Docstoc

Isi Laporan

Document Sample
Isi Laporan Powered By Docstoc
					                                   BAB I
                            PENDAHULUAN


A. Latar Belakang
               Penyakit Menular Seksual (PMS) atau biasa disebut penyakit
   kelamin adalah penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual. Yang
   termasuk PMS adalah Syphillis, Gonorhoe Bubo, jengger ayam, herpes dan
   lain-lain termasuk HIV/AIDS. Cakupan Infeksi Menular Seksual yang diobati
   di seluruh kabupaten di Indonesia pada tahun 2005-2007 adalah 68,64%. Dari
   hasil evaluasi tahun 2007 tersebut ternyata masih tetap diperlukan promosi
   kesehatan dalam upaya pencegahan penularan penyakit menular khususnya
   HIV/AIDS. (Tim Field lab FK UNS dan UPTD Puskesmas Sibela Surakarta .
   2010)
               HIV/AIDS di Indonesia semakin menjadi salah satu masalah
   kesehatan masyarakat di Indonesia, dan telah mengalami perubahan dari
   epidemi rendah menjadi epidemi terkonsentrasi. Dari 33 provinsi yang ada di
   Indonesia, yang melaporkan kasus AIDS terdapat 32 provinsi, dan
   kabupaten/kota yang melaporkan kasus AIDS 178 kabupaten/kota.
               Berdasarkan hasil estimasi oleh Depkes pada tahun 2006
   diperkirakan terdapat 169.000 – 216.000 ODHA di Indonesia dengan
   ratekumulatif kasus AIDS Nasional sampai dengan 30 Juni 2007 adalah 4,27
   per 100.000 penduduk (revisi berdasarkan data BPS 2005, jumlah penduduk
   Indonesia 227.132.350 jiwa).( Depkes RI, 2008)
               Dalam penanggulangan PMS tidak hanya secara kuratif saja tapi
   juga secara preventif dalam bentuk penyampaian informasi mengenai PMS
   kepada masyarakat yang dapat dilakukan dalam bentuk penyuluhan. Maka
   dengan kegiatan field lab ini melatih mahasiswa untuk dapat melakukan hal
   tersebut.




                                                                             1
B. Tujuan Pembelajaran
   Setelah melakukan kegiatan ini diharapkan mahasiswa mampu :
   1. Melakukan penyuluhan kesehatan komunitas tentang PMS khususnya
      HIV/AIDS.
   2. Melakukan pendataan tentang keberhasilan program pencegahan dan
      pengobatan HIV/AIDS.
   3. Memahami tatalaksana HIV/AIDS.
   4. Melakukan rujukan kasus spesifik penyakit PMS




                                                                   2
                                     BAB II
                      KEGIATAN YANG DILAKUKAN


        Kegiatn Field Lab topik Penyuluhan Kesehatan: Penyakit Menular
Seksual ini dilaksanakan dalam dua hari , yakni :


A. Hari Pertama ( Kamis, 22 April 2010 ), pukul 8.00 – 10.55
    Pada pertemuan ini diisi dengan diskusi dengan dr. Supardali mengenai
    persiapan untuk kegiatan penyuluhan. Beliau menyampaikan mengenai
    manajemen pelaksanaan penyuluhan. Beliau menyampaikan bahwa dalam
    Penyuluhan diperlukan beberapa hal yang harus dipersiapkan, seperti
    menentukan siapa sasarannya dan siapa yang akan melaksanakannya,
    darimana dananya, serta metode apa yang dipilih.


B. Hari Kedua (Kamis, 29 April 2010), pukul 8.00 – 11.00
   Pada hari ini, kami mengikuti dan menyaksikan kegiatan Penyuluhan Penyakit
   Menular Seksual, yang dilaksanakan di :
    tempat     : Gedung Karang Taruna Kelurahan Gayam
    sasaran    : Kelompok Karang Taruna Kelurahan Gayam
    pelaksana : dr. Sri Mulyani




                                                                            3
                                     BAB III
                                 PEMBAHASAN


         Tujuan dari kegiatan penyuluhan ini adalah untuk memberikan
pemahaman kepada masyarakat khususnya kelompok karangtaruna Kelurahan
Gayam mengenai Penyakit Menular sexualitas (PMS). Diharapkan dari kegiatan
ini masyarakat akan memahami hal-hal yang berhubungan dengan PMS sehingga
mereka akan dapat mencegah terjadinya PMS ini pada diri mereka, keluarga
maupun lingkungannya.
         Dalam kegiatan tersebut disampaikan tentang PMS khususnya HIV-
AIDS, meliputi epidemiologi, definisi, gejala klinis, pengobatan serta usaha
pencegahannya. Penyuluhan ini dilakukan dengan menggunakan metode ceramah
dengan munggunakan sarana LCD .
         Dalam kegiatan tersebut terdapat banyak kendala maupun kekurangan-
kekurangan. Dana menjadi salah satu kendala dalam kegiatan tersebut, sehingga
mengakibatkan kegiatan ini tidak dapat dilakukan secara berkala. Kekurangan
sarana dan prasarana mengakibatkan kurang optimalnya dalam menyampaikan
informasi kepada kelompok karang taruna .
         Oleh karena itu, untuk memperbaiki kegiatan selanjutnya perlu adanya
kerjasama dari pemerintah untuk mengalokasikan dana untuk kegiatan tersebut.
Perlu pula persiapan yang lebih baik, baik dari pemateri, materi yang
disampaikan, maupun sarana prasarana yang digunakan sehingga tujuan dan
harapan dari kegiatan tersebut dapat tercapai.




                                                                           4
                                  BAB IV
                           SIMPULAN DAN SARAN


A. Simpulan
   1. Kegiatan field lab ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa untuk
      mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam berkomunikasi dengan
      masyarakat.
   2. Kegiatan penyuluhan Penyakit Menular Sexualitas diperlukan dalam
      upaya prevetif dari penyebaran PMS.
B. Saran
   1. Seharusnya kegiatan penyuluhan PMS dapat dilakukan secara berkala oleh
      petugas kesehatan.
   2. Seharusnya      dilakukan   persiapan   yang   sebaik-baiknya   sebelum
      pelaksanaan penyuluhan.




                            DAFTAR PUSTAKA


Depkes RI.2008. Pedoman Tatalaksana Infeksi HIV dan Terapi Anti retroviral
       pada Anak di Indonesia. Jakarta : Departemen Kesehatan Republik
       Indonesia Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan
       Lingkungan


Tim Field lab FK UNS dan UPTD Puskesmas Sibela Surakarta. 2010. Manual
       Field lab: Penyuluhan Kesehatan: Penyakit Menular Sexualitas. Surakrta:
       Tim Field Lab FK UNS




                                                                            5

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:965
posted:5/10/2010
language:Indonesian
pages:5