ANALISIS TINGKAT KELULUSAN UN SMP 2010

Document Sample
ANALISIS TINGKAT KELULUSAN UN SMP 2010 Powered By Docstoc
					                                                                     Adolf Rudolf present 
                                                                  ADOLF TRAINING CENTRE 
 
ANALISIS RENDAHNYA TINGKAT KELULUSAN UN 2010 SMP DKI JAKARTA DAN
               NASIONAL DIBANDINGKAN TAHUN 2009

Mari kita analisis apa penyebab ketidak lulusan UN SMP kurang dibandingkan
kelulusan tahun 2009.

Pertama hasil ini belum final sehingga belum dapat disimpulkan disebabkan karena
masih ada remedial sehingga, setelah diadakan remedial maka hasilnya akan dapat
disimpulkan.                  ADOLF TRAINING CENTRE 
Disamping itu ditahun-tahun lalu yang tidak diadakan remedial ada kemungkinan
dilakukan konversi sehingga tingkat kelulusan tinggi, hal itu dapat dibuktikan dari
pengalaman saya mengoreksi nilai anak dari hasil rekap yang didokumentasikan
peserta didik, data ini bukan saya peroleh dari panitia tapi dari pengalaman dilapangan,
mungkin para pegiat pendidikan memiliki pengalaman yang sama.

Sangat disayangkan salah satu pejabat memberikan kometar yang menyatakan
ketatnya pengawasan sebagai salah satu penyebab rendahnya tingkat kelulusan. Saya
lebih memilih pendapat pak menteri sebagai solusi.

Ditingkat nasional kelulusan 90,27 % atau 3.254.365 siswa sementara di DKI tingkat
kelulusan 96.057 (71.03%) bandingkan dengan tahun 2009 yang tingkat kelulusan
95,05 ditingkat nasional dan 99,00 % turun sebesar 4,78% dan ditingkat DKI 99,8
persen turun sebesar 28,77%.

Mari kita analisis penyebab rendahnya kelulusan UN SMP tahun 2010.

    1. Disebabkan karena tahun ini ada remedial maka hasil yang diperoleh murni
       tanpa konversi, bandingkan dengan tahun lalu yang disinyalir ada konversi nilai
       sehingga hasilnya cukup tinggi.
    2. Disamping itu hasil UN belum final sehingga kita belum dapat memberikan
       kesimpulan, kecuali nanti setelah diadakan remedial.
    3. Bagi penyelenggara UN SMP (panitia UN) apakah soal yang disajikan sudah
       melalui pengujian sampel sehingga dikategorikan soal layak untuk diujikan di
       UN, sebab untuk soal yang layak diujikan harus memenuhi syarat yang ketat,
       dimana tingkat kesulitan soal harus sedang dan mudah, kecuali untuk seleksi
       boleh menggunakan soal kategori sukar.
    4. Disamping itu apakah reabilitas soal sudah memenuhi standard, korelasi soal
       juga memenuhi syarat. Jika semua persyaratan itu tidak dipenuhi maka perlu
       perbaikan, akan tetapi jika persyarat itu dipenuhi maka kita perlu menganalisis
       lagi pada tahap selanjutnya.
                                                                    Adolf Rudolf present 
                                                                 ADOLF TRAINING CENTRE 
 
    5. Apakah sekolah sudah mendapatkan SKL yang akan diujikan, bila belum maka
       segera kepala sekolah memintah ke dinas pendidikan atau boleh diakses di
       internet, akan tetapi untuk daerah terpencil yang belum dapat akses internet
       maka kepala sekolah beleh meminta ke dinas. Sebenarnya dibeberapa sekolah
       ada yang melakukan bedah SKL bukan Pendalaman materi, sebab bedah SKL
       sangat dibutuhkan agar ADOLF TRAINING CENTRE 
                                 para guru mengetahui kemana arah soal yang akan
       diujikan. Dan jika semua poin 5 dilakukan maka kita akan beralih melanjutkan
       analisis.
    6. Jika tahap diatas sudah dilakukan dengan benar, maka kesalahan ada pada
       guru, sebab guru yang professional pasti mengetahui kira-kira soal mana yang
       bakal keluar, sebab pengalaman penulis menulis prediksi soal di forum ini dapat
       memprediksi soal sampai 95 persen karena mengikuti tahap diatas. Saran saya
       bila guru belum dapat memprediksi, coba berlatihlah menulis soal yang baik dan
       benar, silahkan baca “Analisis butir soal model Iteman” yang sudah saya tulis di
       forum ini, dan guru harus selalu mengup grade pengetahuannya, karena
       pendidikan selalu berkembang dari waktu ke waktu.
    7. Bila tahapan diatas dilalui maka kesalahan tidak lagi pada penyelenggara
       pendidikan, akan tetapi pada peserta didik yang tidak memiliki motivasi untuk
       mempersiapkan diri mengikuti UN. UN saya analogikan seperti perang yang
       diutarakan oleh Sun Zhu, bahwa kita harus memiliki alat perang untuk berlaga di
       medan perang. Jika kita tidak memiliki senjata maka kita sama dengan bunuh
       diri. Peran orang tua juga sangat penting mengawasi di rumah agar anak selalu
       belajar setiap hari khususnya hari belajar. Dari data yang saya peroleh dari
       peserta didik ternyata anak-anak tidak memiliki waktu belajar di rumah secara
       rutin, bahkan ada anak yang sama-sama nonton sinetron bersama orang tua.
    8. Peran pemerintah juga sangat dibutuhkan, dan jangan mengharapkan hasil yang
       baik jika pemerintah tidak dapat memberikan contoh yang baik kepada
       masyarakat, maksudnya jika budaya korupsi masih belum dapat diatasi maka
       janganlah terlalu banyak mengharapkan hasil yang baik dari dunia pendidikan.
       Negara yang maju adalah Negara yang memperhatikan nasib dunia pendidikan,
       sebut saja Negara terdekat Malaysia yang menghargai guru-guru dengan
       memberikan gaji yang memadai bagi guru dengan rata-rata memberikan take
       home pay 3000 ringgit per bulan. Demikian juga Amerika memberikan gaji guru
       30.000 sampai 60.000 dollar setahun. Jadi dengan income yang cukup maka
       guru dapat meningkatkan pengetahuannya dalam bidang pendidikan.

       Semoga sumbangan pemikiran ini dapat membantu dunia pendidikan.

 

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:609
posted:5/11/2010
language:Indonesian
pages:2
Description: Rendahnya tingkat kelulusan UN SMP tahun 2010 secara nasional dan secara propinsi khususnya di DKI Jakarta, sangat merisauakan kalangan pegiat pendidikan, dan juga pejabat yang berwenang baik Departemen pendidikan maupun Gubernur DKI Jakarta, untuk itu dalam artikel ini saya mencoba memberikan solusi kepada para pengiat dan pemerhati dunia pendidikan. Semoga sumbangan pemikiran ini dapat membantu dunia pendidikan.