PERKEMBANGAN ASUMSI DASAR EKONOMI MAKRO DAN REALISASI APBN

Document Sample
PERKEMBANGAN ASUMSI DASAR EKONOMI MAKRO DAN REALISASI APBN Powered By Docstoc
					PERKEMBANGAN ASUMSI DASAR EKONOMI MAKRO DAN REALISASI
                        APBN
                                       SEMESTER I 2009


I. ASUMSI DASAR EKONOMI MAKRO
1. Pertumbuhan Ekonomi
   Dalam UU APBN 2009, pertumbuhan ekonomi Indonesia ditargetkan sebesar
   6,0%. Dalam Dokumen Stimulus Fiskal 2009, target pertumbuhan ekonomi
   dikoreksi menjadi 4,5%, dan dalam NK & RAPBN-P 2009 target tersebut
   dikoreksi lagi menjadi 4,3%.
   Pada triwulan I 2009, pertumbuhan ekonomi mencapai 4,4%, sedangkan dalam
   triwulan II pertumbuhan ekonomi diproyeksikan sekitar 3,7%. Dengan
   demikian, dalam semester I 2009 laju pertumbuhan ekonomi diperkirakan
   mencapai 4,1%, lebih rendah dari laju pertumbuhan ekonomi semester I 2008
   yang mencapai 6,34 %.
   Pertumbuhan tersebut bersumber dari konsumsi pemerintah, konsumsi
   masyarakat, dan investasi, yang masing-masing diperkirakan sebesar 16,4%,
   5,7%, dan 7,6%. Sedangkan ekspor dan impor mengalami pertumbuhan negatif
   sebesar minus 14,4% dan minus 20,4%.

                                           Grafik 1
                       Pertumbuhan Ekonomi (y-0-y), Semester I 2008 - 2009

                   7

                  6

                   5

                  4
              %                                                              2008
                   3       6,25              6,42            6,34
                                                                       *)    2009
                  2                   4,4               *)          4,1
                                                    3,7

                   1

                  0
                                 QI               QII          Sem I
                  *) Perkiraan




2. Inflasi
   Dalam UU APBN 2009, laju inflasi diperkirakan sebesar 6,2%, kemudian
   disesuaikan menjadi 6,0% dalam Dokumen Stimulus Fiskal 2009, dan menjadi
   5,0% dalam NK & RAPBN-P 2009.
   Hingga semester I 2009, laju inflasi kumulatif (m-t-m) dan inflasi tahunan
   (y-o-y) masing-masing sebesar 0,11% dan 3,65%. Bila dibandingkan dengan
   semester I 2008, laju inflasi tersebut lebih rendah, masing-masing mencapai
   2,46% (m-t-m) dan 11,03% (y-o-y).
   Menurunnya tekanan inflasi ini disebabkan oleh turunnya harga minyak dunia,
   turunnya harga BBM bersubsidi (solar dan premium), cukup tersedianya
   pasokan bahan makanan, dan lancarnya distribusi barang dan jasa.




                                              1
                                                                   Grafik 2
                                                   Perkembangan Laju Inflasi IHK, 2008 - 2009
         14,0%                                                                                                                                          2,5%

         12,0%
                                          2.46%
                                                                                                                                                        2,0%
         10,0%
                                                                                    11.03%                                      3.65%                   1,5%
               8,0%
                                                                                                                                                        1,0%
                6,0%
                                                                                                                                                        0,5%
                4,0%

                2,0%                                                                                                                                    0,0%

               0,0%                                                                                                                                     -0,5%




                                                           Inflasi (y-o-y)                        Inflasi (m-t-m)




3. Nilai Tukar Rupiah
  Dalam UU APBN 2009, asumsi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS
  diperkirakan sebesar Rp9.400/US$, yang kemudian disesuaikan dalam
  Dokumen Stimulus menjadi Rp11.000/US$, dan dikoreksi menjadi
  Rp10.600/US$ dalam NK & RAPBN-P 2009.
  Dalam 6 bulan pertama tahun 2009, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS
  mencapai rata-rata Rp11.082,3/US$, atau melemah dibandingkan posisinya
  dalam Semester I 2008 yang mencapai Rp9.259,3/US$.
  Hal ini dipengaruhi oleh faktor eksternal, seperti peningkatan kerugian lembaga
  keuangan dan korporasi serta polemik stimulus di Amerika Serikat, dan faktor
  internal, berupa kekhawatiran terhadap kecukupan cadangan devisa dan
  kewajiban pembayaran utang luar negeri yang membuat nilai tukar rupiah
  semakin tertekan.

                                                                          Grafik 3
                                                   Perkembangan Nilai Tukar Terhadap Dolar AS, 2008 - 2009
                                 13.000


                                 12.000                                                                                                                  Se m I 2009:
                                                                                                                                                         Rp11.082,3
          Nilai Tukar (Rp/US$)




                                                                      Se m I 2008:
                                 11.000                                Rp9.259,3



                                 10.000


                                 9.000


                                 8.000
                                                                      Me i




                                                                                                           Okt




                                                                                                                                                         Me i
                                                                                                    Se p



                                                                                                                 Nov

                                                                                                                       Des
                                                                Apr




                                                                                                                                                  Apr
                                                          Mar




                                                                                                                                            Mar
                                                    Feb




                                                                                                                                      Feb
                                                                             Juni




                                                                                                                                                                Juni
                                                                                            Aug
                                                                                     Juli
                                          Jan 08




                                                                                                                             Jan 09




4. Suku bunga SBI 3 bulan
  Dalam UU APBN 2009 dan juga dalam Dokumen Stimulus dan NK & RAPBN-P
  2009, suku bunga SBI 3 bulan diperkirakan sebesar 7,5%.




                                                                                            2
  Selama semester I 2009 realisasi rata-rata SBI 3 bulan mencapai 8,5%, yang
  berarti meningkat dibandingkan realisasinya dalam Semester I 2008 yang
  mencapai rata-rata 8,2%.
  Meningkatnya rata-rata SBI 3 bulan tersebut untuk menarik minat para
  pemodal agar mau menanamkan modal jangka pendeknya di Indonesia karena
  kondisi perekonomian Indonesia lebih kondusif atau masih potensial pada saat
  krisis global.

                                                                                           Grafik 4
                                                                        Perkembangan Suku Bunga SBI-3 Bulan, 2008 - 2009
                              12
                                                                                                                         11,03
                                                                                                                                 11,49
                              11
                                                                                                                                          11,19

                                                                                                                                                                                  Se m I 2009:
          SBI (%)




                             10                                                                                         9,84                      10,39                               8,5%
                                                                     Sem I 2008:
                                                                       8,2%                            9,73
                                                                                               9,57
                                  9                                                                                                                         9,30
                                                                                      9,00
                                                                                                                                                                    8,68
                                  8                                            8,34                                                                                        8,28
                                                      7,97    8,03    8,04
                                           7,83
                                                                                                                                                                                    7,50
                                  7
                                                                                                                                                                                            7,08


                                  6
                                                                               Mei




                                                                                                                                                                                    Mei
                                                                                                                 Sep




                                                                                                                                          Des
                                                      Fe b




                                                                                                                                                             Fe b
                                                                                      Juni




                                                                                                                                                                                            Juni
                                                                                                Juli




                                                                                                                          Okt

                                                                                                                                  Nov
                                                                       Apr




                                                                                                                                                                           Apr
                                                               Mar




                                                                                                       Agust




                                                                                                                                                                    Mar
                                           Jan 08




                                                                                                                                                   Jan 09
5. Harga minyak mentah Indonesia (ICP)
  Dalam UU APBN 2009, harga minyak mentah Indonesia (ICP) diperkirakan
  US$80,0 per barel. Dalam Dokumen Stimulus, asumsi harga minyak dikoreksi
  menjadi US$45 per barel, tetapi kemudian disesuaikan kembali menjadi US$61
  per barel dalam NK & RAPBN-P 2009.
  Realisasi ICP pada semester I 2009 mencapai sebesar US$51,6 per barel (Jan -
  Juni), menurun dari realisasinya dalam Semester I 2008 yang mencapai
  US$109,4/barel.

                                                                                           Grafik 5
                                                                     Perkembangan Harga Minyak Indonesia (ICP), 2008 - 2009
                                  160

                                  140

                                                                                             132,36134,96
                                  120
                                                                                  124,67
                                                                                                               115,56
                                  100                                       109,30
                    (us$/barel)




                                                                   103,11             Sem I                             99,06
                                               92,09 94,64                            2008:
                                      80                                              109,3

                                      60                                                                                         70,66                                                              68,91
                                                                                                                                                                                            57,86
                                      40                                                                                                 49,32                                      50,62
                                                                                                                                                                           46,95
                                                                                                                                                            41,89 43,10                        Sem I
                                                                                                                                                  38,45                                        2009:
                                      20                                                                                                                                                       51,56

                                       0
                                                    Jan      Peb     Mar Apr Mei Juni Juli Agust Sept Okt Nop Des                                           Jan     Peb    Mar Apr Mei Juni

                                                                                                2008                                                                          2009




                                                                                                               3
6. Lifting minyak mentah
  Dalam UU APBN 2009, Dokumen Stimulus 2009, dan RAPBN-P 2009, lifting
  minyak diasumsikan sebesar 0,960 juta barel per hari.
  Realisasi lifting minyak dalam semester I (Desember 2008-Mei 2009) mencapai
  0,957 juta barel per hari, yang berarti lebih tinggi dibandingkan realisasi
  Semester I 2008 yang mencapai 0,846 juta barel per hari. Peningkatan ini
  dikarenakan sumur-sumur minyak baru yang mulai berproduksi ditambah hasil
  dari program revitalisasi sumur-sumur tua.

                                                                 Grafik 6
                                                          Lifting , 2008 - 2009
         Ribu barel/hari
            1.100                                                                                                        Sem I 2009 :
                                                                                                         1.048           957 ribu barel/hari
                                                         1.037 
            1.050
                                  981 
           1.000                                                                                                                956 
                                           948                             948      950 
             950                                                                           919 
                                                                                                                         896           896 
             900
                                                  910                                             915                                            855 
             850                                                         863 
             800      823  829       Sem I 2008 :
                                     846 ribu barel/hari                                                                749 
             750

             700
                                         Apr




                                                                                                                                       Apr
                                   Mar




                                                                                                                                 Mar
                      Jan




                                                                                                                  Jan
                                                         Juni

                                                                  Juli




                                                                                           Okt
                                                                            Agust




                                                                                                          Des
                                                   Mei




                                                                                                                                               Mei
                                                                                    Sept
                            Peb




                                                                                                                          Peb
                                                                                                  Nop
       Cat: penghitungan rata-rata lifting sem I           2008                                                                 2009
       adalah dari bulan Desember - Mei




II. REALISASI APBN

1. Pendapatan Negara dan Hibah
  Dalam UU APBN 2009, pendapatan negara dan hibah ditetapkan sebesar
  Rp985,7 triliun. Target tersebut direvisi menjadi Rp848,6 triliun dalam
  Dokumen Stimulus Fiskal 2009, dan menjadi Rp872,6 triliun dalam RAPBN-P
  2009.
  Dalam semester I 2009, realisasi pendapatan negara dan hibah mencapai
  Rp367,2 triliun (37,3% dari targetnya dalam APBN 2009 atau 42,1% dari
  targetnya dalam RAPBN-P 2009). Apabila dibandingkan dengan realisasi
  semester I dalam tahun 2008 yang mencapai 47,5% dari pagunya dalam APBN-
  P 2008, realisasi tersebut berarti lebih rendah 5,4%.
  Realisasi pendapatan negara dan hibah terdiri atas realisasi penerimaan dalam
  negeri Rp367,0 triliun (37,3% dari targetnya dalam APBN 2009 atau 42,1% dari
  targetnya dalam RAPBN-P 2009), dan realisasi hibah Rp0,2 triliun (21,7% dari
  targetnya dalam APBN 2009 atau 20,5% dari targetnya dalam RAPBN-P 2009).
  Realisasi penerimaan dalam negeri tersebut terdiri atas realisasi penerimaan
  perpajakan Rp288,5 triliun (39,8% dari targetnya dalam APBN 2009 atau 44,2%
  dari targetnya dalam RAPBN-P 2009) dan realisasi PNBP Rp78,5 triliun (30,3%
  dari targetnya dalam APBN 2009 atau 35,8% dari targetnya dalam RAPBN-P
  2009).
  Realisasi penerimaan perpajakan dalam Semester I 2009 terdiri dari PPh
  sebesar Rp163,8 triliun (56,8%), PPN sebesar Rp81,0 triliun (28,1%), PBB dan
  BPHTB sebesar Rp6,9 triliun (2,4%), cukai sebesar Rp26,3 triliun (9,1%), Bea



                                                                           4
masuk dan bea keluar sebesar Rp9,0 triliun (3,1%), serta pajak lainnya sebesar
Rp1,5 triliun (0,5%).
Sementara itu, realisasi PNBP dalam semester I 2009 terdiri dari penerimaan
SDA Rp47,6 triliun (60,6%), Laba BUMN Rp3,5 triliun (4,5%), PNBP lainnya
Rp26,3 triliun (33,5%), dan BLU sebesar Rp1,1 triliun (1,4%).

                                                              Grafik 7
                                           Penerimaan Negara dan Hibah, Januari - Juni 2009
                         100,0                                                                                                0,1
                         90,0
                                           Hibah             PNBP          Pajak
                                                                                                                             22,7
                         80,0                                                                0,1
                         70,0                                                                8,0            0,1
                         60,0
         triliun Rp




                                                                       7,2
                         50,0      10,0                                                                     18,4
                                                      12,3
                         40,0
                                                                                                                             71,6
                         30,0                                                                64,1
                                    45,4                              49,9
                         20,0                         37,9                                                  42,5

                          10,0
                           0,0
                                    Jan               Peb              Mar                   Apr            Mei              Juni




                                                   Grafik 8
                                   Penerimaan Perpajakan, Januari - Juni 2009
                         70,0
                                                                                             1,4
                         60,0                                                                3,3
                                                                                             0,3

                                                                                             13,3
                         50,0                                             1,5                                                 1,4
                                    1,4                                   5,8                                                 4,7
                                    4,4                                   0,2                4,8            1,4
          triliun Rp




                         40,0       0,2                                                                     3,5               3,3
                                                       1,3                                                  0,5
                                                       4,6             13,7
                         30,0       14,4               0,1                                                                   14,6
                                                                                                            13,8
                                                      11,0                3,0
                                    5,2                                                                                       6,0
                         20,0                                                                40,3           4,8
                                                       3,6
                                                                      24,9
                         10,0       19,2                                                                    17,7             17,7
                                                      16,5

                          0,0
                                    Jan               Peb             Mar                    Apr            Mei              Juni
                                     PPh Nonmigas         PPh Migas             PPN                 PBB              BPHTB
                                     Cuk ai               Pajak Lainnya         Bea Keluar          Bea Masuk




                                                                Grafik 9
                                                        PNBP, Januari - Juni 2009
                          70,0

                         60,0

                         50,0                                                                13,3

                                                                                             4,8
            triliun Rp




                         40,0                                                                                                0,5
                                                                       13,7
                         30,0       14,4                                                                                     14,6
                                                                                                            13,8
                                                       11,0               3,0
                         20,0        5,2                                                     40,3           4,8              6,0
                                                       3,6
                                                                      24,9
                          10,0      19,2              16,5                                                  17,7             17,7

                           0,0
                                    Jan               Peb             Mar                    Apr            Mei              Juni


                                 SDA Migas         SDA Nonmigas       Laba BUMN          PNBP Lainnya           Pendapatan BLU




                                                                       5
2. Belanja Negara
  Dalam UU APBN 2009, belanja negara ditetapkan sebesar Rp1.037,1 triliun,
  yang kemudian disesuaikan menjadi Rp988,1 triliun dalam Dokumen Stimulus
  Fiskal 2009, dan menjadi Rp1.005,7 triliun dalam RAPBN-P 2009.
  Sampai dengan semester I 2009, realisasi belanja negara mencapai Rp372,9
  triliun, yang berarti 36,0% dari pagunya dalam APBN 2009 atau 37,1% dari
  pagunya dalam RAPBN-P 2009. Apabila dibandingkan dengan realisasinya
  dalam semester I 2008 yang mencapai 36,7% dari pagunya dalam APBN-P
  2008, realisasi tersebut berarti 2,55% lebih tinggi.
  Realisasi belanja negara tersebut terdiri atas realisasi belanja pemerintah pusat
  Rp233,0 triliun (32,5% dari pagunya dalam APBN 2009 atau 33,5% dari
  pagunya dalam RAPBN-P 2009) dan transfer ke daerah Rp139,8 triliun (43,6%
  dari targetnya dalam APBN 2009 atau 45,2% dari targetnya dalam RAPBN-P
  2009).
  Realisasi belanja pemerintah pusat didominasi antara lain oleh belanja pegawai
  Rp68,9 triliun (29,6%), pembayaran bunga utang Rp50,0 triliun (21,3%), subsidi
  Rp42,8 triliun (14,7%) dan lainnya 34,5%.
  Sementara itu, realisasi transfer ke daerah sebagian besar berasal dari DAU
  Rp108,7 triliun (77,7%) dan DBH Rp18,4 triliun (13,1%).

                                                      Grafik 10
                                          Belanja Negara, Januari - Juni 2009
                          100,0
                           90,0
                           80,0
                           70,0                                                                       26,3
             triliun Rp




                           60,0
                                                            23,9          25,0         17,6
                           50,0
                           40,0   31,2            15,8
                           30,0                                                                       59,6
                           20,0                             40,6                      45,9
                                                                          38,8
                           10,0   21,5            26,6
                            0,0
                                  Jan             Pe b      Mar           Apr          Me i           Juni

                                           Transfer ke Daerah          Belanja Pemerintah Pusat



                                                         Grafik 11
                                        Belanja Pemerintah Pusat, Januari - Juni 2009

                          45,0
                                        Subsidi           Pembayaran Bunga Utang                K/L
                          40,0

                          35,0
                                                                                         14,2
                          30,0                                               2,3
                                                                3,1
             triliun Rp




                          25,0                                               7,3
                                                                8,3                       6,1
                          20,0                     4,4
                                                                                                         10,2
                           15,0    -               5,7

                          10,0    9,9                                       21,5
                                                                17,8                     19,6
                                                  12,2                                                   12,3
                           5,0
                                  6,2
                           0,0
                                  Jan             Peb           Mar         Apr          Mei            Juni




                                                                6
                                                                  Grafik 12
                                                   Transfer ke Daerah, Januari - Juni 2009
                            35,0
                                             -         Otsus dan Penyesuaian   DAK          DAU        DBH
                           30,0

                            25,0                                                                             1,5
                                                                      -        3,0                           0,8
                                                                     4,2       2,0


           triliun Rp
                           20,0                                                                 0,5
                                                                                                0,8      15,6
                             15,0           31,0         -

                                                                    15,6       15,5
                            10,0
                                                       15,5                                     15,6
                                 5,0                                                                         8,4
                                            0,3         0,3          4,1       4,6              0,7
                                0,0
                                            Jan        Peb          Mar        Apr              Mei      Juni




3. Defisit Anggaran
   Dengan realisasi pendapatan negara dan hibah mencapai Rp367,2 triliun, dan
   realisasi belanja negara mencapai Rp372,9 triliun, dalam semester I 2009
   terdapat defisit anggaran Rp5,6 triliun (0,1 % terhadap PDB).
   Apabila dibandingkan dengan realisasinya dalam Semester I 2008 yang
   mencapai surplus sebesar Rp61,5 triliun (1,4 % terhadap PDB), kinerja APBN
   2009 hingga semester I berarti lebih baik penyerapannya.

                                                                 Grafik 13
                                            Surplus (Defisit) Anggaran, Semester I 2008 - 2009

                                     70,0

                                     60,0

                                     50,0

                                     40,0
                        triliun Rp




                                     30,0             61,5

                                     20,0

                                     10,0

                                      0,0
                                                                                        (5,6)
                                                    Sem I 2008                        Sem I 2009
                              (10,0)




4. Pembiayaan Anggaran
   Dalam UU APBN 2009, pembiayaan anggaran ditetapkan sebesar Rp51,3 triliun,
   yang kemudian disesuaikan menjadi Rp139,5 triliun dalam Dokumen Stimulus
   Fiskal 2009, dan menjadi Rp133,0 triliun dalam RAPBN-P 2009.
   Realisasi pembiayaan hingga semester I 2009 mencapai Rp47,8 triliun (93,2%
   dari targetnya dalam APBN 2009 atau 36,0% dari targetnya dalam RAPBN-P
   2009).




                                                                    7
Apabila dibandingkan dengan realisasinya dalam periode yang sama tahun
2008, realisasi tersebut berarti lebih rendah 22,9%.
Realisasi pembiayaan anggaran tersebut terdiri atas realisasi pembiayaan dalam
negeri Rp70,2 triliun (115,6% dari targetnya dalam APBN 2009 atau 48,5% dari
targetnya dalam RAPBN-P 2009) dan realisasi pembiayaan luar negeri minus
Rp22,4 triliun (237,2% dari targetnya dalam APBN 2009 atau 190,3% dari
targetnya dalam RAPBN-P 2009).
Realisasi pembiayaan dalam negeri sebagian besar berasal dari SBN (neto)
sebesar Rp69,0 triliun. Sementara itu, realisasi pembiayaan luar negeri sebagian
besar berasal dari penarikan pinjaman luar negeri sebesar Rp16,8 triliun dan
pembayaran cicilan pokok utang LN sebesar minus Rp35,0 triliun.
Dengan realisasi pembiayaan anggaran yang mencapai Rp47,8 triliun,
sedangkan defisit anggaran mencapai Rp5,6 triliun, dalam semester I 2009
kelebihan pembiayaan anggaran Rp42,2 triliun. Dalam semester I 2008, terjadi
kelebihan pembiayaan tersebut mencapai Rp123,5 triliun.



                                             Grafik 14
                               Pembiayaan Anggaran, Januari - Juni 2009
                       40,0
                                                     2,4
                       30,0

                       20,0
                                                  31,4
         triliun Rp




                       10,0              17,1                           14,4
                                8,1                        8,9                     Jun
                        0,0    (2,9)     (1,9)             (4,4)        (3,8)
                               Jan       Peb      Mar      Apr          Mei        (9,5)
                      (10,0)
                                                                                   (11,8)
                      (20,0)

                      (30,0)
                                       Pembiayaan LN               Pembiayaan DN




                                                 8
                                                 REALISASI APBN, SEMESTER I 2008 - 2009
                                                            (dalam triliun Rupiah)

                                                                                2008                                              2009

                                                                          LKPP                      % thd                                            % thd
                                                          APBN-P                       Sem. I                 APBN        RAPBN-P      Sem. I
                                                                        (Audited)                  APBN-P                                           RAPBN-P



A. PENDAPATAN NEGARA DAN HIBAH                              895,0            981,6       425,1        47,5      985,7        872,6       367,2         42,1
  I. PENERIMAAN DALAM NEGERI                                892,0            979,3      424,6         47,6     984,8         871,6       367,0         42,1
       1.   PENERIMAAN PERPAJAKAN                           609,2            658,7      307,5         50,5      725,8        652,1       288,5         44,2
            a. Pajak Dalam Negeri                            580,2            622,4      288,8         49,8      697,3        632,1       279,5         44,2
            b. Pajak Perdagangan Internasional                29,0             36,3       18,8        134,3       28,5         20,0         9,0         87,4
       2.   PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK                   282,8            320,6       117,1        41,4     258,9         219,5         78,5        35,8
            a. Penerimaan SDA                                192,8            224,5       93,7        48,6      173,5         140,0         47,6        34,0
            b. Bagian Laba BUMN                               31,2             29,1        1,0         3,3       30,8          29,2          3,5         12,1
            c. PNBP Lainnya                                   58,8             63,3       22,4        38,0       49,2          44,4         26,3        59,2
            d. Pendapatan BLU                                  0,0              3,7        0,0         0,0        5,4           5,9          1,1        18,7
  II.HIBAH                                                     2,9             2,3         0,5        16,5        0,9          1,0          0,2        20,5

B. BELANJA NEGARA                                           989,5            985,7      363,6         36,7    1.037,1      1.005,7       372,9          37,1
  I. BELANJA PEMERINTAH PUSAT                                697,1           693,4      246,9         35,4      716,4        696,1       233,0         33,5
     1. Belanja K/L                                          290,0            262,0        82,6        28,5      322,3       317,0        101,0         31,9
     2. Belanja Non K/L                                      407,0            431,4       167,8        41,2      394,1       379,1        132,0         34,8
  II.TRANSFER KE DAERAH                                     292,4            292,4       116,8        39,9      320,7       309,6        139,8         45,2
     1. Dana Perimbangan                                     278,4            278,7       113,6        40,8      297,0       285,3        134,9         47,3
     2. Dana Otonomi Khusus dan Peny.                         14,0             13,7         3,1        22,5       23,7        24,3          5,0         20,5

C. SURPLUS DEFISIT ANGGARAN (A - B)                          (94,5)            (4,1)      61,5         0,0      (51,3)      (133,0)        (5,6)        0,0
   % defisit thd PDB                                          (2,1)           (0,1)                              (1,0)        (2,5)
D. PEMBIAYAAN                                                 94,5            84,1       62,0         65,6       51,3        133,0         47,8        36,0
  I. PEMBIAYAAN DALAM NEGERI                                 107,6           102,5       82,0         76,2       60,8        144,8         70,2        48,5
     1. Perbankan dalam negeri                                 (11,7)          16,2       (0,5)         4,6       16,6         56,0          1,1         1,9
     2. Non-perbankan dalam negeri                            119,3            86,3       82,5         69,2       44,2         88,8         69,2        77,9
  II.PEMBIAYAAN LUAR NEGERI (neto)                           (13,1)          (18,4)     (20,0)       152,5       (9,4)       (11,8)       (22,4)      190,3
     1. Penarikan Pinjaman LN (bruto)                          48,1            50,2         9,9       20,6        52,2         70,7         16,8        23,8
     2. Subsidiary Loan                                         0,0            (5,2)       (1,4)        0,0        0,0        (13,0)        (4,2)       32,7
     3. Pembyr. Cicilan Pokok Utang LN                        (61,3)          (63,4)     (28,5)        46,5      (61,6)       (69,5)       (35,0)       50,4

  KELEBIHAN/(KEKURANGAN) PEMBIAYAAN                            0,0            80,0       123,5                    0,0         (0,0)        42,2


  a.   Pertumbuhan (%)                                         6,4             6,1          6,3                    6,0          4,3          4,1
  b.   Inflasi (%)                                             6,5            11,1         11,0                    6,2          5,0         3,7
  c.   Tingkat bunga SBI 3 bulan (%)                            7,5           9,3           8,2                    7,5          7,5         8,5
  d.   Nilai tukar (Rp/US$)                                9.100,0        9.692,0      9.259,0                9.400,0     10.600,0     11.082,0
  e.   Harga minyak (US$/barel)                               95,0           96,8        109,4                   80,0         61,0         51,6
  f.   Produksi minyak (MBCD)                                0,927          0,931        0,923                  0,960        0,960        0,957




                                                                         9