Docstoc

gol.darah

Document Sample
gol.darah Powered By Docstoc
					                                      BAB I

                                 PENDAHULUAN



1.1 Latar Belakang

         Golongan darah adalah ciri khusus darah dari suatu individu karena adanya
perbedaan jenis karbohidrat dan protein pada permukaan membran sel darah merah.
Dua jenis penggolongan darah yang paling penting adalah penggolongan ABO dan
Rhesus (faktor Rh). Di dunia ini sebenarnya dikenal sekitar 46 jenis antigen selain
antigen ABO dan Rh, hanya saja lebih jarang dijumpai. Transfusi darah dari golongan
yang tidak kompatibel dapat menyebabkan reaksi transfusi imunologis yang berakibat
anemia hemolisis, gagal ginjal, syok, dan kematian (Wikipedia, 2009).

         Transfusi darah merupakan salah satu terapi penyelamatan pasien dalam
kondisi kritis yang terjadi akibat kekurangan darah. Terapi ini biasanya semacam ini
bertujuan untuk meningkatkan kapasitas darah sebagai pembawa oksigen dan
memperbaiki homeostasis tubuh (Kris-tensen & Feldman 1995). Sebelum trans-fusi
darah, penentuan golongan darah perlu dilakukan untuk menghindari reaksiburuk
akibat transfusi dari donor yang golongan darahnya tidak sesuai. Reaksi buruk yang
umum muncul akibat golongan darah yang tidak sesuai adalah alergi, demam, tremor,
takikardia, konvulsi dan hipotermia. Karena itu, tersedianya uji yang dapat
menentukan golongan darah dengan cepat dan akurat menjadi amat penting (Dodman
1980).

         Darah adalah cairan yang terdapat pada semua hewan tingkat tinggi yang
berfungsi mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh,
mengangkut bahan-bahan kimia hasil metabolisme, dan juga sebagai pertahanan
tubuh terhadap virus atau bakteri. Istilah medis yang berkaitan dengan darah diawali
dengan kata hemo- atau hemato- yang berasal dari bahasa Yunani haima yang berarti
darah (Soewolo, 2000).

1.2 Rumusan Masalah

   Adapun rumusan masalah, pada praktikum kali ini adalah:

   1. Bagaimanakah cara menentukan golongan darah pada manusia?

   2. Apa saja golongan darah manusia?

1.3 Tujuan

Adapun tujuan dalam praktikum kali ini adalah :
   1. Untuk mengetahui cara menentukan golongan darah pada manusia.

   2. Mengetahui macam-macam golongan darah pada manusia.
                                          BAB II

                                  KAJIAN PUSTAKA

2.1Golongan Darah

       Golongan darah adalah ciri khusus darah dari suatu individu karena adanya
perbedaan jenis karbohidrat dan protein pada permukaan membran sel darah merah.
Dua jenis penggolongan darah yang paling penting adalah penggolongan ABO dan
Rhesus (faktor Rh). Di dunia ini sebenarnya dikenal sekitar 46 jenis antigen selain
antigen ABO dan Rh, hanya saja lebih jarang dijumpai. Transfusi darah dari golongan
yang tidak kompatibel dapat menyebabkan reaksi transfusi imunologis yang berakibat
anemia hemolisis, gagal ginjal, syok, dan kematian (Wikipedia, 2009).

2.2 Tabel: Golongan Darah
                   Antigen        Antibodi               Aman ditransfusi
      Golongan
                     pada          dalam
        darah                                          Ke                  Dari
                   Eritrosit       plasma
           A          A               B               A, AB                 A, O
           B          B               A               B, AB                 B, O
         AB          A+B              -                AB               A, B, AB, O
          O            -            A+B             A,B, AB, O               O

                                 (Soewolo, 2000).

       Wikipedia (2009) Mengungkapkan, Golongan darah manusia ditentukan
berdasarkan jenis antigen dan antibodi yang terkandung dalam darahnya, sebagai
berikut:

       1. Individu dengan golongan darah A memiliki sel darah merah dengan
           antigen A di permukaan membran selnya dan menghasilkan antibodi
           terhadap antigen B dalam serum darahnya. Sehingga, orang dengan
           golongan darah A-negatif hanya dapat menerima darah dari orang dengan
           golongan darah A-negatif atau O-negatif.
       2. Individu dengan golongan darah B memiliki antigen B pada permukaan
          sel darah merahnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen A dalam
          serum darahnya. Sehingga, orang dengan golongan darah B-negatif hanya
          dapat menerima darah dari orang dengan dolongan darah B-negatif atau
          O-negatif

       3. Individu dengan golongan darah AB memiliki sel darah merah dengan
          antigen A dan B serta tidak menghasilkan antibodi terhadap antigen A
          maupun B. Sehingga, orang dengan golongan darah AB-positif dapat
          menerima darah dari orang dengan golongan darah ABO apapun dan
          disebut resipien universal. Namun, orang dengan golongan darah AB-
          positif tidak dapat mendonorkan darah kecuali pada sesama AB-positif.

       4. Individu dengan golongan darah O memiliki sel darah tanpa antigen, tapi
          memproduksi antibodi terhadap antigen A dan B. Sehingga, orang dengan
          golongan darah O-negatif dapat mendonorkan darahnya kepada orang
          dengan golongan darah ABO apapun dan disebut donor universal.
          Namun, orang dengan golongan darah O-negatif hanya dapat menerima
          darah dari sesama O-negatif.

2.2 Rhesus

       Rhesus positif (rh positif) adalah seseorang yang mempunyai rh-antigen pada
eritrositnya sedang Rhesus negatif (rh negatif) adalah seseorang yang tidak
mempunyai rh-antigen pada eritrositnya. Antigen pada manusia tersebut dinamakan
antigen-D, dan merupakan antigen yang berperan penting dalam transfusi. Tidak
seperti pada ABO sistem dimana seseorang yang tidak mempunyai antigen A/B akan
mempunyai antibodi yang berlawanan dalam plasmanya, maka pada sistem Rhesus
pembentukan antibodi hampir selalu oleh suatu eksposure apakah itu dari transfusi
atau kehamilan. Sistem golongan darah Rhesus merupakan antigen yang terkuat bila
dibandingkan dengan sistem golongan darah lainnya. Dengan pemberian darah
Rhesus positif (D+) satu kali saja sebanyak ± 0,1 ml secara parenteral pada individu
yang mempunyai golongan darah Rhesus negatif (D-), sudah dapat menimbulkan anti
Rhesus positif (anti-D) walaupun golongan darah ABO nya sama (Pulung 2006).

       Anti D merupakan antibodi imun tipe IgG dengan berat molekul 160.000,
daya endap (sedimentation coefficient) 7 detik, thermo stabil dan dapat ditemukan
selain dalam serum juga cairan tubuh, seperti air ketuban, air susu dan air liur. Imun
antibodi IgG anti-D dapat melewati plasenta dan masuk kedalam sirkulasi janin,
sehingga janin dapat menderita penyakit hemolisis (Frederic, 2006).

2.3 Insiden

       Insidens pasien yang mengalami Inkompatibilitas Rhesus ( yaitu rhesus
negatif) adalah 15% pada ras berkulit putih dan 5% berkulit hitam, jarang pada
bangsa asia. Rhesus negatif pada orang indonesia jarang terjadi, kecuali adanya
perkawinan dengan orang asing yang bergolongan rhesus negatif (Syamsiar, 1988).

       Pada wanita Rhesus negatif yang melahirkan bayi pertama Rhesus positif,
risiko terbentuknya antibodi sebesar 8%. Sedangkan insidens timbulnya antibodi pada
kehamilan berikutnya sebagai akibat sensitisitas pada kehamilan pertama sebesar
16%. Tertundanya pembentukan antibodi pada kehamilan berikutnya disebabkan oleh
proses sensitisasi, diperkirakan berhubungan dengan respons imun sekunder yang
timbul akibat produksi antibodi pada kadar yang memadai. Kurang lebih 1% dari
wanita akan tersensitasi selama kehamilan, terutama trimester ketiga (Pearce, 2004).
                                       BAB III

                              METODE PENELITIAN

3.1 Waktu dan Tempat

        Praktikum golongan darah ini dilaksanakan pada hari Jum’at tanggal 30 April
2010 pada pukul 14.30-17.00 WIB, di Laboratorium pendidikan Biologi Universitas
Islam Negeri Maliki Malang.
3.2 Alat dan Bahan

3.2.1   Alat

      Adapun alat yang kami gunakan pada praktikum kali ini adalah: Jarum
secukupnya, kaca preprata 2 buah, kapas secukupnya, pipet tetes 1 buah.


3.2.2   Bahan

        Adapun bahan yang kami gunakan pada praktikum ini yaitu: alkohol 70 % 1
tetes, darah manusia (pria dan wanita) 1 tetes, Anti A 1 tetes, Anti B 1 tetes.

3.3 Skema Kerja

3.3.1 Golongan Darah

                  Ditusuk jari ke II dan IV agar darah keluar




        Diteteskan ke kaca preparat dua kali pada tempat yang berbeda




                 Ditetesi antigen A pada tetesan darah pertama
                Dan ditetesi antigen B pada tetsan darah kedua




            Dilihat apakah darah tersebut mengumpal atau tidak




                                     Hasil
                                     BAB IV

                                   PEMBAHASAN

4.1 Hasil Pengamatan
4.1.1 Golongan Darah

                      Nama            Anti A            Anti B          Golongan
           No                                                            Darah
            1     Yanti mala          Tidak            Tidak               O
            2     Musofa              Tidak            Tidak               O
            3     Nurul mufida        Tidak            Tidak               O
            4     Umi magfiroh        Tidak          Menggumpal            B
            5     Tessa ni’ma       Menggumpal         Tidak               A
            6     Wiwik               Tidak          Menggumpal            B
            7     Fatonah             Tidak          Menggumpal            O
            8     Andik sutrisno      Tidak          Menggumpal            B
            9     Zainudin            Tidak          Menggumpal            B
           10     Nanik fitria        Tidak          Menggumpal            B
           11     Halimatus           Tidak          Menggumpal            B
           12     Baikuni             Tidak          Menggumpal            B


4.2 Pembahasan

       Pada pengamatan yang kami lakukan, untuk mengetahui golongan darah pada
manusia kami menggunakan anti A dan anti B, dan probandus yang diguankan adalah
darah manusia berjenis kelamin laki-laki dan perempuan dan berjumlah 12
probandus. Pada table diatas dapat kita lihat apabila seseorang bergolongan darah O
maka pada pemberian anti A, dan Anti B tidak mengalami penggumpalan, darah
tetap encer, mahasiswa yang bergolongan darah O berjumlah 4 orang yaitu: Yanti
mala, Musofa, Nurul mufida, Fatonah. Pada golongan darah B apabila pemberian anti
A tidak mengalami penggumpalan, sedangkan pada pemberian anti B mengalami
penggumpalan mahasiswa yang bergolongan darah B berjumlah 7 orang yaitu: Umi
magfiroh, Andik sutrisno, Zainudin, Nanik fitria, Halimatus, Baikuni. Pada seseorang
yang bergolongan darah A apabila pemberian anti A akan mengalami penggumpaln,
sedangkan pemberian anti B tidak mengalami penggumpaln, mahasiswa yang
bergolongan darah A 1 orang dengan nama Tessa ni’ma. Pada table diatas tiadak ada
mahasiswa yang bergolongan darah AB. Golongan darah AB apabila pemberian anti
A dan B mengalami penggumpalan. Perbedaan golongan darah tersebut dapat
diketahui setelah pemberian cairan anti A atau Anti B dengan cara melihat apakah
darah tersebut mengumpal atau tidak.

       Pengumpalan darah tersebut disebabkan karena adanya interaksi antibodi
dengan antigen yan terikat pada eritrosit sehingga akan mengalami pengumpalan.
Sehingga apabila seorang mempunyai golongan darah A di beri anti A maka akan
diserang oleh antibodi anti A yang selanjutnya darah akan mengalami pengumplan.

Soewolo (2000) menjelaskan, interaksi antibodi dengan antigen yang terikat pada
eritrosit mungkin menghasilkan aglutinasi (pengumpalan) atau hemolisis (pecah).
Aglutinasi dan hemolisis eritrosit donor oleh antibodi plsma respien dapat
menyebabkan reaksi transfusi yang fatal. Aglutinasi donor yang datang dapat
menyumbat pembuluh-pembuluh kecil. Disamping itu, salah satu akibat yang sangat
mematikan dari kesalahan trnasfusi adalah kegagalan ginjal akut yang disebkan oleh
pembebasan hemoglobin yang sangat banyak dari eritrosit donor yang rusak. Bila
hemoglobin yang ebas dalam plasma meningkat diatas tingkat kritis, hemoglobin
tersebut akan mengendap didalam ginjal dan akan menghambat pembentukan urin.

       Karena seseorang bergolongan darah O tidak memiliki antigen A maupun
Antigen B, maka eritrositnya tidak akan diserang oleh antibodi Anti A amupun Anti
B, sehingga darah golongan O dapat ditransfusikan kepadaa semua golongan darah.
Sedangkan orang bergolongon darah O hanya dapat menerima donor dari golongan
darah O sendiri, sebab bila orang tersebut menerima darah golongan lain, maka
antibodi Anti A dan Anti B dalam plasma darahnya akan menyerang antigen A
mapun B dalam eritrosit yang datang (Soewolo, 2000).
                                     BAB V
                                   PENUTUP




5.1 Kesimpulan
      Dari hasil pembahasan diatas maka dapat disimpulkan :
   1. Golongan darah adalah ciri khusus darah dari suatu individu karena adanya
      perbedaan jenis karbohidrat dan protein pada permukaan membran sel darah
      merah.
   2. Menentukan golongan darah dapat digunakan caiaran Anti A dan Anti B
   3. Golongan darah terdiri dari golonan darah A, B, AB, O
                            DAFTAR PUSTAKA



Dodman NH. 1980. Fluid Balance and Therapy in Small Animal Practice. New York:
      Pergamon Press.

Frederic H. Martini. 2006. Fundamentals Of Anatomy & Physiology. America:
       Printed in the United States of America

Pearce, Evelyn. 2004. Anatomi Dan Fisologi Untuk Paramedis. Terjemahan Sri
       Yuliani Handoyo. Jakarta: Gramedia.

Pulung dan Eka Setya. 2006. Perbedaan Efek Fisiologis Pada Pekerja Sebelum Dan
      Sesudah Bekerja Di Lingkungan Kerja Panas. Kesehatan Lingkungan, 2: 163-
      172.

Syamsiar Nangsari, Nyayu. 1988. Pengantar Fisiologi Manusia. Jakarta: Depdikbud
      PPLPTK Jakarta.

Soewolo. 2005. Fisiologi Manusia. Malang UM Press.

Soewolo. 2000. Pengantar Fisiologi Hewan. Jakarta: PPGSM.

Wikipedia. 2009. Golongan Darah. http://id.wikipedia.org/wiki/Golongan_darah.
      Diakses tanggal 5Mei 2010.
             LAPORAN PRAKTIKUM

               FISIOLOGI HEWAN

                  Golongan Darah




                Dosen Pembimbing:

             Dra. Retno Susilowati, M.Si




                       Oleh:

             Tessa ni’mawati (07620071)




               JURUSAN BIOLOGI

        FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM

                     MALANG
2010

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags: gol.darah
Stats:
views:10189
posted:5/7/2010
language:Indonesian
pages:12