Docstoc

__PENGERTIAN PENDIDIKAN__DAN__MANJEMEN PENDIDIKAN

Document Sample
__PENGERTIAN PENDIDIKAN__DAN__MANJEMEN PENDIDIKAN Powered By Docstoc
					                  PENGERTIAN PENDIDIKAN
1. Johann Amos Comenuis. Ia berpendapat bahwa pendidikan harus
   diorientasikan ke dunia sana (baka), keakhirat. Ia menekankan
   pendidikan budi pekerti dan kearifan.
2. Menurut Prof. Dr. Hasan Langgulung : Pendidikan ialah yang
   memiliki 3 macam fungsi, yaitu : 1). Menyiapkan generasi muda
   untuk memegang peranan-peranan tertentu dalam masyarakat pada
   masa yang akan datang. Peranan ini berkaitan erat dengan
   kelanjutan hidup (survival) masyarakat sendiri 2). Memindahkan ilmu
   pengetahuan yang bersangkutan dengan peranan-peranan tersebut
   dari generasi tua kepada generasi muda. 3). Memindahkan nilai-nilai
   yang bertujuan memelihara keutuhan dan kesatuan masyarakat yang
   menjadi syarat mutlak bagi kelanjutan hidup (surviral) suatu
   masyarakat dan peradaban. Dengan kata lain, tanpa nilai-nilai
   keutuhan (integrity) dan kesatuan (integration) suatu masyarakat,
   maka kelanjutan hidup tersebut tidak akan dapat terpelihara dengan
   baik yang akhirnya akan berkesudahan dengan kehancuran
   masyarakat itu sendiri.
3. John Dewey, Ia penganut aliran filsafat pragmatisme. Seorang
   pragmatis berpendapat bahwa suatu pengetahuan itu benar apabila
   pengetahuan itu berguna dalam memecahkan masalah kehidupan.
   Jadi mengandung nilai praktis. Pendidikan memiliki 2 aspek yakni
   aspek psikologis dan aspek sosiologis. Aspek psikologis artinya tiap
   anak mempunyai daya-daya atau potensi yang harus dikembangkan.
   Aspek sosiologis adalah bahwa perkembangan daya atau potensi itu
   diarahkan agar bremanfaat dalam kehidupan sosial.
4. Abdul Fattah Jalal, mendefinisikan pendidikan sebagai proses
   pemberian pengetahuan, pemahaman, pengertian, tanggung jawab,
   dan penanaman amanah, sehingga penyucian atau pembersihan
   manusia dari segala kotoran dan menjadikan diri manusia berada
   dalam kondisi yang memungkinkan untuk menerima al-hikmah serta
   mempelajari apa yang bermanfaat baginya dan yang tidak
   diketahuinya.
5. Ahmad D.Marimba, merumuskan pendidikan adalah bimbingan atau
    pimpinan secara sadar oleh sipendidik terhadap perkembangan
    jasmani dan rohani siterdidik menuju terbentuknya keperibadian
    yang utama.
6. Francis Bacon, ia berkeyakinan bahwa pendidikan ialah apabila
    manusia ingin sarnpai pada kebenaran harus meninggalkan cara
    berpikir deduktif dan beralih ke cara berpikir yang induktif. Dengan
    cara berpikir yang analitik orang akan dapat membuka rahasia alam
    dan dengan terbukanya alam itu kita sebagai bagian dari alam dapat
    menentukan sikap dan mengatur strategi hidup. Artinya, dengan
    terbukanya alam kita rnanusia dapat menyesuaikan atau
    memanfaatkan alam dari hidup dan kehidupan manusia.
7. Jean Baptiste La Salle, ia berpendapat bahwa pendidikan harus
    tertuju kepada hal-hal yang bersifat kebakaan (keakhiratan). Di
    dalam menyiasati pendidikan ia menggunakan alat pendidikan yang
    terkenal yakni hukuman dan ganjaran. Ia menekankan pengajaran
    kelompok.
8. John Locke (1632-1704), ia seorang tabib yang ahli filsafat dan ahli
    ilmu jiwa. Tentang masalah pendidikan Locke berpendapat bahwa
    pendidikan itu berkuasa bahkan maha kuasa. Ia tidak percaya adanya
    pembawaan (bakat). Tujuan pendidikan menurut dia adalah
    membetuk seseorang kasatria (gentleman) yang saleh dan berguna
    bagi hidup bersama dalam masyarakat. Sebagai seorang tabib
    (dokter) ia menekankan pentingnya pendidikan jasmani. Locke juga
    adalah seorang deist (De = Deus = Tuhan). Tetapi ia tidak mau
    menerima ajaran agama yang dogmatis (kaku, beku, lugu). Baginya
    agama adalah akal budi. Oleh karenat itu ia memperhatikan
    pendidikan kesusilaan. Manusia harus mampu munguasai diri sendiri
    dan memiliki hargadiri.
9. Menurut M.J. Langeveld ; "Pendidikan merupakan upaya manusia
    dewasa membimbing yang belum kepada kedewasaan (Kartini
    Kartono, 1997:11).
10. Zuhairin (1982), ”Pendidikan dalam pengertian yang luas adalah
    meliputi perbuatan atau semua usaha generasi tua untuk
    mengalihkan (melimpahkan) pengetahuannya, pengalamannya,
    kecakapan serta keterampilannya kepada generasi muda, sebagai
      usaha untuk menyiapkan mereka agar dapat memenuhi fungsi
      hidupnya, baik jasmaniah maupun rohaniah.”
11.   Friedrich Frobel (1782-1852), sangat mencintai anak dengan dunia
      anak-anaknya. Dia berpendapat bahwa Pendidikan yang benar
      adalah pendidikan yang memperhatikan persesuaian antara
      kebutuhan dengan alam anak-anak. Perinsip pendidikan Frobel
      adalah anak harus dibuat aktif, aktif bermain dan aktif bekerja serta
      aktif berlatih. Perinsip didaktiknya adalah pengajaran harus dimulai
      dari yang sederhana, yang gampang meningkat kepada hal-hal yang
      komplek, yang sulit.
12.   Montessori : Asas pendidikan yang dikehendaki Montessori adalah
      kebebasan/kemerdekaan.          Dalam     menyiasati      pendidikan
      (pengajaran) ia tidak setuju dengan hukuman. Hukuman akan datang
      dari anak itu sendiri manakala anak itu mengalami kegagalan dan
      berbuat kesalahan. Prinsip-prinsip dasar metode pengajaran
      Montessori ; 1) prinsip kebebasan, 2) prinsip ilmiah, 3) prinsip
      keaktifan sendiri.
13.   Syed Sajjad Husain dan Syed Ali Ashraf (1986) berpendapat bahwa,
      Pendidikan adalah suatu pengajaran yang melatih perasaan sehingga
      dalam sikap hidup, tindakan, keputusan, dan pendekatan mereka
      terhadap segala jenis pengetahuan, dipengaruhi sekali oleh nilai
      spritual dan sangat sadar akan nilai-nilai etis.
14.   Endang Saifuddin Anshari, “Pendidikan adalah proses bimbingan
      (pimpinan, tuntunan, usulan) oleh obyek didik terhadap
      perkembangan jiwa (pikiran, perasaan, kemauan, intuisi, dan
      sebagainya ), dan raga obyek didik dengan bahan-bahan materi
      tertentu, pada jangka waktu tertentu, dengan metode tertentu, dan
      dengan alat perlengkapan yang ada kearah terciptanya pribadi
      tertentu disertai evaluasi diri.”
15.   UU Nomor 20 tahun 2003,”Pengertian Pendidikan yaitu usaha sadar
      dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses
      pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan
      potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,
      pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta
      keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan
      negara”.
16. Mustofa Al-Ghulayani : Bahwa Pendidikan itu ialah menanamkan
    akhlak yang mulia di dalam jiwa anak dalam masa pertumbuhannya
    dan menyiraminya dengan petunjuk dan nasihat, sehingga ahklak itu
    menjadi salah satu kemampuan (meresap dalam) jiwanya kemudian
    buahnya berwujud keutamaan, kebaikan dan cinta bekerja untuk
    kemanfaatan tanah air.
17. J. J. Rousesau berpendapat bahhwa pada dasar (asal)-nya rnunusia
    baik, menjadi jelek (jahat) karena peng lingkungan. Dasar pendidikan
    menurut Rousseau adalah pembawaan dan tujuan pendidikan ialah
    membentuk manusia yang bebas merdeka. Sifat pendidikan adalah
    individualistis dan individu (anak) itu harus dijauhkan dari pengaruh
    masyarakat dan bahkan dijauhkan dari orang tuanya. Hasil
    pemikirannya dituangkan dalam buku Le Contract Social berisi
    tentang ilmu kenegaraan dan Emile yang berisi bagaimana mendidik
    anak sampai dewasa yang baik dan benar.
18. Pendapat Pentalozzi J.H. Pestalozzi sangat mementingkan
    pendidikan keluarga. Keluarga menurut Pestalozzi merupakan kunci
    keberhasilan pendidikan. Inti pendidikan adalah pendidikan
    kesusilaan dan pendidikan keagaman. Dasar pendidikan menurut dia
    adalah kodrat anak dan tujuan pendidikan mengembangkan segala
    daya kemampuan anak untuk mencapai kemanusiaan sejati. Adalah
    menjadi tugas pendidik agar anak dapat mengentaskan dirinya
    sendiri (dapat hidup mandiri).
19. Munurut Rasyid Ridho, pendidikan (at-ta’lim) adalah proses
    transmisi berbagai ilmu pengetahuan pada jiwa individu tanpa
    adanya batasan dan ketentuan tertentu. Definisi ini berpijak pada
    firman Allah al-Baqoroh ayat 31 tentang allama Allah kepada Nabi
    Adam as, sedangkan proses tranmisi dilakukan secara bertahap
    sebagaimana Adam menyaksikan dan menganalisis asma-asma yang
    diajarkan Allah kepadanya.
20. Syahminan Zaini; “Pengertian Pendidikan dalam pandangan islam
    adalah membentuk manusia yang berjasmani kuat dan sehat dan
    trampil, berotak cerdas dan berilmua banyak, berhati tunduk kepada
    Allah serta mempunyai semangat kerja yang hebat, disiplin yang
    tinggi dan berpendirian teguh”.
21. Anwar Jasin (1985), “Pendidikan adalah kegiatan mengarahkan
    perkembangan seseorang sesuai dengan nilai-nilai yang merupakan
     jawaban atas pertanyaan-pertanyaan mereka. Maka, dengan
     pengertian atau definisi itu, kegiatan atau proses pendidikan hanya
     berlaku pada manusia tidak pada hewan."


                   PENGERTIAN MANAJEMEN
1.   Menurut Syamsi (1985:10) “Manajemen adalah seluruh kegiatan
     dalam setiap usaha kerjasama yang dilakukan oleh sekelompok atau
     lebih orang-orang secara bersama-sama dan simultan untuk
     mencapai tujuan yang telah ditetapkan”.
2.   Menurut Soepardi (1988:7) “ Manajemen adalah keseluruhan proses
     kegiatan-kegiatan kerja sama yang dilakukan oleh sekelompok atau
     lebih oarang-orang secara bersama-sama dan simultan untuk
     mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
3.   Dalam Encylopedia of the Social Sience dikatakan bahwa
     manajemen adalah suatu proses dengan mana pelaksanaan suatu
     tujuan tertentu diselenggarakan dan diawasi.
4.   Hilman mengatakan bahwa manajemen adalah fungsi untuk
     mencapai sesuatu melalui kegiatan orang lain dan mengawasi usaha-
     usaha individu untuk mencapai tujuan yang sama.
5.   Menurut Georgy R. Terry (1986:4), manajemen adalah suatu proses
     atau kerangka kerja, yang melibatkan bimbingan atau pengarahan
     suatu kelompok orang-orang kearah tujuan-tujuan organisasional
     atau maksud-maksud yang nyata.
6.   Mary Parker Follet manajemen adalah suatu seni untuk
     melaksanakan suatu pekerjaan melalui orang lain dengan kata lain
     bahwa para manajer mencapai suatu tujuan organisasi dengan cara
     mengatur orang-orang lain untuk melaksanakan apa saja yang perlu
     dalam pekerjaan itu, bukan dengan cara melaksanakan pekerjaan itu
     oleh dirinya sendiri.
7.   Menurut James A.F.Stoner, manajemen adalah suatu proses
     perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian
     upaya anggota organisasi dan menggunakan semua sumber daya
     organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
8.   Dr. Sp. Siagian dalam buku Filsafat Manajemen Management,
     management dapat didefinisikan sebagai “kemampuan atau
     keterampilan untuk memperoleh suatu hasil dalam rangka
     pencapaian tujuan melalui orang lain”.

9.   Menurut Prof. Dr. H. Arifin Abdulrachman dalam buku Kerangka
     Pokok-Pokok Management, management dapat diartikan :
     a. kegiatan-kegiatan/aktivitas-aktivitas;
     b. proses, yakni kegiatan dalam rentetan urutan- urutan;
     c. insitut/ orang – orang yang melakukan kegiatan atau proses
     kegiatan

10. Kathryn . M. Bartol dan David C. Martin yang dikutip oleh A.M.
    Kadarman SJ dan Jusuf Udaya (1995) memberikan rumusan bahwa :
    “Manajemen adalah proses untuk mencapai tujuan – tujuan
    organisasi dengan melakukan kegiatan dari empat fungsi utama yaitu
    merencanakan (planning), mengorganisasi (organizing), memimpin
    (leading), dan mengendalikan (controlling). Dengan demikian,
    manajemen adalah sebuah kegiatan yang berkesinambungan”.
11. William H Newman (1951) mendefinikan manajemen adalah dapat
    dipahami sebagai pembimbingan, kepemimpinan dan pengawasan
    usaha-usaha suatu kelompok orang-orang ke arah pencapaian tujuan
    bersama.
12. Sondang P. Siagian (1985;2) mengatakan bahwa manajemen adalah
    keseluruhan proses pelaksanaan daripada keputusan yang telah
    diambil dan pelaksanaan itu pada umumnya dilakukan oleh dua
    orang manusia atau lebih untuk mencapai tujuan yang telah
    ditentukan.
13. Menurut Prajudi Atmosudirdjo, (1982 : 124). Manajemen itu adalah
    pengendalian dan pemanfaatan daripada semua faktor dan
    sumberdaya, yang menurut suatu perencanaan (planning),
    diperlukan untuk mencapai atau menyelesaikan suatu prapta atau
    tujuan kerja yang tertentu.
14. Menurut Boone dan Kurtz (1984 : 4). Management is the use of
    people and other resources to accomplish objective.
15. Menurut Sondang P. Siagian (1997 : 5). Manajemen dapat
    didefinisikan sebagai ‘kemampuan atau ketrampilan untuk
    memperoleh sesuatu hasil dalam rangka pencapaian tujuan melalui
    kegiatan-kegiatan orang lain’. Dengan demikian dapat pula dikatakan
    bahwa manajemen merupakan alat pelaksana utama Manajemen.


          PENGERTIAN MANAJEMEN PENDIDIKAN
1. Manajemen Pendidikan menurut Syarif (1976 :7) “segala usaha
   bersama untuk mendayagunakan sumber-sumber (personil maupun
   materiil) secara efektif dan efisien untuk menunjang tercapainya
   pendidikan.
2. Menurut Sutisna (1979:2-3) adalah : Manajemen pendidikan adalah
   keseluruhan (proses) yang membuat sumber-sumber personil dan
   materiil sesuai yang tersedia dan efektif bagi tercapainya tujuan-
   tujuan bersama. Ia mengerjakan fungsifungsinya dengan jalan
   mempengaruhi perbuatan orang-orang. Proses ini meliputi
   perencanaan, organisasi, koordinasi, pengawasan, penyelenggaraan
   dan pelayanan dari segala sessuatu mengenai urusan sekolah yang
   langsung berhubungan dengan pendidikan seklah seperti kurikulum,
   guru, murid, metode-metode, alat-alat pelajaran, dan bimbingan.
   Juga soal-soal tentang tanah dan bangunan sekolah, perlengkapan,
   pembekalan, dan pembiayaan yang diperlukan penyelenggaraan
   pendidikan termasuk didalamnya.
3. Djam’an Satori, (1980: 4). Manajemen pendidikan dapat diartikan
   sebagai keseluruhan proses kerjasama dengan memanfaatkan semua
   sumber personil dan materil yang tersedia dan sesuai untuk
   mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan secara efektif dan
   efisien.
4. Made Pidarta, (1988:4). Manajemen Pendidikan diartikan sebagai
   aktivitas memadukan sumber-sumber pendidikan agar terpusat
   dalam usaha mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan
   sebelumnya.
5. Biro Perencanaan Depdikbud, (1993:4). Manajemen pendidikan
    ialah proses perencanaan, peng-organisasian, memimpin,
    mengendalikan tenaga pendidikan, sumber daya pendidikan untuk
    mencapai tujuan pendidikan, mencerdaskan kehidupan bangsa,
    mengembangkan manusia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman,
    bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti yang luhur,
    memiliki pengetahuan, keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani,
    kepribadian yang mantap, mandiri, serta bertanggung jawab
    kemasyarakat dan kebangsaan.
6. Castetter. (1996:198). Managing of educational is a social process
    that take place within the context of social system.
7. Soebagio Atmodiwirio. (2000:23). Manajemen pendidikan dapat
    didefinisikan sebagi proses perencanaan, pengorganisasian,
    memimpin, mengendalikan tenaga pendidikan, sumber daya
    pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan.
8. Engkoswara (2001:2). Manajemen pendidikan ialah suatu ilmu yang
    mempelajari bagaimana menata sumber daya untuk mencapai
    tujuan yang telah ditetapkan secara produktif dan bagaimana
    menciptakan suasana yang baik bagi manusia yang turut serta di
    dalam mencapai tujuan yang disepakati bersama.
9. Hadari Nawawi (1981 : 11) mengemukakan Manajemen pendidikan,
    adalah rangkaian kegiatan atau keseluruhan proses pengendalian
    usaha kerjasama sekelompok orang untuk mencapai tujuan
    pendidikan, secara berencana dan sistematis yang diselenggarakan di
    lingkungan tertentu, terutama lembaga pendidikan formal.
10. Encyclopedia of educational research chester W. Haris
    mendefinisikan Manajemen pendidikan sebagai suatu proses
    pengintegrasian segala usaha pendayagunaan sumber-sumber
    personalia dan material sebagai usaha untuk meningkatkan secara
    efektif pengembangan kualitas manusia.
11. Purwanto dan Djojopranoto (1981:14) bahwa : Manajemen
    pendidikan merupakan suatu usaha bersama yang dilakukan untuk
      mendayagunakan semua sumber daya baik manusia, uang, bahan
      dan peralatan serta metode untuk mencapai tujuan pendidikan
      secara efektif dan efisien.
12.   Menurut Stephen J. Knezeich Manajemen pendidikan merupakan
      sekumpulan fungsi-fungsi organisasi yang memiliki tujuan utama
      untuk menjamin efisiensi dan efektivitas pelayanan pendidikan,
      sebagaimana pelaksanaan kebijakan melalui perencanaan,
      pengambilan keputusan, perilaku kepemimpinan, penyiapan alokasi
      sumber daya, stimulus dan koordinasi personil, dan iklim organisasi
      yang kondusif, serta menentukan perubahan esensial fasilitas untuk
      memenuhi kebutuhan peserta didik dan masyarakat di masa depan.
13.   Daryanto (1998:8) mengemukakan Manajemen pendidikan adalah
      suatu cara bekerja dengan orang-orang, dalam rangka usaha
      mencapai tujuan pendidikan yang efektif.
14.   Dasuqi dan Somantri (1992:10) mengemukakan Manajemen
      pendidikan adalah upaya menerapkan kaidah-kaidah Manajemen
      dalam bidang pendidikan.
15.   Sagala (2005:27) mengemukakan bahwa Manajemen pendidikan
      adalah penerapan ilmu Manajemen dalam dunia pendidikan atau
      sebagai penerapan Manajemen dalam pembinaan, pengembangan,
      dan pengendalian usaha dan praktek-praktek pendidikan.

      Manajemen pendidikan adalah aplikasi prinsip, konsep dan teori
      manajemen dalam aktivitas pendidikan untuk mencapai tujuan
      pendidikan secara efektif dan efisien.

      Manajemen pendidikan adalah segala usaha bersama mulai dari
      perencanaan, pengorganisassian, pelaksanaan, dan pengevaluasian
      dalam hal mendayagunakan semua sumber daya yang ada secara
      efektif dan efisien guna pencapaian tujuan yang teelah ditetapkan
      yaitu tujuan pendidikan.
Jadi “Manajemen pendidikan adalah proses keseluruhan kegiatan
bersama dalam bidang pendidikan yang meliputi perencanaan,
pengorganisasian, pengarahan, pelaporan, pengkoordinasian,
pengawasan dan pembiayaan, dengan menggunakan atau
memanfaatkan fasilitas yang tersedia, baik personil, materiil,
maupun spirituil untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif
dan efisien.”



                             ****

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:16566
posted:5/2/2010
language:Indonesian
pages:10
Description: __PENGERTIAN PENDIDIKAN__DAN__MANJEMEN PENDIDIKAN.docx