Pembelajaran Matematika Pada Kelas Unggulan di SMP Negeri 1

Document Sample
Pembelajaran Matematika Pada Kelas Unggulan di SMP Negeri 1 Powered By Docstoc
					PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA KELAS UNGGULAN DI
          SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
   NEGERI I WANADADI KABUPATEN BANJARNEGARA
              TAHUN AJARAN 2004/2005


                         SKRIPSI


          Untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan
              pada Universitas Negeri Semarang




                       Oleh:
                   Afri Setyani
                 NIM 1124000020




           FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
 JURUSAN KURIKULUM DAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN
                           2005
                         PERSETUJUAN PEMBIMBING

       Skripsi ini telah disetujui oleh pembimbing untuk diajukan ke sidang panitia

skripsi pada:

       Hari :

       Tanggal:




                                                  Semarang, April 2005


Pembimbing I                                      Pembimbing II




Drs.Sutomo, M.Pd                                  Dra. Nurussa’dah, M.Si
NIP: 131125641                                    NIP: 131469642




                                  Mengesahkan:
                                Ketua Jurusan KTP




                                   Drs.Haryanto
                                  NIP.131404301
                           HALAMAN PENGESAHAN


        Telah     dipertahankan dihadapan sidang panitia ujian skripsi Fakultas Ilmu
Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Semarang pada
        Hari        :
        Tanggal     :




Ketua                                             Sekretaris



Drs.Siswanto, MM                                    Drs.Haryanto
NIP.130515769                                       NIP.131404301



Pembimbing I                                      Penguji I



Drs.Sutomo, M.Pd                                  Drs. Sukirman, MSi
NIP.131125641                                     NIP. 131570066



Pembimbing II                                     Penguji II



Dra.Nurussa’adah, M.Si                            Drs. Sutomo, MPd
NIP.13146964                                      NIP. 131125641



                                                  Penguji III



                                                  Dra. Nurussa’dah, M. Si
                                                  NIP. 13146964
                                 PERNYATAAN



Saya menyatakan bahwa yang tertulis dalam skripsi ini benar-benar hasil karya sendiri,

bukan jiplakan dari temuan orang lain, baik sebagian atau seluruhnya. Pendapat atau

temuan oarang lain yag terdapat dalam skripsi ini dikutip atau dirujuk berdasarkan kode

etik ilmiah.




                                                      Semarang, April 2005



                                                         Afri setyani
                                                      NIM:1124000020
                         MOTTO DAN PERSEMBAHAN



Motto:

   1. Sesuatu yang belum dikerjakan, seringkali tampak mustahil; kita baru yakin kalau

         kita telah berhasil melakukanya dengan baik (Evely Underhill).

   2. Orang-orang hebat di bidang apapun bukan baru bekerja karena mereka

         terinspirasi, namun mereka menjadi terinspirasi karena mereka lebih suka bekerja.

         Mereka tidak menyia-nyiakan waktu untuk menunggu inspirasi (Ernest Newman).

   3. Kebanyakan dari kita tidak mensyukuri apa yang sudah kita miliki, tetapi kita

         selalu menyesali apa yang belum kita capai (Scopenhauer).




                                  Skripsi ini akan aku persembahkan untuk:

                                  Kedua orang tuaku (Bapak dan Ibu) tercinta terima
                                  kasih atas doa, kasih sayang dan nasehatnya.
                                  Adik-adiku     (Febi-Fajar,   Danu,     Danang)     dan
                                  keponakanku Aqilla, kalian telah memberiku semangat.
                                  Almamater UNNES yang menjadi kebanggaanku.
                                        PRAKATA


       Puji Syukur penulis senantiasa panjatkan kepada Allah SWT yang telah

melimpahkan rahmat dan hidayahNya sehingga penulis dapat menyusun skripsi ini

dengan judul” Pembelajaran Matematika Pada Kelas Unggulan di Sekolah Menengah

Pertama Negeri I Wanadadi Kabupaten Banjarnegara Tahun Ajaran 2004/2005”. Penulis

sangat bersyukur sekali karena dapat menyelesaikan skripsi ini guna memenuhi sebagian

persyaratan untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada Fakultas Ilmu Pendidikan

Universitas Negeri Semarang.

       Dalam Proses penyusunan skripsi ini penulis menyadari bahwa banyak pihak

yang telah membantu dan memberikan dorongan sehingga pada akhirnya skripsi ini dapat

diselesaikan dengan lancar. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis mengucapkan

terima kasih yang sebesar-besarnya kepada yang terhormat

   1. Bapak Imam Suratno dan Ibu Muakhiroh, orang tua penulis yang telah

       memberikan dukungan, doa dan pengorbanan serta kasih sayangnya.

   2. Dr.A. T Soegito, MM; Rektor Universitas Negeri Semarang yang telah

       memberikan kesempatan           belajar dan menimba ilmu di Universitas Negeri

       Semarang.

   3. Drs. Siswanto, MM; Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan             Universitas Negeri

       Semarang yang telah memberikan ijin            dan kesempatan belajar sampai

       terselesaikannya skripsi ini.

   4. Drs.Haryanto, Ketua Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Universitas

       Negeri Semarang yang telah memberikan bantuan dalam pengurusan ijin untuk

       penelitian.

   5. Drs.Sutomo, M.Pd, Pembimbing I yang telah memberikan bimbingan dan

       pengarahan dengan sabar dan bijaksana serta memberikan dorongan dari awal

       hingga akhir penulisan skripsi ini.
   6. Dra. Nurussa’adah, Pembimbing II yang telah memberikan bimbingan dan

      pengarahan dengan sabar dan bijaksana serta memberikan dorongan dari awal

      hingga akhir penulisan skripsi ini.

   7. Drs. Bambang Budi S, Kepala Sekolah SMP Negeri I Wanadadi, yang telah

      memberikan ijin untuk melaksanakan penelitian.

   8. Ibu Rubinem, Wali kelas dan guru-guru kelas unggulan lainya yang telah

      memberikan bantuan untuk menyelesaikan skripsi ini.

   9. Keluarga besarku yang ada di Banjarnegara yang selalu memberikan semangat

      baik material maupun spiritual.

   10. Teman-Temanku KTP angkatan 2000, special Jo, Iul dan Nita. Teman- teman

      Wisma Putri Adifit, Mbak Lis, Cika, Ika, Uci dan semuanya yang tidak dapat

      penulis sebutkan satu persatu serta mas Iwan terima kasih   untuk bantuan dan

      motivasinya.

      Dengan segala kerendahan hati, Penulis menyadari bahwa karya ini masih belum

sempurna, maka dari itu kritik dan saran yang sifatnya membangun dari berbagai pihak

sangat diharapkan.Akhirnya semoga skripsi ini dapat berguna dan bermanfaat bagi

penulis sendiri khususnya dan pembaca pada umumnya.




                                                       Semarang, April 2005




                                                             Penulis
                                         SARI
Afri Setyani. 2005. Pembelajaran Matematika Pada Kelas Unggulan di SMP Negeri I
      Wanadadi Kabupaten Banjarnegara Tahun Ajaran 2004/2005. Skripsi. Jurusan
      Kurikulum Teknologi Pendidikan. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas
      Negeri Semarang.Pembimbing I.Drs.Sutomo, M.Pd. Pembimbing II.
      Dra.Nurussa’adah, M.Si.

Kata Kunci: Pelajaran matematika, Kelas unggulan


         Penelitian ini dilatar belakangi adanya siswa-siswa yang memiliki kemampuan
lebih/berbakat intelektual di SMP N I Wanadadi, mereka dikelompokan dalam satu kelas
khusus yaitu kelas unggulan. Mengingat pelajaran matematika merupakan salah satu
pelajaran yang di ujikan pada UAN, maka sangat penting untuk dikembangkan sesuai
dengan konsep pembelajaran unggul. Fenomena menunjukkan bahwa dalam proses
belajar matematika masih dianggap pelajaran yang memiliki tingkat kesukaran yang
tinggi dan ditemukan juga siswa yang merasa takut dan kurang suka dengan pelajaran
matematika. Hal ini terbukti dengan perolehan nilai matematika yang rata-rata kelasnya
hanya mencapai nilai 62,4. Berdasarkan latar belakang tersebut perlu diteliti lebih lanjut
mengenai proses pembelajaran matematika pada kelas unggulan yang meliputi tahap
perencanaan, tahap pembelajaran dan tahap penilaian.
         Tujuan penelitian ini adalah: 1) untuk memperoleh gambaran secara obyektif
tentang pelaksanaan pembelajaran matematika pada kelas unggulan di SMP N I
Wanadadi. 2) untuk mengetahui faktor-faktor apa sajakah yang mendukung dalam
pelaksanaan pembelajaran matematika pada kelas unggulan di SMP Negeri I Wanadadi.
3)untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan pembelajaran
matematika pada kelas unggulan di SMP Negeri I Wanadadi.
         Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan subyek penelitian kepala
sekolah, wali kelas, guru matematika dan beberapa guru mata pelajaran lain yang
mengajar di kelas unggulan dan beberapa siswa kelas IIA/ siswa kelas unggulan. Data
diperoleh dari observasi, wawancara dan dokumentasi, data yang telah terkumpul
dikelompokan , diberi kode, dan dikategorikan untuk kemudian dianalisis.
         Dari hasil penelitian untuk menguji keabsahan data maka peneliti terjun langsung
kelapangan dalam rentang waktu 2 bulan (Pebruari-Maret 2005) dan mengambil gambar
untuk menunjang data. Kemudian digunakan teknik triangulasi untuk memperoleh tingkat
kepercayaan yang tinggi dari sumber data utama. Selain itu peneliti juga meggunakan
teknik pengecekan anggota untuk menguji kepercayaan tentang data.
         Hasil penelitian yang diperoleh dari observasi dan wawancara dalam
pembelajaran matematika di kelas unggulan menunjukan bahwa proses pembelajaran
yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi perlu dikondisikan lebih baik
agar dapat mencapai hasil belajar yang optimal. Pembelajaran matematika di kelas
unggulan sudah berjalan efektif dengan berusaha memaksimalkan proses pembelajaran,
proses tersebut juga harus didukung oleh adanya guru yang kompeten dan profesional,
fasilitas belajar yang mendukung dan adanya motivasi yang kuat dari siswa dalam belajar
matematika.
        Berdasarkan hasil analisis dari penelitian ini maka penulis memberikan saran-saran
yang berkaitan dengan pembelajaran matematika pada kelas unggulan di SMP Negeri I
Wanadadi, saran tersebut antara lain: 1) keberhasilan pelaksanaan kelas unggulan, sangat
ditunjang oleh pembiayaan, untuk itu dari pihak Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan
Wanadadi agar memberikan sumbangan dana operasiona untuk penyelenggaraan kelas
unggulan. 2) pihak sekolah hendaknya memberikan penghargaan bagi siswa yang
mendapatkan peringkat 3 besar di kelas unggulan. 3) pihak sekolah memberikan
penghargaan terhadap guru yang mengajar dikelas unggulan dengan memprioritaskan
promosi jabatan 4) untuk mendukung kelancaran pembelajaran matematika yang banyak
dikeluhkan siswa, dari sekolah mengupayakan pengadaan buku yang relevan bagi anak
berbakat, yaitu buku-buku yang menuliskan uji coba matematika agar siswa dapat belajar
menyelesaikan maslah matematika. 5) bagi guru matematika sebaiknya mengadakan
pendekatan terhadap anak berabakat dengan komposisi matematika yang menantang agar
matematika lebih populer dan lebih diperhatikan siswa 6) memfasilitasi siswa kelas
unggulan dengan komputer ilmiah yang akan membantu siswa dalam memecahkan masalah
secara bebas dan membantu mengkonseptualisasikan matematika.
                                                       DAFTAR ISI
                                                                                                                  Halaman
HALAMAN JUDUL ..................................................................................                    i
PERSETUJUAN PEMBIMBING ..............................................................                              ii
HALAMAN PENGESAHAN ....................................................................                           iii
PERNYATAAN .........................................................................................              iv
MOTTO DAN PERSEMBAHAN..............................................................                                v
PRAKATA..................................................................................................         vi
SARI .........................................................................................................   viii
DAFTAR ISI...............................................................................................          x
DAFTAR TABEL.......................................................................................              xii
DAFTAR GAMBAR ..................................................................................                 xiii
DAFTAR LAMPIRAN...............................................................................                   xiv
BAB I PENDAHULUAN...........................................................................                       1
     A. Latar Belakang Masalah .................................................................                   1
     B. Identifikasi Masalah........................................................................              10
     C. Fokus Masalah ................................................................................            11
     D. Tujuan Penelitian ............................................................................            12
     E. Manfaat Penelitian ..........................................................................             14
     F. Sistematika Skripsi..........................................................................             15
BAB II KAJIAN TEORI ............................................................................                 17
     1. Pendidikan Dan Kurikulum Yang Berdiferensiasi .........................                                   17
     2. Pembelajaran Unggul......................................................................                 26
     3. Kelas Unggulan...............................................................................             29
     4. Siswa Kelas Unggulan ....................................................................                 30
     5. Guru Kelas Unggulan .....................................................................                 31
     6. Pelaksanaan Pembelajaran Kelas Unggulan ...................................                              35
     7. Pembelajaran Matematika ..............................................................                    44
BAB III METODE PENELITIAN .............................................................                          51
Pendekatan Penelitian .................................................................................           51
     1. Lokasi Penelitian.............................................................................            53
    2. Subyek Penelitian............................................................................             53
    3. Teknik Pengumpulan Data..............................................................                     54
    4. Instrumen Penelitian ..........................................................................           58
    5. Teknik Analisis Data.......................................................................…              58
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN............................…                                              63
    A. Deskripsi Hasil penelitian ...............................................................…               63
         1. Sejarah Berdirinya SMP N I Wanadadi ......................................…                          63
         2. Gambaran Umum Subyek Penelitian..........................................…                           63
    B. Persiapan Penelitian ........................................................................…            66
    C. Pelaksanaan Penelitian....................................................................…               67
    D. Pembahasan ....................................................................................…          68
         1. Kepala Sekolah Penanggung jawab Pelaksana Kelas Unggulan …                                           68
         2. Pendapat Wali Kelas Dan Guru Mata Pelajaran Tentang Pelaksanaan Kelas
            Unggulan......................................................................................…      79
         3. Pendapat Guru Matematika Kelas Unggulan..............................…                               88
         4. Pendapat Siswa Kelas Unggulan ................................................…                      92
    E. Faktor-Faktor Yang Mendukung Pelaksanaan Pembelajaran
         Matematika Pada Kelas Unggulan...............................................…                          94
    F. Kendala-Kendala Yang Dihadapi Dalam Pelaksanaan Pembelajaran Matematika
         Pada Kelas Unggulan......................................................................…              95
    G. Deskripsi Hasil Analisis Data ..........................................................…                 97
    H. Deskripsi Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data .............................…                                99
BAB V PENUTUP .....................................................................................…            102
    A. Kesimpulan .....................................................................................…        102
    B. Saran ...............................................................................................…   104
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................…               106
LAMPIRAN-LAMPIRAN .........................................................................…                    108
                                       DAFTAR TABEL




Tabel                                                                                    Halaman


1. Kemahiran Matematika SMP Kelas II..................................................        49
                                            DAFTAR GAMBAR


Gambar                                                                                                  Halaman


1. Tahap Analis Data.................................................................................        60
2. Satuan-Satuan Pelaksanaan Pembelajaran Kelas Unggulan ..............                                      98
                                          DAFTAR LAMPIRAN


Lampiran                                                                                              Halaman


1. Lembar Observasi ...............................................................................       108
2. Hasil Wawancara Terhadap Kepala Sekolah SMP N I Wanadadi .....                                         111
3. Hasil Wawancara Terhadap Wali Kelas IIA SMP N I wanadadi ......                                        113
4. Hasil Wawancara terhadap Guru Mapel SMP N I Wanadadi.............                                      116
5. Hasil Wawancara Terhadap Guru Matematika Kkelas IIA ................                                   120
6. Hasil Wawancara Terhadap Siswa Kelas Unggulan...........................                               123
7. Daftar Siswa Kelas IIA dan Nilai Raport Semester I ........................                            140
8. Daftar Nilai Matematika Kelas IIA Semester I...................................                        142
9. Jadwal kegiatan pembelajaran SMP N I Wanadadi............................                              143
10. Jadwal Ekstra Kurikuler SMP N I Wanadadi .....................................                        144
11. Denah Sekolah SMP Negeri I Wanadadi............................................                       145
12. Formasi Kepala Sekolah dan Guru SMP Negeri I Wanadadi.............                                    146
13. Formasi Guru Kelas Unggulan di SMP Negeri I Wanadadi...............                                   148
14. Struktur Organisasi SMP Negeri I Wanadadi.....................................                        149
15. Surat Telah Menyelesaikan Bimbingan Skripsi.................................                          150
16. Surat Ijin Penelitian Dari Fakultas.....................................................              151
17. Surat Keterangan Dari SMP Negeri I Wanadadi ................................                          152
18. Gambar Pelaksanaan Pembelajaran Kelas Unggulan Di SMP Negeri I Wanadad
                                      BAB I
                                   PENDAHULUAN



A. Latar Belakang Masalah

           Dalam pasal 3 UU No. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional

   menyebutkan bahwa “pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan

   dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka

   mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta

   didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha

   Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga

   negara yang demokratis serta bertanggung jawab”

           Sejalan dengan tujuan pendidikan nasional dipertegas lagi dengan adanya

   tekad nasional negara Indonesia, yaitu meningkatkan mutu pendidikan pada semua

   jenis dan jenjang. Upaya–upaya untuk menuju pada peningkatan mutu pendidikan

   harus didukung oleh semua komponen yang terkait.

           Dalam pembelajaran komponen–komponen yang berkaitan dengan sekolah

   dalam    rangka   peningkatan    mutu   pendidikan      antara   lain:   siswa,   guru,

   pembina/pengelola sekolah, sarana/prasarana dan pembelajaran. Sekolah merupakan

   satu konsep yang memiliki arti ganda, pertama sekolah diartikan sebagai bangunan

   atau lingkungan fisik dengan segala alat perlengkapannya dan merupakan ajang

   untuk penyelenggaraan proses pendidikan tertentu bagi

   kelompok manusia tertentu. Kedua, sekolah diartikan sebagai proses atau kegiatan

   belajar mengajar (Retno Sriningsih, 2000:186).
       Proses kegiatan belajar mengajar merupakan inti dari proses pendidikan di

sekolah. Melalui proses inilah akan disiapkan manusia muda untuk menjadi warga

masyarakat yang cakap, susila, sempurna dan bernilai. Dengan demikian pengajaran

merupakan salah satu cara untuk mencapai tujuan pendidikan nasional yang

diharapkan oleh semua pihak. Karena pendidikan dimaksudkan untuk menyediakan

suatu lingkungan dimana setiap anak didik, baik yang berkemampuan kurang, rata-

rata atau lebih mendapat kesempatan untuk mewujudkan bakat-bakatnya secara

optimal.

       Menurut Joni dalam Munandar (1985:57) pendidikan anak berbakat,

sebagaimana halnya pendidikan pada umumnya harus dilihat secara sistematik:

program,fasilitas, guru, masukan dan tujuan perndidikan.tujuan pendidikan disini

diartikan lebih luas daripada sekedar tujuan instruksional, yaitu menunjuk kepada

apa yang ingin dicapai dengan pendidikan, bahkan pendidikan anak berbakat

merupakan bagian integral pendidikan pada umumnya, dengan kekhusussan

memberi kesempatan maksimal bagi anak berbakat untuk berfungsi sesuai dengan

potensinya, dengan harapan bahwa pada suatu saat anak juga akan meberikan urunan

yang maksimal bagi peningkatan kehidupan sesuai dengan aktualisasi potensinya itu.

       Dalam kenyataanya pelaksanaan proses pembelajaran sangat komplek dengan

berbagai permasalahan yang dihadapi oleh berbagai   komponen

pendidikan yang saling terkait. Peserta didik sebagai salah satu komponen

pendidikan dimana mereka adalah individu-individu yang unik dengan berbagai

perbedaan yang dimilikinya. Perbedaan itu tentu saja akan membedakan mereka

dalam kemampuan belajarnya, sehingga hasil belajar yang dicapai akan beragam
pula. Keadaan seperti itu harus dapat dipahami oleh pendidik sebagai fasilitator

dalam belajar. Pendidik juga harus memahami bahwa setiap peserta didik

mempunyai potensi dan bakat yang tidak sama, karena itulah mereka dituntut untuk

dapat memberikan layanan yang berbeda pula.

           Merupakan kenyataan yang berlaku dimana-mana (universal) bahwa manusia

berbeda satu sama lain dalam berbagai hal, antara lain: dalam intelegensi, bakat,

minat, kepribadian, keadaan jasmani dan keadaan sosial. Dalam proses belajar

mengajar didalam kelas akan tampak perbedaan-perbedaan individu dalam belajar

dan perbedaan dalam diri peserta didik itu sendiri (Semiawan, 1987:3). Keadaan

seperti itu dapat dipahami oleh guru untuk melihat kemampuan belajar setiap siswa

yang berbeda. Ada siswa yang cepat dan siswa           yang lamban dalam belajar.

Perbedaan individual anak didik akan tercermin dalam sifat-sifat atau ciri-ciri siswa

(baik dalam kemampuan, keterampilan, dan sikap belajar), dalam kualitas

instruksional (termasuk didalamnya proses belajar anak), dan dalam hasil belajar

yang meliputi jenis dan tingkat hasil belajar dalam ranah kognitif, psikimotorik, dan

afektif.

           Konsep diffusion of education yang diajukan oleh Thomas Jefferson pada

awal abad ke-18, membuka mata di dunia bahwa pemberian layanan pendidikan

haruslah berbeda sesuai dengan bakat yang dimiliki setiap orang. Hal ini berarti

setiap individu hendaknya memperoleh kesempatan untuk mengembangkan bakat

atau potensi yang tidak sama. Dengan demikian pendidikan harus dapat memberikan

kesempatan yang sama pada setiap individu.
       Pada seminar Nasional “alternatif program pendidikan bagi anak berbakat”

bulan November tahun 1981 dan kemudian juga pada “seminar dan workshop on

program alternatives for the gifted and talented’ bulan april 1982 di Jakarta telah

dirumuskan bahwa yang dimaksud anak berbakat ialah mereka yang karena memiliki

kemampuan-kemampuan yang unggul mampu memberikan prestasi yang tinggi.

Anak-anak ini membutuhkan program pendidikan yang berdeferensiasi dan/atau

pelayanan yang diluar jangkauan program sekolah biasa, agar dapat mewujudkan

bakat-bakat mereka secara optimal baik untuk pengembangan diri maupun untuk

dapat memberikan sumbangan yang berarti bagi kemajuan masyarakat dan negara (

Semiawan, 1987:5).

       Menurut     Renzulli   dan    kawan-kawan      dalam    Semiawan     (1987:6)

menyimpulkan bahwa yang menentukan keberbakatan seseorang pada hakikatnya

adalah mereka yang mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: kemampuan diatas rata-

rata, kreativitas dan tanggung jawab atau pengikatan diri terhadap tugas.

       Kemampuan diatas rata-rata tidak berarti bahwa kemampuan itu harus

unggul, namun kemampuan tersebut harus cukup diimbangi oleh

kreativitas dan tanggungjawab terhadap tugas. Sedangkan kreativitas adalah

kemampuan untuk memberikan gagasan-gagasan baru dan menerapkanya dalam

pemecahan masalah. Kreativitas meliputi baik ciri-ciri kognitif seperti kelancaran,

keluwesan, dan keaslian dalam pemikiran maupun ciri-ciri afektif seperti rasa ingin

tahu, senang mengajukan pertanyaan, dan ingin selalu mencari pengalaman baru.

Tanggungjawab atau pengikatan diri terhadap tugas menunjuk pada semangat dan

motivasi untuk mengerjakan dan menyelesaikan suatu tugas.
       Selanjutnya didalam GBHN 1993 yang menyebutkan“….. demikian pula

perhatian khusus perlu diberikan kepada anak–anak yang berbakat istimewa agar

mereka dapat mengembangkan kemampuanya secara maksimal” Karena itulah sejak

tahun 1983 mulailah dirintis layanan pendidikan untuk anak berbakat intelektual,

yaitu ditandai dengan adanya sekolah–sekolah unggulan.

       Sejalan dengan pemikiran tersebut maka pendidikan disekolah unggulan

perlu mendapatkan perhatian dan pembinaan yang seksama dengan senantiasa

meningkatkan kualitasnya melalui pola pembinaan yang berwawasan keunggulan.

Dimana pola tersebut merupakan suatu cara pandang bangsa Indonesia untuk

mewujudkan gagasan, ide dan pemikiran dalam bentuk perilaku dan sikap terbaik

menurut kemampuan warga negara secara konsisten dan berdisiplin dalam

penyelenggaraan dan pembinaan sekolah unggulan.

       Sekolah   unggulan   yang   berkembang     saat   ini   tentu   saja   dalam

penyelenggaraanya tidak terlepas dari pemberlakuan kurikulum 2004 yaitu

kurikulum berbasis kompetensi. Pada jenjang pendidikan sekolah menengah pertama

(SMP) arah dan fokus pelaksanaan kurikulum ini dimaksudkan agar dalam

penyelenggaraan sekolah dapat menghasilkan lulusan yang memiliki

karakter, kecakapan, dan keterampilan yang kuat untuk digunakan dalam

mengadakan hubungan timbal balik dengan lingkungan sosial, budaya dan alam

sekitar serta mengembangkan kemampuan lebih lanjut.

       Sekolah unggulan yang diselenggarakan untuk memberikan layanan

pendidikan bagi anak berbakat ternyata menghadapi banyak kendala yang

menghambat pelaksanaanya. Bagi kalangan pendidikan itu sendiri dirasa masih
kurang adanya kepedulian yang tinggi terhadap pelaksanaan kelas unggulan, wacana

tersebut terbatas pada kalangan tertentu saja, yaitu bagi mereka yang berkompeten

dalam penanganan anak berbakat.

       Masalah lain yang muncul karena adanya kekhawatiran bahwa layanan

pendidikan khusus ini akan membuat anak didik menjadi bersikap eksklusif. Masalah

layanan pendidikan bagi anak berbakat (intelektual) memang pada akhirnya menjadi

pertentangan antara equality dan comformity disatu sisi, dengan nilai excellent dan

inovation disisi lainya.

       Secara positif adanya kelas unggulan dapat memberikan pelayanan

pendidikan yang relevan bagi anak berbakat (intelektual) dan membantu mereka

untuk mengembangkan bakat dan potensinya secara tepat dan maksimal. Peserta

didik memperoleh tempat dalam mengembangkan kemampuan mereka dan

merekapun dapat bersaing secara posif untuk terus dapat mempertahankan

prestasinya.

       Menurut Semiawan (1997:255) menyatakan pada umur 13 tahun (SMP)

dipandang sebagai saat yang paling memadai bagi peluang pemekaran bakat, dengan

menjaring dan menemukan (discover) anak berkemampuan unggul tanpa perlu

dilakukan tes intelegensi atau tes lain yang canggih, cukup atas dasar penilaian guru.

       Fenomena yang berkembang dilihat dari pengamatan yang selama ini

terungkap melalui pemberitaan dan telah menjadi opini masyarakat dengan informasi

sekolah unggulan dan kelas unggulan, ternyata menjadi harapan besar bagi

masyarakat kita. Harapan itu adalah sebuah keinginan agar pendidikan dapat

menghasilkan lulusan yang berkualitas, dimana mereka dapat menjadi generasi muda
yang mampu meneruskan pembangun bangsa dan negara dimasa yang akan datang.

Dan lebih ditekankan lagi bahwa sumber manusiawi berkualitas tinggi, penting

bukan saja bagi pembangunan akan tetapi juga bagi kelangsungan hidup serta

kejayaan bangsa. Karena selam ini adanya sinyalemen tentang ketergantungan

kepada pihak asing didalam bidang ilmu dan teknologi bukanlah sekedar mode tetapi

memberikan kesan latah bagi bangsa kita.

       Berdasarkan pada kenyataan anak-anak yang mempunyai bakat intelektual

mereka hanya memperoleh pendidikan yang biasa saja tanpa mengalami kesukaran

akademik yang berarti. Melihat keadaan seperti itu, kita dapat menyoroti adanya

sistem pendidikan yang mengabaikan atau tidak memberi perhatian khusus kepada

kelompok berkemampuan lebih, dan ini merupakan sistem yang mengandung

kepincangan (Suryabrata dalam Munandar, 1985:70).

       Tidak diperhitungkanya anak berkemampuan lebih ini akan menimbulkan

kerugian bagi anak-anak yang bersangkutan pada khususnya dan masyarakat pada

umumnya. Kelompok anak ini akan merasa rugi karena tiada pendidikan sesuai

dengan kondisi mereka dan akan menimbulkan kusukaran atau masalah pada anak

itu sendiri. Masalah tersebut misalnya kebosanan, suka membolos, berkembangnya

tingkah laku yang kurang terpuji, dan sebagainya, bagi masyarakat bangsa dan

negara akan rugi juga karena sumber daya potensial yang sanga diperlukan dan

langka itu tidak dimanfaatkan secara optimal.

       Oleh karena itu harus kita sadari berapa besar kerugian kita akibat

mubazirnya bakat-bakat istimewa yang terhanyaut dalam belasan bahkan puluhan

ribu kelas diseluruh nusantara akibat tidak adanya penjaringan serta pembinaan

khusus terhadap anak berbakat intelektual. Dan yang jelas kita harus dapat berbuat

sesuatu untuk memperbaiki keadaan tersebut.
        Kelas unggulan merupakan kelas khusus untuk siswa yang memilki prestasi

unggul, berarti kelas tersebut berisi sejumlah siswa berprestasi yang dipilih dari

seluruh siswa kelas biasa yang dijaring dari nilai raport. Di kelas unggulan mereka

dapat mengembangkan diri sesuai dengan potensi yang dimiliki dengan kondisi

lingkungan yang ada. Keberhasilan pendidikan di tingkat dasar sangat menentukan

keberhasilan dijenjang selanjutnya. Hal ini mengingat bahwa pendidikan dan

pembelajaran selalu terkait antara jenjang yang satu dengan jenjang berikutnya.

Keadaan seperti itu berlaku untuk semua mata pelajaran, tidak terkecuali mata

pelajaran matematika. Oleh karena itu

penguasaan    materi   matematika   sangat   mempengaruhi    keberhasilan   belajar

matematika.

        Pada umumnya siswa beranggapan bahwa matematika adalah pelajaran yang

memiliki tingkat kesukaran tinggi, merekapun menjadi takut. Siswa sering merasa

tegang dalam menghadapi pelajaran matematika, terutama dalam mengerjakan soal-

soal ulangan. Bagi siswa berbakat yang memiliki kecerdasan tinggi mereka justru

sangat menyukai pelajaran yang menantang, seperti pelajaran matematika, karena

pelajaran matematika membutuhkan kreatifitas untuk menggalinya. Pada tingkat

SMP anak berbakat cenderung menyenangi matematika dan sains, dari pada bidang

studi lain.

        Guru matematika sebagai pemegang kendali dalam pembelajaran matematika

perlu memahami dan mengembangkan metode dan strategi yang tepat dalam

pembelajaran matematika. Hal itu bertujuan agar mereka dapat menyusun program

pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi siswa dalam belajar, terlebih lagi

bagi siswa-siswa yang berbakat.
       Pembelajaran matematika di kelas unggulan dengan konsep keunggulan dan

bertujuan memperoleh hasil belajar yang optimal merupakan harapan dari semua

siswa dan sekolah. Namun pada kenyataanya ada banyak hal yang menjadi

penghambat dengan berbagai masalah yang kerap kali mempengaruhi proses

pembelajaran matematika di kelas unggulan. Adanya anggapan yang selama ini

berkembang dan menjadi “momok” yang menakutkan tentang pelajaran matematika

sedikit demi sedikit harus dieliminir, agar pelajaran matematika dapat dinikmati dan

tidak menjadi beban bagi siswa dalam belajar. Dari fakta dilapangan masih banyak

siswa kelas unggulan yang kurang menyukai matematika, mereka beralasan

matematika sulit dipahami dengan rumus-rumus begitu banyak dan sukar dipahami.

Tingkat kesukaran inilah yang menimbulkan keengganan dan kurang motivasi bagi

siswa dalam belajar matematika.

       Sejalan dengan itu untuk dapat mencapai keberhasilan pembelajaran

matematika di kelas unggulan harus didukung oleh guru         yang profesional dan

berkompeten.    Namun    gurupun    memiliki   kendala    karena   kurang   mampu

menyediakan sisi pelajaran yang tepat untuk kelas unggulan, dan masih sering

diberikan tugas matematika yang berfokus pada latihan saja.

       Dengan berbagai pertimbangan diatas penulis merasa perlu mengadakan

suatu penelitian yang bertema tentang pembelajaran matematika pada kelas unggulan

di SM P Negeri 1 Wanadadi Kabupaten Banjarnegara yang merupakan salah satu

sekolah yang menyelenggarakan kelas unggulan.
B. Identifikasi Masalah

           Berdasarkan     latar    belakang     yang   telah   diuraikan   diatas   ternyata

   memunculkan aspek-aspek penelitian yang cukup komplek. Oleh karena itu perlu

   adanya identifikasi terhadap masalah-masalah secara umum sebelum menetapkan

   permasalahan pokok penelitiannya.

           Masalah-masalah yang muncul secara umum yang diperoleh melalui

   pengamatan      dan   analisis    terhadap    pelaksanaan    kelas   unggulan       dapat

   diidentifikasikan sebagai berikut ini :

  1.   Kelas unggulan adalah kelas yang ditunjuk untuk melaksanakan pembelajaran

       unggul, oleh sebab itu pola pembelajarannyapun berbeda dengan kelas

       reguler/kelas biasa. Hal inilah yang melahirkan anggapan bahwa kelas unggulan

       adalah kelas yang eksklusif dan elitis.

  2.   Pelaksanaan kelas unggulan dengan menciptakan pembelajaran unggul tentu saja

       dibutuhkan pembiayaan yang tidak sedikit terlebih lagi pada pemenuhan fasilitas

       belajar yang berkualitas baik dari segi kuantitas dan kualitasnya.

  3.   Pelaksanaan pembelajaran unggul untuk mata pelajaran matematika sejauh ini

       masih dianggap yang paling sulit untuk dipahami, sehingga menimbulkan

       keengganan untuk belajar bagi para siswa kelas unggulan di Sekolah Menengah

       Pertama Negeri I Wanadadi.

  4.   Mengingat pentingnya mata pelajaran matematika sebagai salah satu bidang studi

       yang di ujikan pada ujian akhir sekolah, maka keberhasilan siswa sangat

       tergantung pada proses pembelajaran matematika yang dilaksanakan pada kelas

       unggulan di Sekolah Menengah Pertama Negeri I Wanadadi.
C. Fokus Masalah
          Aspek-aspek permasalahan yang diajukan dalam identifikasi masalah tersebut

   tidak mungkin bila semuanya akan diteliti oleh penulis, sehingga perlu dipilih

   masalah yang paling sesuai dan paling layak untuk diteliti. Masalah pokok yang akan

   dikaji dalam penelitian didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan teoritis,

   metodologis yang ada dan pertimbangan praktis.

          Pertimbangan dari arah masalahnya atau pertimbangan dari sudut obyektif

   adalah pertimbangan yang dibuat atas dasar penelitian mengenai masalah yang

   bersangkutan untuk dapat memberikan sumbangan kepada (1) pengembangan teori

   dalam bidang yang bersangkutan dengan dasar teoritis dan (2) memberikan

   sumbangan bagi pemecahan masalah praktis. Pertimbangan dari arah calon peneliti,

   atau pertimbangan dari segi subyektif adalah pertimbangan penentu sesuai dan

   tidaknya sesuatu masalah penelitian itu terutama didasarkan dari masalah tersebut

   manageable atau tidaknya oleh peneliti. Manageability itu terutama dilihat dari lima

   segi diantaranya:

  1. Biaya yang tersedia.

  2. Waktu yang digunakan.

  3. Alat-alat yang tersedia.

  4. Bekal kemampuan teoritis.

  5. Penguasaan metode yang diperlukan.

         Selain    pertimbangan-pertimbangan       dari   sudut    yang   mengacu   pada

  pertimbangan praktis yang dikemukakan diatas, penentuan masalah dalam penelitian

  ini juga dibatasi oleh alasan teoritis dan alasan metodologis.
           Mengingat pada pertimbangan-pertimbangan diatas maka, masalah pokok

   yang dipilih untuk dikaji dalam penelitian ini adalah pelaksanaan pembelajaran

   unggul di kelas unggulan. Adapun fokus masalah dalam penelitian ini adalah:

   1.     Bagaimanakah perencanaan pembelajaran matematika pada kelas unggulan di

          Sekolah Menengah Pertama Negeri I Wanadadi ?

   2.     Bagaimanakah pelaksanaan pembelajaran matematika pada kelas unggulan di

          Sekolah Menengah Pertama Negeri I Wanadadi ?

   3.     Bagaimanakah penilaian hasil belajar matematika pada kelas unggulan di

          Sekolah Menengah Pertama Negeri I Wanadadi ?




D. Tujuan Penelitian

        Adapun tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah :

   1. Untuk memperoleh gambaran secara obyektif tentang pelaksanaan pembelajaran

        matematika pada kelas unggulan di Sekolah Menengah pertama Negeri I

        Wanadadi.

   2. Untuk mengetahui faktor-faktor apa sajakah yang mendukung dalam pelaksanaan

        pembelajaran matematika pada kelas unggulan di Sekolah Menengah Pertama

        Negeri I Wanadadi.

   3. Untuk      mengetahui    kendala-kendala   yang    dihadapi   dalam   pelaksanaan

        pembelajaran matematika pada kelas unggulan di Sekolah Menengah Pertama

        Negeri I Wanadadi.
E. Manfaat Penelitian
      Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini dibedakan atas dua manfaat, yaitu:

   1. Manfaat teoritik

      a   Hasil penelitian ini dapat memberikan masukan–masukan yang berharga

          untuk peningkatan dan pengembangan ilmu pengetahuan.

      b   Hasil penelitian ini dapat dijadikan sumber bahan yang penting bagi para

          peneliti bidang pendidikan dan para pengembang kurikulum maupun para

          profesi teknologi pendidikan dan teknologi pembelajaran.

      c   Memberi rekomendasi kepada para peneliti lain untuk melakukan penelitian

          sejenis secara lebih luas, intensif dan mendalam.

   2. Manfaat Praktis

      a   Bagi jajaran Dinas Pendidikan atau Instansi yang terkait, hasil penelitian

          dapat bermanfaat sebagai bahan kajian untuk dasar menentukan kebijakan

          yang efektif untuk meningkatkan mutu pendidikan.

      b   Bagi para guru dapat memberikan kesempatan dan layanan kepada siswa yang

          memiliki kecerdasan unggul, prestasi yang tinggi dan bakat yang

          dikembangkan yang sudah dimiliki untuk mendapatkan pengetahuan dan

          keterampilan sesuai dengan potensi yang dimilikinya.

      c   Bagi para guru manfaat penelitian ini dapat dijadikan tolak ukur dan

          merupakan bahan pertimbangan untuk melakukan pembenahan serta koreksi

          diri terhadap berbagai kekurangan dalam melaksanakan tugasnya secara

          professional.
           d   Bagi kepala sekolah dan pengawas sekolah penelitian ini bermanfaat dalam

               membantu meningkatkan pembinaan dan supervisi kepada para guru secara

               efektif dan efesien.

           e   Bagi Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Wanadadi Cabang Dinas

               Pendidikan Kecamatan Wanadadi Kabupaten Banjarnegara dapat mengoreksi

               dan mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran unggul di kelas unggulan,

               supaya mencapai hasil belajar yang berkualitas.


F. Sistematika Skripsi

       Untuk memberikan gambaran mengenai isi dari penelitian ini, maka peneliti

membuat sistematika sebagai garis besar skripsi. Adapun sistematika ini adalah sebagai

berikut:

   BAB I : Pendahuluan berisi latar belakang masalah, identifikasi masalah, fokus

                masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian serta sistematika skripsi.

   BAB II : Kajian teori berisi mengenai tinjauan pustaka yang meliputi pendidikan dan

                kurikulum yang berdiferensiasi, pembelajaran unggul, kelas unggulan, siswa

                kelas unggulan, guru kelas unggulan, pelaksanaan pembelajaran kelas

                unggulan dan pembelajaran matematika.

   BAB III : Metode penelitian berisi mengenai pendekatan penelitian, lokasi penelitian,

                subyek penelitian, teknik pengumpulan data, instrumen penelitian, dan

                teknik analisis data.

   BAB IV : Hasil penelitian dan pembahasan berisi tentang deskripsi hasil penelitian,

                persiapan penelitian, pelaksanaan penelitian, pembahasan, deskripsi hasil

                analisis data dan deskripsi teknik pemeriksaan keabsahan data.

   BAB V : Penutup berisi kesimpulan dan saran dari hasil penelitian.

   Bagian akhir skripsi berisi mengenai daftar pustaka dan lampiran-lampiran.
                                     BAB II

                                KAJIAN TEORI


1. Pendidikan dan Kurikulum yang Berdiferensiasi

          Untuk melayani kebutuhan anak berbakat perlu diusahakan pendidikan yang

   berdiferensiasi yaitu yang memberikan pengalaman pendidikan dengan disesuaikan

   minat, bakat dan kemampuan intelektual siswa (Word dalam Munandar,1990:141).

   Keberbakatan tidak akan muncul apabila kegiatan pembelajaran terlalu mudah dan

   tidak mengandung tantangan bagi anak berbakat sehingga kemampuan mereka yang

   unggul tidak akan tampil (Stanley dalam Mengembangkan Bakat dan Kreatifitas

   Anak Sekolah     oleh   Munandar 1990:142). Anak-anak berbakat membutuhkan

   perhatian khusus agar dapat mengatasi kesulitan-kesulitan yang dihadapi untuk

   mewujudkan bakat-bakatnya yang unggul.

          Menurut Semiawan dalam Akbar (2001:3) istilah “diferensiasi” dalam

   pengertian kirikulum berdiferensiasi menunjuk pada kurikulum yang tidak berlaku

   umum, melainkan dirancang khusus untuk kebutuhan tumbuh kembang bakat

   tertentu. Sejalan dengan itu Nugroho (1999:2) menjelaskan      bahwa kurikulum

   berdiferensiasi adalah sebuah kurikulum yang dirancang secara khusus untuk

   melayani anak-anak berbakat unggul dengan program pendidikan yang dipercepat,

   diperluas dan diperdalam yang memberi keleluasaan gerak pada anak berbakat unggul

   untuk belajar sesuai dengan bakat, minat dan kemampuan masing-masing.

          Pengembangan kurikulum berdiferensiasi terutama menunjuk             suatu

   kebutuhan berkenaan dengan tumbuh kembangnya kreativitas seseorang. Berbeda

   dengan kurikulum reguler yang berlaku bagi semua siswa, kurikulum berdiferensiasi
bertujuan untuk menampung pendidikan berbagai kelompok belajar, termasuk

kelompok siswa berbakat. Melalui program khusus, siswa berbakat akan memperoleh

pengayaan (enrichment) dari materi pelajaran, proses belajar, dan produk belajar.

       Clendening dan Davies dalam Akbar (2001:3) menjelaskan bahwa yang

dimaksud differentiaded adalah isi pelajaran yang menunjuk pada konsep dan proses

kognitif tingkat tinggi, strategi tingkat instruksional yang akomodatif dengan gaya

belajar anak berbakat, dan rencana yang memfasilitasi kinerja siswa.

       Untuk menerapkan kurikulum yang tepat bagi anak berbakat, kita harus

memperhatikan penerjemahan prinsip-prinsip teori kedalam praktek secara holistik

sedemikian rupa sehingga pendidikan anak berbakat menjadi lengkap. Hal ini dapat

diwujudkan apabila kita memfokuskan pada elemen-elemen sebagai berikut:

1. Anak berbakat dengan cara yang berbeda dengan kelompok lain dan memang

   penting untuk ditampung dan dikembangkan (Keating, 1976). Lagi pula,

   perbedaan dalam rerata dapat menjadi besar dalam perbedaan jenis bukan hanya

   derajat dari pengajaran (Ward, 1961).

2. Anak berbakat sangat membutuhkan kedalaman bidang pelajaran, pendidik harus

   mengarahkan kebutuhan melalui pengayaan yang cenderung menjadi suatu

   tambahan yang superfisial dalam kurikulum.

       Kurikulum berdiferensiasi dirancang untuk memenuhi keberbakatan setiap

anak yang unggul. Kurikulum berdiferensiasi ini memiliki karakteristik yang unik.

Berbeda dengan kurikulum inti, kurikulum berdiferensiasi ini dikembangkan atas

dasar dan prinsip-prinsip berikut ini, dan rasanya sangat tepat ketika kurikulum ini
dapat diterapkan pada kelas unggulan. Adapun dasar prinsip-prinsipnya menurut

Nugroho (1999: 8) adalah sebagai berikut:

1. Menurut “Pull Out Enrichment” yakni penarikan anak pada program pengayaan.

   Hal ini didasarkan adanya masa peka dimana setiap individu harus diisi dengan

   muatan padeagogis dan psikologis tepat waktu agar dapat berkembang secara

   optimal, dan nantinya dapat melanjutkan perjalanan pendidikan dengan baik.

2. Mengarap pada tercapainya “Raise Level of Dinamycs” dalam perkembangan

   individu. Artinya dengan kurikulum berdiferensiasi sifat penanjakan yang dinamis

   dalam perkembangan setiap individu dapat terpenuhi dengan pengalaman belajar,

   terencana, lebih luas dan lebih mendalam.

3. Mengacu pada terwujudnya “Equel Opportunity” yaitu kesempatan belajar yang

   sama berdasarkan minat, bakat, kecepatan dan kemampuan individu. Jadi

   kesamaan kesempatan bukan sekedar kesamaan materi atau sistem pendidikan.

   Hal ini juga menolak mitos bahwa anak-anak berbakat unggul akan dapat

   berkembang dan sukses dengan sendirinya tanpa pelayanan yang baik.

4. Memadukan secara harmonis dan akademis antara pendidikan di sekolah dengan

   kebutuhan yang berkembang dimasyarakat. Dalam hal ini diterapkan “Society

   Based Learning “ sehingga kesenjangan antara sekolah dengan tuntutan nyata

   dimasyarakat dapat dieliminir. Disamping memiliki sensitifitas yang tinggi

   terhadap   individual   differentes,     kurikulum   diferensiasi   juga   mampu

   mengorganisir pengalaman belajar yang solid sehingga siswa dapat mencapai

   “Discovery Thrill” yang memungkinkan siswa menghayati “Eurikel atau Aba

   Erlebniz” secara mendalam. Oleh karena kegiatan dirancang agar terjadi sinergi “
    Concept learning” dengan “Proset Learning” sehingga disamping mendapatkan

    content, anak juga mampu mendapatkan “Learn How to Learn”

           Sasaran utama kurikulum berdiferensiasi adalah terjadinya interpretasi dari

ranah kognitif, psikomotorik dan interaktif. Dalam hal ini jelas bahwa kurikulum

berdiferensiasi tiga tingkat lebih maju dibanding kurikulum inti di sekolahan.

Kurikulum yang berkembang selama ini hanya berorientasi pada pengembangan

kognitif, afektif dan psikomotorik. Dan pada kenyataanya ranah kognitif lebih

mendominasi. Sedangkan ranah interaktif dalam kurikulum berdiferensiaasi berisi

tahap kreatif, psikodelik dan iluminatif yang besar peranannya pada produk-produk

baru. Untuk melayani anak-anak berbakat unggul pada kelas khusus atau kelas

unggulan keberadaanya sangat dibutuhkan sekali.

           Untuk mengembangkan program keberbakatan, pada umumnya dibedakan

dari program reguler. Hal tersebut diambil atas dasar pertimbangan:(1) prinsip

ekonomi,(2) konsentrasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi,(3) konsentrasi

pada       keterkaitan   antara   keutuhan     pengetahua,(4)    membuka     sekolah   non

tradisional,(5) belajar mandiri untuk anak berbakat, dan (6) komitmen terhadap

belajar masa depan.

           Kurikulum berdiferensiasi mempunyai komponen-komponen yang saling

terkait.     Komponen     tersebut   adalah:    (1) materi      pengalaman   belajar yang

menumbuhkan kreativitas harus dipilih untuk digemukan dan dipadatkan dengan

menambahkan bagian-bagian baru yang menarik, mengubah bagian-bagian yang

kurang sesuai, mengurangi kegiatan yang terlali rutin dan mengulang. (2) terjadi

penanjakan dinamis mental dan tindakan kreatif. (3) berorientasi pada proses,
kegiatan aktif dan penerapan tugas, serta memberi peluang pada siswa untuk memilih

sendiri kegiatan belajar sesuai dengan minat dan kemampuanya. (4) komponen yang

bersifat teknis, seperti fasilitas, komposisi guru, pendekatan proses belajar mengajar,

dan penggunaan metode mengajar yang bervariasi.

       Menurut pendapat Ward dalam Semiawan (1994) ada dua argumen mengapa

kurikulum berdiferensiasi dibutuhkan dalam melayani kebutuhan anak berbakat.

Pertama, pendidikan anak berbakat intelektual berbeda dengan anak lainya.

Sebaiknya ditekankan aktifitas intelektual. Kedua, pembelajaran anak berbakat

unggul harus diwarnai kecepatan dan tingkat kompleksitas yang lebih sesuai dengan

kemampuan yang lebih tinggi dari anak biasa. Kedua hal tersebut diatas tidak dapat

dijangkau dengan kurikulum biasa.

       Kurikulum berdiferensiasi bagi anak berbakat unggul mengacu pada

pendidikan mental melalui berbagai program yang akan menumbuhkan kreatifitasnya

serta mencakup berbagai pengalaman belajar intelektual pada tingkat tinggi.

Kebutuhan     terhadap   perencanaan     pengalaman     belajar   melalui   kurikulum

berdiferensiasi adalah “ Conditio sin qua non” dalam memberikan pengalaman

pendidikan bagi anak berbakat ugngul.

       Penggunaan kurikulum berdiferensiasi untuk melayani kebutuhan pendidikan

anak-anak berbakat unggul pada kelas unggulan dalam suasana klasikal memiliki

suatu keistimewaan tersendiri. Sesuai dengan pendapat Barbara clark setidaknya

dapat dijelaskan tiga keberhasilan utama berdiferensiasi yaitu:

1. Dengan pengalaman klasiakal yang mengacu pada kurikulum berdiferensiasi maka

   kebutuhan rangsang psikis anak unggul dapat terpenuhi tanpa mengganggu irama
   dan tempo belajar anak-anak umum sebab salah satu bentuk karakteristik anak

   unggul adalah minatnya

   yang luas terhadap berbagai bidang kehidupan. Jadi jika ia hanya dilayani dengan

   kurikulum inti maka kebutuhan-kebutuhan perluasan keberbagai bidang

   kehidupan yang diminati tak dapat terpenuhi.

2. Anak berbakat unggul punya karakteristik tersendiri dalam hal kematangan emosi.

   Masyarakat luas memandang anak berbakat unggul itu eksentrik, tempramental,

   usil, keras kepala, hiper aktif, kritis dan berbagai stigma lainya yang pada intinya

   menunjuk pada karakter emosi anak unggul. Dengan menempatkan mereka pada

   kelas reguler atau kelas biasa yang tergabung dengan siswa yang terdiri dari

   berbagai latar belakang dan variasi, maka anak unggul punya kesempatan untuk

   bergaul yang sewajarnya namun kadang seenaknya saja. Hal ini akan sangat

   berbeda jika mereka diperlakukan dikelas khusus dengan menerapkan kurikulum

   berdiferensiasi. Mereka sebagai siswa kelas unggulan akan terkesan elitis serta

   teman-teman bergaulnya sama kemampuanya meskipun tidak sama latar belakang

   sosial,ekonomi, minat, bakat dan kemauannya.

3. Anak unggul memiliki persoalan khusus untuk usaha mencapai kematangan sosial.

   Oleh karena itu semakin mereka diisolasi dan elitis akan semakin tidak

   menguntungkan perkembangan kematangan sosialnya. Dengan pelayanan

   kurikulum berdiferensiasi dikelas unggulan anak-anak tersebut kebutuhanya akan

   tercukupi dan beban studinya sesuai dengan kepastian keunggulan yang mereka

   miliki.
          Tidak sederhana mengelola proses pembelajaran dengan menggunakan

kurikulum berdiferensiasi. Ada empat matra yang harus dikuasi guru kelas unggulan

jika ingin sukses dalam menggunakan kurikulum berdiferensiasi. Keempat matra itu

adalah:

          Matra umum, matra umum ini merupakan kumpulan kegiatan belajar dasar

untuk pengembangan lebih lanjut dan memenuhi kebutuhan anak secara umum,

sehingga kurikulum berdiferensiasi ini sebenarnya bertitik tolak pada kurikulum

umum yang berlaku bagi semua siswa. Pengalaman belajar dari kurikulum ini

memberikan keterampilan dasar, pengetahuan , pemahaman, nilai dan sikap yang

akan memungkinkan seseorang berfungsi sesuai dengan tuntutan masyarakat.

Kurikulum ini bertumpu pada kurikulum inti atau kurikulum umum.

          Matra yang didiferensiasi, matra ini berkaitan dengan ciri khas perkembangan

anak berbakat dan merupakan kurikulum yang dikembangkan secara mendalam.

Sifatnya terutama memenuhi harapan, kepentingan, tuntutan kebutuhan peserta didik

unggul, terutama berkaitan dengan kehidupan kreatifnya. Matra ini menunjuk pada

pendeferensiasian subyek mater pada tingkat perkembangan kognitif anak berbakat

unggul. Pada bagian inilah anak-anak berbakat akan ditarik keluar dari kelasnya

untuk mendapatkan penggemukan dan pengayaan sesuai kebutuhanya. Dengan

demikian diharapkan mereka mampu berpikir kreatif dan bisosiatif.

          Matra subliminal, Matra ini terdiri dari pengalaman belajar yang dijabarkan

dari lingkungan keluarga dan sekolah. Di sekolah berkenaan dengan iklim akademis,

relasi interpersonal antar sesama, sistem penghargaan dan hukuman. Matra ini

memberi layanan kebutuhan interaksi interpersonal dengan sesamanya sehingga iklim
akademis yang tercipta sangat menyenangkan. Mereka tidak hanya belajar subyek

mater melainkan juga belajar tentang bagaimana cara belajar.

        Matra non akademis, yakni suatu pengalaman belajar diluar target kurikulum

yang ditetapkan. Mereka dapat mempelajari apa saja yang menyenangkan dan

sekaligus bermanfaat bagi perkembangan dirinya. Disini konsep society based of

learning menemukan wujudnya, perkembangan afektif dan interaktif semakin nyata.

        Disamping menguasai empat matra diatas dalam implikasinya guru harus

selalu ingat akan faktor-faktor isi, keterampilan mental, penerapan berpikir produktif

dan pengembangan sikap. Isi kurikulum untuk anak berbakat unggul harus

memusatkan dan mengkoordinasikan ide, masalah serta tema yang komplek dan

mendalam sehingga memacu anak untuk sanggup berpikir cross sectional. Isi harus

menggairahkan dan menantang proses kreatif dan kritis siswa untuk terus bergulat

dalam aktivitas berpikir yang produktif. Kurikulum anak berbakat juga harus mampu

memberi kesempatan anak dalam melatih keterampilan mental intelektual.

Pengorganisasian ide, konsep dan teori menjadi suatu bentuk bangunan pengetahuan

baru yang bermakna dalam menghadapi masa kini dan masa datang adalah latihan

mental yang harus diajarkan dalam kurikulum berdiferensiasi. Penerapan berpikir

produktif juga merupakan ciri khas kurikulum berdiferensiasi. Disini anak tidak

hanya    dibiasakan   berpikir   kreatif   saja   melainkan   proaktif   dan   mencoba

merekonseptualisasikan teori dan paradigma berpikir untuk mencermati dan mencari

solusi kreatif atas persoalan-persoalan aktual disekelilingnya. Disamping itu

pengembangan sikap juga merupakan faktor penting yang harus diperhatikan dalam

pengajaran anak berbakat diformat kelas reguler. Pengembangan sikap yang utama

fleksibilitas adalah perbedaan pendapat, keterbukaan tehadap rangsang baru, dan

kesanggupan untuk mencari teknik-teknik kreatif.
2. Pembelajaran Unggul

          Pembelajaran unggul adalah proses pembelajaran yang membuat anak-anak

   senang, betah dan nikmat belajar. Proses pembelajaran unggul adalah proses yang

   dapat memunculkan kegiatan belajar mengajar yang menggairahkan dan bukan

   menyiksa anak-anak.

          Menurut Degeng yang dikutip oleh Kurniati (2003:11) pembelajaran disebut

   unggul kalau mampu memproses anak-anak Indonesia (siapapun dia) menjadi

   manusia-manusia yang siap melanjutkan pembangunan bangsa. Atau manusia-

   manusia yang mencapai tujuan pendidikan dan pembelajaran sebagaimana yang ingin

   dicapai oleh Bangsa dan Negara.

          Untuk mencapai tujuan pembelajaran unggul hendaknya menggunakan

   strategi pembelajaran yang paling optimal sesuai dengan karakteristik kondisional

   yang tersedia untuk pembelajaran itu. Jadi keunggulan dalam suatu pembelajaran

   dilihat dari ketepatan startegi yang dipilih untuk mencapai tujuan pembelajaran yang

   disesuaikan dengan kondisi yang ada.

          Keunggulan suatu sekolah mestinya harus dilihat dari proses pembelajarannya

   karena pembelajaran yang unggul kebanyakan dilaksanakan untuk kegiatan belajar

   para siswa yang berbakat unggul dan mempunyai kecerdasan tinggi, maka

   pembelajaran itu sendiri harus memiliki keunggulan-keunggulan yang membuat siswa

   betah dan nikmat belajar.

          Disamping suatu sekolah dimasuki anak-anak yang unggul, tetapi karena

   sekolah tersebut (sekolah unggulan) mampu mengolah anak-anak untuk dijadikan
pribadi-pribadi yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan karakteristik

individualnya.

       Pembelajaran unggul dapat dipastikan biaya pengelolaanya mahal. Karena

pembelajaran disebut unggul apabila mampu memberikan pelayanan yang sangat baik

kepada setiap siswanya. Sekolah unggulan dalam penyelenggaraan pembelajaran

unggul hendaknya memiliki sarana dan prasarana yang lebih dari cukup daripada

kelas biasanya. Secara sederhana pembelajaran unggul itu membutuhkan biaya

pengelolan yang cukup besar, sarana dan prasarana serta fasilitas yang mendukung

baik secara material dan non material tinggi.

       Kelengkapan sumber-sumber belajar, media pembelajaran, tersedianya

pembelajaran guru kelas unggulan dengan kriteria-kriteria yang sudah ditentukan dan

kesadaran orang tua pun ikut menentukan ukuran keberhasilan untuk mencapai tujuan

pembelajaran unggul.

       Adapun pembelajaran unggul menurut konsep keunggulan taman siswa

(Supriyoko 1997:4) adalah pembelajaran yang memproduksi lulusanya menjadi

manusia berkualitas unggul; yaitu para lulusan yng mampu dan sanggup menguasai

pengetahuan, ilmu dan teknologi, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa (IMTAQ),

serta berbudi pekerti luhur (akhlak) yang menjadi indikatornya.

       Menurut Nugroho (1999:2) proses pembelajaran dalam praktik pendidikan

saat ini kurang memberi kesempatan bagi terjadinya proses berpikir kreatif.

       Dalam pembelajaran unggul siswa hendaknya lebih diarahkan untuk

mengoptimalkan berfikir, berkata dan bertindak yang aktif kreatif baik dari unsur

guru maupun siswa kelas unggulan.
       Menurut Ardana yang dikutip oleh Kurniati (2003:13) bahwa pembelajaran

unggul bukan dimaksudkan untuk mendidik anak-anak yang unggul, berbakat dan

memiliki kecerdasan yang tinggi untuk menjadi manusia-manusia hebat seperti

Habibie dan Enstein, melainkan mengembangkan anak sampai batas kemampuanya.

       Dengan pembelajaran unggul prestasi puncak dapat dicapai para siswanya

dengan cara mengembangkan kemampuan siswa dan merubah kondisi-kondis

pembelajaran dengan (1) kurikulum yang ketat (2) guru yang kompeten (3) adanya

ciri-ciri keefektifan (4) esting untuk membuktikan bahwa pembelajaran telah

mencapai sesuatu (5) dukungan masyarakat dan keterlibatan orang tua (6)

pembiayaan yang memadai (7) disiplin yang ketat (8) keterikatan pada nilai-nilai

tradisional. Delapan kondisi ini tentu saja bersifat arbitrer, karena itu masih dapat

ditambah dan dikurangi.

       Dari beberapa pendapat tentang pembelajaran unggulan diatas dapat

disimpulkan bahwa pembelajaran unggul adalah proses pembelajaran yang

menggairahkan bukan menyiksa anak-anak dengan adanya tambahan waktu belajar.

Siswa harus dapat merasa betah dan nikmat belajar, kemampuan berpikir dan

berkreatifitas tidak dibatasi.

       Dalam pengelolaan pembelajaran unggul sangat membutuhkan biaya yang

mahal, sarana prasarana, fasilitas dan perlengkapan yang lebih baik untuk mencapai

prestasi puncak hendaknya mengkondisikan pembelajaran dengan kurikulum plus

yang ketat, guru yang kompeten, evaluasi yang rutin dan berkesinambungan,

dukungan moral dan material orang tua serta melibatkan masyarakat untuk
   membiayai proses pembelajaran dengan menanamkan dan melaksanakan disiplin-

   disiplin yang kuat yang dilandasi keterikatan nilai-nilai tradisional.



3. Kelas Unggulan

          Kelas unggulan adalah sejumlah siswa yang karena prestasinya menonjol

   dikelompokan dalam satu kelas khusus. Sistem pelaksanaan pembelajaranya dengan

   menerapkan kurikulum plus ditambah pendalaman materi Bahasa Indonesia, Bahasa

   Inggris, Matematika, IPA, IPS dan beberapa ekstra kurikuler untuk mengembangkan

   minat, bakat dan kemampuan para siswa. Pembelajaran unggul dapat memudahkan

   dalam membina dan mengembangkan kecerdasan, keterampilan, kemampuan, bakat,

   minat, sikap dan perilaku siswa agar siswa memiliki indikator prestasi yang tinggi

   dan unggul sesuai dengan potensinya.

          Pembelajaran unggul dikelas unggulan bertujuan (1) mempersiapkan siswa

   yang cerdas, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, memiliki budi

   pekerti yang luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan serta sehat jasmani

   dan rohani.(2) memberi kesempatan kepada siswa yang memiliki kecerdasan diatas

   rata-rata normal untuk mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang sesuai

   dengan potensi yang dimiliki siswa. (3) memberikan kesempatan kepada siswa agar

   lebih cepat mentransfer ilmu pengetahuan dan teknologi yang diperlukan sesuai

   dengan perkembangan pembangunan. (4) memberikan penghargaan kepada siswa

   yang berprestasi baik. (5) mempersiapkan lulusan kelas unggulan menjadi siswa yang

   unggul sesuai dengan perkembangan mental siswa.
4. Siswa Kelas Unggulan

          Menjadi siswa yang dapat belajar dikelas unggulan merupakan suatu

   kebanggan dan kehormatan karena dipandang bahwa siswa kelas unggulan

   merupakan siswa yang mempunyai prestasi unggul dikelasnya. Anak yang

   berprestasi unggul sering dikaitkan dengan anak yang berbaktat.

          Menurut Terman dalam Semiawan (1987:22-23) ada beberapa kecenderungan

   atau ciri-ciri umum yang sama pada anak bebakat intelektual. Ciri tersebut merupakan

   karakteristik anak berbakat intelektual yang menyatakan bahwa anak berbakat

   mempunyai keunggulan atau menonjol dalam hal: (1) kesiagaan mental (2)

   kemampuan pengamatan/observasi (3) keinginan untuk belajar (4) daya konsentrasi

   (5) daya nalar (6) kemampuan membaca (7) ungkapan verbal (8) kemampuan menulis

   (9) kemampuan mengajukan pertanyaan yang baik (10) menunjukan minat yang luas

   (11) memiliki ambisi yang kuat untuk mencapai prestasi yang

   baik (12) mandiri dalam memberikan pertimbangan (13) dapat memberi jawaban

   tepat dan langsung kesasaran (14) mempunjyai rasa humor tinggi (15) melibatkan diri

   sepenuhnya serta ulet menghadapi tugas yang diminati.

          Melihat pada daftar panjang yang mengungkapkan karakteristik /ciri-ciri anak

   berbakat seolah-olah mereka hanya memiliki sifst-sifst yang positif saja. Namun

   demikian untuk dapat memasuki kelas unggulan seorang siswa harus lulus seleksi

   yang diadakan oleh sekolah. Mereka juga dinyatakan dapat memenuhi syarat-syarat

   yang telah ditentukan untuk lolos ke kelas unggulan.

          Adapun syarat yang harus dipenuhi oleh siswa-siswa kelas unggulan adalah

   sebagai berikut :

   6. Merupakan siswa berprestasi dikelasnya berdasarkan jumlah nilai raport.
  7. Lulus tes kemampuan akademik, psikologi dan kesehatan sesuai dengan alat

      seleksi yang terstandar.

  8. Memiliki bakat dan minat serta prestasi yang unggul dikelasnya.

  9. Mendapatkan ijin tertulis dari orang tua siswa yang isinya juga harus patuh

      mengikuti tata tertib penyelenggaraan kelas unggulan dengan disiplin yang ketat.



5. Guru Kelas Unggulan

          Anak berbakat adalah “anak luar biasa” yang memerlukan guru khusus yang

   sesuai untuk mengajar mereka. Sesuai dengan pandangan yang melatar belakangi

   perkembangan pendidikan untuk anak berbakat itu, yaitu pandangan “student-

   centered education” dalam menyiapkan guru-guru untuk anak berbakat itu orang

   harus bertolak dari kondisi dan ciri-ciri khas anak berbakat.

          Seperti telah umum diketahui pendidikan (tegasnya pengajaran) adalah proses

   yang melibatkan anak didik sebagai bahan baku, masukan lingkungan dan masukan

   instrumental guna mencapai tujuan yang diinginkan. Tentu saja, dalam proses ini

   semua yang terlibat itu harus disesuaikan dengan kebutuhan anak berbakat. Tujuan

   harus disesuaikan dengan kebutuhan mereka, dalam proses pembelajaran gurulah

   yang merupakan masukan terpenting yang disebut sebagai dalang dalam proses

   tersebut. Untuk itu sangat wajar jika dipersiapkan guru secara khusus untuk anak

   yang berbakat unggul.

          Guru kelas unggulan ialah guru kelas dengan ijazah strata 1, yang memandu

   bidang studi khusus atau mata pelajaran tertentu, misalnya guru mata pelajaran

   matematika, bahasa Indonesia, guru mata pelajaran IPA, guru mata pelajaran agama,
guru mata pelajaran olah raga dan guru mata pelajaran Bahasa Inggris. Menurut

Depdikbud Dirjen Dikdasmen (1996:5) yang dimaksud tenaga pengajar atau guru

kelas unggulan ini diambil dari sekolah inti atau sekolah imbas diwilayah gugus

sekolahnya melalui seleksi. Dengan demikian diharapkan guru kelas yang mengajar

dikelas unggulan mempunyai kualifikasi dan dedikasi yang tinggi untuk mendukung

pembelajaran kelas unggulan tersebut. Disamping wali kelas, ada guru bimbingan

konseling yang diberi tugas sebagai guru bimbingan dan penyuluhan. Guru tersebut

mempunyai fungsi untuk membimbing keberbakatan anak berbakat. Fungsi dari

konseling keberbakatan adalah (1) membantu perkembangan pribadi anak berbakat

dan membantu mengatasi kendala-kendala emosional dan kendala lingkungan,

(2)membantu memaksimalkan kemajuan belajarnya dan penempatanya pada

perguruan tinggi, serta kemudian menempuh karir professional sesuai bakat dan

minat

(Semiawan, 1997). Adapun beberapa kriteria sebagai seorang guru yang mengajar

dikelas unggulan adalah sebagai berikut :

1. Adalah guru yang profesional dengan memiliki kompetensi-kompetensi yang

   tinggi dalam menguasai kurikulum, materi pembelajaran, metode, startegi, dan

   pendekatan pembelajaran dengan kualitas yang tinggi.

2. Berprestasi, menguasai tehnik-tehnik evaluasi pembelajaran, menguasai strategi

   pembelajaran yang unggul.

3. Memiliki disiplin dan dedikasi yang tinggi, setia terhadap tugas, inovatif dan

   kreatif dalam mendidik, mengasuh, membimbing kepada para siswa yang

   memiliki bakat dan potensi yang unggul.
4. Sehat jasmani dan rohani, energik, berbenampilan, berbudipekerti luhur, dan

   senior dalam jenjang pangkat ataupun pengalamanya.

5. Memiliki kelebihan khusus dibanding guru lainya baik dalam bidang

   keterampilan, dalam mengampu suatu mata pelajaran kusus, maupun dalam

   membimbing siswa pada materi-materi ekstra kurikuler.

       Anak berbakat unggul biasanya memiliki karakteristik dan perangai yang
berbeda dari anak kebanyakan. Hal ini bermula dari perbedaan perkembangan dari
kematangan emosi dan daya kritis anak-anak berbakat unggul dibanding anak-anak
pada umumnya. Sehingga para guru perlu menyadari pentingnya pendidikan khusus
bagi anak bebrbakat, baik ditinjau dari segi asasi individu, sebagai kemungkinan
untuk mewujudkan bakat anak sepenuhnya, untuk mencegah rasa bosan anak, dan
memang merupakan tujuan        sekolah untuk mengembangkan bakat anak secara
optimal,maupun ditinjau dari segi aspek manfaat bagi negara mengingat anak
berbakat dapat memberikan sumbangan besar terhadap kesejahteraan bangsa
(Munandar, 1982:50). Oleh karena itu diperlukan kualifikasi tertentu untuk menjadi
guru kelas unggulan.
       Dalam memilih guru, kualitas guru anak berbakat yang esensial adalah:
(a)memiliki kemampuan akademik, (b)berminat kuat pada salah satu bidang
akademik atau bidang kreatif, (c)fleksibel dalam waktu, langkah, bahan , pola
pengajaran, dan sebagainya, (d)senang humor dan, (e)seorang individu yang kuat (
Akbar, 2001: 11).
       Sedangkan Maker dalam Munandar (1982:10) memilih karakteristik yang
harus dimiliki guru anak berbakat dalam tiga kelompok yakni philosopical, personal
dan profesional. Karakteristik philosopical sangat penting karena hal itu menyangkut
cara pandang guru terhadap pendidikan dan dampaknya terhadap pendekatan yang
akan digunakan dalam mengajar, juga pandanganya terhadap anak berbakat.
Karakteristik personal mencakup sejumlah sifat seperti : percaya diri, memiliki rasa
   humor, memiliki motivasi, berprestasi, fleksibel dan meminati berbagai bidang.
   Sedangkan karakteristik profesional guru kelas unggulan meliputi kemampuan untuk
   menggunakan keterampilan dinamika kelompok, advance techniques, dan strategi-
   strategi dalam menyampaikan materi, menciptakan suasana yang kondusif untuk
   berlatih dan menemukan (inquiry training) serta menguasai pengetahuan dan
   teknologi modern.
6. Pelaksanaan Pembelajaran Kelas Unggulan

          Pola   pelaksanaan pembelajaran unggul dikelas unggulan adalah dengan

   kurikulum yang berlaku secara nasional, dengan sarana dan bahan belajar yang

   lengkap, metode belajar mengajar yang variatif, pengelolaan kelasnya yang

   maksimal, tata tertib dan disiplin yang tinggi, ragam kegiatan belajar dengan

   kurikulum plus dan ada penambahan waktu belajar di sekolah.

          Agar pelaksanaan pembelajaran kelas unggulan benar-benar mampu

   memperlihatkan nilai plus atau lebih daripada kelas-kelas lain yang diselenggarakan

   secara konvensional, perlu ada persyaratan tempat kelas unggulan yang meliputi:

   (1)Kelas unggulan harus memiliki sarana dan prasarana yang relatif lebih lengkap

   dibanding kelas yang lain/kelas biasa.(2) sekolah unggulan mudah dijangkau oleh

   para siswa, dengan letakyang strategis dan dekat dengan kantor Cabang Dinas

   Pendidikan agar mudah memonitor dan mensupervisi kegiatan pelaksanaan

   pembelajaran kelas unggulan.

          Dalam proses pembelajaran mengajar adalah suatu perbuatan yang kompleks.

   Disebut kompleks karena dituntut adanya kemampuan personal dan sosio cultural

   secara terpadu dalam proses belajar mengajar. Dikatakan kompleks juga karena

   dituntut adanya integrasi penguasaan materi dan metode, teori dan praktek dalam
interaksi siswa, yang terakhir dikatakan kompleks karena mengandung unsur-unsur

seni, ilmu, teknologi, pilihan nilai, dan keterampilan dalam proses pembelajaran.

       Menurut Conners dalam Moedjiono (2000:39-40) mengidentifikasikan tugas

mengajar guru menjadi tiga tahap yang bersifat suksesif. Masing-masing tahap

tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Tahap sebelum pengajaran

       Dalam tahap ini guru harus menyususun: program tahunan, program satuan

pelajaran, dan perencanaan program mengajar. Dalam merencanakan program

tersebut perlu dipertimbangkan aspek-aspek yang berkaitan dengan :

  a. bekal bawaan yang ada pada siswa.

  b. Perumusan tujuan pelajaran.

  c. Pemilihan metode.

  d. Pemilihan pengalaman-pengalaman belajar.

  e. Pemilihan bahan pelajaran, peralatan dan fasilitas belajar.

  f. Mempertimbangkan karakteristik siswa.

  g. Memepertimbangkan cara membuka pelajaran, pengembanganya dan menutup

     pelajaran.

  h. Mempertimbangkan peranan siswa dan pola pengelompokan.

  i. Mempertimbangkan prinsip-prinsip belajar, antara lain: pemberian penguatan,

     motivasi, mata rantai kognitif, pokok-pokok yang akan dikembangkan,

     penentuan model, transfer, keterlibatan aktif siswa dan pengulangan.
2. Tahap Pengajaran

        Dalam tahap ini berlangsung interaksi antara guru dengan siswa, siswa dengan

siswa, dan siswa group atau siswa secara individual. Rentangan interaksi ini berada

pada dua kutub yang eksterem, yakni suatau perbuatan yangt berpusat pada guru dan

kegiatan yang berpusat pada siswa. Beberapa aspek yang perlu dipertimbangkan

dalam tahap pengajaran adalah:

  i. Pengelolaan dan pengendalian kelas.

 ii. Penyampaian informasi, keterampilan-keterampilan konsep dan sebagainya.

 iii. Penggunaan tingkah laku verbal, seperti: keterampilan bertanya, demonstrasi

       dan penggunaan model.

 iv. Penggunaan tingkah laku non verbal seperti gerak pindah guru dan sasmita guru.

 v. Cara mendapatkan balikan.

 vi. Mempertimbangkan        prinsip-prinsip    psikologi   antara    lain:   motivasi,

       pengulangan, pemberian penguatan, balikan kognitif, pokok-pokok yang akan

       dikembangkan, mata rantai kognitif, transfer dan keterlibatan aktif siswa.

vii. Mendiagnosa kesulitan belajar.

viii. Menyajikan kegiatan sehubungan dengan perbedaaan individual.

 ix. Mengevaluasi kegiatan interaksi.



3. Tahap Sesudah Pengajaran

        Tahap ini merupakan kegiatan atau perbuatan setelah pertemuan tatap muka

dengan siswa. Beberapa perbuatan guru yang nampak pada tahap sesudah mengajar

antara lain:
        a.     Menilai pekerjaan siswa.

        b.     Membuat perencanaan untuk pertemuan berikutnya.

        c.     Menilai kembali proses belajar mengajar yang telah berlangsung.

       Ketiga tahap pengajaran tersebut harus mencerminkan hasil belajar siswa

yang berkaitan dengan ranah kognitif, afektif dan psikomotorik.

       Adapun proses pembelajaran atau proses belajar-mengajar menurut Darsono

(2000:24) adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru sedemikian rupa, sehingga

tingkah laku siswa berubah kearah yang lebih baik. Yaitu perubahan tingkah laku

baik pengetahuan, sikapnya dan keterampilanya.

       Untuk menghasilkan siswa yang unggul maka proses pembelajaran di kelas

unggulan diupayakan memiliki keunggulan dari kelas biasa. Untuk itu dalam proses

pembelajaran harus diperhatikan komponen-komkponen yang mempengaruhinya.

Komponen yang mempengaruhi dalam proses pembelajaran adalah: kurikulum,

materi, bahan atau sarana pembelajaran, metode dan penilaian.

       Untuk kelas unggulan dari setiap komponenya harus memiliki keunggulan

dari kelas biasa, karena dari seluruh komponen tersebut diharapkan dapat menunjang

siswa untuk lebih aktif belajar sehingga dapat mencapai hasil yang optimal.

Komponen-komponen tersebut akan dijelaskan sebagai berikut:

1. kurikulum

       kurikulum yang berlaku sacara nasional adalah merupakan program minimal.

Oleh karena itu untuk kelas unggulan harus menambah kurikulum/kurikulum plus.

Untuk itu dapat digunakan kurikulum berdiferensiasi pada kelas unggulan.
       Dari hasil seminar Nasional “ alternative program pendidikan anak berbakat”

dalam Munandar (1985:120) menyebutkan bahwa dalam pengembangan kurikulum

anak berbakat harus ditempuh cara-cara berikut:

1. Pengembangan bahan pelajaran.

2. Mengembangkan strategi belajar mengajar.

3. Menyusun sistem evaluasi yang sesuai.

4. Membuat program bimbingan dan penyuluhan yang efektif bagi anak-anak

   berbakat.

5. Pengembangan sistem administrasi dan supervisi pendidikan yang sejalan dengan

   strategi belajar mengajar dans istem evaluasi serta BP yamh dikembangkan.

6. Peningkatan kemampuan tenaga pendidikan /guru yang relevan dalam

   melaksanakan program mengajar.

7.Mewujudkan lingkungan belajar/sekolah yang dapat membantu pengembangan

   anak berbakat.

8. Melengkapi sarana, fasilitas pendidikan yang menunjang terwujudnya tujuan

   program tersebut.

9. faktor-faktor lainya yang menunjang terwujudnya program anak berbakat ini perlu

   dikembangkan secara nyata.

2. Materi

         Artinya bahwa setiap materi yang ada dalam kurikulum harus diperdalam,

   diperkaya dan diperluas. Sehubungan dengan hal tersebut maka konsekuensinya

   akan ada tambahan waktu belajar.
     Selain itu dengan bertambahnya alokasi waktu yang ada memberikan

peluang kepada siswa kelas unggulan untuk mengembangkan bakat, minat,dan

keterampilan seoptimal mungkin.

3. Bahan atau sarana pembelajaran

         Mengenai bahan dan sarana pembelajaran, maka perlu melengkapi buku-

buku sumber baik untuk pegangan siswa maupun guru. Buku-buku penunjang

yang dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam belajar juga perlu disediakan.

Begitu pula mengenai perabot, media pembelajaran dan sarana pembelajaran yang

lain harus lebih memadai baik dari segi jumlah dan kualitasnya.

4. Metode Pembelajaran

     Metode    pembelajaran,    strategi,   model-model   belajar,   tehnik   dan

pendekatan-pendekatan diharapkan diterapkan dengan tepat untuk mengaktifkan

siswa kelas unggulan agar merangsang siswa berfikir untuk mengembangkan

variasi pembelajaran yang cukup beragam.

     Dalam melaksanakan pembelajaran unggul dikelas unggulan guru

hendaknya memberikan perhatian khusus terhadap masing-masing individu.

Siswa harus merata sehingga dapat memberikan layanan yang sesuai, baik belajar

secara individual, kelompok atau klasikal. Tugas-tugas pekerjaan rumah harus

lebih disesuaikan dengan kehendak siswa untuk meningkatkan prestasinya.

Umpan balikpun perlu seringkali dilakukan.

5. Evaluasi

     Evaluasi hendaknya benar-benar dapat mendorong siswa untuk belajar. Baik

dari segi alat evaluasi, proses evaluasi maupun tindak lanjut evaluasinya. Soal-
soal uraian lebih sering digunakan dan diutamakan untuk mengembangkan nalar

siswa. Setiap hasil penilaian harus diberikan umpan balik dan tindak lanjut.

      Pengelolaan kelas pada kelas unggulan sama dengan pengelolaan kelas

biasa. Baik mengenai pengaturan jadwal pelajaran, tempat duduk, posisi meja

kursi siswa dan guru, letak papan tulis maupun pengaturan gambar dan alat

peraga dikelas yang menunjang proses pembelajaran unggul dan menjadi sumber

belajar dikelas.

      Disiplin dan tata tertib pada kelas unggulan sangat diutamakan dan

mendapat penekanan yang tinggi, mengingat kelas unggulan adalah kelas khusus

yang memiliki nilai jelas. Yang penting setinggi apapun intensitas pembelajaran,

siswa tetap merasa betah belajar, nikmat, merasa nyaman dan aman dalam belajar.

      Ragam kegiatan pembelajaran dikelas unggulan meliputi program intra

kurikuler yang telah disusun dalam kurikulum yang berlaku secara nasional.

Untuk kelas unggulan kegiatan intra kurikuler diberi pendalaman dan

pengembangan materi sesuai bakat potensi anak, karena kelas unggulan

menggunakan kurikulum plus dan penambahan waktu belajar disekolah. Untuk

kegiatan ekstra kurikuler harus diikuti siswa kelas unggulan sesuai dengan bakat,

minat dan kemampuannya.

      Mengingat kelas unggulan adalah kelas khusus untuk menghasilkan lulusan-

lulusan yang berkualitas, maka dalam pelaksanaanya perlu didukung oleh adanya

fasilitas seperti:

1. Buku penunjang atau pelengkap yang berupa modul yang dapat dipelajari oleh

   siswa secara mandiri untuk mendukung kegiatan pembelajaran.
2. Laboratorium untuk praktek siswa dalam mempraktekan dan memperdalam

  pengetahuanya.

3. Perpustakaan yang menyediakan sumber belajar lengkap dan mendukung

  kegiatan pembelajaran unggul.

     Penilaian hasil belajar siswa kelas unggulan sama dengan kelas biasa hanya

kelas unggulan para siswanya berprestasi tinggi sehingga terdapat perbedaaan

dalam hal tertentu baik yang terkait dengan alat penilaian, proses penilaian,

maupun tindak lanjut dari hasil penilaian.




     Didalam aktifitas penilaian hendaknya memperhatikah hal-hal sebagai

berikut:

1. Alat penilaian dikelas unggulan mengutamakan tes uraian dalam ulangan

  harian dengan penyusunan soal memiliki tingkat kesukaran lebih tinggi.

2. Standar nilai keberhasilan dalam setiap mata pelajaran siswa diharuskan

  mendapat nilai minimal 7 jika da yang belum mencapai dapat mengikuti remidi

  sebanyak dua kali. Bagi yang sudah maka dapat mengikuti program

  pengayaan.

3. Syarat-syarat kenaikan kelas di kelas unggulan bagi siswanya jika memenuhi

  syarat-syarat sebagai berikut:

  a. Memiliki nilai rata-rata 8 untuk semua mata pelajaran.
         b. Penilaian sikap dan tingkah laku siswa kelas unggulan mendapat perhatian

            khusus dan harus mempunyai kelebihan dari segi kejujuran, sopan santun,

            sosialisasi, kerajinan, kerapian, budi pekerti dan kemandirian.

         c. Mempertimbangkan keaktifan dalam mengikuti kegiatan ekstra kurikuler

            yang ditetapkan sekolah dan dalam kegiatan sosial dilingkungan

            masyarakat.



7. Pembelajaran Matematika

          Matematika merupakan ilmu mengenai struktur dan hubungan-hubungan dari

   simbul-simbul yang diperlukan. Simbul-simbul itu penting untuk memanipulasi

   aturan-aturan dengan operasi yang ditetapkan. Dari simbulasasi itulah dapat

   menjamin adanya komunikasi yang mampu memberikan keterangan untuk

   membentuk suatu konsep baru. Konsep baru terbentuk karena adanya pemahaman

   terhadap konsep sebelumnya, sehingga matematika itu konsepnya tersusun secara

   herarkis. Simbulisasi itu barulah berarti bila suatu simbul itu dilandasi suatu ide. Jadi

   dapat dikatakan bahwa matematika berkenaan dengan ide-ide atau konsep-konsep

   abstrak yang tersusun secara herarkis dan penalaranya deduktif (Hudojo, 1988:3).

          Proses pembelajaran diasumsikan sebagai suatu proses kegiatan yang

   mengakibatkan suatu perubahan tingkah laku. Dalam pembelajaran matematika,

   berpikir matematika merupakan kegiatan mental yang dalam prosesnya selalu

   menggunakan abstraksi dan generalisasi. Oleh karena itu bagi anak-anak yang

   mempunyai keberbakatan intelektual pelajaran matematika dipandang sebagai

   pelajaran yang menantang dan menarik untuk dikuasai.
         Tujuan pokok mata pelajaran matematika disekolah yang diidentifikasikan

oleh National Council of Teachers of Matthematics (1987) adalah sebagai berikut:

1.    Menjadikan matematika sebagai pemecah masalah.

2.    Belajar mengkomunikasikan secara matematik.

3.    Belajar berpikir secara matematik.

4.    Belajar menilai matematika.

5.    Menjadikan kepercayaan dalam satu kemampuan tersendiri.

         Pandangan baru mengajar dan belajar matematika juga menekankan

pentingnya saat ini dan masa mendatang untuk membuka kunci-kunci dasar dalam

kurikulum matematika. Kunci-kunci dasar tersebut termasuk:

 1.    Hitungan, penjumlahan, dan taksiran.

 2.    Teori probabilitas.

 3.    Teknik manipulasi aljabar.

 4.    Geometri.

 5.    Logika dan statistik.

 6.    Analisis dan struktur aljabar.

 7.    Pemodelan dan pemecahan masalah.

         Penekanan khusus untuk anak berbakat dalam kunci dasar pembelajaran

matematika sebaiknya diakses sejak dini, mendalami untuk penerapan didunia nyata,

dan menggunakan matematika dalam kawasan lain seperti dalam penelitian.

         The Study for Mathematically Precocious Youth (SMPY) yang dikembangkan

oleh Stanley, Keating, dan Fox (1974) mencetuskan topik-topik matematika yang

sesuai untuk anak berbakat. Model ini memiliki cirri sebagai berikut:
1. Mengidentifikasi anak berbakat melalui Mathematical Aptitude Test (MAT).

2. Menggunakan suatu pendekatan prespektif diagnostik pelajaran matematika yang

   memungkinkan siswa bergerak cepat.

3. Utilitas yang ada pada kurikulum pra kalkulus dan bahan-bahan teks menggerakan

   siswa untuk menemukan harapan sebagai individu.

       Buku-buku konvensional tidak menyediakan uji coba matematika sesuai

kebutuhan anak berbakat. Matematika yang dikembangkan oleh National Council of

Teachers of Mathematics (NCTM) telah diorganisasikan secara konseptual. Sebagai

contoh aljabar dipandang sebagai alat pemecah masalah.

       Pendekatan lain adalah berfokus pada tehnik pemecahan masalah yang

memungkinkan anak berbakat mencoba secara bebas dalam bidang matematika.

Pendekatan yang dimaksud adalah diadakanya komposisi matematika yang

menantang masalah yang tidak rutin. Program-program seperti Talent Search, Math

Counts, Math Lates dan lain-lain menjadikan matematika lebih popular dan lebih

diperhatikan. Oleh karena itu, mensyaratkan kepada siswa mempunya dasar

pengembangan konseptual dan kemampuan pemecahan masalah yang baik.

       Komputer ilmiah mempunyai tempat yang signifikan dalam program

matematika untuk anak brbakat. Komputer dapat memfasilitasi pemecahan masalah

secara bebas untuk memfokuskan pada heuristik daripada prosedur perhitungan.

Teknologi juga membantu konseptualisasi. Persamaan untuk bagian bentuk dapat

digali dan dihubungkan secara geometrik menggunakan program grafik yang tersedia

dalam komputer atau kalkulator yang baik. Dengan memanfaatkan teknologi, anak

berbakat dapat membangun skema matematika. Yang penting bagi mereka adalah
membangun hubungnan antara topik-topik matematika. NCTM menganjurkan apa

yang disebut Mathematics Connections sebagai berikut:

1.   Relasi dan fungsi.

2.   Sistem persamaan dan matriks.

3.   Persamaan fungsi dalam bentuk standar dan transformasi.

4.   Bilangan kompleks dan pasangan order dalam pesawat kompleks.

5.   Perbandingan segitiga, fungsi trigonometri, dan fungsi lingkaran.

6.   Eksplisit dan gambaran parametrik dari persamaan.

7.   Fungsi dan inversnya, logaritma dan fungsi eksponensial.

8.   Statistik dan probabilitas.

9.   Grafik dan matrik.

10. Bentuk definisi dan sekuensi yang sama.

        Disesuaikan dengan penggunaan kurikulum berbasis kompetensi di sekolah-

sekolah, maka standar kompetensi untuk mata pelajaran matematika di Sekolah

Menengah Pertama menunjuk pada kemampuan matematika yang dipilih dalam

standar kompetensi yang dirancang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan siswa

agar dapat berkembang secara optimal, serta memperhatikan pula perkembangan

pendidikan matematika di dunia sekarang ini. Untuk mencapai kompetensi tersebut

dipilih materi matematika dengan memperhatikan struktur keilmuan, tingkat

kedalaman materi, serta sifat esensial materi dan keterpakainya dalam kehidupan

sehari-hari. Semua aspek yang dijabarkan kompetensi dasar dan indikator,

terangkum dalam kemahiran matematika yang disampaikan pada setiap awal kelas.

Secara rinci matematika SMP dan MTS dikelompokan dalam 13 standar kompetensi
yang tercakup pada 4 aspek matematika (bilangan, geomertri dan pengukuran,

peluang dan statistika, dan aljabar). Tiga belas standar kompetensi tersebut diatur

menurut urutan sebagai berikut:

1. melakukan operasi hitung bilangan serta dapat menggunakanya dalam

   pemecahan masalah.

2. memahami dan dapat melakukan operasi bentuk aljabar, persamaan dan

   tidakpersamaan liniersatu variable, himpunan serta dapat menggunakan dalam

   pemecahan masalah.

3. mengidentifikasi garis, sudut dan bangun datar serta dapat menentukan besar-

   besaran yang ada didalamnya.

4. memahami dan melakukan operasi aljabar, fungsi, persamaan garis, dan sistem

   persamaan, serta menggunakanya dalam pemecahan masalah.

5. menentukan panjang suatu garis dalam segitiga serta dapat menggunakanya

   dalam pemecahan masalah.

6. mengidentifikasi lingkaran serta menetukan besaran-besaran yang terkait

   didalamnya.

7. mengidentifikasi bangun ruang sisi lengkyng serta menetukan besaran-besaranya.

8. memahami kesebangunan bangun datar.

9. mengidentifikasi bangun ruang sisi datar serta dapat menetukan besaran-besaran

   didalamnya.

10. melakukan kegiatan statistika.

11. melakukan operasi pangkat tak sebenarnya dan logaritma.

12. menetukan pola, deret, bilangan dan menggunakanya dalam pemecahan masalah.
       13. memahami dan menggunakan persamaan kuadrat dalam pemecahan masalah.

         Kemahiran matematika untuk kelas VIII mencakup kemampuan penalaran,

komunikasi, pemecahan masalah dan memiliki sikap menghargai kegunaan matematika.

Indikator dari kemahiran matematika untuk kelas VIII dapat dilihat pada tabel dibawah

ini:

                                        Tabel I

                        Kemahiran matematika SMP Kelas II

 Kemahiran matematika                              indikator

 Menggunakan        notasi -menyajikan pernyataan matematika secara lisan, tertulis

 dan symbol                dan symbol serta diagram.

                           -menerapkan konsep serta algoritme.

                           -memeriksa kesahihan suatu argumen.

 Menggunakan       model - melakukan manipulasi matematika.

 matematika                -mengubah formula atau rumus kebentuk lain yang

                           nilainya sama.

                           -mengembangkan strategi dalam memecahkan masalah

 Meyakini      matematika -menunjukan rasa ingin tahu dan perhatian atau minat

 sesuatu yang berguna dalam belajar matematika.

 dan bermanfaat dalam -menunjukan sikap gigih dan percaya diri dalam

 kehidupan.                menyelesaikan masalah.
                                           BAB III
                                  METODE PENELITIAN



1. Pendekatan Penelitian

          Berdasarkan pendekatanya penelitian dibedakan menjadi penelitian kuantitatif

   dan penelitian kualitatif. Istilah penelitian kualitatif menurut Bogdan dan Taylor yang

   dikutip oleh Moleong (2002:3) mendefinisikan sebagai prosedur penelitian yang

   menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan

   perilaku yang dapat diamati.

          Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif

   dengan metode deskriptif, yaitu dengan menggambarkan keadaan dan memecahkan

   masalah yang sedang berlangsung. Dengan pendekatan ini diharapkan peneliti dapat

   menghasilkan data yang deskriptif yang nantinya dituangkan dalam bentuk laporan

   dan uraian, jadi tidak mengutamakan angka-angka statistik.

          Penelitian kualitatif tidak bertujuan untuk menguji hipotesis tetapi berusaha

   mengumpulkan data empiris, dari data tersebut ditemukan pola-pola yang mungkin

   dapat dikembangkan menjadi teori.

          Penelitian kualitatif menurut Bogdan dan Biklen serta Lincoln dan Guba

   dalam Moleong (2002:4-8) menyebutkan beberapa ciri penelitian kualitatif. Ciri-ciri

   tersebut antara lain sebagai berikut:

   1. Penelitian kualitatif melakukan penelitian pada latar alamiah atau pada konteks

      dari suatu keutuhan (entity).

   2. Dalam penelitian kualitatif, peneliti sendiri atau dengan bantuan orang lain

      merupakan alat pengumpul data utama.
   3. penelitian kualitatif menggunakan metode kualitatif.

   4. penelitian kualitatif menggunakanj analisis data secara induktif.

   5. penelitian kualitatif lebih menghandaki arah bimbingan penyusunan teori

      substantif yang berasal dari data.

   6. data yang dikumpulkan adalah deskriptif yang berupa kata-kata, gambar dan

      bukan angka-angka.

   7. penelitian kualitatif lebih mementingkan segi proses daripada hasil.

   8. penelitian kualitatif menghendaki ditetapkanya batas dalam penelitianya atas

      dasar fokus yang timbul sebagai masalah dalam penelitian.

   9. penelitian kualitatif meredefinisikan validitas, reliabilitas, dan objektivitas dalam

      versi lain dibandingkan yang lazim digunakan dalam penelitian klasik.

   10. penelitian kualitatif menyusun desain yang secara terus-mebnerus disesuaikan

      dengan kenyataan lapangan.

   11. penelitian kualitatif lebih menghendaki agar pengertian dan hasil interpretasi yang

      diperoleh dirundingkan dan disepakati oleh manusia yang dijadikan sebagai

      sumber data.

   Dengan pendekatan kualitatif maka penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran

   secara obyektif tentang pengelolaan pembelajaran unggul untuk mata pelajaran

   matematika pada kelas unggulan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Wanadadi

   Kabupaten Banjarnegara dalam rangka melayani siswa-siswa yang berbakat dan

   memiliki kecerdasan, keterampilan dan prestasi unggul.

2. Lokasi Penelitian

   Lokasi yang digunakan dalam penelitian adalah Sekolah Menengah Pertama (SMP)

   Negeri 1 Wanadadi Kabupaten Banjarnegara pada kelas khusus atau kelas unggulan.

   Lokasi ini dipilih karena di sekolah tersebut ada satu kelas unggulan yaitu kelas VIII.
3.   Subyek Penelitian

     Subyek penelitian yang dipilih dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, wali kelas,

     guru matematika dan guru mata pelajaran yang lain serta siswa-siswa kelas unggulan.

     1. Dari kepala sekolah selaku penanggung jawab kegiatan pelaksanaan pembelajaran

        kelas   unggulan    dapat    dimintai   keterangan    tentang   perananya    dalam

        memperdayakan seluruh aspek kependidikan yang menyangkut fasilitas, sarana

        dan prasarana sekolah untuki mendukung terlaksananya pembelajaran kelas

        unggulan. Kepala sekolah selaku dinamisator, organisator, administrator dan

        supervisor yang mengelola pelaksanaan dan penanggung jawab kelas unggulan

        dapat menginformasikan tentang tenaga pengajar, proses pembelajaran, ragam

        kegiatan belajar, waktu belajar, pendukung belajar dan guru yang mengelola

        proses pembelajaran.

     2. Wali kelas sebagai pelaksana proses pembelajaran, pengelolaan kelas yang

        sekaligus juga mengasuh atau mengampu salah satu mata pelajaran. Dari wali

        kelas dapat diperoleh informasi tentang hal-hal yang mendukung dan hal-hal yang

        menjadi kendala dadalam pelaksanan pembelajaran kelas unggulan.

     3. Guru mata pelajaran sebagai pelaksana kegiatan pembelajaran dengan

        memberikan mata pembelajaran tertentu dikelas unggulan dapat memberikan

        informasi-informasi tentang proses pembelajaran dikelas unggulan sesuai dengan

        mata pelajaran yang diampu berikut cara penilaianya. Guru –guru ini telah

        melalui seleksi dari sekolah dan sudah mendapatkan pelatihan dari kanwil

        setempat.

     4. Dokumen. Dengan dokumen dapat digunakan untuk mengamati dan membaca

        perangkat dokumen yang terkait dengan ketentuan proses pembelajaran kelas
     unggulan baik dari kurikulumnya, ragam belajarnya dan waktu belajarnya tersebut

     akan diketahui tentang pembelajaran kelas unggulan dan bentuk kemampuan guru

     didalam mengelola dan melaksanakan pembelajaran kelas unggulan tersebut.

  5. Siswa. Dari siswa kelas unggulan yang belajar di kelas unggulan dapat

     memberikan informasi tentang pelayanan pendidikan yang diberikan sekolah,

     khususnya untuk pelajaran matematika, proses pembelajaran matematika dikelas

     unggulan dan mengungkapkan berbagai faktor pendukung serta kendala-kendala

     yang dihadapi siswa dalam mengikuti pembelajaran matematika dikelas unggulan.



4. Teknik Pengumpulan Data

          Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

  a. Metode Observasi

         Menurut Marzuki (2001:58) dengan metode observasi orang melakukan

  pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap gejala atau fenomena yang

  diselidiki. Metode ini memiliki kebaikan sebagai berikut :

  1. Pencatatan dapat dilakukan pada waktu terjadinya peristiwa atau terlihatnya

      gejala tertentu.

  2. Tidak tergantung pada jawaban responden, maka lebih objektif dan lebih teliti.

          Observasi yang dilakukan yaitu melalui cara pengamatan yang tidak berperan

  serta. Artrinya peneliti hanya mengadakan pengamatan saja tanpa menjadi anggota

  kelompok yang diamatinya. Pengamatanpun dilakukan secara terbuka dengan

  diketahui oleh subjek, sedangkan sebaliknya para subjek dengan sukarela

  memberikan kesempatan kepada pengamat untuk mengamati peristiwa yang terjadi.
Dan mereka juga menyadari ada orang yang sedang mengamati hal-hal yang

dilakukan mereka.

       Alat yang digunakan dalam metode observasi ini adalah catatan lapangan

karena pengamat dalam situasi pengamatan tak berperan serta (Moleong, 2002:130).

Pengamat dalam hal ini relatif bebas membuat catatan dan mencatat apa saja yang

dikehendakinya. Catatan yang dibuat dalam pengamatan berupa laporan langkah-

langkah peristiwa dan catatan tentang gambaran umum yang singkat .

        Metode observasi digunakan untuk memperoleh data umum tentang

gambaran umum situasi kelas unggulan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1

Wanadadi Kabupaten Banjarnegara khususnya dikelas VIII untuk memperoleh data

tentang pelaksanaan pembelajaran dikelas tersebut

b. Metode Interview (wawancara)

       Interview (wawancara) merupakan cara pengumpulan data dengan jalan tanya

jawab sepihak yang dikerjakan dengan sistematik dan berlandaskan kepada tujuan

penelitian (Marzuki 2001:62). Dalam Moleong (2002:135) wawancara adalah

percakapan dengan maksud tertentu yang dilakukan oleh dua pihak, yaitu

pewawancara yang mengajukan pertanyaan dan yang diwawancarai yang

memberikan jawaban.

       Dalam interview ini penulis menggunakan jenis interview bebas terpimpin

atau interview terkontrol, artinya wawancara berjalan dengan bebas tetapi masih

terpenuhi komparabilitas dan reliabilitas terhadap persoalan-persoalan penelitian.
       Melalui wawancara ini diharapkan data yang diungkap lebih mendalam.

Wawancara dilakukan secara terbuka, artinya para subjek tahu bahwa mereka sedang

diwawancarai dan mengetahui pula apa maksud wawancara tersebut.

       Selama wawancara pencatatan data adalah hal penting yang harus dilakukan

peneliti. Pencatatan data tersebut merupakan dasar yang akan dianalisis dari hasil

“kutipan” wawancara. Pencatatan data dilakukan melalui tape recorder dan melalui

pencatatan pewawancara sendiri.

       Metode ini penulis gunakan untuk memperoleh data tentang keadaan guru-

guru, siswa, dan hal-hal yang berhubungan dengan pelaksanaan pembelajaran kelas

unggulan.

c. Metode Dokumentasi.

       Metode dokumentasi adalah mencari data mengenai hal-hal atau catatan,

transkrip, buku agenda dan sebagainya untuk melengkapi data-data yang belum

terambil melalui pengisian-pengisian kuesioner atau dalam mengamati perangkat

dokumen yang terkait dengan ketentuan pelaksanaan proses pembelajaran.

d. Sumber Data

       Menurut Lofland dalam Moleong (2002:112) sumber          data utama dalam

penelitian kualitatif ialah kata-kata, dan tindakan selebihnya adalah data tambahan

seperti dokumen dan lain-lain.

       Untuk pengumpulan data penulis menggunakan data yang berasal dari :

1. Data Primer.

       Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari sumbernya, diamati dan

dicatat untuk pertama kalinya (Marzuki 2001: 55).
             Data primer diperoleh dari kepala sekolah, guru-guru kelas Sekolah

   Menengah Pertama Negeri 1 Wanadadi Kabupaten Banjarnegara beserta siswanya,

   petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis kelas unggulan dari Dirjen Pendidikan

   Dasar dan Menengah Jakarta tahun 1996 juga merupakan data primer yang

   mendukung.

   2. Data Sekunder.

             Data sekunder adalah data yang bukan diusahakan sendiri pengumpulannya

   oleh peneliti (Marzuki 2001: 56). Data sekunder dipakai untuk melengkapi data-data

   primer.

             Dalam penelitian ini penulis memperoleh data sekunder dari dokumen,

   catatan-catatan rapat kerja dinas yang penting tentang pelaksanaan kegiatan

   pembelajaran unggul dikelas unggulan yang dimiliki oleh wali kelasnya.



5. Instrumen Penelitian

             Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri sebagai instrumen terjun

   langsung dalam pengambilan data dengan alat bantu pedoman observasi, lembar

   wawancara dan catatan dokumen yang ada di sekolah. Dalam penelitian kualitatif

   peneliti sendiri atau orang lain merupakan alat pengumpul data utama (Maleong 2002

   : 4). Orang sebagai instrumen memiliki senjata untuk dapat memutusakan yang secara

   luwes untuk dapat digunakanya, dan senantiasa dapat menilai keadaan dan dapat

   mengambil keputusan. Oleh karena itu pada waktu mengumpulkan data utama

   dilapangan peneliti berperan serta.
6. Teknik Analisis Data.

          Dalam penelitian kualitatif, peneliti akan mendapatkan data beraneka ragam

   yang berasal dari berbagai macam sumber yaitu observasi, wawancara, ataupun dari

   dokumen. Data yang telah diperoleh tentu perlu dirangkum dan diseleksi sehingga

   masing-masing dapat dimasukan dalam fokus, kategori dan permasalahan yang ingin

   dicari kebenaranya.

          Bila dianggap masih kurang dan belum lengkap dapat segera kembali mencari

   data yang dibutuhkan yang nantinya dapat lebih mendukung hasil penelitian. Hal ini

   disebabkan karena seluruh kegiatan dari analisis data kualitatif terletak pada

   penuturan atau lukisan tentang apa yang berhasil dipahami berhubungan dengan suatu

   masalah yang diteliti, dan dari sinilah kesimpulan yang benar-benar berbobot dapat

   diwujudkan secara komprehensif dan mendalam. Supaya hasil penelitian sesuai yang

   diharapkan dan cocok dengan pendekatan yang digunakan, maka analisis data yang

   digunakan dengan pendekatan induktif, yaitu dimulai dari lapangan atau fakta empiris

   dengan cara terjun kelapangan, mempelajari, menganalisis, menafsir dan menarik

   kesimpulan dari fenomena yang ada dilapangan.

          Selanjutnya dari data yang telah terkumpul dari dokumen, hasil observasi dan

   wawancara kemudian diperiksa, diatur dan diurutkan (editing), dikelompokan, diberi

   kode dan dikategorikan baru kemudian dianalisis. Tahapan tersebut dapat dilihat

   dalam bagan berikut ini:
                                   Gambar I

                             Tahap Analisis Data




     Pengumpulan                                Pengeditan data
          data




     Analisis data                              Kategorisasi data




       Mencermati bagan diatas, maka perlu ditegaskan langkah-langkah analisis

data yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:

1. Pengumpulan data, yaitu cara untuk mengumpulkan data yang akan diteliti,

   setelah peneliti memenentukan data apa yang akan dikumpulkan.

2. Pengeditan data, yaitu data diperiksa kembalai, diatur dan diurutkan.

3. Kategorisasi data, yaitu pengelompokan data dan pemberian kode.

4. Analisis data, yaitu proses mengorganisasi dan mengurutkan data dalam pola,.

   Kategori dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan dan dirumuskan

   hipotesis kerja seperti yang disarankan oleh data (Moleong, 2002:103)

       Dari langkah-langkah analisis data yang telah dikemukakan, itu semua

merupakan satu rangkaian kegiatan yang saling berkaitan dan mempengaruhi satu

sama lainya. Dari data yang terkumpul melalui observasi dan wawancara yang

menguraikan tentang kegiatan pembelajaran matematika di kelas unggulan akan

diperoleh dalam bentuk laporan. Kemudian laporan tersebut direduksi, dirangkum

dan dipilih hal-hal pokok yang difokuskan pada pengelolaan pembelajaranya. Setelah
direduksi kemudian dianalisis dengan teknik perbandingan secara terus-menerus

melalui analisis sejak perencanaan sampai pelaksanaanya, dan kemudian data dapat

disajikan secara sistematis. Setelah itu data dapat disimpulkan.

       Tahapan analisis data telah dilakukan, untuk itu perlu diperhatikan juga

keabsahan data yang terkumpul. Menurut Moleong (2002:173) untuk menetapkan

keabsahan data diperlukan teknik pemeriksaan. Dalam hal ini digunakan teknik

triangulasi, keikutsertaan dilapangan dan pengecekan anggota.

       Teknik triangulasi sebagai teknik pemeriksaan keabsahan data yang

memanfaatkan sesuatu yang lain diluar data itu untuk keperluan pengecekan atau

sebagai pembanding data.Teknik triangulasi yang akan dilakukan yaitu pemeriksaan

melalui sumber lainya. Menurut Patton dalam Moleong (2002:178) triangulasi

dengan sumber lain berarti membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan

suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda dalam metode

kualitatif. Hal ini dapat dicapai dengan jalan: (1) membandingkan data hasil

pengamatan dengan data hasil wawancara, (2)membandingkan apa yang dikatakan

orang didepan umum dengan apa yang dikatakan secara pribadi, (3)membandingkan

apa yang dikatakan orang-orang tentang situasi penelitian dengan apa yang dikatakan

sepanjang waktu, (4)membandingkan keadaan dan perspektif seseorang dengan

berbagai pendapat dan pandangan orang seperti rakyat biasa, orang pendidikan, orang

berada dan orang pemerintahan, (5)membandingkan hasil wawancara dengan isi

suatu dokumen yang berkaitan.

       Keikutsertaan peneliti dilapangan sangat menentukan dalam pengumpulan

data, oleh karena itu keikutsertaan peneliti dilapangan dilakukan dalam jangka waktu
   yang lama. Dengan demikian akan memungkinkan derajat kepercayaan data yang

   telah dikumpulkan.

           Pengecekan dengan anggota yang terlibat dalam proses pengumpulan data

   sangat penting dalam pemeriksaan derajat kepercayaan. Para anggota yang terliba

   yang mewakili rekan-rekan mereka dimanfaatkan untuk memberikan reaksi dari segi

   pandangan dan situasi mereka sendiri terhadap data yang telah diorganisasikan oleh

   peneliti.




                                      BAB IV

                   HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN



A. Deskripsi Hasil Penelitian

   1. Sejarah Berdirinya SMP Negeri I Wanadadi

           Untuk memenuhi kebutuhan pendidikan masyarakat Wanadadi pada tahun

   1962 atas prakarsa mereka didirikanlah sebuah sekolah dengan nama SMP Persiapan.

   Sekolah tersebut dikepalai oleh Bapak Nakim Padmowidjojo.

           Pada tanggal 1 Agustus tahun 1964 SMP Persiapan dinegerikan dengan SK

   Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No 80/ SK/ 8/ 111. kemudian pada tanggal 30

   Juli 1964 SMP Persiapan diganti namanya menjadi SMP Negeri Wanadadi. SMP

   tersebut berdiri diatas tanah seluas 2166 m2 yang merupakan hibah dari kepala Desa

   Wanadadi. Pada waktu itu gedung sekolah terdiri dari satu lokal bekas balai desa
Wanadadi. Walaupun keadaanya demikian namun proses belajar mengajar sudah

berjalan lancar dan cukup baik.

        Sampai saat ini SMP Negeri I Wanadadi menjadi sekolah favorit yang masih

dapat dibanggakan. Dalam sejaran panjang perjalanan sekolah ini selama 12 tahun

SMP ini mampu meraih prestasi dan menduduki peringkat ke-2 di kabupaten

Banjarnegara.

2. Gambaran Umum Subyek Penelitian

        Sekolah Menengah Pertama Negeri I Wanadadi Kacamatan Wanadadi

Kabupaten Banjarnegara yang dipimpin oleh bapak Drs. Bambang Budi S. sekolah ini

terletak dipusat kota Wanadadi dan berada tepat dibelakang kantor Cabang Dinas

Pendidikan kecamatan Wanadadi dan berada disebelah kiri terminal bus Wanadadi di

jalan raya timur Wanadadi.

        Sekolah Menengah Pertama Negeri I Wanadadi yang berdiri diatas tanah

seluas 2166 m2 dilengkapi dengan: (1) satu ruang guru; (2) satu ruang TU; (3) satu

ruang kepala sekolah; (4) satu ruang koperasi; (5) satu laboratorium bahasa; (6) enam

belas ruang kelas; (7) satu ruang perpustakaan; (8) satu ruang pengawasan; (9) satu

ruang musola; (10) 3 ruang kamar mandi dan WC. Untuk lebih jelasnya denah

sekolah SMP Negeri I Wanadadi dapat dilihat pada lampiran.

        Mulai tahun ajaran 2003/2004 Sekolah Menengah pertama Negeri I Wanadadi

menetapkan kelas unggulan dengan swadaya dan swadana, sekolah ini memiliki 3

jenis kelas yaitu:

1. Kelas unggulan pada kelas IIA

2. Kelas bahasa pada kelas IA
3. Kelas reguler pada kelas I B - I F, II B - IIE, IIIA - IIIE.

        Data lengkap mengenai formasi kepala sekolah, guru dan personalia Sekolah

Menengah Pertama Negeri I Wanadadi sesuai dengan keadaan pada bulan februari

2005 dapat dilihat pada lampiran.

        Untuk mengajar dikelas unggulan dipilih guru-guru yang memiliki

kemampuan lebih dibanding guru yang lain. Untuk itu pihak sekolah tidak

sembarangan dalam merekruit guru kelas unggulan. Guru kelas unggulan adalah

mereka yang terpilih dari sekolah dengan berbagai pertimbangan yang ada. Untuk

lebih jelasnya susunan guru yang mengajar dikelas unggulan dapat dilihat pada

lampiran.

        Jumlah siswa kelas II A 49 siswa yang dijaring dari 240 siswa secara

keseluruhan di kelas II, dengan 18 siswa putra dan 31 siswa putri. Siswa yang duduk

dikelas unggulan adalah siswa yang lulus seleksi yaitu memiliki prestasi yang tinggi

dan unggul sebagai syarat utama dalam menjaring sejumlah 49 siswa yang didasarkan

atas jumlah nilai pada raport.

        Tes bakat, minat dan kemampuan akademik juga melalui rekaman

pengamatan para guru. Pada kelas unggulan, selain pembelajaranya unggul

pelaksanaanya secara intensif, peningkatan kualitas waktu akademik tinggi, ada

penambahan waktu pelajaran 4 jam pelajaran dalam seminggu, bentuk pelayanan

pendidikan dengan kurikulum plus agar dalam menyelenggarakan kelas unggulan

sebagai uji coba untuk menciptakan bentuk-bentuk pengelolaan pembelajaran yang

ideal agar dapt menciptakan lulusan yang berkualitas unggul untuk       mendukung
   pelaksanaan pembelajaran yang unggul di Sekolah Menengah Pertama Negeri I

   Wanadadi dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

   1. Guru mata pelajaran yang ditugasi mengampu mata pelajaran khusus adalah guru

      yang memiliki keahlian tertentu khususnya untuk mata pelajaran Matematika,

      IPA, Bahasa Inggris, dan Bahasa Indonesia.

   2. Wali kelas unggulan yang merangkap juga sebagai guru mata pelajaran merupakan

      guru yang mempunyai dedikasi tinggi dan memiliki disiplin, pernah mengikuti

      berbagai kegiatan pelatihan dan penataran dan juga guru yang profesional.

   3. Peran keluarga/orang tua siswa, tokoh masyarakat, lingkungan masyarakat sekitar

      dan pemerintah daerah setempat dalam penyelenggaraan kelas unggulan secara

      programatis mendapat tanggapan dan dukungan yang positif.

   4. Komite sekolah berperan aktif sebagai penopang penyelenggaraan kelas unggulan.

      Disamping membutuhkan biaya yang mahal pelaksanan pembelajaran unggul juga

      memerlukan kesadaran yang tinggi untuk melengkapi sarana, prasarana, fasilitas

      baik yang didalam pembelajaran maupun fasilitas yang diluar proses

      pembelajaran kelas ungulan.



B. Persiapan Penelitian

          Agar penelitian dapat berjalan dengan lancar, tertib dan memperoleh hasil

   yang optimal, maka terlebih dahulu perlu dilakukan persiapan-persiapan, baik secara

   formal dan non formal.
          Persiapan non formal adalah mempersiapkan diri mengenai kemampuan

   penguasaan terhadap masalah-masalah yang akian diteliti, disamping masalah biaya,

   tenaga dan target waktu yang telah ditentukan.

          Persiapan formal adalah persiapan yang berkaitan denngan proses perijinan.

   Adapun tahap-tahap yang ditempuah dalam rangka memperoleh perijinan dalam

   penelitian adalah sebagai berikut:

   1. Mengajukan judul skripsi kepada ketua jurusan, kemudian berkonsultasi dengan

      Dosen Pembimbing I dan Dosen Pembimbing II.

   2. Setelah judul skripsi disetujui oleh ketua jurusan dan Dosen Pembimbing, peneliti

      kemudian menyusun rancangan skripsi.

   3. Mengajukan rancangan skripsi kepada Dosen Pembimbing I dan II.

   4. Selesai proses pembimbingan, penjelasan dan revisi, akhirnya rancangan skripsi

      yang diajukan dimintakan persetujuan kepada ketua jurusan Kurikulum dan

      Teknologi Pendidikan pada Fakultas Ilmu Pendidikan.

   5. Mengajukan permohonan surat ijin Penelitian kepada Dekan Fakultas Ilmu

      Pendidikan Universitas Negeri Semarang.



C. Pelaksanaan Penelitian

          Langkah-langkah yang ditempuh dalam pelaksanan penelitian adalah sebagai

   berikut:

     1. Mengurus surat ijin kesediaan tempat penelitian       kepada kepala Sekolah

        Menengah Pertama Negeri I Wanadadi Kabupaten Banjarnegara pada tanggal 7

        Februari 2005.
 2. Mengadakan observasi, survey ke Sekolah Menegah Pertama Negeri I Wanadadi

      Kabupaten Banjarnegara untuk memperoleh data awal mengenai keadaan umum

      kelas unggulan, tentang formasi guru dan siswanya.

 3.   Menyerahkan surat ijin penelitian dari Dekan FIP Universitas Negeri Semarang

      kepada Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri I Wanadadi pada tanggal 14

      Februari 2005.

 4. Mengadakan observasi dan wawancara tentang pelaksanaan pembelajaran

      matematika pada kelas unggulan yang mencakup: gambaran umum kelas

      unggulan, proses pembelajaran matematika pada kelas unggulan yang yang

      meliputi tahap sebelum pembelajaran, tahap pembelajaran dan tahap sesudah

      pembelajaran atau evaluasinya, serta hal-hal yang mendukung dan menghambat

      pembelajaran matematika pada kelas unggulan.

 5. Mengadakan wawancara untuk memperoleh data tentang keunikan siswa kelas

      unggulan, ciri-ciri khusus yang menonjol dalam pelaksanaan pembelajaran

      unggul, pelayanan siswa berbakat unggul dengan menerapkan pendidikan dan

      kurikulum berdiferensiasi.

 6. Mengadakan observasi kelas dan studi dokumentasi untuk memperoleh data

      tentang pelaksanaan pembelajaran matematika dan data tentang hasil belajar

      siswa kelas unggulan.

       Proses pelaksanaan penelitian, terutama dalam wawancara dan observasi

dapat berjalan lancar sehingga data yang dibutuhkan dapat diperoleh sesuai harapan.

       Adapun hasil penelitian tentang pelaksanaan pembelajaran kelas unggulan di

kelas IIA Sekolah Menegah Pertama Negeri I Wanadadi Cabang Dinas Pendidikan
  Kecamatan Wanadadi yang diperoleh dari para nara sumber antara lain kepala

  sekolah, wali kelas, guru bidang studi, guru matematika kelas unggulan dan siswa

  kelas unggulan diuraikan dibawah ini:

D. Pembahasan

  1. Kepala Sekolah Selaku Penanggung Jawab Pelaksana Kelas Unggulan

         Berdasarkan hasil wawancara dengan Kepala Sekolah Menengah Pertama

  Negeri I Wanadadi I Cabang dinas Pendidikan Kecamatan Wanadadi, sekolah ini

  adalah salah satu sekolah inti. Sekolah Menengah Pertama Negeri Wanadadi I

  merupakan sekolah unggulan dengan mendapata kepercayaan dari Dinas Pendidikan

  Kecamatan Wanadadi untuk menyelenggarakan pelaksanaan kelas khusus/kelas

  unggulan.

         Kesan umum dari masyarakat khususnya kelurahan Wanadadi dan sekitarnya

  bahwa keunggulan suatu sekolah itu dapat dilihat dari sekolah yang megah, bonafide

  dan favorit. Selain dibuktikan dari banyaknya siswa yang berprestasi, para lulusan

  dari sekolah Menengah Pertama Negeri Wanadadi I banyak yang melanjutkan ke

  sekolah yang terkemuka.

         Pertimbangan lain untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran kelas

  unggulan, disamping letak sekolah yang strategis, bangunan fisik yang kuat, sarana,

  prasarana, fasilitas, perlengkapan, sumber-sumber belajar cukup dekat dan memadai

  sesuai kebutuhan.

         Sekolah Menengah Pertama Negiri Wanadadi I dengan manajemen

  pengelolaan pelaksanaan pembelajaran kelas unggulan, seorang kepala sekolah selaku

  penanggung jawab pelaksana kegiatan sudah mengutamakan seluruh rangkaian
kegiatan kelas unggulan selalu berorientasi pada petunjuk teknis dan pedoman

pelaksanaan penyelenggaraan kelas unggulan.

        Dalam praktek penyelenggaraan masih banyak penyimpangan-penyimpangan

dan hambatan yang perlu mendapatkan kondisi-kondisi ideal mengenai pembelajaran

kelas unggulan itu sendiri. Dengan menerapkan manajemen mutu yang berbasis

sekolah dan berbasis kepada masyarakat, sekolah dituntut maju dan berkembang

untuk   meningkatkan    kualitas     pendidikan   dengan   menyesuaikan   kebutuhan

masyarakat.

        Untuk strategi penyelenggaraan pendidikan di Sekolah Menengah Pertama

Negeri Wanadadi I secara umum dan khusus dalam menangani pelaksanaan atau

penyelenggaraan kelas unggulan direncanakan sebagai berikut. Dalam melaksanakan

proses pendidikan baik melalui kegiatan intra kurikuler, ko kurikuler dan ekstra

kurikuler melalui beberapa bidang:

a. Bidang Kurikulum Dan Pengajaran

        Dalam bidang ini sangat penting dan merupakan pokok kegiatan pembelajaran

untuk mengembangkan kelembagaan sekolah dalam melaksanakan pembelajaran.

Sekolah Menengah Pertama Negeri Wanadadi I untuk saat ini dalam penyelenggaraan

pendidikan belum memakai KBK, baru pada tahap pensosialisasian penggunaaan

kurikulum 2004 atau kurikulum berbasis kompetensi.

        Untuk pelaksanaan kelas unggulan dengan kurikulum plus ditekankan pada

penambahan mata pelajaran bahasa inggris.

b. Bidang Kesiswaan
       Dalam bidang ini merupakan salah satu usaha untuk mencapai tujuan

pendidikan yang mengatur aktifitas-aktifitas kesiswaan yang meliputi beberapa

kegiatan berorganisasi, olah raga dan kesenian, pemupukan dan pengembangan bakat

dan prestasi, keterampilan praktis serta kehidupan kerohanian yang tidak boleh

ditinggalkan oleh siswa.

c. Bidang Bimbingan Dan Penyuluhan

       Pelayanan siswa dibidang bimbingan dan penyuluhan ditangani oleh guru BP

(bimbingan dan penyuluhan). Guru ini mempunyai wewenang untuk membimbing

siswa yang kesulitan belajar, bermasalah, siswa berbakat, berprestasi dan para siswa

yang kurang beruntung. Pelayanan BP ini bertujuan membantu siswa dalam

memahami diri agar mereka dapat berkembang dan tumbuh secara optimal sesuai

dengan bakat dan potensi yang dimilikinya.

d. Bidang Organisasi, Tata Laksana dan Hubungan Masyarakat

       Manajerial sepenuhnya dilaksanakan oleh kepala sekolah dengan 3 fungsi

pokok sebagai organisator, administrator, dan supervisor. Disamping mengorganisir

dan mengelola sumber daya manusianya Kepala Sekolah sebagai penanggung jawab

pelaksanaan pembelajaran kelas unggulan bersama-sama guru, karyawan, pelatih,

pembina ekstra kurikuler lainya. Sekolah juga tidak mengesampingkan hubungan

dengan masyarakat., dimana masyarakat sekitar selain sebagai sumber belajar juga

sebagai penyandang dana utama. Lembaga-lembaga dan dinas-dinas terkait, komite

sekolah, persatuan wali murid juga tidak ditinggalkan apabila diadakan musyawarah

untuk meningkatkan mutu pendidikan dan suksesnya pelaksanaan program kelas
unggulan. Secara organisasi sekolah Menengah Pertama Negeri Wanadadi memiliki

struktur organisasi yang dapat dilihat pada lampiran.

       Proses belajar mengajar adalah interaksi antara siswa dan guru, atau siswa

dengan siswa sehingga terjadi perubahan tingkah laku baik pengetahuan,

keterampilan dan sikap. Sekolah Menengah Pertama Negeri I Wanadadi dengan

menerapkan manajemen mutu yang berbasis sekolah dan berbasis masyarakat,

diharapkan menghasilkan siswa yang unggul dan berguna bagi masyarakat.



       Maka pembelajaran dikelas ungulan selalu diupayakan memiliki keunggulan

dari pada kelas biasa. Dalam pelaksanaan kelas unggulan di Sekolah Menengah

Pertama Negeri I Wanadadi memperhatikan 5 komponen pokok dalam pembelajaran.

Komponen tersebut adalah sebagai berikut: (1) kurikulum, (2) materi, (3) bahan, (4)

metode, (5) dan penilaian.

       Dari kelima komponen tersebut diharapkan dapat menunjang siswa untuk

lebih aktif belajar sehingga pelaksanaan pembelajaran kelas unggulan dapat mencapai

hasil yang optimal.

       Kurikulum yang dilaksanakan pada kelas unggulan Sekolah Menengah

Pertama Negeri I Wanadadi di kecamatan Wanadadi kabupaten Banjarnegara ini

menggunakan kurikulum plus dengan tetap mengacu pada kurikulum yang berlaku

secara nasional, dan mulai saat ini baru akan digunakan kurikulum berbasis

kompetensi / KBK.
         Materi yang ada diperkaya, diperluas dan diperdalam dengan melaksanaan

program pengayaan. Adanya tambahan jam pelajaran tidak mengurangi waktu ibadah,

waktu bermain dan istirahat bagi para siswa kelas unggulan.

         Bahan-bahan pembelajaran yang harus disampaikan kepada anak didik

disesuaikan dengan alokasi waktu dan jadwal pelajaran. Bahan-bahan belajar mandiri

ada yang dapat diselesaikan disekolah dan dapat dikerjakan dirumah. Untuk

mengerjakan lembar kerja dan lembar tugas dilengkapi dengan bukti-bukti kerja

siswa.

         Program pengayaan dan GBBP merupakan satu kesatuan yang digunakan

setelah tiap kelompok bahasan dalam GBBP selesai disampaikan. Program ini

merupakan materi pengayaan tiap-tiap pokok bahasan, dan setiap selesai pokok

bahasan pada program ini diadakan penilaian khusus sebelum penilaian umum

dilaksanakan. Untuk siswa kelas IIA diadakan penilaian dengan materi termasuk

program pengayaan.

         Tersedianya buku-buku paket, buku penunjang dan pelengkapnya buku-buku

sumber baik untuk guru dan siswa dalam jumlah yang cukup sehingga dapat

menunjang keaktifan siswa dalam belajar.

         Bahan-bahan bacaan yang tersedia diperpustakaan sekolah masih belum

memenuhi apa yang diharapkan. Perpustakaan sekolah dilayani oleh 3 orang

pustakawan yaitu Umi Rusliati, Suparno dan Suharyati yang memberikan bimbingan

dan pelayanan yang baik dengan penuh semangat dan kesabaran yang tinggi. Hal itu

dilakukan untuk menunjang aktivitas siswa kelas unggulan yang memiliki
karakteristik suka bertanya dan kritis, mereka juga diberi motivasi untuk

meningkatkan minat bacanya.

       Alat peraga dan sarana belajar yang lain terdapat ruang laboratorium IPA dan

laboratorium bahasa. Alat peraga dan sarana belajar tersedia dalam jumlah yang

cukup baik kualitasnya untuk memenuhi kebutuhan para siswa. Apabila siswa kelas

unggulan praktek mereka sudah dapat menggunakan satu set alat peraga atau

perlengkapan sesuai dengan kebutuhan mereka.

       Sarana dan prasarana untuk menunjang bakat, emosi, keterampilan dan minat

para siswa kelas unggulan tersedia dengan lengkap pada ruang kegiatan, walaupun

kurang mencukupi jumlahnya tapi dapat diatur oleh petugas untuk mencukupi dan

menyesuaikan dengan kebutuhan siswa.

       Untuk perlengkapan kegiatan ekstra kurikuler, misalnya perlengkapan

kegiatan PMR dan pramuka masih sangat minim, namun dapat disiasati dengan

membagi waktu.

       Sarana, prasarana dan perlengkapan yang sudah cukup memadai di Sekolah

Menengah Pertama Negeri I Wanadadi antara lain sebagai berikut:

   1. Ruang perpustakaan

   2. Ruang laborat IPA beserta kelengkapan alatnya.

   3. Ruang laboratorium bahasa dengan perlengkapanya

   4. Ruang kegiatan olah raga dan peralatanya.

   5. Ruang kegiatan kesenian, seperangkat gamelan, seperangkat kulintang dan

       angklung.

   6. Ruang warung/kantin dan koperasi sekolah
   7. Mushola untuk solat.

       Metode pembelajaran, strategi, model-model belajar teknik dan pendekatan-

pendekatan    pembelajaran    yang   diterapkan   dikelas   unggulan    untuk   dapat

mengaktifkan siswa dan merangsang berpikir kreatif siswa dekembangkan dengan

berbagai variasi-variasi pembelajaran. Guru kelas unggulan memberikan perhatian

khusus terhadap potensi masing-masing individu. Guru meberikan pelayanan baik

secara individual, kelompok atau klasikal secara merata.

       Mengenai penilaian para siswa kelas unggulan di Sekolah Mmenengah

Pertama Negeri I Wanadadi memperhatikan yang sehubunganb dengan prinsip-

prinsip penilaian. Penilaian hasil belajar siswa kelas unggulan sama dengan kelas

biasa hanya saja kelas unggulan para siswanya berprestasi tinggi sehingga terdapat

perbedaan dalam hal tertentu baik yang terkait dengan alat penilaian, proses penilaian

maupunh tindak lanjut dari hasil penilaian. Program penilaian dari hasil pelaksanan

perbaikan dan pengayaaqn juga diperhatikan.

   Dalam penilaian hendaknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

   1. Alat penilaian dikelas unggulan mengutamakan tes uraian dalam ulangan

       harian dengan penyusunan soal memiliki tingkat kesukaran yang tinggi.

   2. Standar nilai keberhasilan dalam setiap mata pelajaran siswa diharuskan

       mendapat nilai minimal 7 jika ada yang belum mencapai nilai tersebut maka

       diwajibkan mengikuti remidi sebanyak 2 kali.

       Kepala sekolah sebagai manejer dan penanggung jawab pelaksanaan kegiatan

kelas unggulan dengan kurikulum plus mempunyai konsekuensi sebagai berikut:
   1. Pelaksanan pembelajaran tetap menggunakan kurikulum nasional 1994 dengan

       penyempurnaan, dan sekarang ini sudah mulai disosialisasikan kurikulum

       2004 yaitu kurikulum berbasis kompetensi.

   2. Untuk melayani siswa kelas unggulan kegiatan pembelajaran ditambah 4 jam

       pelajaran setiap minggunya yaitu tambahan pada pelajaran Bahasa Inggris, 2

       jam untuk speaking dan 2 jam untuk wraiting.

   3. Program pengayaan, pendalaman dan perluasan materi dilaksanakan sesuai

       dengan petunjuk dari dirjen dikdasmen.

       Pelaksanan pembelajaran kelas ungulan di Sekolah Menengah Pertama Negeri

I Wanadadi ini adalah merealisasikan dari penerapan kurikulum berdiferensiasi untuk

melayani siswa berbakat secara khusus dengan beberapa konsekuensi dari pihak

sekolah sebagai berikut:

   1. Adanya 49 siswa lulus seleksi yang memiliki bakat istimewa dan kecerdasan

       tinggi, berbudi pekerti luhur, berahlak, mandiri, bertingkah laku terpuji serta

       sehat jasmani dan rohani.

   2. Menyediakan kelengkapan sarana, prasarana, fasilitas, kelengkapan bahan,

       sumber-sumber belajar dengan jumlah maupun kualitas yang sesuai dengan

       kebutuhan siswa.

   3. Menyediakan seorang wali kelas unggulan, guru BP, beberapa guru khusus,

       pembimbing dan pelatih ekstra kurikuler.

   4. Kesanggupan orang tua wali siswa dalam membiayai akomodasi untuki

       belajar dikelas unggulan.
       Kepala sekolah disamping sebagai organisator, motivator, dinamisator, dan

fasilisator,bersama-sama guru Sekolah Menengah Pertama Negeri I Wanadadi

mengusahakan secara efektif dan efisien agar penerapan kurikulum berdiferensiasi ini

sesuai dengan kebutuhan. Dalam melaksanakan pembelajaran kelas unggulan dari

pihak sekolah menempuh beberapa usaha antara lain:

   1. 49 siswa yang direkrut dari sejumlah 240 siswa yang kemudian dijaring dalam

       satu kelas khusus yaitu kelas unggulan.

   2. Mengorganisisr kegiatan, memberikan petunjuk, pengarahan dan memotivasi

       siswa dan guru-guru kelas ungulan untuk dapat melaksanakan proses

       pembelajaran secara terarah, terpadu dan berkesinambungan.

   3. Menyediakan dan mengusahakan fasilitas, sarana, prasarana dan perlengkapan

       yang dibutuhkan baik dari wali siswa, pemerintah, donatur atau simpatisan

       yang terkait dengan pendidikan.

   4. Selalu koordinasi dan menyampaikan laporan kepada atasan/dinas-dinas

       terkait, mengadakan pengawasan dan supervisi administrasi maupun supervisi

       tentang proses pembelajaran.

   5. Menyampaikan saran-saran dan memberikan solusi jika ada permasalahan.

   6. Memotivasi guru dan siswa kelas unggulan untuk melaksanakan proses

       pemeblajaran dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia dengan bibit

       unggul dan berkualitas, baik dalam mengikuti kegiatan akademik maupun non

       akademik untuk membuktikan kepada masyarakat umum bahwa kelas

       unggulan memiliki ciri khas dan lebih unggul dari pembelajaran yang lain.
       Dengan melaksanakan teknologi pembelajaran dikelas unggulan Sekolah

Menengah Pertama Negeri I Wanadadi sebagai lembaga yang dapat membuktikan

kepada masyarakat bahwa bibit-bibit unggul dari sekolah ini yang sudah lulus benar-

benar menjadi generasi yang cerdas intelektualnya yang dilandasi tingkat emosional

dan spiritual yang tinggi.

       Dalam melaksanakan pembelajaran kelas unggulan Kepalas Sekolah

Menengah Pertama Negeri I Wanadadi merekrut pihak-pihak antara lain:

   1. Seorang wali kelas

   2. Seorang guru bimbingan dan penyuluhan.

   3. 15 guru mata pelajaran.

   4. Beberapa orang instruktur/pelatih/pembimbing ekstrakurikuler.

   5. 2 orang laboran.

   6. 2 orang pustakawan

   7. 49 orang siswa yang lulus seleksi

   8. 49 orang tua siswa penyandang dana tetap selama pelaksanaan kelas

       unggulan.

       Mengenai ragam dan kegiatan waktu pembelajaran dikelas unggulan ini

semula memang memberatkan siswa dan guru dengan adanya tambahan jam

pelajaran. Setelah berjalan dua semester dan sampai saat ini sudah terbiasa. Keluhan-

keluhan dan kendala menegenai ragam dan waktu pembelajaran sudah dapat teratasi.

       Pada siswa tidak merasa kehilangan waktu bermain dan beristirahat karena

seluruh kegiatan sudah didesain pihak sekolah sebagaimana jadwal yang telah

disusun. Dari pihak sekolah yang sudah diberi petunjuk dinas pendidikan

mengadakan kompromi dengan orang tua wali murid kelas unggulan, siswa kelas
unggulan, guru kelas unggulan, dan semua tenaga pembina, pelatih maupun instruktur

lainya dimana dalam pelaksanan kegiatan pembelajaran harus berdasarkan pedoman

atau jadwal yang telah ditetapkan. Dalam pelaksanaan kelas unggulan        jadwal

pelajaran tidak sama dengan kelas reguler untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada

lampiran jadwal pelajaran umum kelas II B dan jadwal pelajaran khusus kelas

unggulan.

       Pelaksanaan pembelajaran kelas unggulan di Sekolah Menengah Pertama

Negeri I Wanadadi ini sejak mulai persiapan, pelaksanaan, dan supervisi namun

belum sesuai dengan harapan. Fakta empiris dilapangan membuktikan supervisi kelas

unggulan baik administrasi maupun proses pembelajaran cukup rumit

       Tidak seperti supervisor yang dilaksanakan kepala sekolah untuk pelaksanaan

kelas unggulan. Selain menanyakan permasalahan yang menjadi hambatan dalam

melaksanakan kelas unggulan kepala sekolah harus mengontrol administrasi dan

melihat proses pembelajaran apakah guru kelas unggulan sudah melaksanakan sesuai

dengan program yang digariskan.



2. Pendapat Wali Kelas Dan Guru Mata Pelajaran Tentang Pelaksanaan

  Kelas Unggulan di Sekolah Menengah Pertama Negeri I Wanadadi

        Sesuai dengan hasil wawancara dan hasil pengamatan peneliti bahwa tidak

seluruhnya pelaksanaan pembelajaran kelas unggulan memberatkan tugas guru,

namun seorang guru kelas unggulan memiliki kepuasan tersendiri dalam menangani

pelaksanan kelas unggulan. Siswa-siswa unggul tersebut jika dijadikan satu dan

dikelompokan dengan teman yang selevelnya yang hampir sama tingkat kecerdasanya

akan mudah diawasi, dibimbing maupun dibina. Dengan demikian guru akan mudah
mengorganisasi dalam proses pembelajaran. Apabila dikumpulkan dengan latar

belakang siswa yang berbeda tingkat kecerdasanya mereka cenderung mengganggu

teman yang lain dan selalu berulah.

       Untuk mengusahakan pembelajaran di kelas unggulan, seorang guru

hendaknya berusaha:

1. Menguasai landasan kependidikan, menguasai bahan pelajaran, menyususn dan

   melaksanakan program pembelajaran, menilai hasil dan proses pembelajaran yang

   dilaksanakan.

2. Wali kelas dan guru berperan sebagai pengelola kelas disamping sebagai

   administrator, mediator, fasilitator dan evaluator.

3. Peran guru selain sebagai administrator dan motivator secara pribadi juga sebagai

   petugas sosial, sebagai ilmuwan, orang tua, teladan dan keamanan bagi siswanya.

4. Peran guru secara psikologis juga tidak luput sebagai profesi yang mendidik,

   mengajar dan melatih. Tugas guru secara kemanusiaan dan kemasyarakatan. Guru

   kelas unggulan juga mempersiapkan siswa sebagai bibit unggul, warga negara

   Indonesia yang cerdas dan bermoral Pancasila.

       Wali kelas unggulan yang sekaligus mengajar Fisika menyampaikan bahwa

keunggulan sekolah itu dapat dilihat dari proses pembelajaranya yang membuat siswa

nikmat, nyaman dan aman dalam belajar.

       Untuk mengelola pembelajaran dikelas ungulan dibutuhkan guru-guru

profesional yang berprestasi. Maka sudah sewajarnya bahwa semua guru kelas

unggulan ini adalah guru-guru pilihan dari SMP Negeri I Wanadadi. Guru-guru

profesional yang ditempatkan di kelas unggulan dalam melaksanakan pembelajaran
kelas unggulan tidak banyak kesulitan. Guru kelas unggulan memiliki banyak

kelebihan yang menonjol karena kecerdasan dan prestasinya, sehingga guru kelas

unggulan dalam melaksanakan pembelajaran sudah menguasai materi secara

profesional. Proses pembelajarana yang unggul banyak menggunakan metode,

strategi dan pendekatan yang variatif. Kreatifitas dan aktivitas guru kelas unggulan

sangat diperlukan untuk mengelola pembelajaran dengan beberapa model-model

diterapkan pula pada pelaksanaan pembelajaran di kelas unggulan. Para siswa kelas

unggulan juga banyak diberikan kesempatan belajar diluar ruang kelas.

       Kemampuan para guru yang mendukung suksesnya pembelajaran dikelas

unngulan sangat menentukan proses dan hasil. Kemampuan pribadi yang meliputi

pengembangtan pribadi, keteladanan dan perbuatan yang terpuji, tidak kalah

pentingnya dalam membina, membimbing dan mendidik serta melatih para siswa

yang berbakat unggul.

       Kemampuan profesional yang dimilki seorang guru kelas unggulan dalam

menguasai landasan pendidikan, menguasai materi/bahan pelajaran, menyususn dan

melaksanakan program pengajaran dengan kurikulum plus yang selalu diikuti

penilaiam hasil dan penilaian selama proses pembelajaran.

       Baik wali kelas dan guru mata pelajaran yang mendapatkan tugas untuk

mendukung pelaksanaan pembelajaran, seorang guru hendaknya memiliki indikator

sebagai berikut:

   1. Memiliki kesadara akan tugas yang dipercayakan oleh cabang Dinas

       Pendidikan Kecamatan Wanadadi sebagai suatu tugas kehormatan dan mulia

       tanpa imbalan atau tambahan-tambahan kesejahteraan khusus.
   2. Tidak pernah menuntut pemerintah daerah mendapatkan fasilitas lain untuk

       meningkatkan karier maupun tidak pernah mengajukan uang tunjangan

       kelebihan mengajar meskipun ada tambahan jam mengajar.

   3. Rasa cinta pekerjaan dan semangat perjuangan serta semangat pengabdian

       yang dilandasi untuk menjadi guru prosfesional, karena bekerja dikelas

       unggulan merupakan salah satu tugas mulia.

   4. Usaha dan kerja keras para guru kelas unggulan dalam menguasai komponen

       pembelajaran yang unggul melalui pemikiran kreatif dan inisiatif yang

       dikembangkan oleh para guru melalui pelatihan secara swadana dan swadaya

       demi kemajuan dan penonjolan kelas unggulan.

       Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan tidak sembarang guru dapat

dijinkan mengajar dikelas unggulan. Dedikasi, kemampuan kecerdasan, kemampuan

profesional, kesabaran, dan keuletan sangat dibutuhkan. Semua guru kelas unggulan

tidak ada yang merasa paling pandai dan hebat dalam mengajar. Mereka justru

bekerjasama dan saling mendiskusikan untuk menciptakan pembelajaran unggul

dikelas unggulan.

       Lebih-lebih pada mereka yang gifted dan talented yang suka berulah diluar

batas saat proses pembelajaran berlangsung, maka gurupun harus mampu menangani

dengan bekerja sama antara wali kelas dan guru BP. Dengan guru BP hendaknya

ditangani secara kekeluargaan, pribadi atau secara kelompok. Wali kelas melakukan

pendekatan secara manusiawi. Kadang-kadang siswa kelas unggulan memerlukan

pendekatan bahwa guru dapat dijadikan teman sendiri yang bisa mengarahkan kehal-
hal yang positif agar wataknya, emosi, sosial, dan pola-pola belajarnya dapat

seimbang dan berkembang sebagaimana mestinya.

       Sebagai wali kelas dan sekaligus guru fisika di kelas unggulan pada awal

dilaksanakan kelas unggulan rasanya agak berat, namun setelah adaptasi dan terbiasa

dengan lingkungan dan kondisi siswa suasana menjadi biasa. Semua guru sudah hafal

kapan harus mengatasi dengan serius, dengan humoris, dan saat yang bagaimana

harus memberikan kasih sayang dalam melayani siswa berbakat unggul dengan tegas

dan keras.

       Sedangkan dalam menghadapi para siswa kelas unggulan yang cenderung

hiperaktif, kritis dan kreatif maka guru kelas unggulan hendaknya bersikap terbuka,

obyektif dan sportif. Namun masih dalam koridor tata krama dan sopan santun

ketimuran.

       Berdasarkan hasil wawancara dengan guru kelas unggulan yang dapat dilihat

pada lampiran, mereka mengemukakan:

   1. Jika ingin dihargai guru kelas unggulan tidak boleh merasa paling hebat dan

       mau   menang    sendiri.   Namun    demikian   prinsip-prinsip   memberikan

       penghargaan kepada siswa yang berprestasi dan hukuman bagi siswa yang

       mendapat sangsi harus tetap diterapkan.

   2. Apabila ada siswa yang mengetahui tentang sesuatu hal lebih dahulu karena

       pengalaman diluar sekolah, maka guru harus menerima secara wajar dan

       mendiskusikan bersam-sama. Jadi dapat diciptakan suasana kelas yang hidup

       dan menyenangkan.
       Hal-hal lain yang menunjang sebagai guru kelas unggulan di Sekolah

Menengah Pertama Negeri I Wanadadi ini diantaranya:

   1. Menerima dan melaksanakan tugas sesuai dengan petunjuk dari sekolah.

   2. Selalu berusaha untuk memperluas dan menambah pengetahuan untuk

       meningkatkan kualitas pendidikan pribadi melalui teknologi pembelajaran

       (seminar, loka karya, penataran dan lain-lain)

   3. Memacu diri untuk meningkatkan semangat belajar.

   4. Tetap komitmen dan konsisten terhadap tugas mengajar dikelas unggulan.

   5. Sebagai guru yang profesional dengan banyak hambatan dalam mengajar

       dikelas unggulan adalah sebagai tugas mulia, tugas kehormatan dan

       kepercayaan yang tinggi dari masyarakat dan lingkungan pendidikan

       setempat.

   6. Tugas berat sebagai guru kelas unggulan meskipun tanpa imbalan

       kesejahteraan   yang    sifatnya   tidak   menguntungkan   keluarga,   tidak

       menguntungkan pribadi dan tidak menguntungkan karier mereka akan tetap

       menjalankan tugas sebagai guru kelas unggulan, karena secara pribadi seorang

       guru kelas unggulan memiliki kepuasan tersendiri.

   7. Harus berani mengorbankan waktu, tenaga, pikiran serta pengabdian dan

       perjuangan dalam mengelola kelas unggulan untuk dapat terus dilanjutkan dan

       dikembangkan.

       Wali kelas unggulan yang sekaligus guru mata pelajaran dalam melayani

siswa yang unggul dan berbakat itu tidak mendapatkan banyak kesulitan. Mereka

sangat mudah dikondisikan untuk belajar secar aktif, kreatif dan proaktif. Asalakan
pengawasan, bimbingan petunjuk dan contoh-contoh kongkrit juga keteladanan dapat

diberikan. Kondisi siswa yang berbakat unggul meman sangat tepat kalau

disendirikan, agar mereka tercukupi kebutuhan belajarnya. Beban studinya

disesuaikan dengan kapasitas mereka, tanpa mengganggu irama dan tempo belajar

teman yang lain.

       Tepatlah kiranya wali kelas dan guru yang mengajar di kelas ungulan adalah

guru-guru pilihan, profesional, guru yang memiliki latar pendidikan tinggi, yang

diikuti indikator keimanan, mental, spiritual dan emosional yang kuat. Para guru kelas

unggulan juga merupakan guru yang handal, tanggap, tangguh, berprestasi,

berdedikasi, loyalitas kepada tugas, memiliki rasa humor tinggi, sabar, lembut untuk

mendukung proses pembelajaran unggul seoptimal mungkin.

       Berdasarkan hasil pengamatan dan wawancara pada waktu pembelajaran

dikelas IIA SMP Negeri I Wanadadi dalam beberapa kali pertemuan selama dua

bulan khususnya pada pelajaran matematika, bahasa inggris, fisika dan kegitan ekstra

kurikuler peneliti menyimpulkan beberapa ciri-ciri khusus yang menonjol pada

pelaksanaan pembelajaran unggul yang tidak dilaksanakan pada pemebelajaran

konvensional sebagai berikut:

   1. Pada pelaksanaan pembelajaran materi yang disajikan tetap berorientasi pada

       kurikulum Nasional dan saat ini masih digunakan kurikulum 1994 dengan

       disempurnakan dan ditambahkan kurikulum plus dengan tambahan jam

       pelajaran.
2. Dalam pengelolaan pembelajaran dengan disiplin ketat, kualitas waktu

   akademik tinggi, tidak memperpanjang waktu istirahat maupun waktu

   memulai aktivitas pembelajaran dan juga tidak memajukan jam pulang.

3. Pembelajaran sangatlah variatif tidak hanya terpaku pada ruang kelas. Pada

   jadwal muatan lokal digunakan laboratorium bahasa, dan sering juga belajar

   diluar kelas untuk pelajaran biologi, ekonomi dan yang lainya.

4. Pada waktu siswa mengadakan pengamatan instrumen sudah disediakan

   sekolah. Seperti alat-alat peraga IPA, alat praktek bahasa Inggris dan semua

   alat perlengkapan maupun sarana/prasarana yang menunjang aktivitas

   pembelajaran sudah disediakan, walaupun dari segi jumlah dan kualitas masih

   ada yang kurang memadai.

5. Guru kelas menggunakan media pembelajaran, baik yang sederhana hasil

   karya siswa sampai yang modern atau media elektronik.

6. Karakteristik siswa yang berbeda-beda ada yang lamban dan cepat dalam

   mengikuti dan menyerap materi pelajaran. kadang-kadang ada juga yang lebih

   dulu tahu dan guru tinggal mengembangkan.

7. Selesai menyampaikan materi guru kelas melaksanakan evaluasi, kadang-

   kadang juga dilakukan program pengayaan. Penerapan pendekatan aktif,

   kreatif melalui tugas-tugas mandiri yang harus diselesaikan secara mandiri.

8. Beberapa jenis penilaian dilaksnakan pada proses dan akhir pembelajaran

   untuk setiap sub pokok bahasan/satu pokok bahasan atau tema. Jenis penilaian

   disesuaikan dengan program evaluasi, ada tes tulis, tes lisan dan tes perbuatan.

   Melalui non tes seperti pemberian tugas dan kumpulan hasil kerja siswa.
   9. Pengelolaan pembelajaran menggunakan sistem guru mata pelajaran yang

       sesuai dengan keahlian dan latar belakang pendidikan pengajar.

       Seperti penuturan wali kelas dan guru kelas unggulan dalam melaksanakan

pembelajaran tidak hanya menitik beratkan pada kegiatan akademik saja. Kegiatan

ekstra kurikuler untuk menyalurkan bakat, minat dan kemampuan senantiasa harus

dimonitoring dengan pembagian jadwal kegiatan yang sudah diatur oleh sekolah

melalui bagian kurikulum.

       Wali kelas dan guru BP mengarahkan dan membimbing siswa untuk memilih

program ekstra kurikuler disesuaikan dengan bakat, kemampuan, kemauan dan

keterampilan yang dimiliki masing-masing siswa kelas unggulan. Merekapun banyak

memberi masukan agar siswa tidak salah dalam memilih salah satu bidang yang

diminati.

       Pada akhir materi pembelajaran, akhir pokok bahasan dan akhir semester guru

kelas unggulan melaksanakan beberapa penilaian, baik tes tertulis, skala sikap

pengamatan, perbuatan maupun tes penjajagan dan tes diagnostik. Penilaian hasil

belajar siswa di kelas unggulan memiliki beberapa perbedaan dibanding dengan

pelaksanaan penilaian dikelas biasa. Baik yang terkait dengan lat penilaian, proses

penilaian, maupun tindak lanjut penilaian itu sendiri. Tersedia lembar kerja siswa

(LKS), lembar tugas dan instreumen penilaian untuk kelas unggulan yang memang

membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

       Aspek penilaian tidak hanya ditekankan pada ingatan, pemahaman, dan

penerapan namun pada analisis, evaluasi dan sintesis baik segi kognitif, afektif,
psikomotorik dan interaktif. Mengenai soal-soal yang diterapkan untuk kegiatan

evaluasi bagi siswa kelas unggulan adalah:

   1. Alat penilaian siswa kelas unggulan lebih mengutamakan tes uraian dengan

       tingkat kesukaran yang tinggi. Baik dalam ulangan harian, tugas, pekerjaan

       rumah, dan soal-soal ulangan umum.

   2. Pada setiap mata pelajaran hasil penilaian akhir distandarkan untuk mencapai

       nilai 7.

   3. Semua siswa kelas unggulan akan naik kelas semua kecuali mereka yang

       mengundurkan diri atas permintaan sendiri. Tidak dilakukan eliminasi karena

       ada kesulitan dan perbedaan materi antara kelas unggulan dengan kelas biasa.

       Bagi mereka yang tertinggal diwajibkan mengikuti tambahan jam pelajaran

       dan disarankan mengikuti les privat.

   4. Tes skala sikap untuk mengetahui kejujuran, kepribadian, kerapian, kerajinan,

       serta kepatuhan tata tertib juga ada perhatian dan penilaian khusus dari guru

       BP. Agar mereka tidak hanya menjadi manusia cerdas yang berprestasi namun

       juga memiliki budi pekerti dan moral yang terpuji.

       Agar siswa kelas unggulan mencapai prestasi puncak yang maksimal

diperlukan keterampilan-keterampilan guru dalam mengelola kelas. Guru kelas

unggulan hendaknya dalam mengajar mampu menerapkan dan memelihara kondisi

belajar siswa yang optimal serta mengembalikan kondisi belajar jika terjadi gangguan

dalam kelas.

       Guru kelas unggulan hendaknya mampu menciptakan dan memelihara kondisi

belajar baik secara individu maupun kelompok melalui cara:
   1. Menunjukan sikap tanggap, membagi perhatian secar visual, verbal atau

       memberi komentar terhadap semua balikan dari siswa, agar proses interaksi

       terasa lebih hidup.

   2. Memusatkan perhatian kelompok terhadap tugas dengan memberi petunjuk

       yang jelas.

   3. Menegur dengan cara yang efektif dengan menghindari cara yang kasar,

       menyakitkan atau penghinaan.

   4. Memberi penguatan terhadap tingkah laku siswa yang positif agar terulang

       lagi, dan yang negatif agar ditinggalkan.



3. Pendapat Guru Matematika Kelas Unggulan

       Dengan pelaksanaan pembelajaran kelas unggulan yang sudah memasuki

semester yang ketiga, ternyata untuk mata pelajaran matematika masih menghadapi

banyak kendala. Hal itu dapat dilihat dari nilai matematika kelas IIA untuk semester I

yang rata-ratanya masih dibawah standar yang diharapkan sekolah. Nilai tersebut

hanya mencapai rata-rata 62,4. untuk lebih jelasnya nilai matematika tersebut dapat

dilihat pada lampiran.

       Berdasarkan hasil wawancara dengan guru matematika di kelas unggulan

mangatakan bahwa anak-anak yang nilainya masih belum memenuhi standar siswa

kelas unggulan, dikarenakan mereka mengalami kendala dalam belajar matematika.

Masih juga ditemui ada beberapa anak yang memang belum                     menguasai

matematika/hitungan dasar yang seharusnya mereka kuasai dari Sekolah Dasar.

Anak-anak yang demikian akan kesulitan dan tertinggal dalam mengikuti
pembelajaran matematika, dan pada akhirnya mereka harus puas dengan nilai yang

cukup saja.

       Oleh karena itu beliau menyarankan untuk mengenalkan matematika sedini

mungkin pada anak-anak. Waktu yang tepat untuk mengenalkan matematika disaat

anak-anak sudah mulai kenal dengan angka-angka dan hitungan, disaat itulah mulai

diperkenalkan hitungan sederhana. Dengan cara seperti inilah memungkinkan anak

memiliki dasar matematika yang baik dan dapat dikembangkan ditingkat selanjutnya.

       Melihat pada kemampuan anak berbakat sudah seharusnya dikembangkan

matematika yang menantang dan banyak mengajarkan uji coba matematika agar dapat

diimplememtasikan dalam kehidupan sehari-hari. Guru matematika berpendapat

bahwa pelajaran matematika itu sebenarnya mudah dipahami, menarik dan

menantang untuk terus dipelajari. Apalagi melihat kemampuan anak-anak kelas

unggulan yang memiliki kecerdasan intelektual.

       Dalam pelayanan pendidikan anak kelas unggulan diberi keleluasaan untuk

belajar sesuai dengan bakat dan kemampuan mereka. Guru menjadi fasilitator dan

mediator untuk mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan. Keberhasilan semua itu

tidak terlepas dari tugas dan peran guru dalam proses pembelajaran yang meliputi tiga

tahap, yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan dan penilaian.

       Sebelum proses pembelajaran kegiatan rutin guru adalah menyusun program

tahunan, program semesteran, satuan pelajaran dan perencanan program mengajar.

Sama halnya yang dilakukan guru matematika. Untuk kelas unggulan perencanana

pembelajaran tetap mengacu pada tujuan kurikulum yang akan dicapai. Untuk
pengembangan dan perluasan materi dilakukan atas inisiatif guru itu sendiri asalkan

tidak terlepas dari tujuan instruksional yang akan dicapai.

       Dalam tahap pembelajaran matematika untuk kelas unggulan lebih guru lebih

sering mencari balikan-balikan dari siswa dengan mengkondisikan belajar aktif,

kreatif dan proaktif. Setiap proses pembelajaran matematika guru akan memberikan

pertanyaan-pertanyaan lisan, tugas-tugas disekolah dan tugas rumah, serta ulangan

setiap selesai satu pokok bahasan. Dari sinilah guru akan mengevaluasi proses

pembelajaran untuk menentukan hasil belajar. Fenomena yang sering ditemui guru

matematika ada sejumlah siswa yang mengalami kendala geografis, mereka

rumahnya jauh dari teman yang lain sehingga tidak bisa belajar kelompok. Akibatnya

sering menjiplak tugas/pekerjaan rumah dari teman lainya. Hal ini sangat

disayangkan karena siswa tersebut hanya membodohi dirinya sendiri. Siswa yang

seperti ini akan terlihat jelas dari hasil ulangan harian dibandingkan dengan ulangan

semesteran yang berbeda jauh. Biasanya untuk ulangan harian nilainya lebih bagus

dari pada nilai semesteran.

       Berdasarkan pengalamanya beliau sebagai guru matematika ternyata

ketakutan siswa dalam mengikuti pelajaran matematika menyebabkan mereka

kehilangan rasa percaya diri. Sangat berbeda sekali ketika melihat kondisi anak-anak

kelas unggulan yang lebih matang secara emosional dan mentalnya, mereka bersaing

untuk mencapai kompetensi pelajaran. Matematika sendiri untuk kompetensi

pelajaran yang harus dicapai di kelas II, diantaranya bilangan, geometri dan

pengukuran, peluang dan statistika, serta aljabar. Dengan bimbingan guru para siswa

diarahkan untuk mencapai kompetensi tersebut.
       Untuk mendukung pembelajaran matematika di kelas unggulan buku menjadi

sumber yang sangat penting. Tersedianay buku dengan jumlah dan kualitas yanmg

memadai akan sangan membantu proses pembelajaran. Untuk buku pegangan guru

diberikan dari sekolah atas pertimbangan dan disesuaikan dengan MGMP Dinas

Pendidikan setempat. Untuk memperbanyak referensi guru mencari keberbagai

sumber, terlebih buku matematika yang tepat digunakan untuk anak berbakat adalah

buku yang banyak menyediakan uji coba matematika. Dengan buku tersebut anak

berbakat dapat mengembangkan ranah afektif, kognitif, psikomotorik dan interaktif.

Menurut penuturan guru matematika siswa-siswa kelas unggulan hanya dibekali buku

paket dari sekolah dan LKS, hanya sebagian kecil saja yang bisa memiliki buku

matematika seperti yang diharapkan guru. Padahal buku-buku tersebut sangat penting

untuk menunjang proses pembelajaran.



4. Pendapat Siswa Kelas Unggulan

       Berdasarkan hasil wawancara yang kami peroleh dari 8 siswa yang mewakili

untuk diwawancarai di kelas unggulan dan dapat dilihat pada lampiran, penulis

rangkum dengan beberapa kesimpulan sebagai berikut:

   1. Para siswa merasa senang mendapat teman yang selevel sehingga belajarpun

       lebih menyenangkan dan pergaulanya menjadi lebih akrab.

   2. Dengan lulus diterimanya seleksi menjadi siswa kelas unggulan mereka

       merasa lebih semangat belajar dan merasa bangga menjadi siswa kelas

       unggulan
3. Rasa persaingan yang sehat dan hidup pada waktu diskusi tampak

   menyenangkan berbeda sekali waktu berada di kelas biasa kebanyakan dari

   mereka pasif.

4. Sebagai siswa kelas unggulan berusaha menyesuaikan diri dengan lingkungan.

   Banyak sekali pengalaman dan ilmu-ilmu baru yang didapatkan dikelas

   unggulan.

5. Fasilitas, sarana dan prasarana belajar, buku-buku paket dan buku penunjang

   serta alat peraga dan praktek sudah cukup mendukung proses pemebelajaran,

   walaupun masih ada yang kurang representatif, yaitu perpustakaan yang

   dalam proses renovasi.

6. Para guru yang mengajar dikelas unggulan jumlahnya disesuaikan dengan

   mata pelajaran masing-masing. Bapak dan ibu guru menggunakan metode dan

   media yang bervariasi untuk memperjelas pembelajaran. Dengan keramah

   tamahan dan rasa humor membuat kami merasa dekat dengan pengajar.

7. Keistimewaan yang lain belajar tidak hanya dilakukan diruang kelas, sering

   juga dilakukan diluar kelas. Kadang-kadang dilaboratorium, ruang kegiatan,

   dan dilingkngan luar sekolah.

8. Dengan adanya guru BP dikelas unggulan dapat membantu siswa dalam

   akademik, perkembangan kepribadian anak dan membantu mengatasi

   masalah-masalah yang dihadapi siswa dengan lingkunganya.

9. Siswa kelas unggulan dapat mengembangkan bakat, minat, dan kemampuan,

   mereka melalui program ekstra kurikuler yang banyak sekali pilihanya.
      10. Pembelajaran di kelas unggulan cukup menyenagkan, tetapi tidak sedikit

          siswa yang kurang menyenangi pelajaran matematika. Mereka beralasan

          matematika sulit untuk dipahami, rumus-rumusnya terlalu banyak dan ada

          juga yang merasa ketakutan saat mengikuti pelajaran matematika.

      11. Siswa kelas unggulan mengakui bahwa matematika sangat berguna dalam

          kehidupan sehari-hari, dan menjadikan matematika sebagai pemecah masalah

          dalam dunia nyata.

      12. Siswa kelas unggulan belum dapat memanfaatkan teknologi komputer untuk

          pembelajaran matematika, padahal komputer dapat memfasilitasi dalam

          pemecahan masalah secara bebas dan membantu konseptualisasi.

      13. Siswa kelas unggulan sudah menguasai kemahiran matematika seperti

          menghitung, menggunakan notasi dan simbol matematika, menggunakan

          model matematika dan meyakini matematika berguna untuk kehidupan.




E. Faktor-Faktor yang Mendukung Pelaksanaan Pembelajaran Matematika Pada

   Kelas Unggulan di SMP Negeri I Wanadadi

          Semua tugas dan tanggungjawab guru kelas unggulan dalam mengelola

   pembelajaran dilaksanakan sesuai dengan landasan-landasan pendidikan, petunjuk

   teknis, dan petunjuk pelaksanaan serta kurikulum plus yang diberlakukan.

   Pelaksanaan kelas unggulan selama ini ada beberapa hal yang mendukung dan

   menghambat pelaksanan pembelajaran tersebut.

          Berdasarkan hasil pengamatan dan wawancara dengan kepala sekolah, wali

   kelas, beberapa guru mata pelajaran dan beberapa siswa kelas unggulan, penulis dapat
merangkum hal-hal yang dapat mendukung pelaksanaan pembelajaran matematika

dikelas unggulan sebagai berikut:

   1. Adanya anak berbakat dengan potensi unggul sudah selayaknya mendapatkan

        pelayanan pendidikan yang memadai.

   2. Memahami pentingnya matematika untuk kehidupan dan menjadikan

        matematika sebagai pemecah masalah.

   3. Adanya kesadaran orang tua terhadap anaknya          yang merasa ketinggalan

        pelajaran matematika dikelas unggulan dengan inisiatif mengikutkan pada les

        privat.

   4. Bagi guru matematika memiliki motivasi kuat untuk terus mengembangkan

        anak berbakat seoptimal mungkin.

   5. Guru matematika mendesain pelajaran matematika dengan metode yang

        bervariasi agar siswa tetap dapat menikmati proses pembelajaran matematika.

   6.   Dalam menghadapi siswa yang mengalami kesulitan belajar matematika, guru

        berusaha memecahkan dengan pendekatan secara individual.

   7. Anak-anak kelas unggulan mudah diarahkan, pemikiran mereka lebih matang

        baik secara akademik maupun emosional.

   8. Adanya dukungan moral dan material dari Dinas Pendidikan setempat untuk

        melaksanakan kelas unggulan sebagai program unggulan.

   9. Adanya kelas unggulan sebagai sarana sekolah untuk mendapatkan

        kredibilitas dilingkungan setempat, baik lingkup pendidikan atau masyarakat.

   10. Adanya usaha dari pihak sekolah untuk mengusahakan sarana dan

        kelengkapan belajar seperti buku-buku, alat perlengkapan sekolah, lembar

        kerja siswa, dan perlengkapan praktek.
F. Kendala-kendala Yang Dihadapi Dalam Pelaksanaan Pembelajaran Matematika

   Pada kelas Unggulan di SMP Negeri I Wanadadi

          Sedangkan hal-hal yang menghambat pelaksanaan pembelajaran matematika

   pada kelas unggulan di Sekolah Menengah Pertama Negeri I Wanadadi, yang telah

   penulis rangkum sebagai berikut:

      1. Siswa banyak yang kurang tepat waktu dalam menyelesaikan tugas-tugas dari

          guru matematika baik secara individual maupun kelompok.

      2. Kurang obyektivitas dan sportivitas siswa dalam menyelesaikan tugas

          matematika disekolah dan pekerjaan rumah, masih dikembangkan budaya

          mencontek/menjiplak milik teman.

      3. Masih ada beberapa anak yang kurang menguasai matematika dasar yang

          seharusnya diperoleh di SD, menyebabkan mereka kesulitan dalam mengikuti

          pelajaran di SMP.

      4. Masih rendahnya motivasi siswa untuk belajar matematika.

      5. Ada beberapa siswa yang merasa takut dalam mengikuti pelajaran

          matematika, karena mereka beranggapan matematika memiliki tingkat

          kesukaran yang tinggi dibanding pelajaran yang lain.

      6. Adanya kendala komunikasi dan geografis yang menyebabkan mereka tidak

          ada kesempatan untuk belajar bersama.

      7. Kurangnya buku-buku yang menunjang pembelajaran matematika, seperti

          buku yang banyak menuliskan uji coba matematika.

      8. Belum dimanfaatkanya teknologi komputer untuk belajar matematika.

      9. Biaya pengelolaan pembelajaran kelas unggulan yang mahal.
        10. Tidak ada fasilitas prioritas dalam pelatihan atau penataran-penataran yang

           diikuti guru kelas unggulan, khusunya guru matematika karena pada

           kenyataanya mereka berusaha otodidak untuk meningkatkan mutu mengajar

           mereka.

        11. Pelaksanaan kelas unggulan di Sekolah Menengah Pertama Negeri I

           Wanadadi terlalu cepat dari yang direncanakan, sehingga antara perencanaan

           dan program sering tidak sinkron.

        12. Masih rendahnya kesadaran masyarakat sekitar dengan proses pembelajaran

           unggul di kelas unggulan.



G. Deskripsi Hasil Analisis Data

           Dalam deskripsi analisis data akan dikemukakan tentang dua hal yang

   meliputi: (1) penyajian pola, tema, kecebderungan, dan motivasi yang muncul dari

   data dan (2) penyajian katagori, sistem klasifikasi dan tipologi.

   1. Penyajian pola, tema, kecenderungan dan motivasi yang muncul

               Proses analisis data akan meliputi tahap reduksi data, tahap proses satuan,

   tahap katagorisasi, tahap pemeriksaan keabsahan data dan tahap penafsiran data. Pada

   bagian pola, tema, kecenderungan maupun motivasi yang muncul dari data ini akan

   dikemukakan tentang reduksi data dan pemrosesan satuan.

   a.   Reduksi Data

           Tahap reduksi data dilakukan peneliti dengan membuat abstarksi atau

   angkuman yang inti dari pernyataan-pernyataan yang menggambarkan tentang

   pelaksanaan pembalajaran matematika pada kelas unggulan di Sekolah Menengah
Pertama Negeri I Wanadadi. Dan hasil wawancara yang penulis lakukan terhadap

kepala sekolah dan wali kelas II sebagai informan utama dan penanggung jawab

pelaksanaan pembelajaran kelas unggulan. Perolehan gambaran secara keseluruhan

tentang pelaksanan pembelajaran unggul, tentang keadaan siswa, latar belakang serta

tujuan-tujuan yang akan dicapai.

b. Pemrosesan satuan( Unityzing)

         Untuk lebih mempertegas dan memperjelas data yang penulis peroleh

berdasarkan wawancara dari kepala sekolah, wali kelas, guru matematika, guru mata

pelajaran yang lain dan siswa-siswa kelas unggulan itu sendiri maka dikemukakan

satuan-satuan dalam melaksanakan pembelajaran kelas unggulan.



                                     Gambar 4

                             Peran Kepala Sekolah

                                       Tentang

                  Pelaksanaan Pembelajaran Kelas Unggulan

                       Didukung Oleh Beberapa Komponen



    Guru                                     kurikulum     kurikulum       Pembelaja
               sarana/       Sumber                      berdiferensiasi
 profesional                                    plus                       ran unggul
               fasilitas     belajar




                                                                              Kualitas proses
                                                                                    dan
                                   49 siswa yang         tujuan                kualitas hasil
                                      direkrut
2. Penyajian kategori, sistem klarifikasi, dan tipologi

            Metode yang digunakan dalam penyajian kategori dadasarkan atas hasil

observasi dan wawancara yang dilaksanakan peneliti. Adapun langkah-langkah dalam

penelitian ini adalah: (a) mengumpilkan seluruh data penelitian dengan observasi dan

wawancara (b) memilih data-data yang penting yang mendukung permasalahan (c)

tindak lanjut pengumpulan data lagi (d) perluasan dan penyempitan terhadap hasil

penelitian. Seluruh data yang telah diperoleh dikategorikan menjadi data pokok dan

data penunjang. Yang dimaksud data pokok adalah data tentang pelaksanaaan

pembelajaran matematika di kelas unggulan yang disampaikan oleh kepala sekolah

dan guru matematika. Sedangkan data penunjang adalah data yang diperoleh dari wali

kelas, guru mata pelajaran, dan siswa-siswa kelas unggulan.

3.   Penafsiran dan penjelasan hipotesis kerja yang kaitanya antara kategori dan

     dimensi antara konsep dengan konsep.

          Hipotesis   kerja   yang    dimaksud    adalah   pelaksanaan   pembelajaran

matematika dikelas unggulan di Sekolah Menengah Pertam Negeri I Wanadadi dalam

rangka melayani siswa yang berbakat unggul dengan penerapan kurikulum

berdiferensiasi. Kaitanya dengan para siswa yang berbakat unggul dengan memiliki

prestasi yang bagus serta cerdas hendaknya diberikan pelayanan khusus/kelas khusus

untuk mengembangkan potensi siswa. Karena perhatian dan pelayanan khusus hanya

dapat diterapkan dengan kurikulum plus yang mengacu pada kurikulum

berdiferensiasi. Dengan demikian diharapkan akan mendapatkan hasil yang maksimal

sehingga dapat ditindak lanjuti dengan program percepatan belajar.
            Tentang persoalan yang dihadapi          dalam pelaksanan      pembelajaran

   matematika dikelas unggulan sangat beragam anatara lain kebutuhan biaya untuk

   pengadaan fasilitas belajar, buku-buku penunjang dan sarana belajar yang lain.



H. Deskripsi Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data

            Seluruh data yang kami peroleh selama penelitian tentang pelaksanan

   pembelajaran matematika di kelas unggulan tahun 2005 ini sangat diperlukan untuk

   pemeriksaan keabsahan data. Sebagaimana telah diuraikan didepan bahwa dalam

   pemerikasan keabsahan data ada beberapa teknik yang digunakan yaitu triangulasi,

   pengecekan dengan anggota, penggunaan referensi, dan keikutsertaan dilapangan.

            Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pemeriksaan keabsahan data

   dengan teknik: (1) keikutsertaan dilapangan dalam waktu yang panjang (2) tiangulasi

   (3) penegecekan anggota.

   1. Keikutsertaan dilapangan dalam rentang waktu yang panjang

            Dalam penelitian ini untuk menguji kepercayaan terhadapa data yang

   terkumpul dari informan utama maka peneliti ikut serta dilapangan. Penelitian

   dilakukan dari bulan Februari sampai dengan bulan Maret tahun 2005. Peneliti tidak

   dapat sewaktu-waktu dilayani informan mengingat aktifitas akademik, kualitas waktu

   akademik yang tinggi dengan disiplin ketat dan intensitas pembelajaran, maka sangat

   hati-hati agar tidak mengganggu aktifitas pembelajaran disekolah itu. Sewaktu-waktu

   peneliti datang ke sekolah untuk mengadakan pengujian dari hasil wawancara,

   kadang-kadang juga datang kerumah informan untuk menguji hasil wawancara.
Maksud dari keikutsertaan dilapangan untuk mengecek kebenaran data dari informan

utama maupun informan penunjang.

         Sebagai langkah untuk menguji kebenaran data secara akurat, maka peneliti

mengadakan pemotretan terhadap pelaksanaan pembelajaran dikelas unggulan dan

objek lain yang mendukung. Peneliti juga mengadakan pengamatan terhadap data

pelaksanaan pembelajaran sampai pada tahap evaluasi. Dokumentasi tersebut

dimaksudkan untuk menguji kebenaran antara hasil wawancara dan kenyataan

sebenarnya dilapangan.

2. Triangulasi

           Pemeriksaan keabsahan data yang telah dikumpulkan agar memperoleh

   kepercayaan dan kepastian data, peneliti melaksanakan pemeriksaan dan teknik

   dengan mencari informasi dengan sumber yang lain. Kegiatan pemeriksaan

   terhadap sumber lain ini peneliti lakukan terhadap wali kelas, guru-guru mata

   pelajaran, siswa dan karyawan lain yang mendukung pelaksanaan pembelajaran

   dikelas unggulan. Dengan beberapa informasi yang diperoleh peneliti dari mereka

   membenarkan penjelasan/penuturan yang diberikan kepala sekolah kepada

   peneliti, sehingga informasi yang diberikan kepala sekolah memiliki validitas dan

   tingkat kepercayaan yang tinggi.

3. Pengecekan anggota

           Pengecekan anggota yang dilakukan peneliti bertujuan menguji terhadap

   kepercayaan tentang data yang disampaikan informan utama. Pelaksanaan

   pengecekan anggota dilaksanakan secara informal. Dengan pengecekan anggota

   peneliti telah memperoleh kelengkapan data dan akurasi data tentang kegiatan
      pembelajaran matematika dikelas unggulan. Berdasarkan keterangan sejumlah

      responden peneliti mendapat kesimpulan bahwa pembelajaran dikelas unggulan

      dapat terus dilaksanakan, khususnya untuk pelajaran matematika perlu diperbaiki

      dan dikondisikan proses pembelajaranya menjadi lebih baik agar hasil yang

      diperoleh dapat sejajar dengan hasil-hasil mata pelajaran yang lain.




                                          BAB V

                             KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

   1. Pelaksanaan pembelajaran kelas unggulan mempunyai ciri khusus tentang

      keunggulan. Baik dari segi materi pembelajaran, kurikulum plus, ragam kegiatan

      pembelajaran, sistem penilaian, variasi kegiatan pembelajaran, tambahan waktu

      belajar, dan penggunaan multimedia untuk pembelajaran. Dalam pelaksanaan

      pembelajaran unggul mengenai strategi, metode mengajar, teknik dan pendekatan-

      pendekatan diterapkan untuk melayani siswa berbakat secara khusus.

   2. Pada tahap perencanaan pembelajaran matematika harus dibuat sesuai dengan

      tujuan instruksional dan tujuan kurikulum yang akan dicapai. Perencanaan di buat

      lebih teliti karena materi yang dikembangkan diperluas, diperkaya dan diperdalam

      sesuai dengan kebutuhan anak berbakat.

   3. Pada proses pembelajaran matematika sesering mungkin dicari balikan-balikan

      dari siswa agar diketahui sampai sejauh mana yang bisa diserap oleh siswa. Siswa

      dilatih untuk berpikir kretif dan kritis.
4. Pada tahap penilaian dilakukan pada proses dan akhir pembelajaran, bentuk soal

   lebih banyak uraian. Setiap saat diberikan tugas-tugas baik disekolah dan tugas

   rumah, agar siswa bisa belajar setiap saat.

5. Faktor-faktor yang mendukung pelaksanaan pembelajaran matematika pada kelas

   unggulan antara lain: a) adanya siswa berbakat unggul b) menyadari pentingnya

   matematika c) kesadaran orang tua untuk mengikutkan anak mereka les privat

   matematika d) motivasi guru matematika untuk mengembangkan potensi anak di

   kelas unggulan e) guru matematika mendesain pelajaran dengan metode yang

   bervariasi f) guru melakukan pendekatan secara individual dalam menangani

   siswa yang mengalami kesulitan belajar matematika g) siswa kelas unggulan

   mudah diarahkan dan pemikiran mereka lebih matang h) adanya dukungan moral

   dan material dari Dinas Pendidikan setempat untuk melaksanakan kelas unggulan

   sebagai program unggulan i) adanya kesadaran penuh dari guru untuk mensuport

   pelaksanaan kelas unggulan j) Kelas unggulan sebagai sarana sekolah untuk

   mendapatkan kredibilitas dilingkungan setempat, baik lingkup pendidikan atau

   masyarakat.

6. Kendala-kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan pembelajaran matematika pada

   kelas unggulan antara lain: a) siswa banyak yang kurang tepat waktu dalam

   menyelesaikan tugas-tugas matematika baik secara individual maupun kelompok

   b) kurang obyektivitas dan sportivitas siswa dalam menyelesaikan tugas

   matematika disekolah dan pekerjaan rumah, masih dikembangkan budaya

   mencontek/menjiplak milik teman c) Masih ada beberapa anak yang kurang

   menguasai matematika dasar yang seharusnya diperoleh di SD d) siswa merasa
      takut dalam mengikuti pelajaran matematika, karena mereka menganganggap

      matematika memiliki tingkat kesukaran yang tinggi e) Adanya kendala

      komunikasi dan geografis yang menyebabkan para siswa tidak ada kesempatan

      untuk belajar bersama f) Kurangnya buku-buku yang menunjang pembelajaran

      matematika, seperti buku yang banyak menuliskan uji coba matematika g) Belum

      dimanfaatkanya teknologi komputer untuk belajar matematika h) Biaya

      pengelolaan pembelajaran kelas unggulan yang mahal i) Tidak ada fasilitas

      prioritas dalam pelatihan atau penataran-penataran yang diikuti guru kelas

      unggulan khususnya guru matematika, karena pada kenyataanya mereka berusaha

      otodidak untuk meningkatkan mutu mengajar mereka j) Pelaksanaan kelas

      unggulan di SMP Negeri I Wanadadi terlalu cepat dari yang direncanakan,

      sehingga antara perencanaan dan program sering tidak sinkron.



B. Saran

   1. Pihak Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan Wanadadi hendaknya memberikan

      sumbangan dana melalui APBD untuk operasional kegiatan dan pelatihan bagi

      penyelenggara program kelas unggulan di Sekolah Menengah Pertama Negeri I

      Wanadadi.

   2. Pihak sekolah penyelenggara kelas unggulan hendaknya memberikan penghargaan

      bagi siswa yang kecerdasanya/prestasinya menonjol (rengking 1), untuk

      menambah semangat belajar dan mereka merasa dihargai.
3. Pihak sekolah memberikan penghargaan terhadap guru yang mengajar di kelas

   unggulan dengan memprioritaskan promosi jabatan untuk diperjuangkan terlebih

   dahulu.

4. Untuk mendukung kelancaraan pembelajaran matematika yang banyak dikeluhkan

   siswa, dari sekolah mengupayakan pengadaan buku yang relevan bagi anak

   berbakat.

5. Bagi guru matematika sebaiknya mengadakan pendekatan terhadap anak berbakat

   dengan diadakanya komposisi matematika yang menantang, agar matematika

   lebih populer dan lebih diperhatikan siswa.

6. Menfasilitasi siswa kelas unggulan dengan komputer ilmiah yang akan membantu

   siswa     dalam   memecahkan      masalah     secara   bebas   dan   membantu

   mengkonseptualisasikan matematika.

7. Jika terjadi permasalahan dengan siswa yang mengalami kesulitan belajar

   matematika, guru berusaha memecahkan dengan pendekatan secara individual.
                             DAFTAR PUSTAKA



Akbar, Reni. 2001. Kurikulum Berdiferensiasi. Jakarta: Gramedia.

Darsono, Max. 2000. Belajar dan Pembelajaran. Semarang: IKIP Semarang Press

Hudojo, Herman. 1988. Mengajar Belajar Matematika. Jakarta: Depdikbud.

Kurniati. 2003. Pelaksanaan Pembelajaran Kelas Unggulan di SDN Bintoro VIII Demak.

        Semarang.

Marzuki. 2001. Metodologi Riset. Yogyakarta: BPFE-UII

Moedjiono. 2002. Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Moleong, Lexy. 2002. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Munandar, Utami. 1982. Pemanduan Anak Berbakat (suatu studi penjajagan). Jakarta:

        CV Rajawali.

_________. 1985. Bunga Rampai Ank-Anak Berbakat Pembinaan dan pendidikanya.

        Jakarata: CV Rajawali.

Nugroho, et al. 2002. Pengembangan Model Kurikulum Berdiferensiasi Untuk Melayani

        Siswa Berbakat di Sekolah Unggul di Jawa Tengah Tahun 1998-2000.

        Semarang.

Rachman, Maman. 1999. Strategi Dan langkah-langkah Penelitian. Semarang: IKIP

        Semarang Press.

Semiawan, Conny. 1987. Memupuk Bakat dan Kreativitas siswa Sekolah Menengah

        (Petunjuk Bagi Guru dan Orang Tua). Jakarta: Gramedia.

_________. 1997. Perspektif Pendidikan Anak Berbakat. Jakarta: Gramedia.

Sriningsih, Retno. 2000. Landasan Kependidikan. Semarang: IKIP Semarang Press.
Suryadi, Suryabrata. 1992. Metodologi Penelitian. Jakarta: Rajawali.

Tim Penyusun. 2003. UU No.2 Th 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta:

         Depdiknas Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah.

________. 2003. Kompetensi Dasar Pelajaran Matematika SMP dan MTS. Jakarta: Pusat

         Kurikiulum Balitbang Depdiknas.

________.2004. BASIC (Matematika Untuk Kehidupan). Semarang: MJC.
                           LEMBAR OBSERVASI


NO FOKUS           INDIKASI              OBSERVASI
1  Lokasi          a. Letak sekolah      SMP Negeri I Wanadadi terletak
   penelitian                            dipusat kota Wanadadi, cukup
                                         strategis dan mudah dijangkau
                                         dengan transportasi.
                   b. Situasi sekolah    Cukup kondusif untuk pelaksanaan
                                         pembelajaran dengan pemantauan
                                         dari guru BP
2.   Sarana,       a. Ruang kelas        Tersedia 16 ruang kelas,satu ruang
     prasarana dan                       untuk satu kelas dengan jumlah
     fasilitas                           siswa rata-rata 48 anak.
     sekolah
                   b. Perpustakaan       Keadaan saat ini perpustakaan
                                         kurang mendukung dengan ruang
                                         yang begitu sempit, dan buku-buku
                                         yang jumlahnya sedikit. Untuk
                                         kedepanya sedang dibangun ruang
                                         perpustakan yang baru.
                   c.Laboratorium        Berada       diruang     pengawas,
                     IPA                 keadaanya masih layak. Kendalanya
                                         pada jumlah peralatan yang semakin
                                         berkurang karena sering rusak
                                         setelah digunakan.
                   d.Laboratorium        Cukup nyaman, tenang dan berada
                     bahasa              dilantai dua. Kondisinya masih baru
                                         dengan peralatan yang memadai,
                                         kendalanya baru tersedia 13 set
                                         meja untuk siswa.sudah digunakan
                                         VCD pembelajaran untuk pelajaran
                                         bahasa inggris.
                   e. Koperasi sekolah   Sudah ada dan dimanfaatkan dengan
                                         baik oleh sumua warga SMP N I
                                         Wanadadi, baik guru, karyawan dan
                                         para siswa.
                   f. Kantin sekolah     Atas ijin sekolah kantin dibagi dua
                                         tempat dan dikielola oleh 4 orang.
                                         Kantin berada dibagian belakang
                                         dengan menyediakan kebutuhan
                                         makanan dan jajan.
                   g. Tempat ibadah      Karena mayoritas warga muslim ada
                                         musola yang dibangun dilantai dua.
                                         Musola ini biasa digunakan untuk
                                         solat dan kegiatan keagamaan
3   Kelas       a.Perencanaan         Guru membuat program tahunan,
    unggulan      pembelajaran        program semester, program satuan
                                      pelajaran dan perencanan mengajar
                                      yang tidak terlepas dari kurikulum
                                      yang berlaku. Untuk saat ini KBK
                                      belum digunakan.
                b.Pelaksanaan         Pembelajaran dilaksanakan dengan
                  pembelajaran        inisiatif dan kreatifitas para
                                      pengajar, agar pembelajaran dikelas
                                      unggulan dapat menunjukan ciri
                                      keunggulannya.        Para      guru
                                      dipersiapkan dengan melihat pada
                                      profesionalisme kerja guru.
                c.Sesudah             Sesudah pembelajaran dilakukan
                  pembelajaran        evaluasi    baik     dalam    proses
                                      pembelajaran dan evaluasi pada
                                      akhir pembelajaran. Guru akan
                                      menilai pekerjaan siswa, membuat
                                      perencanaan      untuk    pertemuan
                                      berikutnya dan menilai kembali
                                      proses pembelajaran yang sudah
                                      berlangsung.

4   Kegiatan    a. Bidang olah raga   Diselenggarakan ekstra sepak bola,
    ekstra                            bola voli, pencak silat dan renang.
    kurikuler
                b. Bidang kesenian    Sangat beragam dari seni rupa, seni
                                      tari,vokal-musik dan rebana serta
                                      bahasa arab.
                c. Ekstra komputer    Dilaksanakan setiap hari dengan
                                      tersedia 13 unit komputer dengan
                                      dipandu oleh instruktur yang
                                      terlatih. Jumlah ini masih cukup
                                      sedikit melihat pada banyaknya
                                      jumlah siswa yang tertarik untuk
                                      mengikuti eksra ini.
                d. Kepramukaan        Kepramukaan dilaksanakan setiap
                                      hari jumat dan untuk kelas satu
                                      wajib mengikuti kegiatan ini
                e. PMR                Ekstra ini dijadwalkan setiap hari
                                      Rabu dan Kamis yang dibimbing
                                      oleh ibu Kusmijatun, S.Pd
                f. Majalah dinding    Dibawah binaan guru bahasa
                                      Indonesia       ekstra       mading
                                      dilaksanakan setiap hari kamis,
                                      untuk mengembangkan siswa yang
                    memiliki bakat menulis.
g. Science-IPA      Untuk kelas II setiap hari selasa ada
                    tambahan untuk pelajaran IPA
                    dibawah bimbingan guru IPA baik
                    biologi atau fisiska.
h. Matematika       Setiap hari kamis ada tambahan jam
                    pelajaran matematika diluar jadwal
                    intrakurikuler sekolah.
i. Bahasa Inggris   Untuk mengembangkan pelajaran
                    bahasa inggris yang banyak
                    ditekankan pada speaking dan
                    wraiting maka diadakan ekstra
                    bahasa inggris.
            HASIL WAWANCARA TERHADAP KEPALA SEKOLAH
                      SMP NEGERI I WANADADI

Hari/tanggal : Senin/ 14 Maret 2005
Responden : Drs. Bambang Budi S

 NO PERTANYAAN                       JAWABAN
 1  Bagaimanakah pendapat Bapak      Saya berpendapat pendidikan yang
    kepala sekolah dengan usaha      berdiferensiasi dapat menjembatani
    pendidikan yang berdiferensiasi  siswa berbakat untuk belajar sesuai
                                     dengan      bakat   dan     kemampuan
                                     intelektual mereka.
 2    Menurut Bapak kepala sekolah Kurikulum yang memang khusus
      apakah yang dimaksud dengan disediakan untuk melayani anak-anak
      kurikulum berdiferensiasi      berbakat, karena program pendidikanya
                                     setingkat lebih maju dan lebih tinggi
                                     dengan disesuaikan perkembangan
                                     siswa unggul tanpa mengganggu tempo
                                     belajar siswa yang lain.
 3    Mengapa kurikulum              Penting sekali untuk melayani siswa-
      berdiferensiasi perlu          siswa yang berbakat intelektual dan
      dikembangkan? Bagaimana        unggul.
      pendapat Bapak kepala sekolah
 4    Apakah yang Bapak kepala Untuk memberikan pelayanan bagi
      sekolah ketahui tentang tujuan siswa berbakat intelektual yang
      kurikulum berdiferensiasi      kemudian dikembangkan melalui
                                     program kelas unggulan di sekolah ini.
 5    Bagaimanakah Bapak kepala      Kami menyelenggarakan program kelas
      sekolah mengembangkan          unggulan untuk kelas II A dan kelas
      program tersebut disekolah ini bahasa untuk kelas I A.
 6    Disekolah ini sudah            Pertimbanganya cukup banyak antara
      diselenggarakan program        lain: masalah biaya/pendanaan, adanya
      keberbakatan, yaitu adanya     siswa unggul yang memiliki
      kelas unggulan. Menurut bapak keberbakatan intelektual, adanya
      pertimbangan-pertimbangan      keinginan untuk mencapai pengetahuan
      seperti apakah yang harus      yang utuh, menciptakan suasana belajar
      diperhatikan dalam             mandiri dan berpikir terhadap belajar
      penyelenggaraan tersebut       untuk masa depan.
 7    Mengingat kelas unggulan Dapat memberikan tempat yang tepat
      adalah program khusus yang untuk melayani kebutuhan siswa
      dikembangkan disekolah ini, unggul disekolah ini, agar mereka bisa
      apa yang Bapak harapkan dari belajar seoptimal mungkin dapat
      program ini                    mengembangkan bakat dan potensi
                                     yang memang sudah ada pada siswa
                                     tersebut.
8    Keunggulan seperti apa yang        Tentu      saja   keunggulan      dalam
     diharapkan dari program ini        pembelajaranya
9    Bagaimana pendapat Bapak           Pembelajaran dapat dikatakan unggul
     tentang pembelajaran unggul        karena dapat menciptakan
                                        pembelajaran yang menyenangkan,
                                        anak merasa betah dan tidak bosan
                                        serta tidak menyiksa mereka dalam
                                        belajar.
10   Bagaimanakah konsekuensi           Untuk materi pelajaran dari yang sudah
     pengembangan kurikulum             ada diperkaya, diperluas dan
     berdiferensiasi dalam program      diperdalam. Setiap minggunya ada
     kelas unggulan yang                tambahan 4 jam pelajaran. Diberikan
     diselenggarakan disekolah ini      program pengayaan.
11   Bagaimana cara Bapak dalam         Memiliki dedikasi tinggi, berdisiplin
     menentukan kriteria guru untuk     tinggi, professional dan mempunyai
     mengajar dikelas unggulan          prestasi yang baik.
12   Dalam pelaksanaan                  Kepala sekolah, wali kelas, guru mata
     pembelajaran kelas unggulan        pelajaran, siswa-siswa kelas unggulan
     siapa sajakah yang ikut terlibat   dan wali murid.
     dalam penyelenggaraanya
13   Menurut bapak kepala sekolah       Biaya    pengelolaan,       sarana  dan
     faktor-faktor seperti apakah       prasarana serta fasilitas yang memadai,.
     yang dapat menunjang               Kelengkapan sumber belajar dan media
     keberhasilan pembelajaran          pembelajaran. Tenaga pendidik/guru
     kelas ungulan                      dan dukungan dari wali murid serta
                                        lingkungan masyarakat sekitar.
14   Sarana dan prasarana seperti       Untuk mendukung penyelelenggaraan
     apakah yang harus tersedia         pembelajaran dikelas unggulan sarana
     untuk mendukung                    dan prasarananya harus mendukung.
     pembelajaran dikelas unggulan      Antara lain perpustakaan, laboratorium,
                                        ruang kegiatan olah raga, ruang
                                        kesenian, tempat ibadah, koperasi
                                        sekolah dan kantin.

15   Sesuai dengan pengamatan           Faktor biaya, karena biaya yang
     bapak selama ini dalam             dibutuhkan cukup banyak namun yang
     penyelenggaraan kelas              tersedia masih sedikit. Faktor fasilitas
     unggulan, faktor-faktor seperti    yang kurang mendukung. Dukungan
     apa yang menjadi kendalanya        dan kesadaran wali murid yang masih
                                        cukup rendah. Dari gurunya sering
                                        ditemukan model pembelajaran yang
                                        masih konvensional.
             HASIL WAWANCARA TERHADAP WALI KELAS II A
                      SMP NEGERI I WANADADI

Hari/tanggal : Senin / 14 Maret 2005
Responden : Rubinem, S. Pd

 NO    PERTANYAAN                       JAWABAN
 1     Bagaimana pengalaman yang        Sangat menyenangkan karena anak-anak
       Ibu peroleh selama menjadi       kelas II A mempunyai kemauan belajar
       wali kelas ungulan dengan        yang cukup baik, sehingga mereka
       melihat pada penggunaan          merasa kebutuhan belajarnya dapat
       kurikulum berdiferensiasi        terpenuhi baik secara psikis, emosional
                                        dan sosialnya.
 2     Apa yang Ibu ketahui             Seorang guru yang mengajar dengan
       sebagai seorang pendidik         kurikulum berdiferensiasi mereka harus
       dengan matra yang harus          menguasai      matra   umum       sebagai
       dikuasi seorang guru dalam       kumpulan kegiatan belajar dasar. Matra
       kurikulum berdiferensiasi        berdiferensiasi yang merupakan isi
                                        kurikulum yang dikembanmgkan. Matra
                                        subliminal sebagai pengalaman belajar
                                        yang diperoleh dari lingkungan keluarga
                                        dan sekolah. Matra non akademis
                                        merupakan pengalaman belajar diluar
                                        target kurikulum yang ditetapkan.
 3     Bagaimana pandangan Ibu          Saya rasa cukup tepat untuk menfasilitasi
       dengan pengembangan              anak-anak yang punya bakat intelektual
       kurikulum berdiferensiasi        (anak unggul) untuk mengembangkanya.
       kaitanya dalam
       penyelenggaraan kelas
       unggulan
 4     Menurut pengetahuan Ibu          Anak berbakat unggul memiliki kemauan
       karakteristik unik seperti apa   kuat untuk belajar, memiliki semangat
       yang dimiliki kurikulum          yang tinggi dan ras ingin tahu yang
       berdiferensiasi sehingga         dalam. Secara mental mereka lebih baik
       kurikulum tersebut tepat         dan emosional mereka lebih matang dan
       digunakan untuk melayani         terkendali.
       keberbakatan anak unggul
 5     Karakteristik seperti apakah     Anak unggulan adalah anak yang
       yang sering Ibu amati dari       berprestasi,    mereka     mempunyai
       siswa kelas unggulan             keinginan untuk belajar karena ada
                                        tantangan tersendiri. Mereka mudah
                                        dibelajarkan   karena    punya   daya
                                        konsentrasi dan daya nalar. Dalam
                                        belajar memiliki minat yang luas,
                                        mandiri dan cekatan dalam mengerjakan
                                        tugas
6    Menurut pendapat Ibu           Tentu saja karakteristik tersebut akan
     apakah anak berbakat           nampak berbeda. Anak yang dikelas
     memiliki kartakteristik yang   unggulan mereka adalah anak yang
     berbeda dengan anak lainya.    berprestasi dalam belajar, secara
     Perbedaan seperti apakah       emosional mereka lebih matang dan
     yang sering ibu amati dengan   memiliki daya kritis yang lebih unggul
     melihat pada anak-anak kelas   dibandingkan dengan anak-anak dikelas
     unggulan di sekolah ini        biasa.
7    Bagaimana pandangan Ibu        Perlakuan tersebut penting dilakukan,
     tentang perlakuan khusus       mengingat kebutuhan anak berbakat
     dalam pendidikan yang          dalam usaha mengembangkan bakat
     diberikan pada siswa kelas     mereka. Apabila mereka diperlakukan
     unggulan                       sama malah akan menggangu teman yang
                                    lainya.
8    Apa yang Ibu ketahui dengan    Pembelajaran disebut unggul karena dari
     pembelajaran unggul            anak-anak sendiri mereka pada dasarnya
                                    adalah bibit unggul. Yang kemudian
                                    dikembangkan agar belajar itu
                                    menggairahkan dan menyenangkan.
                                    Yang jelas dapat menciptakan
                                    pembelajaran yang rileks dan dapat
                                    dinikmati oleh semua siswa dengan hasil
                                    yang optimal.
9    Bagaimanakah tujuan            Untuk mempersiapkan siswa-siswa
     pembelajaran unggul dikelas    menjadi anak unggul yang memiliki
     unggulan                       prestasi, pengetahuan, keterampilan
                                    berbudi pekerti. Untuk mengembangkan
                                    potensi siswa sesuai dengan bakat dan
                                    minatnya. Memberikan pelayanan
                                    pendidikan untuk anak-anak unggul.
                                    Mencetak lulusan yang unggul dan
                                    berkualitas sejalan dengan perkembangan
                                    pembangunan dan penguasaan IPTEK.
10   Bagaimana pendapat ibu         Saya sangat mendukung
     dengan      penyelenggaraan    penyelenggaraan kelas unggulan, dimana
     kelas unggulan disekolah ini   dengan adanya kelas unggulan siswa
                                    akan dikumpulkan dalam satu kelas
                                    untuk memudhkan dalam membina
                                    kecerdasan, kemampuan, bakat dan minat
                                    serta sikap dan perilaku siswa dalam
                                    kelas tersebut.
11   Apa saja yang harus            Yang harus dikondisikan antara lain
     dikondisikan untuk mencapai    adalah kurikulum yang tepat, guru yang
     prestasi puncak dalam          berkompeten, evaluasi yang
     pembelajaran unggul            berkesinambungan, adanya dukungan
                                    dari wali murid dan masyarakat.
12   Syarat-syarat seperti apakah   Anak yang berprestasi dilihat dari jumlah
     yang harus dipenuhi oleh       nilai yang ada pada rapot, mempunyai
     siswa yang akan masuk kelas    minat yang tinggi, dan mendapatkan ijin
     unggulan                       dari orang tua.
13   Untuk mendukung                Sekolah tersebut memiliki sarana dan
     pelaksanaan pembelajaran       prasarana yang lebih lengkap, letak
     kelas unggulan harus           sekolah mudah dijangkau dan mudah
     didukung oleh pemilihan        saran atransportasinya.
     tempat yang tepat, kriteria
     apakah yang harus dipenuhi
14   Ibu sebagai wali kelas         Jadwal perwalian 1 minggu sekali hari
     apakah ada jadwal khusus       sabtu. Sebagai wali kelas saya menerima
     perwalian? Dan apa yang ibu    masukan dari para siswa untuk
     lakukan untuk mengisi jam      mengetahui perkembanmgan siswa
     tersebut                       dalam satu minggu terakhir. Setelah itu
                                    dilanjutkan dengan kebersihan kelas.
15   Menurut pengamatan ibu         Kendala       utama        ada       pada
     sebagai wali kelas kendala     biaya/pendanaan, karena uang SPP masih
     seperti apa yang selama ini    tetap disamakan dengan kelas biasa
     menghambat                     padahal kebutuhan untuk kelas unggulan
     penyelenggaraan kelas          lebih banyak. Kurangnya kesadaran wali
     unggulan                       murid dan masyarakat setempat tentang
                                    pembelajaran unggul, mereka yang
                                    penting banggga kalo anak mereka dapat
                                    diterima di SMP I Wanadadi.
16   Kebanggan Ibu sebagai wali     Dengan adanya kelas unggulan dapat
     kelas unggulan tentu saja      menjadi sarana sekolah untuk “go”
     karena ada dukungan,           dilingkungan pendidikan baik
     dukungan seperti apakah        dimasyarakat, kabupaten dan bila
     yang dapat ibu amati dalam     mungkin ditingkat propinsi agar dapat
     penyelenggaraan kelas          memunculkan nama sekolah ini.
     unggulan
       HASIL WAWANCARA TERHADAP GURU MATA PELAJARAN
                   SMP NEGERI I WANADADI

Hari/tanggal     : Selasa / 15 Maret 2005
Responden/ Mapel : Sri Wahyuni/Muatan lokal

 NO PERTANYAAN                    JAWABAN
 1  Bagaimanakah pendapat Ibu     Penyelenggaraan kelas unggulan
    dengan penyelenggaraan        merupakan bagian dari program sekolah,
    kelas unggulan di sekolah ini artinya dengan membuat kelas unggulan
                                  kita akan membuat satu nilai plus dalam
                                  sekolah ini. Sehingga nilai jual sekolah ini
                                  semakin bertambah dan dapat
                                  menunjukan pada masyarakat bahwa
                                  sekolah ini benar-benar memberikan
                                  perhatian pada anak didik, khususnya
                                  untuk anak berprestasi mereka diberikan
                                  perhatian lebih agar dapat
                                  mengembangkan potensinya dengan
                                  memberikan layanan pendidikan yang
                                  tepat dan baik.
 2    Menurut pendapat Ibu        Tentu saja sudah, karena kurikulum
      apakah dalam pembelajaran berdiferensiasi akan memberikan layanan
      unggul sudah mencerminkan pendidikan yang lebih, artinya anak
      ciri khas kurikulum         dengan potensi dan latar belakang masing-
      berdiferensiasi             masing dikelola dan difasilitasi dengan
                                  materi yang berbobot agar mereka dapat
                                  berpikir produktif, kreatif dan proaktif
                                  untuk mencari solusi kreatif dalam
                                  memecahkan masalah dengan harapan
                                  mereka dapat unggul dibidangnya masing-
                                  masing.
 3    Kemajuan seperti apa yang Secara menyeluruh siswa-siswa kelas
      sudah dapat Ibu amati dari unggulan menciptakan kompetisi belajar
      proses pembelajaran dikelas yang kreatif, kritis, produktif dengan
      unggulan                    berlatih mengembangkan kemampuan
                                  mereka secara optimal, sehingga terjadi
                                  persaingan positif untuk terus berprestasi..
                                  untuk kemampuan bahas ainggris mereka
                                  semakin tertarik dengan adanya muatan
                                  local bahasa inggris mereka lebih enjoy
                                  dan menikomati dalam belajar. Anak-anak
                                  dikelas unggulan bebanya tersalurkan
                                  karena belajar bisa membuat rilek, senang
                                  dan ada ketertarikan yang timbul pada diri
                                  siswa itu sendiri.
4    Bagaimana pendapat Ibu       Pembelajaran yang dapat
     mengenai pembelajaran        mengembangkan potensi anak karena
     ungul                        dapat mengkondisikan suasana belajar
                                  yang menyenangkan dan tidak
                                  membosankan walaupun diberikan
                                  tambahan jam pelajaran.
5    Bagaimanakah pola            Untuk kurikulum tetap menggunakan
     pelaksanaan pembelajaran     kurikulum nasional dengan pendalaman
     unggul dikelas unggulan      dan perluasan materi disesuaikan dengan
                                  petunjuk. Pengadaan sarana dan bahan
                                  belajar yang lengkap dan berkualitas.
                                  Guru dalam mengajar menggunakan
                                  metode yang variatif. Menciptakan ragam
                                  belajar dan menambah jam pelajaran.
6    Apa yang menjadi harapan Dengan belajar diharapkan terjadi
     Ibu dari proses pembelajaran perubahan yang lebih baik pada siswa,
                                  baik tingkah laku, pengetahuan,
                                  keterampilan dan sikapnya.
7    Sebagai seorang guru yang    Ada tiga hal yang harus diperhatikan
     memiliki tugas mengajar      dalam mengidentifikasi tugas tersebut,
     yang suksesif, bagaimana     tugas sebelum pembelajaran, tugas pada
     anda mengidentifikasi tugas tahap pembelajaran dan tugas pada tahap
     tersebut                     akhir pembelajaran.
8    Pertimbangan apakah yang     Melihat pada bakat unggul siswa dan
     ibu pikirkan sebelum         karakteristik siswa, merumuskan tujuan
     merencanakan program         yang akan dicapai, memilih metode dan
     pengajaran                   bahan pelajaran, memperhatikan
                                  bagaimana membuka pelajaran,
                                  pengembanganya dan menutup pelajaran.
9    Dalam kegiatan               Pembelajaran akan berpusat pada guru
     pembelajaran akan berpusat dan siswa.
     pada siapa saja
10   Proses pembelajaran          Melihat pada perbedaan individual, karena
     merupakan inti dari tahap    setiap siswa itu berbeda satu sama lainya.
     pembelajaran. Aspek-aspek    Pengelolaan dan pengendalian kelas.
     apa sajakah yang harus       Memperhatikan aspek penyampaian
     dipertimbangkan dalam        pelajaran/informasi dan keterampilan pada
     tahap ini                    siswa. Aspek kelihaian guru untuk
                                  mendapat balikan . mengamati kesulitan-
                                  kesulitan belajar siswa. Memperhatikan
                                  aspek evaluasi untuk mengetahui hasil
                                  belajar.
11   Apakah yang ibu lakukan Menilai pekerjaan siswa. Membuat
     sesudah tahap pembelajaran perencanan untuk pertemuan berikutnya.
                                  Menilai kembali proses pembelajaran
                                  yang telah berlangsung.
12   Dalam proses pembelajaran Komponen tersebut merupakan komponen
     komponen-komponen         apa yang saling mempengaruhi, diantaranya
     saja yang harus diperhatikan kurikulum yang berlaku, materi pelajaran,
                                   bahan dan sarana pembelajaran, metode
                                   yang digunakan dan evaluasi
13   Menurut pendapat Ibu          Komponen yang disediakan harus lebih
     mengapa setiap komponen       tinggi tingkatanya, karena anak yang
     pembelajaran dikelas          dibelajarkan adalah anak unggul yang
     unggulan harus memiliki       dipilih karena prestasinya. Secara
     keunggulan dari kelas biasa   otomatis dari komponen-komponen
                                   tersebut daharapkan dapat menunjang
                                   siswa agar lebih aktif dan kreatif dalam
                                   belajar.
14   Cara-cara seperti apakah      Meningkatkan kemampuan guru, bahan
     yang harus ditempuh untuk     belajar dikembangkan dengan inisiatif dan
     mengembangkan kurikulum kreatifitas pengajar. Menyiapkan strategi
     anak berbakat                 mengajar. Melengkapi sarana dan fasilitas
                                   sekolah. Menyediakan program
                                   bimbingan dan penyuluhan.
                                   Pengembangan sistem administrasi dan
                                   supervisi. Adanya dukungan dari
                                   masyarakat.
15   Bagaimanakah materi yang      Materi dikembangkan dari kurikulum
     dikembangkan untuk anak-      yang sudah ditentukan dengan
     anak berbakat dikelas         diperdalam, diperkaya dan diperluas lagi
     unggulan                      disesuaikan dengan kebutuhan anak
                                   berbakat.
16   Bagaimanakah bahan atau       Bahan atau sarana harus diperhatikan
     sarana pembelajaran yang      kualitas dan kuantitasnya, anatara lain
     harus disediakan untuk kelas kelengkapan buku sumber,
     unggulan                      memperbanyak buku penunjang dan
                                   melengkapi media pembelajaran.
17   Metode pembelajaran seperti Metode yang saya kembangkan kadang
     apa yang biasa Ibu            bervariasi yang intinya metode tersebut
     kembangkan dikelas            dapat mengaktifkan siswa dengan
     unggulan                      memperhatikan model dan teknik belajar,
                                   strategi dan pendekatan belajar.
18   Bentuk evaluasi seperti apa Karena mulai disosialisasikan KBK maka
     yang Ibu kembangkan untuk evaluasi tetap mengacu pada prinsip
     kelas unggulan                KBK, dengan memperbanyak soal uraian.
                                   Pada tahap awal anak digiring dengan
                                   pola tertentu/memberikan contoh
                                   kemudian dipraktekan. Dalam proses
                                   itulah terjadi evaluasi, sehingga evaluasi
                                   dapat dilakukan setiap saat.
19   Untuk mengevaluasi proses     Alat evaluasi, proses evaluasi dan tindak
     pembelajaran secara utuh,     lanjut evaluasi.
     apa saja yang harus
     diperhatikan
20   Bagaimana cara ibu           Pelayanan dilakukan sama, artinya dengan
     melayani anak-anak berbakat  buku, metode dan media yang sama
     dikelas unggulan yang tentu  mereka belajar bersama. Cuma bedanya
     saja kemampuanya tidak       pada awal pembelajaran anak-anak yang
     sama                         tertinggal diberi perhatian lebih.
21   Selama Ibu mengajar dikelas  Karena      instant    kendalanya    antara
     unggulan kendala apa saja    perencanaan dan programnya kurang
     yang dirasakan               sinkron, artinya ketika kedepan kita sudah
                                  membayangkan kesuksesan tapi pada
                                  kenyataanya fasitas kurang mendukung
                                  dan biaya/dana yang tersedia cukup
                                  minim. Melihat pada kondisi masyarakat
                                  wanadadi      yang heterogen       dengan
                                  kesadaran pendidikan yang masih rendah,
                                  menjadikan       kelas    ungulan    hanya
                                  mendapat perhatian dari kalangan tertentu
                                  saja. Ketika diadakan rapat dengan komite
                                  sekolah ternyata tawar-menawar biaya
                                  sekolah menjadi perbincangan yang
                                  sangat sengit.
22   Menurut ibu faktor-faktor Adanya dukungan dari DIKNAS setempat
     apa    saja    yang    tetap dengan menfasilitasi sekolah
     mendukung       pelaksanaan (pembangunan laboratorium bahasa).
     kelas unggulan               Adanya kesadaran penuh dari para guru
                                  untuk mensuport kelas unggulan. Adanya
                                  harapan besar dari wali murid kelas
                                  unggulan agar anaknya dapat masuk
                                  kekelas unggulan dan dirasakan sebagai
                                  suatu kehormatan.
          HASIL WAWANCARA TERHADAP GURU MATEMATIKA
                    SMP NEGERI I WANADADI

Hari/tanggal : Selasa/15 Maret 2005
Responden : Dwi Handoyo

 NO PERTANYAAN                  JAWABAN
 1  Bagaimana pendapat          Pelajaran matematika sangat penting untuk
    Bapak sebagai guru          dipelajari, mudah, menarik dan ada
    matematika tentang          tantangan untuk terus belajar matematika.
    pelajaran matematika        Karena matematika akan berguna dalam
                                kehidupan sehari-hari.
 2    Seperti apakah matematika Matematika yang menantang anak-anak
      yang dikembangkan untuk untuk belajar sampai bisa mengerti dan
      anak berbakat/untuk kelas memahami, matematika yang diperkenalkan
      unggulan                  sejak dini dengan implementasinya
                                dikehidupan.
 3    Sebaiknya sejak kapankah Pada waktu anak mulai kenal dengan
      anak mulai diperkenalkan  menghitung (pada usia sedini mungkin) dan
      dengan matematika         dikenalkan dengan hitungan sederhana.
 4    Bagaimana pendapat bapak Matematika merupakan suatu disiplin ilmu
      tentang matematika itu    yang menyususn ide-ide dan konsep abstrak
      sendiri                   menjadi sebuah penalaran logis.
 5    Bagaimanakah tujuan       Untuk memecahkan masalah, untuk belajar
      pelajaran matematika      mengkomunikasikan secara matematika,
      disekolah                 untuk melatih berpikir secara matematika,
                                dapat menjadikan matematika sebagai
                                kepercayaan tersendiri
 6    Apakah manfaat belajar    Melatih kecerdasan, melatih berpikir logis.
      matematika untuk anak-    Melatih siswa agar tidak melakukan
      anak sekolah              perbuatan yang sifatnya coba-coba karena
                                sudah tau untung dan ruginya. Dalam era
                                teknologi matematika berkembang sangat
                                pesat, dan menjadikan matematika sangat
                                penting.
 7    Bapak sebagai guru        Hitungan, penjumlahan dan taksiran.
      matematika kunci-kunci    Aljabar. Teori probabilitas. Geometri, logika
      dasar seperti apa yang    dan statistik. Pemodelan matematika dan
      harus dikuasai            pemecahan masalah.
 8    Model matematika seperti Mencari dan menjaring anak yang
      apakah yang sesuai untuk  berprestasi dilihat dari nilai, dilakukan
      dikembangkan bagi anak    pendekatan untuk mencari pelayanan yang
      berbakat                  tepat. Membelajarkan siswa agar dapat
                                menemukan harapan sebagai individu.
9    Apakah disekolah ini       Komputer sudah ada, dan siswa dapat
     sudah dimanfaatkan         belajar dengan mengikuti program
     teknologi komputer untuk   ekstrakurikuler. Namun untuk pelajaran
     belajar matematika         matematika sendiri belum diajarkan dengan
                                menggunakan komputer, karena masih
                                banyak kendalanya.
10   Kompetensi apa saja yang   Kompetensi tersebut meliputi 4 aspek, yaitu
     harus dicapai untuk        bilangan, geometri dan pengukuran, peluang
     pelajaran matematika SMP   dan statistika, dan aljabar.
     kelas II
11   Bagaimanakah bapak         Mereka diberi keleluasaan untuk belajar
     melayani siswa-siswa kelas sesuai dengan kapasitas mereka dan
     unggulan                   belajarpun     harus    mencapai     tujuan
                                kurikulum. Untuk anak yang mengalami
                                ketertinggalan belajar, mereka diperhatikan
                                lebih dan dilakukan pendekatan secara
                                personal.
12   Bagaimanakah dengan        Masih banyak tersedia buku-buku yang
     buku-buku matematika       konvensional, padahal untuk anak berbakat
     yang disediakan untuk      harus banyak tersedia buku-buku yang
     kelas unggulan             menyediakan uji coba matematika. Biasanya
                                saya mencoba mencari sendiri referensi dari
                                luar untuk memperkaya materi. Selain buku
                                paket saya menambah buku-buku dari
                                beberapa penerbit. Namun buku-buku
                                tersebut hanya sebagian kecil siswa yang
                                mampu membelinya.
13   Apakah yang dipersiapkan Ini merupakan kegiatan rutin guru, dari
     sebelum proses             mulai menyusun program tahunan, program
     pembelajaran               semesteran, membuat satuan pelajaran dan
                                perencanaan program mengajar.
14   Dalam tahap pembelajaran, Setiap saat saya berikan pertanyaan-
     bagaimanakah cara bapak    pertanyaan pendek, pemberian tugas baik
     untuk memperoleh balikan tugas sekolah dan tugas rumah. Mengadakan
     dari siswa                 ulangan
15   Kendala seperti apakah     Masih ada beberapa anak lulusan SD yang
     yang sering bapak temui    kurang menguasai hitung/matematika dasar,
     dalam pembelajaran         sehingga mengalami kesulitan belajar di
     matematika dikelas         SMP. Masih ditemukan beberapa anak yang
     unggulan                    sangat kurang motivasinya untuk belajar.
                                 Sering saya temukan ada beberapa anak
                                 yang merasa ketakutan saat belajar
                                 matematika. Ditemukan juga beberapa anak
                                 yang karena kendala komunikasi/rumahnya
                                 berjauhan dari teman lainya menyulitkan
                                 mereka untuk belajar bersama.
16   Faktor-faktor apakah yang   Matematika penting untuk kehidupan sehari-
     menjadi pendukung dalam     hari. Adanya anak berbakat yang perlu
     belajar matematika          dikembangkan potensinya.
       HASIL WAWANCARA TERHADAP SISWA KELAS UNGGULAN
                   SMP NEGERI I WANADADI

Hari/tanggal : Rabu/16 Maret 2005
Responden : Mukhlisin

  NO           PERTANYAAN                              JAWABAN
 1      Bagaimana perasaanmu            Ada rasa senang dan kurang senang,
        setelah diterima dikelas        saya senang karena berada dalam satu
        unggulan                        kelas yang semua anaknya pandai dan
                                        memiliki prestasi yang bagus, sehingga
                                        saya lebih termotivasi untuk belajar.
                                        Kurang senangnya karena saya sering
                                        dianggap anak istimewa oleh teman-
                                        teman saya yang ada diluar kelas
                                        unggulan.
 2      Bagaimana pengalamanmu          Pembelajaran dikelas unggulan sangat
        mengikuti pembelajaran          menyenangkan dan saya merasa sangat
        dikelas unggulan                betah dan cocok belajar dikelas tersebut
                                        karena dapat mengembangkan potensi
                                        yang saya miliki.
 3      Apakah keuntungan yang          Saya mendapatkan layanan pendidikan
        kamu rasakan setelah            yang lebih bila dibandingkan dengan
        menjadi siswa kelas             kelas biasa. Dengan seperti itu
        unggulan                        pengetahuan saya dapat bertambah.
 4      Bagaimana keistimewaan          Kebanyakan       dari   mereka    sudah
        gurumu dalam mengajar           profesional, meskipun masih ada guru-
                                        guru yang kurang berkualitas seperti
                                        guru-guru muda.
 5      Apakah belajar dikelas          Menyenagkan dan tidak membosankan
        unggulan lebih
        menyenangkan
 6      Menurut pendapatmu apakah       Sebenarnya evaluasi tidak berbeda jauh,
        ada perbedaan dalam             hanya saja untuk kelas unggulan soal-
        memberikan evaluasi             soal lebih banyak diberikan soal uraian.
        sewaktu kamu dikelas biasa
        dan kamu dikelas unggulan
 7      Bagaimanakah nilai hasil        Nilai saya bagus karena tidak ada nilai
        belajar yang kamu peroleh       dibawah 7
 8      Bagaimanakah fasilitas,         Saya rasa lebih lengkap. Kekuranganya
        sarana, dan prasarana belajar   pada perpustakaan yang bukunya masih
        dikelas unggulan                sedikit dan tempatnya sempit
 9      Menurut kamu dalam proses       Proses pembelajaran merupkan proses
        pembelajaran terjadi proses     interaksi antara guru dan siswa, siswa
        interaksi antar siapa saja      dan siswa secara individu.
10   Apakah dikelasmu sudah ada   Sudah ada.
     guru BP
11   Menurutmu guru BP          Berperan dalam memberikan motivasi
     berfungsi sebagai apa      dan membantu memecahkan masalah
                                yang dihadapai siswa.
12   Bagaimanakah dengan ragam Belajar disekolah ini dikembangkan
     belajar disekolah ini      dengan dua program, yaitu program
                                intra kurikuler dan program ekstra
                                kurikuler.
13   Untuk program              Program ini wajib diikuti oleh semua
     intrakurikuler dikelas     siswa disekolah ini, untuk kelas
     unggulan pelaksanaanya     unggulan ada tambahan jam pelajaran
     seperti apa                sebanyak 4 jam untuk setiap minggunya.
14   Dalam kamu memilih ekstra Saya memilih ekstra yang saya sukai
     kurikuler didasarkan atas  karena saya merasa memiliki bakat yang
     apa                        dapat saya kembangkan
15   Apa sajakah kendala yang   Adanya anggapan anak kelas unggulan
     kamu hadapi dalam          adalah anak yang diistimewakan, jadi
     mengikuti pembelajaran     saya merasa dibedakan bila berada
     dikelas unggulan           dengan anak lain dari kelas biasa. Ada
                                fasilitas belajar yang kurang mendukung
                                yaitu perpustakaan.
16   Apakah kamu senang dengan Kurang senang, karena saya meras
     pelajaran matematika       kurang bisa memahami matematika
                                dengan rumus–rumus yang begitu
                                banyak.
17   Apakah buku matematika     Masih kurang, saya hanya memiliki
     yang tersedia sudah cukup  buku paket dan LKS. Untuk buku yang
     untuk menunjang belajarmu  menjadi pegangan guru saya tidak
                                memiliki satupun
18   Menurutmu apakah ada       Berguna sekali, kita dapat
     gunanya belajar matematika mengembangkan logika, berguna dalam
                                kehidupan bermasyarakat dan dapat
                                mendasari saya untuk berpikir panjang
                                dan lebih dewasa.
19   Apakah kamu sudah pernah   Komputer menjadi pilihan
     diajarkan komputer dalam   ekstrakurikuler, untuk pelajaran
     pelajaran matematika       matematika saya belum pernah
                                memanfaatkan komputer.
20   Jika kamu belajar          Saya masih merasa kurang mahir
     matematika kemahiran apa   matematika, tapi saya sudah bisa
     yang sudah kamu kuasai     menggunakan hitungan, menggunakan
     sampai sekarang ini        model-model matematika dan sudah
                                tahu simbol-simbol matematika. Dan
                                saya merasakan matematika banyak
                                sekali kegunaanya.
Hari/tanggal : Rabu/16 Maret 2005
Responden : Dedy Mahardika

 NO        PERTANYAAN                                JAWABAN
  1 Bagaimana perasaanmu              Senang karena anak-anak dikelas
    setelah diterima dikelas          unggulan adalah anak yang dipilih
    unggulan                          karena prestasinya
  2 Bagaimana pengalamanmu            Menyenangkan, siswa dituntut untuk
    mengikuti pembelajaran            lebih aktif belajar
    dikelas unggulan
  3 Apakah keuntungan yang            Saya berada dikelas unggulan dengan
    kamu rasakan setelah menjadi      pembelajaran unggul sudah tentu
    siswa kelas unggulan              kemampuan yang saya miliki dapat
                                      berkembang dan pengetahuan yang saya
                                      peroleh semakin bertambah..
  4   Bagaimana keistimewaan          Guru yang mengajar dikelas unggulan
      gurumu dalam mengajar           lebih baik karena sudah dipilih dan
                                      dipersiapkan oleh sekolah . dalam
                                      pembelajaranpun sering digunakan
                                      metode-metode yang bervariasi
                                      sehingga kami tidak bosan dalam belajar
  5   Apakah belajar dikelas          Sanagat menyenangkan dan diberikan
      unggulan lebih menyenangkan     kesempatan belajar yang seluas-luasnya
  6   Menurut pendapatmu apakah       Selama ini evaluasi yang dilakukan
      ada perbedaan dalam             lebih banyak menggunakan soal uraian,
      memberikan evaluasi sewaktu     walaupun masih ada soal pilihan ganda.
      kamu dikelas biasa dan kamu
      dikelas unggulan
  7   Bagaimanakah nilai hasil        Nilai saya untuk semester ini kurang
      belajar yang kamu peroleh       memuaskan karena jumlahnya menurun,
                                      tapi masih memenuhi standar nilai
                                      dikelas unggulan
  8   Bagaimanakah fasilitas,         Untuk kelas unggulan sendiri fasilitas
      sarana, dan prasarana belajar   yang paling menonjol yaitu penggunaan
      dikelas unggulan                laboratorium bahasa, setiap hari kamis
                                      kami      menggunakan      laboratorium
                                      tersebut. Yang kurang mendukung
                                      adalah perpustakaan.
  9   Menurut kamu dalam proses       Dalam pembelajaran akan terjadi
      pembelajaran terjadi proses     interaksi antara guru dengan siswa dan
      interaksi antar siapa saja      siswa dengan siswa.
 10   Apakah dikelasmu sudah ada      Sudah ada.
      guru BP
 11   Menurutmu guru BP berfungsi     Tempat curhat, mengkonsultasikan
      sebagai apa                     masalah dan mencari pemecahanya
12   Bagaimanakah dengan ragam     Ada kegiatan intra kurikuler dan
     belajar disekolah ini         kegiatan ekstra kurikuler
13   Untuk program intrakurikuler  Pelaksanaanya sama degan kelas yang
     dikelas unggulan              lain dan untuk kelas unggulan ada
     pelaksanaanya seperti apa     tambahan jam pelajaran dan pengayan.
14   Dalam kamu memilih ekstra     Saya memilih program ekstra kurikuler
     kurikuler didasarkan atas apa tentu saja saya sesuaikan dengan bakat
                                   dan kemampuan yang saya miliki
15   Apa sajakah kendala yang      Sekarang ini saya sering minder /rendah
     kamu hadapi dalam mengikuti diri karena prestasi saya semakin
     pembelajaran dikelas unggulan menurun
16   Apakah kamu senang dengan     Saya senang dengan pelajaran
     pelajaran matematika          matematika, karena saya suka
                                   menghitung, tapi saya kurang senang
                                   kalo guru matematika sering berganti-
                                   ganti karena mau tidak mau kita harus
                                   menyesuaikan lagi dengan model
                                   mengajar yang berbeda
17   Apakah buku matematika yang Selain buku paket dan LKS saya
     tersedia sudah cukup untuk    mencoba menambah dengan sumber lain
     menunjang belajarmu           dan saya memiliki 2 buku matematika
                                   untuk menunjang belajar saya
18   Menurutmu apakah ada          Matematika sangat berguna dan bisa
     gunanya belajar               diterapkan dalam kehidupan sehari-hari
     matematikaBerguna sekali,
     kita dapat me
19   Apakah kamu sudah pernah      Saya belajar komputer pada kegiatan
     diajarkan komputer dalam      ekstra, untuk memanfaatkan komputer
     pelajaran matematika          dalam belajar matematika selama ini
                                   belum diajarkan
20   Jika kamu belajar matematika Saya sudah mahir untuk menghitung
     kemahiran apa yang sudah      yang sederhana, saya bisa menggunakan
     kamu kuasai sampai sekarang notasi, simbol dan meyakini matematika
     ini                           berguna untuk kehidupan .
Hari/tanggal : Rabu/16 Maret 2005
Responden : Ginanjar Basuki Rahmat

NO        PERTANYAAN                                 JAWABAN
 1 Bagaimana perasaanmu               Senang dan saya memiliki semangat
   setelah diterima dikelas           belajar yang lebih baik.
   unggulan
 2 Bagaimana pengalamanmu             Belajar dikelas unggulan menyenangkan
   mengikuti pembelajaran             dan saya merasa betah
   dikelas unggulan
 3 Apakah keuntungan yang             Pembelajaran dikelas unggulan lebih
   kamu rasakan setelah menjadi       berkualitas oleh karena itu belajar saya
   siswa kelas unggulan               harus lebih ditingkatkan
 4 Bagaimana keistimewaan             Guru sudah lebih profesioanl, karena
   gurumu dalam mengajar              mereka pilihan dari sekolah
 5 Apakah belajar dikelas             Tentu saja menyenangkan karena
   unggulan lebih menyenangkan        kesempatan tersebut tidak bisa dirasakan
                                      oleh semua siswa SMP I Wanadadi
  6   Menurut pendapatmu apakah       Evaluasinya ada pilihan ganda dan soal-
      ada perbedaan dalam             soal uraian yang berbobot
      memberikan evaluasi sewaktu
      kamu dikelas biasa dan kamu
      dikelas unggulan
  7   Bagaimanakah nilai hasil        Nilai saya cukup bagus, saya tidak dapat
      belajar yang kamu peroleh       nilai 6
  8   Bagaimanakah fasilitas,         Sebenarnya sama dengan kelas yang
      sarana, dan prasarana belajar   lain, hanya saja kami diberikan
      dikelas unggulan                kesempatan lebih banyak untuk
                                      memanfaatkan fasililtas yang ada
  9   Menurut kamu dalam proses       Interaksi itu terjadi antara guru dengan
      pembelajaran terjadi proses     siswa dan siswa dengan siswa
      interaksi antar siapa saja
 10   Apakah dikelasmu sudah ada      Sudah ada.
      guru BP
 11   Menurutmu guru BP berfungsi     Membimbing siswa agar lebih baik
      sebagai apa
 12   Bagaimanakah dengan ragam       Ada program intrakurikuler dan
      belajar disekolah ini           program ekstra kurikuler
 13   Untuk program intrakurikuler    Untuk kelas unggulan program
      dikelas unggulan                intrakurikuler dilaksanakan seperti
      pelaksanaanya seperti apa       dikelas biasa, dan bedanya ada
                                      tambahan jam pelajaran dikelas ungulan
 14   Dalam kamu memilih ekstra       Saya memilih ekstrakurikuler disesuikan
      kurikuler didasarkan atas apa   dengan kemampuan dan bakat saya dan
                                      saya juga menyukai bidang itu
15   Apa sajakah kendala yang      Ada guru yang kurang jelas dalam
     kamu hadapi dalam mengikuti menerangkan, dan selalu melakukan
     pembelajaran dikelas unggulan pungulangan-pengulangan dalam
                                   mengajar
16   Apakah kamu senang dengan     Sebenarnya senang matematika, tapi
     pelajaran matematika          kadang-kadang saya merasa kurang
                                   senang kalo tidak bisa mengerjakan
                                   tugas sendiri, apalagi saya mengalami
                                   kesulitan dalam menghadapi rumus-
                                   rumus matematika yang begitu banyak
17   Apakah buku matematika yang Untuk buku ada buku paket dan LKS.
     tersedia sudah cukup untuk    Dengan buku ini kurang mendukung
     menunjang belajarmu           belajar matematika saya
18   Menurutmu apakah ada          Sangat berguna dalam kehidupan sehari-
     gunanya belajar               hari
     matematikaBerguna sekali,
     kita dapat me
19   Apakah kamu sudah pernah      Belum pernah, saya belajar komputer
     diajarkan komputer dalam      dari kegiatan ekstra kurikuler
     pelajaran matematika
20   Jika kamu belajar matematika Saya sudah bisa menghitung dan
     kemahiran apa yang sudah      menggunakan model-model
     kamu kuasai sampai sekarang matematika.
     ini
Hari/tanggal : Rabu/16 Maret 2005
Responden : Danar Ajie Setya Pradana

 NO        PERTANYAAN                                JAWABAN
  1 Bagaimana perasaanmu               Senang diterima dikelas ungglan
    setelah diterima dikelas
    unggulan
  2 Bagaimana pengalamanmu             Sejak pertama kali saya bisa masuk
    mengikuti pembelajaran             kelas ungulan saya merasa bangga,
    dikelas unggulanPembelajaran       anak-anak disana pandai-pandai dan
    dikelas unggulan lebih berkua      kelas kamipun menjadi lebih maju. Saya
                                       harus lebih banyak instropeksi diri agar
                                       lebih giat dalam belajar.
  3   Apakah keuntungan yang           Kegiatan belajar-mengajar jadi lebih
      kamu rasakan setelah menjadi     baik dan lebih lancar prosesnya
      siswa kelas unggulan
  4   Bagaimana keistimewaan           Pada umumnya para guru mendorong
      gurumu dalam mengajar            kelas kami untuk lebih baik dan
                                       meningkatkan mutu pembelajaran.
                                       Intinya para guru menginginkan semua
                                       siswa disana adalah siswa yang
                                       berprestasi
  5   Apakah belajar dikelas           Saya merasa lebih senang belajar, santai
      unggulan lebih menyenangkan      dan kami diberikan kesempatan belajar
                                       yang tidak terbatas
  6   Menurut pendapatmu apakah        Untuk kelas unggulan soal-soal yang
      ada perbedaan dalam              diberikan lebih dalam isinya dan lebih
      memberikan evaluasi sewaktu      banyak diberikan soal uraian
      kamu dikelas biasa dan kamu
      dikelas unggulan
  7   Bagaimanakah nilai hasil         Nilai belajar saya kurang memuaskan
      belajar yang kamu peroleh        karena masih ada nilai 6
  8   Bagaimanakah fasilitas,          Sudah     cukup    baik dan     maju.
      sarana, dan prasarana belajar    Kekuranganya pada perpustakaan dan
      dikelas unggulan                 pengadaan buku yang masih sedikit
  9   Menurut kamu dalam proses        Interaksi antara guru dan siswa, dan
      pembelajaran terjadi proses      siswa dengan siswa
      interaksi antar siapa saja
 10   Apakah dikelasmu sudah ada       Sudah ada.
      guru BP
 11   Menurutmu guru BP berfungsi      Meberikan dorongnan kepada kami
      sebagai apa                      semua untuk belajar, sebagai tempat
                                       curhat dan tempat unutk mendiskusikan
                                       masalah dan kemudian mencarai
                                       pemecahanya
12   Bagaimanakah dengan ragam     Program         intrakurikuler     dan
     belajar disekolah ini         ekstrakurikuler
13   Untuk program intrakurikuler  Untuk pelaksanaanya seperti
     dikelas unggulan              pembelajaran pada umumnya dengan
     pelaksanaanya seperti apa     ditambah 4 jam pelajaran setiap
                                   minggunya
14   Dalam kamu memilih ekstra     Melihat pada kemampuan yang saya
     kurikuler didasarkan atas apa miliki dan minat pada bidang yang saya
                                   pilih
15   Apa sajakah kendala yang      Ada guru yang mengajarnya kurang
     kamu hadapi dalam mengikuti enak. Dan fasilitas sekolah khususnya
     pembelajaran dikelas unggulan perpustakaan yang kurang mendukung
16   Apakah kamu senang dengan     Kurang senang, terlalu rumit dan
     pelajaran matematika          melelahkan. Untuk menyelesaikan satu
                                   soal kadang-kadang dapat digunakan
                                   berbagai cara/rumus yang berbeda.
17   Apakah buku matematika yang Buku kurang menunjang yang ada
     tersedia sudah cukup untuk    hanya buku paket dan LKS
     menunjang belajarmu
18   Menurutmu apakah ada          Gunanya banyak sekali untuk kehidupan
     gunanya belajar matematika    sehari-hari, kita jadi tahu hitung
                                   menghitug
19   Apakah kamu sudah pernah      Belum pernah diajarkan komputer untuk
     diajarkan komputer dalam      belajar matematika
     pelajaran matematika
20   Jika kamu belajar matematika Berpikir lebih logis dalam kehidupan,
     kemahiran apa yang sudah      sudah bisa menggunakan notasi dan
     kamu kuasai sampai sekarang simbol
     ini
Hari/tanggal : Rabu/16 Maret 2005
Responden : Kurnia Legowati

 NO        PERTANYAAN                               JAWABAN
  1 Bagaimana perasaanmu              Senang, saya merasa lebih
    setelah diterima dikelas          bertanggungjawab ada tantangan untuk
    unggulan                          belajar
  2 Bagaimana pengalamanmu            Interaksi belajarnya lebih bermutu,
    mengikuti pembelajaran            terjaga hubungan yang dekat dan baik
    dikelas unggulan                  anatar teman sekelas
  3 Apakah keuntungan yang            Saya memiliki semangat yang lebih baik
    kamu rasakan setelah menjadi      dalam belajar, karena pembelajaran
    siswa kelas unggulan              dikelas unggulan saya rasa sangat tepat
                                      untuk saya
  4   Bagaimana keistimewaan          Para pengajar disini sudah lebih
      gurumu dalam mengajar           profesional

  5   Apakah belajar dikelas          Tentu saja saya merasa lebih senang,
      unggulan lebih menyenangkan     karena ada kesempatan yang diberikan
                                      sekolah untuk kami agar dapat belajar
                                      dengan optimal sesuai bakat yang kami
                                      miliki
  6   Menurut pendapatmu apakah       Kalau bentuk soal tidak begitu jauh,
      ada perbedaan dalam             pada kelas unggulan soal-soal yang
      memberikan evaluasi sewaktu     diberikan banyak menyajikan masalah
      kamu dikelas biasa dan kamu     yang lebih rumit pada soal uraian
      dikelas unggulan
  7   Bagaimanakah nilai hasil        Nilai saya ada yang bagus dan ada
      belajar yang kamu peroleh       yangn dibawah 7
  8   Bagaimanakah fasilitas,         Yang diberikan pada kami sama saja
      sarana, dan prasarana belajar   dengan kelas yang lain, yang berbeda
      dikelas unggulan                pada kesempatan yang diberikan pada
                                      kami lebih banyak menggunakanya
  9   Menurut kamu dalam proses       Anatara guru dengan siswa dan siswa
      pembelajaran terjadi proses     dengan siswa
      interaksi antar siapa saja
 10   Apakah dikelasmu sudah ada      Sudah ada.
      guru BP
 11   Menurutmu guru BP berfungsi     Mendorong kita untuk semangat belajar,
      sebagai apa                     memperbaiki sikap dan perilaku dan
                                      membantu mengatasi siswa yang
                                      bermasalah
 12   Bagaimanakah dengan ragam       Untuk ragam belajar ada program
      belajar disekolah ini           intrakurikuler dan program ekstra
                                      kurikuler

 13   Untuk program intrakurikuler    Pelaksanaanya dikelas unggulan ada
     dikelas unggulan                tambahan jam pelajaran
     pelaksanaanya seperti apa
14   Dalam kamu memilih ekstra    Bakat, minat dan kemampuan yang saya
     kurikuler didasarkan atas apamiliki
15   Apa sajakah kendala yang     Kendalanya lebih dirasakan pada diri
     kamu hadapi dalam mengikuti  saya sendiri, karena motivasi belajar
     pembelajaran dikelas unggulansaya kurang dan nilai saya ada yang
                                  kurang baik, nilai 6
16   Apakah kamu senang dengan    Kurang senang karena banyak sekali
     pelajaran matematika         rumus-rumus yang harus saya pahami
17   Apakah buku matematika yang Kurang menunjang,           saya    hanya
     tersedia sudah cukup untuk   memiliki buku paket dan LKS
     menunjang belajarmu
18   Menurutmu apakah ada         Dalam masyarakat sering ditemukan
     gunanya belajar matematika   masalah-masalah yang pemecahanya
                                  dapat dengan ilmu matematika
19   Apakah kamu sudah pernah     Belum pernah diajarkan, saya belajar
     diajarkan komputer dalam     komputer dari kegiatan ekstrakurikuler
     pelajaran matematika
20   Jika kamu belajar matematika Menghitung, pemahaman simbol dan
     kemahiran apa yang sudah     notasi-notasi dalam matematika
     kamu kuasai sampai sekarang
     ini
Hari/tanggal : Rabu/16 Maret 2005
Responden : Yulian Angga Pratiwi

 NO        PERTANYAAN                               JAWABAN
  1 Bagaimana perasaanmu              Senang bisa masuk kelas unggulan,
    setelah diterima dikelas          tambah pengalaman, banyak teman, dan
    unggulan                          ada tantangan belajar
  2 Bagaimana pengalamanmu            Pengalaman yang saya peroleh cukup
    mengikuti pembelajaran            banyak dan berguna sekali bagi
    dikelas unggulan                  perkembangan pendidikan saya
  3 Apakah keuntungan yang            Saya merasa memperoleh pendidikan
    kamu rasakan setelah menjadi      yang lebih baik
    siswa kelas unggulan
  4 Bagaimana keistimewaan            Guru-guru yang mengajar dikelas
    gurumu dalam mengajar             unggulan lebih baik dan bermutu karena
                                      sudah dipersiapkan dan dipilih sekolah

  5   Apakah belajar dikelas          Menyenangkan sekali dan itu
      unggulan lebih menyenangkan     merupakan kesempatan yang paling
                                      berharga buat saya
  6   Menurut pendapatmu apakah       Penilaian untuk kelas unggulan sudah
      ada perbedaan dalam             tentu digunakan tes yang lebih unggul
      memberikan evaluasi sewaktu     baik isi soal maupun bentuk soal lebih
      kamu dikelas biasa dan kamu     diperbanyak pada soal uraian
      dikelas unggulan
  7   Bagaimanakah nilai hasil        Nilai saya cukup bagus
      belajar yang kamu peroleh
  8   Bagaimanakah fasilitas,         Lebih lengkap dan lebih baik, namun
      sarana, dan prasarana belajar   masih ada kendala pada perpustakaan
      dikelas unggulan                yang kurang mendukung
  9   Menurut kamu dalam proses       Interaksi dalam pembelajaran terjadi
      pembelajaran terjadi proses     anatra guru dengan siswa dan siswa
      interaksi antar siapa saja      dengan siswa
 10   Apakah dikelasmu sudah ada      Sudah ada.
      guru BP
 11   Menurutmu guru BP berfungsi     Membantu memecahkan masalah yang
      sebagai apa                     dihadapi siswa
 12   Bagaimanakah dengan ragam       Kegiatan belajar sekolah dibagi menjadi
      belajar disekolah ini           dua program yaitu program
                                      intrakurikuler dan program
                                      ekstrakurikuler
 13   Untuk program intrakurikuler    Untuk program ini pelaksanaanya
      dikelas unggulan                sendiri dikelas unggulan tentu ingin
      pelaksanaanya seperti apa       menciptakan pembelajaran yang unggul,
                                      maka ada tambahan 4 jam pelajaran
                                      untuk setiap minggunya
 14   Dalam kamu memilih ekstra       Saya memilih program ekstrakurikuler
     kurikuler didasarkan atas apa karena saya melihat pada minat dan
                                   kemampuan yang saya miliki
15   Apa sajakah kendala yang      Fasilitas belajar yang kurang
     kamu hadapi dalam mengikuti mendukung, adanya anggapan yang
     pembelajaran dikelas unggulan kurang menyenagkan dari anak-anak
                                   diluar kelas unggulan sehingga kurang
                                   enak dalam berteman
16   Apakah kamu senang dengan     Saya senang belajar matematika karena
     pelajaran matematika          saya suka menghitung
17   Apakah buku matematika yang Saya rasa kurang menunjang, saya
     tersedia sudah cukup untuk    hanya punya buku paket dan LKS
     menunjang belajarmu
18   Menurutmu apakah ada          Matematika dalam kehidupan sehari-
     gunanya belajar               hari dapat berguna untuk membantu
     matematikaBerguna sekali,     memecahkan masalah
     kita dapat me
19   Apakah kamu sudah pernah      Belum pernah
     diajarkan komputer dalam
     pelajaran matematika
20   Jika kamu belajar matematika Saya sudah bisa memahami notasi,
     kemahiran apa yang sudah      simbol matematika. Dan saya
     kamu kuasai sampai sekarang merasakan bahwa matematika sangat
     ini                           berguna
Hari/tanggal : Rabu/16 Maret 2005
Responden : Lily Yuliana Sari


 NO        PERTANYAAN                              JAWABAN
  1 Bagaimana perasaanmu              Sangat menyenangkan, kegiatan belajar-
    setelah diterima dikelas          mengajarnya santai dan enjoy
    unggulan
  2 Bagaimana pengalamanmu            Sangat menyenangkan, menambah
    mengikuti pembelajaran            pengetahuan dan memaksimalkan
    dikelas unggulan                  belajar saya
  3 Apakah keuntungan yang            Potensi yang ada pada saya dapat
    kamu rasakan setelah menjadi      dikembangkan dengan tepat dikelas
    siswa kelas unggulan              unggulan yang menyediakan lingkungan
                                      belajar yang cukup mendukung
  4   Bagaimana keistimewaan          Gurunya sudah baik, tapi masih ada
      gurumu dalam mengajar           guru yang kurang inisiatifnya sehingga
                                      pembelajaran masih dilakukan secara
                                      konvensional
  5   Apakah belajar dikelas          Lebih menyenangkan dengan anak-anak
      unggulan lebih menyenangkan     yang pandai membuat saya semangat
                                      belajar
  6   Menurut pendapatmu apakah       Perberbedaanya dikelas unggulan lebih
      ada perbedaan dalam             banyak diberikan soal uraian dengan
      memberikan evaluasi sewaktu     tingkat kesukaran yang berbeda dari
      kamu dikelas biasa dan kamu     kelas biasa
      dikelas unggulan
  7   Bagaimanakah nilai hasil        Nilai saya masih standar untuk kelas
      belajar yang kamu peroleh       unggulan, tidak ada nilai 6
  8   Bagaimanakah fasilitas,         Untuk mendukung proses pembelajaran
      sarana, dan prasarana belajar   masih terbentur pada banyak kendala,
      dikelas unggulan                misal untuk buku diperpustakaan masih
                                      sedikit jumlahnya
  9   Menurut kamu dalam proses       Proses interaksi tersebut terjadi antara
      pembelajaran terjadi proses     guru dengan siswa dan siswa dengan
      interaksi antar siapa saja      sesama siswa
 10   Apakah dikelasmu sudah ada      Sudah ada.
      guru BP
 11   Menurutmu guru BP berfungsi     Membentuk perilaku siswa agar lebih
      sebagai apa                     baik, membantu dalam mengatasi
                                      kesulitan siswa
 12   Bagaimanakah dengan ragam       Ragam belajarnya ada program
      belajar disekolah ini           intrakurikuler dan program ekstra
                                      kurikuler
13   Untuk program intrakurikuler  Untuk kelas unggulan pelaksanaanya
     dikelas unggulan              ada tambahan jam pelajaran, 4 jam
     pelaksanaanya seperti apa     setiap minggunya
14   Dalam kamu memilih ekstra     Saya memilih ekstra kurikuler karena
     kurikuler didasarkan atas apa saya suka dan saya ingin
                                   mengembangkan bakat yang saya miliki
15   Apa sajakah kendala yang      Masih ada guru yang mengajar secara
     kamu hadapi dalam mengikuti konvensional/kurang bervariasi. Untuk
     pembelajaran dikelas unggulan buku paket dapat diperbaharui dan
                                   diperbanyak lagi.
16   Apakah kamu senang dengan     Saya tidak senang dengan pelajaran
     pelajaran matematika          matematika, karena rumus-rumus yang
                                   banyak jadi mengalami kesulitan untuk
                                   memahami. Dan saya sering merasa
                                   takut saat belajar matematika.
17   Apakah buku matematika yang Untuk buku matematika masih kurang
     tersedia sudah cukup untuk    menunjang, saya hanya punya buku
     menunjang belajarmu           paket dan LKS
18   Menurutmu apakah ada          Matematika sangat berguna untuk
     gunanya belajar matematika    kehidupan sehari-hari
19   Apakah kamu sudah pernah      Belum pernah diajarkan komputer untuk
     diajarkan komputer dalam      belajar matematika
     pelajaran matematika
20   Jika kamu belajar matematika Saya sudah bisa memahami notasi dan
     kemahiran apa yang sudah      simbol matematika, model-model
     kamu kuasai sampai sekarang matematika dan menjadikan matematika
     ini                           sangat berguna
Hari/tanggal : Rabu/16 Maret 2005
Responden : Ani Mutohiroh


 NO        PERTANYAAN                                JAWABAN
  1 Bagaimana perasaanmu              Senang karena menambah teman dan
    setelah diterima dikelas          mereka pintar-pintar sehingga dapat
    unggulan                          mendorong saya untuk semangat belajar
  2 Bagaimana pengalamanmu            Kelas unggulan berbeda dengan kelas
    mengikuti pembelajaran            biasa. Disini jadi lebih banyak
    dikelas unggulan                  pengalaman belajarnya.
  3 Apakah keuntungan yang            Dalam belajar saya menambah banyak
    kamu rasakan setelah menjadi      penegetahuan, khususnya untuk bahasa
    siswa kelas unggulan              Inggris saya bisa menguasai lebih baik.
  4 Bagaimana keistimewaan            Gurunya sudah baik, tapi masih ada
    gurumu dalam mengajar             guru yang kurang kurang pengalaman
                                      dalam mengajar, mereka adalah guru-
                                      guru yang masih wiyata
  5   Apakah belajar dikelas          Kadangkala saya merasa itu sangat
      unggulan lebih menyenangkan     menyenangkan, tapi kadang merasa
                                      beban tanggungjawab saya untuk belajar
                                      lebih besar
  6   Menurut pendapatmu apakah       Dikelas unggulan bentuksoal biasanya
      ada perbedaan dalam             banyak yang uraian dengan tingkat
      memberikan evaluasi sewaktu     kesukaran yang menantang.
      kamu dikelas biasa dan kamu
      dikelas unggulan
  7   Bagaimanakah nilai hasil        Nilai saya sudah memenuhi standar
      belajar yang kamu peroleh
  8   Bagaimanakah fasilitas,         Fasilitas sudah cukup mendukung,
      sarana, dan prasarana belajar   kekuranganya pada pengadaan buku-
      dikelas unggulan                buku diperpustakaan
  9   Menurut kamu dalam proses       Proses interaksi tersebut terjadi antara
      pembelajaran terjadi proses     guru dengan siswa dan siswa dengan
      interaksi antar siapa saja      siswa
 10   Apakah dikelasmu sudah ada      Sudah ada.
      guru BP
 11   Menurutmu guru BP berfungsi     Mendorong semangat belajar,
      sebagai apa                     membantu dalam membentuk sikap dan
                                      perilaku kita.
 12   Bagaimanakah dengan ragam       Ada program intrakurikuler dan
      belajar disekolah ini           program ekstra kurikuler


 13   Untuk program intrakurikuler    Untuk kelas unggulan pelaksanaanya
      dikelas unggulan                ada tambahan jam pelajaran untuk satu
     pelaksanaanya seperti apa     minggu ada 4 jam tambahan
14   Dalam kamu memilih ekstra     Dalam memilih program
     kurikuler didasarkan atas apa ekstrakurikuler, saya
                                   mempertimbangkan pada bakat dan
                                   kemauan yang saya miliki dan saya
                                   ingin mengembangkanya
15   Apa sajakah kendala yang      Fasilitas belajar kurang mendukung.
     kamu hadapi dalam mengikuti Saya merasa sering dibedakan bila
     pembelajaran dikelas unggulan bergaul dengan teman diluar kelas
                                   unggulan
16   Apakah kamu senang dengan     Saya kurang suka dengan matematika,
     pelajaran matematika          bikin pusing dengan rumus-rumus yang
                                   susah dipahami.
17   Apakah buku matematika yang     Buku matematika yang tersedia masih
     tersedia sudah cukup untuk      kurang menunjang, saya hanya punya
     menunjang belajarmu             buku paket dan LKS
18   Menurutmu apakah ada            Matematika sangat berguna untuk
     gunanya belajar matematika      kehidupan, saya bisa menghitung dan
                                     tidak dibodohi orang lain
19   Apakah kamu sudah pernah        Belum pernah diajarkan komputer untuk
     diajarkan komputer dalam        belajar matematika
     pelajaran matematika
20   Jika kamu belajar matematika    Saya merasa memiliki kemahiran untuk
     kemahiran apa yang sudah        memahami notasi dan simbol
     kamu kuasai sampai sekarang     matematika, model-model matematika
     ini                             dan menjadikan matematika berguna
                                     untuk kehidupan

				
DOCUMENT INFO
Description: buku-matematika-smp pdf