EE-4402 Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA

Document Sample
EE-4402 Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA Powered By Docstoc
					               Diktat Kuliah


               EE-4402
Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA




                      Oleh :




      Sony Sumaryo         Heroe Wijanto
      NIP.: 9367070            NIP.: 9268054




  SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI TELKOM
              BANDUNG 2004
                           Lembar Pengesahan

                                     Diktat Kuliah
                                      EE-4402
                       Metoda Penelitian dan Seminar Pra - TA




                                           Oleh :
                        Sony Sumaryo                 Heroe Wijanto
                           NIP.: 9367070            NIP.: 9268054




                                  Bandung, Juni 2004
                                    Disahkan Oleh :




Ka. Laboratoria SE                            Ka. Laboratoria TransTel




Dewi Utami, Ir., MT.                        Miftadi Sudjai, Ir., MSc., MPhil.
  NIP.: 9570126                                          NIP.: 9469098




Kepala Unit Perpustakaan




  Yani Nuraeni, Dra.
    NIP.: 9167035
                                 Kata Pengantar




Buku ini merupakan diktat untuk mata kuliah EE4402 Metoda Penelitian dan seminar Pra –
TA. Diktat ini merupakan keluaran yang pertama kalinya sehingga masih banyak memerlukan
masukan untuk perbaikan diktat selanjutnya.
Juga diucapkan banyak terimakasih kepada Laboratoria – laboratoria, atas masukannya.

Bandung, Juni 2004
Penulis,


Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                                   Daftar Isi




Kata Pengantar

1. Metodologi Penelitian                                     1

2. Strata Pernyataan Ilmiah, Bentuk Pertemuan, Dokumentasi
   dan Publikasi Ilmiah                                      45

3. Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2002
   Tentang Hak Cipta                                         55

4. Laboratoria Teknik Elektro                                92

5. Peraturan Tugas Akhir Di Jurusan Teknik Elektro           117

6. Penulisan Proposal dan Laporan Tugas Akhir                136

7. Mempresentasikan Karya Ilmiah                             151



Daftar Pustaka                                               158




                                                                   i
                                               1
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________


                                        BAB I

                    METODOLOGI PENELITIAN




1.1 Pendahuluan
Pengertian Penelitian

Pengertian tentang kata Penelitian :
    • Penyaluran rasa ingin tahu manusia terhadap sesuatu atau masalah dengan perlakuan
        tertentu ( seperti memriksa, mengusut, menelaah, dan mempelajari secara cermat dan
        sungguh-sungguh) sehingga diperoleh sesuatu seperti memperoleh jawaban,
        pengembangan ilmu pengetahuan dan sebagainya.

Komponen Penelitian :
   • Ada rasa ingin tahu
   • Ada sesuatu atau masalah
   • Ada proses atau usaha untuk menyelesaikan sesuatu atau masalah tersebut
   • Ada hasilnya


Jenis Penelitian

Berdasarkan hasil atau alas an :
   • Penelitian dasar (Basic Research) : Atas dasar intelektual, dalam rangka
      pengembangan ilmu pengetahuan dan secara tidak langsung digunakan.
   • Penelitian Terapan (Applied Research) : Atas dasar alasan praktis, bertujuan agar
      dapat melakukan sesuatu jauh lebih baik.

Berdasarkan bidang yang diteliti :
   • Penelitian Sosial : meneliti bidang social, ekonomi, pendidikan dan sebagainya.
   • Penelitian Eksakta : seperti bidang kimia, fisika, matematika.

Berdasarkan tempat penelitian:
   • Penelitian Lapangan (Field Research)
   • Penelitian Kepustakaan (Library Research)
   • Penelitian Laboratorium (Laboratory Research)


___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                               2
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

Berdasarkan teknik yang digunakan :
   • Penelitian Survei: penelitian dengan tidak melakukan perubahan terhadap variabel-
      variabel yang diteliti.
   • Penelitian Percobaan : penelitian dengan melakukan perubahan terhadap variabel-
      variabel yang diteliti.

Berdasarkan keilmiahannya :
   • Penelitian Ilmiah: dalam pelaksanaannya menggunakan kaidah-kaidah ilmiah. Ciri-
      cirinya adalah :
      * Purposivenes : memiliki focus atau tujuan yang jelas
      * Rigor : teliti dan memiliki dasar teori dan desain metodologi yang baik
      * Testability: prosedur pengujian hipotesis jelas atau dapat diuji hasilnya
      * Replicabilibity: pengujian dapat diulang untuk kasus yang sama
      * Objectivity : berdasarkan atas fakta atau data factual
      * Generalizability : semakin luas ruang lingkup penggunaan hasil penelitian
        semakin berguna
      * Precision : mendekati realitas atau terdapat ukuran confidence interval atas hasil
        yang didapat
      * Sistematis : dilaksanakan menurut pola tertentu
      * Terencana



Tujuan Penelitian

Tujuan utama penelitian :
   • Exploratif (Tujuan Penemuan): menemukan sesuatu yang baru dalam bidang tertentu
   • Verifikatif (Tujuan Pengujian): menguji kebenaran sesuatu dalam bidang yang sudah
       ada
   • Developmental (Tujuan Pengembangan) : mengembangkan sesuatu dalam bidang
       yang telah ada
   • Penulisan Karya Ilmiah


Beberapa Pengertian

Konsep
Istilah yang menggambarkan suatu gejala atau menyatakan suatu ide tertentu. Contoh : warna,
volume.

Konstruk
Konsep yang dapat diukur dan diamati. Contoh : Lapar sebagai konstruk adalah perasaan sakit
setelah tidak makan selama 24 jam.

Variabel
Konstruk yang sifat-sifatnya sudah diberi nilai-nilai dalam bentuk bilangan. Contoh : umur,
kepadatan penduduk, produksi.

___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                               3
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________



Jenis variabel:
* Berdasarkan hubungannya:
    • Variabel Bebas : adalah variabel yang mempengaruhi variabel lain.
    • Variabel Terikat : adalah variabel yang dipengaruhi oleh variabel lain.
    • Variabel Moderator: adalah variabel yang mempengaruhi, dalam hal ini memperkuat
        atau memperlemah hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat.
    • Variabel Intervening: adalah variabel secara teoritis mempengaruhi, dalam hal ini
        memperkuat atau memperlemah hubungan antara variabel bebas dengan variabel
        terikat, tetapi tidak dapat diukur atau diamati.
    • Variabel Kontrol : adalah variabel yang dikendalikan atau dibuat konstan.

* Berdasarkan sifat nilainya:
   • Variabel Kategorik / Diskrit: variabel yang dibagi menjadi golongan-golongan atau
       kategori- kategori dengan ciri-ciri tertentu untuk setiap golongan atau kategori.
   • Variabel Kontinyu: adalah variabel yang dapat mengambil nilai pecahan.

* Berdasarkan dapat tidaknya dimanipulasi :
   • Variabel Aktif ( variabel Nonsubjek) : adalah variabel yang dapat dimanipulasi atau
       dikendalikan , seperti : temperatur ruangan.
   • Variabel Atribut (Variabel Subjek) : variabel yang tidak dapat dimanipulasi, seperti :
       umur, status sosial.


Beberapa contoh :
   • Seleksi tenaga kerja dan prestasi kerja.
      Variabel bebas : seleksi tenaga kerja
      Variabel terikat : prestasi kerja.

   •   Perbandingan ketrampilan kerja dengan metoda demonstrasi dan metoda ceramah
       antara karyawan laki-laki dan wanita divisi IX PT. Maju Terus.
       Variabel bebas : metode demonstrasi dan ceramah
       Variabel terikat : ketrampilan kerja
       Variabel moderator : karyawan laki-laki dan wanita

   • Pemberlakuan empat hari kerja dalam seminggu cenderung meningkatkan
     produktivitas kerja melalui peningkatan kepuasan kerja.
     Variabel bebas : empat hari kerja dalam seminggu.
     Variabel terikat: produktivitas kerja.
     Variabel intervening : kepuasan kerja.
   • Perbandingan ketrampilan kerja dengan metoda demonstrasi dan metoda ceramah
     antara karyawan laki-laki dan wanita divisi IX PT. Maju Terus.
     Variabel bebas : metode demonstrasi dan ceramah
     Variabel terikat : ketrampilan kerja
     Variabel control : divisi IX PT. Maju Terus.



___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                               4
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________


1.2 Metode Penelitian
Metode Penelitian adalah tatacara bagaimana suatu penelitian dilaksanakan.

Jenis Metode Penelitian

* Metode Historis
Penelitian dengan metode histories merupakan penelitian yang kritis terhadap keadaan-
keadaan, perkembangan, serta pengalaman di masa lampau dan menimbang secara teliti dan
hati-hati terhadap validitas dari sumber-sumber sejarah serta intepretasi dari sumber-sumber
keterangan tersebut.

* Metode Deskriptif
Metode deskriptif digunakan untuk melukiskan secara sistematis fakta atau karakteristik
populasi tertentu atau bidang tertentu, dalam hal ini bidang secara aktual dan cermat. Peneliti
bertindak sebagai pengamat. Ia hanya membuat kategori pelaku, mengamati gejala dan
mencatatnya dalam buku observasi.

* Metode Korelasional
Dalam metode ini, diteliti sejauh mana variabel pada satu faktor berkaitan dengan variabel
pada faktor lainnya.

* Metode Eksperimental
Merupakan metode penelitian yang memungkinkan peneliti memanipulasi variabel dan
meneliti akibat-akibatnya. Pada metode ini variabel-variabel dikontrol sedemikian rupa
sehingga variabel luar yang mungkin mempengaruhi dapat dihilangkan.
Metode ini memiliki 3 ciri :
       * Manipulasi : mengubah secara sistematis;
       * Observasi : mengamati dan mengukur hasil manipulasi;
       * Kontrol : mengendalikan kondisi-kondisi penelitian ketika berlangsungnya
         manipulasi.

* Metode Kuasi Eksperimental
Metode ini hampir menyerupai metode eksperimental, hanya pada metode ini peneliti tidak
dapat mengatur sekehendak hati variabel bebasnya.


Manfaat Metode Penelitian
Manfaatnya antara lain:
  • Mengetahui arti pentingnya penelitian.
  • Dapat menilai apakah suatu penelitian dapat dipertanggungjawabkan atau tidak.
  • Dapat melahirkan sikap dan pola piker yang skeptik, analitik, kritik dan kreatif.
  • Bagi mahasiswa, dapat menyusun atau membuat skripsi/tesis/desertasi secara baik dan
      benar sesuai dengan aturan-aturannya.




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                               5
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

Teknik Penelitian
Teknik penelitian adalah penggunaan alat dalam mengukur ataupun dalam mengumpulkan
data.

*Pengukuran dalam penelitian
Pengukuran dikenakan pada variabel yang kita pelajari. Pengukuran menandai nilai-nilai
variabel dengan notasi bilangan.

Skala Pengukuran adalah peraturan penggunaan notasi bilangan dalam pengukuran. Macam
Skala Pengukuran :
       Skala Nominal: skala yang diberikan pada objek atau kategori yang tidak
                      menggambarkan kedudukan objek atau kategori tersebut terhadap
                      objek atau kategori lainnya, tetapi hanya sekedar label atau kode
                      saja.
                      Contoh : Jenis kelamin manusia : 1 untuk pria; 0 untuk wanita

       Skala Ordinal : skala dimana objek/kategori disusun menurut besarnya.
                      Contoh : Merubah nilai ujian ke nilai prestasi:
                                Nilai dari 80 – 100 adalah A
                                Nilai dari 65 – 79 adalah B
                                Nilai dari 55 – 64 adalah C
                                Nilai dari 45 – 54 adalah D
                                Nilai dari 0 - 43 adalah E

       Skala Interval : skala di mana objek/kategori diurutkan berdasarkan suatu atribut
                        yang memberikan informasi tentang interval antara tiap objek
                        atau kategori.
                        Contoh: A          B     C      D      E
                                    1      2     3      4      5
                              Interval A sampai C adalah 3-1=2. Interval C sampai D
                              adalah 4-3 = 1.

       Skala Rasio : skala yang memiliki sifat-sifat skala nominal, skala ordinal dan
                     skala interval dilengkapi dengan titik nol absolut.
                     Contoh: A dan B adalah dua orang mahasiswa Universitas “X” yang
                              nilai mata kuliah ZZnya masing-masing bernilai 60 dan 90.
                              Ukuran rasionya dapat dinyatakan bahwa nilai B adalah 1,5
                              kali nilai A.

* Syarat-syarat Pengukuran
Untuk memenuhi criteria sebuah penelitian dianggap sebagai penelitian ilmiah, maka
kecermatan pengukuran sangat diperlukan. Syarat-syarat yang harus dipenuhi alat ukur adalah
sebagai berikut :
       * Relibilitas : seberapa jauh konsistensinya alat ukur untuk memberikan hasil
                      yang sama dalam mengukur hal dan subyek yang sama.
       * Validitas : seberapa jauh alat ukur mengukur hal atau subyek yang ingin diukur.
                     Contoh: alat pengukuran yang valid untuk mengukur berat adalah
                     neraca.
___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                               6
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________



*Alat-alat Pengumpulan Data
           • Tes atau Soal Tes
           • Kuesioner atau Angket
           • Check List
           • Pedoman Wawancara
           • Pedoman Dokumentasi


Prosedur Penelitian

Prosedur Penelitian adalah langkah-langkah atau urutan-urutan yang harus dilalui atau
dikerjakan dalam suatu penelitian.

Secara garis besar, prosedur penelitian terdiri atas 3 tahap:
           • Tahap Perencanaan Penelitian
               Meliputi antara lain : pemilihan judul, perumusan masalah, hipotesis.
           • Tahap Pelaksanaan Penelitian
               Meliputi : pengumpulan data atau informasi, analisis data dan penarikan
               kesimpulan.
           • Tahap Penulisan Laporan Penelitian
               Pada tahap ini, hasil dari sebuah penelitian dibuatkan laporannya.

Atau lebih detailnya Prosedur Penelitian terdiri atas tahap :
           • Mendefinisikan dan Merumuskan Masalah
               Pendefinisian masalah harus jelas,baik dari segi keluasannya maupun dari
               segi kedalamannya.
           • Melakukan Studi Kepustakaan
               Mengacu pada teori-teori yang berlaku dan dapat dicari atau ditemukan pada
               buku-buku teks ataupun penelitian orang lain.
           • Merumuskan Hipotesis
               Hipotesis merupakan pernyataan atau anggapan yang sifatnya sementara
               tentang fenomena yang akan diselidiki. Berguna untuk membantu peneliti
               menuntun jalan pikirannya agar mencapai hasil penelitiannya. Yang
               dihipotesiskan adalah pernyataan yang ada pada rumusan masalah.
           • Menentukan Model atau Desain Penelitian
               Model yang dipakai dapat berupa model matematika. Tahap ini dapat
               diganti dengan tahap menentukan desain penelitian
           • Mengumpulkan Data
               Data harus dicari dengan teknik yang sesuai.
           • Mengolah dan Menyajikan Informasi
               Setelah data dikumpulkan selanjutnya diolah sehingga informasi yang
               tersaji lebih mudah diinterpretasikan dan dianalisis lebih lanjut, misalnya
               dalam bentuk tabel, grafik dan nilai statistik.
           • Menganalisis dan Menginterpretasikan



___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                               7
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

            Selanjutnya hasil olahan tersebut dianalisis lebih lanjut dengan
            menggunakan alat-alat analisis yang sesuai agar dapat dihasilkan kajian yang
            cukup tajam, mendalam dan luas.
          • Membuat Kesimpulan
            Pada tahap ini peneliti membuat kesimpulan yang sesuai dengan hipotesis
            yang diajukan. Saran disajikan pula karena penelitian mempunyai
            keterbatasan-keterbatasan atau asumsi-asumsi.
          • Membuat Laporan




1.3 Proposal Penelitian
Proposal atau usulan penelitian adalah suatu pernyataan tertulis mengenai rencana atau
rancangan penelitian secara keseluruhan.

Tujuan Proposal Penelitian :
          • Sebagai pedoman dalam pelaksanaan penelitian;
          • Untuk menerangkan atau menjelaskan apa yang akan dipergunakan dan apa
             yang akan diperlukan dalam melaksanakan penelitian kepada pihak yang akan
             memberikan bantuan dana.




1.4 Masalah, Judul Dan Tujuan Penelitian
Masalah adalah penyimpangan antara yang diharapkan dengan kejadian atau kenyataan dan
masalah tersebut dapat diselesaikan. Masalah penelitian adalah masalah yang akan menjadi
obyek penelitian.

Suatu masalah dapat dijadikan masalah penelitian apabila :
   • Masalah tersebut dengan observasi atau pengumpulan data dapat memberi jawaban,
   • Nilai yang disertakan dalam masalah yang diamati dapat diukur.

Menurut Nazir ciri-ciri masalah yang baik adalah :
  • Masalah yang dipilih harus mempunyai nilai penelitian
      a) Masalah harus mempunyai keaslian/menyangkut hal-hal yang up to date dan baru,
         mempunyai nilai ilmiah atau aplikasi ilmiah.
      b) Masalah harus menyatakan suatu hubungan.
      c) Masalah harus dapat diuji dengan perlakukan-perlakuan serta data dan fasilitas
         yang ada.
      d) Masalah harus mempunyai arti dan nilai baik dalam bidang ilmunya sendiri
         maupun dalam bidang aplikasi untuk penelitian terapan.


___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                               8
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

       e) Masalah harus dapat dinyatakan dalam bentuk pertanyaan yang jelas dan tidak
          membingungkan.
   •   Masalah yang dipilih harus mempunyai fisibilitas atau dapat dipecahkan
   •   Masalah yang dipilih harus sesuai dengan kualifikasi si peneliti

Masalah untuk penelitian dapat diperoleh antara lain dari :
  • Pengamatan terhadap kegiatan manusia
  • Pengamatan terhadap alam sekeliling
  • Bacaan
  • Ulangan serta perluasan penelitian
  • Cabang studi yang sedang dikembangkan
  • Pengalaman dan catatan pribadi
  • Praktek serta keinginan masyarakat
  • Bidang spesialisasi
  • Pelajaran atau mata ajaran yang sedang diikuti
  • Analisis bidang pengetahuan
  • Diskusi-diskusi ilmiah
  • Perasaan intusi


Unsur-unsur Judul Penelitian

Judul penelitian diharapkan mencakup unsur-unsur :
   • Sifat dan jenis penelitian,
   • Obyek yang diteliti
   • Subyek penelitian
   • Lokasi/daerah waktu penelitian
   • Tahun/waktu terjadinya peristiwa penelitian.

Contoh: “ Analisis pengaruh pelatihan terhadap kemampuan membaca berita karyawan TVRI
      stasiun pusat Jakarta tahun 2000 ”.
      * “Analisis pengaruh”                         : sifat dan jenis penelitian
      * “Pelatihan dan kemampuan membaca berita :     objek penelitian
      * “Karyawan TVRI”                            :  subyek penelitian
      * “Stasiun pusat Jakarta”                    :  lokasi penelitian
      * “Tahun 2000”                               :  tahun penelitian


Rumusan Masalah

Masalah yang sudah dibuatkan judulnya, selanjutnya dibuatkan rumusan masalahnya.
Rumusan maslah adalah pernyataan singkat suatu masalah yang akan diteliti.

Cara membuat rumusan masalah adalah sebagai berikut :
   • Rumusan masalah dinyatakan dalam bentuk pertanyaan,
   • Rumusan masalah hendaknya jelas dan padat,

___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                               9
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

   •   Rumusan masalah harus berisi implikasi adanya data untuk memecahkan masalah,
   •   Rumusan masalah harus merupakan dasar dalam membuat hipotesis,

Contoh judul penelitian : “ Analisis pengaruh pelatihan terhadap kemampuan membaca berita
karyawan TVRI stasiun pusat Jakarta tahun 2000 ” .

Maka contoh rumusan masalahnya:
  • Bagaimana bentuk hubungan antara pelatihan dan kemampuan membaca berita?
  • Seberapa besar pengaruh pelatihan terhadap kemampuan membaca berita ?


Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian memberikan informasi mengenai apa yang akan diperoleh setelah selesai
penelitian. Tujuan penelitian berkaitan dengan rumusan masalah. Tujuan penelitian
dirumuskan dalam bentuk pernyataan.

Tujuan penelitian dijabarkan biasanya dengan menggunakan kata kerja pembuka anatar lain
seperti : menemukan, menjelaskan, menganalisis, menguaraikan, menilai, menguji,
mebandingkan, menemukan hubungan antara, memperoleh data/pengetahuan/keterangan
tentang meneliti pengaruh/efek.

Tujuan penelitian dikatakan baik jika :
   • Spesifik
   • Terbatas
   • Dapat diukur
   • Dapat diperiksa dengan melihat hasil penelitian


Contoh judul penelitian : “ Analisis pengaruh pelatihan terhadap kemampuan membaca berita
karyawan TVRI stasiun pusat Jakarta tahun 2000 ” .

Contoh rumusan masalahnya:
   • Bagaimana bentuk hubungan antara pelatihan dan kemampuan membaca berita?
   • Seberapa besar pengaruh pelatihan terhadap kemampuan membaca berita ?

Tujuan peneltian yang ingin dicapai adalah:
   • Menjelaskan bentuk hubungan antara pelatihan dan kemampuan membaca berita,
   • Menemukan besarnya pengaruh pelatihan terhadap kemampuan membaca berita.




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              10
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________


1.5 Studi Kepustakaan
Seorang peneliti yang mendalami, mencermati, menelaah dan mengidentifikasi pengetahuan
yang ada dalam kepustakaan (sumber bacaan, buku-buku referensi atau hasil penelitian lain)
untuk menunjang penelitiannya, disebut mengkaji bahan pustaka atau studi kepustakaan.

Kepustakaan yang digunakan harus memenuhi tiga criteria :
   • Relevansi
      Berkenaan dengan kecocokan antara hal-hal yang diteliti dengan teori-teori yang
      dikemukakan. Makin cocok makin baik.
   • Kelengkapan
      Berkenaan dengan banyaknya kepustakaan yang dibaca. Makin banyak kepustakaan
      akan makin baik.
   • Kemutakhiran
      Makin baru/mutakhir kepustakaan yang digunakan, maka makin baik studi
      kepustakaanya.


Studi kepustakaan dilakukan melalui tiga tahap:
   • Mengetahui jenis pustaka
   • Mengkaji dan mengumpulkan bahan pustaka
   • Menyajikan studi kepustakaan
       Penyajian studi pustaka dapat dilakukan dengan dua cara:
       * cara kutipan langsung : peneliti memindahkan hasil karya orang lain masih
         dalam bentuk asli, baik utuh maupun sebagian;
       * cara kutipan tidak langsung : peneliti meramu atau mengambil intisari dari
         kepustakaan yang digunakan.




1.6 Hipotesis Penelitian
Hipotesis penelitian merupakan jawaban sementara dari permasalahan penelitian yang biasa
dirumuskan dalam bentuk yang dapat diuji secara empiric. Dalam suatu penelitian, hipotesis
merupakan pedoman karena data yang dikumpulkan adalah data yang berhubungan dengan
variabel-variabel yang dinyatakan dalam hipotesis tersebut.

Kriteria Hipotesis yang baik :
    • Harus menyatakan hubungan
    • Harus sesuai dengan fakta
    • Harus sesuai dengan ilmu atau berkaitan dengan teori
    • Harus dapat diuji
    • Harus dapat menerangkan fakta
    • Jelas secara konseptual
    • Mempunyai rujukan empiris
___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              11
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

   •   Bersifat spesifik
   •   Dapat dihubungkan dengan teknik penelitian yang ada

Proses Kerangka Berpikir untuk merumuskan Hipotesis :




Berdasarkan jenis masalahnya, rumusan hipotesis dapat dikelompokkan menjadi :
   • Hipotesis Deskriptif
      Mengenai nilai suatu variabel mandiri, tidak dalam bentuk perbandingan atau
      hubungan. Contoh jika rumusan masalah berbentuk: “ Berapa lama daya tahan TV
      merk P ?” . Maka hipotesisnya adalah sebagai berikut: “ Daya tahan TV merk P
      adalah 11.500 jam “ .
   • Hipotesis Komparatif
      Mengenai perbandingan antara satu variabel dengan variabel lainnya. Contoh jika
      rumusan masalah berbentuk : “ Bagaiamana daya tahan TV merk P bila
      dibandingkan dengan daya tahan TV merk Q ?” . Maka hipotesisnya adalah
      sebagai berikut: “ Daya tahan TV merk P lebih besar dibandingkan daya tahan TV
      merk Q “ .
   • Hipotesis Asosiatif
      Mengenai hubungan antara satu atau lebih variabel dengan satu atau lebih
      variabel lainnya. Contoh jika rumusan masalah berbentuk: “ Bagaimana bentuk
      hubungan antara stress dengan kinerja karyawan PT. ABC ?” . Maka hipotesisnya
      adalah sebagai berikut: “ Ada hubungan positif antara stress dengan kinerja
      karyawan “ .

___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              12
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

Berdasarkan uji statistiknya, rumusan hipotesis dapat dikelompokkan menjadi :
   • Hipotesis Nol / Nihil
      Hipotesis ini dapat menyatakan tidak adanya perbedaan antara dua variabel, atau
      tidak ada pengaruh variabel X terhadap variabel Y.
   • Hipotesis Alternatif / Kerja
      Hipotesis ini menyatakan adanya perbedaan antara dua variabel atau ada pengaruh
      variabel X terhadap variabel Y.




1.7 Populasi Dan Sampel Penelitian
Data yang digunakan dalam penelitian dapat berupa populasi atau sampel.
Populasi adalah semua obyek atau individu yang memiliki karakteristik tertentu , jelas, dan
lengkap yang akan diteliti.
Sampel adalah bagian dari populasi yang diambil melalui cara-cara tertentu yang juga
memiliki karakteristik tertentu, jelas dan lengkap yang dianggap bisa mewakili populasi.

Alasan dipilihnya sampel :
   • Derajat keseragaman populasi
       Makin seragam populasi itu, makin kecil sampel yang dapat diambil. Jika populasi
       tidak seragam, maka hanya sensuslah yang dapat memberikan gambaran yang
       representatif.
   • Obyek penelitian yang mudah rusak
       Pada obyek penelitian yang mudah rusak, populasi tidak mungkin diambil semuanya
       sebab akan merusak seluruh obyek yang akan diselidiki.
   • Penghematan biaya dan waktu
       Penggunaan populasi sebagai obyek penelitian akan membutuhkan biaya yang banyak
       dibandingkan dengan sampel. Juga penelitian dengan sampel akan memakan waktu
       lebih sedikit.
   • Masalah ketelitian
       Makin tinggi tingkat presisi yang dikehendaki, makin besar sampel yang harus
       diambil.
   • Ukuran populasi
   • Faktor ekonomis
       Apakah sepadan antara kegunaan dari hasil penelitian dengan biaya, waktu dan tenaga.

Syarat-syarat sampel yang baik :
   • Representatif : apabila ciri-ciri sampel yang berkaitan dengan tujuan penelitian sama
       atau hampir sama dengan ciri-ciri populasinya.
   • Ukuran sampelnya cukup untuk meyakinkan kestabilan ciri-cirinya.

Beberapa cara menentukan ukuran sampel :
   a) Menurut Bailey : penelitian yang akan menggunakan analisis data statistik ukuran
      sampelnya minimum adalah 30 buah.

___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              13
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

   b) Dengan rumus dimana ukuran populasi tidak diketahui dan diasumsikan populasi
      berdistribusi normal. Maka besarnya sampel n yang diperlukan :




       Keterangan :
       n = besar sampel yang diperlukan
            SHUNLUDDQ VLPSDQJDQ EDNX SRSXODVL
       Z = nilai standard sesuai dengan tingkat signifikan
       T = kesalahan penaksiran maksimum yang diterima


   Contoh :
   Tentukan besarnya sampel (n) yang harus diambil untuk menyelidiki waktu rata-rata yang
   digunakan oleh mahasiswa untuk sebuah soal ujian suatu mata kuliah, jika digunakan
   interval keyakinan 95% dengan kesalahan penaksiran 0.4 dan simpangan bakunya 1.2
   menit ?

   Penyelesaian :




   c) Keterangan : Dengan rumus dimana ukuran populasi diketahui dan asumsi populasi
      berdistribusi normal :




       n = ukuran sampel,
       N = ukuran populasi,
___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              14
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

       e = persen kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel
          yang masih dapat ditolerir atau diinginkan , misalnya 2%.

Teknik sampling yaitu cara pengambilan sample penelitian. Pada dasarnya dapat dibagi dua :

       1. Sampling Probabilitas


       Sampling Acak Sederhana
       Sifatnya sederhana, dimana tiap sample yang berukuran sama memiliki suatu
       probabilitas sama untuk terpilih dari populasi. Sampling acak sederhana dilakukan
       setelah daftar lengkap semua unit tempat mengambil sampel dibuat dengan benar.

       Sampling acak sederhana dapat dilakukan dengan menggunakan metode :
             • Metode Undian : metode dimana prosesnya dilakukan dengan
                 menggunakan pola pengundian.
             • Metode Tabel Random : metode dimana prosesnya dilakukan dengan
                 menggunakan tabel bilangan random.


       Sampling Berlapis
       Populasi dibagi dalam kelompok-kelompok yang disebut strata. Proporsi sample pada
       setiap strata dapat sama (proporsional) ataupun tidak sama proporsinya.
       Contoh :
       Sebuah populasi yang terdiri dari 500 pedagang kaki lima dengan komposisi 200
       pedagang makanan, 150 pedagang barang mainan, 100 pedagang kerajinan dan 50
       pedagang rokok. Jika 20 pedagang kaki lima tersebut hendak dijadikan sampel
       penelitian tentukan besarnya sampel tiap stratum.

       Jawab:
       Pengelompokkan Sampel:

        Stratum         Jenis Usaha             Jumlah
        I               Makanan                 200

        II              Barang Mainan           150

        III             Kerajinan               100

        IV              Rokok                   50
        Jumlah                                  500

       Pengambilan sampel dari masing-masing stratum :
       Stratum I = 200/500 x 20 = 8 pedagang
       Stratum II = 150/500 x 20 = 6 pedagang
       Stratum III = 100/500 x 20 = 4 pedagang
       Stratum IV = 50/500 x 20 = 2 pedagang

___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              15
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

                                  ---------------- +
       Jumlah sampel             = 20 pedagang


       Sampling Sistematis
       Elemen-elemen yang akan diselidiki diambil berdasarkan urutan tertentu dari populasi
       yang telah disusun secara teratur. Sampling jenis ini dilakukan bila : identifikasi dari
       elemen-elemen dalam populasi itu terdapat dalam suatu daftar dan populasi memiliki
       pola beraturan seperti rumah-rumah pada suatu ruas jalan.


       Sampling Cluster/Berkelompok
       Populasinya dibagi menjadi beberapa cluster/kelompok dengan menggunakan aturan-
       aturan tertentu.

       Contoh :
       Sebuah desa memiliki 1500 KK akan diteliti mengenai respon penggunaan sutu merk
       bumbu masak. Bagaimana cara menentukan sample 100 KK dengan metode Sampling
       Cluster.

       Jawab :
       Dari 1500 KK kemudian dibagi menjadi 75 kelompok dengan 20 KK tiap kelompok.
       Dari 75 kelompok tersebut dipilih sampel acak yang terdiri atas 5 kelompok.
       Dari 5 kelompok pilihan tersebut didapatkan 5 x 20 KK = 100 KK sebagai sampel.


       2. Sampling Nonprobabilitas
       Cara pengambilan sample yang tidak berdasarkan probabilitas. Kemungkinan atau
       peluang setiap anggota populasi untuk menjadi anggota sample tidak sama atau tidak
       diketahui. Maka sample yang diambil tidak representatif dan bersifat subyektif.

       Sampling Kebetulan
       Bentuk sampling dimana anggota sampelnya yang dipilih diambil berdasarkan
       kemudahan mendapatkan data yang diperlukan.

       Contoh :
       Pengambilan sampel mengenai ramalan tentang siapa yang akan menjadi pemenang
       pemilihan presiden pada pemilihan presiden langsung mendatang. Pengambilan
       sampelnya dilakukan dengan mengumpulkan opini masyarakat misalnya melalui
       kiriman SMS. Orang-orang yang diambil sampelnya tersebut tidak merupakan bagian
       representatif dari keseluruhan mereka yang berhak memilih.


       Sampling Kuota
       Merupakan sampling yang merincikan lebih dahulu sesuatu yang berhubungan dengan
       pengambilan sampel seperti proporsi setiap kategori. Siapa atau apa yang akan diambil
       menjadi anggota sampel setiap kategori diserahkan pada pengumpul data.

___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              16
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________



       Sampling Bola Salju
       Dengan metode ini pengumpulan data dimulai dari beberapa orang yang memenuhi
       kriteria untuk dijadikan anggota sampel. Mereka kemudian menjadi sumber informasi
       mengenai orang-orang lain yang dapat dijadikan sampel demikian seterusnya.
       Prosedur tersebut dilanjutkan sampai jumlah anggota sampel yang diinginkan
       terpenuhi.


       Sampling Pertimbangan
       Bentuk sampling di mana penentuan sampelnya dilakukan atau ditentukan oleh
       peneliti sendiri atau berdasarkan kebijaksanaan yang dianggap ahli dalam hal yang
       diteliti.


       Dari penyebaran 200 kuesioner, ternyata yang kembali hanya 40%. Berdasarkan
       pertimbangan tertentu peneliti maka diputuskan untuk menggunakan jumlah kuesioner
       yang kembali saja sebagai sampel.

Faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya sampel adalah sebagai berikut :

   •   Derajat keseragaman dari populasi
       Makin seragam populasi, makin kecil sampel yang dapat diambil. Satuan-satuan
       elementer dari seluruh populasi saja sudah cukup representatif untuk diteliti. Jika
       populasi tidak seragam, maka hanya dengan sensus yang dapat memberikan
       gambaran representatif.

   •   Presisi yang dikehendaki peneliti
       Makin tinggi tingkat presisi yang dikehendaki makin besar sampel yang harus
       diambil. Sampel yang besar cenderung memberikan pendugaan yang lebih
       mendekati nilai sebenarnya (true value).

   •   Rencana analisis
       Meskipun sampel yang dikumpulkan sudah mencukupi presisi yang diinginkan tetapi
       kadang kala sering jumlah sampel tersebut bila dikaitkan untuk kebutuhan
       analisis.

   •   Tenaga, waktu dan biaya
       Jumlah sampel yang besar akan membutuhkan tenaga yang besar, waktu yang      lebih
       lama dan biaya yang lebih besar pula.




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              17
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________


1.8 Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam
mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih baik ( lebih cermat,
lengkap dan sistematis) sehingga lebih mudah diolah. Contoh instrumen penelitian adalah :
soal tes, angket, ceklist, dan sebagainya.

Instrumen yang digunakan untuk mengukur dalam suatu penelitian ada yang bersifat baku dan
tidak baku. Instrumen yang bersifat baku biasanya dijumpai dalam penelitian ilmu-ilmu
eksakta seperti termometer, timbangan. Instrumen yang sifatnya tidak baku biasanya dijumpai
dalam penelitian ilmu-ilmu sosial.

Ciri-ciri instrumen yang baik :
    a) Reliabilitas (keandalan, dapat dipercaya)
        Menunjukkan apakah instrumen secara konsisten memberikan hasil ukuran yang
        sama tentang sesuatu yang diukur pada waktu yang berlainan.

       Contoh : tes kepribadian yang dapat memberikan hasil yang sama apabila diulang,
       maka dikatakan memiliki kehandalan yang tinggi atau dapat dipercaya.

       Reliabilitas suatu instrumen diketahui dengan melakukan pengujian secara
       eksternal (reliabilitas eksternal atau konsistensi eksternal) ataupun pengujian
       secara internal (reliabilitas internal atau konsistensi internal).

   b) Validitas (sahih)
      Suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kesahihan suatu instrumen. Sebuah
      instrumen dikatakan sahih bila mampu mengukur apa yang diinginkan atau
      mengungkap data variabel yang diteliti secara tepat.

       Validitas sebuah instrumen dapat diketahui dengan melakukan pengujian dengan
       melakukan pengujian secara eksternal (validitas eksternal) atau pengujian secara
       internal (validitas internal).

   c) Sensitivitas
      Sebagai kemampuan sebuah instrumen untuk melakukan diskriminasi yang
      diperlukan untuk masalah penelitian

   d) Obyektivitas
      Sebagai tingkat dimana pengukuran yang dilakukan bebas dari penilaian subyektif,
   bebas dari pendapat orang-ornag yang menggunakan instrumen        tersebut.

   e) Fisibilitas
      Berkenaan dengan aspek-aspek ketrampilan atau penggunaan sumber daya dan
      waktu.

Penuilaian baik atau buruk suatu instrumen cukup dengan melihat validitas dan reliabilitas
instrumen tersebut.

___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              18
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________



1.9 Pengumpulan Data
Data merupakan keterangan-keterangan tentang suatu hal yang dapat berupa sesuatu yang
diketahui atau anggapan atau suatu fakta yang digambarkan lewat angka, simbol, kode dan
lain-lain.

Pengelompokkan data :
   a) Menurut Sumber Pengambilannya
      Data Primer (Data Asli)
      Data yang diperoleh langsung di lapangan oleh peneliti.

       Data Sekunder (Data Tersedia)
       Data yang diperoleh oleh peneliti dari sumber-sumber yang telah ada seperti
       laporan-laporan penelitian terdahulu.

   b) Menurut Waktu Pengumpulannya
      Data Berkala (Time Series)
      Data yang terkumpul dari waktu ke waktu untuk memberikan gambaran
      perkembangan suatu kegiatan atau keadaan.

       Kerat Lintang (Cross Section)
       Data yang terkumpul pada suatu waktu untuk                  memberikan     gambaran
       perkembangan suatu kegiatan atau keadaan pada waktu itu.

   c) Menurut Sifatnya
      Data Kualitatif
      Data yang tidak berbentuk bilangan.

       Data Kuantitatif
       Data yang berbentuk bilangan.

   d) Menurut Tingkat Pengukurannya
      Data Nominal
      Data yang berasal dari pengelompokkan peristiwa berdasarkan kategori tertentu yang
      perbedaannya menunjukkan perbedaan kualitatif.

       Data Ordinal
       Data yang berasal dari obyek atau kategori yang disusun menurut besarnya dari
       tingkat terendah ke tingkat tertinggi atau sebaliknya dengan rentang yang tidak harus
       sama.

       Data Interval
       Data yang berasal dari obyek atau kategori yang diurutkan berdasarkan suatu
       atribut tertentu dimana jarak antara tiap obyek atau kategori adalah sama. Pada data
       ini tidak terdapat angka nol mutlak.


___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              19
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

       Data Rasio
       Data yang bersal dari perbandingan secara matematik antara data yang satu
       dengan data lainnya.


   Teknik pengumpulan data:
   a) Angket (Kuesioner)
      Teknik ini merupakan teknik pengumpulan data                 dengan    menyerahkan
      ataumengirimkan daftar pertanyaan untuk diisi responden.

       Keuntungan teknik ini : Biaya yang diperlukan untuk membuat angket relatif
       murah; Pengisian angket ditentukan oleh responden itu sendiri.

       Kerugian teknik ini : Teknik ini tidak dapat digunakan pada responden yang tak
       mampu membaca dan menulis;Pertanyaan-pertanyaan dalam angket dapat
       ditafsirkan salah oleh responden.

       Berdasarkan bentuk pertanyaan yang ada dalam angket tersebut, angket dapat
       dibedakan atas 3 golongan, yaitu : angket terbuka (opened questionare), angket
       tertutup (closed questionare) dan angket semi terbuka (semi opened questionare).

   b) Wawancara (Interview)
      Merupakan teknik pengumpulan data dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan
      langsung oleh pewancara kepada responden dan jawaban responden dicatat atau
      direkam.

       Keuntungan : Dapat diterapkan pada responden yang tidak bisa membaca dan
       menulis; Pertanyaan yang belum dipahami dapat langsung dijelaskan; Pewancara
       dapat segera menguji kebenaran jawaban responden dengan mengajukan pertanyaan
       pembanding.

       Kerugian : Memerlukan biaya yang sangat besar; Hanya dapat menjangkau
       jumlah responden yang kecil; Kehadiran pewancara mungkin mengganggu
       responden.

       Teknik wawancara dapat dibedakan atas dua teknik yaitu: Wawancara     Berstruktur
       dan Wawancara Tidak Berstruktur.

   c) Observasi
      Adalah pemilihan, pengubahan, pencatatan dan pengkodean serangkaian perilaku
      dan suasana yang berkenaan dengan organisme in situ (melalui situasi alamiah),
      sesuai dengan tujuan-tujuan empiris.

       Kelebihan : Data yang diperoleh adalah data aktual (pada saat terjadinya tingkah
       laku); Keabsahan alat ukur dapat diketahui secara langsung.

       Kelemahan : Pengamat harus menunggu dan mengamati sampai tingkah laku        yang
       diharapkan muncul; Beberapa tingkah laku tidak mungkin diamati.
___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              20
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________



       Komponen Observasi :
       * Pemilihan
       * Pengubahan
       * Pencatatan
       * Pengkodean
       * Rangkaian Perilaku dan Suasana
       * In situ
       * Tujuan Empiris

       Berdasarkan keterlibatan pengamat dalam kegiatan-kegiatan orang-ornag yang
       diamati, maka observasi dapat dibedakan sebagai berikut:
          • Observasi Partisipan
          • Observasi Tak Partisipan

       Berdasarkan cara pengamatan yang dilakukan, observasi dapat dibedakan :
          • Observasi Berstruktur
          • Observasi Tak Berstruktur


   d) Studi Dokumentasi
      Adalah teknik pengumpulan data melalui dokumen.

       Kelebihan : Pilihan alternatif untuk subyek penelitian yang sukar atau tidak
       mungkin dijangkau; Dapat menjangkau jauh ke masa lalu; Memungkinkan
       mengambil sampel yang lebih besar dengan biaya yang relatif kecil.

       Kelemahan : Bias; Tersedia secara selektif; Tidak komplit.




1.10 Pengolahan Dan Penyajian Data
Pengolahan data meliputi kegiatan : Editing, Coding, Tabulasi

Editing : Pengecekan atau pengoreksian data yang telah dikumpulkan, karena kemungkinan
data yang masuk (raw data) atau data terkumpul tidak logis dan meragukan.
Hal-hal yang perlu diedit pada data masuk:
    o Dipenuhi tidaknya instruksi sampling
    o Dapat dibaca atau tidaknya data yang masuk
    o Kelengkapan pengisian
    o Keserasian atau konsistensi
    o Isi jawaban suatu kuesioner

Coding : Pemberian atau pembuatan kode-kode pada tiap-tiap data yang termasuk dalam
kategori yang sama.
___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              21
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

Contoh:




Tabulasi : Pembuatan tabel-tabel yang berisikan data yang telah diberi kode sesuai dengan
analisis yang dibutuhkan.

Bentuk tabel Tabulasi:
   • Tabel Pemindahan (Transfer Table)
      Tabel tempat memindahkan kode-kode dari kuesioner atau pencatatan pengamatan.
      Tabel pemindahan berfungsi sebagai dokumen atau arsip. Tabel pemindahan
      dilengkapi dengan buku kode sebagai buku petunjuk atau buku pedoman.

___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              22
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

       Contoh :




   •   Tabel Biasa (Main Table)
       Tabel yang disusun berdasarkan sifat responden tertentu dan tujuan tertentu.
       Sifatnya kolektif dan memuat beberapa jenis informasi.
       Contoh:




   •   Tabel Analisis (Talk Table)
       Tabel ini memuat suatu jenis informasi yang telah dianalisis. Dari tabel ini dapat
       ditarik suatu kesimpulan atau generalisasi.

       Tabel analisis dapat berbentuk:
       * Tabel satu arah atau Tabel tunggal : Tabel yang memuat hanya satu variabel.
       Contoh:




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              23
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




       * Tabel Silang: tabel yang memuat dua variabel atau dua informasi.
       Contoh :




Penyajian data penelitian adalah penampilan data yang sudah diolah ke dalam bentuk-bentuk
tertentu. Penyajian data diperlukan agar hasil penelitian mudah dibaca dan dimengerti oleh
orang lain atau pengambil keputusan.

Bentuk-bentuk penyajian data :
   a) Tabel Data
      Penyajian data dalam bentuk kumpulan angka-angka yang disusun menurut
      kategori-kategori tertentu dalam suatu daftar.

       Sebuah Tabel Data memuat bagian-bagian :
          • Kepala tabel;
          • Leher tabel;
          • Badan tabel;
          • Kaki tabel.
       Contoh:



___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              24
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




       Didasarkan atas pengaturan datanya, tabel dapat dapat dibedakan atas beberapa jenis:
          • Tabel Frekuensi
             Tabel yang memuat banyaknya kejadian atau frekeunsi dari suatu kejadian.

          •   Tabel Klasifikasi
              Tabel yang memuat pengelompokkan data.

          •   Tabel Kontingensi
              Tabel yang memuat data sesaui dengan rinciannya.

          •   Tabel Korelasi
              Tabel yang memuat adanya korelasi antara data yang disajikan.


   b) Grafik Data / Diagram Data
      Merupakan penyajian data dalam bentuk gambar-gambar.

       Grafik Data dapat dibedakan atas beberapa jenis:
          • Piktogram
              Grafik data yang menggunakan gambar atau lambang dari data sendiri
              dengan skala tertentu.

          •   Grafik Batang atau Balok
              Grafik data berbentuk beberapa persegi panjang yang lebarnya sama dan
              dilengkapi dengan skala tertentu dari data yang bersangkutan.

          •   Grafik Garis

___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              25
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

               Grafik data yang berupa garis yang diperoleh dari beberapa ruas garis     yang
           menghubungkan titik-titik potong pada sistem salib sumbu. Pada       garis
           horizontal (sumbu-X) ditempatkan bilangan-bilangan yang sifatnya tetap, seperti
           tahun dan ukuran-ukuran. Pada garis tegak (sumbu-Y) ditempatkan           bilangan-
           bilangan yang sifatnya berubah-ubah seperti harga,     biaya, dan jumlah.

           •   Grafik Lingkaran
               Grafik data yang berupa lingkaran yang telah dibagi menjadi juring-juring
               sesuai dengan data tersebut. Bagian juring tersebut dinyatakan dalam
               prosentase dari keseluruhan data.

           •   Kartogram atau Peta Statistik
               Grafik data yang menunjukkan seperti kepadatan penduduk, curah hujan,
               kepadatan hutan, dan sebagainya.

           •   Histogram dan Poligon Frekuensi
               Histogram merupakan grafik batang dari distribusi frekuensi dan poligon
               frekuensi merupakan grafik garisnya.

               Pada histogram, batang-batangnya saling melekat atau berimpitan, sedang
               poligon frekuensi dibuat dengan cara menarik garis dari satu titik tengah
               batang histogram ke titik tengah batang histogram yang lain.

              Pada histogram digunakan sistem salib sumbu. Sumbu mendatar (sumbu- X)
           menyatakan interval kelas (tepi bawah dan tepi atas masing-masing kelas) dan
           sumbu tegak (sumbu-Y) menyatakan frekuensi.




1.11 Analisis Data
Analisis Data dapat diartikan sebagai berikut: memperkirakan atau besarnya pengaruh secara
kuantitatif dari perubahan suatu atau beberapa kejadian terhadap sesuatu atau beberapa
kejadian lainnya, serta memperkirakan atau meramalkan kejadian lainnya.

Menurut Patton, analisis data adalah proses mengatur urutan data mengorganisasikannya ke
dalam suatu pola, kategori dan satuan uraian dasar.

Tujuan analisis data antara lain adalah sebagai berikut :
* Memperlihatkan hubungan-hubungan antara fenomena-fenomena yang terdapat dalam
  penelitian.
* Untuk memberikan jawaban terhadap hipotesis yang diajukan dalam penelitian.
* Bahan untuk membuat kesimpulan serta implikasi-implikasi dan saran-saran yang
   berguna untuk kebijakan penelitian selanjutnya.

Bentuk-bentuk analisis data:
___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              26
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

Analisis Kuantitaif
Analisis yang menggunakan model-model seperti model matematika, model statistik, model
ekonometrik. Hasil analisis disajikan dalam bentuk angka-angka yang kemudian dijelaskan
dan diinterpretasikan dalam suatu uraian.

Analisis Kualitatif
Analisis yang tidak menggunakan model matematik atau model-model tertentu lainnya.
Analisis datanya terbatas seperti pada pengecekan data dan tabulasi, dalam hal ini sekedar
membaca tabel-tabel, grafik-grafik atau angka-angka yang tersedia kemudian melakukan
uraian dan penafsiran.

Alat analisis data yang digunakan dala menganalisis data penelitian dapat dibedakan :
   • Metode Statistik
       Penggunaan statistik memiliki kelebihan antara lain memungkinkan seseorang untuk
       bekerja secara eksak dan pasti dalam proses dan cara berfikir. Meskipun tidak mutlak
       benar, namun dapat menetapkan sampai tingkat mana kesimpulan itu benar. Serta
       memungkinkan untuk mengadakan ramalan.
       Penggunaan statistik dalam analisis data dapat berupa : analisis hubungan, analisis
       komparatif dan analisis deskriptif.
   • Nonstatistik
       Alat analisis non-statistik anatara lain seperti : analisis keuangan, analisis
       persamaan laba, analisis penilaian prestasi kerja karyawan.

Interpretasi analisis data merupakan penjelasan yang rinci tentang arti yang sebenarnya dari
data yang telah dianalisis atau dipaparkan.



1.11.1 Analisis Hubungan
Analisis Derajat Hubungan di Antara Variabel-variabel
Teknik yang digunakan antara lain :
   • Koefisien Korelasi
       Koefisien korelasi merupakan indeks atau bilangan yang digunakan untuk
       mengukur derajat hubungan, meliputi kekuatan hubungan dan bentuk atau arah
       hubungan.
       Untuk kekuatan hubungan, nilai koefisien berada -1 dan +1. Untuk arah hubungan,
       nilai koefisien korelasi dinyatakan dalam positif (+) dan negatif (-).
       Jika koefisien korelasi bernilai positif, maka variabel-variabel berkorelasi positif
       yaitu jika variabel yang satu naik/turun, maka variabel lainnya juka naik/turun.
       Semakin dekat nilai koefisien korelasi ke +1 semakin kuat korelasi positifnya. Jika
       koefisien korelasi bernilai 0 (nol), maka variabel tidak menunjukkan korelasi.

   •   Koefisien Penentu (KP)
       Koefisien ini merupakan angka atau indeks yang digunakan untuk mengetahui
       besarnya sumbangan sebuah variabel atau lebih (sebagai variabel bebas) terhadap
       variasi (menjadi naik atau turun) variabel lainnya (sebagai variabel terikat).

___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              27
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

       Nilai koefisien penentu berada antara 0 sampai 1. Sebagai contoh, jika KP = 0,
       berarti tidak berpengaruh terhadap variabel independen / bebas terhadap variabel
       dependen / terikat.

   •   Regresi
       Analisis regresi lebih akurat dibandingkan dengan analisis lainnya.

       * Regresi Linear sederhana
       variabel yang terlibat di dalamnya hanya dua, yaitu satu variabel terikat Y dan   satu
       variabel bebas X, dan berpangkat satu.
       Bentuk persamaannya:

                      Y=a+bX

       Keterangan :
       Y : variabel terikat
       X : variabel bebas
       a : intersep
       b: koefisien regresi

       Nilai a dan b adalah sebagai berikut:




       Contoh:
       Seorang mahasiswa tingkat akhir hendak mempelajari hubungan antara suku
       bunga dengan harga sahamnya selama 5 tahun terakhir dari sebuah perusahaan di
       BEJ. Data yang ada:




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              28
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




       Keterangan:
       X: tingkat suku bunga deposito
       Y: harga saham
       Pertanyaan : Tentukan persamaan regresinya dan analisa persamaan yang
       diperoleh ?

       Jawab:




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              29
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




       Persamaan regresi linear sederhananya adalah sebagai berikut:

                      Y = 2.937,62 – 61,12 X

       Arti persamaan di atas:
              * Tanpa adanya suku bunga, harga saham perusahaan tersebut adalah Rp.
                        2.937,62,-
              * Dari persamaan terlihat tanda “ -“ yang menggambarkan hubungan
                negatif yang berarti peningkatan suku bunga akan menurunkan harga
                saham.
              * Setiap kenaikan suku bunga sebesar satu rupiah akan menurunkan harga
                 saham sebesar Rp.61,12,-. Atau kenaikan suku bunga sebesar 1%
                 akan menurunkan harga saham sebesar 61,12%.



       * Regresi Linear Berganda
       Regresi linear dimana sebuah variabel terikat (variabel Y) dihubungkan dengan dua
       atau lebih variabel bebas (variabel X).
       Bentuk umum persamaannya (dengan hanya 3 variabel):

                      Y = a + b1X1 + b2X2

       Keterangan :
       Y : variabel terikat (variabel yang diduga )
       X1 dan X2 : variabel bebas
       a : konstanta
       b1 dan b2 : koefisien regresi

       Nilai-nilai a, b1 dan b2 : dapat ditentukan dengan rumus :




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              30
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




       Contoh:
       Data harga saham sebuah bank dengan IHSG BEJ dan inflasi selama tahun 2000
       adalah:




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              31
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




       Pertanyaan: bagaimana persamaan regresi linear bergandanya dan analisalah
       hasilnya.

       Jawab:




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              32
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              33
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




       a. Persamaan regresinya adalah: Y = -149,93 + 0,7X1 – 26,08X2
       b. Arti persamaan di atas:
               * Tanpa adanya IHSG dan inflasi, harga saham bank tersebut adalah -Rp.
                        149,93,-
               * Variabel X1 (IHSG) sebesar +0,70. Tanda “ +“ yang menggambarkan
                 hubungan setiap kenaikan IHSG sebesar 1 poin, maka harga saham akan
                 meningkat sebesar Rp.0,70,-. Atau kenaikan IHSG sebesar 1% akan
                 meningkatkan harga saham sebesar 0,70%.
               * Variabel X2 (Inflasi) sebesar -26,08. Tanda “ -“ yang menggambarkan
                 hubungan setiap kenaikan inflasi sebesar 1 %, maka harga saham akan
                 turun sebesar Rp.26,08,-. Atau kenaikan inflasi sebesar 1% akan
                 menurunkan harga saham sebesar 26,08 %.


       * Regresi Non-Linear
       Regresi di mana variabel-variabelnya berpangkat bukan satu dan saling berhungan
       secara non linear.
       Bentuknya:
                  - regresi kuadratik,
___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              34
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

                  -   regresi exponensial,
                  -   regresi hiperbola.

Uji Statistik Koefisien Korelasi

Uji ini bertujuan untuk mengetahui tingkat signifikansi hubungan antara variabel.

Contoh untuk regresi linear sederhana uji statistik bagi koefisien korelasi b menggunakan uji
statistik F.




Keterangan:
b : koefisien regresi
X : variabel bebas
Se : kesalahan baku regresi



1.11.2 Analisis Komparasi
Analisis ini merupakan prosedur statistic untuk menguji perbedaan diantara dua atau lebih
kelompok data atau variabel. Uji ini bergantung pada jenis data (nominal, ordinal, rasio) dan
kelompok sampel yang diuji.

Ada dua jenis komparasi yaitu komparasi antara dua sampel dan komparasi k sampel (lebih
dari dua sampel). Dan setiap model tersebut dibagi lagi menjadi dua jenis yaitu sampel yang
berkorelasi (terkait) dan sampel yang tidak berkorelasi (independent).

Sampel-sampel dikatakan berkorelasi bila ada anggota sampel yang satu ada yang menjadi
anggota sampel yang lain. Sampel yang berkorelasi biasanya terdapat dalam desain
eksperimen.
Contoh:
   • Perbandingan kemampuan kerja pegawai sebelum dan sesudah diberikan pelatihan.
   • Perbandingan antara nilai pretest dan post test.

Sampel-sampel dikatakan saling tidak terkait (independent) bila anggota sampel yang satu
tidak menjadi anggota sampel lainnya.
Contoh.
    • Perbandingan kinerja pegawai TVRI dengan pegawai RCTI.
    • Perbandingan pendapatan pedagang dan petani.


Tabel Berbagai Teknik Statistik untuk Menguji Komparatif

___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              35
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




Terlihat bahwa rumus setiap jenis uji bentuk komparasi berbeda untuk setiap jenis data.

Beberapa rumus dari analisis komparasi diperlihatkan di bawah ini:

Uji Mc Nemer Test




Tanda (+) dan tanda (-) hanya sebagai tanda jawaban yang berbeda. Kasus-kasus yang
menunjukkan perubahan antara jawaban pertama dan kedua muncul dalam sel A dan D. Jika
tidak ada terjadi perubahan yang diobservasi yang berbentuk (+) dicatat di sel B, dan jika tak
terjadi perubahan yang diobservasi yang berbentuk (-) dicatat di sel C.


Uji Cochram, Q Test




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              36
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




Uji Chi Kuadrat Dua Sampel




Uji Chi Kuadrat k sampel




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              37
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

Uji Mann-Whitney, U Test




t-test dua sampel berkorelasi




t-test dua sampel independent




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              38
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




One Way Anova untuk k sampel berkorelasi dan independent




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              39
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




Two Way Anova untuk k sampel berkorelasi dan independen




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              40
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              41
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

Uji Kruskal-Walls




Uji Friedman




Uji Mann-Whitney, U Test




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              42
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




1.11.3 Analisis Deskriptif
Analisa ini merupakan prosedur statistic untuk menguji generalisasi hasil penelitian yang
didasarkan atas satu variabel. Uji ini bergantung pada jenis data yaitu nominal, ordinal atau
rasio.

Tabel berbagai jenis variabel dan teknik statistik yang dipakai dalam Analisis Deskriptif :




Penjelasan rumus-rumus dari teknik statistik di atas:
   • Test Binomial
   Test ini digunakan untuk menguji hipotesis dalam populasi yang terdiri atas dua kelompok
   kelas, datanya berbentuk nominal dan jumlah sampelnya kecil yaitu kurang dari 25 buah.

   • Kai Kuadrat
   Rumusnya:




   Keterangan:
   x2 = kai kuadrat,
   fo = frekuensi yang diobservasi,
   fh = frekuensi yang diharapkan..

   • Run Test
   Digunakan untuk menguji hipotesis deskriptif dengan menggunakan urutan suatu
   kejadian. Pengujian dilakukan dengan cara mengukur kerandoman populasi yang
   didasarkann atas data hasil pengamatan melalui data sampel. Pengamatan terhadap data
   dilakukan dengan mengukur banyaknya “ run“ dalam suatu kejadian.


___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              43
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

   •   t-test




   Keterangan:
   T = nilai hitung
   X = rata-rata X,
   µ o = nilai yang dihipotesiskan
   s = simpangan baku,
   n = jumlah anggota sampel.




1.12 Laporan Penelitian
Laporan penelitian adalah ringkasan hasil penelitian yang disajikan dalam bentuk tulisan.
Penulisan laporan penelitian merupakan langkah terakhir dari seluruh rangkaian kegiatan
penelitian.

Laporan penelitian sebagai suatu karya ilmiah, dalam penulisannya harus memperhatikan
beberapa hal antara lain :
   • Mengetahui penerima laporan
       Laporan yang ditujukan ke masyarakat umum akan berbeda dengan yang ditujukan
   untuk memenuhi kepentingan sponsor atau kepentingan akademik.

   •   Laporan tersaji lengkap dan jelas
       Dalam laporan penelitian harus dikemukakan secara jelas dan lengkap langkah demi
       langkah tahapan penelitian termasuk alasan-alasan mengapa hal itu dilakukan
       sehingga pembaca dapat memperoleh gambaran yang jelas mengenai ide-ide yang
       ada.

   •   Menarik untuk dibaca atau dikaji
       Agar menarik untuk dibaca, laporan penelitian harus menggunakan kalimat yang
       pendek, tata bahasa dan gaya bahasa yang baik dan juga susunan yang baik yang
       dapat menggambarkan adanya hubungan antarbagian.

Format laporan penelitian sangat banyak bentuknya tergantung pada kepentingan
penggunaanya. Secara umum laporan penelitian dapat dibagi menjadi 3 bagian :

   •   Bagian Pembukaan
       Terdiri atas, antara lain :
       * Kata Pengantar
___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              44
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

       * Abstrak
       * Daftar Tabel dan Daftar Gambar

   •   Bagian Utama atau Batang Tubuh
       Terdiri atas beberapa bagian, antara lain:
       * Pendahuluan
       * Landasan Teori dan Tinjauan Pustaka
       * Metodologi Penelitian
       * Gambaran umum obyek penelitian (kalau ada)
       * Pembahasan dan Analisis
       * Penutup

   •   Bagian Akhir
       Terdiri atas beberapa bagian, antara lain:
       * Daftar Pustaka
       * Daftar Riwayat Hidup
       * Lampiran

   Format Laporan Penelitian akan dibahas pada bab berikutnya terkait dengan Laporan
   Tugas Akhir.




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                               1
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________


                                        BAB II


          STRATA PERNYATAAN ILMIAH,
      BENTUK PERTEMUAN, DOKUMENTASI DAN
               PUBLIKASI ILMIAH




2.1 Strata Pernyataan Ilmiah
   Intuition
       Intuition, in philosophy, a form of knowledge or of cognition independent of
       experience or reason. The intuitive faculty and intuitive knowledge are generally
       regarded as inherent qualities of the mind. The term has been used in different,
       sometimes opposing, senses by various writers and cannot be defined except with
       reference to its meaning in the writings of an individual philosopher. The concept of
       intuition apparently arose from two sources: the mathematical idea of an axiom (a
       self-evident proposition that requires no proof) and the mystical idea of revelation
       (truth that surpasses the power of the intellect).

       Intuition was important in Greek philosophy, particularly in the thinking of such
       philosophers as Pythagoras and his followers, who were trained in mathematics. The
       concept also had great significance in much of Christian philosophy as one of the
       basic ways in which a person could know God. The philosophers who relied most on
       the idea of intuition were Baruch Spinoza, Immanuel Kant, and Henri Bergson.


       In Spinoza’s philosophy, intuition is the highest form of knowledge, surpassing both
       empirical knowledge derived from the senses and “scientific” knowledge derived from
       reasoning on the basis of experience. Intuitive knowledge gives an individual the
       comprehension of an orderly and united universe and permits the mind to be a part of
       the Infinite Being.

       Kant regarded intuition as the portion of a perception that is supplied by the mind
       itself. He divided perceptions, or “phenomena,” into two parts: the sensation caused
       by the external object perceived and the “form,” or the understanding of the perception


___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                               2
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

       in the mind, which results from intuition. Such apprehension as space and time are
       types of pure intuition, or Anschauung.
       Bergson contrasted instinct with intelligence and regarded intuition as the purest form
       of instinct. Intelligence, he believed, was adequate for the consideration of material
       things but could not deal with the fundamental nature of life or thought. He defined
       intuition as “ instinct that has become disinterested, self-conscious, capable of
       reflecting upon its object and of enlarging it indefinitely.” Intelligence, on the other
       hand, can only analyze, and the function of analysis is to produce what is relative in an
       object, rather than what is absolute, or individual. Only by intuition, Bergson declared,
       can the absolute be comprehended.

       Some ethical philosophers, among them Spinoza, have been called intuitionists or
       intuitionalists because of their belief that a sense of moral values is intuitive and
       immediate. This view contrasts with that of the empiricists, who hold that moral
       values result from human experience, and that of the rationalists, who believe that
       moral values are determined by reason.



   Axiom
      Axiom, in logic and mathematics, a basic principle that is assumed to be true without
      proof.

       The use of axioms in mathematics stems from the ancient Greeks, most probably
       during the 5th century bc, and represents the beginnings of pure mathematics as it is
       known today.


       Examples of axioms are the following:
          z “ No sentence can be true and false at the same time” (the principle of
             contradiction);
          z “ If equals are added to equals, the sums are equal” ;
          z “ The whole is greater than any of its parts.”

       Logic and pure mathematics begin with such unproved assumptions from which other
       propositions (theorems) are derived. This procedure is necessary to avoid circularity,
       or an infinite regression in reasoning. The axioms of any system must be consistent
       with one another, that is, they should not lead to contradictions. They should be
       independent in the sense that they cannot be derived from one another. They should
       also be few in number. Axioms have sometimes been interpreted as self-evident truths.
       The present tendency is to avoid this claim and simply to assert that an axiom is
       assumed to be true without proof in the system of which it is a part.

       The terms axiom and postulate are often used synonymously. Sometimes the word
       axiom is used to refer to basic principles that are assumed by every deductive system,
       and the term postulate is used to refer to first principles peculiar to a particular system,
       such as Euclidean geometry. Infrequently, the word axiom is used to refer to first

___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                               3
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

       principles in logic, and the term postulate is used to refer to first principles in
       mathematics.



   Scientific Law
      Scientific Law, in science, principles that are taken to be universally applicable.
      Laws (for instance, Boyle’s law and Newton’s laws of motion) form the basic
      theoretical structure of the physical sciences, so that the rejection of a law by the
      scientific community is an extremely rare event.
      On occasion a law may be modified, as was the case when Albert Einstein showed that
      Newton’s laws of motion do not apply to objects traveling at speeds close to that of
      light.
      science statement of scientific truth: a statement of a scientific fact or phenomenon
      that is invariable under given conditions
          z the laws of physics
      mathematics mathematical principle: a general relationship that is assumed or
      proved to exist between expressions




   Theory
      Theory, an assumption or system of assumptions, accepted principles, and rules of
      procedure based on limited information or knowledge, devised to analyze, predict, or
      otherwise explain the nature or behavior of a specified set of phenomena; abstract
      reasoning.
      Some                                   famous                                 theories:
      • in astronomy and cosmology: the Big Bang Theory, the Steady-State Theory, and the
      Copernican                                                                      System
      • in the life sciences: the theory of Natural Selection, Conditioning, and Behaviorism
      • in earth sciences: Continental Drift, the asteroid theory of Dinosaur Extinction, and
      the       rival     theories      of     Uniformitarianism       and     Catastrophism
      • in physics: Einstein’s Theory of Relativity, Heisenberg’s Uncertainty Principle, the
      quest             for            a           Unified            Field           Theory
      • in mathematics, computer and information sciences: Theory of Equations, Automata
      Theory, Game Theory, and Decision Theory.


   Theorem
      the·o·rem [th U P WK U P@n
                 1. logic mathematics provable proposition or formula: a proposition or
                    formula in mathematics or logic that is provable from a set of axioms
                    and basic assumptions
                 2. idea accepted as true: an idea accepted or proposed as true
      Some famous theorem:
                 1. Shanon’ s Fundamental Theorem of Data Compression
                 2. Bayes’ Theorem
___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                               4
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

                  3. Phytagorean Theorem



   Hypothesis
      Hypothesis, a preliminary assumption or tentative explanation that accounts for a set
      of facts, taken to be true for the purpose of investigation and testing; a theory.
          * theory needing investigation: a tentative explanation for a phenomenon, used
             as a basis for further investigation
            The hypothesis of the big bang is one way to explain the beginning of the
             universe.
          * assumption: a statement that is assumed to be true for the sake of argument
            That is what would logically follow if you accepted the hypothesis.
          * logic antecedent clause: the antecedent of a conditional statement
      Falsifiability is the most important feature of hypothesis testing. Methods of testing
      (falsifying) hypotheses include Dialectic, Logic, Probability, and Statistics.
      Some                                     famous                                hypotheses:
      • in astronomy and cosmology: the Big Bang Theory, the Steady-State Theory, and the
      Copernican                                                                         System
      • in the life sciences: the theory of Natural Selection, Conditioning, and Behaviorism
      • in earth sciences: Continental Drift, the Gaia hypothesis, the asteroid theory of
      Dinosaur Extinction, and the rival theories of Uniformitarianism and Catastrophism
      • in physics: the Einstein’ s Theory of Relativity, Heisenberg’ s Uncertainty Principle,
      the           quest           for          a       Unified           Field         Theory
      • in mathematics, computer and information sciences: Theory of Equations, Automata
      Theory, Game Theory, and Decision Theory.


   Lemma
      lem·ma [lémm @n
         1. logic assumption for the sake of argument: a proposition that is assumed to
            be true in order to test the validity of another proposition
         2. publishing subject heading: a heading that indicates the topic of a work or
            passage
         3. publishing glossary word: a term that is defined in a glossary


   Postulate
      vt [pósch Oàyt] (past pos·tu·lat·ed, past participle pos·tu·lat·ed, present participle
      pos·tu·lat·ing, 3rd person present singular pos·tu·lates)
          1. assume: to assume or suggest that something is true or exists, especially as the
              basis of an argument
          2. claim something: to demand or claim something

       n [pósch O W SyVFK Oàyt] (plural pos·tu·lates)
           1. something assumed true: something that is assumed or believed to be true
              and that is used as the basis of an argument or theory
           2. principle: a basic principle
___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                               5
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

          3. precondition: an essential precondition or requirement
          4. mathematics logic statement underpinning a theory: a statement that is
             assumed to be true but has not been proven and that is taken as the basis for a
             theory, line of reasoning, or hypothesis

       -pos·tu·la·tion                 [pòsch                   Oi\VK¶Q@                 n
       -pos·tu·la·tion·al, adj



   Paradigm
      par·a·digm [pérr G P@n
         1. typical example: a typical example of something
         2. model that forms basis of something: an example that serves as a pattern or
             model for something, especially one that forms the basis of a methodology or
             theory
         3. grammar set of all forms of word: a set of word forms giving all of the
             possible inflections of a word
         4. science philosophy relationship of ideas to one another: in the philosophy of
             science, a generally accepted model of how ideas relate to one another,
             forming a conceptual framework within which scientific research is carried out


       -par·a·dig·mat·ic             [pèrr             GLJ           PiWWLN@           adj
       -par·a·dig·mat·i·cal·ly [pèrr GLJ PiWWLN OHH@ adv




   Recommendation
      rec·om·men·da·tion [rèk P Q Gi\VK¶Q@n
          1. recommending of something: the suggestion or endorsement of something as
             the most worthy
          2. something that recommends: a favorable reference about somebody or
             something, or other endorsement of desirability
          3. something recommended: the best course of action recommended


   Discourse
      n [díss kàwrs] (plural dis·cours·es)
          1. serious speech or piece of writing: a serious and lengthy speech or piece of
              writing about a topic
          2. serious conversation: serious discussion about something between people or
              groups
          3. linguistics language: language, especially the type of language used in a
              particular context or subject



___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                               6
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

          4. linguistics major unit of language: a unit of language, especially spoken
             language, that is longer than the sentence. The term is used by linguists when
             investigating features of language that extend beyond sentences.
          5. reasoning ability: reasoning or the ability to reason (archaic)

   [15th century. From Latin discursus “ running to and fro,” from discurrere , literally “ to
   run apart,” from currere “ to run” (see current).]




   2.2 Bentuk- bentuk Pertemuan Ilmiah
   Seminar
   sem·i·nar [sémm Q U@n
   1. meeting on specialized subject:
      a single session or short, often one-day meeting devoted to presentations on and
      discussion of a particular topic, usually at an advanced or professional level
   2. specialized educational class:
      a course of specialized graduate or undergraduate study under faculty supervision, in
      which ideas, approaches, and advances are regularly shared among participants
   3. meeting of students and academic supervisor:
      a meeting of university or college students for study or discussion with an academic
      supervisor, or the group that participates in it


   Symposium
   sym·po·si·um [sim p zee P@n
   1. formal meeting for discussion of subject: a formal meeting held for the discussion
      of a particular subject and during which individuals may make presentations
   2. publishing published collection of opinions: a published collection of opinions or
      writings on a subject, often in a periodical
   3. history drinking party in ancient Greece: a drinking party in ancient Greece, usually
      with music and philosophical conversation

   [Late 16th century. Via Latin from Greek sumposion “ drinking party,” from VXPSRW s
   “ fellow drinker,” from SRW V “ drinker.” ]
   -sym·po·si·ac, adj



   Conference
   con·fer·ence [kónf U QV@n
   1. meeting for lectures and discussion: a meeting, sometimes lasting for several days,
      in which people with a common interest participate in discussions or listen to lectures
      to obtain information

___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                               7
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

   2. meeting for serious discussion: a meeting to discuss serious matters, for example,
      policy or business
   3. meeting of representatives of organization: a usually annual gathering of local
      representatives of an organization, such as a political party, trade union, or church,
      where policy matters and other issues are discussed or decided
   4. politics meeting of two legislative committees: a meeting of select members or
      committees from two legislative bodies, for the purpose of settling differences in bills
      they have passed
   5. christianity area organization of churches: in some Protestant churches, a regional or
      national body to which a number of local churches belong
   6. sports sports league: an association or league of athletic teams that compete with each
      other
   7. conferring of something: the conferring of something such as a degree or honor on
      somebody (archaic)



   Course
   course [kawrs]n (plural cours·es)
   1. education class taught at educational institution:
      a session or series of sessions that students attend to learn a subject, often as part of a
      school curriculum that leads to a degree or certificate
   2. education program of study:
      a program of study or training, especially one that leads to a degree or certificate from
      an educational institution


   Lecture
      lec·ture [lékch U@n (plural lec·tures)
          * instructional speech: an educational speech on a particular subject made before
            an audience.
            I missed the lecture on Shakespeare’s use of irony.
          * teaching session: a session of a class at which a lecture is given
            The course involves two lectures and two lab sessions per week.
          * reprimand: a lengthy reprimand or scolding concerning something

       v (past lec·tured, past participle lec·tured, present participle lec·tur·ing, 3rd person
       present singular lec·tures)
           1. vti give educational speech: to deliver a speech before a group of people as a
           method of instruction
               He lectures on stress management all over the country.
           2. vi be university lecturer: to be employed as a lecturer at a university
               She lectures at the University.
           3. vt reprimand somebody: to reprimand somebody by making a speech about
              how a person should behave
              lecturing the congregation about church attendance



___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                               8
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

   [13th century. Via French from medieval Latin lectura , literally “ reading,” from Latin
   lect- , the past participle stem of legere (see legible).]



   2.3 Dokumentasi Dan Publikasi Ilmiah
   Journal
      jour·nal [júrn’ l]n
         1. publishing magazine or periodical: a magazine or periodical, especially one
             published by a specialist or professional body for its members, containing
             information and contributions relevant to their area of activity. a medical
             journal
         2. diary: somebody’ s written daily record of personal experiences
         3. accounting preliminary record of financial transactions: a book for
             recording daily transactions, especially in double entry bookkeeping, using a
             formulaic style to ensure their correct entry in a ledger
         4. politics official record: the official daily record of proceedings kept by an
             association or body, especially a legislative body or parliament
         5. mechanical engineering section of shaft: a cylindrical section of a shaft
             designed to rotate inside a bearing

   [14th century. Via French , literally “ daily,” from, ultimately, late Latin diurnalis (see
   diurnal). Originally denoted a book listing the daytime canonical hours.]


   Transaction
      trans·ac·tion [tran záksh Q WUDQ ViNVK Q@n
      (plural trans·ac·tions)
          1. business business: a business deal that is being negotiated or has been settled
          2. interaction: a communication or activity between two or more people that
              influences and affects all of them (formal)
          3. business act of negotiating: the act of negotiating something or carrying out a
              business deal
          4. computing addition to database: an action that adds, removes, or changes
              data in a database or other computer program
          5. npl transactions or proceedings: the published records of a learned society

   [Mid-15th century. Via French from, ultimately, Latin transigere “ to drive through,
   accomplish,” from agere “ to drive, do” (see agent).]


   Proceeding
      pro·ceed·ing >SU V GLQJ SU V GLQJ@n
      (plural pro·ceed·ings)

          1. procedure: an action or course of action

___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                               9
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

          2. law legal action: legal action brought against somebody (often used in the
             plural)
          3. series of events: a series of related events occurring at one time or in one place
          4. published records: published records of a meeting or conference


   Proposal
      pro·pos·al [pr S z’ l]n
         1. idea or plan: a suggestion or intention, especially one put forward formally or
            officially
         2. act of proposing: the act of making a suggestion or stating an intention
         3. request to marry somebody: a request for somebody to enter into marriage


   Thesis
      the·sis [th VVLVV@n
          1. proposition: a proposition advanced as an argument
          2. essay subject: a subject for an essay
          3. lengthy academic paper: a dissertation based on original research, especially
              as work toward an academic degree
          4. statement: an unproved statement, especially one serving as a premise in an
              argument
          5. music downbeat: the downbeat of a bar of music
          6. poetry stressed syllable: a long syllable, on which the stress naturally falls, in
              classical Greek and Latin poetry.
          7. poetry unstressed syllable: a short unstressed syllable in modern accentual
              poetry.
          8. philosophy first stage of dialectic: the first of three stages in Hegelian
              dialectic

   [14th century. Via Latin from Greek , “ proposition, stressed beat.” Ultimately from an
   Indo-European base that is also the ancestor of English do1 and fact.]


   Dissertation

       dis·ser·ta·tion [dìss U Wi\VK¶Q@n
           1. long essay: a lengthy and formal written treatment of a subject, especially a
               long paper submitted as a requirement for a degree
           2. formal discourse: a formal spoken or written discourse



   Manuscript

       man·u·script [mánny VNUìpt]n


___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              10
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

          1. handwritten book: a book or other text written by hand, especially one
             written before the invention of printing
          2. author’s original text: an author’ s text for a book, article, or other piece of
             written work as it is submitted for publication
          3. handwriting: handwriting as opposed to the printed word
             a manuscript version of the text

   [Late 16th century. From medieval Latin manuscriptus “ written by hand,” from scribere
   “ to write” (source of English inscription and scribble).]




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                               1
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________


                                       BAB III

      UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA
     NOMOR 19 TAHUN 2002 TENTANG HAK CIPTA




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                               2
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                               3
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                               4
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                               5
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                               6
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                               7
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                               8
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                               9
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              10
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              11
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              12
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              13
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              14
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              15
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              16
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              17
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              18
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              19
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              20
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              21
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              22
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              23
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              24
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              25
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              26
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              27
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              28
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              29
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              30
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              31
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              32
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              33
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              34
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              35
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              36
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                               1
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________


                                        BAB IV

               LABORATORIA TEKNIK ELEKTRO




4.1 Laboratoria Sistem Elektronika

Peranan :
   • Sebagai pendukung teknologi implementasi teknik elektro.
   • Sebagai pendukung utama penyelenggaraan Peminatan / Sub-Program Electronics &
       Instrumentation Engineering pada kurikulum 2004.

Kompetensi :
  • Sistem Elektronika Analog : sistem instrumentasi dan perangkat telekomunikasi
  • Sistem Elektronika Digital : berbasis CPLD dan FPGA
  • Embedded System

Laboratoria Sistem Elektronika terdiri dari Laboratorium :
   • Lab. Elektronika
   • Lab. Rangkaian Listrik
   • Lab. Teknik Digital
   • ……
   • ..

Perangkat pendukung utama :
   • Sistem Instrumen dasar lengkap
   • Software simulasi dan tool : PSPICE/Cadence, Protel, VHDL, Xilinx Foundation,
      KEIL Compiler (dalama proses pengadaan)
   • Development Board : FPGA, CPLD, MCU 8051 Based (dalam proses desain)

Topic Penelitian:
Embedded System Research Group:
    • Mekatronika & Robotik
    • Desain dan Implementasi Communication Protokol
    • Distributed Control System
Instrumentation Research Group


___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                               2
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________



Sumber Daya Manusia dan kompetensinya:
   • Dewi Utami
      FPGA based system,
      Cryptography,
      Security,
      Telemetri
   • Sony Sumaryo
      Embedded System: Robotik, MCU Controller Based System, Design & Implementasi
      Communication Protocol;
      Instrumentation

   •   M. Arry Murti
       Power Electronics,
       Instrumentation,
       PLC,
       Robotik

   •   Ahmad Rizal
       Biomedical,
       Sensor,
       Instrumentation

   •   Muhammad Ramdani
       Software Implementation,
       MCU Based System

   •   Iswahyudi
       Telecommunication System Implementation and Design,
       MCU Based System

   •   Sigit Yuwono
       Analog Elecetronics Based System




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                               3
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________


                  Embedded System Research Group
                                       (ESRG)



1. Visi dan Misi
    • Mengenalkan, menyebarluaskan dan menginformasikan perancangan dan aplikasi
        Embedded System Instrumentasi Elektronika di kalangan civitas akademika
        STTTTelkom, nasional dan internasional.
    • Penelitian, pengembangan dan layanan kepada masyarakat umum perancangan dan
        aplikasi Embedded System Instrumentasi Elektronika.
    • Peningkatan sumber daya manusia di kalangan mahasiswa dan dosen STTTelkom
        serta masyarakat umum dala hal Perancangan Embedded System Instrumentasi
        Elektronika

2. Topik Penelitian Utama :
   Desain dan Implementasi:
    • Mekatronika & Robotika
    • Embedded Program & Communication Protocol
    • Distributed Control System
    • Instrumentasi


Contoh Detail Penelitian :
Mekatronika & Robotika :
Sensor dan Rangkaiannya
Actuator dan Rangkaiannya
Mekanikal Sub System
Motor
MCU Based Sub-System

Embedded Program & Communication Protocol :
RTOS
Tool

Distributed Control System:

Instrumentasi :
Instrumentasi berbasis Processor.

3. Sumber Daya Manusia :
    • Sony Sumaryo : Koordinator ESRG dan Research Embedded Program &
                      Communication Protocol
    • Ari Murti : Koordinator Research Mekatronika dan Robotika
___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                               4
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

   •   Basuki Rahmat : Koordinator Reasearch Distributed Control System
   •   Ramdani
   •   Arizal
   •   Iswahyudi
   •   Sigit Yuwono
   •   Dewi Utami
   •   Iwan Iwut
   •   Mahasiswa yang direkrut dan mahasiswa Tugas Akhir yang didaftarkan pada ESRG

4. Target :
    • Penulisan Jurnal
    • Buku
    • Modul pelatihan
    • Web ESRG
    • Mailing List ESRG
    • Product : Pelatihan dan Education
    • Newsletter
    • Layanan masyarakat


5. Laboratorium Pendukung :
    • SE : Teknik Digital, RL, ELKA, PBE dan PSE
    • Kontrol dan Catu Daya
    • Bengkel Elektronika
    • Mikroprosesor
    • Digital Signal Processing
    • …

6. Kegiatan Rutin :
    • Diskusi tatap muka rutin minimal sebulan sekali
    • Research..
    • ..




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                               5
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________


                              Embedded System
                   (Unified Hardware and Software System)



A. Konsep Embedded System
Embedded system: any device/system that includes a programmable computer but is not itself a
general-purpose computer.

Definisi lain:
An embedded system is an application that contains at least one programmable computer (typically in
the form of a microcontroller, a microprocessor or digital signal processor chip) and which is used by
individuals who are, in the main, unaware that the system is computer-based.

One possible organization for an embedded system:




 In addition to the CPU and memory hierarchy, there are a variety of interfaces that enable the system
to measure, manipulate, and otherwise interact with the external environment. Some differences with
desktop computing may be:

    •   The human interface may be as simple as a flashing light or as complicated as real-time
        robotic vision.
    •   The diagnostic port may be used for diagnosing the system that is being controlled -- not just
        for diagnosing the computer.
    •   Special-purpose field programmable (FPGA), application specific (ASIC), or even non-digital
        hardware may be used to increase performance or safety.
___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                               6
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

    •     Software often has a fixed function, and is specific to the application.

          In addition to the emphasis on interaction with the external world, embedded systems also
          provide functionality specific to their applications. Instead of executing spreadsheets, word
          processing and engineering analysis, embedded systems typically execute control laws, finite
          state machines, and signal processing algorithms. They must often detect and react to faults in
          both the computing and surrounding electromechanical systems, and must manipulate
          application-specific user interface devices.

Dapat kita ringkas block pembangun embedded system :

    1.    Sensor dan Signal Conditioning
    2.    A/D dan D/A Conversion
    3.    CPU atau MCU
    4.    Software
    5.    FPGA/ASIC
    6.    Memory
    7.    Actuators and controller circuit
    8.    Human Interface (LCD, LED, Keyboard, … ) and controller circuit
    9.    Auxiliary System (Power, Cooling)
    10.   Diagnostic Port
    11.   Electromechanical Backup & Safety

Fungsi umum dari Embedded System:

a) Control Laws (contoh: PID control, fuzzy control)

b) Sequencing logic (contoh: FSM, mode changes/switching between control laws)

c) Signal processing (contoh: voice, video)

d) Fault response (contoh: detection, reconfiguration)

e) Application specific user interface hardware (contoh: button, bell, light, lcd, keypad)

Application System Classes:

    a)    Computation Oriented Systems : PC
    b)    Control Dominated Systems: react to external events with relatively simple process.
    c)    Data Dominated Systems : DSP, Packet routing/Router
    d)    Mixed Systems: mobile phones, motor control



Embedded System Design (ESD):

ESD merupakan perancangan dengan pendekatan perancangan software dan hardware sebagai satu
kesatuan. Domain software dan hardware bukan dipandang sebagai domain yang sama sekali berbeda
tetapi dipandang sebagai dua pilihan yang saling melengkapi untuk memenuhi design metric seperti :
cost, performance, power, flexibility , dsb.

___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                               7
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

ESD menjadi mungkin dan mudah dilakukan karena adanya trend:

    a) Terintegrasinya software processors dan custom hardware processor dalam sebuah IC.
    b) Compiler yang telah berkembang dan ketersediaan di pasaran luas. Compiler saat ini sudah
       merupakan tool yang umum di ESD, misalkan C (embedded) compiler, Java compiler.
    c) Synthesis technology yang makin berkembang dimana perancang dapat menguraikan ide
       rancangannya dalam high-level programming language, dan secara otomatis
       diimplementasikan pada sebuah processor.

ESD dipengaruhi sebagian besar oleh aspek-aspek:

a) Strict cost margins:

        Design objectives: minimize cost, reach a certain market segment consisting of a price range
        and an expected functionality.

b) Time-to-market and predictable design time

c) (Hard) time constraint.

d) Power dissipation

e) Safety

f) Physical Constraint: weights, size




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                               8
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________


4.2 Laboratoria Pengolahan Sinyal Informasi


                                          PSI




     Lab.PSD                     Lab.                              Lab. DSK &
                            MIKROPROSESOR                             TTL

Kegiatan :

     •   PRAKTIKUM
         Semester Ganjil :
         Lab. PSD : PSD S1 TE
         Semester Genap :
         Lab. PSD : PSD D3 ke S1 TE
         Lab. Mikroprosesor : MP S1 TE, MP D3 TE
         Lab. DSK & TTL : DSK D3 TE

     •   PELATIHAN

No           Nama Lab           Judul              Waktu            Ket
                              Pelatihan         Pelaksanaan
1.       PSD               1. Matlab Dasar    15 Feb – 22
                                              Maret 2003
                           2. Matlab Dasar    25-30 Agustus
                                              2003
                           3. Matlab          Oktober 2002
                              Advanced
                           4. Image           4-6 November
                              Processing      2002
                           5. C++             29 Mei – 18 Juni
                              Programming     2002
2.       MP                1. Workshop        2-6 Juli 2001      Kerja sama
         (Mikroprosesor)      Mikroproseso                       dengan
                              r dan                              HIMATEL
                              Mikrokontrole
                              r
                           2. Workshop        9-13 September
                              Mikrokontrole   2002
                              r 2051
___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                               9
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

                           3. Pendidikan    7-18 Juli 2003      Kerjasama
                              dan Pelatihan                     dg Lembaga
                              Teknis                            Sandi
                              Mikroproseso                      Negara RI
                              r dan
                              Mikrokontrole
                              r untuk
                              Aplikasi
                              Security
3.       DSK & TTL         1. Catu Daya     Juni 2002
                              Telekomunik
                              asi
                           2. PLC &         Juni 2003
                              Kontrol

     •   PENELITIAN
         * TMS 320 C5X
         * Moving Sign yang dikendalikan oleh Short Message Service
         * Sistem Minimum MCS51-LCD berbasis karakter-Keypad
         * Aplikasi Programmer AT89Sxx
         * Aplikasi Kriptografi dengan menggunakan sistem berbasis MCS51
         * PLC (Programmable Logic Controller)

Sumber daya manusia dan kompetensinya :
   • Agus Virgono (Lab. MP)
      MPLS,
      Wireless Security,
      Implementasi sistem komunikasi/pengolah data menggunakan AVR.

     •   Burhanudin D. (Lab. MP)
         Pengolahan Bahasa Alami,
         Pengolahan Data Digital,
         Implementasi Sistem Pakar,
         Alat Bantu Pengajaran,
         Linux Programming.

     •   Basuki Rahmat (Lab. DSK & TTL)
         Control System

     •   Efri Suhartono (Lab. DSK & TTL)
         Power System
         Control
         Data Communication

     •   Hadi Suwastio (Lab. PSD)

     •   Iwan Iwut (Lab. PSD)
         Text-to-Speech Bahasa Indonesia

___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              10
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

       Speech Coding
       Biomedical Processing

   •   Jangkung Raharjo (Lab. PSD)
       BioElectronic
       Pengolahan Citra
       Pengolahan Suara

   •   Koredianto Usman (Lab. PSD)

   •   Porman Pangaribuan (Lab. DSK & TTL)
       Control System

   •   Rita Magdalena (Lab. PSD)
       Biomedical Signal Processing
       Optimal Signal Processing

Perangkat pendukung :
      * Personal Computer
      * Printer
      * Osiloskop
      * Function Generator
      * Universal Counter
      * Universal Programmer
      * Logic Analizer
      * Portable Logic Analizer
      * Power Supply
      * Multimeter Digital
      * Multimeter Analog
      * EPROM Eraser
      * Micropower i dan ii
      * CPU Designer
      * Dinamic Signal Analisyst
      * Scanner
      * Sistem Servo Modular
      * XY Ploter
      * Analog Lab. Unit
      * Mesin DC
      * Mesin Asinkron
      * ToolKit
      * Watt Meter
      * Tacho Meter
      * Travo
      * Regulator
      * Panel Distribusi Listrik
      * Relay 24 V
      * Thyristor
      * Sensor Sun X
___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              11
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

       * Mesin AC Generator
       * Programmable Logic Controller
       * Phase Meter
       * Frekuensi Meter
       * Contactor
       * Oriental Control Pack Motor
       * Time Contactor
       * Inverter Motor Drive




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              12
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________


4.3 Laboratoria Transmisi Telekomunikasi
Laboratoria Transmisi Telekomunikasi terdiri dari Lab.:
   • Lab. Microwave
   • Lab. Optic
   • Lab. Dasar Transmisi
   • Lab. Antena

Kompetensi :
  • Elektromagnetika
  • Saluran dan Rekayasa Transmisi
  • Antena dan Propagasi
  • Komunikasi Radio / Wireles ( Fixed & Mobile)
  • Komunikasi Satelit
  • Gelombang Mikro
  • Serat Optik


Sumber daya manusia dan kompetensinya:
   • Soetamso (Lab. Microwave)
      Antena,
      Microwave Electronic

   •   Gideon J. (Lab. Microwave)
       Satellite Communication

   •   Rina Puji A. (Lab. Microwave)
       Sistem Radio,
       Mobile Communication

   •   Akhzanul Kh.    (Lab. Microwave)
       Antena,
       Microwave,
       Sistem Radio

   •   Teha Tearalangi (Lab. Microwave)
       Saluran Transmisi,
       TGM

   •   Arfianto F. (Lab. Microwave)
       Saluran Transmisi

   •   Erna Sri S. (Lab. Optic)
       Optical Communication

   •   Ahmad Hambali     (Lab. Optic)

___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              13
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

       Optical Communication

   •   Bambang S.N. (Lab. Optic)
       Antena,
       Optical Communication

   •   Miftadi Sudjai (Lab. Antena)
       Mobile Communication,
       Satellite Communication,
       Digital Communication

   •   Heroe Wijanto (Lab. Antena)
       Antena,
       Satellite Communication,
       Digital Communication

   •   Kris Sudjatmoko (Lab. Antena)
       Smart Antena,
       Mobile Communication




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              14
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________


4.4 Laboratoria Sistem Komunikasi
Laboratoria Sistem Komunikasi terdiri dari Lab.:
   • Lab. Sistem Komunikasi (Siskom)
   • Lab. GSM
   • Lab. Elektronika Komunikasi (Elkom)

Kompetensi Pengembangan/Penelitian :
  • Implementasi miniatur studio TV.
  • Implementasi miniatur sistem komunikasi wireless cellular.
  • Implementasi miniatur sistem monitoring dan pengontrolan dengan saluran kabel dan
     wireless.
  • Implementasi enkoder dan dekoder FEC.
  • Pembuatan software pemodelan kanal (indor maupun out dor) untuk alat bantu
     pengujian suatu performansi suatu RF Transceiver.
  • Pembuatan software untuk menghitung power budget (Link Budget) dan delay budget.
  • Pembuatan data software pemodelan sinyal (sinyal sintesis)
  • Pembuatan data base software blok-blok perangkat system komunikasi.

Sumber daya manusia dan kompetensinya:
   • Bambang Sumajudin        (Lab. Siskom)
      Simulasi dan Analisis MODEM,
      Desain dan Implementasi MODEM,
      Sinkronisasi dalam SISKOMDIG : Carrier Recovery, Simbol Timming Recovery ,
      Akuisisi ; Tracking Desain ; Implemnetasi ; Analisis dan Simulasi TDMA Tranceiver
      Simulasi dan Analisis Power Control ; Hand over pada SISKOM Sellular.

   •   Uke Kurniawan      (Lab. Siskom)
       Sistem Komunikasi Sellular
       LAN

   •   Budianto      (Lab. Elkom)
       Desain dan Implementasi perangkat RF pada Komunikasi,
       Desain dan Implementasi Amplifier

   •   Dharu Arseno (Lab. Siskom)
       Sistem Komunikasi Sellular
       Teknik Pengkodean ( Error control coding )

   •   Nachwan Mufti (Lab. GSM)
       Sistem Komunikasi Sellular
       Perencanaan Sistem Komunikasi Sellular

   •   Budi Prasetya (Lab. Elkom)
       Simulasi dan Analisis MODEM
       Desain dan Implementasi MODEM

___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              15
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________



   •   Ali Muayadi




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              16
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________


4.5 Laboratoria Jaringan & Multimedia
Laboratoria Jaringan & Multimedia terdiri dari Lab.:
   • Jaringan Akses
   • C & C / IARD
   • Switching
   • CATV

Sumber daya manusia dan kompetensinya :
   • ADH
      Traffic Engineering (Narrow & Broadband),
      Network Planning/Engineering,
      Telecommunication Network,
      ATM Switch/Network,
      Simulasi & Model,
      Wireless Network

   •   RND
       Digital Switch,
       Soft Switch
       ATM Switch/Network,
       Exchange Planning & Signalling,
       Telecommunication Network/ Network Enggineering,

   •   HFD
       Digital Switch,
       Soft Switch
       ATM Switch/Network,
       Traffic Engineering,
       Telecommunication Network/ Network Enggineering,
       Access Network


   •   LSL
       Digital Switch,
       Traffic Engineering,
       Telecommunication Network/ Network Enggineering,
       ATM Switch/Network,

   •   SNH
       Traffic (Fixed & Mobile),
       Telecommunication Network/ Network Enggineering,
       Digital Switch,
       GSM,
       CDMA

   •   IDW
___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              17
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

       Traffic Engineering,
       Digital Switch,
       Telecommunication Network/ Network Enggineering,
       Data Communication,
       Computer Network

   •   ASM
       Digital Switch,
       Soft Switch
       ATM Switch/Network,
       Traffic Engineering,
       Telecommunication Network/ Network Enggineering,
       Signalling,
       GSM,
       CDMA,
       NGN

   •   MKF
       Digital Switch,
       Access Network,
       Telecommunication Network,
       Traffic,
       Signalling

   •   RRM
       Data Communication,
       Data/Computer Network,
       IN,
       B-ISDN
       Computer Organization,
       Mikroprosesor

   •   AGP
       Access Network (Planning & Engineering),
       Telecommunication & Planning Network,
       Digital Switch

   •   GNA
       Information Technology : Data Communication, Computer Network & Engineering,
       Protocol Management, Operating System & Application Software, IP Network

   •   YUD
       Information Technology,
       Telecommunication Network

   •   NBG
       Computer Hardware,

___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              18
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

       Mikroposesor,
       Digital System,
       Information Technology

   •   JHR
       Computer Hardware,
       Mikroposesor,
       Digital System,
       Information Technology


Kompetensi pengembangan / penelitian secara umum:

       ACCESS NETWORK :

           •   JARLOKAT
               -   Nw Planning (demand, alokasi RK, param elektr : trans & sinyal)
               -   Teknologi xDSL (HDSL, ADSL, VDSL)

           •   JARLOKAF
               -   Nw Planning (kriteria pemak f.o, demand : POTS Æ ss, non POTS Æ
                   BW, penent topol : FTTH, FTTC, FTTZ, penent teknol : PON, DLC,
                   Ring)
               -   Kinerja jarlokaf.
               -   Jaringan camp (HFC) – apl. CATV (VoD)

           •   JARLOKAR (= WLL) :
               -   Nw Planning (demand, param trafik, transmisi & coverage area : omni,
                   sectoral)
               -   Performance & improvement


   SWITCHING:
           •   DIGITAL SWICTH / DIGITAL EXCHANGE
               -   Planning (demand Æ penent lokasi & kap, trafik per-plg Æ pemerat
                   beban per-SL stage, transm & traf RSU)
               -   Kinerja Sentral (SCR, ASR, GOS, Dial Tone Delay, angka gangg,
                   MTBF, MTTR, utilitas PR)
               -   Peranc SW (tool) pengolah data : alarm/ gangguan, billing, trafik dll.

___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              19
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

                -   Analisis Beban Prosesor
                -   Perencanaan Jaringan Telekomunikasi (Network/Traffic Engineering).
           •    SOFTSWITCH
                -   Karakteristik (kapabilitas/internetworking dg jar eksisting : Jartel, IPNet,
                    ATM, MobileNet/Selular)
                -   Studi pustaka, Studi kasus (PT.TELKOM)
           •    ATM SWITCH/NW



   NETWORK PLANNING / TRAFFIC ENGINEERING
       o   PSTN/ISDN
           •    Interfacing dg elemen baru/layanan baru (Fixed W’less/Flexi : SMSC, MSC,
                Fixed SMS), CTI;
           •    Perhit kapasitas trunk (traffic eng)
           •    Performance (availability, realibility, interoperability, quality)
       o   IN
           •    VAS : Credit Card Calling, Premium Call, Uni Call,
       o   SIGNALLING NW (SS7)
           •    Nw Planning/Performance (topologi : alokasi SSP/STP (routing plan Æ
                realibility, ch cap (avail & utility), ing, failure rate, exch d Base)
           •    Interoperability/interkoneksi : MAP, INAP, Sig GW
           •    Pengaruh beban : Fixed SMS, Fixed W’less
           •    Charging at the POI Æ SW eng & d Base mgmt
       o   TMN
           •    Fault Mgmt : Sw, Tra, CD
           •    Traffic Rec & Route Mgmt
           •    Protocol/SW engineering :



   DATA NETWORK :
       o   Network Planning/performance
           •    Physical/logical topology (LAN/MAN/WAN/VPNÆ VPN), addressing
           •    Med : coax, UTP, f.o

___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              20
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

               •    Access : Eth, FDDI, FR
               •    BW demand
               •    Pemil prot BW mgmt
        o      SOFTWARE ENGINEERING



HOT TOPIC :
   ƒ    VoIP
   ƒ    FIXED SMS
        o      SMSC (buffer, server capacity)
        o      Trunk cap
        o      Sig & data capacity
        o      Sig – prot interoperability (mapping)
   ƒ    FIXED WIRELESS NETWORK :
        o      JAR TELKOMFlexi (Planning/performance)
               •    Traffic demand (voice/non voice : SMS,MMS,WEB serv) : fixed/mobile?),
                    mapping kanal CDMA, param transm (PLB, coverage area), GIS appl.
               •    Elemen SMSC (teori antrian)
               •    Interworking dg exist nw (PSTN, PLMN, IN, PDN)
   ƒ    NGN
               •    Planning/step of planning (nw, protocol/signalling, charging)
               •    Elemen SMSC (teori antrian)
   ƒ    CTI


Profile Laboratorium :
LABORATORIUM. JARINGAN AKSES
    •       Lingkup Kapabilitas & Pengembangan :
             ♦      Jarlokat (STT, KRONE) : GIS
             ♦      VoIP : Map Info
             ♦      NW Simulator : ArcView
             ♦      ANS Diamux : GPS, CTI
    •       Fasilitas/Infrastruktur :

___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              21
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

           Divisi CableNet
            




                Prototipe Jaringan Lokal Akses Tembaga (Jarlokat) Krone
            




                Prototipe Jaringan Lokal Akses Radio (Jarlokar) Tadiran
            




                Prototipe LAN Cabling
            




                Jaringan Lokal Akses Tembaga STT Telkom
            




                Alat ukur (Insertion Tools, Test Phone, Cable Tracing System CTS 110&220,
                 Bicotest, Multimeter, Megger Insulation Tester, Earth Resistance Tester, dB
                 Meter)


           Divisi AccessNet
            




               ANS DIAMUX-500 Ericsson
            




               PABX MD-110 Siemens
            




               Router Cisco-1700
            




               WLL Tadiran
            




               Modem HDSL
            




               Telepon Analog, digital & Fax

           Divisi Internetworking & Interoperability
            




               Dialogic Card DM3/IPLINK
            




               PC Server
            




               Router Cisco-1700
            




               Crimping tool
            




               Hub 3com Dual Speed 8
            




               Hub 3com Dual Speed 12
            




               Web Cam Logitech
            




               Protocol Analyzer HP
            




               Modem 56kbps V.90

           Divisi GIS & GPS
            




               GPS Engine U2 fortuna
            




               GPS Map Garmin-210
            




               Digitizer AC32 Altek
            




               Perangkat Tracking



LABORATORIUM. C & C / IARD
   a. Penelitian Pengembangan :
       -       Penelitian mengenai IPv6
               Riset ini dimulai kurang lebih sejak tahun 2000. Riset ini mencakup berbagai hal
               yang dibutuhkan untuk melakukan proses translasi dari IPv4 ke IPv6.
       -       Penelitian Linux


___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              22
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

           Penelitian ini dibagi menjadi 3 bagian yakni Linux system administrator, Linux
           system networking, Linux security. Selain itu juga dilakukan penelitian mengenai
           SOHO pada linux.
       -   Pembuatan portal pinguin.
           Portal ini telah berhasil dilaunching dengan alamat pinguin.stttelkom.ac.id. Portal
           ini terus dikembangkan dan diupgrade baik dari kemasan maupun sistemnya.
           Portal ini dibangun dengan platform linux.
       -   Penelitian mengenai IP security pada jaringan lokal Windows 2000
       -   Penelitian mengenai Cisco Router
       -   Penelitian mengenai Manajemen jaringan
           Penelitian ini akan mencakup mengenai pengimplementasi manajemen jaringan
           dengan beberapa metode.
       -   Penelitian mengenai Wireless LAN


       Penelitian Tugas Akhir :
       Sebagian penelitian yang sedang dan telah dikembangkan :
       -   DSTM (Dual Stack Transition Mechanism)
       -   IP Diff service
       -   RSVP
       -   MPLS (Multi Protocol Labeling Switch)
       -   Queuing metode CBQ
       -   RTP dan RTCP
       -   Mobility IP
       -   IP Multicast
       -   Network Security


   b. Pelatihan
       Beberapa pelatihan yang akan segera dilaksanakan oleh C& C :
       -   Pelatihan Linux system administrator
       -   Pelatihan LAN Internetworking
       -   Pelatihan Linux system networking
       -   Pelatihan CCNA certificate preparation

___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              23
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

        -   Pelatihan Linux security
        -   Pelatihan Implementing windows 2000 server




LABORATORIUM SWITCHING
a) Peralatan :
Sentral STDIK :
Menunjang Praktikum:
-      Pengenalan Sentral dan Jarlokat
-      Operasi Basis Data Pelanggan
-      Layanan Dasar dan Tambahan Sentral
-      Sistem Pentarifan Telepon
-      Sistem Administrasi tes
-      Pengukuran Saluran Telepon
-      PBX/PABX

Dialogic Card D41JCT-LS
Menunjang Riset:
-      Voice Mail
-      Call Center
-      Telemarketing
-      Interactive Voice Response
-      Audiotex
-      Operator Service
-      Auto Dialers
-      Unified Messaging


b) Penelitian :
    -   Optimalisasi Coin Box
    -   Manajemen Sentral Via Web
    -   Optimalisasi Mesin Penghitung Pulsa
    -   Mengungkap source code APS Software
    -   Mengungkap Cara penggunaan Trunk Sentral STDI


Hasil Penelitian :
- Perancangan & Realisasi Sistem Voice mail berbasis PC
- Analisa jenis kerusakan modul SLMACOS

___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              24
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

- Perancangan jar.mata jala untuk komunikasi data paket
- Perencanaan Perluasan jar.telekomunikasi untuk daerah Teluk Betung di Bdr.Lampung
- Rancang Bangun Scrambler dan Descrambler berbasis uP i8088
- Rekonfigurasi Network Multi Exchange Area Jakarta
- Perancangan Filter Digital Respon Impuls Tak Terbatas dgn Prosesor TMS320C25
- Perancangan dan Realisasi Alat Penghitung Pulsa Wartel Menggunakan Kalkulator
- Perancangan dan Realisasi Alat penghitung Pulsa Telepon berbasis PC
- Perancangan dan Implementasi antarmuka saluran telepon pada smart Building berbasis
FPGA


c) Pelatihan :
   -   DX Training
   -   Dial-up & LAN Interconnection


LABORATORIUM CATV
Topologi Jaringan CATV di STTTelkom


                                          Headend Analog




                                                                  UHF 2       VH
                                                                               F

                                              UHF 1



       Antenna Parabola
                          Receiver 4

                          Receiver 3
                                                                      Avant
                          Receiver 2

                          Receiver 1




                                                                                   Jaringan Koaksial

                                                           TV 1




CATV SYSTEM :
‰ SIARAN YANG BISA DIDISTRIBUSIKAN ADALAH
___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              25
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

    9 TV LOKAL DAN 4 SIARAN TV LUAR
‰ MEDIA TRANSMISI YANG DIGUNAKAN ADALAH KABEL KOAXIAL
    RG-11(BACKBONE) DAN RG-6 (PELANGGAN)

JARINGAN TERDISTRIBUSI KE :
  -  GSG BAG. DEPAN, BARAT, dan TIMUR
     -    ASTRI
     -    KOPMA
     -    ASTRA
     -    GED. B
     -    GED. E

PENELITIAN :
‰ PERENCANAAN JARINGAN COAX CATV UNTUK THREE BUNDLE SERVICES
   DI KAMPUS STT TELKOM
‰ PERANCANGAN DAN REALISASI CATV AMPLIFIER
‰ PERANCANGAN JARINGAN KOAXIAL UNTUK MENDUKUNG LAYAAN TV
   KABEL DAN AKSES INTERNET (FAST INTERNET) PADA NODE OPTIK DI
   WILAYAH GEJAYAN-YOGYAKARTA
‰ ANALISA DAN SIMULASI DISCRETE WAVELET MULTI TONE PADA
   JARINGAN HFC



PROGRAMS OF CAMPUS TV .
†        DISTANCE LEARNING
       - SEMINAR TA/PA
       - TUTORIAL
†        NEWS
       - IT TECHNOLOGY
       - TRAINING
       - SCHOLARSHIP
       - JOB VACANCY
†        ENTERTAIMENT
       - FILM
       - MUSIC
†        PENGEMB : VoD




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                               1
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________


                                       BAB V

                    PERATURAN TUGAS AKHIR
                             DI
                   JURUSAN TEKNIK ELEKTRO




5.1 Cuplikan Aturan Tugas Akhir
Bagian berikut merupakan cuplikan peraturan : ATURAN TUGAS AKHIR No. STT-
046/PD02.14/20/BP – AKA/2001, Tanggal 27 April 2001.




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                               2
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                               3
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                               4
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                               5
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                               6
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________



Cuplikan dari “ Panduan Akademik STT-TELKOM Tahun Akademik 2003/ 2004”



TUGAS AKHIR (TA)

Syarat-syarat TA :
Adalah mahasiswa yang terdaftar secara syah, telah lulus Tahap Sarjana Muda atau telah
lulus minimum 120 SKS dengan IPK ≥ 2,00 serta telah mengisi mata kuliah Tugas Akhir (TA)
pada Kartu Studi Mahasiswa (KSM) semester berjalan.

Pembimbing Tugas Akhir :
   • Memiliki ijasah Sarjana bidang yang berkaitan.
   • Memiliki pengalaman kerja selama minimum lima tahun dalam bidang keahliannya.
   • Bila yang bersangkutan bukan dosen tetap STTTelkom, maka sebaiknya diadakan
      pembimbing pendamping yang berasal dari STTTelkom.

Pemilihan dan Penetapan Judul Tugas Akhir :
   • Judul TA dapat berasal dari mahasiswa maupun dari calon pembimbing TA.
   • Usulan TA perlu dibahas di kelompok-kelompok kecil bidang keahlian yang relevan
       yang ada di Jurusan.
   • Setelah usulan TA disepakati antara calon pembimbing dengan mahasiswa, hal itu
       dikukuhkan dengan Surat Ketetapan yang diterbitkan oleh Ketua Jurusan dengan
       mencantumkan tanggal saat dimulainya TA dilaksanakan.
   • Bersamaan dengan diterbitkannya ketetapan tentang pelaksanaan TA, mahasiswa
       juga menerima Kartu Konsultasi TA.

Materi Tugas Akhir :
   • Tugas akhir adalah kegiatan/ upaya untuk menampilkan kemampuan yang dimiliki
       seorang mahasiswa dalam menyelesaikan suatu masalah dalam bidang keahliannya,
       yang diwujudkan dalam bentuk karya ilmiah.
   • Hasil penyelesaian suatu masalah adalah jawaban atau usulan untuk mengatasi
       masalah tersebut yang dapat berupa uraian sistematis tentang tatacara yang akan
       diterapkan, model matematik atupun fisik yang dibahas/ digunakan, atau dapat juga
       berupa kombinasi-kombinasinya.


Pelaksanaan Tugas Akhir :
   • Pada awal pelaksanaan mahasiswa beserta Pembimbing menetapkan Rencana Kerja
       Pelaksanaan TA, dimana tercantum antara lain butir-butir yang akan dilaksanakan
       serta alokasi waktunya.
   • Total waktu yang dialokasikan untuk pelaksanaan TA minimum adalah 4 bulan dan
       maksimum adalah 12 bulan.
   • Secara berkala diadakan pertemuan-pertemuan konsultasi antara mahasiswa dengan
       Pembimbing (baik Pembimbing Utama maupun Pembimbing Pendamping). Setiap


___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                               7
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

       kali dilakukan acara konsultasi, Pembimbing membubuhkan catatan singkat kegiatan
       dan paraf pada Buku Catatan Pelaksanaan Tugas Akhir.
   •   Jumlah minimal konsultasi adalah 8 kali.
   •   Tugas Akhir yang telah selesai dilaksanakan ditandai dengan dikembalikannya Buku
       Catatan Pelaksanaan Tugas Akhir kepada Ketua/Sekretaris Jurusan dengan mengisi
       lembar khusus yang telah disediakan guna maksud tersebut.


Seminar Tugas Akhir :
Seminar Tugas Akhir akan dilaksanakan di kemudian hari bila keadaan telah memungkinkan
   • Hasil akhir / sementara suatu TA harus diseminarkan secara terbuka.
   • Seminar ini dihadiri oleh Pembimbing Utama/ Pendamping TA, para mahasiswa yang
      sedang mengerjakan TA, maupun para mahasiswa lainnya.
   • Hasil seminar turut menentukan nilai pelaksanaan TA, Penilaian hasil seminar
      diberikan oleh Pembimbing serta Koordinator Seminar Tugas Akhir.
   • Hasil suatu seminar TA dicantumkan dalam suatu Formulir Berita Acara Seminar.


Sidang Tugas Akhir (STA):

   • Sidang TA dapat dilaksanakan setelah Pembimbing TA menyatakan TA yang
     bersangkutan selesai;
   • Atas dasar laporan teresebut Ketua Jurusan menyusun Panitia siding TA yang terdiri
     dari :
     * Seorang Ketua
     * Seorang Sekretaris, dan
     * Seorang Anggota
       Kombinasi keanggotaan Tim penguji harus mencakup bidang keahlian masalah
              yang diuji, serta bidang-bidang keahlian lain yang ada di suatu Jurusan;
                      Susunan keanggotaan Panitia Sidang diusulkan oleh Koordinator TA.
   • Total waktu suatu Sidang TA maksimum 90 menit
   • Hasil suatu Sidang TA dicantumkan dalam suatu Formulir Berita Acara Sidang TA.
     Hasil tersebut dinyatakan dengan : Lulus, Lulus Bersyarat, atau Tidak Lulus.

Penilaian Tugas Akhir:
   • Komponen-komponen penilaian terhadap suatu TA adalah nilai Pembimbing dan nilai
       Penguji TA.
   • Rangkuman komponen-komponen penilaian tersebut kemudian dinyatakan dengan
       huruf A, B, C, D atau E.



5.2 Beberapa Form



___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                               8
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                               9
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              10
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              11
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              12
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              13
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              14
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              15
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              16
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

FORM UNTUK PRESENTASI PROPOSAL TA




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              17
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              18
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              19
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                               1
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________


                                       BAB VI

                        PENULISAN PROPOSAL
                               DAN
                       LAPORAN TUGAS AKHIR




6.1 Format Proposal Tugas Akhir
Proposal Tugas Akhir yang juga merupakan proposal penelitian bertujuan :
   • Sebagai pedoman dalam pelaksanaan penelitian /Tugas Akhir
   • Untuk menerangkan atau menjelaskan apa yang akan dipergunakan dan diperlukan
       dalam melaksanakan penelitian atau Tugas Akhir kepada pihak yang akan
       memberikan bantuan dana.


Proposal ditulis dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Proposal Tugas Akhir berisi :

Judul
Judul yang baik harus dapat mengungkapkan masalah serta obyek yang akan diteliti. Judul
sebaiknya tidak terlalu panjang, lebih kurang delapan sampai sepuluh suku kata.

Abstrak
Merupakan rangkuman isi tulisan proposal dalam format yang singkat. Maksimum panjang
abstrak adalah satu halaman.

BAB I Latar Belakang Masalah
Bagian ini menerangkan sebab mengapa dipilih suatu masalah. Disamping itu dapat pula
diutarakan beberapa hal yang sudah diketahui tentang permasalahan yang akan diteliti
berdasarkan tinjauan pustaka.

BAB II Permasalahan
2.1 Batasan Masalah
Bagian ini berisi pembatasan – pembatasan masalah yang diterapkan dalam penelitian lebih
lanjut untuk menjawab rumusan masalah yang telah diuraikan sebelumnya.
Isi batasan masalah misalkan mencakup:


___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                               2
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

   •   spesifikasi teknik peralatan yang akan dirancang juga berisi batasan-batasan
       lingkungan sistem peralatan yang dirancang.
   •   batasan-batasan dalam membuat model dan simulasi dari sistem yang akan diteliti
       lebih lanjut.

2.2 Rumusan Masalah
Bagian ini memformulasikan secara ringkas, jelas dan tajam tentang permasalahan utama
yang akan diteliti lebih lanjut yang ada di latar belakang masalah dan batasan masalah.
Formulasi rumusan masalah biasanya diungkapkan dalam kalimat-kalimat berbentuk
pertanyaaan.


BAB III Landasan Teori atau Tinjauan Pustaka
Dalam bagian ini diajukan teori-teori yang mendasari permasalahan baik yang sudah maupun
yang masih kontemporer. Selain teori dapat pula digunakan hasil-hasil penelitian terdahulu
yang sejenis atau yang terkait dengan permasalahan penelitian yang akan dilakukan.


BAB IV Hipotesis
Bagian ini merupakan optional apabila diperlukan, khususnya untuk tugas akhir yang bersifat
analisis. Hipotesis memuat gambaran awal kesimpulan-kesimpulan yang memerlukan
pembuktian lebih lanjut.


BAB V Tujuan dan Kegunaan
5.1 Tujuan
Berisi uraian beberapa pernyataan yang ingin diketahui atau ditetapkan. Dalam membuat
tujuan selalu harus diingat permasalahannya.

5.2 Kegunaan
Berisi uraian jelas dan tegas kegunaan dari hasil penelitian yang akan dilakukan. Misalnya
kegunaan bagi institusi, diri pribadi peneliti dan bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan
teknologi.



BAB VI Metode Penelitian
Bagian ini berisi antara lain (masing-masing sub-bagian bisa diuraikan dalam sub-bab
tersendiri):
    • bentuk penelitian,
    • teknik pengumpulan data,
    • tahap-tahapan dalam perancangan alat, tahapan perancangan pembuatan model dan
       simulasi,
    • teknik analisis,
    • rumus atau alat ukur yang akan digunakan,
    • sistematika penulisan laporan Tugas Akhir.


___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                               3
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________



BAB VII Daftar Pustaka
Bagian ini berisi semua sumber bacaan atau kepustakaan yang langsung berkaitan dengan
penelitian, dapat berupa buku-buku teks, jurnal ilmiah, laporan hasil penelitian, laporan Tugas
Akhir sebelumnya yang terkait.


BAB VIII Jadwal Waktu
Mencakup:
   • waktu persiapan penelitian/Tugas Akhir termasuk persiapan administrasi,
   • waktu studi pustaka,
   • waktu pengumpulan data,
   • waktu perancangan sistem,
   • waktu percobaan,
   • waktu analisis dan penyimpulan,
   • waktu pelaporan sementara,
   • waktu penyajian dengan pembimbing,
   • waktu pembuatan laporan akhir,
   • waktu persiapan sidang Tugas Akhir.
Jadwal waktu sebaiknya ditulis dalam bentuk barchart.


BAB IX Anggaran
Bagian ini merupakan optional dan wajib ada bila tugas akhir dibiayai oleh institusi dan pihak
tertentu. Bab Anggaran berisi perkiraan anggaran atau biaya yang dibutuhkan untuk
menyelesaikan Tugas Akhir. Komponen anggaran bisa berupa komponen habis pakai (seperti
kertas, tinta printer) dan komponen tidak habis pakai ( seperti biaya sewa komputer).




6.2 Format Laporan Akhir Tugas Akhir
Laporan ditulis dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Laporan Tugas Akhir berisi:


I. BAGIAN AWAL
Bagian awal mencakup:
      1. Halaman Judul
      2. Halaman Setelah Judul
      3. Halaman Persetujuan Pembimbing
      4. Halaman Motto (kalau ada)
      5. Kata Pengantar
      6. Abstrak dalam Bahasa Indonesia
      7. Abstrak dalam Bahasa Inggris

___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                               4
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

       8. Daftar Isi
       9. Daftar Tabel (kalau ada)
       10. Daftar Bagan (kalau ada)
       11. Daftar Gambar (kalau ada)


II. BAGIAN UTAMA
Mencakup:
      1. Bab I : Pendahuluan
      2. Bab II : Landasan Teori dan Tinjauan Pustaka
      3. Bab III: Tinjauan Umum Obyek Penelitian
      4. Bab IV : Metode Penelitian (termasuk didalamnya seperti: perancangan sistem,
         teknik pengukuran atau pengujian sistem)
      5. Bab V : Analisa dan Interpretasi (hasil pengujian/pengukuran)
      6. Bab VI : Kesimpulan dan Saran

III. BAGIAN AKHIR
Mencakup:
       1. Daftar Pustaka
       2. Lampiran-Lampiran




Contoh Format Laporan Lainnya




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                               5
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                               6
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                               7
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________


6.3 Teknik Penulisan
6.3.1 Bahasa dan Tanda Baca
Menggunakan bahasa Indonesia yang baku, jelas, tepat, formal, lugas, baik dalam struktur
kalimat, istilah, ejaan, maupun tata bahasa.

Kelugasan dan keformalan gaya bahasa diwujudkan dengan menggun akan kalimat pasif,
kata-kata yang tidak emotif dan tidak berbunga-bunga. Dihindari penggunaan kata-kata
seperti saya dan kami. Jika terpaksa, istilah yang dipakai adalah penulis atau peneliti. Namun
istilah tersebut sebaiknya digunakan sesedikit mungkin.

Istilah-istilah keilmuan sedapat mungkin menggunakan bahasa Indonesia apabila telah
tersedia. Bila istilah tersebut belum popular, dapat diberikan istilah asingnya pada saat
pertama kali istilat tersebut disebutkan.

Penulisan tanda baca, kata dan huruf mengikuti Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia
yang Disempurnakan, Pedoman Pembentukan Istilah, dan Kamus (Keputusan mendikbud,
Nomor 0543a/U/487, tanggal 9 September 1987).

Berikut ini beberapa kaidah yang perlu diperhatikan.

   •    Titik (.), koma (,), titik dua (:), tanda seru (!), tanda tanya (?), dan tanda persen (%)
        diketik rapat dengan huruf yang mendahuluinya.
        Contoh:

         Tidak Baku                                           Baku
       -----------------------------------------------------------------------
         Sampel dipilih secara acak .                      Sampel dipilih secara acak.
         …sebagai berikut :                                …sebagai berikut:

   •    Tanda petik (“…”) dan tanda kurung () diketik rapat dengan huruf dari kata atau frasa
        yang diapit.
        Contoh:

        Tidak Baku                                           Baku
    -------------------------------------------------------------------------
        Kelima kelompok “ sepadan “.                     Kelima kelompok “sepadan”.


   •    Tanda hubung (-), tanda pisah (--), dan garis miring (/) diketik rapat dengan huruf
        yang mendahuluinya dan mengikutinya.
        Contoh:

       Tidak Baku                                            Baku
   --------------------------------------------------------------------------
       Tidak berbelit – belit.                               Tidak berbelit-belit.
       Dia tidak / belum mengaku.                            Dia tidak/belum mengaku.

___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                               8
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________



   •   Tanda sama dengan (=), lebih besar (>), lebih kecil (<), tambah (+), kurang (-), kali
       (x), dan bagi (:) diketik dengan spasi satu ketukan sebelum dansesudahnya.
       Contoh:

          Tidak Baku                                         Baku
       --------------------------------------------------------------------------
        p=0,05                                               p = 0,05
        a:b=d                                                a:b=d

   •   Tetapi tanda (:) yang dipakai untuk memisahkan tahun penerbitan dengan nomor
       halaman rujukan diketik rapat dengan angka yang mendahului dan mengikutinya.
       Contoh:

          Tidak Baku                                         Baku
       --------------------------------------------------------------------------
        Sadtono (1980 : 10) menyatakan                       Sadtono (1980:10) menyatakan


   •   Pemenggalan kata pada akhir baris (-) disesuaikan dengan suku katanya.
       Contoh:

         Tidak Baku                                         Baku
       --------------------------------------------------------------------------
       Tidak dilakukan dengan me-                           Tidak dilakukan dengan mem-
       mbabi buta.                                          Babi buta.




6.3.2 Penggunaan Kertas, pengetikan dan Penomoran
Kertas yang digunakan untuk pengetikkan adalah kertas HVS putih ukuran kuarto/letter/A-4
dengan berat 70 – 80 mg. Untuk kulit luar digunakan kertas tebal dengan warna tertentu dan
kulit dalam dengan kertas HVS kuarto atau A-4 warna putih.

Margin pengetikkan (pinggir kertas yang kosong), biasanya sebagai berikut:
* Margin kiri       : 4 cm
* Margin atas       : 4 cm
* Margin kanan      : 3 cm
* Margin bawah      : 3 cm

Margin kanan harus lurus dengan tetap memperhatikan pemenggalan kata pada ujung baris
sesuai dengan kaidah penyukukataan.

Pengetikkan dilakukan dengan jarak 2 spasi di antara baris satu dengan baris berikutnya
dalam teks. Jarak antara judul bab dengan uraian adalah 3.5 spasi. Sedangkan judul anak bab
dan baris pertama teks adalah 2.5 spasi. Jarak teks terakhir ke baris pertama teks dari catatan
pustaka adalah tiga spasi.
___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                               9
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________



Kutipan langsung yang kurang dari empat baris dimasukkan ke dalam teks dengan jarak sama
dengan teks yaitu 2 spasi, sedangkan apabila terdiri dari 4 barios atau lebih, diketik terpisah
dari teks dengan jarak satu spasi dan menjorok masuk 5 ketukkan dari margin kiri teks.

Setiap baris pertama teks pada paragraph baru diketik mulai dari ketukan ke tujuh dari margin
kiri.

Penomoran Halaman:
   • Untuk bagian awal seperti halaman judul, kata pengantar, daftar isi dan sebagainya,
     nomor halaman menggunakan angka romawi kecil (i, ii, iii, iv,… ) dan ditempatkan di
     tengah halaman bagian bawah.
   • Untuk bagian isi (BAB I, BAB II, … dan seterusnya), nomor halaman menggunakan
     angka arab (1, 2, 3, 4,… dan seterusnya).
   • Contoh pemberian nomor bab dan bagiannya :




   BAB I

   PENDAHULUAN


   1.1  Latar Belakang Masalah
   1.2  Masalah
      1.2.1 Identifikasi Masalah
      1.2.2 Batasan Masalah
      1.2.3 Rumusan Masalah
   1.3 Tujuan dan Kegunaan Penelitian
      1.3.1 Tujuan penelitian
      1.3.2 Kegunaan Penelitian
   1.4 Sistematika Skripsi




   •     Contoh lain pemberian nomor bab dan bagiannya :




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              10
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




6.3.3 Tertib Penulisan

Halaman Kulit atau Halaman Judul
Isi halaman kulit luar adalah sebagai berikut:
    • Judul Tugas Akhir, ditulis dengan huruf kapital
    • Kalimat : “ Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat menyelesaikan program studi
        strata satu (S1)
    • Nama penulis dan nomor induk mahasiswanya.
    • Nama fakultas atau jurusan dan universitas
    • Tempat Universitas dan tahun penulisan



Kutipan
Mengutip tulisan dari pengarang lain dalam penulisan skripsi atau Tugas Akhir dapat
dibenarkan. Kutipan dapat dibedakan atas dua macam, yaitu :
    • Kutipan langsung : kutipan yang dilakukan persis seperti aslinya.
    • Kutipan tak langsung: kutipan yang tidak persis sama seperti materi aslinya. Kutipan
       ini, merupakan pokok-pokok pikiran atau ringkasan kesimpulan menurut jalan
       pikiran pengutip sendiri.

Teks kutipan yang panjangnya kurang dari 4 baris, dimasukkan ke dalam teks dan ketik
sebagai teks biasa, berspasi dua dan ditulis di antara dua tanda kutip (“ … … ” ).
Contoh :
___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              11
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________



Dalam mengklasifikasikan metode penelitian, para ahli masih berbeda pendapat, “di sini
metode penelitian dikategorikan dalam lima macam: histories, deskriptif, korelasional, dan
kuasi eksperimental” (Rakhmat, 1999:21)

Teks kutipan yang lebih atau sama dengan empat baris, ditulis terpisah dari teks, tanpa tanda
kutipan dan berspasi satu dengan mengosongkan empat ketukan dari margin kiri.
Contoh :
Suyanto (1998:202) menarik kesimpulan antara lain sebagai berikut :
       Alih latihan memungkinkan mahasiswa memanfaatkan apa yang didapatkan dalam
       PBM untuk memecahkan persoalan riel dalam kehidupan. Kemampuan transfer telah
       dimiliki oleh mahasiswa jika mahasiswa itu mampu menerapkan pengetahuan,
       ketrampilan, informasi, dan sebagainya sebagai hasil belajar pada latar yang berbeda
       (kelas, laboratorium, simulasi, dan sejenisnya) ke latar yang riel, yaitu kehidupan
       nyata dalam masyarakat. Jika kemampuan ini dapat dibekalkan kepada mahasiswa,
       mereka akan memiliki wawasan pencipta kerja setelah lulus dari perguruan tinggi.


Kalau dalam kutipan perlu dihilangkan beberapa kalimat, maka bagian itu diberi titik tiga,
yang masing-masing berjarak dua ketukan.
Contoh :

“ … system bermedia sering disebut stimulus centered, mengikuti model komunikasi linier.
Stimulus … melalui media biasanya berupa stimulus audio, visual, dan atau tactile (bersifat
sentuhan), dan menggantikan obyek yang sebenarnya atau … ” (Jalaluddin Rakhmat,
1999:113)

Jika dalam kutipan yang panjang kurang dari empat baris terdapat tanda kutip (dua koma),
maka tanda kutip harus diubah menjadi tanda kutip satu koma.
Contoh:

“ Dalam observasi, peneliti tetap merupakan ‘penyunting’ berbagai peristiwa” . (Jalaluddin
Rakmat, 1999:85).


Penulisan Sumber Kutipan

Cara Turabian

Semua sumber kutipan yang baru muncul pertama kali ditulis secara lengkap nama
pengarang, judul buku, data penerbit: kota, nama penerbit dan tahun penerbitan, dan nomor
halaman, sedang untuk pemunculan berikutnya digunakan singkatan ibid., op cit., dan loc sit.

Pangkat gelar dari pengarang tidak perlu dicantumkan. Kalau pengarang memakai nama
samaran, diantara tanda kurung besar dicantumkan nama sebenarnya.
Contoh:
___________

___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              12
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

       1)
          Jalaluddin Rakhmat, Metode Penelitian Komunikasi, PT. Remaja Rosda Karya,
Bandung, 1999, hal. 135.
       2)
          Jalaluddin [Haji Abdul Malik Karim Amrullah], Sejarah Umat Islam, Penerbit
Islamiyah, Medan, 1950, hal.50.

Jika pengarang buku dua atau tiga orang, nama pengarang dicantumkan semuanya. Lebih dari
tiga orang pengarang, dicantumkan nama pengarang pertama dan dibelakangnya ditulis et al.
Contoh :
       3)
         Masri Singarimbun dan Sofian Effendi, Metode Penelitian Survei, Edisi Revisi,
LP3ES, Jakarta, 1995, hal.18.
      4)
         Florence B. Stratemeyer, (et.al.), Developing a Curiculum for Modern Living,
Bureau Of Publications Teachers College Columbia University, New York, 1957, hal. 15-37.


Untuk kumpulan karangan, maka yang dicantumkan nama editornya saja (ed).
Contoh:
       5)
         Donald P. Cottrell (ed), Teacher Education for a Free People, The Association of
Colleges for Teacher Education, New York, 1956, hal 33.


Tidak ada pengarang tertentu, sebagai penggantinya disebutkan penerbitnya.
Contoh :
       6)
          Balai Kursus Tertulis Pendidikan Guru,Large Scale Teacher Training, Nix and
Company, Bandung, 1953, hal. 17.


Buku yang diterjemahkan, yang dicantumkan tetap nama pengarang aslinya. Nama
penerjemah dicantumkan dalam tanda kurung di belakang nama buku.
Contoh :
       7)
          Philip Kotler, Manajemen Pemasaran: Analisis, Perencanaan, Implementasi dan
Pengendalian (Terjemahan oleh Ancella Anitawati H., SE. MBA), Buku I, Salemba Empat,
Jakarta, 1995, hal. 15.


Cara APA (American Psychological Association)

Cara ini tidak menggunakan catatan kaki, tetapi setiap referensi ditunjukkan oleh nama
penulis disertai tahun penerbitannya dan atau ditambah nomor halamannya.

Jika kutipan merupakan kutipan langsung (bersumber langsung dari pengarang), ditulis
dengan menyebut nama belakang/keluarga pengarang, tahun penerbitan dan halaman
sumbernya.
Contoh:
       Menurut Kerlinger (1973:h.9), teori adalah himpunan konstruk (konsep), definisi, dan
       proposi yang mengemukakan pandangan sistematis tentang gejala dengan

___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              13
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

       menjabarkan relasi di antara variabel, untuk menjelaskan dan meramalkan gejala
       tersebut.

Jika kutipan bukan merupakan kutipan langsung,
Contoh :
Menurut Isaac dan Michael (1972) dalam Rakhmat (1999:h.22), metode historis bertujuan
untuk mengkonstruksi masa lalu secara sistematis dan obyektif dengan mengumpulkan,
menilai, memverifikasi dan mensitesiskan bukti untuk menetapkan fakta dan mencapai
kesimpulan yang dapat dipertahankan.

Semua sumber kutipan langsung dituliskan dalam Daftar Pustaka.


Tabel dan Gambar

Tabel diberi nomor urut dan judul serta sumber (untuk data sekunder). Penomoran tabel
dilakukan dengan angka arab dengan urutan sampai akhir bab, contoh Tabel 1.1, Tabel 1.2,
dan seterusnya.

Yang termasuk gambar adalah grafik, diagram, skema, sketsa dan bentuk lainnya selain tabel.
Pola penomoran gambar sama seperti tabel. Contoh : Gambar 2.1, Gambar 2.2.

Daftar Kepustakaan

Daftar kepustakaan adalah suatu daftar yang rinci dan sistematis dari semua sumber yang
telah dikutip dalam penulisan skripsi atau tugas akhir.

Tata cara penyusunan daftar kepustakaan :
    • Yang dicantumkan adalah semua kutipan yang berasal dari artikel majalah atau jurnal
        dan buku. Sumber-sumber lain seperti koran atau catatan kuliah cukup ditulis sebagai
        catatan kaki.
    • Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. Selain kedua
        bahasa itu harus diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.
    • Nama pengarang dicantumkan dengan nama unit terakhir diikuti oleh inisial unit-unit
        nama sebelumnya, kecuali nama Cina atau Korea.
       Contoh :

                  Nama                             Ditulis
         --------------------------------------------------------
                Suryadi                            Suryadi
                Anshar Akil                        Akil, A.
                Ali Hasan Umar                     Umar, A.H.
                Kwik Kian Gie                      Kwik, K.G.
                Kim Jong II                        Kim, J.I.

   •   Pengarang lebih dari satu orang ditulis sebagai berikut:


___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              14
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

                  Nama                                                       Ditulis
        -------------------------------------------------------------------------------------------
       * Kevin J. Clancy and Robert Shulman                          * Clancy, K.J and R. Shulman
       * David B. Montgomery, Alfin J. Silk                          * Montgomery, D.B., A.J. Silk,
         and C.E Zaragova                                              and C.E. Zaragova


   •   Pengarang yang lebih dari tiga ditulis penulis pertamanya dan diikuti dengan et al.
       Contoh:
             Burke, R.R. et al.

   •   Semua sumber kutipan disusun menurut abjad nama-nama pengarang atau lembaga
       jika tidak ada nama pengarang dan tidak diberi nomor urut.



6.3.4 Kesalahan Yang Sering Terjadi Pada Penulisan Tugas Akhir

Kesalahan – kesalahan yang sering terjadi antara lain :

   •   salah mengerti pembaca tulisannnya
       Laporan Tugas Akhir ditujukan kepada orang yang mengerti teknis, sehingga isi dari
       laporan biasanya lebih teknis. Selain itu juga harus dapat dijelaskan sesuatu yang sulit
       dengan cara yang sederhana tanpa menghina intelektual pembaca sehingga tulisan
       mudah dipahami.

   •   salah dalam menyusun struktur atau format laporan atau buku tugas akhir;
       Antara lain porsi bagian teori pendukung yang sangat dominan, sebaiknya pembaca
       diarahkan untuk membaca referensi saja.

   •   salah dalam cara mengutip pendapat orang lain sehingga berkesan menjiplak
       (plagiat);

   •   salah dalam menuliskan bagian Kesimpulan;
       Seringkali mahasiswa menuliskan kesimpulan yang sebetulnya bukan merupakan hasil
       penelitian atau apa yang telah dikerjakannya. Atau dengan kata lain kesimpulan
       tersebut tidak diuji sebelumnya. Kemudian seringkali kesimpulan yang ditulis
       sebetulnya merupakan common sense atau pengetahuan yang sudah diketahui secara
       umum atau pengetahuan yang diambil dari bagian teori.

   •   penggunaan bahasa Indonesia yang belum baik dan benar;

   •   tata cara penulisan Daftar Pustaka yang kurang tepat;

   •   tidak konsisten dalam format penulisan;



___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              15
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

Kemudian mahasiswa seringkali tidak mau melaporkan kegagalan atau kesalahan yang telah
dilakukannya. Padahal kegagalan tersebut perlu dicatat sehingga tidak dilakukan oleh orang
lain. Kegagalan bukanlah merupakan sebuah aib!




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                               1
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________


                                       BAB VII

           MEMPRESENTASIKAN KARYA ILMIAH


Bagian ini diambil dari tulisan Budi Rahardjo ( Referensi ke 3)


7.1 Hal-hal yang Perlu Diperhatikan




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                               2
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

7.2 Mempersiapkan Presentasi




7.2.1 Mengetahui Target Pendengar




7.2.2 Persiapan Teknis




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                               3
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




7.3 Pelaksanaan Presentasi

Ketepatan Waktu




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                               4
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

Tips Dalam Menghadapi Pendengar




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                               5
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                               6
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________



7.4 Tips Menggunakan Presentasi Elektronik




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                               7
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                               1
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________


                                        BAB I

                    METODOLOGI PENELITIAN




1.1 Pendahuluan
Pengertian Penelitian

Pengertian tentang kata Penelitian :
    • Penyaluran rasa ingin tahu manusia terhadap sesuatu atau masalah dengan perlakuan
        tertentu ( seperti memriksa, mengusut, menelaah, dan mempelajari secara cermat dan
        sungguh-sungguh) sehingga diperoleh sesuatu seperti memperoleh jawaban,
        pengembangan ilmu pengetahuan dan sebagainya.

Komponen Penelitian :
   • Ada rasa ingin tahu
   • Ada sesuatu atau masalah
   • Ada proses atau usaha untuk menyelesaikan sesuatu atau masalah tersebut
   • Ada hasilnya


Jenis Penelitian

Berdasarkan hasil atau alas an :
   • Penelitian dasar (Basic Research) : Atas dasar intelektual, dalam rangka
      pengembangan ilmu pengetahuan dan secara tidak langsung digunakan.
   • Penelitian Terapan (Applied Research) : Atas dasar alasan praktis, bertujuan agar
      dapat melakukan sesuatu jauh lebih baik.

Berdasarkan bidang yang diteliti :
   • Penelitian Sosial : meneliti bidang social, ekonomi, pendidikan dan sebagainya.
   • Penelitian Eksakta : seperti bidang kimia, fisika, matematika.

Berdasarkan tempat penelitian:
   • Penelitian Lapangan (Field Research)
   • Penelitian Kepustakaan (Library Research)
   • Penelitian Laboratorium (Laboratory Research)


___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                               2
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

Berdasarkan teknik yang digunakan :
   • Penelitian Survei: penelitian dengan tidak melakukan perubahan terhadap variabel-
      variabel yang diteliti.
   • Penelitian Percobaan : penelitian dengan melakukan perubahan terhadap variabel-
      variabel yang diteliti.

Berdasarkan keilmiahannya :
   • Penelitian Ilmiah: dalam pelaksanaannya menggunakan kaidah-kaidah ilmiah. Ciri-
      cirinya adalah :
      * Purposivenes : memiliki focus atau tujuan yang jelas
      * Rigor : teliti dan memiliki dasar teori dan desain metodologi yang baik
      * Testability: prosedur pengujian hipotesis jelas atau dapat diuji hasilnya
      * Replicabilibity: pengujian dapat diulang untuk kasus yang sama
      * Objectivity : berdasarkan atas fakta atau data factual
      * Generalizability : semakin luas ruang lingkup penggunaan hasil penelitian
        semakin berguna
      * Precision : mendekati realitas atau terdapat ukuran confidence interval atas hasil
        yang didapat
      * Sistematis : dilaksanakan menurut pola tertentu
      * Terencana



Tujuan Penelitian

Tujuan utama penelitian :
   • Exploratif (Tujuan Penemuan): menemukan sesuatu yang baru dalam bidang tertentu
   • Verifikatif (Tujuan Pengujian): menguji kebenaran sesuatu dalam bidang yang sudah
       ada
   • Developmental (Tujuan Pengembangan) : mengembangkan sesuatu dalam bidang
       yang telah ada
   • Penulisan Karya Ilmiah


Beberapa Pengertian

Konsep
Istilah yang menggambarkan suatu gejala atau menyatakan suatu ide tertentu. Contoh : warna,
volume.

Konstruk
Konsep yang dapat diukur dan diamati. Contoh : Lapar sebagai konstruk adalah perasaan sakit
setelah tidak makan selama 24 jam.

Variabel
Konstruk yang sifat-sifatnya sudah diberi nilai-nilai dalam bentuk bilangan. Contoh : umur,
kepadatan penduduk, produksi.

___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                               3
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________



Jenis variabel:
* Berdasarkan hubungannya:
    • Variabel Bebas : adalah variabel yang mempengaruhi variabel lain.
    • Variabel Terikat : adalah variabel yang dipengaruhi oleh variabel lain.
    • Variabel Moderator: adalah variabel yang mempengaruhi, dalam hal ini memperkuat
        atau memperlemah hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat.
    • Variabel Intervening: adalah variabel secara teoritis mempengaruhi, dalam hal ini
        memperkuat atau memperlemah hubungan antara variabel bebas dengan variabel
        terikat, tetapi tidak dapat diukur atau diamati.
    • Variabel Kontrol : adalah variabel yang dikendalikan atau dibuat konstan.

* Berdasarkan sifat nilainya:
   • Variabel Kategorik / Diskrit: variabel yang dibagi menjadi golongan-golongan atau
       kategori- kategori dengan ciri-ciri tertentu untuk setiap golongan atau kategori.
   • Variabel Kontinyu: adalah variabel yang dapat mengambil nilai pecahan.

* Berdasarkan dapat tidaknya dimanipulasi :
   • Variabel Aktif ( variabel Nonsubjek) : adalah variabel yang dapat dimanipulasi atau
       dikendalikan , seperti : temperatur ruangan.
   • Variabel Atribut (Variabel Subjek) : variabel yang tidak dapat dimanipulasi, seperti :
       umur, status sosial.


Beberapa contoh :
   • Seleksi tenaga kerja dan prestasi kerja.
      Variabel bebas : seleksi tenaga kerja
      Variabel terikat : prestasi kerja.

   •   Perbandingan ketrampilan kerja dengan metoda demonstrasi dan metoda ceramah
       antara karyawan laki-laki dan wanita divisi IX PT. Maju Terus.
       Variabel bebas : metode demonstrasi dan ceramah
       Variabel terikat : ketrampilan kerja
       Variabel moderator : karyawan laki-laki dan wanita

   • Pemberlakuan empat hari kerja dalam seminggu cenderung meningkatkan
     produktivitas kerja melalui peningkatan kepuasan kerja.
     Variabel bebas : empat hari kerja dalam seminggu.
     Variabel terikat: produktivitas kerja.
     Variabel intervening : kepuasan kerja.
   • Perbandingan ketrampilan kerja dengan metoda demonstrasi dan metoda ceramah
     antara karyawan laki-laki dan wanita divisi IX PT. Maju Terus.
     Variabel bebas : metode demonstrasi dan ceramah
     Variabel terikat : ketrampilan kerja
     Variabel control : divisi IX PT. Maju Terus.



___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                               4
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________


1.2 Metode Penelitian
Metode Penelitian adalah tatacara bagaimana suatu penelitian dilaksanakan.

Jenis Metode Penelitian

* Metode Historis
Penelitian dengan metode histories merupakan penelitian yang kritis terhadap keadaan-
keadaan, perkembangan, serta pengalaman di masa lampau dan menimbang secara teliti dan
hati-hati terhadap validitas dari sumber-sumber sejarah serta intepretasi dari sumber-sumber
keterangan tersebut.

* Metode Deskriptif
Metode deskriptif digunakan untuk melukiskan secara sistematis fakta atau karakteristik
populasi tertentu atau bidang tertentu, dalam hal ini bidang secara aktual dan cermat. Peneliti
bertindak sebagai pengamat. Ia hanya membuat kategori pelaku, mengamati gejala dan
mencatatnya dalam buku observasi.

* Metode Korelasional
Dalam metode ini, diteliti sejauh mana variabel pada satu faktor berkaitan dengan variabel
pada faktor lainnya.

* Metode Eksperimental
Merupakan metode penelitian yang memungkinkan peneliti memanipulasi variabel dan
meneliti akibat-akibatnya. Pada metode ini variabel-variabel dikontrol sedemikian rupa
sehingga variabel luar yang mungkin mempengaruhi dapat dihilangkan.
Metode ini memiliki 3 ciri :
       * Manipulasi : mengubah secara sistematis;
       * Observasi : mengamati dan mengukur hasil manipulasi;
       * Kontrol : mengendalikan kondisi-kondisi penelitian ketika berlangsungnya
         manipulasi.

* Metode Kuasi Eksperimental
Metode ini hampir menyerupai metode eksperimental, hanya pada metode ini peneliti tidak
dapat mengatur sekehendak hati variabel bebasnya.


Manfaat Metode Penelitian
Manfaatnya antara lain:
  • Mengetahui arti pentingnya penelitian.
  • Dapat menilai apakah suatu penelitian dapat dipertanggungjawabkan atau tidak.
  • Dapat melahirkan sikap dan pola piker yang skeptik, analitik, kritik dan kreatif.
  • Bagi mahasiswa, dapat menyusun atau membuat skripsi/tesis/desertasi secara baik dan
      benar sesuai dengan aturan-aturannya.




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                               5
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

Teknik Penelitian
Teknik penelitian adalah penggunaan alat dalam mengukur ataupun dalam mengumpulkan
data.

*Pengukuran dalam penelitian
Pengukuran dikenakan pada variabel yang kita pelajari. Pengukuran menandai nilai-nilai
variabel dengan notasi bilangan.

Skala Pengukuran adalah peraturan penggunaan notasi bilangan dalam pengukuran. Macam
Skala Pengukuran :
       Skala Nominal: skala yang diberikan pada objek atau kategori yang tidak
                      menggambarkan kedudukan objek atau kategori tersebut terhadap
                      objek atau kategori lainnya, tetapi hanya sekedar label atau kode
                      saja.
                      Contoh : Jenis kelamin manusia : 1 untuk pria; 0 untuk wanita

       Skala Ordinal : skala dimana objek/kategori disusun menurut besarnya.
                      Contoh : Merubah nilai ujian ke nilai prestasi:
                                Nilai dari 80 – 100 adalah A
                                Nilai dari 65 – 79 adalah B
                                Nilai dari 55 – 64 adalah C
                                Nilai dari 45 – 54 adalah D
                                Nilai dari 0 - 43 adalah E

       Skala Interval : skala di mana objek/kategori diurutkan berdasarkan suatu atribut
                        yang memberikan informasi tentang interval antara tiap objek
                        atau kategori.
                        Contoh: A          B     C      D      E
                                    1      2     3      4      5
                              Interval A sampai C adalah 3-1=2. Interval C sampai D
                              adalah 4-3 = 1.

       Skala Rasio : skala yang memiliki sifat-sifat skala nominal, skala ordinal dan
                     skala interval dilengkapi dengan titik nol absolut.
                     Contoh: A dan B adalah dua orang mahasiswa Universitas “X” yang
                              nilai mata kuliah ZZnya masing-masing bernilai 60 dan 90.
                              Ukuran rasionya dapat dinyatakan bahwa nilai B adalah 1,5
                              kali nilai A.

* Syarat-syarat Pengukuran
Untuk memenuhi criteria sebuah penelitian dianggap sebagai penelitian ilmiah, maka
kecermatan pengukuran sangat diperlukan. Syarat-syarat yang harus dipenuhi alat ukur adalah
sebagai berikut :
       * Relibilitas : seberapa jauh konsistensinya alat ukur untuk memberikan hasil
                      yang sama dalam mengukur hal dan subyek yang sama.
       * Validitas : seberapa jauh alat ukur mengukur hal atau subyek yang ingin diukur.
                     Contoh: alat pengukuran yang valid untuk mengukur berat adalah
                     neraca.
___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                               6
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________



*Alat-alat Pengumpulan Data
           • Tes atau Soal Tes
           • Kuesioner atau Angket
           • Check List
           • Pedoman Wawancara
           • Pedoman Dokumentasi


Prosedur Penelitian

Prosedur Penelitian adalah langkah-langkah atau urutan-urutan yang harus dilalui atau
dikerjakan dalam suatu penelitian.

Secara garis besar, prosedur penelitian terdiri atas 3 tahap:
           • Tahap Perencanaan Penelitian
               Meliputi antara lain : pemilihan judul, perumusan masalah, hipotesis.
           • Tahap Pelaksanaan Penelitian
               Meliputi : pengumpulan data atau informasi, analisis data dan penarikan
               kesimpulan.
           • Tahap Penulisan Laporan Penelitian
               Pada tahap ini, hasil dari sebuah penelitian dibuatkan laporannya.

Atau lebih detailnya Prosedur Penelitian terdiri atas tahap :
           • Mendefinisikan dan Merumuskan Masalah
               Pendefinisian masalah harus jelas,baik dari segi keluasannya maupun dari
               segi kedalamannya.
           • Melakukan Studi Kepustakaan
               Mengacu pada teori-teori yang berlaku dan dapat dicari atau ditemukan pada
               buku-buku teks ataupun penelitian orang lain.
           • Merumuskan Hipotesis
               Hipotesis merupakan pernyataan atau anggapan yang sifatnya sementara
               tentang fenomena yang akan diselidiki. Berguna untuk membantu peneliti
               menuntun jalan pikirannya agar mencapai hasil penelitiannya. Yang
               dihipotesiskan adalah pernyataan yang ada pada rumusan masalah.
           • Menentukan Model atau Desain Penelitian
               Model yang dipakai dapat berupa model matematika. Tahap ini dapat
               diganti dengan tahap menentukan desain penelitian
           • Mengumpulkan Data
               Data harus dicari dengan teknik yang sesuai.
           • Mengolah dan Menyajikan Informasi
               Setelah data dikumpulkan selanjutnya diolah sehingga informasi yang
               tersaji lebih mudah diinterpretasikan dan dianalisis lebih lanjut, misalnya
               dalam bentuk tabel, grafik dan nilai statistik.
           • Menganalisis dan Menginterpretasikan



___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                               7
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

            Selanjutnya hasil olahan tersebut dianalisis lebih lanjut dengan
            menggunakan alat-alat analisis yang sesuai agar dapat dihasilkan kajian yang
            cukup tajam, mendalam dan luas.
          • Membuat Kesimpulan
            Pada tahap ini peneliti membuat kesimpulan yang sesuai dengan hipotesis
            yang diajukan. Saran disajikan pula karena penelitian mempunyai
            keterbatasan-keterbatasan atau asumsi-asumsi.
          • Membuat Laporan




1.3 Proposal Penelitian
Proposal atau usulan penelitian adalah suatu pernyataan tertulis mengenai rencana atau
rancangan penelitian secara keseluruhan.

Tujuan Proposal Penelitian :
          • Sebagai pedoman dalam pelaksanaan penelitian;
          • Untuk menerangkan atau menjelaskan apa yang akan dipergunakan dan apa
             yang akan diperlukan dalam melaksanakan penelitian kepada pihak yang akan
             memberikan bantuan dana.




1.4 Masalah, Judul Dan Tujuan Penelitian
Masalah adalah penyimpangan antara yang diharapkan dengan kejadian atau kenyataan dan
masalah tersebut dapat diselesaikan. Masalah penelitian adalah masalah yang akan menjadi
obyek penelitian.

Suatu masalah dapat dijadikan masalah penelitian apabila :
   • Masalah tersebut dengan observasi atau pengumpulan data dapat memberi jawaban,
   • Nilai yang disertakan dalam masalah yang diamati dapat diukur.

Menurut Nazir ciri-ciri masalah yang baik adalah :
  • Masalah yang dipilih harus mempunyai nilai penelitian
      a) Masalah harus mempunyai keaslian/menyangkut hal-hal yang up to date dan baru,
         mempunyai nilai ilmiah atau aplikasi ilmiah.
      b) Masalah harus menyatakan suatu hubungan.
      c) Masalah harus dapat diuji dengan perlakukan-perlakuan serta data dan fasilitas
         yang ada.
      d) Masalah harus mempunyai arti dan nilai baik dalam bidang ilmunya sendiri
         maupun dalam bidang aplikasi untuk penelitian terapan.


___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                               8
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

       e) Masalah harus dapat dinyatakan dalam bentuk pertanyaan yang jelas dan tidak
          membingungkan.
   •   Masalah yang dipilih harus mempunyai fisibilitas atau dapat dipecahkan
   •   Masalah yang dipilih harus sesuai dengan kualifikasi si peneliti

Masalah untuk penelitian dapat diperoleh antara lain dari :
  • Pengamatan terhadap kegiatan manusia
  • Pengamatan terhadap alam sekeliling
  • Bacaan
  • Ulangan serta perluasan penelitian
  • Cabang studi yang sedang dikembangkan
  • Pengalaman dan catatan pribadi
  • Praktek serta keinginan masyarakat
  • Bidang spesialisasi
  • Pelajaran atau mata ajaran yang sedang diikuti
  • Analisis bidang pengetahuan
  • Diskusi-diskusi ilmiah
  • Perasaan intusi


Unsur-unsur Judul Penelitian

Judul penelitian diharapkan mencakup unsur-unsur :
   • Sifat dan jenis penelitian,
   • Obyek yang diteliti
   • Subyek penelitian
   • Lokasi/daerah waktu penelitian
   • Tahun/waktu terjadinya peristiwa penelitian.

Contoh: “ Analisis pengaruh pelatihan terhadap kemampuan membaca berita karyawan TVRI
      stasiun pusat Jakarta tahun 2000 ”.
      * “Analisis pengaruh”                         : sifat dan jenis penelitian
      * “Pelatihan dan kemampuan membaca berita :     objek penelitian
      * “Karyawan TVRI”                            :  subyek penelitian
      * “Stasiun pusat Jakarta”                    :  lokasi penelitian
      * “Tahun 2000”                               :  tahun penelitian


Rumusan Masalah

Masalah yang sudah dibuatkan judulnya, selanjutnya dibuatkan rumusan masalahnya.
Rumusan maslah adalah pernyataan singkat suatu masalah yang akan diteliti.

Cara membuat rumusan masalah adalah sebagai berikut :
   • Rumusan masalah dinyatakan dalam bentuk pertanyaan,
   • Rumusan masalah hendaknya jelas dan padat,

___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                               9
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

   •   Rumusan masalah harus berisi implikasi adanya data untuk memecahkan masalah,
   •   Rumusan masalah harus merupakan dasar dalam membuat hipotesis,

Contoh judul penelitian : “ Analisis pengaruh pelatihan terhadap kemampuan membaca berita
karyawan TVRI stasiun pusat Jakarta tahun 2000 ” .

Maka contoh rumusan masalahnya:
  • Bagaimana bentuk hubungan antara pelatihan dan kemampuan membaca berita?
  • Seberapa besar pengaruh pelatihan terhadap kemampuan membaca berita ?


Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian memberikan informasi mengenai apa yang akan diperoleh setelah selesai
penelitian. Tujuan penelitian berkaitan dengan rumusan masalah. Tujuan penelitian
dirumuskan dalam bentuk pernyataan.

Tujuan penelitian dijabarkan biasanya dengan menggunakan kata kerja pembuka anatar lain
seperti : menemukan, menjelaskan, menganalisis, menguaraikan, menilai, menguji,
mebandingkan, menemukan hubungan antara, memperoleh data/pengetahuan/keterangan
tentang meneliti pengaruh/efek.

Tujuan penelitian dikatakan baik jika :
   • Spesifik
   • Terbatas
   • Dapat diukur
   • Dapat diperiksa dengan melihat hasil penelitian


Contoh judul penelitian : “ Analisis pengaruh pelatihan terhadap kemampuan membaca berita
karyawan TVRI stasiun pusat Jakarta tahun 2000 ” .

Contoh rumusan masalahnya:
   • Bagaimana bentuk hubungan antara pelatihan dan kemampuan membaca berita?
   • Seberapa besar pengaruh pelatihan terhadap kemampuan membaca berita ?

Tujuan peneltian yang ingin dicapai adalah:
   • Menjelaskan bentuk hubungan antara pelatihan dan kemampuan membaca berita,
   • Menemukan besarnya pengaruh pelatihan terhadap kemampuan membaca berita.




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              10
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________


1.5 Studi Kepustakaan
Seorang peneliti yang mendalami, mencermati, menelaah dan mengidentifikasi pengetahuan
yang ada dalam kepustakaan (sumber bacaan, buku-buku referensi atau hasil penelitian lain)
untuk menunjang penelitiannya, disebut mengkaji bahan pustaka atau studi kepustakaan.

Kepustakaan yang digunakan harus memenuhi tiga criteria :
   • Relevansi
      Berkenaan dengan kecocokan antara hal-hal yang diteliti dengan teori-teori yang
      dikemukakan. Makin cocok makin baik.
   • Kelengkapan
      Berkenaan dengan banyaknya kepustakaan yang dibaca. Makin banyak kepustakaan
      akan makin baik.
   • Kemutakhiran
      Makin baru/mutakhir kepustakaan yang digunakan, maka makin baik studi
      kepustakaanya.


Studi kepustakaan dilakukan melalui tiga tahap:
   • Mengetahui jenis pustaka
   • Mengkaji dan mengumpulkan bahan pustaka
   • Menyajikan studi kepustakaan
       Penyajian studi pustaka dapat dilakukan dengan dua cara:
       * cara kutipan langsung : peneliti memindahkan hasil karya orang lain masih
         dalam bentuk asli, baik utuh maupun sebagian;
       * cara kutipan tidak langsung : peneliti meramu atau mengambil intisari dari
         kepustakaan yang digunakan.




1.6 Hipotesis Penelitian
Hipotesis penelitian merupakan jawaban sementara dari permasalahan penelitian yang biasa
dirumuskan dalam bentuk yang dapat diuji secara empiric. Dalam suatu penelitian, hipotesis
merupakan pedoman karena data yang dikumpulkan adalah data yang berhubungan dengan
variabel-variabel yang dinyatakan dalam hipotesis tersebut.

Kriteria Hipotesis yang baik :
    • Harus menyatakan hubungan
    • Harus sesuai dengan fakta
    • Harus sesuai dengan ilmu atau berkaitan dengan teori
    • Harus dapat diuji
    • Harus dapat menerangkan fakta
    • Jelas secara konseptual
    • Mempunyai rujukan empiris
___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              11
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

   •   Bersifat spesifik
   •   Dapat dihubungkan dengan teknik penelitian yang ada

Proses Kerangka Berpikir untuk merumuskan Hipotesis :




Berdasarkan jenis masalahnya, rumusan hipotesis dapat dikelompokkan menjadi :
   • Hipotesis Deskriptif
      Mengenai nilai suatu variabel mandiri, tidak dalam bentuk perbandingan atau
      hubungan. Contoh jika rumusan masalah berbentuk: “ Berapa lama daya tahan TV
      merk P ?” . Maka hipotesisnya adalah sebagai berikut: “ Daya tahan TV merk P
      adalah 11.500 jam “ .
   • Hipotesis Komparatif
      Mengenai perbandingan antara satu variabel dengan variabel lainnya. Contoh jika
      rumusan masalah berbentuk : “ Bagaiamana daya tahan TV merk P bila
      dibandingkan dengan daya tahan TV merk Q ?” . Maka hipotesisnya adalah
      sebagai berikut: “ Daya tahan TV merk P lebih besar dibandingkan daya tahan TV
      merk Q “ .
   • Hipotesis Asosiatif
      Mengenai hubungan antara satu atau lebih variabel dengan satu atau lebih
      variabel lainnya. Contoh jika rumusan masalah berbentuk: “ Bagaimana bentuk
      hubungan antara stress dengan kinerja karyawan PT. ABC ?” . Maka hipotesisnya
      adalah sebagai berikut: “ Ada hubungan positif antara stress dengan kinerja
      karyawan “ .

___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              12
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

Berdasarkan uji statistiknya, rumusan hipotesis dapat dikelompokkan menjadi :
   • Hipotesis Nol / Nihil
      Hipotesis ini dapat menyatakan tidak adanya perbedaan antara dua variabel, atau
      tidak ada pengaruh variabel X terhadap variabel Y.
   • Hipotesis Alternatif / Kerja
      Hipotesis ini menyatakan adanya perbedaan antara dua variabel atau ada pengaruh
      variabel X terhadap variabel Y.




1.7 Populasi Dan Sampel Penelitian
Data yang digunakan dalam penelitian dapat berupa populasi atau sampel.
Populasi adalah semua obyek atau individu yang memiliki karakteristik tertentu , jelas, dan
lengkap yang akan diteliti.
Sampel adalah bagian dari populasi yang diambil melalui cara-cara tertentu yang juga
memiliki karakteristik tertentu, jelas dan lengkap yang dianggap bisa mewakili populasi.

Alasan dipilihnya sampel :
   • Derajat keseragaman populasi
       Makin seragam populasi itu, makin kecil sampel yang dapat diambil. Jika populasi
       tidak seragam, maka hanya sensuslah yang dapat memberikan gambaran yang
       representatif.
   • Obyek penelitian yang mudah rusak
       Pada obyek penelitian yang mudah rusak, populasi tidak mungkin diambil semuanya
       sebab akan merusak seluruh obyek yang akan diselidiki.
   • Penghematan biaya dan waktu
       Penggunaan populasi sebagai obyek penelitian akan membutuhkan biaya yang banyak
       dibandingkan dengan sampel. Juga penelitian dengan sampel akan memakan waktu
       lebih sedikit.
   • Masalah ketelitian
       Makin tinggi tingkat presisi yang dikehendaki, makin besar sampel yang harus
       diambil.
   • Ukuran populasi
   • Faktor ekonomis
       Apakah sepadan antara kegunaan dari hasil penelitian dengan biaya, waktu dan tenaga.

Syarat-syarat sampel yang baik :
   • Representatif : apabila ciri-ciri sampel yang berkaitan dengan tujuan penelitian sama
       atau hampir sama dengan ciri-ciri populasinya.
   • Ukuran sampelnya cukup untuk meyakinkan kestabilan ciri-cirinya.

Beberapa cara menentukan ukuran sampel :
   a) Menurut Bailey : penelitian yang akan menggunakan analisis data statistik ukuran
      sampelnya minimum adalah 30 buah.

___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              13
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

   b) Dengan rumus dimana ukuran populasi tidak diketahui dan diasumsikan populasi
      berdistribusi normal. Maka besarnya sampel n yang diperlukan :




       Keterangan :
       n = besar sampel yang diperlukan
            SHUNLUDDQ VLPSDQJDQ EDNX SRSXODVL
       Z = nilai standard sesuai dengan tingkat signifikan
       T = kesalahan penaksiran maksimum yang diterima


   Contoh :
   Tentukan besarnya sampel (n) yang harus diambil untuk menyelidiki waktu rata-rata yang
   digunakan oleh mahasiswa untuk sebuah soal ujian suatu mata kuliah, jika digunakan
   interval keyakinan 95% dengan kesalahan penaksiran 0.4 dan simpangan bakunya 1.2
   menit ?

   Penyelesaian :




   c) Keterangan : Dengan rumus dimana ukuran populasi diketahui dan asumsi populasi
      berdistribusi normal :




       n = ukuran sampel,
       N = ukuran populasi,
___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              14
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

       e = persen kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel
          yang masih dapat ditolerir atau diinginkan , misalnya 2%.

Teknik sampling yaitu cara pengambilan sample penelitian. Pada dasarnya dapat dibagi dua :

       1. Sampling Probabilitas


       Sampling Acak Sederhana
       Sifatnya sederhana, dimana tiap sample yang berukuran sama memiliki suatu
       probabilitas sama untuk terpilih dari populasi. Sampling acak sederhana dilakukan
       setelah daftar lengkap semua unit tempat mengambil sampel dibuat dengan benar.

       Sampling acak sederhana dapat dilakukan dengan menggunakan metode :
             • Metode Undian : metode dimana prosesnya dilakukan dengan
                 menggunakan pola pengundian.
             • Metode Tabel Random : metode dimana prosesnya dilakukan dengan
                 menggunakan tabel bilangan random.


       Sampling Berlapis
       Populasi dibagi dalam kelompok-kelompok yang disebut strata. Proporsi sample pada
       setiap strata dapat sama (proporsional) ataupun tidak sama proporsinya.
       Contoh :
       Sebuah populasi yang terdiri dari 500 pedagang kaki lima dengan komposisi 200
       pedagang makanan, 150 pedagang barang mainan, 100 pedagang kerajinan dan 50
       pedagang rokok. Jika 20 pedagang kaki lima tersebut hendak dijadikan sampel
       penelitian tentukan besarnya sampel tiap stratum.

       Jawab:
       Pengelompokkan Sampel:

        Stratum         Jenis Usaha             Jumlah
        I               Makanan                 200

        II              Barang Mainan           150

        III             Kerajinan               100

        IV              Rokok                   50
        Jumlah                                  500

       Pengambilan sampel dari masing-masing stratum :
       Stratum I = 200/500 x 20 = 8 pedagang
       Stratum II = 150/500 x 20 = 6 pedagang
       Stratum III = 100/500 x 20 = 4 pedagang
       Stratum IV = 50/500 x 20 = 2 pedagang

___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              15
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

                                  ---------------- +
       Jumlah sampel             = 20 pedagang


       Sampling Sistematis
       Elemen-elemen yang akan diselidiki diambil berdasarkan urutan tertentu dari populasi
       yang telah disusun secara teratur. Sampling jenis ini dilakukan bila : identifikasi dari
       elemen-elemen dalam populasi itu terdapat dalam suatu daftar dan populasi memiliki
       pola beraturan seperti rumah-rumah pada suatu ruas jalan.


       Sampling Cluster/Berkelompok
       Populasinya dibagi menjadi beberapa cluster/kelompok dengan menggunakan aturan-
       aturan tertentu.

       Contoh :
       Sebuah desa memiliki 1500 KK akan diteliti mengenai respon penggunaan sutu merk
       bumbu masak. Bagaimana cara menentukan sample 100 KK dengan metode Sampling
       Cluster.

       Jawab :
       Dari 1500 KK kemudian dibagi menjadi 75 kelompok dengan 20 KK tiap kelompok.
       Dari 75 kelompok tersebut dipilih sampel acak yang terdiri atas 5 kelompok.
       Dari 5 kelompok pilihan tersebut didapatkan 5 x 20 KK = 100 KK sebagai sampel.


       2. Sampling Nonprobabilitas
       Cara pengambilan sample yang tidak berdasarkan probabilitas. Kemungkinan atau
       peluang setiap anggota populasi untuk menjadi anggota sample tidak sama atau tidak
       diketahui. Maka sample yang diambil tidak representatif dan bersifat subyektif.

       Sampling Kebetulan
       Bentuk sampling dimana anggota sampelnya yang dipilih diambil berdasarkan
       kemudahan mendapatkan data yang diperlukan.

       Contoh :
       Pengambilan sampel mengenai ramalan tentang siapa yang akan menjadi pemenang
       pemilihan presiden pada pemilihan presiden langsung mendatang. Pengambilan
       sampelnya dilakukan dengan mengumpulkan opini masyarakat misalnya melalui
       kiriman SMS. Orang-orang yang diambil sampelnya tersebut tidak merupakan bagian
       representatif dari keseluruhan mereka yang berhak memilih.


       Sampling Kuota
       Merupakan sampling yang merincikan lebih dahulu sesuatu yang berhubungan dengan
       pengambilan sampel seperti proporsi setiap kategori. Siapa atau apa yang akan diambil
       menjadi anggota sampel setiap kategori diserahkan pada pengumpul data.

___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              16
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________



       Sampling Bola Salju
       Dengan metode ini pengumpulan data dimulai dari beberapa orang yang memenuhi
       kriteria untuk dijadikan anggota sampel. Mereka kemudian menjadi sumber informasi
       mengenai orang-orang lain yang dapat dijadikan sampel demikian seterusnya.
       Prosedur tersebut dilanjutkan sampai jumlah anggota sampel yang diinginkan
       terpenuhi.


       Sampling Pertimbangan
       Bentuk sampling di mana penentuan sampelnya dilakukan atau ditentukan oleh
       peneliti sendiri atau berdasarkan kebijaksanaan yang dianggap ahli dalam hal yang
       diteliti.


       Dari penyebaran 200 kuesioner, ternyata yang kembali hanya 40%. Berdasarkan
       pertimbangan tertentu peneliti maka diputuskan untuk menggunakan jumlah kuesioner
       yang kembali saja sebagai sampel.

Faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya sampel adalah sebagai berikut :

   •   Derajat keseragaman dari populasi
       Makin seragam populasi, makin kecil sampel yang dapat diambil. Satuan-satuan
       elementer dari seluruh populasi saja sudah cukup representatif untuk diteliti. Jika
       populasi tidak seragam, maka hanya dengan sensus yang dapat memberikan
       gambaran representatif.

   •   Presisi yang dikehendaki peneliti
       Makin tinggi tingkat presisi yang dikehendaki makin besar sampel yang harus
       diambil. Sampel yang besar cenderung memberikan pendugaan yang lebih
       mendekati nilai sebenarnya (true value).

   •   Rencana analisis
       Meskipun sampel yang dikumpulkan sudah mencukupi presisi yang diinginkan tetapi
       kadang kala sering jumlah sampel tersebut bila dikaitkan untuk kebutuhan
       analisis.

   •   Tenaga, waktu dan biaya
       Jumlah sampel yang besar akan membutuhkan tenaga yang besar, waktu yang      lebih
       lama dan biaya yang lebih besar pula.




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              17
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________


1.8 Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam
mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih baik ( lebih cermat,
lengkap dan sistematis) sehingga lebih mudah diolah. Contoh instrumen penelitian adalah :
soal tes, angket, ceklist, dan sebagainya.

Instrumen yang digunakan untuk mengukur dalam suatu penelitian ada yang bersifat baku dan
tidak baku. Instrumen yang bersifat baku biasanya dijumpai dalam penelitian ilmu-ilmu
eksakta seperti termometer, timbangan. Instrumen yang sifatnya tidak baku biasanya dijumpai
dalam penelitian ilmu-ilmu sosial.

Ciri-ciri instrumen yang baik :
    a) Reliabilitas (keandalan, dapat dipercaya)
        Menunjukkan apakah instrumen secara konsisten memberikan hasil ukuran yang
        sama tentang sesuatu yang diukur pada waktu yang berlainan.

       Contoh : tes kepribadian yang dapat memberikan hasil yang sama apabila diulang,
       maka dikatakan memiliki kehandalan yang tinggi atau dapat dipercaya.

       Reliabilitas suatu instrumen diketahui dengan melakukan pengujian secara
       eksternal (reliabilitas eksternal atau konsistensi eksternal) ataupun pengujian
       secara internal (reliabilitas internal atau konsistensi internal).

   b) Validitas (sahih)
      Suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kesahihan suatu instrumen. Sebuah
      instrumen dikatakan sahih bila mampu mengukur apa yang diinginkan atau
      mengungkap data variabel yang diteliti secara tepat.

       Validitas sebuah instrumen dapat diketahui dengan melakukan pengujian dengan
       melakukan pengujian secara eksternal (validitas eksternal) atau pengujian secara
       internal (validitas internal).

   c) Sensitivitas
      Sebagai kemampuan sebuah instrumen untuk melakukan diskriminasi yang
      diperlukan untuk masalah penelitian

   d) Obyektivitas
      Sebagai tingkat dimana pengukuran yang dilakukan bebas dari penilaian subyektif,
      bebas dari pendapat orang-ornag yang menggunakan instrumen tersebut.

   e) Fisibilitas
      Berkenaan dengan aspek-aspek ketrampilan atau penggunaan sumber daya dan
      waktu.

Penuilaian baik atau buruk suatu instrumen cukup dengan melihat validitas dan reliabilitas
instrumen tersebut.

___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              18
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________



1.9 Pengumpulan Data
Data merupakan keterangan-keterangan tentang suatu hal yang dapat berupa sesuatu yang
diketahui atau anggapan atau suatu fakta yang digambarkan lewat angka, simbol, kode dan
lain-lain.

Pengelompokkan data :
   a) Menurut Sumber Pengambilannya
      Data Primer (Data Asli)
      Data yang diperoleh langsung di lapangan oleh peneliti.

       Data Sekunder (Data Tersedia)
       Data yang diperoleh oleh peneliti dari sumber-sumber yang telah ada seperti
       laporan-laporan penelitian terdahulu.

   b) Menurut Waktu Pengumpulannya
      Data Berkala (Time Series)
      Data yang terkumpul dari waktu ke waktu untuk memberikan gambaran
      perkembangan suatu kegiatan atau keadaan.

       Kerat Lintang (Cross Section)
       Data yang terkumpul pada suatu waktu untuk                  memberikan     gambaran
       perkembangan suatu kegiatan atau keadaan pada waktu itu.

   c) Menurut Sifatnya
      Data Kualitatif
      Data yang tidak berbentuk bilangan.

       Data Kuantitatif
       Data yang berbentuk bilangan.

   d) Menurut Tingkat Pengukurannya
      Data Nominal
      Data yang berasal dari pengelompokkan peristiwa berdasarkan kategori tertentu yang
      perbedaannya menunjukkan perbedaan kualitatif.

       Data Ordinal
       Data yang berasal dari obyek atau kategori yang disusun menurut besarnya dari
       tingkat terendah ke tingkat tertinggi atau sebaliknya dengan rentang yang tidak harus
       sama.

       Data Interval
       Data yang berasal dari obyek atau kategori yang diurutkan berdasarkan suatu
       atribut tertentu dimana jarak antara tiap obyek atau kategori adalah sama. Pada data
       ini tidak terdapat angka nol mutlak.


___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              19
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

       Data Rasio
       Data yang bersal dari perbandingan secara matematik antara data yang satu
       dengan data lainnya.


   Teknik pengumpulan data:
   a) Angket (Kuesioner)
      Teknik ini merupakan teknik pengumpulan data                 dengan    menyerahkan
      ataumengirimkan daftar pertanyaan untuk diisi responden.

       Keuntungan teknik ini : Biaya yang diperlukan untuk membuat angket relatif
       murah; Pengisian angket ditentukan oleh responden itu sendiri.

       Kerugian teknik ini : Teknik ini tidak dapat digunakan pada responden yang tak
       mampu membaca dan menulis;Pertanyaan-pertanyaan dalam angket dapat
       ditafsirkan salah oleh responden.

       Berdasarkan bentuk pertanyaan yang ada dalam angket tersebut, angket dapat
       dibedakan atas 3 golongan, yaitu : angket terbuka (opened questionare), angket
       tertutup (closed questionare) dan angket semi terbuka (semi opened questionare).

   b) Wawancara (Interview)
      Merupakan teknik pengumpulan data dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan
      langsung oleh pewancara kepada responden dan jawaban responden dicatat atau
      direkam.

       Keuntungan : Dapat diterapkan pada responden yang tidak bisa membaca dan
       menulis; Pertanyaan yang belum dipahami dapat langsung dijelaskan; Pewancara
       dapat segera menguji kebenaran jawaban responden dengan mengajukan pertanyaan
       pembanding.

       Kerugian : Memerlukan biaya yang sangat besar; Hanya dapat menjangkau
       jumlah responden yang kecil; Kehadiran pewancara mungkin mengganggu
       responden.

       Teknik wawancara dapat dibedakan atas dua teknik yaitu: Wawancara     Berstruktur
       dan Wawancara Tidak Berstruktur.

   c) Observasi
      Adalah pemilihan, pengubahan, pencatatan dan pengkodean serangkaian perilaku
      dan suasana yang berkenaan dengan organisme in situ (melalui situasi alamiah),
      sesuai dengan tujuan-tujuan empiris.

       Kelebihan : Data yang diperoleh adalah data aktual (pada saat terjadinya tingkah
       laku); Keabsahan alat ukur dapat diketahui secara langsung.

       Kelemahan : Pengamat harus menunggu dan mengamati sampai tingkah laku        yang
       diharapkan muncul; Beberapa tingkah laku tidak mungkin diamati.
___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              20
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________



       Komponen Observasi :
       * Pemilihan
       * Pengubahan
       * Pencatatan
       * Pengkodean
       * Rangkaian Perilaku dan Suasana
       * In situ
       * Tujuan Empiris

       Berdasarkan keterlibatan pengamat dalam kegiatan-kegiatan orang-ornag yang
       diamati, maka observasi dapat dibedakan sebagai berikut:
          • Observasi Partisipan
          • Observasi Tak Partisipan

       Berdasarkan cara pengamatan yang dilakukan, observasi dapat dibedakan :
          • Observasi Berstruktur
          • Observasi Tak Berstruktur


   d) Studi Dokumentasi
      Adalah teknik pengumpulan data melalui dokumen.

       Kelebihan : Pilihan alternatif untuk subyek penelitian yang sukar atau tidak
       mungkin dijangkau; Dapat menjangkau jauh ke masa lalu; Memungkinkan
       mengambil sampel yang lebih besar dengan biaya yang relatif kecil.

       Kelemahan : Bias; Tersedia secara selektif; Tidak komplit.




1.10 Pengolahan Dan Penyajian Data
Pengolahan data meliputi kegiatan : Editing, Coding, Tabulasi

Editing : Pengecekan atau pengoreksian data yang telah dikumpulkan, karena kemungkinan
data yang masuk (raw data) atau data terkumpul tidak logis dan meragukan.
Hal-hal yang perlu diedit pada data masuk:
    o Dipenuhi tidaknya instruksi sampling
    o Dapat dibaca atau tidaknya data yang masuk
    o Kelengkapan pengisian
    o Keserasian atau konsistensi
    o Isi jawaban suatu kuesioner

Coding : Pemberian atau pembuatan kode-kode pada tiap-tiap data yang termasuk dalam
kategori yang sama.
___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              21
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

Contoh:




Tabulasi : Pembuatan tabel-tabel yang berisikan data yang telah diberi kode sesuai dengan
analisis yang dibutuhkan.

Bentuk tabel Tabulasi:
   • Tabel Pemindahan (Transfer Table)
      Tabel tempat memindahkan kode-kode dari kuesioner atau pencatatan pengamatan.
      Tabel pemindahan berfungsi sebagai dokumen atau arsip. Tabel pemindahan
      dilengkapi dengan buku kode sebagai buku petunjuk atau buku pedoman.

___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              22
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

       Contoh :




   •   Tabel Biasa (Main Table)
       Tabel yang disusun berdasarkan sifat responden tertentu dan tujuan tertentu.
       Sifatnya kolektif dan memuat beberapa jenis informasi.
       Contoh:




   •   Tabel Analisis (Talk Table)
       Tabel ini memuat suatu jenis informasi yang telah dianalisis. Dari tabel ini dapat
       ditarik suatu kesimpulan atau generalisasi.

       Tabel analisis dapat berbentuk:
       * Tabel satu arah atau Tabel tunggal : Tabel yang memuat hanya satu variabel.
       Contoh:




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              23
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




       * Tabel Silang: tabel yang memuat dua variabel atau dua informasi.
       Contoh :




Penyajian data penelitian adalah penampilan data yang sudah diolah ke dalam bentuk-bentuk
tertentu. Penyajian data diperlukan agar hasil penelitian mudah dibaca dan dimengerti oleh
orang lain atau pengambil keputusan.

Bentuk-bentuk penyajian data :
   a) Tabel Data
      Penyajian data dalam bentuk kumpulan angka-angka yang disusun menurut
      kategori-kategori tertentu dalam suatu daftar.

       Sebuah Tabel Data memuat bagian-bagian :
          • Kepala tabel;
          • Leher tabel;
          • Badan tabel;
          • Kaki tabel.
       Contoh:



___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              24
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




       Didasarkan atas pengaturan datanya, tabel dapat dapat dibedakan atas beberapa jenis:
          • Tabel Frekuensi
             Tabel yang memuat banyaknya kejadian atau frekeunsi dari suatu kejadian.

          •   Tabel Klasifikasi
              Tabel yang memuat pengelompokkan data.

          •   Tabel Kontingensi
              Tabel yang memuat data sesaui dengan rinciannya.

          •   Tabel Korelasi
              Tabel yang memuat adanya korelasi antara data yang disajikan.


   b) Grafik Data / Diagram Data
      Merupakan penyajian data dalam bentuk gambar-gambar.

       Grafik Data dapat dibedakan atas beberapa jenis:
          • Piktogram
              Grafik data yang menggunakan gambar atau lambang dari data sendiri
              dengan skala tertentu.

          •   Grafik Batang atau Balok
              Grafik data berbentuk beberapa persegi panjang yang lebarnya sama dan
              dilengkapi dengan skala tertentu dari data yang bersangkutan.

          •   Grafik Garis

___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              25
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

               Grafik data yang berupa garis yang diperoleh dari beberapa ruas garis     yang
           menghubungkan titik-titik potong pada sistem salib sumbu. Pada       garis
           horizontal (sumbu-X) ditempatkan bilangan-bilangan yang sifatnya tetap, seperti
           tahun dan ukuran-ukuran. Pada garis tegak (sumbu-Y) ditempatkan           bilangan-
           bilangan yang sifatnya berubah-ubah seperti harga,     biaya, dan jumlah.

           •   Grafik Lingkaran
               Grafik data yang berupa lingkaran yang telah dibagi menjadi juring-juring
               sesuai dengan data tersebut. Bagian juring tersebut dinyatakan dalam
               prosentase dari keseluruhan data.

           •   Kartogram atau Peta Statistik
               Grafik data yang menunjukkan seperti kepadatan penduduk, curah hujan,
               kepadatan hutan, dan sebagainya.

           •   Histogram dan Poligon Frekuensi
               Histogram merupakan grafik batang dari distribusi frekuensi dan poligon
               frekuensi merupakan grafik garisnya.

               Pada histogram, batang-batangnya saling melekat atau berimpitan, sedang
               poligon frekuensi dibuat dengan cara menarik garis dari satu titik tengah
               batang histogram ke titik tengah batang histogram yang lain.

              Pada histogram digunakan sistem salib sumbu. Sumbu mendatar (sumbu- X)
           menyatakan interval kelas (tepi bawah dan tepi atas masing-masing kelas) dan
           sumbu tegak (sumbu-Y) menyatakan frekuensi.




1.11 Analisis Data
Analisis Data dapat diartikan sebagai berikut: memperkirakan atau besarnya pengaruh secara
kuantitatif dari perubahan suatu atau beberapa kejadian terhadap sesuatu atau beberapa
kejadian lainnya, serta memperkirakan atau meramalkan kejadian lainnya.

Menurut Patton, analisis data adalah proses mengatur urutan data mengorganisasikannya ke
dalam suatu pola, kategori dan satuan uraian dasar.

Tujuan analisis data antara lain adalah sebagai berikut :
* Memperlihatkan hubungan-hubungan antara fenomena-fenomena yang terdapat dalam
  penelitian.
* Untuk memberikan jawaban terhadap hipotesis yang diajukan dalam penelitian.
* Bahan untuk membuat kesimpulan serta implikasi-implikasi dan saran-saran yang
   berguna untuk kebijakan penelitian selanjutnya.

Bentuk-bentuk analisis data:
___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              26
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

Analisis Kuantitaif
Analisis yang menggunakan model-model seperti model matematika, model statistik, model
ekonometrik. Hasil analisis disajikan dalam bentuk angka-angka yang kemudian dijelaskan
dan diinterpretasikan dalam suatu uraian.

Analisis Kualitatif
Analisis yang tidak menggunakan model matematik atau model-model tertentu lainnya.
Analisis datanya terbatas seperti pada pengecekan data dan tabulasi, dalam hal ini sekedar
membaca tabel-tabel, grafik-grafik atau angka-angka yang tersedia kemudian melakukan
uraian dan penafsiran.

Alat analisis data yang digunakan dala menganalisis data penelitian dapat dibedakan :
   • Metode Statistik
       Penggunaan statistik memiliki kelebihan antara lain memungkinkan seseorang untuk
       bekerja secara eksak dan pasti dalam proses dan cara berfikir. Meskipun tidak mutlak
       benar, namun dapat menetapkan sampai tingkat mana kesimpulan itu benar. Serta
       memungkinkan untuk mengadakan ramalan.
       Penggunaan statistik dalam analisis data dapat berupa : analisis hubungan, analisis
       komparatif dan analisis deskriptif.
   • Nonstatistik
       Alat analisis non-statistik anatara lain seperti : analisis keuangan, analisis
       persamaan laba, analisis penilaian prestasi kerja karyawan.

Interpretasi analisis data merupakan penjelasan yang rinci tentang arti yang sebenarnya dari
data yang telah dianalisis atau dipaparkan.



1.11.1 Analisis Hubungan
Analisis Derajat Hubungan di Antara Variabel-variabel
Teknik yang digunakan antara lain :
   • Koefisien Korelasi
       Koefisien korelasi merupakan indeks atau bilangan yang digunakan untuk
       mengukur derajat hubungan, meliputi kekuatan hubungan dan bentuk atau arah
       hubungan.
       Untuk kekuatan hubungan, nilai koefisien berada -1 dan +1. Untuk arah hubungan,
       nilai koefisien korelasi dinyatakan dalam positif (+) dan negatif (-).
       Jika koefisien korelasi bernilai positif, maka variabel-variabel berkorelasi positif
       yaitu jika variabel yang satu naik/turun, maka variabel lainnya juka naik/turun.
       Semakin dekat nilai koefisien korelasi ke +1 semakin kuat korelasi positifnya. Jika
       koefisien korelasi bernilai 0 (nol), maka variabel tidak menunjukkan korelasi.

   •   Koefisien Penentu (KP)
       Koefisien ini merupakan angka atau indeks yang digunakan untuk mengetahui
       besarnya sumbangan sebuah variabel atau lebih (sebagai variabel bebas) terhadap
       variasi (menjadi naik atau turun) variabel lainnya (sebagai variabel terikat).

___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              27
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

       Nilai koefisien penentu berada antara 0 sampai 1. Sebagai contoh, jika KP = 0,
       berarti tidak berpengaruh terhadap variabel independen / bebas terhadap variabel
       dependen / terikat.

   •   Regresi
       Analisis regresi lebih akurat dibandingkan dengan analisis lainnya.

       * Regresi Linear sederhana
       variabel yang terlibat di dalamnya hanya dua, yaitu satu variabel terikat Y dan   satu
       variabel bebas X, dan berpangkat satu.
       Bentuk persamaannya:

                      Y=a+bX

       Keterangan :
       Y : variabel terikat
       X : variabel bebas
       a : intersep
       b: koefisien regresi

       Nilai a dan b adalah sebagai berikut:




       Contoh:
       Seorang mahasiswa tingkat akhir hendak mempelajari hubungan antara suku
       bunga dengan harga sahamnya selama 5 tahun terakhir dari sebuah perusahaan di
       BEJ. Data yang ada:




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              28
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




       Keterangan:
       X: tingkat suku bunga deposito
       Y: harga saham
       Pertanyaan : Tentukan persamaan regresinya dan analisa persamaan yang
       diperoleh ?

       Jawab:




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              29
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




       Persamaan regresi linear sederhananya adalah sebagai berikut:

                      Y = 2.937,62 – 61,12 X

       Arti persamaan di atas:
              * Tanpa adanya suku bunga, harga saham perusahaan tersebut adalah Rp.
                        2.937,62,-
              * Dari persamaan terlihat tanda “ -“ yang menggambarkan hubungan
                negatif yang berarti peningkatan suku bunga akan menurunkan harga
                saham.
              * Setiap kenaikan suku bunga sebesar satu rupiah akan menurunkan harga
                 saham sebesar Rp.61,12,-. Atau kenaikan suku bunga sebesar 1%
                 akan menurunkan harga saham sebesar 61,12%.



       * Regresi Linear Berganda
       Regresi linear dimana sebuah variabel terikat (variabel Y) dihubungkan dengan dua
       atau lebih variabel bebas (variabel X).
       Bentuk umum persamaannya (dengan hanya 3 variabel):

                      Y = a + b1X1 + b2X2

       Keterangan :
       Y : variabel terikat (variabel yang diduga )
       X1 dan X2 : variabel bebas
       a : konstanta
       b1 dan b2 : koefisien regresi

       Nilai-nilai a, b1 dan b2 : dapat ditentukan dengan rumus :




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              30
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




       Contoh:
       Data harga saham sebuah bank dengan IHSG BEJ dan inflasi selama tahun 2000
       adalah:




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              31
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




       Pertanyaan: bagaimana persamaan regresi linear bergandanya dan analisalah
       hasilnya.

       Jawab:




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              32
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              33
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




       a. Persamaan regresinya adalah: Y = -149,93 + 0,7X1 – 26,08X2
       b. Arti persamaan di atas:
               * Tanpa adanya IHSG dan inflasi, harga saham bank tersebut adalah -Rp.
                        149,93,-
               * Variabel X1 (IHSG) sebesar +0,70. Tanda “ +“ yang menggambarkan
                 hubungan setiap kenaikan IHSG sebesar 1 poin, maka harga saham akan
                 meningkat sebesar Rp.0,70,-. Atau kenaikan IHSG sebesar 1% akan
                 meningkatkan harga saham sebesar 0,70%.
               * Variabel X2 (Inflasi) sebesar -26,08. Tanda “ -“ yang menggambarkan
                 hubungan setiap kenaikan inflasi sebesar 1 %, maka harga saham akan
                 turun sebesar Rp.26,08,-. Atau kenaikan inflasi sebesar 1% akan
                 menurunkan harga saham sebesar 26,08 %.


       * Regresi Non-Linear
       Regresi di mana variabel-variabelnya berpangkat bukan satu dan saling berhungan
       secara non linear.
       Bentuknya:
                  - regresi kuadratik,
___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              34
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

                  -   regresi exponensial,
                  -   regresi hiperbola.

Uji Statistik Koefisien Korelasi

Uji ini bertujuan untuk mengetahui tingkat signifikansi hubungan antara variabel.

Contoh untuk regresi linear sederhana uji statistik bagi koefisien korelasi b menggunakan uji
statistik F.




Keterangan:
b : koefisien regresi
X : variabel bebas
Se : kesalahan baku regresi



1.11.2 Analisis Komparasi
Analisis ini merupakan prosedur statistic untuk menguji perbedaan diantara dua atau lebih
kelompok data atau variabel. Uji ini bergantung pada jenis data (nominal, ordinal, rasio) dan
kelompok sampel yang diuji.

Ada dua jenis komparasi yaitu komparasi antara dua sampel dan komparasi k sampel (lebih
dari dua sampel). Dan setiap model tersebut dibagi lagi menjadi dua jenis yaitu sampel yang
berkorelasi (terkait) dan sampel yang tidak berkorelasi (independent).

Sampel-sampel dikatakan berkorelasi bila ada anggota sampel yang satu ada yang menjadi
anggota sampel yang lain. Sampel yang berkorelasi biasanya terdapat dalam desain
eksperimen.
Contoh:
   • Perbandingan kemampuan kerja pegawai sebelum dan sesudah diberikan pelatihan.
   • Perbandingan antara nilai pretest dan post test.

Sampel-sampel dikatakan saling tidak terkait (independent) bila anggota sampel yang satu
tidak menjadi anggota sampel lainnya.
Contoh.
    • Perbandingan kinerja pegawai TVRI dengan pegawai RCTI.
    • Perbandingan pendapatan pedagang dan petani.


Tabel Berbagai Teknik Statistik untuk Menguji Komparatif

___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              35
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




Terlihat bahwa rumus setiap jenis uji bentuk komparasi berbeda untuk setiap jenis data.

Beberapa rumus dari analisis komparasi diperlihatkan di bawah ini:

Uji Mc Nemer Test




Tanda (+) dan tanda (-) hanya sebagai tanda jawaban yang berbeda. Kasus-kasus yang
menunjukkan perubahan antara jawaban pertama dan kedua muncul dalam sel A dan D. Jika
tidak ada terjadi perubahan yang diobservasi yang berbentuk (+) dicatat di sel B, dan jika tak
terjadi perubahan yang diobservasi yang berbentuk (-) dicatat di sel C.


Uji Cochram, Q Test




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              36
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




Uji Chi Kuadrat Dua Sampel




Uji Chi Kuadrat k sampel




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              37
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

Uji Mann-Whitney, U Test




t-test dua sampel berkorelasi




t-test dua sampel independent




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              38
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




One Way Anova untuk k sampel berkorelasi dan independent




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              39
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




Two Way Anova untuk k sampel berkorelasi dan independen




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              40
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              41
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

Uji Kruskal-Walls




Uji Friedman




Uji Mann-Whitney, U Test




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              42
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




1.11.3 Analisis Deskriptif
Analisa ini merupakan prosedur statistic untuk menguji generalisasi hasil penelitian yang
didasarkan atas satu variabel. Uji ini bergantung pada jenis data yaitu nominal, ordinal atau
rasio.

Tabel berbagai jenis variabel dan teknik statistik yang dipakai dalam Analisis Deskriptif :




Penjelasan rumus-rumus dari teknik statistik di atas:
   • Test Binomial
   Test ini digunakan untuk menguji hipotesis dalam populasi yang terdiri atas dua kelompok
   kelas, datanya berbentuk nominal dan jumlah sampelnya kecil yaitu kurang dari 25 buah.

   • Kai Kuadrat
   Rumusnya:




   Keterangan:
   x2 = kai kuadrat,
   fo = frekuensi yang diobservasi,
   fh = frekuensi yang diharapkan..

   • Run Test
   Digunakan untuk menguji hipotesis deskriptif dengan menggunakan urutan suatu
   kejadian. Pengujian dilakukan dengan cara mengukur kerandoman populasi yang
   didasarkann atas data hasil pengamatan melalui data sampel. Pengamatan terhadap data
   dilakukan dengan mengukur banyaknya “ run“ dalam suatu kejadian.


___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              43
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

   •   t-test




   Keterangan:
   T = nilai hitung
   X = rata-rata X,
   µ o = nilai yang dihipotesiskan
   s = simpangan baku,
   n = jumlah anggota sampel.




1.12 Laporan Penelitian
Laporan penelitian adalah ringkasan hasil penelitian yang disajikan dalam bentuk tulisan.
Penulisan laporan penelitian merupakan langkah terakhir dari seluruh rangkaian kegiatan
penelitian.

Laporan penelitian sebagai suatu karya ilmiah, dalam penulisannya harus memperhatikan
beberapa hal antara lain :
   • Mengetahui penerima laporan
       Laporan yang ditujukan ke masyarakat umum akan berbeda dengan yang ditujukan
   untuk memenuhi kepentingan sponsor atau kepentingan akademik.

   •   Laporan tersaji lengkap dan jelas
       Dalam laporan penelitian harus dikemukakan secara jelas dan lengkap langkah demi
       langkah tahapan penelitian termasuk alasan-alasan mengapa hal itu dilakukan
       sehingga pembaca dapat memperoleh gambaran yang jelas mengenai ide-ide yang
       ada.

   •   Menarik untuk dibaca atau dikaji
       Agar menarik untuk dibaca, laporan penelitian harus menggunakan kalimat yang
       pendek, tata bahasa dan gaya bahasa yang baik dan juga susunan yang baik yang
       dapat menggambarkan adanya hubungan antarbagian.

Format laporan penelitian sangat banyak bentuknya tergantung pada kepentingan
penggunaanya. Secara umum laporan penelitian dapat dibagi menjadi 3 bagian :

   •   Bagian Pembukaan
       Terdiri atas, antara lain :
       * Kata Pengantar
___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              44
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

       * Abstrak
       * Daftar Tabel dan Daftar Gambar

   •   Bagian Utama atau Batang Tubuh
       Terdiri atas beberapa bagian, antara lain:
       * Pendahuluan
       * Landasan Teori dan Tinjauan Pustaka
       * Metodologi Penelitian
       * Gambaran umum obyek penelitian (kalau ada)
       * Pembahasan dan Analisis
       * Penutup

   •   Bagian Akhir
       Terdiri atas beberapa bagian, antara lain:
       * Daftar Pustaka
       * Daftar Riwayat Hidup
       * Lampiran

   Format Laporan Penelitian akan dibahas pada bab berikutnya terkait dengan Laporan
   Tugas Akhir.




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              45
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________


                                         BAB II


          STRATA PERNYATAAN ILMIAH,
      BENTUK PERTEMUAN, DOKUMENTASI DAN
               PUBLIKASI ILMIAH




2.1 Strata Pernyataan Ilmiah
   Intuition
       Intuition, in philosophy, a form of knowledge or of cognition independent of
       experience or reason. The intuitive faculty and intuitive knowledge are generally
       regarded as inherent qualities of the mind. The term has been used in different,
       sometimes opposing, senses by various writers and cannot be defined except with
       reference to its meaning in the writings of an individual philosopher. The concept of
       intuition apparently arose from two sources: the mathematical idea of an axiom (a
       self-evident proposition that requires no proof) and the mystical idea of revelation
       (truth that surpasses the power of the intellect).

       Intuition was important in Greek philosophy, particularly in the thinking of such
       philosophers as Pythagoras and his followers, who were trained in mathematics. The
       concept also had great significance in much of Christian philosophy as one of the
       basic ways in which a person could know God. The philosophers who relied most on
       the idea of intuition were Baruch Spinoza, Immanuel Kant, and Henri Bergson.


       In Spinoza’s philosophy, intuition is the highest form of knowledge, surpassing both
       empirical knowledge derived from the senses and “ scientific” knowledge derived from
       reasoning on the basis of experience. Intuitive knowledge gives an individual the
       comprehension of an orderly and united universe and permits the mind to be a part of
       the Infinite Being.

       Kant regarded intuition as the portion of a perception that is supplied by the mind
       itself. He divided perceptions, or “ phenomena,” into two parts: the sensation caused
       by the external object perceived and the “ form,” or the understanding of the perception


___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              46
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

       in the mind, which results from intuition. Such apprehension as space and time are
       types of pure intuition, or Anschauung.
       Bergson contrasted instinct with intelligence and regarded intuition as the purest form
       of instinct. Intelligence, he believed, was adequate for the consideration of material
       things but could not deal with the fundamental nature of life or thought. He defined
       intuition as “ instinct that has become disinterested, self-conscious, capable of
       reflecting upon its object and of enlarging it indefinitely.” Intelligence, on the other
       hand, can only analyze, and the function of analysis is to produce what is relative in an
       object, rather than what is absolute, or individual. Only by intuition, Bergson declared,
       can the absolute be comprehended.

       Some ethical philosophers, among them Spinoza, have been called intuitionists or
       intuitionalists because of their belief that a sense of moral values is intuitive and
       immediate. This view contrasts with that of the empiricists, who hold that moral
       values result from human experience, and that of the rationalists, who believe that
       moral values are determined by reason.



   Axiom
      Axiom, in logic and mathematics, a basic principle that is assumed to be true without
      proof.

       The use of axioms in mathematics stems from the ancient Greeks, most probably
       during the 5th century bc, and represents the beginnings of pure mathematics as it is
       known today.


       Examples of axioms are the following:
          z “ No sentence can be true and false at the same time” (the principle of
             contradiction);
          z “ If equals are added to equals, the sums are equal” ;
          z “ The whole is greater than any of its parts.”

       Logic and pure mathematics begin with such unproved assumptions from which other
       propositions (theorems) are derived. This procedure is necessary to avoid circularity,
       or an infinite regression in reasoning. The axioms of any system must be consistent
       with one another, that is, they should not lead to contradictions. They should be
       independent in the sense that they cannot be derived from one another. They should
       also be few in number. Axioms have sometimes been interpreted as self-evident truths.
       The present tendency is to avoid this claim and simply to assert that an axiom is
       assumed to be true without proof in the system of which it is a part.

       The terms axiom and postulate are often used synonymously. Sometimes the word
       axiom is used to refer to basic principles that are assumed by every deductive system,
       and the term postulate is used to refer to first principles peculiar to a particular system,
       such as Euclidean geometry. Infrequently, the word axiom is used to refer to first

___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              47
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

       principles in logic, and the term postulate is used to refer to first principles in
       mathematics.



   Scientific Law
      Scientific Law, in science, principles that are taken to be universally applicable.
      Laws (for instance, Boyle’s law and Newton’s laws of motion) form the basic
      theoretical structure of the physical sciences, so that the rejection of a law by the
      scientific community is an extremely rare event.
      On occasion a law may be modified, as was the case when Albert Einstein showed that
      Newton’s laws of motion do not apply to objects traveling at speeds close to that of
      light.
      science statement of scientific truth: a statement of a scientific fact or phenomenon
      that is invariable under given conditions
          z the laws of physics
      mathematics mathematical principle: a general relationship that is assumed or
      proved to exist between expressions




   Theory
      Theory, an assumption or system of assumptions, accepted principles, and rules of
      procedure based on limited information or knowledge, devised to analyze, predict, or
      otherwise explain the nature or behavior of a specified set of phenomena; abstract
      reasoning.
      Some                                   famous                                 theories:
      • in astronomy and cosmology: the Big Bang Theory, the Steady-State Theory, and the
      Copernican                                                                      System
      • in the life sciences: the theory of Natural Selection, Conditioning, and Behaviorism
      • in earth sciences: Continental Drift, the asteroid theory of Dinosaur Extinction, and
      the       rival     theories      of     Uniformitarianism       and     Catastrophism
      • in physics: Einstein’s Theory of Relativity, Heisenberg’s Uncertainty Principle, the
      quest             for            a           Unified            Field           Theory
      • in mathematics, computer and information sciences: Theory of Equations, Automata
      Theory, Game Theory, and Decision Theory.


   Theorem
      the·o·rem [th U P WK U P@n
                 1. logic mathematics provable proposition or formula: a proposition or
                    formula in mathematics or logic that is provable from a set of axioms
                    and basic assumptions
                 2. idea accepted as true: an idea accepted or proposed as true
      Some famous theorem:
                 1. Shanon’ s Fundamental Theorem of Data Compression
                 2. Bayes’ Theorem
___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              48
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

                  3. Phytagorean Theorem



   Hypothesis
      Hypothesis, a preliminary assumption or tentative explanation that accounts for a set
      of facts, taken to be true for the purpose of investigation and testing; a theory.
          * theory needing investigation: a tentative explanation for a phenomenon, used
             as a basis for further investigation
            The hypothesis of the big bang is one way to explain the beginning of the
             universe.
          * assumption: a statement that is assumed to be true for the sake of argument
            That is what would logically follow if you accepted the hypothesis.
          * logic antecedent clause: the antecedent of a conditional statement
      Falsifiability is the most important feature of hypothesis testing. Methods of testing
      (falsifying) hypotheses include Dialectic, Logic, Probability, and Statistics.
      Some                                     famous                                hypotheses:
      • in astronomy and cosmology: the Big Bang Theory, the Steady-State Theory, and the
      Copernican                                                                         System
      • in the life sciences: the theory of Natural Selection, Conditioning, and Behaviorism
      • in earth sciences: Continental Drift, the Gaia hypothesis, the asteroid theory of
      Dinosaur Extinction, and the rival theories of Uniformitarianism and Catastrophism
      • in physics: the Einstein’ s Theory of Relativity, Heisenberg’ s Uncertainty Principle,
      the           quest           for          a       Unified           Field         Theory
      • in mathematics, computer and information sciences: Theory of Equations, Automata
      Theory, Game Theory, and Decision Theory.


   Lemma
      lem·ma [lémm @n
         1. logic assumption for the sake of argument: a proposition that is assumed to
            be true in order to test the validity of another proposition
         2. publishing subject heading: a heading that indicates the topic of a work or
            passage
         3. publishing glossary word: a term that is defined in a glossary


   Postulate
      vt [pósch Oàyt] (past pos·tu·lat·ed, past participle pos·tu·lat·ed, present participle
      pos·tu·lat·ing, 3rd person present singular pos·tu·lates)
          1. assume: to assume or suggest that something is true or exists, especially as the
              basis of an argument
          2. claim something: to demand or claim something

       n [pósch O W SyVFK Oàyt] (plural pos·tu·lates)
           1. something assumed true: something that is assumed or believed to be true
              and that is used as the basis of an argument or theory
           2. principle: a basic principle
___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              49
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

          3. precondition: an essential precondition or requirement
          4. mathematics logic statement underpinning a theory: a statement that is
             assumed to be true but has not been proven and that is taken as the basis for a
             theory, line of reasoning, or hypothesis

       -pos·tu·la·tion                 [pòsch                   Oi\VK¶Q@                 n
       -pos·tu·la·tion·al, adj



   Paradigm
      par·a·digm [pérr G P@n
         1. typical example: a typical example of something
         2. model that forms basis of something: an example that serves as a pattern or
             model for something, especially one that forms the basis of a methodology or
             theory
         3. grammar set of all forms of word: a set of word forms giving all of the
             possible inflections of a word
         4. science philosophy relationship of ideas to one another: in the philosophy of
             science, a generally accepted model of how ideas relate to one another,
             forming a conceptual framework within which scientific research is carried out


       -par·a·dig·mat·ic             [pèrr             GLJ           PiWWLN@           adj
       -par·a·dig·mat·i·cal·ly [pèrr GLJ PiWWLN OHH@ adv




   Recommendation
      rec·om·men·da·tion [rèk P Q Gi\VK¶Q@n
          1. recommending of something: the suggestion or endorsement of something as
             the most worthy
          2. something that recommends: a favorable reference about somebody or
             something, or other endorsement of desirability
          3. something recommended: the best course of action recommended


   Discourse
      n [díss kàwrs] (plural dis·cours·es)
          1. serious speech or piece of writing: a serious and lengthy speech or piece of
              writing about a topic
          2. serious conversation: serious discussion about something between people or
              groups
          3. linguistics language: language, especially the type of language used in a
              particular context or subject



___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              50
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

          4. linguistics major unit of language: a unit of language, especially spoken
             language, that is longer than the sentence. The term is used by linguists when
             investigating features of language that extend beyond sentences.
          5. reasoning ability: reasoning or the ability to reason (archaic)

   [15th century. From Latin discursus “ running to and fro,” from discurrere , literally “ to
   run apart,” from currere “ to run” (see current).]




   2.2 Bentuk- bentuk Pertemuan Ilmiah
   Seminar
   sem·i·nar [sémm Q U@n
   1. meeting on specialized subject:
      a single session or short, often one-day meeting devoted to presentations on and
      discussion of a particular topic, usually at an advanced or professional level
   2. specialized educational class:
      a course of specialized graduate or undergraduate study under faculty supervision, in
      which ideas, approaches, and advances are regularly shared among participants
   3. meeting of students and academic supervisor:
      a meeting of university or college students for study or discussion with an academic
      supervisor, or the group that participates in it


   Symposium
   sym·po·si·um [sim p zee P@n
   1. formal meeting for discussion of subject: a formal meeting held for the discussion
      of a particular subject and during which individuals may make presentations
   2. publishing published collection of opinions: a published collection of opinions or
      writings on a subject, often in a periodical
   3. history drinking party in ancient Greece: a drinking party in ancient Greece, usually
      with music and philosophical conversation

   [Late 16th century. Via Latin from Greek sumposion “ drinking party,” from VXPSRW s
   “ fellow drinker,” from SRW V “ drinker.” ]
   -sym·po·si·ac, adj



   Conference
   con·fer·ence [kónf U QV@n
   1. meeting for lectures and discussion: a meeting, sometimes lasting for several days,
      in which people with a common interest participate in discussions or listen to lectures
      to obtain information

___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              51
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

   2. meeting for serious discussion: a meeting to discuss serious matters, for example,
      policy or business
   3. meeting of representatives of organization: a usually annual gathering of local
      representatives of an organization, such as a political party, trade union, or church,
      where policy matters and other issues are discussed or decided
   4. politics meeting of two legislative committees: a meeting of select members or
      committees from two legislative bodies, for the purpose of settling differences in bills
      they have passed
   5. christianity area organization of churches: in some Protestant churches, a regional or
      national body to which a number of local churches belong
   6. sports sports league: an association or league of athletic teams that compete with each
      other
   7. conferring of something: the conferring of something such as a degree or honor on
      somebody (archaic)



   Course
   course [kawrs]n (plural cours·es)
   1. education class taught at educational institution:
      a session or series of sessions that students attend to learn a subject, often as part of a
      school curriculum that leads to a degree or certificate
   2. education program of study:
      a program of study or training, especially one that leads to a degree or certificate from
      an educational institution


   Lecture
      lec·ture [lékch U@n (plural lec·tures)
          * instructional speech: an educational speech on a particular subject made before
            an audience.
            I missed the lecture on Shakespeare’s use of irony.
          * teaching session: a session of a class at which a lecture is given
            The course involves two lectures and two lab sessions per week.
          * reprimand: a lengthy reprimand or scolding concerning something

       v (past lec·tured, past participle lec·tured, present participle lec·tur·ing, 3rd person
       present singular lec·tures)
           1. vti give educational speech: to deliver a speech before a group of people as a
           method of instruction
               He lectures on stress management all over the country.
           2. vi be university lecturer: to be employed as a lecturer at a university
               She lectures at the University.
           3. vt reprimand somebody: to reprimand somebody by making a speech about
              how a person should behave
              lecturing the congregation about church attendance



___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              52
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

   [13th century. Via French from medieval Latin lectura , literally “ reading,” from Latin
   lect- , the past participle stem of legere (see legible).]



   2.3 Dokumentasi Dan Publikasi Ilmiah
   Journal
      jour·nal [júrn’ l]n
         1. publishing magazine or periodical: a magazine or periodical, especially one
             published by a specialist or professional body for its members, containing
             information and contributions relevant to their area of activity. a medical
             journal
         2. diary: somebody’ s written daily record of personal experiences
         3. accounting preliminary record of financial transactions: a book for
             recording daily transactions, especially in double entry bookkeeping, using a
             formulaic style to ensure their correct entry in a ledger
         4. politics official record: the official daily record of proceedings kept by an
             association or body, especially a legislative body or parliament
         5. mechanical engineering section of shaft: a cylindrical section of a shaft
             designed to rotate inside a bearing

   [14th century. Via French , literally “ daily,” from, ultimately, late Latin diurnalis (see
   diurnal). Originally denoted a book listing the daytime canonical hours.]


   Transaction
      trans·ac·tion [tran záksh Q WUDQ ViNVK Q@n
      (plural trans·ac·tions)
          1. business business: a business deal that is being negotiated or has been settled
          2. interaction: a communication or activity between two or more people that
              influences and affects all of them (formal)
          3. business act of negotiating: the act of negotiating something or carrying out a
              business deal
          4. computing addition to database: an action that adds, removes, or changes
              data in a database or other computer program
          5. npl transactions or proceedings: the published records of a learned society

   [Mid-15th century. Via French from, ultimately, Latin transigere “ to drive through,
   accomplish,” from agere “ to drive, do” (see agent).]


   Proceeding
      pro·ceed·ing >SU V GLQJ SU V GLQJ@n
      (plural pro·ceed·ings)

          1. procedure: an action or course of action

___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              53
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

          2. law legal action: legal action brought against somebody (often used in the
             plural)
          3. series of events: a series of related events occurring at one time or in one place
          4. published records: published records of a meeting or conference


   Proposal
      pro·pos·al [pr S z’ l]n
         1. idea or plan: a suggestion or intention, especially one put forward formally or
            officially
         2. act of proposing: the act of making a suggestion or stating an intention
         3. request to marry somebody: a request for somebody to enter into marriage


   Thesis
      the·sis [th VVLVV@n
          1. proposition: a proposition advanced as an argument
          2. essay subject: a subject for an essay
          3. lengthy academic paper: a dissertation based on original research, especially
              as work toward an academic degree
          4. statement: an unproved statement, especially one serving as a premise in an
              argument
          5. music downbeat: the downbeat of a bar of music
          6. poetry stressed syllable: a long syllable, on which the stress naturally falls, in
              classical Greek and Latin poetry.
          7. poetry unstressed syllable: a short unstressed syllable in modern accentual
              poetry.
          8. philosophy first stage of dialectic: the first of three stages in Hegelian
              dialectic

   [14th century. Via Latin from Greek , “ proposition, stressed beat.” Ultimately from an
   Indo-European base that is also the ancestor of English do1 and fact.]


   Dissertation

       dis·ser·ta·tion [dìss U Wi\VK¶Q@n
           1. long essay: a lengthy and formal written treatment of a subject, especially a
               long paper submitted as a requirement for a degree
           2. formal discourse: a formal spoken or written discourse



   Manuscript

       man·u·script [mánny VNUìpt]n


___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              54
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

          1. handwritten book: a book or other text written by hand, especially one
             written before the invention of printing
          2. author’s original text: an author’ s text for a book, article, or other piece of
             written work as it is submitted for publication
          3. handwriting: handwriting as opposed to the printed word
             a manuscript version of the text

   [Late 16th century. From medieval Latin manuscriptus “ written by hand,” from scribere
   “ to write” (source of English inscription and scribble).]




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              55
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________


                                       BAB III

      UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA
     NOMOR 19 TAHUN 2002 TENTANG HAK CIPTA




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              56
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              57
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              58
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              59
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              60
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              61
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              62
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              63
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              64
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              65
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              66
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              67
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              68
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              69
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              70
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              71
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              72
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              73
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              74
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              75
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              76
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              77
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              78
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              79
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              80
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              81
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              82
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              83
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              84
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              85
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              86
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              87
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              88
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              89
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              90
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              91
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________


                                        BAB IV

               LABORATORIA TEKNIK ELEKTRO




4.1 Laboratoria Sistem Elektronika

Peranan :
   • Sebagai pendukung teknologi implementasi teknik elektro.
   • Sebagai pendukung utama penyelenggaraan Peminatan / Sub-Program Electronics &
       Instrumentation Engineering pada kurikulum 2004.

Kompetensi :
  • Sistem Elektronika Analog : sistem instrumentasi dan perangkat telekomunikasi
  • Sistem Elektronika Digital : berbasis CPLD dan FPGA
  • Embedded System

Laboratoria Sistem Elektronika terdiri dari Laboratorium :
   • Lab. Elektronika
   • Lab. Rangkaian Listrik
   • Lab. Teknik Digital
   • ……
   • ..

Perangkat pendukung utama :
   • Sistem Instrumen dasar lengkap
   • Software simulasi dan tool : PSPICE/Cadence, Protel, VHDL, Xilinx Foundation,
      KEIL Compiler (dalama proses pengadaan)
   • Development Board : FPGA, CPLD, MCU 8051 Based (dalam proses desain)

Topic Penelitian:
Embedded System Research Group:
    • Mekatronika & Robotik
    • Desain dan Implementasi Communication Protokol
    • Distributed Control System
Instrumentation Research Group


___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              92
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________



Sumber Daya Manusia dan kompetensinya:
   • Dewi Utami
      FPGA based system,
      Cryptography,
      Security,
      Telemetri
   • Sony Sumaryo
      Embedded System: Robotik, MCU Controller Based System, Design & Implementasi
      Communication Protocol;
      Instrumentation

   •   M. Arry Murti
       Power Electronics,
       Instrumentation,
       PLC,
       Robotik

   •   Ahmad Rizal
       Biomedical,
       Sensor,
       Instrumentation

   •   Muhammad Ramdani
       Software Implementation,
       MCU Based System

   •   Iswahyudi
       Telecommunication System Implementation and Design,
       MCU Based System

   •   Sigit Yuwono
       Analog Elecetronics Based System




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              93
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________


                  Embedded System Research Group
                                       (ESRG)



1. Visi dan Misi
    • Mengenalkan, menyebarluaskan dan menginformasikan perancangan dan aplikasi
        Embedded System Instrumentasi Elektronika di kalangan civitas akademika
        STTTTelkom, nasional dan internasional.
    • Penelitian, pengembangan dan layanan kepada masyarakat umum perancangan dan
        aplikasi Embedded System Instrumentasi Elektronika.
    • Peningkatan sumber daya manusia di kalangan mahasiswa dan dosen STTTelkom
        serta masyarakat umum dala hal Perancangan Embedded System Instrumentasi
        Elektronika

2. Topik Penelitian Utama :
   Desain dan Implementasi:
    • Mekatronika & Robotika
    • Embedded Program & Communication Protocol
    • Distributed Control System
    • Instrumentasi


Contoh Detail Penelitian :
Mekatronika & Robotika :
Sensor dan Rangkaiannya
Actuator dan Rangkaiannya
Mekanikal Sub System
Motor
MCU Based Sub-System

Embedded Program & Communication Protocol :
RTOS
Tool

Distributed Control System:

Instrumentasi :
Instrumentasi berbasis Processor.

3. Sumber Daya Manusia :
    • Sony Sumaryo : Koordinator ESRG dan Research Embedded Program &
                      Communication Protocol
    • Ari Murti : Koordinator Research Mekatronika dan Robotika
___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              94
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

   •   Basuki Rahmat : Koordinator Reasearch Distributed Control System
   •   Ramdani
   •   Arizal
   •   Iswahyudi
   •   Sigit Yuwono
   •   Dewi Utami
   •   Iwan Iwut
   •   Mahasiswa yang direkrut dan mahasiswa Tugas Akhir yang didaftarkan pada ESRG

4. Target :
    • Penulisan Jurnal
    • Buku
    • Modul pelatihan
    • Web ESRG
    • Mailing List ESRG
    • Product : Pelatihan dan Education
    • Newsletter
    • Layanan masyarakat


5. Laboratorium Pendukung :
    • SE : Teknik Digital, RL, ELKA, PBE dan PSE
    • Kontrol dan Catu Daya
    • Bengkel Elektronika
    • Mikroprosesor
    • Digital Signal Processing
    • …

6. Kegiatan Rutin :
    • Diskusi tatap muka rutin minimal sebulan sekali
    • Research..
    • ..




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              95
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________


                              Embedded System
                   (Unified Hardware and Software System)



A. Konsep Embedded System
Embedded system: any device/system that includes a programmable computer but is not itself a
general-purpose computer.

Definisi lain:
An embedded system is an application that contains at least one programmable computer (typically in
the form of a microcontroller, a microprocessor or digital signal processor chip) and which is used by
individuals who are, in the main, unaware that the system is computer-based.

One possible organization for an embedded system:




 In addition to the CPU and memory hierarchy, there are a variety of interfaces that enable the system
to measure, manipulate, and otherwise interact with the external environment. Some differences with
desktop computing may be:

    •   The human interface may be as simple as a flashing light or as complicated as real-time
        robotic vision.
    •   The diagnostic port may be used for diagnosing the system that is being controlled -- not just
        for diagnosing the computer.
    •   Special-purpose field programmable (FPGA), application specific (ASIC), or even non-digital
        hardware may be used to increase performance or safety.
___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              96
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

    •     Software often has a fixed function, and is specific to the application.

          In addition to the emphasis on interaction with the external world, embedded systems also
          provide functionality specific to their applications. Instead of executing spreadsheets, word
          processing and engineering analysis, embedded systems typically execute control laws, finite
          state machines, and signal processing algorithms. They must often detect and react to faults in
          both the computing and surrounding electromechanical systems, and must manipulate
          application-specific user interface devices.

Dapat kita ringkas block pembangun embedded system :

    1.    Sensor dan Signal Conditioning
    2.    A/D dan D/A Conversion
    3.    CPU atau MCU
    4.    Software
    5.    FPGA/ASIC
    6.    Memory
    7.    Actuators and controller circuit
    8.    Human Interface (LCD, LED, Keyboard, … ) and controller circuit
    9.    Auxiliary System (Power, Cooling)
    10.   Diagnostic Port
    11.   Electromechanical Backup & Safety

Fungsi umum dari Embedded System:

a) Control Laws (contoh: PID control, fuzzy control)

b) Sequencing logic (contoh: FSM, mode changes/switching between control laws)

c) Signal processing (contoh: voice, video)

d) Fault response (contoh: detection, reconfiguration)

e) Application specific user interface hardware (contoh: button, bell, light, lcd, keypad)

Application System Classes:

    a)    Computation Oriented Systems : PC
    b)    Control Dominated Systems: react to external events with relatively simple process.
    c)    Data Dominated Systems : DSP, Packet routing/Router
    d)    Mixed Systems: mobile phones, motor control



Embedded System Design (ESD):

ESD merupakan perancangan dengan pendekatan perancangan software dan hardware sebagai satu
kesatuan. Domain software dan hardware bukan dipandang sebagai domain yang sama sekali berbeda
tetapi dipandang sebagai dua pilihan yang saling melengkapi untuk memenuhi design metric seperti :
cost, performance, power, flexibility , dsb.

___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              97
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

ESD menjadi mungkin dan mudah dilakukan karena adanya trend:

    a) Terintegrasinya software processors dan custom hardware processor dalam sebuah IC.
    b) Compiler yang telah berkembang dan ketersediaan di pasaran luas. Compiler saat ini sudah
       merupakan tool yang umum di ESD, misalkan C (embedded) compiler, Java compiler.
    c) Synthesis technology yang makin berkembang dimana perancang dapat menguraikan ide
       rancangannya dalam high-level programming language, dan secara otomatis
       diimplementasikan pada sebuah processor.

ESD dipengaruhi sebagian besar oleh aspek-aspek:

a) Strict cost margins:

        Design objectives: minimize cost, reach a certain market segment consisting of a price range
        and an expected functionality.

b) Time-to-market and predictable design time

c) (Hard) time constraint.

d) Power dissipation

e) Safety

f) Physical Constraint: weights, size




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              98
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________


4.2 Laboratoria Pengolahan Sinyal Informasi


                                          PSI




     Lab.PSD                     Lab.                              Lab. DSK &
                            MIKROPROSESOR                             TTL

Kegiatan :

     •   PRAKTIKUM
         Semester Ganjil :
         Lab. PSD : PSD S1 TE
         Semester Genap :
         Lab. PSD : PSD D3 ke S1 TE
         Lab. Mikroprosesor : MP S1 TE, MP D3 TE
         Lab. DSK & TTL : DSK D3 TE

     •   PELATIHAN

No           Nama Lab           Judul              Waktu            Ket
                              Pelatihan         Pelaksanaan
1.       PSD               1. Matlab Dasar    15 Feb – 22
                                              Maret 2003
                           2. Matlab Dasar    25-30 Agustus
                                              2003
                           3. Matlab          Oktober 2002
                              Advanced
                           4. Image           4-6 November
                              Processing      2002
                           5. C++             29 Mei – 18 Juni
                              Programming     2002
2.       MP                1. Workshop        2-6 Juli 2001      Kerja sama
         (Mikroprosesor)      Mikroproseso                       dengan
                              r dan                              HIMATEL
                              Mikrokontrole
                              r
                           2. Workshop        9-13 September
                              Mikrokontrole   2002
                              r 2051
___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              99
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

                           3. Pendidikan    7-18 Juli 2003      Kerjasama
                              dan Pelatihan                     dg Lembaga
                              Teknis                            Sandi
                              Mikroproseso                      Negara RI
                              r dan
                              Mikrokontrole
                              r untuk
                              Aplikasi
                              Security
3.       DSK & TTL         1. Catu Daya     Juni 2002
                              Telekomunik
                              asi
                           2. PLC &         Juni 2003
                              Kontrol

     •   PENELITIAN
         * TMS 320 C5X
         * Moving Sign yang dikendalikan oleh Short Message Service
         * Sistem Minimum MCS51-LCD berbasis karakter-Keypad
         * Aplikasi Programmer AT89Sxx
         * Aplikasi Kriptografi dengan menggunakan sistem berbasis MCS51
         * PLC (Programmable Logic Controller)

Sumber daya manusia dan kompetensinya :
   • Agus Virgono (Lab. MP)
      MPLS,
      Wireless Security,
      Implementasi sistem komunikasi/pengolah data menggunakan AVR.

     •   Burhanudin D. (Lab. MP)
         Pengolahan Bahasa Alami,
         Pengolahan Data Digital,
         Implementasi Sistem Pakar,
         Alat Bantu Pengajaran,
         Linux Programming.

     •   Basuki Rahmat (Lab. DSK & TTL)
         Control System

     •   Efri Suhartono (Lab. DSK & TTL)
         Power System
         Control
         Data Communication

     •   Hadi Suwastio (Lab. PSD)

     •   Iwan Iwut (Lab. PSD)
         Text-to-Speech Bahasa Indonesia

___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              100
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

       Speech Coding
       Biomedical Processing

   •   Jangkung Raharjo (Lab. PSD)
       BioElectronic
       Pengolahan Citra
       Pengolahan Suara

   •   Koredianto Usman (Lab. PSD)

   •   Porman Pangaribuan (Lab. DSK & TTL)
       Control System

   •   Rita Magdalena (Lab. PSD)
       Biomedical Signal Processing
       Optimal Signal Processing

Perangkat pendukung :
      * Personal Computer
      * Printer
      * Osiloskop
      * Function Generator
      * Universal Counter
      * Universal Programmer
      * Logic Analizer
      * Portable Logic Analizer
      * Power Supply
      * Multimeter Digital
      * Multimeter Analog
      * EPROM Eraser
      * Micropower i dan ii
      * CPU Designer
      * Dinamic Signal Analisyst
      * Scanner
      * Sistem Servo Modular
      * XY Ploter
      * Analog Lab. Unit
      * Mesin DC
      * Mesin Asinkron
      * ToolKit
      * Watt Meter
      * Tacho Meter
      * Travo
      * Regulator
      * Panel Distribusi Listrik
      * Relay 24 V
      * Thyristor
      * Sensor Sun X
___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              101
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

       * Mesin AC Generator
       * Programmable Logic Controller
       * Phase Meter
       * Frekuensi Meter
       * Contactor
       * Oriental Control Pack Motor
       * Time Contactor
       * Inverter Motor Drive




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              102
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________


4.3 Laboratoria Transmisi Telekomunikasi
Laboratoria Transmisi Telekomunikasi terdiri dari Lab.:
   • Lab. Microwave
   • Lab. Optic
   • Lab. Dasar Transmisi
   • Lab. Antena

Kompetensi :
  • Elektromagnetika
  • Saluran dan Rekayasa Transmisi
  • Antena dan Propagasi
  • Komunikasi Radio / Wireles ( Fixed & Mobile)
  • Komunikasi Satelit
  • Gelombang Mikro
  • Serat Optik


Sumber daya manusia dan kompetensinya:
   • Soetamso (Lab. Microwave)
      Antena,
      Microwave Electronic

   •   Gideon J. (Lab. Microwave)
       Satellite Communication

   •   Rina Puji A. (Lab. Microwave)
       Sistem Radio,
       Mobile Communication

   •   Akhzanul Kh.    (Lab. Microwave)
       Antena,
       Microwave,
       Sistem Radio

   •   Teha Tearalangi (Lab. Microwave)
       Saluran Transmisi,
       TGM

   •   Arfianto F. (Lab. Microwave)
       Saluran Transmisi

   •   Erna Sri S. (Lab. Optic)
       Optical Communication

   •   Ahmad Hambali     (Lab. Optic)

___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              103
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

       Optical Communication

   •   Bambang S.N. (Lab. Optic)
       Antena,
       Optical Communication

   •   Miftadi Sudjai (Lab. Antena)
       Mobile Communication,
       Satellite Communication,
       Digital Communication

   •   Heroe Wijanto (Lab. Antena)
       Antena,
       Satellite Communication,
       Digital Communication

   •   Kris Sudjatmoko (Lab. Antena)
       Smart Antena,
       Mobile Communication




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              104
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________


4.4 Laboratoria Sistem Komunikasi
Laboratoria Sistem Komunikasi terdiri dari Lab.:
   • Lab. Sistem Komunikasi (Siskom)
   • Lab. GSM
   • Lab. Elektronika Komunikasi (Elkom)

Kompetensi Pengembangan/Penelitian :
  • Implementasi miniatur studio TV.
  • Implementasi miniatur sistem komunikasi wireless cellular.
  • Implementasi miniatur sistem monitoring dan pengontrolan dengan saluran kabel dan
     wireless.
  • Implementasi enkoder dan dekoder FEC.
  • Pembuatan software pemodelan kanal (indor maupun out dor) untuk alat bantu
     pengujian suatu performansi suatu RF Transceiver.
  • Pembuatan software untuk menghitung power budget (Link Budget) dan delay budget.
  • Pembuatan data software pemodelan sinyal (sinyal sintesis)
  • Pembuatan data base software blok-blok perangkat system komunikasi.

Sumber daya manusia dan kompetensinya:
   • Bambang Sumajudin        (Lab. Siskom)
      Simulasi dan Analisis MODEM,
      Desain dan Implementasi MODEM,
      Sinkronisasi dalam SISKOMDIG : Carrier Recovery, Simbol Timming Recovery ,
      Akuisisi ; Tracking Desain ; Implemnetasi ; Analisis dan Simulasi TDMA Tranceiver
      Simulasi dan Analisis Power Control ; Hand over pada SISKOM Sellular.

   •   Uke Kurniawan      (Lab. Siskom)
       Sistem Komunikasi Sellular
       LAN

   •   Budianto      (Lab. Elkom)
       Desain dan Implementasi perangkat RF pada Komunikasi,
       Desain dan Implementasi Amplifier

   •   Dharu Arseno (Lab. Siskom)
       Sistem Komunikasi Sellular
       Teknik Pengkodean ( Error control coding )

   •   Nachwan Mufti (Lab. GSM)
       Sistem Komunikasi Sellular
       Perencanaan Sistem Komunikasi Sellular

   •   Budi Prasetya (Lab. Elkom)
       Simulasi dan Analisis MODEM
       Desain dan Implementasi MODEM

___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              105
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________



   •   Ali Muayadi




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              106
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________


4.5 Laboratoria Jaringan & Multimedia
Laboratoria Jaringan & Multimedia terdiri dari Lab.:
   • Jaringan Akses
   • C & C / IARD
   • Switching
   • CATV

Sumber daya manusia dan kompetensinya :
   • ADH
      Traffic Engineering (Narrow & Broadband),
      Network Planning/Engineering,
      Telecommunication Network,
      ATM Switch/Network,
      Simulasi & Model,
      Wireless Network

   •   RND
       Digital Switch,
       Soft Switch
       ATM Switch/Network,
       Exchange Planning & Signalling,
       Telecommunication Network/ Network Enggineering,

   •   HFD
       Digital Switch,
       Soft Switch
       ATM Switch/Network,
       Traffic Engineering,
       Telecommunication Network/ Network Enggineering,
       Access Network


   •   LSL
       Digital Switch,
       Traffic Engineering,
       Telecommunication Network/ Network Enggineering,
       ATM Switch/Network,

   •   SNH
       Traffic (Fixed & Mobile),
       Telecommunication Network/ Network Enggineering,
       Digital Switch,
       GSM,
       CDMA

   •   IDW
___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              107
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

       Traffic Engineering,
       Digital Switch,
       Telecommunication Network/ Network Enggineering,
       Data Communication,
       Computer Network

   •   ASM
       Digital Switch,
       Soft Switch
       ATM Switch/Network,
       Traffic Engineering,
       Telecommunication Network/ Network Enggineering,
       Signalling,
       GSM,
       CDMA,
       NGN

   •   MKF
       Digital Switch,
       Access Network,
       Telecommunication Network,
       Traffic,
       Signalling

   •   RRM
       Data Communication,
       Data/Computer Network,
       IN,
       B-ISDN
       Computer Organization,
       Mikroprosesor

   •   AGP
       Access Network (Planning & Engineering),
       Telecommunication & Planning Network,
       Digital Switch

   •   GNA
       Information Technology : Data Communication, Computer Network & Engineering,
       Protocol Management, Operating System & Application Software, IP Network

   •   YUD
       Information Technology,
       Telecommunication Network

   •   NBG
       Computer Hardware,

___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              108
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

       Mikroposesor,
       Digital System,
       Information Technology

   •   JHR
       Computer Hardware,
       Mikroposesor,
       Digital System,
       Information Technology


Kompetensi pengembangan / penelitian secara umum:

       ACCESS NETWORK :

           •   JARLOKAT
               -   Nw Planning (demand, alokasi RK, param elektr : trans & sinyal)
               -   Teknologi xDSL (HDSL, ADSL, VDSL)

           •   JARLOKAF
               -   Nw Planning (kriteria pemak f.o, demand : POTS Æ ss, non POTS Æ
                   BW, penent topol : FTTH, FTTC, FTTZ, penent teknol : PON, DLC,
                   Ring)
               -   Kinerja jarlokaf.
               -   Jaringan camp (HFC) – apl. CATV (VoD)

           •   JARLOKAR (= WLL) :
               -   Nw Planning (demand, param trafik, transmisi & coverage area : omni,
                   sectoral)
               -   Performance & improvement


   SWITCHING:
           •   DIGITAL SWICTH / DIGITAL EXCHANGE
               -   Planning (demand Æ penent lokasi & kap, trafik per-plg Æ pemerat
                   beban per-SL stage, transm & traf RSU)
               -   Kinerja Sentral (SCR, ASR, GOS, Dial Tone Delay, angka gangg,
                   MTBF, MTTR, utilitas PR)
               -   Peranc SW (tool) pengolah data : alarm/ gangguan, billing, trafik dll.

___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              109
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

                -   Analisis Beban Prosesor
                -   Perencanaan Jaringan Telekomunikasi (Network/Traffic Engineering).
           •    SOFTSWITCH
                -   Karakteristik (kapabilitas/internetworking dg jar eksisting : Jartel, IPNet,
                    ATM, MobileNet/Selular)
                -   Studi pustaka, Studi kasus (PT.TELKOM)
           •    ATM SWITCH/NW



   NETWORK PLANNING / TRAFFIC ENGINEERING
       o   PSTN/ISDN
           •    Interfacing dg elemen baru/layanan baru (Fixed W’ less/Flexi : SMSC, MSC,
                Fixed SMS), CTI;
           •    Perhit kapasitas trunk (traffic eng)
           •    Performance (availability, realibility, interoperability, quality)
       o   IN
           •    VAS : Credit Card Calling, Premium Call, Uni Call,
       o   SIGNALLING NW (SS7)
           •    Nw Planning/Performance (topologi : alokasi SSP/STP (routing plan Æ
                realibility, ch cap (avail & utility), ing, failure rate, exch d Base)
           •    Interoperability/interkoneksi : MAP, INAP, Sig GW
           •    Pengaruh beban : Fixed SMS, Fixed W’ less
           •    Charging at the POI Æ SW eng & d Base mgmt
       o   TMN
           •    Fault Mgmt : Sw, Tra, CD
           •    Traffic Rec & Route Mgmt
           •    Protocol/SW engineering :



   DATA NETWORK :
       o   Network Planning/performance
           •    Physical/logical topology (LAN/MAN/WAN/VPNÆ VPN), addressing
           •    Med : coax, UTP, f.o

___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              110
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

               •    Access : Eth, FDDI, FR
               •    BW demand
               •    Pemil prot BW mgmt
        o      SOFTWARE ENGINEERING



HOT TOPIC :
   ƒ    VoIP
   ƒ    FIXED SMS
        o      SMSC (buffer, server capacity)
        o      Trunk cap
        o      Sig & data capacity
        o      Sig – prot interoperability (mapping)
   ƒ    FIXED WIRELESS NETWORK :
        o      JAR TELKOMFlexi (Planning/performance)
               •    Traffic demand (voice/non voice : SMS,MMS,WEB serv) : fixed/mobile?),
                    mapping kanal CDMA, param transm (PLB, coverage area), GIS appl.
               •    Elemen SMSC (teori antrian)
               •    Interworking dg exist nw (PSTN, PLMN, IN, PDN)
   ƒ    NGN
               •    Planning/step of planning (nw, protocol/signalling, charging)
               •    Elemen SMSC (teori antrian)
   ƒ    CTI


Profile Laboratorium :
LABORATORIUM. JARINGAN AKSES
    •       Lingkup Kapabilitas & Pengembangan :
             ♦      Jarlokat (STT, KRONE) : GIS
             ♦      VoIP : Map Info
             ♦      NW Simulator : ArcView
             ♦      ANS Diamux : GPS, CTI
    •       Fasilitas/Infrastruktur :

___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              111
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

           Divisi CableNet
            




                Prototipe Jaringan Lokal Akses Tembaga (Jarlokat) Krone
            




                Prototipe Jaringan Lokal Akses Radio (Jarlokar) Tadiran
            




                Prototipe LAN Cabling
            




                Jaringan Lokal Akses Tembaga STT Telkom
            




                Alat ukur (Insertion Tools, Test Phone, Cable Tracing System CTS 110&220,
                 Bicotest, Multimeter, Megger Insulation Tester, Earth Resistance Tester, dB
                 Meter)


           Divisi AccessNet
            




               ANS DIAMUX-500 Ericsson
            




               PABX MD-110 Siemens
            




               Router Cisco-1700
            




               WLL Tadiran
            




               Modem HDSL
            




               Telepon Analog, digital & Fax

           Divisi Internetworking & Interoperability
            




               Dialogic Card DM3/IPLINK
            




               PC Server
            




               Router Cisco-1700
            




               Crimping tool
            




               Hub 3com Dual Speed 8
            




               Hub 3com Dual Speed 12
            




               Web Cam Logitech
            




               Protocol Analyzer HP
            




               Modem 56kbps V.90

           Divisi GIS & GPS
            




               GPS Engine U2 fortuna
            




               GPS Map Garmin-210
            




               Digitizer AC32 Altek
            




               Perangkat Tracking



LABORATORIUM. C & C / IARD
   a. Penelitian Pengembangan :
       -       Penelitian mengenai IPv6
               Riset ini dimulai kurang lebih sejak tahun 2000. Riset ini mencakup berbagai hal
               yang dibutuhkan untuk melakukan proses translasi dari IPv4 ke IPv6.
       -       Penelitian Linux


___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              112
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

           Penelitian ini dibagi menjadi 3 bagian yakni Linux system administrator, Linux
           system networking, Linux security. Selain itu juga dilakukan penelitian mengenai
           SOHO pada linux.
       -   Pembuatan portal pinguin.
           Portal ini telah berhasil dilaunching dengan alamat pinguin.stttelkom.ac.id. Portal
           ini terus dikembangkan dan diupgrade baik dari kemasan maupun sistemnya.
           Portal ini dibangun dengan platform linux.
       -   Penelitian mengenai IP security pada jaringan lokal Windows 2000
       -   Penelitian mengenai Cisco Router
       -   Penelitian mengenai Manajemen jaringan
           Penelitian ini akan mencakup mengenai pengimplementasi manajemen jaringan
           dengan beberapa metode.
       -   Penelitian mengenai Wireless LAN


       Penelitian Tugas Akhir :
       Sebagian penelitian yang sedang dan telah dikembangkan :
       -   DSTM (Dual Stack Transition Mechanism)
       -   IP Diff service
       -   RSVP
       -   MPLS (Multi Protocol Labeling Switch)
       -   Queuing metode CBQ
       -   RTP dan RTCP
       -   Mobility IP
       -   IP Multicast
       -   Network Security


   b. Pelatihan
       Beberapa pelatihan yang akan segera dilaksanakan oleh C& C :
       -   Pelatihan Linux system administrator
       -   Pelatihan LAN Internetworking
       -   Pelatihan Linux system networking
       -   Pelatihan CCNA certificate preparation

___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              113
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

        -   Pelatihan Linux security
        -   Pelatihan Implementing windows 2000 server




LABORATORIUM SWITCHING
a) Peralatan :
Sentral STDIK :
Menunjang Praktikum:
-      Pengenalan Sentral dan Jarlokat
-      Operasi Basis Data Pelanggan
-      Layanan Dasar dan Tambahan Sentral
-      Sistem Pentarifan Telepon
-      Sistem Administrasi tes
-      Pengukuran Saluran Telepon
-      PBX/PABX

Dialogic Card D41JCT-LS
Menunjang Riset:
-      Voice Mail
-      Call Center
-      Telemarketing
-      Interactive Voice Response
-      Audiotex
-      Operator Service
-      Auto Dialers
-      Unified Messaging


b) Penelitian :
    -   Optimalisasi Coin Box
    -   Manajemen Sentral Via Web
    -   Optimalisasi Mesin Penghitung Pulsa
    -   Mengungkap source code APS Software
    -   Mengungkap Cara penggunaan Trunk Sentral STDI


Hasil Penelitian :
- Perancangan & Realisasi Sistem Voice mail berbasis PC
- Analisa jenis kerusakan modul SLMACOS

___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              114
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

- Perancangan jar.mata jala untuk komunikasi data paket
- Perencanaan Perluasan jar.telekomunikasi untuk daerah Teluk Betung di Bdr.Lampung
- Rancang Bangun Scrambler dan Descrambler berbasis uP i8088
- Rekonfigurasi Network Multi Exchange Area Jakarta
- Perancangan Filter Digital Respon Impuls Tak Terbatas dgn Prosesor TMS320C25
- Perancangan dan Realisasi Alat Penghitung Pulsa Wartel Menggunakan Kalkulator
- Perancangan dan Realisasi Alat penghitung Pulsa Telepon berbasis PC
- Perancangan dan Implementasi antarmuka saluran telepon pada smart Building berbasis
FPGA


c) Pelatihan :
   -   DX Training
   -   Dial-up & LAN Interconnection


LABORATORIUM CATV
Topologi Jaringan CATV di STTTelkom


                                          Headend Analog




                                                                  UHF 2       VH
                                                                               F

                                              UHF 1



       Antenna Parabola
                          Receiver 4

                          Receiver 3
                                                                      Avant
                          Receiver 2

                          Receiver 1




                                                                                   Jaringan Koaksial

                                                           TV 1




CATV SYSTEM :
‰ SIARAN YANG BISA DIDISTRIBUSIKAN ADALAH
___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              115
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

    9 TV LOKAL DAN 4 SIARAN TV LUAR
‰ MEDIA TRANSMISI YANG DIGUNAKAN ADALAH KABEL KOAXIAL
    RG-11(BACKBONE) DAN RG-6 (PELANGGAN)

JARINGAN TERDISTRIBUSI KE :
  -  GSG BAG. DEPAN, BARAT, dan TIMUR
     -    ASTRI
     -    KOPMA
     -    ASTRA
     -    GED. B
     -    GED. E

PENELITIAN :
‰ PERENCANAAN JARINGAN COAX CATV UNTUK THREE BUNDLE SERVICES
   DI KAMPUS STT TELKOM
‰ PERANCANGAN DAN REALISASI CATV AMPLIFIER
‰ PERANCANGAN JARINGAN KOAXIAL UNTUK MENDUKUNG LAYAAN TV
   KABEL DAN AKSES INTERNET (FAST INTERNET) PADA NODE OPTIK DI
   WILAYAH GEJAYAN-YOGYAKARTA
‰ ANALISA DAN SIMULASI DISCRETE WAVELET MULTI TONE PADA
   JARINGAN HFC



PROGRAMS OF CAMPUS TV .
†        DISTANCE LEARNING
       - SEMINAR TA/PA
       - TUTORIAL
†        NEWS
       - IT TECHNOLOGY
       - TRAINING
       - SCHOLARSHIP
       - JOB VACANCY
†        ENTERTAIMENT
       - FILM
       - MUSIC
†        PENGEMB : VoD




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              116
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________


                                       BAB V

                    PERATURAN TUGAS AKHIR
                             DI
                   JURUSAN TEKNIK ELEKTRO




5.1 Cuplikan Aturan Tugas Akhir
Bagian berikut merupakan cuplikan peraturan : ATURAN TUGAS AKHIR No. STT-
046/PD02.14/20/BP – AKA/2001, Tanggal 27 April 2001.




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              117
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              118
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              119
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              120
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              121
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________



Cuplikan dari “ Panduan Akademik STT-TELKOM Tahun Akademik 2003/ 2004”



TUGAS AKHIR (TA)

Syarat-syarat TA :
Adalah mahasiswa yang terdaftar secara syah, telah lulus Tahap Sarjana Muda atau telah
lulus minimum 120 SKS dengan IPK ≥ 2,00 serta telah mengisi mata kuliah Tugas Akhir (TA)
pada Kartu Studi Mahasiswa (KSM) semester berjalan.

Pembimbing Tugas Akhir :
   • Memiliki ijasah Sarjana bidang yang berkaitan.
   • Memiliki pengalaman kerja selama minimum lima tahun dalam bidang keahliannya.
   • Bila yang bersangkutan bukan dosen tetap STTTelkom, maka sebaiknya diadakan
      pembimbing pendamping yang berasal dari STTTelkom.

Pemilihan dan Penetapan Judul Tugas Akhir :
   • Judul TA dapat berasal dari mahasiswa maupun dari calon pembimbing TA.
   • Usulan TA perlu dibahas di kelompok-kelompok kecil bidang keahlian yang relevan
       yang ada di Jurusan.
   • Setelah usulan TA disepakati antara calon pembimbing dengan mahasiswa, hal itu
       dikukuhkan dengan Surat Ketetapan yang diterbitkan oleh Ketua Jurusan dengan
       mencantumkan tanggal saat dimulainya TA dilaksanakan.
   • Bersamaan dengan diterbitkannya ketetapan tentang pelaksanaan TA, mahasiswa
       juga menerima Kartu Konsultasi TA.

Materi Tugas Akhir :
   • Tugas akhir adalah kegiatan/ upaya untuk menampilkan kemampuan yang dimiliki
       seorang mahasiswa dalam menyelesaikan suatu masalah dalam bidang keahliannya,
       yang diwujudkan dalam bentuk karya ilmiah.
   • Hasil penyelesaian suatu masalah adalah jawaban atau usulan untuk mengatasi
       masalah tersebut yang dapat berupa uraian sistematis tentang tatacara yang akan
       diterapkan, model matematik atupun fisik yang dibahas/ digunakan, atau dapat juga
       berupa kombinasi-kombinasinya.


Pelaksanaan Tugas Akhir :
   • Pada awal pelaksanaan mahasiswa beserta Pembimbing menetapkan Rencana Kerja
       Pelaksanaan TA, dimana tercantum antara lain butir-butir yang akan dilaksanakan
       serta alokasi waktunya.
   • Total waktu yang dialokasikan untuk pelaksanaan TA minimum adalah 4 bulan dan
       maksimum adalah 12 bulan.
   • Secara berkala diadakan pertemuan-pertemuan konsultasi antara mahasiswa dengan
       Pembimbing (baik Pembimbing Utama maupun Pembimbing Pendamping). Setiap


___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              122
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

       kali dilakukan acara konsultasi, Pembimbing membubuhkan catatan singkat kegiatan
       dan paraf pada Buku Catatan Pelaksanaan Tugas Akhir.
   •   Jumlah minimal konsultasi adalah 8 kali.
   •   Tugas Akhir yang telah selesai dilaksanakan ditandai dengan dikembalikannya Buku
       Catatan Pelaksanaan Tugas Akhir kepada Ketua/Sekretaris Jurusan dengan mengisi
       lembar khusus yang telah disediakan guna maksud tersebut.


Seminar Tugas Akhir :
Seminar Tugas Akhir akan dilaksanakan di kemudian hari bila keadaan telah memungkinkan
   • Hasil akhir / sementara suatu TA harus diseminarkan secara terbuka.
   • Seminar ini dihadiri oleh Pembimbing Utama/ Pendamping TA, para mahasiswa yang
      sedang mengerjakan TA, maupun para mahasiswa lainnya.
   • Hasil seminar turut menentukan nilai pelaksanaan TA, Penilaian hasil seminar
      diberikan oleh Pembimbing serta Koordinator Seminar Tugas Akhir.
   • Hasil suatu seminar TA dicantumkan dalam suatu Formulir Berita Acara Seminar.


Sidang Tugas Akhir (STA):

   • Sidang TA dapat dilaksanakan setelah Pembimbing TA menyatakan TA yang
     bersangkutan selesai;
   • Atas dasar laporan teresebut Ketua Jurusan menyusun Panitia siding TA yang terdiri
     dari :
     * Seorang Ketua
     * Seorang Sekretaris, dan
     * Seorang Anggota
       Kombinasi keanggotaan Tim penguji harus mencakup bidang keahlian masalah
              yang diuji, serta bidang-bidang keahlian lain yang ada di suatu Jurusan;
                      Susunan keanggotaan Panitia Sidang diusulkan oleh Koordinator TA.
   • Total waktu suatu Sidang TA maksimum 90 menit
   • Hasil suatu Sidang TA dicantumkan dalam suatu Formulir Berita Acara Sidang TA.
     Hasil tersebut dinyatakan dengan : Lulus, Lulus Bersyarat, atau Tidak Lulus.

Penilaian Tugas Akhir:
   • Komponen-komponen penilaian terhadap suatu TA adalah nilai Pembimbing dan nilai
       Penguji TA.
   • Rangkuman komponen-komponen penilaian tersebut kemudian dinyatakan dengan
       huruf A, B, C, D atau E.



5.2 Beberapa Form



___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              123
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              124
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              125
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              126
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              127
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              128
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              129
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              130
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              131
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

FORM UNTUK PRESENTASI PROPOSAL TA




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              132
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              133
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              134
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              135
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________


                                       BAB VI

                        PENULISAN PROPOSAL
                               DAN
                       LAPORAN TUGAS AKHIR




6.1 Format Proposal Tugas Akhir
Proposal Tugas Akhir yang juga merupakan proposal penelitian bertujuan :
   • Sebagai pedoman dalam pelaksanaan penelitian /Tugas Akhir
   • Untuk menerangkan atau menjelaskan apa yang akan dipergunakan dan diperlukan
       dalam melaksanakan penelitian atau Tugas Akhir kepada pihak yang akan
       memberikan bantuan dana.


Proposal ditulis dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Proposal Tugas Akhir berisi :

Judul
Judul yang baik harus dapat mengungkapkan masalah serta obyek yang akan diteliti. Judul
sebaiknya tidak terlalu panjang, lebih kurang delapan sampai sepuluh suku kata.

Abstrak
Merupakan rangkuman isi tulisan proposal dalam format yang singkat. Maksimum panjang
abstrak adalah satu halaman.

BAB I Latar Belakang Masalah
Bagian ini menerangkan sebab mengapa dipilih suatu masalah. Disamping itu dapat pula
diutarakan beberapa hal yang sudah diketahui tentang permasalahan yang akan diteliti
berdasarkan tinjauan pustaka.

BAB II Permasalahan
2.1 Batasan Masalah
Bagian ini berisi pembatasan – pembatasan masalah yang diterapkan dalam penelitian lebih
lanjut untuk menjawab rumusan masalah yang telah diuraikan sebelumnya.
Isi batasan masalah misalkan mencakup:


___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              136
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

   •   spesifikasi teknik peralatan yang akan dirancang juga berisi batasan-batasan
       lingkungan sistem peralatan yang dirancang.
   •   batasan-batasan dalam membuat model dan simulasi dari sistem yang akan diteliti
       lebih lanjut.

2.2 Rumusan Masalah
Bagian ini memformulasikan secara ringkas, jelas dan tajam tentang permasalahan utama
yang akan diteliti lebih lanjut yang ada di latar belakang masalah dan batasan masalah.
Formulasi rumusan masalah biasanya diungkapkan dalam kalimat-kalimat berbentuk
pertanyaaan.


BAB III Landasan Teori atau Tinjauan Pustaka
Dalam bagian ini diajukan teori-teori yang mendasari permasalahan baik yang sudah maupun
yang masih kontemporer. Selain teori dapat pula digunakan hasil-hasil penelitian terdahulu
yang sejenis atau yang terkait dengan permasalahan penelitian yang akan dilakukan.


BAB IV Hipotesis
Bagian ini merupakan optional apabila diperlukan, khususnya untuk tugas akhir yang bersifat
analisis. Hipotesis memuat gambaran awal kesimpulan-kesimpulan yang memerlukan
pembuktian lebih lanjut.


BAB V Tujuan dan Kegunaan
5.1 Tujuan
Berisi uraian beberapa pernyataan yang ingin diketahui atau ditetapkan. Dalam membuat
tujuan selalu harus diingat permasalahannya.

5.2 Kegunaan
Berisi uraian jelas dan tegas kegunaan dari hasil penelitian yang akan dilakukan. Misalnya
kegunaan bagi institusi, diri pribadi peneliti dan bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan
teknologi.



BAB VI Metode Penelitian
Bagian ini berisi antara lain (masing-masing sub-bagian bisa diuraikan dalam sub-bab
tersendiri):
    • bentuk penelitian,
    • teknik pengumpulan data,
    • tahap-tahapan dalam perancangan alat, tahapan perancangan pembuatan model dan
       simulasi,
    • teknik analisis,
    • rumus atau alat ukur yang akan digunakan,
    • sistematika penulisan laporan Tugas Akhir.


___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              137
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________



BAB VII Daftar Pustaka
Bagian ini berisi semua sumber bacaan atau kepustakaan yang langsung berkaitan dengan
penelitian, dapat berupa buku-buku teks, jurnal ilmiah, laporan hasil penelitian, laporan Tugas
Akhir sebelumnya yang terkait.


BAB VIII Jadwal Waktu
Mencakup:
   • waktu persiapan penelitian/Tugas Akhir termasuk persiapan administrasi,
   • waktu studi pustaka,
   • waktu pengumpulan data,
   • waktu perancangan sistem,
   • waktu percobaan,
   • waktu analisis dan penyimpulan,
   • waktu pelaporan sementara,
   • waktu penyajian dengan pembimbing,
   • waktu pembuatan laporan akhir,
   • waktu persiapan sidang Tugas Akhir.
Jadwal waktu sebaiknya ditulis dalam bentuk barchart.


BAB IX Anggaran
Bagian ini merupakan optional dan wajib ada bila tugas akhir dibiayai oleh institusi dan pihak
tertentu. Bab Anggaran berisi perkiraan anggaran atau biaya yang dibutuhkan untuk
menyelesaikan Tugas Akhir. Komponen anggaran bisa berupa komponen habis pakai (seperti
kertas, tinta printer) dan komponen tidak habis pakai ( seperti biaya sewa komputer).




6.2 Format Laporan Akhir Tugas Akhir
Laporan ditulis dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Laporan Tugas Akhir berisi:


I. BAGIAN AWAL
Bagian awal mencakup:
      1. Halaman Judul
      2. Halaman Setelah Judul
      3. Halaman Persetujuan Pembimbing
      4. Halaman Motto (kalau ada)
      5. Kata Pengantar
      6. Abstrak dalam Bahasa Indonesia
      7. Abstrak dalam Bahasa Inggris

___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              138
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

       8. Daftar Isi
       9. Daftar Tabel (kalau ada)
       10. Daftar Bagan (kalau ada)
       11. Daftar Gambar (kalau ada)


II. BAGIAN UTAMA
Mencakup:
      1. Bab I : Pendahuluan
      2. Bab II : Landasan Teori dan Tinjauan Pustaka
      3. Bab III: Tinjauan Umum Obyek Penelitian
      4. Bab IV : Metode Penelitian (termasuk didalamnya seperti: perancangan sistem,
         teknik pengukuran atau pengujian sistem)
      5. Bab V : Analisa dan Interpretasi (hasil pengujian/pengukuran)
      6. Bab VI : Kesimpulan dan Saran

III. BAGIAN AKHIR
Mencakup:
       1. Daftar Pustaka
       2. Lampiran-Lampiran




Contoh Format Laporan Lainnya




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              139
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              140
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              141
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________


6.3 Teknik Penulisan
6.3.1 Bahasa dan Tanda Baca
Menggunakan bahasa Indonesia yang baku, jelas, tepat, formal, lugas, baik dalam struktur
kalimat, istilah, ejaan, maupun tata bahasa.

Kelugasan dan keformalan gaya bahasa diwujudkan dengan menggun akan kalimat pasif,
kata-kata yang tidak emotif dan tidak berbunga-bunga. Dihindari penggunaan kata-kata
seperti saya dan kami. Jika terpaksa, istilah yang dipakai adalah penulis atau peneliti. Namun
istilah tersebut sebaiknya digunakan sesedikit mungkin.

Istilah-istilah keilmuan sedapat mungkin menggunakan bahasa Indonesia apabila telah
tersedia. Bila istilah tersebut belum popular, dapat diberikan istilah asingnya pada saat
pertama kali istilat tersebut disebutkan.

Penulisan tanda baca, kata dan huruf mengikuti Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia
yang Disempurnakan, Pedoman Pembentukan Istilah, dan Kamus (Keputusan mendikbud,
Nomor 0543a/U/487, tanggal 9 September 1987).

Berikut ini beberapa kaidah yang perlu diperhatikan.

   •    Titik (.), koma (,), titik dua (:), tanda seru (!), tanda tanya (?), dan tanda persen (%)
        diketik rapat dengan huruf yang mendahuluinya.
        Contoh:

         Tidak Baku                                           Baku
       -----------------------------------------------------------------------
         Sampel dipilih secara acak .                      Sampel dipilih secara acak.
         … sebagai berikut :                               … sebagai berikut:

   •    Tanda petik (“ … ” ) dan tanda kurung () diketik rapat dengan huruf dari kata atau frasa
        yang diapit.
        Contoh:

        Tidak Baku                                           Baku
    -------------------------------------------------------------------------
        Kelima kelompok “ sepadan “ .                    Kelima kelompok “ sepadan” .


   •    Tanda hubung (-), tanda pisah (--), dan garis miring (/) diketik rapat dengan huruf
        yang mendahuluinya dan mengikutinya.
        Contoh:

       Tidak Baku                                            Baku
   --------------------------------------------------------------------------
       Tidak berbelit – belit.                               Tidak berbelit-belit.
       Dia tidak / belum mengaku.                            Dia tidak/belum mengaku.

___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              142
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________



   •   Tanda sama dengan (=), lebih besar (>), lebih kecil (<), tambah (+), kurang (-), kali
       (x), dan bagi (:) diketik dengan spasi satu ketukan sebelum dansesudahnya.
       Contoh:

          Tidak Baku                                         Baku
       --------------------------------------------------------------------------
        p=0,05                                               p = 0,05
        a:b=d                                                a:b=d

   •   Tetapi tanda (:) yang dipakai untuk memisahkan tahun penerbitan dengan nomor
       halaman rujukan diketik rapat dengan angka yang mendahului dan mengikutinya.
       Contoh:

          Tidak Baku                                         Baku
       --------------------------------------------------------------------------
        Sadtono (1980 : 10) menyatakan                       Sadtono (1980:10) menyatakan


   •   Pemenggalan kata pada akhir baris (-) disesuaikan dengan suku katanya.
       Contoh:

         Tidak Baku                                         Baku
       --------------------------------------------------------------------------
       Tidak dilakukan dengan me-                           Tidak dilakukan dengan mem-
       mbabi buta.                                          Babi buta.




6.3.2 Penggunaan Kertas, pengetikan dan Penomoran
Kertas yang digunakan untuk pengetikkan adalah kertas HVS putih ukuran kuarto/letter/A-4
dengan berat 70 – 80 mg. Untuk kulit luar digunakan kertas tebal dengan warna tertentu dan
kulit dalam dengan kertas HVS kuarto atau A-4 warna putih.

Margin pengetikkan (pinggir kertas yang kosong), biasanya sebagai berikut:
* Margin kiri       : 4 cm
* Margin atas       : 4 cm
* Margin kanan      : 3 cm
* Margin bawah      : 3 cm

Margin kanan harus lurus dengan tetap memperhatikan pemenggalan kata pada ujung baris
sesuai dengan kaidah penyukukataan.

Pengetikkan dilakukan dengan jarak 2 spasi di antara baris satu dengan baris berikutnya
dalam teks. Jarak antara judul bab dengan uraian adalah 3.5 spasi. Sedangkan judul anak bab
dan baris pertama teks adalah 2.5 spasi. Jarak teks terakhir ke baris pertama teks dari catatan
pustaka adalah tiga spasi.
___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              143
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________



Kutipan langsung yang kurang dari empat baris dimasukkan ke dalam teks dengan jarak sama
dengan teks yaitu 2 spasi, sedangkan apabila terdiri dari 4 barios atau lebih, diketik terpisah
dari teks dengan jarak satu spasi dan menjorok masuk 5 ketukkan dari margin kiri teks.

Setiap baris pertama teks pada paragraph baru diketik mulai dari ketukan ke tujuh dari margin
kiri.

Penomoran Halaman:
   • Untuk bagian awal seperti halaman judul, kata pengantar, daftar isi dan sebagainya,
     nomor halaman menggunakan angka romawi kecil (i, ii, iii, iv,… ) dan ditempatkan di
     tengah halaman bagian bawah.
   • Untuk bagian isi (BAB I, BAB II, … dan seterusnya), nomor halaman menggunakan
     angka arab (1, 2, 3, 4,… dan seterusnya).
   • Contoh pemberian nomor bab dan bagiannya :




   BAB I

   PENDAHULUAN


   1.1  Latar Belakang Masalah
   1.2  Masalah
      1.2.1 Identifikasi Masalah
      1.2.2 Batasan Masalah
      1.2.3 Rumusan Masalah
   1.3 Tujuan dan Kegunaan Penelitian
      1.3.1 Tujuan penelitian
      1.3.2 Kegunaan Penelitian
   1.4 Sistematika Skripsi




   •     Contoh lain pemberian nomor bab dan bagiannya :




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              144
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




6.3.3 Tertib Penulisan

Halaman Kulit atau Halaman Judul
Isi halaman kulit luar adalah sebagai berikut:
    • Judul Tugas Akhir, ditulis dengan huruf kapital
    • Kalimat : “ Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat menyelesaikan program studi
        strata satu (S1)
    • Nama penulis dan nomor induk mahasiswanya.
    • Nama fakultas atau jurusan dan universitas
    • Tempat Universitas dan tahun penulisan



Kutipan
Mengutip tulisan dari pengarang lain dalam penulisan skripsi atau Tugas Akhir dapat
dibenarkan. Kutipan dapat dibedakan atas dua macam, yaitu :
    • Kutipan langsung : kutipan yang dilakukan persis seperti aslinya.
    • Kutipan tak langsung: kutipan yang tidak persis sama seperti materi aslinya. Kutipan
       ini, merupakan pokok-pokok pikiran atau ringkasan kesimpulan menurut jalan
       pikiran pengutip sendiri.

Teks kutipan yang panjangnya kurang dari 4 baris, dimasukkan ke dalam teks dan ketik
sebagai teks biasa, berspasi dua dan ditulis di antara dua tanda kutip (“ … … ” ).
Contoh :
___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              145
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________



Dalam mengklasifikasikan metode penelitian, para ahli masih berbeda pendapat, “di sini
metode penelitian dikategorikan dalam lima macam: histories, deskriptif, korelasional, dan
kuasi eksperimental” (Rakhmat, 1999:21)

Teks kutipan yang lebih atau sama dengan empat baris, ditulis terpisah dari teks, tanpa tanda
kutipan dan berspasi satu dengan mengosongkan empat ketukan dari margin kiri.
Contoh :
Suyanto (1998:202) menarik kesimpulan antara lain sebagai berikut :
       Alih latihan memungkinkan mahasiswa memanfaatkan apa yang didapatkan dalam
       PBM untuk memecahkan persoalan riel dalam kehidupan. Kemampuan transfer telah
       dimiliki oleh mahasiswa jika mahasiswa itu mampu menerapkan pengetahuan,
       ketrampilan, informasi, dan sebagainya sebagai hasil belajar pada latar yang berbeda
       (kelas, laboratorium, simulasi, dan sejenisnya) ke latar yang riel, yaitu kehidupan
       nyata dalam masyarakat. Jika kemampuan ini dapat dibekalkan kepada mahasiswa,
       mereka akan memiliki wawasan pencipta kerja setelah lulus dari perguruan tinggi.


Kalau dalam kutipan perlu dihilangkan beberapa kalimat, maka bagian itu diberi titik tiga,
yang masing-masing berjarak dua ketukan.
Contoh :

“ … system bermedia sering disebut stimulus centered, mengikuti model komunikasi linier.
Stimulus … melalui media biasanya berupa stimulus audio, visual, dan atau tactile (bersifat
sentuhan), dan menggantikan obyek yang sebenarnya atau … ” (Jalaluddin Rakhmat,
1999:113)

Jika dalam kutipan yang panjang kurang dari empat baris terdapat tanda kutip (dua koma),
maka tanda kutip harus diubah menjadi tanda kutip satu koma.
Contoh:

“ Dalam observasi, peneliti tetap merupakan ‘penyunting’ berbagai peristiwa” . (Jalaluddin
Rakmat, 1999:85).


Penulisan Sumber Kutipan

Cara Turabian

Semua sumber kutipan yang baru muncul pertama kali ditulis secara lengkap nama
pengarang, judul buku, data penerbit: kota, nama penerbit dan tahun penerbitan, dan nomor
halaman, sedang untuk pemunculan berikutnya digunakan singkatan ibid., op cit., dan loc sit.

Pangkat gelar dari pengarang tidak perlu dicantumkan. Kalau pengarang memakai nama
samaran, diantara tanda kurung besar dicantumkan nama sebenarnya.
Contoh:
___________

___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              146
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

       1)
          Jalaluddin Rakhmat, Metode Penelitian Komunikasi, PT. Remaja Rosda Karya,
Bandung, 1999, hal. 135.
       2)
          Jalaluddin [Haji Abdul Malik Karim Amrullah], Sejarah Umat Islam, Penerbit
Islamiyah, Medan, 1950, hal.50.

Jika pengarang buku dua atau tiga orang, nama pengarang dicantumkan semuanya. Lebih dari
tiga orang pengarang, dicantumkan nama pengarang pertama dan dibelakangnya ditulis et al.
Contoh :
       3)
         Masri Singarimbun dan Sofian Effendi, Metode Penelitian Survei, Edisi Revisi,
LP3ES, Jakarta, 1995, hal.18.
      4)
         Florence B. Stratemeyer, (et.al.), Developing a Curiculum for Modern Living,
Bureau Of Publications Teachers College Columbia University, New York, 1957, hal. 15-37.


Untuk kumpulan karangan, maka yang dicantumkan nama editornya saja (ed).
Contoh:
       5)
         Donald P. Cottrell (ed), Teacher Education for a Free People, The Association of
Colleges for Teacher Education, New York, 1956, hal 33.


Tidak ada pengarang tertentu, sebagai penggantinya disebutkan penerbitnya.
Contoh :
       6)
          Balai Kursus Tertulis Pendidikan Guru,Large Scale Teacher Training, Nix and
Company, Bandung, 1953, hal. 17.


Buku yang diterjemahkan, yang dicantumkan tetap nama pengarang aslinya. Nama
penerjemah dicantumkan dalam tanda kurung di belakang nama buku.
Contoh :
       7)
          Philip Kotler, Manajemen Pemasaran: Analisis, Perencanaan, Implementasi dan
Pengendalian (Terjemahan oleh Ancella Anitawati H., SE. MBA), Buku I, Salemba Empat,
Jakarta, 1995, hal. 15.


Cara APA (American Psychological Association)

Cara ini tidak menggunakan catatan kaki, tetapi setiap referensi ditunjukkan oleh nama
penulis disertai tahun penerbitannya dan atau ditambah nomor halamannya.

Jika kutipan merupakan kutipan langsung (bersumber langsung dari pengarang), ditulis
dengan menyebut nama belakang/keluarga pengarang, tahun penerbitan dan halaman
sumbernya.
Contoh:
       Menurut Kerlinger (1973:h.9), teori adalah himpunan konstruk (konsep), definisi, dan
       proposi yang mengemukakan pandangan sistematis tentang gejala dengan

___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              147
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

       menjabarkan relasi di antara variabel, untuk menjelaskan dan meramalkan gejala
       tersebut.

Jika kutipan bukan merupakan kutipan langsung,
Contoh :
Menurut Isaac dan Michael (1972) dalam Rakhmat (1999:h.22), metode historis bertujuan
untuk mengkonstruksi masa lalu secara sistematis dan obyektif dengan mengumpulkan,
menilai, memverifikasi dan mensitesiskan bukti untuk menetapkan fakta dan mencapai
kesimpulan yang dapat dipertahankan.

Semua sumber kutipan langsung dituliskan dalam Daftar Pustaka.


Tabel dan Gambar

Tabel diberi nomor urut dan judul serta sumber (untuk data sekunder). Penomoran tabel
dilakukan dengan angka arab dengan urutan sampai akhir bab, contoh Tabel 1.1, Tabel 1.2,
dan seterusnya.

Yang termasuk gambar adalah grafik, diagram, skema, sketsa dan bentuk lainnya selain tabel.
Pola penomoran gambar sama seperti tabel. Contoh : Gambar 2.1, Gambar 2.2.

Daftar Kepustakaan

Daftar kepustakaan adalah suatu daftar yang rinci dan sistematis dari semua sumber yang
telah dikutip dalam penulisan skripsi atau tugas akhir.

Tata cara penyusunan daftar kepustakaan :
    • Yang dicantumkan adalah semua kutipan yang berasal dari artikel majalah atau jurnal
        dan buku. Sumber-sumber lain seperti koran atau catatan kuliah cukup ditulis sebagai
        catatan kaki.
    • Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. Selain kedua
        bahasa itu harus diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.
    • Nama pengarang dicantumkan dengan nama unit terakhir diikuti oleh inisial unit-unit
        nama sebelumnya, kecuali nama Cina atau Korea.
       Contoh :

                  Nama                             Ditulis
         --------------------------------------------------------
                Suryadi                            Suryadi
                Anshar Akil                        Akil, A.
                Ali Hasan Umar                     Umar, A.H.
                Kwik Kian Gie                      Kwik, K.G.
                Kim Jong II                        Kim, J.I.

   •   Pengarang lebih dari satu orang ditulis sebagai berikut:


___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              148
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

                  Nama                                                       Ditulis
        -------------------------------------------------------------------------------------------
       * Kevin J. Clancy and Robert Shulman                          * Clancy, K.J and R. Shulman
       * David B. Montgomery, Alfin J. Silk                          * Montgomery, D.B., A.J. Silk,
         and C.E Zaragova                                              and C.E. Zaragova


   •   Pengarang yang lebih dari tiga ditulis penulis pertamanya dan diikuti dengan et al.
       Contoh:
             Burke, R.R. et al.

   •   Semua sumber kutipan disusun menurut abjad nama-nama pengarang atau lembaga
       jika tidak ada nama pengarang dan tidak diberi nomor urut.



6.3.4 Kesalahan Yang Sering Terjadi Pada Penulisan Tugas Akhir

Kesalahan – kesalahan yang sering terjadi antara lain :

   •   salah mengerti pembaca tulisannnya
       Laporan Tugas Akhir ditujukan kepada orang yang mengerti teknis, sehingga isi dari
       laporan biasanya lebih teknis. Selain itu juga harus dapat dijelaskan sesuatu yang sulit
       dengan cara yang sederhana tanpa menghina intelektual pembaca sehingga tulisan
       mudah dipahami.

   •   salah dalam menyusun struktur atau format laporan atau buku tugas akhir;
       Antara lain porsi bagian teori pendukung yang sangat dominan, sebaiknya pembaca
       diarahkan untuk membaca referensi saja.

   •   salah dalam cara mengutip pendapat orang lain sehingga berkesan menjiplak
       (plagiat);

   •   salah dalam menuliskan bagian Kesimpulan;
       Seringkali mahasiswa menuliskan kesimpulan yang sebetulnya bukan merupakan hasil
       penelitian atau apa yang telah dikerjakannya. Atau dengan kata lain kesimpulan
       tersebut tidak diuji sebelumnya. Kemudian seringkali kesimpulan yang ditulis
       sebetulnya merupakan common sense atau pengetahuan yang sudah diketahui secara
       umum atau pengetahuan yang diambil dari bagian teori.

   •   penggunaan bahasa Indonesia yang belum baik dan benar;

   •   tata cara penulisan Daftar Pustaka yang kurang tepat;

   •   tidak konsisten dalam format penulisan;



___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              149
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

Kemudian mahasiswa seringkali tidak mau melaporkan kegagalan atau kesalahan yang telah
dilakukannya. Padahal kegagalan tersebut perlu dicatat sehingga tidak dilakukan oleh orang
lain. Kegagalan bukanlah merupakan sebuah aib!




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              150
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________


                                       BAB VII

           MEMPRESENTASIKAN KARYA ILMIAH


Bagian ini diambil dari tulisan Budi Rahardjo ( Referensi ke 3)


7.1 Hal-hal yang Perlu Diperhatikan




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              151
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

7.2 Mempersiapkan Presentasi




7.2.1 Mengetahui Target Pendengar




7.2.2 Persiapan Teknis




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              152
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




7.3 Pelaksanaan Presentasi

Ketepatan Waktu




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              153
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________

Tips Dalam Menghadapi Pendengar




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              154
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              155
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________



7.4 Tips Menggunakan Presentasi Elektronik




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                                              156
                             Metode Penelitian dan Seminar Pra-TA
__________________________________________________________________________________________




___________________________________________________________________________________________
                              Sony Sumaryo dan Heroe Wijanto
                              Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
                            DAFTAR PUSTAKA


Ir. M. Iqbal Hasan, M.M., “Pokok-pokok Materi Metodologi Penelitian Dan Aplikasinya”,
Ghalia Indonesia, Mei 2002.

Jurnal Ilmu Pendidikan,“ Pedoman Penulisan Artikel Jurnal“, IKIP Malang.

Budi Rahardjo,“ Panduan Menulis dan Mempresentasikan Karya Ilmiah : Thesis, Tugas Akhir,
dan Makalah“, 17 September 2003.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:916
posted:5/1/2010
language:Indonesian
pages:317
Description: proposal-penelitian-kualitatif-(tesis) pdf