Daftar MNC di dunia

Document Sample
Daftar MNC di dunia Powered By Docstoc
					TUGAS EKONOMI GLOBAL

         PERUSAHAAN MULTINASIONAL DI INDONESIA
               (PT. EXCELLCOMINDO PRATAMA)
          DAN ANALISIS EKONOMI GLOBAL KEDEPAN




                        DISUSUN OLEH:

               ABD. HAMID MANGUNG JAYA M.

                          A111 07 084



                       FAKULTAS EKONOMI

                  JURUSAN ILMU EKONOMI

                  UNIVERSITAS HANUDDIN

                             2009
       PERUSAHAAN MULTINASIONAL DI INDONESIA

                      PT. EXCELLCOMINDO PRATAMA

       Profil XL

PT Excelcomindo Pratama Tbk. (“XL” atau “Perseroan”) didirikan pada tanggal 6 Oktober 1989
dengan nama PT Grahametropolitan Lestari yang bergerak di bidang perdagangan dan jasa
umum.


Pada tahun 1995, seiring dengan kerjasama antara Rajawali Group – pemegang saham – dengan
beberapa investor asing (Nynex, AIF dan Mitsui), PT Grahametropolitan Lestari mengubah
nama menjadi PT Excelcomindo Pratama dengan kegiatan utama usahanya                    sebagai
penyelenggara jasa teleponi dasar.

XL mulai beroperasi secara komersial pada tanggal 8 Oktober 1996 dengan menyediakan jasa
teleponi dasar menggunakan teknologi         GSM 900. Dalam perkembangannya, XL juga
memperoleh Izin Penyelenggaraan Jaringan Bergerak Seluler untuk teknologi DCS 1800, Izin
Penyelenggaraan Jaringan Tetap Tertutup, Izin Penyelenggaraan Jasa Internet (Internet Services
Protocol/ISP) dan Izin Penyelenggaraan Jasa Internet Teleponi untuk Keperluan Publik (Voice
over Internet Protocol/VoIP). Pada tahun 2006, XL memperoleh Izin Penyelenggaraan Seluler
untuk teknologi 3G dan meluncurkannya secara komersial pada bulan September 2006.

Hingga saat ini, XL telah mendirikan lebih dari 13.000 menara Base Transceiver Station (BTS)
di seluruh Indonesia untuk melayani 22 juta pelanggannya. Dan XL berkomitmen untuk terus
meningkatkan kualitas dan cakupan wilayah selulernya di masa mendatang, agar kebutuhan
komunikasi    para    pelanggan      dapat   senantiasa   berjalan   kapanpun,   di   manapun.


Dengan penyediaan produk, layanan dan dukungan pelanggan tersebut, berbagai penghargaan
bergengsi telah diraih oleh XL. Penghargaan ini sebagai bukti komitmen XL untuk senantiasa
meningkatkan kualitas dan inovasi produk serta layanannya.
      Visi PT. Excellcomindo Pratama

Menjadi juara seluler Dunia – memuaskan pelanggan, pemegang saham dan karyawan.



      Tata Kelola Perusahaan

Upaya kami dan perkembangan eksternal telah membawa kami ke suatu titik di mana kami tidak
memandang tata kelola perusahaan yang baik hanya sebagai konsep ideal, tetapi sesuatu yang
harus diterapkan secara seksama di seluruh aspek bisnis.

Percaya dengan manfaat yang diperoleh dalam melaksanakan tata kelola perusahaan, kami secara
terus menerus mencari tempat dimana kami dapat melakukan praktek yang terbaik dalam
menjalankan bisnis. Kami juga menyadari dinamika di seputar tata kelola perusahaan di
Indonesia yang telah mengalami kemajuan selama ini.

Upaya kami dan perkembangan eksternal telah membawa kami ke suatu titik di mana kami tidak
memandang tata kelola perusahaan yang baik hanya sebagai konsep ideal, tapi sesuatu yang
harus diterapkan secara seksama di seluruh aspek bisnis.

Selain memastikan kepatuhan perusahaan kami pada seluruh hukum dan peraturan yang berlaku,
kami juga ingin menggunakan praktek tata kelola perusahaan sebagai suatu elemen penting
dalam mengembangkan daya saing kami baik di pasar modal dalam negeri maupun luar negeri.

Melalui komitmen kami yang tinggi dalam menjunjung prinsip-prinsip GCG, kami dapat
memaksimalkan imbal hasil, memperbaiki kinerja melalui nilai-nilai perusahaan kami dan
melindungi kepentingan para pemegang saham kami. Kami secara berkesinambungan
memperkuat bagan kerja tata kelola perusahaan dalam menghadapi pertumbuhan bisnis yang
pesat ditengah-tengah lingkungan persaingan bisnis yang amat ketat.

Pada 2008, XL telah mengupayakan peningkatan untuk memastikan bahwa tata kelola
perusahaan telah dilaksanakan pada ruang lingkup yang lebih luas. Dua peningkatan penting
yang telah kami lakukan pada tata kelola perusahaan kami pada tahun ini adalah:
      Penyusunan dan penerbitan kumpulan pedoman tata kelola perusahaan, yang diberi judul
       Buku Manual Tata Kelola Perusahaan 1, mencakup penjelasan dan informasi umum
       mengenai hukum dan peraturan yang berlaku. Penerbitan buku ini berfungsi sebagai
       suatu alat strategis, yang akan menjadi pedoman bagi manajemen dalam meminimalkan
       paparan dan resiko masalah yang mungkin terjadi, sekaligus menghindari kegagalan
       Perusahaan dalam mematuhi standar peraturan yang dapat menyebabkan terjadinya
       penalti.
      Memulai penyusunan Buku Pedoman Tata Kelola Perusahaan 2 yang berisikan
       penjelasan secara terinci tentang langkah-langkah dalam melaksanakan Tata Kelola
       Perusahaan yang tertulis pada Buku 1, yang prosesnya dikembangkan pada internal dan
       pedoman utama kegiatan operasional XL.

Pondasi pelaksanaan tata kelola perusahaan yang kokoh telah dibuat pada kerangka kerja tata
kelola perusahaan dan alat-alat strategis pelaksanaannya, yaitu:

      Rapat Umum Pemegang Saham
      Dewan Komisaris
      Direksi
      Komite Nominasi dan Renumerasi
      Komite Audit
      Komite-komite dibawah Direksi

Untuk memastikan bahwa pelaksanaan tata kelola perusahaan akan meningkatkan nilai XL baik
pada saham dan juga kepada para stakeholder, Perusahaan telah membentuk sejumlah posisi
yang spesifik, seperti Internal Audit, Kepatuhan, Sekretaris Perusahaan, Komunikasi Perusahaan
dan Hubungan Investor.

      Filosofi Perusahaan

XL berupaya sepenuhnya untuk bisa memenuhi kebutuhan para pelanggan melalui layanan yang
berkualitas tinggi.
   Produk-produk yang ada, baik untuk perorangan maupun untuk perusahaan diciptakan untuk
   memenuhi kebutuhan para pelanggan. XL patut merasa bangga sebagai suatu perusahaan
   yang inovatif dan selalu mampu menghadirkan berbagai macam produk maupun layanan
   melalui teknologi yang tepat guna memuaskan pelanggandalam berkomunikasi.

   Disamping hubungan yang baik dengan pelanggan, XL juga memiliki hubungan yang baik
   dengan masyarakat sekitar. XL percaya akan perlunya pembangunan masyarakat secara
   berkesinambungan guna menciptakan lingkungan bisnis yang kondusif. Sebagai bentuk
   tanggung jawab dari kalangan industri, XLsangat berkomitmen untuk menciptakan nilai
   tambah pada pemegang sahamnya dan juga berkomitmen untuk berpartisipasi dalam
   pembangunan masyarakat Indonesia. Hal diatas diwujudkan melalui program-program sosial
   perusahaan (CSR program) yang difokuskan pada pendidikan dan kegiatan sosial lainnya
   dalam payung XL CSR.


      Saluran Distribusi

Distribusi yang efektif tidak hanya menyalurkan produk kepada penjual atau outlet, tetapi juga
mendukung jangkauan layanan.

Jaringan distribusi merupakan faktor utama dalam memastikan penyediaan produk sehingga
dapat menjangkau pangsa pasar yang dituju. Tantangan di area ini adalah menciptakan sistem
yang dapat memberikan kinerja yang positif bagi mitra kami dalam mendistribusikan produk
kami serta bagi pelanggan sebagai pengguna akhir.

Distribusi yang efektif tidak hanya mendistribusikan produk kepada penjual atau tempat
penjualan, tetapi juga mendukung perluasan distribusi. Persaingan ketat antar operator seluler
memacu XL membangun sistem yang dapat mendistribusikan produk sesuai permintaan pasar,
juga secara aktif mempromosikan penjualan. Bukti kontribusi dari saluran distribusi untuk
kesuksesan XL adalah pencapaian 26 juta pelanggan pada 2008. Walaupun sebelumnya telah
mempunyai sistem distribusi yang baik, kami secara rutin mengevaluasi bagaimana sistem
distribusi yang ada senantiasa dapat berjalan mengikuti kondisi pasar secara dinamis.
Di 2007, XL melakukan perubahan dengan mengimplementasi sistem distribusi baru. XL telah
mengimplementasikan sistem distribusi hybrid, gabungan antara sistem indirect (dealer
management) dan direct. Sistem ini mengambil contoh dari sistem distribusi untuk fast moving
consumer goods (FMCG) dengan tujuan menjangkau pelanggan dan mengawasi saluran
distribusi serta ketersediaan produk dan layanan dengan lebih merata.

Dengan sistem tidak langsung (indirect), XL telah menjalin perjanjian kerja sama dengan dealer
area (DA), dealer regional (DR), dan dealer nasional (DN) untuk penyaluran produk dan layanan
secara non-eksklusif kepada pemakai melalui pengecer/ retailer independen. Masing- masing
dealer pada setiap kategori memiliki target dan kuota pengambilan produk yang harus dicapai
dan dipertahankan. Pada akhir Desember 2008, DN, DR, dan DA masing-masing berjumlah
3,19, dan 119.

Dalam hal cakupan, para dealer juga memiliki area penjualan berbeda sebagai berikut:

      Dealer Area mempunyai satu fokus area di kabupaten tertentu
      Dealer Regional merupakan lapis kedua, yang mempunyai cakupan area yang lebih luas
       dengan dua atau lebih fokus area yang berbeda.
      Dealer Nasional merupakan tingkat yang lebih tinggi lagi dengan fokus area secara
       menyeluruh dalam lingkup nasional.

Dengan merangkul retailer independen ke dalam sistem, kami semakin mampu meningkatkan
distribusi dan ketersediaan starter pack XL dan isi ulang pulsa. Di akhir 2008, kami memiliki
lebih dari 240.000 retailer independen.

Secara langsung, XL menyalurkan produk dan layanan melalui XL Center dan outlet XL Center,
bank melalui ATM dan phone banking, serta retail outlet di hypermarket. Selain dari distribusi
fisik, XL juga memanfaatkan saluran distribusi untuk fungsi layanan pelanggan. Sebagian besar
dari fungsi tersebut dilakukan melalui XL Centre yang kami miliki dan kelola sendiri serta outlet
XL Centre yang dioperasikan pihak ketiga lewat perjanjian waralaba.

Pada XL Center dan outlet XL Center, pelanggan dapat berlangganan layanan pasca bayar,
membeli voucher pulsa isi ulang atau pulsa elektronik, starter pack, serta memperoleh informasi
mengenai produk dan layanan XL. Petugas customer service kami membantu pelanggan dalam
proses pembayaran tagihan, migrasi dari prabayar ke pasca bayar dan sebaliknya, serta
menjawab pertanyaan dan keluhan. Oleh sebab itu, XL Center dan outlet XL Center dapat
menjadi sarana untuk berinteraksi secara langsung dengan pelanggan.

Pada akhir 2008, terdapat 338 XL Center, yang terdiri dari:

      125 XL Centre (termasuk Mobile XL Centre)
      213 outlet XL Centre

XL membuka kesempatan kepada perusahaan di sektor retail dan produk konsumen lainnya
untuk berbisnis seluler dengan XL. Pada akhir 2008, kami memiliki 8.825 mitra dengan kategori
dealer non-tradisional. Melalui kemitraan dengan perusahaan tersebut, produk XL tersedia di
Malaysia, Hong Kong, Saudi Arabia, Singapura, Taiwan, dan Jepang, selain di Indonesia.

Peningkatan signifikan di 2008 juga dikarenakan oleh transformasi dealer management kami, di
mana kami memperkenalkan mindset baru dari „trader‟ menjadi „retailer‟.

Dengan transformasi ini, XL berharap dapat menciptakan kondisi pasar yang terkontrol. Pada
akhirnya, dengan kondisi pasar yang terkontrol, dealer dapat memperoleh kesempatan
eksklusivitas di area tersebut.

Sistem baru ini memungkinkan XL untuk melakukan pengawasan yang lebih fokus terhadap
saluran distribusi. Dengan demikian, XL dapat semakin memotivasi para dealer untuk lebih aktif
dalam mempromosikan penjualan ke tingkat pengecer. Pendekatan ini menguntungkan para
dealer karena menawarkan marjin yang lebih besar dibandingkan menjual produk kepada
pedagang besar.

Peningkatan yang terus dilakukan membuahkan keuntungan bersama bagi Perusahaan, pengecer
dan pelanggan.
      Manajemen

Jajaran manajemen XL terdiri dari individu yang sudah sangat berpengalaman di bidangnya
masing-masing. Kami percaya bahwa hal ini akan menjadi fondasi yang kuat bagi XL untuk
menjalankan setiap strategi bisnisnya.

      pemegang saham XL

Para pemegang saham XL adalah perusahaan-perusahaan terbesar di negara asalnya dan
memiliki pengalaman dan keahlian dalam industri telekomunikasi. Berikut adalah keterangan
ringkas para pemegang saham XL per 25 April 2008:


83,8% Indocel Holding Sdn. Bhd.

       Indocel Holding Sdn. Bhd. (”Indocel”) dimiliki 100% oleh TM International (L) Limited, yang
       merupakan anak perusahaan dari Axiata Group Berhad ("Axiata"). Axiata adalah salah satu
       perusahaan publik terkemuka di Malaysia, mempunyai investasi di berbagai negara di bidang
       telekomunikasi selular, antara lain; Indonesia, Srilanka, Malaysia, Bangladesh, Singapura, India,
       Kamboja, Iran; dan non-telekomunikasi selular yaitu di Thailand dan Pakistan.



16% Emirates Telecomunications Corp. ("ETISALAT") International Indonesia Ltd.

       Emirates Telecommunications Corporation ("ETISALAT") International Indonesia Ltd. dimiliki
       100% oleh Emirates Telecommunications Corporation (“ETISALAT”). ETISALAT adalah
       perusahaan incumbent jasa telekomunikasi di United Arab Emirate (UAE) yang beroperasi dan
       mempunyai investasi meliputi 15 negara di kawasan Timur Tengah, Afrika, dan Asia, termasuk
       diantaranya Afganistan, Central African Republic, Cote D‟Ivoire, Mesir, Gabon, Niger, Nigeria,
       Pakistan, Saudi Arabia, Sudan, Tanzania, dan Togo. ETISALAT baru-baru ini mendapat award
       sebagai "Best Overall Operator in 2007" pada Telecoms World Middle East Awards.



0,2% Publik
      Penghargaan

Untuk menghadirkan layanan yang terbaik bagi para pelanggannya, XL senantiasa mencari dan
melakukan inovasi dalam berbagai bidang, mulai dari inovasi produk, terobosan dalam strategi
pemasaran dan penjualan, pengembangan sumberdaya manusia, pelayanan pelanggan hingga
kepedulian sosial.

Berikut adalah penghargaan yang diterima oleh XL dari berbagai pihak sebagai bentuk
pengakuan atas inovasi, kreatifitas dan terobosan yang telah dilaksanakan:

Call Center Award 2009
XL meraih penghargaan Call Center Award 2009 for Service Excellence untuk kategori Industri
Telekomunikasi yang diselenggarakan oleh Majalah Marketing dan Carre - Center for Customer
Satisfaction & Loyalty (Carre - CCSL)

IR Global Rankings 2009

XL menjadi satu-satunya perusahaan Indonesia yang masuk dalam Best Ranked Companies For
„Investor Relations Global Rankings‟ (IRGR) 2009, dimana XL mendapatkan penghargaan
sebagai Top 5 Financial Disclosures Companies di Asia. Penghargaan diberikan oleh MZ
(www.mz-ir.com), perusahaan konsultan komunikasi terkemuka di bidang investor relations dan
keuangan.

Telecom Asia Awards



XL meraih 2 (dua) kategori pada Telecom Asia Award 2009 yaitu Best Mobile Carrier dan Best
Emerging Market Carrier yang diselenggarakan oleh Telecom Asia Group, salah satu grup
penerbitan media telekomunikasi terbesar di Asia. XL menjadi operator pertama dari Indonesia
yang berhasil mendapatkan Award bergengsi yang telah digelar selama 12 tahun ini.
Program XL Indonesia Berprestasi meraih Selular Award 2009 untuk kategori Best Corporate
Social Responsibily (CSR)

Indonesia Cellular Award (ICA) 2008
XL menerima 5 penghargaan sekaligus dalam ajang ICA sebagai The Best CSR Award, The
Best Marketing & Promotion Award, The Best Customer Growth Award, The Best VAS Award,
dan The Best Operator GSM Award

Indonesian MAKE Winner 2007
XL kembali menerima pengakuan sebagai salah satu perusahaan terkemuka di Indonesia dengan
diraihnya “Indonesian MAKE (Most Admire Knowledge Enterprise/Perusahaan Berbasis
Pengetahuan yang Paling Dikagumi) Winner 2007” pada tanggal 1 Agustus 2007. Penghargaan
diberikan berdasarkan studi yang dilakukan oleh Dunamis Organization Services, sebuah
perusahaan konsultan terkemuka di Indonesia, yang mempunyai kerjasama dengan Teleos,
sebuah perusahaan riset independen terkemuka di dunia.

      XL Corporate Values

                        Segenap jajaran Pimpinan dan Karyawan XL:

                               Jujur dalam berbicara dan bertindak
                               Konsisten antara pikiran, perkataan dan perbuatan
    integritas                 Adil dalam memperlakukan pihak lain
                               Berdedikasi terhadap perusahaan
                               Dapat dipercaya dalam mengemban amanat maupun
                                menjalankan tugas

                        Agar kerjasama dapat berlangsung efektif, Pimpinan dan Karyawan
                        XL:

                               Berpikiran positif dan terbuka terhadap masukan orang lain
                               Menghargai perbedaan
   teamwork                    Peduli terhadap pihak lain
                               Komunikatif dalam membangun pengertian yang sama
                               Berbagi pengetahuan dan keterampilan
                               Fokus kepada tujuan bersama


       service          Dalam usaha memberikan Layanan Unggul, perilaku Pimpinan dan
   excellence            Karyawan XL mencerminkan:

                                Fokus pada pelanggan dalam pengambilan keputusan dan
                                 tindakan
                                Berorientasi pada solusi terbaik
                                Efisien dan efektif dalam menghasilkan solusi
                                Sepenuh hati dalam menjalankan tugas
                                Berorientasi pada kualitas atas produk dan jasa yang diberikan
                                Proaktif dalam bertindak
                                Inovatif dan Kreatif dalam memberikan solusi




                    ANALISIS EKONOMI GLOBAL KEDEPAN

Setelah terjadinya krisis keuangan (finansial) global yang diawali oleh krisis keuangan di
Amerika Serikat, jangan diharapkan bahwa kondisi ekonomi global akan pulih pada tahun 2009.


Sejumlah ekonom dunia, termasuk peraih Hadiah Nobel Ekonomi, Paul Krugman, yang awalnya
optimistis ekonomi Amerika Serikat tak akan sampai mengalami resesi, tak menyangkal bahwa
kondisi ekonomi global masih akan memburuk.


Hal ini terutama dikaitkan dengan perkembangan terakhir di negara berkembang, di mana
dampak krisis keuangan global telah menyeret perekonomian ke dalam krisis nilai tukar yang
berpotensi berkembang menjadi krisis mata uang terbesar yang pernah ada (menurut istilah
Krugman : the mother of all currency crisis).


Di Eropa Timur, dampak krisis global mengakibatkan resesi di sejumlah negara. Rontoknya nilai
tukar uang akibat penarikan dana oleh investor, yang dibarengi dengan anjloknya penerimaan
ekspor dan tingginya inflasi, memunculkan resiko kebangkrutan seluruh ekonomi Eropa Timur.


Sejauh ini, sudah 6 negara Eropa Timur yang meminta uluran tangan Dana Moneter
Internasional (IMF), yakni Hongaria, Eslandia, Rusia, Ukraina, Turki, dan Belarus. Nasib sama
juga dialami emerging market Di Amerika Latin, diantaranya Argentina yang berpotensi
terpuruk dalam krisis utang lagi. Di Asia, baru Pakistan yang mengajukan permintaan dana
darurat dari IMF.


Krugman dan analis valas (valuta asing) di Morgan Stanley, Stephen Jen, mencemaskan akan
terjadinya kejatuhan tajam (hard landing) nilai aset-aset dan perekonomian emerging markets.
Ini berpotensi menjadi pemicu (episentrum) krisis global baru / krisis global babak kedua
(setelah krisis finansial AS) dalam beberapa bulan mendatang. Dampak krisis ini juga akan
sangat memukul negara maju dan perekonomian global.


Mengenai tindakan yang dilakukan oleh pengambil kebijakan di kawasan Eropa Timur, menurut
spesialis emerging market Danske Bank, Lars Christensen, ia menggambarkan: “Ini ibarat
pemerintah bertempur dalam peperangan yang tak mungkin mereka menangi. Pengambil
kebijakan dihadapkan pada situasi seperti di Asia tahun 1997 (krismon) dimana telah dilakukan
usaha gagah berani, tetapi hampir tak ada efeknya, seperti yang dilakukan pemerintah Indonesia
dalam menyelamatkan rupiah, perbankan, dan ekonomi”


Di AS sendiri, dampak krisis mulai menyebar ke seluruh penjuru ekonomi. Pemutusan hubungan
kerja (PHK) massal mulai terjadi, baik di perusahaan swasta maupun pemerintah.


AS sekarang ini memasuki resesi terburuk sejak Depresi Besar tahun 1930. Ekonom JP Morgan
Chase memperkirakan produk domestik bruto (PDB) AS hanya akan tumbuh 0,5 persen saja
pada triwulan ke 3 tahun 2008 ini dan mengalami penurunan 4 persen pada triwulan terakhir
2008 (mengalami resesi dengan penurunan tertajam sejak resesi 1981-1982).


Angka pengangguran di AS diprediksi sebesar 8-8,5 persen pada akhir tahun 2008. Lima (5)
sektor yang mengalami PHK dengan jumlah PHK terbesar adalah sektor finansial, otomotif,
pemerintahan/organisasi nirlaba, transportasi, dan ritel. Separuh lebih industri peleburan baja
sudah tutup karena anjloknya permintaan. Belanja konsumen juga terus terpuruk.terpuruk.


Pemulihan ekonomi AS dan negara maju lainnya diperkirakan belum akan terjadi dalam waktu
dekat. Kendati Bank Sentral Amerika Serikat (Fed) dan bank-bank sentral negara lain
menurunkan kembali suku bunga antar-bank ke titik terendah sejak krisis tahun 2003 (1 persen),
perbankan masih enggan menyalurkan kredit ke sektor riil dan masyarakat.


Ekonomi AS saat ini, menurut ekonom terkemuka Joseph Stiglitz, dihadapkan pada krisis
likuiditas, krisis solvensi, dan problem makro ekonomi sekaligus. Kemerosotan ekonomi
sekarang ini ibaratnya baru fase pertama penurunan ekonomi secara tajam (downward spiral)
yang harus dilalui AS dalam proses penyesuaian yang tak terelakkan sampai harga rumah
kembali ke level ekuilibrium dan hutang eksesif yang menopang ekonomi AS selama ini teratasi.


Rekapitalisasi perbankan yang akan ditempuh pemerintah AS sekarang ini baru 1 tahap dari 5
tahap yang harus ditempuh untuk keluar dari krisis finansial. Langkah 4 lainnya adalah meredam
gelombang kebangkrutan, penyitaan rumah (yang tak terlunasi oleh pembeli), kebijakan stimulus
(rangsangan) untuk menggerakkan ekonomi termasuk meningkatkan tunjangan pengangguran
dan investasi di infrastruktur dan teknonogi, memulihkan kepercayaan pasar melalui perbaikan
regulasi pasar finansial serta membentuk badan multilateral yang efektif untuk mengawasi
jalannya sistem finansial global.


Sejauh ini, langkah stimulus (rangsangan) yang ditempuh baru menyangkut sektor industri.
Pemerintah    Bush    mengungkapkan      kemungkinan     memperluas     jangkauan    “bail   out”
(penyelamatan) ke sektor asuransi dengan nilai total dana talangan lebih dari 2 triliun dollar AS.
Namun, tak sedikitpun mereka menyebut kemungkinan dikeluarkannya paket penyelamatan bagi
jutaan warga yang terancam kehilangan pekerjaan, rumah, dan tabungan. Artinya, masih banyak
yang harus dilakukan sebelum ekonomi AS benar-benar pulih !


Bagi perekonomian global dan negara berkembang (tentunya termasuk Indonesia),
ini merupakan kabar buruk sekaligus pesan untuk menjaga stamina menghadapi resesi
berkepanjangan.


Sebelumnya, Dana Moneter Internasional (IMF) memprediksikan akan terjadi perlambatan
ekonomi global beberapa triwulan ke depan. Pemulihan ekonomi baru akan terjadi tahun 2010
dengan pertumbuhan ekonomi global menciut dari 5 pesen (2007) menjadi 3,9 persen tahun 2008
dan 3 persen tahun 2009. Di AS sendiri, pertumbuhan ekonomi diperkirakan hanya tumbuh 0,1
persen tahun 2009.
Perekonomian Amerika Serikat dan Eropa belum membaik. Ini akan memperlemah
perekonomian global yang diperkirakan baru akan pulih tahun 2010. Untuk menjaga
perekonomian Indonesia tetap tumbuh, disarankan agar memenuhi kebutuhan komoditas energi
dan pangan dari pasar domestik.


Krisis perumahan di AS telah menekan perekonomian negara itu cukup dalam. Kondisi itu
diperparah dengan adanya krisis keuangan, komoditas impor yang mahal, serta tingginya defisit
rekening dan anggaran AS. Adapun resesi di berbagai negara Eropa, kata Walter, dapat terjadi
akibat krisis perumahan dan kontruksi. Apalagi potensi pertumbuhan jangka panjang negara di
benua itu tergolong rendah akibat tantangan demografis. Apresiasi euro yang tinggi terhadap
dollar AS juga menurunkan daya saing negara-negara Eropa. Perusahaan pengekspor mengalami
kerugian besar akibat nilai tukar euro yang berada diatas perkiraan rata-rata keseimbangan nilai
tukar.


Melemahnya perekonomian AS dan Eropa, kata Walter, memberi pengaruh signifikan terhadap
prospek pertumbuhan Asia. Terlebih, gejolak pasar finansial yang terjadi di AS juga menimpa
negara-negara berkembang. Pengaruh AS dan Eropa sangat besar karena pertumbuhan ekonomi
global selama ini 25 persen disumbang oleh AS dan 25 persen oleh Eropa.


Pertumbuhan ekonomi Indonesia


Adapun pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2009 diperkirakan masih sekitar 6 persen,
sama dengan target pertumbuhan tahun 2008.


Namun, Indonesa disarankan untuk memenuhi permintaan akan komoditas energi dan pangan
dari pasar domestik dan internasional agar perekonomian Indonesia dimungkinkan untuk
bertumbuh di tengah tren penurunan internasional. Sekalipun masih tertekan sampai 2009,
melemahnya ekonomi AS dan Eropa dinilai memberi pengaruh signifikan terhadap petumbuhan
prospek pertumbuhan Asia. Hal ini tampak dari perdagangan intra-regional yang telah meluas
cukup cepat. Negara berkembang merupakan pilar terakhir pertumbuhan global.


Pertumbuhan perdagangan intra Asia telah membuat perekonomian negara-negara di benua ini
lebih bertahan. Dampak dari krisis perumahan serta ketergantungan terhadap AS dan Eropa
semakin berkurang. Pemulihan ekonomi global dapat lebih cepat terjadi jika harga minyak
berada di kisaran 100 dollar AS – 120 dollar AS per barrel. Kalau harga minyak bisa stabil pada
kisaran itu, tahun 2009 recovery (pemulihan) ekonomi dapat terjadi.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:3192
posted:5/21/2010
language:Indonesian
pages:15