Manual Mutu Edisi-1

Document Sample
Manual Mutu Edisi-1 Powered By Docstoc
					                             BAB I

              KEBIJAKAN MUTU AKADEMIK
       INSTITUT TEKNOLOGI ADHI TAMA SURABAYA

A.   Kebijakan Umum
1.   Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS) memiliki komitmen
     tinggi dalam ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa. Pengembangan
     ITATS ke depan adalah dilandasi dan selaras dengan konsep
     pengembangan pendidikan tinggi yang telah dicanangkan oleh Pemerintah
     melalui Dirjen Dikti Depdiknas dalam program Kerangka Pengembangan
     Pendidikan Tinggi Jangka Panjang III (KPPT-JP III) Tahun 1996-2005
     dengan konsep tetrahedron kualitas yakni Otonomi, Akreditasi,
     Akuntabilitas, Evaluasi dan Kualitas; di samping berlandaskan pada
     HELTS Tahun 2003-2010 yang membuat tiga kerangka dasar
     pengembangan pendidikan tinggi yakni peningkatan daya saing bangsa,
     otonomi dan desentralisasi serta kesehatan organisasi.

2.   Tujuan pendidikan ITATS adalah menyiapkan peserta didik menjadi
     anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan
     menerapkan, mengembangkan dan menyebarkan ilmu pengetahuan,
     teknologi dan seni serta mengupayakan penggunaannya untuk
     meningkatkan taraf hidup masyarakat. Pencapaian tujuan pendidikan
     ITATS didukung dengan visi menjadi institusi yang terpercaya dan
     akuntabel dalam pendidikan, pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi
     dan atau seni.

3.   Misi yang dikembangkan untuk mendukung visi ITATS adalah
     menciptakan citra pendidikan yang terpercaya dalam ilmu pengetahuan,
     teknologi dan seni; menyelenggarakan pendidikan tinggi untuk
     menghasilkan lulusan yang berkompeten dan mandiri; mengembangkan
     penelitian dan pengabdian pada masyarakat yang inovatif, kreatif dan
     produktif; mengembangkan serta menjaga nilai, etika dan moral akademis
     dalam usaha meningkatkan masyarakat ilmiah yang berbudaya Indonesia;
     mengembangkan pelayanan serta jejaring di bidang teknologi dan
     informasi untuk mendukung pembangunan yang berwawasan lingkungan;
     mengembangkan manajemen ITATS yang kreatif, efektif, efisien dan
     akuntabel.

4.   Dalam rangka mewujudkan visi dan misi ITATS, melalui rencana strategis
     yang telah ditetapkan, penyelenggaraan pendidikan ITATS diarahkan pada
     pencapaian kinerja yang berorientasi pada peningkatan kualitas yang
     berkesinambungan dengan paradigma penyelenggaraan: evaluasi diri
     sebagai upaya untuk melihat realitas diri dan sebagai titik tolak dalam
     perencanaan dan pengembangan; otonomi sebagai bentuk kemandirian


                                                                          1
     yang dimiliki ITATS dalam mewujudkan tridharma perguruan tinggi;
     akuntabilitas sebagai bentuk pertanggungjawaban kinerja kepada
     pengguna, masyarakat dan negara; akreditasi sebagai bentuk pengakuan
     atas kinerja yang dicapai.

5.   Sejalan dengan kebutuhan untuk memperbaiki kualitas pendidikan secara
     berkelanjutan, ITATS memandang perlu adanya proses penjaminan mutu
     akademik di seluruh tingkatan institusi, baik pada tingkat institut, fakultas,
     jurusan/program studi hingga unit-unit pendukung kegiatan akademik.
     Kegiatan penjaminan mutu akademik diharapkan menjadi salah satu
     langkah awal ITATS dalam menjadi institusi pendidikan yang berkualitas,
     akuntabel, memiliki daya saing, mandiri dan sehat.

6.   Penjaminan Mutu yang dilakukan ITATS bersifat internal sehingga mulai
     perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian dilakukan secara mandiri oleh
     ITATS.

7.   Peningkatan mutu pendidikan di ITATS didasarkan pada beberapa
     bidang :
     a.   Proses pembelajaran
     b.   Kurikulum program studi
     c.   Sumberdaya manusia (dosen dan staf pendukung)
     d.   Suasana akademik
     e.   Sarana dan prasarana
     f.   Manajemen institut
     g.   Keuangan
     h.   Penelitian dan publikasi
     i.   Pengabdian masyarakat
     j.   Tata pamong
     k.   Kemahasiswaan

8.   Penjaminan mutu ITATS diselenggarakan berdasarkan model PDCA
     (Plan-Do-Check-Action) yang akan menghasilkan continous improvement.
     Pola pikir dan pola tindak semua pelaku manajemen kendali mutu berbasis
     PDCA adalah:
     a.   Quality first
     b.   Stake holder-in
     c.   The next process is our stakeholder
     d.   Speak with data
     e.   Upstream management

B.   Penjaminan Mutu Akademik Internal
9.   Tujuan umum Penjaminan Mutu Akademik Internal – ITATS adalah
     mengembangkan budaya akademik yang berkualitas dan berkompetisi
     secara adil guna mencapai target pendidikan yang telah ditetapkan
     melalui:



                                                                                 2
      a.   Self evaluation dan benchmarking secara internal dan eksternal
           sebagai suatu kebutuhan jurusan dan unit kerja pendukung lain.
      b.   Penjaminan mutu secara berkelanjutan berdasarkan Plan-Do-Check-
           Action guna mencapai kualitas akademik yang lebih baik.

10.   Tujuan khusus Penjaminan Mutu Akademik Internal - ITATS adalah:
      a.   Memperbaiki, mempertahankan dan meningkatkan peringkat
           akreditasi jurusan dalam jangka waktu lima tahun mendatang.
      b.   Memperoleh dan menjalankan sertifikasi ISO 9000 bidang
           proses/pelayanan akademik di tingkat institut dalam jangka waktu
           tiga tahun mendatang.

11.   Visi Penjaminan Mutu Akademik Internal - ITATS adalah menjadi
      institusi yang berperan sebagai motivator, koordinator dan fasilitator
      kegiatan self monitoring and evaluation di tingkat jurusan dan unit kerja
      pendukung lain guna mencapai target pendidikan yang telah ditetapkan
      oleh jurusan dan unit kerja pendukung lain.

12.   Misi Penjaminan Mutu Akademik Internal - ITATS adalah melakukan
      sosialisasi proses penjaminan mutu dan komitmen institusi secara
      berkelanjutan; melaksanakan review terhadap hasil-hasil self monitoring
      and evaluation di tingkat jurusan dan unit kerja pendukung lain;
      memberikan umpan balik/rekomendasi mengenai kinerja jurusan dan unit
      kerja pendukung lain guna mencapai target pendidikan yang telah
      ditetapkan.

13.   Penjaminan mutu akademik internal di tingkat institut, fakultas,
      jurusan/program studi dan unit-unit pendukung lainnya dilakukan
      untuk menjamin:
      a.    Kepatuhan terhadap kebijakan akademik, standar akademik,
            peraturan akademik serta manual mutu akademik;
      b.    Kepastian bahwa lulusan memiliki kompetensi sesuai dengan
            yang ditetapkan di setiap program studi;
      c.    Kepastian bahwa setiap mahasiswa memiliki pengalaman belajar
            sesuai dengan spesifikasi program studi;
      d.    Relevansi program pendidikan dan penelitian dengan tuntutan
            masyarakat dan stakeholders lainnya.

14.   Penjaminan Mutu Akademik Internal merupakan bagian dari tanggung
      jawab pimpinan institut, fakultas, unit pendukung, jurusan/ program studi
      serta dosen, karyawan dan mahasiswa.

15.   Sasaran penerapan sistem penjaminan mutu akademik harus ditetapkan
      dan dituangkan dalam Rencana Operasional dan Rencana Kegiatan dan
      Anggaran Tahunan masing-masing satuan kerja.




                                                                             3
                                  BAB II

           SISTEM PENJAMINAN MUTU AKADEMIK
        INSTITUT TEKNOLOGI ADHI TAMA SURABAYA


A.    Konsep
16.   Pengertian mutu secara umum adalah kesesuaian dengan standar,
      kesesuaian dengan harapan stakeholders, atau pemenuhan janji yang telah
      diberikan. Mutu pendidikan di ITATS diartikan sebagai pencapaian tujuan
      pendidikan dan kompetensi lulusan yang telah ditetapkan sesuai rencana
      strategis dan standar akademik. Pencapaian tujuan ini menyangkut aspek
      masukan, proses, dan keluaran.

17.   Mutu pendidikan di ITATS juga mencakup aspek pelayanan administratif,
      sarana/prasarana, organisasi, dan manajemen yang dapat memenuhi
      harapan sivitas akademika dan masyarakat (baik orang tua mahasiswa,
      pengguna lulusan, maupun masyarakat luas). Mutu pendidikan di ITATS
      bersifat proaktif dalam arti bahwa lulusan ITATS mampu secara terus-
      menerus menyesuaikan diri dengan perkembangan IPTEKS dan dunia
      kerja.


B.    Penerapan
18.   ITATS menerapkan penjaminan mutu akademik yang berjenjang. Pada
      tingkat institut dirumuskan Kebijakan Akademik dan Standar Akademik
      institut serta dilakukan audit mutu akademik fakultas. Pada tingkat
      fakultas dirumuskan Kebijakan Akademik fakultas, Standar Akademik
      fakultas, dan Manual Mutu Akademik fakultas serta dilakukan audit mutu
      akademik jurusan/bagian. Pada tingkat jurusan dirumuskan Kompetensi
      Lulusan dan Spesifikasi Jurusan serta dilakukan evaluasi diri sebagai
      kendali.

19.   Dalam pengembangan dan penerapan sistem penjaminan mutu, ITATS
      mengacu kepada Pedoman Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi –
      Departemen Pendidikan Nasional, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi,
      2003 dan menugaskan Satuan Penjaminan Mutu untuk melaksanakan
      peran institut dalam pengembangan dan penerapan sistem penjaminan
      mutu di semua unit pelaksana kegiatan akademik.

20.   Pelaksanaan penjaminan mutu akademik di ITATS dijelaskan secara lebih
      rinci dalam Manual Prosedur Implementasi Penjaminan Mutu (ITATS-
      SPM-07.03.11).




                                                                           4
                                    BAB III

      ORGANISASI SISTEM PENJAMINAN MUTU AKADEMIK
        INSTITUT TEKNOLOGI ADHI TAMA SURABAYA

A.     Tingkat Institut
21.    Organisasi penjaminan mutu akademik di tingkat institut terdiri atas Senat
       ITATS (SI), Pimpinan Institut dan Satuan Penjaminan Mutu (SPM).

22.    Senat ITATS (SI) adalah badan normatif tertinggi di bidang akademik. SI
       beranggotakan antara lain: Guru Besar, Wakil Dosen, Rektor, Pembantu
       Rektor, Dekan, Direktur Program Pascasarjana, Ketua Lembaga, dan
       Unsur lain yang ditunjuk. Tugas SI antara lain:
       a.   Merumuskan, mengesahkan Kebijakan Akademik Institut, Standar
            Akademik Institut dan mengesahkan gelar;
       b.   Menyusun kebijakan penilaian prestasi dan etika akademik,
            kecakapan, serta integritas kepribadian sivitas akademika;
       c.   Merumuskan norma dan tolok ukur penyelenggaraan institut;
       d.   Memberi masukan kepada Yayasan Pendidikan Teknik Surabaya
            (YPTS) berdasarkan penilaiannya atas kinerja Pimpinan Institut
            dalam masalah akademik;
       e.   Merumuskan peraturan pelaksanaan kebebasan akademik, kebebasan
            mimbar akademik, dan otonomi keilmuan;
       f.   Memberi masukan kepada Pimpinan Institut dalam penyusunan
            rencana strategis, rencana operasional, program kerja dan anggaran;
       g.   Melaksanakan pengawasan mutu akademik dalam penyelenggaraan
            Institut;
       h.   Merumuskan tata tertib kehidupan kampus.

23.    Pimpinan Institut adalah Rektor yang dibantu oleh para Pembantu Rektor.
       Pimpinan Institut bertanggungjawab atas penyelenggaraan pendidikan,
       penelitian, pengabdian kepada masyarakat. Rektor menetapkan peraturan,
       kaidah, dan tolok ukur penyelenggaraan kegiatan akademik secara umum.
       Rektor mengangkat pimpinan fakultas dan pimpinan unit-unit yang berada
       dibawahnya. Atas persetujuan SI, Pimpinan Institut dapat mendirikan,
       menutup, dan/atau menggabungkan fakultas dan/atau jurusan yang
       mengelola dan melaksanakan satu atau lebih program studi yang dapat
       tersusun atas jurusan/bagian, dan unit-unit pelaksana akademik lainnya.
       Rektor bertanggung jawab atas penyelenggaraan pendidikan,
       peningkatanmutu akademik, dan penyelenggaraan jaminan mutu akademik
       serta menyusun yang berhubungan dengan proses pembelajaran. Rektor
       memformulasikan prosedur yang tepat dalam pemantauan dan penilaian
       terhadap efektivitas penyelenggaraan kegiatan akademik serta pelaksanaan
       sistem penjaminan mutu. Dalam melaksanakan penjaminan mutu
       akademik Rektor didukung oleh Satuan Penjaminan Mutu (SPM) yang
       dibentuk dengan SK Rektor.


                                                                               5
24.   Lingkup kerja SPM mencakup semua jurusan, strata pendidikan (sarjana
      dan pascasarjana), serta pengelola program studi (fakultas,
      jurusan/bagian). SPM bertugas untuk :
      a.    Merencanakan dan melaksanakan sistem penjaminan mutu akademik
            secara keseluruhan di Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya;
      b.    Membuat perangkat yang diperlukan dalam rangka pelaksanaan
            sistem penjaminan mutu akademik;
      c.    Memonitor pelaksanaan sistem penjaminan mutu akademik;
      d.    Memantau audit, assesment dan evaluasi pelaksanaan sistem
            penjaminan mutu akademik;
      e.    Melaporkan secara berkala kepada rektor, pelaksanaan sistem
            penjaminan mutu akademik di Institut Teknologi Adhi Tama
            Surabaya.

25.   Satuan Penjaminan Mutu melaksanakan fungsi pelayanan dalam bidang:
      a.   Pelatihan, konsultasi, pendampingan dan kerjasama di bidang
           penjaminan mutu akademik;
      b.   Pengembangan sistem informasi penjaminan mutu akademik;
      c.   Pengembangan dan pelaksanaan sistem penjaminan mutu akademik
           yang sesuai dengan keadaan sosial-budaya kampus ITATS;
      d.   Pengembangan dan pemantauan audit mutu akademik internal di
           ITATS.

26.   Ketua SPM bertanggung jawab dalam menyiapkan dan menyusun Manual
      Mutu Akademik dan Manual Prosedur yang sesuai dengan Kebijakan
      Akademik, Standar Akademik, peraturan yang berlaku, serta selaras
      dengan keadaan sosial-budaya kampus ITATS. Dokumen Manual Mutu
      Akademik dan Manual Prosedur disahkan oleh Rektor.

27.   Ketua SPM bertanggungjawab langsung kepada Rektor ITATS.

28.   Pertanggung-jawaban pelaksanaan penjaminan mutu oleh SPM-ITATS
      adalah kepada Rektor ITATS. Pertanggung-jawaban dilaksanakan dalam
      bentuk Laporan Akhir semester sesuai dengan kalender akademik yang
      berlaku di ITATS. Inti pertanggung-jawaban berisikan hasil-hasil audit,
      assesment dan evaluasi di seluruh tingkatan institut atau fungsi check and
      recomendation dalam siklus PDCA. Dengan demikian diharapkan setelah
      proses checking and recomendation tersebut dilaksanakan maka dapat
      disusun dan dilaksanakan fungsi standard, do, check and action kembali
      di seluruh tingkatan institut.

29.   Organisasi Satuan Penjaminan Mutu di ITATS terdiri atas Ketua, Bidang
      Monev-in, Bidang Audit, Bidang Dokumentasi, Task Force dan Person In
      Charge (PIC).




                                                                              6
B.    Tingkat Fakultas
30.   Organisasi penjaminan mutu akademik di tingkat fakultas terdiri atas
      Dewan Pertimbangan Fakultas (DPF), Dekan, Pembantu Dekan dan Tim
      Penjaminan Mutu tingkat Fakultas. Sedangkan di tingkat Program
      Pascasarjana (PPs) terdiri dari Direktur, Asisten Direktur dan Tim
      Penjaminan Mutu tingkat PPs.

31.   Dewan Pertimbangan Fakultas (DPF) merupakan badan pertimbangan
      tingkat fakultas yang memiliki wewenang untuk merumuskan dan
      menetapkan kebijaksanaan yang menjadi pedoman bagi fakultas dalam
      melaksanakan tugasnya. DPF terdiri atas Guru Besar, Pimpinan Fakultas,
      Ketua Jurusan/Kepala Bagian/Koordinator Program Studi, Sekretaris
      jurusan dan dosen yang memenuhi persyaratan. Tugas DPF antara lain :
      a.    Merumuskan rencana dan kebijakan akademik fakultas;
      b.    Melakukan penilaian prestasi dan etika akademik, kecakapan, serta
            integritas kepribadian dosen di lingkungan fakultas;
      c.    Merumuskan norma dan tolok ukur bagi pelaksanaan
            penyelenggaraan fakultas, dan menilai pelaksanaan tugas Pimpinan
            Fakultas;
      d.    Memberikan pendapat dan saran untuk kelancaran pengelolaan
            fakultas.

32.   Dekan bertanggung jawab atas penyelenggaraan pendidikan, penelitian,
      dan pengabdian kepada masyarakat, serta pembinaan tenaga akademik,
      tenaga administrasi, dan mahasiswa. Dekan juga bertanggung jawab atas
      terjaminnya mutu akademik di fakultas. Dalam mengemban
      tanggungjawab akademik, Dekan dibantu oleh Pembantu Dekan.

33.   Pembantu Dekan bertanggung jawab atas tersusunnya:
      a.  Standar Akademik Fakultas,
      b.  Manual Mutu Akademik Fakultas, dan
      c.  Manual Prosedur Mutu Akademik Fakultas yang selaras dengan
          Standar Akademik, Manual Mutu Akademik, dan Manual Prosedur
          di tingkat institut.

34.   Komisi Koordinasi Kegiatan Akademik (K3A) bertugas untuk
      melaksanakan kegiatan penjaminan mutu akademik di tingkat fakultas.
      Dalam melaksanakan tugasnya K3A dibantu oleh Tim Penjaminan Mutu
      tingkat Jurusan (TPMJ) pada tiap jurusan.

35.   K3A fakultas beranggotakan: Pembantu Dekan (ketua yang ditunjuk), para
      ketua jurusan, para koordinator program studi, dan mahasiswa. K3A
      mengadakan rapat minimal dua kali dalam satu tahun.K3A bertugas untuk:
      a.   Membahas dan menindaklanjuti laporan dari TPMJ;
      b.   Membuat evaluasi diri jurusan/bagian/program studi;
      c.   Memperbaiki proses belajar mengajar;
      d.   Mengirim hasil evaluasi diri jurusan/bagian/program studi ke SPM.


                                                                           7
36.   Tiap fakultas memiliki Tim Penjaminan Mutu tingkat Fakultas (TPMF)
      yang dibentuk dengan SK Dekan. Tugas TPMF tersebut adalah membantu
      Pembantu Dekan dalam pengembangan sistem penjaminan mutu
      akademik yang mencakup antara lain:
      a.   Penjabaran Standar Akademik Institut ke dalam Standar Akademik
           Fakultas;
      b.   Penjabaran Manual Mutu Akademik Institut ke dalam Manual Mutu
           Fakultas;
      c.   Sosialisasi sistem penjaminan mutu ke semua sivitas akademika di
           fakultas yang bersangkutan;
      d.   Pelatihan dan konsultasi kepada sivitas akademika fakultas tentang
           pelaksanaan penjaminan mutu.
      Dalam melaksanakan tugasnya TPMF melakukan konsultasi dan
      koordinasi dengan K3A di tingkat fakultas dan SPM di tingkat institut.

37.   Dekan/Pembantu Dekan sebagai penanggungjawab pelaksanaan
      penjaminan mutu akademik menunjuk seorang Ketua Program Audit Mutu
      Akademik Internal (KP-AMAI) yang ditetapkan dengan surat keputusan
      Dekan. Tugas KP-AMAI adalah:
      a.   Membentuk tim audit mutu akademik internal yang bertugas
           melaksanakan audit mutu akademik internal sesuai siklus audit;
      b.   Merencanakan pelaksanaan audit mutu akademik internal bersama
           tim audit;
      b.   Melaksanakan pelatihan audit untuk anggota tim audit mutu
           akademik internal;
      c.   Melakukan koordinasi audit akademik internal terhadap jurusan/
           bagian/program studi.

38.   Dekan menerima laporan audit mutu (termasuk permintaan tindakan
      koreksi/PTK) dari KP-AMAI tingkat fakultas. Dekan melakukan
      koordinasi tindaklanjut atas PTK, membuat keputusan dalam batas
      kewenangannya, serta memobilisasi sumberdaya di fakultas untuk
      melaksanakan keputusan tersebut.

39.   Setiap tahun DPF menerima laporan evaluasi diri serta laporan audit mutu
      akademik internal dari dekan. DPF akan mempelajari kedua laporan
      tersebut dan menentukan kebijakan dan peraturan baru di tingkat fakultas
      untuk peningkatan mutu pendidikan.

C.    Tingkat Jurusan/Bagian/Program Studi
40.   Ketua       Jurusan/Kepala    Bagian/Koordinator     Program      Studi
      bertanggungjawab atas tersusunnya dokumen :
      a.    Spesifikasi Program Studi (SP);
      b.    Manual Prosedur (MP);
      c.    Instruksi Kerja (IK);
      d.    Borang


                                                                            8
      yang sesuai dengan Standar Akademik, Manual Mutu, dan Manual
      Prosedur tingkat Fakultas.

41.   Ketua Jurusan/Kepala Bagian bertanggungjawab atas terlaksananya:
      a.   Proses pembelajaran yang bermutu sesuai dengan SP, MP, IK;
      b.   Evaluasi pelaksanaan proses pembelajaran;
      c.   Evaluasi hasil proses pembelajaran;
      d.   Tindakan perbaikan proses pembelajaran;
      e.   Penyempurnaan SP, MP, IK dan BORANG secara berkelanjutan.
      Dalam melaksanakan tanggungjawab tersebut Ketua Jurusan / Kepala
      Bagian dibantu oleh Tim Penjaminan Mutu tingkat Jurusan (TPMJ).

42.   Tim Penjaminan Mutu tingkat Jurusan (TPMJ) dibentuk pada tingkat
      jurusan/bagian/program studi dan beranggotakan:
      a.    Sekretaris jurusan sebagai ketua;
      b.    Maksimal 3 (tiga) orang dosen sebagai anggota;
      c.    Maksimal 2 (dua) orang mahasiswa perwakilan masing-masing
            angkatan dalam 4 tahun terakhir sebagai anggota.

43.   Tim Penjaminan Mutu tingkat Jurusan (TPMJ) bertugas untuk:
      a.   Menyusun laporan hasil evaluasi proses pembelajaran;
      b.   Melakukan evaluasi proses pembelajaran semester;
      c.   Mengadakan rapat minimal dua kali dalam satu semester.

44.   Laporan evaluasi proses pembelajaran dikirim oleh Ketua Jurusan/Kepala
      Bagian kepada Dekan untuk dibahas dalam Tim Penjaminan Mutu tingkat
      Fakultas/PPs dan dipakai sebagai bahan tindak lanjut serta penyusunan
      evaluasi diri.

45.   Ringkasan mengenai tanggung jawab dan wewenang Satuan Penjaminan
      Mutu tingkat institut, fakultas, serta jurusan/bagian diberikan dalam Tabel
      1 pada lampiran.

                                                   Surabaya, 26 Mei 2008
      Rektor ITATS                                 Ketua SPM




      Hadi Setiyawan, ST, MT                       Ir. Minto Basuki
      NIP. 961066                                  NIP. 921029




                                                                               9
                                 DAFTAR RUJUKAN


1. UU No.20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Higher Education Long Term Strategy 2003.
3. Statuta ITATS tahun 2003
4. Rencana Operasional & Strategis ITATS 2006-2010.
5. Pedoman Penjaminan Mutu DIKTI tahun 2003.
6. Panduan Pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi (SPM-PT), Direktorat
   Jenderal Pendidikan Tinggi, 2006
7. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 232/U/2000 tentang Pedoman
   Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa.




                                                                                10
                      DAFTAR PENYUSUN


Arifien Nursandah, ST., MT.
Ir. A. Haris HA.
Ir. Dewi Pertiwi, MT.
Ir. Esty Poedjioetami, MT.
Ir. Maslikah, MT.
Ir. Minto Basuki.
Nonot Wisnu Karyanto, ST.
Ir. Petrus Kalake Raya Keban.
Ir. Purnomo.
Drs. Tamadji, MT.
Ir. Siti Azizah, MT.
Slamet Winardi, MT.
Ir. Sulistyowati
Suparto, Ssi.




                                        11

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:357
posted:5/1/2010
language:Indonesian
pages:11
Description: jaminan-mutu-pendidikan-tinggi pdf