Buletin INFIBII Januari 2009 by xuy20978

VIEWS: 222 PAGES: 22

More Info
									Buletin INFIBII   Januari 2009
                                  BULETIN

                                  INFIBII         Vo l u m e 1 N o m o r 2 , J a n u a r i 2 0 0 9
            Redaksi

 Thompson S.N., S.Kom., M.Sc.
Viany U.T., S.Kom., M.M.,M.Com.
   Sigit Birowo, S.Kom., MCP
  Danel Gunardi, S.Kom., S.E.
   Christine Sanjaya, S.Kom.
     Eik Zulfikar Fahmi, S.T.
     Ferdy Firmansyah, S.T.


       Lay out & Grafis           Pembaca yang budiman,
       Hendri T.L., S.Sn.         bagi kalangan sains komputer rekursi (recursion)
        Nathania, S.Ds.           merupakan salah satu model pemecahan masalah
                                  yang dipelajari pada perkuliahan algoritma. Harus
                                  diakui topik rekursi kurang populer karena dianggap
                                  tidak efisien, menghabiskan banyak memori. Namun
                                  sebetulnya banyak dari antara kita yang kurang
                                  memahami natur model ini. Bayangkan masalah
                                  menara Hanoi yang dipecahkan tanpa pendekatan
                                  rekursi. Salah satu tulisan membahas topik ini.

                                  Karier dan keberhasilan di bidang ICT tidak dibatasi
                                  jenis kelamin. Hal ini telah dibuktikan oleh Grace
                                  Murray Hopper yang merancang compiler pertama.
                                  Pada edisi ini kami memperkenalkan Frances Allen
                                  yang dianugerahi Turing Award pada tahun 2006.

                                  Selamat membaca


                                                               Thompson Susabda Ngoen




Buletin INFIBII                                                                     Januari 2009
                             DAFTAR ISI
                     Volume 1 Nomor 2, Januari 2009




Recursion                                                     3
Thompson Susabda Ngoen

Dari File ke Database                                         7
Danel Gunardi

Cooliris                                                     11
Christine Sanjaya

GNU dan IGOS                                                 13
Dwi Nanto

Women in Computing                                           18
Thompson Susabda Ngoen

Profil Informatika IBII                                      19
Tim Redaksi




Buletin INFIBII                                       Januari 2009
                                           Sains Komputer |                                            3


                                           RECURSION
                                       Thompson Susabda Ngoen

Sebelum komputer dikenal manusia ilmu matematika telah berkembang selama ribuan tahun.
Salah satu cara mendefinisikan sesuatu di dalam matematika adalah pendefinisian yang
bersifat rekursif, maksudnya ‘sesuatu’ didefinisikan dengan mengacu kepada ‘sesuatu’ itu.
Sebagai contoh formula untuk menghitung faktorial bilangan bulat positif dituliskan sebagai
                                    1                                untuk n bernilai 0
                  faktorial (n) =
                                    n x faktorial (n - 1)            jika n > 1
Definisi rekursif terdiri atas dua bagian: 1) bagian untuk mengakhiri pengulangan, disebut juga
base case, 2) bagian untuk merinci perhitungan. Pada contoh faktorial di atas base case
adalah n yang bernilai nol dengan hasil sebesar satu, tidak lagi dirinci menjadi 0 x faktorial(-1).
Berdasarkan formula di atas maka faktorial(3) = 3 x faktorial(2) = 3 x 2 x faktorial(1) = 3 x 2 x 1
x faktorial(0) = 3 x 2 x 1 x 1 = 6.

Pada saat bahasa pemrograman komputer dirancang, fitur rekursif ini diisertakan dengan tujuan
untuk memudahkan transformasi formula matematika menjadi program komputer. Perhatikan
kemiripan function faktorial() yang ditulis di dalam bahasa C dengan bentuk formula matema-
tikanya.
                                      Program 1 Faktorial Rekursif
                     # include <stdio.h>
                     float faktorial (int n) {
                        if (n == 0) return 1;
                        else return n * faktorial(n - 1);
                     }
                     int main() {
                        int n;
                        printf(“n ? “); scanf(“%d”, &n);
                        printf(“%d! = %.0f\n”, n, faktorial(n));
                        return 0;
                     }


                                            n ? 6
                                            6! = 720

Pendekatan rekursif dapat digunakan untuk memecahkan masalah yang dapat diuraikan men-
jadi masalah sejenis yang lebih sederhana. Semula kita ingin menghitung faktorial(3). Ternyata
dapat diselesaikan dengan menghitung faktorial(2). Cara menghitung faktorial(2) sama persis
dengan cara menghitung faktorial(3), sekarang dengan nilai argumen atau parameter yang
lebih sederhana atau kecil.

Bilangan Fibonacci
Leornado of Pisa (Fibonacci) memberi ilustrasi tentang pembiakan kelinci. Sepasang kelinci
(jantan dan betina) ditempatkan di dalam sebuah pembiakan. Apabila sepasang kelinci baru
bisa menghasilkan keturunan setelah berusia dua bulan, melahirkan sepasang (jantan dan
betina) bayi kelinci, terdapat berapa jumlah pasang kelinci setelah sekian bulan? Pada masalah
ini diasumsikan tidak ada kelinci yang mati.
                                                                                    Frances E. Allen


Buletin INFIBII                                                                           Januari 2009
4                                      Sains Komputer |


Berapa jumlah pasangan kelinci pada akhir bulan ke-6? Jumlahnya 13 seperti diilustrasikan
Gambar 1. Jumlah pasangan kelinci pada akhir bulan ke-6 berasal dari jumlah pasangan
kelinci pada akhir bulan ke-5 ditambah pasangan bayi kelinci yang lahir pada akhir bulan ke-6.
Berapa jumlah pasangan bayi kelinci yang lahir pada akhir bulan ke-6? Lima pasang, yaitu K9,
K10, K11, K12, dan K13. Pasangan bayi kelinci ini dilahirkan oleh pasangan induk kelinci yang
telah berusia dua bulan atau lebih, artinya induk kelinci sudah harus eksis pada akhir bulan
ke-4 sehingga pada akhir bulan ke-6 telah berusia dua bulan atau lebih. Jadi jumlah pasangan
bayi kelinci yang lahir pada akhir bulan ke-6 adalah sebanyak pasangan kelinci pada akhir bulan
ke-4. Dengan demikian kita memperoleh rumus fibonacci(n) = fibonacci(n-1) + fibonacci(n-2).
Pada awalnya atau ketika n bernilai nol hanya terdapat satu pasang kelinci. Pada akhir bulan
pertama atau ketika n bernilai satu hanya terdapat satu pasang kelinci. Kedua kondisi ini
menjadi base case.




                              Gambar 1 Skema Pembiakan Kelinci

                             1                                   untuk n bernilai 0
           fibonacci (n) =   1                                   untuk n bernilai 1
                             fibonacci (n-1) + fibonacci (n-2)   jika n > 1

                                  Program 2 Pembiakan Kelinci
                     # include <stdio.h>
                     long fibo (int n) {
                       if (n == 0) return 1; else
                       if (n == 1) return 1; else
                       return fibo(n - 1) + fibo(n - 2);
                     }
                     int main() {
                       int n;
                       long hasil;
                         printf(“akhir bulan ke? “);
                         scanf(“%d”, &n);
                         hasil = fibo(n);
                         printf(“jumlah = %ld\n”, hasil);
                         return 0;
                     }


                                 akhir bulan ke? 6
                                 jumlah = 13




Buletin INFIBII                                                                       Januari 2009
                                       Sains Komputer |                                     5


             Sekiranya pasangan induk kelinci baru bisa melahirkan sepasang bayi kelinci
             setelah berusia tiga bulan atau lebih, bagaimana bentuk rumusnya?

Mencetak Deret Secara Rekursif
Menampilkan bilangan 1 2 3 sampai dengan n di layar monitor dapat dilakukan dengan
menggunakan instruksi repetisi seperti for, while, do while (pada bahasa C, C++, Java) atau
for, while, repeat until (pada bahasa Pascal/Delphi). Selain itu kita juga dapat memandang
pencetakan bilangan-bilangan tersebut dari sudut rekursi. Misalkan adalah function untuk
mencetak deret bilangan maka




            sehingga

Kapan proses rekursi berakhir? Jika parameter bernilai satu maka tidak lagi rekursi, hanya
mencetak bilangan satu tersebut. Jika simbol kita ganti dengan kata cetak_deret maka
diperoleh rumus:

           cetak_deret (n) =   { cetak 1 (n - 1) cetak n
                                 cetak_deret
                                                                     jika n = 1
                                                                     jika n > 1

                                 Program 3 Deret Bilangan Bulat
                       # include <stdio.h>
                       void cetak_deret(int n) {
                         if (n == 1) printf(“1 “);
                         else {
                           cetak_deret(n - 1);
                           printf(“%d “, n);
                         }
                       }

                       int main() {
                         int n;
                         printf(“n ? “); scanf(“%d”, &n);
                         cetak_deret(n);
                         return 0;
                       }


                                n ? 10
                                1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

             Function berikut akan memberikan hasil keluaran yang sama. Bagaimana dasar
             berpikirnya?
             void cetak_deret(int n) {
                  if (n > 0) {
                    cetak_deret(n - 1);
                    printf(“%d “, n);
                  }
             }


Buletin INFIBII                                                                   Januari 2009
6                                       Sains Komputer |


             Bagaimana cara mencetak deret bilangan secara rekursif mulai dari suatu bilangan
             menurun sampai dengan satu? Untuk data masukan 10 harus memberikan
             keluaran 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1

Jumlah Nilai Deret Bilangan
Menjumlahkan deret bilangan a + a+1 + a+2 + … + z-1 + z juga dapat dilakukan secara rekursif.
Misalkan simbol + menyatakan penjumlahan deret bilangan, maka
                            3+7 = 3+4+5+6+7
                            3+6 = 3+4+5+6
                            4+7 = 4+5+6+7
                  sehingga 3 + 7 = (3 + 6) + 7            versi 1
                  atau      3 + 7 = 3 + (4 + 7)           versi 2

Dengan demikian a + z dapat diuraikan menjadi (a + (z-1)) + z untuk versi 1 atau a +
((a+1) + z) untuk versi 2 . Pada suatu saat a akan bernilai sebesar z. Ini adalah kondisi base
case dengan hasil sebesar a atau z dan proses rekursi dihentikan. Apabila simbol + kita ganti
dengan sigma dan diletakkan di depan kedua parameter maka diperoleh rumus:

                                        a                           jika a = z
                     sigma (a, z) =     sigma (a, z-1) + z          jika a < z versi   1
                                        a + sigma (a+1, z)          jika a < z versi   2


                             Program 4 Penjumlahan Deret Bilangan
                  # include <stdio.h>
                  int sigma_1 (int a, int z) {
                    if (a == z) return a;
                    else return sigma_1(a, z - 1) + z;
                  }

                  int sigma_2 (int a, int z) {
                    if (a == z) return a;
                    else return a + sigma_2(a + 1, z);
                  }

                  int main() {
                    int bil_1, bil_2;
                    printf(“bilangan ? “);
                    scanf(“%d %d”, &bil_1, &bil_2);
                    printf(“jumlah = %d\n”, sigma_1(bil_1, bil_2));
                    printf(“jumlah = %d\n”, sigma_2(bil_1, bil_2));
                    return 0;
                  }

                                      bilangan ? 5 10
                                      jumlah = 45
                                      jumlah = 45


             Perhatikan bahwa penjumlahan deret bilangan 3 + 7 juga dapat diuraikan menjadi
             3 + (4 + 6) + 7. Bagaimana bentuk function-nya? Hati-hati menentukan base
             case.



Buletin INFIBII                                                                    Januari 2009
                                           Database |                                           7


                             DARI FILE KE DATABASE
                                         Danel Gunardi

Komputer digunakan sebagai alat pengolahan data elektronik. Melalui program komputer data
dientri (key-in) dan disimpan di media penyimpan sekunder seperti harddisk drive. Data ini
diistilahkan sebagai data file atau berkas data. Pada kesempatan lain berkas data ini kita baca
dengan menggunakan program komputer untuk diolah menjadi informasi yang berguna.
Entitas yang berhubungan dengan berkas data adalah character set, field, record, dan file.
Character set berisi himpunan karakter seperti ASCII, EBCDIC, ISO/IEC 8859-1 (Latin 1),
Unicode, UTF-8, UTF-16 dsb. Dari antara character set ini yang paling umum adalah ASCII.
Field ialah kumpulan karakter yang memiliki makna, digunakan untuk menyatakan atribut
suatu objek. Sebagai contoh objek siswa mempunyai atribut diantaranya nomor induk siswa,
nama siswa, tanggal lahir, tempat lahir, dan jenis kelamin. Di dalam terminologi berkas data
masing-masing atribut ini disebut sebagai field. Kumpulan field-field yang berhubungan mem-
bentuk record. Kumpulan record-record sejenis membentuk file atau berkas.




                               Gambar 1 Struktur Berkas Data Siswa
Sebuah field mempunyai atribut: 1) nama, 2) tipe, 3) ukuran. Nama field (field name) berfungsi
sebagai identitas untuk membedakannya dari field lain. Tipe field (field type) menyatakan jenis
data yang dapat ditampung field tersebut seperti karakter, teks (string), bilangan bulat, bilangan
pecahan, tanggal dsb. Sebagian tipe field harus dilengkapi dengan ukuran misalnya tipe string
(kumpulan karakter) harus ditentukan jumlah karakter yang dapat ditampung field tersebut.
Atribut field pembentuk record tidak direkam ke dalam berkas data. Program yang menulis (create,
write) berkas data harus mendefinisikan atau mendeklarasikan struktur record. Program yang
membaca (read) isi berkas data juga harus mendefinisikan struktur record dari file yang dibaca.
Gambar 2 berisi definisi (dalam bahas C dan Pascal) record yang diilustrasikan Gambar 1.
                  typedef struct {             type t_siswa = record
                    char nis[5];                 nis : string[4];
                    char nama[26];               nama: string[25];
                    char tgl[11];                tgl : string[10];
                    char kota[16];               kota: string[15];
                    char sex;                    sex : char;
                  } t_siswa;                   end;

                   Gambar 2 Deklarasi Tipe Record Pada Program untuk Write File

Definisi tipe record pada program kedua yang akan mengakses berkas data yang dihasilkan
program pertama boleh berbeda dengan definisi tipe record pada program pertama seperti
ditunjukkan Gambar 3.
Masalah akan timbul jika urutan field atau ukuran field pada definisi tipe record program kedua
berbeda dengan definisi record pada program pertama. Jika field no_s didefinisikan sebagai
field pertama berjenis string 10 karakter, saat record dibaca maka enam karakter nama siswa



Buletin INFIBII                                                                      Januari 2009
8                                          Database |


akan terbaca sebagai bagian dari nomor induk siswa. Jadi seorang pemrogram harus ingat
susunan dan panjang field dari suatu record saat akan membaca record tersebut. Ini merupakan
salah satu kelemahan berkas data.

                  typedef struct {              type t_murid = record
                    char no_s[5];                 no_s : string[4];
                    char nama_s[26];              nama_s: string[25];
                    char tglhr[11];               tglhr : string[10];
                    char kota[16];                kota_s: string[15];
                    char kelamin;                 kelamin : char;
                  } t_murid;                    end;


                  Gambar 3 Deklarasi Tipe Record Pada Program Untuk Read File
Secara fisik berkas data tersebut tersimpan di salah satu folder di media penyimpan sekunder.
Setiap orang yang memiliki akses ke folder tersebut dapat memanipulasi berkas data tersebut
misalnya melalui editor teks Notepad. Ini adalah kelemahan lain dari berkas data.

Database (basis data) terdiri atas sejumlah table yang berhubungan. Sebuah table basis
data berfungsi seperti sebuah berkas data. Deskripsi field sebuah table tersimpan di dalam
basis data. Ketika basis data diaktifkan maka otomatis field-field yang terdapat di dalam table-
table diketahui tanpa harus didefinisi ulang oleh program yang membaca table tersebut.

Selain table sebuah basis data dilengkapi database engine, suatu piranti lunak yang mengelola
table-table tersebut. Permintaan yang dikirimkan program aplikasi untuk mengakses data ditangani
oleh piranti lunak ini. Database engine mengendalikan akses terhadap table-table.




                            Gambar 4 Database Management System
Berdasarkan struktur table atau file pembentuknya, basis data dapat dikelompokkan menjadi:
1. model hirarkis (hierarchical data model)
2. model jaringan (network data model)
3. model relasional (relational data model)

Model Basis Data Hirarkis
IMS adalah contoh basis data hirarkis yang dikeluarkan IBM pada tahun 1968 untuk digunakan
di mesin komputer mainframe yang menjalankan sistem operasi MVS. Basis data model ini
tidak dirancang terlebih dahulu secara konsep teoritis. Model Basis data ini terbentuk berdasarkan
hasil implementasi suatu piranti lunak basis data, khususnya IMS.

Basis data hirarkis terdiri atas sejumlah file yang tersusun di dalam struktur pohon (tree), yaitu
susunan dengan hubungan one-to-many (1:N). Pada struktur basis data ini satu file induk
berhubungan dengan nol, satu, atau beberapa file anak. Urutan file anak pada struktur pohon
ini adalah signifikan. Berbeda dengan struktur data pohon yang simpul-simpulnya mempunyai
tipe record yang sama, tipe record file-file pada basis data ini umumnya berbeda.


Buletin INFIBII                                                                      Januari 2009
                                          Database |                                         9


Gambar 5 mengilustrasikan struktur sebuah basis data hirarkis. Basis data ini berisi data pela-
tihan internal sebuah perusahaan yang mempunyai beberapa lokasi perusahaan. Peserta
pelatihan adalah karyawan perusahaan, demikian juga dengan instruktur pelatihan.




                      Gambar 5 Struktur Basis Data Pelatihan Model Hirarkis
File Pelatihan berisi data jenis pelatihan yang disediakan perusahaan. File Prasyarat berisi
data pelatihan lain yang harus sudah diikuti sebelum mengikuti suatu pelatihan tertentu. File
Jadwal berisi jadwal pelatihan yang sudah dan akan dilakukan. File Instruktur berisi identitas
karyawan yang berfungsi sebagai instruktur pada suatu kegiatan pelatihan tertentu. Jenis pela-
tihan yang sama tetapi dilaksanakan pada waktu yang berbeda bisa dilayani instruktur yang
berbeda. File Peserta berisi data karyawan yang mengikuti suatu pelatihan beserta nilainya.




                            Gambar 6 Contoh Isi Basis Data Pelatihan
Gambar 6 mengilustrasikan contoh isi basis data pelatihan. Secara fisik record-record
tersebut dihubungkan dengan menggunakan pointer seperti pada senarai berkait (linked list).
Dari antara tiga jadwal pelatihan Database Design, yang telah direalisasi adalah pelatihan
dengan kode J01 bertanggal 20090112 yang diikuti tiga karyawan. Ketika pelatihan J02
direalisasi maka akan terbentuk record-record baru bertipe Instruktur dan Peserta yang
dikaitkan dengan salah satu field record J02.

Model Basis Data Jaringan
Model basis data jaringan diusulkan oleh Charles Bachman dan dikembangkan menjadi pemba-
kuan basis data oleh DBTG (Database Task Group) konsorsium CODASYL (Conference on
Data System Language) pada tahun 1969. DBTG juga mengusulkan tiga bahasa untuk mema-
nipulasi basis data jenis ini: Schema Data Description Language (Schema DDL), Subschema
DDL, dan Data Manipulation Language (DML).


Buletin INFIBII                                                                    Januari 2009
10                                     Internet & Web |


IDMS adalah contoh basis data model jaringan yang dikeluarkan perusahaan Cullinet Software
untuk mesin komputer mainframe IBM yang menggunakan sistem operasi VSE dan MVS.
Pada model basis data jaringan hubungan antar file berstruktur jaringan atau graph sehingga
sebuah file ’anak’ boleh berhubungan dengan dua file ’induk’.

Gambar 7 mengilustrasikan struktur basis data jaringan yang berisi data Pelatihan. Perbedaan
utama dengan versi hirarkisnya terletak pada file Karyawan. Karena instruktur adalah karyawan
dan peserta pelatihan juga karyawan maka data ini dijadikan sebuah file yang berhubungan
dengan file Instruktur dan Peserta.




                     Gambar 7 Struktur Basis Data Pelatihan Model Jaringan
Model Basis Data Relasional
Istilah relational diusulkan oleh Edgar F. Codd dari IBM Almaden Research Center. Basis
data ini terdiri atas sekumpulan relation (table). Sebuah relation terdiri atas sejumlah tuple
(record) yang mempunyai attribute (field) yang sama. Sebuah tuple mewakili sebuah objek
dan berisi informasi tentang objek tersebut. Yang dimaksud objek di sini dapat berupa objek
fisik atau sebuah konsep. Relation digambarkan sebagai tabel.

Basis data model ini sekarang banyak digunakan, baik yang berlisensi bisnis seperti MS SQL
Server, DB2 dari IBM, dan PL/SQL dari Oracle maupun yang berbasis open source seperti
MySQL, PostgreSQL, dan Interbase (Firebird). Gambar 8 mengilustrasikan model relasional
dari basis data pelatihan. Pada tulisan yang akan datang kita akan membahas basis data
model ini lebih mendalam.




                    Gambar 8 Struktur Basis Data Pelatihan Model Relasional




Buletin INFIBII                                                                   Januari 2009
                                           Database |                                            11


                                         COOLIRIS
                                       Christine Sanjaya

Cooliris adalah plug-in pada browser (Firefox, Internet Explorer, Safari, dan Flock) yang
menyediakan cara yang cepat dan efektif dalam menjelajahi web. Plug-in ini memberikan
pengalaman ‘3D Wall’ sehingga kita dapat me-browse ribuan image, video, dan objek lain
dengan mudah dan cepat.
                                           3D Wall Cooliris menyediakan cara yang menarik
                                           dan mudah di dalam mencari dan melihat ribuan
                                           foto dan video. Dengan menyajikannya dalam
                                           sebuah dinding yang luas, Cooliris membantu Anda
                                           untuk menemukan apa yang dicari lebih cepat
                                           daripada cara tradisional dengan mengelik tombol
                                           next pada halaman web. Bagi pengguna internet
                                           dengan bandwith yang terbatas, fasilitas Cooliris ini
                                           akan sangat membantu di dalam mencari gambar
                                           secara cepat.
             Gambar 1 3D Wall
Instalasi Cooliris
Cooliris yang terbaru versi 1.9 dapat diunduh (down-load) dari situs web www.cooliris.com.
Setelah selesai unduh, restart browser. Icon Cooliris akan ditambahkan pada toolbar browser.

Cara Penggunaan
Aktifkan Cooliris dengan mengelik icon Cooliris
ketika mengunjungi situs web yang mendukung
Cooliris. Anda dapat juga menggunakan fasilitas
built-in search dari Cooliris untuk melaku-
kan pencarian pada Google Images, Flickr,
YouTube, Hulu, DevianART dan web lain untuk
mendapatkan hasil search secara cepat dalam
3D Wall yang tidak terbatas.                                   Gambar 2 Icon Cooliris

Tampilan Cooliris dapat diubah. Perubahan
dilakukan dengan mengelik icon Preference
berbentuk roda di kiri atas layar. Dua jenis setting
tersedia: wall settings dan slideshow settings.
Wall settings mencakup sudut dinding, kecepatan
scroll, jumlah baris image , dan background
image. Selain itu dapat dilakukan setting terhadap
durasi slide.
                                                           Gambar 3 Icon Setting Tampilan

Untuk memilih suatu gambar pada 3D Wall klik gambar tersebut.
Gambar akan diperbesar dan informasi gambar akan ditampilkan
jika ada. Untuk masuk ke halaman web asal gambar klik icon
jump-to-page.
                                                                       Gambar 4 Icon Jump


Buletin INFIBII                                                                         Januari 2009
12                                     Internet & Web |




                                  Gambar 5 Memilih Gambar

Menggunakan Cooliris Pada Situs Web
Bila Anda memiliki situs web yang mempunyai banyak gambar dan Anda ingin agar gambar-
gambar tersebut dapat di-browse dengan menggunakan Cooliris, cukup daftarkan URL Anda
ke Cooliris, pilih gambarnya maka Cooliris akan membuat preview dan file XML agar Cooliris
dapat digunakan pada web Anda.

Bila Anda hendak menggunakan Cooliris ini di dalam web Anda secara langsung, Cooliris
juga menyediakan plug-in di dalam frame browser Anda. Langkahnya tidak sulit diikuti dan
gambar-gambar di web Anda pun dapat segera dilihat pada 3D Wall Cooliris.

                             Tabel 1 Browser yang Didukung Cooliris




          suport
          suport, browser versi Beta
          tidak suport




Buletin INFIBII                                                               Januari 2009
                                           Linux |                                        13


                                   GNU dan IGOS
                                         Dwi Nanto

Apakah GNU itu?
Proyek GNU diluncurkan pada tahun 1984 untuk mengembangkan
sebuah sistem operasi lengkap serupa Unix yang berbasis perang-
kat lunak bebas (PLB) yaitu sistem GNU. Kernel GNU tidak pernah
rampung sehingga GNU menggunakan kernel Linux. Kombinasi
GNU dan Linux merupakan sistem operasi GNU/Linux yang kini di-
gunakan secara luas. Terkadang, kombinasi ini secara keliru disebut
Linux. Dewasa ini terdapat berbagai varian ‘distribusi’ GNU/Linux.
Kami menyarankan pemakai untuk menggunakan distribusi GNU/
Linux yang 100% perangkat lunak bebas, atau dengan kata lain        Gambar 1 Logo GNU
sepenuhnya menghargai kebebasan. GNU merupakan singkatan rekursif dari “GNU’s Not Unix”
(GNU bukan Unix), dilafalkan sebagai ge-nuu.
Free Software Foundation
FSF - The Free Software Foundation adalah sebuah yayasan nirlaba yang didirikan oleh Richard
M. Stallman pada tahun 1985 untuk mendukung gerakan perangkat lunak bebas. FSF menjadi
sponsor utama bagi proyek GNU. FSF mempunyai motto free software, free society. FSF
menerima sedikit sekali sumbangan dana dari kalangan perusahaan atau organisasi donatur
lainnya sehingga sangat bergantung kepada bantuan perorangan.

Pertimbangkan untuk membantu FSF dengan menjadi anggota asosiasi, atau dengan membeli
buku reference manual software terbitan FSF atau dengan memberikan sumbangan, khususnya
bagi perusahaan yang menggunakan PLB sebagai perangkat kerja. Dengan dukungan sumbangan
ini maka PLB lainnya atau yang versinya lebih baru dapat dipersembahkan FSF kepada khalayak
umum. Silahkan kunjungi situs Internet FSF di http://www.fsf.org.




                                     Gambar 2 Logo FSF
Proyek GNU mendukung misi FSF untuk melestarikan, melindungi, serta memromosikan kebe-
basan menggunakan, mempelajari, mengubah, dan mengedarkan perangkat lunak komputer,
serta mempertahankan hak para pengguna perangkat lunak bebas. FSF mendukung kebe-
basan berbicara, pers, berserikat di Internet, hak untuk menggunakan perangkat lunak yang
dapat melakukan enkripsi untuk komunikasi pribadi, serta hak untuk menulis perangkat lunak,
yang terlepas dari monopoli pribadi.
Perangkat Lunak Bebas (Free Software)
Perangkat lunak bebas berhubungan dengan kebebasan para pengguna untuk menjalankan
(run), menyalin (copy), mengedarkan (distribute), mempelajari (study), mengubah (change),
serta memperbaiki (improve) perangkat lunak. Makna kata ‘free’ di sini bukan dalam pengertian
‘gratis’. Keempat jenis kebebasan yang diberikan PLB kepada pengguna adalah:
• kebebasan untuk menjalankan program untuk keperluan apapun (kebebasan 0).
• kebebasan untuk mempelajari cara kerja program serta mengadaptasikannya sesuai dengan
   keperluan (kebebasan 1). Prasyarat kebebasan ini ialah akses terhadap kode sumber (source
   code) program.


Buletin INFIBII                                                                  Januari 2009
14                                          Linux |


• kebebasan untuk mengedarkan perangkat lunak sehingga dapat membantu orang yang
  membutuhkan (kebebasan 2).
• kebebasan untuk memperbaiki program, serta mengedarkan perbaikan tersebut kepada
  masyarakat sehingga bermanfaat bagi semua (kebebasan 3). Prasyarat kebebasan ini ialah
  akses terhadap kode sumber program.

Sebuah program merupakan PLB jika pengguna memiliki semua kebebasan di atas terhadap
program tersebut. Dengan demikian pengguna bebas mendistribusikan program tersebut, tanpa
atau dengan biaya pengiriman, dan tanpa harus meminta ijin kepada pembuat program. Peng-
guna bebas melakukan modifikasi (perubahan) terhadap program PLB tanpa harus memberi-
tahukannya kepada pihak lain. Program PLB memberi kebebasan kepada pengguna (pero-
rangan atau organisasi) untuk menggunakannya pada platform komputer apapun tanpa harus
mengkomunikasikan hal ini dengan pembuat program. Program PBL memberi kebebasan
kepada pengguna untuk menjalankan program sesuai dengan kebutuhan dan tujuan pengguna,
bukan tujuan pembuat program.

Kebebasan di dalam meredistribusi program PLB mencakup distribusi source code dan
executable code, baik versi asli atau versi modifikasi. Kebebasan melakukan modifikasi dan
meningkatkan versi program PLB berarti pengguna harus diberi hak untuk mengakses source
code program tersebut. Suatu ketika apabila pembuat program membatalkan hak atau lisensi
yang diberikan kepada program PLB-nya maka program tersebut tidak lagi berstatus PLB.

                            Aturan pendistribuan program PLB oleh pengguna kepada pengguna
                            lain tidak boleh bertentangan dengan kebebasan semula. Sebagai
                            contoh aturan copyleft tidak mengijinkan penguna pertama membatasi
                            pengguna kedua yang dikirimi program tersebut.

                            Free software tidak berarti non komersial. Program PLB boleh
                            digunakan untuk pemakaian komersial, pengembangan komersial,
                            dan distribusi komersial. PLB boleh dikembangkan menjadi perangkat
                            lunak komersial (berbayar).
Gambar 3 Richard Stallman

Pada awalnya terdapat aturan copyright (hak cipta). Aturan ini memberikan hak kepada pencipta
atau pengembang atau penulis untuk melarang pihak lain mereproduksi, mengubah, atau
mendistribsi karyanya. Aturan copyleft dibuat sebagai tandingan terhadap ketentuan copyright.
Aturan copyleft memberi kebebasan kepada pengguna untuk mereproduksi, mengubah, dan
mendistribusi karya (misalnya program komputer) kepada pihak lain. Proyek GNU menggunakan
aturan copyleft.
Indonesia, Go Open Source
Indonesia, Go Open Source! disingkat IGOS adalah sebuah semangat gerakan untuk
meningkatkan penggunaan dan pengembangan piranti lunak open source di Indonesia.
IGOS dideklarasikan pada 30 Juni 2004 oleh lima kementerian yaitu Kementerian Negara
Riset dan Teknologi, Departemen Komunikasi dan Informatika, Kementerian Hukum dan Hak
Asasi Manusia, Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara, dan Departemen
Pendidikan Nasional.

Gerakan ini melibatkan seluruh stakeholder TI (akademisi, sektor bisnis, instansi pemerintah,
dan masyarakat) yang dimulai dengan program untuk menggunakan piranti lunak sumber


Buletin INFIBII                                                                   Januari 2009
                                           Linux |                                        15


terbuka di lingkungan instansi pemerintah. Diharapkan langkah ini dapat diikuti oleh semua
lapisan masyarakat untuk menggunakan piranti lunak legal.
Semangat gerakan ini memiliki sasaran sebagai berikut:
• memberikan lebih banyak alternatif piranti lunak yang dapat digunakan oleh masyarakat
   secara legal dan terjangkau, sehingga jumlah pengguna komputer meningkat
• meningkatkan kemampuan riset dan pengembangan teknologi informasi nasional di bidang
   piranti lunak
• menciptakan kompetisi pengembangan teknologi informasi untuk dapat bersaing di
   percaturan global




                                    Gambar 4 Logo IGOS
IGOS Berdikari
Distro buatan PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) ini memungkinkan para pemilik warnet beralih
ke solusi open source tanpa kesulitan yang berarti, karena memiliki fitur dan fasilitas yang
sama dengan sistem operasi lainnya. Dengan berbasis sistem operasi Linux, IGOS Berdikari
lebih tahan dan aman dari serangan virus atau trojan horse.
Informasi lebih lengkap dapat dilihat di situs Internet http://www.psn.co.id/igos/

IGOS Billing
Sistem informasi billing on-line PSN ini adalah sistem penghitungan dan pembuatan tagihan
pemakaian yang memanfaatkan teknologi informasi untuk membantu pengusaha warnet memo-
nitor penggunaan dan pemasukan warnetnya. Pengusaha warnet dapat mengakses informasi
mengenai transaksi yang terjadi pada warnetnya kapan saja dan dimana saja melalui Internet.
Sistem informasi billing warnet on-line ini mampu memberikan informasi:
          • penggunaan setiap workstation
          • pendapatan total warnet perhari
          • jumlah pengguna warnet perhari
          • dan beberapa fitur lainnya.
Dengan adanya situs billing on-line ini pengusaha warnet dapat mengontrol dan memonitor
operasional warnetnya dengan mudah.

IGOS Kwartet
IGOS Kwartet buatan PSN adalah sebuah teknologi yang mampu menghubungkan empat set
monitor, keyboard, dan mouse dengan sebuah PC berbasis Linux yang dilengkapi dengan empat
buah kartu VGA dan delapan port USB. IGOS Kwartet memungkinkan setiap terminal memiliki
kualitas visual yang bagus sesuai dengan kemampuan kartu VGA-nya. Hal ini dimungkinkan
sebab setiap terminal terhubung dengan satu kartu VGA. IGOS Kwartet dapat digunakan war-
net yang ingin melakukan penghematan biaya investasi perangkat keras namun pengguna
warnet tetap dapat menikmati kualitas visualisasi yang bagus dan menarik.


Buletin INFIBII                                                                  Januari 2009
16                                           Linux |


IGOS Kwartet memudahkan proses perawatan terminal karena CPU-nya hanya satu dan juga
lebih tahan terhadap serangan virus atau trojan horse karena sistem operasi yang digunakan
adalah Linux.

IGOS Laba-laba
IGOS Laba-laba adalah arsitektur thin client mengadaptasi open source yang memanfaatkan
PXES thin client terminal, sehingga hanya dengan sebuah komputer server berbasis Linux
dapat melayani hingga 12 workstation diskless. Sesuai untuk digunakan di warnet.

IGOS Dwiwarna
IGOS DwiWarna (IDW) adalah sebuah sistem operasi Linux yang dilengkapi dengan beragam
paket atau aplikasi. IDW yang juga disebut Distro DwiWarna ini dibuat oleh komunitas open
source DwiWarna. IDW dapat digunakan untuk kebutuhan perkantoran/desktop, dan sebagai
server.
Informasi lebih lengkap dapat dilihat di situs Internet http://dwiwarna.web.id/

IGOS Nusantara
IGOS Nusantara 2006 adalah aplikasi desktop yang merupakan distro Linux berbasis Fedora
Core 5, dirancang khusus untuk desktop, sangat cocok digunakan untuk perorangan, bisnis,
industri, dan perkantoran.

Aplikasi yang terinstall dalam IGOS Desktop Nusantara 2006 antara lain: sistem operasi (Linux),
aplikasi perkantoran (OpenOffice 2.0.3), Internet Browser (FireFox), E-mail Client (Evolution),
Chatting (GAIM), pengolahan grafis (GIMP), serta aplikasi multimedia.
Informasi lebih lengkap dapat dilihat di situs Internet http://www.igos-nusantara.or.id

SDN IGOS
SDN IGOS adalah sebuah merek perangkat lunak berbasis open source yang diluncurkan oleh Tim
Konsorsium IGOS untuk memenuhi tuntutan masyarakat akan adanya produk open source
untuk sistem desktop yang siap pakai. SDN IGOS dilengkapi dengan dukungan infrastruktur
dan helpdesk serta model bisnis yang mendukung pertumbuhan industri IT lokal. SDN IGOS
merupakan salah satu piranti lunak pertama yang diluncurkan dengan merk IGOS desktop
dan merupakan aplikasi lengkap untuk desktop dan terintegrasi:
        1. Operating system: IGOS OS
        2. Office productivity: IGOS Office
        3. Project management: Project Manager
        4. E-mail client: Evolution
        5. Instant messaging client: GAIM
        6. Desktop environment: GNOME
        7. Application platform: Java
        8. Browser: Mozilla Firefox
        9. Graphic design: GIMP 2.0
Informasi lebih rinci dapat dilihat di situs Internet http://www.igos-desktop.com

Waroeng IGOS
Aplikasi ini untuk usaha warnet berbasis open source yang dikembangkan Universitas
Gunadarma untuk aplikasi desktop (client) yang terdiri atas: office application (word processing,
spreadsheet, dan presentation), internet application (web browser, chatting, mail client) dan
anti virus (clamav, spamassassin), maupun untuk server yang terdiri atas: security, proxy
manager, IP location, billing system warnet dan quality of services.



Buletin INFIBII                                                                      Januari 2009
                                            Linux |                                            17


Aplikasi/Distro Linux Waroegng IGOS ini terdiri atas 3 (tiga) buah CD-ROM, yaitu:
    • CD-ROM 1 : Aplikasi Server (Knoppix Version/live on CD).
    • CD-ROM 2 : Aplikasi Client (Knoppix Version/live on CD).
    • CD-ROM 3 : Instalasi untuk komputer client dan server.
Informasi lebih lengkap dapat dilihat di situs Internet http://igos.gunadarma.ac.id/

Sebagai salah satu program implementasi deklarasi IGOS, pihak Ristek bersama YPLI (Yayasan
Penggerak Linux Indonesia) menyusun delapan seri dokumen Panduan Pendayagunaan Open
Source Software, yaitu:
1. Konfigurasi server Linux (DNS, Web Server, E-mail Server, FTP Server)
2. Bahasa pemrograman open source (Perl, PHP, Java, GCC, QT, Phyton, Ruby)
3. Perangkat lunak bebas dan open source
4. CMS, CRM, dan ERP (Content Management System, Customer Relationship
   Management, dan Enterprise Resource Planning)
5. Petunjuk instalasi IGOS Nusantara
6. RDBMS MySQL
7. Aplikasi perkantoran OpenOffice.org
8. Aplikasi untuk server (Bind, Apache, Postfix, FreeRadius, OpenLDAP)




                                   Gambar 5 Tampilan GIMP

Link Rujukan:
http://id.wikipedia.org/wiki/IGOS
http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia,_Go_Open_Source
http://poss.itb.ac.id/
http://www.igos.web.id/
http://www.psn.co.id/
http://www.blankonlinux.or.id/
http://igos-nusantara.or.id




Buletin INFIBII                                                                        Januari 2009
18                                      Komunitas IT |


                             WOMEN IN COMPUTING
                                Thompson Susabda Ngoen



A. M. Turing Award adalah anugerah ilmiah tertinggi di bidang komputasi, teknologi informasi,
dan komunikasi. Penghargaan ini dapat disejajarkan dengan hadiah nobel bidang sains.

Turing Award untuk tahun 2006 dianugerahkan ACM kepada Frances Elizabeth Allen. Peng-
anugerahan ini berkaitan dengan kontribusi beliau di dalam pengembangan teori dan praktik
teknik optimisasi compiler, yang meletakkan fondasi bagi optimizing compiler modern dan
eksekusi paralel otomatis. Allen menjadi wanita pertama yang memperoleh Turing Award sejak
hadiah ini dianugerahkan kali pertama pada tahun 1966.

Pekerjaan Ibu Allen memberikan dampak besar terhadap penelitian dan praktik pengembangan
compiler. Compiler adalah sejenis piranti lunak (software) untuk menerjemahkan program yang
ditulis sesuai kaidah bahasa pemrograman tertentu (misalnya bahasa Pascal, bahasa C, bahasa
Java) menjadi kode-kode bahasa mesin yang dikenal dan dapat dijalankan (dieksekusi) oleh
perangkat keras komputer. Turbo Pascal, GCC, Visual Basic, Borland J++ Builder adalah
sebagian contoh compiler. Di dalam Database Management System (DBMS) seperti MySQL
dan PL/SQL Oracle juga terdapat komponen compiler.

Artikel ilmiah ibu Allen berjudul Program Optimization (tahun 1966) meletakkan dasar konsep-
tual bagi analisis sistematis dan transformasi program komputer. Di dalam tulisan ini Allen mem-
perkenalkan struktur data graph untuk mengkodekan isi program supaya secara otomatis dan
efisien dapat mengidentifikasi kemungkinan dilakukan optimasi.

Tulisan beliau yang berjudul Control Flow Analysis dan A Basis for Program Optimization
pada tahun 1970 menetapkan interval sebagai konteks analisis dan optimasi data flow yang
efisien dan efektif.

Pada tahun 1971 bersama dengan John Cocke (peraih Turing Award tahun 1987) beliau mener-
bitkan hasil penelitian berjudul A Catalog of Optimizing Transformations memberikan deskripsi
yang pertama dan sistematis tentang cara mengoptimalkan transformasi. Penelitian-penelitian
beliau pada tahun 1973 dan 1974 tentang interprocedural data flow analysis mengembangkan
analisis terhadap seluruh program. Tulisan beliau bersama Cocke pada tahun 1976
memperkenalkan salah satu dari dua strategi analisis utama yang digunakan optimizing
compiler sampai hari ini.

Ibu Allen menyelesaikan studi sarjana bidang matematika di The New
York State College for Teachers (sekarang bernama State University of
New York at Albany) pada tahun 1954. Beliau menyelesaikan studi S2
matematika di University of Michigan tahun 1957. Sejak 15 Juli 1957
beliau bergabung dengan IBM. Ibu Allen pensiun dari IBM pada tahun
2002. Pada tahun yang sama Ibu Allen memperoleh penghargaan
Augusta Ada Lovelace Award yang diberikan oleh Association for
Women in Computing. Penghargaan lain yang diperoleh beliau adalah
IBM Fellow, IEEE Fellow, ACM Fellow. Saat ini ibu Allen menjadi anggota
Computer Science and Telecommunication Board, Computer Research
Associates Board, dan CISE Advisory Board dari National Science
Foundation.

Buletin INFIBII                                                                     Januari 2009
                                      Profil INFIBII |                              19


Viany Utami Tjhin

Berbekal prestasi sebagai juara pertama dari kelas 1 sampai kelas 3 di sekolahnya, SMA
Gembala Baik Pontianak, Ibu Viany (demikian panggilannya) melanjutkan pendidikan di
program studi Sistem Informasi STMIK Bina Nusantara (Binus) pada tahun 1994, melalui jalur
beasiswa karier. Dengan status sebagai mahasiswa beasiswa karier, beliau bekerja dari pagi
hingga sore hari di Binus dan kuliah dari sore hingga malam hari, layaknya seorang karya-
wan. Kondisi yang cukup berat ini tidak menyurutkan semangatnya untuk berprestasi. Hal ini
dibuktikan dengan berhasilnya beliau meraih gelar S.Kom pada tahun 1998 dengan predikat
cum laude.

Mengajar sudah biasa dilakukannya sejak masih sekolah dengan menjadi tutor bagi teman-
temannya khususnya untuk mata pelajaran sulit seperti fisika dan kimia serta menjadi guru
les privat. Setelah memutuskan untuk berkarier di bidang pendidikan Ibu Viany melanjutkan
studi magister di UBiNus dan Curtin Unversity of Technology dalam bidang manajemen sistem
informasi pada tahun 1999, dan melupakan cita-citanya ketika masih SMA yang ingin menjadi
dokter.

                                                   Selama berkarier di BiNus Ibu Viany pernah
                                                   menjadi asisten laboratorium pemrograman,
                                                   manajer operasional laboratorium, sekretaris
                                                   jurusan manajemen, di samping kegiatan
                                                   sebagai staf pengajar (dosen).

                                                   Ibu Viany bergabung dengan Informatika
                                                   IBII sejak tahun 2005. Sesuai dengan latar
                                                   belakang pendidikannya beliau mengampu
                                                   mata kuliah kelompok Sistem Informasi,
                                                   menjabat sebagai sekretaris Program Studi
                                                   Sistem Informasi, dan Manajer MIS IBII.

Berikut beberapa komentar mahasiswa tentang Ibu Viany.
“Saat semester II mata kuliah Konsep Sistem Informasi diajar oleh Bu Viany yang
juga menjadi dosen wali saya. Beliau mengajar dengan sangat menyenangkan,
dan hampir dari seluruh topik yang beliau ajarkan, dapat terserap dengan baik
oleh saya. Selain itu, sebagai dosen wali, beliau juga banyak memberikan perha-
tian dan bimbingan seputar perkuliahan dan magang kerja yang sangat mem-
bantu saya dan teman-teman. Terima Kasih banyak ya bu untuk dukungan dan
perhatian yang begitu besar kepada kami ^^”.

“Menurut saya Bu Viany adalah dosen yang sangat qualified, karena dapat mem-
berikan informasi yang mudah dimengerti. Selain sebagai dosen, bagi saya dia
seorang motivator dan pemberi nasehat yang baik. Saya sering meminta penda-
patnya tentang aktivitas-aktivitas tambahan yang akan saya ikuti, agar tidak meng-
ganggu kuliah. Oleh karena itu dia menjadi salah satu dosen favorit saya”, kata
mahasiswa yang lain.

“Harapan saya, alumni program studi Sistem Informasi IBII mempunyai karier yang
baik di dunia kerja dan dapat diterima oleh masyarakat, khususnya dunia usaha
dan dunia industri”, demikian kata Ibu Viany.




Buletin INFIBII                                                                   Januari 2009
20                                        Profil INFIBII |


Yogi (57060157)
Sejak mendapat pelajaran programming di sekolahnya, SMU
Fons Vitae I, Yogi tertarik dengan dunia IT. Informasi yang lebih
rinci mengenai program studi Teknik Informatika (TI) IBII diperoleh-
nya ketika ada edu fair di sekolahnya. Setelah bertanya kepada
saudaranya mengenai mutu pembelajaran di IBII maka tanpa
ragu-ragu lagi Yogi segera mendaftar sebagai mahasiswa TI IBII
angkatan 2006.

”Saya memilih IBII karena saya percaya akan mutu dan
kualitas IBII. Itu terbukti dengan apa yang telah saya
dapatkan sampai sekarang ini. Di program studi Teknik
Informatika IBII, para dosennya sangat kompeten di bidangnya, mereka mengeta-
hui teori dan penerapannya di lapangan, sehingga dapat mengajar dengan baik.
Dosen-dosennya juga mau membantu mahasiswanya bila ada kesulitan, bahkan
ada dosen yang mau memberi kuliah tambahan di luar jadwal kuliah yang ada,
untuk memberikan mahasiswanya pendalaman yang lebih baik mengenai mata
kuliahnya. Saya merasa beruntung telah memilih IBII sebagai tempat kuliah saya”.

Dengan cita-cita untuk menjadi seorang software engineer yang handal, setiap mata kuliah
khususnya tentang IT diikutinya dengan serius dan tekun. Hal ini membuahkan hasil dengan
dua kali Yogi dianugerahi penghargaaan dan beasiswa prestasi akademik, pada saat semester
I dan semester IV. Ketika ditanya tentang fasilitas kuliah di TI IBII, dia menjawab bahwa fasilitas
yang ada cukup lengkap dan menunjang. Sukses selalu Yogi.

Shita Novelia (47060753)

                            Meskipun hobinya ‘ringan-ringan saja’, yaitu bermain basket dan
                            baca komik, sejak di SMA teman kita ini telah bercita-cita merintis
                            karier di bidang IT dan ingin menjadi seorang sytems analyst yang
                            handal. Setelah mendapat informasi dari sejumlah kenalan yang
                            berstatus mahasiswa dan juga alumni IBII tentang mutu lulusan IBII
                            yang banyak dicari perusahaan, Shita mendaftarkan diri sebagai
                            mahasiswa program studi Sistem Informasi (SI) IBII angkatan 2006
                            meskipun usia program studi ini relatif masih muda.

                          “Menurut saya yang bagus dengan SI IBII adalah dosennya
berkualitas dan juga menyampaikan perkuliahan dengan jelas. Suasana belajar
di kelas juga menyenangkan, di samping itu juga jumlah mahasiswa per kelasnya
tidak banyak. Kemudian juga ada fasilitas ruang komputer khusus informatika IBII
yang sangat bermanfaat bagi mahasiswa. Bagi mahasiswa yang mengalami kesu-
litan dalam pelajaran, ada pendalaman materi yang diberikan oleh kakak kelas di
luar perkuliahan, hal ini saya rasakan sangat membantu untuk dapat lebih mema-
hami pelajaran. Dan juga adanya hubungan yang akrab, baik antar mahasiwa
informatika IBII dan juga dengan para dosen.”
Pelajaran komputer yang didapatnya semasa di SMA Cindera Mata Bekasi cukup menunjang
studinya saat ini. Berkat ketekunannya ditambah dengan atmosfir akademik yang kondusif di
SI IBII, Shita berhasil meraih predikat mahasiswa berprestasi akademik pada semester Ganjil
dan Genap 2007/2008 serta memperoleh beasiswa studi.




Buletin INFIBII                                                                       Januari 2009
Buletin INFIBII   Januari 2009

								
To top