Docstoc

makalah pendidikan kesehatan.doc

Document Sample
makalah pendidikan kesehatan.doc Powered By Docstoc
					Pengkajian Kebutuhan Belajar
   Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas
            Pendidikan Kesehatan




                  Disusun oleh:
1. DEDIK DWI S                    ( 07009 )
2. ERNI PUJI P.                   ( 07016 )
3. HERLINA PRISKA L.              ( 07022 )
4. NURUL IKHTISANA.               ( 07034 )
5. SITI MA’FUROH                  ( 07044 )
6. WARDOTUN ROHMAH                ( 07055 )




          AKADEMI KEPERAWATAN
   PEMERINTAH KABUPATEN PURWOREJO
                      2009
                            KATA PENGANTAR



Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah

melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan

tugas pembuatan makalah untuk mata kuliah Pendidikan Kesehatan dengan judul

“Pengkajian Kebutuhan Belajar”.

Dalam penyusunan makalah ini penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh

dari sempurna, dan dapat terselesaikan dengan bantuan dan bimbingan pihak lain.

Untuk itu paada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan adapan terima kasih

kepada:

   1. Bapak Drs. Bagyo Prihantoro,S.Kep,NS selaku dosen pembimbing

       Pendidikan Kesehatan dan direktur AKPER Pemerintah Kabupaten

       Purworejo.

   2. Kedua orang tua yang telah memberikan do’a restu dan dukungan dalam

       pembuatan makalah ini.

   3. Teman – teman yang telah membantu penyusunan makalah ini.

       Penulis berharap semoga makalah ini bermanfaat bagi penulis dan

pembaca, dan semoga makalah ini dapat membantu kita dalam memahami

pengkajian kebutuhan belajar.
                                 DAFTAR ISI



I.   Halaman Judul

II. KATA PENGANTAR

III. DAFTAR ISI

IV. PENDAHULUAN

     A. Latar Belakang

     B. Perumusan Makalah

     C. Tujuan

     D. Metode Pengumpulan Data

V. ISI

     1.a. Pengertian Belajar

     1.b. Ciri-Ciri Perubahan Tingkah Laku Akibat Belajar

     2. Teori Belajar

     3. Faktor – faktor Yang Mempengaruhi Proses Kebutuhan Belajar

     4. Kemampuan Belajar Secara Umum

V. PENUTUP

     A. Kesimpulan

     B. Saran

VII. DAFTAR PUSTAKA
                                         BAB I
                                PENDAHULUAN



A. Latar Belakang

          Dalam makalah ini Penulis memberi judul ”Pengkajian Kebutuhan

   Belajar” agar pembaca dapat memahami apa itu belajar, ciri – ciri perubahan

   tingkah laku akibat belajar, faktor – faktor yang mempengaruhi proses

   kebutuhan balajar, dan lain – lain.

B. Perumusan Makalah

          Dalam makalah ini akan dibahas tentang konsep belajar, proses

   pengkajian kebutuhan belajar.

C. Tujuan

          Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Pengantar

   Riset Keperawatan.

D. Metode Pengumpulan Data

          Metode yang digunakan dalam pengumpulan makalah ini adalah studi

   pustaka, yaitu dengan mencari referensi dari perpustakaan dan melalui

   elektronik yaitu internet.
                                         BAB II
                                             ISI



1.a. Pengertian Belajar

          Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk

     memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan,

     sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.

     ( Slameto, 1995: 2 )

          Teori lain: Belajar adalah usaha untuk memperoleh hal – hal baru

     dalam tingkah laku ( pengetahuan, kecakapan, keterampilan, dan nilai –

     nilai ) dengan aktivitas kejiwaan sendiri. Dari pernyataan tersebut tampak

     jelas bahwa sifat khas dari suatu proses belajar adalah memperoleh

     sesuatu yang baru, yang sebelumnya belum ada, yang sebelumnya

     belum diketahui menjadi tahu, yang sebelumnya belum mengerti menjadi

     mengerti. ( Notoatmodjo, 2003: 37 )

          Sementara Azwar ( 1983 : 38 ) menulis bahwa secara umum yang

     dimaksud    dengan      belajar    ialah:     suatu   proses    untuk   memperoleh

     pengetahuan,    pandangan         dan   keterampilan     yang    diperlukan untuk

     menghasilkan suatu sikap dan perilaku tertentu ketika menghadapi suatu

     keadaan tertentu.      Perilaku yang terjadi di sini bukan secara naluri dan

     sifatnya tidaklah sementara. Perubahan perilaku di sini adalah karena proses

     belajar, oleh karena itu elatif bersifat menetap.
1.b. Ciri – Ciri Perubahan Tingkah Laku Akibat Belajar

     1. Perubahan perilaku terjadi secara sadar

     2. Perubahan perilaku akibat belajar berkesinambungan dan fungsional.

     3. Perubahan dalam belajar positif dan aktif

     4. Perubahan perilaku setelah belajar bersifat menetap

     5. Perubahan mencakup seluruh aspek tingkah laku.



2.   Teori Belajar

     1. Teori Gestalt

                Teori Gestalt atau teori keseluruhan dikemukakan oleh Koffka

        dan Kohler dari Jerman.

                Di dalam teori ini belajar tidaklah sebagian – sebagian, artinya

        harus mengenal seluruh unsur – unsurnya. Para ahli pskikologi Gestalt

        menyimpulkan bahwa seseorang dikatakn belajar jika ia memperoleh

        pemahaman atau pandangan ( insight ) dalam situasi yang prolematis.

        Insight tersebut ditandai antara lain dengan adanya:

        a. Belajar secara keseluruhan misalnya berusaha menghubungkan satu

            pelajaran atau satu masalah dengan pelajaran atau masalah lainnya

            yang relevan.

        b. Terjadi transfer, maksudnya memperoleh response yang tepat. Bila

            response pertama kali sudah tepat dan mengerti, baru pindah ke

            masalah lain dan hal itu harus secara keseluruhan menjadi satu

            kesatuan.
   c. Orang yang belajar mengerti tentang sangkut paut dan hubungan –

       hubungan tertentu dalam unsur yang mengandung suatu masalah

       atau problematik.

   d. Belajar akan lebih berhasil bila berhubungan dengan minat,

       keinginan atau tujuan peserta didik.

   e. Belajar berlangsung secara terus menerus, hal ini dikarenakan

       pengetahuan tak hanya diperoleh di tempat menerima pelajaran yang

       pertama atau di tempat seprti kelas bagi anak sekolah, akan tetapi di

       mana saja, umpamanya dari lingkungan, dalam pengalaman yang

       lain, di rumah, di masyarakat, dan lain – lain.

2. Teori J. Brauner

          Menurut Bauner belajar tidak untuk mengubah perilaku orang

   akan tetapi untuk mengubah kurikulum sekolah sehingga anak didik

   dapat belajar lebih mudah dan lebih banyak, agar dapat meningkatkan

   proses belajar diperlukan lingkungan agar peserta didik dapat melakukan

   eksplorasi, penemuan – penemuanbaru yang belum dikenal sebelumnya

   atau hampir serupa dengan pernah diketahuinya. Keadaan seperti ini

   dinamakan discovery learning.

          Meskipun teori ini tidak memusatkan pada perhatian perubahan

   perilaku, namun      metodanya     dapat   diadopsi untuk   kepentingan

   pendidikan kesehatan.
3. Teori Piaget

             Piaget tampak besar perhatiannya pada dunia anak – anak. Ia

   memperhatikan bahwa dunia anak – anak berbeda dengan dunia ornag

   dewasa baik struktur mentalnya, perkembangan mentalnya, namun pada

   setiap anak untuk jangka waktu untuk berlatih dari satu tahap ke tahap

   yang lain tidaklah selalu sama pada setiap anak atau bisa saja berbeda.

   Ia mengemukakan bahwa perkembangan mental anak dipengaruhi oleh 4

   faktor, yakni : a). Kemasakan b). Pengalaman c). Interaksi Sosial d).

   Equilibration (proses dari faktor – faktor di atas ketiga – tiganya bersama

   – sama untuk membangun dan memperbaiki struktur mental ). (Slameto,

   1995 ).

             Ia juga mengemukakan 3 tahap perkembangan, yakni : a).

   Berfikir secara intutik kira – kira 4 tahun b). Beroperasi secara konkret

   kira – kira 7 tahun dan c). Beroperasi secara formal kira – kira 11 tahun.

4. Teori R. Gagne

   Dikenal 2 difinisi belajar dari Gagne :

   a. Belajar adalah suatu proses untuk memperoleh motivasi dalam

       pengetahuan, keterampilan, kebiasaan dan tingkah laku.

   b. Belajar ialah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang

       didapat dari intruksi.

   Gagne membagi segala sesuatu yang dipelajari manusia dalam 5 kategori

   yang dikenal dengan istilah The domain of learning, yakni:
1) Motor skill ( Keterampilan Motoris )

          Disini diperlukan koordinasi dari berbagai gerakan badan,

   misalnya main badminton, mengendarai sepeda, menulis dan

   sebagainya.

2) Invormasi verbal

          Menerangkan segala sesuatu menggunakan bicara atau

   menggambar. Di sini diperlukan intelegensi.

3) Kemampuan Intelektual

          Interaksi manusia dengan lingkungannya menggunakan

   lambang – lambang. Kemampuan belajar dengan cara ini disebut

   ”Kemampuan intelektual”. Sebagai contoh membedakan huruf a dan

   b, menyebut binatang yang sejenis

4) Strategi Kognitif

          Ini    adalah   internal   organized   skill   atau   organisasi

   keterampilan internal yang diperlukan untuk belajar mengingat atau

   berfikir. Kemampuan ini berbeda dengan kemampuan intelektual,

   karena disini yang dituu adalah dunia luar, di samping itu tidak dapat

   dipelajari hanya melakuklan satu kali. Disini memerlukan perbaikan

   – perbaikan secara terus menerus.

5) Kemampuan sikap amat penting dalam proses belajar

   Bila tak memiliki kemampuan sikap belajar tidak berhasil baik.
3.   Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Proses Kebutuhan Belajar

     1. Faktor manusia

                Faktor ini bisa menyangkut pendidik maupun peserta didik. Hal

        yang berperan di sini ialah:

        a. Kematangan

                      Kematangan di sini termasuk kematangan fisik, psikis, dan

            sosial.

        b. Pengetahuan yang diperoleh sebelumnya

                      Sejauh mana pengetahuan yang diperoleh baik oleh pendidik

            maupun peserta didik sangat berpengaruh pada proses belajar –

            mengajar.     Tentu akan lebih berhasil bila baik pendidik maupun

            peserta didik telah banyak memperoleh pengetahuan yang sedang

            dipelajari.

        c. Motivasi

                      Bila pendidik dan peserta didik sama – sama memiliki

            motivasi yang tinggi terhadap materi yang sedang dipelajari tentu

            hasilnya lebih baik daripada sebaliknya.

     2. Faktor beban tugas dan materi pendidikan kesehatan

        a. Bentuk beban tugas

                      Beban tugas untuk merubah perilaku yang memerlukan

            keterampila otot seperti mengendarai sepeda tentu akan berbeda

            dengan hanya perilaku berupa yang menggunakan kata – kata seperti

            bernyanyi, membaca puisi atau membaca.
   b. Banyaknya materi beban tugas

                 Bila beban tugas banyak dan komplek tentu akan lebih berat

       daripada yang materi. Pembelajaran itu hanya sedikit dan sederhana.

   c. Jelas

                 Materi yang jelas maka proses belajar – mengajar akan lebih

       baik.

   d. Lingkungan

                 Lingkungan masyarakat menentang beban tugas pendidikan,

       tentu akan sulit untuk berhasil baik.

3. Cara pelaksanaan

           Hal yang berkaitan dengan proses belajar – mengajar dalam hal

   ini ialah :

   a. Fasilitas dan sumber

                 Bila fasilitas untuk belajar memadai, sumber materinya

       cukup tentu akan lebih berhasil.

   b. Rutinitas

                 Proses belajar – mengajar yang dilakukan secara rutin akan

       jauh lebih berhasil daripada yang bersifat insidental.

   c. Minat dan motivasi

                 Cara pembelajaran yang dilaksanakan sedemikian rupa

       sehingga membangkitkan minat dan motivasi peserta didik tentu

       akan lebih berhasil.
        d. Persiapan mental

                     Kesiapan mental untuk mengikuti pendidikan kesehatan

           sangat diperlukan.      Bila peserta didik belum siap mental atau

           misalnya peserta didik atau pendidikan lagi ada masalah yang

           mengganggu ketentraman jiwanya, tentu proses belajar kurang

           sukses.

     4. Feed back atau umpan balik

                Feed back atau umpan balik cukup penting untuk dilaksanakan :

        Pertama mengenai feed back ini misalnya bila hasil ujian dibagikan

        kepada peserta     didik   dan mengetahui kesalahannya      dan akan

        memperbaiki dikemudian hari. Kedua mengenai hadiah dan hukuman.

        Yakni bila ada peserta didik yang hasilnya baik, diberi hadiah.

        Sedangkan yang hasilnya tidak baik, diberi hukuman. Tentu hukuman

        itu sifatnya yang dapat merangsang jiwanya untuk dapat meningkatkan

        cara belajarnya.



4.   Kemampuan Belajar Secara Umum

     ● •        Kembangkan kebiasaan belajar secara teratur setiap hari

     ● •        Sediakan waktu khusus setiap hari untuk belajar. Ada yang

        terbiasa belajar pada malam hari, ada pula yang terbisa belajar pada

        siang hari. Silahkan tentukan waktu dimana anda merasa paling siap

        secara mental dan fisik untuk belajar, dan pergunakan waktu itu dengan

        baik.
● •     Pilihlah tempat yang khusus untuk belajar, dimana anda merasa

  nyaman. Lengkapilah pula tempat itu dengan berbagai perlengkapan

  belajar, seperti kalkulator, kamus, alat – alat tulis, dan komputer.

● •      Belajarlah dengan diselingi dengan istirahat , misalkan setiap satu

  jam. Lakukan gerak badan ringan atau sesuatu yang lain sama sekali.

  Sehingga ketika anda kembali lagi belajar anda merasa tetap segar.

● •     Kembangkan kebiasaan mengulang setiap mata kuliah pada hari

  diberikan.

● •      Upayakan akrab dengan berbagai istilah           dalam perkuliahan.

  Siapkan catatan khusus atau kamus untuk istilah – istilah tersebut.

  Mempelajari bahasa suatu subjek akan membantu anda dan mempelajari

  mata kuliah tersebut.
                                   PENUTUP



A. Kesimpulan

           Belajar secara umum ialah suatu proses untuk              memperoleh

  pengetahuan,     pandangan     dan   keterampilan    yang   diperlukan    untuk

  menghasilkan suatu sikap dan perilaku tertentu ketika menghadapi suatu

  keadaan tertentu.

           Para ahli psikologi belajar gestalt menyimpulkan bahwa seseoran

  dikatakan belajar bia ia memperoleh pemahaman atau pandangan ( insight )

  dalam situasi yang problematik.

           Belajar tidak hanya mengubah perilaku akan tetapi untuk mengubah

  kurikulum sekolah.      Agar dapat meningkatkan proses belajar diperlukan

  lingkungan agar peserta didik dapat melakukan eksplorasi, penemuan yang

  baru yang belum dikenal sebelumnya.

B. Saran

           Tiada gading yang tak retak begitu juga makalah ini, tentunya jauh dari

  sempurna.     Oleh karena itu kritik dan saran dari pembaca sangat kami

  harapkan demi kesempurnaan karya selanjutnya.
                        DAFTAR PUSTAKA



Notoatmodjo, Soekidjo. 2003. Prinsip – Prinsip Dasar Ilmu Kesehatan
                             Masyarakat”. Jakarta : Rineka Cipta
                             www.gopgle.co.id.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Stats:
views:21792
posted:5/8/2010
language:Indonesian
pages:15
Description: makalah pendidikan kesehatan.doc