Docstoc

soal pkn

Document Sample
soal pkn Powered By Docstoc
					Kunci Jawaban Buku Kerja Kewarganegaraan SMA Kelas X

BAB 1 (Hakikat Bangsa dan Negara)

A. Pilihan Ganda

1. C           11. D              21. A           31. A
2. E           12. D              22. A           32. C
3. D           13. B              23. E           33. B
4. B           14. B              24. A           34. D
5. D           15. B              25. B           35. C
6. C           16. A              26. E
7. B           17. E              27. B
8. A           18. B              28. E
9. C           19. D              29. E
10. A          20. D              30. E

B. ESAI

   1. Manusia merupakan pribadi ciptaan Tuhan yang punya kodrat, harkat martabat
      hak dan kewajiban. Tapi manusia juga makhluk sosial yang membutuhkan
      manusia lain.
   2. Ernest Renan
      Bangsa terbentuk karena adanya keinginan untuk hidup bersama (hasrat bersatu)
      dengan perasaan setia kawan yang agung.

   F. Ratzel
   Bangsa terbentuk karena adanya hasrat bersatu. Hasrat itu timbul karena adanya
   kesatuan antara manusia dan tempat tinggalnya (paham geopolitik).

   Hans Kohn
   Bangsa adalah buah hasil tenaga hidup manusia dalam sejarah. Suatu bangsa
   merupakan golongan yang beraneka ragam dan tidak bisa dirumuskan secara pasti.

   Jalobsen dan Lipman
   Bangsa adalah suatu kesatuan budaya (cultural unity) dan kesatuan politik (political
   unity)

   Otto Bauer
   Bangsa adalah kelompok manusia yang mempunyai kesamaan karakter, karakteristik
   tumbuh karena adanya kesamaan nasib.

   3. Misalnya (tapi tidak terbatas pada):
         a. Belajar dengan tekun.
         b. Mempererat kerukunan dengan sekolah lain.
         c. Mengamalkan pelajaran untuk membantu orang lain.
4. Sifat memaksa:
     Mempunyai kuasa untuk memakai kekerasan fisik secara legal agar perundang-
undangan dipatuhi masyarakat.

    Sifat monopoli:
Negara memonopoli hak untuk menentukan tujuan bersama masyarakatnya.

    Sifat mencakup semua:
Semua peraturan perundang-undangan berlaku untuk semua orang tanpa kecuali.

5. a. Rakyat
     Semua orang yang menjadi penghuni negara. Terdiri dari penduduk dan bukan
penduduk. Penduduk adalah semua orang yang bertujuan menetap di wilayah negara.
Mereka yang tidak bertujuan menetap tidak dapat disebut penduduk.

b. Wilayah
     Batas daerah kekuasaan negara. Terdiri dari wilayah daratan, lautan dan udara.
Wilayah laut dibagi menjadi tiga, yaitu batas laut teritorial (12 mil laut dari titik
pantai terluar), batas zona bersebelahan (12 mil laut di luar batas laut teritorial), ZEE
(200 mil laut dari titik pantai terluar), batas landas benua (di luar ZEE).

c. Pemerintah yang berdaulat
     Pemerintah yang mempunyai kekuasaan baik ke dalam maupun ke luar untuk
menjalan tugas dan wewenangnya. Berdaulat ke dalam artinya rakyat mengakui
pemerintahan, berdaulat ke luar artinya artinya tidak diintervensi negara lain.

d. Pengakuan negara lain.
1) Pengakuan dari luar negeri hanya bersifat formalitas belaka demi mempelancar
sekaligus memenuhi unsur tata aturan pergaulan internasional.
      a) Pengakuan de facto
      Artinya pengakuan menurut kenyataan, memenuhi syarat sebagai suatu negara
              (1) Bersifat Sementara
      Artinya pengakuan itu akan dicabut kembali seandainya negara itu jatuh atau
      hancur.
              (2) Bersifat tetap
      Pengakuan berlaku untuk selamanya setelah melihat jaminan bahwa
      pemerintahan negara baru tersebut akan stabil dalam jangka waktu yang lama.

     b) Pengakuan de jure
     Pengakuan secara resmi berdasarkan hukum dengan segala konsekwensinya
            (1) Bersifat tetap
     Artinya pengakuan itu menimbulkan hubungan di bidang ekonomi dan
     perdagangan (konsul) dan hubungan tingkat duta belum bisa dilaksanakan.
            (2) Bersifat penuh
     Terjadi hubungan antara negara yang mengakui dan diakui, meliputi hubungan
     dagang, ekonomi dan diplomatik
BAB II Sistem Hukum dan Peradilan Nasional

   A. Pilihan Ganda

1. C           11. E            21. A           31. C
2. A           12. C            22. D           32. A
3. C           13. B            23. B           33. E
4. D           14. C            24. A           34. E
5. A           15. B            25. D           35. C
6. B           16. C            26. B
7. C           17. E            27. B
8. C           18. C            28. C
9. B           19. D            29. A
10. B          20. D            30. A

   B. ESAI

   1. Fungsi Hukum:
          a. Melindungi kepentingan manusia di dalam masyarakat.
          b. Mengatur tata tertib masyarakat.
          c. Menentukan tingkah laku manusia dalam masyarakat.
   2. Tujuan Hukum
          a. Menurut Van Apeldoorn, mengatur tata tertib masyarakat secara damai
              dan adil.
          b. Menurut Van Kan, menjaga kepentingan tiap-tiap manusia, supaya
              kepentingan itu tidak dapat diganggu.
          c. Menurut Utrech, menjamin adanya kepastian hukum dalam pergaulan
              manusia.
   3. Kemungkinan jawaban:
          a. Buruk, banyak korupsi divonis bebas atau dihukum ringan.
          b. Baik, pengadilan tindak pidana korupsi hampir selalu memutus koruptor
              bersalah.
          c. Antara baik dan buruk. Dengan contoh-contoh yang menguatkan.
          Intinya, biarkan siswa mengeluarkan pendapatnya, asal disertai contoh dan
          argumentasi yang tepat.
   4. a. Dengan mematuhi peraturan sekolah
      b. Mematuhi peraturan, bahkan yang kecil sekalipn seperti tidak membuang
      sampah sembarangan.
      (Jawaban tidak terbatas pada dua hal di atas)
   5. Pengertian KKN
          a. Korupsi: memperkaya diri sendiri atau orang lain atau korporasi secara
              melawan hukum yang dapat merugikan negara.
          b. Kolusi: kerja sama melawan hukum antarpenyelenggara negara dan pihak
              lain, masyarakat dan/atau negara.
          c. Nepotisme: setiap perbuatan penyelenggara negara secara melawan
             hukum yang menguntungkan kepentingan keluarga dan/atau kroninya di
             atas kepentingan masyarakat, bangsa, negara.
          d. Contoh (tidak terbatas pada):
                  i. Jaksa menerima uang untuk meringankan tuntutan.
                 ii. Membuat pembukuan palsu demi keuntungan pribadi atau
                     menghindari pajak.
                iii. Presiden memilih kerabat menjadi menteri padahal kerabat itu
                     tidak kompeten.
                iv. Membiarkan saudara melakukan illegal logging.
                 v. Saling melindungi antarpelaku korupsi.
                vi. Membuat keterangan palsu demi melindungi tersangka kejahatan.


BAB 3 (Pemajuan, Penghormatan, dan Perlindungan Hak Asasi Manusia)

A. Pilihan Ganda

1. B            11. D             21. D           31. E
2. B            12. B             22. A           32. A
3. E            13. E             23. C           33. C
4.              14. C             24. D           34. A
5. D            15. E             25. B           35. D
6. C            16. C             26. C
7. A            17. A             27. B
8. B            18. C             28. B
9. C            19. Tidak ada
                jawabannya.
                Yang benar
                Pasal 27 (1)      29. C
10. A           20. C             30. B


B. ESAI

1. (Tidak ada jawaban yang pasti. Jawaban dinilai dari kuatnya argumen siswa. Misalnya
siswa menyitir hak untuk bebas dari ketakutan dari F. D. Roosevelt.)

2. Enam macam penggolongan HAM. (Contoh harus sesuai dengan deskripsi di bawah).
a. Hak asasi pribadi
meliputi hak beragama, berpendapat dan berorganisasi.
b. Hak asasi ekonomi
meliputi hak memiliki, membeli dan menjual, mengadakan perjanjian.
c. Hak persamaan hukum
meliputi diperlakukan sama di hadapan hukum dan pemerintahan.
d. Hak asasi politik
meliputi hak diakui sebagai warga negara yang sederajat.
e. Hak asasi sosial dan kebudayaan.
Meliputi hak mendapatkan pendidikan dan mengembangkan kebudayaan.
f. Hak asasi perlakuan yang sama dalam tata cara peradilan dan perlindungan hukum.
Meliputi hak diperlakukan wajar dalam proses hukum.

3. Lima contoh penghambat HAM dari faktor sosial budaya (misalnya, tapi tidak terbatas
pada):
a. Pemahaman hak dan kewajiban warga negara yang kurang.
b. Lingkungan yang tidak perduli pada urusan orang lain.
c. Kesadaran hukum yang rendah.
d. Kesadaran berpolitik yang rendah.
e. Mental feodal.

4. Penerapan hak asasi pribadi.(misalnya, tapi tidak terbatas pada):
a. Di lingkungan keluarga.
Anak bebas untuk menentukan cat kamarnya.
b. Di lingkungan sekolah.
Pemilihan langsung ketua OSIS.
c. Di lingkungan tempat tinggal
Mendirikan organisasi pemuda sesuai hukum dan undang-undang.

5. karena pelanggaran hak asasi manusia seringkali diperintah atau bahkan diampuni oleh
orang-orang berkuasa yang kebal secara hukum dari tuntutan pidana di bawah sistem
hukum nasional negara yang bersangkutan.

E. Permainan

Mendatar                            Menurun
1. KPK                              2. Komnasham
5. MK                               3. Verifikasi
7. Pancasila                        4. Liberté
8. KUHP                             5. Magna Charta
9. Intervensi                       6. Hak asasi pribadi
10. Genosida
11. Hak asasi ekonomi
12. Hak asasi manusia
13. Unifikasi
EVALUASI SEMESTER GANJIL

A. Pilihan Ganda

1. A            11. A             21. A            31. C
2. B            12. C             22. B            32. B
3. D            13. B             23. C            33. D
4. C            14. B             24. B            34. C
5. B            15. C             25. B            35. B
6. B            16. B             26. C            36. B
7. A            17. C             27. A            37. D
8. C            18. E             28. C            38. D
9. D            19. B             29. C            39. B
10. D           20. E             30. E            40. D

B. Esai

1. Rakyat, wilayah, pemerintah yang berdaulat, pengakuan negara lain.

2.
Fungsi Hukum:
Melindungi kepentingan manusia di dalam masyarakat (Van Kan)
Mengatur tata tertib masyarakat (Utrecht)
Menentukan tingkah laku manusia dalam masyarakat (simorangkir dan Sastropranoto)

Tujuan Hukum
Menurut Van Apeldoorn, mengatur tata tertib masyarakat secara damai dan adil.
Menurut Van Kan, menjaga kepentingan tiap-tiap manusia, supaya kepentingan itu tidak
dapat diganggu.
Menurut Utrech, menjamin adanya kepastian hukum dalam pergaulan manusia.

3. (misal, tidak terbatas pada)
a. Semangat kebangsaan di sekolah
Berteman tanpa melihat suku, agama, ras, dan golongan.

b. di lingkungan tempat tinggal
Memperkuat silaturahmi dengan tetangga melalui siskamling, dll.

4.
Korupsi: memperkaya diri sendiri atau orang lain atau korporasi secara melawan hukum
yang dapat merugikan negara.

Kolusi: kerja sama melawan hukum antarpenyelenggara negara dan pihak lain,
masyarakat dan/atau negara.
Nepotisme: setiap perbuatan penyelenggara negara secara melawan hukum yang
menguntungkan kepentingan keluarga dan/atau kroninya di atas kepentingan masyarakat,
bangsa, negara.

5.
a. Dampak korupsi (misalnya, tak terbatas pada):
Kerugian negara dan perusahaan

b. Dampak kolusi (misalnya, tak terbatas pada):
Perbuatan kejahatan yang tidak tersentuh hukum seperti pembalakan liar.

c. Dampak nepotisme (misalnya, tak terbatas pada):
Departemen tak berjalan baik karena menterinya ditunjuk berdasarkan kedekatan dengan
presiden.

6. Tugas dan fungsi lembaga peradilan.
Tugas lembaga peradilan
a. Memeriksa berkas perkara yang diajukan di pengadilan.
b. Melaksanakan proses pengadilan atau mengadili pihak yang berkas perkaranya
diajukan ke pengadilan.
c. Memutuskan perkara yang telah diproses dan disidangkan di pengadilan

Fungsi lembaga peradilan
a. Sebagai tempat yang sah dan resmi menurut peraturan perundangan bagi mereka yang
berperkara untuk mencari kebenaran dan keadilan.
b. Sebagai tempat resmi untuk memproses suatu perkara yang diajukan oleh jaksa
penuntut umum.
c. Sebagai tempat bagi majelis hakim untuk mengadili , yakni memeriksa, menimbang,
dan memutuskan suatu perkara.
d. Sebagai lembaga penegak hukum.

7. Perbedaan hukum publik dan hukum privat. Hukum publik adalah hukum yang
melindungi kepentingan publik atau umum, orang banyak dan negara. Sedangkan hukum
privat adalah hukum yang melindungi kepentingan privat atau perorangan dan mengatur
hubungan-hubungan antara orang yang satu dengan orang lain dengan menitikberatkan
pada kepentingan perorangan.

8. Partisipasi dapat dilakukan dengan ikut serta melakukan penelitian, pendidikan dan
penyebarluasan informasi mengenai hak asasi manusia. Upaya tersebut dapat dilakukan
berdasarkan inisiatif sendiri atau bekerja sama dengan Komnas HAM, orang-perorangan,
kelompok, ormas, LSM, perguruan tinggi, dan sebagainya. Partisipasi bisa juga dengan
berperilaku tidak melanggar HAM. Contoh yang diberikan siswa sebisa mungkin sejalan
dengan penjelasan ini.

9. Enam macam penggolongan HAM. (Contoh harus sesuai dengan deskripsi di bawah
tiap-tiap jenis HAM).
a. Hak asasi pribadi
meliputi hak beragama, berpendapat dan berorganisasi.
b. Hak asasi ekonomi
meliputi hak memiliki, membeli dan menjual, mengadakan perjanjian.
c. Hak persamaan hukum
meliputi diperlakukan sama di hadapan hukum dan pemerintahan.
d. Hak asasi politik
meliputi hak diakui sebagai warga negara yang sederajat.
e. Hak asasi sosial dan kebudayaan.
Meliputi hak mendapatkan pendidikan dan mengembangkan kebudayaan.
f. Hak asasi perlakuan yang sama dalam tata cara peradilan dan perlindungan hukum.
Meliputi hak diperlakukan wajar dalam proses hukum.

10. Mental feodal, kecurigaan gerakan Ham akan membahayakan integritas nasional,
Rendahnya kesadaran hukum dan kemanusiaan masyarakat, rendahnya kesadaran politik.


BAB IV Hubungan Dasar Negara dengan Konstitusi

A. Pilihan Ganda

1. A            11. A             18. A            28. E
2. C            12. C             19. E            29. D
3. C            13. Tidak ada     20. C            30. D
4. B            jawaban yang      21. A            31. E
5. E            benar (1 Juni     22. E            32. B
6. E            1945)             23. A            33. E
7. A            14. D             24. D            34. B
8. A            15. D             25. D            35. E
9. D            16. C             26. D
10. D           17. B             27. E

B. Esai

1. a. Pancasila sebagai dasar negara artinya Pancasila adalah landasan pokok yang
mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara, sumber segala sumber hukum di
Indonesia.

b. Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa artinya Pancasila dirumuskan dari nilai-
nilai luhur bangsa Indonesia, dan kemudian dijadikan sebagai dasar negara.

2. a. Rumusan dasar negara usulan Mr. Muh. Yamin
         1) Dalam pidatonya
                a) Peri kebangsaan.
                b) Peri kemanusiaan.
                c) Peri Ketuhanan.
                d). Peri kerakyatan.
                e). Kesejahteraan rakyat.

        2) Kemudian secara tertulis
              a) Ketuhanan Yang Maha Esa
              b) Kebangsaan Persatuan Indonesia
              c) Rasa kemanusiaan yang adil dan beradab
              d) Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam
                  permusyawaratan perwakilan
              e) Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

b. Rumusan dasar negara usulan Mr. Soepomo
        1) Paham negara persatuan
        2) Hubungan negara dan agama
        3) Sistem badan permusyawaratan
        4) Sosialisme negara
        5) Hubungan antarbangsa

c. Rumusan dasar negara usulan Ir. Soekarno
        1) Kebangsaan Indonesia
        2) Internasionalisme atau peri kemanusiaan
        3) Mufakat atau demokrasi
        4) Kesejahteraan sosial
        5) Ketuhanan yang berkebudayaan

3. (Jawaban siswa diharapkan memperlihatkan keterkaitan antara Pancasila dengan
pembukaan UUD 1945 terutama pada alinea keempat).

4. makna pembukaan UUD 1945
a. Alinea pertama
Indonesia menyatakan kemerdekaan ialah hak segala bangsa, termasuk bangsa Indonesia.
Indonesia juga menentang segala bentuk penjajahan di dunia.

b. Alinea kedua
Menunjukkan Indonesia telah lama berjuang melawan penjajah, dan kini perjuangan itu
telah membawa bangsa Indonesia kepada kemerdekaan.

c. Alinea ketiga
Bangsa Indonesia menyatakan kemerdekaannya. Kemerdekaan itu adalah berkat Rahmat
Allah Yang Maha Kuasa dan didorong oleh keinginan luhur bangsa Indonesia.

d. Alinea keempat
Menyatakan tujuan dibentuknya negara Indonesia, menyusun undang-undang dasar
negara Indonesia, serta asas politik negara yang terbentuk dalam suatu susunan negara
Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada dasar negara
Pancasila.
5. (Misalnya, tidak terbatas pada contoh di bawah).
a. Sila pertama
Beribadah menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Menghormati ibadah agama
lain, dll.

b. Sila kedua
Semua orang sejajar di mata hukum, tidak main hakim sendiri, dll.

c. Sila ketiga
Berkawan tidak memandang asal daerah, menjauhi separatisme, dll.

d. Sila keempat
Mengusahakan mufakat dalam musyawarah sebelum terpaksa voting, menyukseskan
pemilihan umum.

e. Sila kelima
Pemerataan hasil pembangunan, biaya kesehatan dan pendidikan yang gratis, dll.


BAB V Persamaan Kedudukan Negara dalam Berbagai Aspek Kehidupan

A. Pilihan ganda

1. B            11. C             21. C            31. D
2. D            12. A             22. B            32. B
3. A            13. B             23. C            33. D
4. D            14. D             24. A            34. A
5. D            15. A             25. C            35. C
6. A            16. B             26. A
7. B            17. B             27. A
8.A             18. B             28. C
9. A            19. C             29. B
10. C           20. A             30. A


B. Esai

1. Hak warga negara di bidang politik (minimal 5)
a. Hak untuk mendirikan partai politik
b. Hak untuk memilih wakil-wakil rakyat (DPR, dprd, DPD)
c. Hak untuk dipilih menjadi wakil rakyat
d. Hak untuk memilih presiden dan wakil presiden
e. Hak untuk dipilih menjadi presiden dan wakil presiden
f. Hak untuk mengemukakan pendapat secara lisan maupun tertulis.
g. Hak berbeda pendapat atau sependapat dengan pendapat orang lain.
h. Hak untuk memilih dan menolak kewarganegaraan
i. Hak untuk membela negara
j. Hak untuk menjunjung tinggi pemerintahan negara.
k. Hak atas status kewarganegaraan.
l. Hak mendapatkan suaka politik.

2. Pasal UUD 1945 berkaitan dengan kedudukan warga negara di dalam hukum.
a. Pasal 27 ayat 1
Segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan
pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan
tidak ada kecualinya.
b. Pasal 28 D ayat 1
Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian
hukum yang adil serta perlakuan yang sama dihadapan hukum.
c. Pasal 28 G ayat 1
Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan,
martabat, dan harta benda yang dibawah kekuasaannya, serta berhak atas
rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau
tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi.
d. Pasal 28 I ayat 1
Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kemerdekaan pikiran dan hati
nurani, hak beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk diakui
sebagai pribadi dihadapan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas dasar
hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat
dikurangi dalam keadaan apa pun.
e. Pasal 28 I ayat 5
Untuk menegakan dan melindungi hak assi manusia sesuai dengan prinsip
negara hukum yang demokratis, maka pelaksanaan hak asasi manusia
dijamin, diatur, dan dituangkan dalam peraturan perundanganundangan.

3. (Jawaban siswa diharapkan menunjukkan adanya keragaman budaya di Indonesia dan
praktik penerapan kebudayaan tersebut sehari-hari. Akan lebih baik jika yang diangkat
budaya dari kaum minoritas seperti tionghoa, baduy, papua, dll)

4. (Misalnya, tapi tidak terbatas pada)
a. Semua siswa berhak memilih dan dipilih menjadi pengurus OSIS.
b. Peraturan sekolah berlaku untuk semua siswa tanpa terkecuali.
c. Proses belajar mengajar tidak dipengaruhi oleh SARA.

5.
a. Permohonan pewarganegaraan diajukan di Indonesia oleh pemohon secara tertulis
dalam bahasa Indonesia di atas kertas bermaterai cukup kepada presiden melalui menteri.

b. Berkas permohonan itu disampaikan pada pejabat.
c. Menteri meneruskan permohonan tersebut dengan pertimbangan kepada presiden
paling lambat tiga bulan setelah permohonan diterima.

d. Presiden mengabulkan atau menolak permohonan. Pengabulan ditetapkan dengan
keppres. Keppres ditetapkan paling tidak tiga bulan setelah permohonan diterima oleh
menteri dan diberitahukan pada pemohon paling lambat 14 hari. Keppres pengabulan
berlaku efektif semenjak tanggal pengucapan sumpah. Penolakan disampaikan kepa
pemohon oleh menteri paling lambat tiga bulan semenjak permohonan diterima oleh
menteri dengan disertai alasan.

e. Paling lambat tiga bulan semenjak keppres dikirimkan ke pemohon, pejabat
memanggil pemohon untuk mengucapkan sumpah setia.

f. Jika pemohon tidak hadir pada waktu yang ditentukan tanpa alasan yang sah, keppres
batal demi hukum.

g. Apabila pemohon tidak bisa mengucapkan janji pada waktu yang ditentukan karena
kelalaian pejabat, pemohon dapat mengucapkan sumpah di hadapan pejabat yang
ditunjuk menteri.

h. Pejabat tersebut membuat berita acara pengucapan sumpah.

i. Paling lambat 14 hari kemudian pejabat tersebut menyampaikan berita acara di atas
pada menteri.

j. Paling lambat 14 hari setelah pengucapan sumpah, pemohon wajib menyerahkan
dokumen atau surat-surat keimigrasian atas namanya ke kantor imigrasi.


BAB 6 (Sistem Politik Indonesia)

A. Pilihan Ganda

1. E            11. B              21. A          31. A
2. A            12. E              22. A          32. D
3. E            13. E              23. A          33. B
4. D            14. E              24. B          34. E
5. B            15. A              25. C          35. C
6. B            16. A              26. D
7. B            17. B              27. D
8. C            18. C              28. A
9. B            19. A              29. A
10. A           20. D              30. C
B. Esai

1. Lima contoh partisipasi politik (misalnya, tidak terbatas pada)
a. Memilih dalam pemilu atau pilkada
b. Mendirikan parpol.
c. Menjadi anggota parpol.
d. Mencalonkan diri menjadi presiden atau kepala daerah.
e. Menyampaikan pendapat melalui demonstrasi di gedung DPR RI atau DPRD.

2. Partisipasi sebagai siswa (misalnya, tidak terbatas pada)
a. Memilih ketua OSIS
b. Memilih ketua kelas
c. Menyatakan protes atas peraturan sekolah yang menaikkan uang SPP.

3. a. Tugas MPR menurut UUD 1945
          1)Majelis Permusyawaratan Rakyat berwenang mengubah dan menetapkan
Undang-Undang Dasar.
          2)Majelis Permusyawaratan Rakyat melantik Presiden dan/atau Wakil
Presiden.

b. Tugas DPR menurut UUD 1945
          1) Dewan Perwakilan Rakyat memegang kekuasaan membentuk undang-
undang.
          2) Mengawasi jalannya pemerintahan yang dijalankan oleh presiden dan
kabinetnya.
          3) Mengajukan permohonan kepada Mahkamah Konstitusi untuk memeriksa,
mengadili, dan memutus presiden atau wakilnya bersalah berupa pengkhianatan terhadap
negara, korupsi, penyuapan, tindak pidana berat lainnya, atau perbuatan tercela maupun
apabila terbukti tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden dan/atau Wakil Presiden.
          4) Mengajukan permohonan kepada MPR untuk memberhentikan
presiden/wakil presiden.
          5) Membuat undang-undang dengan memerhatikan usulan presiden.
          6) Memberi pertimbangan kepada presiden dalam pengangkatan dan
penerimaan duta dan konsul, serta pemberian amnesti dan abolisi.
          7) Menyetujui anggaran belanja negara.

c. Tugas Presiden
         1) Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan pemerintahan menurut
Undang-Undang Dasar.
         2) Presiden berhak mengajukan rancangan undang-undang
kepada Dewan Perwakilan Rakyat.
         3) Presiden menetapkan peraturan pemerintah untuk menjalankan undang-
undang sebagaimana mestinya.
         4) Presiden dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat menyatakan
perang, membuat perdamaian dan perjanjian dengan negara lain.
         5) Presiden mengangkat duta dan konsul.
          6) Presiden menerima penempatan duta negara lain dengan menperhatikan
pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat.
          7) Presiden memberi grasi dan rehabilitasi dengan memperhatikan
pertimbangan Mahkamah Agung.
          8) Presiden memberi amnesti dan abolisi dengan memperhatikan
pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat.
          9) Presiden memberi gelar, tanda jasa, dan lain-lain tanda kehormatan yang
diatur dengan undang-undang.
          10) Presiden membentuk suatu dewan pertimbangan yang bertugas
memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden, yang selanjutanya
diatur dalam undangundang.
          11) Menetapkan PP dengan persetujuan DPR.

d. Mahkamah Agung
         1) Memegang kekuasaan kehakiman.
         2) mengadili pada tingkat kasasi, menguji peraturan perundang-undangan di
bawah undang-undang terhadap undang-undang, dan mempunyai wewenang lainnya
yang diberikan oleh undang-undang.
         3) Memberi pertimbangan pada presiden mengenai grasi dan rehabilitasi.

e. Badan Pemeriksa Keuangan
         1) Memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara.

f. Mahkamah Konstitusi
         1) Mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang keputusannya bersifat final
untuk menguji undang-undang terhadap undang-undang dasar, memutus sengketa
kewenangan lembaga negara yang kewenangannya diberikan oleh undang-undang dasar,
memutus pembubaran partai politik, dan memutus perselisihan tentang hasil pemilihan
umum.
         2) Memberikan putusan terhadap permohon pemeriksaan DPR tentang dugaan
presiden/wakil melanggar UUD.

g. Komisi Yudisial
        1) Menjaga dan menegakkan kehormatan hukum.
        2) Mengusulkan pengangkatan hakim agung.

h. Dewan Perwakilan Daerah
         1) Mengajukan usul, ikut membahas, dan memberikan pertimbangan yang
berkaitan dengan bidang legislasi tertentu dan memberikan pengawasan atas pelaksanaan
undang-undang tertentu.

4. (Misalnya.)
         Menurut Lasswell, politik adalah suatu proses di mana nilai dialokasikan dalam
masyarakat secara otoritatif.
         Menurut Isaac D’Israell politik adalah seni memerintah manusia dan mensiasati
mereka.
         Menurut Bernard Crick politik adalah kegiatan di mana kepentingan-
kepentingan berbeda dalam satu unit pemerintahan didamaikan. Hal ini dilakukan dengan
memberi mereka kekuasaan sesuai dengan proporsi pentingnya mereka bagi
kesejahteraan dan kelangsungan hidup seluruh masyarakat.

5. Faktor penghambat pelaksanaan demokrasi Pancasila
a. Adanya penganut ideologi ektrim kiri atau ektrim kanan.
b. Kesadaran hukum masih rendah.
c. Sebagian besar masyarakat Indonesia masih berada di bawah garis kemiskinan.
d. Masih adanya sikap feodal, paternal dan otoriter.
e. Gejolak SARA.
f. Tingkat pendidikan formal yang rendah.

Evaluasi Akhir Tahun

   1. E              11. A         21. C          28. A         38. D
   2. A              12. C         22. C          29. D         39. E
   3. E              13. E         23. C          30. B         40. C
   4. A              14. A         24. A          31. A
   5. B              15. A         25. D          32. A
   6. A              16. A         26. Tidak      33. D
   7. A              17. C         ada jawaban    34. B
   8. C              18. A         (UU No. 20     35. B
   9. A              19. E         Tahun 1999)    36. E
   10. A             20. B         27. D          37. A

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:11249
posted:5/12/2010
language:Indonesian
pages:15