Docstoc

61 Sifat Penelitian

Document Sample
61 Sifat Penelitian Powered By Docstoc
					                               Metodologi
                               Penelitian




Modul 6
DESAIN PENELITIAN




Ivan Malik papatua@gmail.com
Metodologi Penelitian/Modul06 Ivan Malik/papatua@gmail.com                                      1




D e s a i n P e n e l i t i an




Penelitian harus dirancang sedemikian rupa sehingga data yang diperlukan dapat dikumpul-
kan dan dianalisis untuk bisa sampai pada sebuah solusi. Desain penelitian membahas me-
ngenai isu-isu yang berkaitan dengan keputusan mengenai tujuan (sifat) studi, investigasi
mengenai hubungan antar variabel, situasi (lingkungan) penelitian, level analisis data (unit
analisis), dan aspek temporal (horison waktu) dari penelitian.

Tingkat keketatan ilmiah dalam sebuah penelitian akan bergantung pada bagaimana keteli-
tian manajer atau peneliti memilih alternatif desain yang tepat, dengan senantiasa memper-
timbangkan tujuan spesifik dari studi tersebut. Misalnya, jika keputusan terhadap suatu in-
vestasi bernilai jutaan dolar akan didasarkan pada hasil penelitian yang bersangkutan, maka
diperlukan perhatian yang seksama pada rincian penelitian, untuk memastikan bahwa studi
tersebut tepat dan mempunyai nilai keyakinan yang dapat diterima. Penting untuk dicatat
bahwa semakin ketat dan canggih desain penelitian, maka akan semakin besar biaya, wak-
tu, dan sumber daya lain yang dihabiskan untuknya.




6.1 Sifat Penelitian



Suatu penelitian dapat bersifat eksploratif, atau deskriptif, ataupun dilakukan untuk menguji
sebuah hipotesis. Sementara itu, studi kasus merupakan sebuah studi penyelidikan yang
dilakukan pada organisasi lain yang memiliki kemiripan dalam usaha pemecahan masalah,
ataupun menunjukkan suatu fenomena yang diminati, dengan maksud untuk memperoleh
pengetahuan lebih lanjut dalam bidang tersebut. Sifat studi yang diambil akan bergantung
pada tahap peningkatan pengetahuan mengenai topik yang sedang diteliti.




Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                          Ivan Malik
                                                             METODOLOGI PENELITIAN
Metodologi Penelitian/Modul06 Ivan Malik/papatua@gmail.com                                     2




6.1.1 Studi Eksploratif



Studi eksploratif (exploratory study) dilakukan jika tidak banyak yang diketahui mengenai
situasi yang dihadapi, atau tidak ada informasi yang tesedia mengenai masalah atau isu
yang mirip pada penelitian-penelitian terdahulu. Dalam kasus tersebut, studi awal yang eks-
tensif perlu dilakukan untuk mendapatkan keakraban dengan fenomena situasi serta untuk
memahami apa yang sebenarnya terjadi, sebelum peneliti membuat model dan menyusun
desain ketat untuk investigasi secara menyeluruh. Intinya, studi eksploratif dilakukan untuk
memahami sifat masalah dengan lebih baik, karena mungkin baru sedikit studi yang dilaku-
kan dalam bidang tersebut.

Pada umumnya, studi kualitatif (di mana data diperoleh melalui pengamatan atau wawanca-
ra) adalah merupakan studi yang bersifat eksploratif. Bila data menyingkapkan beberapa
pola yang terkait dengan fenomena yang menjadi perhatian, maka teoripun dapat dikem-
bangkan dan hipotesis dapat dirumuskan untuk pengujian lebih jauh. Studi eksploratif juga
dilakukan ketika sejumlah fakta diketahui, tetapi peneliti memerlukan lebih banyak informasi
untuk bisa menyusun kerangka teori yang kukuh. Studi eksploratif bermanfaat penting untuk
memperoleh pengertian yang baik tentang fenomena yang menjadi perhatian, dan untuk
melengkapai pengetahuan melalui pengembangan teori lebih lanjut serta pengujian
hipotesis.

Contoh 6-1
Manajer sebuah perusahaan multinasional ingin mengetahui apakah nilai etika kerja karya-
wan yang bekerja di pabriknya di India berbeda dengan yang di Amerika. Hanya ada sedikit
informasi yang dimilikinya tentang India, sementara masih terjadi silang pendapat mengenai
apa arti nilai etika kerja dalam kebudayaan masing-masing. Agama, politik, eonomi, kondisi
sosial, latar belakang dan nilai budaya memainkan peranan penting dalam cara masing-
masing orang memandang pekerjaan mereka. Karena itu, keingintahuan sang manajer ini
hanya dapat dipuaskan dengan melakukan studi eksploratif, yakni dengan mewawancarai
karyawan di masing-masing lokasi.




Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                          Ivan Malik
                                                             METODOLOGI PENELITIAN
Metodologi Penelitian/Modul06 Ivan Malik/papatua@gmail.com                                      3




6.1.2 Studi Deskriptif



Studi deskriptif (descriptive study) dilakukan untuk mengetahui dan menjelaskan karakteris-
tik variabel-variabel yang diteliti dalam suatu situasi. Misalnya, studi mengenai komposisi
gender, kelompok usia, dan jumlah mata kuliah yang sudah diambil oleh para mahasiswa di
dalam suatu kelas tertentu. Studi ini sering dilakukan di dalam suatu perusahaan untuk
mempelajari dan menjelaskan karakteristik dari karyawannya, seperti usia, tingkat pendidik-
an, kelompok etnis dan sebagainya. Dengan demikian, tujuan dari studi deskriptif adalah
memberi peneliti riwayat serta aspek-aspek yang relevan dengan fenomena yang menjadi
perhatian, baik dari perspektif seseorang, organisasi, orientasi industri, ataupun yang lain-
nya. Dalam banyak kasus, informasi tersebut mungkin sangat vital dibutuhkan sebelum
organisasi mengambil langkah korektif tertentu.

Dengan demikian, studi deskriptif yang menampilkan data dalam format yang bermakna
dapat membantu peneliti dalam hal-hal sebagai berikut:
       a.      Memahami karakteristik sebuah kelompok dalam situasi/lingkungan tertentu
       b.      Memikirkan secara sistematis mengenai berbagai aspek yang ada di dalam
               situasi/masalah tertentu
       c.      Memberikan gagasan untuk penyelidikan dan penelitian lebih lanjut
       d.      Membuat keputusan korektif tertentu yang sederhana

Contoh 6-2
Seorang manajer bank ingin mendapatkan profil debitur yang mempunyai tunggakan pelu-
nasan pinjaman selama 6 bulan atau lebih, yang meliputi rincian usia, penghasilan, peker-
jaan, dan sebagainya. Data tersebut akan membantu sang manajer untuk memperoleh infor-
masi lebih lanjut, dan untuk menetapkan kebijakan pemberian pinjaman di masa datang.

Contoh 6-3
Seorang CEO tertarik untuk mendapatkan deskripsi mengenai perusahaan-perusahaan da-
lam industri sejenis yang menerapkan sistem LIFO, misalnya gambaran mengenai umur
perusahaan, lokasi, tingkat produksi, volume penjualan, pemasok, tingkat laba, dan sebagai-
nya. Informasi ini memungkinnya untuk membuat perbandingan lebih jauh mengenai tingkat
kinerja dari jenis perusahaan tertentu.



Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                          Ivan Malik
                                                             METODOLOGI PENELITIAN
Metodologi Penelitian/Modul06 Ivan Malik/papatua@gmail.com                                          4




Contoh 6-4
Seorang manajer pemasaran ingin menysun strategi harga, penjualan, distribusi, dan iklan
untuk produknya. Sehubungan dengan itu, ia mencari informasi mengenai para pesaing
yang berkaitan dengan hal-hal sebagai berikut:
       •       Persentase perusahaan yang menjual produk dengan harga di bawah rata-rata
               industri
       •       Persentase kelompok volume penjualan menurut produk, wolayah, dan tingkat
               laba
       •       Jenis-jenis saluran distribusi yang digunakan, dan persentase konsumen yang
               dicapai oleh masing-masing jenis.
       •       Persentase perusahaan yang menghabiskan lebih banyak atau lebih sedikit
               biaya promosi dibandingkan perusahaannya.

Studi deskriptif menjadi sangat penting dalam banyak situasi. Data kualitatif yang diperoleh
dari wawancara mungkin akan membantu memahami fenomena pada tahap studi eksplora-
tif, sedangkan data kuantitatif (seperti distribusi frekuensi, rerata, dan standar deviasi) meru-
pakan informasi yang penting dalam studi deskriptif.




6.1.3 Pengujian Hipotesis



Studi yang termasuk dalam pengujian hipotesis biasanya menjelaskan sifat hubungan ter-
tentu, atau menentukan perbedaan antar kelompok, atau kebebasan (independensi) dua
atau lebih faktor di dalam suatu situasi. Pengujian hipotesis dilakukan untuk menelaah vari-
ansi pada variabel terikat, atau untuk memperkirakan keluaran (output) dari perusahaan/or-
ganisasi.

Contoh 6-5
Seorang manajer pemasaran ingin mengetahui apakah volume penjualan akan meningkat
jika ia menggandakan biaya iklan. Sang manajer akan mengetahui sifat hubungan yang ada
antara iklan dan penjualan dengan cara menguji hipotesis “jika iklan meningkat, maka pen-
jualan akan naik”.

Contoh 6-6
Seorang peneliti pemasaran tertarik untuk memprediksi faktor-faktor yang secara signifikan
akan memperngaruhi variansi keputusan orang dalam memberli senjata. Berdasarkan wa-

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                          Ivan Malik
                                                             METODOLOGI PENELITIAN
Metodologi Penelitian/Modul06 Ivan Malik/papatua@gmail.com                                   5




wancara dan studi literatur, peneliti kemudian akan membuat teori mengenai faktor-faktor
yang akan mempengaruhi keputusan tersebut, dan selanjutnya menguji hipotesis tersebut
untuk memastikan faktor-faktor mana yang pengaruhnya signifikan.

Contoh 6-7
Seorang auditor internal ingin melakukan pengujian terhadap hipotesis bahwa “lebih banyak
pria yang menjadi pengungkap adanya ketidakberesan dalam perusahaan (whistle-blower)
ketimbang wanita”. Hasilnya akan digunakan untuk mengembangkan metode kontrol
internal yang lebih baik pada sistem operasional perusahaan.

Contoh 6-8
Pengujian hipotesis juga dapat dilakukan untuk melihat independensi antara dua variabel
yang bersifat kualitatif, misalnya pada hipotesis bahwa “bekerja pada shift malam berkore-
lasi dengan status pernikahan karyawan”. Dalam hal ini, uji Chi-Square mengenai indepen-
densi akan dengan mudah menyediakan bukti untuk menerima atau menolak hipotesis ter-
sebut.



6.1.4 Analisis Studi Kasus



Studi kasus meliputi analisis kontekstual dan mendalam terhadap hal yang berkaitan de-
ngan situasi serupa dalam organisasi lain. Penggunaan studi ini untuk mencari solusi masa-
lah memang jarang dilakukan mengingat sulitnya menemukan jenis masalah yang sama pa-
da situasi/lingkungan yang sebanding (comparable). Hal ini disebabkan antara lain karena
keengganan banyak perusahaan untuk mengungkapkan permasalahan yang mereka ha-
dapi. Namun demikian, studi kasus yang bersifat kualitatif akan sangat berguna bagi perusa-
haan untuk dapat mencari solusi bagi masalah-masalah saat ini berdasarkan pengalaman
pemecahan masalah pada masa lalu. Hal tersebut juga berguna dalam memahami fenome-
na tertentu, serta menghasilkan teori lebih lanjut bagi pengujian empiris.




6.2 Hubungan Antar Variabel



Untuk menemukan jawaban atas persoalan yang dihadapi, peneliti harus menentukan
apakah yang diperlukan adalah studi kausalitas (causal study) atau studi korelasional


Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                          Ivan Malik
                                                             METODOLOGI PENELITIAN
Metodologi Penelitian/Modul06 Ivan Malik/papatua@gmail.com                                     6




(correlational study). Jenis yang pertama dilakukan untuk benar-benar mengetahui hubung-
an sebab-akibat yang definitif antara masalah dan faktor penyebabnya. Namun jika peneliti
hanya ingin mengidentifikasi faktor-faktor penting yang memiliki relevansi terhadap masalah,
maka ia akan memilih studi korelasional.

Pada kasus yang pertama, peneliti secara tekun ingin menyelidiki satu atau lebih faktor yang
secara pasti menjadi penyebab timbulnya masalah. Dengan kata lain, maksud peneliti
mengadakan studi kausalitas adalah agar mampu untuk menyatakan bahwa variabel X
menjadi penyebab dari variabel Y. Jika variabel X dihilangkan atau diubah , maka masalah
Y akan terpecahkan. Namun demikian, seringkali suatu masalah dalam organisasi tidak
hanya disebabkan oleh satu faktor saja. Fakta menunjukkan bahwa sangat sering terdapat
faktor yang saling berpengaruh satu sama lain, dan mempengaruhi masalah secara beru-
rutan. Dalam kasus seperti ini, peneliti mungkin diminta untuk mengidentifikasi seluruh
faktor-faktor penting yang berkaitan dengan masalah yang diamati, dan bukan untuk menen-
tukan hubungan sebab-akibat.

Studi di mana peneliti ingin menemukan penyebab dari satu atau lebih masalah disebut se-
bagai studi kausalitas. Sementara jika peneliti berminat untuk menemukan variabel-variabel
penting yang berkaitan dengan masalah, maka penelitian itu disebut studi korelasional.

Contoh 6-9
Pertanyaan studi kausalitas:
       “apakah merokok menyebabkan kanker?”
Pertanyaan studi korelasional:
       “apakah merokok dan kanker memiliki kaitan?” atau
       “apakah merokok, minuman keras, dan mengunyah tembakau berhubungan dengan
       kanker? Jika ya, mana yang paling berkontribusi pada variansi terjadinya kanker?”

Jawaban terhadap pertanyaan pertama akan membantu menentukan apakah orang yang ti-
dak merokok tidak akan menderita kanker. Jawaban atas pertanyaan kedua akan memberi
informasi apakah merokok memiliki korelasi dengan penyakit kanker. Kondisi pada perta-
nyaan ketiga mengakui kemungkinan adanya beberapa faktor lain yang menyebabkan
kanker selain faktor-faktor yang disebutkan, namun mencari secara spesifik mencari fakta
apakah ketga faktor tersebut membantu menjelaskan variansi yang signifikan pada terja-
dinya kanker. Dan jika ya, faktor mana yang menjadi penyebab terkuat, nomor dua, dan
yang paling terakhir. Jawaban terhadap studi korelasional akan membantu menentukan
tingkat risiko terkena kanker pada orang yang merokok, minum minuman keras, dan

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                          Ivan Malik
                                                             METODOLOGI PENELITIAN
Metodologi Penelitian/Modul06 Ivan Malik/papatua@gmail.com                                         7




mengunyah tembakau. Studi ini bukan dilakukan untuk menentukan hubungan antara satu
faktor dengan yang lainnya, tetapi semata-mata untuk melihat ada atau tidaknya hubungan
antar variabel-variabel yang diteliti.

Contoh 6-10
Studi hubungan kausalitas: ketakutan terhadap gempa bumi yang baru-baru ini diprediksi-
kan akan terjadi di suatu wilayah pemukiman tertentu menyebabkan peningkatan jumlah
pemilik rumah di daerah tersebut yang mengambil polis asuransi gempa bumi.

Contoh 6-11
Studi hubungan korelasional: kenaikan suku bunga dan pajak properti, resei, serta prediksi
akan terjadinya gempa bumi dianggap mempengaruhi bisnis real estate di suatu wilayah
tertentu.




6.3 Lingkungan Penelitian



Penelitian terhadap perusahaan dapat dilakukan dalam lingkungan yang alami di mana pe-
kerjaan berproses secara normal (artinya, dalam kondisi tidak diatur), atau dalam keadaan
artifisial dan diatur. Studi korelational selalu dilakukan dalam situasi tidak diatur, sedangkan
kebanyakan studi kausalitas yang ketat dilaksanakan dalam situasi laboratorium yang diatur.

Studi korelational yang dilakukan di dalam organisasi disebut sebagai studi lapangan (field
study), sedangkan studi yang dilakukan untuk menentukan hubungan sebab-akibat dengan
menggunakan lingkungan yang alami (di mana karyawan berfungsi dan bekerja secara nor-
mal) disebut sebagai eksperimen lapangan (field experiment). Pada cara yang kedua ini, pe-
neliti melakukan intervensi terhadap peristiwa alami karena ada variabel bebas yang dimani-
pulasi. Misalnya, seorang manajer yang ingin mengetahui pengaruh besarnya gaji terhadap
kinerja karyawan akan menaikkan gaji karyawan pada suatu unit kerja, menurunkan gaji kar-
yawan unit yang lain, dan membiarkan gaji karyawan di unit ketiga tanpa perubahan apa-
pun. Disini terjadi manipulasi terhadap sistem gaji untuk melihat hubungan sebab-akibat an-
tara gaji dan kinerja, namun studi tersebut tetap dilakukan dalam situasi alami.

Adapula eksperimen yang dilakukan untuk menentukan hubungan sebab-akibat dengan
tingkat keyakinan tertentu, sehingga memerlukan pembuatan sebuah lingkungan yang arti-
fisial dan teratur di mana semua faktor asing dikontrol secara ketat. Subjek yang sama dipi-


Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                          Ivan Malik
                                                             METODOLOGI PENELITIAN
Metodologi Penelitian/Modul06 Ivan Malik/papatua@gmail.com                                     8




lih secara seksama untuk merespons stimuli tertentu yang dimanipulasi. Studi semacam ini
disebut dengan eksperimen laboratoris (laboratory expreiment).

Contoh 6-12
Seorang manajer bank ingin menganalisis hubungan antara tingkat suku bunga dan pola no-
minal simpanan nasabah. Ia mencoba menghubungkan keduanya dengan membagi deposi-
to ke dalam berbagai jenis rekening yang berbeda (seperti tabungan, sertifikat deposito, re-
kening koran, dan sebagainya), dan melihat variansinya pada saat tingkat suku bunga beru-
bah. Penelitian semacam ini merupakan sebuah studi lapangan, yaitu dilakukan dalam situ-
asi yang tidak diatur tanpa intervensi terhadap rutinitas operasional sehari-hari.

Contoh 6-13
Pada kasus lain, manajer bank ingin menentukan hubungan sebab-akibat antara tingkat su-
ku bunga dan insentif bagi nasabah untuk menyimpan uangnya di bank. Dalam periode satu
minggu tertentu, ia memasang iklan yang menginformasikan tingkat suku bunga depositio
yang berlaku untuk periode tersebut di beberapa cabang dengan pola sebagai berikut: naik
menjadi 9% di cabang pertama, 8% di cabang kedua, 10% di cabang ketiga, namun tetap
5% di cabang keempat. Melalui pengamatan selama periode satu minggu tersebut, manajer
akan mampu melihat apakah memang terdapat pengaruh tingkat bunga deposito terhadap
mobilisasi dana deposito. Penelitian semacam ini termasuk dalam kategori eksperimen la-
pangan, karena terjadi manipulasi pada tingkat suku bunga, sementara semua kegiatan lain
dalam lingkungan kerja berlangsung secara normal dan alami.

Contoh 6-14
Pada kesempatan selanjutnya, manajer bank di atas ingin menentukan hubungan kausal
antara suku bunga dan tabungan secara lebih meyakinkan dengan berusaha mengisolasi
hubungan tersebut dari faktor-faktor lain yang mungkin ikut berpengaruh. Karena itu ia me-
rencanakan sebuah lingkungan buatan (artifisial) untuk menelusuri hubungan sebab-akibat
tersebut. Ia merekrut 40 orang mahasiswa dengan usia yang kurang lebih sama, membagi
mereka ke dalam 4 kelompok, dan memberi masing-masing uang senilai $1,000 yang dapat
digunakan untuk konsumsi semuanya atau ditabung sebagian untuk masa depan. Untuk ta-
bungan akan diberikan insentif bunga, namun besarnya dimanipulasi sebagai berikut: 6%
untuk kelompok pertama, 8% untuk kelompok kedua, 9% untuk kelompok ketiga, dan hanya
1% untuk kelompok keempat. Penelitian semacam ini disebut sebagai eksperimen laborato-
ris karena dilakukan pada kondisi yang berbeda dengan aslinya, variabel bebasnya dimani-
pulasi, dan faktor-faktor eksternal yang paling mengganggu (seperti misalnya usia dan


Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                          Ivan Malik
                                                             METODOLOGI PENELITIAN
Metodologi Penelitian/Modul06 Ivan Malik/papatua@gmail.com                                     9




pengalaman) telah dikendalikan. Jika manajer kemudian bahwa jumlah tabungan pada ke-
empat kelompok tersebut meningkat secara progresif selaras dengan peningkatan suku
bunga, maka ia dapat menentukan hubungan sebab akibat yang kukuh antara suku bunga
dan perilaku menabung.




6.4 Unit Analisis



Unit analisis merujuk pada tingkat satuan data yang dikumpulkan selama tahap analisis data
dilakukan. Jika -misalnya- pernyataan masalah difokuskan bagaimana memperbaiki tingkat
motivasi karyawan secara umum, maka penelitian harus memperhatikan individu karyawan
di dalam organisasi, sehingga dalam hal ini unit analisisnya adalah individu. Data dikumpul-
kan dari setiap indiviidu karyawan, di mana respon setiap karyawan diperlakukan sebagai
sumber data individual.

Jika peneliti berniat mempelajari interaksi antara dua orang, maka beberapa kelompok yang
masing-masing terdiri dari 2 orang (disebut sebagai pasangan, atau dyads) akan menjadi
unit analisis. Studi terhadap interaksi suami-istri dalam keluarga, dan hubungan atasan-ba-
wahan di tempat kerja, merupakan contoh yang baik dari penggunaan pasangan sebagai
unit analisis.

Namun demikian, bila pernyataan masalah berkaitan dengan efektifitas kelompok, maka unit
analisis yang digunakan haruslah pada tingkat kelompok. Meskipun peneliti mungkin meng-
umpulkan data yang relevan dari semua responden, ia harus menjumlahkan atau mengga-
bungkan data individual tersebut ke dalam kelompok-kelompok (groups) untuk melihat per-
bedaan karakteristik antar kelompok. Bila peneliti memperbandingkan departemen-departe-
men yang berbeda dalam suatu organisasi, maka analisis akan dilakukan pada tingkat de-
partemen. Seluruh individu dalam sebuah departemen akan diperlakukan sebagai satu unit,
dan perbandingan dilakukan dengan menggunakan departemen sebagai unit analisis.

Penggunaan unit analisis akan ditentukan oleh pertanyaan penelitian. Jika -misalnya- studi
dilakukan untuk mempelajari pola pengambilan keputusan oleh kelompok, maka peneliti
mungkin akan menguji aspek-aspek seperti ukuran kelompok, struktur kelompok, kepaduan,
dan semacamnya, untuk mencoba menjelaskan variansi yang terjadi pada proses pembuat-
an keputusan oleh kelompok. Minat utama peneliti di sini bukanlah mempelajari pembuatan
keputusan oleh individu, melainkan proses yang dilakukan oleh kelompok. Dengan demikian

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                          Ivan Malik
                                                             METODOLOGI PENELITIAN
Metodologi Penelitian/Modul06 Ivan Malik/papatua@gmail.com                                     10




yang akan ditelaah adalah dinamika yang berlaku pada beberapa kelompok yang berbeda,
serta faktor-faktor yang mempengaruhi pembuatan keputusan pada masing-masing kelom-
pok. Dalam hal ini, unit analisis yang digunakan adalah kelompok.

Karakteristik individu tidak sama dengan kelompok (misalnya struktur dan kepaduan), dan
begitu pula sebaliknya (misalnya IQ dan stamina). Dalam setiap kebudayaan yang berbeda
akan terdapat variasi dalam persepsi, sikap, dan perilaku orang. Karena itu, sifat informasi
yang dikumpulkan, serta tingkat data di mana penjumlahan dilakukan, merupakan bagian
integral dari keputusan yang dibuat dalam memilih unit analisis.

Pemilihan unit analisis adalah tahap yang sangat penting untuk dilakukan, bahkan bisa dite-
tapkan pada saat peneliti merumuskan pertanyaan penelitian. Metode pengumpulan data,
ukuran sampel, dan bahkan variabel yang termasuk dalam kerangka teori kadang kala di-
tentukan oleh tingkat data di mana ia dijumlahkan untuk analisis.

Contoh 6-15
Direktur keuangan (cheif financial officer-CFO) sebuah perusahaan manufaktur ingin me-
ngetahui berapa banyak staf yang tertarik untuk menghadiri seminar mengenai pembuatan
keputusan investasi yang tepat. Untuk tujuan itu, data akan dikumpulkan dari setiap anggota
staf. Dalam hal ini unit analisisnya adalah individu.

Contoh 6-16
Seorang manajer sumber daya manusia yang ingin mengidentifikasi adanya hubungan kerja
antar karyawan yang bersifat mentoring (pembimbingan), dan kemudian menemukan apa
saja manfaat yang dirasakan bersama oleh kedua pihak (baik staf yang membimbing, mau-
pun yang dibimbing) dari hubungan semacam itu. Dalam penilitian ini, setiap pasangan yang
ada diidentifikasi, dan kemudian persepsi mereka didata. Setiap pasangan diperlakukan se-
bagai satu unit, sehingga unit analisis yang digunakan di sini adalah pasangan (dyads).

Contoh 6-17
Seorang manajer ingin melihat pola penggunaan sistem informasi yang baru diterapkan pa-
da staf bagian produksi, penjualan, dan operasi. Dalam hal ini, seluruh staf dari ketiga ke-
lompok itu akan terlibat. Informasi mengenai jumlah waktu sistem yang digunakan oleh seti-
ap anggota masing-masing kelompok dikumpulkan dan dianalisis. Hasil akhir akan menun-
jukkan rerata (mean) penggunaan sistem per hari oleh setiap kelompok. Unit analisis yang
digunakan di sini adalah kelompok.



Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                          Ivan Malik
                                                             METODOLOGI PENELITIAN
Metodologi Penelitian/Modul06 Ivan Malik/papatua@gmail.com                                  11




6.5 Horizon Waktu



6.5.1 Studi Cross-Sectional



Sebuah studi dalam rangka menjawab suatu pertanyaan penelitian bisa dilakukan dengan
menggunakan data yang hanya dikumpulkan sekali atau dalam satu batasan waktu saja.
Penelitian semacam ini disebut studi one-shot atau cross-sectional.

Contoh 6-18
Sebuah penelitian untuk mempelajari pendapat mengenai pasar saham yang sedang berge-
jolak dilakukan dengan mengumpulkan data dari para broker saham selama bulan April dan
Juni tahun lalu. Data peiriode sebelumnya tidak pernah dicatat, dan data selanjutnya juga
tidak akan dikumpulkan lagi.

Contoh 6-19
Sebuah perusahaan obat yang ingin melakukan penelitian untuk membuat obesitas yang
baru, mengadakan survei di antara orang-orang yang mengalami kegemukan untuk melihat
berapa banyak di antara mereka yang akan tertarik menggunakannya. Penelitian semacam
ini juga merupakan studi one-shoot atau cross-sectional.




6.5.2 Studi Longitudinal



Dalam sejumlah kasus, peneliti ingin mempelajari perilaku orang atau fenomena pada lebih
dari satu batasan waktu. Misalnya, ia ingin mengamati perilaku karyawan sebelum dan se-
sudah pergantian manajemen puncak, untuk mengetahui pengaruh dari pergantian tersebut.
Karena data dikumpulkan pada dua batasan waktu yang berbeda, maka penelitian sema-
cam itu merupakan studi yang membujur melintasi periode waktu, dan dikenal sebagai studi
longitudinal.

Contoh 6-20
Ketika perusahaan jasa kurir UPS ditutup selama 15 hari akibat pemogokan pengemudi, ba-
nyak klien mereka yang berpindah ke layanan lain seperti FedEx atau TNT. Setelah pemo-
gokan berakhir, UPS berusaha merebut kembali pelanggan mereka melalui beberapa stra-
tegi baru, dan mengumpulkan data bulan demi bulan untuk melihat kemajuan yang telah

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                          Ivan Malik
                                                             METODOLOGI PENELITIAN
Metodologi Penelitian/Modul06 Ivan Malik/papatua@gmail.com                                      12




mereka capai dalam usaha tersebut. Karena data dikumpulkan pada berbagai batasan wak-
tu, dan dalam rangka menjawab pertanyaan penelitian yang sama, maka penelitian ini ter-
masuk dalam jenis studi longitudinal.

Contoh 6-21
Seorang manajer pemasaran tertarik untuk menelusuri pola penjualan produk tertentu di
empat wilayah berbeda, secara kuartalan selama 2 tahun ke depan. Karena data dikumpul-
kan beberapa kali untuk menjawab persoalan yang sama (menelusuri pola penjualan), maka
penelitian ini dapat disebut studi longitudinal.

Studi longitudinal akan menelan lebih banyak waktu, usaha, dan biaya dibandingkan dengan
studi cross-sectional. Namun studi longitudinal yang direncanakan dengan baik dapat mem-
bantu mengidentifikasi hubungan sebab-akibat. Eksperimen lapangan (field experiment) se-
lalu merupakan studi longitudinal, karena data dikumpulkan sebelum dan setelah variabel
bebas dimanipulasi. Studi lapangan sebenarnya bisa bersifat longitudinal, tetapi kebanyakan
studi ini dilakukan secara cross-sectional karena keterbatasan waktu, usaha, dan biaya
yang harus dicurahkan dalam mengumpulkan data selama beberapa periode waktu. Studi
longitudinal akan diperlukan bila peneliti ingin mengamati faktor tertentu (misalnya penjual-
an) selama suatu periode waktu tertentu untuk mengamati dan menilai peningkatan/peru-
bahannya, ataupun untuk mendeteksi kemungkinan hubungan kausal dengan faktor lain
(misalnya promosi).




6.6 Implikasi Manajerial



Penguasaan mengenai desain penelitian akan membantu manajer untuk memahami apa
yang coba dilakukan oleh peneliti. Manajer juga akan mampu memahami mengapa laporan
penelitian kadang kala menunjukkan analisis data berdasarkan ukuran sampel yang kecil,
atau mengapa begitu banyak waktu dihabiskan untuk mengumpulkan data dari berbagai
kelompok orang. Dengan mengetahui bahwa desain penelitian yang ketat akan memakan
sumber daya yang banyak, manajer bisa menimbang tingkat kepentingan (urgensi) masalah
yang diteliti, dan memutuskan jenis desain mana yang bisa memberikan hasil yang bisa
diterima. Pengetahuan mengenai interkoneksi di antara berbagai aspek desain penelitian
akan membantu manajer memilih studi yang paling efektif, setelah mempertimbangkan sifat
dan besarnya masalah yang dihadapi serta jenis solusi yang diharapkan. Pengetahuan


Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                          Ivan Malik
                                                             METODOLOGI PENELITIAN
Metodologi Penelitian/Modul06 Ivan Malik/papatua@gmail.com                             13




mengenai rincian (detail) desain penelitian juga akan menolong manajer untuk mempelajari
dan mengomentari proposal penelitian secara cerdas.




Daftar Pustaka



Marzyck, Geoffrey. et. al. 2005. Essentials of Research Design and Methodology. John
Wiley & Sons, New Jersey.

Sekaran, Uma. 2004. Research Methods for Business. Buku 1: Terjemahan oleh Kwan Men
Yon (2006). Penerbit Salemba Empat, Jakarta.

Zikmund, W.G. 2000. Business Research Methods. 6th edition. Dreyden Press, Orlando




Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                          Ivan Malik
                                                             METODOLOGI PENELITIAN

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:1389
posted:5/4/2010
language:Romanian
pages:15