PEMERINTAH KABUPATEN BANYUWANGI

Description

surat-kerjasama-rumah-makan pdf

Document Sample
scope of work template
							            PEMERINTAH KABUPATEN BANYUWANGI

                           SALINAN
            PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANYUWANGI
                     NOMOR 5 TAHUN 2006

                                TENTANG

   RETRIBUSI PELAYANAN KESEHATAN PADA BADAN PELAYANAN KESEHATAN
     MASYARAKAT (BAPELKESMAS) RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD)
                     DI KABUPATEN BANYUWANGI


              DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

                        BUPATI BANYUWANGI,


MENIMBANG   : a. bahwa berdasarkan kondisi riil dilapangan terhadap beberapa
                 ketentuan tarif Pelayanan Kesehatan yang diatur dalam Peraturan
                 Daerah Nomor 20 Tahun 2002, dirasa sudah kurang sesuai dengan
                 perkembangan perekonomian saat ini sehingga perlu disesuaikan;

             b. bahwa sehubungan dengan maksud tersebut pada huruf a
                konsideran ini, perlu menetapkan tarif retribusi Pelayanan
                Kesehatan pada Badan Pelayanan Kesehatan Masyarakat
                (Bapelkesmas) Rumah Sakit Umum Daerah di Kabupaten
                Banyuwangi dalam Peraturan Daerah.

MENGINGAT   : 1. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1950 tentang Pembentukan
                 Daerah-daerah Kabupaten dalam Lingkungan Propinsi Jawa Timur
                 (Lembaran Negara Tahun 1950 Nomor 19) ;
              2. Undang–Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara
                 Pidana (Lembaran Negara Tahun 1981 Nomor 76, Tambahan
                 Lembaran Negara Nomor 3209)
              3. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Pokok-Pokok
                 Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 100, Tambahan
                 (Lembaran Negara Nomor 3495) ;
              4. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1997 tentang Pajak Daerah dan
                 Retribusi Daerah (Lembaran Negara Tahun 1997 Nomor 4,
                 Tambahan Lembaran Negara Nomor 3685), sebagaimana telah
                 diubah dengan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2000 (Lembaran
                 Negara Tahun 2000 Nomor 246, Tambahan Lembaran Negara
                 Nomor 3839);
              5. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan
                 Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Tahun 2004
                 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4389);
                                        2


                  6. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan
                     Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan
                     Lembaran Negara Nomor 4437) sebagaimana telah diubah dengan
                     Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 3 Tahun
                     2005 yang telah ditetapkan dengan Undang-Undang Nomor 8
                     Tahun 2005 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 32
                     Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara
                     Tahun 2005 Nomor 108, Tambahan Lembaran Negara Republik
                     Indonesia Nomor 4548) ;
                  7. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan
                     Keuangan antara Pemerintah Pusat dan        Pemerintah Daerah
                     (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran
                     Negara Republik Indonesia Nomor 4438) ;
                  8. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan
                     Pemerintah dan Kewenangan Provinsi sebagai Daerah Otonom
                     (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 54, Tambahan Lembaran
                     Negara Republik Indonesia Nomor 3952) ;
                  9. Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2001 tentang Retribusi
                     Daerah (Lembaran Negara Tahun 2001 Nomor 119, Tambahan
                     Lembaran Negara Nomor 4139) ;
                 10. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman
                     Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran
                     Negara Tahun 2005 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara
                     Republik Indonesia Nomor 4090) ;
                 11. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 582/MENKES/SK/VI/1997
                     tentang Pola Tarif Rumah Sakit Pemerintah ;
                 12. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1457/MENKES/SK/X/2003
                     tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di
                     Kabupaten/Kota ;
                 13. Peraturan Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Banyuwangi Nomor
                     4 Tahun 1988 tentang Penyidik Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan
                     Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II Banyuwangi (Lembaran
                     Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Banyuwangi Tahun 1988
                     Nomor 3/C) ;
                 14. Peraturan Daerah Kabupaten Banyuwangi Nomor 21 Tahun 2004
                     tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Badan Pelayanan
                     Kesehatan Masyarakat RSUD Kabupaten Banyuwangi (Lembaran
                     Daerah Kabupaten Banyuwangi Tahun 2004 Nomor 18/D).

                        Dengan Persetujuan Bersama
                     DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH
                         KABUPATEN BANYUWANGI
                                   dan
                           BUPATI BANYUWANGI

                                  MEMUTUSKAN

Menetapkan   :    PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANYUWANGI TENTANG
                  RETRIBUSI  PELAYANAN  KESEHATAN  PADA   BADAN
                  PELAYANAN KESEHATAN MASYARAKAT (BAPELKESMAS)
                  RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) DI KABUPATEN
                  BANYUWANGI.
                                3



                                     BAB I
                              KETENTUAN UMUM
                                    Pasal 1
 Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud dengan istilah:

 1.   Kabupaten, adalah Kabupaten Banyuwangi.
 2.   Pemerintah Kabupaten, adalah Pemerintah Kabupaten Banyuwangi;
 3.   Bupati, adalah Bupati Banyuwangi;
 4.   Badan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Rumah Sakit Umum Daerah,
      selanjutnya disingkat Bapelkesmas RSUD, ialah Bapelkesmas RSUD milik
      Pemerintah Kabupaten Banyuwangi ;
 5.   Kepala Badan, adalah Kepala Badan Pelayanan Kesehatan Masyarakat
      Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Banyuwangi.
 6.   Mobil Ambulance dan mobil jenazah adalah mobil dinas milik Pemerintah
      Kabupaten Banyuwangi yang dipergunakan sebagai kendaraan untuk
      mengangkut orang sakit/jenazah ;
 7.   Pelayanan Kesehatan, adalah kegiatan-kegiatan fungsional yang dilakukan
      oleh Dokter Spesialis, Dokter Umum, Dokter Gigi, Bidan, Perawat dan
      Petugas kesehatan lain yang ditujukan kepada penderita untuk
      mendapatkan penegak diagnosa, pencegahan, perawatan dan pemulihan
      kesehatan ;
 8.   Tarip, adalah sebagian atau seluruh biaya penyelenggaraan kegiatan
      Pelayanan Medik dan Non Medik yang dibebankan kepada masyarakat
      sebagai imbalan atas jasa pelayanan yang diterima ;
 9.   Rawat Jalan adalah pelayanan terhadap orang yang datang di Rumah
      Sakit untuk keperluan observasi, diagnosa, pengobatan, rehabilitasi medik
      dan pelayanan lainnya tanpa tinggal diruang rawat inap ;
10.   Rawat Inap adalah pelayanan terhadap orang yang datang di Rumah Sakit
      untuk keperluan observasi, perawatan, diagnosa, pengobatan, rehabilitasi
      medik dan pelayanan kesehatan dan harus menginap di Rumah Sakit ;
11.   Jasa Pelayanan adalah Pelayanan dan kemudahan yang diberikan kepada
      seseorang dalam rangka observasi, diagnosa, pengobatan, konsultasi
      rehabilitasi medik dan atau pelayanan kesehatan lainnya ;
12.   Jasa Konsultasi Medik adalah Pelayanan Konsultasi yang diberikan kepada
      seseorang dalam observasi dan penegakan diagnosa ;
13.   Rujukan Penderita adalah permohonan pemeriksaan spesialis/ konsultan
      ahli dan sekaligus menyerahkan pengobatan dan perawatan serta
      penanganan selanjutnya oleh dokter satu bagian kepada Dokter bagian
      lainnnya untuk kepentingan penyembuhan penderita yang sedang
      berlangsung antar bagian dalam Rumah Sakit atau ke Rumah Sakit
      lainnya ;
14.   Penunjang Diagnostik adalah Pelayanan Kesehatan untuk menunjang
      penegakan diagnosa ;
15.   Rehabilitasi Medik adalah Pelayanan Kesehatan yang diberikan oleh Unit
      Rehabilitasi Medik dalam bentuk pelayanan Fisioterapi, Terapi Wicara,
      Ortatik/Maslilik, Bimbingan Sosial Medik dan jasa Psikologi ;
16.   Akomodasi adalah penggunaan fasilitas Rawat Inap dengan atau tanpa
      makan di Rumah Sakit ;
                              4


17. ICU (Intensive Care Unit) adalah ruang perawatan intensif yang
    memberikan pelayanan pasien :
    a. Gangguan kardiovaskuler;
    b. Gangguan pernafasan;
    c. gangguan sistem cairan tubuh;
    d. Penyakit gawat yang dimungkinkan bisa sembuh.
18. Radio Diagnostik adalah Pemeriksaan radiologi untuk menjamin
    peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat ;
19. BBA (Bahan-bahan dan Alat) adalah semua perbekalan kesehatan yang
    digunakan langsung dalam rangka observasi, diagnosa, pengobatan
    perawatan, rehabilitasi medik dan pelayanan kesehatan lainya. Perbekalan
    kesehatan terdiri dari obat, bahan obat, alat kesehatan, reagen, bahan
    kimia, gas medik, radiologi dan nutrisi ;
20. Haemodialisis adalah Pemeriksaan penunjang untuk menegakkan
    diagnosa guna peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat ;
21. USG (Ultra Sonografi) adalah Pemeriksaan penunjang untuk menegakkan
    diagnosa guna peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat ;
22. Bahan Pakai Habis adalah bahan yang digunakan untuk merawat pasien
    yang sekali pemakaian ;
23. Alat Kesehatan adalah bahan, instrumen, aparatus, mesin, implan yang
    tidak mengandung obat yang digunakan untuk mencegah, mendiagnosa,
    menyembuhkan dan meringankan penyakit, merawat orang sakit serta
    memulihkan kesehatan pada manusia dan/atau membentuk sruktur dan
    memperbaiki fungsi tubuh ;
24. Penjamin adalah orang atau Badan Hukum sebagai penanggung biaya
    pelayanan kesehatan dari seseorang yang menjadi tanggungannya ;
25. Penderita adalah orang yang mendapat pelayanan kesehatan di Rumah
    Sakit ;
26. Perawatan Jenazah adalah kegiatan merawat jenazah yang dilakukan oleh
    Rumah Sakit untuk kepentingan pelayanan kesehatan dan pemakaman,
    bukan untuk proses peradilan ;
27. Peserta PT. ASKES (Asuransi Kesehatan) Indonesia, adalah Pegawai
    negeri dan Pensiunan Pegawai Negeri/ABRI dan keluarganya serta
    anggota masyarakat lainnya yang memiliki tanda pengenal ASKES yang
    sah sesuai dengan ketentuan yang berlaku ;
28. Peserta Asuransi lainnya adalah anggota masyarakat yang menjadi
    anggota Perusahaan Asuransi Kesehatan yang menjalin kerjasama dengan
    Rumah Sakit ;
29. Visum Et Repertum adalah Surat Keterangan Dokter di bawah sumpah
    berupa hasil pemeriksaan medis atas seseorang yang meninggal dunia
    untuk keperluan pemeriksaaan peradilan ;
30. Konservasi adalah pemeliharaan atau penyimpanan jenazah untuk
    mencegah kerusakan dalam waktu tertentu ;
31. Penderita yang kurang mampu/tidak mampu atau GAKIN adalah ;
    1. Penderita yang keadaaan sosial ekonominya kurang mampu atau sama
        sekali tidak mampu membayar perawatan atau pengobatannya yang
        dibuktikan dengan Surat Keterangan dari desa/kelurahan ;
    2. Mereka yang dipelihara oleh Badan Sosial/Rumah Yatim Piatu
        Pemerintah atau badan swasta yang sudah disahkan sebagai Badan
        Hukum dengan membawa surat dari instansi yang bersangkutan ;
32. Pejabat adalah pegawai yang diberi tugas tertentu di bidang Retribusi
    Daerah sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku ;
                              5


33. Badan adalah suatu badan usaha yang meliputi perseroan terbatas,
    perseroan komanditer, perseroan lainnya , badan usaha milik negara atau
    daerah dengan nama dan bentuk apapun, persekutuan, perkumpulan,
    firma, kongsi, koperasi atau organisasi yang sejenis, lembaga dana
    pensiun, bentuk usaha tetap serta bentuk badan usaha lainnya ;
34. Retribusi Jasa Umum adalah retribusi atas jasa yang disediakan atau
    diberikan oleh Pemerintah Kabupaten untuk tujuan kepentingan dan
    kemanfaatan umum serta dapat dinikmati oleh orang pribadi atau badan ;
35. Retribusi Pelayanan Kesehatan yang selanjutnya disebut retribusi adalah
    pembayaran atas pelayanan kesehatan di Puskesmas/Balai Pengobatan,
    Puskesmas Keliling, Rumah Sakit Umum Daerah ;
36. Surat Keterangan Retribusi daerah yang selanjutnya disingkat SKRD
    adalah Surat Keputusan yang menentukan besarnya jumlah retribusi
    terutang ;
37. Surat Tagihan Retribusi Daerah yang selanjutnya disingkat STRD adalah
    surat untuk melakukan tagihan retribusi atau sanksi administrasi berupa
    bunga atau denda ;
38. Surat Pendaftaran Obyek Retribusi Daerah yang selanjutnya disingkat
    SPORD adalah Surat yang dipergunakan oleh wajib retribusi yang terutang
    menurut peraturan perundang-undangan Retribusi Daerah ;


                                  BAB II
                 NAMA OBYEK DAN SUBYEK RETRIBUSI
                                  Pasal 2
         Dengan nama Retribusi Pelayanan Kesehatan dipungut retribusi
 sebagai pembayaran atas pelayanan kesehatan pada Rumah Sakit Umum
 Daerah.
                               Pasal 3

         Obyek Retribusi adalah setiap pelayanan kesehatan pada Rumah
 Sakit Umum Daerah.

                                  Pasal 4

         Subyek Retribusi adalah setiap orang pribadi yang mendapatkan
 pelayanan kesehatan dari Rumah Sakit Umum Daerah dan setiap Badan
 Hukum yang menjamin kesehatan orang atau pribadi.

                                  BAB III
                        PELAYANAN KESEHATAN
                                  Pasal 5

 (1) Jenis Pelayanan Kesehatan pada Bapelkesmas Rumah Sakit Umum
     Daerah di Kabupaten Banyuwangi adalah sebagai berikut :
     a. Pelayanan Rawat Jalan;
     b. Pelayanan Rawat Inap;
     c. Pelayanan Rawat Darurat;
     d. Pelayanan Penunjang Medik;
     e. Pelayanan Penunjang Non Medik.
                            6


(2) Rincian Biaya Pelayanan Kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah
    Kabupaten Banyuwangi dimaksud pada ayat (1) pasal ini terdiri dari :
    a. Rawat Jalan meliputi Jasa Konsultasi Medik dan Jasa Pelayanan yang
       dinyatakan dalam bentuk karcis ;
    b. Rawat Inap meliputi akomodasi dan konsumsi ;
    c. Rawat Darurat meliputi pemeriksaan, pengobatan dan observasi
       selama 24 jam sebelum dipindah ke rawat inap ;
    d. Penunjang Medik meliputi Laboratorium, Radiologi dan Gizi ;
    e. Penunjang Non Medik meliputi Instalasi Perawatan Sarana dan
       Prasarana Rumah Sakit (IPSRS), Hygiene Sanitasi Lingkungan, dan
       Bagian Administrasi.


                                Pasal 6
(1) Setiap penderita yang dirawat dan atau keluarganya harus mematuhi
    dan mentaati peraturan serta tata tertib yang dikeluarkan oleh Rumah
    Sakit Umum Daerah ;

(2) Bagi penderita yang kurang mampu dan/atau tidak mampu wajib
    melengkapi Surat Keterangan kurang mampu dan/atau tidak mampu
    dari Kepala desa/Kelurahan dan diketahui camat setempat.


                                Pasal 7

        Penderita rawat Inap disamping dikenakan Jasa Rumah Sakit juga
dikenakan jasa Pelayanan dan Jasa Administrasi.

                                Pasal 8

         Penderita Rawat Jalan atau Rawat Inap kiriman tahanan Kepolisian
biaya ditanggung penuh oleh Kepolisian.



                                BAB IV

    PRINSIP DAN SASARAN DALAM PENETAPAN STRUKTUR DAN

                           BESARNYA TARIP

                                Pasal 9

         Prinsip dan sasaran dalam penetapan struktur dan besarnya tarip
retribusi dimaksudkan untuk menutup biaya penyelenggaraan pelayanan
kesehatan dengan mempertimbangkan kemampuan masyarakat dan sebagai
pengganti investasi, perawatan, penyediaan prasarana operasional dan
pemeliharaan.
                            7



                                 BAB V
                  STRUKTUR DAN BESARNYA TARIP
                                Pasal 10
(1) Komponen Biaya Rawat Jalan di Bapelkesmas Rumah Sakit Umum
    Daerah Kabupaten Banyuwangi meliputi jasa sarana dan jasa pelayanan.

(2) Penderita Rawat Jalan memerlukan pemeriksaan penunjang diagnostik,
    tindakan medik dan terapi serta rehabilitasi medik, dikenakan biaya
    tindakan diluar karcis ;

(3) Besarnya biaya tindakan medis dan terapi serta pemeriksaan penunjang
    medik penderita rawat jalan disamakan dengan tarip kelas III ;

(4) Setiap penderita yang dilayani harus menunjukkan karcis pada petugas
    masing-masing poliklinik pada setiap pelayanan ;

(5) Penderita rawat jalan dikenakan karcis poliklinik atas pembayaran jasa
    pelayanan dan jasa sarana;

(6) Tarip rawat darurat yang memerlukan tindakan pemeriksaan penunjang,
    taripnya sama dengan tarip kelas II;

(7) Bapelkesmas Rumah Sakit Umum Daerah melayani Surat Keterangan
    Sehat untuk persyaratan sekolah, untuk melamar pekerjaan dan untuk
    Nikah Khusus (Anggota TNI) yang dikenakan tarip.


(8) Tarip Pemeriksaan Kesehatan (General Chek Up) meliputi :
    a. Pemeriksaan dasar ;
    b. Pemeriksaan lengkap ;


                                Pasal 11

(1) Komponen biaya rawat inap meliputi biaya akomodasi dan konsumsi;

(2) Jumlah hari perawatan dihitung sejak hari di rawat sampai hari
    keluar/pulang dari Bapelkesmas Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten
    Banyuwangi ;

(3) Penderita Rawat Inap yang dirawat di Bapelkesmas Rumah Sakit Umum
    Daerah Kabupaten Banyuwangi kurang dari 24 jam dikenakan tarip
    rawat inap sehari ;

(4) Biaya akomodasi yang dipakai penetapan tarip rawat inap adalah
    meliputi pemakaian sarana dan prasarana lain yang dapat disediakan
    oleh Rumah Sakit Umum Daerah ;
                               8


(5) Penderita rawat inap selain dikenakan biaya akomodasi, apabila
    memerlukan pemeriksaan penunjang diagnostik, tindakan medik dan
    terapi dan elektro medik, dikenakan tarip tersendiri sebagaimana
    tercantum dalam Lampiran Peraturan Daerah ini ;

(6) Tarip Kelas Rawat Inap terdiri dari ;
    a. Kelas III;
    b. Kelas II;
    c. Kelas I;
    d. Kelas Utama.


                                   Pasal 12

(1) Jenis tindakan medik dan terapi, terdiri dari :
    a. Tindakan Kecil ;
    b. Tindakan Sedang I dan II ;
    c. Tindakan Besar ;
    d. Tindakan Khusus.

(2) Komponen tindakan medik dan terapi, meliputi :
    a. Bahan pakai habis dan alat kesehatan;
    b. Jasa sarana;
    c. Jasa Pelayanan.

(3) Besaran Komponen tindakan medik dan terapi sebagaimana tercantum
    dalam Lampiran Peraturan Daerah ini.


                                   Pasal 13

(1) Jenis Pemeriksaan Laboratorium Klinik, meliputi ;
    a. Pemeriksaan Laboratorium Klinik Kecil ;
    b. Pemeriksaan Laboratorium Klinik Sederhana ;
    c. Pemeriksaan Laboratorium Klinik Sedang ;
    d. Pemeriksaan Laboratorium Klinik Canggih

(2) Komponen Biaya Pemeriksaan meliputi :
    a. Bahan pakai habis dan alat kesehatan;
    b. Jasa Sarana;
    c. Jasa Pelayanan.

(3) Besarnya biaya pemeriksaan laboratorium sebagaimana tercantum
    dalam Lampiran Peraturan Daerah ini.


                                   Pasal 14

(1) Pemeriksaan Radio Diagnostik, meliputi :
    a. Pemeriksaan Sederhana I ;
    b. Pemeriksaan Sederhana II ;
    c. Pemeriksaan Sedang I ;
                              9


     d.   Pemeriksaan Sedang II ;
     e.   Pemeriksaan USG ;
     f.   Pemeriksaan Canggih I ;
     g.   Pemeriksaan Canggih II.

(2) Komponen Biaya Pemeriksaan terdiri dari :
    a. Bahan pakai habis dan alat kesehatan;
    b. Jasa Sarana;
    c. Jasa Pelayanan.

(3) Untuk Klas III hanya membayar bahan-bahan dan alat dan Jasa Rumah
    Sakit ;

(4) Besarnya Biaya Pemeriksaan Radio Diagnostik ditambah jasa konsultasi
    sebagaimana tercantum dalam Lampiran Peraturan Daerah ini.



                                    BAB VI
              PELAYANAN KESEHATAN YANG DITANGGUNG
                             PIHAK PENJAMIN
                                    Pasal 15
(1) Tarif Bapelkesmas Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Banyuwangi
    untuk golongan masyarakat yang dijamin pembayarannya oleh Pihak
    Penjamin yang berbentuk Badan, ditetapkan atas dasar saling
    membantu melalui suatu kesepakatan bersama yang dituangkan dalam
    suatu Perjanjian Kerja Sama.
(2) Apabila peserta PT. ASKES Indonesia, Anggota Veteran, anggota Perintis
    Kemerdekaan serta Anggota ABRI dan Peserta Asuransi Kesehatan
    sebagai penderita tersebut pada ayat (1) pasal ini dan menempati
    bangsal yang lebih tinggi dari ketentuan yang berlaku, maka kepadanya
    diwajibkan menambah biaya sesuai dengan tarip yang berlaku ;


                                    Pasal 16
(1) Tarip pelayanan jenazah terdiri dari :
    a. Perawatan Jenazah ;
    b. Bedah Jenazah dan Perawatan :
    c. Keterangan sebab kematian ;
    d. Otopsi jenasah;
    e. Konservasi jenazah ;
    f. Penyimpanan jenazah
    g. Sewa kamar mayat
    h. Sewa kendaraan jenazah ;

(2) Tarip pelayanan jenazah dimaksud pada ayat (1) pasal ini termasuk
    bahan-bahan dan jasa rumah sakit dan jasa pelayanan yang besarnya
    sebagaimana tercantum dalam Lampiran Peraturan Daerah ini.
                           10



                                BAB VII

     PELAYANAN PEMULASARAAN ATAU PERAWATAN JENAZAH

                                Pasal 17



(1) Penyimpanan Jenazah diijinkan paling lama 2x24 jam ;
    Setelah 2x24 jam Rumah Sakit Umum Daerah berhak memakamkan
    jenazah tersebut, setelah pihak keluarga atau yang berwajib yang
    dihubungi tidak/belum mengambilnya.

(2) Biaya penguburan jenazah sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
    dilaksanakan oleh Rumah Sakit dan biaya ditanggung Pemerintah
    Daerah.



                                Pasal 18



(1) Bapelkesmas Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Banyuwangi
    berkewajiban menyelenggarakan penguburan jenazah penderita yang
    tidak mampu dan/atau tidak mempunyai keluarga atas biaya Pemerintah
    Daerah;

(2) Bapelkesmas Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Banyuwangi dapat
    melakukan perawatan jenazah bagi penderita yang meninggal dunia
    atas permintaaan keluarga atau penanggungnya;

(3) Biaya perawatan jenazah dimaksud pada ayat (2) dibebankan kepada
    keluarganya atau penanggungnya.



                                Pasal 19


(1) Visum et repertum yang dimintakan ke Bapelkesmas Rumah Sakit Umum
    Daerah Kabupaten Banyuwangi harus disertai surat permohonan sesuai
    dengan ketentuan yang berlaku ;

(2) Biaya Visum et repertum sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
    dibebankan kepada pemohon.
                            11



                                 BAB VIII
           PELAYANAN AMBULANS DAN MOBIL JENAZAH
                                 Pasal 20


(1) Besarnya pelayanan mobil ambulans dan mobil jenazah sebagaimana
    tercantum dalam Lampiran Peraturan daerah ini ;

(2) Atas pelayanan tersebut pada ayat (1) pasal ini dikenakan tarif dan
    harus dibayar lunas kepada Bendaharawan Penerima Rumah Sakit
    Umum Daerah.



                                 BAB IX
                      TATA CARA PENDAFTARAN
                                 Pasal 21


(1) Wajib Retribusi wajib mengisi SPORD ;

(2) SPORD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus diisi dengan jelas,
    benar dan lengkap serta ditandatangani oleh wajib retribusi atau
    kuasanya ;

(3) Bentuk, isi serta tata cara pengisian dan penyampaian SPORD
    sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Bupati.




                                  BAB X
                       PENETAPAN RETRIBUSI
                                 Pasal 22


(1) Berdasarkan SPORD sebagaimana dimaksud dalam pasal 22 ayat (1)
    ditetapkan retribusi terhutang dengan menerbitkan SKRD atau
    dokumenm lain yang dipersamakan ;

(2) Bentuk, isi serta tata cara penerbitan dan penyampaian SKRD atau
    dokumen lain yang dipersamakan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
    ditetapkan oleh Bupati.
                             12


                                   BAB XI
                       TATA CARA PEMUNGUTAN
                                  Pasal 23
(1) Pemungutan retribusi tidak dapat diborongkan ;

(2) Retribusi dipungut dengan menggunakan SKRD atau dokumen lain yang
    dipersamakan.

                                  BAB XII
                       TATA CARA PEMBAYARAN
                                  Pasal 24
(1) Pembayaran retribusi daerah dilakukan di Kas Daerah atau ditempat lain
    yang ditunjuk sesuai waktu yang ditentukan dengan menggunakan
    SKRD, SKRD Jabatan dan SKRD tambahan;

(2) Dalam hal pembayaran dilakukan ditempat lain yang ditunjuk, maka
    hasil penerimaan retribusi daerah harus disetor ke Kas Daerah selambat-
    lambatnya 1 x 24 jam atau dalam waktu yang ditentukan oleh Bupati;

(3) Apabila pembayaran retribusi dilakukan setelah lewat waktu yang
    ditentukan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), maka dikenakan
    sanksi administrasi berupa bunga sebesar 2% (dua persen) dengan
    menerbitkan STRD.


                                  PASAL 25
(1) Pembayaran retribusi harus dilakukan secara tunai/lunas;

(2) Bupati atau Pejabat yang ditunjuk dapat memberi izin kepada wajib
    retribusi untuk mengangsur retribusi terutang dalam jangka waktu
    tertentu dengan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan;

(3) Tata cara pembayaran retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (2)
    ditetapkan oleh Bupati;

(4) Bupati atau Pejabat yang ditunjuk dapat mengijinkan wajib retribusi
    untuk menunda pembayaran retribusi sampai batas waktu yang
    ditentukan dengan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan.

                                  PASAL 26

(1) Pembayaran retribusi sebagaimana dimaksud dalam pasal 25 diberikan
    tanda bukti pembayaran;

(2) Setiap pembayaran dicatat dalam buku penerimaan;

(3) Bentuk, isi, kualitas, ukuran buku dan tanda bukti pembayaran retribusi
    ditetapkan oleh Bupati.
                             13



                                  BAB XIII
                        TATA CARA PENAGIHAN
                                  PASAL 27
(1) Pelaksanaan penagihan retribusi dikeluarkan setelah 7 (tujuh) hari sejak
    jatuh tempo pembayaran dengan mengeluarkan surat bayar/penyetoran
    atau surat lainnya yang sejenis sebagai awal tindakan pelaksanaan
    penagihan;

(2) Dalam jangka waktu 7 (tujuh) hari setelah tanggal surat
    teguran/peringatan/surat lain yang sejenis, wajib retribusi harus
    melunasi retribusinya yang terutang;

(3) Surat teguran/penyetoran atau surat lainnya sebagaimana dimaksud
    pada ayat (1) dikeluarkan oleh pejabat yang ditunjuk.

                                  BAB XIV
                  PENGURANGAN, KERINGANAN DAN
                       PEMBEBASAN RETRIBUSI
                                  Pasal 28

(1) Bupati dapat memberikan pengurangan, keringanan dan pembebasan
    retribusi ;
(2) Pemberian pengurangan dan keringanan retribusi dimaksud pada ayat
    (1) pasal ini, dengan memperhatikan kemampuan masyarakat ;
(3) Tata cara pengurangan, keringanan dan pembebasan retribusi
    ditetapkan oleh Bupati.

                                  BAB XV
                          KETENTUAN PIDANA
                                  Pasal 29
Wajib retribusi yang tidak melaksanakan kewajibannya sehingga merugikan
keuangan daerah diancam pidana kurungan paling lama 6 (enam) bulan atau
denda paling banyak 4 (empat) kali jumlah Retribusi yang terutang


                                  BAB XVI
                      KETENTUAN PENYIDIKAN
                                  Pasal 30
(1) Pejabat Pegawai Negeri Sipil tertentu di lingkungan Pemerintah
    Kabupaten Banyuwangi diberi wewenang khusus sebagai penyidik
    untuk melakukan penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan daerah
    atau retribusi sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang Hukum
    Acara Pidana yang berlaku ;
                            14


(2) Wewenang penyidik sebagaimana dimaksud pada ayat (1)        pasal ini
    adalah :

    a. Menerima, mencari, mengumpulkan dan meneliti keterangan atau
       laporan berkenaan dengan tindak pidana dibidang perpajakan daerah
       dan retribusi agar keterangan atau laporan tersebut menjadi lebih
       lengkap dan jelas ;
    b. Meneliti, mencari dan mengumpulkan keterangan mengenai orang
       pribadi atau badan tentang kebenaran perbuatan yang dilakukan
       sehubungan dengan tindak pidana perpajakan daerah dan retribusi;
    c. Meminta keterangan dan bahan bukti dari orang pribadi atau Badan
       sehubungan dengan tindak pidana perpajakan daerah dan retribusi ;
    d. Memeriksa buku-buku, catatan-catatan dan dokumen-dokumen
       berkenaan dengan tindak pidana perpajakan daerah dan retribusi ;
    e. Melakukan penggeledahan untuk mendapatkan barang-barang bukti
       pembukuan, pencatatan dan dokumen-dokumen lain serta
       melakukan penyitaan terhadap barang bukti tersebut ;
    f. Meminta bantuan tenaga ahli dalam rangka pelaksanaan tugas
       penyidikan tindak pidana dibidang perpajakan daerah dan retribusi ;
    g. Menyuruh berhenti dan atau melarang seseorang meninggalkan
       ruangan atau tempat pada saat pemeriksaan sedang berlangsung
       dan memeriksa identitas orang atau dokumen yang dibawa
       sebagaimana dimaksud dalam huruf e ayat ini ;
    h. Memotret seseorang yang berkaitan dengan tindak pidana
       perpajakan daerah dan retribusi ;
    i. Memanggil orang untuk didengar keterangannya dan diperiksa
       sebagai tersangka atau saksi ;
    j. Penghentian penyidikan ;
    k. Melakukan tindakan lain yang perlu untuk kelancaran penyidikan
       tindak pidana di bidang perpajakan daerah dan retribusi menurut
       hukum yang bertanggung jawab.

(3) Penyidik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pasal ini
    memberitahukan dimulainya penyidikan dan menyampaikan hasil
    penyidikannya kepada Penuntut Umum melalui Penyidik Pejabat Polisi
    Negara Republik Indonesia sesuai ketentuan yang diatur dalam
    Undang-undang Hukum Acara Pidana yang berlaku.


                                 BAB XVII
                        KETENTUAN PENUTUP
                                 Pasal 31

(1) Hal-hal yang belum cukup diatur dalam Peraturan Daerah ini sepanjang
    mengenai teknis pelaksanaannya akan diatur lebih lanjut oleh Bupati.

(2) Dengan berlakunya Peraturan Daerah ini, maka peraturan Daerah
    Kabupaten Banyuwangi Nomor 20 Tahun 2002 tentang Retribusi
    Pelayanan Kesehatan pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di
    Kabupaten Banyuwangi dicabut dan dinyatakan tidak berlaku lagi.
                                       15




                                            Pasal 32

          Peraturan Daerah ini berlaku pada tanggal diundangkan.

          Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan
          Daerah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah Kabupaten
          Banyuwangi.



                                        Disahkan di       Banyuwangi
                                        Pada tanggal      25 September 2006

                                        BUPATI BANYUWANGI,


                                                   Ttd.

                                        RATNA ANI LESTARI, S.E., M.M.



Diundangkan di Banyuwangi
Pada tanggal 28 September 2006

            SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN BANYUWANGI

                                      Ttd.

                         Drs. H. SUDJIHARTO , M.M.


              LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BANYUWANGI
                      TAHUN 2006 NOMOR 2/C


                           Sesuai dengan aslinya
            An. SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN BANYUWANGI
                         Asisten Pemerintahan
                                    Ub.
                         Kepala Bagian Hukum



                                KATIMAN, S.H.
                                   Pembina
                                NIP. 510 111 130
                                          16



                                 PENJELASAN
                                    ATAS
                   PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANYUWANGI
                            NOMOR 05 TAHUN 2005

                                      TENTANG

   RETRIBUSI PELAYANAN KESEHATAN PADA BADAN PELAYANAN KESEHATAN
     MASYARAKAT (BAPELKESMAS) RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD)
                    DI KABUPATEN BANYUWANGI

I. PENJELASAN UMUM

          Bahwa dengan telah ditetapkannya Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004
  tentang Pemerintahan Daerah dan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 66 tahun
  2001, maka dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat perlu
  adanya penyediaan fasilitas perawatan yang cukup memadai serta tersedianya tenaga
  medis yang profesional di bidangnya.

     Sehubungan dengan maksud tersebut mengingat tarip pelayanan kesehatan pada
   Rumah Sakit Umum Daerah di Kabupaten Banyuwangi sebagaimana diatur dalam
   Peraturan Daerah Kabupaten Banyuwangi Nomor 20 Tahun 2002 tentang Retribusi
   Pelayanan Kesehatan Pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Di Kabupaten
   Banyuwangi dipandang tidak sesuai dengan kondisi ekonomi berikut bahan-bahan
   yang digunakan oleh setiap penderita, sehingga perlu diadakan penyempurnaan
   dengan menetapkan kembali pengaturan tarip pelayanan kesehatan pada Rumah
   Sakit Umum Daerah (RSUD) di Kabupaten Banyuwangi dengan menetapkannya dalam
   suatu Peraturan Daerah Induk Baru.


II. PENJELASAN PASAL DEMI PASAL

  Pasal 1 s/d 32        :   Cukup jelas



                     ***************************************

						
Other docs by xld14276