Jatuh pada Geriatri

Document Sample
Jatuh pada Geriatri Powered By Docstoc
					     Kelompok XI
Tutor : dr. Kartono
            FK UMJ
                       KEL XI


• Moch.Iqbal                    • Santi cintya dewi
• Muh.Abbas Shiddiq             • Yuli ermawati
• Rio insan riady               • Fitriah rospary
• Moch. Novad                   • Ridavianti Nur agami
• Ayu alawiyah                  • Siti heriah
• Safitri mayangsari
  SKENARIO 2


   Laki –laki umur 68 tahun masuk rumah sakit dengan keluhan menurut
keluarganya tiba-tiba jatuh terduduk akibat terpeleset didepan kamar mandi
tadi pagi. Setelah itu kedua tungkai tak dapat digerakkan tetapi kalau
diraba atau dicubit masih dirasakan oleh penderita.
  Sejak seminggu penderita terdengar batuk-batuk dan agak sesak napas
serta nafsu makan sangat berkurang tetapi tidak demam. Penderita selama
ini mengidap dan minum obat penyakit kencing manis dan tekanan darah
tinggi, kedua mata dianjurkan untuk operasi tetapi penderita selalu
menolak.
  KLARIFIKASI KATA SULIT




Jatuh :

  adalah suatu kejadian yang dilaporkan penderita/saksi mata yang
  melihat kejadian sehingga penderita mendadak terbaring/terduduk
  dilantai /tempat yang lebih rendah dengan /tanpa hilang kesadaran.
     KATA KUNCI


• Laki-laki umur 68 thn.
• Tiba-tiba jatuh terduduk akibat terpeleset.
• Kedua tungkai tidak dapat digerakkan .
• Masih dapat merasakan cubitan.
• Seminggu penderita terdengar batuk-batuk & sesak napas.
• Nafsu makan sangat berkurang
• Tidak demam
• Mengidap dan minum obat penyakit kencing manis dan tekanan darah
  tinggi
• Kedua mata dianjurkan untuk operasi tetapi penderita selalu menolak
 PERTANYAAN



1.   Mekanisme terjadinya jatuh pada skenario?

2.   Jelaskan penyabab dan faktor resiko jatuh pada usia lanjut?

3.   Jelaskan perubahan anatomi dan fisiologi pada usia lanjut?

4.   Jelaskan akibat dan komplikasi jatuh pada usia lanjut?

5.   Jelaskan teori proses menua?

6.   Mengapa kedua tungkai tidak dapat digerakan?

7.   Jelaskan hub.riwayat penyakit dengan kejadian jatuh pada usia lanjut?

8.   Jelaskan hub.riwayat obat dengan kejadian jatuh pada usia lanjut?
9. Jelaskan hub. Anjuran operasi kedua mata dengan jatuh pada
    usia lanjut?

10. Jelasan hub.batuk,sesak napas,nafsu makan menurun dengan
    skenario?

11. Langkah diagnostik?

12. Penatalaksanaan jatuh pada usia lanjut?

13. Pencegahan jatuh pada usia lanjut?
ANALISA
                                  MASALAH




                                          BATUK &       RIWAYAT
     LAKI-LAKI          JATUH
                                        SESAK NAPAS     PENYAKIT
      68 THN          TERDUDUK
                                                         & OBAT


 PROSES MENUA         MEKANISME             MEKANISME    PENYAKIT

   PERUBAHAN
ANATOMI &FISIOLOGI
                       ETIOLOGI                           OBAT

   PREVALENSI        FAKTOR RESIKO

                      KOMPLIKASI
                 JATUH      BATUK&SESAK
               TERDUDUK        NAPAS




                                           RIWAYAT
LAKI-LAKI 68
                                          PENYAKIT &
   THN
                                            OBAT
                      LANGKAH
                     DIAGNOSTIK
  PROSES MENUA




Menua (aging)  proses menghilangnya perlahan-lahan kemampuan
jaringan untuk memperbaiki diri/ mengganti dan mempertahankan struktur
dan fungsi normalnya sehingga tidak dapat bertahan terhadap jejas (termasuk
infeksi) dan memperbaiki kerusakan yang diderita (Constantinides, 1994)
TEORI PROSES MENUA



                          Teori genetik
                             clock


      Rusaknya sistem                       Perubahan
        imun tubuh                          metabolisme




               Kerusakan              Teori mutasi
              radikal bebas             somatik
BATAS LANJUT USIA


WHO :
1.Usia pertengahan (middle age) : usia 45-59 tahun
2.Lanjut usia (elderly) : usia 60-74 tahun
3.Lanjut usia tua (old) : usia 75-90 tahun
4.Usia sangat tua (very old) : usia > 90 tahun
Perubahan Anatomi&Fisiologi pada Lansia


                   Urogenital

       Endokrin                 Digestive




Reproduksi          LANSIA           Respirasi




     Muskuloskel
        etal                     Indera

                     Neuro
   Perubahan Anatomi pada Lansia
Perubahan anatomi:
    o Sistem lokomasi
        • Masa tulang menurun pada umur 30 tahun
        • Wanita menopause >> cepat
        • Tulang mulai rapuh
        • Bertambah lemak & mengecilnya otot
    o Sistem saraf
        • Perubahan sirkulasi darah di otak
        • Korteks atrofi
        • Sulcus melebar
        • Pengurangan substansia alba
        • Berat otak berkurang 10 – 12 %
Perubahan Fisiologi pada Lansia
Perubahan sistem kardiovaskuler
    - stroke volume meningkat, terjadi penebalan dinding ventrikel kiri
    - resiko hipotensi postural
    - sensitivitas miocard terhadap rangsang beta adrenergik menurun

Perubahan sistem saraf
    - waktu melakukan reaksi terhadap stimulasi menurun
    - struktur :
     penurunan berat & volume otak
     penurunan cairan otak
     peningkatan jumlah plaque neuritik (senile)
Perubahan sistem endokrin

   - atropi gland tiroid : hipotiroidisme

   - penurunan produksi estrogen : osteoporosis

   - gangguan toleransi glukosa

Perubahan sistem skeletal

   - berkurangnya masa tulang skeletal (osteopenia)

   - berkurangnya massa trabekuler lebih cepat daripada massa cortikal, dipercepat
   pada wanita post menopause
   PROSES PENUAAN

• Perubahan postur          NEURONAL
                                                  •Elastistisitas         VESTIBULER
  tubuh.
• Kelemahan otot.     •Reflek                      lensa
• Perubahan gaya       melambat.                  • sel-sel foto
                                                   reseptor.         • Degenerasi
  berjalan.           •Gangguan
                                                  •Katarak.            utriculuc dan
• Osteoporosis.        kognitif.
                                                  •Visus menurun.      sacculus.
• Arthritis.          •Apraksia.
• Perubahan ayunan                                •Pupil mengecil.
  postural.
         MUSKULOSC                                        VISUAL
             ELETAL
                              Input sensoris &
                            kemampuan motorik


                                   Instabilitas


                                     Jatuh
PENYEBAB JATUH


                           Kecelakaan

                                             Cephalgia/
        Idiopatik                                vertigo



                           JATUH
                                                    Hipotensi
     Sinkope                                        ortostatik



                Penyakit                Obat-
                spesifik                obatan
FAKTOR RESIKO



     INSTRINSIK       EKSTRINSIK
  Kondisi fisik &
  neuropsikiatri       Obat-obatan


Penurunan Visus &
  pendengaran       Alat bantu berjalan


  Perubahan            Lingkungan
 Neuromuskuler
KOMPLIKASI

                       Perlukaan /
                         injury


   Perawatan
                                        Disabilitas
  rumah sakit
                Komplikasi Jatuh
                  pada Lansia



             Nursing
                                 Meninggal
              home
    EPIDEMIOLOGI


• Tinetti (1992) di AS  30% lansia > 65 th

                         50% jatuh berulang

• Reuben dkk (1996) di AS  1/3 populasi lansia setiap tahun jatuh.

• Kane dkk (1994)  1/3 lansia menderita jatuh setiap tahun.

• Reuben (1996)  risiko untuk terjadinya perlukaan akibat jatuh merupakan efek
   gabungan penurunan respon perlindungan diri ketika jatuh & besar kekuatan
   terbantingnya.
         HUB.RIWAYAT PENYAKIT DENGAN
                  SKENARIO


Akibat Diabetes Melitus   •Pernapasan Kussmaul
                          •Stroke
                          •Retinopati DiabetikuM
                          •Pengaturan saraf otonom
                          menurun


   Akibat Hipertensi      • Sesak napas
                          •Sakit kepala
                          •Ganguan penglihatan
                          •Gelisah
 Golongan obat          Mekanisme kerja             Efek samping
                           Meningkatkan
                                                     Hipokalemi
     Diuretik          pengeluaran cairan dari
                                                     Nyeri kepala
                               tubuh
                       Mengurangi pengaruh        Hipotensi ortostatik
     α-blocker         SSO terhadap jantung             Pusing
                              dan PD                Perasaan lemah
                        Memperlambat kerja
     β-blocker                                        Bradicardia
                            jantung
                                                     Bradicardia
                                                      Hipotensi
   Antagonis Ca           Memperlebar PD              konstipasi
                                                 Gangguan penglihatan

                                                  Hipotensi ortostatik
ACE inhibitor & A II
                          Memperlebar PD                Pusing
 receptor blocker
                                                      Sesak nafas
                OBAT DIABETES
 Golongan obat            Mekanisme kerja          Efek samping
                       Meningkatkan ambilan
      Insulin                                      hipoglikemi
                             glukosa
Obat diabetes oral:
  Sulfunilurea        Merangsang sekresi insulin   Hipoglikemia
   Meglitinid            dari granul sel-sel β       Vertigo
                        langerhans pancreas
       HUB.BATUK,SESAK,NAFSU MAKAN BERKURANG
                  DENGAN SKENARIO


 Sesak napas            O2          Hipoksia
 Nafsu makan

                             Metabolisme terganggu


    Batuk-batuk                 Kesadaran terganggu



                                       Jatuh
Energi yg digunakan
oksigenasi terganggu
 LANGKAH DIAGNOSTIK


                    •Riwaya penyakit jatuh : peyebab jatuh.,gejala penyerta
                     seperti :sesak,pusing,nyeri dada.
                    •Kondisi komorbid : stroke,parkinson,osteoporosis.
   ANAMNESIS        •Riwayat obat : diuretik antidepresan,analgetik,antidiabetik
                     dll.
                    • Psikososial : keadaan lingkungan




                    •Tanda vital : Nadi & tensi (baring,duduk,berdiri),napas dan
                     suhu badan.
                    • Kepala dan leherr (visus,pendengaran,keseimbangan)
PEMERIKSAAN FISIK   • Jantung
                    • Neurologi
                    • Muskuloskeletal
PEMERIKSAAN PENUNJANG   Foto Rontgen : Thorak dan Lumbosakral.
                        Pemeriksaan gula darah sewaktu.


ASESSMEN FUNGSIONAL     Observasi : Fungsi gait & keseimbangan, mobilitas,
                        aktifitas kehidupan sehari-hari



STATUS KOGNITIF         Berikan pengetahuan & mengetes input yang baru
                        diberikan  mengingat dementia (faktor resiko jatuh)



STATUS GIZI             Penentuan status gizi,asupan cairan & gizi yang
                        cukup, serat alami,antioksidan, kalsium, vitamin,
                        fosfor.
                        Menghindari makanan :
                        KH berlebihan (DM)l, emak berlebih,Garam berlebih
   PENANGANAN JATUH

Tujuan penatalaksanaan
   - mencegah terjadinya jatuh berulang
   - menerapi komplikasi yang terjadi
   - mengembalikan fungsi AKS secara baik
   - mengembalikan kepercayaan diri
1. Mengatasi faktor resiko, penyebab, dan komplikasinya.
2. Besifat individual
3. Memperbaiki lingkungan rumah
Pada dasarnya pengobatan DM pada usila tidak berbeda dengan
pengobatan pada usia muda.
1.Mengupayakan normoglikemia, memperbaiki Hipertensi
2.Pengobatan dengan OAD diberikan kalau ada hiperglikemia.
3.Olahraga yang cukup.
Pengobatan hipertensi pada usia lanjut ditujukan guna menurunkan
tekanan darah dengan memperhatikan terdapatnya penyakit komorbid
dan komplikasi.
•Dahulukan terapi non farmakologik (turunkan BB, kontrol DM, batasi
garam, olahraga, hentikan rokok/alkohol.
•Target penurunan  mencapai di bawah 140/90 mmHg
       dengan DM  < 130/80 mmHg
                    ASUHAN GIZI PADA LANSIA

  Jenis Makanan               Laki-laki               Perempuan
    Nasi putih                 3x200gr                   2x200gr
                       (3x1,5 gelas belimbing)   (2x1,5 gelas belimbing)
 Lauk daging/ikan            1,5x50gr                   2x50gr
     Tempe               5x25gr(1 ptg kecil)       4x25gr (1ptg kecil)
      Tahu                    5x50gr                    4x50gr
      Sayur                  1,5x100gr                 1,5x100gr
                        (1,5x1 gelas penuh)       (1,5x1 gelas penuh)
       Buah                    2x100gr                  2x100gr
                           (1 ptg sedang)          (1 potong sedang)
       Gula               2 sendok makan            2 sendok makan
Minyak/santan encer     2 sendok makan/1,5        2 sendok makan/1,5
                               gelas                     gelas
       PENCEGAHAN



Primer :
Menghindari faktor penyebab: penggunaan obat2 yang memicu terjadinya jatuh, penyakit medis, dan
lingkungan yang mendukung atau sesuai untuk lansia
Sekunder :
Mengobati penyakit medis, menghindari atau mengatur dosis pemakaian untuk obat2 beresiko,
mengobati dampak yang timbul akibat jatuh, mengatur lingkungan yang sesuai untuk lansia, melatih
kemandirian pasien
Tertier:
Rehabilitasi  penggunaan tongkat, pengoptimalan AKS, dukungan lingkungan sekitar, melatih
kemandirian pasien
Wassalamualaikum w.w.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Tags:
Stats:
views:4596
posted:5/13/2010
language:Indonesian
pages:32