Kedaulatan Negara dan Jurisdiksi Negara
Document Sample


KEDAULATAN DAN
JURISDIKSI
Dasar Kedaulatan
Pasal 2 (7) Piagam PBB :
“Nothing contained in the present Charter
shall authorize the United Nations to intervene
in matters which are essentially within the
domestic jurisdiction of any State or shall
require the Members to submit such matters
to settlement under the present Charter.”
Keterkaitannya
1. Terkait dengan kolonialisme atau hak semua
bangsa atas self-determination
2. Terkait dengan sengketa perbatasan
Contoh : Tibet
3. Terkait dengan persoalan HAM
Contoh : Politik Apartheid di Afsel
Kedaulatan
Adalah kemampuan masing-masing penguasa
di wilayah negara-negara dalam hal
kepemilikan kewenangan untuk menerapkan
kekuasaannya.
Macam-macam Kedaulatan :
1. Kedaulatan Eksternal
2. Kedaulatan Internal
1. Kedaulatan Eksternal
Adanya kepemilikan kedudukan yang sama dengan
negara-negara lain.
Maka, mengakibatkan :
a. Sebuah Jurisdiksi atas wilayah dan warganya yang
mendiaminya.
b. Kewajiban bagi negara-negara lain untuk tidak
campur tangan atas persoalan yang terjadi di
wilayah negara lain.
c. Kewajiban-kewajiban yang diakibatkan oleh hukum
kebiasaan dan perjanjian internasional didasarkan
pada kehendak dari negara itu sendiri.
2. Kedaulatan Internal
Kedaulatan yang ditujukan ke dalam wilayah
hukum dari negara yang bersangkutan.
Bentuk nya :
a. Membentuk hukum
b. Memutus persoalan-persoalan yang timbul
di dalam jurisdiksinya
Maka dapatlah dikatakan jika KEDAULATAN
mengakibatkan munculnya JURISDIKSI.
Kedaulatan atas Wilayah
Wilayah merupakan salah satu unsur dari
terbentuknya suatu negara.
Adanya wilayah negara dapat
mengejawantahkan kedaulatannya melalui
penerapan aturan.
Sehingga tanpa adanya wilayah subjek hukum
tersebut tidak dapat dikatakan sebagai negara.
Wilayah tidak perlu memiliki letak yang pasti.
Berlakunya prinsip non intervensi dan prinsip
menghormati integritas wilayah negara lain.
Wilayah
Wilayah dibagi menjadi :
1. Wilayah berdaulat (Territorial sovereignty)
2. Wilayah yang tidak menjadi subjek kedaulatan
a. Res Nullius: wilayah yang dapat dikuasai
oleh suatu negara tapi sampai saat ini masih
belum ada yang menguasainya
b. Res Communis: Wilayah yang dijadikan
kepemilikan scr bersama bagi seluruh umat
manusia.
Contoh: Luar Angkasa dan Antartika
Upaya-upaya Penguasaan Wilayah
1. Okupasi
2. Preskripsi
3. Cession
4. Akresi
5. Penaklukan
6. Acquisescence
1. Okupasi
Suatu cara untuk memperoleh wilayah
melalui pendudukan.
Dilakukan terhadap suatu wilayah yang terra
nullius atau wilayah tak bertuan.
Tapi saat ini sudah tidak ada lagi wilayah
yang dimaksud
2. Preskripsi
Suatu tindakan yang mencerminkan
kedaulatan atau penguasaan terhadap suatu
wilayah dengan cara-cara damai dalam waktu
tertentu dengan tanpa adanya keberatan dari
negara-negara lain.
Wilayah yang dimaksud sebelumnya adalah
milik negara lain
Karenanya jangka waktunya lebih lama
Contoh : the Island of Palmas Case
the Eastern Greenland Case
3. Cession
Suatu transfer kekuasaan dari suatu
kedaulatan ke kedaulatan lainnya.
Pada umumnya terjadi setelah peperangan
(Malcolm N. Shaw)
Contoh Kasus Pulau Palmas
4. Akresi
Suatu proses untuk mendapatkan wilayah
baru melalui proses alamiah, yakni tanpa
campur tangan manusia.
Kemunculan wilayah baru dalam suatu
wilayah baru tersebut, maka wilayah tersebut
secara otomatis menjadi bagian dari wilayah
negara tersebut.
Contoh : Pulau Iwo Jima
5. Penaklukan
Penaklukan (conquest) = Aneksasi
(Annexation)
Penaklukan pada saat ini sudah ditinggalkan
karena merupakan pelanggaran terhadap
prinsip-prinsip fundamental
Penaklukan identik dengan kekerasan
dimana kekerasan sebagai instrumen bagi
kebijakan nasional telah dilarang
6. Acquisescence
Suatu keadaan dimana negara yang
kehilangan atau mendapatkan kerugian atau
negara yang memiliki kepentingan dari
pengklaiman suatu wilayah oleh suatu negara
tidak melakukan protes.
Jika negara penderita yang diambil
wilayahnya itu bersikap diam, maka berarti
disetujui.
Perbedaan antara Pengakuan dan
Acquisesence adalah pada objeknya.
JURISDIKSI
Pengertian Jurisdiksi
Adalah yang menyebabkan kemampuan untuk
membuat hukum dan kemampuan untuk memaksa
supaya hukum tersebut dapat ditegakkan.
Vaughan Lowe
Jurisdiksi merupakan istilah yang menggambarkan
batasan dimana kompetensi legal dari sebuah negara
atau otoritas pengatur untuk membuat, menerapkan,
dan menegakkan aturan terhadap tingkah laku para
subjeknya.
Jurisdiksi sangat terkait dengan persoalan internal
negara, maka Jurisdiksi, pada umumnya, bersifat
teritorial.
Macam-macam Jurisdiksi
Jurisdiksi Domestik
Wilayah kompetensi dari suatu negara untuk
melaksanakan kedaulatannya secara penuh
tanpa campur tangan dari pihak atau negara
lain, bahkan hukum internasional sekalipun.
Jurisdiksi dalam Hukum Internasional
Aturan yang terkait dengan persoalan Jurisdiksi
dari suatu negara mengenai Hukum
Internasional.
Contoh: Kasus Lotus
Dasar-dasar Jurisdiksi
1. Teritorial
2. Kebangsaan
3. Prinsip Protektif
4. Ekstradisi
1. Teritorial
Pemberian kewenangan terhadap suatu negara
untuk melaksanakan kedaulatannya terhadap
kejadian-kejadian yang berlangsung di
wilayahnya.
Modifikasi:
a. Prinsip Teritorial Subjektif
Suatu negara memiliki kewenangan atas sebuah
kejahatan yang direncanakan di negara tersebut
tetapi dilaksanakan di negara lain.
b. Prinsip Teritorial Objektif
Kebalikan dari prinsip teritorial objektif
2. Kebangsaan
Hak suatu negara untuk mengklaim atas
Jurisdiksi dari suatu persoalan dengan
mendasarkan pada faktor kebangsaan yang
dimiliki oleh pihak yang terkait dimanapun ia
berada.
a. Terhadap Orang
Keterkaitan tersebut bisa disebabkan karena Ius
Soli dan Ius Sanguinus.
b. Terhadap Kapal dan Pesawat Udara
Keterkaitan tersebut berdasarkan bendera dan
tempat negara mana didaftarkan
3. Prinsip Nasionalitas Pasif
Prinsip yang memberikan dasar bagi klaim suatu
negara atas Jurisdiksi dengan alasan nasionalitas
dari korban aktual atau/ dan potensial.
Dengan menggunakan prinsip ini suatu negara
dapat mengklaim memiliki Jurisdiksi untuk
mengadili seseorang yang berada di luar negeri
yang diduga telah atau akan merugikan
kepentingan dari negara yang bersangkutan.
4. Ekstradisi
Merupakan sebuah upaya dari suatu negara kepada
negara lain supaya negara tersebut menyerahkan
orang yang dimaksud untuk diadili di negara yang
memintanya.
Syarat-syarat Ekstradisi :
a. Kejahatan yang dilakukan merupakan kejahatan
yang diakui oleh kedua negara
b. Pihak yang diekstradisi hanya diadili terhadap
tuduhan-tuduhan yang menjadi alasan ekstradisi
c. Tidak berlaku bagi kajahatan politik
d. Bukti pendahuluan apabila tertuduh memiliki
indikasi yang kuat.
Related docs
Other docs by ZAINULHAKIM
Get documents about "