. Pendahuluan

Majalah dinding atau lebih dikenal dengan singkatannya “MADING” yaitu salah satu jenis media atau
sarana penyampaian informasi dan penyaluran minat dan bakat yang dikerjakan dan dikelola oleh
kelompok tertentu serta diperuntukkan untuk kalangan tertentu pula.
Mading sangat mungkin dijumpai di banyak tempat seperti mesjid, sekolah, perpustakaan umum, instansi
pemerintahan dan lain sebagainya. Hal ini karena mading bisa dikelola oleh siapa saja dan bisa
ditempatkan dimana saja. Misalnya Mading Ikatan Remaja Mesjid, Mading LSM, Mading Kampus,
Mading Sekolah dan lain-lain.
Mading sekolah adalah mading yang dikelola oleh suatu sekolah tertentu baik siswa maupun guru dan
biasanya disajikan agar dapat dibaca oleh warga sekolah tersebut. Mading sekolah selain sebagai media
untuk menyampaikan informasi (pengumuman atau berita) juga dapat dijadikan ajang atau sarana
pengembangan minat dan bakat baik siswa maupun guru dalam bidang tulis menulis.
Mading juga sangat berperan dalam mengasah kemampuan siswa untuk belajar berorganisasi secara baik,
melatih kedisiplinan karena harus bekerja sesuai jadwal, belajar untuk lebih kreatif dalam mencari ide-ide
baru untuk tema dan tampilan mading, dan melatih siswa untuk bisa lebih bertanggungjawab terhadap
tugas yang harus dikerjakannya.
Mengingat keberadaan mading sekolah memiliki arti yang penting baik bagi siswa maupun guru, maka
hendaknya mading sekolah dikelola secara baik agar tetap eksis. Dengan pengelolaan yang baik,
diharapkan mading akan selalu dapat terbit pada waktunya dengan tema-tema dan tampilan-tampilan
yang menarik.

B. Manajemen Mading Sekolah

Mengelola sebuah media informasi tentu memerlukan kepengurusan yang baik, tertata rapi, dan berjalan
sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing. Mading sekolah sekalipun diperlukan suatu
kepengurusan atau organisasi agar semuanya bisa berjalan lancar.
Menurut Rachim (2006), dalam pengelolaannya mading harus memiliki dua manajemen yaitu manajemen
organisasi dan manajemen redaksional. Kedua manajemen tersebut memiliki tugas yang berbeda satu
sama lain.

a. Manajemen Organisasi
Manajemen organisasi dalam pengelolaan mading sebagai sebuah organisasi intra sekolah sangatlah
diperlukan, karena tanpa organisasi ini pengelolaan mading akan sulit untuk berjalan dengan baik.
Manajemen organisasi dalam pelaksanaan tugasnya lebih bersifat administratif dan tidak berhubungan
secara langsung dengan hal teknis penerbitan mading. Keberadaan struktur atau jabatan manajemen
organisasi mading tergantung dari kebutuhan pengelolaan mading itu sendiri.
Menurut Rachim (2006), Manajemen organisasi mading biasanya dipimpin oleh seorang pemimpin
umum, dibantu oleh beberapa seksi seperti seksi Administrasi, Keuangan, Sponsorship, dll., sesuai
kebutuhan Mading.
Seorang pemimpin umum bertugas mengkoordinasikan kegiatan secara keseluruhan, bagian
keuangan/bendahara bertugas mengatur keuangan terkait biaya operasional dan biaya penerbitan, bagian
administrasi/sekretaris berperan terkait dengan surat menyurat terutama yang berhubungan dengan pihak
luar seperti permohonan kesediaan wawancara atau lainnya. Bagian sponsorship bertugas mencari pihak -
pihak yang mau berkontribusi dengan beriklan atau menyampaikan ucapan selamat dll, dengan perjanjian
tertentu.

b. Manajemen Redaksional
Manajemen redaksional adalah manajemen yang bertanggungjawab langsung secara teknis terhadap
proses penerbitan mading mulai dari penyusunan tema, penyusunan materi, pencarian bahan/berita
sampai publikasi. Manajemen redaksional biasanya dipimpin oleh seorang pemimpin redaksi dan di bantu
oleh bagian-bagian lain yang ada di bawahnya seperti redaktur pelaksana, redaktur, reporter dan yang
lainnya sesuai kebutuhan mading.
Pemimpin redaksi adalah orang yang adalah orang yang bertanggungjawab penuh atas materi atau isi
yang disajikan dalam mading. Redaktur pelaksana bertugas mengkoordinasikan tugas-tugas yang
menyangkut keredaksian kepada para redaktur. Redaktur bertugas memberikan instruksi kepada para
reporter untuk melakukan peliputan atau pencarian berita atau informasi yang akan disajikan. Setelah
mendapat laporan atau bahan-bahan informasi dari reporter, tugas redaktur selanjutnya adalah melakukan
proses editing naskah/tulisan serta melakukan rapat koordinasi untuk menentukan kelayakan naskah atau
tulisan untuk diputuskan apakah tulisan tersebut layak untuk dipublikasikan atau tidak. Sedangkan
seorang reporter bertugas mencari berita atau bahan informasi di lapangan sesuai dengan instruksi
redaktur atau atas kemauan sendiri.
Dari uraian tentang manajemen mading sekolah dapat digambarkan contoh organisasi mading sekolah
sebagai berikut :

Gambar. 1. Contoh Struktur Organisasi Mading
Struktur organisasi mading dapat dibuat disesuaikan dengan kebutuhan mading dengan
mempertimbangkan jumlah personil, banyaknya kegiatan dan hal-hal lainnya, dan hal lain yang harus
diperhatikan dalam penentuan struktur organisasi mading adalah bahwa penugasan sebaiknya disesuaikan
dengan bakat dan kemampuan anggota.

C. Pembuatan Mading Sekolah

Setelah susunan kepengurusan atau Struktur Organisasi mading terbentuk, maka tahapan selanjutnya yang
harus dijalankan oleh tim adalah pembuatan mading yang harus dikerjakan melalui beberapa tahapan.
Agar pelaksanan pembuatan mading ini maka hendaknya setiap personil harus disiplin dan
bertanggungjawab terhadap apa yang menjadi tugasnya.
Sebelum masuk pada pembuatan mading itu sendiri sebaiknya Tim Mading melaksanakan rapat untuk
mendiskusikan hal-hal yang penting agar diketahui dan difahami bersama oleh setiap personil Mading.
Adapun hal-hal yang perlu didiskusikan diantaranya.
a. Waktu Terbit
Waktu terbit mading perlu menjadi bahan diskusi, hal ini karena ada beberapa alasan salah satunya agar
pelaksanaan kegiatan pembuatan mading itu tidak mengganggu waktu belajar seperti situasi menjelang
pelaksanaan ujian. Selain itu waktu terbit mading harus diperhatikan jangan sampai mading terbit
menjelang liburan sekolah, sebab apabila mading terbit dan di pasang menjelang libur sekolah mading itu
akan sia-sia karena tidak ada yang membaca.

Waktu terbit Rutin mading pun sebaiknya diperhatikan dan dijadwalkan sedemikian rupa sehingga
mading bisa terbit secara rutin dan waktu terbitnya juga tepat. Penerbitan mading sekolah bisa dilakukan
misalnya setiap 2 minggu sekali atau setiap satu bulan sekali. Penggantian mading sebaiknya jangan
terlalu cepat ataupun terlalu lama sebab bila mading diganti terlalu cepat barangkali belum sempet dibaca
orang lain sehingga sangat sayang jika apa yang telah dikerjakan tidak berguna. Begitupula jika
penggantian mading dilakukan terlalu lama mungkin akan menimbulkan efek bosan bagi pembaca,
sehingga mereka enggan untuk datang melihat mading.

b. Tema
Mading yang diterbitkan sebaiknya memiliki Tema yang berbeda-beda untuk setiap kali terbit. Hal ini
dimaksudkan agar pembaca tidak bosan dengan satu tema yang disajikan dan juga diharapkan dapat
menambah wawasan para pembaca tentang tema-tema yang disajikan.

Pemilihan tema mading sangat bebas bisa, misalnya mengenai remaja, IPTEK, Seputar Kegiatan Nasional
atau Internasional terkini, atau juga dapat disesuaikan dengan bulan-bulan terbit seperti bila terbit bulan
januari bisa mengulas masalah tahun baru, bila terbit bulan April bisa mengulas masalah kepahlawanan
atau semangat Juang R.A. Kartini, dll.
c. Rubrik
Rubrik mading merupakan topik-topik yang dapat disajikan dalam mading. Rubrik mading bisa saja sama
setiap kali terbit, atau bisa juga berubah jika diperlukan. Jumlah dan jenis rubrik dalam mading
tergantung dari kesepakatan bersama anggota tim. Apabila rubrik sudah ditentukan maka langkah
berikutnya akan memudahkan dalam pembagian pelaksanaan tugas. Misalnya setiap rubrik yang sudah
ditentukan dibebankan kepada dua, tiga, atau lebih anggota dan mereka bertanggungjawab untuk mengisi
rubrik tersebut.

Meskipun rubrik mading dapat berubah-ubah, namun sebaiknya ada beberapa rubrik yang dipertahankan
setiap kali terbit. Beberapa contoh rubrik yang dapat dimuat dalam mading sekolah misalnya :
- Berita Seputar Sekolah
- Cerpen
- Puisi
- Sahabat mading
- Surat Pembaca
- Profil Siswa / Guru
- Dll.

d. Jadwal Kerja
Dalam pelaksanan kegiatan pembuatan mading penjadwalan adalah sesuatu yang harus dibuat apabila
mading ingin bisa terbit tepat waktu dengan hasil yang memuaskan. Penjadwalan bisa didasarkan pada
tahapan-tahapan kegiatan yang akan dilaksanakan seperti batas akhir pengumpulan materi, penyortiran
materi layak terbit atau tidak, editing, layouting, dekorasi dll. Jadwal yang sudah ditetapkan sebaiknya
dapat dilaksanakan dengan sebaik mungkin.
Tahapan-tahapan yang harus dilalui dalam pembuatan mading adalah sebagai berikut :

a. Pengumpulan Materi
Pengumpulan materi merupakan tugas seorang reporter. Materi yang dapat ditampilkan dalam mading
dapat berasal dari mana saja seperti :
1. Hasil Studi Pustaka
Studi pustaka dapat dilakukan melalui buku, majalah, koran, internet, dan lain sebagainya.
2. Hasil Survey atau pemantauan langsung di lapangan
Seorang reporter dapat mencari sumber berita dengan terjun langsung ke lapangan untuk meliput
peristiwa atau kegiatan-kegiatan yang terjadi di lingkungan baik sekolah maupun masyarakat.
3. Hasil Interview/Wawancara
Wawancara dapat dilakukan untuk mendapatkan informasi secara langsung dari orang-orang yang
bersangkutan seperti pakar, praktisi, profesional, pengamat, pelaku, korban, dll.
4. Menerima Pengiriman Materi
Selain harus mencari materi mading juga dapat diperoleh dengan cara menawarkan kepada orang lain
untuk mengirimkan naskah atau tulisan berkaitan dengan sebuah tema tertentu yang disediakan untuk
mengisi rubrik-rubrik tertentu.

Untuk mendapatkan data-data atau materi yang dibutuhkan oleh seorang reporter, seorang reporter
memerlukan persiapan baik persiapan secara peralatan maupun persiapan mental. Peralatan-peralatan
yang harus dimiliki seorang reporter misalnya kamera, tape recorder, kertas, ballpoint, dll. Adapun
persiapan mental meliputi pelatihan kemampuan menangkap informasi, meningkatkan rasa percaya diri,
dan membekali diri dengan pemahaman tentang etika yang baik sebagai seorang reporter seperti etika
dalam berwawancara, etika ketika memasuki lokasi peliputan berita dll.

b. Pemilihan Materi
Materi yang diperoleh bisa saja sangat banyak atau lebih dari cukup untuk mengisi mading atau mungkin
juga materi-materi yang diperoleh kurang layak atau kurang pantas untuk ditampilkan. Oleh karena itu
selanjutnya tim redaktur harus melakukan pemilihan materi yang bisa dimuat atau dapat diterbitkan.
c. Editing
Setelah melakukan penyortiran materi maka langkah selanjutnya adalah melakukan proses editing
terhadap tulisan, gambar atau pun foto yang akan dimuat dalam mading. Proses editing terhadap tulisan
perlu dilakukan untuk mengurangi bahkan memperbaiki kesalahan-kesalahan pengetikan atau penulisan.
Adapun editing terhadap foto atau gambar dilakukan untuk mempercantik tampilannya.

d. Lay Out / Pengaturan Tata Letak
Pengaturan tata letak dilakukan agar tampilan mading bisa memberikan sajian yang menarik bagi
pembaca, tidak memberikan kesan asal jadi dan membosankan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam lay
out misalnya penempatan rubrik, penentuan ukuran kolom rubrik, penempatan lukisan/gambar/ foto dsb.

e. Menghias mading
Setelah di layout dengan baik untuk lebih mempercantik tampilannya sebaiknya mading diberi hiasan-
hiasan baik berupa gambar atau penambahan pernak-pernik lainnya. Setelah mading di hias maka mading
siap diterbitkan
D. Evaluasi Mading

”Segalanya tak ada yang sempurna” mungkin pepatah itu harus selalu kita pegang untuk lebih
memperbaiki diri kita dan apa yang kita kerjakan di masa yang akan datang. Begitu pula halnya dalam
pembuatan mading, setelah mading diterbitkan dan di baca oleh khalayak atau keluarga besar sekolah
maka ada baiknya Tim Mading melakukan evaluasi baik berdasarkan pengamatannya maupun
berdasarkan hasil kuisioner pembaca terhadap mading yan disajikan. Penilaian-penilaian, kritik dan saran
dari pembaca dapat dijadikan nodal perbaikan di masa yang akan datang.

E. Keberlanjutan Mading Sekolah

Agar mading sekolah bisa tetap bertahan dan bisa terbit sesuai waktu yang telah ditentukan maka perlu
dilakukan pengelolaan mading yang baik, terutama pengelolaan terhadap personilnya. Supaya mading
tetap berjalan maka sebaiknya dibentuk tim mading yang solid dan setiap saat diberikan pembinaan atau
bahkan apresiasi dari pihak sekolah (sumber tidak dikenal)

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Stats:
views:8165
posted:5/25/2010
language:Indonesian
pages:4