SEMINAR NASIONAL
HASIL EVALUASI KINERJA PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN 2008 PROVINSI SULAWESI UTARA
PELAKSANA
UNIVERSITAS SAM RATULANGI
Agenda I
Agenda II
Agenda III Jakarta, 4-5 Desember 2008
Kondisi Awal & Sasaran yang Ingin di Capai
Sulut (RPJMD)
Kondisi Awal (2004) Sasaran (2010)
Indonesia (RPJMN)
Kondisi Awal (2004) Sasaran (2009)
Tkt. Kemiskinan (%) Tkt Pengangguran (%) Pertumbuhan Ekonomi (%)
8.93 10.91 4.26
6.00 6.50 6.57
16.7 9.9 5.0
8.2 5.1 6.6
2
Pencapaian RPJMN di Daerah (2005-2007)
2004 2005 2006 2007 Target Target RPJMD RPJMN 1009 2010 6.57 6.6
Pertumbuhan Ekonomi Tkt Pengangguran g gg Tkt Kemiskinan IPM
4.26
4.90
6.16
6.48
10.91
14.05
14.62
12.35
6.50
5.1
8.93
9.34
10.76
11.42
6.00
8.2
73.4
74.2
74.4
76.01
3
Pencapaian RPJMN di Daerah (2005-2007)
Agenda I: Menciptakan IndonesiaAman dan Damai Capaian Kinerja Pembangunan di Daerah: p j g Sulawesi Utara dikenal sebagai salah satu daerah yang aman dan damai Permasalahan: l h Ketimpangan di daerah perbatasan perlu mendapatkan perhatian serius Sinkronisasai Perencanaan Pusat dan Daerah: RPJMD 2005-2010 sejalan dengan RPJMN 2004-2009; Visi: Mewujudkan Sulawesi Utara Yang Berbudaya, Berdaya Saing,dan Sejahtera Keterlibatan Stakeholders K lib S k h ld Masyarakat dan lembaga kemasyarakatan mulai dilibatkan 4
Agenda I
Pencapaian RPJMN di Daerah (2005-2007)
Agenda II: Menciptakan Indonesia Yg Adil & Demokratis
Capaian Kinerja Pembangunan di Daerah: p j g Pilkada berlangsung relatif aman (14 kali) GDI terus meningkat 66.0 (2006) Pelayanan Aparat semakin baik Permasalahan: Partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan masih rendah; TPT perempuan jauh lebih tinggi dari laki-laki Sinkronisasi P Si k i i Perencanaan Pusat dan Daerah: P td D h RPJMD 2005-2010 sejalan dengan RPJMN 2004-2009 Keterlibatan Stakeholders Masyarakat dan lembaga kemasyarakatan mulai dilibatkan
5 Agenda II
Pencapaian RPJMN di Daerah (2005-2007)
Agenda III: Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Capaian Kinerja Pembangunan di Daerah: p j g - Pertumbuhan ekonomi OK - Tkt Pengangguran mulai turun - Tkt Kemiskinan naik - IPM 76.01 (Peringkat 2 Nasional) Permasalahan: Tingkat kemiskinan masih cenderung naik Sinkronisasi P Si k i i Perencanaan Pusat dan Daerah: P td D h RPJMD 2005-2010 sejalan dengan RPJMN 2004-2009 Keterlibatan Stakeholders Masyarakat dan lembaga kemasyarakatan mulai dilibatkan
6
Agenda III
Matriks Keluaran Evaluasi Kinerja Pembangunan
No Sasaran Pembangunan dalam RPJMN Indikator Kinerja Pembangunan Daerah Upaya Capaian Permasalahan Rekomendasi Tindak Lanjut
4.2 Penanggulangan Kemiskinan
-Menurunnya persentase penduduk miskin RPJMD: 6.0% 6 0% RPJMN: 8.2% -Meningkatnya pendapatan masyarakat. masyarakat
-crash program -perbaikan infrastruktur perumahan dan fasilitasnya.
Tingkat kemiskinan 2006: 10,76 2007 : 11 42 11,42 Pengeluaran : Rp616.900/kapi ta diatas batas garis kemiskinan
-Kesempatan kerja kurang -Nilai Tukar Petani - Penguasaan terhadap faktor produksi sangat terbatas
-Pemetaan kelompok masyarakat miskin. miskin Pendampin gan Perlu -Perlu penguatan institusi
7
Agenda I
Matriks Keluaran Evaluasi Kinerja Pembangunan
No Sasaran Pembangunan dalam RPJMN Indikator Kinerja Pembangunan Daerah Upaya Capaian Permasalahan Rekomendasi Tindak Lanjut
4.3 Peningkatan . Investasi dan Ekspor Nonmigas
- RPJMN: PMTB tumbuh 16.2% dan ekspor nonmigas tumbuh 6,5% per 6 5% tahun - RPJMD: PMTB tumbuh 13,19% per tahun -
-Peningkatan iklim investasi -Penyediaan berbagai insentif baik fiskal dan nonfiskal -Rencana Rencana Penyelenggara an WOC 2009.
- 2004-2007: PMTB tumbuh 15,63% perthn (target RPJMD 13,19%) - 2004-2007: Ekspor non migas tumbuh 37.0% perthn - 2005-2007: Kunjungan Wisman tumbuh 8,7% perthn (nasional 5,2% perthn)
- Ketersediaan infrastruktur, terutama listrik; -Iklim investasi yang relatif masih kurang kondusif -Ekspor utamanya bahan mentah/baku
- Perlu percepatan pembangun an pusat pembangkit tenaga listrik non BBM -Pembenah an iklim investasi Perlu -Perlu inovasi kegiatan
8
Agenda I
Matriks Keluaran Evaluasi Kinerja Pembangunan
No Sasaran Pembangunan dalam RPJMN Indikator Kinerja Pembangunan Daerah Upaya Capaian Permasalahan Rekomendasi Tindak Lanjut
4.5 Revitalisasi . Pertanian
-Rata-rata laju pertumbuhan se to pertanian sektor pe ta a 4,5-5% per tahun -NTP > 150 -Meningkatnya p produktivitas pertanian
-Peningkatan ketahan pangan -Pengembangan e ge ba ga agribisnis -Peningkatan kesejahteraan p petani -Crash Program
-Laju pertumbuhan 6,80% -NTP: 2006 : 143,70 2007: 133.67 -Produktivitas Padi: turun Jagung: meningkat
-Rendahnya tingkat kesejahteraan eseja te aa petani -Nilai Tukar Petani
-Melanjutkan terus semua upaya ya g yang ada, khususnya upaya p peningkatan g kesejahteraa n petani
9
Agenda I
Matriks Keluaran Evaluasi Kinerja Pembangunan
No Sasaran Pembangunan dalam RPJMN Indikator Kinerja Pembangunan Daerah Upaya Capaian Permasalahan Rekomen-dasi Tindak Lanjut
4.9 Perbaikan Iklim Ketenagakerjj ete aga e aan
-tingkat pengangguran menjadi 5, % e jad 5,1% pada akhir tahun 2009 (RPJMN) - RPJMD : 6.5% ( (2010) ) -bekerja disektor pertanian kurang dari 50%.
-Menciptakan lapangan kerja informal o a -Revitalisasi pertanian -Dukungan p pembiayaan y usaha produktif
TPT: 2006 :14.6% 2007 :11,9% 00 ,9% 2007: L: 6.7% P: 24% % Tenaga kerja sektor pertanian: 41,3% ,
-Tingginya status wanita menganggur e ga ggu - Peluang dan kesempatan kerja kurang
- Perlu lebih diperluas variasi a as program - Perlu dukungan modal kerja j - Meningatkan partisipasi wanita - Perlu mendorong investasi padat karya
10
Agenda I
Isu Strategis Daerah
• • Kepastian dan Penegakan Hukum di Bidang Pertambangan Dampak Pelaksanaan World Ocean Conference
11
Agenda I
Isu Daerah (1):Ketidakpastian Masalah Operasi Pertambangan Besar
• Tingkat Keparahan: Urgen berpotensi menciptakan Urgen, konflik dalam masyarakat dan memperburuk iklim investasi; • Faktor-faktor yang mempengaruhi: Adanya perbedaan interpretasi perundangan yang menyebabkan ketidakpastian hukum • Program Pemerintah Terkait: Melarang Operasi pertambangan yang merusak lingkungan • Indikator Keberhasilan: Sebuah perusahaan Kontrak Karya belum bisa beroperasi;
12
• Rekomendasi: Perlu segera dilakukan kajian hukum yang komprehensif untuk menjamin y g p j adanya kepastian hukum • Estimasi hasil: Adanya kepastian hukum akan menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif • Jangka Waktu: 0 – 3 tahun • St k h ld terkait: Pemerintah pusat, Pemda, Stakeholders t k it P i t h t P d perusahaan tambang, masyarakat, Perguruan Tinggi, LSM gg , S
13
Isu Daerah (2):Adanya ancaman pencemaran lingkungan akibat pertambangan rakyat
• Tingkat Keparahan: Urgen • Faktor-faktor yang mempengaruhi: Belum adanya keseriusan pemerintah dalam menangani pertambangan rakyat tanpa ijin (PETI); 100-200 ton t b k tt iji (PETI) 100 200 t merkuri diperjualbelikan tiap tahun; • Program Pemerintah Terkait: Belum ada, selain g , himbaun untuk mengurangi penggunaan zat kimia berbahaya (merkuri) • Indikator Keberhasilan: Meningkatnya bahaya pencemaran merkuri dan senyawa kompleks merkuri-sianida
14
• Rekomendasi: (1) Adanya perda yang mengatur pertambangan rakyat (2) Perlu ketegasan p pemerintah bagi p g penambang y g melanggar aturan, g yang gg (2) Mendorong penggunaan teknologi ramah lingkungan • E ti Estimasi hasil: Berkurangnya pencemaran i h il B k lingkungan • Jangka Waktu: 0 – 3 tahun • Stakeholders terkait: Pemda, Penambang, LSM, Perguruan tinggi g gg
15
Isu Daerah (3):Pariwisata Sesudah World Ocean Conference
• Tingkat Keparahan: Sangat Urgen, berpotensi sangat rendahnya tingkat hunian hotel. • Faktor-faktor yang mempengaruhi: Pertambahan kamar hotel yang cukup banyak (>70%); Tkt hunian sekarang < 50%; • Program Pemerintah Terkait: Menjadikan Manado kota Pariwisata Dunia (MICE); pembenahan infrastruktur terkait WOC (> 800 M) • Indikator Keberhasilan: Kunjungan wisatawan sedikit meningkat
16
• R k Rekomendasi: (1) Perlu mulai intensif memasarkan d i P l l i i t if k Manado sebagai kota MICE (2) Pembenahan atraksi2 wisata (2) Meningkatkan kualitas SDM wisata, • Estimasi hasil: Jumlah wisatawan meningkat, kontribusi pariwisata bagi perkonomian meningkat; • Jangka Waktu: 0 – 3 tahun Pemda Pariwisata • Stakeholders terkait: Pemda, Industri Pariwisata, Masyarakat, LSM, Perguruan tinggi
17
Saran dan Rekomendasi
• • • • • Program2 Pengentasan Kemiskinan perlu untuk terus dilanjutkan dan ditingkatkan; Perlu P l pemetaan yang lebih akurat mengenai kemiskinan (Angka t l bih k t i k i ki (A k kemiskinan terus naik tapi IPM dan UHH terus meningkat?); Perlu diupayakan penciptaan lapangan kerja yang lebih luas bagi kaum perempuan (2007 TPT P 24% L 6 7%) (2007:TPT 24%, 6.7%); Kreativitas dan inovasi penciptaan program terus ditingkatkan (WOC sangat positif dampaknya); Pelaksanaan EKPD ini sebaiknya dimulai lebih awal;
18
Agenda I
Terima Kasih
19