Kereta Kencana by Galang_Ekajati

VIEWS: 75 PAGES: 29

									           KERETA




                                        a
          KENCANA




                                      ar
                                    nt
            ( Les Chaises )




                                 sa
                        Karya : Eugene Ionesco



                               Nu
                      Terjemahan : W.S. Rendra
                            ul
                         nd
                       Ba
              k
            po




     (Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009)
   lom
Ke




                                                           1
 KERETA KENCANA
 Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009
 http://bandulnusantara.blogspot.com/)
 ( WAKTU LAYAR DIBUKA PANGGUNG GELAP DAN SUNYI, KEMUDIAN
 TERDENGAR SUARA)




                                             a
 ………………… Wahai, Wahai……………….. Dengarlah engkau dua orang tua




                                           ar
 yang selalu bergandengan, dan bercinta, sementara siang dan malam berkejaran dua
 abad lamanya.




                                         nt
 Wahai, wahai dengarlah !




                                      sa
 Aku memanggilmu. Datanglah berdua bagai dua ekor burung dara. Akan kukirimkan
 kereta kencana untuk menyambut engkau berdua. Bila bulan telah luput dari mata




                                    Nu
 angin, musim gugur menampari pepohonan dan daun-daun yang rebah berpusingan.
 Wahai, wahai !
 Di tengah malam di hari ini akan kukirimkan kereta kencanaa untuk menyambut
                                 ul
 engkau berdua. Kereta kencana, 10 kuda 1 warna.
                              nd

 ( EMPAT KETUKAN, SETELAH ITU NENEK MASUK DENGAN LILIN MENYALA.
                            Ba


 DUHAI GUGUPNYA)


 NENEK           : Henry, engkaukah itu ?
               k




                     Henry….. ah…. dari mana engkau sayang ?
             po
   lom




 ( NENEK BERJALAN DENGAN LILIN MENYALA, IA DUDUK DI KURSI BAGUS
 TANPA SANDARAN, DAN MEMBISU )
Ke




 NENEK           :    (MELETAKKAN LILIN KE MEJA ) Henry, dari mana engkau ?
                      Kenapa diam saja ? saya mencarimu, ada apa dengan engkau ?
                      Ayolah jangan diam saja ? Henry apakah kau tadi yang bersuara
                      keras ?
                                                                                 2
 KERETA KENCANA
 Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009
 http://bandulnusantara.blogspot.com/)
 KAKEK        :   ( MENGGELENGKAN KEPALA BAGAI TERMENUNG )




                                         a
 NENEK        :   Sakitkah engkau ? Ayolah jangan diam saja. Nyalakan lampu




                                       ar
                  listriknya. Di kamar ini dan di kamar tidur kita saja yang ada
                  lampu listriknya, dikamar lain sudah rusak semuanya. Oh




                                     nt
                  Tuhan……. Alangkah bobroknya rumah kita ini. Baiklah. Ayolah




                                  sa
                  nyalakan lampu listriknya Henry.




                                Nu
 (KAKEK TETAP MEMBATU, NENEK LALU PERGI MENYALAKAN LAMPU.
 LAMPU MENYALA HIJAU, NENEK TERKEJUT )
                             ul
 NENEK        :   Kenapa       sayang,   kenapa?   (MENGAMBIL    LILIN    KAKEK,
                          nd
                  MENARUHNYA             KE   SEBELAH   LILIN    NENEK,       LALU
                  MEMADAMKAN KEDUA LILIN TADI) Apakah kau sakit ? Oh,
                        Ba


                  jangan membingungkan saya, apa kau tadi berteriak keras ?


 KAKEK        :   ( MENGGELENGKAN KEPALA )
              k
            po




 NENEK        :   Saya mendengarkan suara.
   lom




 KAKEK        :   Saya juga.


 NENEK        :   Kau juga ? Suara apa ?
Ke




 KAKEK        :   Suara yang dulu lagi. Aku mendengar suara yang dulu lagi.


 NENEK        :   Aku juga mendengarnya.
                                                                                 3
 KERETA KENCANA
 Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009
 http://bandulnusantara.blogspot.com/)
 KAKEK        :   Suara yang berulang kali datang.




                                           a
 NENEK        :   Ya ! Suara yang dulu.




                                         ar
 KAKEK        :   Angin bertiup keras.




                                       nt
                                    sa
 NENEK        :   Ya !




                                  Nu
 KAKEK        :   Lalu ketukan pintu.


 NENEK        :   Ya !
                               ul
                            nd
 KAKEK        :   Tapi kali ini ada tambahannya.
                          Ba


 NENEK        :   ?????


 KAKEK        :   Suara orang berkata. ( DIAM SEJENAK)
              k
            po




 NENEK        :   Jadi kau juga mendengarnya ? Cobalah kau katakan bagaimana
                  mendengar kata itu.
   lom




 KAKEK        :   Kita berdua mendapat panggilan.
Ke




 NENEK        :   Jadi kau pikir panggilan itu untuk kita berdua ?


 KAKEK        :   Dau orang tua yang dua abad usianya, siap lagi kalau bukan kita ?
                  Baru dua hari yang lalu aku merayakan ulang tahun yang ke 200.
                                                                                   4
 KERETA KENCANA
 Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009
 http://bandulnusantara.blogspot.com/)
 NENEK        :   Coba menurut kau bagaimana kau mendengar suara itu ?




                                         a
 KAKEK        :   Tengah malam nanti, apabila angin mendayu dan bulan luput dari




                                       ar
                  mata. Akan datang sebuah kereta kencana untuk menyambut kita
                  berdua. Waktu itu aku sedang mencari-cari buku harianku di




                                     nt
                  kamar perpustakaan, lalu kudengar suara itu isinya kurang lebih




                                  sa
                  begitu, tapi aku tak tahu bagaimana persisnya.




                                Nu
 NENEK        :   Aku tahu, aku juga mendengarnya. Engkau dua orang tua yang
                  selalu bergandengan tangan dan bercinta, sementara siang dan
                  malam berkejaran dua abad lamanya.
                             ul
                  Wahai…wahai…. Dengarlah aku memanggilmu, datanglah berdua
                          nd
                  bagai dua ekor burung dara. Akan kukirimkan kereta kencana
                  untuk menjemput kau berdua. Bila bulan telah luput dari mata
                        Ba


                  angin. Musim gugur menampari pepohonan dan daun-daunan yang
                  berpusing.
                  Wahai….wahai….. di tengah malam di hari ini akan kukirimkan
              k




                  kereta kencana. Kereta kencana 10 kuda 1 warna.
            po




 KAKEK        :   Jadi kau dengar suaranya ? Sementara mendengar itu semua.
   lom




 NENEK        :   Jantungku berkeridutan, penyakit yang lama kembali lagi.
Ke




 KAKEK        :   Aku juga, penyakitku kembali lagi, tubuhku berkeringat dan
                  nafasku sesak.


 NENEK        :   Tahukah kau artinya semua ini ?
                                                                               5
 KERETA KENCANA
 Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009
 http://bandulnusantara.blogspot.com/)
 KAKEK        :   Ya ! Malam ini kita akan mati bersama.




                                         a
 (HENING, KAKEK MELANGKAH KE JENDELA DAN MEMBUKANYA)




                                       ar
 NENEK        :   Kenapa kau buka jendela itu ? Hawa di luar sangat dingin.




                                     nt
                                  sa
 KAKEK        :   Malam musim gugur.




                                Nu
 NENEK        :   Kau nanti masuk angin.


 KAKEK        :   Bintang bertebaran dan bulan nampak pucat, sebentar lagi akan
                             ul
                  datang angin-angin itu menbawa mendung, dan mendung itu akan
                          nd
                  membawa bulan luput dari pandang mata.
                        Ba


 NENEK        :   Tutuplah jendela itu.


 ( KAKEK MENUTUP JENDELA, MENUJU KURSI PIANO, LALU DUDUK )
              k
            po




 KAKEK        :   Aku merasa kosong.
   lom




 NENEK        :   Angin buruk gampang membuatmu sakit, sayang.


 KAKEK        :   Kita terlalu hidup, dan terlalu lama memeras tenaga untuk mengisi
Ke




                  umur kita yang panjang ini. Berapa kali sajakah kita mengharap
                  mati ? Tiap datang ketukan pintu, kita berpikir, inikah saatnya ?
                  Tapi kita selalu salah duga.


                                                                                 6
 KERETA KENCANA
 Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009
 http://bandulnusantara.blogspot.com/)
 NENEK        :   Tapi kali ini kita tidak akan salah duga.


 KAKEK        :   Pasti, pasti tidak akan salah lagi. Setelah akan datang sungguh saat




                                         a
                  ini, beginilah rasanya.




                                       ar
 NENEK        :   Apakah kau takut ?




                                     nt
                                  sa
 KAKEK        :   Tak tahu, dan kau ?




                                Nu
 NENEK        :   Tak tahu. Tapi sedihkah kau ?


 KAKEK        :   Tidak. Sedihkah kau ?
                             ul
                          nd
 NENEK        :   Saya kira tidak, aku tak tahu.
                        Ba


 KAKEK        :   Tak tahu, itulah jawaban yang paling tepat. Kita balon yang berisi
                  hawa. Tak takut, tak sedih, Cuma hawa yang hampa.
              k




 NENEK        :   Sebentar lagi takkan hampa-hampa juga. Kita sekali bisa mengisi
            po




                  hidup ini.
   lom




 KAKEK        :   Aku merasa jemu dan lesu.


 NENEK        :   Apa artinya kebudayaan kalau manusia tidak bisa menghibur
Ke




                  dirinya.


 KAKEK        :   Aku mau membuka jendela.


                                                                                    7
 KERETA KENCANA
 Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009
 http://bandulnusantara.blogspot.com/)
 NENEK        :   Jangan, jangan sayang. Apakah kau akan bertingkah nakal lagi
                  Henry ? Ah, kau terlalu banyak aku manjakan manis.




                                         a
 KAKEK        :   Aku tidak bertingkah, aku tidak berbuat apa-apa, hidupku sudah




                                       ar
                  kosong.




                                     nt
 NENEK        :   Jiwa dan akal lebih luas dari kejemuan. Kebudayaan kita harus




                                  sa
                  menag dari kejemuan. Senyumlah sayang, senyum disaat seperti
                  ini adalah kebudayaan.




                                Nu
 KAKEK        :   Aku tidak mau tersenyum.
 NENEK        :   Menyanyi ?
                             ul
 KAKEK        :   Tidak !
                          nd

 NENEK        :   Baiklah engkau seorang badut. (LAKUNYA SEPERTI BERKATA
                        Ba


                  KEPADA ANAK KECIL)


 KAKEK        :   Aku senang jadi badut. Ingatkah kau ketika aku masih mahasiswa?
              k




                  Aku pernah jadi juara lomba lawak.
            po




 NENEK        :   Tentu saja, engkau badut yang manis.
   lom




 KAKEK        :   Manisku, aku sekarang badut.
Ke




 NENEK        :   Badut yang pintar, bukan ?


 KAKEK        :   Badut yang manja.


                                                                               8
 KERETA KENCANA
 Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009
 http://bandulnusantara.blogspot.com/)
 NENEK        :   Boleh, sekarang badut yang manja ingin apa ?


 KAKEK        :   Saya ingin kau jadi layang-layang.




                                         a
                                       ar
 NENEK        :   Ini layang-layang (MENGEMBANGKAN TANGANNYA)




                                     nt
 KAKEK        :   Uluuuuuur, tariiiiiiiiiiiiik,     uluuuuuuuuuuur, tarik…………..




                                  sa
                  uluuuuuuur-uluuuuuuuur…………. Ah putus.




                                Nu
 (NENEK JATUH KE LANTAI, KAKEK TERTAWA SENANG )


 NENEK        :   ( TERENGAH-ENGAH ) Wah, badutnya nakal. (TAPI NAMPAK
                             ul
                  NENEK SANGAT SENANG )
                          nd

 KAKEK        :   Hihihihihihihihihihi, lihatlah aku sendiri ketawa, kaulah badut
                        Ba


                  dunia penghibur orang lain dan aku sendiri.


 NENEK        :   (BERDIRI) Engkau tertawa dan mukamu segar seperti buah apel.
              k




                  Engkau mengalahkan kesempitan dan kekosonganmu, hiburan
            po




                  bukanlah pesta yang mahal. Hiburan sejati adalah kebijaksanaan
                  (BERTEPUK        TANGAN)        Badutku,   hore……….     Hore…….
   lom




                  (KAKEK      MEMBUNGKUK            HORMAT)     Badut   adalah   raja
                  kebudayaan (APPLAUSE DARI NENEK)
Ke




 NENEK        :   Aku lelah sayang, maukah kau berbuat sesuatu untukku ?


 KAKEK        :   Aku selalu bersedia sayang, Abunawas selalu bersedia.


                                                                                   9
 KERETA KENCANA
 Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009
 http://bandulnusantara.blogspot.com/)
 NENEK        :   Tidak, engkau tidak lagi menjadi badut. Sekarang ganti jadilah
                  Haodini main sulapan untuk saya.




                                         a
 KAKEK        :   Aku tidak mau. Tanganku yang tua tidak tangkas lagi main




                                       ar
                  sulapan.




                                     nt
 NENEK        :   Kalau begitu jadilah pagi hari.




                                  sa
 KAKEK        :   Pagi hari manisku ?




                                Nu
 NENEK        :   Ya ! Pagi hari.
                             ul
 KAKEK        :   Baiklah ini pagi hari. (MENGGAMBARKAN PAGI HARI
                          nd
                  DENGAN GERAK TANGAN) Pagi hari manisku.
 NENEK        :   Terima kasih, hebat sekali, engkau sangat pandai, engkau mestinya
                        Ba


                  jadi jendral, kalau engkau punya kemauan mestinya kau sudah jadi
                  jendral sekarang.
              k




 KAKEK        :   Aku bukanlah jendral, aku hanya seorang profesor yang dilupakan.
            po




 NENEK        :   Tapi dulu kau pernah bergerilya, berjuang untuk Perancis.
   lom




                  Engkaulah adalah pahlawan Perancis, putra Jeanne d’arc.
                  Pahlawanku, apakah kau mencintai aku ?
 KAKEK        :   Aku mencintaimu dengan semangat musim semi yang abadi.
Ke




 NENEK        :   Cantikkah aku pahlawanku.


 KAKEK        :   Engkau gilang-gemilang bagai putri Zeba !
                                                                                10
 KERETA KENCANA
 Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009
 http://bandulnusantara.blogspot.com/)
 NENEK        :   Darahku berdeburan, pahlawanku. Dengan hormat berbuat sesuatu
                  untukku.




                                           a
                                         ar
 KAKEK        :   Ciuman-ciuman       sudah        terlalu   badani,   tapi………….
                  (MENGHAMPIRI MEJA) Akan kusajikan minuman untuk




                                       nt
                  membujuk darahmu Zeba. Tuan putrid berkenan minum apa ?




                                    sa
                  (ASOSIASI SEOLAH-OLAH ADA BENDA-BENDA ITU) Anggur
                  dari Malaga, Wysky Scotlandia, Baounnet ? Martini ?       Atau




                                  Nu
                  Champagne dari Canada ?


 NENEK        :   (TERSENYUM)
                               ul
                            nd
 KAKEK        :   Aha,…… atau teh dari Timur ?
                          Ba


 NENEK        :   Terima kasih, ya.


 KAKEK        :   (BERBUAT SEOLAH-OLAH MELAYANI TEH) Aha ? Inilah
              k




                  cawan dari Tiongkok, hasil karya tangan berbakat dari lembah
            po




                  Yang Tse Kiang (MENGAMBIL CANGKIR). Cangkir dan cawan
                  berhias naga. Naga-naga ini berwarna hijau, karena disanapun
   lom




                  hijau bagai zamrut. (MENUANG TEH). Dan inilah the dari Assam.
                  Tuan putri ingin gula berapa ?
Ke




 NENEK        :   Dua !




                                                                              11
 KERETA KENCANA
 Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009
 http://bandulnusantara.blogspot.com/)
 KAKEK        :   (MEMASUKKAN            GULA         MENGADUKNYA             DAN
                  MEMBERIKANNYA KEPADA NENEK). Teh dari timur untuk
                  putri Zeba.




                                           a
                                         ar
 NENEK        :   Terima kasih pahlawanku, (MINUM TEH). Lezat sekali ! Ah
                  (BANGKIT MENUJU KURSI GOYANG) Apakah sang pahlawan




                                       nt
                  menghendaki kue-kue dan panganan ? dan silahkan panganan ini.




                                    sa
                  Ini namanya kue “Harapan Senja Kala” Meskipun sebenarnya
                  tidak lebih dari kue Cherio ditambah vanili telor dan irisan buah




                                  Nu
                  apel. (MENGAMBIL CAWAN) Ini juga bikinan Perancis tanah air
                  kita.    (MENGAMBIL     GARPU      DAN    MENYUGUHKANNYA
                  KEPADA KAKEK) Ini buat putra dari Perancis, pahlawan dari
                               ul
                  Orleance.
                            nd

 KAKEK        :   Terima kasih putri Zeba (MAKAN KUE)
                          Ba


 NENEK        :   Enak ?
              k




 KAKEK        :   Lezat sekali.
            po




 NENEK        :   Dulu kau pernah gemar makan kue Cherio, tapi kemudian
   lom




                  kegemaranmu selalu berubah-ubah.


 KAKEK        :   Kau pernah membuat bistik dari Jerman yang lezat untuk saya.
Ke




 NENEK        :   Ah iya ! Waktu itu kita gemar piknik dan main tenis, kenapa kita
                  jadi tua.


                                                                                 12
 KERETA KENCANA
 Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009
 http://bandulnusantara.blogspot.com/)
 KAKEK        :   Karena bumi berputar, berputar……………….


 NENEK        :   Kau pintar sekali, mestinya kau jadi jendral.




                                         a
                                       ar
 KAKEK        :   (TIBA-TIBA DENGAN LEMAS DUDUK DI LANTAI). Aku bukan
                  jendral. Aku hanyalah profesor yang dilupakan, aku sampah di




                                     nt
                  buang.




                                  sa
 NENEK        :   Jangan begitu ! Ayolah ! Bangkit dari lantai.




                                Nu
 KAKEK        :   Aku orang hina, tempatku di tanah.
                             ul
 NENEK        :   Tidak. yang di tanah cuma cacing, pahlawanku selalu berdiri di
                          nd
                  atas kedua kaki. Engkau pahlawan Perancis, engkau pernah
                  berjuang   dan    berperang    untuk   Perancis,   engkau   pernah
                        Ba


                  mendapatkan Legion d’honour, engkau harus berdiri.


 KAKEK        :   Hidupku hampa dan sia-sia.
              k
            po




 NENEK        :   Putra Perancis berdirilah !
 KAKEK        :   Aku orang terkutuk, aku tak punya anak, hidupku 200 tahun dan
   lom




                  tak punya anak.


 NENEK        :   (TERPAKU). Dengan hormat, saya minta………… (MULAI
Ke




                  MENANGIS) dengan hormat sayang, dengan hormat manisku. Oh !
                  Kita tak boleh menangis. Bulan akan luput dari mata, kereta
                  kencan akan tiba, kita tak boleh menangis, kita punya kebudayaan,


                                                                                 13
 KERETA KENCANA
 Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009
 http://bandulnusantara.blogspot.com/)
                  kita tak boleh menangis (TIBA-TIBA) Henryyyyy mari, inilah bayi
                  kita menangis Henry.




                                         a
 KAKEK        :   (MENDEKAT,        NENEK      MULAI      BERSENANDUNG           LAGU




                                       ar
                  CRADLE SONG) Siapa nama anak kita ?




                                     nt
 NENEK        :   Jean Valjan (DIBACA ZYONG VALZYONG).




                                  sa
 KAKEK        :   Jean Valjan dari Les Misserable ? Jadi ia laki-laki ?




                                Nu
 NENEK        :   Ya, laki-laki. Ah, bayi kadang-kadang membingungkan apakah ia
                  laki-laki atau perempuan. Lihatl;ah sayang, mulutnya seperti
                             ul
                  mulutmu.
                          nd

 KAKEK        :   Hidungnya seperti hidungmu.
                        Ba


 NENEK        :   Cobalah dukung dia.
              k




 KAKEK        :   Tak mau.
            po




 KAKEK        :   Ayolah Henry. (KAKEK MENDUKUNG TAPI KELIRU) Ya
   lom




                  Tuhan jangna begitu (MEREBUT BAYI DARI KAKEK).                    La,
                  laaaaaaaala lililililili, lulululululu, bayi harus diperlakukan secara
                  halus, ia sangat lemah seperti kupu-kupu yang baru ke luar dari
Ke




                  kepompongnya, lililililili…… lulululululu……


 KAKEK        :   Oh,….. oh,……. Oh,…….!


                                                                                     14
 KERETA KENCANA
 Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009
 http://bandulnusantara.blogspot.com/)
 NENEK        :   Kenapa ?


 KAKEK        :   Bayinya kencing !




                                         a
                                       ar
 NENEK        :   Oh,   oh,      (RIBUT)   Bayi   nakal   (MELETAKKAN BAYINYA
                  DIBUAIAN) Ia nakal seperti papanya (MENGANTIKAN POPOK




                                     nt
                  BAYI). Kalau ia sudah besar ia akan menjadi Jendral. Henry,




                                  sa
                  cobalah kau sekarang menimangnya.




                                Nu
 KAKEK        :   Aku belum bisa, beri dia makan dulu.


 NENEK        :   Lili………li……..lulululu…….lu…
                             ul
                          nd
 KAKEK        :   Lalalalala…..lalalala…….laaaaaaaaaalala………
                        Ba


 NENEK        :   Anakku sayang, bungaku sayang, bintangku sayang, boboklah.
                  Boboklah, boboklah supaya lekas besar.
              k




 KAKEK        :   (MEMAINKAN BIBIRNYA). Brrrrrrrrr, Brrrrrrrrrrrrrrr, brrrrrrrr,
            po




                  papa pinta ya! Papa gagah ya! Papa lucu ya!
   lom




 NENEK        :   Kau menimang dirimu sendiri, bukan bayinya.


 KAKEK        :   (TETAP MEMAINKAN BIBIRNYA). Brrrrrrrrrr, brrrrrrrrrrr (TIBA-
Ke




                  TIBA MENINGGALKAN BUAIAN). Ah, aku sudah bosan bayinya
                  nangis saja.


 NENEK        :   (PERGI DULU KE KURSI BAGUS). Sekarang kita main halma ?
                                                                             15
 KERETA KENCANA
 Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009
 http://bandulnusantara.blogspot.com/)
 KAKEK        :   Malas.


 NENEK        :   Sekarang baiklah, kau sekarang mendongeng saja.




                                         a
                                       ar
 KAKEK        :   Mendongeng apa ? Serigala dengan anggur ?




                                     nt
 NENEK        :   Tidak, sambungan yang lalu.




                                  sa
 KAKEK        :   Baiklah kalau belum bosan……… maka setelah pengembaraan




                                Nu
                  yang lama itu, sampailah kita kesebuah gerbang besi yang besar,
                  kita telah basah kuyub. Berjam-jam, berhari-hari, berminggu-
                  minggu, berbulan-bulan kehujanan, kita menggigil dan gigi
                             ul
                  gemeretukkan. Ini terjadi seratus dua puluh lima tahun yang lalu,
                          nd
                  ingatkah kau waktu kita minta dibukakan pintu, tapi mereka tak
                  mau membukakannya. Dibalik gerbang itu ada padang rumput, dan
                        Ba


                  ada jalan berkerikil yang menuju ke sebuah puri. Maka puri itu di
                  kelilingi oleh kebun dan taman, dan taman itu penuh dengan bunga
                  anggrek dan gladiol……. Kita tak diperkenankan masuk, kita
              k




                  harus mengembara lagi, 125 tahun lagi. Kita tiduri kota, seluruh
            po




                  ibu kota di dunia. New York, New Delhi, Angkara, Peking,
                  Madrid, Jakarta……….
   lom




 NENEK        :   Kota yang indah bukan ?
Ke




 KAKEK        :   Lambang kebudayaan.


 NENEK        :   Tapi London telah hancur…………


                                                                                16
 KERETA KENCANA
 Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009
 http://bandulnusantara.blogspot.com/)
 KAKEK        :   London hancur, Madrid hancur, Moskow jadi padang belantara, di
                  Berlin tumbuh semak belukar lebat, dan tak terduga New York
                  telah menjadi rawa.




                                         a
                                       ar
 NENEK        :   Dan Paris, manisku ? Paris yang dulu kau bela dengan senjata itu ?




                                     nt
 KAKEK        :   Dan Paris kota yang tercinta itu telah hancur, kota yang jaya itu




                                  sa
                  telah lebur manisku. Batu bata di atas batu bata telah punah.Eifel
                  terjungkir balik, Arc de Triumph hilang dengan jejaknya dan




                                Nu
                  Noterdam dun Paris telah terlibat oleh sangkala, hanya tinggal
                  sebuah lagu di kota itu.
                             ul
 NENEK        :   Sebuah lagu ?
                          nd

 KAKEK        :   Sebuah lagu buaian, sebuah perumpamaan.
                        Ba


 NENEK        :   Kota yang malang
              k




 KAKEK        :   Kota tercinta yang malang.
            po




 (PINTU DIKETUK KERAS-KERAS, NENEK DAN KAKEK TERKEJUT)
   lom




 NENEK        :   Ada tamu.
Ke




 KAKEK        :   Apakah bulan sudah luput dari pandangan mata ?


 (KETUKAN PINTU)


                                                                                  17
 KERETA KENCANA
 Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009
 http://bandulnusantara.blogspot.com/)
 NENEK        :   Bukalah pintu.


 KAKEK        :   Apakah itu betul-betul tamu?




                                         a
                                       ar
 (KETUKAN PINTU)




                                     nt
 NENEK        :   Putra Perancis, bukalah pintu.




                                  sa
 (KAKEK MEMBUKA PINTU, TERKEJUT)




                                Nu
 KAKEK        :   Perdana Menteri !
                             ul
 NENEK        :   Perdana Menteri ! (MENYAMBUT DENGAN GEMBIRA)
                          nd

 KAKEK        :   Ya, Perdana Menteri. Silahkan masuk yang mulia (ABSTRAK.
                        Ba


                  KAKEK MEMBETULKAN PAKAIANYA, MEMBAWA TAMUNYA
                  KE RUANG TENGAH ) Yang mulya inilah istri saya.
              k




 NENEK        :   Yang mulya.
            po




 KAKEK        :   Maafkanlah Yang mulya, harap topinya di bawa saja, di sini tidak
   lom




                  ada kapstok, mantelnya juga harap dibawa saja.


 NENEK        :   Maafkanlah keadaan rumah ini.
Ke




 KAKEK        :   Semuanya sudah dimakan oleh sangkala. Rumah terlalu besar,
                  orangnya terlalu kecil, tambah perabot rumah sudah punah.


                                                                               18
 KERETA KENCANA
 Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009
 http://bandulnusantara.blogspot.com/)
                  Tinggal kami berdua saja yang tinggal di rumah, sebagai dua ekor
                  tikus yang pengap.




                                           a
 NENEK        :   Matahari menjahui kami.




                                         ar
 KAKEK        :   Kami ini tikus yang tidak dikehendaki orang lagi.




                                       nt
                                    sa
 NENEK        :   Silahkan duduk (MENUNJUK KE KURSI BAGUS).                 Bagaimana
                  ?




                                  Nu
 KAKEK        :   Oh ? Paduka Perdana Menteri ingin duduk di kursi goyang.
                  Silahkan Yang mulya, ya silahkan. (BERHENTI SEJENAK). Kami
                               ul
                  berdua mengucapkan terima kasih atas kunjungan paduka, yang
                            nd
                  berarti kehormatan bagi kami.
                          Ba


 NENEK        :   Kunjungan paduka membuat kami bangga dan mendapatkan diri
                  kami.
              k




 KAKEK        :   Oh ya, betul ! Sebenarnya dulu para perdana menteri suka
            po




                  mengunjungi kami. Ya perdana menteri Inggris, India, dan juga
                  Khaisar Jepang, presiden America, Presiden Philipina dan
   lom




                  Sekretaris PBB pernah datang mengunjungi kami.
                  Apa ? Oh ya, mereka datang meminta nasehat saya, mengenai
                  urusan   pemerinatahan.     Pengadilan,    Liberalisme,     ataupun
Ke




                  perlucutan senjata (MENJELASKAN).
                  Bagaimana ? Tidak, tidak…… saya tidak memberi nasehat, tak ada
                  gunanya……… saya hanya memberi teka-teki saja.


                                                                                   19
 KERETA KENCANA
 Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009
 http://bandulnusantara.blogspot.com/)
 NENEK        :   Tetapi sekarang    dunia telah melupakan (SEJENAK). Ia telah
                  ditindas roda jaman.




                                         a
 KAKEK        :   Begitu Paduka…………. Oh ya, terima kasih, saya sangat bersuka




                                       ar
                  bahwa paduka tidak melupakan saya………..
                  Apa ?……. Oooo ya, ………. Astaga, jadi paduka pernah jadi




                                     nt
                  murid saya ? Pada waktu saya di Sorbonne ? Tahun        berapa ?




                                  sa
                  ….Oh ! Dan mata kuliah apa yang paduka ambil pada waktu itu?
                  Filsafat, apa kimia, apa sejarah ? Oh ekonomi……. Ya saya




                                Nu
                  pernah mengajar semua itu, dan juga enthnologi, dan ilmu pasti.
                  Ya……… saya pernah juga mengajar di fakultas kedokteran, saya
                  menjadi dokter bedah ketika umur saya 32 tahun (TERTAWA).
                             ul
                  Tidak, tidak……… saya tidak pernah jadi mantri. Saya hanya
                          nd
                  punya satu muka, sebab itu saya tidak bisa jadi politikus. Tidak,
                  saya tidak berpendapat bahwa politikus punya dua muka, tapi saya
                        Ba


                  berpendapat bahwa politikus punya seribu muka.


 NENEK        :   Henry, jagalah lidahmu !
              k
            po




 KAKEK        :   (KEPADA YANG MULIA) Bagaimana ? Ya, ya….. Kalau paduka
                  marah boleh saja. Oh…….begitu, syukurlah kalau paduka tidak
   lom




                  marah. Paduka seorang yang baik, memang kalau begitu paduka
                  tidak suka bolos kuliah, bukan ? (TERSENYUM). Paduka memang
                  seorang yang baik, dan juga paduka tidak pernah melupakan
Ke




                  gurunya. Itu bagus, baiklah…….. sekarang harap diberi tahu,
                  apakah perlunya paduka berkunjung kemari ? (BERHENTI
                  SEJENAK). Apakah sesuatu yang bisa saya tolong…… Paduka
                  telah tahu hal     itu ? …….. Apa ? Ya, ya kami tidak akan
                                                                                20
 KERETA KENCANA
 Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009
 http://bandulnusantara.blogspot.com/)
                  mengadakan pesta perpisahan…….. Apa ? Muridku yang lain akan
                  datang ? Wah ! Manisku bagaimana ini, sebentar lagi akan banyak
                  tamu datang…………. Mereka ingin mengadakan pertemuan




                                         a
                  perpisahan dengan kita.




                                       ar
 NENEK        :   Ya, ya……. Tapi rumah kita sudah bobrok, tak ada perabotan




                                     nt
                  kecuali yang ada ini. (KEPADA YANG MULIA) bagaiman Yang




                                  sa
                  mulia ?……….. Ya, betul……… mereka akan berdiri, tetapi saya
                  malu……..dan ruang yang lain lebih buruk lagi.




                                Nu
 (PINTU DIKETUK DENGAN KERAS DAN BERULANGKALI)
                             ul
 KAKEK        :   Mereka datang.
                          nd

 NENEK        :   ?????? Mereka datang, buka pintu !
                        Ba


 KAKEK        :   (MEMBUKA PINTU DAN TAK ADA YANG NAMPAK)
                  (NENEK DAN KAKEK SIBUK DENGAN PARA TAMU)
              k




                  Selamat datang Tuan-tuan dan Nyonya-nyonya (ORANG-ORANG
            po




                  MENGAJAK BERSALAMAN). Nah itu istriku (SEOLAH-OLAH
                  MENGAJAK TAMU UNTUK BERSALAMAN, NELAYANI PARA
   lom




                  TAMU). Selamat datang, selamat malam, sayang atap rumah ini
                  sudah hancur, perabot sudah habis. (ORANG TERUS DATANG
                  DAN MENYALAMI, DAN ADA BEBERAPA ANAK KECIL).
Ke




                  Selamat datang Tuan-tuan, selamat datang Nyonya-nyonya,
                  selamat datang manis, selamat datang sayang, selamat datang
                  mensinyur kardinal, selamat datang senator, selamat datang
                  jendral, selamat datang kapten……… Ahaaaaa, inilah bintang film
                                                                              21
 KERETA KENCANA
 Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009
 http://bandulnusantara.blogspot.com/)
                  Perancis yang paling cantik, selamat datang. (SELAMA INI
                  NENEK MENYAMBUNG). Selamat datang Mastro, selamat
                  datang, Ayooooo silahkan duduk, nyonya yang dekat kursi itu,




                                         a
                  silahkan duduk. (MEREKA MEMAKSA KEDUANYA DUDUK).




                                       ar
                  Apa saya sendiri………. (KEPADA NENEK) Ah, bagaimana ini ?
                  Tidak saya berdiri saja. Wah, wah,…….. Baiklah. (MEREKA




                                     nt
                  DIDORONG DUDUK DI KURSI) Bagus,bagus…….




                                  sa
 NENEK        :   Kita tidak pantas duduk Henry, biarlah mensinyur saja.




                                Nu
 KAKEK        :   Ya, jendral saja.
                             ul
 NENEK        :   Ya, baiklah kalau kami dipaksa ! Apa boleh buat.
                          nd

 KAKEK        :   Oh ya, saya lupa. Tuan-tuan, dan nyonya-nyonya saya perkenalkan
                        Ba


                  tamu saya yang pertama ialah………. Paduka……. Hei, di mana
                  beliau tadi ? Di mana ? Oh ! Itu dia ! Wah, wah. Jadi sudah kenal
                  ? Maafkanlah orang tua gampang lupa.
              k
            po




 NENEK        :   Henry, ucapkanlah pidato selamat datang. Ya, ya…….. ia akan
                  pidato nanti.
   lom




 KAKEK        :   Ah, tidak usah saya……….
Ke




 NENEK        :   Henry. Ingat etika.


 KAKEK        :   Baiklah………          (SEGAN-SEGAN     BERDIRI       DAN   PIDATO
                  DENGAN LANCARNYA). Yang mulya mensinyur kardinal, para
                                                                                22
 KERETA KENCANA
 Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009
 http://bandulnusantara.blogspot.com/)
                  uskup, para guru, para maha guru, para jendral, para senator, tuan
                  tukang kayu, tuan penjual kelontong, tuan tukang kebun, tuan
                  tukang masak, anak-anak yang manis, dan ya semua saja hadirin




                                         a
                  yang saya sayangi.




                                       ar
                  Kami ucapkan selamat datang, saya tidak akan berpidato dengan
                  panjang lebar, dan sukar, karena banyak anak-anak berada




                                     nt
                  ditengah kita. Maka dari itu pembicaraan kita akan bersifat




                                  sa
                  sepanjang umur saja. Sebentar lagi bulan akan luput dari mata,
                  angin menderu dan jam menunjukan tengah malam. Lalu




                                Nu
                  datanglah kereta kencana itu, saya berterima kasih bahwa para
                  hadirin telah suka datang untuk mengucapkan kata perpisahan.
                  Tuan-tuan , nyonya-nyonya………………… Apa ? Bagaimana
                             ul
                  …………. Anak-anakku ?………….. Ah saya tidak boleh
                          nd
                  memakai    kata      anakku,   sebab   ada   para   menteri,   para
                  kardinal………..          Bagaimana       ?     ……………….           Ah,
                        Ba


                  baiklah………..           Anak-anakku………………               (TIBA-TIBA
                  MENANGIS).
              k




 NENEK        :   Kenapa sayang, kenapa ?
            po




 KAKEK        :   Lihatlah……………. Ini semua anak kita. Di saat ini setelah 170
   lom




                  tahun. Nanti akhirnya diperkenankan juga kita mempunyai anak
                  sebanyak ini, merekalah bunga Perancis, ahli waris dari prinsip-
                  prinsip perjuangan yang telah kubela dengan senjata, ahli waris
Ke




                  dari lagu cinta yang abadi. Ahli waris yang menantang penindasan
                  dan penjajahan…………….. Anak-anakku………. Bapak ingin
                  berburu bersama putra-putranya, bapak ingin bermain catur
                  bersama     dengan        putri-putrinya………….        Anak-anakku
                                                                                  23
 KERETA KENCANA
 Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009
 http://bandulnusantara.blogspot.com/)
                  (MENANGIS DENGA HEBAT DAN KEHABISAN DAYA DAN
                  TERTUNDUK).




                                         a
 NENEK        :   (MEMBELAI         KAKEK)        Henry      sayang,      pahlawanku




                                       ar
                  sayang…………... diamlah, pada suatu saat saja………. Ketika
                  langit di timur bersinar jingga, di atas air laut yang juga jingga,




                                     nt
                  adalah seekor elang laut yang hendak terbang meninggalkan




                                  sa
                  sarang. Ia mempunyai dua ekor anak, dan keduanya menanggis
                  semuanya, mereka semuanya tidak suka ditinggalkan ibunya.




                                Nu
                  Ibunya menerangkan, bahwa sebentar lagi akan lapar………..
                  kalau lapar perut jadi sakit, dan lemas. Sebab itu ibu harus pergi ke
                  laut, di laut banyak ikan-ikan yang lezat denga sisik megkilat. Ibu
                             ul
                  akan menangkap ikan-ikan itu itu untuk sarapan pagi anak-
                          nd
                  anaknya………. Aanak-anakku berhentilah menangis …………
                  dan   anak-anakkupun     berhenti   menangis…………           (TANGIS
                        Ba


                  KAKEK REDA)


 (PINTU DIKETUK DENGAN KERAS)
              k
            po




 NENEK        :   Ada tamu.
   lom




 KAKEK        :   (BERDIRI) Siapa ? Buka pintu (PERINTAH)


 (PINTU DIBUKA ORANG DAN NAMPAKNYA ORANG-ORANG RIBUT)
Ke




 NENEK        :   Siapa yang datang? Siapa Kaisar?


 KAKEK        :   Kaisar ?
                                                                                    24
 KERETA KENCANA
 Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009
 http://bandulnusantara.blogspot.com/)
 NENEK        :   Apa di Perancis ada Kaisar ?




                                         a
 KAKEK        :   Minggir semua, minggir, (SEMUA MINGGIR DAN KAKEK




                                       ar
                  MENUJU KE PINTU, IA BERHENTI, DAN KEMUDIAN JATUH
                  KE LANTAI). Siapa tuan yangdatang melangkah dengan cahaya




                                     nt
                  gilang-gemilang ? cahaya tuan menyilaukan mata, mata tuan




                                  sa
                  bagaikan matahari tak kenal senja. Di depan tuan saya jatuh tak
                  berdaya………………… Kaisar ? Bukan, …………… Kekaisaran




                                Nu
                  dari bumi.
                  Kekaisaran dari kerajaan yang terang dan benar………….berlutut
                  ………………. Semua berlutut ntuk kaisar (SEMUA BERLUTUT,
                             ul
                  KAKEK MEMPERSILAHKAN TAMUNYA).
                          nd
                  Sri baginda, hamba tak pantas mendapat kunjungan paduka, tetapi
                  berkata sepatah kata saja tentu akan menjadi bersih. Hamba harap
                        Ba


                  diampunkan, sebab hamba terpaksa memasukkan baginda ke dunia
                  dosa. Silahkan…………….. minggir, minggir Sri bagind akan
                  duduk di kursi goyang. (SETELAH BAGINDA DUDUK KAKEK
              k




                  MENGANDENG NENEK MENGHADAP KAISAR). Baginda inilah
            po




                  istri hamba. Ayolah manisku, sri baginda mintakita berdiri
                  (KEDUANYA        BERDIRI       BERGANDENGAN          TANGAN).
   lom




                  Kunjungan baginda berarti kehormatan bagi kami, lebih dari itu,
                  suatu karunia. Ya, ya hamba sudah menduga arti kedatangan
                  baginda………… ya seperti juga yang lain, memang hamba
Ke




                  mengerti, kami telah menanti. Demikianlah………… bila bulan
                  telah pudar………….. bila angin mendayu………… ya, bulan
                  tengah malam pukul dua belas. Ya, hamba percaya percaya kereta


                                                                               25
 KERETA KENCANA
 Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009
 http://bandulnusantara.blogspot.com/)
                  itu pasti bagus, suatu kemulyaan. Tidak, kami tidak lagi berkisah,
                  cahaya telah datang………… permohonan terakhir.




                                         a
 NENEK        :   Ya, ucapkan permohonan terakhir sayang.




                                       ar
 KAKEK        :   Oh, apa yang kan aku ucapkan ? Sri baginda inilah permohonan




                                     nt
                  kami yang terakhir.




                                  sa
                  Kaisar dari kerajaan benar dan terang, kami mohon ampun bagi
                  yang mulya uskup, para jendral, para senator, para tukang kebun,




                                Nu
                  para tukang kayu, para tukang masak, para anak-anak manusia,
                  untuk istri yang tercinta, yang telah tua ini. Dan untuk seekor
                  cacing tanah ialah hamba sendiri yang hina dina.
                             ul
                          nd
 NENEK        :   Terima kasih baginda.
                        Ba


 KAKEK        :   Terima kasih sri baginda.


 NENEK        :   Kami mengerti.
              k
            po




 KAKEK        :   Ya, kami mengerti dan siap
   lom




 NENEK        :   Kami siap dan menanti.


 KAKEK        :   Setiap detik
Ke




 NENEK        :   (TIBA-TIBA)
                  Minggir, minggir sri baginda akan kembali, beri hormat dan
                  minggir.
                                                                                 26
 KERETA KENCANA
 Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009
 http://bandulnusantara.blogspot.com/)
 (ANGIN MASUK MENDERU. KAKEK DAN NENEK MEMEGANG PAKAIANNYA)




                                           a
 KAKEK        :   Angin.




                                         ar
 NENEK        :   Angin yang menderu.




                                       nt
                                    sa
 KAKEK        :   Minggir, minggir……………….
                  Saya mau mengantar sri baginda, beri aku jalan.




                                  Nu
                  Minggir, hai………………………..
                  Mengapa kalian pergi bersama baginda ? Hai…………………
                               ul
 (HENING. MEREKA TELAH LENYAP SEMUA)
                            nd

 NENEK        :   Tutuplah pintu.
                          Ba


 KAKEK        :   (TERHENTI DI PINTU) Langit mendung dan bulan lenyap dari
                  mata.
              k
            po




 NENEK        :   Dengan segenap kasih tutuplah pintu, manisku.
   lom




 (KAKEK LALU MENUTUP PINTU, LALU PERGI KE KURSI GOYANG, NENEK
 KE KURSI PIANO)
Ke




 NENEK        :   Apakah kau takut ?


 KAKEK        :   Tidak, aku berdebar-debar.


                                                                       27
 KERETA KENCANA
 Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009
 http://bandulnusantara.blogspot.com/)
 NENEK        :   Perpisahan badan bukan berarti perpisahan jiwa.


 KAKEK        :   Kita berdua tak akan dipisahkan.




                                         a
                                       ar
 NENEK        :   Henry, aku mencintaimu.




                                     nt
 KAKEK        :   Kita adalah dua tangkai mawar yang saling berbelitan, akupun




                                  sa
                  mencintaimu.




                                Nu
 NENEK        :   Ingkatkah kau pohon landen di kebun rumah orang tuaku.


 KAKEK        :   Pohon lenden     itu    manisku    ?Adalah kipas   raksasa   yang
                             ul
                  mengagumkan.
                          nd

 NENEK        :   Kita berdua suka membaca buku di situ, waktu itu kau sedang gila
                        Ba


                  belajar kesusastraan, kau ucapkan padaku sebuah sajak John
                  Concord yang bernama Huesca.
              k




 KAKEK        :   Dan kau lalu mengucapkan sajak Van Ostajen yang bernama
            po




                  Malopee.
   lom




 NENEK        :   Maukah kau mengucapkan Huesca sekali lagi untuk saya?


 KAKEK        :   Maukah kau mengucapkan Malopee sekali lagi untuk saya ?
Ke




 (NENEK BERDIRI MEMULAI, KAKEK MENYAMBUNG DENGA HUESCA)


 NENEK        :   Terima kasih manisku.
                                                                                 28
 KERETA KENCANA
 Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009
 http://bandulnusantara.blogspot.com/)
 (BUNYI KERETA)


 NENEK        :   Dengarlah.




                                         a
                                       ar
 KAKEK        :   Kereta.




                                     nt
 NENEK        :   Kereta kencana.




                                  sa
 (TIBA-TIBA KEDUANYA MEMEGANG JANTUNGNYA DENGAN KESAKITAN,




                                Nu
 KAKEK MAJU DUA LANGKAH )


 KAKEK        :   Putri Zeba, inilah teh dari Timur. (MAJU DUA LANGKAH)
                             ul
                          nd
 NENEK        :   Inilah kue Cherio untuk putra Perancis.
                        Ba


 (KEDUANYA RUBUH, LONCENG BERDENTANGAN DUA BELAS KALI. LAMPU
 PADAM DAN SELESAILAH SANDIWARA INI )
              k
            po




                                    PPPG KESENIAN YOGYAKARTA
                                          29 JANUARI 2004
   lom
Ke




                                                                          29
 KERETA KENCANA
 Inventaris Naskah Kelompok Bandul Nusantara; 2009
 http://bandulnusantara.blogspot.com/)

								
To top