BAB III PETUNJUK TEKNIS BIDANG OLAHRAGA A. CABANG ATLETIK by xld14276

VIEWS: 7,876 PAGES: 35

More Info
									                        BAB III
           PETUNJUK TEKNIS BIDANG OLAHRAGA


A. CABANG ATLETIK
  1. Waktu Perlombaan
     a. Perlombaan
        Hari    :    Selasa s.d Sabtu
        Tanggal :    6 s.d 10 Juli 2010
        Jam     :    08.00 – selesai
        Tempat :     Gelora Delta, Sidoarjo

     b. Technical Meeting
        Hari      : Minggu
        Tanggal : 4 Juli 2010
        Jam       : 19.00 – selesai
        Tempat : Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Jatim

     c. Dalam pertemuan teknik hanya akan dibicarakan masalah
        pelaksanaan teknis perlombaan

  2. Peraturan Perlombaan
     a. Perlombaan atletik POSPENAS V tahun 2010 mengacu pada
        Ketentuan Umum POSPENAS V tahun 2010
     b. Perlombaan atletik POSPENAS V tahun 2010 berdasarkan
        Peraturan Perlombaan internasional sesuai dengan IAAF Rules
        (Official Handbook Edisi 2010-2011)
     c. Semua peserta perlombaan dianggap telah mengetahui dan
        mengerti isi peraturan tersebut.
  3. Tempat Perlombaan
     a. Semua nomor perlombaan di laksanakan Stadion Delta Sidoarjo
     b. Pemanasan
        Lapangan pemanasan dan tempat pemanggilan (roll call) para atlit
        berada di sebelah Barat Stadion Delta Sidoarjo

  4. Peralatan
     Panitia besar POSPENAS V tahun 2010 menyediakan seluruh
     peralatan perlombaan dan latihan. Peralatan yang akan digunakan
     dengan standar ketentuan Federasi Atletik Internasional (IAAF) Edisi
     2010 – 2011 dan Pedoman Umum POSPENAS V tahun 2010.




                                                                      12
5. Nomor-nomor yang diperlombakan
           PUTERA                                             PUTERI
   1.   Lari 100 m                                 1.      Lari 100 m
   2.   Lari 200 m                                 2.      Lari 200 m
   3.   Lari 400 m                                 3.      Lari 400 m
   4.   Lari 800 m                                 4.      Lari 3000 m
   5.   Lari 5000 m                                5.      Lari 4 x 100 m (estafet)
   6.   Lari 4 x 100 m (estafet)                   6.      Lari 4 x 400 m (estafet)
   7.   Lari 4 x 400 m (estafet)                   7.      Tolak Peluru
   8.   Tolak Peluru                               8.      Lompat Jauh
   9.   Lompat Jauh



6. Jadwal Perlombaan Tentatif
  Hari Petama :Tanggal .............................
   Start       Alt         Event                   Kelamin             Round
   07:00       101         400 m                   Putri               Babak I
   07:20       102         400 m                   Putra               Babak I
   07:25       103         Tolak Peluru            Putri               Final
   07:40       104         5000                    Putra               Final
   08:00       105         100 m                   Putra               Babak I
   08:15       106         100 m                   Putri               Babak I
   08:30       107         4x400 m Estafet         Putra               Babak I
   08:45       108         4x400 m Estafet         Putri               Babak I

   15:00       109         400 m                   Putra               Final
   15:20       110         Lompat Jauh             Putra               Final
   15:20       111         400 m                   Putri               Final
   15:40       112         100 m                   Putra               Final
   16:00       113         100 m                   Putri               Final
   16:15       114         3000 m                  Putri               Final
   16:40       115         4x400 m Estafet         Putra               Final
   17:00       116         4x400 m Estafet         Putri               Final

  Har Kedua : tanggal ..................................
   07:00       201         200 m                   Putra               Bapak I
   07:05       202         Tolak Peluru            Putra               Final
   07:20       203         200 m                   Putri               Bapak I
   07:40       204         800 m                   Putra               Bapak I
   08:00       205         800 m                   Putri               Bapak I
   08:20       206         4x400 m Estafet         Putri               Bapak I
   08:40       207         4x400 m Estafet         Putra               Bapak I



   15:00       208         200 m                   Putra               Final

                                                                                      13
      15:05     209      Lompat Jauh         Putri           Final
      15:20     210      200 m               Putri           Final
      15:00     211      800 m               Putra           Final
      16:00     212      800 m               Putri           Final
      16:15     213      4x400 m Estafet     Putra           Final
      16:40     214      4x400 m Estafet     Putri           Final

7. Peserta
  a. Peserta perlombaan atletik POSPENAS V tahun 2010 adalah
     sebagaimana yang telah diatur dalam juklak dan juknis Umum
     POSPENAS V tahun 2010.
  b. Setiap nomor dapat diikuti sebanyak-banyak 2 (dua) orang setiap
     daerah (putra dan putri).
  c. Setiap atlet hanya dapat mengikuti 2 (dua) nomor perlombaan kecuali
     nomor estafet.
  d. Untuk nomor estafet setiap daerah dapat mengirim 1 regu putra dan 1
     regu putri.
8. Keabsahan Peserta
  a. Keabsahan peserta perlombaan atletik POSPENAS V tahun 2010
     mengacu kepada ketentuan keabsahan Panitia Besar POSPENAS V
     tahun 2010.
  b. Hasil keabsahan dari bidang keabsahan Panitia Besar POSPENAS V
     tahun 2010 adalah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
9. Giliran Lomba Nomor Lapangan
  a. Untuk nomor tolak peluru, dan lompat jauh bila terdapat lebih dari 8
     (delapan) atlet, setiap atlet diberi kesempatan 3 (tiga) kali giliran, dan
     delapan atlet dengan prestasi sah terbaik diberi 3 (tiga) kali
     kesempatan lagi.
  b. Jika peserta terdiri dari 8 atlet atau kurang, setiap atlet diberi
     kesempatan 6 kali giliran. Jika lebih dari 1 atlet gagal memperoleh
     hasil sah setelah 3 kesempatan pertama , atlet tersebut masih boleh
     berlomba pada kesempatan berikutnya sebelum atlet lain yang
     memperoleh hasil sah, dalam urutan sesuai dengan undian.
  c. Pada kesempatan giliran keempat dan lima diurutkan kembali menurut
     kebalikan urutan peringkat setelah tiga kesempatan pertama. Urutan
     berlomba untuk giliran terakhir harus mengikuti kebalikan urutan
     peringkat setelah lima giliran.
10. Penentuan Lintasan
   Penentuan lintasan dan urutan seri ditentukan dengan undian oleh
   panitia perlombaan, sesuai dengan ketentuan pasal 166 peraturan IAAF.
   Pemanggilan atlet/olahragawan untuk memasuki arena perlombaan akan
   dilakukan dari ruangan roll call didekat lapangan pemanasan .
   Pemanggilan atlet untuk setiap nomor perlombaan sebagai berikut :
                                                                            14
11. Pemanggilan Atlet
   Dilakukan dari ruangan roll call didekat lapangan pemanasan .
   Pemanggilan atlet untuk setiap nomor perlombaan sebagai berikut :
   a. Untuk seluruh nomor lintasan, pemanggilan pertama dilaksanakan 30
      menit sebelum acara perlombaan ini dimulai dan pemanggilan terakhir
      20 menit sebelum dimulai. Selanjutnya 10 menit sebelum perlombaan
      dimulai para atlet masuk ke arena perlombaan.
   b. Untuk nomor lompat dan lempar, pemanggilan pertama dilaksanakan
      40 menit sebelum nomor perlombaan dimulai dan pemanggilan
      terakhir 30 menit sebelum perlombaan.
   c. Bila peserta namanya dipanggil oleh panitia, mereka diharapkan
      menunjukan nomor dada sepatu perlombaan/spikes, tas lapangan
      serta tulisan sponsor lepada panitia/petugas roll call.
   d. Tiap atlet diharuskan menggunakan nomor atlet yang masing-masing
      dipakai di dada dan di punggung. Nomor tidak diperkenankan dilipat-
      lipat.
   e. Para oficial/pelatih tidak diperkenankan mendampingi atletnya bila
      atlet sudah masuk ruangan roll call.
   Keterangan :
   - Panggilan pertama, atlet/pelatih diharuskan membubuhkan tanda (V) di
      depan nama atlet sebagai tanda hadir.
   - Panggilan kedua, atlet diharuskan masuk ruangan roll call.
12. Cara Memperkenalkan Atlet
   a. Sebelum pelari mengikuti aba-aba start anouncer akan menyebut
      namanya satu persatu, saa nama disebut yang bersangkutan maju
      selangkah sambil melambaikan tangan kepada penonton
   b. Untuk atlet lompat/lempar setelah melakukan percobaan mereka akan
      diperkenalkan kepada penonton.
13. Delegasi Teknik
   Sebagai penanggung jawab atas penyelenggaraan secara teknis
   perlombaan atletik POSPENAS V tahun 2010 adalah delegasi tehnik
   yang ditetapkan dan ditunjuk oleh PANJATAPNAS POSPENAS.
14. Hakim, Wasit, dan Juri
   Penunjukan Dewan Hakim, wasit, dan juri atletik POSPENAS V tahun
   2010 diusulkan oleh BP/PP induk organisasi olahraga terkait dengan
   pertimbangan wasit/juri yang berdomilisi berdekatan dengan
   pelaksanaan POSPENAS V tahun 2010 dengan tidak mengabaikan
   kwalitasnya, dan selanjutnya penunjukkannya ditetapkan oleh panitia
   penyelenggara POSPENAS V tahun 2010.
15. Protes
   a. Protes menyangkut hasil perlombaan dapat diajukan paling lambat
      30 menit setelah perlombaan diumumkan secara resmi oleh anouncer.
                                                                      15
   b. Setiap protes tingkat pertama dapat disampaikan secara lisan oleh
      atlet yang bersangkutan atau tim manager atas nama atlet tersebut
      lepada wasit. Kemudian wasit akan mempertimbangkan dengan
      disertai bukti-bukti yang cukup dan dianggap perlu untuk diambil
      keputusan atau akan meneruskannya kepada panitia hakim.
   c. Apabila keputusan wasit atas protes yang baru diajukan ternyata tidak
      diterima oleh pihak yang mengajukan protes, si pengaju protes dapat
      naik banding lepada panitia hakim.
   d. Pengaju protes lepada panitia hakim dilakukan oleh tim manager
      secara tertulis dengan disertai uang protes sesuai pasal 146 peraturan
      IAAF.
16. Pakaian
   a. Seragam pakaian perlombaan atletik harus sesuai dengan ketentuan
      yang berlaku   dan merupakan seragam daerah/kontingen yang
      bersangkutan.
   b. Para peserta diwajibkan memakai pakaian yang menutup aurat, atau
      dengan potongan sedemikian rupa sehingga tidak menggangu/tidak
      menimbulkan keberatan/sopan.
   c. Pakaian perlombaan harus dibuat dari bahan yang tidak tembus
      pandang/tidak transparan, sekalipun dalam keadaan basah, dengan
      warna dasar antara depan dan belakang harus sama.
17. Medali Kejuaraan
   a. Untuk nomor perorangan, pemenang I s/d III setiap nomor akan dapat
      medali kejuaran dan piagam.
   b. Untuk nomor beregu, pemenang I s/d III setiap nomor akan dapat
      medali kejuaran dan piagam
18. Upacara Penghormatan Pemenang
   a. Pemenang I s/d III setiap nomor final akan dipanggil dan diantar untuk
      mengikuti pelaksanaan Upacara Penghormatan Pemenang.
   b. Dalam Upacara Penghormatan Pemenang, atlet wajib menggunakan
      seragam lengkap termasuk sepatu, tidak diperbolehkan menggunakan
      celana pendek.
19. Lain-lain
   Hal-hal yang belum tercantum di dalam ketentuan ini dan masih
   dianggap perlu akan ditetapkan kemudian.




                                                                         16
B. CABANG RENANG
 1. Waktu dan Tempat Perlombaan
    a. Perlombaan
       Hari           :      Selasa s.d Sabtu
       Tanggal        :      6 – 10 Juli 2010
       Jam            :      08.00 Wib
       Tempat         :      Kolam Renang KONI Jatim.

    b. Technical Meeting
       Hari        : Selasa
       Tanggal     : 4 Juli 2010
       Jam         : 19.00 – selesai
       Tempat      : Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Jatim
 2. Umum
    a. Pedoman renang dilaksanakan oleh panitia pelaksana (Panpel)
       perlombaan dari PB PRSI, dengan Pengprov PRSI Jawa Timur
    b. Wasit dan Juri yang bertugas telah mendapat rekomendasi dari
       PB PRSI, dan Pengprov Jawa Timur
 3. Khusus Perlombaan
    a. Tidak ada pengelompokan umur/kelas.
    b. Susunan acara perlombaan dan nomor-nomor perlombaan (lihat
       lampiran)
    c. Pelaksanaan perlombaan
       §   Menggunakan peraturan perlombaan PRSI/FINA
       §   Semua nomor perlombaan dilaksanakan langsung final
           ( timed final )
       §   Semua nomor perlombaan menggunakan peraturan 1 kali start
    d. Persyaratan peserta
       §   Persyaratan kelahiran dan sekolah lihat ketentuan umum
           POSPENAS V tahun 2010
       §   Peserta yang akan mengikuti perlombaan adalah peserta
           terbaik tiap provinsi sesuai hasil POSPEDA/SELEKDA di
           provinsinya masing-masing, kecuali tuan rumah.
    e. Jumlah peserta dan nomor perlombaan
       §   Tiap nomor minimal diikuti 4 provinsi, bila kurang dari 4 provinsi
           status lomba eksibisi
       §   Tiap nomor perlombaan diwakili maksimal 2 orang tiap
           perprovinsi
       §   Jumlah nomor perlombaan perorangan boleh diikuti oleh setiap
           peserta/perenang maksimal 2 nomor dari 5 nomor yang
           diperlombakan dan masuk limit waktu tiap nomor, kecuali
           nomor estafet.
                                                                     17
      §   Untuk nomor estafet hanya diikuti 1 regu setiap provinsi, yang
          terdiri dari 4 (empat) perenang ditambah 1 (satu) perenang
          cadangan.
   f. Medali dan tropi
      §   Medali dan sertifikat kejuaraan diberikan lepada pemenang
          ke1,2 dan3
      §   Tropi akan diberikan lepada pemenang terbaik 1 sampai
          dengan 3 putera yang akan diberikan pada upacara penutupan.
   g. Penentuan perenang terbaik
      §   Jumlah record lomba renang POSPENAS yang diperbaiki jika
          ada.
      §   Banyaknya medali emas yang diperoleh
      §   Banyaknya medali perak yang diperoleh
      §   Banyaknya medali perunggu yang diperoleh
      §   Apabila batasan tersebut diatas belum dapat menentukan,
          maka ketajaman waktu terhadap record POSPENAS yang akan
          menentukan
   h. Protes
      §   Panitia pelaksana perlombaan merupakan instansi terakhir
          yang menentukan lepada setiap persoalan yang belum/tidak
          tercantum dalam peraturan perlombaan dan ketua perlombaan
          menampung protes dalam persoalan tersebut serta
          memberikan keputusan sebagai instansi pertama dan terakhir.
      §   Semua protes dinyatakan resma dan dapat diterima oleh ketua
          perlombaan apabila memenuhi ketentuan sebagai berikut :
          a. Setiap protes harus disampaikan tertulis dan harus
             ditandatangani oleh manager yang bersangkutan
          b. Setiap protes harus diajukan selambat-lambatnya 30 menit
             setelah acara/nomor perlombaan yang dinyatakan diprotes
             berakhir dengan disertai pembayaran Rp. 500.000,0 (lihat
             peraturan FINA/PRSI G.R. 12. 1-G.R. 12. 3)


Peraturan dan Tata Tertib (Umum)
4. Tempat Peserta dan Official
   a. Tempat peseta, atlet/pelatih selama perlombaan berlangsung
      diharuskan menempati tempat di tribun kolam renang KONI Jawa
      Timur.
   b. Yang diperkenankan berada di arena kolam perlombaan selain
      panitia adalah, perenang yang akan strart dan yang akan
      melaporkan diri untuk start ke petugas pengatur atlet, perenang-


                                                                     18
      perenang yang akan mengikuti upacara penghormatan pemenang
      (UPP)
5. Waktu dan Tempat Pemanasan/Pendinginan
  a. Pemanasan di kolam perlombaan bisa dimulai 1 jam sebelum
     perlombaan dimulai, sesudah harus selesai 15 menit sebelum
     perlombaan dimulai.
  b. Pemanasan/pendinginan selama perlombaan dapat dilakukan di
     kolam pemanasan/pendinginan
  c. Semua lintasan dapat dipakai untuk pemanasan
  d. Pukul 08.15 Wib lintasan 1 dan 8 hanya dipakai untuk sprint
  e. Pukul 08.45 kolam renang dikosongkan (waktu pemanasan telah
     selesai)
  f. Pukul 09.00 Wib perlombaan dimulai.
  Peraturan dan Tata Tertib (Khusus)
6. Perenang Lapor
  §   Setiap perenang yang akan turun agar mendaftarkan diri ke
      petugas pengatur atlet pada 2 seri sebelum nomor yang akan
      diikuti.
  §   Pemanggilan melalui pengeras suara
      a. Pemangilan nama perenang yang akan Start melalui pengeras
         suara hanya dilakukan 1 kali, setelah perenang berada/siap
         dibelakang tempat start.
      b. Perenang yang namanya diumumkan (saat nomor lintasannya
         disebutkan) melalui pengeras suara, dimohon untuk berdiri
         menghadap alur perlintasan sebagai perkenalan terhadap
         penonton/undangan.
  §   Upacara penghormatan pemenang
      a. UPP diusahakan untuk dapat dilaksanakan setiap 1 (satu)
         nomor/acara perlombaan selesai.
      b. Dalam mengikuti UPP para peserta upacara diharapkan
         memakai seragam provinsi masing-masing.
      c. Peserta diharapkan dapat mengikuti UPP dengan tertib dan
         khidmad
      d. Agar UPP dapat dilaksanakan dengan lancar dimohon kepada
         para pembina untuk mempersiapkan atletnya yang menjadi
         juara untuk mengikuti UPP
  §   Hal-hal yang belum tercantum akan ditentukan dalam Pertemuan
      Teknis.




                                                                   19
CABANG BOLA VOLI
  1. Waktu dan Tempat Perlombaan
    a. Perlombaan
       Hari            :   Selasa s.d Jumat
       Tanggal         :   6 – 9 Juli 2010
       Jam             :   08.00 Wib
       Tempat          :   GOR Bima Unesa

    b. Technical Meeting
       Hari        : Minggu
       Tanggal     : 4 Juli 2010
       Jam         : 19.00 – selesai
        Tempat     : Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Jatim

  2. Jenis Pertandingan
    Pertandingan Bola Voli Beregu Putera dan Puteri.
  3. Peraturan Permainan
    Peraturan permainan yang digunakan adalah peraturan permainan
    Bola Voli Internasional yang sedang berlaku dan disyahkan oleh
    Pengurus Pusat PBVSI
  4. Lama Permainan
    a. Sebelum melaksanakan pertandingan silang (cross) babak semi
       final, setiap regu harus siap bermain 2 (dua) kali dalam 1 (satu)
       hari.
    b. Lama pertandingan          dengan       three   winning   set   (tiga   set
       kemenangan).
  5. Regu Seeded
    Regu seeded adalah ranking I s/d IV POSPENAS yang terdahulu :
    Putera : 1.2.3.4       Puteri : 1.2.3.4.
  6. Sistem Pertandingan
    a. Sistem pertandingan menggunakan sistem setengah kompetisi bila
       peserta kurang dari 8 (regu) regu.
    b. Bila jumlah peserta 8 (delapan) regu ke atas, maka akan dibagi
       dalam beberapa pool, dimana masing-masing pool akan terdiri dari
       4 s/d 5 regu.
    c. Sesuai dengan situasi dan kondisi (peserta lebih dari 20 regu)
       maka setelah babak pendahuluan dapat menggunakan salah satu
       dari 3 (tiga) langkah di bawah ini :
       1) Pembagian pool dengan melaksanakan ”Sistem Satu Kali
          Saling Bertanding Terbatas” (Setengah Kompetisi Terbatas)
          pada masing-masing regu lainnya dipertandingkan paling
          banyak 8 (delapan) kali bertanding.

                                                                               20
        2) Sistem Gugur
        3) Sesuai dengan peraturan pertandingan internasional, maka
           dalam setiap kali kejuaraan, masing-masing regu hanya
           dipertandingkan paling banyak 8 (delapan) kali bertanding.
  7. Urutan Prestasi/Ranking
     Peserta melakukan suatu rangkaian pertandingan ”satu kali
     pertandingan” (setengah kompetisi) berturut-turut ditentukan sebagai
     berikut :
     a. Jumlah pertandingan terbanyak         yang   dimenangi   dengan
        ketentuan:
        1) Menang : Nilai 2 (dua),
        2) Kalah   : Nilai 1 (satu),
        3) Kalah/WO: Nilai 0 (nol).
     b. Paling banyak jumlah set kemenangan setelah dibagi dengan set
        kekalahan.
     c. Paling banyak jumlah biji (point) kemenangan setelah di bagi
        dengan biji (point) kekalahan.
     d. Menang dalam pertandingan antara regu-regu yang bersangkutan.
  8. Protes
     a. Protes diajukan secara tertulis kepada Dewan Hakim Panitia
        Pelaksana paling lambat 15 menit setelah pertandingan.
     b. Keputusan Dewan Hakim adalah mutlak dan tidak dapat diganggu
        gugat.
  9. Lain-lain
     Hal-hal yang belum tercakup dalam Tata Tertib ini akan ditentukan
     dalam Pertemuan Teknis.


C. CABANG BASKET
  1. Waktu dan Tempat Perlombaan
     a. Perlombaan
        Hari         :   Selasa s.d Sabtu
        Tanggal      :   6 s.d 10 Juli 2010
        Jam          :   08.00 – selesai
        Tempat       :   Gor CLS kertajaya

     b. Technical Meeting
        Hari        : Minggu
        Tanggal     : 4 Juli 2010
        Jam         : 19.00 – selesai
        Tempat      :   Asrama Haji Sukolilo Surabaya, jatim



                                                                      21
2. Peraturan Umum
   Peraturan permainan yang dipergunakan dalam pertandingan bola
   basket POSPENAS V/2010 adalah peraturan PERBASI/FIBA tahun
   2004. Setiap regu peserta dianggap sudah memahami peraturan yang
   dimaksud.
3. Peraturan Pertandingan
   a. Sistem pertandingan ini menggunakan sistem setengah kompetisi
   b. Bila peserta hanya lima regu/provinsi maka tidak ada pembagian
      pool
   c. Bila jumlah peserta 6 – 8 maka akan dibagi menjadi 2 pool. Setiap
      pool diambil 2 regu teratas langsung dicross.
   d. Penentuan pool dilakukan dengan cara pengundian, kecuali Tuan
      Rumah boleh memilih pool.
4. Penentuan Pemenang
   Penentuan pemenang untuk menetapkan peringkat pada babak
   penyisihan:
   a. Peringkat ditentukan dengan menjumlahkan nilai yang diperoleh
      setiap regu dari pertandingan yang dimainkan di setiap pool
      tersebut.
   b. Bila terdapat dua regu yang mempunyai nilai yang sama, maka
      penentuan peringkatnya dilihat dari hasil pertandingan kedua regu
      tersebut.
   c. Bila terdapat tiga regu yang memiliki nilai yang sama, maka
      penentuan peringkatnya dilihat dari point rata-rata atau goal
      average dilihat dari hasil pertemuan tiga regu yang mempunyai
      nilai yang sama, yaitu jumlah goal memasukkan dibagi jumlah goal
      kemasukan.
5. Waktu Pertandingan
   Waktu pertandingan selama 4 x 10 menit.
6. Bola Pertandingan
   Bola yang dipakai pada pertandingan bola basket POSPENAS
   V/2010 ini yaitu merk Molten, dan merk lain yang akan ditentukan oleh
   panitia. Bola untuk puteri berukuran 6 (enam), bola yang digunakan
   untuk putera berukuran 7 (tujuh).
7. Latihan
   Latihan atau percobaan lapangan akan ditentukan kemudian sesuai
   dengan jumlah pertandingan.
8. Pemain Cadangan
   Jumlah maksimum pemain (olahragawan) dan official yang
   diperkenankan duduk di bangku cadangan atau berada di arena
   lapangan pertandingan yaitu berjumlah 3 (tiga) orang official dan 10
   (sepuluh) orang pemain.

                                                                     22
D. CABANG TENIS MEJA
  1. Tanggal dan Tempat Pertandingan
     a. Pertandingan
        Hari         :   Selasa - Sabtu
        Tanggal      :   6 – 10 Juli 2010
        Jam          :   08.00 – selesai
        Tempat       :   GOR HCIYS, Kertajaya Indah

     b. Technical Meeting
        Hari        : Minggu
        Tanggal     : 4 Juli 2010
        Jam         : 19.00 – selesai
        Tempat      : Asrama Haji Sukolilo Surabaya,Jatim

  2. Nomor Yang Dipertandingkan dan Jumlah Peserta
     a. Beregu Putera (minimal 3 pemain dan maksimal 4 pemain)
     b. Beregu Puteri (minimal 3 pemain dan maksimal 4 pemain)
     c. Tunggal Putera (maksimal 4 pemain)
     d. Tunggal Puteri (Maksimal 4 pemain)
     e. Ganda Putera (Maksimal 2 pasang)
     f. Ganda Puteri (Maksimal 2 pasang)
  3. Peserta
     Peserta (Atlet) adalah Wakil dari Provinsi sesuai dengan ketentuan
     yang ditetapkan oleh Panitia Penyelenggara.
  4. Sistem Permainan dan Pertandingan
     Sistem permainan mengacu kepada Peraturan dan Ketentuan yang
     dikeluarkan oleh ITTF. Khusus ketentuan berikut :
     a. Pertandingan terdiri dari 2 babak.
     b. Babak I, peserta dibagi dalam Pool (jumlah Pool akan disesuaikan
        dengan jumlah peserta) dan dipertandingkan dengan ½ Kompetisi
        (pool), kemudian Babak II, masing masing urutan I tiap Pool
        dipertandingkan dengan Sistem Gugur.
     c. Permainan untuk Beregu Putera dan Puteri menggunakan The
        Best of FVe Matches (All Singles) dengan susunan : A v X, B v Y,
        C v Z, A v Y, B v X.
     d. Seluruh pertandingan dilaksanakan dengan 5 game terbaik (the
        Best-of-Five Games).
        Catatan : Untuk Pertandingan Beregu dan Ganda, pemain harus
        memakai kaos/pakaian bertanding seragam (minimal bagian atas).
  5. Seeded
     Disesuaikan dengan yang terbaru.


                                                                     23
  6. Peralatan
     Meja Pertandingan :    DHS
     Net               :    DHS
     Bola              :    Butterfly (warna Oranye)
  7. Jadwal Umum Pertandingan (Tentatif)
     Disesuaikan dengan yang terbaru
  8. Hadiah Pemenang
     Pemenang masing-masing nomor akan diberikan seperti berikut :
     a. Juara                :    Medali Emas
     b. Runner-Up            :    Medali Perak
     c. Pemenang III bersama :    Medali Perunggu.
  9. Protes
     a. Protes yang bersifat teknis dapat diajukan kepada Panitia Bidang
        pertandingan oleh Manajer/Kapten Tim selambat-lambatnya 15
        menit setelah pertandingan selesai dengan melampirkan uang
        jaminan sebesar Rp 300.000,- (tiga ratus ribu rupiah).
     b. Apabila protes ditolak maka uang jaminan akan menjadi hak
        panitia.
     c. Protes yang berkaitan dengan teknis pertandingan diselesaikan
        sesuai dengan Peraturan Tenis Meja tahun 2010.
  10. Lain-Lain
     Ketentuan lain yang belum tercakup dalam propektus ini, akan
     dilengkapi pada saat Pertemuan Teknis.


E. CABANG PENCAK SILAT
  1. Waktu dan Tempat Pertandingan :
     a. Perlombaan
        Hari         :   Selasa s.d Sabtu
        Tanggal      :   6 s.d 10 Juli 2010
        Jam          :   09.00 - selesai
        Tempat       :   Auditorium Kampus UNAIR, Surabaya

     b. Technical Meeting
        Hari         :   Minggu
        Tanggal      :   4 Juli 2010
        Jam          :   19.00 – selesai
        Tempat       :   Asrama Haji Sukolilo Surabaya , Jatim

  2. Peraturan Pertandingan dan Kategori yang dipertandingkan
     a. Peraturan Pertandingan yang digunakan pada POSPENAS V
        Tahun 2010 mempergunakan peraturan pertandingan pencak silat
        hasil Munas IPSI XII tahun 2007.

                                                                     24
   b. Seluruh kategori yang akan dipertandingkan dengan rincian
      sebagai berikut :
      1) Perorangan Putra
         Kelas A 39 s.d. 42 Kg
         Kelas B 42 s.d. 45 Kg
         Kelas C 45 s.d. 48 Kg
         Kelas D 48 s.d. 51 Kg
         Kelas E 51 s.d. 54 Kg
         Kelas F 54 s.d. 57 Kg
         Kelas G 57 s.d. 60 Kg
         Kelas H 60 s.d. 63 Kg
         Kelas I 63 s.d. 66 Kg
         Tunggal
         Ganda
         Regu

      2) Perorangan Putri
         Kelas A 39 s.d. 42 Kg
         Kelas B 42 s.d. 45 Kg
         Kelas C 45 s.d. 48 Kg
         Kelas D 48 s.d. 51 Kg
         Kelas E 51 s.d. 54 Kg
         Kelas F 54 s.d. 57 Kg
         Kelas G 57 s.d. 60 Kg
         Kelas H 60 s.d. 63 Kg
         Tunggal
         Ganda
         Regu

3. Jumlah Official
   Jumlah official setiap kontingen adalah sebagai berikut :
   1. 1 (satu) orang Pimpinan Tim (Team Manager)
   2. 1 (satu) orang Asistant Manager
   3. 3 (tiga) orang Pelatih Kategori Tanding, 1 (satu) diantaranya
      pelatih putri
   4. 1 (satu) orang Pelatih Tunggal , Ganda, Regu
4. Sistem Pertandingan
   1. Kategori Tanding :
      Pertandingan Pencak Silat POSPENAS V/2010 untuk Kategori
      Tanding akan dilaksanakan dengan sistim gugur pada peraturan
      pertandingan Pencak Silat Hasil Munas IPSI XII tahun 2007.
   2. Kategori Tunggal, Ganda dan Regu
      Pertandingan Pencak Silat POSPENAS V/2010 untuk Kategori
      Tunggal, Ganda dan Regu akan dilaksanakan dengan sistim Pool


                                                                25
        (kalau peserta lebih dari 7) dan akan diambil 3 tebaik, untuk
        dipertandingkan kembali pada babak final.
 5. Perwasitan dan Penjurian
   1. Perwasitan dan penjurian dalam Pertandingan Pencak Silat
      POSPENAS V/2010 akan dilaksanakan oleh Wasit – Juri yang
      telah mempunyai sertifikat Wasit juri Pencak Silat Minimal dengan
      Kualifikasi Tingkat Nasional Kelas III.
   2. Penentuan personalia Delegasi Teknik, Asisten Delegasi Teknik,
      Ketua Pertandingan, Dewan Wasit Juri dan wasit Juri ditetapkan
      dan disyahkan oleh PB. IPSI dengan Surat Keputusan.
 6. Penutup
   Segala sesuatu yang belum tercantum dalam petunjuk teknis ini akan
   ditentukan kemudian sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


F. CABANG OLAHRAGA BULUTANGKIS
 1. Waktu dan Tempat
   a. Perlombaan
      Hari          :   Selasa s.d Sabtu
      Tanggal       :   6 s.d 10 Juli 2010
      Jam           :   08.00 – selesai
      Tempat        :   GOR Sudirman, Kertajaya Indah

   b. Technical Meeting
      Hari        : Minggu
      Tanggal     : 4 Juli 2010
      Jam         : 19.00 – selesai
      Tempat      : Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Jatim

 2. Nomor-Nomor Yang Dipertandingkan
   a.   Beregu Putra
   b.   Beregu Putri
   c.   Perorangan Tunggal Putra
   d.   Perorangan Tunggal Putri
   e.   Perorangan Ganda Putra
   f.   Perorangan Ganda Putri
   g.   Perorangan Ganda Campuran
 3. Medali Yang Diperebutkan
   a. Emas          = 7
   b. Perak         = 7
   c. Perunggu      = 14




                                                                    26
4. Seeded
   Seeded ditetapkan oleh Pengurus Besr PBSI cq. Referee Panpel
   Bulutangkis.
5. Shuttlecocks
   Shuttlecocks yang dipergunakan adalah yang disediakan dan diatur
   oleh Panitia POSPENAS V/2010
6. Jumlah Pemain Untuk Pertandingan Antar Regu
   Jumlah pemain untuk pertandingan antar regu ditetapkan sebagai
   berikut :
   a. Putra minimal 2 orang maksimal 5 orang
   b. Putri minimal 2 orang maksimal 5 orang
7. Jumlah Partai Masing-Masing Regu
   Jumlah partai masing-masing regu :
   a. Putra : 2 tunggal dan 1 ganda .
   b. Putri : 2 tunggal dan 1 ganda.
8. Susunan Pemain
   Susunan pemain untuk pertandingan antar regu baik tunggal maupun
   ganda harus berdasarkan peringkat/ranking.
9. Peserta
   a. Peserta yang diperkenankan mengikuti POSPENAS V tahun 2010
      diatur pada buku pedoman POSPENAS V tahun 2010.
   b. Telah disyahkan oleh Tim Keabsahan Peserta POSPENAS V
      tahun 2010.
10. Urutan Pertandingan Antar Regu
   Urutan pertandingan antar regu baik putra maupun putri komposisinya
   ditetapkan oleh Referee, antara lain :
   a. Tunggal 1 – Ganda – Tunggal 2
   b. Tunggal 1 – Tunggal 2 – Ganda
   c. Tunggal 2 – Tunggal 1 – Ganda
11. Sistem Pertandingan
   a. Apabila peserta berjumlah 3 s/d 5 regu/orang, pertandingan
      dilaksanakan dengan sistem setengah kompetisi langsung.
   b. Apabila peserta berjumlah 6 s/d 11 regu/orang, pertandingan
      dilaksanakan dengan sistem :
      1) Pada babak pertama dibagi menjadi 2 pool, tiap pool
         dilaksanakan dengan sistem setengah kompetisi.
      2) Pada babak kedua (Semi Final) mempergunakan sistem silang.
      3) Pada babak Final pemenang babak semi final (silang)
         dipertandingkan untuk perebutan juara I dan II, sedangkan
         yang kalah menjadi juara III bersama.


                                                                   27
   c Apabila peserta berjumlah 12 (dua belas) atau lebih, pertandingan
     dilaksanakan dengan sistem gugur.
12. Jadwal Pertandingan
   Jadwal pertandingan diatur dan ditetapkan oleh Panitia Pelaksana.
13. Referee, Wasit/Hakim Service/Hakim Garis
   a. Pengurus Besar PBSI akan menunjuk seorang referee beserta
      deputinya untuk memimpin pertandingan-pertandingan.
   b. Penunjukan wasit, hakim service dan hakim garis atau yang
      didelegasikan ditetapkan oleh referee.
14. Protes
   a. Protes Teknis
        1) Protes yang sifatnya teknis akan diputuskan oleh Referee.
        2) Keputusan Referee bersifat final
   b. Protes Non Teknis
        1) Protes yang sifatnya non teknis diputuskan oleh Referee, Tim
           Keabsahan Atlet, Panpel dan Panitia Pusat POSPENAS V/
           2010.
        2) Keputusan bersifat final
15. Peraturan Permainan
   a. Peraturan pertandingan yang dipergunakan adalah peraturan
      pertandingan PBSI/BWF dan peraturan POSPENAS.
   b. Scoring Sistem yang dipergunakan adalah: ”Rally Point”: best of
      three games.
   c.   Apabila score (point) mencapai angka 11, pemain diberikan waktu
        istirahat selama 1 (satu) menit.
   d. Pada waktu pergantian tempat antara game pertama dan game
      kedua pemain diizinkan istirahat selama 120 detik (2 menit).
      Pelatih diperkenankan ke lapangan untuk memberikan instruksi-
      instruksi, tetapi pemain tidak boleh meninggalkan lapangan.
   e. Bila terjadi One Game All (game satu sama), pemain diizinkan
      untuk beristirahat selama 5 (lima) menit.
   f.   Seorang pemain diperkenankan bermain dalam 3 nomor yaitu 1
        (satu) kali tunggal, 1 (satu) kali ganda dan 1 (satu) kali ganda
        campuran.
   g. Apabila terjadi gangguan, referee berhak untuk menunda atau
      memindahkan pertandingan ke tempat/hari lain dengan ketentuan
      hasil pertandingan yang telah diperolehnya tetap berlaku/sah.
   h. Pada pertandingan antar regu (setengah kompetisi), seluruh partai
      harus dimainkan penuh. Apabila salah satu nomor WO, maka
      nomor itu saja yang dinyatakan kalah, nomor-nomor lainnya
      dianggap sah.
                                                                       28
i.   Apabila salah satu regu dalam pertandingan sistem setengah
     kompetisi dinyatakan WO, maka tidak boleh melanjutkan
     pertandingan berikutnya dan hasil yang telah diperolehnya
     dianulir.
j.   Barang-barang yang boleh diletakkan dekat lapangan
     pertandingan hanya air minum dan perlengkapan atlet lainnya
     sebagai cadangan.
k.   Daftar susunan pemain untuk pertandingan antar regu harus
     diserahkan kepada Referee paling lambat 15 (lima belas) menit
     sebelum pertandingan dimulai.
l.   Pemain yang beralih status keanggotaannya dari satu daerah ke
     daerah lainnya, harus memenuhi ketentuan mutasi pemain dan
     disahkan oleh Tim Keabsahan.
m. Pemain/regu yang pada gilirannya harus bertanding, harus sudah
   berada di tempat pertandingan 30 (tiga puluh) menit sebelumnya.
n. Pemain yang pada gilirannya harus bertanding, tetapi tidak hadir
   di lapangan setelah dipanggil tiga kali dalam jangka waktu 5 (lima)
   menit dinyatakan kalah.
o. Selama pemain melakukan pertandingan, tidak diperkenankan
   meninggalkan lapangan tanpa seizin wasit yang bertugas, kecuali
   menukar raket dengan yang berada di pinggir lapangan pada
   kesempatan yang ada.
p. Setiap pemain diwajibkan berpakaian olahraga bulutangkis sesuai
   peraturan yang berlaku, tetapi warna pakaian bebas.
q. Pemain yang mendapat cedera di lapangan, apabila tidak dapat
   melanjutkan pertandingan dinyatakan kalah.
r.   Pada pertandingan antar regu pemain yang cedera dan bermain
     rangkap maka kedudukan dalam nomor berikutnya dapat
     digantikan oleh pemain lain yang rankingnya lebih rendah.
s.   Pada pertandingan perorangan pemain yang mendapat cedera
     dan tidak bisa melanjutkan pertandingan, kedudukannya pada
     nomor lain dapat diganti apabila nomor tersebut belum memulai
     pertandingan pertamanya.
t.   Tiap pemain berhak mendapat istirahat 30 (tiga puluh) menit
     diantara 2 (dua) pertandingan yang harus dimainkannya secara
     berturut-turut.
u. Pemain dan Official bertanggung jawab untuk mengetahui sendiri
   bila dan dimana harus bertanding, termasuk adanya perubahan
   jadwal dan sebagainya.
v.   Pemain yang tidak mau melaksanakan pertandingan pada waktu
     dan tempat yang telah ditentukan panitia, dinyatakan kalah.
w. Apabila pemain memerlukan tambahan perlengkapan pada waktu
   melakukan pertandingan (air, raket dsb) harus sepengetahuan
   dan melalui Referee.
                                                            29
   x.   Pemain/atlet dilarang mempergunakan obat dopping.
   y.   Peserta yang belum tiba gilirannya tidak diperkenankan memasuki
        lapangan tempat pertandingan.
16. Penentuan Peringkat / Ranking
   Penentuan peringkat/ranking pada sistem setengah kompetisi adalah
   sebagai berikut :
   a. 1) Regu yang mendapat kemenangan regu terbanyak menduduki
         peringkat tertinggi dan seterusnya secara berurutan.
        2) Apabila ada 2 (dua) regu yang memperoleh kemenangan regu
           sama,    maka     regu    yang   menang       pada    waktu
           berhadapan/bertanding menduduki peringkat di atasnya.
        3) Apabila ada 3 (tiga) regu atau lebih yang memperoleh
           kemenangan regu sama, maka peringkatnya ditentukan oleh
           kemenangan partainya.
   b. 1) Regu yang memperoleh kemenangan partai terbanyak (point
         1c tersebut diatas) menduduki peringkat diatasnya dan
         selanjutnya secara berurutan.
        2) Apabila ada 2 (dua) regu yang memperoleh kemenangan partai
           sama, maka regu yang menang pada waktu dia berhadapan
           menduduki peringkat diatasnya.
        3) Apabila ada 3 (tiga) regu atau lebih yang memperoleh
           kemenangan partai sama, penilaian selanjutnya dengan selisih
           game.
   c. 1) Regu yang memperoleh selisih game terbanyak (point b.3
         tersebut di atas) menduduki peringkat diatasnya dan
         selanjutnya secara berurutan.
        2) Apabila ada 2 (dua) regu yang memperoleh selisih game sama,
           maka regu yang menang pada waktu dia berhadapan
           menduduki peringkat diatasnya.
        3) Apabila ada 3 (tiga) regu atau lebih yang memperoleh selisih
           game sama, penilaian selanjutnya dengan selisih angka (poin).
   d. 1) Regu yang memperoleh selisih point terbanyak (point c.3
         tersebut diatas) menduduki peringkat diatasnya dan
         selanjutnya secara berurutan.
        2) Apabila ada 2 (dua) regu yang memperoleh selisih angka (poin)
           sama, maka regu yang menang pada waktu dia berhadapan
           menduduki peringkat diatasnya.
        3) Apabila ada 3 (tiga) regu atau lebih yang memperoleh selisih
           angka sama, penilaian terakhir dengan jalan UNDIAN.
17. Lain-Lain
   Hal-hal lain yang belum/tidak tercantum dalam ketentuan ini akan
   diatur dan ditetapkan pada saatnya sesuai kebutuhannya.

                                                                     30
G. CABANG SEPAKBOLA
 1. Waktu dan Tempat Pertandingan
    a. Perlombaan
       Hari           :   minggu s.d Sabtu
       Tanggal        :   4 s.d 10 Juli 2010
       Jam            :   08.00 – selesai
       Tempat         :   lapangan Makodam, lapangan ITS Surabaya,
                          Lapangan PERSEBAYA TAMBAK SARI

    b. Technical Meeting
       Hari        : Minggu
       Tanggal     : 4 Juli 2010
       Jam         : 19.00 – selesai
       Tempat      : Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Jatim
 2. Sistem Pertandingan
    a. Sistem pertandingan babak I adalah sistem setengah kompetisi
       terdiri dari 3 Pool A 3 kesebelasan, Pool B 4 kesebelasan dan Pool
       C 4 kesebelasan
    b. Penetapan peserta tiap Pool ditentukan dengan undian.
    c. Tim unggulan diberikan seeded sedangkan tuan rumah diberi
       keistimewaan memilih salah satu pool.
    d. Babak II/Semi Final :
       1) Juara Pool dan Runner Up terbaik antara Pool B dan Pool C
          diberi nama Pool D.
       2) Juara Pool A vs Juara Pool C: menang E dan kalah F.
       3) Juara Pool C vs Juara Pool D: menang G dan kalah H.
    e. Babak Final:
       1) F vs H: Juara III/V
       2) E vs G: Juara I/II
 3. Ketentuan Pertandingan
    a. Selambat-lambatnya 6 (enam) jam sebelum pertandingan dimulai,
       ofisial kedua kesebelasan yang akan bertanding sudah harus
       menyerahkan Daftar Susunan Pemain (DSP) yang terdiri dari 11
       (sebelas) orang pemain inti dan 7 (tujuh) orang pemain cadangan
       serta    7   (tujuh)  orang     ofisial    kepada   ke    panitia
       pertandingan/pengawas pertandingan.
    b. DSP sebagaimana disebut pada ayat (1) diatas memuat: Nomor
       Urut, Nama Pemain, Nomor Punggung dengan angka 2 (dua) digit,
       dan posisi dalam kesebelasan/tim
    c. Pemain yang masuk dalam DSP adalah pemain yang dinyatakan
       sah oleh Tim Keabsahan setelah melakukan cek.


                                                                      31
  d. Perubahan DSP dapat diajukan kepada Pengawas Pertandingan
     selambat-lambatnya10 (sepuluh) menit sebelum pertandingan
     dimulai.
  e. Selama pertandingan berlangsung diperkenankan melakukan
     penggantian pemain sebanyak-banyaknya 3 (tiga) orang, diambil
     dari antara pemain cadangan yang tercantum dalam DSP.
  f. Penggantian pemain lebih dari 3 (tiga) yang dikategorikan sebagai
     pemain tidak sah dikenakan hukuman sesuai dengan aturan yang
     berlaku (ditetapkan jenis hukumannya).
4. Waktu Pertandingan
  Waktu pertandingan POSPENAS V tahun 2010 adalah 2 x 40 menit
  dengan masa istirahat 10 menit diantara kedua babak
5. Penentuan Nilai dan Pemenang
  a. Urutan kedudukan dalam pertandingan POSPENAS V/2010 dari
     pengumpulan nilai (point) kemenangan yang telah diperoleh setiap
     kesebelasan/tim dan dari jumlah yang sudah dimainkan
  b. Perhitungan nilai (point) kemenangan didapat dari:
     1) Tim yang menang mendapat nilai 3 (tiga)
     2) Jika seri (imbang), masing-masing tim dapat nilai 1 (satu)
     3) Tim yang kalah mendapat nilai 0 (nol)
  c. Jika pada akhir kompetisi terdapat 2 (dua) kesebelasan/tim atau
     lebih yang mendapat nilai (point) kemenangan yang sama, maka
     untuk menentukan urutan kedudukan dari kesebelasan-
     kesebelasan tersebut, ditentukan sebagai berikut:
     1) Perbedaan gol (goal difference) yang didapat dari jumlah gol
        memasukkan (goal plus) dikurangi gol kemasukkan (goal
        minus)
     2) Jika perbedaan gol (goal difference) sama maka urutan
        kedudukannya ditentukan dari jumlah gol memasukkan lebih
        banyak (goal plus)
     3) Jika hal tersebut dalam nomor 2 (dua) diatas masih tetap sama,
        maka hasil pertemuan antara 2 (dua) kesebelasan yang terkait
        menentukan urutannya.
     4) Jika hal tersebut dalam nomor 3 (tiga) diatas masih tetap sama,
        maka kesebelasan dengan jumlah menang dan jumlah
        pertandingan lebih banyak yang dinyatakan sebagai urutan
        yang lebih tinggi
     5) Pengecualian dari nomor 4 (empat) diatas, apabila kedua
        kesebelasan/tim        tersebut         sedang       saling
        berhadapan/bertanding, maka penentuannya dilakukan dengan
        perpanjangan waktu 2 x 15 menit dan bila belum menghasilkan
        pemenang maka dilanjutkan dengan tendangan penalti.
     6) Jika nomor 5 (lima) akan dilaksanakan tetapi karena keadaan
        cuaca gelap sehingga tidak dapat dilaksanakan, maka
                                                                 32
          penentuan urutan kedudukan dilakukan dengan undian yang
          dipimpin oleh pengawas Pertandingan/Panitia Pertandingan
          dan disaksikan oleh Kapten kedua kesebelasan/tim yang
          bertanding
       7) Pelaksanaan tendangan penalti tersebut didasarkan kepada
          Peraturan Permainan (Laws of The Game) dari FIFA.


H. CABANG SEPAK TAKRAW
 1. Waktu dan Tempat Pertandingan
    a. Perlombaan
       Hari         : Selasa s.d Sabtu
       Tanggal      : 6 s.d 10 Juli 2010
       Jam          : 08.00 – selesai
       Tempat       : Gelanggang Remaja, Tambaksari Surabaya

    b. Technical Meeting
       Hari        : Minggu
       Tanggal     : 4 Juli2010
       Jam         : 19.00 – selesai
       Tempat      : Asrama Haji Sukolilo surabaya, Jatim
 2. Nomor Pertandingan
    a. Regu Putra
    b. Regu Putri
 3. Tata Cara Pertandingan
    a. Peraturan permainan yang dipergunakan adalah peraturan
       permainan terbaru yang dikeluarkan atau ditetapkan ISTAF.
    b. Pertandingan dilangsungkan dengan sistem setengah kompetisi
       dan pooling.
    c. Setiap tim/regu harus bersedia dan siap bertanding lebih dari
       sekali dalam sehari.
    d. Manajer tim/regu diwajibkan melaporkan pada Panpel/Official
       Referee nama pemain yang akan bertanding dengan mengisi
       formulir yang telah disediakan panitia.
 4. Urutan Pemenang
    a. Nomor regu terdiri dari maksimal 5 pemain termasuk cadangan.
    b. Pemenang ditentukan berdasarkan       The Bet Of Three Sets
       pemenang nilai 2, kalah nilai 0.
    c. Urutan kejuaraan dalam pool ditetapkan jumlah nilai.
    d. Apabila dua atau lebih Regu memperoleh nilai yang sama urutan
       pemenang ditentukan menurut kemenangan set.
    e. Apabila dengan ketentuan 3 masih tetap sama, urutan pemenang
       ditentukan dengan kemenangan biji.
                                                                      33
   f. Apabila 2, 3 dan 4 masih tetap sama, maka urutan pemenang
      ditentukan berdasarkan hasil pemenang pada pertemuan terakhir.
5. Kostum
   a. Setiap kontigen daerah memakai kostum, kaos berlengan dan
      celana training.
   b. Stiap pemain memakai kostum dengan nomor punggung yang
      tetap berurutan mulai dari 1 s.d 15.
   c. Nomor punggung ukuran; tinggi minimal 19 cm dan 15 cm.
6. Walk Over
   Regu yang ‘walk over” atau tidak meneruskan permainan, maka Regu
   lawannya memperoleh kemenangan dengan nilai 2 dan skor bagi
   Regu yang walk over adalah kosong .
7. Penugasan Wasit
   a. Wasit yang bertugas pada untuk kejuaraan Sepak Takraw
      POSPENAS V tahun 2010 di Jawa Timur adalah minimal Wasit
      Nasional.
   b. Panpel dengan bantuan Wasit kepala mengatur penugasan wasit
      yang terdaftar.
   c. Setiap pertandingan dipimpin oleh 2 (dua) orang wasit dan
      seorang asisten official referee.
   d. Setiap pertandingan diawasi oleh Dewan Hakim, Official Referee
      dan Ketua Bidang Pertandingan.
   e. Wasit tidak boleh bertugas apabila daerahnya bertanding.
8. Perlengkapan/Peralatan
   a. Perlengkapan/peralatan pelaksanaan pertandingan disediakan
      oleh Panitia Pelaksana.
   b. Perlengkapan/peralatan pemain disediakan oleh peserta ternasuk
      Band Captain.
   c. Bola yang dipergunakan adalah bola plastik merk Marathon MT
      201, yang disediakan oleh Panitia Pelaksana.
   d. Lapangan pertandingan menggunakan karpet ukuran 14 x 6,7 m.
9. Tata Tertib Pertandingan
   a. Ketentuan Umum
      1) Peraturan permainan yang dipakai adalah peraturan Sepak
         Takraw ISTAF.
      2) Jumlah pemain regu tidak lebih dari 5 (lima) orang pemain.
   b. Ketentuan sebelum, selama dan sesudah pertandingan
      1) 30 (tiga puluh) menit sebelum pertandingan dimulai, pemain
         yang akan bertanding (sesuai jadwal) harus berada ditempat
         pertandingan dan menyerahkan daftar/susunan pemain kepada

                                                                 34
          Panitia. Susunan pemain tidak boleh dirubah/ditambah setelah
          daftar pemain diserahkan.
       2) Apabila suatu Regu tidak hadir pada waktu yang telah
          ditetapkan menurut jadwal dan sudah ditunggu dan dipanggil 3
          kali dalam 15 menit tidak juga hadir maka Regu tersebut
          dinyatakan kalah dengan angka 2 – 0.
       3) Apabila suatu Regu tidak mau bertanding memulai atau
          meneruskan pertandingan maka Regu tersebut dinyatakan
          kalah dan setiap regu beroleh biji kosong dan diberi peringatan
          oleh Dewan Hakim.
       4) Tiap regu yang sedang bertanding diperkenankan meminta
          “Time Out” selama 1 menit yang diajukan oleh Pelatih kepada
          Wasit.
       5) Apabila suatu pertandingan terhalang karena keadaan yang
          luar biasa sehingga pertandingan tidak diteruskan, maka
          pertandingan dapat ditunda sampai keadaan mengizinkan.
          Adapun kedudukan set/angka dalam penundaan lebih dari 2
          jam.
          - Set yang telah selesai tetap berlaku
          - Set yang tidak selesai diulang dengan angka 0 – 0
       6) Apabila suatu Regu berbuat sesuatu tindakan sehingga
          menimbulkan              kericuhan            mengakibatkan
          terhalang/terganggunya jalan pertandingan, maka wasit dapat
          memberikan peringatan pertama dengan kartu kuning. Apabila
          kejadian tersebut teulang lagi, maka wasit dapat memberikan
          hukuman dengan kartu merah dan pemain tersebut tidak boleh
          bermain selama pertandingan berlangsung sampai ada
          ketetapan dari Dewan Hakim dan Technical Delegate.
       7) Keputusan Dewan Hakim dan Technical Delegate adalah
          mutlak tidak dapat diganggu gugat.


I. CABANG SENAM SANTRI
  1. Waktu Perlombaan :
    a. Perlombaan
       Hari         :   Rabu – Kamis
       Tanggal      :   7 s.d 8 Juli 2010
       Jam          :   08.00 – selesai
       Tempat       :   Asrama Haji, Surabaya

    b. Technical Meeting
       Hari        : Minggu
       Tanggal     : 4 Juli 2010
       Jam         : 19.00 – selesai
       Tempat      : Asrama Haji, Surabaya

                                                                      35
2. Peserta dan Jumlah Anggota Regu
   a. Peserta adalah beregu putra dan putri yang mewakili daerah dari
      seluruh provinsi di Indonesia.
   b. Setiap regu putera dan puteri yang mengikuti perlombaan
      beranggotakan 7 orang pesenam dan 1 orang cadangan.
3. Nomor Undian dan Nomor Dada Peserta
   a. Setiap regu akan diberikan nomor dada penampilan sesuai hasil
      undian
   b. Setiap peserta (anggota regu) akan diberikan nomor dada
      anggota, dan dipasang di dada sebelah kiri, nomor 1 s.d. 7.
4. Peraturan dan Tata Tertib
   a. Peraturan perlombaan yang dipergunakan adalah peraturan yang
      dikeluarkan oleh Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga.
   b. Hasil perlombaan akan diumumkan 30 menit setelah seluruh
      peserta tampil.
   c. Peserta diwajibkan memakai pakaian olahraga yang sopan dan
      rapih.
   d. Peserta sudah hadir 30 menit sebelum perlombaan dimulai dan
      melaporkan diri kepada panitia.
   e. Penampilan di arena, jumlah anggota regu harus lengkap, sesuai
      dengan ketentuan membentuk formasi.
   f. Jumlah peserta 7 orang dengan membuat formasi lingkaran
      menghadap keluar.
   g. Peserta akan dipanggil menurut hasil undian yang dilaksanakan
      pada pertemuan teknik.
   h. Semua peserta harus memakai nomor dada yang telah disediakan
      oleh panitia.
   i.   Regu yang akan tampil setelah dipanggil 3 kali berturut-turut tidak
        tampil dinyatakan gugur atau ditempatkan pada urutan terakhir.
   j.   Apabila pada saat perlombaan berlangsung timbul gangguan
        teknis diluar kemampuan panitia, regu yang bersangkutan akan
        diulang penampilannya dari awal.
   k. Penampilan peserta dinilai dari gerakan pemanasan, gerakan inti
      satu set. Sampai dengan penenangan/ pendinginan.
   l.   Protes ditiadakan dan keputusan wasit mutlak dan tidak dapat
        diganggu gugat
   m. Hal-hal yang belum tercantum dalam tata tertib ini akan diatur lebih
      lanjut dalam pertemuan teknik.
5. Sistem Perlombaan
   Dalam pelaksanaan perlombaan Senam Santri dapat dilaksanakan
   dengan cara 2 babak, yaitu :
                                                                        36
   a. Babak Pertama (penyisihan)
      Dalam babak Pertama, seluruh regu secara bergantian akan tampil
      dan dari hasil penilaian ditentukan urutan regu terbaik yang
      selanjutnya dinyatakan masuk babak final. Jumlah peserta yang
      dapat tampil dalam babak final ditetapkan 6 regu putera dan 6 regu
      putri
   b. Babak final diikuti oleh peserta terdiri 6 regu putera dan 6 regu
      puteri
   c. Penentuan Juara ditentukan dari jumlah nilai tertinggi pada babak
      final
6. Kriteria Penilaian
   Unsur Pokok Penilaian meliputi :
   a. Tehnik Gerakan yaitu nilai inti :
      1. Postur tubuh (body alegemensi)
      2. Kelenturan (flexibility)
      3. Kekuatan (strength)
      4. Daya tahan otot (muecle enduraice)
      5. Transisi gerak
   b. Nilai Tambahan:
      1) Kesan Umum
          Penampilan pakaian, kesegaran pakaian, pakaian olahraga,
          sepatu olahraga, berjiblab (putri).
      2) Formasi
          Keluar masuk arena lomba dan kerapihan mengatur formasi
          pada saat bergerak.
      3) Keserempakan gerak
          Hafal gerakan yang sudah ditentukan, ketepatan irama (gerak,
          musik dan penghayatan), transisi formasi, kekompakan dalam
          1 (satu) regu.
      4) Disiplin semangat
          Antusias dalam melaksanakan gerakan senam santri dari awal
          hingga akhir, ditampilkan dengan antusias yang tinggi dan
          dilakukan secara serempak.
      5) Kreatifitas
          Rangkaian formasi saat gerakan peralihan (GP) ditampilkan
          dalam beragaan format, koreografi, kreatif, sportif dngan
          semangat tinggi.




                                                                     37
J. CABANG KARATE
  1. Waktu Perlombaan :
    a. Perlombaan
       Hari       :     Rabu & Kamis
       Tanggal    :     7 s/d 8 Juli 2010
       Jam        :     08.00 – selesai
       Tempat       :   Dojo FORKI, Surabaya
    b. Technical Meeting
       Hari         :   Minggu
       Tanggal      :   4 Juli 2010
       Jam          :   19.00 – selesai
       Tempat       :   Asrama haji Sukolilo Surabaya, Jatimm
  2. Peraturan Pertandingan
    a. KUMITE
       1) Kelas yang dipertandingkan
          a) Kumite kelas -48 kg putri (1 emas; 1 perak; 2 perunggu)
          b) Kumite kelas +48 kg putri (1 emas; 1 perak; 2 periunggu)
          c) Kumite kelas -60 kg putra (1 emas; 1 perak; 2 perunggu)
          d) Kumite kelas +60 kg putra (1 emas; 1 perak; 2 perunggu)


       2) Area Pertandingan Kumite
          a) Area pertandingan harus rata dan tidak berbahaya
          b) Area pertandingan harus berupa area persegi berdasarkan
             standar FORKI, dengan sisi-sisi sepanjang delapan meter
             (diukur dari luar) dengan tambahan dua meter pada semua
             sisi-sisi sebagai area aman, dan tempat peserta yang
             bertanding dan merupakan area kompetisi serta area aman.
          c) Garis posisi wasit adalah berjarak dua meter dari garis
             tengah (titik tengah) dengan panjang garis 0,5 meter.
          d) Dua garis parallel masing-masing sepanjang 1 meter dibuat
             dengan jarak 1,5 meter dari titik tengah area pertandingan
             dan berada 90 derajat dengan garis wasit, untuk posisi
             peserta kumite (AKA dan AO).
          e) Para juri akan ditempatkan pada area aman, satu
             mengarah/menghadap langsung ke wasit, dan satu lagi
             masing-masing berada di belakang peserta dengan jarak
             satu meter dari garis parimeter, masing-masing akan
             dilengkapi dengan bendera merah dan biru.
           f) Arbitrator akan duduk di meja kecil sedikit di luar area
              pertandingan pada area aman, di sebelah kiri wasit, serta
              akan dilengkapi dengan sebuah bendera merah dan sebuah
              pluit.
                                                                        38
   g) Pengawas skor duduk di meja administrasi, antara pencatat
      skor dan pencatat waktu.
   h) Garis batas harus dibuat berjarak satu meter dari tempat
      beristirahat dalam area pertandingan dengan warna
      berbeda dari keseluruhan area pertandingan.
3) Pakaian Resmi
   a) Peserta dan pelatih harus mengenakan seragam resmi
      yang telah ditentukan.
   b) Peserta harus mengenakan pakaian karate berwarna putih
      yang tidak bercorak atau tanpa garis.
   c) Salah satu peserta harus mengenakan sabuk berwarna
      merah dan peserta lainnya mengenakan sabuk berwarna
      biru.
   d) Baju karate peserta ketika sudah diikat dengan sabuk
      minimal harus menutupi pinggul dan maksimal ¾ panjang
      paha.
   e) Peserta wanita manggunakan kaos putih polos di dalam
      baju karate.
   f) Dewan Wasit dapat menindak peserta yang melanggar
      tentang pakaian resmi.
4) Durasi pertandingan
   a) Durasi dari pertandingan kumite adalah 2 (dua) menit baik
      putra maupun putri.
   b) Penghitungan waktu pertandingan dimulai ketika wasit
      memberi tanda untuk memulai (HAJIME) dan berhenti
      ketika wasit mengatakan YAME.
5) Sistem Penilaian
   a)      Suatu teknik mendapatkan nilai, apabila teknik yang
        dilancarkan memenuhi kriteria sebagai berikut :
        -   Bentuk yang baik
        -   Sikap sportif
        -   Ditampilkan dengan semangat yang tinggi
        -   Memiliki kesadaran penuh (Zanshin)
        -   Waktu yang tepat saat melancarkan serangan
        -   Jarak yang benar
   b) Tingkatan penilaian adalah :
        SANBON (3 angka) diberikan apabila peserta melakukan
          teknik:
        - Tendangan ke arah kepala (Jodan)
        - Bantingan atau menyapu kaki lawan sehingga terjatuh
          ke       matras dilanjutkan dengan teknik yang
          menghasilkan angka.

                                                            39
       NIHON (2 angka), diberikan apabila peserta melakukan
       teknik :
      - Tendangan kea rah badan (Chudan)
      - Memukul pada bagian belakang badan (punggung),
          termasuk belakang kepala dan bagian belakang leher.
      - Kombinasi dari teknik pukulan, dimana setiap teknik
          yang diakukan sesuai dengan criteria penilaian.
      - Membuat lawan tidak seimbang (goyah) lalu
          memperoleh angka dengan teknik tertentu.
       IPPON (1 angka), diberikan apabila peserta melakukan
       teknik :
      - Pukulan kea rah badan (Chudan) maupun kepala
          (Jodan)
      - Pukulan dengan punggung tangan yang dilakukan
          dengan teknik yang benar Strike/Uchi).
6) Perilaku yang dilarang
   Terdapat dua kategori yang dikelompokkan sebagai perilaku
   yang dilarang yaitu kategori 1 ( C1) dan kategori 2 ( C2),
   dengan rincian sebagai berikut :
   a) Pelanggaran Kategori 1 ( C1), apabila peserta melakukan :
      -   Melakukan teknik serangan sehingga menghasilkan
          kontak yang kuat/keras.
      -   Serangan kea rah lengan atau kaki, tenggorokan,
          persendian atau pangkal paha
      -   Serangan kea rah wajah dengan teknik serangan tangan
          terbuka
      -   Teknik membanting      yang   berbahaya    dan   dapat
          mencederai lawan
   b) Pelanggaran Kategori 2 (C 2), apabila peserta melakukan :
      -   Berpura-pura atau melebih-lebihkan cedera yang dialami
      -   Keluar arena pertandingan (JOGAI)
      -   Membahayakan diri sendiri dengan tidak memperhatikan
          keselamatan diri dari serangan lawan.
      -   Menghindar dari pertarungan yang mengakibatkan
          lawan kehilangan kesempatan untuk memperoleh nilai.
      -   Merangkul, bergumul, mendorong atau menangkap
          lawan secara berlebihan tanpa mencoba melakukan
          teknik serangan.
      -   Melakukan teknik serangan yang pada dasarnya tidak
          dapat dikontrol untuk keselamatan lawan
      -   Melakukan serangan dengan kepala, lutut dan sikut.


                                                               40
          -   Berbicara kasar atau memanasi/menggoda lawan, tidak
              mematuhi perintah wasit, melakukantindakan yang tidak
              pantaske arah panel wasit, serta tindakan lain yang
              melanggar etika. Pelanggaran kategori 1 (C1) dan
              kategori 2 (C2) tidak berakumulasi silang.
b. KATA
  1) Kelas yang dipertandingkan
     a) Kata perorangan putri (1 emas; 1 perak; 2 perunggu)
     b) Kata perorangan putra (1 emas; 1 perak; 2 perunggu)
  2) Area Pertandingan
     a) Area pertandingan harus datar dan bebas dari bahaya
     b) Area pertandingan harus mempunyai ukuran efisien,
        sehingga tidak     mengganggu penampilan kontestan
        bermain KATA.
  3) Pakaian Resmi
     a) Peserta harus mamakai pakaian resmi seperti ditentukan
        dalam peraturan kumite.
     b) Setiap peserta yang tidak mematuhi peraturan ini, maka
        tidak akan diikutsertakan pada pelaksanaan pertandingan.
  4) Pengaturan Pertandingan KATA
     a) Para peserta menampilkan kata wajib (SHITEI) dan kata
        pilihan (tokui) sesuai jumlah peserta.
     b) Ketika menampilkan SHITEI KATA, tidak diperbolehkan
        melakukan variasi.
     c) Ketika menampilkan TOKUI KATA, peserta dapat memilih
        dalam daftar kata pilihan (TOKUI KATA), variasi ringan
        diperbolehkan sepanjang diperbolehkan oleh aliran yang
        bersangkutan.
     d) Tabel skor akan menampilkan pilihan KATA dari setiap
        periode
     e) Peserta harus menampilkan KATA yang berbeda dalam
        setiap putaran. Sekali KATA sudah dimainkan maka tidak
        boleh diulang.
     f) Dalam referchage boleh menampilkan SHITEI atau TOKUI.
  5) Kriteria untuk Keputusan
     a) Pertandingan KATA harus ditampilkan dengan kemampuan
        dan harus mendemonstrasikan satu pemahaman yang jelas
        terhadap prinsip tradisional yang terkandung di dalamnya.
        Dalam menilai penampilan peserta (perorangan) atau tim
        juri akan melihat pada :
          -   Suatu demonstrasi yang sebenarnya dari arti KATA.
          -   Pemahaman dari teknik yang digunakan (BUNKAI)

                                                                  41
       -   Ketepatan waktu, ritme, kecepatan, keseimbangan dan
           fokus kekuatan (KIME)
       -   Pernafasan yang baik dan benar sebagai penolong
           dalam hal KIME.
       -   Fokus perhatian    yang    benar   (CHAKUGAN)      dan
           konsentrasi
       -   Kuda-kuda yang benar (DACHI) dengan penekanan
           pada kaki yang benar dan telapak kaki datar pada lantai
       -   Penekanan yang baik pada perut (HARA) dan tidak ada
           gerak ke atas atau ke bawah dari pinggul ketika
           bergerak
       -   Bentuk yang benar (KIHON) dari gaya yang ditampilkan.
       -   Penampilan harus juga dievaluasi dengan maksud untuk
           melihat hal-hal lainnya. Sebagaimana tingkat kesulitan
           dari KATA yang ditampilkan.
       -   Dalam KATA beregu sinkronisasi tanpa          aba-aba
           eksternal adalah merupakan nilai lebih.
  b) Peserta yang menampilkan variasi pada SHITEI KATA akan
     didiskualifikasi
  c) Peserta yang berhenti pada saat kata berlangsung (shitei
     atau tokui) atau menampilkan kata yang berbeda dengan
     yang diumumkan atau yang dicatat pada table skor, akan
     didiskualifikasi.
  d) Peserta yang menampilkan kata yang tidak diizinkan atau
     mengulangi kata, akan didiskualifikasi
6) Pelaksanaan Pertandingan KATA
  a)      Saat dimulai pertandingan setiap putaran kontestan
       menjawab panggilan namanya kemudian peserta yang satu
       mengenakan sabuk merah (AKA) sedangkan peserta
       lainnya menggunakan sabuk biru (AO) dan berbaris pada
       sisi luar wilayah pertandingan menghadap ke Juri Kepala
       (Chief Judge).
  b)     Setelah memberi hormat kepada panel juri, peserta
       bersabuk biru (AO) mundur ke luar arena dan peserta
       bersabuk mearh (AKA) bergerak maju ke dalam arena.
       Setelah memberi hormat ke arah panel juri dan
       pengumuman nama kata yang akan diperagakan,
       selanjutnya peserta bersabuk Merah (AKA) memainkan kata
       sesuai yang telah ditentukan (didaftarkan).
  c)    Setelah menyelesaikan tampilan kata, peserta bersabuk
       merah (AKA) akan menunggu di pinggir arena menunggu
       penampilan peserta bersabuk biru (AO). Selanjutnya kedua
       peserta kata akan kembali ke sisi arena pertandingan
       menunggu keputusan dari panel juri kata.
                                                             42
           d) Jika KATA yang ditampilkan tidak sesuai dengan peraturan
              atau terdapat beberapa penyimpangan, Juri Kepala (Chief
              Judge) dapat memanggil para juri untuk menginformasikan
              dan memberikan keputusan.
           e. Jika salah satu peserta didiskualifikasi, Juri Kepala (Chief
              Judge) akan membuat isyarat bendera sebagaimana isyarat
              TORIMASEN pada pertandingan kumite.


K. CABANG CATUR
  1. Waktu Perlombaan :
     a. Perlombaan
        Hari         : Rabu s.d Sabtu
        Tanggal      : 7 s.d 10 Juli 2010
        Jam          : 08.00 – selesai
        Tempat       : Asrama Haji, Surabaya

     b. Technical Meeting
        Hari        : Minggu
        Tanggal     : 4 Juli 2010
        Jam         : 08.00 – selesai
        Tempat      : Asrama Haji, Surabaya
  2. Sistem Pertandingan
     Sistem Swiss 9 (sembilan) babak. Pairing dilakukan computerized
     menggunakan Program Pairing Swiss – 46
  3. Peraturan Pertandingan
     a. Peraturan permainan FIDE terkini disesuaikan dengan Peraturan
        PERCASI
     b. Klaim berdasarkan      Peraturan    FIDE     pasal   10.2    tidak
        dipergunakan/berlaku
  4. Kontrol Waktu
     1½ jam bagi masing-masing pemain sampai dengan selesai
  5. Format Pertandingan
     a. Setiap regu terdiri dari 5 (lima) peserta/pemain dengan komposisi
        4 (empat) pemain inti dan 1 (satu) cadangan
     b. Setiap regu bebas menentukan urutan/susunan pemain Daftar
        Induk Pemain
     c. Susunan Daftar Induk Pemain tidak dapat diubah-ubah
     d. Daftar Harian (Susunan Pemain) yang dimainkan setiap babaknya
        dapat diubah dengan menggunakan sistem anak tangga
     e. Daftar Induk Pemain harus diserahkan kepada Wasit pada saat
        Temu Teknik


                                                                       43
   f. Daftar Harian (Susunan Pemain) setiap babak, harus sudah
      diserahkan kepada Wasit paling lambat 1 (satu) jam sebelum
      pertandingan dimulai. Apabila sampai dengan waktu yang telah
      ditentukan ada regu yang tidak menyerahkan Daftar Harian
      (Susunan Pemain), maka Susunan Pemain yang digunakan
      adalah Susunan Daftar Induk Pemain dari regu yang
      bersangkutan.
6. Peralatan Catur
   Papan dan buah catur serta jam catur disediakan oleh Panitia
   Pelaksana
7. Penentuan Juara/Ranking
   a. Match Point (MP) Tertinggi
   b. Victory Point (VP)
   c. Hasil regu yang bersangkutan
   d. Sonnebornberger (SB)
8. Protes
   Protes yang bersifat teknis permainan diajukan langsung pada saat
   persoalan terjadi.
9. Dewan Hakim
   a. Dewan Hakim terdiri dari 5 (lima) orang yang dipilih dari dan
      diantara peserta pada saat Pertemuan Teknik
   b. Keputusan Dewan Hakim adalah final dan mengikat
10. Wasit
   a. Guna menjamin penafsiran yang tepat terhadap Peraturan
      Pertandingan, maka PB PERCASI memutuskan untuk menunjuk 1
      (satu) Wasit Ketua yang memiliki gelar internasional, 1 (satu) Wakil
      Wasit Ketua yang memiliki gelar Nasional dan 3 Wasit Anggota
      yang memiliki gelar wasit Nasional
   b. Wasit Ketua, Wakil Wasit Ketua dan Wasit Anggota, memiliki hak
      untuk membuat keputusan terhadap suatu permasalahan yang
      terjadi
   c. Wasit Anggota diutamakan berasal dari ........................
   d. Selain itu PB PERCASI dan Panpel Cabang Olahraga Catur
      POSPENAS V/2010 juga akan menunjuk beberapa Pembantu
      Wasit yang diutamakan berasal dari Jawa Timur yang memiliki
      gelar WN/WNM/ WNP
   e. Pembantu Wasit tidak memiliki hak untuk memutuskan atau
      membuat keputusan terhadap suatu permasalahan yang terjadi.
      Bila terjadi permasalahan ataupun protes dari pemain, maka
      Pembantu Wasit harus melaporkan permasalahan atau protes
      tersebut ke Wasit Anggota dan bila Wasit Anggota tidak
      dapat/tidak bisa memutuskan permasalahan tersebut, maka Wasit
                                                                       44
     Anggota tersebut harus melaporkan ke Wasit Ketua atau Wakil
     Wasit Ketua
  f. Seluruh Wasit yang bertugas wajib menyelesaikan suatu
     permasalahan berdasarkan semangat, tidak memihak serta
     memberikan pandangan dan pendapat bila dianggap perlu demi
     menjaga kemurnian dan prinsip Fair Play/SportVitas dari PB
     PERCASI maupun FIDE
  g. Wasit Ketua memiliki kewajiban untuk melaporkan hasil
     pertandingan kepada Pimpinan Pertandingan/Ketua Panpel
     Cabang Catur POSPENAS V/2010 untuk diteruskan ke Panitia
     Besar POSPENAS V/2010
11. Kapten Regu
  a. Kapten Regu harus menyerahkan susunan pemainnya yang akan
     diturunkan dalam setiap babak, 1 (satu) jam sebelum pertandingan
     dimulai
  b. Kapten Regu harus menanda-tangani Daftar Hasil Pertandingan
     setiap babak, segera setelah pertandingan berakhir
  c. Kapten Regu hanya diperkenankan berada di arena pertandingan
     pada saat pertandingan Nomor Beregu berlangsung
  d. Kapten Regu yang regunya telah selesai bertanding, tidak
     diperkenankan berada di arena pertandingan
  e. Kapten Regu tidak diperkenankan berbicara langsung dengan
     pemainnya selama pertandingan berlangsung
  f. Kapten Regu hanya diperkenankan memberikan petunjuk kepada
     pemainnya untuk menerima, menolak atau menawarkan remis
     kepada lawannya, tanpa memberikan pendapat atau komentar
     mengenai posisi yang terjadi diatas papan catur. Petunjuk tersebut
     harus disampaikan dalam Bahasa Indonesia dan dengan seijin
     serta sepengetahuan Wasit.
12. Ketentuan Khusus
  a. Seluruh Pemain, Kapten Tim/Official/Manager dan Penonton
     diwajibkan berpakaian rapih dan sopan didalam ruangan
     pertandingan
  b. Seluruh Pemain, Kapten Tim/Official/Manager dan Penonton
     diwajibkan menggunakan sepatu untuk dapat masuk kedalam
     ruangan pertandingan
  c. Seluruh Pemain, Kapten Tim/Official/Manager dan         Penonton
     dilarang merokok di dalam ruangan pertandingan
  d. Seluruh Pemain, Kapten Tim/Official/Manager dan Penonton tidak
     diperkenankan membawa barang elektronik seperti HP, DVD/CD
     Player, walkman, Ipod, Komputer Notebook dan Buku Catur serta
     catatan lainnya yang berkaitan dengan permainan catur kedalam
     ruangan pertandingan.

                                                                    45
    e. Seluruh pemain, Kapten Tim/Official/Manager dan Penonton
       diwajibkan menjunjung tinggi nilai-nilai sportVitas dalam
       berolahraga melalui fair play.
13. Sanksi
    a. Bila seorang pemain tidak mematuhi/mentaati Ketentuan dan
       Peraturan Pertandingan Cabang Olahraga Catur POSPENAS
       V/2010 serta tidak memperhatikan tata tertib dan sopan santun
       bermain catur atau berkelakuan tidak pantas didalam maupun
       diluar ruangan pertandingan, hukuman berikut dapat dijatuhkan
       kepada pemain bersangkutan:
       1) Peringatan secara lisan atau tertulis yang akan disampaikan
          oleh Wasit Ketua ataupun oleh Wasit Anggota.
       2) Dinyatakan kalah
       3) Dikeluarkan atau tidak diperkenankan mengikuti pertandingan
          selanjutnya
    b. Bila seorang Kapten Tim/Official/Manager atau Penonton tidak
       mentaati/mematuhi Ketentuan dan Peraturan Pertandingan
       Cabang Olahraga Catur POSPENAS V/2010 serta tidak
       memperhatikan tata tertib dan sopan santun bermain catur atau
       berkelakuan tidak pantas didalam maupun diluar ruangan
       pertandingan, hukuman berikut dapat dijatuhkan kepada yang
       bersangkutan:
       1) Peringatan secara lisan atau tertulis yang akan disampaikan
          oleh Wasit Ketua ataupun oleh Wasit Anggota.
       2) Dikeluarkan dan tidak diperkenankan lagi memasuki Ruangan
          Pertandingan hingga Pertandingan Cabang Olahraga Catur
          POSPENAS V/2010 selesai.
14. Lain – lain
    a. Pemain sewaktu-waktu dapat dikenakan Pemeriksaan Doping
       sesuai dengan Peraturan Pertandingan sebagaimana yang
       tercantum dalam Peraturan Anti Doping Code – Olympic
       Movement
    b. Hal-hal yang belum tercantum dalam Ketentuan Umum &
       Peraturan Pertandingan ini, akan diputuskan kemudian oleh
       Panitia Pelaksana pada saat Pertemuan Teknik.




                                                                  46

								
To top