askep-penyakit-jantung-rematik4g.pdf by mbahbejo

VIEWS: 2,295 PAGES: 12

More Info
									Sumber : http://stikep.blogspot.com

             ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN
                   PENYAKIT JANTUNG REMATIK




                                 DISUSUN


                                  OLEH:

                     D E F A A R I S A N D I, A.Md.Kep




      SEKOLAH TINGGI ILMU KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
                               PONTIANAK
                                      2008




                                             Design by Defa Arisandi, A.Md.Kep
Sumber : http://stikep.blogspot.com



      1. Defenisi

         Penyakit jantung rematik merupakan gejala sisa dari Demam Rematik (DR)
         akut yang juga merupakan penyakit peradangan akut yang dapat menyertai
         faringitis yang disebabkan oleh Streptococcus beta-hemolyticus grup A.
         Penyakit ini cenderung berulang dan dipandang sebagai penyebab penyakit
         jantung didapat pada anak dan dewasa muda di seluruh dunia.

      2. Etiologi

         Infeksi Streptococcus beta-hemolyticus grup A pada tenggorok selalu
         mendahului terjadinya demam rematik, baik pada serangan pertama maupun
         serangan ulang.

         Telah diketahui bahwa dalam hal terjadi demam rematik terdapat beberapa
         predisposisi antara lain :

         a. Terdapat riwayat demam rematik dalam keluarga

         b. Umur

             Sering terjadi antara umur 5 – 15 tahun dan jarang pada umur kurang dari
             2 tahun.

         c. Kedaan sosial

             Sering terjadi pada keluarga dengan keadaan sosial ekonomi kurang,
             perumahan buruk dengan penghuni yang padat serta udara yang lembab,
             dan gizi serta kesehatan yang kurang baik.

         d. Musim

             Di Negara-negara dengan 4 musim, terdapat insiden yang tinggi pada
             akhir musim dingin dan permulaan semi (Maret-Mei) sedangkan insiden
             paling rendah pada bulan Agustus – September.

         e. Dsitribusi daerah

         f. f. Serangan demam rematik sebelumnya.

             Serangan ulang DR sesudah adanya reinfeksi dengan Streptococcus beta-
             hemolyticus grup A adalah sering pada anak yang sebelumnya pernah
             mendapat DR.

      3. Patofisiologi

                                             Design by Defa Arisandi, A.Md.Kep
Sumber : http://stikep.blogspot.com

         Menurut hipotesa Kaplan dkk (1960) dan Zabriskie (1966), DR terjadi karena
         terdapatnya proses autoimun atau antigenic similarity antara jaringan tubuh
         manusia dan antigen somatic streptococcus. Apabila tubuh terinfeksi oleh
         Streptococcus beta-hemolyticus grup A maka terhadap antigen asing ini
         segera terbentuk reaksi imunologik yaitu antibody. Karena sifat antigen ini
         sama maka antibody tersebut akan menyerang juga komponen jaringan tubuh
         dalam hal ini sarcolemma myocardial dengan akibat terdapatnya antibody
         terhadap jaringan jantung dalam serum penderiat DR dan jaringan myocard
         yang rusak. Salah satu toxin yang mungkin berperanan dalam kejadian DR
         ialah stretolysin titer 0, suatu produk extraseluler Streptococcus beta-
         hemolyticus grup A yang dikenal bersifat toxik terhadap jaringan myocard.

         Beberapa di antara berbagai antigen somatic streptococcal menetap untuk
         waktu singkat dan yang lain lagi untuk waktu yang cukup lama. Serum
         imunologlobulin akan meningkat pada penderita sesudah mendapat radang
         streptococcal terutama Ig G dan A.

      4. Manifestasi Klinik

         Dihubungkan dengan diagnosis, manifestasi klinik pada DR akut dibedakan
         atas manifestasi mayor dan minor.

         a. Manifestasi Mayor

            1) Karditis. Karditis reumatik merupakan proses peradangan aktif yang
               mengenai endokardium, miokardium, dan pericardium. Gejala awal
               adalah rasa lelah, pucat, dan anoreksia. Tanda klinis karditis meliputi
               takikardi, disritmia, bising patologis, adanya kardiomegali secara
               radiology yang makin lama makin membesar, adanya gagal jantung,
               dan tanda perikarditis.

            2) Artritis. Arthritis terjadi pada sekitar 70% pasien dengan demam
               reumatik, berupa gerakan tidak disengaja dan tidak bertujuan atau
               inkoordinasi muskuler, biasanya pada otot wajah dan ektremitas.

            3) Eritema marginatum. Eritema marginatum ditemukan pada lebih
               kurang 5% pasien. Tidak gatal, macular, dengan tepi eritema yang
               menjalar mengelilingi kulit yang tampak normal.tersering pada batang
               tubuh dan tungkai proksimal, serta tidak melibatkan wajah.

            4) Nodulus subkutan. Ditemukan pada sekitar 5-10% pasien. Nodul
               berukuran antara 0,5 – 2 cm, tidak nyeri, dan dapat bebas digerakkan.
               Umumnya terdapat di permukaan ekstendor sendi, terutama siku, ruas
               jari, lutut, dan persendian kaki.

         b. Manifestasi Minor

                                              Design by Defa Arisandi, A.Md.Kep
Sumber : http://stikep.blogspot.com

            Manifestasi minor pada demam reumatik akut dapat berupa demam
            bersifat remiten, antralgia, nyeri abdomen, anoreksia, nausea, dan muntah.

      5. Pemeriksaan Diagnostik/peninjang

         a. Pemeriksaan darah

            1) LED tinggi sekali

            2) Lekositosis

            3) Nilai hemoglobin dapat rendah

         b. Pemeriksaan bakteriologi

            1) Biakan hapus tenggorokan untuk membuktikan adanya streptococcus.

            2) Pemeriksaan serologi. Diukur titer ASTO, astistreptokinase, anti
               hyaluronidase.

         c. Pemeriksaan radiologi

            Elektrokardoigrafi dan ekokardiografi untuk menilai adanya kelainan
            jantung.

      6. Diagnosis

         Diagnosis demam reumatik akut ditegakkan berdasarkan kriteria Jones yang
         telah direvisi. Karena patologis bergantung pada manifestasi klinis maka pada
         diagnosis harus disebut manifestasi kliniknya, misalnya demam rematik
         dengan poliatritis saja. Adanya dua kriteria mayor, atau satu mayor dan dua
         kriteria minor menunjukkan kemungkinan besar demam rematik akut, jika
         didukung oleh bukti adanya infeksi sterptokokus grup A sebelumnya.

      7. Komplikasi

         a. Dekompensasi Cordis

            Peristiwa dekompensasi cordis pada bayi dan anak menggambarkan
            terdapatnya sindroma klinik akibat myocardium tidak mampu memenuhi
            keperluan metabolic termasuk pertumbuhan. Keadaan ini timbul karena
            kerja otot jantung yang berlebihan, biasanya karena kelainan struktur
            jantung, kelainan otot jantung sendiri seperti proses inflamasi atau
            gabungan kedua faktor tersebut.




                                             Design by Defa Arisandi, A.Md.Kep
Sumber : http://stikep.blogspot.com

            Pada umumnya payah jantung pada anak diobati secara klasik yaitu
            dengan digitalis dan obat-obat diuretika. Tujuan pengobatan ialah
            menghilangkan gejala (simptomatik) dan yang paling penting mengobati
            penyakit primer.

         b. Pericarditis

            Peradangan pada pericard visceralis dan parietalis yang bervariasi dari
            reaksi radang yang ringan sampai tertimbunnnya cairan dalam cavum
            pericard.

      8. Pengobatan/penatalaksanaan

         Karena demam rematik berhubungan erat dengan radang Streptococcus beta-
         hemolyticus grup A, maka pemberantasan dan pencegahan ditujukan pada
         radang tersebut. Ini dapat berupa :

         a. Eradikasi kuman Streptococcus beta-hemolyticus grup A

            Pengobatan adekuat harus dimulai secepatnya pada DR dan dilanjutkan
            dengan pencegahan. Erythromycin diberikan kepada mereka yang alergi
            terhadap penicillin.

         b. Obat anti rematik

            Baik cortocisteroid maupun salisilat diketahui sebagai obat yang berguna
            untuk mengurangi/menghilangkan gejala-gejala radang akut pada DR.

         c. Diet

            Makanan yang cukup kalori, protein dan vitamin.

         d. Istirahat

            Istirahat dianjurkan sampai tanda-tanda inflamasi hilang dan bentuk
            jantung mengecil pada kasus-kasus kardiomegali. Biasanya 7-14 hari pada
            kasus DR minus carditis. Pada kasus plus carditis, lama istirahat rata-rata
            3 minggu – 3 bulan tergantung pada berat ringannya kelainan yang ada
            serta kemajuan perjalanan penyakit.

         e. Obat-obat Lain

            Diberikan sesuai dengan kebutuhan. Pada kasus dengan dekompensasi
            kordis diberikan digitalis, diuretika dan sedative. Bila ada chorea
            diberikan largactil dan lain-lain.


                                             Design by Defa Arisandi, A.Md.Kep
Sumber : http://stikep.blogspot.com

         Konsep Keperawatan

      1. Pengkajian

         a. Lakukan pengkajian fisik rutin

         b. Dapatkan riwayat kesehatan, khususnya mengenai bukti-bukti infeksi
            streptokokus antesenden.

         c. Observasi adanya manifestasi demam rematik.

      2. Diagnosa Keperawatan

         a. Resiko tinggi penurunan curah jantung berhubungan dengan disfungsi
            myocardium

         b. Peningkatan suhu tubuh (hipertermia) berhubungan dengan proses infeksi
            penyakit.

         c. Nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan mual, muntah,
            anoreksia.

         d. Nyeri berhubungan dengan proses inflamasi.

      3. Rencana Keperawatan

         a. Resiko tinggi penurunan curah jantung berhubungan dengan disfungsi
            myocardium

            Tujuan : Pasien dapat menunjukkan perbaikan curah jantung.

            Intervensi

            1) Beri digoksin sesuai instruksi, dengan menggunakan kewaspadaan
               yang sudah ditentukan untuk mencegah toksisitas.

            2) Kaji tanda- tanda toksisitas digoksin (mual, muntah, anoreksia,
               bradikardia, disritmia)

            3) Seringkali diambil strip irama EKG

            4) Jamin masukan kalium yang adekuat

            5) Observasi adanya tanda-tanda hipokalemia



                                             Design by Defa Arisandi, A.Md.Kep
Sumber : http://stikep.blogspot.com

            6) Beri obat-obatan untuk menurunkan afterload sesuai instruksi Dapat
               meningkatkan curah jantung

            Rasional

            1) Untuk mencegah terjadinya toksisitas

            2) Mengkaji status jantung

            3) Penurunan kadar kalium serum akan meningkatkan toksisitas digoksin

         b. Peningkatan suhu tubuh (hipertermia) berhubungan dengan proses infeksi
            penyakit.

            Tujuan : Suhu tubuh normal (36 – 37’ C)

            Intervensi

            1) Kaji saat timbulnya demam

            2) Observasi tanda-tanda vital : suhu, nadi, TD, pernafasan setiap 3 jam

            3) Berikan penjelasan tentang penyebab demam atau peningkatan suhu
               tubuh

            4) Berikan penjelasan pada klien dan keluarga tentang hal-hal yang
               dilakukan

            5) Jelaskan pentingnya tirah baring bagi klien dan akibatnya jika hal
               tersebut tidak dilakukan

            6) Anjurkan klien untuk banyak minum kurang lebih 2,5 – 3 liter/hari
               dan jelaskan manfaatnya

            7) Berikan kompres hangat dan anjurkan memakai pakaian tipis

            8) Berikan antipiretik sesuai dengan instruksi

            Rasional

            1) Dapat diidentifikasi pola/tingkat demam

            2) Tanda-tanda vital merupakan acuan untuk mengetahui keadan umum
               klien



                                             Design by Defa Arisandi, A.Md.Kep
Sumber : http://stikep.blogspot.com

            3) Penjelasan tentang kondisi yang dilami klien dapat membantu
               mengurangi kecemasan klien dan keluarga

            4) Untuk mengatasi demam dan menganjurkan klien dan keluarga untuk
               lebih kooperatif

            5) Keterlibatan keluarga sangat berarti dalam proses penyembuhan klien
               di RS

            6) Peningkatan suhu tubuh mengakibatkan penguapan cairan tubuh
               meningkat sehingga perlu diimbangi dengan asupan cairan yang
               banyak

            7) Kompres akan dapat membantu menurunkan suhu tubuh, pakaian tipis
               akan dapat membantu meningkatkan penguapan panas tubuh

            8) Antipiretika yang mempunyai reseptor di hypothalamus dapat
               meregulasi suhu tubuh sehingga suhu tubuh diupayakan mendekati
               suhu normal

         c. Nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan mual, muntah,
            anoreksia.

            Tujuan : ebutuhan nutrisi klien terpenuhi, klien mampu menghabiskan
            makanan yang telah disediakan.

            Intervensi

            1) Kaji faktor-faktor penyebab

            2) Jelaskan pentingnya nutrisi yang cukup

            3) Anjurkan klien untuk makan dalam porsi kecil dan sering, jika tidak
               muntah teruskan

            4) Lakukan perawatan mulut yang baik setelah muntah

            5) Ukur BB setiap hari

            6) Catat jumlah porsi yang dihabiskan klien

            Rasional

            1) Penentuan factor penyebab, akan menentukan intervensi/ tindakan
               selanjutnya


                                             Design by Defa Arisandi, A.Md.Kep
Sumber : http://stikep.blogspot.com

            2) Meningkatkan pengetahuan klien dan keluarga sehingga klien
               termotivasi untuk mengkonsumsi makanan

            3) Menghindari mual dan muntah dan distensi perut yang berlebihan

            4) Bau yang tidak enak pada mulut meningkatkan kemungkinan muntah

            5) BB merupakan indikator terpenuhi tidaknya kebutuhan nutrisi

            6) Mengetahui jumlah asupan / pemenuhan nutrisi klien

         d. Nyeri berhubungan dengan proses inflamasi.

            Tujuan : Nyeri berkurang atau hilang

            Intervensi

            1) Kaji tingkat nyeri yang dialami klien dengan memberi rentang nyeri
               (1-10), tetapkan tipe nyeri dan respon pasien terhadap nyeri yang
               dialami

            2) Kaji factor-faktor yang mempengaruhi reaksi pasien terhadap nyeri

            3) Berikan posisi yang nyaman, usahakan situasi ruangan yang tenang

            4) Berikan suasana gembira bagi pasien, alihkan perhatian pasian dari
               rasa nyeri (libatkan keluarga)

            5) Berikan kesempatan pada klien untuk berkomunikasi dengan teman/
               orang terdekat

            6) Berikan obat-obat analgetik sesuai instruksi Untuk mengetahui berapa
               tingkat nyeri yang dialami

            Rasional

            1) Reaksi pasien terhadap nyeri dapat dipengaruhi oleh berbagai factor
               begitupun juga respon individu terhadap nyeri berbeda dab bervariasi

            2) Mengurangi rangsang nyeri akibat stimulus eksternal

            3) Dengan melakukan aktifitas lain, klien dapat sedikit melupakan
               perhatiannya terhadap nyeri yang dialami




                                            Design by Defa Arisandi, A.Md.Kep
Sumber : http://stikep.blogspot.com

            4) Tetap berhubungan dengan orang-orang terdekat/teman membuat
               pasien gembira / bahagia dan dapaty mengalihkan perhatiannya
               terhadap nyeri

            5) Mengurangi nyeri dengan efek farmakologik




                                          Design by Defa Arisandi, A.Md.Kep
Sumber : http://stikep.blogspot.com




Daftar Pustaka

Arief Mansjoer,dkk. 2000. Kapita Selekta Kedokteran. Ed. 3. Penerbit Media esculapius
      FKUI. Jakarta.

Smeltzer Bare, dkk. 2000. Keperawatan Medikal Bedah. EGC. Jakarta.

Wong Donna L. 2004. Keperawatan Pediatrik. EGC. Jakarta




                                              Design by Defa Arisandi, A.Md.Kep
Sumber : http://stikep.blogspot.com


  KUNJUNGI BERBAGAI ARTIKEL
MENARIK SEPUTAR KEHIDUPAN ANDA
Konsultasi Via Email
Defa Arisandi : defa_arisandi@yahoo.com
Fahru Rizal    : wahyu_cerianet@yahoo.com
Fadlie Ismail : bangfad@yahoo.com



Khasiat Tanaman Disekitar Kita              http://www.apotik-online.blogspot.com
Kumpulan Asuhan Keperawatan                 http://www.stikep.blogspot.com
Jenis Penyakit dan Penanganannya            http://www.info-medis.blogspot.com
Khasanah Sejarah Khatulistiwa               http://www.pontianak.web.id
Website dengan Harga Murah                  http://design.pontianak.web.id
Kumpulan Sastra Nusantara                   http://www.bangfad.com
Hanya Sebatas Coretan                       http://www.fadlie.web.id
Budidaya Tanaman                            http://www.cerianet-agricultur.blogspot.com
Kehidupan Kaum Adam                         http://warkop.wordpress.com
Kehidupan Kaum Hawa                         http://fadlie.blogdetik.com




     Silakan Menyalin atau Mengcopy Isi dalam Situs Diatas untuk keperluan pendidikan dengan
                 Mencantumkan Sumbernya, Copyright hanya milik ALLAH SWT.




                                                    Design by Defa Arisandi, A.Md.Kep

								
To top