1 Aplikasi Teknologi Informasi Untuk Pengolahan Bahan Pustaka Oleh 1 Aplikasi Teknologi

Document Sample
1 Aplikasi Teknologi Informasi Untuk Pengolahan Bahan Pustaka Oleh 1 Aplikasi Teknologi Powered By Docstoc
					                                                                                                                     1



           Aplikasi Teknologi Informasi Untuk Pengolahan Bahan Pustaka
                       Oleh: Dwi Novita E. ( Pustakawan UM )

               Makalah disampaikan pada diklat “Otomasi Perpustakaan Sekolah”,
               mahasiswa Jurusan Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Malang
                                   tanggal 9-10 Mei 2009




PENDAHULUAN
        Seiring dengan perkembangan teknologi informasi dewasa ini, perpustakaan
juga telah mengalami perkembangan yang sedemikian pesatnya. Perkembangan
perpustakaan dalam beberapa dasawarsa ini telah banyak dipengaruhi oleh
perkembangan keberadaan teknologi informasi. Sebagai salah satu lembaga yang
berperan dalam pengumpulan, pengolahan dan pendistribusian informasi mau tidak
mau harus berhadapan dengan apa yang dinamakan teknologi informasi ini. Tanpa
adanya sentuhan teknologi informasi, perpustakaan dianggap sebagai sebuah instutisi
yang ketinggalan jaman, kuno dan tidak berkembang.
         Teknologi informasi di perpustakaan sering dijadikan sebagai tolak ukur
kemajuan dan modernisasi dari sebuah perpustakaan.. Jika perpustakaan ingin
mengimplementasikan teknologi informasi dalam layanan dan aktifitasnya maka
perlu direncanakan secara matang untuk mengantisipasi agar tidak ada kesia-siaan
dalam perencanaan dan pengembangan yang berakibat pula pada pemborosan waktu,
tenaga, pikiran dan keuangan, karena hal tersebut memerlukan dana yang tidak
sedikit.
       Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan dipertimbangkan dalam rangka
penerapan teknologi infromasi pada perpustakaan, antara lain:
                a. Dukungan kebijaksaan pimpinan (manajement policy)
                   Untuk dapat mencapai keberhasilan komputerisasi perpustakaan yang
                   maksimal langkah pertama yang harus dilakukan adalah mendapatkan
                   dukungan kebijakan dari pimpinan, bisa kepala perpustakaan maupun
                   atasan langsung yang lain.
                   Dukungan ini sangat diperlukan karena tanpa dukungan kebijakan
                   maka komputerisasi perpustakaan akan sulit untuk dilaksanakan.
                   Karena banyak hal yang perlu persetujuan dari pihak pimpinan, baik
                   itu keperluan peralatan, keuangan dan software yang akan digunakan.
                b. Dana
                   Penyediaan dana merupakan suatu keharusan bila ingin melakukan
                   komputerisasi perpustakaan. Adanya kebijakan saja tidak cukup tapi
                   harus didukung dengan ketersediaan dana. Hal ini wajar karena suatu
                   program tidak mungkin bisa berjalan bila tidak didukung oleh dana,



Makalah disampaikan pada diklat “Otomasi Perpustakaan Sekolah”, mahasiswa Jurusan Teknologi Pendidikan Universitas
Negeri Malang tanggal 9-10 Mei 2009
                                                                                                                     2



                    karena dalam melakukan komputerisasi perpustakaan banyak peralatan
                    yang dibutuhkan baik hardware maupun software. Setelah
                    implementasi dan masa garansi sudah selesai maka hendaknya juga
                    mulai dianggarkan dana untuk pemeliharaan baik untuk pemeliharaan
                    software maupun hardware.
                c. Studi banding
                   Studi banding dilakukan dengan tujuan untuk melihat perpustakaan
                   yang sudah melakukan komputerisasi sehingga kita mendapatkan
                   gambaran yang jelas tentang komputerisasi perpustakaan.
                   Pengetahuan yang diperoleh dari studi banding dapat digunakan
                   sebagai referensi untuk melaksanakan komputerisasi perpustakaan.
                   Studi banding bisa dilakukan di perpustakaan terdekat sudah
                   melakukan komputerisasi perpustakaan. Semakin banyak di
                   kunjunginya perpustakaan yang telah melakukan komputerisasi maka
                   semakin banyak pula hal yang diketahui karena biasanya masing-
                   masing perpustakaan mempunyai ciri khas sendiri-sendiri.
                d. Penentuan ruang lingkup kegiatan
                   Sebelum melakukan kegiatan komputerisasi perpustakaan, hendaknya
                   telah dipilih atau ditentukan kegiatan-kegiatan apa saja yang nantinya
                   akan menggunakan teknologi komputer. Penentuan kegiatan ini perlu
                   dilakukan agar komputerisasi yang akan dilakukan dapat berjalan
                   dengan baik dan sesuai dengan target yang diharapkan. Dengan
                   penentuan kegiatan ini maka akan membantu perpustakaan unutk
                   mengalokasikan dana pengadaan peralatan maupun pengadaan
                   software.
                e. Pemilihan software
                   Sebagaimana diketahui bahwa sekarang telah banyak software
                   perpustakaan yang ditawarkan di pasaran yang masing-masing
                   mempunyai kelebihan dan kekurangan. Sebelum melakukan
                   komputerisasi, perpustakaan harus dapat memilih suatu software yang
                   benar-benar sesuai dengan kebutuhan perpustakaan.
                f. Pemilihan hardware
                   Hardware komputer merupakan salah satu komponen penting dalam
                   melakukan komputerisasi perpustakaan. Untuk itu pemilihan hardware
                   harus disesuaikan dengan kebutuhannya, dan yang terpenting adalah
                   spesifikasi komputer yang diperlukan hendaknya spesifikasi yang
                   mutakhir. Dipilihnya yang mutakhir karena agar tidak mengalami
                   kesulitan komponen bila terjadi kerusakan atau penggantian dan
                   penambahan peralatan.


PERANGKAT UNTUK PENGELOLAAN PERPUSTAKAAN




Makalah disampaikan pada diklat “Otomasi Perpustakaan Sekolah”, mahasiswa Jurusan Teknologi Pendidikan Universitas
Negeri Malang tanggal 9-10 Mei 2009
                                                                                                                     3



       Untuk pengelolaan perpustakaan berbasis teknologi informasi dibutuhkan
beberapa perangkat, antara lain:
          1.Komputer
            Komputer diperlukan untuk menerima dan mengolah data menjadi
            informasi yang dapat diakses secara cepat dan tepat. Perangkat komputer
            ini akan digunakan untuk menyimpan data koleksi buku, data anggota
            perpustakaan, dan OPAC (Online Public Accses Catalogue). Dengan
            OPAC, para pelanggan perpustakaan bisa mencari informasi koleksi buku
            yang mereka butuhkan tanpa harus mencari secara langsung ke rak buku.
            Komputer itu juga bisa dikoneksikan ke internet.
          2.Internet
             Salah satu manfaat internet dalam pengelolaan perpustakaan adalah sebagai
             piranti untuk mengakses informasi multimedia dari internet, serta sebagai
             sarana telekomunikasi dan pendistribusian informasi. Koneksi internet juga
             bisa dimanfaatkan untuk membuat homepage perpustakaan, yang bisa
             digunakan untuk menyebarluaskan katalog dan informasi kegiatan yang
             dilakukan di perpustakaan maupun koleksi-koleksi yang dimiliki
             perpustakaan.
          3.Software
            Untuk mempermudah penyajian informasi, diperlukan software khusus
            untuk mendukung pelayanan perpustakaan. Ada beberapa jenis software
            yang umum digunakan di perpustakaan berbasis IT baik yang berbasis
            offline maupun online (open source), di antaranya Athenaeum Light dan
            Freelib.
             a.)AthenaeumLight
                 Kata Athenaeum diambil dari bahasa Yunani, yang artinya perpustakaan
                 atau reading room. Nama ini digunakan oleh Sumware Consulting NZ
                 untuk nama produk perangkat lunak 'gratisan' yang mereka buat.
                 Atheaneum Light 8.5.vi merupakan versi modifikasi dari Athenaeum
                 Light 6.0. yang telah melalui proses konversi menggunakan Filemaker
                 8.5 dengan kemampuan lebih baik, robust serta mampu mengelola data
                 hingga 8 Tera byte. Athenaeum Light 8.5 ini hanya dapat bekerja pada
                 OS Windows XP dan 2000 service pack 4, dengan processor minimal
                 Pentium 3 atau lebih tinggi.
                 Software ini dapat membantu para pustakawan dalam pengelolaan
                 perpustakaan, mulai dari proses katalog, input daftar anggota, OPAC,
                 peminjaman, pengembalian, informasi, serta klasifikasi koleksi buku.
                 Pengelola perpustakaan pun tak perlu lagi repot membuat barcode,
                 karena secara otomatis, barcode akan muncul saat pengklasifikasian.
             b.)Freelib
                 Freelib merupakan singkatan dari Freedom Library yang diambil dari
                 nama Perpustakaan Freedom, yang pertama kali menerapkan aplikasi



Makalah disampaikan pada diklat “Otomasi Perpustakaan Sekolah”, mahasiswa Jurusan Teknologi Pendidikan Universitas
Negeri Malang tanggal 9-10 Mei 2009
                                                                                                                     4



                  software ini. Sampai saat ini, Freelib sudah menginjak versi 3.0.2 untuk
                  aplikasi katalog, manajemen versi 1.0.2 sedangkan untuk Linux versi
                  0.0.4. Spesifikasi hardware yang direkomendasikan minimal pentium 3,
                  600 Mhz dengan memori 64 Mb. Untuk versi Linux, spesifikasi
                  hardware yang dianjurkan lebih tinggi, minimal pentium 4 dengan
                  memori minimal 128Mb
                  Selain Athenaeum Light dan Freelib, masih ada banyak software lain
                  seperti CDS/ISIS, Open Biblio, IBRA, LIBRA, SIMPEL, Chyprus, dan
                  lain lain. Rata rata program itu merupakan open source dan dibuat
                  secara khusus untuk perpustakaan.


MIGRASI DATA
         Migrasi data adalah sebuah proses konversi data yang telah diolah oleh satu
program komputer atau perangkat lunak komputer kepada program komputer lainnya.
Data dalam sebuah program komputer dibentuk atas satuan kecil yang dikodekan
dalam sebuah sistem bahasa komputer. Sistem bahasa itulah yang akan membedakan
bagaimana sebuah program komputer mengkodekan data yang yang diolahnya untuk
membedakan satu program komputer dengan yang lainnya.
         Pada awalnya program komputer lebih banyak digunakan untuk membantu
kegiatan administrasi perpustakaan, dan proses migrasi pada kegiatan ini biasanya
tidak terlalu bermasalah. Pada perkembangan selanjutnya penggunaan program
komputer lebih terkonsentrasi pada bagaimana program komputer dapat mengolah
dan menampilkan data koleksi yang akan membantu proses temu-kembali di
perpustakaan.
        Ada berbagai jenis program komputer yang dapat dipergunakan perpustakaan
untuk mengolah datanya. Perpustakaan juga memiliki beberapa jenis data yang dapat
diolah untuk mempermudah perkerjaannya, baik secara terintegrasi pada seluruh
kegiatannya, maupun secara terpisah pada tiap bidang yang berbeda.

PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK PENGOLAHAN
BAHAN PUSTAKA
        Selama ini kebanyakan pengelolaan administrasi perputakaan yang
menyangkut pengadaan, pengolahan bahan pustaka dan sirkulasi serta kegiatan
penelusuran masih dikelola dengan cara manual. Sehingga pengelolaannya terkesan
komplek, bertele-tele dan kurang efisien. Seiring dengan perkembangan dan
kemajuan teknologi informasi maka pengelolaan administrasi perpustakaan dapat
dikelola dengan menggunakan teknologi informasi yaitu dengan melakukan kegiatan
automasi atau komputerisasi perpustakaan. Kegiatan automasi atau komputerisasi
perpustakaan dapat dilakukan mulai dari kegiatan pengadaan, pengolahan, sirkulasi
dan penelusuran.
1.) Pengadaan Bahan Pustaka



Makalah disampaikan pada diklat “Otomasi Perpustakaan Sekolah”, mahasiswa Jurusan Teknologi Pendidikan Universitas
Negeri Malang tanggal 9-10 Mei 2009
                                                                                                                     5



       Dalam kegiatan pengadaan bahan pustaka sangat diperlukan data yang benar
dan akurat baik judul maupun jumlah eksemplarnya. Pengelolaan administrasi data
yang baik sangat diperlukan agar tidak terjadi duplikasi data dan koleksi. Pengelolaan
data yang dilakukan secara manual sering menimbulkan duplikasi pengadaan judul
yang sama, sehingga jumlah eksemplar buku dengan judul tertentu menjadi terlalu
banyak. Untuk itu perlu dilakukan pendataan secara komputerisasi, karena dengan
adanya ketersediaan data dalam computer akan memudahkan dalam melakukan
pengecekan judul buku yang telah diadakan.
Inventarisasi bahan pustaka
Inventarisasi bahan pustaka merupakan kegiatan pencatatan bahan pustaka yang
dimiliki oleh perpustakaan, baik melalui pembelian maupun hadiah.
Ada beberapa sarana untuk inventarisasi bahan pustaka, antara lain :
            a. Buku induk untuk menginventarisir buku
            b. Kartu majalah untuk menginventarisir majalah dan sejenisnya
            c. Kartu suratkabar untuk menginventarisir suratkabar

a.Inventarisasi Buku.
  Ada beberapa langkah yang harus dilakukan dalam inventarisasi buku yaitu :
           - Pemberian nomor induk pada setiap eksemplar buku. Pemberian
               nomor induk tersebut harus berurutan dari tahun ke tahun untuk
               mengetahui jumlah eksemplar buku yang dimiliki perpustakaan.
           - Membubuhkan stempel tanda MILIK PERPUSTAKAAN dan stempel
               inventarisasi (nomor induk dicantumkan pada stempel inventarisasi).
               Semua buku yang datanya sudah dimasukkan ke dalam komputer,
               diberi tanda milik perpustakaan dengan membubuhkan stempel tanda
               milik dan stempel inventarisasi.
           - Memasukkan semua data buku baik dari pembelian maupun hadiah ke
               dalam komputer.

Contoh Kolom pada Buku Induk
                                                                                           Asal
              No.                         Penerbit/                            Tahun Harga
Tanggal             Judul/Edisi Pengarang                                                                                Ket
              Induk                       Kota terbit                          Terbit (Rp) Hd Pb
              0001
              0002
              0003
              0004


b.Inventarisasi Majalah, Jurnal, buletin dan terbitan berkala sejenis
   Inventarisasi majalah dilakukan pada kartu majalah. Selain berfungsi sebagai
   sarana pencatatan penerimaan majalah, kartu majalah juga berfungsi sebagai alat
   bantu untuk mengetahui kontinuitas penerimaan majalah/jurnal yang dilanggan
   atau diterima sebagai hadiah. Kartu majalah sebaiknya dibuat dari kertas karton


Makalah disampaikan pada diklat “Otomasi Perpustakaan Sekolah”, mahasiswa Jurusan Teknologi Pendidikan Universitas
Negeri Malang tanggal 9-10 Mei 2009
                                                                                                                                             6



                           manila berukuran setengah folio dan difile berdasarkan urutan judul majalah.
                           Setiap majalah/jurnal yang sudah diinventarisir dibubuhi stempel tanda milik
                           perpustakaan.



                        Contoh Kartu Majalah
                        Judul          :
                        Penerbit       :
                        Alamat         :
                        Dilanggan pada :
                        Alamat Agen :
                        Kala terbit    :
                           Volume/Tahun     Nomor Majalah                                                                      Ket.




                        3. Inventarisasi surat kabar.
                           Inventarisasi surat kabar dilakukan dengan menggunakan kartu surat kabar. Setelah
                           dimasukkan dalam kartu surat kabar, dibubuhi dengan stempel tanda milik
                           perpustakaan.Kartu surat kabar berfungsi sebagai alat bantu untuk mengetahui
                           kontinuitas penerimaan surat kabar.

                        Contoh Kartu Suratkabar
                        Judul            :
                        Penerbit         :
                        Alamat           :
                        Tahun            :
                        Harga Langganan :
BULAN   1   2   3   4     5   6    7   8   9   10    11   12   13    14   15   16    17   18   19    20   21   22    23   24     25   26     27   28   29   30   31
Jan
Feb
Maret
April
Mei
Juni
Juli
Agust
Sept
Okt
Nov
Des


                        Pembuatan Bar Code



                        Makalah disampaikan pada diklat “Otomasi Perpustakaan Sekolah”, mahasiswa Jurusan Teknologi Pendidikan Universitas
                        Negeri Malang tanggal 9-10 Mei 2009
                                                                                                                     7



       Setelah koleksi buku-buku diinventarisasi, proses selanjutnya adalah
pembuatan barcode untuk masing-masing koleksi tersebut. Dalam barcode tercantum
no register buku, dan pemasangannya biasanya pada halaman judul buku dan bagian
buku bagian belakang. Untuk proses pembuatannya bias menggunakan program Note
Pad dan program Barcode Anything Label for Windows.


2. Pengolahan Bahan Pustaka
         Sebelum bahan pustaka bisa dipergunakan oleh pemakai perpustakaan
biasanya diolah terlebih dahulu sehingga bahan pustaka benar-benar siap untuk
disajikan. Kegiatan pengolahan bahan pustaka ini kebanyakan masih dilakukan secara
manual. Pengolahan bahan pustaka secara manual dilakukan melalui serangkaian
kegiatan antara lain penentuan nomor klasifikasi, memasukan data buku dalam
komputer, pembuatan katalog buku, kartu peminjaman, pembuatan slip peminjam
buku, dan pembuatan label punggung buku. Serangkaian kegiatan ini tentunya
membutuhkan waktu dan tenaga. Untuk mempermudahkan pekerjaan ini maka
diperlukan komputerisasi dalam melaksanakannya.
          Dengan komputerisasi maka sebagian pekerjaan yang secara manual harus
dilakukan, tidak perlu dilakukan lagi karena pekerjaan tersebut sudah dapat
digantikan atau dilakukan dengan komputer. Dalam komputerisasi pengolahan bahan
pustaka, pekerjaan yang paling terpenting adalah input data. Input data harus benar-
benar akurat, karena data-data inilah yang nantinya akan dipakai dalam kegiatan
sirkulasi dan penelusuran. Dari data yang telah diinputkan ini maka akan diolah oleh
komputer untuk berbagai keperluan. Misalnya: kartu katalog buku, label punggung
buku, daftar buku, statistic jumlah koleksi, grafik jumlah koleksi, dan sebagainya.




Makalah disampaikan pada diklat “Otomasi Perpustakaan Sekolah”, mahasiswa Jurusan Teknologi Pendidikan Universitas
Negeri Malang tanggal 9-10 Mei 2009
                                                                                                                     8




Contoh Format Tampilan Pengolahan Bahan Pustaka




Contoh Format Tampilan Profile Koleksi Hasil Pengolahan Bahan Pustaka




Makalah disampaikan pada diklat “Otomasi Perpustakaan Sekolah”, mahasiswa Jurusan Teknologi Pendidikan Universitas
Negeri Malang tanggal 9-10 Mei 2009
                                                                                                                     9



Deskripsi Katalog
        Yang dimaksud dengan deskripsi katalog adalah memberikan keterangan
mulai dari judul sampai dengan informasi daerah jejajakan. Ketentuan pendeskripsian
katalog ini terdapat pada AACR (Anglo American Cataloguing Rules) edisi 2.
        Pencatatan deskripsi bibliografi sebuah bahan pustaka terdiri atas beberapa
bagian atau unsur, yaitu:
1. Daerah judul/pernyataan kepengarangan
2. Daerah edisi
3. Daerah impresum (kota terbit, nama penerbit dan tahun terbit)
4. Daerah kolasi
5. Daerah keterangan seri
6. Daerah catatan
7. ISBN
        Informasi yang diberikan oleh sebuah katalog ada yang bersifat lengkap,
tetapi ada yang bersifat sederhana. Tiga unsur yang pertama, yaitu informasi tentang
judul/pernyataan kepengarangan, edisi, impressum, dan jumlah halaman merupakan
data informasi katalog sederhana. Namun, pada tingkat pemakai tertentu, seperti
mahasiswa, pengajar (dosen), dan peneliti membutuhkan informasi sampai unsur
yang detail. Penyajian unsur-unsur katalog tersebut dimaksudkan untuk mengetahui
koleksi yang sebenarnya sampai sedetail-detailnya.
Untuk daerah catatan tidak perlu dikeluarkan semua, hal ini tergantung dari
kebijaksanaan perpustakaan yang bersangkutan.
     1.) Susunan dan Tanda Baca Katalog
         a. Daerah judul
            Judul karya dapat terdiri atas unsur-unsur sebagai berikut:
               •Judul Utama (official title) diawali dengan huruf besar
               •Judul Tambahan (sub title) dipisahkan dari judul utama dengan tanda
                titik dua (:)
             • Judul sejajar /paralel yaitu judul yang sama dalam bahasa yang
                berbeda, dipisahkan dengan judul utama dan diberi tanda (=)
          b. Keterangan kepengarangan
             Nama pengarang baik orang maupun badan korporasi diulang dalam
             deskripsi (pokok uraian) setelah judul dan didahului dengan tanda garis
             miring (/), dengan ketentuan sebagai berikut:
               •    Penyebutan nama pada deskripsi tanpa mengubah struktur nama
                    seperti pada tajuk, dicatat sesuai apa yang tertera dalam halaman judul,
                    dalam hal ini jika sebelum nama didahului dengan kata “oleh”, “by”
                    atau sejenisnya, kata tersebut dicantumkan juga.
               •    Nama pengarang ganda sebanyak-banyaknya tiga orang, seluruhnya
                    dicantumkan pada deskripsi, masing-masing dipisahkan dengan tanda
                    koma (,) jika perlu dipergunakan kata “dan” dalam kurung siku [dan]




Makalah disampaikan pada diklat “Otomasi Perpustakaan Sekolah”, mahasiswa Jurusan Teknologi Pendidikan Universitas
Negeri Malang tanggal 9-10 Mei 2009
                                                                                                                 10



               • Jika pengarang ganda lebih dari tiga orang, maka dalam deskripsi di
                 cantumkan nama pengarang pertama dengan keterangan tambahan
                 “[et al]”
              • Selain nama pengarang, semua semua yang terlibat dalam
                 kepengarangan disebutkan dalam deskripsi setelah penyebutan nama
                 pengarang. Dalam hal ini termasuk di dalamnya: nama penerjemah,
                 penyunting, editor dan lain-lain masing-masing dipisahkan dengan
                 tnda titik koma ( ; ).
              • Nama gelar akademik dan nama panggilan tidak dinyatakan dalam
                 deskripsi.
          c. Keterangan edisi
             Dalam mencantumkan keterangan edisi ditentukan sebagai berikut:
               •    Dalam mencantumkan keterangan edisi digunakan istilah dalam
                    bahasa buku dan disingkat misalnya:
                    Edition = ed. , cetakan= cet. ;
               •    Cetak ulang tanpa disertai dengan revisi tidak dianggap sebagai edisi.
                    Pencantuman nomor edisi didahului dengan tanda : 2 nd ed. ; 3 rd ed. ;
                    cet.5
          d. Impresum
              Yang dimaksud impresum adalahtempat terbit, nama penerbit, dan tahun
              terbit.
               1. Pencantuman tempat terbit ditentukan sebagai berikut:
                  Pencantuman tempat terbit didahului dengan tanda: . –
                    Jika tempat terbit tidak diketahui cantumkan “s.l” = sine loco
             2. Pencantuman nama Penerbit ditentukan sebagai berikut:
             a. nama penerbit didahului dengan titik dua ( : )
             b. Singkatan yang menunjukkan jenis perusahaan seperti PT, Fa, Co. dan
                sejesnisnya tidak disebutkan dalam impresum.
             c. Jika nama penerbit tidak diketahui cantumkan “s.n” = sine nomine
             3. Pencantuman tahun terbit ditentukan sebagai berikut:
             a) tahun terbit didahului dengan tanda koma ( , )
             b) jika tahun penerbitan tidak diketahui dapat dibuatkan perkiraan dalam
                kurung siku
             c) Jika tahun terbit tidak diketahui cantumkan “s.a” = sine anno
         e. Kolasi
               Yang dimaksud dengan kolasi adalah pernyataan yang menyangkut fisik
               bahan pustaka, yang terdiri atas: jumlah halaman, tinggi buku, dan
               keterangan ilustrasi dan sejenisnya.
               Keterangan kolasi dinyatakan sebagai berikut:
               1) keterangan dinyatakan secara singkat dalam bahasa indonesia


Makalah disampaikan pada diklat “Otomasi Perpustakaan Sekolah”, mahasiswa Jurusan Teknologi Pendidikan Universitas
Negeri Malang tanggal 9-10 Mei 2009
                                                                                                                 11



               -halaman disingkat hlm. Atau pagina disingkat p.
               -ilustrasi disingkat ilus.
               -Bibliografi disingkat bib.
               -Centi meter disinkat cm.
                jumlah halaman dinyatakan dalam romawi kecil dan dalam angka arab
               2)
                diantara keduanya dipisahkan dengan tanda koma ( , )
             3) keterangan ilustrasi yang terdiri dari gambar, peta, tabel, foto
                didahului dengan tanda titik dua ( : )
             4) ukuran tinggi buku dinyatakan dengan sentimeter dan didahuli dengan
                tanda titik koma
         f. Daerah catatan
            Hal-hal yang penting yang tidak tertampung dalam pokok uraian dapat
            dinytakan dalam catatan, misalnya judul asli dari suatu karya terjemahan,
            penunjukan halaman bibliografi dan indeks.

          g. Standart Internasional Buku (ISBN)
             ISBN didahului dengan huruf ISBN dan ditulis dengan tanda hubung (-)
             diantara bagian nomornya

          h. Jejakan
             Jejakan berisi keterangan tentang entri tambahan yang perlu dibuat. Dengan
             adanya jejakan dapat diketahui oleh yang menggadakan katalog, entri
             tambahan apa saja yang perlu dibuat.
             Jejakan dibuat dengan ketentuan sebagai berikut:
             a) untuk jejakan subyek diberi nomor urut dengan angka arab, dan istilah
                subyek di seluruhnya ditulis dengan huruf kapital
             b) jejakan-jejakan lain diberi nomor urut dengan angka romawi

     2.) Sumber Informasi Utama
         Sumber informasi utama untuk ke tujuh daerah tersebut di atas dapat diambil
         dari unsur-unsur sebagai berikut:
          Daerah                                                       Sumber
          - judul dan pengarang                              - halaman judul
          - edisi                                            - halaman judul
          - impressum                                        - halaman judul
          - kolasi                                           - seluruh halaman buku
          - seri                                             - halaman judul
          - ISBN                                             - halaman judul




Makalah disampaikan pada diklat “Otomasi Perpustakaan Sekolah”, mahasiswa Jurusan Teknologi Pendidikan Universitas
Negeri Malang tanggal 9-10 Mei 2009
                                                                                                                 12




Contoh Format Tampilan Entri Data Pembuatan Katalog

Sistem Klasifikasi
Ada beberapa macam sistem klasifikasi koleksi perpustakaan, antara lain:
    1. Klasifikasi Artificial, yaitu sistem pengelompokkan koleksi berdasarkan ciri-
       ciri khusus misalnya, ukuran, warna dan data fisik lainnya.
    2. Klaifikasi Fundamental, yaitu sistem pengelompokkan koleksi berdasarkan
       subyek. Dalam perkembangannya, sistem klasifikasi subyek ini yang lebih
       banyak digunakan oleh pustakawan menangani pekerjaan di perpustakan.

Langkah-langkah Penentuan No. Klasifikasi
        Agar lebih cepat, tepat, dan benar dalam menentukan nomor klasifikasi, perlu
diperhatikan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Memahami pola pembagian subyek
   Didalam sistem ini, ilmu pengetahuan di bagi dari subyek besar menjadi subyek
   yang lebih kecil. Untuk itu perlu perlu dipahami adanya pembagian 10 kelas
   utama, 100 divisi dan 1000 subdivisi, serta cara penggunaan tabel-tabel pembantu.
2. Menentukan Subyek
   Didalam menentukan subyek hendaknya diusahakan mencari nomor yang paling
   spesifik. Untuk menentukan subyek ini hendaknya dibaca dan dipahami informasi
   yang diperoleh dari:
   a. Halaman judul
   b. Kata pengantar
   c. Daftar isi
   d. Pendahuluan (bila ada)


Makalah disampaikan pada diklat “Otomasi Perpustakaan Sekolah”, mahasiswa Jurusan Teknologi Pendidikan Universitas
Negeri Malang tanggal 9-10 Mei 2009
                                                                                                                 13



   e. Dibaca tiap-tipa bab
   f. Kesimpulan
3. Apabila dalam suatu buku terdapat dua subyek atau lebih, terlebih dahulu
   diklasifikasi pada kelas yang utama dibahas.
4. Apabila tidak ada subyek yang utama, koleksi itu diklasifikasi pada kelas yang
   paling bermanfaat bagi pengguna perpustakaan atau pada subyek yang disebut
   lebih dahulu.
5. Mengklasifikasi menurut subyeknya dahulu, lalu menurut bentuk penyajiannya.

Pengelolaan Dokumen Elektronik / entry data
        Pengelolaan dokumen elektronik memerlukan teknik khusus yang memiliki
perbedaan dengan pengelolaan dokumen tercetak. Proses pengelolaan dokumen
elektronik melewati beberapa tahapan, yang dapat kita rangkumkan dalam proses
digitalisasi, penyimpanan dan pengaksesan/temu kembali dokumen. Pengelolaan
dokumen elektronik yang baik dan terstruktur adalah bekal penting dalam
pembangunan system perpustakaan digital (digital library).
        1.) Proses Digitalisasi Dokumen
            Proses perubahan dari dokumen tercetak (printed document) menjadi
            dokumen elektronik sering disebut dengan proses digitalisasi dokumen.
            Seperti pada dokumen mentah (jurnal, prosiding, buku, majalah, dsb)
            diproses dengan sebuah alat (scanner) untuk menghasilkan doumen
            elektronik. Proses digitalisasi dokumen ini tentu tidak diperlukan lagi
            apabila dokumen elektronik sudah menjadi standar dalam proses
            dokumentasi sebuah organisasi.
        2.) Proses Penyimpanan (Database Approach)
            Pada tahap ini dilakukan proses penyimpanan dimana termasuk
            didalamnya adalah pemasukan data (data entry), editing, pembuatan
            indeks dan klasifikasi berdasarkan subjek dari dokumen. Klasifikasi bisa
            menggunakan UDC (Universal Decimal Classification) atau DDC (Dewey
            Decimal Classfication) yang banyak digunakan di Perpustakaan-
            perpustakaan di Indonesia. Ada dua pendekatan dalam proses
            penyimpanan, yaitu pendekatan basis file (file base approach) dan
            pendekatan basis data (database approach). Masing-masing pendekatan
            memiliki kelebihan dan kelemahan, dan kita dapat memilih pendekatan
            mana yang akan kita gunakan berdasarkan kebutuhan. FileBase Approach:
            data duplication, data dependence, incompatible file format, simple,
            sedangkan database approach: data sharing and no duplication, data
            independence, compatible file format, complex.
        3.) Proses Pengaksesan dan Pencarian Kembali Dokumen
            Inti dari proses ini adalah bagaimana kita dapat melakukan pencarian
            kembali terhadap dokumen yang telah kita simpan. Metode pengaksesan
            dan pencarian kembali dokumen akan mengikuti pendekatan proses
            penyimpanan yang kita pilih. Pendekatan database membuat proses ini
            lebih fleksibel dan efektif dilakukan, terutama untuk penyimpanan data
            sekala besar. Di sisi lain, kelemahannya adalah relatif lebih rumitnya


Makalah disampaikan pada diklat “Otomasi Perpustakaan Sekolah”, mahasiswa Jurusan Teknologi Pendidikan Universitas
Negeri Malang tanggal 9-10 Mei 2009
                                                                                                                 14



              sistem dan proses yang harus kita lakukan. Dan menariknya, karena sifat
              pendekatan database yang memiliki kebebasan terhadap data (data
              independence), dengan data yang sama kita bisa membuat interface ke
              berbagai aplikasi lain yang berbasis web.




Contoh Format Tampilan Katalog Komputer (OPAC) Online Public Access Catalouge




Contoh Format Tampilan Hasil Penelusuran Melalui OPAC



Makalah disampaikan pada diklat “Otomasi Perpustakaan Sekolah”, mahasiswa Jurusan Teknologi Pendidikan Universitas
Negeri Malang tanggal 9-10 Mei 2009
                                                                                                                 15


\




Contoh Detail Tampilan Hasil Penelusuran Melalui OPAC

Finishing Touch
Setelah semua proses mulai dari inventarisasi bahan pustaka, pembuatan barcode,
katalogisasi dan klasifikasi, entry data, penempelan label buku dan atribut buku yang
lain, serta proses penyampulan buku selesai, buku-buku yang sudah diolah dicek
kembali dan dibuatkan daftar pengiriman buku, selanjutnya siap dikirim ke bagian
lain (sirkulasi, referens, atau reserve)

PENUTUP
         Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penerapan teknologi
informasi di perpustakaan antara lain: kebijakan pimpinan, dana, studi banding,
penentuan rung lingkup kegiatan, serta pemilihan hardware dan software yang cocok
untuk diaplikasikan di perpustakaan..
         Meskipun dibutuhkan biaya yang tidak sedikit, tapi aplikasi teknologi
informasi tersebut sangat membantu perpustakaan dalam mengelola koleksi yang
dimiliki, dalam pelayanan kepada pemakainya, maupun dalam penelusuran informasi
secara cepat dan tepat.
        Aplikasi teknologi informasi untuk pengolahan bahan pustaka sangat
membantu perpustakaan, karena dapat menghemat waktu dan tenaga. Perpustakaan
membutuhkan waktu yang lama dalam pengolahan bahan pustaka jika hal itu
dilakukan secara manual, akan tetapi dengan menggunakan teknologi informasi



Makalah disampaikan pada diklat “Otomasi Perpustakaan Sekolah”, mahasiswa Jurusan Teknologi Pendidikan Universitas
Negeri Malang tanggal 9-10 Mei 2009
                                                                                                                 16



sanagt membantu perpustakaan dalam melakukan semua kegiatan dapat dilakukan
secara cepat dan tepat dengan hasil yang bisa memuaskan pemakai perpustakaan.




DAFTAR PUSTAKA


Ari Suseno Teknologi Informasi untuk
       perpustakaan.http://citizennews.suaramerdeka.com/?option=com_content&tas
       k=view&id=97 , diakses tanggal 17-03-2008,

Eryono, M. Kaliani, 1999. Pengolahan Bahan Pustaka. Jakarta: Universitas Terbuka

Hamakonda, T. 1983. Pengantar Klasifikasi Persepuluhan Dewey. Jakarta: Gunung
     Mulia

Hamakonda, Towa P. 1987. Pembinaan koleksi perpustakaan perguruan tinggi.
     Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan

Lembaga Perberdayaan Perpustakaan dan Informasi (LpPI). 2001. Pedoman
     Pengelolaan Perpustakaan Madrasah. Yogyakarta: FKBA




Makalah disampaikan pada diklat “Otomasi Perpustakaan Sekolah”, mahasiswa Jurusan Teknologi Pendidikan Universitas
Negeri Malang tanggal 9-10 Mei 2009
                                                                                                                 17



Romi Satria Wahono Teknologi informasi untuk: perpustakaan:perpustakaan digital
      dan sistem otomasi perpustakaan.
      http://72.14.235.104/search?q=cache:x6xx8yjPlwAJ:www.ilmukomputer.org/
      wp-content/uploads/2006/09/romi-otomasiperpustakaan-
      15september2006.pdf+teknologi+informasi+dan+perpustakaan&hl=id&ct=cln
      k&cd=1&gl=id, diakses tanggal 25 Januari 2007

Sjarial-Pamuntjak, Rusina. 2000. Pedoman penyelenggaraan perpustakaan. Jakarta :
        Djambatan

Supriyadi. 1985. Pengantar pengelolaan perpustakaan sekolah, editor : Y.Y.
      Hasibuan. Malang : Proyek P3T IKIP Malang




Makalah disampaikan pada diklat “Otomasi Perpustakaan Sekolah”, mahasiswa Jurusan Teknologi Pendidikan Universitas
Negeri Malang tanggal 9-10 Mei 2009

				
DOCUMENT INFO
Description: Bahagian-Teknologi-Pendidikan pdf