Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out

Power Point Sumatera Utara

VIEWS: 1,752 PAGES: 8

Seminar Nasional Hasil Evaluasi Kinerja Pembangunan Daerah Tahun 2008 Provinsi Sumatera Utara; Jakarta, 4 – 5 Desember 2008

More Info
									SEMINAR NASIONAL
HASIL EKPD 2008 PROVINSI SUMATERAUTARA

PELAKSANA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

Profil Provinsi Sumatera Utara

Ibukota : Medan Kab/Kota : 30 Kecamatan: 378 Desa/Kel. : 5.713 Areal : 71.680,68 km² Penduduk : 12 643 494 jiwa 12.643.494 Kepadatan : 176 jiwa/km

Sumber : Badan Pusat Statistik

Kondisi Awal RPJMN di Tingkat Daerah

Agenda Pembangunan

RPJMN 2004-2009 1.Menciptakan Indonesia yang aman dan damai 2.Mewujudkan I d 2M j dk Indonesia yang adil dan d i dil d demokratis. k ti 3.Meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia.

AGENDA MEWUJUDKAN INDONESIA YANG AMAN DAN DAMAI
• Pada awal penyusunan RPJMD Sumatera Utara 2004-2009, kondisi Sumatera Utara tidak begitu jauh berbeda dengan kondisi nasional yang diwarnai dengan kesenjangan sosial dan ekonomi yang berpotensi memecah belah masyarakat. K tid k adilan yang di k t Ketidak dil dirasakan oleh sebagaian masyarakat d t k l h b i k t dapat memicu pergerakan yang dapat menjadi pemicu disintegrasi di Sumatera Utara. p p p j Konflik Sosial dan Politik dalam pemilihan kepala daerah berpotensi menjadi pemicu kerenggangan baik secara laten maupun terbuka. Pendidikan politik yang tidak dijalankan secara benar oleh partai, pemerintah dan organisasi terkait mengakibatkan Sumatera Utara dapat menjadi daerah konflik p g kepentingan/kekuasaan. Beberapa kebijakan yang berhubungan dengan pembagian bantuan juga mengakibatkan berkurangnya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah dan aparatnya. Kurangnya koordinasi dan saling percaya antar lembaga pemerintah, ornop dan kurangnya kualitas hubungan dengan masyarakat sipil berdampak kurang efektifnya penyelesaian konflik (terutama konflik-konflik yang berhubungan dengan agraria, kasus PTPN dan pendudukan lahan oleh petani, dll). Persoalan kemampuan dan kredibilitas pemerintah dalam memberikan pelayanan publik terutama yang berhubungan dengan pelayanan dasar (kesehatan, pendidikan, pangan, dll) merupakan salah satu pemicu konflik.

•

•

•

AGENDA MEWUJUDKAN INDONESIA YANG ADIL DAN DEMOKRATIS • Pada tahun 2004 tercatat ada 9 (sembilan) Peraturan Daerah (Perda) yang yang dik l k oleh DPRD P i i S dikeluarkan l h Propinsi Sumatera U Utara. S d k pada tahun Sedangkan d h 2005, DPRD Propinsi Sumatera Utara hanya berhasil mensyahkan 4 (empat) Perda. Bila dibandingkan produk Perda antara tahun 2004 dan 2005, terjadi penurunan yang signifikan Hal yang sama juga terjadi pada keputusan DPRD signifikan. (Parliament Decree), terjadi penurunan, dari 27 (dua puluh tujuh) keputusan pada tahun 2004 menjadi 9 (sembilan) keputusan pada tahun 2005. Hal yang cukup menggembirakan pada tahun 2004 (khususnya di era reformasi) adalah meningkatnya peranan komunikasi melalui media massa untuk mencerdaskan kehidupan politik masyarakat, meningkatnya peranan pers yang bebas sejalan dengan peningkatan kualitas insan pers, memperkukuh persatuan dan kesatuan, kesatuan membentuk kepribadian bangsa serta meningkatkan kualitas bangsa, komunikasi pada semua bidang melalui penguasaan teknologi informasi dan komunikasi guna memperkuat daya saing bangsa dalam menghadapi tantangan global.

lanjutan j

•

Tata pemerintahan yang baik (good governance) sebagai prasyarat bagi terwujudnya sistem hukum dan politik hukum masih belum berjalan dengan baik. Reformasi birokrasi yang dilakukan dirasakan kurang memadai sehingga diperlukan berbagai penyempurnaan. Di sisi internal, berbagai faktor seperti demokrasi, desentralisasi dan internal birokrasi itu sendiri, masih berdampak pada tingkat kompleksitas permasalahan antara lain pelanggaran disiplin; penyalahgunaan kewenangan dan penyimpangan yang tinggi; rendahnya kinerja sumber daya aparatur; kurang memadainya sistem kelembagaan dan ketatalaksanaan pemerintahan; rendahnya kesejahteraan PNS; dan banyaknya peraturan perundang-undangan yang sudah tidak sesuai dengan perkembangan keadaan dan tuntutan pembangunan. Sedangkan di sisi eksternal, faktor globalisasi dan revolusi teknologi informasi juga akan , g g j g kuat berpengaruh terhadap pencarian alternatif-alternatif kebijakan dalam bidang aparatur negara seperti masih tingginya tingkat penyalahgunaan wewenang; masih maraknya praktek KKN; dan masih rendahnya kinerja aparatur negara.

lanjutan

•

•

Kondisi awal yang dirasakan terkait dengan agenda sistem hukum dan politik adalah bahwa kepastian penegakan hukum belum seperti yang diharapkan dan masih banyak pelanggaran hukum yang tidak ditindaklanjuti ditindaklanj ti dan tidak t ntas K rang mantapn a penegakan h k m tuntas. Kurang mantapnya hukum memerlukan perhatian yang sungguh-sungguh, karena berdampak sangat luas terhadap bidang kehidupan lainnya seperti kurangnya minat para investor untuk mengadakan investasi yang sangat diperlukan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja kerja. Berkurangnya wibawa pemerintah berakibat pada kurang efektifnya pelaksanaan pemerintahan, timbulnya resistensi masyarakat terhadap program Pemerintah, sehingga pelaksanaan program menjadi kurang berdaya guna d b d dan b h il guna. Faktor penyebab b l berhasil k b b belum mantapnya kepastian hukum ini cukup kompleks antara lain adalah sikap aparat penegak hukum yang belum semuanya bertekad untuk menegakkan hukum secara konsisten. Faktor lain ialah kurangnya prasarana dan sarana penegakan h k k hukum sehingga k hi kemampuan penegakan h k k hukum b l belum seimbang dengan permasalahan hukum yang muncul.

AGENDA MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN RAKYAT • Pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara mengalami peningkatan dari 4,81 persen pada tahun 2003 menjadi 5,74 persen pada tahun 2004 dan pada tahun 2006 sebesar 6 18 persen serta pada t h 2009 dit b 6,18 t d tahun ditargetkan sebesar 7 79 tk b 7,79 persen, dengan perkembangan PDRB pada tahun 2003 dengan harga berlaku sebesar Rp. 103,401 triliun dan pada tahun 2004 meningkat menjadi Rp. 118,10 triliun, pada tahun 2006 sebesar Rp. 160,304 triliun serta tahun 2009 diperkirakan di ki k meningkat sebesar R 234 31 t ili i k t b Rp. 234,31 triliun. Struktur ekonomi masih didominasi oleh sektor pertanian, 24,94 persen diikuti sektor industri pengolahan 33,22 persen dan sisanya sektor jasa 41,84 persen pada tahun 2003, dan angka ini akan mengalami perubahan sejalan dengan semakin membaiknya sektor riil, kondisi tersebut mendorong perbaikan pada sektor industri pengolahan dan mengalami peningkatan pada tahun 2004 mencapai 24,47 persen, 33,49 persen dan 42,04 persen untuk sektor pertanian, industri pengolahan dan jasa sedang untuk tahun 2006 sebesar 23,42 persen, 33,26 persen dan 43,32 persen serta tahun 2009 ditargetkan akan 22,91 persen, 33,58 persen dan 43,51 persen. Demikian juga terhadap Pendapatan Perkapita pada tahun 2003 berdasarkan atas harga berlaku sebesar Rp. 8,67 juta meningkat menjadi Rp. 9,74 juta pada tahun 2004 sedangkan untuk tahun 2006 sebesar Rp. 12,11 juta serta tahun 2009 ditargetkan menjadi Rp. 17,93 juta.

•

lanjutan

•

•

Sejalan dengan meningkatnya perekonomian, volume ekspor juga mengalami p peningkatan. Pada tahun 2003, volume ekspor mencapai 5,49 juta ton dengan g , p p , j g nilai 2,69 milyar US$. Pada tahun 2004, volume ekspor mencapai 7,51 juta ton dengan nilai 4,24 milyar US$, sedangkan untuk tahun 2006 ditargetkan volume ekspor mencapai 8,70 juta ton dengan nilai ekspor sebesar 5,52 milyar US$ serta tahun 2009 di il h ditagetkan volume ekspor mencapai 9 08 j k l k i 9,08 juta ton dengan nilai sebesar 4,93 milyar US$. Sementara itu, volume impor tahun 2003 sebesar 2,34 juta ton dengan nilai 0,68 milyar US$, tahun 2004 volume impor mencapai 3 22 juta ton dengan nilai 0 95 milyar US$ sedang untuk 3,22 0,95 US$, tahun 2006 volume impor sebesar 4,40 juta ton dengan nilai sebesar 1,46 milyar US$ serta tahun 2009 ditargetkan volume impor sebesar 3,94 juta ton dengan nilai 1,72 milyar US$. Laju Inflasi di Sumatera Utara tahun 2003 berada pada posisi satu digit atau sebesar 4,23 persen, sedangkan tahun 2004 naik menjadi 6,80 persen, dan untuk tahun 2006 mencapai 6,11 persen, tahun 2007 sebesar 6,50 persen serta tahun 2009 di h ditargetkan akan mencapai 6 00 persen. k k i 6,00

lanjutan j

• Nilai Tukar Petani (NTP) Sumatera Utara sudah mengalami ( ) g peningkatan, pada tahun 2003 Nilai Tukar Petani telah mencapai 100,8 persen, ini berarti bahwa kenaikan harga yang diterima Petani (It) relatif masih lebih kecil dibandingkan ( ) g dengan kenaikan harga yang dibayar petani (Ib) untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dengan makin stabil dan membaiknya kondisi perekonomian, pada tahun 2004 NTP y p , p Sumatera Utara mencapai 101,0, dan untuk tahun 2006 mencapai 102,50, tahun 2007 sebesar 103,0 serta tahun 2009 ditargetkan akan mencapai 103,50. g p ,

Isu Strategis Daerah
• Sumatera Utara memiliki areal perkebunan terbesar di Indonesia, • Sumatera Utara letaknya sangat berdekatan dengan Singapura y g g g p yaitu salah satu pusat ekonomi dunia, • Sumatera Utara dengan penduduk yang sangat heterogen. • Sumatera Utara dengan tembakau Deli nya • Sumatera Utara dengan Danau Toba nya

Matriks Keluaran Evaluasi Kinerja Pembangunan

Matriks

Saran dan Rekomendasi
• Kondisi kemiskinan di Sumatera Utara menunjukkan angka yang cukup beragam dan berfluktasi, artinya sangat bergantung dan dipengaruhi oleh kondisi makro Indonesia Ketika kondisi makro Indonesia mengalami Indonesia. perbaikan, maka jumlah dan persentase penduduk miskin di Sumatera Utara mengalami penurunan. Lemahnya akses terhadap kebutuhan dasar seperti pelayanan pendidikan, kesehatan d k h t dan pekerjaan sangat mempegaruhi k b d k j t hi keberadaan masyarakat k t miskin. Perlu adanya trobosan baru untuk lebih menciptakan iklim yang kondusif bagi para investor baik asing maupun domestik dan meningkatkan daya g p g p g y saing ekspor melalui keberpihakan atas dasar regulasi dan kebijakan pemerintah yang tepat serta diatasinya berbagai permasalahan yang masih melekat selama ini seperti : kendala infrastruktur, perizinan, peraturan ,p p j p g y daerah, perpajakan dan ketimpangan wilayah Peningkatan daya saing industri suatu hal yang harus terus menerus diupayakan dalam rangka mencptakan produk indstri yang berguna dan berdaya saing tinggi. Untuk menunjang hak tersebut maka penguatan sektor industri apakah yang bersiifat inward looking maupun outward looking serta mencipaakan iklm yang kondusif dengan ditopang oleh kebijakan yang tepat.

• •

•

lanjutan Saran dan Rekomendasi j

•

•

Revitalisasi sektor pertanian harus terus menerus diupayakan dalam kaitannya menciptakan lapangan kerja terutama di wilayah perdesaan serta meningkatkan sektor peranian yang tinggi guna memenuhi hak dasar pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat. Peningkatan pemberdayaan Koperasi dan UMKM memiliki potensi dan peran strategis dan mampu menjadi sebuah kekuatan besar dalam menggerakkan kegiatan ekonomi masyarakat sekaligus dalam meningkatkan k j h i k k kesejahteraan sosial d ekonomi. i l dan k i

Auf Wiedersehen

Auf Wiedersehen

Auf Wiedersehen

Auf Wiedersehen


								
To top