Docstoc

Forecasting - PDF

Document Sample
Forecasting - PDF Powered By Docstoc
					FORECASTING
DENGAN MENGGUNAKAN
APLIKASI MICROSOFT
EXCEL
YENI INDIARTI
xeni.diarti@yahoo.co.id
YM : xeni.diarti
Facebook : Yeni Indiarti




     Lisensi Dokumen:
     Copyright © 2010 YENI INDIARTI
     Seluruh dokumen ini dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas untuk
     tujuan bukan komersial (nonprofit), dengan syarat tidak menghapus atau merubah atribut
     penulis dan pernyataan copyright yang disertakan dalam setiap dokumen. Tidak
     diperbolehkan melakukan penulisan ulang, kecuali mendapatkan ijin terlebih dahulu dari
     YENI INDIARTI.




Fungsi FORECAST
      Forecasting secara harfiah adalah peramalan. Mungkin lebih jelasnya adalah
menghitung atau meramalkan nilai masa depan dengan menggunakan data-data yang
ada. Meramalkan nilai y (variabel terikat), dimana variabel y dipengaruhi nilai x (varia-
bel bebas). Biasanya, untuk memperoleh nilai prediksi ini menggunakan regresi linier.
Dalam dunia industri, ramalan-ramalan ini digunakan untuk mengawasi persediaan ba-
rang produksi (inventory requirements), penjualan, selera konsumen (consumer trends)
dan lain-lain.
      Formula untuk forecasting adalah FORECAST = a + bx , karena forecast di sini
merupakan fungsi dari waktu, maka:
 FORECAST = f (t )
 FORECAST = a + bt

dimana:
t = time period
 a = Y − bX
dan
      n∑ xy − (∑ x )(∑ y )
b=
                 (
       n∑ x 2 − ∑ x 2   )
Contoh
Tabel 1 Pendapatan Retribusi Pasar tahun 2005
                                                                 Pendapatan
                  Tahun      Bulan                t (waktu)
                                                                  retribusi
                   2005      Januari                  1       Rp 71.166.917,80
                             Februari                 2       Rp 72.143.700,18
                             Maret                    3       Rp 76.297.112,80
                             April                    4       Rp 73.549.688,70
                             Mei                      5       Rp 74.850.387,50
                             Juni                     6       Rp 83.955.026,00
                             Juli                     7       Rp 73.329.798,00
                             Agustus                  8       Rp 78.192.594,00
                             September                9       Rp 75.685.483,00
                             Oktober                 10       Rp 79.384.409,00
                             November                11       Rp 63.332.501,00
                             Desember                12       Rp 76.760.933,00
                                   Jumlah                     Rp 898.648.550,98
                Sumber: Dinas Pendapatan Daerah


      Pendapatan retribusi merupakan fungsi dari waktu (t). Menurut data pada tabel 1
di atas, menunjukkan bahwa variabel pendapatan retribusi secara rata-rata berfluktuasi
per satuan waktu (t). Untuk mengetahui prediksi pendapatan retribusi di tahun yang be-
rikutnya yaitu tahun 2006 dengan cara:
Klik Insert kemudian Function             . Pilih FORECAST.
Gambar 1 Kotak dialog FORECAST




Dimana
FORECAST(x,known_y's,known_x's)
X adalah data yang akan diprediksi (diramal), dengan memasukkan fungsi waktu (t)
yang akan datang. X harus dalam bentuk nominal (angka).
Known_y's adalah variable/data terikat (dependent)
Known_x's adalah variable/data bebar (independent)

Penjelasan:
• Jika X bukan data numerik (nonnumeric), maka hasil FORECAST adalah
   #VALUE! (=error value).
• Jika known_y's dan known_x's kosong atau terdiri dari angka yang berbeda dari
   data, maka hasil FORECAST #N/A (=error value).
• Jika variasi dari known_x's sama dengan nol, maka hasil FORECAST #DIV/0!
   (=error value).
Lihat contoh pada gambar di bawah ini:
Gambar 2 Forecast Worksheet Function




Pada Gambar 2 di atas, kolom B adalah waktu menurut bulan per tahun 2005. Kolom C
representasi dari kolom B yang merupakan time period. Pada kolom C ini waktu
menurut bulan per tahun 2005 dijadikan bentuk nominal (angka), yaitu bulan Januari
2005 kita anggap bulan ke-1, bulan Februari merupakan bulan ke-2 … dst, sedangkan
kolom D merupakan pendapatan retribusi.
Pada kotak dialog FORECAST di atas masukkan angka-angka berikut:
X merupakan angka yang hendak diramal, misal 13
Known_y's kolom pendapatan tahun 2005 kolom D
Known_x's kolom t (waktu) tahun 2005 kolom C
Lihat hasil pada tabel di bawah ini:
Tabel 2 Hasil Forecasting Pendapatan Retribusi Pasar tahun 2006
                                                         Pendapatan retribusi
                   Tahun         Bulan       t (waktu)
                                                              (Forecast)
                    2006    Januari             13        Rp 75.203.852,23
                            Februari            14        Rp 75.252.540,38
                            Maret               15        Rp 75.301.228,53
                            April               16        Rp 75.349.916,68
                            Mei                 17        Rp 75.398.604,83
                            Juni                18        Rp 75.447.292,98
                            Juli                19        Rp 75.495.981,13
                            Agustus             20        Rp 75.544.669,28
                            September           21        Rp 75.593.357,43
                            Oktober             22        Rp 75.642.045,58
                            November            23        Rp 75.690.733,73
                            Desember            24        Rp 75.739.421,88
                                  Jumlah                  Rp 905.659.644,62

     Berdasarkan hasil forecast pada tabel 2 di atas, diprediksikan bahwa penerimaan
pendapatan di tahun 2006 akan meningkat per bulannya total sebesar Rp
905.659.644,62
     Kemudian proses selanjutnya hasil forecast kita jadikan dalam bentuk grafik.
Caranya: klik pada Chart Wizard            . Kemudian pilih Chart Type – Chart Sub-
Type, selanjutnya Next.
Gambar 3 Chart Wizard Langkah ke-1




     Masukkan Data Range misal data pada kolom B dan D (lihat gambar 2). Berikut-
nya, Next.
Gambar 4 Chart Wizard Langkah ke-2




     Tulis judul grafik pada Chart title. Category (X) axis untuk baris X isi dengan
waktu dan Value (Y) axis merupakan baris Y yaitu pendapatan. Selanjutnya, tekan
tombol Next. Lihat gambar di bawah ini:
Gambar 5 Chart Wizard Langkah ke-3




     Apakah anda akan memasukkan grafik ke dalam new sheet atau membuat
Worksheet baru dengan nama Chart2, atau memasukkan grafik ke dalam data sheet
lama (As object in)? Tentukan pilihan anda. Selanjutnya, tekan Finish.
Gambar 6 Chart Wizard Langkah ke-4




Selengkapnya lihat pada grafik di bawah ini.
Grafik 1 Forecasting pendapatan retribusi

                                        Forecasting Pendapatan Retribusi tahun 2006

                              90000000.00
                              80000000.00
       Pendapatan retribusi




                              70000000.00
                              60000000.00
                              50000000.00
                              40000000.00
                              30000000.00
                              20000000.00
                              10000000.00
                                     0.00
                                         Jan-05 Apr-05 Jul-05 Oct-05 Jan-06 Apr-06 Jul-06 Oct-06
                                                                   Waktu

     Garis putus-putus pada grafik 1 di atas merupakan garis forecasting (garis yang
diramal). Untuk mengedit waktu supaya rapi, gunakan Format Axis. Klik dua kali pada
grafik hingga masuk pada object Microsoft Excel. Selanjutnya, klik pada baris waktu
(Category (X) axis)-klik kanan. Klik pada Format Axis.
Gambar 7 Mengatur Category (X) axis




     Pilih tab Scale. Pada Major Unit masukkan angka 3, maksudnya skala triwulan.
Gambar 8 Tab Scale




Tekan OK. Hasil lihat pada grafik 1.
Selesai.