PERATURAN DAERAH KABUPATEN SLEMAN NOMOR 20 TAHUN 2001. TENTANG by xld14276

VIEWS: 6,061 PAGES: 139

panduan-penyelamatan-gunung-merapi pdf

More Info
									                      PERATURAN DAERAH KABUPATEN SLEMAN
                                  NOMOR 20 TAHUN 2001.


                                           TENTANG

        PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN SLEMAN
                                    TAHUN 2001-2004


                      DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA


                                    BUPATI SLEMAN,

Menimbang         :    a.   bahwa     dalam       rangka     meningkatkan        pelaksanaan
                            pemerintahan      dan      pembangunan       serta     pelayanan
                            masyarakat yang lebih berdaya guna dan berhasil guna,
                            perlu disusun program pembangunan daerah;

                       b.   bahwa program pembangunan daerah merupakan pedoman
                            dan     arah     dalam     penyelenggaraan       pemerintahan,
                            pengelolaan pembangunan, dan pelaksanaan pelayanan
                            kepada masyarakat;

                       c.   bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud
                            dalam huruf a dan huruf b perlu membentuk Peraturan
                            Daerah tentang Program Pembangunan Daerah Kabupaten
                            Sleman Tahun 2001-2004.


  Mengingat   :        1.   Undang-undang         Nomor     15   Tahun      1950     tentang
                            Pembentukan       Daerah      Kabupaten    Dalam     Lingkungan
                            Daerah Istimewa Yogyakarta (Berita Negara tanggal 8
                            Agustus 1959);
                       2.   Undang-undang         Nomor     22   Tahun      1999     tentang
                            Pemerintahan      Daerah       (Lembaran    Negara      Republik
                            Indonesia Tahun 1999, Nomor 60, Tambahan Lembaran
                            Negara Republik Indonesia Nomor 3839);



                                              1
                    3.   Undang-undang       Nomor    25   Tahun    1999   tentang
                         Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan
                         Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999,
                         Nomor 72);
                    4.   Undang-undang Nomor 25 Tahun 2000 tentang Program
                         Pembangunan Nasional (Propenas) Tahun 2000-2004
                         (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000, Nomor
                         206);
                    5.   Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1950 tentang Mulai
                         Berlakunya Undang-undang 1950 Nomor 12, 13, 14 dan 15
                         Dari hal Pembentukan Daerah-daerah Kabupaten di Jawa
                         Timur/Tengah/Barat, dan Daerah Istimewa Yogyakarta
                         (Berita Negara tanggal 14 Agustus 1950);
                    6.   Peraturan Daerah Kabupaten Sleman Nomor 11 Tahun
                         2000 tentang Pola Dasar Pembangunan Daerah Kabupaten
                         Sleman Tahun 2000-2004 (Lembaran Daerah Kabupaten
                         Sleman Tahun 200, Nomor 12 Seri D), sebagaimana telah
                         diubah dengan Peraturan Daerah Kabupaten Sleman
                         Nomor 5 Tahun 2001 (Lembaran Daerah Kabupaten
                         Sleman Tahun 2001, Nomor 5 Seri D).


                                 Dengan persetujuan
        DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN SLEMAN,


                                  MEMUTUSKAN:

Menetapkan    :   PERATURAN        DAERAH       KABUPATEN    SLEMAN    TENTANG
                  PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN SLEMAN
                  TAHUN 2001-2004.


                                      Pasal 1

Program Pembangunan Daerah tahun 2001-2004 adalah rencana pembangunan
daerah yang berskala lima tahunan, yang memuat visi, misi, tujuan, kebijakan,
strategi program pembangunan, kegiatan daerah, dan indikator kinerja pada aspek
desentralisasi, dekonsentrasi, dan pembantuan, sebagai penjabaran dari Pola Dasar
Pembangunan Daerah dengan mengacu pada Program Pembangunan Nasional.




                                         2
                                         Pasal 2

Program Pembangunan Daerah Kabupaten Sleman Tahun 2001-2004 merupakan
pedoman dan arah bagi penyelenggaraan pemerintah daerah dan seluruh
masyarakat dalam melaksanakan pembangunan daerah.

                                         Pasal 3

Sistematika Program Pembangunan Daerah tahun 2001-2004 disusun sebagai
berikut:
BAB I      PENDAHULUAN.
BAB II     KONDISI DAERAH, PROYEKSI PERTUMBUHAN, DAN KENDALA.
BAB III    VISI, MISI, DAN STRATEGI.
BAB IV     PRIORITAS PEMBANGUNAN DAERAH.
BAB V      PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH.
BAB VI     PENUTUP.

                                         Pasal 4

Program Pembangunan Daerah Kabupaten Sleman Tahun 2001-2004 sebagaimana
tersebut dalam lampiran Peraturan Daerah ini, dan merupakan bagian yang tidak
terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.

                                         Pasal 5

Pelaksanaan lebih lanjut Program Pembangunan Daerah Tahun 2001-2004
dijabarkan dalam Rencana Pembangunan Tahunan Daerah (Repetada) yang
memuat APBD.

                                         Pasal 6

Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah
ini dalam lembaran Daerah Kabupaten Sleman.

                                                   Ditetapkan di Sleman.
                                                   Pada tanggal 24 November 2001.

                                                   BUPATI SLEMAN,


                                                        Cap/ttd


                                                   IBNU SUBIYANTO

                                           3
Disetujui dengan Keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sleman:
Nomor     :   14/K.DPRD/2001
Tanggal :     24 November 2001
Tentang :     Persetujuan Penetapan Peraturan Daerah Kabupaten Sleman tentang
              Program Pembangunan Daerah Kabupaten Sleman Tahun 2001-2004.


Diundangkan di Sleman.
Pada tanggal 3 Desember 2001


 SEKRETARIS DAERAH
 KABUPATEN SLEMAN,


         Cap/ttd


        SUTRISNO


LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SLEMAN TAHUN 2001 NOMOR 7 SERI D




                                       4
      LAMPIRAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN SLEMAN
                         NOMOR 20 TAHUN 2001
                                TENTANG
    PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN SLEMAN
                           TAHUN 2001-2004



                                DAFTAR ISI


                                                           Halaman

BAB. I.     PENDAHULUAN ………………………………………………………….                       8

            A. UMUM …………………………………………………………………                         8

            B. MAKSUD DAN TUJUAN ………….………………………………….                  9

            C. LANDASAN …………………………………..………………………                      9

            D. SISTEMATIKA ……………..…………………………………………                   10

BAB. II.    KONDISI DAERAH, PROYEKSI PERTUMBUHAN DAN KENDALA ..      10

            A. KONDISI DAERAH    ………….…………………………………….                10

            B. PROYEKSI PERTUMBUHAN ……………………………………….                 29

            C. KENDALA     ……………………………………………………….                    32

BAB. III.   VISI, MISI DAN STRATEGI ………………………………………………               34

            A. VISI ……………………………………………………………………….                     34

            B. MISI ………………………………………………………………………                      35

            C. STRATEGI ………………………………………………………………                     36

BAB. IV.    PRIORITAS PEMBANGUNAN DAERAH .………………………………               37

            A. MEWUJUDKAN PEMERINTAHAN DAERAH YANG BAIK ………..        37

            B. MENINGKATKAN KEGIATAN EKONOMI DAERAH ………………           38

            C. MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN RAKYAT..………………….           39

            D. MENINGKATKAN KAPASITAS PENGEMBANGAN POTENSI
               WILAYAH .………………………………………………………………                     40

BAB. V.     PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH ……………………………….                 41

            A. MEWUJUDKAN PEMERINTAHAN DAERAH YANG BAIK ……….         42


                                    5
  1. HUKUM ……………………………………………………………..                 42

  2. POLITIK …………………………………………………………….                45

  3. PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH………….        47

  4. KOMUNIKASI, INFORMASI DAN MEDIA MASSA……………..    53

  5. KETENTRAMAN DAN KETERTIBAN……………….. …………         56


B. MENINGKATKAN KEGIATAN EKONOMI DAERAH ……………..      58

  1. INDUSTRI …………………………………………………………..               58

  2. PERTANIAN DAN KEHUTANAN ………………………………..          62

  3. SUMBERDAYA AIR DAN IRIGASI ……………………………..        69

  4. PERTAMBANGAN DAN ENERGI……………………………….            71

  5. TRANSPORTASI……………………………….. ………………..             75

  6. PERDAGANGAN…………………………………………….…….               76

  7. PENGEMBANGAN USAHA DAN KEUANGAN DAERAH ……       79

  8. KOPERASI………………………. ………………………………..               80

  9. PENGEMBANGAN INVESTASI ………………………………….           82

 10. PARIWISATA…………………………………………. ……………              84

 11. POS DAN TELEKOMUNIKASI…………………………………….           86

 12. KEDIRGANTARAAN……………………….………………………               88

C. MENINGKATAN KESEJAHTERAAN RAKYAT ……………………         89

  1. AGAMA ……………………………………………………………...                90

  2. PENDIDIKAN……………………………………………………….                92

  3. KESEHATAN DAN KESEJAHTERAAN SOSIAL….……………       96

  4. KEBUDAYAAN……………. ……………………………………..              102

  5. KEPENDUDUKAN DAN KB…….………………………………             106

  6. PEMUDA DAN OLAH RAGA……………………………………             109

  7. TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI………………………         111

  8. PERANAN PEREMPUAN………………………..………………             115

  9. ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI……………………..       117


                     6
       10. LEMBAGA KEMASYARAKATAN.………………………………           119

      D. MENINGKATKAN KAPASITAS PENGEMBANGAN POTENSI     120
        WILAYAH

        1. PERDESAAN DAN PERKOTAAN………………………………           121

        2. PENATAAN RUANG……………….………………………………             123

        3. PERTANAHAN ………………………..……………………………             125

        4. PERUBAHAN DAN PERMUKIMAN..……………………………         127

        5. WILAYAH PERBATASAN …………………………….…………           130

        6. SUMBER DAYA ALAM DAN LINGKUNGAN HIDUP .…………   131

BAB. VI. PENUTUP …………………………………………………………………..             147




                           7
                                      BAB I
                                 PENDAHULUAN


A.   UMUM

     Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) tahun 1999-2004 memuat konsep
     tentang    arah   penyelenggaraan   negara   yang    menjadi   pedoman   bagi
     penyelenggaraan negara dan seluruh rakyat Indonesia dalam melaksanakan
     penyelenggaraan negara dan melakukan langkah-langkah penyelamatan,
     pemulihan, pemantapan dan pengembangan pembangunan selama lima tahun
     kedepan guna mewujudkan kemajuan di segala bidang. Untuk mewujudkan
     kemajuan sesuai arah penyelenggaraan negara sebagaimana amanat GBHN
     tersebut dituangkan dalam rencana pembangunan nasional yang bersifat
     strategis yaitu Program Pembangunan Nasional (PROPENAS). Selanjutnya
     PROPENAS dijabarkan ke dalam Rencana Pembangunan Tahunan (REPETA)
     yang memuat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) .
     Kabupaten Sleman yang merupakan bagian wilayah Negara Kesatuan Republik
     Indonesia, dalam menyusun rencana pembangunan daerah sebagai bagian
     integral   dari pembangunan nasional adalah untuk mewujudkan tercapainya
     tujuan pembangunan daerah sesuai dengan aspirasi masyarakat di daerah dan
     sekaligus untuk memperkuat tercapainya tujuan pembangunan nasional yaitu
     terwujudnya masyarakat Indonesia yang sejahtera adil dan makmur dalam
     wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
     Pola Dasar Pembangunan Daerah Kabupaten Sleman Tahun 2000 – 2004 yang
     merupakan dokumen induk perencanaan dijabarkan lebih lanjut dalam Program
     Pembangunan Daerah (PROPEDA) yang pelaksanaannya dijabarkan dalam
     Rencana     Pembangunan    Tahunan      Daerah   (REPETADA)    yang   memuat
     Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.
     Penyusunan Program Pembangunan Daerah (PROPEDA) Kabupaten Sleman
     didasarkan pada kebutuhan, kemampuan, karakteristik dan aspirasi masyarakat,
     serta mendasarkan pada kaidah perencanaan pembangunan yang desentralistis
     dan demokratis, partisipatif, terbuka dan bertanggungjawab.
     Substansi PROPEDA mencakup seluruh dimensi bidang pembangunan, yang
     memfokuskan pada isu-isu pokok daerah yang mendasar dan ditangani oleh
     Pemerintah Daerah sesuai dengan tugas dan fungsi daerah otonom. Isu-isu
     pokok daerah yang penting, mendasar dan mendesak untuk jangka pendek dan
     menengah tersebut akan dirumuskan dalam kebijakan dan sasaran program
     strategis dan prioritas, oleh karena itu PROPEDA Kabupaten Sleman Tahun
     2001 – 2004 adalah rencana pembangunan yang berskala regional yang bersifat


                                         8
     makro yang memuat kebijaksanaan dan program-program pembangunan yang
     pokok, strategis, prioritas, mendasar dan mendesak untuk dilaksanakan dalam
     kurun waktu empat tahun kedepan yang telah menjadi konsensus dan komitmen
     bersama antara lembaga eksekutif dan lembaga legislatif.


B.   MAKSUD DAN TUJUAN

     PROPEDA merupakan dokumen perencanaan daerah yang menguraikan
     pokok-pokok kebijakan dan pokok-pokok program pembangunan daerah yang
     strategis, penyusunan PROPEDA dimaksudkan sebagai pedoman dan arah bagi
     penyusunan perencanaan dan pengendalian program pembangunan tahunan di
     daerah untuk mewujudkan tercapainya tujuan pembangunan daerah sekaligus
     dalam rangka mendukung tercapainya tujuan pembangunan nasional, sesuai
     dengan batas-batas kewenangan daerah.
     Tujuan disusunnya PROPEDA adalah agar pelaksanaan pembangunan di
     Kabupaten Sleman dapat lebih terkoordinasi, terpadu dan berkesinambungan
     melalui sistem dan mekanisme perencanaan yang saling terkait, integratif dan
     sinergik.

C.   LANDASAN

     Landasan yang digunakan sebagai dasar hukum penyusunan PROPEDA
     Kabupaten Sleman Tahun 2001 – 2004, adalah :
     1. Landasan Idiil                                : Pancasila
     2. Landasan Konstitusional                       : UUD 1945
     3. Landasan Konsepsi Arah Penyelenggara- : TAP MPR RI No.IV/MPR/1999
        an Negara                                         tentang   GBHN     tahun   1999-
                                                          2004
     4. Landasan Kebijakan Operasional                : Program Pembangunan Nasional
                                                          (PROPENAS)
     5. Landasan Operasional Fungsional               :
          a. Undang-undang Nomor 15 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah
                 Kabupaten dalam Lingkungan Daerah Istimewa Yogyakarta,
          b. Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah,
          c. Undang-undang       Nomor   25   Tahun       1999   tentang   Perimbangan
                 Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah,
          d. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 1999 tentang Kewenangan
                 Pemerintah dan Kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonom,




                                          9
          e. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 Tahun 1982 tentang
               Pedoman Penyusunan Perencanaan dan Pengendalian Pembangunan
               di Daerah,
          f. Surat Edaran Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah Nomor
               050/1240/II/Bangda    tanggal   21   Juni   2001   tentang   Pedoman
               Penyusunan    Dokumen       Perencanaan     Pembangunan      Propinsi,
               Kabupaten dan Kota,
          g. Peraturan Daerah Kabupaten Sleman Nomor 11 Tahun 2000 tentang
               Pola Dasar Pembangunan Daerah Kabupaten Sleman Tahun 2000-
               2004 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kabupaten
               Sleman Nomor 5 Tahun 2001,
          h. Peraturan Daerah Kabupaten Sleman Nomor 12 Tahun 2000 tentang
               Organisasi Pemerintah Daerah,

D.   SISTEMATIKA


     PROPEDA Kabupaten Sleman Tahun 2001-2004 disusun menurut sistematika
     sebagai berikut :

     BAB I       PENDAHULUAN
     BAB II      KONDISI DAERAH, PROYEKSI PERTUMBUHAN DAN KENDALA
     BAB III     VISI, MISI DAN STRATEGI
     BAB IV      PRIORITAS PEMBANGUNAN DAERAH
     BAB V       PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH
     BAB VI      PENUTUP


                                        BAB II
        KONDISI DAERAH, PROYEKSI PERTUMBUHAN DAN KENDALA


A    KONDISI DAERAH

     1. Geografi

        a. Letak Wilayah
              Letak geografis Kabupaten Sleman diantara 107° 15’ 03” dan 100° 29’
              30” Bujur Timur, 7° 34’ 51” dan 7° 47’ 03” Lintang Selatan. Wilayah
              Kabupaten Sleman sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten
              Magelang, Kabupaten Boyolali, Propinsi Jawa Tengah, sebelah timur
              berbatasan dengan Kabupaten Klaten, Propinsi Jawa Tengah, sebelah
              barat berbatasan dengan Kabupaten Kulon Progo, Propinsi Daerah
              Istimewa Yogyakarta dan Kabupaten Magelang, Propinsi Jawa Tengah,


                                          10
   dan sebelah selatan berbatasan dengan Kota Yogyakarta, Kabupaten
   Bantul dan Kabupaten Gunung Kidul, Propinsi Daerah Istimewa
   Yogyakarta.

b. Luas Wilayah

   Luas Wilayah Kabupaten Sleman adalah 57.482 Ha atau 574,82 Km2
   atau sekitar 18% dari luas Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta 3.185,80
   Km2, dengan jarak terjauh Utara – Selatan 32 Km2, Timur – Barat 35
   Km2. Secara administratif terdiri 17 wilayah Kecamatan, 86 Desa, dan
   1.212 Dusun.
                 Tabel 2.1 : Pembagian Wilayah Administrasi
                               Kabupaten Sleman
                                        Banyaknya     Luas (Ha)
   No             Kecamatan
                                       Desa Dusun
    1.     Kecamatan Moyudan            4      65        2.762
    2.     Kecamatan Godean             7      77        2.684
    3.     Kecamatan Minggir            5      68        2.727
    4.     Kecamatan Gamping            5      59        2.925
    5.     Kecamatan Seyegan            5      67        2.663
    6.     Kecamatan Turi               4      54        4.309
    7.     Kecamatan Tempel             8      98        3.249
    8.     Kecamatan Sleman             6      83        3.132
    9.     Kecamatan Ngaglik            5      87        3.852
   10. Kecamatan Mlati                  5      74        2.852
   11. Kecamatan Depok                  3      58        3.555
   12. Kecamatan Cangkringan            5      73        4.799
   13. Kecamatan Pakem                  5      61        4.384
   14. Kecamatan Ngemplak               5      82        3.571
   15. Kecamatan Kalasan                4      80        3.584
   16. Kecamatan Berbah                 4      58        2.299
   17. Kecamatan Prambanan              6      68        4.135
           Jumlah                       86   1.212      57.482

Sumber : BPS Kab. Sleman

c. Topografi, Klimatologi dan Tata Guna Tanah

   1) Topografi

         Kabupaten Sleman keadaan tanahnya dibagian selatan relatif datar
         kecuali daerah perbukitan dibagian tenggara Kecamatan Prambanan



                                  11
      dan sebagian di Kecamatan Gamping. Makin ke utara relatif miring
      dan dibagian utara sekitar Lereng Merapi relatif terjal serta terdapat
      sekitar 100 sumber mata air, yang airnya mengalir ke sungai – sungai
      utama yaitu sungai Boyong, Kuning, Gendol dan Krasak. Disamping
      itu terdapat anak-anak sungai yang mengalir ke arah selatan dan
      bermuara di Samudera Indonesia.

      Ketinggian wilayah Kabupaten Sleman berkisar antara < 100 sd
      >1000 m dari permukaan laut. Ketinggian tanahnya dapat dibagi
      menjadi empat kelas yaitu ketinggian < 100 m, 100 – 499 m, 500 –
      999 m dan > 1000 m dari permukaan laut. Ketinggian               < 100 m dari
      permukaan laut seluas 6.203 ha atau 10,79 % dari luas wilayah
      terdapat di Kecamatan Moyudan, Minggir, Godean, Prambanan,
      Gamping dan Berbah.

      Ketinggian > 100 – 499 m dari permukaan laut seluas 43.246 ha atau
      75,32 % dari luas wilayah, terdapat di 17 Kecamatan. Ketinggian >
      500 – 999 m dari permukaan laut meliputi luas 6.538 ha atau 11,38 %
      dari luas wilayah, meliputi Kecamatan Tempel, Turi, Pakem dan
      Cangkringan. Ketinggian > 1000 m dari permukaan laut seluas 1.495
      ha atau 2,60 % dari luas wilayah meliputi Kecamatan Turi, Pakem,
      dan Cangkringan.


              Tabel 2.2 : Ketinggian Wilayah Kabupaten Sleman
NO    KECAMATAN         < 100 M       >100 – 499 M   500 –       > 1000 M   JUMLAH
                                                     999 M                   (Ha)
 1.   Moyudan              2.407               355           -          -     2.762
 2.   Minggir                357             2.370           -          -     2.727
 3.   Godean                 209             2.475           -          -     2.684
 4.   Seyegan                     -          2.663           -          -     2.633
 5.   Tempel                      -          3.172      77              -     3.249
 6.   Gamping              1.348             1.577           -          -     2.925
 7.   Mlati                       -          2.852           -          -     2.852
 8.   Sleman                      -          3.132           -          -     3.132
 9.   Turi                        -          2.076    2.155            78     4.039
10.   Pakem                       -          1.664    1.498         1.222     4.384
11.   Ngaglik                     -          3.852           -          -     3.852
12.   Depok                       -          3.555           -          -     3.555
13.   Kalasan                     -          3.584           -          -     3.584
14.   Berbah               1.447               852           -          -     2.299
15.   Prambanan              435             3.700           -          -     4.135




                                      12
           NO      KECAMATAN           < 100 M         >100 – 499 M            500 –        > 1000 M        JUMLAH
                                                                               999 M                         (Ha)
           16.    Ngemplak                       -                 3.571               -                -        3.571
           17.    Cangkringan                    -                 1.796        2.808              195           4.799
                  Jumlah                  6.203                43.246           6.538            1.495        57.482
                    Prosentase            10,79                    75,32        11,38              2,60      100
      Sumber :Badan Pertanahan Daerah

                2) Klimatologi

                   Kondisi iklim di sebagian besar wilayah Kabupaten Sleman termasuk
                   tropis basah dengan curah hujan rata-rata 2.581 mm/tahun,
                   sedangkan jumlah hari hujan berkisar antara 90 sampai dengan 189
                   milimeter. Hal ini menunjukkan bahwa iklim di wilayah Kabupaten
                   Sleman pada umumnya cocok untuk pengembangan sektor pertanian
                   karena di dukung oleh kondisi agrokilmat yang ada. Kondisi iklim
                   selang lima tahun terakhir dapat dilihat pada tabel berikut :

           Tabel 2.3 : CURAH HUJAN WILAYAH KABUPATEN SLEMAN

                                   TAHUN 1996 – 2000

                     Tinggi        1996               1997            1998                  1999             2000
No   Kecamatan
                     Tempat      HH      Mm          HH      Mm       HH        Mm         HH      Mm       HH       Mm

 1 Sleman                  204   150    2.493         85   1.376      194 3.573            165     2.717    146     2.748

 2 Mlati                   162    98    2.799         58   1.338      147 3.359            123     2.729    116     2.106

 3 Gamping                 100    90    2.060         60   1.234      105 2.301             90     2.273     90     2.201

 4 Godean                  112   116    2.460         59   1.431      127 2.912             95     2.320     97     2.705

 5 Moyudan                  96    91    1.877         61     927      136 2.801            100     1.998    124     1.991

 6 Seyegan                 163    83    1.350         36     785           R     R          R           R     R           R

 7 Minggir                 138   121    1.927         69   1.199      142 2.983            117     2.246    126     2.388

 8 Tempel                  325   110    2.411         65   1.599      164 4.045            115     2.816    109     2.825

 9 Turi                    425   108    2.691         67   1.763      153 4.640             94     2.872    105     3.071

10 Pakem                   687   159    3.805        100   2.431      199 4.938             89     1.845    117     2.962

11 Cangkringan             408   101    2.128         76   1.316      161 3.510            130     2.612    144     3.158

12 Ngemplak                275    86    2.031         62   1.104      111 3.008            103     2.801    135     2.986

13 Ngaglik                 230   117    3.136         57   1.356      136 3.234            111     2.544    114     2.632

14 Depok                   130   105    2.164         52   1.194      111 2.993            126     2.483    133     2.570

15 Kalasan                 125    89    1.683         63   1.159      103 1.925             13     2.279     94     1.657




                                                      13
                      Tinggi          1996         1997             1998             1999              2000
No    Kecamatan
                      Tempat       HH      Mm     HH       Mm       HH     Mm      HH       Mm        HH      Mm



16 Berbah                 100      124   2.105     81     1.196     145 2.913        118 3.101         133 3.091

17 Prambanan              149       96   1.693     74     1.296     140 2.663        115 2.349         189 2.205




     Jumlah                      1.844 38.813     1.125 22.704    2.274 51.798     1.804    39.985    1.972   41.296

     Rata-rata                     108    2.283    66     1.336     142    3.237     113     2.499      123    2.581

Keterangan : R = Rusak, mm = milimeter, HH = Hari Hujan


              Kelembaban nisbi udara pada tahun 2000 terendah pada bulan Agustus
              sebesar 74% dan tertinggi pada bulan Maret dan November masing-
              masing 87%. Kondisi kelembaban nisbi udara ini juga mendorong
              budidaya tanaman sayuran dan tanaman hias utamanya di wilayah
              Kecamatan Turi, Pakem dan Cangkringan.


                                   Tabel 2.4 : Kelembaban Nisbi Udara

                                 Wilayah Kabupaten Sleman Tahun 2000

                 No                Bulan                  Maksimum          Minimum (%)              Rata-rata
                                                              (%)                                      (%)

                 1       Januari                            97                  47                    85
                 2       Februari                           97                  57                    85
                 3       Maret                              97                  57                    87
                 4       April                              98                  63                    85
                 5       Mei                                97                  64                    81
                 6       Juni                               97                  52                    80
                 7       Juli                               98                  38                    75
                 8       Agustus                            95                  31                    74
                 9       September                          95                  29                    76
                 10      Oktober                            97                  31                    80
                 11      Nopember                           99                  54                    87
                 12      Desember                           97                  56                    82
                 Sumber data : Lanud Adi Sucipto




                                                    14
     3) Tata Guna Tanah

           Hampir setengah dari luas wilayah merupakan tanah pertanian yang
           subur dengan didukung irigasi teknis dibagian barat dan selatan.
           Proporsi penggunaan lahan pada tahun 2000 meliputi sawah 23.483
           ha, tegalan 6.407 ha, pekarangan 18.759 ha, dan lain-lain yang terdiri
           antara lain hutan alam dan hutan rakyat 8.833 ha.
           Perkembangan penggunaan lahan selama lima tahun terakhir
           menunjukkan jenis tanah sawah turun rata-rata per tahun sebesar
           0,96 %, tegalan naik 0,82 %, pekarangan naik 0,31 %, dan lain-lain
           turun 1,57 %.


                Tabel 2.5 : Tata Guna Tanah di Kabupaten Sleman

              Jenis                             Luas (Ha)
    No
             Tanah         1995     1996     1997      1998         1999         2000
    1.     Sawah           24.662   24.586   24.381    24.321       24.291       23.483
    2.     Tegalan          6.184    6.214    6.255     6.256            5.864    6.407
    3.     Pekarang        18.461   18.488   18.609    18.659       18.688       18.759
           an
    4.     Lain-lain *      8.175    8.194    8.237     8.246            8.639    8.833
           Jumlah          57.482   57.482   57.482    57.482       57.482       57.482
    Sumber : Sub.Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura.
    * terdiri dari hutan rakyat, hutan negara, kolam/empang/tebat, tanah
     kuburan, jalan, dan lapangan.


2. Sumber Daya Alam

  a. Air
     Potensi sumber daya air meliputi mata air yang tersebar di lereng kaki
                                                               Mera3pi
     gunung Merapi, air sungai yang berhulu di Gunung                    dan air tanah
     dalam maupun air tanah dangkal yang tersebar di lereng kaki Gunung
     Merapi. Kandungan air bawah tanah yang cukup melimpah, yang sifatnya
     dinamis sebanding dengan jumlah suplai air pada musim penghujan.
     Hingga akhir tahun 2000 cadangan air bawah tanah mencapai
     4.919.501.400 m3, sementara pemakaian air bawah tanah sebanyak
     44.851.113 m3 dengan alokasi rata-rata per tahun            untuk pemakaian
     domestik sebanyak 28.326.579 m3, non domestik sebanyak 10.382.900
     m3 dan irigasi sebanyak 6.141.634 m3.




                                     15
  b. Bahan Galian Gol C

       Potensi galian golongan C meliputi pasir sebanyak 1.139.500 m3,
       batu/kerikil sebanyak 341.850 m3, andesit sebanyak 942.000 m3, tanah
       liat sebanyak 23.137.000 m3, dan kapur 1.467.000 m3.

       Produksi bahan galian golongan C pada tahun anggaran 2.000 meliputi
       pasir sebanyak 140.400 m3, sirtu/kerikil sebanyak 43.000 m3, andesit
       sebanyak 1.505 m3, tanah liat sebanyak 2.400 m3.

  c.   Flora dan Fauna

       Potensi aneka ragam flora dan fauna merupakan potensi alam yang
       cukup untuk memberikan daya tarik dan minat bagi wisatawan. Jenis flora
       meliputi pohon-pohonan sebanyak 31 jenis pohon dan 21 jenis tanaman
       obat serta hutan negara seluas 1.728,38 ha yang meliputi hutan lindung
       1.446,13 ha, taman wisata 137,5 ha, cagar alam 164,75 ha dan hutan
       rakyat   seluas     3.255 ha. Fauna yang ada berupa satwa liar (binatang
       yang hidup dialam bebas tanpa adanya campur tangan manusia),. satwa
       liar yang masih banyak ditemukan di hutan wisata adalah berbagai jenis
       burung Aves (24 spesies), jenis hewan mamalia 1 spesies yaitu monyet
       ekor panjang dan hijau, jenis ikan (pisces) 5 spesies, jenis reptil 25
       spesies, dan binatang buas berupa harimau. Flora dan fauna yang
       menjadi identitas Kabupaten Sleman adalah salak pondoh, merupakan
       flora atau tanaman identitas yang spesifik, dan burung punglor,
       merupakan burung liar yang memiliki habitat di kebun salak pondoh.


3. Karakteristik wilayah

   a. Berdasarkan karakteristik sumberdaya yang ada, wilayah Kabupaten
       Sleman terbagi menjadi 4 wilayah, yaitu :
       1) Kawasan        lereng   Gunung     Merapi,   dimulai   dari   jalan   yang
          menghubungkan kota Tempel, Pakem dan Cangkringan (ringbelt)
          sampai dengan puncak gunung Merapi. Wilayah ini merupakan
          sumber daya air dan ekowisata yang berorientasi pada kegiatan
          gunung Merapi dan ekosistemnya,
       2) Kawasan        Timur    meliputi   Kecamatan     Prambanan,      sebagian
          Kecamatan Kalasan dan Kecamatan Berbah. Wilayah ini merupakan
          tempat peninggalan purbakala (candi) yang merupakan pusat wisata
          budaya dan daerah lahan kering serta sumber bahan batu putih,



                                       16
   3) Wilayah Tengah yaitu wilayah aglomerasi kota Yogyakarta yang
      meliputi Kecamatan Mlati, Sleman, Ngaglik, Ngemplak, Depok dan
      Gamping. Wilayah ini merupakan pusat pendidikan, perdagangan dan
      jasa,
   4) Wilayah Barat meliputi Kecamatan Godean, Minggir, Seyegan dan
      Moyudan merupakan daerah pertanian lahan basah yang tersedia
      cukup air dan sumber bahan baku kegiatan industri kerajinan
      mendong, bambu serta gerabah.

b. Berdasar jalur lintas antar daerah, kondisi wilayah Kabupaten Sleman
   dilewati jalur jalan negara yang merupakan jalur ekonomi yang
   menghubungkan Sleman dengan kota pelabuhan (Semarang, Surabaya,
   Jakarta). Jalur ini melewati wilayah Kecamatan Prambanan, Kalasan,
   Depok, Mlati, Tempel dan Gamping. Selain itu, wilayah Kecamatan
   Depok, Mlati dan Gamping juga dilalui jalan lingkar yang merupakan jalan
   arteri primer, kecamatan tersebut merupakan wilayah         yang cepat
   berkembang, yaitu dari pertanian menjadi industri, perdagangan dan jasa.

c. Berdasarkan pusat-pusat pertumbuhan, wilayah Kabupaten Sleman
   merupakan wilayah hulu kota Yogyakarta. Berdasar letak kota dan
   mobilitas kegiatan masyarakat, dapat dibedakan fungsi kota sebagai
   berikut :

   1) Wilayah aglomerasi (perkembangan kota dalam kawasan tertentu)
      merupakan     perkembangan kota Yogyakarta, maka kota-kota yang
      berbatasan dengan kota Yogyakarta yaitu Kecamatan Depok,
      Gamping serta sebagian wilayah Kecamatan Ngaglik dan Mlati
      merupakan wilayah aglomerasi kota Yogyakarta.

   2) Wilayah sub urban (wilayah perbatasan antar desa dan kota) meliputi
      kota Kecamatan Godean, Sleman, dan Ngaglik terletak agak jauh dari
      kota     Yogyakarta   dan   berkembang   menjadi    tujuan   kegiatan
      masyarakat di wilayah Kecamatan sekitarnya, sehingga menjadi pusat
      pertumbuhan.

   3) Wilayah fungsi khusus/ wilayah penyangga (buffer zone) meliputi
      Kecamatan Tempel, Pakem dan Prambanan yang merupakan pusat
      pertumbuhan bagi wilayah sekitarnya.




                                  17
4. Perekonomian

  a. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)

                Tabel 2.6 Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)
                                                                                         (milyar)
    NO       PDRB           1996             1997             1998            1999        2000
    1.    Hrg. Berlaku    1.842,510     2.088,095           2.688,105       3.170,857   3.560,985
    2.    Hrg. Konstan    1.445,704     1.496,861           1.377,233       1.403,780   1.451,772
   Sumber : BPS Kab. Sleman

     PDRB atas harga berlaku selama lima tahun terakhir mengalami
     kenaikan rata-rata per tahun 18,07 % yaitu dari 1.842,510 milyar menjadi
     3.560,985 milyar sedangkan PDRB atas dasar harga konstan mengalami
     kenaikan rata-rata per tahun 0,22 % yaitu dari 1.445,704 milyar menjadi
     1.451,772 milyar.


 b. Struktur Perekonomian Daerah

                   Tabel 2.7 Struktur Perekonomian Daerah


                     KELOMPOK                               KONTRIBUSI TERHADAP PDRB
     NO
                         SEKTOR                     1996          1997         1998     1999        2000
    1.     PRIMER                                   17,19            18,05     18,08    19,19       14,62
           a. Pertanian                              16,64           17,57     17,67    18,77       14,18
           b. Pertambangan& Penggalian                0,55            0,48      0,41     0,42        0,44
    2.     SEKUNDER                                  29,79           28,33     25,42    24,39       27,23
           a. Industri Pengolahan                    17,61           16,62     15,15    14,84       16,15
           b.Listrik,Gas & air Bersih                 0,62            0,62      0,90     0,78        0,71
           c. Bangunan                               11,56           11,09      9,37     8,80       10,37
    3.     TERSIER                                  53,02         53,62        56,50    56,42       58,18

           a. Perdag, Hotel & Restoran              16,39         17,00        19,31    19,61       18,37

           b. Pengangkutan dan Komu-                 9,55            9,74       9,61     8,99       10,75
               nikasi
           c. Keu,Persewaan dan Jasa                10,70         10,50        10,71    10,46       11,58
               Perusahaan.
           d. Jasa-jasa                             16,38         16,38        16,87    17,36       17,45

           JUMLAH                                   100,00       100,00       100,00    100,00   100,00

    Sumber : BPS Kab. Sleman




                                        18
  Prosentase kontribusi sektor-sektor dalam PDRB Kab. Sleman tahun
  1995 dan 2000 atas dasar harga berlaku selama lima tahun terakhir
  cukup seimbang artinya semakin bergeser ke sektor tersier.


c. Pertumbuhan Ekonomi

                        Tabel 2.8 : Pertumbuhan Ekonomi


                 SEKTOR                             PERTUMBUHAN
  NO
          LAPANGAN USAHA           1996       1997          1998      1999       2000
   1.     PERTANIAN                6,78       3,78          -20,37    3,57       9,58
   2..    PERTAMBANGAN             2,66       -2,99        -18,51     3,29       4,59
   3.     INDUSTRI                 9,80       -1,27         -4,92     1,22,      5,08
   4.     LISTRIK/GAS/AIR          20,24      4,13          23,11     1,58       4,63
   5.     KONSTRUKSI               9,66       3,97         -20,27      2,32      2,13
   6.     PERDAGANGAN              8,69           6,75      -0,07     2,06       4,37
   7.     ANGKUTAN                 7,60           5,75      -4,95     0,87       2,81
   8.     KEUANGAN                 7,25           2,69      -2,39      1,37      5,72
   9.     JASA                     7,69           3,99      -5,34     2,01       2,42
          PDRB                     8,25       3,54          -7,99     1,93       3,35
 Sumber : BPS Kab. Sleman

  Selama lima       tahun pertumbuhan ekonomi mengalami pasang surut,
  pada tahun 1996 tumbuh 8,25 %, kemudian turun menjadi 3,54 % pada
  tahun 1997, karena munculnya krisis moneter dan krisis ekonomi, bahkan
  pada tahun 1998 terjadi pertumbuhan minus sebesar 7,29 % dan pada
  tahun 1999 mulai tumbuh lagi meskipun hanya 1,93 % dan pada tahun
  2000 meningkat menjadi 3,35 %.


d. PDRB Perkapita
                           Tabel 2.9 : PDRB Perkapita


  NO        PDRB            1996           1997           1998        1999          2000
  1.     Hrg. Berlaku     2.251.852    2.506.058         3.168.351   3.671,843    3.954.422

  2.     Hrg. Konstan     1.766.889    1.796.480         1.623.284   1.625.573    1.612.172

 Sumber : BPS Kab. Sleman


  PDRB perkapita menurut harga berlaku selama lima tahun meningkat
  rata-rata per tahun 15,12 % yaitu dari Rp2.251.852 pada tahun 1996
  menjadi Rp3.954.442 pada tahun 2000. PDRB perkapita menurut harga


                                      19
  konstan turun rata-rata per tahun 1,75 % yatu dari Rp 1.766.889 pada
  tahun 1996 menjadi Rp 1.612.172 pada tahun 2000.


e. Investasi Dunia Usaha

  Potensi yang mendukung bagi investasi dunia usaha di Kabupaten
  Sleman adalah komoditas hasil pertanian, peternakan, perkebunan,
  perikanan dan pariwisata meliputi wisata alam, wisata candi, museum,
  wisata olahraga, wisata pendidikan dan wisata budaya, dan wisata agro.
  Disamping itu juga industri yang meliputi industri pengemasan, industri
  pengolahan, dan industri pengolahan bahan galian golongan C.

  Pada tahun 2000 penanaman modal di Kabupaten Sleman meliputi
  investasi PMDN sebanyak 40 unit usaha, yaitu 4 unit usaha pada bidang
  usaha sektor primer dengan nilai investasi Rp16.731.410.000 dengan
  jumlah tenaga kerja 801 orang, 8 unit usaha pada bidang usaha sektor
  sekunder dengan nilai investasi Rp214.946.990.765 dengan jumlah
  tenaga kerja 3.991 orang, 28 unit usaha pada bidang usaha sektor tersier
  dengan nilai investasi Rp851.770.112.456 dengan jumlah tenaga kerja
  5.624 orang, investasi PMA sebanyak 4 unit usaha, yaitu 1 unit usaha
  pada bidang usaha sektor sekunder dengan nilai investasi US $ 50.000
  dengan jumlah tenaga kerja 126 orang, 3 unit usaha pada bidang usaha
  sektor tersier dengan nilai investasi US $ 529.000 dengan jumlah tenaga
  kerja 92 orang, investasi non fasilitas/non PMDN PMA sebanyak 752 unit
  usaha, yaitu 10 unit usaha pada bidang usaha sektor primer dengan nilai
  investasi Rp415.000.000 dengan jumlah tenaga kerja 54 orang, 74 unit
  usaha pada bidang usaha sektor sekunder dengan nilai investasi
  Rp3.918.000.000 dengan jumlah tenaga kerja 2.392 orang, 668 unit
  usaha pada bidang usaha sektor tersier dengan nilai investasi
  Rp161.298.000.000 dengan jumlah tenaga kerja 5.455 orang.


f. Prasarana dan Sarana Ekonomi

  1) Sarana jalan di wilayah Kabupaten Sleman meliputi : jalan negara
     sepanjang 60,98 km dengan kondisi baik, jalan propinsi sepanjang
     139,69 km dengan kondisi baik, jalan kabupaten sepanjang 1.085,65
     km, yang terdiri dari jalan beraspal sepanjang 698,24 km, dan jalan
     tanah/krikil sepanjang 333,32 km, serta jalan desa sepanjang
     2.764,13 km.




                               20
   Jembatan sebanyak 453 buah, dengan kondisi baik 188 buah, sedang
   154 buah dan rusak berat 111 buah. Sarana irigasi terdiri atas
   bendung sebanyak 1.043 buah, embung sebanyak 2 buah, saluran
   pembawa sepanjang 299,80 km, saluran pembuang sepanjang 4.662
   km, bangunan pelengkap sebanyak 3.430 buah, dan tanggul banjir
   sepanjang 6,5 km.

2) Sarana Jaringan Listrik

   Sebagian besar ruas jalan Kabupaten dan ruas jalan desa sudah
   dilengkapi dengan lampu penerangan jalan umum, yang sampai saat
   ini jumlah LPJU yang berijin dan biaya beban daya listriknya menjadi
   tanggung jawab Pemerintah daerah sebanyak 4.172 buah yang terdiri
   2.635 buah LPJU yang dipasang oleh Pemerintah daerah dan 1.437
   buah dipasang oleh swadaya masyarakat.

   Jaringan listrik terdiri dari kapasitas GI (MVA) 196, 954.897   JTM
   (Kms), dan 1.653.869 JTR (Kms), daya tersambung (KVA) 143.790.
   Jaringan listrik telah menjangkau keseluruh 86 Desa yang ada dan
   1.212 Dusun.

3) Sarana Pos dan Telekomunikasi

   Sarana pelayanan pos dan telekomunikasi terdiri dari Kantor Pos dan
   Giro sebanyak 25 buah, jaringan telepon sebanyak 25.909 SST,
   warung telekomunikasi sebanyak 354 buah, dan sarana telpon
   koin/kartu sebanyak 140 buah.

4) Sarana Perdagangan
   Sarana perdagangan, berupa pasar desa sebanyak 22, dengan daya
   tampung 1.679, ditempati oleh 2.098 pedagang, dan dilengkapi
   dengan sarana kios sebanyak 222 kios. Pasar kabupaten terdiri atas
   pasar tipe A sebanyak - buah, pasar tipe B sebanyak 22, pasar tipe C
   sebanyak 17, dan pasar tipe D sebanyak 8. Daya tampung pasar
   kabupaten sebanyak 6.621 pedagang dihuni oleh 9.803 pedagang
   dengan jumlah kios sebanyak 857 kios dan 415 los, pasar hewan 4
   buah. Sarana perdagangan lain yang berupa toko swalayan/grosir
   sebanyak 2 buah, terdapat di 2 kecamatan, dan SPBU sebanyak 13
   buah tersebar di 8 kecamatan.




                             21
5) Koperasi

   Jumlah koperasi ada 481 buah terdiri 5 jenis koperasi yaitu koperasi
   konsumsi, koperasi produksi, koperasi kredit/simpan pinjam, koperasi
   jasa dan koperasi serba usaha. Keanggotaan koperasi berjumlah
   197.062 orang dengan simpanan senilai Rp26.979.492.000, sedang
   modal koperasi terdiri modal sendiri Rp23.175.249.000. Sehingga
   asset kekayaan koperasi ada Rp62.228.762.000. Koperasi tersebut
   tersebar pada 17 Kecamatan, keanggotaan koperasi terdiri dari
   petani/masyarakat desa, pegawai negeri, karyawan perusahaan,
   TNI/POLRI, mahasiswa, purnawirawan TNI/Polri dan lain-lain.


6) Lembaga Keuangan

   Lembaga perbankan yang ada terdiri kantor cabang PT. BNI 1 buah
   dengan     5     kantor   cabang   pembantu,   kantor   cabang   Bank
   Pembangunan Daerah 1 buah dengan 4 kantor cabang pembantu
   dan 4 kantor kas unit, kantor cabang BRI 1 buah dengan kantor kas
   27 unit, kantor cabang Bank Danamon 1 buah, Bank Mandiri 1 buah,
   Badan Kredit Desa 22 buah, Badan Usaha Kredit Pedesaan 17 buah,
   BPR 32 buah dan BMT 12 buah.

7) Sarana Pendukung Pariwisata
   Sarana pendukung pariwisata meliputi hotel berbintang 5 sebanyak 3
   buah, hotel berbintang 4 sebanyak 4 buah, hotel berbintang 3
   sebanyak 2 buah, hotel berbintang 1 sebanyak 4 buah, hotel melati 1
   sebanyak 67 buah, hotel melati 2 sebanyak 13 buah, hotel melati 3
   sebanyak 3 buah dan pondok wisata sebanyak 114 buah.
   Kapasitas dari hotel berbintang sebanyak 1.778 kamar, hotel non
   bintang 1.308 kamar dan pondok wisata 566 kamar.
   Restoran tipe Talam Gangsa sebanyak 7 buah dan Talam Seloka ada
   5 buah. Rumah Makan kelas A sebanyak 7 buah, kelas B sebanyak
   42 buah dan kelas C sebanyak 54 buah.
   Sarana penunjang pariwisata lainnya tersedia 21 biro perjalanan, 18
   cabang biro perjalanan dan 3 agen perjalanan wisata. Untuk Sarana
   transportasi tersedia sebanyak 535 bus, angkudes 176 buah, dan
   taksi 75 buah.

8) Potensi Industri
   Industri Kecil dan kerajinan yang mengolah hasil pertanian dan
   kehutanan antara lain emping mlinjo, kecap, tempe/tahu, anyaman


                               22
        bambu, mebel bambu/kayu dan kerajinan kayu dan lain-lain sebanyak
        9.981 unit dengan tenaga kerja 19.184 orang. Industri kecil dan
        kerajinan yang menghasilkan produk aneka sebanyak 2.007 unit
        dengan penyerapan tenaga kerja 9.225 orang, dan industri kecil
        logam, mesin dan kimia sebanyak 4.404 unit dengan tenaga kerja
        14.011 orang. Industri kecil dan kerajinan tersebut tersebar di 17
        kecamatan.
        Industri menengah dan besar dengan produk yang dihasilkan antara
        lain tekstil, genteng beton, furniture, garment, percetakan/penerbitan,
        sarung tangan kulit, lampu pijar dan lain-lain, mencapai 45 unit
        dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 12.760 orang, yang
        tersebar di 11 Kecamatan.
     9) Sarana Jaringan Air Bersih
        Pemenuhan kebutuhan air minum penduduk dengan menyediakan
        jasa pelayanan air minum dari lima kantor cabang PDAM yaitu di
        Sleman, Godean, Minomartani, Kalasan, dan Depok, dengan cakupan
        untuk 17 kecamatan, dan dengan sambungan rumah sebanyak
        15.966 buah untuk 98.395 jiwa.

5. Sosial budaya

  a. Kependudukan

     Penduduk Kabupaten Sleman pada tahun 1990 sebanyak 754.750 jiwa
     dan tahun 2000 meningkat menjadi 850.176 jiwa dengan pertumbuhan
     penduduk sebesar 1,43 %, dan angka kepadatan penduduk 1.479
     jiwa/km2 .

     Angka ratio jenis kelamin penduduk tahun 2000 sebesar 97,71 yang
     berarti setiap 100 perempuan terdapat sekitar 97 laki-laki. Angka beban
     tanggungan tahun 2000 sebesar 43,60 yang berarti setiap 100 penduduk
     usia produktif menanggung 43,60 penduduk non usia produktif.

     Migrasi penduduk antara tahun 1990 – 2000 menunjukkan nilai migrasi
     nettonya adalah positif yaitu masing-masing 300 jiwa dan 4.690 jiwa,
     yang berarti migrasi masuk lebih banyak dari pada migrasi keluar.
     Pencapaian peserta KB aktif pada tahun 2000 sebesar 97.342 peserta
     atau 78,23 % dari jumlah pasangan usia subur 124.434 peserta, dan
     pencapaian peserta KB baru sebesar 5.990 peserta.


     Kepala keluarga tahun 2000 sebanyak 207.940 KK, dengan kondisi
     keluarga pra sejahtera sebanyak 16.998 KK, keluarga sejahtera I 51.585


                                  23
   KK, Keluarga Sejahtera II 44.283 KK, Keluarga Sejahtera III 59.979 KK,
   dan Keluarga Sejahtera III Plus sebanyak 20.926 KK.

b. Kesehatan
   Pada tahun 2000 keadaan derajat kesehatan penduduk cukup baik, hal
   ini dapat dilihat dari indikator angka kematian bayi 11,25 permil, angka
   kematian balita 0,32 permil, angka kematian ibu melahirkan 84,6 per
   100.000 kelahiran hidup dan rata-rata usia harapan hidup penduduk
   Kabupaten Sleman untuk laki-laki 71 tahun dan perempuan 72 tahun,
   status gizi balita menunjukkan status gizi baik sebesar 85,92 %, status
   gizi sedang 16,34 %, status gizi kurang 11,97 % dan status gizi buruk
   0,91 % dan masyarakat yang bergizi lebih 1,70 %, angka kecukupan gizi
   meliputi protein 49,72 gr % dan energi 1857,37 KKL dari target 2.150 KKL
   Sarana kesehatan terdiri RSU Pemerintah sebanyak 3 buah, RSU swasta
   4 buah, RS khusus 2 buah, RS kebidanan 2 buah, RS jiwa 1 buah,
   Apotek 51 buah, Puskesmas 33 buah, Puskesmas dengan tempat
   perawatan 4 buah, Puskesmas Pembantu 66 buah, Puskesmas keliling
   31 buah. Ketersediaan berbagai sarana dan tenaga kesehatan cukup
   memadai yaitu jumlah Puskesmas untuk per 100.000 penduduk sebanyak
   3,5, jumlah dokter per Puskesmas sebanyak 2,2 dan jumlah dokter per
   100.000 penduduk sebesar 27,3. Sadangkan angka rasio tenaga
   medis/sarana kesehatan terhadap penduduk menunjukkan satu dokter :
   24.250 jiwa, satu para medis/bidan : 1.780 jiwa, dan satu Puskesmas
   40.086 jiwa.

c. Kesejahteraan Sosial
   Tempat Penitipan Anak sebanyak 10 tempat penitipan anak, dengan
   jumlah anak yang ditampung 178 anak. Panti Asuhan sebanyak 23 panti
   terdiri dari : yatim piatu 12 panti asuhan, dengan jumlah anak asuh 480
   orang, cacat mental 3 panti asuhan dengan jumlah siswa 145 anak, bisu
   tuli 1 panti asuhan dengan jumlah siswa 70 anak, cacat 3 panti asuhan
   dengan jumlah siswa 161 anak, cacat ganda 1 panti asuhan dengan
   jumlah siswa 15 anak, bayi terlantar 1 panti asuhan dengan jumlah 28
   anak, dan panti wreda/jompo 1 panti asuhan dengan jumlah 99 orang,
   anak dan orang terlantar 1 panti asuhan dengan jumlah 84 orang.


d. Pendidikan

   Pada tahun 2000 jumlah sekolah TK 441 buah; SD/MI 555 buah dengan
   jumlah ruang kelas 3.792 ruang, jumlah guru 4.760 orang, jumlah siswa


                                24
77.295 anak. Angka Partisipasi Kasar (APK) 114,46 %, angka partisipasi
murni (APM) 94,53 %. Rasio siswa dengan sekolah 139 anak, rasio siswa
dengan kelas 20 anak, rasio siswa dengan guru 16 anak, rasio SD
dengan SLTP 4,24, dan rata-rata NEM lulusan SD 6,66. Kondisi ruang
kelas yang baik sebanyak 44,9 %, dan sekolah yang memiliki
perpustakaan sebanyak 53,01 %, memiliki lapangan olah raga sebanyak
60,11 % dan memiliki UKS sebanyak 84,47 %.

Pada tahun 2000 jumlah sekolah tingkat SLTP + MTs sebanyak 130
buah, jumlah ruang kelas 1.270 kelas, jumlah guru 3.401 orang dan
jumlah siswa 37.946 anak. Angka partisipasi Kasar (APK) 92,2 %, angka
partisipasi murni (APM) 65,16 %., Rasio siswa dengan sekolah 292 anak,
rasio siswa dengan kelas 36 anak, rasio siswa dengan guru 11 anak,
rasio SLTP dengan SMA 1,2; dan rata-rata NEM lulusan SLTP 5,84.
Kondisi ruang kelas dengan kondisi baik sebanyak 94,03 %, ruang kelas
kondisi sedang sebanyak 4,5 %, ruang kelas kondisi kurang baik
sebanyak 1,47 %, sekolah yang memiliki perpustakaan sebanyak 91,73
%, memiliki laboratorium sebanyak 63,91 % dan memiliki UKS sebanyak
87,97 %.

Pada tahun 2000 jumlah sekolah SMU/MA sebanyak 62 buah, jumlah
kelas 557 kelas, jumlah guru 1.884 orang dan jumlah siswa 18.919 siswa.
Angka partisipasi kasar (APK) 34,19 %, angka partisipasi murni (APM)
22,63 %. Rasio siswa dengan sekolah 305 siswa, rasio siswa dengan
kelas 34 siswa, rasio siswa dengan guru 10 siswa. Sedangkan jumlah
SMK Negeri 7 buah, SMK Swasta 41 buah, jumlah kelas 550 kelas,
jumlah guru 1.776 orang dan jumlah siswa 18.750 anak. Angka
Partisipasi Kasar (APK) 64,94 %, angka partisipasi murni (APM) 47,50
%. Rasio siswa denga sekolah 391 anak, rasio siswa dengan kelas 34;
rasio siswa dengan guru 11; dan rata – rata NEM lulusan SLTA 4,72.
Kondisi ruang kelas dengan kondisi baik 95,98 %, kondisi sedang 3,34 %,
kondisi buruk 0,68 %. Sekolah yang memiliki perpustakaan sebanyak
83,33 %, memiliki laboratorium sebanyak 71,43 %, dan memiliki UKS
sebanyak 80,95 %.

Perguruan Tinggi Negeri 7 buah, jumlah dosen 3.596 orang, jumlah
mahasiswa 61.016 mahasiswa, sedangkan jumlah Perguruan Tinggi
Swasta 22 buah, jumlah dosen 7.543 orang, jumlah mahasiswa 65.622
mahasiswa. Keberadaan Perguruan Tinggi Negeri dan Perguruan Tinggi
Swasta ini tersebar di lima kecamatan.



                             25
    Penyelenggaraan pendidikan non formal meliputi Kejar Paket A sebanyak
    310 orang, Kejar Paket A setara SD sebanyak 160 orang, Kejar Paket B
    setara SLTP kelas I sebanyak 80 orang, Kejar Paket B setara SLTP kelas
    II sebanyak 500 orang, Kejar Paket B setara SLTP kelas III ujian
    sebanyak 779 orang, kelompok belajar usaha 20 kelompok, magang
    sebanyak 100 orang, pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM)
    sebanyak 33 kelompok dan LPK 50 buah.

 e. Ketenagakerjaan

    1) Penduduk Usia Kerja

                  Tabel 2. 10 Penduduk Usia Kerja

                                         Bukan Angkatan            Jumlah
                Angkatan Kerja                 Kerja            Penduduk Usia
Tahun                (Orang)                 (Orang)            Kerja/Tenaga
                                                                Kerja (Orang)
           Bekerja       Mencari Kerja
 1996      375.008             8.892         163.702               547.602
 1997      381.991             22.430        166.057               570.478
 1998      382.865             19.155        181.162               583.182
 1999      432.507             20.681        144.407               597.595
 2000      439.644             24.238        191.957               655.839

Sumber data : Kantor BPS Kab.Sleman
  Penduduk usia kerja umur 15 – 64 tahun selama lima tahun meningkat
  rata –rata 3,95 % yaitu dari 547.602 orang menjadi 655.839 orang.


    2) Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK)

         Tabel 2.11 Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK)

 Tahun            Penduduk Usia          Angkatan Kerja           TPAK
                Kerja/Tenaga Kerja           (Orang)               (%)
                      (Orang)
  1996                547.602                383.900              70,10
  1997                570.478                404.421              70,89
  1998                583.182                402.020              68,94
  1999                597.595                453.188              75,84
  2000                655.839                463.882              70,73
Sumber data : Kantor BPS Kab.Sleman



                                    26
         Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) selama lima tahun terjadi
         perubahan yang bervariasi, nilai TPAK dari tahun 1996 mengalami
         kenaikan walaupun sangat kecil menjadi 70,89 % pada tahun 1997
         atau 1,12 %, pada tahun 1998 turun sebesar 68,94 %, kemudian
         naik menjadi 75,84 % pada tahun 1999, dan selanjutnya pada tahun
         2000 turun lagi menjadi 70,73 %, yang berarti dari 100 orang tenaga
         kerja yang berpartisipasi sebagai angkatan kerja sekitar 71 orang.

   3) Angka Beban Tanggungan
                 Tabel 2.12 Angka Beban Tanggungan

                                                                    Angka Beban
Tahun                        Jumlah Penduduk (Jiwa)                  Tanggungan
              0 – 14 tahun         15 – 64 tahun      65 tahun ke
                                                         atas
1996            191.054              547.602            73.627      48,33
1997            184.798              570.478            60.883      43,07
1998            184.061              583.182            75.232      44,46
1999            187.004              597.595            73.426      43,58
2000            158.513              655.839            79.452      36,28
Sumber data : Kantor Statistik Kab.Sleman
        Angka beban tanggungan dari tahun 1996 sebesar 48,33 menurun
        menjadi 36,28 pada tahun 2000, hal ini berarti bahwa tiap 100 orang
        Sleman yang usia produktif ( usia 15 – 64 tahun ) harus menanggung
        36 orang.
   4) Penduduk yang bekerja menurut lapangan usaha utama.
        Jumlah penduduk yang bekerja di berbagai sektor pada tahun 2000
        sebanyak 439.644 orang dengan rincian :
         NO                       SEKTOR                   %
           1.   Pertanian                                27,32
           2.   Pertambangan                              0,24
           3.   Industri                                 14,85
           4.   Listrik/Gas/Air                           0,12
           5.   Konstruksi                                9,93
           6.   Perdagangan                              25,05
           7.   Angkutan                                  0,32
           8.   Keuangan                                  2,34
           9.   Jasa                                     19,83
                Jumlah                                     100

        Sumber data : BPS Kab.Sleman




                                      27
   f. Kesenian dan Kebudayaan
      Organisasi kesenian meliputi seni teater terdiri 11 jenis, drama tari terdiri
      11 jenis, seni musik diatonis terdiri 12 jenis, seni musik pentatonis 4 jenis,
      seni tari tradisionil 11 jenis, jumlah seniman dalang ada 147 orang dan
      seniman senirupa 120 orang, dan sanggar seni ada 175 dan jumlah
      organisasi kesenian ada 1978. Peninggalan sejarah dan kepurbakalaan
      berupa candi ada 22 buah, museum 9 buah dan kegiatan upacara adat 6
      jenis kegiatan.
      Dalam rangka mengembangkan dan melestarikan kebudayaan telah
      dibentuk 8 desa budaya yaitu Minomartani, Sinduarjo, Bangunkerto,
      Sendangmulyo,       Banyurejo,    Argomulyo,    Wedomartani,      Sambirejo,
      Sidomoyo dan Tirtoadi, selain itu juga terdapat 2 desa cagar budaya yaitu
      di Desa Ambarketawang Kecamatan Gamping dan Desa Bokoharjo
      Kecamatan Prambanan.
6. Agama
   Komposisi penduduk menurut agama: agama Islam 91,29 %, Katolik 6,24
   %, Kristen   2,28 % , Hindu         0,12 %, dan Budha 0,07 %. Kerukunan
   kehidupan intern umat dan antar umat beragama di Kabupaten Sleman
   dalam kondisi aman dan terkendali.
   Sarana ibadah berupa Masjid 1.639 buah, Mushola 231 buah, Langgar 1.078
   buah, Gereja Katolik    40 buah, Kapel 25 buah, Gereja Kristen 16 buah,
   Rumah Kebaktian 6 buah, Pura 2 buah dan Wihara 2 buah, pondok
   pesantren 60 buah, TKA 17 unit, Taman Pendidikan Al qur’an (TPA) 505
   buah, Penyuluh Agama Islam kategori Madya 63 orang, kategori muda 231
   orang, Ulama 345 orang, Kotib 1.754 orang, Hafid 57 orang dan hafidzah 69
   orang, ustadz dan ustadzah 4.698 orang dan 23.497 santri.
7. Politik
   Kesadaran masyarakat dalam berpolitik telah diwujudkan dalam kegiatan
   pemilihan umum tahun 1999 yang diikuti oleh 48 organisasi peserta
   pemilihan umum, dengan jumlah pemilih 531.961. Hasil perolehan suara
   pemilu tahun 1999 untuk peserta pemilu sebagai berikut : PPP 29.350 suara,
   PDIP 184.794 suara, PAN 96.492 suara, PBB 7.766 suara, PK 11.711 suara,
   Golkar 60.338 suara dan PKB 73.950 suara, dan PKP 5.543 suara. 46.670
   suara terdistribusi dalam 40 peserta pemilu lainnya dan suara tidak sah
   sebanyak 15.347 suara.

   Dari hasil Pemilu tahun 1999 tersebut telah dapat mendudukkan wakil –
   wakilnya di DPRD dengan rincian PDI.P 15 orang, PAN 8 orang, PKB 6




                                       28
  orang, Golkar 5 orang, PPP 3 orang, PK 1 orang, PKP 1 orang, PBB 1 orang
  serta TNI/Polri 5 orang.

  Lembaga swadaya masyarakat (LSM) sebanyak 27 buah, lembaga sosial
  dan lembaga profesi kemasyarakatan sebanyak 91 buah yang telah ikut aktif
  dalam proses pembangunan di Kabupaten Sleman.

8. Kelembagaan Pemerintah Daerah
  Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Sleman Nomor 12 Tahun 2000
  tentang Organisasi Perangkat Daerah Pemerintah Kabupaten Sleman terdiri
  dari: Sekretariat Daerah, Sekretariat DPRD, Dinas Pekerjaan Umum,
  Perhubungan dan Pertambangan, Dinas Pertanian dan Kehutanan, Dinas
  Perekonomian, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas
  Kesejahteraan Masyarakat,      Dinas Ketentraman dan Ketertiban,     Badan
  Perencanaan Pembangunan Daerah, Badan Pengawasan Daerah, Badan
  Pengelola Keuangan dan Kekayaan Daerah, Badan Pertanahan Daerah,
  Kantor Kepegawaian Daerah,             Kantor Data Elektronik, Arsip, dan
  Perpustakaan,     Kantor    Pengendalian    Dampak     Lingkungan,   Kantor
  Kecamatan.

  Jabatan struktural terdiri atas: 1 orang eselon IIa, 15 eselon IIb, 69 orang
  eselon IIIa, 17 orang eselon IIIb, 341 orang eselon IVa.

  Pembentukan jabatan koordinator di tingkat Kecamatan disetarakan dengan
  eselon V, sedangkan jabatan fungsional yang ada dan telah dijalankan
  meliputi guru sebanyak      9.024 orang, arsiparis 15 orang, pustakawan 2
  orang, medis/paramedis 783 orang, pamong swadaya masyarakat 20 orang,
  dan penyuluh 160 orang.

  Pegawai yang masih aktif saat ini sebanyak 14.627 orang dengan rincian
  sbb:
  a. Pegawai menurut golongan:
     Golongan I       =      2.194 orang
     Golongan II      =      9.069 orang
     Golongan III     =      3.072 orang
     Golongan IV      =       292 orang

  b. Pegawai menurut pendidikan:
     SD               =      918 orang
     SLTP             =      798 orang
     SLTA             = 8.394 orang
     D-3              = 3.124 orang



                                    29
           S1                 = 1.360 orang
           S2                 =     33 orang


B.   PROYEKSI PERTUMBUHAN
     Menggambarkan visi menjadi suatu yang konkrit dan dapat diukur, memerlukan
     adanya suatu indikator yang dapat digunakan sebagai acuan pencapaian visi
     secara makro yang dilaksanakan         dengan berbagai misi. Indikator tersebut
     terdiri atas indikator penduduk, indikator ekonomi dan indikator sosial.
     Pencapaian indikator makro tidak hanya merupakan kinerja Pemerintah Daerah
     Kabupaten Sleman saja, melainkan merupakan kinerja bersama antara
     Pemerintah, Pemerintah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Pemerintah
     Kabupaten Sleman, masyarakat dan swasta.
     Proyeksi pertumbuhan penduduk, ekonomi dan sosial di Kabupaten Sleman
     berdasarkan ke 3 (tiga) indikator tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:

     1. Pertumbuhan Penduduk
        Jumlah penduduk Kabupaten Sleman dari tahun ke tahun terus mengalami
        peningkatan. Berdasarkan data registrasi penduduk Kabupaten Sleman
        selama 10 tahun terakhir mengalami pertumbuhan rata-rata sebesar 1,43 %
        per tahun, yaitu dari tahun 1990 sebesar 754.750 jiwa menjadi 850.176 jiwa
        pada tahun 2000, dengan angka kepadatan penduduk 1.479 jiwa per km2.
        Berdasarkan data sensus penduduk             tahun   2000   jumlah      penduduk
        Kabupaten Sleman sebanyak 901.337 jiwa dengan laju pertumbuhan
        penduduk 1,51 %, dan dengan laju pertumbuhan penduduk konstan (1,43
        %/tahun) maka diprediksi jumlah penduduk Kabupaten Sleman pada tahun
        2004 sebanyak 956.738 jiwa, dengan kepadatan penduduk 1.665 jiwa/km2.

     2. Pertumbuhan Ekonomi
        Salah   satu   data   statistik   yang   digunakan   sebagai   indikator   untuk
        menganalisa dan mengevaluasi perkembangan perekonomian suatu daerah
        adalah data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Data PDRB harga
        konstan menunjukkan bahwa selama lima tahun (dari tahun1996 sampai
        dengan tahun 2000) pertumbuhannya mengalami pasang surut yaitu pada
        tahun 1996 pertumbuhannya mencapai 8,25 %, kemudian turun menjadi 3,58
        % pada tahun 1997 karena munculnya krisis ekonomi dan moneter di
        Indonesia, bahkan pada tahun 1998 mengalami kontraksi pertumbuhan
        minus sebesar 7,27 % dan baru menunjukkan gejala kenaikan pada tahun
        1999 sebesar 1,93 %, serta 3,35 % pada tahun 2000.
        Pertumbuhan terakhir pendapatan per kapita menurut harga berlaku selama
        lima tahun meningkat rata-rata 15,12 % per tahun yaitu dari Rp2.251.852


                                           30
  pada tahun 1996 menjadi Rp3.954.442 pada tahun 2000. Dengan melihat
  laju pertumbuhan ekonomi selama lima tahun terakhir dan berbagai potensi
  yang ada, yang mampu mendukung peningkatan pertumbuhan ekonomi di
  Kabupaten Sleman selama empat tahun mendatang, maka diprediksikan laju
  pertumbuhan ekonomi konstan rata-rata sebesar 5,06 % per tahun yaitu dari
  5,82 % pada tahun 2001 menjadi 5,24 pada tahun 2004, sementara laju
  investasi konstan diharapkan mengalami penurunan rata-rata per tahun
  sebesar 0,21 % dari 5,70 % pada tahun 2001 menjadi 4,87 % pada tahun
  2004.
   PDRB perkapita rata-rata sebesar 8,10 % per tahun dari Rp4.492.452 pada
   tahun 2001 menjadi Rp5.948.731 pada tahun 2004.

3. Pertumbuhan Sosial
   Untuk menganalisa dan mengevaluasi pertumbuhan sosial, indikator
   utamanya adalah jumlah penduduk miskin, jumlah penduduk bekerja serta
   jumlah pengangguran yang ada di Kabupaten Sleman. Berdasarkan data
   statistik yang ada jumlah penduduk miskin pada tahun 2000 mencapai
   38.309 jiwa atau 4,51 % dari jumlah penduduk Kabupaten Sleman. Dengan
   adanya upaya peningkatan PDRB perkapita rata-rata sebesar 8,10 % per
   tahun (dari tahun 2001 sampai tahun 2004), maka jumlah penduduk miskin
   yang ada diharapkan mengalami penurunan rata-rata sebesar 3,56 % per
   tahun dari 36.394 jiwa pada tahun 2001 menjadi 31.203 jiwa pada tahun
   2004, jumlah penduduk bekerja di prediksikan mengalami kenaikan rata-rata
   sebesar 1,7 % per tahun dari 422.567 orang pada tahun 2001 menjadi
   451.058 orang pada tahun 2004. Pengangguran terbuka berdasarkan data
   dari BPS diprediksikan akan mengalami peningkatan rata-rata sebesar 4,00
   % per tahun dari 31.289 orang pada tahun 2001 menjadi 37.257 orang pada
   tahun 2004.

4. Indeks Pembangunan Manusia
  Gambaran tingkat keberhasilan pembangunan yang berorientasi pada
  manusia, yang juga merupakan gambaran kualitas hidup penduduk
  ditunjukkan dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang dihitung
  berdasarkan indeks komposit dari angka harapan hidup, pendidikan (indeks
  melek huruf dan indeks rata-rata lama sekolah) serta indeks daya beli
  (konsumsi riil per kapita). Dengan skala nilai mulai dari 0 (terburuk) sampai
  dengan 100 (terbaik) hasil perhitungan IPM Kabupaten Sleman pada tahun
  2000 menunjukkan angka 65,73 %. Untuk mencapai kategori baik, maka
  diprediksikan pada angka 67,05 % pada tahun 2004, sehingga diperlukan



                                   31
          berbagai upaya untuk menaikkan angka dari keseluruhan indeks yang
          sangat berpengaruh pada penilaian Indeks Pembangunan Manusia.


           TABEL 2.13 TABEL PROYEKSI PERTUMBUHAN INDIKATOR MAKRO
                                    TAHUN 2000 - 2004


NO        INDIKATOR MAKRO            2000        2001          2002        2003        2004
1.      Jumlah Penduduk           901.377      914.909       928.645     942.587     956.738
2.      Laju        Pertumbuhan       1,50       1,50           1,50        1,50        1,50
        Penduduk
3.      Jumlah         Penduduk     38.309         36.394     34.574      32.845      31.203
        Miskin
4.      PDRB       (Berlaku)(Juta 3.560.985    4.103.720     4.616.475   5.129.600   5.670.456
        Rupiah)
5.      PDRB (Konstan) (Juta 1.451.772         1.536.241     1.610.703   1.690.809   1.779.374
        Rupiah)
6.      Inflasi (Propenas) Kab.    6,98 %           7%         7%          6%          6%
        Sleman
7.      Laju        Pertumbuhan    3,35 %          5,82 %     4,85 %      4,97 %      5,24 %
        Ekonomi (Konstan 1993)
8.      PDRB       Per    Kapita 3.954.422     4.492.452     4.982.526   5.458.281   5.948.731
        (Berlaku)
9.      Laju Investasi (Konstan    6,30 %          5,70 %     5,39 %      5,12 %      4,87 %
        1993)
10.     Jumlah Penduduk Be-        413.476         422.567    431.858     441.354     451.058
        kerja
11.     Proporsi Jumlah Pen-         45,87          46,19      46,50       46,82       47,15
        duduk Bekerja/Jumlah
        Penduduk
12.     Jumlah Pengangguran         29.520         31.289     33.163      35.151      37.257
        Terbuka
13.     Indek      Pembangunan       65,73          66,06      66,39       66,72       67,05
        Manusia (IPM)
     Keterangan:
     1. Perhitungan Proyeksi berdasarkan metode ekstrapolasi
     2. Jumlah penduduk miskin bersumber dari data Pra KS dan KS I alasan ekonomi
     3. Jumlah penduduk yang bekerja dan pengangguran bersumber dari pengolahan data
        Sakernas.
     4. IPM dihitung dengan indeks harapan hidup,indeks pendidikan dan indeks daya beli.


C. KENDALA

     1. Belum Optimalnya Pelayanan Publik.
        Kendala belum optimalnya Pelayanan publik disebabkan antara lain tidak
        diberikannya kesempatan yang memadai bagi daerah untuk mengurus rumah
        tangganya sendiri, karena kuatnya sentralisasi kekuasaan selama masa
        pemerintahan orde baru terutama dibidang politik dan ekonomi, sehingga
        daerah tidak dapat mengembangkan kreativitas dan mendapatkan hak-hak
        ekonomi, sosial, dan politiknya.


                                              32
2. Rendahnya kegiatan Ekonomi Daerah
  Kendala rendahnya kegiatan ekonomi daerah disebabkan antara lain
  rendahnya    produktivitas sektor bidang usaha, rendahnya kemampuan
  managemen dan jiwa kewirausahaan, kurangnya kua;litas bahan baku lokal,
  belum adanya spesifikasi hasil produksi, akses ke sumber keuangan formal
  belum optimal, orientasi pasar domestik, produksi dan informasi lambat,
  kurangnya pemberdayaan ekonomi kerakyatan, penerapan teknologi yang
  belum optimal, kurangnya peraturan pendukung serta lemahnya hubungan
  antar lembaga yang bersifat kemitraan.
  Meskipun pada tahun 2000 ini telah mulai dikembangkan otonomi daerah
  secara    luas, nyata, dan bertanggung jawab serta peningkatan upaya
  pemberdayaan masyarakat, namun pada kenyataannya masih ada sebagian
  peraturan pelaksanaan yang diterbitkan tidak sesuai dengan semangat dan
  jiwa dari Undang-undang nomor 22 tahun 1999. Disamping itu penyebab
  lainnya adalah terbatasnya keuangan daerah dan terbatasnya sumber daya
  manusia aparat pemerintah yang berkualitas.


3. Rendahnya Kesejahteraan Rakyat
  Kendala rendahnya kesejahteraan rakyat disebabkan antara lain dibidang
  pendidikan berupa minimnya fasilitas pendukung kegiatan belajar mengajar,
  kurangnya motivasi siswa dan tenaga edukasi dalam peningkatan mutu dan
  kurangnya pemahaman dan aplikasi terhadap regulasi pendidikan; dibidang
  kesehatan berupa rendahnya kesadaran masyarakat dalam berperilaku hidup
  bersih sehat, rendahnya kemampuan dan kemauan memelihara kesehatan,
  terbatasnya tenaga spesialis dan akses pelayanan kesehatan di bidang sosial
  berupa banyaknya keluarga miskin atau keluarga pra sejahtera karena
  terbatasnya pelayanan dan akses terhadap penyandang masalah rawan
  sosial.
  Disamping itu kurang kondusifnya kondisi masyarakat, adanya gejala
  penurunan    pemahaman     dan    pengamalan   ajaran   agama,    rendanya
  pemahaman terhadap konsep gender dan peranan perempuan, ketertinggalan
  dalam pemahaman, pemanfaatan dan pengembangan Iptek, keterbatasan
  sarana dan prasarana olah raga masyarakat, olah raga prestasi dan
  profesional, kurangnya apresiasi dan penerapan budaya luhur bangsa.




                                    33
   4. Rendahnya kapasitas pengembangan potensi wilayah.
      Kendala kapasitas pengembangan potensi wilayah disebabkan antara lain
      tidak terkendalinya perubahan fungsi lahan pertanian menjadi lahan non
      pertanian, harga tanah yang semakin tinggi di wilayah perbatasan, sedangkan
      kebutuhan penyediaan perumahan dan permukiman semakin meningkat dan
      belum semua rencana tata ruang wilayah dan kawasan ditetapkan dalam
      Peraturan Daerah sehingga tidak mempunyai kekuatan hukum.
      Sedangkan mengenai kerjasama dan koordinasi dalam penataan dan
      pengembangan wilayah perbatasan antar Kabupaten atau Kota baik dalam
      Propinsi DIY maupun dengan Kabupaten di Propinsi Jawa Tengah belum
      dapat dilaksanakan sepenuhnya.


                                     BAB III
                       VISI, MISI DAN STRATEGI

Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Sleman Nomor 11 Tahun 2000 tentang
Pola Dasar Pembangunan Daerah Kabupaten Sleman Tahun 2000 – 2004,
sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kabupaten Sleman Nomor 5
Tahun 2001 telah ditetapkan visi dan misi pembangunan yang selaras dengan visi
dan tujuan pembangunan nasional serta senantiasa mempertimbangkan bahwa
Kabupaten Sleman sebagai bagian integral wilayah Negara Kesatuan Republik
Indonesia.

A. VISI
   Pola dasar Pembangunan Daerah Kabupaten Sleman 2000 – 2004 menetapkan
   visi yang merupakan cita-cita yang ingin dicapai, yaitu terwujudnya masyarakat
   Kabupaten Sleman yang maju, sejahtera, lestari mandiri,             berdaya saing,
   damai, demokratis, agamis dan berkeadilan.
   Visi ini mengandung pengertian sebagai berikut :
   Maju            :   adalah     perwujudan         keadaan      masyarakat     yang
                       dinamis,inovatif   dan     kreatif   bergerak   kedepan   untuk
                       mencapai nilai yang lebih berkualitas,unggul dan menjadi
                       contoh bagi daerah lain.

   Sejahtera       :   adalah perwujudan keadaan masyarakat yang maju dan
                       tercukupi kebutuhan dasar lahir dan bathin secara manusiawi
                       yang ditandai oleh meningkatnya kualitas kehidupan yang
                       layak dan bermartabat karena terpenuhinya kebutuhan



                                          34
                     pangan,      sandang,       papan,   kesehatan,    pendidikan    dan
                     lapangan kerja.

Lestari          :   adalah perwujudan keadaan masyarakat yang sejahtera
                     secara terus menerus dan mampu mengikuti perkembangan
                     perubahan situasi secara dinamis.

Mandiri          :   adalah perwujudan keadaan masyarakat yang sejahtera
                     berdiri kokoh atas dasar kekuatan dan kemampuannya
                     sendiri serta tidak memisahkan diri dari lingkungannya.
Berdaya saing :      adalah perwujudan keadaan masyarakat yang sejahtera,
                     memiliki     keunggulan       komparatif   dan    kompetitif    dalam
                     berbagai bidang dan mampu bersaing secara sehat dengan
                     mendasari keyakinan akan potensi yang dimilikinya untuk
                     membangun kehidupannya.
Damai            :   adalah perwujudan keadaan masyarakat yang sejahtera,
                     hidup rukun, saling menghormati dan menghargai dan
                     senantiasa menghindari pertentangan dan permusuhan antar
                     sesama.
Demokratis       :   adalah perwujudan keadaan masyarakat yang sejahtera yang
                     senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi,kedaulatan
                     hukum, persamaan hak dan kewajiban serta kesempatan
                     untuk      berpartisipasi    dalam    kehidupan     bermasyarakat,
                     berbangsa, dan bernegara.
Agamis           :   adalah perwujudan keadaan masyarakat yang sejahtera
                     mengutamakan nilai-nilai agama sebagai landasan semua
                     putusan akal dan pertimbangan rasa dalam setiap sikap dan
                     tindakan dalam kehidupannya.
Berkeadilan      :   adalah perwujudan keadaan masyarakat yang sejahtera
                     menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan, dengan senantiasa
                     memberikan sesuatu kepada siapapun juga yang menjadi
                     haknya dan melaksanakan yang menjadi kewajibannya.


Visi ini dijabarkan lebih lanjut kedalam misi yang akan menjadi tanggung jawab
seluruh lapisan masyarakat Sleman yang terdiri dari penyelenggara pemerintahan,
para elit politik, para cendekiawan, masyarakat serta para pelaku usaha untuk
mencapai cita-cita masa depan tersebut.




                                          35
B. MISI
  Untuk mewujudkan visi masyarakat Kabupaten Sleman masa depan, Pola Dasar
  Pembangu-nan Daerah Kabupaten Sleman 2000 – 2004 menetapkan misi
  sebagai berikut :
  1. Penerapan dan pengembangan teknologi,
  2. Peningkatan pertumbuhan ekonomi.
  3. Peningkatan derajat kesehatan masyarakat,
  4. Pelestarian lingkungan hidup,
  5. Pelestarian nilai-nilai budaya,
  6. Penataan dan optimalisasi birokrasi,
  7. Pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan,
  8. Peningkatan pendidikan masyarakat,
  9. Peningkatan penegakan supremasi hukum,
  10. Peningkatan kesadaran berdemokrasi,
  11. Peningkatan kualitas beragama, dan.
  12. Pemerataan pemanfaatan sumberdaya.


  Misi ini dijabarkan kedalam tujuan dan sasaran pembangunan yang diharapkan
  dapat bermuara pada terwujudnya pemerintahan daerah yang baik dan bersih
  serta terbangunnya kehidupan politik yang dinamis, terwujudnya pemulihan dan
  ketahanan ekonomi daerah yang bertumpu pada sistem ekonomi kerakyatan,
  meningkatnya kesejahteraan rakyat, dan          kualitas kehidupan masyarakat, dan
  meningkatnya kapasitas pengembangan potensi wilayah.


C. STRATEGI

  Dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran pembangunan Kabupaten Sleman,
  diperlukan suatu strategi pembangunan sebagai berikut :
  1.      Mengembangkan kerjasama dengan lembaga Perguruan Tinggi untuk
          meningkatkan daya saing.
  2.      Memanfaatkan keunggulan komparatif berupa potensi dan keanekaragaman
          sumber daya alam untuk menarik investor dalam rangka mengupayakan
          penciptaan lapangan kerja baru.
  3.      Mengupayakan     peningkatan      kesehatan,   pencegahan,   penyembuhan,
          pemulihan, dan rehabilitasi sejak pembuahan dalam kandungan sampai
          lanjut usia.
  4.      Memantapkan penataan masyarakat yang berwawasan lingkungan dan
          berkelanjutan untuk acuan pelaksanaan pembangunan disegala bidang.



                                            36
   5.       Melestarikan, membina dan mengembangkan kebudayaan yang bersumber
            dari warisan budaya leluhur
   6.       Mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya manusia aparatur Pemerintah
            untuk meningkatkan kinerja birokrasi
   7.       Mempercepat pembangunan perdesaan dan perkotaan dalam rangka
            pemberdayaan masyarakat
   8.       Mengupayakan       perluasan   dan     pemerataan   kesempatan      memperoleh
            pendidikan yang bermutu tinggi.
   9.       Mengembangkan        budaya    hukum      dimasyarakat,   untuk    menciptakan
            kesadaran dan kepatuhan hukum dalam masyarakat.
   10. Meningkatkan kualitas demokrasi untuk mempercepat proses reformasi
            disegala bidang.
   11. Meningkatkan peran dan fungsi lembaga-lembaga keagamaan dalam ikut
            mengatasi dampak perubahan yang terjadi dalam semua aspek kehidupan
   12. Mengelola dan memanfaatkan sumber daya alam serta memelihara daya
            dukungnya untuk peningkatan kesejahteraan seluruh rakyat secara merata.


                                           BAB IV
                   PRIORITAS PEMBANGUNAN DAERAH

Prioritas pembangunan daerah disusun untuk melaksanakan berbagai misi yang di
gariskan dalam Pola Dasar Pembangunan Daerah guna mewujudkan visi yang
ditetapkan.Prioritas tersebut disusun dengan mempertimbangkan kondisi, potensi
dan hasil – hasil      yang telah dicapai dan berbagai kemungkinan            perkembangan
keadaan pada masa mendatang.
Prioritas     pembangunan       akan   dicapai   melalui   tahapan    pembangunan     yang
berkelanjutan sesuai dengan tingkat kewenangan pemerintah Kabupaten Sleman
sebagai daerah otonom. Prioritas pembangunan akan terwujud apabila didukung oleh
partisipasi masyarakat secara luas, termasuk didalamnya lembaga swadaya
masyarakat dan swasta.
Permasalahan pokok dan tantangan yang dihadapi pada saat ini dan memerlukan
penanganan segera adalah bagaimana mewujudkan pemerintahan daerah yang baik,
meningkatkan       kegiatan ekonomi daerah, mewujudkan kesejahteraan rakyat, dan
meningkatkan kapasitas pengembangan potensi wilayah. Keempat permasalahan
pokok tersebut menunjukkan adanya kecenderungan menurunnya kualitas kehidupan
dan kemampuan dalam pembangunan. Kondisi ini menuntut terutama kepada
penyelenggara pemerintahan, para elite politik, tokoh masyarakat, pemuka agama,




                                              37
dan dunia usaha, swasta untuk meningkatkan harkat, martabat, dan kesejahteraan
warga masyarakat.
Mempertimbangkan latar belakang keterkaitan masalah dan tantangan yang dihadapi
tersebut, maka dirumuskan empat prioritas pembangunan daerah, yaitu sebagai
berikut:


A. Mewujudkan Pemerintahan Daerah yang Baik.
   Prioritas pembangunan dalam rangka mewujudkan         pemerintahan Kabupaten
   yang baik dilakukan melalui pembangunan di, bidang hukum, bidang politik,
   bidang penyelengaraan pemerintahan, bidang komunikasi, informasi dan media
   masa, bidang ketentraman dan ketertiban.
   Arah kebijakan pembangunan bidang politik yaitu mempertahankan persatuan
   dan kesatuan, meningkatkan kehidupan demokrasi dan memelihara integritas
   wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
   Arah kebijakan pembangunan bidang hukum yaitu membuat produk hukum yang
   berkualitas dan demokrasi, selanjutnya menegakkan hukum secara konsisten
   untuk lebih menjamin kepastian hukum, keadilan dan kebenaran, supremasi
   hukum, serta menghargai hak azasi manusia.
   Arah kebijakan bidang penyelenggaraan pemerintahan adalah ditempuh dengan
   pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme, penataan kelembagaan dan
   ketatalaksanaan aparatur pemerintah, peningkatan kualitas aparatur pemerintah.
   Arah kebijakan pembangunan bidang komunikasi, informasi dan media massa
   adalah optimalisasi pemanfaatan peran komunikasi melalui berbagai bentuk
   media massa dan penyiaran, serta optimalisasi pemanfaatan berbagai jaringan
   informasi untuk mengoptimalkan upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.
   Arah kebijakan bidang ketentraman dan ketertiban adalah mewujudkan,
   memelihara dan menjaga ketentraman dan ketertiban umum.


B. Meningkatkan kegiatan ekonomi daerah

   Prioritas pembangunan dalam rangka meningkatkan kegiatan ekonomi daerah
   dilakukan melalui pembangunan di bidang ekonomi yang meliputi :        Industri,
   Pertanian dan Kehutanan, Sumber Daya Air dan Irigasi, Perdagangan, Koperasi,
   Usaha Kecil dan Menengah, Pengembangan Usaha dan Keuangan Daerah,
   Transportasi, Pertambangan, Energi, dan Pariwisata.
   Arah kebijakan pembangunan di bidang ekonomi adalah meningkatkan kegiatan
   ekonomi daerah dan mewujudkan landasan pembangunan yang lebih kokoh bagi
   pembangunan ekonomi berkelanjutan dengan lebih memberdayakan masyarakat
   dan seluruh kekuatan ekonomi melalui pengembangan hubungan kemitraan


                                       38
  dalam bentuk keterkaitan usaha yang saling menunjang dan menguntungkan
  antara koperasi, swasta, dan BUMD serta antara usaha besar, menengah dan
  kecil dengan pengembangan sistem ekonomi kerakyatan yang bertumpu pada
  mekanisme pasar yang berkeadilan serta ber basis sumber daya alam, serta
  sumber daya manusia yang produktif dan mandiri.
  Dalam rangka mewujudkan kota distribusi dan perdagangan serta pergudangan
  maka diperlukan sistem perdagangan yang berkeadilan efektif dan efisien dengan
  memanfaatkan ketersediaan barang dan jasa sekaligus mendorong kelancaran
  arus barang dan distribusi dan perlindungan kepentingan konsumen dan
  produsen terutama usaha ekonomi mikro, kecil, menengah dan koperasi.
  Dalam rangka meningkatkan kegiatan ekonomi daerah tersebut dilaksanakan
  berbagai program pembangunan daerah di bidang ekonomi              secara terpadu
  yaitu :
  1. Penanggulangan kemiskinan dan pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat,
  2. Pengembangan usaha skala mikro, kecil, menengah dan koperasi,
  3. Penciptaan stabilitas ekonomi dan keuangan guna mendukung terciptanya
     iklim yang kondusif bagi peningkatan investasi, ekspor dan pertumbuhan
     ekonomi,
  4. Peningkatan daya saing produk daerah, terutama untuk mendukung
     peningkatan ekspor non migas, pariwisata, dan memperkuat ketahanan
     ekonomi daerah, dan
  5. Peningkatan investasi dilakukan dengan efektivitas dan efisiensi pelayanan
     perijinan investasi,
  6. Penyediaan prasarana dan sarana penunjang pembangunan ekonomi daerah
  7. Pemanfaatan potensi sumber daya alam yang dimiliki dengan memperhatikan
     prinsip-prinsip kelestarian lingkungan dan berkelanjutan.


C. Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat.


  Prioritas pembangunan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat ,
  dilaksanakan    melalui   pembangunan      bidang   :   Agama,   Pendidikan,   Ilmu
  Pengetahuan dan Teknologi, Pemuda dan Olah Raga, Kependudukan, Keluarga
  Berencana,Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial,
  Pemberdayaan Perempuan, dan Kebudayaan.
  Arah kebijakan pembangunan di bidang agama adalah memanfaatkan fungsi,
  peran, dan kedudukan agama sebagai landasan moral, spiritual, dan etika dalam
  bermasyarakat dan bernegara, meningkatkan kualitas pendidikan agama,




                                        39
meningkatkan dan memantapkan kerukunan hidup antar umat beragama,
meningkatkan peran dan fungsi lembaga-lembaga keagamaan.
Arah kebijakan pembangunan di bidang pendidikan adalah mengupayakan
perluasan dan pemerataan kesempatan pendidikan, meningkatkan kualitas
lembaga pendidikan dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi.
Arah kebijakan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi adalah mengupayakan
program penelitian, peningkatan kapasitas dan pengembangan kemampuan
sumber daya iptek.
Arah kebijakan di bidang kesehatan dan kesejahteraan sosial adalah peningkatan
mutu sumberdaya manusia dan lingkungan dengan pendekatan paradigma sehat,
peningkatan mutu lembaga dan pelayanan kesehatan, pengembangan jaminan
sosial tenaga kerja, pengembangan ketahanan sosial, peningkatan apresiasi
terhadap penduduk lanjut usia, peningkatan kepedulian terhadap penyandang
masalah sosial,peningkatan kualitas penduduk, pemberantasan perdagangan dan
penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang, dan peningkatan aksesbilitas fisik
dan non fisik bagi penyandang cacat.
Arah kebijakan pembangunan di bidang kebudayaan dan kesenian adalah
pengembangan dan pembinaan kebudayaan nasional, pelestarian nilai-nilai
budaya yang ada, dan pengembangan kebebasan berkreasi dalam kesenian.
Arah kebijakan pembangunan di bidang kedudukan dan peranan perempuan
adalah peningkatan kedudukan dan peranan perempuan dalam kehidupan
berbangsa dan bernegara dan peningkatan kualitas dan kemandirian organisasi
perempuan.
Arah kebijakan   pembangunan pemuda dan olah raga meliputi penumbuhan
budaya olah raga, peningkatan usaha pembibitan dan pembinaan olah raga
prestasi, pengembangan iklim kondusif bagi pengembangan generasi muda,
pengembangan minat dan semangat kewirausahaan di kalangan generasi muda,
dan perlindungan bagi generasi muda dari narkoba.
Peningkatan kualitas penduduk yang dicerminkan oleh tingkat pendidikan, derajat
kesehatan, dan kesejahteraan sosial termasuk peningkatan kualitas keluarga
serta penyeimbangan kuantitatif persebaran dan mobilitas penduduk yang sesuai
dengan daya dukung lingkungan.
Pembangunan sumber daya manusia yang bermoral dan berketrampilan melalui
pembangunan bidang agama dan pendidikan, mengembangkan interaksi antar
lembaga-lembaga penelitian dan masyarakat melalui jasa pelayanan teknologi,
peningkatan peranan perempuan dalam seluruh bidang pembangunan dengan
melibatkan institusi pemerintah dan organisasi masyarakat.



                                       40
D. Meningkatkan Kapasitas Pengembangan Potensi Wilayah


  Prioritas pembangunan dalam rangka meningkatkan kapasitas pengembangan
  potensi wilayah   dilaksanakan melalui pembangunan bidang perdesaan dan
  perkotaan, pemanfaatan ruang, pertanahan, perumahan dan permukiman,
  wilayah perbatasan serta sumber daya alam dan lingkungan hidup.
  Arah kebijakan peningkatan kapasitas pengembangan potensi wilayah, adalah
  meningkatkan pengembangan potensi wilayah untuk pengembangan ekonomi
  daerah melalui pembangunan pedesaan dan perkotaan, penataan ruang,
  penataan     pertanahan,     pengembangan    perumahan      dan    permukiman,
  pengembangan wilayah perbatasan, serta pengembangan sumber daya alam dan
  lingkungan   hidup,   guna   mendukung   pemulihan     ekonomi    dan   sekaligus
  mempercepat pemerataan pertumbuhan ekonomi.
  Pembangunan perdesaan dan perkotaan diarahkan untuk mewujudkan struktur
  ekonomi perdesaan yang lebih kokoh, berlandaskan sektor pertanian yang
  mantap. Sementara itu kemampuan pengelolaan perkotaan sangat diperlukan
  khususnya dibidang pembangunan pelayanan umum, pelayanan sosial serta
  pengelolaan tata ruang dan pertanahan.
  Penataan ruang diarahkan agar mampu mengakomodasi semua kepentingan
  secara terpadu yang disesuaikan dengan kondisi wilayah dan masyarakat serta
  berazaskan keterbukaan, persamaan, keadilan, dan perlindungan umum yang
  dilaksanakan dengan melibatkan seluruh stake holder.
  Arah kebijakan bidang pertanahan         adalah mengembangkan administrasi
  pertanahan untuk meningkatkan pemanfaatan dan penguasaan tanah secara adil
  dengan mengutamakan hak-hak rakyat setempat termasuk hak ulayat masyarakat
  hukum adat dan meningkatkan kelembagaan pengelolaan pertanahan dengan
  kepastian hukum terhadap hak milik tanah dan pelayanan pertanahan bagi
  masyarakat secara efektif.
  Arah kebijakan pembangunan perumahan dan permukiman adalah untuk
  memenuhi kebutuhan akan perumahan dan lingkungan permukiman yang layak
  serta dapat menjangkau masyarakat berpenghasilan rendah. Oleh karena itu
  perlu diciptakan iklim investasi pembangunan perumahan yang menarik agar
  dapat menciptakan lapangan kerja dan peluang usaha.
  Arah kebijakan pembangunan wilayah perbatasan adalah memanfaatkan potensi
  wilayah perbatasan secara optimal melalui kerjasama antar pemerintah
  kabupaten atau kota agar tercipta keserasian kesejahteraan masyarakat di
  wilayah perbatasan.



                                      41
     Arah kebijakan dibidang sumber daya alam dan lingkungan hidup adalah
     mengelola dan memelihara daya dukungnya agar bermanfaat bagi peningkatan
     kesejahteraan rakyat.
     Pengembangan wilayah dimaksudkan untuk mendayagunakan potensi dan
     kemampuan daerah dalam pengembangan permukiman, perkotaan, pedesaan,
     wilayah tumbuh cepat, wilayah perbatasan          dan pemberdayaan masyarakat,
     pemanfaatan keunggulan komparatif dan kompetitif masing -masing wilayah untuk
     meningkatkan kesempatan kerja dan berusaha serta keterkaitan dan kerja sama
     ekonomi antar pelaku, antar desa dan kota, antar daerah, dan antar wilayah yang
     saling     menguntungkan,     dengan    mendayagunakan      penataan    ruang   dan
     pertanahan        serta dengan memperhatikan daya dukung dan kelestarian
     lingkungan, peningkatan partisipasi masyarakat, penumbuhan tanggungjawab
     sosial, penerapan dan pengembangan teknologi tepat guna yang ramah
     lingkungan, pembangunan budaya yang berwawasan lingkungan, dan penataan
     kelembagaan.


                                            BAB V
                     PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH

Program pembangunan daerah disusun berdasarkan butir-butir arah kebijakan yang
tercantum dalam Peraturan Daerah Kabupaten Sleman Nomor 11 Tahun 2000
tentang Pola Dasar Pembangunan Daerah Kabupaten Sleman tahun 2000 – 2004,
sebagaimana diubah dengan Peraturan Daerah Kabupaten Sleman Nomor 5 Tahun
2001.

Pembahasan secara terperinci program-program pembangunan daerah berikut ini
disajikan berdasarkan prioritas pembangunan daerah yakni: mewujudkan pemerintah
daerah        yang   baik,   meningkatkan   kegiatan   ekonomi   daerah,    meningkatkan
kesejahteraan rakyat, dan meningkatkan kapasitas pengembangan potensi wilayah.

A.    Mewujudkan Pemerintahan Daerah Yang Baik

      Dalam rangka mewujudkan Pemerintahan Kabupaten yang baik dan bersih
      dilaksanakan melalui pembangunan bidang : hukum, politik, penyelenggaraan
      kepemerintahan yang baik, komunikasi, dan media massa, ketentraman dan
      ketertiban.
      1. Hukum.
          a. Umum




                                             42
  Pemahaman dan kesadaran hukum masyarakat              masih perlu untuk
  ditingkatkan, hal ini ditunjukkan oleh tingkat pelanggaran peraturan
  perundang-undangan di wilayah Kabupaten Sleman cukup tinggi. Kondisi
  tersebut disebabkan antara lain belum maksimalnya upaya sosialisasi
  hukum dan peraturan perundang-undangan di kalangan masyarakat,
  rendahnya kesadaran dan kepatuhan hukum masyarakat dan terbatasnya
  prasarana maupun sarana penegakan hukum.


b. Arah Kebijakan.
  1)   Pengembangan budaya hukum di masyarakat untuk terciptanya
       pemahaman, kesadaran dan kepatuhan hukum dalam rangka
       penegakan supremasi hukum,
  2)   Penegakan hukum secara konsisten untuk lebih menjamin kepastian
       hukum,     keadilan   dan    kebenaran,   supremasi   hukum    serta
       menghargai dan menjunjung tinggi hak asasi manusia.
  3)   Peningkatan integritas moral dan profesionalisme aparat penegak
       hukum untuk menumbuhkan kepercayaan masyarakat, dengan cara
       meningkatkan kesejahteraan, dukungan sarana dan prasarana,
       pendidikan dan pengawasan yang efektif.
  4)   Penyusunan produk hukum daerah yang mendukung pelaksanaan
       kegiatan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan.
  5)   Peningkatan     pemahaman,      penyadaran,    perlindungan,   serta
       penghormatan dan penegakan hak asasi manusia dalam seluruh
       aspek kehidupan masyarakat.


c. Program dan kegiatan

  1)   Program penyusunan produk hukum daerah.

       Tujuan:
       Mewujudkan kepastian hukum.

       Sasaran:
       Tersedianya produk hukum daerah yang berkualitas sesuai dengan
       aspirasi masyarakat dan kebutuhan pembangunan.

       Kegiatan yang akan dilakukan adalah :

       a)   Melakukan koordinasi dan kerjasama dalam bidang penelitian
            dan pengembangan hukum.

       b)   Melakukan pengkajian peraturan perundang-undangan



                               43
     c)   Menyusun produk hukum daerah.

     d)   Menyempurnakan produk hukum daerah.

2)   Program pemberdayaan aparat penegak hukum daerah
     Tujuan:

     Meningkatkan profesionalisme aparat penegak produk hukum
     daerah

     Sasaran:

     Terwujudnya aparat penegak produk hukum yang berkualitas,
     berwibawa dan bertanggung jawab.

     Kegiatan yang akan dilakukan adalah:

     a)   Meningkatkan    pembinaan terhadap aparat penegak produk
          hukum daerah,
     b)   Meningkatkan sarana dan prasarana        di bidang penegakan
          produk hukum daerah,
     c)   Meningkatkan pembinaan sikap dan perilaku aparat penegak
          hukum daerah.

3)   Program penyuluhan hukum

     Tujuan :

     Meningkatkan pemahaman, kesadaran dan kepatuhan hukum bagi
     masyarakat maupun aparat pemerintah daerah.

     Sasaran :

     Tertingkatnya jumlah masyarakat dan       aparat pemerintah daerah
     yang sadar terhadap hak dan kewajibannnya.

     Kegiatan yang akan dilakukan adalah:

     a)   Meningkatkan pelaksanaan sosialisasi produk-produk hukum
     b)   Meningkatkan penyuluhan hukum
     c)   Meningkatkan    peran    Sistim   Jaringan   Dokumentasi   dan
          Informasi (SJDI) hukum

4)   Program peningkatan kesadaran hukum dan pengembangan
     budaya hukum

     Tujuan:

     Meningkatkan kesadaran hukum masyarakat.




                            44
          Sasaran:

          Tertingkatkannya partisipasi masyarakat dalam penegakan hukum.

          Kegiatan yang akan dilakukan adalah:

          a)    Melakukan pemetaan permasalahan hukum
          b)    Melakukan penyadaran hukum masyarakat dengan pendekatan
                dialogis.
          c)     Meningkatkan           kesadaran         masyarakat        dalam
                mengaktualisasikan       hak    serta   melaksanakan     kewajiban
                sebagai warga negara, yang bersumber pada nilai-nilai budaya
                luhur daerah.
          d)    Meningkatkan penggunaan media komunikasi dalam rangka
                pencapaian sasaran penyadaran hukum di berbagai lapisan
                masyarakat

     5)   Program penegakan hukum

          Tujuan:

          Mewujudkan supremasi hukum.

          Sasaran:

          Terciptanya penegakan hukum yang mandiri.

          Kegiatan yang akan dilakukan adalah:

          Meningkatkan operasi penegakan hukum daerah.
                       .
2. POLITIK
  a. Umum
     Peningkatan kesadaran berdemokrasi dan partisipasi politik masyarakat
     harus     senantiasa     diupayakan,      hal   tersebut   perlu   diupayakan
     penanganannya melalui berbagai kebijakan dan program maupun
     kegiatan pembangunan dibidang politik. Kondisi politik di Kabupaten
     Sleman relatif stabil dan kondusif, oleh karena itu kondisi semacam ini
     perlu dipertahankan dengan cara meningkatkan kesadaran masyarakat
     dalam kehidupan berbangsa dan bernegara untuk memelihara persatuan
     dan kesatuan.

  b. Arah Kebijakan

     1)   Penguatan        keberadaan    dan   kelangsungan Negara Kesatuan
          Republik Indonesia,




                                    45
  2)    Peningkatan etika dan moral politik sesuai Demokrasi Pancasila
        untuk mewujudkan kehidupan politik yang mantap,
  3)    Pemasyarakatan dan penerapan prinsip persamaan, akomodatif
        terhadap kemajemukan dan anti diskriminasi dalam kehidupan
        bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,
  4)    Peningkatan sikap keberpihakan pada rakyat melalui prosedur dan
        mekanisme yang sah, konstitusional dan berbudaya dalam proses
        pengambilan keputusan,
  5)    Peningkatan kemandirian dan fungsi partai politik dalam menyerap,
        menyampaikan dan memperjuangkan aspirasi rakyat dengan
        mengembangkan sikap toleran dan arif, serta menjunjung tinggi
        etika demokrasi dan keberagaman aspirasi politik,
  6)    Peningkatan pendidikan politik secara intensif dan komprehensif
        kepada masyarakat untuk mengembangkan budaya politik yang
        demokratis, menghormati keberagaman aspirasi, dan menjunjung
        tinggi supremasi hukum dan HAM.
  7)    Pemasyarakatan dan menerapkan prinsip persamaan dan anti
        diskriminasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan
        bernegara.

c. Program dan Kegiatan

  1) Program pemantapan persatuan dan kesatuan bangsa.

       Tujuan:

       Meningkatkan hubungan yang baik antar suku, umat beragama, ras
       dan antar golongan dalam wadah Negara Kesatuan Republik
       Indonesia.

       Sasaran:

       Terciptanya suasana yang kondusif antar suku, umat beragama, ras
       dan antar golongan di Kabupaten Sleman.

       Kegiatan yang akan dilakukan adalah:
       a)   Meningkatkan pembauran antar suku, umat beragama, ras dan
            antar golongan.

       b)   Meningkatkan kerukunan antar suku, umat beragama, ras, antar
            golongan.

       c)   Meningkatkan komunikasi sosial antar masyarakat dan antar
            kelompok masyarakat.



                                 46
   d)   Menanggulangi kerawanan sosial.

   e)   Menyelesaikan konflik sosial dalam masyarakat.

2) Program pengembangan etika, moral dan budaya politik.

   Tujuan :

   Meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap hak
   dan kewajiban politiknya.

   Sasaran :

   Terpenuhinya hak dan kewajiban politik masyarakat.

   Kegiatan yang akan dilakukan adalah:

   a)   Meningkatkan pendidikan politik

   b)   Mensosialisasikan      peraturan   perundang-undangan   dibidang
        politik

   c)   Meningkatkan kualitas komunikasi politik

   d)   Meningkatkan kesadaran dan etika politik

   e)   Meningkatkan kewaspadaan terhadap budaya politik yang
        bertentangan dengan Pancasila.

3) Program peningkatan peranan organisasi politik dan organisasi
   kemasyarakatan

   Tujuan:

   Meningkatkan kualitas organisasi politik dan organisasi kemasyarakat
   an dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dan
   organisasi kemasyarakatan.

   Sasaran:

   Terwujudnya peran organisasi politik dan organisasi kemasyarakatan.

   Kegiatan yang akan dilakukan adalah:

   a)   Meningkatkan pemberdayaan organisasi politik dan organisasi
        masyarakat.

   b)   Menyelenggarakan forum komunikasi politik antar partai politik,
        organisasi masyarakat dan pemerintah

   c)   Meningkatkan kemampuan dan kemandirian organisasi politik
        dan organisasi masyarakat.




                               47
   4)   Program peningkatan kualitas penyelenggaraan pemilihan umum

        Tujuan :

        Meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemilihan umum.

        Sasaran :

        Tersedianya fasilitas pemilihan umum yang memadai.

        Kegiatan yang akan dilakukan adalah :

        a) Meningkatkan fungsi fasilitatif dalam perencanaan, pelaksanaan
           dan pengawasan pemihan umum,
        b) Menyediakan sarana dan prasarana pemilihan umum.


3. PENYELENGGARAAN KEPEMERINTAHAN YANG BAIK.

  a. Umum.

    Dalam rangka melaksanakan Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999
    Pemerintah      Kabupaten     Sleman     masih     dalam    proses   penataan
    kelembagaan, personil dan sistem pemerintah daerah.

    Prinsip dasar penataan kelembagaan melalui pembentukan organisasi
    perangkat daerah yang mendasarkan pada pada asas hemat struktur dan
    kaya fungsi.

    Organisasi perangkat daerah yang dibentuk dalam pelaksanaannya harus
    didukung oleh personil yang mempunyai kompetensi dan profesionalitas.

    Dalam rangka mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan daerah yang
    baik   diperlukan     transparansi,    akuntabel   dan     profesional    aparat
    pemerintah daerah.

    Proses menuju penyelenggaraan pemerintahan daerah yang baik dalam
    pelaksanaannya masih mengalami beberapa kendala antara lain:
    koordinasi internal belum efektif, penempatan personil belum sesuai
    dengan kompetensinya, terbatasnya dukungan dana, sarana dan
    prasarana yang tercermin dalam dana alokasi umum (DAU) dan dana
    alokasi khusus (DAK) yang belum sesuai dengan jumlah beban yang
    harus dibiayai.

    Pada     akhirnya        permasalahan-permasalahan           tersebut      akan
    mempengaruhi        kinerja   pemerintah   Kabupaten       Sleman,      sehingga
    penyelenggaraan pemerintahan belum berjalan dengan baik sesuai
    dengan harapan masyarakat. Untuk terwujudnya penyelenggaraan
    pemerintahan yang baik sesuai dengan harapan masyarakat, maka


                                    48
  permasalahan-permasalahan tersebut diatas harus segera mendapatkan
  pemecahan       antara   lain:   dalam    penataan    kelembagaan       maupun
  penentuan formasi kepegawaian harus didahului dengan analisis jabatan
  yang nantinya dapat dijadikan sebagai pedoman/acuan dalam pengisian
  formasi kepegawaian sehingga penempatan personel sesuai dengan
  kualifikasinya, diterapkannya sisten punish and rewards terhadap setiap
  pegawai sehingga akan meningkatkan kinerja pegawai, mengoptimalkan
  fungsi-fungsi institusi pengawasan dalam melakukan kegiatan disamping
  berdasarkan     anggaran     yang     berasal    DAU/DAK     juga   melakukan
  intensifikasi/ekstensifikasi terhadap potensi PAD yang ada.

b. Arah Kebijakan.

  1)   Peningkatan profesionalisme dan kompetensi aparat pemerintah
       sesuai dengan harapan pihak-pihak yang berkepentingan (stake
       holder).
  2)   Pengisian jabatan dan penjejangan karier dilaksanakan secara
       transparan berdasarkan merit sistem dan mengacu pada peraturan
       perundangan yang berlaku.
  3)   Penataan kelembagaan dan ketata laksanaan diupayakan dengan
       peningkatan fungsi birokrasi
  4)   Peningkatan kapasitas birokrasi yang efektif, efisien, responsif,
       transparan dan akuntabel.
  5)   Peningkatan peranserta masyarakat dalam pengambilan keputusan
       yang menyangkut kepentingan publik sesuai dengan mekanisme
       yang konstitusional dan demokratis.
  6)   Peningkatan penyelenggaraan pemerintahan desa yang semakin
       kuat, dinamis, dan bertanggung jawab.
  7)   Peningkatan pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme dengan
       meningkatkan pengawasan dan pengendalian terhadap jalannya
       pemerintahan daerah dan pemerintahan desa.

c. Program dan kegiatan

  1)   Program      peningkatan       kualitas    dan   profesionalisme    aparat
       pemerintah

       Tujuan:

       Meningkatkan profesionalisme aparatur pemerintah.




                                   49
     Sasaran:

     Tersedianya aparat pemerintah daerah yang memadai baik secara
     kualitas maupun kuantitas.

     Kegiatan yang akan dilakukan adalah:

     a) Melaksanakan penataan sistem perencanaan, penganggaran,
        pengawasan, pemantauan dan pelaporan pegawai,

     b) Meningkatkan Sistem Informasi Kepegawaian,

     c) Meningkatkan pengelolaan kepegawaian daerah,

     d) Menyusun formasi pegawai,

     e) Melaksanakan pengembangan karier pegawai,

     f) Meningkatkan diklat struktural dan fungsional,

     g) Meningkatkan kemampuan aparatur pemerintah melalui kursus
        dan tugas belajar,

     h) Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan sesuai dengan
        kebutuhan daerah.

2)   Program Pengisian jabatan dan penjenjangan karier

     Tujuan:

     Meningkatkan kinerja aparat pemerintah daerah secara optimal

     Sasaran:

     Tertingkatkannya mutu pelayanan aparat pemerintah daerah

     Kegiatan yang akan dilakukan adalah:

     a) Melakukan pengangkatan, penempatan dan pemberhentian
        dalam jabatan bagi PNS sesuai kapasitas yang dimiliki.

     b) Melaksanakan Analisis jabatan dan analisis kebutuhan pegawai

     c) Meningkatkan motivasi kerja dengan penerapan              sistem
        penghargaan

     d) Meningkatkan sistem pembinaan, penyuluhan dan penerapan
        sanksi

     e) Melaksanakan         peraturan   perundang-undangan      dibidang
        kepegawaian

     f) Meningkatkan kesejahteraan pegawai

     g) Menyelenggarakan pembinaan jasmani dan rohani pegawai

                               50
     h) Menyusun alur karier pegawai

     i) Membuat standarisasi kompetensi jabatan

     j) Melaksanakan pengisian jabatan secara transparan sesuai
        peraturan perundang-undangan yang berlaku

3)   Program penataan kelembagaan dan ketatalaksanaan

     Tujuan:

     Meningkatkan kapasitas, efisiensi dan efektivitas kelembagaan/
     organisasi perangkat daerah.

     Sasaran:

     a) Tersusunnya struktur organisasi perangkat daerah yang tepat.

     b) Tercapainya kinerja kelembagaan yang tinggi

     c) Terbangunnya mekanisme hubungan kerja yang efektif antar
        organisasi perangkat daerah.

     Kegiatan yang akan dilakukan adalah:

     a) Menyelenggarakan        penataan     kelembagaan    dan     struktur
        organisasi perangkat daerah

     b) Melaksanakan analisis jabatan, analisis organisasi, analisis
        beban kerja serta analisis manajemen lainnya yang diperlukan
        dalam upaya optimalisasi organisasi.

     c) Melaksanakan pembinaan, evaluasi dan monitoring organisasi
        perangkat daerah

     d) Menyusun sistem dan mekanisme hubungan kerja antar
        organisasi perangkat daerah

     e) Menyusun pola dan standar pelayanan masyarakat.

4)   Program peningkatan kapasitas birokrasi dalam rangka pelayanan
     masyarakat

     Tujuan :

     Meningkatkan    kualitas    pelayanan    publik   diberbagai   bidang
     pemerintahan.

     Sasaran :

     Terselenggaranya pelayanan prima bagi masyarakat




                                51
     Kegiatan yang akan dilakukan adalah :

     a) Menyediakan (akses) pendidikan dan pelatihan yang memadai

     b) Meningkatkan disiplin kerja, anggaran dan akuntabilitas publik.

     c) Meningkatkan kinerja dalam pelayanan kepada masyarakat.

     d) Mengupayakan sarana dan prasarana kerja yang memadai.

5)   Program peningkatan peran serta masyarakat dalam pengambilan
     keputusan

     Tujuan :

     Meningkatnya    partisipasi   masyarakat   dalam        segala   bidang
     pembangunan

     Sasaran :

     Tertingkatkannya peran serta masyarakat dalam segala bidang
     pembangunan

     Kegiatan yang akan dilakukan adalah :

     a) Meningkatkan           pemberdayaan             lembaga-lembaga
        kemasyarakatan

     b) Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam tahapan proses
        pengambilan keputusan

     c) Meningkatkan peran serta lembaga-lembaga kemasyarakatan
        dalam segala bidang pembangunan.

6)   Program penyelenggaraan pemerintahan desa yang semakin kuat,
     dinamis, dan bertanggung jawab.

     Tujuan :

     Mewujudkan     kepemerintahan     desa   yang   kuat,     dinamis   dan
     bertanggung jawab

     Sasaran :

     Tertingkatkannya     fungsi     penyelenggaraan          pemerintahan,
     pembangunan dan pembinaan masyarakat yang prima.

     Kegiatan yang akan dilakukan adalah :

     a) Meningkatkan peran dan fungsi Badan Perwakilan Desa,

     b) Meningkatkan peran lembaga kemasyarakatan desa,




                             52
     c) Meningkatkan kemandirian dalam rangka menggali sumber-
        sumber pendapatan asli desa,

     d) Meningkatkan kemampuan aparatur pemerintah desa dalam
        upaya menyerap aspirasi masyarakat,

     e) Meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan desa yang bebas
        KKN,

     f) Meningkatkan    peran    serta   masyarakat        dalam   kegiatan
        pemerintahan maupun pembangunan desa

7)   Program peningkatan upaya pemberantasan korupsi, kolusi dan
     nepotisme dengan meningkatkan pengawasan dan pengendalian
     terhadap jalannya pemerintahan daerah.

     Tujuan :

     Mencegah dan menekan tindakan-tindakan aparat pemerintah
     daerah yang mengarah pada praktek-praktek KKN.

     Sasaran :

     Menuju kepemerintahan yang baik (good governance)

     Kegiatan yang akan dilakukan adalah :

     a) Meningkatkan efektifitas pengawasan yang dilakukan oleh
        masyarakat, aparat pengawasan fungsional maupun legislatif,

     b) Mengembangkan     sistem    informasi     hasil-hasil   pengawasan
        secara transparan dan dapat dipertanggung jawabkan,

     c) Pelaksanaan pengawasan dalam              semua proses kegiatan
        pemerintahan dan pembangunan mulai dari perencanaan
        kegiatan sampai dengan berakhirnya suatu kegiatan melalui
        pembinaan, monitoring dan pemeriksaan,

     d) Meningkatkan profesionalisme pengawasan,

     e) Meningkatkan    pelaksanaan      waskat     pada    masing-masing
        instansi,

     f) Meningkatkan pelaksanaan tindak lanjut hasil-hasil pengawasan
        sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundang-undangan
        yang berlaku.




                            53
4. Komunikasi, Informasi Dan Media Massa


  a. Umum

     Penyelenggaran komunikasi, informasi dan media massa secara makro
     telah membentuk dan mengembangkan semangat dan kesadaran
     masyarakat untuk mengambil bagian dalam kegiatan pemerintahan dan
     pembangunan daerah. Namun tidak dapat dipungkiri penyelenggaran
     komunikasi, informasi dan media massa belum dapat didistribusikan
     secara merata dan menjadi saluran aspirasi seluruh masyarakat.

     Fenomena maraknya perkembangan media massa dan teknologi
     informasi hanya dapat diperoleh kelompok masyarakat yang memiliki
     daya beli.

  b. Arah Kebijakan.

     1) Peningkatan peranan komunikasi melalui media massa dalam
        hubungan sesama masyarakat, dengan pemerintah secara timbal
        balik dalam berbagai aspek,
     2) Peningkatan kuantitas dan kualitas pemanfaatan peran komunikasi
        melalui penguasaan tehnologi informasi dan komunikasi,
     3) Peningkatan peranan pers dan media massa yang bebas dan
        bertanggung jawab dalam penyebaran informasi yang obyektif, andal
        dan edukatif sebagai alat sosial kontrol yang konstruktif,
     4) Perluasan jaringan informasi yang dapat diperoleh secara mudah,
     5) Peningkatan profesionalisme aparat penerangan,
     6) Peningkatan prasarana dan sarana penerangan, untuk peningkatan
        mutu, isi dan jangkauan siaran dan informasi.

  c. Program dan Kegiatan

     1) Program pengembangan operasional komunikasi organisasi.

        Tujuan :

        Memperluas jaringan informasi untuk mempermudah masyarakat
        dalam mengakses informasi yang disebarkan oleh pemerintah daerah.

        Sasaran :

        Terwujudnya pemerataan informasi keseluruh lapisan masyarakat dan
        saluran aspirasi masyarakat.




                                   54
   Kegiatan yang akan dilakukan adalah :

   a) Meningkatkan dan mengembangkan media komunikasi,

   b) Meningkatkan arus informasi kepada masyarakat,

   c) Mengembangkan pengkajian informasi dan komunikasi organisasi.


2) Program pengembangan hubungan media massa.

   Tujuan :

   Menumbuhkan interaksi yang dinamis antara pemerintah dan media
   massa.

   Sasaran :

   Terwujudnya hubungan yang sinergis dan rasa tanggung jawab dalam
   penyebaran informasi.

   Kegiatan yang akan dilakukan adalah :

   a) Meningkatkan pemanfaatan media massa sebagai penyebar
      informasi yang obyektif dan edukatif serta kontrol sosial yang
      konstruktif,

   b) Meningkatkan kerja sama dengan media massa melalui forum
      hubungan media massa,

   c) Melakukan analisis terhadap informasi yang disalurkan melalui
      media massa.

3) Program pemanfaatan jaringan komunikasi sosial.

   Tujuan :

   Mengembangkan saluran informasi di masyarakat.

   Sasaran :

   Meningkatkan arus informasi timbal balik antara pemerintah dengan
   masyarakat dan antara masyarakat dengan masyarakat.

   Kegiatan yang akan dilakukan adalah :

   a) Inventarisasi jaringan komunikasi sosial yang tumbuh dalam
      masyarakat,

   b) Memberi dukungan untuk mengembangkan media sosial,

   c) Memanfaatkan jaringan komunikasi sosial untuk membangun
      komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat,



                           55
   d) Melakukan analisis opini publik.

4) Program pemanfaatan tehnologi informasi.

   Tujuan :

   Penyebaran informasi pada lingkup global.

   Sasaran :

   Memperluas publikasi dan penyerapan aspirasi.

   Kegiatan yang akan dilakukan adalah :

   a) Menggunakan tehnologi informasi untuk penyebaran informasi dan
      penyerapan aspirasi,

   b) Melakukan analisis terhadap informasi yang disalurkan melalui
      teknologi informasi.

5) Program peningkatan pelayanan informasi.

   Tujuan :

   Meningkatkan kemudahan masyarakat dan aparat dalam mengakses
   informasi.

   Sasaran :

   Terwujudnya masyarakat yang sadar informasi.

   Kegiatan yang akan dilakukan adalah :

   a) Menyediakan data dan informasi yang akurat,

   b) Menyelenggarakan pelayanan data dan informasi,

   c) Memanfaatkan teknologi informasi untuk memperluas persebaran
      informasi

   d) Menyediakan sarana dan prasarana informasi

6) Program peningkatan pelayanan informasi

   Tujuan :

   Meningkatkan wawasan dan kemampuan pengelola komunikasi,
   informasi dan media massa.

   Sasaran :

   Terselenggaranya komunikasi, informasi dan media massa yang
   dinamis lancar dan inovatif.




                             56
        Kegiatan yang akan dilakukan adalah :

        a) Meningkatkan dan mengembangkan diklat tehnis di bidang
              komunikasi dan jurnalistik,

        b) Meningkatkan kemampuan aparat dalam mengakses tehnologi
              informasi dan komunikasi,

        c) Meningkatkan kapasitas manejerial komunikasi dan media massa
              bagi aparat,

        d) Meningkatkan       kapasitas     aparat   dalam    melakukan   analisis
              informasi media massa.


5. Ketentraman Dan Ketertiban

  a. Umum

     Kondisi ketentraman dan ketertiban masyarakat di wilayah Kabupaten
     Sleman kurang kondusif, hal ini ditunjukkan dengan adanya berbagai
     kasus kriminal seperti peredaran narkoba, pencurian biasa, pencurian
     mobil dan sepeda motor, peredaran uang palsu dan berbagai kasus
     kriminal lainnya. Kondisi ini terjadi dikarenakan berbagai sebab antara
     lain :   jumlah pengangguran yang terus meningkat, kesulitan ekonomi
     yang belum ditangani secara maksimal, perkembangan kesejahteraan
     dari sementara kelompok masyarakat miskin belum menggembirakan ,
     kesadaran masyarakat dalam pengamanan swakarsa belum optimal.
     Untuk mengatasi kondisi tersebut di atas perlu upaya peningkatan
     pemeliharaan       ketenraman     dan     ketertiban    masyarakat   dengan
     menanggulangi setiap gangguan/ancaman yang dilaksanakan secara
     terpadu antara unsur aparat dan masyarakat yang bersifat kesemestaan,
     kerakyatan dan kewilayahan dengan kebijaksanaan program dan
     kegiatan.

  b. Arah Kebijakan

     1) Peningkatan kesadaran hak dan kewajiban sebagai warga negara
        pembinaan penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban masyarakat
        terutama diarahkan untuk terciptanya stabilitas daerah, mewujudkan
        terpeliharanya keadaan yang aman dan tertib dalam kehidupan
        masyarakat yang terbebas dari segala                 hambatan, tantangan,
        ancaman dan gangguan melalui kesadaran tentang hak bela negara
        bagi setiap warga masyarakat dengan penyuluhan penerangan,



                                     57
     latihan serta pendidikan pendahuluan bela negara kepada masyarakat
     dan siswa di semua jenjang pendidikan terus dilakukan.

  2) Pembinaan penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban masyarakat
     di arahkan untuk penciptaan stabilitas daerah, pemulihan keadaan
     yang aman dan tertib dalam kehidupan masyarakat yang bebas dari
     segala hambatan, tantangan, ancaman dan gangguan.

  3) Penumbuhan kesadaran swakarsa masyarakat di tujukan untuk
     pemeliharaan ketentraman dan ketertiban masyarakat.

  4) Peningkatan pertahanan sipil oleh aparat pemerintah dan masyarakat.

  5) Perlindungan masyarakat diarahkan pada peningkatan kemampuan
     dan swadaya aktif.

  6) Pengembangan system keamanan dan ketertiban umum sebagai
     bagian dari sistem keamanan dan ketertiban nasional.

  7) Membentuk satuan-satuan perlindungan masyarakat di setiap desa
     dan unit operasional penanggulangan bencana di setiap kecamatan.

  8) Menyelenggarakan pendidikan pendahuluan bela negara (PPBN).

  9) Meningkatkan pembinaan ketentraman dan ketertiban masyarakat
     disegala lapisan.

c. Program dan Kegiatan

  1) Program pengembangan dan pembinaan potensi Linmas/Hansip.

     Tujuan :

     Meningkatkan kemampuan dan ketrampilan anggota Linmas/Hansip
     dibidang kesadaran bela negara dan pelaksanaan perlindungan
     masyarakat.

     Sasaran :

     Terwujudnya profesionalisme anggota Linmas/Hansip.

     Kegiatan yang akan dilakukan adalah :

     a) Menyelenggarakan pendidikan ke hansipan,

     b) Menyelenggarakan penataran tenaga inti PPBN,

     c) Menyelenggarakan latihan dan gladi lapang penanggulangan
        bencana,




                              58
            d) Menyelenggarakan        pemantapan       potensi      penanggulangan
                bencana,

            e) Menyelenggarakan pembinaan hansip/linmas desa,

            f) Menyelenggarakan pemantapan peleton inti kecamatan,

            g) Menyelenggarakan        peningkatan       kesejahteraan       anggota
                hansip/linmas,

            h) Menyelenggarakan pembinaan tim SAR,

            i) Menyelenggarakan pengerahan anggota hansip/linmas dalam
                pengamanan.

         2) Program pembinaan ketentraman dan ketertiban.

            Tujuan :

            Meningkatkan ketentraman dan ketertiban wilayah.

            Sasaran :

            Terwujudnya ketentraman dan ketertiban wilayah.

            Kegiatan yang akan dilakukan adalah :

            a) Meningkatkan kemampuan mencegah dan menindak setiap
                pelanggaran yang dapat mengganggu ketentraman dan ketertiban
                serta pelanggaran peraturan daerah,

            b) Meningkatkan      pembinaan      terhadap    masyarakat       dibidang
                keamanan dan ketertiban,

            c) Meningkatkan      pembinaan    PPNS     dalam      rangka   penegakan
                peraturan daerah.

B. Meningkatkan Kegiatan Ekonomi Daerah

   Pembangunan ekonomi bertujuan untuk mempercepat pemulihan ekonomi dan
   mewujudkan landasan pembangunan yang lebih kokoh bagi pembangunan
   ekonomi yang berkelanjutan. Pembangunan tersebut dapat dicapai dengan lebih
   memberdayakan       masyarakat   dan     seluruh   kekuatan     ekonomi    melalui
   pengembangan     sistem   ekonomi   kerakyatan     dengan      mempertimbangkan
   permintaan pasar.

   Pembangunan ekonomi dilakukan secara terkoordinir sehingga dapat tercapai
   sasaran maupun kegiatan yang sinergis, terpadu dan saling mendukung,
   dengan bidang kegiatan ekonomi daerah meliputi industri, pertanian dan
   kehutanan, sumber daya air dan irigasi, pertambangan dan energi, transportasi,


                                       59
perdagangan, pengembangan usaha dan keuangan daerah, pengembangan
investasi, pariwisata, pos dan telekomunikasi dan kedirgantaraan.


1. Industri

   a. Umum

      Berkembangnya industri merupakan salah satu ukuran keberhasilan
      pembangunan ekonomi daerah. Sumbangan sektor industri dalam
      pembentukan produk domestik regional bruto telah menunjukkan suatu
      peningkatan. Sebagian besar potensi industri yang ada didaerah adalah
      berupa industri kecil, menengah dan rumah tangga, yang secara umum
      relatif lebih stabil terhadap adanya krisis.

      Permasalahan yang dihadapi sektor industri antara lain :

      1) lemahnya manajemen usaha atau tidak dimilikinya kemampuan di
          dalam mengelola, menyeimbangkan dan mengkombinasikan sumber
          daya secara efektif,

      2) masih rendahnya pengembangan inovasi teknologi di perusahaan dan
          kurangnya       wawasan   para   pengusaha        karena   masih    berpola
          tradisional,

      3) rendahnya kemampuan berwirausaha,

      4) sebagian besar industri kecil dan menengah tidak memiliki modal
          yang cukup, sehingga tidak mempunyai dana cadangan penyangga
          yang memadai untuk membiayai berbagai keperluan yang terjadinya
          tidak   dapat    diduga   sebelumnya.      Persoalan   tersebut     menjadi
          bertambah rumit karena didalam menjalankan kegiatan kegiatan
          usaha belum menggunakan fasilitas perbankan

      5) lemahnya pemasaran karena kesepakatan kemitraan usaha antara
          industri kecil dengan industri besar/menengah baik melalui sistem
          bapak    angkat    maupun     sub   contracting    banyak    yang    belum
          direalisasikan sebagaimana mestinya.

      Upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan penguatan
      struktur industri melalui penguasaan teknologi, pengembangan sumber
      daya manusia, meningkatkan kemampuan industri kecil dan menegah,
      meningkatkan kemitraan usaha dan perlindungan usaha.




                                      60
b. Arah Kebijakan

  1) Pembangunan industri diarahkan untuk penguatan struktur ekonomi
     yang lebih baik dengan menciptakan keterkaitan yang mendukung
     dan menguntungkan antar sektor, antar strata usaha dalam
     memperluas lapangan kerja dan kesempatan berusaha, mendukung
     ekspor non migas, pariwisata dan pendidikan, sehingga dapat
     meningkatkan    pendapatan        dan    mendukung      laju   pertumbuhan
     ekonomi.

  2) Pembangunan industri diarahkan untuk menumbuhkembangkan
     industri kecil/menengah, industri rumah tangga dan pedesaan dengan
     peningkatan     ketrampilan melalui berbagai pelatihan, penguatan
     modal, peralatan, magang dan manajemennya.

  3) Pembangunan industri diarahkan dapat memanfaatkan dan mengolah
     bahan baku lokal dari hasil pertanian dan industri rancang bangun
     serta rekayasa dalam rangka menghasilkan produk unggulan baik
     untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun ekspor dengan
     penguasaan tehnologi tepat guna, sehingga dapat dipenuhi kebutuhan
     secara kuantitas dan kualitasnya.

  4) Pembangunan industri diarahkan dapat dikembangkan pada industri
     teknologi tinggi dengan memanfaatkan potensi daerah maupun luar
     daerah yang ada dan mempunyai nilai strategis yang dapat memacu
     pertumbuhan ekonomi daerah.

  5) Pembangunan dan pengembangan industri diarahkan dapat menjalin
     kemitraan     yang   lebih    mantap,      saling    mendukung,       saling
     membutuhkan      dan    saling        menguntungkan       antara     industri
     kecil/menengah, industri rumah tangga dan pedesaan serta industri
     besar maupun dengan usaha swasta dan usaha pemerintah.

  6) Pembangunan dan pengembangan industri menengah dan besar
     diarahkan sesuai penataan ruang dan dapat menyerap tenaga lokal
     yang sebanyak-banyaknya tidak menimbulkan dampak /pencemaran
     lingkungan, serta meningkatkan pendapatan daerah dan mendukung
     devisa.

  7) Pembangunan      dan    pengembangan         industri    diarahkan     tetap
     berwawasan     lingkungan     serta     dengan   memenuhi       persyaratan
     peraturan perundang-undangan yang berlaku dapat meningkatkan
     peran serta dan pendapatan bagi masyarakat.



                                  61
  8) Pembangunan dan pengembangan industri harus memenuhi syarat
     UKL dan UPL maupun AMDAL harus tetap dilaksanakan sesuai
     peraturan perundangan yang berlaku.


c. Program dan Kegiatan

  1) Program pengembangan industri rumah tangga, industri kecil dan
     menengah.
     Tujuan :
     Menjadikan posisi industri rumah tangga, industri kecil dan menengah
     yang lebih maju, mandiri, tangguh dan berperan sebagai tulang
     punggung ekonomi berbasis ekonomi kerakyatan.
     Sasaran :
     Tercapainya pengembangan industri rumah tangga, industri kecil dan
     menegah yang mampu menghasilkan produk berkualitas, harga
     bersaing dan waktu pengiriman yang tepat didukung oleh sumber
     daya manusia yang tangguh dan manajemen yang maju serta
     berproduksi berorientasi pasar.
      Kegiatan yang akan dilakukan :

     a) Meningkatkan pola kemitraan usaha industri kecil, industri rumah
        tangga dan pedesaan, industri menengah, industri besar, dunia
        usaha dan lembaga swadaya masyarakat dengan prinsip saling
        menguntungkan yang menyangkut penyertaan modal, kerja sama
        pemasaran,     pembimbingan       dan   olah    teknologi    produksi,
        peningkatan    keahlian     dan   ketrampilan    serta      kelancaran
        pengadaan bahan baku dan bahan penolong.

     b) Membina kelompok usaha bersama (KUB) Sentra Industri kearah
        manajemen koperasi industri.

     c) Memberikan layanan pendaftaran perijinan industri.

     d) Meningkatkan kemampuan pengelolaan usaha/manajemen bagi
        industri kecil, menengah dan industri rumah tangga.

  2) Program peningkatan kemampuan teknologi industri.

     Tujuan :

     Meningkatkan kualitas dan kuantitas produk sesuai permintaan pasar
     dan keaneka ragaman produk yang mampu bersaing.




                               62
        Sasaran :

        a) Tercapainya kemampuan teknologi industri yang tepat guna dan
           ramah lingkungan,
        b) Tercapainya standart mutu produk.

        Kegiatan :

        a) Mengembangkan teknologi produk dan teknologi manufaktur,

        b) Mengembangkan rancang bangun dan perekayasaan industri,

        c) Pengembangan teknologi industri yang berwawasan lingkungan,
           standarisasi dan sertifikasi.

     3) Program pengendalian pencemaran lingkungan .

        Tujuan :

        Meningkatkan     kesadaran      pengusaha      IKM   mentaati    peraturan
        perundang-undangan      yang       berlaku   sehingga    mau    melengkapi
        perijinan dan dokumen UKL/UPL yang diwajibkan.

        Sasaran :

        Terwujudnya usaha industri yang berwawasan lingkungan.

        Kegiatan yang akan dilakukan :

        a) Menyampaikan informasi, pendidikan dan pelatihan.

        b) Melaksanakan        bimbingan        mengenai        pencegahan    dan
           pengendalian lingkungan.

        c) Memantau dan mengawasi dalam rangka pelaksanaan peraturan
           perundangan serta ketentuan lain yang berlaku.

2. Pertanian Dan Kehutanan

  a. Umum
     Pertanian dalam arti luas mencakup tanaman pangan, hortikultura,
     peternakan, perikanan, perkebunan dan kehutanan. Pertanian dan
     kehutanan merupakan salah satu lapangan usaha yang mampu
     menyerap banyak tenaga kerja dan mempunyai sumbangan yang relatif
     cukup tinggi bagi pembentukan produk domistik regional bruto daerah.
     Oleh karena itu pembangunan pertanian dan kehutanan mempunyai
     peranan yang penting dalam pemulihan dan peningkatan ketahanan
     ekonomi daerah. Namun sebagai bagian inti dari sistem ekonomi
     kerakyatan sampai saat ini sistem pertanian dan kehutanan yang banyak
     melibatkan usaha ekonomi rakyat bersekala mikro dan kecil masih

                                   63
  merupakan rantai terlemah dari sistem ekonomi nasional. Karena
  lemahnya keterkaitan pengembangan industri dengan masyarakat
  pertanian dan kehutanan, hal ini tercermin dari rendahnya produktivitas
  pertanian dan kehutanan, tingginya jumlah masyarakat pertanian dan
  kehutanan yang miskin dan rendahnya nilai tambah pertanian dan
  kehutanan yang dinikmati masyarakat pertanian dan kehutanan.
  Kedepan, pengembangan pertanian dan kehutanan diorientasikan pada
  upaya peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat pertanian
  dan kehutanan dengan pemberdayaan segenap pelaku pembangunan
  pertanian dan kehutanan. Untuk itu program-program pengembangan
  pertanian dan kehutanan diarahkan untuk meningkatkan produktivitas
  pertanian dan kehutanan khususnya petani kecil, mengentaskan
  kemiskinan dan meningkatkan nilai tambah pertanian dan kehutanan bagi
  masyarakat pertanian dan kehutanan melalui peningkatan hubungan
  industrial pertanian dan kehutanan dengan sektor-sektor perekonomian
  lainnya.


b. Arah Kebijakan
  1) Pengembangan ketahanan pangan diarahkan pada keragaman
     sumberdaya pangan, peningkatan produktivitas hasil pertanian,
     penerapan tehnologi tepat guna yang ramah lingkungan,

  2) Peningkatan kemampuan dan ketrampilan sumberdaya manusia baik
     petani, petugas penyuluh maupun aparat dalam pelaksanaan
     pengembangan       pertanian     berorientasi    pada     agribisnis    dan
     memanfaatkan peluang yang ada dengan mensinergikan berbagai
     potensi dan kegiatan lintas sektoral.

  3) Pemantapan kelembagaan petani yang kuat, dinamis dan mandiri,
     mampu mendayagunakan sarana dan prasarana, permodalan,
     informasi pemasaran produk dan memanfaatkan potensi yang ada
     guna meningkatkan pendapatan petani melalui usaha tani terpadu dan
     mengupayakan nilai tambah dari produk yang dihasilkan.

  4) Optimalisasi fungsi pemanfaatan hutan dan kebun ditujukan untuk
     memanfaatkan hutan dan kebun secara optimal, meningkatkan
     kualitas sumber daya hutan dan kebun, mengurangi kerusakan hutan
     akibat gangguan hama, penyakit dan kerusakan tegakan melalui
     rehabilitasi tanaman dan lahan hutan dan perkebunan, perlindungan
     dan     pengamanan    hutan     dan     kebun   serta   konservasi     alam,



                                64
     pemantapan pengelolaan hutan dan kebun serta pemberdayaan
     masyarakat sekitar hutan melalui hutan rakyat,

  5) Pembangunan perkebunan ditujukan untuk memenuhi kebutuhan
     industri,    menunjang peningkatan ekspor serta mengembangkan
     agribisnis yang terpadu dengan agroindustri melalui rehabilitasi,
     peremajaan, perbaikan mutu tanaman, pengenalan keragaman jenis
     dan pemanfaatan lahan kering,

  6) Pembangunan       peternakan    diprioritaskan   pada   pengembangan
     peternakan rakyat, guna mendorong diversifikasi pangan dalam
     rangka mencukupi kebutuhan protein hewani yaitu daging, telur, dan
     susu melalui kegiatan intensifikasi pemuliaan ternak dan dengan
     inseminasi buatan,

  7) Pembangunan perikanan diarahkan pada usaha agribisnis perikanan
     baik   benih ikan, ikan konsumsi,     maupun ikan hias, serta dalam
     rangka penyediaan protein hewani dari ikan, disamping itu juga
     penyediaan sarana dan prasarana perikanan,

  8) Pembangunan kehutanan diarahkan untuk memberikan manfaat
     sebesar-besarnya bagi kemakmuran masyarakat dengan tetap
     menjaga      kelestarian sumberdaya alam dan kelangsungan fungsi
     serta mutu lingkungan hidup,

  9) Keikutsertaan masyarakat dan swasta dalam pelestarian sumberdaya
     alam dan lingkungan dengan memprioritaskan daerah aliran sungai,
     hutan lindung, hutan rakyat, dan hutan kota,

  10) Peningkatan    peran   serta    masyarakat      dan    swasta   dalam
     mengembangkan hutan wisata untuk daya tarik wisata, melindungi
     plasma nutfah, keanekaragaman hayati dan ekosistem kelestarian
     unsur-unsurnya dan pengembangan hutan pendidikan yang berfungsi
     sebagai hutan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan
     teknologi,

  11) Pengelolaan lahan kritis terus ditingkatkan untuk mempertahankan
     kesuburan tanah, memelihara dan mempertahankan sumber air serta
     kelestarian fungsinya dalam kemampuan daya dukung lingkungan

c. Program dan Kegiatan

  1) Program Pembangunan Pertanian Rakyat Terpadu (PPRT)




                               65
Tujuan :

a) Menciptakan iklim yang kondusif bagi berfungsinya subsistem
   ketersediaan, distribusi dan konsumsi,

b) Meningkatkan ketersediaan pangan dalam jumlah, mutu dan
   keragaman,

c) Mengembangkan sistem distribusi dengan tingkat harga yang
   terjangkau,

d) Meningkatkan penganeka ragaman hasil pangan olahan,

e) Meningkatkan pemberdayaan masyarakat dalam mewujudkan
   ketahanan pangan,

f) Meningkatkan kewaspadaan pangan masyarakat.

Sasaran :

a) Tercapainya tingkat ketersediaan pangan daerah dan masyarakat,

b) Berkembangnya kemitraan usaha para pelaku agribisnis untuk
   meningkatkan ketahanan pangan,

c) Meningkatnya      keragaman      konsumsi     dan     menurunnya
   ketergantungan pada pangan pokok beras,

d) Menurunnya tingkat kerawanan pangan masyarakat.

Kegiatan yang akan dilakukan :

a) Memberdayakan kelembagaan pangan di pedesaan,
b) Memantapkan ketahanan pangan dan pengembangan agribisnis,
c) Mengembangkan pertanian tanaman pangan dan hortikultura, dan
   perkebunan,
d) Menyediakan benih dan penguatan modal usaha tani,
e) Meningkatkan pembinaan dan penyuluhan pertanian,
f) Mengembangkan kapasitas dan melindungi organisasi masyarakat
   dan jaringan kerja dalam penyediaan sarana dan prasarana
   produksi, pengolahan, distribusi, perdagangan, pemasaran dan
   informasi,
g) Meningkatkan mutu intensifikasi dan optimalisasi lahan,
h) Meningkatkan pembinaan dan pengawasan mutu dan sertifikasi
   benih/bibit,
i) Menguji dan mengawasi hasil produksi pertanian,
j) Meningkatkan pembinaan dan penerapan teknologi tepat guna.



                         66
2) Program Pembangunan Peternakan

  Tujuan :

  Meningkatkan ketersediaan komoditas bahan pangan asal ternak
  dalam jumlah cukup, kualitas memadai, dan tersedia sepanjang
  waktu,      melalui   peningkatan   produksi,   produktivitas   dan
  pengembangan produk olahan.

  Sasaran :

  a) Meningkatknya bahan pangan asal ternak secara berkelanjutan
     untuk mendukung mantapnya ketahanan pangan,

  b) Meningkatnya konsumsi protein hewani.

  Kegiatan yang akan dilakukan
  a) Pengembangan produksi peternakan,
  b) Pembinaan sarana produksi peternakan,
  c) Pembinaan usaha peternakan,
  d) Penyelenggaraan kesehatan hewan,
  e) Pembinaan sumber daya manusia di bidang peternakan.

3) Program Pembangunan Perikanan.

  Tujuan :

  Meningkatkan pendapatan dan taraf hidup petani ikan, peningkatan
  hasil dan mutu produksi ikan, memperluas kesempatan kerja dan
  berusaha di bidang perikanan, meningkatkan gizi masyarakat, dan
  meningkatkan mutu lingkungan budidaya dan penangkapan ikan.

  Sasaran :

  a) Meningkatknya bahan pangan asal ikan secara berkelanjutan
     untuk mendukung mantapnya ketahanan pangan,

  b) Meningkatnya konsumsi protein hewani.

  Kegiatan yang akan dilakukan
  a) Pengembangan produksi perikanan,
  b) Pembinaan sarana produksi perikanan,
  c) Pembinaan usaha perikanan,
  d) Pembinaan sumber daya manusia di bidang perikanan.




                            67
4) Program Pengembangan Usaha Pertanian (PUP)

   Tujuan :

   Mengoperasionalisasikan        perubahan   sistem   dan   usaha-usaha
   agribisnis yang mengarahkan agar seluruh sub sistem agribisnis dapat
   secara produktif dan efisien menghasilkan berbagai produk pertanian
   yang memiliki nilai tambah dan daya saing yang tinggi, baik di pasar
   domestik maupun pasar internasional.

   Sasaran :

   Berkembangnya semua subsistem dan usaha-usaha agribisnis secara
   serasi dan seimbang,

   Kegiatan yang akan dilakukan :
   a) Mengembangkan         industri     benih    tanpa      meninggalkan
      pemberdayaan masyarakat,

   b) Mengembangkan komoditas peternakan, ikan hias, perkebunan,
      obat-obatan, dan komoditas hortikultura khususnya tanaman
      hias/bunga,

   c) Mengembangkan kawasan sentra agribisnis komoditas unggulan
      beserta infrastrukturnya,

   d) Memberdayakan forum komunikasi dan kelompok agribisnis,

   e) Mengembangkan wisata agro,

   f) Menciptakan iklim usaha pangan dan kemitraan,

   g) Meningkatkan pembinaan dan pelatihan jiwa kewirausahaan.

5) Program Diversifikasi Pangan dan Gizi

   Tujuan :

   Memelihara kemantapan ketersediaan pangan dan memperbaiki
   keadaan gizi melalui penganekaragaman jenis pangan yang berasal
   dari pertanian.

   Sasaran :

   a) Meningkatnya produksi pangan sumber karbohidrat alternatif non
      beras yang berakar pada sumberdaya dan budaya lokal,

   b) Meningkatnya produksi pangan sumber protein untuk memenuhi
      kebutuhan gizi masyarakat,

   c) Meningkatnya keanekaragaman dan kualitas konsumsi pangan.


                             68
   Kegiatan yang dilakukan :

   a) Menginventarisasi   dan       mengevaluasi      sumber   daya    pangan
      potensial,

   b) Meningkatkan produksi substitusi bahan pangan import,

   c) Meningkatkan diversifikasi pemanfaatan lahan pekarangan.

6) Program Pengembangan Sarana dan Prasarana Pertanian (PSSP).

   Tujuan :

   Meningkatkan sumberdaya manusia yang berkualitas, mandiri dan
   mampu mengelola dan memanfaatkan sumber daya alam pertanian
   dan mengembangkan sarana dan prasarana pertanian.

   Sasaran :

   a) Meningkatnya kualitas SDM petani dan petugas,

   b) Tersedianya sarana dan prasarana pertanian.

   Kegiatan yang dilakukan :
   a) Melaksanakan pembangunan dan pengembangan sarana dan
      prasarana pertanian,

   b) Pemberdayaan petani dan petugas.

7) Program Pembangunan dan Pembinaan Kehutanan serta Rehabilitasi
   Lahan Kritis.

   Tujuan :

   Mengembalikan fungsi lahan dan meningkatkan produktivitas tanah
   serta   mempertahankan           sumber     daya    alam    hutan     untuk
   mempertahankan konservasi lingkungan dalam upaya peningkatan
   konservasi tanah dan air.

   Sasaran :

   Terpeliharanya fungsi kawasan konservasi, lindung, pemanfaatan dan
   pengelolaan lahan.

   Kegiatan yang akan dilakukan :

   a) Meningkatkan penanaman sempadan sungai dan pengelolaan
      daerah aliran sungai,

   b) Melaksanakan      pembinaan        dan     pendampingan         kelompok
      KUKDAS/kredit usaha konservasi daerah sungai,



                               69
         c) Melaksanakan rehabilitasi bangunan pengendali tebing,

         d) Melaksanakan dan menyusun            perencanaan partisipatif dan
            pemantapan kelembagaan masyarakat,

         e) Melaksanakan pembinaan dan informasi teknologi serta penguatan
            modal,

         f) Melaksanakan pemasyarakatan dan pengkayaan hutan rakyat
            dengan MPTS (Multi Purposes Tree Species).

      8) Program Perlindungan Hutan, Kebun dan Konservasi Lahan.

         Tujuan :

         Mempertahankan keberadaan kawasan konservasi, potensi hutan dan
         perkebunan sehingga dapat berfungsi secara optimal dan lestari.

         Sasaran :

         Diketahuinya potensi hutan dan kebun baik kayu ataupun non kayu,
         pengamanan peredaran flora dan fauna langka, memberdayakan
         masyarakat.

         Kegiatan yang akan dilakukan:
         a) Mengelola kawasan konservasi,

         b) Mengeksplorasi dan menginventarisasi potensi keanekaragaman
            hayati dan potensi ekowisata/jasa lingkungan,

         c) Mengamankan peredaran flora dan fauna yang dilindungi.

3. Sumber Daya Air dan Irigasi

   a. Umum

      Pembangunan sumberdaya air adalah segala usaha pembangunan,
      pemanfaatan, pelestarian dan perlindungan air beserta sumbernya
      dengan perencanaan yang terpadu dan serasi guna mencapai manfaat
      yang sebesar-besarnya dalam memenuhi hajat hidup rakyat dan
      kesejahteraan rakyat. Pemanfaatan pengaturan air beserta sumber-
      sumbernya meliputi usaha penyediaan dan pengaturan air guna
      menunjang pengembangan pariwisata, industri, pertanian, permukiman,
      pengembangan     kelistrikan,     pengaturan   penyediaan    air   minum,
      pengendalian banjir dan pencegahan terhadap pencemaran.
      Semakin    bertambahnya         jumlah   penduduk     dan   meningkatnya
      kesejahteraan masyarakat, maka semakin meningkat pula kebutuhan air.
      Sedangkan sumber air yang tersedia tidak bertambah akan tetapi



                                      70
  semakin menurun bahkan tidak jarang mengalami kekeringan, terutama
  pada musim kemarau. Semakin besar pemanfaatan lahan dari lahan
  pertanian menjadi lahan non pertanian, maka akan semakin menurun
  pula jumlah sumber air.
  Pembangunan irigasi diarahkan untuk memantapkan jaringan irigasi,
  meningkatkan peran aktif masyarakat dengan keikutsertaannya dalam
  pemeliharaan jaringan irigasi, tercapainya pemanfaatan air, konservasi
  air, pengembangan jaringan irigasi serta terpenuhinya kebutuhan air dan
  meningkatnya pemeliharaan, perbaikan serta pengaturan air irigasi.
  Untuk mendukung pembangunan pertanian prioritas pembangunan irigasi
  adalah membangun, merehabilitasi, memperluas jaringan irigasi dan
  pemberdayaan masyarakat petani (P3A).

b. Arah Kebijakan

  1) Arah pembangunan pengairan ditujukan pada upaya pendayagunaan
     dan   pelestarian   sumberdaya    air   yang   berkelanjutan   dengan
     memperhatikan keseimbangan antara ketersediaan dan kebutuhan
     sumberdaya air.

  2) Memantapkan sistem operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi yang
     disertai dengan usaha meningkatkan partisipasi masyarakat agar
     pemanfaatan air dilakukan secara efektif dan efisien.

  3) Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan SDM pengelolaan irigasi
     baik pada aparatur pemerintah maupun masyarakat

c. Program dan Kegiatan

  1) Program Pengembangan dan Pengelolaan Pengairan.

     Tujuan :
     Peningkatan penyediaan air untuk pertanian, pengendalian banjir, alur
     sungai, penyediaan air baku, pelestarian dan konservasi sumber daya
     air dan redifinisi (pengaturan tugas kembali) tugas antara pemerintah
     dan organisasi pengelola air.

     Sasaran :

     Meningkatnya penyediaan air untuk pertanian dan air baku,
     terkendalinya bencana banjir dan perubahan penggunaan lahan,
     terlaksananya pengaturan tugas antara pemerintah serta masyarakat
     dalam pengelolaan dan pelestarian sumber daya air.




                               71
  Kegiatan yang akan dilakukan adalah :
  a) Mengatur kembali tugas dan fungsi pemerintah pusat, propinsi,
     Kabupaten/Kota       dalam    rangka     menciptakan        kemandirian
     pengelolaan jaringan irigasi oleh organisasi masyarakat pengelola
     air,
  b) Memberdayakan organisasi masyarakat pengelola air,
  c) Menyerahkan      kewenangan      pengelolaan     jaringan     pengairan
     kepada organisasi masyarakat pengelola irigasi,
  d) Melakukan      perlindungan     lahan   beririgasi   dari    perubahan
     penggunaan lahan melalui penegakan hukum,
  e) Meningkatkan pembangunan prasarana penyediaan air baku,
  f) Membangun prasarana pengendalian banjir dan perbaikan alur
     sungai,
  g) Meningkatkan dan pembangunan waduk, embung, telaga serta
     bangunan penampung air,
  h) Menjaga kelestarian Sumber Daya Air.


2) Program     Peningkatan   peran    Masyarakat     dalam       Pengelolaan
  Sumberdaya Air.

  Tujuan :
  Memberdayakan       organisasi   masyarakat     pengelola      air   melalui
  peningkatan kemampuan dalam berorganisasi, sehingga mampu
  menerima wewenang yang lebih luas dalam pengelolaan air.

  Sasaran :

  Meningkatnya kemampuan kelembagaan masyarakat pengelola air,
  perlindungan kawasan sumber daya air dan kesadaran masyarakat
  dalam pengelolaan sumber daya air.

  Kegiatan yang akan dilakukan adalah :

  a) Melakukan penyuluhan kepada masyarakat berkaitan dengan
     pengelolaan sumberdaya air,

  b) Memantapkan pembentukan kelompok-kelompok yang peduli
     terhadap pelestarian sumberdaya air,

  c) Memulihkan kemampuan sumberdaya air yang rusak agar
     berfungsi kembali,

  d) Melindungi kawasan-kawasan sumberdaya air dari kerusakan,

  e) Meningkatkan efisiensi dalam pemanfaatan sumberdaya air,


                             72
        f) Memantapkan kelembagaan P3A.

     3) Program Pengembangan dan Pengelolaan jaringan Irigasi.

        Tujuan :

        Untuk menjamin ketersediaan air bagi pertanian.

        Sasaran :

        Meningkatnya pemeliharaan, perbaikan dan pengembangan jaringan
        irigasi.

        Kegiatan yang akan dilakukan adalah :

        a) Merehabilitasi bendung dan saluran irigasi,

        b) Memelihara bendung dan saluran irigasi.


4. Pertambangan Dan Energi
  a. Umum
     Potensi pertambangan di kabupaten Sleman relatif terbatas dan yang
     sudah diketahui berupa bahan galian golongan C, akan tetapi belum
     banyak dikelola secara optimal dan dimungkinkan ada bahan galian
     golongan A dan B. Sebagian besar usaha pertambangan merupakan
     usaha pertambangan rakyat yang diusahakan secara sekelompok kecil
     dan belum terorganisir secara baik. Bahan tambang umumnya masih
     dipasarkan dalam bentuk alami, belum mengalami prosesing.

     Pengambilan dan pemanfaatannya air bawah tanah sebagai bagian dari
     usaha pertambangan masih banyak yang belum berizin sehingga kurang
     dapat dipantau pengambilan airnya. Sumber daya energi khususnya yang
     tidak dapat diperbaharui sangat terbatas, sedangkan sumber daya energi
     lainnya mempunyai peluang besar untuk dikembangkan. Sumber energi
     listrik secara umum telah menjangkau keseluruh pelosok desa dan telah
     mampu mengembangkan kegiatan pembangunan dan perekonomian
     dipedesaan.

     Permasalahan yang dihadapi dibidang pertambangan dan energi adalah
     rendahnya kesadaran, kepedulian dan sumber daya manusia penambang
     rakyat sehingga dalam mengeksploitasi dan mengolah bahan galian
     golongan C belum memenuhi tata cara yang benar dan berwawasan
     lingkungan. Nilai jual dari bahan galian juga rendah karena belum
     mengalami prosesing. Kurang terkendalinya pengambilan air merupakan
     masalah yang perlu mendapatkan perhatian karena akan berdampak



                                  73
       pada keberadaan air bawah tanah itu sendiri dan lingkungannya. Dengan
       meningkatnya jumlah penduduk akan menyebabkan kebutuhan energi
       semakin besar dan saat ini ketergantungan pada satu sumber energi
       masih sangat besar. Walaupun listrik sudah menjangkau semua desa
       tetapi ada sebagian dusun yang belum terjangkau aliran listrik.

       Upaya yang akan dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut
       adalah meningkatkan pembinaan, pengawasan dan pengendalian baik
       kepada penambang rakyat maupun para pengambil dan pemakai air
       bawah tanah, mengembangkan listrik pedesaan keseluruh dusun,
       mengupayakan penganekaragaman sumber energi lain.


     b. Arah Kebijakan
       1)   Pembangunan pertambangan diarahkan untuk mendorong kegiatan
            ekonomi      ,   dengan    penganekaragaman      pengolahan   hasil
            pertambangan dimungkinkan selain golongan C yang efisien dan
            efektif untuk memperluas dan menciptakan lapangan kerja serta
            kesempatan kerja.
       2)   Pengelolaan pertambangan diselenggarakan secara terpadu dengan
            tetap memperhatikan kelestarian sumber daya alam dan lingkungan
            hidup.
       3)   Penanaman modal disektor pertambangan terus didorong dan
            ditingkatkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang
            berlaku.
       4)   Perlindungan terhadap pengusaha pertambangan dengan pemilikan
            surat ijin pertambangan serta pengembangan koperasi.
       5)   Pembangunan energi diarahkan dan terus ditingkatkan dengan
            memanfaatkan semua potensi serta energi yang tersedia untuk
            memenuhi kebutuhan energi, meningkatkan produktifitas secara
            tepat guna dan berhasil guna.
       6)   Pembangunan jaringan listrik pedesaan terus diperluas sampai
            keseluruh perdusunan sehingga dapat meningkatkan kegiatan
            pembangunan yang bersifat produktif untuk pengembangan potensi
            yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


c.     Program dan Kegiatan
       1)   Program Pengembangan Geologi dan Sumber Daya Mineral




                                      74
  Tujuan :
  Menyediakan    informasi    potensi    dan   prospek    pengembangan
  geologi, sumber daya mineral dan air bawah tanah.

  Sasaran :
  Meningkatnya     kemampuan            penyediaan       informasi    dan
  pendayagunaan potensi sumber daya mineral dan air bawah tanah
  yang    berkelanjutan      dan   berwawasan        lingkungan      serta
  mengupayakan peningkatan umur produktif pada pengelolaan
  cadangan sumber daya mineral.

  Kegiatan yang akan dilakukan adalah:
  a) Melakukan studi potensi geologi dan sumberdaya mineral,
  b) Menyusun perencanaan tata guna air tanah,
  c) Menyediakan sistim informasi potensi dan prospek geologi dan
     sumberdaya mineral,
  d) Meningkatkan pengelolaan, pengendalian dan pengawasan
     terhadap pengambilan dan pemakaian air bawah tanah.

2) Program Pengembangan Usaha Pertambangan

  Tujuan :

  Meningkatkan penerapan metode penambangan yang baik dan
  benar serta meningkatkan produksi dan diversifikasi hasil olahan
  bahan tambang dan penyediaan bahan baku bagi kegiatan industri
  pengolahan bahan tambang.

  Sasaran :

  Meningkatnya kepastian berusaha bagi pertambangan rakyat dan
  menciptakan iklim usaha pertambangan yang selalu memperhatikan
  kesinambungan kegiatan ekonomi           dan pendayagunaan bahan
  tambang secara optimal serta menurunnya kerusakan lingkungan
  akibat usaha pertambangan.

  Kegiatan yang akan dilakukan adalah :
  a) Meningkatkan pembinaan, pengawasan dan pengendalian usaha
     pertambangan,
  b) Mengembangkan sistem pertambangan yang terpadu,
  c) Memfasilitasi usaha pertambangan swasta,
  d) Menurunkan dampak negatif kerusakan lingkungan hidup,
  e) Melakukan konservasi dan reklamasi lahan,




                           75
          f) Meningkatkan pengetahuan den ketrampilan tentang teknik
             penambangan yang berwawasan lingkungan serta diversifikasi
             pengelolaan hasil tambang.

       3) Program Pengembangan Listrik Pedesaan

          Tujuan :

          Meningkatkan pemanfaatan listrik untuk kegiatan ekonomi produktif.

          Sasaran :

          Tercukupinya kebutuhan listrik untuk keamanan, ketertiban dan
          kesejahteraan masyarakat.

          Kegiatan yang akan dilakukan adalah :
          a) Membangun jaringan distribusi tegangan menengah,
          b) Membangun jaringan distribusi tegangan rendah dan gardu
             listrik,
          c) Memfasilitasi pemasangan lampu penerangan jalan umum
             ditempat strategis.

       4) Program pengembangan energi lainnya

          Tujuan :

          Meningkatkan pemanfaatan sumber energi lain seperti biogas, bio
          massa, mikro hidro, tenaga surya dan tungku hemat energi dengan
          tetap memperhatikan pelestarian lingkungan.

          Sasaran :

          Diversifikasi pemanfaatan sumber energi melalui pemakaian sumber
          energi lain seperti biogas, biomassa, tenaga surya dan tenaga mikro
          hidro oleh masyarakat.

          Kegiatan yang akan dilakukan adalah :
          a) Memasyarakatkan       hasil-hasil   penelitian   dan   percobaan-
             percobaan dalam rangka memanfaatkan sumber-sumber energi
             lain seperti biogas, biomassa, tenaga surya dan mikrohidro
             dengan menerapkan teknologi tepat guna,
          b) Penyuluhan penggunaan tungku hemat energi.


5. Transportasi
  a. Umum
     Penyelenggaran transportasi wilayah memerlukan investasi yang sangat
     tinggi, dan sampai dengan saat ini kondisinya cukup memprihatinkan,


                                   76
  khususnya pada pembangunan fasilitas lalu lintas dan angkutan, serta
  sarana dan prasarana jalan dan jembatan, terlebih lagi pada masa krisis
  ekonomi banyak fasilitas lalu lintas dan angkutan yang rusak tidak
  terawat dan hilang/dirusak masyarakat.
  Untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas pelayanan sarana
  dan prasarana transportasi terdapat beberapa permasalahan, antara lain
  pembangunan/pemeliharaan         sarana       dan   prasarana     tranportasi
  membutuhkan       dana   yang    besar,      penggunaan   lahan   luas   dan
  pemanfaatan teknologi tinggi. Sedangkan pembangunan/pemeliharaan
  sarana   dan   prasarana      transportasi    merupakan    prakondisi    bagi
  berkembangnya kesempatan dan peluang baru pada berbagai bidang.
  Upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan mempertahankan
  dan meningkatkan kondisi prasarana dan sarana transportasi agar tingkat
  pelayanannya dapat dipertahankan dan ditingkatkan.

b. Arah Kebijakan

  1) Pengembangan sistem jaringan transportasi yang berperan sebagai
     urat nadi kehidupan ekonomi, sosial budaya, politik, pertahanan dan
     keamanan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat                  dilak
     sanakan secara terpadu.
  2) Pemeliharaan dan peningkatan serta pengembangan kuantitas dan
     kualitas jalan negara, jalan propinsi, jalan Kabupaten dan jalan desa
     agar tetap dalam kondisi mantap demi kelancaran arus transportasi
     dan pelayanan kepada masyarakat.
  3) Peningkatan sumber daya manusia dan kualitas pelayanan prasarana
     dan sarana transportasi.


c. Program dan Kegiatan
  1) Program Pembangunan dan Rehabilitasi Prasarana Jalan dan
     Jembatan.

     Tujuan :
     Mengembangkan dan meningkatkan jaringan transportasi jalan yang
     aman, teratur, lancar, dan menjangkau seluruh wilayah.

     Sasaran :

     Terwujudnya prasarana jalan yang dapat melayani arus penumpang
     dan barang dari dan keseluruh wilayah.




                                  77
        Kegiatan yang akan dilakukan adalah :
        a) Pembangunan prasarana jalan dan jembatan,
        b) Peningkatan jalan dan jembatan,
        c) Rehabilitasi dan pemeliharaan jalan dan jembatan.
     2) Program Pembangunan Transportasi Darat
        Tujuan :
        Mewujudkan sistem transportasi yang handal.
        Sasaran :
        Meningkatnya kelancaran, kenyamanan dan keselamatan berlalu
        lintas.
        Kegiatan yang akan dilakukan adalah :
        a) Menyusun sistem jaringan transportasi yang handal,
        b) Pengembangan fasilitas lalu lintas jalan,
        c) Peningkatan kualitras SDM aparatur dibidang transportasi,
        d) Peningkatan ketertiban lalu lintas dan angkutan jalan, melalui
              penegakan hukum oleh PPNS, penyuluhan tertib lalu lintas dan
              sosialisasi peraturan dibidang transportasi.


6. Perdagangan
  a. Umum
     Pembangunan perdagangan merupakan salah satu kegiatan bidang
     ekonomi yang mempunyai peran strategis karena mendukung kelancaran
     distribusi barang dan jasa, memenuhi kebutuhan pokok rakyat, serta
     mendorong pembentukan harga yang wajar. Potensi yang dimiliki secara
     geografis menempati jalur strategis lintas Jawa bagian selatan dengan
     pusat pertumbuhan perdagangan dan pelayanan umum terutama
     dikawasan Depok, Ngaglik, dan Mlati serta banyaknya UKM.
     Permasalahan perdagangan selama ini adalah :
     1) kurangnya informasi pasar baik dalam negeri maupun luar negeri,
     2) belum adanya sarana prasarana pendukung perdagangan seperti peti
        kemas dan pabean,
     3) kurangnya perlindungan hak - hak konsumen.
     Upaya mengatasi permasalahan tersebut diatas akan dikembangkan
     sistem ekonomi kerakyatan yang bertumpu pada mekanisme pasar yang
     berkeadilan dengan prinsip persaingan sehat dan memperhatikan
     pertumbuhan ekonomi, nilai nilai keadilan, kepentingan sosial, kualitas
     hidup,    pembangunan       berwawasan     lingkungan   dan   berkelanjutan




                                     78
    sehingga terjamin kesempatan yang sama dalam berusaha dan bekerja
    serta perlindungan hak-hak konsumen.


  b. Arah kebijakan
    1) Perwujudan sistem perdagangan yang efektif dan efisien dengan
       memanfaatkan ketersediaan barang dan jasa, kelancaran arus
       distribusi, perlindungan kepentingan konsumen dan produsen,
    2) Pemantapan peningkatan ekspor barang dan jasa diarahkan pada
       penganekaragaman jenis, jumlah dan mutu komoditas ekspor,
    3) Pemantapan peluang pasar yang didukung dengan peningkatan daya
       saing,     penyempurnaan   sarana-prasarana      perdagangan,     sistem
       informasi pasar, serta kegiatan promosi yang lebih terstruktur dan
       terarah,
    4) Pembangunan       perdagangan       diarahkan    untuk    meningkatkan
       terwujudnya iklim dan kepastian berusaha yang kondusif terhadap
       perkembangan dan peningkatan perekonomian daerah,
    5) Peningkatan peran serta koperasi, pemilik modal, lembaga perbankan
       dan kemitraan untuk mendorong produsen dalam memproduksi dan
       melindungi     pengusaha   kecil,    golongan   ekonomi   lemah    serta
       pemasarannya,
    6) Peningkatan wawasan manajemen perdagangan, bagi pengusaha
       menuju profesionalisme untuk dapat bersaing dipasar dalam negeri
       maupun luar negeri.


c. Program dan Kegiatan

  1) Program Pengembangan Perdagangan dan sistem distribusi
     Tujuan :
    Mempercepat pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan
    serta memberikan sumbangan yang cukup berarti dalam penciptaan
    lapangan usaha serta perluasan kesempatan kerja dan peningkatan
    pendapatan masyarakat.
    Sasaran :
    Terlaksananya pengembangan perdagangan dan sistem distribusi yang
    mantap.
     Kegiatan yang akan dilakukan adalah :
     a) Menyederhanakan ijin usaha perdagangan
     b) Menyempurnakan sistem informasi pasar dan pengembangan pola
        promosi/pameran


                                  79
     c) Memantau perkembangan inflasi harga barang.
     d) Meningkatkan penegakan perlindungan konsumen
     e) Mengupayakan Kabupaten Sleman sebagai pusat distribusi barang
        dan jasa.

  2) Program pengembangan usaha dan lembaga perdagangan
     Tujuan :
     Meningkatkan sarana dan prasarana penunjang perdagangan
     Sasaran :
     a) Berkembangnya usaha perdagangan dan kelembagaan
     b) Meningkatnya    kemudahan        pengusaha     memperkenalkan      dan
        mendekatkan produknya dengan konsumen.
     Kegiatan yang akan dilakukan adalah :
     a) Meningkatkan ketersediaan sarana dan prasarana perdagangan, baik
        perdagangan dalam negeri maupun luar negeri,
     b) Mengembangkan       pasar    desa    dan    pasar    kabupaten   secara
        proporsional,
     c) Meningkatkan peran serta lembaga perbankan.

  3) Program pengembangan Ekspor
     Tujuan :
     Memperluas jaringan pemasaran luar negeri dan menaikkan devisa
     negara
     Sasaran :
     Meningkatnya ekspor.
     Kegiatan yang akan dilakukan :
     a. Meningkatkan    daya   saing     komoditi   ekspor    dan   kemampuan
       penyesuaian terhadap perubahan pasar,
     b. Meningkatkan struktur komoditi ekspor dan perluasan negara tujuan
       ekspor,
     c. Mengembangkan eksportir menengah dan kecil serta fasilitas kredit
       ekspor.

7. Pengembangan Usaha Dan Keuangan Daerah
  a. Umum
     Kegiatan usaha daerah yang telah dilakukan Pemerintah daerah Sleman
     sampai saat ini masih belum optimal, mengingat potensi yang dimiliki
     Kabupaten Sleman memungkinkan untuk lebih dikembangkan dan
     diupayakan. Sampai saat ini usaha daerah yang dimiliki Sleman 2 Badan
     Usaha Milik Daerah yaitu PDAM dan Bank Pasar. Kondisi kedua Badan


                                    80
  Usaha Milik Daerah tersebut sampai saat ini belum optimal memberikan
  kontribusi     bagi    PAD,   sehingga     memerlukan       pembinaan         serta
  pengembangan usaha sehingga tugas dan fungsi dibentuknya BUMD
  tersebut      dapat    terlaksana.    Disamping      hal    tersebut        didalam
  pengembangan usaha daerah diluar ke dua BUMD tersebut perlu segera
  direalisir    dengan    membuat       perangkat     hukum      yang     mengatur
  pengembangan potensi daerah kedalam usaha yang diharapkan
  mempunyai peran dan kedudukan yang strategis dalam sistem dan
  struktur perekonomian di daerah maupun sebagai sumber PAD.
  Untuk menindak lanjuti misi tersebut diperlukan inventarisasi potensi yang
  ada dan kajian serta kebijakan penunjang dalam menyusun strategi yang
  tepat untuk pengembangannya. Adapun pengelolaan Keuangan daerah
  perlu terus ditingkatkan dengan menggali sumber-sumber lain yang ada
  baik secara intensifikasi maupun ekstensifikasi serta mengefektifitaskan
  belanja      daerah    yang   lebih   mengutamakan         untuk      kepentingan
  masyarakat.

b. Arah Kebijakan
  1) Optimalisasi pengelolaan BUMD secara efektif dan efisien,
  2) Peningkatan peran aktif Pemerintah daerah dalam pengelolaan usaha
      daerah,
  3) Penggalian serta pembentukan usaha baru yang resource based,
      kompetitif dan dapat meningkatkan pertumbuhan wilayah,
  4) Peningkatan kerja sama dengan pihak swasta dalam pengelolaan
      usaha daerah,
  5) Peningkatan pengelolaan sumber PAD serta meningkatkan efektifitas
     anggaran dengan menerapkan skala prioritas dan mengutamakan
     untuk kepentingan masyarakat.

c. Program dan Kegiatan
  1) Program Pengembangan dan Pembinaan Usaha Daerah
      Tujuan :
      Mengembangkan         kegiatan     usaha      Pemerintah       daerah     guna
      mendayagunakan potensi daerah.
      Sasaran :
      Terbentuknya usaha yang dilakukan Pemerintah daerah dan atau
      dengan     swasta    untuk   pengembangan        ekonomi       daerah     guna
      meningkatkan pendapatan daerah.
      Kegiatan yang akan dilakukan adalah :
      a) Menyehatkan/Mengoptimalkan BUMD,


                                   81
        b) Menginventarisasi dan mengkaji pengembangan aset daerah,
        c) Membentuk BUMD baru,
        d) Melakukan kerjasama pengelolaan aset daerah,
        e) Menyertakan modal ke BUMD maupun swasta.

     2) Program Pengembangan Keuangan Daerah
        Tujuan :
        Meningkatkan kemampuan keuangan daerah secara efektif dan
        efisien.
        Sasaran :
        Meningkatnya pendapatan daerah serta mengefektifkan anggaran
        Kegiatan yang akan dilakukan adalah :
        a) Meningkatkan intensifikasi dan ekstensifikasi pengelolaan sumber
              pendapatan daerah.
        b) Meningkatkan skala prioritas penggunaan anggaran.

8. Koperasi
  a. Umum
     Koperasi disusun sebagai usaha bersama atas asas kekeluargaan.
     Keberadaan Koperasi sebagai gerakan ekonomi kerakyatan maupun
     sebagai badan usaha berperan serta untuk mewujudkan masyarakat
     yang dinamis, maju, adil dan makmur.
     Permasalahan koperasi pengelolaannya belum efisien, kurang produktif
     dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif.
     Berkaitan dengan itu perlu ditingkatkan dengan sungguh-sungguh
     peranan koperasi, penataan koperasi, agar dapat melaksanakan fungsi
     dan peranannya dalam perekonomian daerah.

  b. Arah Kebijakan
     1) Penataan dan peningkatan kelembagaan koperasi agar memiliki
        kemampuan usaha yang efisien dan mandiri serta menjadi gerakan
        ekonomi kerakyatan yang tangguh dan berakar dalam masyarakat,
     2) Pembangunan koperasi diarahkan pada upaya peningkatan         mutu,
        kemampuan Sumber Daya Manusia, kemampuan bersaing dan
        pelayanan     serta   meningkatkan   peranannya   dalam   kehidupan
        ekonomi,
     3) Peningkatan semangat kebersamaan, kemampuan berorganisasi,
        memajukan usaha dan manajemen yang lebih profesional serta
        peningkatan kualitas kerjasama dengan pelaku-pelaku        ekonomi
        lainnya,


                                   82
     4) Pengembangan hubungan kemitraan dalam bentuk keterkaitan usaha
        yang saling menunjang dan menguntungkan antara koperasi, swasta
        dan BUMN/BUMD, serta antara usaha besar, menengah dan kecil
        dalam rangka memperluas struktur ekonomi daerah.
  c. Program dan Kegiatan
     1) Program Pengembangan Koperasi
        Tujuan :
        Meningkatkan peran serta koperasi melalui upaya penguatan
        manajemen dan peningkatan kualitas SDM serta perluasan akses
        permodalan yang didukung oleh tersedianya sarana dan prasarana
        pembangunan yang memadai.
        Sasaran :
        a) Terwujudnya pengurus koperasi yang profesional,
        b) Terciptanya hubungan kemitraan yang harmonis antar koperasi,
           swasta dan pengusaha,
        c) Terciptanya koperasi yang memiliki kemampuan usaha yang
           efisien dan mandiri.
        Kegiatan yang akan dilakukan adalah :
        a) Melaksanakan pembinaan dan pelatihan pengurus koperasi,
        b) Melaksanakan pembinaan dan pelatihan anggota koperasi,
        c) Mengadakan penilaian kegiatan koperasi,
        d) Melaksanakan       pembinaan       dan   pemantapan    kelembagaan
           koperasi.

     2) Program Peningkatan peran koperasi
        Tujuan :
        Untuk meningkatkan peran serta koperasi, dalam mengembangkan
        ekonomi kerakyatan.
        Sasaran :
        Meningkatnya    peran     koperasi,    dalam   bermitra   usaha,   serta
        terlaksananya pengembangan Iptek dan penguatan modal usaha.
        Kegiatan yang akan dilakukan
        a) Menumbuhkan jaringan usaha dan pola kemitraan
        b) Mengembangkan Iptek dan penguatan modal usaha.

9. Pengembangan Investasi
  a. Umum
     Pembangunan Investasi diarahkan pada peningkatan kemampuan dalam
     melaksanakan fungsi dan peran serta dunia usaha dalam perekonomian.



                                   83
  Dalam pembangunan investasi kabupaten Sleman diarahkan untuk
  tumbuh menjadi kegiatan usaha yang mampu sebagai penggerak utama
  pembangunan ekonomi, meningkatkan pertumbuhan perekonomian
  daerah melalui pemerataan kegiatan pembangunan dengan hasil-
  hasilnya, serta memperluas kesempatan berusaha dan kesempatan kerja
  menuju terwujudnya perekonomian daerah yang tangguh dan mandiri.
  Permasalahan umum bidang investasi di Kabupaten Sleman antara lain
  meliputi kurangnya informasi potensi yang ada, minimnya sarana
  prasarana, kurang proaktifnya Pemerintah daerah, minimnya partisipasi
  lembaga keuangan, kurangnya jaminan kepastian hukum bagi dunia
  usaha serta minimnya jiwa dan partisipasi masyarakat dalam dunia
  investasi.
  Penanaman modal oleh masyarakat perlu lebih didorong untuk
  mendukung      pembangunan        di    berbagai   kegiatan    dalam     rangka
  menciptakan nilai tambah, kesempatan berusaha dan kesempatan kerja.
  Berkaitan dengan itu perlu ditingkatkan informasi potensi daerah,
  peningkatan prasarana, sarana dan fasilitas lainnya yang memungkinkan
  dapat mendorong minat investasi di Kabupaten Sleman.

b. Arah Kebijakan
  1) Pembentukan dan atau peningkatan kelembagaan baik pemerintah
     yang profesional dalam pengelolaan penanaman modal di daerah.
  2) Pengembangan penanaman modal diarahkan untuk mengatasi
     kemiskinan dan pengangguran dengan menciptakan lapangan kerja
     dan penyerapan tenaga kerja sesuai potensi daerah berwawasan
     lingkungan.
  3) Pengembangan penanaman modal diarahkan untuk meningkatkan
     peran     aktif   masyarakat        dalam       memperkuat        pembiayaan
     pembangunan daerah.
  4) Pengembangan penanaman modal harus dapat dicegah adanya
     berbagai     bentuk   monopoli       dan    monopsoni      yang    merugikan
     masyarakat.
  5) Penciptaan iklim usaha yang kondusif, optimalisasi dan konsistensi
     peraturan di bidang dunia usaha, paradigma baru bidang pelayanan,
     peningkatan prasarana, sarana dan peningkatan promosi.

c. Program dan Kegiatan

  1) Program Penataan Kelembagaan bidang investasi
     Tujuan :


                               84
         Penciptaan lembaga pemerintah yang memfasilitasi masyarakat
         dalam bidang investasi.
         Sasaran :
         Terciptanya pelayanan perijinan investasi yang kondusif untuk
         meningkatkan daya tarik penanaman modal daerah.
         Kegiatan yang akan dilakukan adalah :
         a) Mengoptimalkan lembaga pelayanan investasi,
         b) Menyederhanakan prosedur bidang perijinan.
      2) Program Penciptaan Iklim Investasi Yang Kondusif
         Tujuan :
         Menciptakan Kabupaten Sleman yang aman, damai dan prospektif
         sebagai daerah tujuan investasi.
         Sasaran :
         Meningkatnya minat investor yang potensial untuk menanamkan
         modalnya guna mengembangkan roda perekonomian daerah.
         Kegiatan yang akan dilakukan adalah :
         a) Menyempurnakan peraturan daerah, penyederhanaan perijinan,
             birokrasi, dan retribusi serta meningkatkan upaya penegakan
             hukum dan perlindungan usaha terhadap persaingan tidak sehat
             ataupun gangguan lainnya,
         b) Memberikan insentif dan kemudahan untuk mengembangkan
             sistem dan jaringan lembaga pendukung investasi,
         c) Meningkatkan kemampuan dan pelibatan          lintas pelaku (stake
             holder) dalam pengembangan investasi,
         d) Meningkatkan akses kepada sumber daya produktif dengan
             inventarisasi potensi investasi, peningkatan informasi dan promosi
             potensi,
         e) Meningkatkan sarana prasarana pelayanan masyarakat


10. PARIWISATA
   a. Umum
      Kepariwisataan meliputi berbagai kegiatan yang berhubungan dengan
      wisata, obyek dan daya tarik wisata, pengusaha, serta usaha lainnya
      yang terkait.
      Pembangunan kepariwiataan adalah merupakan suatu upaya untuk
      memanfaatkan dan mengembangkan potensi obyek dan daya tarik wisata
      yang dimiliki oleh daerah, antara lain berupa kekayaan alam yang indah,




                                   85
  keanekaragaman flora dan fauna, peninggalan sejarah purbakala serta
  kemajemukan tradisi dan seni budaya.
  Sektor pariwisata mempunyai peranan penting guna mendukung laju
  pertumbuhan ekonomi daerah. Kabupaten Sleman sebagai bagian dari
  Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki potensi keunggulan wisata alam
  merapi dan mempunyai letak yang strategis dilalui jalur wisata gelang
  manten    (Magelang,      Sleman,      Klaten)   sehingga     mempermudah
  pencapaian ke obyek-obyek wisata. Namun sampai saat ini Kabupaten
  Sleman belum memanfaatkan potensi-potensi kepariwisataan yang
  dimiliki secara optimal. Upaya yang akan ditempuh adalah berusaha
  mendayagunakan potensi obyek-obyek wisata dan didukung dengan
  program pembangunan kepariwisataan yang terpadu dan berkelanjutan.

b. Arah Kebijakan
  1) Pengembangan dan peningkatan obyek wisata yang berupa wisata
     alam, wisata budaya, wisata konvensi, wisata remaja, wisata minat
     khusus wisata pedesaan dan wisata agro termasuk akomodasi dan
     fasilitas pendukungnya.
  2) Pengembangan pariwisata dengan pendekatan sistem yang utuh dan
     terpadu bersifat interdisipliner dan partisipatoris.
  3) Pengembangan obyek wisata dan peningkatan promosi serta
     pemasarannya,      baik   didalam     maupun     diluar   negeri   dengan
     memanfaatkan       kerjasama kepariwisataan regional secara optimal
     dalam bentuk paket-paket wisata.
  4) Pembangunan kepariwisataan diarahkan untuk meningkatkan daya
     tarik wisata.
  5) Peningkatan pendidikan dan pelatihan kepariwisataan.

c. Program dan Kegiatan
  1) Program Pengembangan Produk Wisata
     Tujuan :
     Untuk mengembangkan potensi kepariwisataan Kabupaten Sleman.
     Sasaran :
     Terciptanya daya tarik obyek-obyek wisata dan diversifikasi produk
     wisata di Kabupaten Sleman.
     Kegiatan yang akan dilakukan adalah :
     a) Mengembangkan dan memelihara ODTW (Obyek dan Daya Tarik
        Wisata) di wilayah Kabupaten Sleman,
     b) Meningkatkan dan memelihara sarana dan prasarana pendukung
        pariwisata,


                                 86
   c) Merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi pengembangan
      ODTW (Obyek dan Daya Tarik Wisata),
   d) Meningkatkan intensifikasi dan ekstensifikasi ODTW (Obyek dan
      Daya Tarik Wisata),
   e) Meningkatkan kemampuan pelayanan pada ODTW (Obyek dan
      Daya Tarik Wisata) baik berupa fasilitas maupun aktivitas
      pendukung pariwisata,
   f) Mengembangkan wisata budaya dengan melakukan penelitian dan
      pengembangan pariwsata.

2) Program Pemasaran Pariwisata
   Tujuan :
   Meningkatkan kunjungan para wisatawan ke Kabupaten Sleman.
   Sasaran :
   Terciptanya jaringan informasi kepariwisataan bagi para wisatawan
   maupun calon wisatawan.
   Kegiatan yang akan dilakukan adalah :
   a) Meningkatkan penyebaran dan pengembangan sistem informasi
      komunikasi dan pelayanan pariwisata,
   b) Meningkatkan promosi wisata,
   c) Mengembangkan pemasaran produk-produk pariwisata secara
      terpadu,
   d) Meningkatkan sadar wisata masyarakat melalui penyuluhan
      pariwisata,
   e) Melakukan penelitian dan pengembangan kepariwisataan.

3) Program Peningkatan Sumber Daya Insan Pariwisata.
   Tujuan :
   Meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan kemampuan para
   pengusaha, pemandu wisata, dan masyarakat di bidang pariwisata.
   Sasaran :
   Terwujudnya profesionalisme sumber daya manusia guna mendukung
   pembangunan dan pengembangan pariwisata di Kabupaten Sleman.
   Kegiatan yang akan dilakukan adalah :
   a) Melaksanakan pendidikan, pelatihan dan penyuluhan, pada para
      insan pariwisata dan masyarakat sekitar ODTW (Obyek dan Daya
      Tarik Wisata),
   b) Membina kelompok-kelompok insan pariwisata dan masyarakat,
   c) Membina dan mengembangkan usaha jasa pariwisata.



                              87
11. Pos Dan Telekomunikasi
    a. Umum
      Pos dan Telekomunikasi merupakan kegiatan pelayanan lalu lintas berita,
      uang dan barang untuk kepentingan umum dan bertujuan menunjang
      pembangunan di daerah serta sangat penting untuk kelancaran
      berkomunikasi bagi manusia, kegiatan masyarakat dan pemerintah.
      Dalam perkembangan           kehidupan manusia menjadi faktor yang
      mempengaruhi        proses   perubahan       yang   terjadi   di    masyarakat.
      Peningkatan      penyelenggaraan     serta     pembangunan           pos     dan
      telekomunikasi telah meningkatkan penyebaran informasi dalam segala
      aspek kehidupan seperti di bidang politik, ekonomi dan sosial budaya,
      pertahanan dan keamanan. Selain pos dan telekomunikasi mempunyai
      fungsi sosial juga merupakan alat terdepan dalam upaya menghimpun
      dan menyalurkan potensi kegiatan ekonomi seluruh lapisan masyarakat.
      Penyelenggaraan pos dan telekomunikasi mempunyai misi melancarkan
      komunikasi      kegiatan   masyarakat,       komunikasi       penyelenggaraan
      pemerintahan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat di dalam
      memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa
      serta meningkatkan hubungan antar daerah dan antar bangsa.
      Globalisasi informasi yang tidak dapat dihindari dengan berbagai dampak
      benar-benar harus dikenali, dikuasai, dikendalikan, dan digunakan
      sepenuhnya agar dapat memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan
      seluruh masyarakat.
      Sehubungan dengan itu arah pembangunan pos dan telekomunikasi
      terus ditingkatkan agar lebih mampu mendukung kegiatan pembangunan
      yang    makin    meluas    dengan   meningkatkan       mutu        dan   efisiensi
      pengelolaan serta memperluas jangkauan pelayanan.

    b. Arah Kebijakan

      1) Pembangunan pos dan giro untuk memperluas jangkauan pelayanan
         pos dan giro sampai pedesaan.
      2) Pembangunan telekomunikasi diusahakan secara terpadu dengan
         sektor pembangunan         lainnya agar terselenggara pelaksanaan
         pembangunan yang mantap, berdaya guna dan berhasil guna.
      3) Pengembangan telekomunikasi terus dikembangkan secara merata
         kesegenap wilayah untuk mendukung kelancaran kegiatan ekonomi
         dan penyelenggaraan pembangunan dengan peningkatan mutu dan
         efisiensi pelayanan.



                                    88
  4) Pembangunan       pos   dan       telekomunikasi   harus    didukung   oleh
     peningkatan kemampuan sumber daya manusia serta pemanfaatan,
     penguasaan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi.

c. Program dan Kegiatan
  1) Program Pengembangan Jasa Pos dan Giro
     Tujuan :
     Meningkatkan pelayanan jasa pos dan giro kepada masyarakat
     Sasaran :
     Meningkatnya kualitas pelayanan jasa pos dan giro
     Kegiatan yang akan dilakukan adalah :
     a) Pengembangan fasilitas fisik pelayanan di Kota Kecamatan,
        pemukiman baru dan daerah perkotaan yang mempunyai potensi
        ekonomis,
     b) Pengadaan        peralatan       berupa    mekanisasi,      otomatisasi,
        komputerisasi dan mobillitas,
     c) Pengembangan jasa pos dan giro agar menjadi lembaga
        keuangan bukan bank yang mampu menghimpun dana dari
        masyarakat .

  2) Program Pembangunan Jasa Telekomunikasi
     Tujuan :
     Meningkatkan pelayanan jasa telekomunikasi kepada masyarakat.
     Sasaran :
     Tersedianya prasarana dan sarana telekomunikasi untuk memperluas
     jangkauan pelayanan.
     Kegiatan yang akan dilakukan adalah :
     a) Pengembangan pembangunan kapasitas sentral telepon termasuk
        sarana penunjangnya
     b) Perluasan      jaringan    telepon     umum      dan     pengembangan
        pembangunan Wartel/Warnet
     c) Mempersiapkan dan menyediakan peraturan perundang-undangan
        yang berkaitan dengan penyelenggaraan telekomunikasi
     d) Pengembangan         kerjasama        pengelolaan       penyelenggaraan
        telekomunikasi antara pemerintah dan swasta.




                                  89
12. Kedirgantaraan

    a. Umum

       Kedirgantaraan merupakan salah satu modal dasar pembangunan, fungsi
       kedirgantaraan sebagai matra transportasi udara dan               telekomunikasi
       memberikan     andil    yang   cukup    besar      bagi    kemajuan   teknologi,
       penerbangan, komunikasi dan internet. Disamping dampak positif dari
       pembangunan kedirgantaraan juga menerima dampak negatif yang
       berupa semakin tingginya tingkat pencemaran udara. Upaya pemerintah
       dalam   hal    kedirgantaraan      diantaranya     membuka        peluang   bagi
       pemanfaatan wahana kedirgantaraan, dalam telekomunikasi, meteorologi
       mengadakan pemantauan dan pengendalian pencemaran udara.

    b. Arah Kebijakan

       1) Peningkatan pemanfaatan wilayah dan sumberdaya dirgantara
          sebagai media transportasi udara, telekomunikasi, gelombang radio,
          prakiraan   cuaca,    penginderaan      jarak    jauh    dan    pengendalian
          pencemaran udara.
       2) Peningkatan manfaat data klimatologi dalam memprakiraan cuaca
          untuk kepentingan pertanian dan penerbangan.

    c. Program dan Kegiatan

       1) Program penyediaan Jasa Kedirgantaraan
          Tujuan :
          Menjamin kelancaran aktifitas ekonomi, pariwisata serta memperluas
          hubungan antar wilayah dan antar negara.
          Sasaran :
          Meningkatnya pengguna jasa transportasi udara dan tersedianya
          informasi cuaca dan iklim guna keperluan pertanian dan penerbangan.
          Kegiatan yang akan dilaksanakan adalah :
          a) Menyediakan hasil prakiraan cuaca dan iklim,
          b) Menyediakan hasil prakiraan bencana alam.

       2) Program Pemanfaatan Teknologi Kedirgantaraan
          Tujuan :
          Memanfaatkan        teknologi     kedirgantaraan       untuk   kesejahteraan
          masyarakat dengan tetap mempertahankan kelestarian fungsi udara
          dari kerusakan.




                                       90
              Sasaran :
              Meningkatnya pemanfaatan informasi telematika bagi pembangunan
              yang berkelanjutan.
              Kegiatan yang akan dilaksanakan adalah :
              a) Pemanfaatan energi angin dan surya untuk pembangkit tenaga
                 listrik,
              b) Pengendalian pencemaran udara agar tidak merusak lingkungan,
              c) Penyebarluasan informasi kedirgantaraan.

           3) Program Pembinaan Kedirgantaraan
              Tujuan :
              Pengenalan pendidikan dan pelatihan kedirgantaraan melalui bangku
              pendidikan formal dan informal sejak dini.
              Sasaran :
              Meningkatnya pengetahuan generasi muda dalam hal kedirgantaraan.
              Kegiatan yang akan dilaksanakan adalah :
              a) Pengenalan, pendidikan teknologi aeromodeling secara dini,
              b) Pengembangan pendidikan dan pelatihan kedirgantaraan.

C.   MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN RAKYAT

     Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat akan dilaksanakan melalui
     pembangunan bidang : Agama, Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi,
     Pemuda dan Olah Raga, Kependudukan, Keluarga Berencana,Tenaga Kerja
     dan Transmigrasi, Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial, Pemberdayaan
     Perempuan, dan Kebudayaan.

     1. AGAMA
        a. Umum
           Agama mempunyai kedudukan dan peranan penting dan sangat strategis
           sebagai landasan spiritual, moral dan etika dalam kehidupan yang harus
           dipahami dan diamalkan oleh setiap individu.
           Terganggunya kerukunan dan keharmonisan kehidupan beragama dan
           menimbulkan berbagai konflik sosial yang potensial mengancam integrasi
           bangsa.
           Hal diatas menjadi sangat rawan manakala muncul perilaku yang
           bertentangan dengan agama.
           Untuk itu pembangunan bidang keagamaan perlu mendapat perhatian
           lebih besar, dengan peningkatan pendidikan agama secara optimal,
           peningkatan pelayanan kehidupan beragama, sarana dan prasarana



                                        91
   ibadah serta kegiatan belajar mengajar agama yang diarahkan pada
   pribadi, akhlak dalam segala aspek kehidupan.

b. Arah Kebijakan
   1) Pemantapan kehidupan, fungsi dan peran agama sebagai landasan
      moral, spiritual dan etika dalam kehidupan individu, bermasyarakat
      dan bernegara.
   2) Peningkatan kualitas keimanan dan ketaqwaan umat beragama
      sesuai dengan agama yang dianutnya dan mengembangkan sikap
      taat beribadah kepada pemeluk-pemeluknya.
   3) Peningkatan kerukunan hidup antara pemeluk sesama agama, antar
      pemeluk antar agama dan mengembangkan sikap toleransi dalam
      kehidupan beragama, dan tidak menyebarkan agama kepada
      pemeluk agama lain dan bersama pemerintah menjaga kehidupan
      agama serta kerukunan umat beragama.
   4) Pengembangan pendidikan agama sejak dini melalui individu,
      keluarga, sekolah, lingkungan masyarakat dan lembaga keagamaan.
   5) Peningkatan peran dan fungsi lembaga, lembaga keagamaan untuk
      meningkatkan kualitas kehidupan dan kesejahteraan umat.
   6) Peningkatan peran serta aktif lembaga dan organisasi keagamaan
      dalam pembangunan masyarakat.
   7) Peningkatan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana ibadah.


c. Program dan Kegiatan
   1) Program Peningkatan pelayanan Kehidupan Beragama
      Tujuan    :
      Peningkatan pelayanan dan rasa aman bagi umat beragama dalam
      melaksanakan ibadah, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam
      penyelenggaraan kegiatan pelayanan kehidupan beragama.
      Sasaran :
      Tertatanya sistem kelembagaan dan manajemen pelayanan serta
      terpenuhinya sarana dan prasarana keagamaan guna memberi
      kemudahan bagi umat beragama dalam menjalankan ibadah.
      Kegiatan yang akan dilakukan adalah :
      a) Memberikan bantuan untuk pembangunan dan rehabilitasi sarana,
         prasarana peribadatan, dan kegiatan peribadatan,
      b) Memberikan sarana dan prasarana penerangan agama,
      c) Menyediakan kitab suci dan literatur keagamaan,
      d) Meningkatkan mutu pelayanan dan bimbingan haji,


                               92
  e) Membina keluarga harmonis (sakinah)               melalui peningkatan
     pendidikan agama dalam keluarga,
  f) Memberi bantuan sertifikasi tanah wakaf,
  g) Mendorong berkembangnya kehidupan beragama.

2) Program Penyempurnaan Pendidikan Agama
  Tujuan :
  Peningkatan mutu pengajaran agama pada sekolah-sekolah dan
  perguruan tinggi dalam rangka mewujudkan pembangunan manusia
  seutuhnya lahir dan batin
  Sasaran :
  Tercapainya     kualitas    pendidikan   agama     yang       diikuti   dengan
  peningkatan kualitas pendidik
  Kegiatan yang akan dilakukan adalah :
  a) Melakukan penataran guru agama,
  b) Mengembangkan pendidikan agama di luar sekolah,
  c) Melakukan pendalaman subtansi dan materi pendidikan agama ,
  d) Meningkatkan kualitas pemahaman dan pengamalan ajaran agam
     di tingkat TK,SD,SLTP dan SLTA.

3) Peningkatan Kerukunan Hidup antar Umat Beragama
  Tujuan :
  Peningkatan pemahaman dan pengamalan ajaran agama bagi setiap
  individu, keluarga, masyarakat, dan penyelenggara negara. Serta
  memperkuat dasar-dasar kerukunan hidup intern dan antar umat
  beragama dengan membangun harmoni sosial dan persatuan.
  Sasaran :
  Terciptanya suasana kehidupan keagamaan yang kondusif bagi
  upaya pendalaman dan penghayatan agama serta pengamalan ajaran
  agama, yang mendukung bagi pembinaan kerukunan hidup intern dan
  anatar umat beragama.
  Kegiatan yang akan dilakukan adalah :
  a) Peningkatan dialog antar umat,
  b) Fasilitasi kerukunan antar umat beragama,
  c) Penciptaan     kondisi    kondusif    bagi   partisipasi     umat     dalam
     pembangunan,
  d) Penyuluhan keagamaan           dan bimbingan hidup beragama bagi
     masyarakat,




                               93
        e) Meningkatkan kualitas penyuluh, pembimbing, Dai dan pemuka
           agama,
        f) Mengembangkan materi, metodologi dan manjemen penyuluhan
           dan bimbingan keagamaan.

     4) Peningkatan Kemudahan Umat Beragama Dalam Menjalankan
        Ibadahnya
        Tujuan :
        Memberikan dorongan kepada umat beragama dalam melaksanakan
        ibadahnya
        Sasaran :
        Terpenuhinya sarana dan prasarana keagamaan dan terwujudnya
        rasa aman di dalam menjalankan ibadahnya masing-masing pemeluk
        agama
        Kegiatan yang akan dilakukan adalah :
        a) Pengkajian potensi umat,
        b) Bantuan Stimulan pelaksanaan haji,
        c) Pemberian ijin fasilitas umum untuk kegiatan ibadah agama.

2. Pendidikan
  a. Umum
     Sesuai dengan Visi dan Misi yang sudah dicanangkan pemerintah
     Kabupaten Sleman, maka mau tidak mau seluruh komponen yang ada
     akan berusaha semaksimal mungkin untuk merealisasikan hal tersebut.
     Pada dasarnya kondisi ini sudah lama melekat di Kabupaten Sleman,
     namun persaingan yang ada baik ditingkat Propinsi maupun Kabupaten
     sangat ketat. Hal tersebut disebabkan berbagai tantangan untuk
     mewujudkan     masyarakat     yang   berpendidikan   sehingga    mampu
     berkompetisi dalam tatanan kehidupan bangsa yang maju.Disamping itu
     masih terdapat kondisi belum meratanya pendidikan di berbagai jenis,
     jenjang dan mutu pendidikan. Faktor penyebabnya adalah terbatasnya
     kesadaran masyarakat, fasilitas pendidikan, serta belum sempurnanya
     manajemen pendidikan yang ada serta terbatasnya tenaga          pengajar
     yang berkualitas, disamping itu juga masih kurangnya koordinasi antar
     dinas/instansi terkait dalam penanganan masalah pendidikan dan
     terbatasnya dana pendidikan yang ada.
     Dari berbagai permasalahan tersebut, diupayakan peningkatan sistem
     manajemen pendidikan yang mengarah pada desentralisasi pendidikan
     disemua jalur, jenis dan jenjang pendidikan.



                                  94
  Upaya-upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Sleman diarahkan
  pada :
   1) Persediaan sarana dan parasarana pendidikan yang memadai.
   2) Menciptakan sistem manajemen pendidikan yang mengarah pada
      proses pendidikan yang lebih demokratis.
   3) Memberdayakan lembaga pendidikan baik sekolah maupun luar
      sekolah.
   4) Meningkatkan       kemampuan        akademik     dan     profesional    serta
      meningkatkan jaminan kesejahteraan tenaga pendidik sehingga
      mampu berfungsi secara optimal.
   5) Perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang
      bermutu.
b. Arah Kebijakan
  1) Peningkatan      kuantitas    dan      kualitas   pendidkan     dasar      dan
     menengah,penuntasan Wajib Belajar 9 Tahun dan menuju wajib
     belajar 12 tahun.
  2) Peningkatan kuantitas dan kualitas pendidikan non formal yang sejajar
     dengan pendidikan formal .
  3) Peningkatan kualitas ketrampilan, kemampuan edukasi, akademik dan
     tingkat     kesejahteraan     tenaga       kependidikan     sesuai      dengan
     kemampuan daerah.
  4) Pengembangan pendidikan pra sekolah sebagai wahana sosialisasi
     awal pengembangan sikap, pengetahuan, ketrampilan dan daya cipta
     yang dikembangkan di sekolah lanjut.
  5) Peningkatan kerjasama antara Pemerintah Daerah dengan Lembaga
     Perguruan Tinggi dan antar lembaga pendidikan.
  6) Peningkatan kuantitas dan kualitas prasarana/sarana pendidikan dan
     peningkatan kualitas pendidikan yang sesuai dengan pasar kerja..
  7) Memperluas      kesempatan         untuk   memperoleh     pendidikan      yang
     bermutu tinggi bagi semua anggota masyarakat.
  8) Meningkatkan kemampuan akademik dan professional dengan
     jaminan kesejahteraan tenaga kependidikan.
  9) Memperbaharui system pendidikan termasuk pembaharuan kurikulum,
     memberdayakan lembaga pendidikan.
 10) Memantapkan Sekolah dan Lembaga pendidikan luar sekolah
     berdasarkan         prinsip   desentralisasi,     otonomi    keilmuan      dan
     manajemen.



                                   95
 11) Meningkatkan kualitas lembaga pendidikan yang diselenggarakan
     baik oleh masyarakat maupun pemerintah, mengembangkan kualitas
     SDM sedini mungkin secara terarah, terpadu, dan menyeluruh agar
     tercipta generasi muda yang cerdas sekaligus santun.


c. Program dan Kegiatan
  1) Program Pemerataan Pendidikan
     Tujuan :
     Memperluas jangkauan dan daya tampung Taman Kanak-kanak
     sampai dengan Sekolah Menengah.
     Sasaran :
     Meningkatkan angka partisipasi kasar (semua jenjang).
     Kegiatan yang akan dilakukan adalah :
     a) Memberikan alternatif pelayanan kepada masyarakat yang kurang
        mampu/kurang beruntung,
     b) Memberikan bea siswa kepada siswa yang berprestasi dan
        berbakat serta bagi siswa tidak mampu,
     c) Memberikan subsidi pada sekolah-sekolah swasta,
     d) Membangun dan merehabilitasi sarana dan perasarana pendidikan
        termasuk fasilitas olah raga,
     e) Optimalisasi pembangunan tenaga dan prasarana pendidikan.

  2) Program Peningkatan Kualitas Dan Relevansi Pendidikan
     Tujuan :
     Meningkatkan kualitas dan relevansi pendidikan.
     Sasaran :
     Terwujudnya organisasi sekolah yang lebih demokratis, transparan
     dan akuntabel serta mendorong partisipasi masyarakat.
     Kegiatan yang akan dilakukan adalah :
     a) Meningkatkan profesionalisme dan kesejahteraan guru serta
        tenaga pendidikan,
     b) Mengembangkan peran organisasi profesi sebagai Kelompok
        Kerja Kepala Sekolah (K3S), Musyawarah Kepala Sekolah (MKS),
        Kelompok Kerja Guru (KKG), MGPM, Kelompok Kerja Pengawas
        Sekolah (KKPS)sebagai wahana komunikasi dan wadah berbagai
        pengalaman,
     c) Meningkatkan     ketersediaan   dan   pemanfaatan     sarana      dan
        prasarana pendidikan,
     d) Meningkatkan efisiensi dan efektifitas proses belajar mengajar,


                                96
  e) Meningkatkan pengawasan dan akuntabilitas kinerja pendidikan,
  f) Mengembangkan program-program ketrampilan atau kejuruan
     pada SLTP, MTs, SMU, MA dan pendidikan pendidikan luar
     sekolah yang sesuai dengan lingkungan setempat dan tuntutan
     dunia usaha,
  g) Menggerakakan peran serta masyarakat dunia usaha dan industri
     dalam meningkatkan kualitas semua SMK sesuai pasar kerja,
  h) Melaksanakan kurikulum pendidikan agama sesuai dengan agama
     yang dianut siswa di seluruh jenjang pendidikan,
  i) Menciptakan situasi kondusif keimanan dan ketaqwaan di seluruh
     jenjang pendidikan,
  j) Melaksanakan budi pekerti yang diimplementasikan dalam mata
     pelajaran dan budi pekerti in action,
  k) Mengembangkan perpustakaan sebagai sumber informasi dan
     IPTEK.

3) Program Peningkatan Menejemen Pendidikan.
  Tujuan :
  Terselenggaranya menejemen pendidikan di semua jenjang yang
  berbasis pada sekolah dan masyarakat.
  Sasaran:
  Terwujudnya menejemen pendidikan yang berbasis sekolah dan
  masyarakat dengan mengenalkan konsep dengan perintisan Dewan
  Sekolah untuk Kabupaten dan Komite Sekolah di setiap sekolah.
  Kegiatan yang akan dilakukan adalah :
  a) Melaksanakan desentralisasi dan demokratisasi pendidikan,
  b) Mengembangkan         Menejemen      Peningkatan   Mutu      Berbasis
     Masyarakat (MPMBS) bagi sekolah dan MPMBM bagi pendidikan
     luar sekolah,
  c) Mengembangkan sistem intensif yang mendorong kompetisi yang
     sehat antar opersonil dan lembaga sekolah,
  d) Mengembangkan sistem akreditasi secara adil dan merata bagi
     sekolah negeri maupun swasta serta pendidikan luar sekolah,
  e) Merintis pembentukan badan akreditasi dan sertifikasi mengajar
     untuk    meningkatkan    kualitas    tenaga   kependidikan    secara
     independen,
  f) Memberdayakan personil dan lembaga antara lain dilakukan
     melalui pendidikan dan pelatihan .




                             97
3. Kesehatan Dan Kesejahteraan Sosial
  a. Umum
     Salah     satu     keberhasilan      pembangunan       adalah      terwujudnya
     kesejahteraan rakyat yang makin meningkat dan merata.Pembangunan
     kesehatan dan kesejahteraan sosial mempunyai peranan penting dalam
     mendukung terciptanya kinerja pembangunan yang diukur melalui indeks
     pembangunan manusia, yaitu makin menurunnya angka kematian di satu
     pihak dan meningkatnya angka harapan hidup di lain pihak serta
     meningkatnya pendapatan masyarakat.
     Tujuan pembangunan kesehatan sebagai upaya untuk mendukung
     terciptanya Kabupaten Sleman Sehat 2005 adalah memberdayakan
     individu dan masyarakat dalam bidang kesehatan agar berperilaku sehat
     dan bersih dalam lingkungan sehat, , pelayanan upaya kesehatan yang
     makin terjangkau, serta terwujudnya perlindungan masyarakat terhadap
     penyakit, makanan, penyalahgunaan obat, bahan berbahaya.
     Pembangunan Kesehatan yang telah dilaksanakan sampai saat ini telah
     berhasil meningkatkan derajat kesehatan dan gizi masyarakat. Hal ini
     dapat diamati dari terjadinya perbaikan beberapa indikator derajat
     kesehatan antara lain : menurunnya angka kematian bayi (AKB), angka
     kematian Balita, angka kematian ibu, meningkatnya status gizi, dan
     menurunnya angka kesakitan beberapa penyakit menular. Sejalan
     dengan    membaiknya         beberapa   indikator    tersebut    telah   terjadi
     peningkatan angka harapan hidup waktu lahir.
     Sedangkan        tujuan     pembangunan    kesejahteraan        sosial   adalah
     mewujudkan ketahanan sosial oleh dan untuk masyarakat dengan
     menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, mewujudkan tingkat
     kesejahteraan sosial yang adil dan merata, penanganan masalah sosial
     yang makin mantap, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam
     usaha kesejahteraan sosial.
     Masalah yang masih dihadapi dalam upaya peningkatan derajat
     kesehatan dan kesejahteraan sosial antara lain adalah masih kurangnya
     perilaku sehat, kondisi lingkungan yang kurang sehat, ketersediaan dan
     mutu pelayanan kesehatan yang belum merata, peredaran obat dan
     makanan      yang         mengandung    bahan       berbahaya,     kemiskinan,
     keterlantaran, kecacatan, dan penyimpangan perilaku sosial.
     Untuk mewujudkan pembangunan kesehatan dan kesejahteraan sosial ini
     perlu di dukung oleh semua pihak yaitu masyarakat, dunia usaha,
     pemerintah dan peranan dari perguruan tinggi.



                                     98
b. Arah Kebijakan
  1) Peningkatan kualitas sumber daya manusia dan lingkungan yang
     saling mendukung dengan pendekatan paradigma sehat.
  2) Peningkatan pemahaman dan penerapan perilaku hidup bersih dan
     sehat.
  3) Peningkatan kualitas lembaga dan pelayanan kesehatan masyarakat.
  4) Peningkatan kualitas tenaga medis,para medis dan non medis.
  5) Peningkatan kuantitas dan kualitas prasarana dan sarana kesehatan
     serta pendukung program kesehatan.
  6) Pembangunan     ketahanan     sosial     dan   pemberdayaan     terhadap
     penyandang masalah sosial.
  7) Peningkatan    pemahaman      masyarakat         rawan    bencana   dan
     penyantunan terhadap korban akibat bencana.
  8) Peningkatan kepedulian sosial terhadap penyandang cacat, fakir
     miskin, yatim piatu, warga terlantar, kelompok rentan sosial serta
     lanjut usia.
  9) Peningkatan kualitas penduduk dengan program keluarga berencana.
 10) Pengembangan sistim jaminan sosial tenaga kerja bagi seluruh
      tenaga kerja untuk mendapatkan perlindungan, keamanan, dan
      keselamatan kerja yang memadai, yang pengelolaannya melibatkan
      pemerintah, perusahaan dan pekerja


c. Program dan Kegiatan
  1) Program Perilaku Sehat dan Pemberdayaan Masyarakat
     Tujuan :
     Mewujudkan     mutu   lingkungan       hidup   yang   sehat   mendukung
     pemenuhan kebutuhan dasar untuk hidup sehat
     Sasaran :
     Tercapainya peningkatan kesadaran dan tanggung jawab masyarakat
     untuk memelihara lingkungan yang sehat
     Kegiatan yang akan dilakukan adalah :
     a) Meningkatkan kepedulian terhadap perilaku bersih dan sehat,
     b) Meningkatkan kepedulian terhadap perkembangan dini anak,
     c) Meningkatkan upaya anti tembakau dan NAPZA,
     d) Meningkatkan pencegahan kecelakaan dan rudapaksa,
     e) Meningkatkan upaya kesehatan jiwa masyarakat.




                              99
2) Program Lingkungan Sehat
  Tujuan :
  Melindungi    masyarakat dari ancaman bahaya yang berasal dari
  lingkungan sehingga derajad kesehatan individu, keluarga dan
  masyarakat optimal.
  Sasaran :
  Terciptanya   peningkatan   lingkungan   fisik,   sosial   dan   budaya
  masyarakat dengan memaksimalkan potensi sumberdaya secara
  mandiri.
  Kegiatan yang akan dilakukan adalah :
  a) Peningkatan wilayah/kawasan sehat,
  b) Peningkatan kesehatan dan keselamatan kerja,
  c) Peningkatan hygiene dan sanitasi tempat tempat umum,
  d) Peningkatan pemukiman ,perumahan dan bangunan sehat,
  e) Peningkatan penyehatan air.

3) Program Upaya Kesehatan
  Tujuan :
  Meningkatkan pemerataan dan mutu upaya kesehatan yang berhasil
  guna dan berdaya guna serta terjangkau oleh segenap anggota
  masyarakat.
  Sasaran :
  Menurunnya angka kesakitan dan meningkatnya derajad kesehatan
  individu, keluarga dan masyarakat.
  Kegiatan yang akan dilakukan adalah :
  a) Pencegahan penyakit menular dan imunisasi,
  b) Pencegahan penyakit tidak menular,
  c) Penyembuhan penyakit dan pemulihan, yang terdiri dari pelayanan
     kesehatan dasar dan pelayanan kesehatan rujukan,
  d) Pelayanan kesehatan penunjang,
  e) Pembinaan dan pengembangan pengobatan tradisional,
  f) Upaya Kesehatan reproduksi,
  g) Perbaikan gizi masyarakat,
  h) Upaya kesehatan matra,
  i) Pengembangan survailans epidemilogi,
  j) Penanggulangan bencana dan bantuan kemanusiaan,
  k) Penanggulangan KLB (Kejadian Luar Biasa).

4) Program Sumberdaya Kesehatan
  Tujuan :


                           100
   Peningkatan jumlah, mutu dan penyebaran tenaga kesehatan dan
   ketersediaan sarana, prasarana.
   Sasaran :
   Teresedianya jaringan pemberi pelayanan kesehatan paripurna yang
   bermutu baik pemerintah maupun swasta dan meningkatnya rasio
   tenaga dan fasilitas pelayanan kesehatan.
   Kegiatan yang akan dilakukan adalah :
   a) Perencanaan, pendayagunaan serta pendidikan dan pelatihan
      tenaga kesehatan,
   b) Pengembangan jaminan pemeliharaan kesehatan masyarakat,
   c) Pengembangan sarana dan peralatan kesehatan.

5) Program Perbaikan Gizi Masyarakat
   Tujuan :
   Meningkatkan intelektualitas dan sumber daya manusia dengan
   penganekaragaman       konsumsi     pangan   yang    bermutu    untuk
   menatapkan ketahanan pangan tingkat rumah tangga.
   Sasaran :
   Menurunnya pre valensi gizi kurang dan gizi buruk balita.
   Kegiatan yang akan dilakukan adalah :
   a) Meningkatkan penyuluhan gizi masyarakat,
   b) Menanggulangi gizi kurang dan       menekan kejadian gizi buruk
      pada balita,
   c) Menurunkan anemia gizi besi pada ibu hamil,
   d) Memantapkan pelaksanaan sistem kewaspadaan pangan dan gizi
      (SKPG),
   e) Melaksanakan penelitian dan pengembangan gizi,
   f) Melaksanakan penanggulangan gangguan gizi masyarakat.

6) Program obat, makanan dan bahan berbahaya
   Tujuan :
   Melindungi    masyarakat     dari   bahaya    penyalahgunaan      dan
   kesalahgunaan obat, narkotika, psikotropika, zat aditif (NAPZA) dan
   bahan berbahaya lainnya.
   Sasaran :
   Terkendalinya penyaluran obat dan NAPZA.
   Kegiatan yang akan dilakukan adalah :
   a) Pengamanan bahaya penyalahgunaan dan kesalahgunaan obat,
      narkotika, psikotropika, zat adiktif dan bahan berbahaya lainya,
   b) Penggunaan obat rasional,


                            101
  c) Penggunaan Obat esensial,
  d) Pengamanan dan pengawasan makanan dan bahan tambahan,
  e) Pengawasan obat, obat tradisional, kosmetika dan alat kesehatan,
  f) Pembinaan dan pengembangan industri farmasi,
   g) Pembinaan dan pengembangan obat asli indonesia.

7) Program Kebijaksanaan Dan Manajemen Pembangunan Kesehatan
  Tujuan :
  Kebijaksanaan dan strategi yang ditetapkan membutuhkan kebijakan
  dan manajemen sumberdaya yang efektif dan efisien serta didukung
  dengan     Iptek   Kesehatan    sehingga    dapat   tercapai   pelayanan
  kesehatan yang merata dan berkualitas.
  Sasaran :
  Terciptanya kebijakan kesehatan yang menjamin tercapainya sistem
  kesehatan yang efisien, efektif, berkualitas dan berkesinambungan.
  Kegiatan yang akan dilakukan adalah :
  a) Pengembangan kebijaksanaan program kesehatan,
  b) Pengembangan manjemen pembangunan kesehatan,
  c) Pengembangan hukum kesehatan,
  d) Pengembangan sistem informasi kesehatan,
   e) Pengembangan Iptek.

8) Program Pengembangan Potensi Kesejahteraan Sosial
  Tujuan :
  Pengembangan kesadaran, kemampuan, tanggung jawab, dan peran
  aktif    masyarakat    dalam     menangani      permasalahan       sosial
  dilingkungannya, serta memperbaiki kualitas hidup dan kesejahteraan
  penyandang masalah kesejahteraan sosial.
  Sasaran :
  Terpenuhinya hak-hak anak untuk tumbuh kembang, terlindunginya
  anak, lanjut usia dan perempuan dari tindak kekerasan, eksploitasi
  serta tersedianya pelayanan sosial dan kemudahan untuk mengakses
  fasilitas umum bagi penduduk lanjut usia.
  Kegiatan yang akan dilakukan adalah :
  a) Pemberdayaan anak terlantar,
  b) Penyebaran informasi tentang hak-hak anak dan perlindungan
      sosial bagi anak-anak yang diperlakukan salah,
  c) Penyantunan bagi lanjut usia terlantar,
  d) Rehabilitasi sosial anak nakal dan korban narkotika,
  e) Rehabilitasi sosial tuna susila,


                            102
    f) Pemberdayaan gelandangan, pengemis, dan perempuan rawan
       masalah sosial ekonomi,
    g) Pemberian bantuan bagi korban bencana,
    h) Pemberdayaan bagi karang taruna dan karang wreda,
    i) Pemberdayaan dan perintisan pemberian kemerdekaan sarana
       dan prasarana pelayanan bagi penyandang cacat.

 9) Program Peningkatan Kualitas Manajemen Pelayanan Sosial
    Tujuan :
    Meningkatkan mutu dan profesionalisme layanan sosial melalui
    pengembangan alternatif intervensi dibidang kesejahteraan sosial,
    peningkatan kemampuan dan kompentesi pekerja sosial dan tenaga
    kesejahteraan sosial masyarakat.
    Sasaran :
    Terumuskannya      alternatif    intervensi   pelayanan      sosial     dan
    meningkatnya kemampuan dan kompetensi pekerja sosial dan tenaga
    kesejahteraan masyarakat.
    Kegiatan yang akan dilakukan adalah :
    a) Penelitian dan pengembangan kesejahteraan sosial,
    b) Pengembangan sistem informasi kesejahteraan sosial
    c) Penyusunan standarisasi pelayanan sosial,
    d) Akreditasi lembaga pelayanan sosial,
    e) Pengembangan sistem legislasi kesejahteraan sosial,
    f) Perencanaan     dengan       pendayagunaan      serta   diklat     tenaga
       kesejahteraan sosial,
    g) Peningkatan sarana pendukung penyelenggaraan pelayanan
       sosial,
    h) Penyediaan data dan informasi kesejahteraan sosial,
    i) Penyusunan standarisasi pelayanan sosial,
    j) Peningkatan peran organisasi sosial dan panti sosial swasta,
    k) Penyuluhan dan bimbingan sosial.

10) Program Pengentasan Kemiskinan
    Tujuan :
    Mencegah     dan    meminimalisir      timbulnya     kemiskinan        baru,
    pengentasan warga miskin secara bertahap dan meningkatkan taraf
    hidupnya dan meningkatkan kepedulian sesama dalam upaya
    pengentasan kemiskinan.




                               103
        Sasaran :
        Terentaskannya warga miskin dan warga rawan/rentan             terhadap
        kemiskinan dan meningkatnya kepedulian sesama pihak terhadap
        masalah kemiskinan.
        Kegiatan yang akan dilakukan adalah :
        a) Identifikasi masalah kemiskinan dan faktor penyebabnya,
        b) Penyantunan terhadap warga miskin terlantar,
        c) Pendampingan terhadap warga rentan terhadap kemiskinan,
        d) Pemberian stimulan dan pemberdayaan warga miskin,
        e) Peningkatan ketrampilan warga miskin,
        f) Sosialisasi   kepedulian     kepada   masyarakat    dalam   masalah
            kemiskinan dan program pengentasan kemiskinan.

4. Kebudayaan
  a. Umum
     Dalam rangka mengembangkan dan membina kebudayaan di daerah
     yang bersumber dari warisan budaya leluhur mengandung nilai-nilai
     universal dapat menjadi salah satu aspek yang dapat memperkuat
     identitas daerah, serta mampu menanamkan nilai moral yang mendukung
     pembangunan daerah.
     Pembangunan kebudayaan di Kabupaten Sleman bertujuan untuk
     mengembangkan penanganan kawasan cagar budaya dan desa budaya,
     meningkatkan kualitas karya seni, meningkatkan kesadaran budaya dan
     sejarah bangsa, melestarikan warisan budaya daerah/nasional,inovasi
     dan kreativitas dalam mengelola museum, serta penempatan bahasa dan
     sastra jawa sebagai akses daerah yang bernilai tinggi..
     Permasalahan yang timbul dalam upaya pelestarian budaya daerah
     anatara lain :
     1) Masuknya budaya asing,
     2) Berkurangnya penghayatan budi pekerti di lingkungan keluarga,
     3) Menurunnya semangat memelihara budaya nenek moyang,
     4) Rendahnya sikap kritis terhadap nilai-nilai budaya.
     Dalam upaya memecahkan berbagai permasalahan diatas, maka perlu
     diambil langkah-langkah :
     1) Mengembangkan dan membina kebudayaan daerah terutama pada
        generasi muda,
     2) Membudayakan budi pekerti dilingkungan keluarga,
     3) Membangkitkan upaya-upaya pelestarian budaya nenek moyang pada
        masyarakat,


                                  104
  4) Membina dan meningkatkan setiap kritik terhadap nilai-nilai budaya
     asing pengaruhnya terhadap budaya daerah.

b. Arah Kebijakan
  1) Pengembangan kebudayaan daerah diarahkan untuk memberikan
     wawasan budaya dan makna pada pembangunan nasional yang
     ditujukan untuk meningkatkan harkat dan martabat serta memperkuat
     jati diri dan kepribadian bangsa.
  2) Peningkatan kemampuan masyarakat menggali nilai-nilai luhur
     budaya daerah,menerima nilai-nilai positip yang berasal dari luar dan
     memperkaya khasanah budaya bangsa di daerah.
  3) Pelestarian nilai-nilai budaya serta peninggalan sejarah dan purbakala
     termasuk kawasan cagar budaya, sistem nilai dan norma-norma yang
     berlaku didalam masyarakat.
  4) Pemantapan dan pengembangan kesenian tradisional dan kreasi baru
     yang bernafaskan kepribadian nasional diarahkan untuk memper kaya
     khasanah budaya bangsa dan menunjang pariwisata.

c. Program dan Kegiatan
  1) Program Pengembangan dan Pembinaan Kebudayaan Daerah
     Tujuan :
     Peningkatan penghayatan dan pengamalan nilai-nilai luhur budaya
     bangsa dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.
     Sasaran :
     Tertanamnya nilai-nilai luhur budaya bangsa pada keluarga dan
     masyarakat.
     Kegiatan yang akan dilakukan adalah :
     a) Inventarisasi benda-benda cagar budaya,
     b) Mengembangkan cagar budaya dan desa wisata,
     c) Rehabilitasi dan konservasi aset budaya,
     d) Membudayakan sumberdaya manusia dan peralatannya dalam
        pengembangan budaya daerah,
     e) Diklat pengelola dan pelaku budaya,
     f) Pembinaan kesenian melalui kegiatan pagelaran, pameran, lomba
        dan festival,
     g) Pembinaan dan pengawasan terhadap penghayat kepercayaan
        terhadap Tuhan Yang Maha Esa.




                               105
2) Program Perumusan Nilai-nilai Kebudayaan Lokal
   Tujuan :
   Peningkatan kualitas massyarakat terhadap pemahaman dalam
   melakukan aktivitas kebudayaan.
   Sasaran :
   Terciptanya masyarakat yang sadar dan peduli serta handarbeni
   terhadap pentingnya nilai kebudayaan.
   Kegiatan yang akan dilakukan adalah :
   a) Melaksanakan pembinaan dan pengembangan bahasa dan sastra
      indonesia dan daerah (jawa),
   b) Melaksanakan pembinaan terhadap masyarakat tentang aspek
      budaya yang luhur dan beradab.

3) Program Pengembangan Sikap Kritis Masyarakat Terhadap Nilai-nilai
   Budaya
   Tujuan :
   Peningkatan perilaku masyarakat dalam penerapan dan pelestarian
   nilai-nilai budaya yang ada.
   Sasaran :
   Terwujudnya pelestarian nilai-nilai luhur budaya bangsa.
   Kegiatan yang akan dilakukan adalah :
   a) Menanamkan pemahaman nilai budaya nasional dan lokal yang
      dapat mendorong pembangunan daerah,
   b) Peningkatan penggalangan wawasan kebangsaan, wawasan
      budaya dan kesadaran sejarah,
   c) Penyuluhan, pembinaan ,sarasehan budaya dan sejarah,
   d) Semiloka,seminar, workshop kebudayaan.


4) Program Pengembangan Kebebasan Berkreasi Seni
   Tujuan :
   Peningkatan kreativitas seni dalam rangka pengembangan potensi
   kesenian dan meningkatkan profesionalisme seniman.
   Sasaran :
   Terciptanya   pengembangan        kesenian     daerah      dalam    rangka
   memperkaya kesenian nasional
   Kegiatan yang akan dilakukan adalah :
   a) Memberikan      penghargaan     atas      kreativitas   dan     prestasi
      masyarakat dalam upaya pengembangan seni




                             106
  b) Menyelenggarakan pameran seni,konser, pagelaran seni dan
     kompetisi seni,
  c) Meningkatkan profesionalisme kemampuan manajemen             bagi
     seniman.

5) Program Peningkatan Budaya.
  Tujuan :
  Peningkatan penghayatan dan pengamalan nilai-nilai budaya bangsa
  dalam kehidupan masyarakat sehari-hari
  Sasaran :
  Terwujudnya pelestarian nilai- nilai kesenian dan kebudayaan
  Kegiatan yang akan dilakukan adalah :
  a) Meningkatkan fungsi museum sebagai pusat penelitian dan
     pendidikan,
  b) Meningkatkan kesadaran atas budaya, kesenian dan kesadaran
     sejarah bangsa melalui usaha pengkajian, penggalian, penulisan
     dan penyebarluasan,
  c) Melestarikan warisan budaya, baik yang berupa benda maupun
     bukan benda,
  d) Meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap kebudayaan.

6) Program Pelestarian Dan Pengembangan Kebudayaan
  Tujuan :
  Pelestarian, penyelamatan, pemeliharaan dan pemanfaatan warisan
  budaya daerah yang berupa peninggalan sejarah, kepurbakalaan dan
  kesenian daerah.
  Sasaran :
  Terbinanya tradisi daerah untuk mendukung upaya pembinaan
  kebudayaan nasional
  Kegiatan yang akan dilakukan adalah :
  a) Meningkatkan pelestarian dan pengembangan serta pemanfaatan
     tradisi, peninggalan sejarah dan permuseuman,
  b) Menciptakan iklim yang kondusif bagi timbulnya kreasi sastra, seni
     dan budaya,
  c) Membina dan mengembangkan kebahasaan,
  d) Revitalisasi kesenian daerah.




                           107
5. Kependudukan Dan Keluarga Berencana
  a. Umum
     Meskipun angka kelahiran dapat diturunkan, namun angka pertumbuhan
     penduduk masih relatif    tinggi dan cenderung terus bertambah. Oleh
     karena itu, perlu pengendalian laju pertumbuhan penduduk ke tingkat
     yang lebih rendah lagi termasuk semua variabel yang mempengaruhi.
     Perlunya pemberdayaan bagi penduduk usia lanjut yang masih produktif
     dan jaminan sosial bagi mereka yang tidak produktif yang diakibatkan
     oleh angka harapan hidup di Kabupaten Sleman.
     Penanggulangan kemiskinan segera mungkin mengingat            tingginya
     tingkat keluarga pra sejahtera dan keluarga sejahtera I.
     Usaha untuk meningkatkan produktivitas penduduk melalui penguasaan
     ilmu pengetahuan dan teknologi, serta peningkatan ketrampilan dan mutu
     kerja yang produktif dan mandiri lebih diarahkan untuk penciptaan dan
     perluasan kesempatan berusaha guna meningkatkan kesejahteraan.
     Untuk perencanaan kegiatan program kependudukan perlu didukung oleh
     data dan tersedianya informasi kependudukan yang cepat dan akurat,
     sehingga akan mampu melahirkan suatu kebijaksanaan kependudukan
     dan penyelenggaraan pelayanan administrasi kependudukan serta
     pelaksanaan registrasi kependudukan dan catatan sipil.


  b. Arah Kebijakan
     1) Pemberian kesempatan yang seluas-luasnya kepada masyarakat dan
        LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) serta dunia usaha untuk
        meningkatkan mutu dan cakupan penyelenggaraan pembangunan
        kependudukan yang antara lain meliputi : pengentasan kemiskinan,
        pendidikan, kesehatan dan keluarga berencana, pelayanan sosial,
        pelayanan kependudukan dan peningkatan kualitas ketenagakerjaan.
        Pemerintah daerah berperan untuk memudahkan masyarakat untuk
        berpartisipasi dalam penyelenggaraan upaya tersebut.
     2) Pemberdayaan perempuan merupakan satu instrumen yang penting
        dalam    penyelenggaraan        pembangunan     kependudukan   yaitu
        pengutamaan jender dalam setiap proses dan tahap pembangunan
        sehingga kesetaraan dan keadilan jender dapat terwujud, perempuan
        dapat berpartisipasi setara dengan laki-laki sehingga dapat memiliki
        akses dan kontrol terhadap sumber daya pembangunan.




                                  108
  3) Keluarga sebagai unit ssosial terkecil dalam masyarakat, bagaimana
     untuk memberdayakan guna meningkatkan kualitas dalam rangka
     meningkatkan ketahanan keluarga dan kesejahteraan keluarga.
  4) Peningkatan kualitas penduduk dengan program keluarga berencana.
  5) Menyelengarakan jaminan pelayanan kontrasepsi bagi keluarga
     miskin yaitu pra sejahtera dan sejahtera I.
  6) Memberikan pelayanan KB dan kesehatan reproduksi secara cuma-
     cuma bagi keluarga miskin, sedangkan untuk keluarga yang mampu
     tidak   lagi     menggantungkan      sepenuhnya   kepada   pelayanan
     pemerintah, tetapi pemerintah menjamin tersedianya pelayanan yang
     bermutu agar kebutuhan mereka juga dapat diperoleh dengan mudah
     dan biaya terjangkau.
  7) Meningkatkan kualitas pelayanan KB dan kesehatan reproduksi.
  8) Kebijaksanaan umum ditetapkan bahwa calon akseptor berhak untuk
     memilih metode yang dianggap cocok asalkan tidak bertentangan
     dengan kondisi kesehatan, budaya, agama dan dapat disediakan oleh
     pemerintah.


c. Program dan Kegiatan
  1) Program Pengembangan Registrasi, Administrasi Penduduk dan
     Catatan Sipil.
     Tujuan :
     Mewujudkan keserasian kebijakan kependudukan diberbagai bidang
     pembangunan
     Sasaran :
     Terumuskannya dan terlaksananya kebjakan kependudukan bagi
     peningkatan       kualitas,     perlindungan   hukum,   pengendalian
     pertumbuhan dan kuantitas, pengarahan mobilitas dan penyebaran
     penduduk .
     Kegiatan yang akan dilakukan adalah :
     a) Pengembangan sistem informasi manajemen kependudukan
        (SIMDUK),
     b) Sosialiasi pendaftaran penduduk dan catatan sipil,
     c) Pengembangan registrasi kependudukan.

  2) Program Pemberdayaan Keluarga
     Tujuan :
     Meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan keluarga sebagai unit
     sosial terkecil dalam masyarakat.


                                   109
     Sasaran :
     Menurunnya jumlah keluarga yang tidak mampu memenuhi kebutuhan
     dasarnya.
     Kegiatan yang akan dilakukan adalah :
     a) Pelayanan advokasi, komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE)
        serta konseling,
     b) Pengembangan pengetahuan, ketrampilan dan kewirausahaan
        bagi keluarga terutama keluarga pra sejahtera dan keluarga
        sejahtera I,
     c) Pengembangan       pelayanan   pembinaan      ketahanan   keluarga
        khususnya balita dan remaja.

3) Program Keluarga Berencana
  Tujuan :
  Memenuhi permitaan pelayanan KB dan kesehatan reproduksi yang
  berkualitas serta mengendalikan angka kelahiran .
  Sasaran :
  Menurunnya       pasangan usia subur yang ingin ber KB     namun tidak
  terlayani KB dan menurunnya angka kelahiran total (TFR).
  Kegiatan yang akan dilakukan adalah :
  a) Melakukan advokasi serta KIE KB
  b) Meningkatkan kualitas Pelayanan kontrasepsi
  c) Memberikan jaminan dan perlindungan pemakai kontrasepsi
  d) Meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak
  e) Promosi dan pemenuhan hak reproduksi
  f) Promosi dan pelayanan kesehatan reproduksi

4) Program Promosi Ketahanan Kesehatan Reproduksi Remaja
  Tujuan :
  Meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku positif remaja tentang
  kesehatan reproduksi dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan
  reproduksinya.
  Sasaran :
  Menurunnya jumlah yang melangsungkan perkawinannya pada usia
  remaja dan menurunnya jumlah kehamilan pada usia remaja.
  Kegiatan yang akan dilakukan adalah :
  a) Pelatihan kader kesehatan reproduksi,
  b) Orientasi kesehatan reproduksi,
  c) Pengembangan pusat informasi dan konsultasi kesehatan reproduksi,



                               110
     d) Pengembangan KIE spesifik,
     e) Promosi pendewasaan usia kawin,
     f). Memberikan pendidikan kesehatan reproduksi secara formal di
        sekolah.


6. Pemuda Dan Olah Raga
  a. Umum
     Pemuda adalah harapan bangsa. Ini adalah ungkapan klise yang enak di
     dengar   namun     untuk      mewujudkannya    tidak        semudah       dengan
     mengucapkannya. Dekadensi moral yang melanda para pemuda
     menunjukkan gejala peningkatan baik kuantitas maupun kualitasnya
     sudah sangat memprihatinkan. Begitu pula dengan kondisi prestasi
     Olahraga yang jauh dari memuaskan. Untuk itu pembangunan di bidang
     Pemuda dan Olahraga ditujukan untuk meningkatkan peran aktif pemuda
     sebagai subyek pembangunan daerah, mewujudkan pemuda yang
     berwawasan kebangsaan, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi,
     meningkatkan     peranserta     pemuda    dalam       bidang    politik    untuk
     menegakkan nilai – nilai demokrasi dengan cara yang berbudaya santun,
     memfasilitasi kegiatan olahraga sdalam rangka pembibitan, pembinaan
     prestasi maupun pemasyarakatan olah raga di daerah, mewujudkan
     masyarakat yang sehat jasmani dan rohani melalui olahraga. Serta
     mengembangkan      olahraga     melalui   kemitraan    di    antara   lembaga
     keolahragaan yang ada.


  b. Arah Kebijakan
     1) Pengembangan olah raga diarahkan pada peningkatan kualitas
        manusia pendidikan olah raga di sekolah dan masyarakat.
     2) Peningkatan pembibitan olah raga agar dapat diperoleh atlit yang
        berbobot dan memiliki prestasi.
     3) Pengembangan iklim yang kondusif bagi generasi muda dalam meng-
        aktualisasikan segenap potensi, bakat dan minat serta memberi
        kesempatan pemuda berperan aktif dalam keikutsertaannya melalui
        organisasi sosial politik dan organisasi kemasyarakatan.
     4) Pengembangan generasi muda diarahkan untuk meningkatkan
        kualitas generasi muda dalam kewirausahaan sesuai bakat dan
        ketrampilan serta kemauan untuk maju agar dapat mandiri, unggul
        dan berdaya saing.




                                    111
  5) Perlindungan segenap generasi muda dari bahaya penyalahgunaan
     narkotika, obat-obat terlarang, zat adiktif dan kenakalan remaja.

c. Program dan Kegiatan
  1) Program Pengembangan Iklim Yang Kondusif Bagi Generasi Muda
     Dalam Mengaktualisasikan Segenap Potensi, Bakat Dan Minat.
     Tujuan :
     Meningkatkan upaya dan aksesibilitas bagi generasi muda dalam
     melakukan aktivitas kegiatan yang positip.
     Sasaran :
     Meningkatnya jumlah generasi muda dalam aktivitas dan kreativitas
     yang positif.
     Kegiatan yang akan dilakukan adalah :
     a) Peningkatan     pengembangan      perpustakaan,     penelitian   dan
        memantapkan forum diskusi di lingkungan generasi muda,
     b) Peningkatan komunikasi antar pemuda,
     c) Peningkatan sarana dan prasarana pembinaan generasi muda
        yang menunjang pengembangan bakat dan prestasi,
     d) Pembinaan     generasi   muda    dalam    meningkatkan     wawasan
        kebangsaan.

  2) Program Pengembangan Minat Kewirausahaan di Kalangan Generasi
     Muda.
     Tujuan :
     Memberikan peluang kepada generasi muda untuk mengembangkan
     potensinya khususnya dalam berwira usaha.
     Sasaran :
     Meningkatnya jumlah generasi muda yang berwirausaha.
     Kegiatan yang akan dilakukan adalah :
     a) Peningkatan jiwa kewirausahaan bagi generasi muda,
     b) Pengembangan lembaga pendidikan kewirausahaan.

  3) Program Perlindungan Generasi Muda Dari Bahaya Destruktif
     Tujuan :
     Memberikan dorongan kepada generasi muda guna memperkuat jati
     diri dan potensinya untuk berpartisipasi dalam pembangunan.
     Sasaran :
     Menurunnya angka kriminalitas yang dilakukan oleh generasi muda.




                               112
        Kegiatan yang akan dilakukan adalah :
        a) Pemasyarakatan      tentang      bahaya    destruktif    terutama
           penyalahgunaan narkotika dan obat-obat terlarang,
        b) Peningkatan   kerjasama      antar   lembaga   yang     menangani
           pemberantasan penyalahgunaan narkoba.

     4) Program Pembudayaan Olahraga
        Tujuan :
        Meningkatkan upaya pemanduan, bakat, prestasi dan pembibitan olah
        raga sejak usia dini, termasuk bagi penyandang cacat dilingkungan
        sekolah dan masyarakat.
        Sasaran :
        Meningkatnya prestasi olah ragawan dan jumlah bibit olah ragawan
        berbakat
        Kegiatan yang akan dilakukan adalah :
        a) Memasyarakatkan olahraga,
        b) Menyelenggarakan ekstra kurikuler untuk menumbuhkan budaya
           olah raga bagi sekolah dasar, SLTP, SLTA dan PT,
        c) Peningkatan sarana dan prasarana olahraga bagi masyarakat
        d) Peningkatan pembinaan olahraga prestasi,
        e) Pengembangan pola pembinaan dan latihan prestasi olah raga
           bagi penyandang cacat.


7. Tenaga Kerja dan Transmigrasi
  a. Umum
     Pembangunan     ketenagakerjaan     secara   umum    bertujuan    untuk
     mewujudkan agar angkatan kerja yang potensial dapat bekerja secara
     produktif dalam suasana yang tenang, aman, sehat, dan selamat dengan
     memperoleh imbalan yang makin memadai untuk kebutuhan hidup yang
     layak guna mewujudkan kesejahteraan.

     Krisis moneter yang melanda perekonomian nasional telah menimbulkan
     dampak negatif yaitu antara lain mengakibatkan naiknya angka
     pengangguran di daerah yang disebabkan banyaknya usaha masyarakat
     yang mengalami penurunan jumlah tenaga kerjanya.

     Masalah lain yang dihadapi dalam pembangunan ketenagakerjaan adalah
     kurangnya profesionalitas tenaga kerja sehingga selain sulit untuk
     bersaing dalam pasar kerja juga akan mempengaruhi produktivitas
     tenaga kerja yang pada akhirnya berpengaruh pula terhadap pendapatan



                                  113
  yang diterima. Perlindungan tenaga kerja dan upah yang masih rendah
  merupakan masalah penting juga dalam upaya pemantapan hubungan
  kerja yang harmonis dan serasi antara pekerja dan pengusaha.

  Untuk mewujudkan tujuan pembangunan tersebut perlu didukung oleh
  peranan dari semua pihak yaitu masyarakat, pemerintah, dunia usaha
  atau swasta serta lembaga legislatif yang mampu memperjuangkan nasib
  pekerja.

b. Arah Kebijakan
  1) Penciptaan dan perluasan lapangan kerja serta kesempatan berusaha
     di berbagai sektor dan wilayah,
  2) Pendayagunaan dan penyaluran tenaga kerja perlu didukung
     informasi ketenagakerjaan, pasar kerja dalam dan luar negeri serta
     perencanaan tenaga kerja yang sifatnya menyeluruh dan terpadu
     dengan memperhatikan kemampuan tenaga kerja dan kualitas tenaga
     kerja,
  3) Peningkatan kualitas tenaga kerja diarahkan untuk membentuk tenaga
     kerja yang terampil dan tangguh serta memiliki kesadaran dan
     tanggung jawab, memiliki etos kerja dan jiwa wirausaha,
  4) Pemantapan hubungan industrial Pancasila dan perlindungan tenaga
     kerja meliputi hak berserikat, keselamatan dan kesehatan kerja serta
     jaminan sosial tenaga kerja,khususnya bagi tenaga kerja wanita perlu
     diberikan perhatian dan perlindungan sesuai dengan kodrat, harkat
     dan martabatnya,
  5) Pembangunan ketenagakerjaan untuk mencipta-kan tenaga yang
     berkualitas, berdisiplin serta menumbuhkan harkat dan martabat yang
     tinggi sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan
     dan tehnologi,
  6) Pembangunan transmigrasi diarahkan pada pemerataan persebaran
     penduduk dalam rangka perluasan lapangan kerja dan kesempatan
     berusaha, peningkatan taraf hidup dalam menunjang pembangunan
     wilayah serta nasional,
  7) Peningkatan pelaksanaan transmigrasi swakarsa selain transmigrasi
     umum     makin lebih mendorong tumbuhnya peranan dan tanggung
     jawab swasta dan masyarakat,
  8) Penyelenggaraan     trasmigrasi   perlu   terus   disempurnakan   dan
     ditingkatkan pelayanannya, melalui peningkatan koordinasi antar
     sektor, antar daerah asal dan daerah tujuan, serta antar pemerintah
     daerah dengan      peme rintah pusat yang lebih terpadu,


                               114
  9) Peningkatan informasi,penerangan dan penyuluhan transmigrasi
     kepada masyarakat agar lebih membuka pengertian wawasan
     nusantara bagi masyarakat,
 10) Peningkatan keberhasilan dan kesejahteraan        transmigran perlu
     diberikan bekal pendidikan dan pelatihan ketrampilan serta bantuan
     peralatan yang sesuai kebutuhan sehingga mampu mengembang-
     kan usaha dan menjamin kehidupan keluarga yang lebih produktif,
 11) Peningkatan pendidikan dan pelatihan ketram pilan serta pemberian
     bantuan peralatan sesuai kebutuhan, sehingga mampu mengem-
     bangkan usaha dan menjamin kehidupannya.


c. Program dan Kegiatan
  1) Program perluasan dan pengembangan Kesempatan Kerja

     Tujuan:

     Memberikan ketrampilan tenaga kerja padat karya dan perluasan
     sistem kerja padat karya serta pemagangan untuk tenaga kerja
     mandiri profesional (TKMP)

     Sasaran:

     Terciptanya lapangan kerja baru

     Kegiatan yang akan dilakukan adalah:
     a) Peningkatan latihan ketrampilan tenaga kerja
     b) Menginventarisir dan mengkaji potensi pencari kerja,
     c) Menyebarluaskan informasi pasar,
     d) Membina,menyeleksi dan mengirimkan transmigran ,
     e) Membimbing, membina dan menyeleksi calon tenaga kerja yang
        akan dikirim ke luar negeri.


  2) Program penyebaran dan pendayagunaan tenaga penganggur

     Tujuan:

     Penciptaan lapangan kerja baru        dan menciptakan     iklim yang
     kondusif bagi investor untuk berusaha yang membawa dampak bagi
     penyerapan tenaga kerja.

     Sasaran :

     Menurunnya angka pengangguran.




                                115
   Kegiatan yang akan dilakukan adalah :
   a) Perluasan     lapangan    kerja   dan   pendayagunaan       tenaga
      penganggur,
   b) Pengembangan dan perencanaan tenaga kerja,
   c) Penciptaan dan pengembangan kesempatan kerja,
   d) Penyaluran tenaga kerja antar kerja lokal, antar kerja antar daerah
      termasuk transmigrasi, dan antar kerja antar negara.


3) Program perlindungan dan Pengembangan Lembaga Tenaga kerja
   Tujuan :

   Mendorong kepada pengusaha dan lembaga tenaga kerja untuk
   memberikan jaminan kesehatan dan perlindungan tenaga kerja.

   Sasaran :

   Meningkatnya kesejahteraan tenaga kerja.

   Kegiatan yang akan dilakukan adalah :

   a) Pembinaan hubungan industrial dan perlindungan tenaga kerja
   b) Meningkatkan pengawasan norma kerja, keselamatan kerja dan
      kesehatan kerja serta jaminan sosial
   c) Meningkatkan pengawasan, perlindungan , dan penegakan hukum
      terhadap peraturan yang diberlakukan bagi tenaga kerja
   d) Meningkatkan pembinaan syarat-syarat kerja dan penegakan
      terhadap pelaksanaan peraturan ketenagakerjaan
   e) Pembentukan kelembagaan tenaga kerja
   f) Pengawasan keselamatan kerja
   g) Pemberian jaminan sosial tenaga kerja
   h) Pengawasan dan pembinaan terhadap lembaga pengerah tenaga
      kerja.

4) Program Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja dan
   calon tenaga kerja.
   Tujuan :

   Meningkatkan ketrampilan tenaga kerja dan calon tenaga kerja.

   Sasaran :

   Meningkatnya produktivitas tenaga kerja.




                            116
        Kegiatan yang akan dilakukan adalah :

        a) Mengembangkan standariasi dan sertifikasi kompetensi yang
           dilakukan melalui lembaga standarisasi dan kompetensi.
        b) Meningkatkan relevansi, kualitas dan efisiensi pelatihan kerja
        c) Memasyarakatkan nilai dan budaya produktif

     5) Program Transmigrasi
        Tujuan :

        Meningkatkan       kesejahteraan     masyarakat        melalui   program
        transmigrasi

        Sasaran :

        Terwujudnya kesejahteraan masyarakat transmigran

        Kegiatan yang akan dilakukan adalah :

        a) Melaksanakan sosialisasi/penyuluhan masalah ketransmigrasian,
        b) Melaksanakan pendaftaran dan seleksi calon transmigran,
        c) Melaksanakan       penampungan,       pemeriksaan     kesehatan   dan
           pengangkutan calon transmigran,
        d) Melaksanakan koordinasi, kerjasama dengan daerah tujuan
           (daerah penempatan transmigran).


8. Peranan Perempuan

  a. Umum
     Upaya meningkatkan peranan perempuan diarahkan melalui upaya
     peningkatan kedudukan dan peran perempuan dalam lingkungan
     keluarga serta dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

     Perwujudan kearah itu dicapai melalui peningkatan pemberdayaan
     perempuan,        peningkatan    kualitas    organisasi     perempuan,serta
     kebijaksanaan untuk mewujudkan kesetaraan dan keadilan jender.

     Kesetaraan jender diwujudkan melalui upaya penghapusan diskriminasi
     dan ketidakadilan struktural yang berarti tidak adanya pembakuan peran,
     beban ganda perempuan dan kekerasan terhadap perempuan, sehingga
     dapat dicapai optimalisasi kesetaraan perempuan dalam berbagai bidang
     pembangunan menuju kesejahteraan masyarakat.




                                     117
b. Arah Kebijakan
  1) Peningkatan peranan perempuan baik sebagai warga negara maupun
     sebagai sumberdaya insani mempunyai hak dan kewajiban serta
     kesempatan yang sama dengan pria dalam pembangunan di segala
     bidang dengan memperhatikan harkat dan kodrat dan martabatnya.
  2) Peningkatan ketrampilan dan kemampuan perempuan agar dapat
     berperan aktif di segala bidang kehidupan bangsa.
  3) Peningkatan peranan wanita dan organisasi perempuan untuk
     mewujudkan kesejahteraan keluarga.


c. Program dan Kegiatan
   1) Program Peningkatan kualitas hidup perempuan
     Tujuan :

     Peningkatan kedudukan dan peranan perempuan sebagai individu,
     yaitu baik sebagai insan dan sumber daya pembangunan sebagai
     bagian dari keluarga yang merupakan basis terbentuknya generasi
     sekarang dan masa mendatang.

     Sasaran :

     Terwujudnya      partisipasi     perempuan   dalam     segala    bidang
     pembangunan.

     Kegiatan yang akan dilakukan adalah :

     a) Menyiapkan lingkungan yang lebih kondusif untuk kesetaraan
        akses dan kesempatan dalam memperoleh pendidikan bagi anak
        perempuan dan laki-laki,
     b) Pengembangan kebijaksanaan pendidikan             yang berperspektif
        jender,
     c) Pengutamaan jender dalam tingkatan partisipasi ,kurikulum materi
        pelajaran dan proses pembelajaran serta pelaku pendidikan,
     d) Pembangunan kesehatan, gizi dan KB berspektif jender,
     e) Pembangunan ekonomi dan ketenaga kerjaan berspektif jender,
     f) Pemberdayaan       perempuan      dalam   pengembangan       ekonomi
        kerakyatan,
     g) Peningkatan pengentasan kemiskinan bagi keluarga perempuan,
     h) Peningkatan peran perempuan dalam pengelolaan dan pelestarian
        SDA dan Lingkungan hidup serta peningkatan pemahaman
        terhadap akibat pencemaran lingkungan oleh bahan berbahaya,




                                118
        i) Peningkatan peran aktif perempuan dalam proses perencanaan,
             pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi kebijaksanaan dan
             program pembangunan politik,
        j) Peningkatan kepedulian semua pihak terhadap kualitas tumbuh
             dan kelangsungan hidup anak dan remaja putri,
        k) Peningkatan      apresiasi    masyarakat      masyarakat        terhadap
             perempuan lanjut usia,
        l) Peningkatan kawasan dan pengetahuan perempuan dalam upaya
             pencegahan    terhadap      tindak   kekerasan       dan   eksploitasi
             komersialisasi perempuan.

     2) Program Peningkatan hak dan perlindungan hukum bagi perempuan
        Tujuan :

        Peningkatan perlindungan hukum bagi perempuan dan peningkatan
        hak

        Sasaran :

        Terwujudnya penyetaraan antara laki-laki dan perempuan dalam
        segala bidang

        Kegiatan yang akan dilakukan adalah :
        a) Peningkatan perlindungan, penghormatan dan penegakan HAM
             bagi perempuan dalam seluruh aspek kehidupan,
        b) Peningkatan kesadran hukum, kesetaraan dan keadilan jender
             bagi masyarakat,
        c) Perlindungan perempuan dari eksploitasi seksual komersial dan
             tindak kekerasan.


9. Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi
  a. Umum
     Ilmu Pengetahuan dan Teknologi merupakan aspek yang sangat penting
     dalam    rangka    pembangunan      bidang-bidang    lain,    sebab    dengan
     pembangunan IPTEK yang maju dapat memberikan                   nuasa-nuansa
     inovasi dan kreativitas dalam kehidupan manusia, untuk itu rumusan-
     rumusan pembangunan IPTEK yang akan diraih pada masa yang akan
     datang sangat penting dilakukan.

     Pembangunan IPTEK perlu ditingkatkan pemanfaatan teknologi dan
     pengetahuan di berbagai bidang pembangunan perlu dilanjutkan dan
     ditingkatkan serta diperluas untuk mencapai hasil guna dan daya guna.



                                  119
  Tingkat keberhasilannya sangat ditentukan oleh kualitas SDM yang ada,
  demikian juga sebaliknya keberhasilan pembangunan SDM pun sangat
  dipengaruhi oleh keberhasilan di bidang pengembangan IPTEK.

  Tujuan pembangunan dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi adalah
  memanfaatkan sumberdaya yang ada dalam rangka mengembangkan
  ilmu pengetahuan dan teknologi dan pemanfataannya dalam dunia
  usaha, khususnya usaha kecil, menengah dan koperasi; menyelaraskan
  perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan nilai – nilai
  budaya       daerah,   baik   dalam     cara    berfikir    maupun    sikap      hidup
  bermasyarakat, sekaligus menyikapi issu globalisasi; dan meningkatkan
  efisiensi dan efektifitas dengan dukungan ilmu pengetahuan dan
  teknologi untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.

b. Arah Kebijakan
  Upaya–upaya untuk mencapai tujuan tersebut diatas adalah dengan
  memfasilitasi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sesuai
  dengan kebutuhan dan kemampuan daerah, menciptakan kondisi
  kompetitif     bagi    perkembangan      ilmu    pengetahuan        dan      teknologi,
  menjembatani hubungan antara lembaga litbang dengan dunia usaha,
  serta    melindungikarya      ilmu     pengetahuan         dan   teknologi     dengan
  memasyarakatkan Hak Atas Kekayaan Inteletual (HAKI)


c. Program dan Kegiatan
  1) Program Pengembangan dan pengkajian IPTEK
     Tujuan :

     Pemecahan masalah-masalah pembangunan dengan pengembang-
     kan dan menerapkan teknologi tepat guna

     Sasaran :

     Tercapainya          penerapan teknologi tepat guna dalam rangka
     meningkatkan produktivitas.

     Kegiatan yang akan dilakukan adalah :
     a) Pemberdayaan lembaga-lembaga litbang
     b) Sosialisasi       kepada       massyarakat       agar      peduli      terhadap
          pengembangan IPTEK
     c) Pengkajian dan penelitian IPTEK sebagai potensi daerah
     d) Peningkatan alih teknologi dan penerapan teknologi tepat guna




                                   120
         e) Peningkatan koordinasi untuk pengembangan dan penerapan
            IPTEK


10. Lembaga Kemasyarakatan
   a. Umum
      Dalam rangka memantapkan penyelenggaraan otonomi daerah yang
      luas, nyata dan bertanggung jawab, peranan lembaga-lembaga           non
      pemerintah perlu ditingkatkan kemampuannya. Hal ini ditujukan untuk
      meningkatkan kemampuan          dan keterlibatan lembaga-lembaga     non
      pemerintah, baik formal maupun informal dalam proses pengambilan
      keputusan, perencanaan dan pelaksanaan serta pengawasan jalannya
      pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan masyarakat. Lembaga-
      lembaga non pemerintah yang dimaksud termasuk Dewan Perwakilan
      Rakyat Daerah (DPRD), Badan Perwakilan Desa, Lembaga Swadaya
      masyarakat,   lembaga   adat,     lembaga     keagamaan   dan    lembaga
      masyarakat lainnya.

      Sasaran yang ingin dicapai adalah        berfungsinya secara baik   serta
      terbangunnya mekanisme partisipasi lembaga non pemerintah dalam
      proses pengambilan keputusan, perencanaan, pelaksanaan               dan
      terciptanya mekanisme pengawasan sosial secara demokrasi.

   b. Arah Kebijakan
      1) Mengembangkan otonomi daerah yang luas, nyata dan bertanggung
         jawab dalam rangka pemberdayaan lembaga ekonomi,lembaga
         politik, lembaga hukum, lembaga keagamaan, lembaga adat, dan
         lembaga swadaya masyarakat, serta seluruh potensi masyarakat
         dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia
      2) Mengoptimalkan peran dan fungsi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
         dalam rangka melaksanakan penyelenggaraan otonomi daerah yang
         luas, nyata, dan bertanggung jawab.


   c. Program dan Kegiatan
      1) Program Penguatan Lembaga Non Pemerintah
         Tujuan :

         Meningkatkan   partisipasi    organisasi   non   pemerintah      dalam
         pembangunan.




                                  121
              Sasaran :

              Berkembangnya      organisasi     non   pemerintah       yang   dapat
              meningkatkan kehidupan ekonomi, sosial dan politik.

              Kegiatan yang akan dilaksanakan :
              a) Peningkatan kemampuan dalam analisis kebijakan, manajemen
                 publik, manajemen keuangan, dan komunikasi politik.
              b) Peningkatan komunikasi dan konsultasi dengan masyarakat,
                 lembaga non pemerintah, dunia usaha dan pemerintah daerah
              c) Peningkatan kegiatan analisis kebijakan dengan kerjasama
                 dengan perguruan tinggi dan lembaga-lembaga lainnya serta
                 pengembangan kelembagaan.

           2) Program Penguatan Organisasi Masyarakat

              Tujuan :

              Peningkatan kapasitas organisasi sosial dan ekonomi masyarakat
              sebagai wadah bagi pengembangan usaha produktif.

              Sasaran :

              Berkembangnya organisasi dan ekonomi masyarakat          untuk dapat
              meningkatkan kehidupan ekonomi masyarakat.

              Kegiatan yang akan dilakukan :

              a) Penghapusan       berbagai      peraturan   yang      menghambat
                 perkembangan organisasi sosial dan ekonomi yang dibentuk oleh
                 masyarakat,
              b) Penyediaan bantuan dan informasi kepada organisasi sosial dan
                 ekonomi masyarakat,
              c) Pengembangan forum lintas pelaku dalam komunikasi dan
                 konsultasi baik antara pemerintah dan lembaga masyarakat
                 maupun antar lembaga masyarakat.


D.   MENINGKATKAN KAPASITAS PENGEMBANGAN POTENSI WILAYAH

     Peningkatan kapasitas pengembangan potensi wilayah akan dilaksanakan
     melalui pembangunan bidang-bidang perdesaan dan perkotaan, pertanahan,
     perumahan dan permukiman, penataan ruang, sumberdaya alam dan
     lingkungan hidup dan wilayah perbatasan.

     Krisis ekonomi telah memberikan dampak yang cukup besar bagi kehidupan
     masyarakat. Pengembangan perekonomian daerah dan pengembangan wilayah


                                       122
sebagai   upaya    peningkatan       pembangunan         daerah     dan     pemerataan
pertumbuhan      mengalami       hambatan     keterbatasan        dalam     pemanfaatan
sumberdaya    alam,    ketersediaan        modal,    serta   kemitraan        pemerintah,
masyarakat dan dunia usaha.

Masalah lain yang terjadi adalah ketidaktertiban pemanfaatan ruang karena
belum dilaksanakannya penataan ruang yang baik, sehingga mengakibatkan
terjadinya degradasi lingkungan. Pengembangan wilayah juga dibatasi oleh
kondisi dan ketersediaan prasarana dan sarana yang ada yang ditentukan oleh
luasnya wilayah yang harus dijangkau.


1. Perdesaan Dan Perkotaan
   a. Umum

      Sebagian besar masyarakat perdesaan saat ini masih berada pada
      kehidupan    dan     budaya     perdesaan      yang    mengandalkan         sumber
      kehidupan dari pertanian subsistem atau sebagai buruh tani yang
      pendapatannya tidak pasti dan rendah. Disamping itu kehidupan sosial
      ekonomi masyarakat perdesaan relatif tertinggal di banding daerah
      perkotaan yang disebabkan oleh lapangan pekerjaan dan kegiatan usaha
      yang tidak kompetitif dan tidak memberikan pendapatan masyarakat yang
      layak, kondisi pelayanan pendidikan dan kesehatan kurang memadai,
      rendahnya tingkat pelayanan prasarana dan sarana permukiman.

      Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengatasi kondisi tersebut dengan
      mewujudkan kegiatan sosial ekonomi perdesaan, peningkatan akses
      terhadap sumberdaya produksi, pengembangan jaringan usaha yang
      melibatkan petani dan menyelesaikan problem pemasaran hasil-hasil
      pertanian.

      Kawasan perkotaan merupakan tempat yang sanagat menarik bagi
      masyarakat      untuk      mengembangkan        kehidupan      sosial     ekonomi.
      Pertumbuhan      penduduk      dan    arus     urbanisasi    yang     tinggi   telah
      menyebabkan        tidak     terkendalinya      perkembangan          permukiman,
      lingkungan perumahan, kesehatan, lingkungan hidup, resapan air, sosial
      serta tumbuhnya kawasan kumuh.

      Berbagai     upaya      pemerintah     telah    dilakukan     untuk      membantu
      menyelesaikan masalah penyediaan perumahan dan permukiman dan
      fasilitas pendukung bagi kelompok–kelompok berpenghasilan rendah dan
      miskin malalui pemugaran rumah dan lingkungan, perbaikan kampung




                                      123
  dan pemukiman kumuh, serta memberikan subsidi kredit pemilikan
  rumah.

b. Arah Kebijakan
  1) Pembangunan desa dan masyarakat pedesaan terus didorong melalui
     peningkatan koordinasi pembangunan sektoral,                     pengembangan
     kemampuan sumber daya manusia dan kelembagaan desa                          serta
     pemanfaatan sumber daya alam yang dimiliki, dalam usaha
     mempercepat       peningkatan        perkembangan        desa     dengan    lebih
     melibatkan partisipasi masyarakat secara aktif.
  2) Peningkatan pendidikan dan pelatihan kerja yang diarahkan untuk
     meningkatkan kemampuan SDM perdesaan agar dapat berperan aktif
     dalam pembangunan, mampu memanfaatkan peluang usaha, mampu
     mengembangkan hasil produksi, serta pengolahan hasil produksi dan
     usaha      pemasarannya       yang      selanjutnya      dapat    meningkatkan
     kesejahteraan.
  3) Mewujudkan       struktur    ekonomi      perdesaan       yang    lebih    kokoh,
     berlandaskan sektor pertanian yang mantap dalam mempertahankan
     swasembada pangan, meningkatkan keanekaragaman dan keter-
     sediaan pangan dan mendukung perkembangan industri perdesaan.
  4) Pembangunan perkotaan perlu ditingkatkan dan dilakukan secara
     berencana dan terpadu dengan memperhatikan rencana tata ruang,
     pertumbuhan penduduk, lingkungan permukiman, lingkungan usaha
     dan lingkungan kerja serta kegiatan ekonomi dan sosial, agar terwujud
     lingkungan perkotaan yang bersih, sehat, indah dan nyaman serta
     terjaganya     keserasian      dan    keselarasan        nilai   sosial   budaya
     mencerminkan kepribadian daerah.

c. Program dan Kegiatan

  1) Program pembangunan Perdesaan

     Tujuan :

     Meningkatkan      kemandirian        masyarakat       dengan       mempercepat
     kemajuan     ekonomi        perdesaan     yang    adil    dan    merata     untuk
     meningkatkan kesejahteraan masyarakat

     Sasaran :

     Meningkatnya      pendapatan         masyarakat       perdesaan,     terciptanya
     lapangan kerja, tersedianya bahan pangan, bahan lainnya untuk




                                   124
   memenuhi kebutuhan konsumsi dan produksi, dan meningkatnya
   kemandirian kapasitas lembaga perdesaan.

   Kegiatan yang akan dilaksanakan adalah :

   a) Menyempurnakan struktur kelembagaan perdesaan
   b) Membangun sistem agribisnis
   c) Menyediakan fasilitas akses permodalan
   d) Meningkatkan kehidupan sosial ekonomi kelompok masyarakat
      dan keluarga miskin.
   e) Mengembangkan jaringan produksi dan pemasaran
   f) Mengembangkan industri kecil dan rumah tangga
   g) Menguatkan lembaga ekonomi masyarakat
   h) Membangun dan memelihara sarana prasarana
   i) Meningkatkan penguatan tehnologi tepat guna
   j) Mengelola dan memanfaatkan fungsi sumber daya alam yang
      berkelanjutan.

2) Program peningkatan kapasitas Pengelolaan perkotaan
   Tujuan :

   Mewujudkan kota yang berbudaya, berkeadilan dan layak dalam arti
   memperhatikan keseimbangan daya dukung dan daya tampung
   lingkungan, serta mempertimbangkan kepentingan daerah lain.

   Sasaran :

   Meningkatnya        kemampuan       pengelolaan      perkotaan       yang
   berkeseimbangan      dalam      penyediaan   prasarana      sarana   dan
   pelayanan     umum    oleh   pemerintah,     meningkatnya     partisipasi
   masyarakat dan dunia usaha dalam pembangunan perkotaan dengan
   berkurangnya kemiskinan, pengangguran dan kerawanan sosial.

   Kegiatan yang akan dilakukan adalah :
   a) Menyempurnakan struktur kelembagaan dan kapasitas pengelola
      kota     serta   mempersiapkan     dan    menyediakan       peraturan
      perundang-undangan dalam upaya menegakkan hukum secara
      konsekwen dan konsisten.
   b) Memantapkan sistem dan standar pelayanan umum
   c) Meningkatkan kemitraan pemerintah, masyarakat dan swasta
      dalam pembangunan serta pengelolaan kota.
   d) Meningkatkan      upaya   penanggulangan       masalah    kemiskinan,
      pengangguran dan kerawanan sosial



                             125
        e) Melakukan penataan fungsi kawasan di perkotaan
        f) Mengembangkan sistem jaringan pelayanan perkotaan yang
             mendukung jalur produksi–kolektor–distribusi antar kota, antar
             wilayah, dan antar perkotaan dengan perdesaan


2. Penataan Ruang

  a. Umum
     Pemanfaatan ruang baik secara dua dimensi maupun tiga dimensi di
     Kabupaten Sleman belum memadai dalam arti efisiensi pemanfaatan
     ruang, keserasian dan keterpaduan (sinergi) antar kegiatan/ pemanfaatan
     ruang serta belum optimalnya peningkatan nilai ruang. Disamping itu
     permasalahan lain yang timbul adalah kurang sesuainya pelaksanaan
     pembangunan dan kegiatan terhadap rencana tata ruang. Upaya yang
     dilaksanakan untuk meningkatkan efisiensi, keterpaduan dan nilai ruang
     dimaksud diperlukan perbaikan-perbaikan pada aspek:
     1) Perencanaan Tata Ruang yang meliputi substansi, proses dan
        sosialisasi Rencana Tata Ruang.
     2) Implementasi pembangunan dan kegiatan yang sesuai dengan Tata
        Ruang.
     3) Evaluasi, pengawasan dan pengendalian Tata Ruang.
     Pelaksanaan yang menyangkut aspek-aspek diatas harus melibatkan
     stake    holder   yang   terkait   sehingga   tercapai   keterpaduan   dan
     kesinambungan pembangunan.


  b. Arah Kebijakan

     1) Pemanfaatan      ruang     diarahkan   agar   mengakomodasi     semua
        kepentingan secara terpadu, berdayaguna dan berhasilguna, serasi,
        selaras, seimbang dan berkelanjutan serta berwawasan lingkungan.
     2) Penataan Ruang berazaskan manfaat keterbukaan, persamaan,
        keadilan dan perlindungan hukum.
     3) Penataan ruang disesuaikan dengan kondisi wilayah dan masyarakat
        yang dibedakan dengan sifat/kondisi perkotaan dan perdesaan
     4) Penyusunan Tata Ruang diselenggarakan secara transparan dan
        melibatkan stake holder.




                                    126
c. Program dan Kegiatan

  1) Program Perencanaan tata ruang

     Tujuan :

     Menyediakan dokumen rencana tata ruang yang mutakhir dan mudah
     dioperasionalkan     sebagai      pedoman     pelaksanaan    kegiatan
     pembangunan/investasi baik pemerintah maupun stake holder.

     Sasaran :

     Tersedianya tata ruang wilayah, rencana detail tata ruang kawasan
     tumbuh cepat/perkotaan dan rencana tata ruang ibu kota kecamatan
     yang dapat mengantisipasi tuntutan perkembangan jaman.

     Kegiatan yang akan dilaksanakan adalah :

     a) Peningkatan     kemampuan       SDM      dalam   perencanaan   dan
        pengendalian tata ruang,
     b) Menyusun tata ruang wilayah dan kawasan.
     c) Memantapkan koordinasi stake holder berkaitan dengan tata
        ruang.
     d) Meningkatkan pengendalian tata ruang
     e) Melaksanakan review terhadap rencana tata ruang yang berumur
        lebih dari lima tahun.
     f) Penataan ruang diprioritaskan pada kawasan yang mempunyai
        potensi besar untuk dikembangkan (lokasi andalan) dan kawasan
        yang rawan permasalahan.

  2) Program implementasi dan pengendalian tata ruang
     Tujuan :

     Menciptakan pemanfaatan ruang yang efisien dan serasi disesuaikan
     dengan daya dukung lingkungan dalam pelaksanaan kegiatan sosial,
     ekonomi dan budaya masyarakat.

     Sasaran :

     Meningkatnya kualitas hidup, kelancaran dan ketertiban kegiatan
     pembangunan/investasi, produktivitas masyarakat serta berkelanjutan
     pembangunan.

     Kegiatan yang akan dilakukan :

     a) Peningkatan disiplin dan kepatuhan terhadap rencana tata ruang.
     b) Pengembangan insentif dan disinsentif pemanfaatan ruang.



                                 127
        c) Pembuatan      peraturan     dan    pengembangan        kelembagaan
           pengendalian tata ruang.


3. Pertanahan

  a. Umum
     Masalah    pertanahan   di   Sleman      terutama   terjadi   karena   tidak
     seimbangnya antara ketersediaan tanah dan kebutuhannya. Hal ini terjadi
     karena minat masyarakat dan pengusaha yang sangat tinggi untuk
     melakukan kegiatan atau usaha di Kab. Sleman. Kondisi tersebut
     mengakibatkan harga tanah yang tinggi dan cenderung tidak wajar.

     Masalah lain yang dihadapi adalah masih kurangnya kesadaran
     masyarakat untuk mengurus administrasi perubahan pengunaan tanah,
     sehingga pemerintah mengalami kesulitan untuk mengendalikan alih
     fungsi lahan.

     Dari aspek hukum pertanahan, masalah yang cukup menonjol adalah
     masih besarnya proporsi tanah yang belum memiliki sertifikat. Selain
     karena biaya yang belum memadai proses penyelesaian administrasi
     sertifikat tanah masih belum memuaskan akibat kinerja aparat nya belum
     memadai.

  b. Arah Kebijakan
     1) Pembangunan pertanahan diarahkan pada peningkatan pemanfaatan
        dan penggunaan tanah secara adil, transparan dan produktif dengan
        mengutamakan hak-hak rakyat setempat termasuk hak rakyat dan
        masyarakat adat, serta berdasarkan tata ruang wilayah yang serasi
        dan seimbang,
     2) Pembangunan pertanahan diarahkan pada semakin terwujudnya
        dukungan administrasi yang mampu menjamin kelancaran dan
        keterpaduan     dalam tugas dan fungsi untuk mewujudkan sistem
        administrasi yang semakin handal, profesional, efisien, efektif dan
        tanggap terhadap aspirasi dan dinamika yang terjadi dalam
        masyarakat.

  c. Program dan Kegiatan
     1) Program peningkatan pelayanan pertanahan

        Tujuan :
        Terwujudnya sistem pelayanan pertanahan yang prima.




                                  128
  Sasaran :

  Meningkatnya kualitas pelayanan pertanahan dan penyelesaian
  pensertifikatan tanah.

  Kegiatan yang akan dilakukan :
  a) Percepatan pemberian kepastian hukum atas tanah melalui
      pemberian hak dan pensertifikatan tanah secara khusus dalam
      upaya menunjang penguatan hak-hak golongan ekonomi lemah
      termasuk hak adat.
  b) Penyusunan standar dan norma pelayanan pertanahan.
  c) Mengembangkan sistem dan prosedur administrasi yang efektif
      melalui pengaturan penguasaan dan pemilikan tanah, penggunaan
      dan pemanfaatan tanah, penyusunan hak-hak atas tanah dan
      pensertifikatan.
  d) Penyiapan peta dasar pendaftaran tanah.
  e) Pengembangan sistem informasi pertanahan.
  f) Pembinaan dan penyuluhan pertanahan.
  g) Penyelesaian pengadaan tanah pengganti tanah kas desa.
  h) Pembinaan dan pengembangan aparatur pelaksana pelayanan
      pertanahan
  i) Peningkatan kualitas SDM aparat
   j) Pengadaan sarana, prasarana dan perlengkapan.

2) Program pengendalian pertanahan dan penegakan hukum pertanahan
  secara konsisten.

  Tujuan :

   Terwujudnya     kepastian    hukum   atas   tanah   dan   terkendalinya
   penggunaan tanah.

  Sasaran :
   Adanya kepastian hukum terhadap hak milik tanah dan upaya
   pengendalian penggunaan tanah sesuai dengan tata ruang.

  Kegiatan yang akan dilakukan :
  a) Penyusunan perda pertanahan
  b) Peningkatan tertib hukum pertanahan
  c) Penyelesaian pelanggaran/perkara pertanahan di pengadilan
  d) Pengendalian penggunaan tanah
  e) Pengendalian pemanfaatan dan penguasaan tanah




                               129
        f) Penataan    pemilikan    bidang-bidang   tanah   diperkotaan   dan
           perdesaan/konsolidasi tanah.
        g) Pendataan penatagunaan tanah
        h) Pengendalian peralihan hak atas tanah
        i) Pengendalian perubahan penggunaan tanah dan pemanfaatan
           tanah
        j) Pensertifikatan tanah instansi pemerintah
        k) Pemberian perpanjangan dan pembaharuan hak atas tanah badan
           hukum dan perorangan.
        l) Pembukuan/pendaftaran hak atas tanah
        m) Pendaftaran peralihan dan pembaharuan hak atas tanah.


4. Perumahan Dan Permukiman
  a. Umum
     Pertumbuhan penduduk dan kegiatan sosial ekonomi menyebabkan
     meningkatnya kebutuhan penyediaan perumahan dan permukiman dan
     lingkungan pendukungnya secara lebih layak, aman, nyaman, dan sehat.
     Meskipun sebagian besar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan
     tersebut secara swadaya dan didukung oleh pasar, penyediaan
     perumahan dan permukiman. Masalah ketersediaan perumahan dan
     permukiman bagi kelompok masyarakat berpenghasilan kecil tidak
     mungkin hanya dipecahkan oleh masyarakat sendiri. Berbagai upaya
     telah dilakukan oleh pemerintah untuk membantu masalah penyediaan
     perumahan dan permukiman serta fasilitas pendukungnya bagi kelompok
     berpenghasilan rendah dan miskin melalui pemugaran rumah dan
     lingkungan, perbaikan kampung dan kawasan kumuh dan pemberian
     kredit perumahan murah.

     Penataan lingkungan perumahan dan permukiman ditingkatkan dan
     dikembangkan untuk mencipkan lingkungan yang sehat dan nyaman


  b. Arah Kebijakan
     1) Pembangunan perumahan dan permukiman didaerah pedesaan
        maupun perkotaan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat
        terhadap tempat tinggal yang memenuhi standar sebagai rumah yang
        sehat.
     2) Pembangunan perumahan dan permukiman yang layak dan murah
        terus ditingkatkan dan diperluas sehingga dapat          menjangkau
        masyarakat berpenghasilan rendah dengan tetap memperhatikan


                                   130
     rencana tata ruang, lingkungan sosial, lingkungan industri, kawasan
     kampus dan RP4D (Rencana Pembangunan Perumahan dan
     Permukiman Daerah)
  3) Penciptaan iklim yang menarik bagi upaya pembangunan perumahan
     oleh masyarakat secara perseorangan atau kelompok dan badan
     usaha perumahan terutama dengan melibatkan peran perbankan dan
     koperasi.
  4) Pembangunan perumahan dan permukiman diupayakan dapat
     memperluas lapangan kerja dan kesempatan berusaha, antara lain
     usaha    jasa   konstruksi    industri   bahan-bahan   bangunan   yang
     menyediakan bahan-bahan murah namun berkualitas dan memenuhi
     standart teknis.

c. Program dan Kegiatan
  1) Program Pengembangan Perumahan

     Tujuan :

     Meningkatkan kualitas perumahan khususnya bagi masyarakat yang
     berpenghasilan rendah agar menjadi rumah yang layak dan sehat.

     Sasaran :

     Meningkatnya jumlah keluarga yang menghuni rumah layak huni dan
     sehat.

     Kegiatan yang akan dilaksanakan :
     a) Peningkatan kualitas pasar primer perumahan,
     b) Penyempurnaan        makanisme        subsidi   dalam   penyediaan
        perumahan bagi masyarakat miskin dan berpendapatan rendah,
     c) Pembangunan rumah susun sewa sederhana di perkotaan,
     d) Pengembangan sistem penyediaan perumahan yang bertumpu
        pada swadaya masyarakat,
     e) Penyediaan prasarana dan sarana usaha bagi keluarga miskin.

  2) Program Peningkatan Penyediaan dan Perbaikan Perumahan
     Tujuan :

     Meningkatkan penyediaan dan perbaikan perumahan bagi masyarakat
     berpenghasilan rendah.

     Sasaran :

     Meningkatnya persediaan perumahan yang bertumpu pada kelompok
     masyarakat dan meningkatnya subsidi kepemilikan rumah


                                  131
        Kegiatan yang akan dilaksanakan :
        a) Pengembangan pola subsidi perumahan dan permukiman bagi
           masyarakat miskin
        b) Penyediaan bantuan teknis dan manajemen pembangunan
           perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah
        c) Pengembangan penyediaan perumahan dan permukiman yang
           bertumpu kepada swadaya masyarakat
        d) Pengembangan rumah susun sewa pada kawasan-kawasan
           pendidikan dan kawasan perdagangan.
        e) Penataan dan rehabilitasi lingkungan permukiman kumuh.

     3) Program     Perbaikan    Prasarana   dan   Sarana   Perumahan   dan
        Permukiman

        Tujuan :

        Meningkatkan prasarana dan sarana perumahan dan permukiman
        meliputi jalan lingkungan, drainase, persampahan, saluran air limbah
        dan kantong usaha.

        Sasaran :

        Meningkatnya kualitas jalan lingkugan, drainase, persampahan,
        saluran air limbah dan menciptakan kantong-kantong usaha bagi PKL.

        Kegiatan yang akan dilaksanakan :
        a) Peningkatan kualitas pelayanan dan pengelolaan prasarana dan
           sarana permukiman
        b) Peningkatan kualitas operasi dan pemeliharaan prasarana dan
           sarana permukiman
        c) Peningkatan kerjasama publik–swasta dalam pembangunan dan
           pengelolaan prasarana dan sarana
        d) Pelestarian bangunan bersejarah dan lingkungan permukiman
           kawasan tradisional
        e) Pengembangan kawasan siap bangun dan lingkungan siap
           bangun
        f) Penataan kawasan komersial

5. Wilayah Perbatasan
  a. Umum
     Kondisi prasarana dan sarana perekonomian, kesehatan, pendidikan dan
     sosial di wilayah perbatasan antar kabupaten/kota dalam satu propinsi
     atau dua propinsi masih kurang memadai. Hal ini disebabkan karena


                                  132
  keterpaduan pengaturan antar wilayah perbatasan kurang mendapat
  prioritas dalam berbagai sektor pembangunan, sehingga akan tertinggal
  dibandingkan wilayah lain dalam kabupaten.     Upaya dalam mengatasi
  masalah tersebut dengan meningkatkan kerjasama antara kabupaten
  atau kota yang berbatasan dalam pengaturan, perencanaan dan
  pelaksanaan pembangunan prasarana dan sarana perekonomian,
  pendidikan, kesehatan dan sosial untuk pemerataan pembangunan dan
  meningkatkan kesejahteraan rakyat di wilayah perbatasan.


b. Arah Kebijakan
  1) Meningkatkan      pembangunan    di   wilayah     perbatasan    dengan
     berlandaskan pada prinsip desentralisasi, tugas pembantuan dan
     otonomi daerah.
  2) Meningkatkan pemanfaatan potensi wilayah perbatasan dalam rangka
     tercapainya kesejahteraan masyarakat.
  3) Meningkatkan Kerjasama antar Pemerintah         Kabupaten atau Kota
     dalam pengembangan wilayah perbatasan.

c. Program dan Kegiatan

  1) Program pengembangan wilayah perbatasan.

     Tujuan :

     Peningkatan keserasian kesejahteraan rakyat diwilayah tersebut.

     Sasaran :

     Meningkatnya pertumbuhan ekonomi, pendidikan, kesehatan dan
     kehidupan sosial yang aman, tenteram, harmonis dan tertib
     administrasi kepemerintahan.

     Kegiatan yang akan dilakukan
     a) Peningkatan pemenuhan kebutuhan dasar khususnya pendidikan,
        kesehatan,     prasarana   perdagangan   dan    tertib   administrasi
        kepemerintahan
     b) Peningkatan pemanfaatan sumber daya alam yang berwawasan
        lingkungan.

  2) Program Peningkatan potensi wilayah perbatasan.
     Tujuan :
     Meningkatkan pendapatan masyarakat di wilayah perbatasan




                              133
        Sasaran
        Meningkatnya prasarana dan sarana dasar, perekonomian serta
        ketrampilan penduduk.

        Kegiatan yang akan dilakukan:
        a) Peningkatan, rehabilitasi dan pemeliharaan prasarana sarana
           dasar
        b) Pengembangan sarana perekonomian pedesaan
        c) Pelaksanaan pelatihan ketrampilan sesuai kebutuhan.

     3) Program peningkatan kerjasama wilayah perbatasan.
        Tujuan :

        Meningkatkan kerjasama antar kabupaten/kota dalam pemerintahan,
        pembangunan dan penanganan masalah kemasyarakatan.

        Sasaran :

        Meningkatnya koordinasi dan sinkronisasi dalam mengatasi masalah
        perbatasan.


        Kegiatan yang akan dilakukan :

        a) Peningkatan koordinasi kebijakan prioritas pembangunan di
           wilayah perbatasan secara berkala.
        b) Peningkatan kerjasama penganggaran dan realisasi pembangunan
        c) Peningkatan penanganan masalah pemerintahan dan
           kemasyarakatan.


6. Sumber Daya Alam Dan Lingkungan Hidup
  a. Umum
     Potensi sumber daya alam meliputi sumber daya air, sumber daya lahan,
     sumber daya bahan galian, sumber daya hutan, dan sumber daya wisata.
     Sumber daya air meliputi mata air, air sungai dan air bawah tanah.
     Potensi air bawah tanah masih cukup banyak, diperkirakan cadangannya
     4.919.501.400 m3. Bahan galian yang ada hanya galian golongan C
     berupa pasir, batu, kerikil, tanah liat, andesit, batu gamping dan breksi
     batu apung. Hutan yang ada berupa kawasan hutan seluas 1728,38 ha
     yang terdiri dari hutan lindung di daerah Kaliurang, cagar alam dan wisata
     alam serta hutan rakyat seluas 4610 ha.

     Secara umum kondisi lingkungan hidup di Kabupaten Sleman masih
     relatif baik, memiliki daya dukung kesuburan lahan dan kemudahan



                                  134
  dalam pengelolaan lingkungan hidup baik di kota maupun di desa.
  Permasalahan yang dihadapi adalah kepedulian masyarakat terhadap
  upaya pelestarian sumber daya alam dan fungsi lingkungan hidup masih
  kurang, terutama dalam mengeksploitasi sumber daya alam kurang
  memperhatikan tata cara dan kaidah yang benar, begitu juga dengan
  pelaksanaan Amdal dan UKL/UPL.

  Banyaknya     pemukiman,     hotel,   industri   dan   jenis   usaha    lainnya
  menimbulkan masalah lingkungan dan perubahan ekosistem yang sangat
  mendasar. Minimnya teknologi tepat guna terutama untuk menangani
  limbah baik limbah domestik maupun industri.           Berbagai upaya untuk
  mengatasi masalah tersebut adalah dengan meningkatkan pembinaan,
  pengawasan        dan   pengendalian,    menempatkan       semua       kegiatan
  pembangunan baik oleh pemerintah maupun swasta sesuai dengan tata
  ruangnya, meningkatkan sumberdaya manusia dan teknologi tepat guna.


b. Arah Kebijakan
  1) Pengelolaan sumber daya alam dan daya dukungnya diarahkan untuk
     peningkatan kesejahteraan rakyat untuk generasi sekarang dan
     selanjutnya.
  2) Peningkatan pemanfaatan potensi sumber daya alam dan lingkungan
     hidup untuk konservasi, rehabilitasi dan penghematan penggunaan
     dengan menerapkan teknologi ramah lingkungan.

c. Program dan Kegiatan
  1) Program Pengembangan dan Peningkatan akses informasi Sumber
     Daya Alam dan Lingkungan Hidup.

     Tujuan :

     Untuk memperoleh dan menyebarkan informasi mengenai                  potensi
     dan porduktivitas sumber daya alam dan lingkungan hidup.

     Sasaran :

     Tersedianya dan teraksesnya informasi sumber daya alam dan
     lingkungan hidup.

     Kegiatan yang akan dilakukan adalah:
     a) Mengiventarisasi dan mengevaluasi potensi sumber daya alam
        dan lingkungan hidup baik darat, air maupun udara
     b) Mengkaji neraca sumber daya alam
     c) Mendata kawasan ekosistem yang rentan terhadap kerusakan.



                                135
  d) Mendata batas kawasan hutan, pengkajian ilmu pengetahuan dan
     teknologi dibidang sistem informasi sumber daya alam dan
     lingkungan hidup.
  e) Meningkatkan akses informasi kepada masyarakat.

2) Program    peningkatan    efektivitas   pengelolaan,   konservasi,    dan
  rehabilitas sumber daya alam.

  Tujuan :
  Menjaga keseimbangan pemanfaatan dan pelestarian sumberdaya
  alam dan lingkungan hidup.

  Sasaran :
  Termanfaatkannya sumberdaya alam untuk mendukung kebutuhan
  bahan   baku    industri   secara   efisien   dan    berkelanjutan    serta
  terlindunginya kawasan konservasi.

  Kegiatan yang akan dilakukan adalah :
  a) Mengkaji    kembali     kebijakan     pengelolaan,   konservasi,    dan
     rehabilitasi sumberdaya alam.
  b) Mengelola sumberdaya hutan dan sumberdaya air dengan
     pendekatan daerah aliran sungai dalam kerangka penataan ruang.
  c) Melaksanakan reboisasi dan rehabilitasi hutan dan lahan kritis
  d) Mengelola dan melindungi keanekaragaman hayati dan perairan
  e) Mengembangkan Jasa pariwisata yang berwawasan lingkungan
  f) Pengembangan teknologi penggunaan sumberdaya alam

3) Program Pencegahan dan pengendalian Kerusakan dan Pencemaran
  Lingkungan Hidup.

  Tujuan :

  Meningkatkan kualitas lingkungan hidup dalam upaya mencegah
  perusakan     dan   pencemaran         lingkungan,   pemulihan   kualitas
  lingkungan yang rusak akibat pemanfaatan sumber daya alam yang
  berlebihan serta kegiatan industri dan transportasi.

  Sasaran :

  Tercapainya kualitas lingkungan hidup yang bersih dan sehat sesuai
  dengan baku mutu lingkungan yang telah ditentukan.

  Kegiatan yang akan dilakukan adalah :
  a) Mengembangkan teknologi yang berwawasan lingkungan hidup
  b) Menetapkan indeks dan baku mutu lingkungan



                             136
  c) Memasukkan biaya pengelolaan lingkungan kedalam biaya
     produksi
  d) Mengembangkan teknologi produksi bersih
  e) Mengembangkan             kelembagaan       dan     pendanaan        dalam
     pengelolaan lingkungan hidup
  f) Memantau,     mengawasi          dan     mengevaluasi      standar    mutu
     lingkungan
  g) Memantau, mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan Amdal,
     UKL/UPL, dan pengelolaan lingkungan oleh usaha dan atau
     kegiatan yang tidak diwajibkan menyusun Amdal, UKL/UPL .

4) Program    Penataan         Kelembagaan       dan    Penegakan         Hukum
  Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Pelestarian Lingkungan Hidup.
  Tujuan :
  Untuk   mengembangkan          kelembagaan,        menata    sistem   hukum,
  perangkat hukum dan kebijakan serta mengembangkan kelembagaan
  dan penegakkan hukum.
  Sasaran :
  Tersedianya kelembagaan bidang sumber daya alam dan lingkungan
  hidup yang kuat, dengan didukung oleh perangkat hukum dan
  peraturan     perundang-undangan           serta     terlaksananya      upaya
  penegakkan hukum secara adil dan konsisten.
  Kegiatan yang akan dilakukan adalah :
  a) Menetapkan kebijakan yang membuka peluang akses dan kontrol
     masyarakat terhadap pengelolaan sumber daya alam                       dan
     lingkungan hidup
  b) Mengevaluasi terhadap pelaksanaan peraturan perundangan yang
     berkaitan dengan sumber daya alam dan lingkungan hidup
  c) Penguatan     institusi    dan   aparatur       penegak   hukum      dalam
     pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup
  d) Mengembangkan         sistem     pengawasan         dan     pengendalian
     pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan hidup.
  e) Melindungi dan melakukan konservasi daerah peresapan air dan
     kawasan lindung sesuai rencana tata ruang.


5) Program Peningkatan peranan masyarakat dalam pengelolaan
  sumber daya alam dan pelestarian fungsi lingkungan hidup.




                               137
                Tujuan :
                Untuk meningkatkan peranan dan kepedulian masyarakat dan pihak-
                pihak yang berkepentingan dalam pengelolaan sumberdaya alam dan
                pelestarian lingkungan hidup.
                Sasaran :
                Tersedianya sarana bagi masyarakat dalam pengelolaan sumberdaya alam
                dan pelestarian fungsi lingkungan hidup.
                Kegiatan yang akan dilakukan adalah :
                a) Meningkatkan jumlah dan kualitas anggota masyarakat yang
                   peduli dan mampu mengelola sumber daya alam dan pelestarian
                   fungsi lingkungan hidup
                b) Memberdayakan masyarakat lokal dalam pengelolaan                sumber
                   daya alam dan pelestarian fungsi lingkungan hidup
                c) Mengembangkan kemitraan dengan lembaga masyarakat dalam
                   pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup.
                d) Memasyarakatkan pembangunan berwawasan lingkungan
                e) Melindungi terhadap teknologi tradisional yang ramah lingkungan
                f) Meningkatkan kepatuhan dunia usaha dan masyarakat terhadap
                   peraturan    perundang-undangan         dan   tata   nilai   masyarakat
                   setempat yang berwawasan lingkungan hidup.


                                       BAB VI
                                   PENUTUP


1. Program Pembangunan Daerah (PROPEDA) Kabupaten Sleman Tahun 2001 –
  2004 ditetapkan dalam peraturan Daerah, memuat kebijaksanaan dan pokok –
  pokok program pembangunan yang bersifat strategis, menjadi acuan penyusunan
  perencanaan,      pelaksanaan     dan    pengendalian     program     pembangunan     di
  Kabupaten Sleman bagi segenap pengelola program pembangunan baik aparat
  pemerintah maupun masyarakat di wilayah Kabupaten Sleman.


2. Untuk mewujudkan terciptanya visi dan misi pembangunan daerah, maka
  Program Pembangunan Daerah ( PROPEDA ) secara operasional penjabarannya
  dituangkan dalam Rencana Pembangunan Tahunan Daerah ( REPETADA )yang
  selanjutnya     dijabarkan    kedalam     bentuk    program-program       dan   kegiatan
  pembangunan yang kongkrit, terarah dan transparan dalam usulan Rancangan




                                           138
   Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta sumber pembangunan
   lainnya yang sah.


3. Berhasilnya pelaksanaan pembangunan, tergantung dari peran aktif sikap mental,
   tekad, semangat dan disiplin serta ketaatan peraturan perundangan yang berlaku
   dari semua pihak baik pemerintah (lembaga eksekutif), lembaga legislatif,
   masyarakat luas, dan dunia usaha, termasuk di dalamnya Lembaga Swadaya
   Masyarakat dan Badan Usaha. Untuk mendapatkan partisipasi dari semua pihak,
   maka perlu adanya sosialisasi program pembangunan.



                                               BUPATI SLEMAN,


                                                     Cap/ttd


                                               IBNU SUBIYANTO




                                      139

								
To top