Docstoc

resume metodologi penelitian

Document Sample
resume metodologi penelitian Powered By Docstoc
					RESUME METODOLOGI PENELITIAN
         Data kualitatif bersifat tidak terstruktur, sehingga variasi data dari sumbernya mungkin

sangat beragam. Penyebabnya adalah para partisipan atau karyawan yang terlibat dalam riset diberi

kebebasana dalam berpendapat. Bertujuan untuk pemahaman dalam riset eksploratosi, informasi

yang dihasilkan disertai berbagai faktor yang melandasinya, jumlah data yang dikumpulkan relatis

sedikit dibandingkan dengan data kuantitatif serta alat analisisnya nonstatistik. Data kuantitatif

bersifat terstruktur, ragam data diperoleh dari sumbernya cenderung berpola lebih terstruktur

sehingga mudah dibaca periset. Cenderung untuk kesimpulan (riset konklusif), generalisasi untuk

mewakili semua populasi, jumlah data yang dikumpulkan banyak serta alat analisis menggunakan

statistik.

         Terdapat empat dasar filosofis yang berpengaruh dalam penelitian kualiatif (arikunto:14),

sebagai berikut:

    1. Fenomelogis; berpendapat bahwa kebenaran sesuatu itu dapat diperoleh dengan cara

         menangkap fenomena atau gejala yang memancar dari objek yang diteliti.

    2. Interaksi simbolik; dasar kajian sosial yang sangat berpengaruh dan digunakan dalam

         penelitian kualitaif. Menurut John Dewney dan Blumer H dalam Arikunto (pg:14)

         menyempurnakan pandangaan interaksi simbolik dengann membagi 3 prinsip arti simbol ,

         yaitu sebagai berikut :

         a. Dasar manusia bertindak

         b. Proses suatu tindakan seseorang pada prinispnya merupakan produk atau hasil proses

             sosial ketika orang tersebut berinteraksi dengan orang lain.

         c. Manusia bertindak dipengaruhi oleh fenomena lain yang muncul lebih dulu atau

             bersamaan.

   3.    Kebudayaan sebagai sesuatu yang merupakan hasil budi daya manusia yang mewujud dalam

         tingkah laku atau benda, bahasa, simbol, dan lain – lain. Melingkungi manusia sehingga

         berpengaruh terhadap perilaku dan tindakan manusia.
4.   Antropologi yaitu dasar filosofi yang fokus pembahasannya berkaitan erat dengan kegiatan

     manusia, baik secara normatif maupun historis.

Berikut ciri – ciri atau karakteristik penelitian kualitatif naturalistik yaitu:

1. Mempunyai sifat induktif yaitu pengembangan kosep yang didasarkan atas data yang ada,

     mengikuti desain penelitian yang fleksibel sesuai dengan konteksnya.

2. Melihat setting atau respons secara keseluruhan atau holistik.

3. Memahami responden dari titik tolak pandangan responden sendiri hal – hal yang dialami

     oleh peneliti tentang reponden mengenai lima komponen, yaitu: jati diri, tindakan, interaksi

     sosialnya, aspek yang berpengaruh dan interaksi tindakan.

4. Menekankan validitas penelitian pada kemampuan peneliti. Dalam hal ini dihadapkan

     langsung pada responden maupun lingkungannya sedemikian intensif sehingga peneliti dapat

     menangkap dan merefleksi dengan cermat apa yang diucap dan dilakukan oleh responden.

5. Menekankan pada setting alami.

6. Mengtamakan proses daripada hasil

7. Menggunakan non-probabilitas sampling. Karena peneliti tidak bermaksud menarik

     generalisasi atas hasil yang diperoleh tetapi menelusuri secara mendalam. Dalam hal ini

     terdapat empat sampling yang disarankan, yaitu:

     a. Accidential sampling, ialah sampel dengan pertimbangan tertentu yang tidak dirancang

        pertemuannya terlebih dahulu.

     b. Purposive sampling, ialah menentukan sampel dengan pertimbangan tertentu yang

        dipandang dapat memberikan data secara maksimal.

     c. Cluster-quota sampling, ialah memilih sejumlah responden dari wilayah tertentu sampai

        batas data yang diinginkan terpenuhi.

     d. Snow-ball sampling, ialah memilih responden secara berantai.

8. Peneliti sebagai instrument.
9. Penggunaan tringulasi yaitu penyilangan informasi yang diperoleh dari sumber sehingga pada

   akhirnya hanya data yang abash saja yang digunakan untuk mencapai hasil penelitian.

10. Menguntungkan diri pada teknik dasar studi lapangan. Menurut Guba & Lincoln (1985) dalam

   Arikunto (2000:18) mengatakan bahwa kebenaran itu dapat diperoleh dari lapangan tersebut,

   yaitu merefleksikan kondisi sebenarnya yanga ada di lapangan tersebut. Untuk memenuhi

   karakteristik ini peneliti dituntut memiliki kemampuan tinggi. Peneliti pemula yang belum

   banyak berpengalaman meneliti disarankan lebaih baik menggunakan pendekatan kuantitatif

   yang sudah dibantu dengan instrument.

Jenis-jenis pendekatan

Menurut Arikunto (2000:82) pendekatan penelitian dapat dibedakan atas beberapa jenis, yaitu:

1. Berdasarkan teknik sampingnya, terdiri dari ; pendekatan populasi, pendekatan sampel dan

   pendekatan kasus.

2. Berdasarkan menurut timbulnya variable, adalah; pendekatan non-eksperimen, pendekatan

   eksperimen.

3. Menurut pola – pola atau sifat penelitian non eksperimen, maka dibedakan atas: penelitian

   kasus, penelitian kausal komparatif, penelitian korelasi, penelitian historis, penelitian filosofis.

4. Berdasarkan model pengembangan atau model pertumbuhan; one shot model (model

   pendekatan yang menggunakan satu kali pengumpulan data pada “suatu saat”), longitudinal

   model (mempelajari berbagai tingkat pertumbuhan dengan cara” mengikuti” perkembangan

   bagi individu-individu yang sama), cross sectional model (gabungan antara model a dan b

   untuk memperoleh data yang lebih lengkap dilakukan dengan cepat sekaligus dapat

   menggambarkan perkembangan individu selama dalam masa pertumbuhan karena subjek

   dari berbagai tingkat umur.
   Variabel

   Variabel dibedakan menjadi variabel kuantitatif dan kualitatif. Pada variabel kuantitatif dibedakan

   menjadi:

   a. Variabel dikrit atau variabel nominal atau variabel kategorik. Karena hanya dikategorikan

       pada dua hal berlawanan.

   b. Variabel kontinum, teridiri dari; variabel ordinal (variabel yang menunjukan tingkatan),

       variabel interval (variabel yang mempunyai jarak jika dibanding dengan variabel lain) dan

       variabel ratio (perbandingan)

   Sifat variabel, Arikunto (2000:123) terdiri dari:

   a. Variabel statis yaitu variabel yang tidak dapat diubah keberadaannya misal jenis kelamin,

       status sosial ekonomi, tempat tinggal dan lain – lain.

   b. Variabel dinamis, yaitu variabel yang dapat diubah keadaannya berupa pengubahan,

       peningkatan dan penurunan.

Populasi

Adalah keseluruhan subjek penelitian. Jika seseorang ingin meneliti semua elemen dalam wilayah

penelitian, maka penelitiannya merupakan penelitian populasi. Studi atau penelitiannya disebut

studi populasi atau studi sensus. (Arikunto, 130).

Sampel

Adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti. Dinamakan penelitian sampel apabila kita

bermaksud untuk mengeneralisasikan hasil penelitian sampel. (Arikunto: 131). Teknik pengambilan

sampel menurut Malhotra et al (1996) dalam Istijanto (2008:113) dapat dilihat pada gambar berikut:
                                          Gb. 1 teknik pengambilan sampel


                                                      Teknik Pengambilan
                                                            sampel




                   Probability sampling                                        Non – probability
                                                                               sampling




Simple           Systematic       Stratified      Cluster         Judgement   Convenience          Snowball   Quota
random            sampling        sampling        sampling        sampling    sampling             sampling   sampling
sampling




Probability sampling

Pemilihan anggota populasi dilakukan secara random, meliputi simple random sampling, systematic

sampling, stratified sampling, serta cluster sampling.

    a. Simple random sampling; member kesempatan yang sama yang bersifat tak terbatas pada

           setiap elemen populasi untuk dipilih sebagai sampel. Setiap elemen populasi secara

           independen mempunyai probabilitas dipilih satu kali (tanpa pengembalian), memerlukan

           media yang memuat daftar seluruh elemen untuk dipilih sebagai sampel secara manual atau

           dengan bantuan computer.

    b. Systematic sampling; memilih secara acak setiap elemen denan nomor tertentu dari table

           nomor sebagai kerangka sampel, pemilihan nomor dimulai dengan nomor tertentu secara

           acak selanjutnya dipilih nomor-nomorberikutnya dalam jarak tertentu yang sama.

           Tergantung pada penentuan nomor sampel yang pertama dan jarak nomor antara sampel

           yang satu dengan lain.

    c. Stratified sampling; pemilihan sampel secara acak terlebih dahulu mengkalsifikasikan suatu

           populasi kedalam sub-sub populasi berdasarkan karakteristik teretentu dari elemen –

           elemen populasi (jenis kelamin, tahun angkatan, dll). Sampel dipilih dari setiap sub populasi
   dengan metode acak sederhana/sistematis. Dasar stratifikasi aspek relevansi dengan tujuan

   penelitian.

d. Clustered sampling; elemen-elemen populasi dikelompokan kedalam unit-unit sampel yang

   menekankan pada heterogenitas karakteristik elemen-elemen pada masing-masing unit

   sampel. Karakteristik elemen-elemen antara kelompok unit sampel satu dengan unit sampel

   yang lain relative homogeny. Jumlah subyek yang dipilih dapat ditentukan secara

   proporsional atau tidakk dengan elemen pada tiap-tiap unit sampel.

Metode non probabilitas

Pemilihan sampel secara tidak acak, elemen-elemen tidak mempunyai kesempatan yang sama

untuk dipilih menjadi sampel. Umumnya didasarkan pertimbangan waktu yang relative lebih

cepat dan biaya yang lebih murah. Berikut beberapa sampel dalam metode in, yaitu:

a. Judgement sampling; didasarkan pada pertimbangan, informasi diperoleh dengan

   menggunakan pertimbangan tertentu, elemen populasi yang dijadikan sampel dibatasi pada

   elemen-elemen yang dapat memberikan informasi berdasarkan pertimbangan.

b. Convenience sampling; berdasarkan pada kemudahan, elemen populasi yang dipilih sebagai

   subjek penelitian adalah tidak terbatas sehingga peneliti memiliki kebebasan untuk memilih

   sampel yang paling cepat dan murah.

c. Snowball sampling; digunakana untuk mendapatkan sampel unik yang sulit diidentifikasi

   langsung oleh periset. Mula – mula periset memilih salah satu anngota populasi, selanjutnya

   anggota populasi pertama diminta untuk memberikan daftar nama anggota lain atau

   referensi lain sebagai partisipan berikutnya.

d. Quota sampling; pemilihan berdasarkan kuota (jumlah tertinggi) untuk setiap kategori dalam

   suatu populasi target. Ditujukan untuk meningkatkan tingkat representative sampel

   penelitian, namun memiliki kelemahan dimana generalisasinya masih dipertanyakan.
Skala Pengukuran

   a. Skala nominal; skala yang digunakan untuk memberikan label, symbol, lambang, atau nama

       suatu kategori. Memudahkan pengelompokan data menurut kategorinya, sehingga angka

       yang diberikan pada suatu kategori tidak memiliki makna matematis.                   Bersifat saling

       meniadakan. Nilai yang ada tidak menunjukan jumlah atau peringkat, jarak atau

       perbandingan. Misal; gender, agama, status perkawinan, departemen, dan lain – lain.

   b. Skala interval; merupakan skala yang memiliki urutan dan interval/jarak yang sama antar

       kategori atau titik-titik terdekatnya. Tidak menggunakan 0 sebagai titik awal perhitungan.

   c. Skala ordinal; merupakan skala yang memiliki urutan, namun jarak antara titik-titik atau

       kategori terdekat tidak perlu menunjukan rentang yang sama.

   d. Skala ratio; skala pengukuran yang menunjukan kategori, peringkat, jarak dan perbandingan

       construct yang diukur. Menggunakan nilai absolute. Artinya skal ini memiliki semua sifat

       skala interval ditambah dengan nilai original yaitu nilai absolute nol.

   Gb.2. skala pegukuran
                                        Skala pengukuran




               Skala                  Skala                 Skala                   Skala
              nominal                interval              ordinal                  ratio


Gb.3. metode pengukuran sikap
                                                    Metode
                                                pengukuran sikap




     sederhana          kategori           likert           Perbedaan            numeris            grafis
                                                            semantis
Analisis Kualitatif

         Bersifat memaparkan hasil temuan secara mendalam melalui pendekatan bukan angka atau

non statistik. Cenderung mengakomodasi setiap data atau tanggapan responden yang diperoleh

selama pengumpulan data. Data yang dikumpulkan dari riset eksploratori cenderung berupa kata-

kata atau kalimat yang disampaikan peserta. Data ini sering kali disebut data verbatim (Sudman dan

& Blair,1998) dalam Istijanto (2006:85).

Analisa Deskriptif

    Bertujuan mengubah kumpulan data mentah menjadi bentuk yang mudah dipahami, dalam

bentuk informasi yang lebih ringkas. Dalam analisis ini, nilai bias diwakili oleh mean, median, modus,

table frekuansi, presentase, dan berbagai diagram.

    a. Mean; yaitu nilai rata-rata dari observasi suatu variable dan merupakan jumlah semua

         observasi.

    b. Modus; menggambarkan nilai yang paling sering muncul atau memiliki frekuensi terbanyak.

    c. Median; mengukur nilai tengah dari data yang telah diurutkan nilainya dari kecil ke besar,

         kemudian membaginya secara seimbang di tengah.

    d. Angka indeks; dilakukan dengan memberi nilai atau bobot pada data agar nantinya diketahui

         nilai tertinggi sampai terendahnya.

    e. Table frekuensi; data dikelompokan atau diringkas dalam bentuk format table yang terdiri

         atas kolom dan baris yang menggambarkan jumlah respon untuk tiap kategori dari suatu

         variable.

    f.   Diagram lingkaran; dilengkapi diagram yang memberikan gambaran visual yang lebih mudah

         dipahami.

    g. Diagram garis; digunakan untuk melihat pola atau kecendrungan yang terjadi pada suatu

         kelompok.
Analisis inferial

        Bertujuan menguji nilai hipotesis variable. Hipotesis adalah dugaan yang menjelaskan suatu

fenomena yang belum terbukti kebenaarannya, sehingga perlu diuji secara empiris (zigmund, 1997).

Analisis perbandingan

Bertujuan menguji ada-tidaknya perbedaan nilai antara dua kelompok yang diteliti. Kelompok disini

bisa berupa kelompok responden maupun kelompok jawaban.

Analisis asosiatif

Berusaha menguji ada-tidaknya asosiasi, interdependensi, atau ketergantungan antara dua variable

yang diteliti, bisa dilakukan dengan tabulasi silang.
                                    DAFTAR PUSTAKA

1. Arikunto. Prosedur Penelitian. Rineka Cipta. 2006

2. Istijanto. Riset Sumber Daya Manusia.Pt.Gramedia, 2008.

3. Diktat Materi Kuliah Metodologi Penelitian.tidak diterbitkan.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:2070
posted:5/6/2010
language:Indonesian
pages:11