dampak KB terhadap tingkat kematian ibu dan anak

					                                         BAB I
                               PENDAHULUAN


 Latar belakang
         SAAT ini dunia masih menghadapi tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) saat
melahirkan dan balita, khususnya bayi baru lahir. Organisasi Kesehatan Dunia
(WHO) mencatat, tiap tahunnya sekitar 14.180 perempuan Indonesia meninggal
karena hamil dan melahirkan. Sedangkan di dunia mencapai lebih dari 500 ribu
orang.
Contoh kasus : Anto, 26 tahun, tampak masih bersedih akibat ditinggal istrinya, Atun,
17 tahun, yang meninggal saat melahirkan anak pertama mereka. Atun meninggal
karena mengalami perdarahan ketika menuju klinik bersalin di kawasan Kabupaten
Bekasi. Nyawa Atun tak tertolong karena terlalu banyak mengeluarkan darah.
Kalau Atun meninggal akibat perdarahan, lain lagi dengan Cicih yang tinggal di
sebuah desa terpencil di Surabaya, Jawa Timur. Cicih meninggal saat melahirkan
anak keduanya. Pada melahirkan anak pertama, Cicih sebetulnya sudah bermasalah.
Maklum usianya saat hamil masih terlalu muda, yaitu 13 tahun.
Persalinan pertamanya semula ditangani oleh dukun beranak, namun dalam kondisi
kritis keluarganya meminta tolong seorang bidan di desanya. Saat itu Cicih selamat,
tetapi oleh bidan yang menolongnya ia diminta hamil lagi minimal lima tahun lagi.
Namun, ketika usia anaknya memasuki satu tahun, Cicih ternyata hamil.
Oleh sang bidan desa, Cicih kembali diingatkan agar rajin kontrol ke Puskesmas, dan
bila melahirkan harus di rumah sakit atau di klinik bersalin. Namun lagi-lagi keluarga
Cicih tetap memakai tenaga dukun. Masalah pun muncul, ketika kondisi Cicih kritis
suaminya kembali minta tolong ke bidan. Padahal jarak rumah Cicih ke bidan cukup
jauh perlu waktu dua jam pulang pergi.
Ketika suami Cicih dan bidan tiba, Cicih sudah tidak sadar. Sang bidan melihat janin
dan gumpalan daging putih keluar bersamaan. Cicih pun dibawa ke rumah sakit,
namun di tengah perjalanan ia menghembuskan napasnya bersama sang bayi. Dokter
mengatakan, gumpalan daging putih yang keluar bersama janin itu adalah rahim
Cicih.
Kasus Atun dan Cicih sebetulnya banyak dialami kaum perempuan di Indonesia, dan
negara-negara berkembang lainnya. Itulah sebabnya Indonesia masih menduduki
posisi teratas di Asia Tengara dalam hal AKI, dan di dunia pun masih tergolong
tinggi.
Menurut WHO dan Departemen Kesehatan ada beberapa faktor yang menyebabkan
AKI dan bayi, antara lain anemia (kekurangan darah), gizi, faktor budaya, ekonomi,
pendidikan, dan kekerasan. Semua faktor tersebut membuat kaum ibu tidak berdaya.
Untuk itulah pada peringatan hari kesehatan dunia yang jatuh pada 7 April 2005,
WHO mengangkat tema Membuat setiap ibu dan anak berarti. Dan di Indonesia tema
tersebut diadaptasi menjadi Ibu sehat, anak sehat, setiap saat.
Dari permasalahan yang ada maka kami menentukan judul sebagai berikut “ Dampak
KB terhadap tingkat kematian Ibu dan Anak “.




                                           2
                                BAB II


                            Permasalahan


1. Apa definisi KB ( Keluarga Berencana ) ?
2. Apa tujuan diadakannya dari program KB ?
3. Apa hambatan di adakannya program KB ?
4. Apa pengertian angka kematian ibu dan anak ( AKI ) ?
5. Apa yang menjadi penyebab dari meningkatnya angka kematian Ibu dan Anak
   ?
6. Apa yang menjadi upaya untuk menekan angka kematian Ibu dan Anak ?




                                    3
                                     BAB III
                                 PEMBAHASAN


1. Definisi KB ( Keluarga Berencana )
Keluarga berencana adalah usaha untuk mengukur jumlah dan jarak anak yang
diinginkan. Untuk dapat mencapai hal tersebut maka dibuatlah beberapa cara atau
alternatif untuk mencegah ataupun menunda kehamilan. Cara-cara tersebut termasuk
kontrasepsi atau pencegahan kehamilan dan perencanaan keluarga.
Metode kontrasepsi bekerja dengan dasar mencegah sperma laki-laki mencapai dan
membuahi telur wanita (fertilisasi) atau mencegah telur yang sudah dibuahi untuk
berimplantasi (melekat) dan berkembang di dalam rahim. Kontrasepsi dapat
reversible (kembali) atau permanen (tetap). Kontrasepsi yang reversible adalah
metode kontrasepsi yang dapat dihentikan setiap saat tanpa efek lama di dalam
mengembalikan kesuburan atau kemampuan untuk punya anak lagi. Metode
kontrasepsi permanen atau yang kita sebut sterilisasi adalah metode kontrasepsi yang
tidak dapat mengembalikan kesuburan dikarenakan melibatkan tindakan operasi.

Metode kontrasepsi juga dapat digolongkan berdasarkan cara kerjanya yaitu metode
barrier (penghalang), sebagai contoh, kondom yang menghalangi sperma,metode
hormonal seperti pil. Metode kontrasepsi alami tidak memakai alat-alat bantu maupun
hormonal namun berdasarkan fisiologis seorang wanita dengan tujuan untuk
mencegah fertilisasi (pembuahan).

Faktor yang mempengaruhi pemilihan kontrasepsi adalah efektivitas, keamanan,
frekuensi pemakaian dan efek samping, serta kemauan dan kemampuan untuk
melakukan kontrasepsi secara teratur dan benar. Selain hal tersebut, pertimbangan
kontrasepsi juga didasarkan atas biaya serta peran dari agama dan kultur budaya
mengenai kontrasepsi tersebut. Faktor lainnya adalah frekuensi bersenggama.
Secara umum, hingga kini di kalangan umat islam masih ada dua kubu antara yang
membolehkan KB dan yang menolak KB.
Ada beberapa alasan dari para ulama yang memperbolehkan KB, diantaranya dari




                                         4
segi kesehatan ibu dan ekonomi keluarga. Selain itu, program KB juga didukung oleh
pemerintah. Sebagaimana diketahui, sejak 1970, program Keluarga Berencana (KB)
Nasional telah meletakkan dasar-dasar mengenai pentingnya perencanaan dalam
keluarga. Intinya, tentu saja untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang berkaitan
dengan masalah dan beban keluarga jika kelak memiliki anak.
Di lain pihak, beberapa ulama berpendapat bahwa KB itu haram. Hal ini didasarkan
pada firman Allah Qs. Al-Isra’: 31 yang berbunyi: “Dan janganlah kalian membunuh
anak-anak kalian karena takut miskin. Kamilah yang memberi rezeki kepada mereka
dan kepada kalian.” Oleh karena itu, mereka tidak memperbolehkan KB.
Disini munculnya adanya perubahan sosial, dimana ide – ide baru baru diciptakan dan
dikembangkan, dan kemudian ide baru tersebut dikomunikasikan dalam sistem sosial,
dan terjadi perubahan yang mengakibatkan pro dan kontra.
Beberapa definisi tentang KB
       Upaya peningkatkan kepedulian masyarakat dalam mewujudkan keluarga
        kecil yang bahagia sejahtera (Undang-undang No. 10/1992).
       Keluarga Berencana (Family Planning, Planned Parenthood) : suatu usaha
        untuk menjarangkan atau merencanakan jumlah dan jarak kehamilan dengan
        memakai kontrasepsi.
WHO (Expert Committe, 1970), tindakan yg membantu individu/ pasutri untuk:
Mendapatkan objektif-obketif tertentu, menghindari kelahiran yang tidak diinginkan,
mendapatkan kelahiran yang diinginkan, mengatur interval diantara kehamilan dan
menentukan jumlah anak dalam keluarga.



2. Tujuan di adakannya program KB

       Tujuan umum adalah membentuk keluarga kecil sesuai dengan kekuatan
        sosial ekonomi suatu keluarga dengan cara pengaturan kelahiran anak, agar
        diperoleh suatu keluarga bahagia dan sejahtera yang dapat memenuhi
        kebutuhan hidupnya.
       Tujuan lain meliputi pengaturan kelahiran, pendewasaan usia perkawinan,




                                         5
        peningkatan ketahanan dan kesejahteraan keluarga.
       Hal ini sesuai dengan teori pembangunan menurut Alex Inkeles dan David
        Smith yang mengatakan bahwa pembangunan bukan sekedar perkara pemasok
        modal dan teknologi saja tapi juga membutuhkan sesuatu yang mampu
        mengembangkan sarana yang berorientasi pada masa sekarang dan masa
        depan, punya kesanggupan untuk merencanakan, dan percaya bahwa manusia
        dapat merubah alam, bukan sebaliknya.



3. Hambatan di adakannya Program KB

Sejak tahun 1970 – an selama masa orde baru, program keluarga berencana
mengalami hambatan yaitu seperti dari pemerintahnya sendiri yang mulai kurang
perhatian terutama yang ada di daerah – daerah terpencil.

Serta dari para petugas penyuluh KB yang kurang terlatih dan jumlahnya yang kurang
memadai seharusnya di suatu tempat tertentu terdapat 1 – 2 orang penyuluh KB.

Bahkan faktor bahasa menjadi kendala utama program Keluarga Berencana (KB)
bagi masyarakat Tionghoa, terutama terhadap mereka yang hidup di pedesaan dan
kawasan terpencil, seperti di Singkawang, Kalimantan Barat.

Menurut Deddy Mulyana (2005:61-69) : Komunikasi sebagai transaksi menurut
pandangan ini menyatakan bahwa komunikasi adalah proses yang dinamis yang
secara sinambungan mengubah pihak-pihak yang berkomunikasi. Berdasrkan
pandangan ini, maka orang-orang yang berkomunikasi dianggap sebagai komunikator
yang secara aktif mengirimkan dan menafsirkan pesan. Setiap saat mereka bertukar
pesan verbal dan atau pesan nonverbal. Jadi jika bahasa menjadi kendala utama
program KB, maka program tidak akan berjalan sesuai rencana.



4. Pengertian dari AKI ( Angka Kematian Ibu dan Anak )
Angka Kematian Ibu ( AKI ) merupakan salah satu indikator untuk melihat derajat
kesehatan perempuan. Angka kematian ibu dan Anak merupakan target yang telah



                                          6
ditentukan dalam tujuan pembangunan millenium yaitu meningkatkan kesehatan ibu
dimana target yang akan dicapai sampai tahun 2015 adalah mengurangi sampai ¾
resiko jumlah kematian ibu. Namun demikian upaya untuk mewujudkan target tujuan
pembangunan millenium masih membutuhkan komitmen dan usaha keras yang terus
menerus.
Hal ini sesuai dengan teori pembangunan dari David Mc Clelland yaitu “ Untuk
membuat agar sebuah pekerjaan berhasil, adanya sikap terhadap pekerjaan itu. Yang
terkenal dengan konsep “ The Need for Achievement “ yaitu situasi dan motivasi
individu untuk berkembang dengan caranya sendiri, agar dapat memotivasi diri
sendiri dan memberi dorongan untuk berprestasi, sehingga sekuat tenaga berusaha
dan bekerja keras untuk berhasil.


5. Penyebab meningkatnya angka kematian Ibu dan Anak
Penyebab meningkatnya kematian Ibu dan Anak
Rendahnya kesadaran masyarakat tentang kesehatan ibu hamil menjadi faktor
penentu angka kematian, meskipun masih banyak faktor yang harus diperhatikan
untuk menangani masalah ini. Persoalan kematian yang terjadi lantaran indikasi yang
lazim muncul. Yakni pendarahan, keracunan kehamilan yang disertai kejang- kejang,
aborsi, dan infeksi. Namun, ternyata masih ada faktor lain yang juga cukup penting.
Misalnya, pemberdayaan perempuan yang tak begitu baik, latar belakang pendidikan,
sosial ekonomi keluarga, lingkungan masyarakat dan politik, kebijakan juga
berpengaruh. Kaum lelaki pun dituntut harus berupaya ikut aktif dalam segala
permasalahan bidang reproduksi secara lebih bertanggung jawab. Selain masalah
medis, tingginya kematian ibu juga karena masalah ketidaksetaraan gender, nilai
budaya, perekonomian serta rendahnya perhatian laki-laki terhadap ibu hamil dan
melahirkan. Oleh karena itu, pandangan yang menganggap kehamilan adalah
peristiwa alamiah perlu diubah secara sosiokultural agar perempuan dapat perhatian
dari masyarakat. Sangat diperlukan upaya peningkatan pelayanan perawatan ibu baik
oleh pemerintah, swasta, maupun masyarakat terutama suami.
Hal ini sesuai dengan teori pembangunan dari David Mc Clelland yaitu “ Untuk



                                         7
membuat agar sebuah pekerjaan berhasil, adanya sikap terhadap pekerjaan itu. Yang
terkenal dengan konsep “ The Need for Achievement “ yaitu situasi dan motivasi
individu untuk berkembang dengan caranya sendiri, agar dapat memotivasi diri
sendiri dan memberi dorongan untuk berprestasi.
Dari Virus N- Ach ini menularkan adanya emansipasi wanita dan membesarkan
generasi baru.


6. Yang menjadi upaya dalam menekan tingkat Angka Kematian Ibu dan Anak


Pemerintah bekerja sama dengan pihak swasta dan para suami membentuk suatu
Gerakan Sayang Ibu atau sering disingkat GSI.
Gerakan Sayang Ibu (GSI) merupakan strategi meningkatkan kualitas hidup
perempuan sebagai sumber daya manusia. Gerakan yang dilaksanakan masyarakat
bersama pemerintah itu bertujuan mempercepat penurunan Angka Kematian Ibu
(AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).

Penyebab tidak langsung dari tingginya AKI adalah: Pendidikan ibu yang masih
rendah sehingga kurang mengetahui pentingnya perawatan kesehatan khususnya saat
kehamilan, sosial ekonomi rendah sehingga kesehatan menjadi sesuatu yang kurang
diprioritaskan, sosial budaya menyebabkan ibu hamil belum menjadi prioritas dalam
pemenuhan gizinya, status gizi yang rendah, serta disebabkan pula oleh 3T dan 4Ter
yakni terlambat mengenal tanda bahaya dan mengambil keputusan, terlambat
mencapai fasilitas kesehatan, terlambat mendapat pelayanan di fasilitas kesehatan,
terlalu muda, terlalu sering hamil, terlalu banyak melahirkan serta terlalu tua hamil.

Suami SIAGA adalah kondisi kesiagaan suami dalam upaya memberikan pertolongan
dalam merencanakan dan menghadapi kehamilan, persalinan dan nifas terhadap
istrinya. serta ada Pelatihan Asuhan Persalinan Normal untuk para bidan yang
menangani ibu melahirkan.
Dalam hal ini media massa menjadi berperan penting karena menurut Wilbur
Schrahman media massa berperan dalam beberapa hal yaitu membantu menyebarkan




                                           8
informasi   tentang   pembangunan,   mengajarkan   melek   huruf,   mengajarkan
keterampilan yang dibutuhkan untuk membangun masyarakat.
Media massa berperan melalui iklan layanan masyarakat yang berkonsep tentang
Gerakan Sayang Ibu atau pun Suami Siaga.




                                       9
                                     BAB IV
                                     SOLUSI


Yang menjadi solusi bagi keberhasilan program keluarga berencana adalah :
1. Pelayanan Petugas KB
Dalam memberikan pelayanan, petugas keluarga berencana dari kecamatan maupun
pembantu yang ada di desa, melayani dengan cara-cara yang sebenarnya. Dengan
adanya pelayanan yang ramah itu dapat memetik para calon peserta keluarga
berencana.
Pelayanan adalah merupakan salah satu penunjang keberhasilan keluarga berencana.
Apabila para petugas keluarga berencana itu sendiri tidak mampu untuk memberikan
pelayanan dengan sebaik-baiknya dan diimbangi dengan penuh rasa keluarga, maka
sangat mustahil apabila dapat menarik calon peserta keluarga berencana. Dengan
memakai berbagai cara, maka dalam kenyataannya calon keluarga
berencana sangat tertarik atau timbul rasa kesadaran untuk berkeluarga berencana.
Adapun cara-cara yang ditempuh di antaranya memberikan kursus secara kelompok.
Lewat kegiatan inilah dimaksudkan pengertian keluarga berencana dan segala sesuatu
yang berhubungan dengan keluarga berencana dan segala sesuatu yang berhubungan
dengan keluarga berencana dapat diharapkan akan terwujud masyarakat keluarga
berencana seperti yang diharapkan pada masa pembangunan ini.


2. Pendekatan Pemuka Agama
Kita telah mengetahui bahwa pemuka agama sangat besar pengaruhnyaterhadap
masyarakat. Kadang-kadang karena besar pengaruhnya dari pemuka agama tersebut
masyarakat tanpa sadar dengan sendirinya mengikuti kehendak pemuka agama. Hal
ini mengherankan karena negara Republik Indonesia ini adalah suatu negara berke-
Tuhanan Yang Maha Esa. Dengan sendirinya karena
negara yang berketuhanan ini, maka semua orang harus beragama. Sedang pengaruh
dari pemuka agama sudah mengakar di hati masyarakat. Dari pendekatan yang




                                         10
dilakukan petugas keluarga berencana tersebut adalah sangat tepat karena pemuka
agama juga mempunyai peranan penting dalam
masyarakat terhadap pembangunan bangsa. Karena di dalam masyarakat untuk
memasyarakatkan keluarga berencana diperlukan juru penerang dan penyuluh yang
memadai aspirasi masyarakat sehingga dapat diterima dan tidak dianggap tabu.


3. Peranan Alat Kontrasepsi
Disini yang dimaksud alat kontrasepsi adalah alat yang mencegah kehamilan. Ada
beberapa alat kontrasepsi, yaitu :
1)   Kondom yaitu sarung tipis yang dipakai pada suami yang gunanya untuk
menampung air manis setelah dikeluarkan sehingga tidak akan masuk ke tubuh
wanita.
2) Pil KB, pil ini secara teratur diminum tiap hari sekali oleh wanita.
3) IUD/Spiral yaitu dipasang pada wanita yang memenuhi syarat.
4)   Suntik yaitu suatu suntikan pada wanita yang gunanya untuk mencegah
kehamilan.


4. Peranan Pendidikan
Sebagaimana telah kita ketahui, pendidikan adalah setiap usaha komunikasi yang
teratur dan berencana dengan tujuan untuk mengubah tingkah laku individu yang
diinginkan.
Pendidikan yang disertai dengan kesadaran dan tujuan untuk mengembangkan
kepribadian dan kemampuan dalam tiap diri manusia Indonesia yang diarahkan untuk
membentuk manusia-manusia pembangunan            yang sehat jasmani dan rohaninya,
memiliki pengetahuan dan keterampilan, dapat mengembangkan kreatifitas dan
tanggung jawab, dapat menyuburkan penuh tanggung jawab, tenggang rasa serta
dapat mengembangkan kecerdasan yang tinggi disertai budi pekerti yang luhur.
Dengan demikian pendidikan merupakan salah satu faktor penyebab keberhasilan
keluarga berencana.




                                           11
5. Kesadaran Masyarakat
Pada dasarnya masalah kesejahteraan adalah menyangkut terpenuhi atau tidaknya
kebutuhan masyarakat, maka arah pembangunan ditujukan kepada rumah tangga di
mana keluarga sebagai unit terkecil dari keseluruhan masyarakat yang merupakan
unsur yang sangat penting dalam menyukseskan pembangunan. Hal ini dimaksudkan
usaha pemerintah dalam mengatasi masalah penduduk ini tidak
akan ada gunanya apabila tidak didukung oleh kesadaran masyarakat dan peran serta
masyarakat khususnya lingkungan keluarga sendiri yaitu kesadaran suami istri dalam
menjalankan keberhasilan program yang dijalankan oleh pemerintah yaitu keluarga
berencana.


6. Kesadaran Ibu
Wanita adalah untuk mengurus anak serta seluruh keluarga, kehidupan berumah
tangga atau berkeluarga merupakan suatu kehidupan yang berbeda dengan kehidupan
sebelumnya. Dalam kehidupan berumah tangga khususnya bagi seorang wanita, tugas
dan tanggung jawab dalam kehidupan berkeluarga yang merupakan kesiapan yang
masak karena pada hakikatnya tugas seorang ibu dalam keluarga diperlukan
kesadaran yang sangat tinggi sebagai seorang istri atau
pendamping suami, sebagai ibu rumah tangga, sebagai pengasuh dan pendidik
keturunan serta sebagai masyarakat.


7. Kesadaran Ayah
Untuk dapat mengembangkan program keluarga berencana, tugas seorang bapak atau
suami adalah mencari nafkah dan sebagai kepala keluarga. Peran serta bapak sebagai
kepala keluarga diharapkan lebih bersikap tegas dalam keluarga. Dengan adanya
kesadaran bapak yang tinggi mengikuti program pemerintah yaitu keluarga berencana
diharapkan akan tercipta keluarga kecil bahagia dan sejahtera.




                                          12
8. Pencegahan Pernikahan Usia Dini
Dimaksudkan bahwa pencegahan kawin usia muda yaitu peningkatan usia kawin
yang pertama kali bagi pemuda dan pemudi terutama menghindari kawin di bawah
umur (Sulaiman Sastro Winata, 1980:9). Dengan peningkatan usia kawin ini
diharapkan akan dapat memperlambat masa kelahiran bagi seorang wanita.
Kalau biasanya masa ini melahirkan bagi wanita selain mulai usia 12–15 tahun
dengan peningkatan usia kawin ini baru dimulai pada usia 20 atau 25 tahun dengan
sendirinya makin lambat masa melahirkan bagi wanita akan dapat mengurangi
pertambahan penduduk sehingga adanya usaha peningkatan usia kawin akan sangat
membantu usaha pengendalian jumlah penduduk.


9. Kesiapan Kesejahteraan Keluarga
Kehidupan berumah tangga atau berkeluarga merupakan suatu kehidupan yang
berbeda dengan kehidupan sebelumnya. Dalam kehidupan berumah tangga
diperlukan kesiapan mental yang cakap untuk menghadapi segala masalah dan
problem yang timbul khususnya bagi seorang wanita, tugas dan tanggung jawab
dalam kehidupan berkeluarga memerlukan kesiapan yang masak karena pada
hakikatnya tugas seorang dalam keluarga adalah sebagai seorang istri atau
pendamping suami, sebagai ibu rumah tangga, sebagai pengasuh dan pendidik
keturunan serta sebagai warga masyarakat ( Hanafi, 2003:21).
Agar dapat mempersiapkan diri dalam menghadapi kehidupan baru yang penuh
problem itu, maka pasangan suami istri harus siap secara lahir dan batin.
Untuk itu, maka kecuali harus sudah dewasa dalam berpikir, di samping itu seorang
calon ibu harus pula sudah mempunyai bekal tentang pengetahuan kerumahtanggaan
dan bekal untuk menerjunkan diri dalam masyarakat di mana hal ini akan
memungkinkan mereka memainkan peranan yang lebih aktif dalam keluarga,
masyarakat dan pembangunan nasional (Joyo Martono, 1994:13).




                                          13
                                   BAB V
                                KESIMPULAN


       Indonesia merupakan negara berkembang dengan jumlah penduduk yang
sangat banyak setelah Cina dan India, karena itulah diperlukan adanya program
keluarga berencana.
Selain itu pula program keluarga berencana juga memberi dampak terhadap
menurunnya tingkat kematian Ibu dan Anak.
Dengan adanya program ini diharapkan laju pertumbuhan penduduk di Indonesia
tidak melonjak terlalu tajam.




                                      14
                            DAFTAR PUSTAKA


www.menegpp.go.id
www.klikdokter.com
www.datastatistik-indonesia.com
http://www.gizi.net
Hartanto Hanafi. 2003. Keluarga Berencana dan Kontrasepsi. Jakarta: Pustaka
sinar Harapan.




                                     15
             TUGAS
KOMUNIKASI SOSIAL PEMBANGUNAN




             OLEH :
NANANG PRASETYO        ( 2003716004 )
MARIANO DA CONCEICAO   ( 2007710017 )
AULIA MUSHTHAFA        (2009725001 )




   FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI
    UNIVERSITAS Dr. SOETOMO
           SURABAYA
              2010




                  16

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:5375
posted:5/22/2010
language:Indonesian
pages:16