Penanganan Gizi Buruk Jangan Kesehatan Sentris

Description

angka-kematian-ibu-dan-bayi pdf

Shared by: xld14276
-
Stats
views:
1132
posted:
5/1/2010
language:
Indonesian
pages:
1
Document Sample
scope of work template
							32            TANTANGAN 2009                                                                                                                                                          EDISI KHUSUS AKHIR TAHUN I SELASA, 16 DESEMBER 2008 I MEDIA INDONESIA




                                                                                                                                                                                                          Kematian
                                                                                                                                                                                                          Ibu dan Anak
                                                                                                                                                                                                          di Daerah masih Tinggi
                                                                                                                                                                                                          L
                                                                                                                                                                                                                 APORAN awal (preliminary report) Survei Demografi
                                                                                                                                                                                                                 Kesehatan Indonesia (SDKI) 2007 menyebutkan angka
                                                                                                                                                                                                                 kematian ibu (AKI) saat melahirkan adalah 248 per
                                                                                                                                                                                                          100.000 kelahiran hidup dan angka kematian bayi (AKB) 34
                                                                                                                                                                                                          per 1.000 kelahiran hidup. Jika dibandingkan dengan hasil
                                                                                                                                                                                                          survei sebelumnya, angka-angka tersebut menunjukkan adanya
                                                                                                                                                                                                          perbaikan.
                                                                                                                                                                                                            Namun, bila dilakukan perbandingan kondisi antardaerah,
                                                                                                                                                                                                          terdapat kesenjangan yang cukup jauh antara daerah maju
                                                                                                                                                                                                          dan terpencil, serta antara daerah perdesaan dan perkotaan.
                                                                                                                                                                                                          Untuk AKB, misalnya, di Sulawesi Barat mencapai 74 (per
                                                                                                                                                                                                          1.000 kelahiran hidup), di Nusa Tenggara Barat (NTB) 72, dan
                                                                                                                                                                                                          Sulawesi Tengah 60. Angka-angka tersebut empat kali lipat
                                                                                                                                                                                                          lebih tinggi daripada AKB di daerah Yogyakarta yang AKB-nya
                                                                                                                                                                                                          19.
                                                                                                                                                                                                            Demikian pula untuk AKI, disparitas antara kota dan desa
                                                                                                                                                                                                          masih menonjol. Hal ini dapat dilihat dari besarnya risiko
                                                                                                                                                                                                          yang dihadapi ibu melahirkan di desa. Data SDKI 2002/2003
                                                                                                                                                                                                          menunjukkan persalinan yang ditolong tenaga kesehatan di
                                                                                                                                                                                                          perkotaan besarnya 71% sementara di desa hanya 41%.
                                                                                                                                                                                                            Data dari Ikatan Bidan Indonesia (IBI) juga menunjukkan
                                                                                                                                                                                                          indikasi serupa. Bidan, yang saat ini masih menjadi tenaga
                                                                                                                                                                                                          kesehatan utama penolong proses kelahiran di desa-desa,
                                                                                                                                                                                                          ternyata sebagian besar masih menumpuk di Jawa.
                                                                                                                                                                                                            Padahal, pertolongan tenaga kesehatan dalam kelahiran
                                                                                                                                                                                                          menjadi indikator penting dalam menentukan AKI. Mengingat,
                                                                                                                                                                                                          hampir 90% kematian ibu saat melahirkan disebabkan
                                                                                                                                                                                                          komplikasi yang membutuhkan penanganan sesegera mungkin
                                                                                                                                                                                                          oleh tenaga kesehatan.
                                                                                                                                                                                                            Departemen Kesehatan (Depkes) mengakui, berbagai
                                                                                                                                                                                                          perbedaan kondisi geografis maupun sosial antara daerah
                                                                                                                                                                                         MI/SAFIR MAKKI   maju dan dan terpencil menjadi kendala untuk pemerataan




Penanganan Gizi Buruk
                                                                                                                                                                                                          pelayanan kesehatan termasuk upaya menekan AKI dan AKB.
                                                                                                                                                                                                          Terlebih, setelah era otonomi daerah, arah dan keberhasilan
                                                                                                                                                                                                          pembangunan sebuah daerah sangat ditentukan pemerintah
                                                                                                                                                                                                          daerah (pemda). Yang menjadi persoalan, belum semua pemda
                                                                                                                                                                                                          menempatkan masalah kesehatan sebagai prioritas mereka.
                                                                                                                                                                                                            Menghadapi kondisi tersebut, menurut Dirjen Bina
                                                                                                                                                                                                          Kesehatan Masyarakat Depkes Budihardja, Depkes




Jangan Kesehatan Sentris
                                                                                                                                                                                                          menggalakkan Program Desa Siaga yang dicanangkan dua
                                                                                                                                                                                                          tahun lalu. “Desa Siaga merupakan desa yang tanggap dan
                                                                                                                                                                                                          mampu menanggulangi berbagai masalah kesehatan,” ujarnya.
                                                                                                                                                                                                            Dalam Desa Siaga tercakup program perencanaan persalinan
                                                                                                                                                                                                          dan pencegahan komplikasi (P4K). P4K meliputi pendataan ibu
                                                                                                                                                                                                          hamil oleh kader maupun bidan desa. Setiap ibu hamil didata
                                                                                                                                                                                                          berikut tanggal perkiraan kelahiran, tempat dan pendamping
                                                                                                                                                                                                          kelahiran, persiapan sarana transportasi dan calon pendonor

KASUS gizi buruk

                        T
                                  ERKAIT dengan hal itu,     Apa sebenarnya penyebab                       Kesimpulannya, Depkes                                   bidang kesehatan berada
kerap menghias                    Organisasi Kesehatan
                                  Dunia (WHO) pun
                                                           munculnya kasus gizi buruk?
                                                           Budihardja menjelaskan
                                                                                                           sering kena getahnya. Padahal,
                                                                                                           persoalan gizi buruk yang
                                                                                                                                                                   di hilir. Padahal masalah
                                                                                                                                                                   pokoknya terdapat di hulu,”
                                                                                                                                                                                                                           Angka Kematian Bayi
halaman media                                                                                                                                                                                                                                   (Per 1000 kelahiran hidup)
                                  menempatkan              sebenarnya sangat terkait                       melanda tak semata dipikul                              kata Budihardja. Untuk
cetak. Kejadian anak    Indonesia pada posisi dengan       dengan pola asuh dan penyakit                   Depkes.                                                 mengatasinya, ia menilai perlu
                        kasus gizi buruk tinggi. Pada      infeksi. “Karena belum tentu                      Budihardja mengatakan                                 suatu sistem yang kuat.
berusia di bawah lima   2005, sebanyak lima juta balita    mereka yang mengalami gizi                      gizi buruk terkait dengan erat                             Depkes sendiri telah
tahun (balita) yang     Indonesia menderita gizi buruk.    buruk selalu orang miskin.                      dengan ketahanan pangan                                 melaksanakan program Desa                    Tahun          Laki-laki                      Perempuan
menderita malanutrisi   Jumlah itu sama dengan 27,5%       Orang yang mampu juga                           rumah tangga (household food                            Siaga. Menurut Budihardja,
                        dari total populasi balita.        banyak,” ujarnya.                               security). Indonesia telah                              dengan sistem Desa Siaga                     2000               46                                  35
seakan menjadi             “Ekspos kepada masyarakat         Pola asuh itu berhubungan                     memiliki Badan Ketahanan                                sebenarnya masalah gizi
pengulangan berita      memang penting. Tetapi             dengan pengetahuan mengenai                     Pangan Nasional (BKPN)                                  buruk bisa dikurangi dan
                                                                                                                                                                                                                2001               44                                  34
setiap tahun.           ekspos tersebut kadang kala        gizi. Kendati makanan                           sampai ke daerah-daerah.                                diatasi. “Pada Desa Siaga, pos
                        tidak menunjukkan kenyataan        tersedia cukup, asupan                          “Badan bertugas memantau                                pelayanan terpadu (posyandu)
                        sesungguhnya,” kata Dirjen         gizinya kurang disebabkan                       daerah mana yang paceklik dan                           harus berfungsi dengan baik,”                2002               42                                  32
Deri Dahuri             Bina Kesehatan Masyarakat          minimnya pengetahuan. Ia juga                   mana yang tidak,” katanya.                              katanya.
                        Depkes dr Budihardja               menambahkan, pendidikan                           BKPN memantau distribusi                                 Kader posyandu memiliki                   2003               40                                  30
                        DTM&H MPH saat membuka             yang rendah (kebodohan) dan                     pangan ke daerah yang                                   tugas memantau warga
                        pembicaraan mengenai masalah       kemiskinan turut memicu                         sedang dilanda paceklik. Bagi                           yang kekurangan gizi. Bila                   2004               39                                  29
                        gizi di Indonesia, beberapa hari   terjadinya kasus gizi buruk.                    daerah yang kerap mengalami                             menemukan anak kurang
                        lalu.                                                                                                                                      gizi, petugas posyandu segera                2005               37                                  28
                           Ia mengatakan justru                                                                                                                    melakukan pemberian makanan                                       Sumber: Proyeksi Penduduk Indonesia 2000-2005/ Grafis: Ebet
                        hasil survei kesehatan dasar        Perkembangan Penyakit Malnutrisi*                                                                      tambahan. Bahkan jika anak itu
                        menunjukkan hal berbeda.            di Indonesia                                                                                           perlu penanganan medis, segera         darah untuk mengantisipasi perdarahan.
                        Survei kesehatan dasar terbaru                                                                                                             dibawa ke pos kesehatan desa             Selain itu, lanjut Budihardja, program pelayanan kesehatan
                                                                Tahun             Jumlah Penderita
                        mengungkapkan prevalensi                                                                                                                   (poskesdes) yang buka selama           gratis bagi masyarakat miskin melalui Jaminan Kesehatan
                        gizi buruk Indonesia dapat              2004              5,1 juta anak                                                                    24 jam.                                Masyarakat (Jamkesmas) diyakini memiliki andil besar dalam
                        ditekan dan tinggal 18,4%.                                                                                                                    Desa siaga harus melibatkan         penurunan AKI dan AKB. “Dengan Jamkesmas, masyarakat
                                                                2005              4,42 juta anak
                        Dengan pencapaian angka itu,                                                                                                               lembaga ketahanan masyarakat           miskin termasuk ibu hamil dan ibu melahirkan tidak takut lagi
                        target penurunan gizi buruk             2006              4,2 juta anak                                                                    desa (LKMD). Masyarakat                datang ke puskesmas maupun rumah sakit untuk mendapat
                        telah mencapai 2015. Target itu         2007              4,1 juta anak                                                                    harus mendapat penyuluhan              layanan kesehatan,” ujar Budihardja.
                        sama dengan target Millenium                                                                                                               mengenai gizi. Desa juga
                        Development Goals (MDGs).          Keterangan                                                                                              harus membangun semacam                Belum efektif
                           Tak hanya itu, penurunan                                                                                                                community feeding center. Hal            Dari keseluruhan program tersebut, tampaknya upaya
                                                           *) Penyakit malnutri termasuk gizi buruk, gizi kurang, dan risiko gizi buruk
                        prevalensi gizi buruk yang telah                                                                            Sumber: Depkes/ Grafis: Ebet   itu sangat baik untuk desa             Depkes untuk menekan AKI dan AKB sudah terbilang
                        mencapai 18,4% itu telah pula                                                                                                              yang sering dilanda gizi               lengkap. Namun sayang, dalam implementasinya tidak semua
                        melampaui target penurunan          Angka Kematian Ibu                                                                                     buruk. Sebulan sekali secara           program itu bisa berjalan efektif. Program dokter dan bidan
                        gizi yang ditetapkan pada            (Per 100.000 Kelahiran Hidup)                                                                         rutin, masyarakat tak mampu            PTT, misalnya, di sejumlah daerah tidak bisa optimal karena
                        2009. Pasalnya, pada 2009,                                                                                                                 diberi makanan tambahan dan
                        pemerintah menargetkan dapat                                                                                                               makanan pendamping air susu
                        menekan hingga 20%. “Hasil                                                                                                                 ibu (MPASI).
                        survei kesehatan dasar ternyata                                        Tahun            Angka Kematian                                        Menurut Budihardja,
                                                                                                                                                                                                          Banyak faktor membuat bidan tidak betah
                        luar biasa,” katanya.                                                  1990             450                                                penanganan gizi buruk bukan            di daerah. Mulai dari kesulitan beradaptasi
                           Apa yang diungkapkan                                                1992             421                                                lagi kesehatan sentris. Tetapi,        dengan lingkungan baru hingga mengikuti
                        Budihardja tentu sangat                                                                                                                    penangannya harus betul-betul
                        menggembirakan. Tetapi
                                                                                               1994             390
                                                                                                                                                                   komprehensif dan dilaksanakan          suami pindah ke tempat lain
                        pernyataan tersebut bertolak                                           1995             375                                                dari hulu ke hilir. Beberapa
                        belakang dengan penelitian                                             1997             334                                                kabupaten seperti Karanganyar
                        yang dilakukan Program                                                 2000             225                                                (Jawa Tengah), Lumajang (Jawa
                        Pangan Dunia (WFP) tahun ini.                                          2001             373                                                Timur), dan Purbalingga (              kurangnya dukungan pemda setempat dan faktor-faktor lain
                        Pada Maret 2008, Representative                                                                                                            Jawa Tengah) ternyata sukses           yang membuat dokter dan bidan PTT tidak betah tinggal di
                                                                                               2003             307
                        and Country Director WFP                                                                                                                   menangani gizi buruk. Pasalnya,        tempatnya bertugas.
                                                                                               2005             262
                        Indonesia Angela van Rynbach                                                                                                               penanganannya tidak terpusat             Dalam beberapa kesempatan Menteri Kesehatan (Menkes)
                        masih menyebut 13 juta anak                                            2006             255                                                pada bidang kesehatan saja.            Siti Fadilah Supari mengungkapkan dirinya sering mendapat
                        mengalami malanutrisi atau gizi                                        2007             248                                                   “Purbalingga yang semula            pengaduan dari dokter PTT yang pembayaran gajinya telat
                                                                                                                  Sumber: BPS/ Grafis: Ebet
                        buruk.                                                                                                                                     jumlah kasus gizi buruknya             karena urusan administratif di daerah. Sedangkan Ketua
                           Budihardja mengakui                                                                                                                     besar dan menempatkannya di            Umum IBI Harni Koesno mengungkapkan faktor-faktor sosial
                        kendati pemerintah dapat                                                                                                                   urutan 33 dari 35 kabupaten di         budaya turut mempengaruhi bidan menjadi tidak betah di
                        menekan prevalensi gizi                                                                                                                    Jawa Tengah. Sekarang sudah            tempat tugas.
                        buruk, masih banyak daerah                                                                                                                 membaik dan posisinya naik               Menurut Harni, akan lebih baik bila pemerintah kembali
                        yang prevalensinya tinggi.                                                                                                                 menjadi urutan pertengahan,”           mengaktifkan program sejenis bidan inpres yang pernah
                        Ada disparitas lebar antara                                                                                                                katanya.                               dilakukan di era Orde Baru. Dalam program tersebut, putri-
                        kabupaten satu dan lainnya.                                                                                                                   Keberhasilan Purbalingga            putri asli daerah dipilih dan disekolahkan untuk menjadi
                        Beberapa kabupaten yang            “Karena itu, permasalahan gizi                  krisis pangan akan dipacu                               mengatasi gizi buruk karena            bidan. Sesudahnya, mereka dikembalikan untuk bertugas di
                        tergolong tinggi prevalensi        harus diatasi secara bersama-                   mengembangkan pertaniannya.                             berbagai upaya bupatinya.              daerah masing-masing.
                        gizi buruknya di antaranya         sama dan penanganannya harus                    Selain itu, untuk menekan                               Antara lain dengan merekrut              Di lain pihak, pengamat kesehatan dari Yayasan Kesehatan
                        Kabupaten Aceh Tenggara            lintas sektor dan bersistem,”                   kasus gizi buruk, perekonomian                          lulusan akademi keperawatan            Perempuan dr Kartono Mohamad menangkap adanya
                        (Nanggroe Aceh Darussalam)         paparnya.                                       masyarakat harus didorong                               yang belum dapat pekerjaan             kelemahan dalam program-program penurunan AKI dan
                        48,7%, Kabupaten Rotendau                                                          seperti halnya melalui Program                          untuk dipekerjakan membantu            AKB yang dijalankan pemerintah. Dari segi konsep, program
                        (Nusa Tenggara Timur/NTT)          Depkes kena getahnya                            Nasional Pemberdayaan                                   poskesdes. Selain itu,                 penurunan AKI & AKB penyusunannya terlalu top down
                        40,8%, Kepulauan Aru (Maluku)        Ketika kasus gizi buruk                       Masyarakat (PNPM).                                      masyarakat diberdayakan secara         dan kurang komprehensif. “Antara lain, program tidak
                        40,2%, Kabupaten Timor             menjadi berita di media massa,                    “Depkes tidak mungkin                                 ekonomi. (Drd/S-7)                     dikaitkan dengan program KB (Keluarga Berencana) dan
                        Tengah Selatan (NTT) 40%, dan      banyak kalangan melontarkan                     bergerak sendiri. Karena                                                                       penanggulangan masalah kesehatan reproduksi lainnya,” kata
                        Simeulue (Aceh) 39,7%.             tanggung jawab kepada Depkes.                   dalam masalah gizi buruk,                               deri@mediaindonesia.com                Kartono. (Nik/S-6)

						
Related docs
Other docs by xld14276