Powerpoint

RESUME EKSKURSI GEOLOGI REGIONAL 2008

You must be logged in to download this document
Reviews
Shared by: Djauhari Noor
Categories
Tags
Stats
views:
1811
rating:
1(2)
reviews:
0
posted:
1/29/2009
language:
Indonesian
pages:
0
EKSKURSI GEOLOGI REGIONAL 2008 Djauhari Noor PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNIK - UNIVERSITAS PAKUAN 22 S/D 24 Desember 2008 Tujuan Ekskursi Geologi Regional  Untuk mempelajari geologi suatu daerah yang cukup luas (regional) yang mencakup sejarah sedimentasi, sejarah tektonik, dan sejarah bentangalam / jentera geomorfik dengan cara mengunjungi dan meng observasi singkapan singkapan kunci yang mewakili batuan-batuan yang ada di daerah tersebut. LOKASI PENGAMATAN 1. CILETUH 2. CIBADAK 3. RAJAMANDALA-SAGULING 4. LEMBANG 5. BANTARUJEG LOKASI PENGAMATAN 4 2 3 5 1 LOKASI OBSERVASI EKSKURSI T. PARAHU - LEMBANG BANTARUJEG CILETUH CIBADAK RAJAMANDALA Profil Lintasan Ciletuh Sistem Sedimentasi Daerah Ciletuh  Pertama, sistem sedimentasi Formasi Ciletuh yang berumur Eosen Awal - Tengah. Formasi Ciletuh berada diatas batuan Pra-Tersier hasil dari komplek subduksi pada kala Kapur Akhir – Paleosen, dimana formasi ini dicirikan oleh endapan turbidit bagian lereng bawah yang tersusun dari perselingan antara konglomerate dan volkanoklastik serta perselingan breksi polimik, volkanik dan batulempung. Selaras diatas Fm. Ciletuh diendapkan Formasi Bayah yang berumur Eosen Tengah – Oligosen Awal pada lingkungan laut transisi (sand bar), dicirikan oleh sedimen klastika kasar berupa pasir konglomeratan. Formasi Bayah merupakan puncak pendangkalan dari sistem akrasi di pulau Jawa.  Kedua, sistem sedimentasi yang dicirikan oleh sedimen aliran gravitasi, ditempati oleh Formasi Jampang yang tersusun dari perselingan batupasir tufaan berumur Miosen Awal. Sejarah Geologi Daerah Ciletuh  Sejarah geologi daerah Ciletuh dimulai pada kala Eosen Awal – Eosen Tengah, yaitu dengan diendapkan batuan breksi polimik, batupasir greywacke, serpih hitam, lempung dari Fm. Ciletuh pada lingkungan laut atau lereng samudra.  Selaras diatas Fm. Ciletuh diendapkan batupasir konglomeratan dengan sisipan lempung dari Fm. Bayah pada kala Eosen Akhir – Oligosen Awal pada lingkungan transisi - darat.  Selama kala Eosen Tengah hingga Awal Oligosen daerah Ciletuh mengalami regresi dan pada kala Oligosen Tengah daerah ini mulai mengalami transgresi kembali dan pada kala Miosen Awal diendapkannya batupasir tufa Anggota Cikarang dari Fm. Jampang.  Sejak kala Miosen Tengah daerah ini mengalami orogenesa yang mengakibatkan terjadinya perlipatan dan pensesaran dan daerah ini kembali menjadi daratan. Profil Lintasan Gunung Walat - Cibadak Sistem Sedimentasi Di Daerah Cibadak  Sistem pengendapan di daerah Cibadak diawali dengan sistem pengendapan transisi dari batupasir kuarsa sisipan batulempung dan batubara Formasi Bayah yang berumur Eosen Tengah – Akhir.  Pada kala Oligosen – Miosen Awal diatas formasi Bayah diendapkan sedimen transisi - laut dangkal dari Formasi Batuasih yang terdiri dari batulempung hitam dan serpih yang secara berangsur ke arah atas diendapkan batugamping terumbu Formasi Rajamandala.  Pada kala Miosen Tengah Daerah Cibadak mengalami orogenesa yang mengakibatkan perlipatan dan pensesaran dan kembali menjadi daratan. Profil Lintasan Cipanas - Saguling Sistem Sedimentasi Daerah Rajamandala  Pertama, sistem pengendapan transisi – laut dangkal dari dari Formasi Batuasih berumur Oligosen, yang terdiri dari batulempung hitam dan serpih setempat setempat menjemari dengan batugamping terumbu Formasi Rajamandala yang berumur Oligo-Miosen.  Kedua, sistem sedimentasi yang dicirikan oleh sedimen aliran gravitasi. Bagian terbawah ditempati oleh Formasi Citarum yang tersusun dari batupasir tufaan selangseling batulempung berumur Miosen Tengah dan kearah atas secara selaras ditempati oleh Formasi Saguling yang terdiri dari breksi sisipan batupasir berumur Miosen Akhir. Sejarah Geologi Daerah Rajamandala - Saguling  Sejarah geologi daerah Rajamandala – Saguling dimulai pada kala Oligosen Akhir dengan diendapkannya batu serpih dan lempung hitam pada lingkungan transisi yang secara berangsur ke arah atas diendapkan batugamping Fm. Rajamandala pada lingkungan laut dangkal hingga Miosen Awal.  Pada Kala Miosen Tengah daerah ini mengalami penurunan (transgresi) dengan diendapkannya batupasir tufaan sisipan batulempung Fm. Citarum pada lingkungan laut dalam.  Penurunan cekungan (transgresi) terus berlanjut hingga Miosen Tengah Bagian Akhir dengan diendapkan breksi sisipan batupasir dari Formasi Saguling.  Pada kala Miosen Akhir daerah ini mengalami orogenesa yang mengakibatkan perlipatan dan pensesaran dari batuan-batuan Fm. Batuasih, Fm. Rajamandala, Fm. Citarum, dan Fm. Saguling.  Sejak Miosen Akhir daerah Rajamandala – Saguling kembali menjadi daratan hingga saat ini. Apa yang bisa dipelajari dari Lokasi Pengamatan di Lembang ? Morfologi (Bentangalam) Kuarter dari patahan Lembang dan Hubunganya dengan aktivitas Gunungapi Tangkuban Perahu Citra Landsat Tangkuban Parahu dan Sesar Lembang CITRA SATELIT BANDUNG DSK PLTA JATILUHUR T. PARAHU PLTA CIRATA SESAR LEMBANG PLTA SAGULING Kaldera G. Sunda Upas crater Ratu crater Old crater G. Burangrang G. T.perahu GEOLOGI TANGKUBAN PERAHU DAN SESAR LEMBANG Qyd Young Sandy Tuff ( Erupsi C) Qyl Young Lava (Erupsi B) Young Pumiceous Tuff (Erupsi A) Old volcanics, undifferentited Qvt Qvu Qob Older Volcanics Gunung Gunung Api yang mengelilingi Bandung Batuan Volcanic dibawah G. Wayang: 12.0 ± 0.10 Ma Jatiluhur (2.0 ± 0.10 Ma) Sanggabuana (5.35 ± 0.15 Ma) T.Perahu Cupunagara Tampomas Saguling Cimahi (4.08 Ma) Bt. Tunggul BANDUNG Kareumbi Cakrabuana Sedakeling Guntur E. Randa Soreang Baleendah Mandalawangi (2.62-3.24 Ma) Dogdog Malabar Patuha Kendeng Kuda Pangalengan 4.36 Ma Papandayan Kamojang Cikurai T.Bodas Karacak Galunggung Faults & Volcanoes in the north of Bandung Cimandiri Fault Subang Fault T.Perahu Tampomas Padalarang Fault Lembang Fault Saguling Baribis Fault Jatiluhur Fault Tampomas Fault BANDUNG Patuha Kendeng Malabar Kuda Papandayan Kamojang Galunggung Geologi Sunda Volcanic Complex Sejarah Geologi Sunda Volcanic Complex dan Pembentukan Sesar Lembang  Sesar Lembang terbentuk sebagai akibat dari proses volcano-tectonic collapse dari Gunungapi Sunda bersamaan dengan terbentuknya Kaldera Burangrang.   Pada Kala Plistosen Akhir terbentuk Gunungapi Tangkuban Perahu di dalam Kaldera Burangrang. Erupsi fase A Gunung Tangkuban Perahu, berupa batuan piroklastik yang bersusunan Tufa pumice. Sebaran material erupsi fase A ini juga mem-blok aliran sungai Citarum yang menyebabkan air sungai Citarum naik dan terbentuklah danau Bandung.  Erupsi fase B Gunung Tangkuban Perahu, berupa aliran Lava yang mengalir disepanjang aliran sungai Cikapundung dan S. Cihideung. Erupsi fase C Gunung Tangkuban Perahu, berupa material piroklastik Tufa Pasiran, tersebar dibagian barat Sesar Lembang.   STRATIGRAFI DAERAH JATIGEDE - SUMEDANG PLISTOSEN Fm.Citalang DARAT PLIOSEN AKHIR Fm. Kaliwangu TRANSISI PLIOSEN AWAL Fm. Subang NERITIK PINGGIR PLIOSEN AWAL Fm. Bantarujeg LAUT MIOSEN AKHIR Fm. Cantayan LAUT MIOSEN TENGAH BAGIAN ATAS Fm. Cinambo LAUT MIOSEN TENGAH Fm. Cisaar LAUT Stratigrafi Daerah JATIGEDE - SUMEDANG • Stratigrafi daerah Jatigede terbagi dalam sepuluh satuan batuan, yaitu Satuan Batulempung dari Formasi Cisaar yang berumur Miosen Tengah bagian bawah, Satuan Perselingan Batupasir-Batulempung sisipan Breksi dari Formasi Cinambo yang berumur Miosen Tengah bagian atas, Satuan Breksi sisipan BatupasirBatulempung dari Formasi Cantayan yang berumur Miosen Akhir, Satuan Batupasir-Batulempung dari Formasi Bantarujeg dan Satuan Batulempung sisispan Batupasir dari Formasi Subang yang berumur Pliosen Awal, serta Satuan Batulempung Pasiran sisipan Batupasir dari Formasi Kaliwangu dan Satuan Perselingan Batupasir-Konglomerat dari Formasi Citalang yang berumur Pliosen Akhir sampai Plistosen. Struktur Geologi • Pembentukkan struktur geologi yang terjadi di daerah Jatigede - Sumedang berlangsung dalam dua fasa deformasi, yaitu fasa kontraksional pasca Kala Pliosen yang menyebabkan terbentuknya perlipatan, sesar-sesan naik dan mendatar, serta fasa ekstensional pasca Kala Plistosen yang menghasilkan sesar normal dan lipatan. RESUME / KESIMPULAN 1. Sejarah sedimentasi “Cekungan Bogor” selama zaman Tersier menunjukan kondisi yang berbedabeda dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Sebagai contoh : selama kala Miosen Awal kondisi geografi di Ciletuh berupa “LAUT DALAM”, di Cibadak dan Rajamandala - Saguling masih dalam kondisi “LAUT DANGKAL” sedangkan di daerah Bantarujeg masih berupa DARATAN. Pada kala Miosen Tengah daerah Jatigede ada dalam kondisi LAUT DALAM yang kemudian cekungan mengalami regresi hingga Pliosen Akhir, sedangkan pada masa tersebut di daerah Ciletuh dan Cibadak sudah berupa daratan. 2. 3. 4. Sejarah Tektonik / Orogenesa “Cekungan Bogor” tidak terjadi secara serentak, hal ini terlihat dari tatanan batuan (stratigrafi) yang dijumpai di dalam cekungan Bogor. Sebagai contoh, di daerah Ciletuh dan Cibadak orogenesa Intra-Miosen terjadi pada Miosen Tengah sedangkan di Rajamandala – Saguling baru terjadi pada kala Miosen Akhir. Adapun orogenesa di daerah Wado – Jatigede baru terjadi pada kala Plistosen. Morfologi “Patahan Lembang” merupakan satu contoh dari bentuk bentangalam yang masih menyisakan bukti-bukti dari jentera geomorfik muda yang dapat diamati dengan jelas, seperti adanya bidang patahan / gawir sesar, talus hasil erosi, sungai antecedent dengan lava yang mengalir disepanjang bidang sesar lembang. Ekskursi Geologi Regional 2008 Prodi Teknik Geologi – Fakultas Teknik Universitas Pakuan Lokasi : Ciletuh Amphitheater The Basement Rock of Bogor Basin Location : Cikadal - Ciletuh

Related docs
RESUME
Views: 19  |  Downloads: 1
Resume
Views: 327  |  Downloads: 11
Resume
Views: 8  |  Downloads: 0
RESUME
Views: 0  |  Downloads: 0
Resume
Views: 2  |  Downloads: 0
RESUME
Views: 7  |  Downloads: 0
Resume
Views: 7  |  Downloads: 0
Resume
Views: 1  |  Downloads: 0
Resume
Views: 9  |  Downloads: 0
What is a RESUME
Views: 33  |  Downloads: 0
Contemporary Resume
Views: 22  |  Downloads: 3
regional-manager-resume 383
Views: 9  |  Downloads: 0
premium docs
Other docs by Djauhari Noor
Proses Perencanaan Tataguna Lahan
Views: 43  |  Downloads: 2
Bahaya Geologi
Views: 25  |  Downloads: 5
Sumberdaya Geologi
Views: 33  |  Downloads: 6
Pengelolaan Pesisir dan Laut
Views: 51  |  Downloads: 8
GEOLOGI UNTUK PERENCANAAN
Views: 56  |  Downloads: 2
Bab-1 Pendahuluan
Views: 255  |  Downloads: 19
DAFTAR ISI PENGANTAR GEOLOGI
Views: 369  |  Downloads: 30
Chapter-1 Geologi dan Masalah Lingkungan
Views: 242  |  Downloads: 25
DAFTAR PUSTAKA
Views: 16  |  Downloads: 2
DAFTAR PUSTAKA
Views: 95  |  Downloads: 16
Chapter 3 Minerals and Rocks
Views: 1382  |  Downloads: 127
Bab-6 Penginderaan Jauh
Views: 1553  |  Downloads: 141
Bab-11 Paleogeografi
Views: 542  |  Downloads: 67
Bab-10 Fosil
Views: 729  |  Downloads: 67