Docstoc

contoh-contoh pengembangan pengparagraf

Document Sample
contoh-contoh pengembangan pengparagraf Powered By Docstoc
					Pengertian Paragraf / Alinea dan Bagian dari Paragraf -
Bahasa Indonesia
Mon, 08/05/2006 - 12:24am — godam64
Paragraf adalah suatu bagian dari bab pada sebuah karangan atau karya ilmiah yang
mana cara penulisannya harus dimulai dengan baris baru. Paragraf dikenal juga dengan
nama lain alinea. Paragraf dibuat dengan membuat kata pertama pada baris pertama
masuk ke dalam (geser ke sebelah kanan) beberapa ketukan atau spasi. Demikian pula
dengan paragraf berikutnya mengikuti penyajian seperti paragraf pertama.

Sebuah paragraf (dari bahasa Yunani paragraphos, "menulis di samping" atau "tertulis di
samping") adalah suatu jenis tulisan yang memiliki tujuan atau ide. Awal paragraf ditandai
dengan masuknya ke baris baru. Terkadang baris pertama dimasukkan; terkadang dimasukkan
tanpa memulai baris baru

Sebuah paragraf biasanya terdiri dari pikiran, gagasan, atau ide pokok yang dibantu dengan
kalimat pendukung. Paragraf non-fiksi biasanya dimulai dengan umum dan bergerak lebih
spesifik sehingga dapat memunculkan argumen atau sudut pandang. Setiap paragraf berawal
dari apa yang datang sebelumnya dan berhenti untuk dilanjutkan. Paragraf umumnya terdiri dari
tiga hingga tujuh kalimat semuanya tergabung dalam pernyataan berparagraf tunggal.
Dalam fiksi prosa, contohnya; tapi hal ini umum bila paragraf prosa terjadi di tengah atau di akhir.
Sebuah paragraf dapat sependek satu kata atau berhalaman-halaman, dan dapat terdiri dari satu
atau banyak kalimat. Ketika dialog dikutip dalam fiksi, paragraf baru digunakan setiap kali orang
yang dikutip berganti.




- Syarat sebuah paragraf
Di setiap paragraf harus memuat dua bagian penting, yakni :
1. Kalimat Pokok
Biasanya diletakkan pada awal paragraf, tetapi bisa juga diletakkan pada bagian tengah
maupun akhir paragraf. Kalimat pokok adalah kalimat yang inti dari ide atau gagasan dari
sebuah paragraf. Biasanya berisi suatu pernyataan yang nantinya akan dijelaskan lebih
lanjut oleh kalimat lainnya dalam bentuk kalimat penjelas.
2. Kalimat Penjelas
Kalimat penjelas adalah kalimat yang memberikan penjelasan tambahan atau detail
rincian dari kalimat pokok suatu paragraf.

- Bagian-Bagian Suatu Paragraf yang Baik
A. Terdapat ide atau gagasan yang menarik dan diperlukan untuk merangkai keseluruhan
tulisan.
B. Kalimat yang satu dengan yang lain saling berkaitan dan berhubungan dengan wajar.



Jenis Paragraf -        Ada empat jenis paragraf yang dibahas, yaitu paragraf deduktif,
induktif, campuran, dan naratif. Perhatikan contoh berikut ini!

A. Contoh & Jenis Paragraf Deduktif

Ada beberapa penyebab kemacetan di Jakarta. Pertama, jumlah armada yang banyak
tidak seimbang dengan luas jalan. Kedua, kedisiplinan pengendara kendaraan sangat
minim. Ketiga, banyak tempat yang memunculkan gangguan lalu lintas, misalnya pasar,
rel kereta api, pedagang kaki lima, halte yang tidak difungsikan, banjir, dan sebagainya.
Keempat, kurang tegasnya petugas yang berwenang dalam mengatur lalu lintas serta
menindak para pelanggar lalu lintas. ( Paragraf Deduktif )
Penjelasan & Catatan Penting Paragraf Deduktif :
1. Kalimat utama berada di awal paragraf.
2. Menyatakan dari hal yang umum (luas) ke hal yang khusus.


B. Contoh & Jenis Paragraf Induktif
Guru menguasai materi dengan baik. Siswa terkelola dalam suasana pembelajaran yang
kondusif. Proses pembelajaran aktif dan partisipatif. Evaluasi dilaksanakan sebagai
pengukuran tingkat penyerapan siswa. Hal-hal di atas merupakan indikasi menuju
keberhasilan pembelajaran di kelas. ( Paragraf Induktif )


Penjelasan & Catatan Penting Paragraf Induktif :
1. Kalimat utama berada di akhir paragraf.
2. Menyatakan dari hal yang khusus ke hal yang umum (luas).


C. Contoh & Jenis Paragraf Campuran
Bahasa sangat penting dalam kehidupan kita. Untuk berkomunikasi kita menggunakan
bahasa. Untuk bekerja sama kita menggunakan bahasa. Untuk mewarisi dan mewariskan
kebudayaan, kita memerlukan bahasa. Sekali lagi, betapa pentingnya bahasa bagi
kehidupan kita ( Paragraf Campuran )


Penjelasan & Catatan Penting Paragraf Campuran :
1. Kalimat utama berada di awal dan ditegaskan kembali pada akhir paragraf.
2. Menyatakan dari hal yang umum (luas) ke hal yang khusus dan ditegaskan kembali
pada hal yang umum (luas).


D. Contoh & Jenis Paragraf Naratif
Seseorang sedang menyapu sambil menembang. Pak Mo mengumpulkan daun-daun
kering di sudut halaman. Esok hari pekerjaan yang sama menghadang di tempat yang
sama. Daundaun jatuh dan Pak Mo menyapunya lagi. Begitulah rupanya hakikat dari
hidup, selalu menuntut dibersih-bersihkan karena sampah dapat datang setiap saat, setiap
desah nafas. ( Paragraf Naratif )


Penjelasan & Catatan Penting Paragraf Naratif :
1. Semua kalimat dalam paragraf itu terintegrasi secara baik; menggambarkan pikiran
yang terdapat dalam paragraf itu.
2. Semua kalimat merupakan satu kesatuan isi. Satu kalimat pun tidak boleh sumbang.


Demikian artikel ini saya susun, semoga Jenis Jenis Paragraf ini dapat berguna bagi
saudara saudara semua ^_^
Sumber : BS - E Bahasa dan Sastra Indonesia Untuk SMA/MA Kelas X, karangan Sri
Utami, Sugiarti, Suroto, Alexander Sosa

Paragraf Berdasarkan Letak Kalimat Utama
September 26, 2007 · Leave a Comment
1. Paragraf deduktif
Paragraf yang dimulai dengan mengemukakan persoalan pokok atau kalimat topik
kemudian diikuti dengan kalimat-kalimat penjelas.
Contoh :
Kemauannya sulit untuk diikuti. Dalam rapat sebelumnya sudah diputuskan bahwa dana
itu harus disimpan dulu. Para peserta sudah menyepakati hal itu. Akan tetapi, hari ini ia
memaksa menggunakannya membuka usaha baru.
Keterangan :Kalimat yang tercetak miring sebagai pokok pikiran sedangkan yang
lain sebagai penjelas.

2. Paragraf Induktif
- Paragraf yang dimulai dengan mengemukakan penjelasan-penjelasan kemudian diakhiri
dengan kalimat topik atau paragraf yang dimulai dengan menyebutkan peristiwa-peristiwa yang
khusus, untuk menuju kepada kesimpulan umum, yang mencakup semua peristiwa khusus di atas.
Ciri-ciri Paragraf Induktif
-Terlebih dahulu menyebutkan peristiwa-peristiwa khusus
-Kemudian, menarik kesimpulan berdasarkan peristiwa-peristiwa khusus
-Kesimpulan terdapat di akhir paragraf
-Menemukan Kalimat Utama, Gagasan Utama, Kalimat Penjelas
-Kalimat utama paragraf induktif terletak di akhir paragraf
-Gagasan Utama terdapat pada kalimat utama
-Kalimat penjelas terletak sebelum kalimat utama, yakni yang mengungkapkan peristiwa-peristiwa khusus
-Kalimat penjelas merupakan kalimat yang mendukung gagasa utama

Jenis Paragraf Induktif :

        Generalisasi


    Pengertian Paragraf Generalisasi
    General = umum
    Generalisasi adalah penalaran induktif dengan cara menarik kesimpulan secara umum
    berdasarkan sejumlah data. Jumlah data atau peristiwa khusus yang dikemukakan
    harus cukup dan dapat mewakili

        Analogi

    Pengertian Paragraf Analogi
    Analogi adalah penalaran induktif dengan membandingkan dua hal yang banyak
    persamaannya. Berdasarkan persamaan kedua hal tersebut, Anda dapat menarik
    kesimpulan.
    Contohi:
    Dalam persoalan Poso kita memang diingatkan bahwa penanganannya tidaklah mudah.
    Ibaratnya kita diminta untuk memegang telur. Kalu terlalu keras memegangnya, telur itu
    akan pecah, tetapi kalau terlalu longgar juga akan pecah karena akan terlepas dari tangan.
    Kita harus menanganinya secara tepat dan harus menjadi perhatian kita bersama janganlah
    masalah ini membuat kita sebagai bangsa menjadi pecah. Kasihan para pahlawan dan mereka
    yang berharap masa depan



        Klasifikasi


     adalah pengembangan paragraf melalui pengelompokkan berdasarkan ciri – cirri tertentu.
    Kata – kata atau ungkapan yang lazim digunakan yaitu dibagi menjadi, digolongkan menjadi,
    terbagi menjadi, dan mengklasifikasikan.

        Perbandingan


        Pengembangan paragraf dengan cara perbandingan biasanya menggunakan ungkapan
        seperti serupa dengan, seperti halnya, demikian juga, sama dengan, sejalan dengan, kan
        tetapi, sedangkan, dan sementara itu.

        Sebab akibat dibagi 3 :


1. Sebab akibat
Pengertian Paragraf Sebab Akibat
Paragraf hubungan sebab akibat adalah paragraf yang dimulai dengan mengemukakan fakta khusus yang
menjadi sebab, dan sampai pada simpulan yang menjadi akibat.
  2. Akibat sebab
  Pengertian Paragraf Akibat Sebab
  Paragraf hubungan akibat sebab adalah paragraf yang dimulai dengan fakta khusus yang menjadi akibat,
  kemudian fakta itu dianalisis untuk diambil kesimpulan.


  3. Sebab akibat 1 akibat 2
  . Pengertian Paragraf Sebab Akibat 1 Akibat 2
  Dalam paragraf hubungan sebab akibat 1 akibat 2, suatu penyebab dapat menimbulkan serangkaian akibat.
  Akibat pertama berubah menjadi sebab yang menimbulkan akibat kedua. Demikian seterusnya hingga
  timbul beberapa akibat.



  Contoh
      Semua orang menyadari bahwa bahasa merupakan sarana pengembangan budaya.
      Tanpa bahasa, sendi-sendi kehidupan akan lemah. Komunikasi tidak lancar. Informasi
      tersendat-sendat. Memang bahasa alat komunikasi yang penting, efektif, dan efisien
  .
  3. Paragraf Campuran
      Paragraf yang dimulai dengan mengemukakan persoalan pokok atau kalimat topik
      kemudian diikuti kalimat-kalimat penjelas dan diakhiri dengan kalimat topik.
      Kalimat topik yang ada pada akhir paragraf merupakan penegasan dari awal paragraf.
  Contoh 1
      Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak dapat dilepaskan dari komunikasi.
      Kegiatan apa pun yang dilakukan manusia pasti menggunakan sarana komunikasi,
      baik sarana komunikasi yang sederhana maupun yang modern. Kebudayaan dan
      peradaban manusia tidak akan bisa maju seperti sekarang ini tanpa adanya sarana
      komunikasi.
2. MACAM-MACAM POLA PENGEMBANGAN PARAGRAF

  1. Pengembangan Umum-Khusus
  Paragraf yang dimulai dengan pikiran pokok kemudian diikuti oleh pikiran-pikiran
      penjelas
  Contoh:
      Pada waktu menulis surat kita harus tenang. Kalau sedang sedih, bingung, kesal, atau
      marah kita jangan menulis surat. Kesedihan, kebingungan, kekesalan, dan kemarahan
      itu akan tergambar dalam surat kita. Mungkin akan tertulis kata-kata yang kurang
      terpikir, terburu nafsu, dan dapat merusak suasana.
  2. Pengembangan Khusus-Umum
      Paragraf yang dimulai dengan pikiran-pikiran penjelas kemudian diikuti oleh pikiran
      pokok atau kesimpulan.
      Contoh
      Dengan bahasa, manusia dapat menyampaikan bermacam-macam pikiran dan
      perasaan kepada sesama manusia. Dengan bahasa pula, manusia dapat mewarisi dan
      mewariskan semua pengalaman dan pengetahuannya. Seandainya manusia tidak
      berbahasa, alangkah sunyinya dunia ini. Memang bahasa memegang peranan penting
      dalam kehidupan manusia.
Pola Pengembangan Paragraf -            Yang dimaksud dengan pola
pengembangan adalah bentuk pengembangan kalimat utama ke dalam kalimat-
kalimat penjelas.
Dalam menjelaskan macam macam pola
pengembangan paragraf kali ini, materi disusun
dengan berbasis soal yang dapat disimpulkan sendiri
oleh pembaca




A. Pola Pengembangan Paragraf Rincian
B. Pola Pengembangan Paragraf Sebab-akibat
C. Pola Pengembangan Paragraf Akibat-sebab
D. Pola Pengembangan Paragraf Analogi
E. Pola Pengembangan Paragraf Perbandingan
F. Pola Pengembangan Paragraf Generalisasi



.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:26364
posted:5/25/2010
language:Indonesian
pages:5