Pedoman pelaksanaan kegiatan pembuatan biogas dari kotoran ternak

Document Sample
Pedoman pelaksanaan kegiatan pembuatan biogas dari kotoran ternak Powered By Docstoc
					  COVER TH




Pedoman pelaksanaan kegiatan pembuatan biogas
dari kotoran ternak unggas dan babi 2010        1
                                                KATA PENGANTAR




Bahan bakar yang berasal dari minyak bumi merupakan sumber energi fosil
yang tidak dapat diperbaharui (unrenewable), sementara kebutuhan minyak
bumi cenderung terus meningkat.


Solusi penghematan penggunaan Bahan Bakar Minyak adalah mencari sumber
energi alternatif, terutama energi                        yang dapat diperbaharui (renewable).
Kotoran ternak (unggas dan babi) yang selama ini belum mendapat perhatian,
dapat dimanfaatkan sebagai bahan penghasil energi biogas, populasi ternak
unggas dan babi yang cukup tinggi menyebar dipedesaan, dengan alasan
tersebut pembuatan biogas asal kotoran ternak perlu segera dikembangkan.


Untuk mempermudah dan memperlancar pelaksanaan Kegiatan pembuatan
biogas dari kotoran ternak unggas dan babi di lapangan, maka perlu diterbitkan
pedoman pelaksanaan kegiatan ini sebagai acuan dalam pelaksanaan di
lapangan.




                                                          Jakarta, Januari 2010
                                                Direktur Budidaya Ternak Non Ruminansia,




                                                        Drh. Djajadi Gunawan, MPH
                                                         NIP. 19571208-198303-1-003




Pedoman pelaksanaan kegiatan pembuatan biogas
dari kotoran ternak unggas dan babi 2010                                                         2
                                                     DAFTAR ISI




               KATA                                                                                                       i
            PENGANTAR...................................................................................
            DAFTAR ISI.................................................................................................   ii
    I       PENDAHULUAN……………………………………………………….……….                                                                          1
             1. Latar Belakang…………………………………………………….…….…..                                                                  1
             2. Tujuan dan Sasaran………………………………………….…………..                                                                  3
             3. Manfaat …………….…………………………………………………………                                                                       4
             4. Keluaran …………………………………………………………...…………                                                                     4
    II       RUANG LINGKUP.....................................................................................            4
             1. Sumber Dana…………………………………………….......………………                                                                  4
             2. Jenis Digester Biogas..…………………………………....………...........                                                     4
   III       PELAKSANAAN TAHUN 2010…….………………………………………...                                                                   6
             1. Lokasi………………………………………………………………………….                                                                        6
             2. Pemanfaatan Dana.................................................................................          6
             3. Tahapan Pelaksanaan…………………………..…………............………                                                         7
             4. Pelaksanaan Kegiatan…….………………………………......……………                                                             8
             5. Tatacara Pencairan dan Penyaluran Dana ...........................................                         8
   IV       INDIKATOR KEBERHASILAN….. ……………………………………...……                                                                  9
   V        PEMBINAAN DAN PENGENDALIAN……………………………….…….…                                                                   9
   VI       PEMANTAUAN DAN PELAPORAN…………………………………….……                                                                     10
  VII       PENUTUP…………………………………………………………….………….                                                                          10

        Lampiran …………………………………………………………………………                                                                        11




Pedoman pelaksanaan kegiatan pembuatan biogas
dari kotoran ternak unggas dan babi 2010                                                                                       3
                          PEDOMAN PELAKSANAAN KEGIATAN
                                 PEMBUATAN BIOGAS
                        DARI KOTORAN TERNAK UNGGAS dan BABI

I. PENDAHULUAN

       1. Latar Belakang
              Beberapa tahun terakhir ini energi merupakan persoalan yang krusial
              didunia. Peningkatan permintaan energi yang disebabkan pertumbuhan
              populasi penduduk dan menipisnya sumber cadangan minyak dunia serta
              permasalahan emisi dari bahan bakar fosil memberikan tekanan kepada
              setiap negara untuk segera memproduksi dan menggunakan energi
              terbaharukan. Lonjakan harga minyak dunia memberikan dampak yang
              besar bagi pembangunan bangsa Indonesia. Konsumsi BBM yang
              mencapai 1,3 juta/barel tidak seimbang dengan produksinya yang nilainya
              sekitar 1 juta/barel sehingga terdapat defisit yang harus dipenuhi melalui
              impor.
              Oleh karena itu                    pemerintah mengajak masyarakat      untuk mengatasi
              masalah energi ini secara bersama-sama,                      sebagaimana disampaikan
              oleh Presiden Susilo Bambang Yudoyono bahwa masyarakat perlu untuk
              melakukan penghematan disegala sisi termasuk penggunaan Bahan
              bakar minyak (BBM), listrik, air dan telepon. Untuk mengurangi
              ketergantungan                    terhadap   bahan   bakar   minyak   pemerintah   telah
              menerbitkan Peraturan Presiden Republik Indonesia nomor 5 tahun 2006
              tentang kebijakan energi nasional untuk mengembangkan sumber energi
              alternatif sebagai pengganti bahan bakar minyak. Kebijakan tersebut
              menekankan pada sumber daya yang dapat diperbaharui sebagai
              altenatif pengganti bahan bakar minyak.
              Salah satu sumber energi alternatif adalah biogas. Gas ini berasal dari
              berbagai macam limbah organik seperti sampah biomassa, kotoran
              manusia, kotoran ternak dapat dimanfaatkan menjadi energi melalui
              proses anerobik digestion. Proses ini merupakan peluang besar untuk
              menghasilkan energi alternatif sehingga akan mengurangi dampak
              penggunaan bahan bakar fosil.


Pedoman pelaksanaan kegiatan pembuatan biogas
dari kotoran ternak unggas dan babi 2010                                                             4
              Pasokan bahan bakar yang berasal dari minyak bumi merupakan sumber
              energi            fosil yang tidak dapat diperbaharui (unrenewable),            sementara
              permintaan                   menunjukkan         kecenderungan   yang   terus   meningkat,
              sehingga                 tidak ada stabilitas keseimbangan antara permintaan dan
              penawaran.                    Salah satu jalan      untuk melakukan     penghematan BBM
              adalah dengan mencari sumber energi alternative terutama yang dapat
              diperbaharui (renewable).                    Sebagai contoh potensi sumber daya alam
              yang dapat dikembangkan menjadi sumber energi adalah batu bara,
              panas bumi, aliran sungai, angin, matahari, sampah serta sumber
              sumber lain yang berasal dari tumbuh-tumbuhan seperti pohon jarak,
              juga energi biogas.                     Kapasitas terpasang pemanfaatan biogas masih
              kurang dari 1 % dari potensi biogas yang ada. Energi biogas dapat
              diperoleh dari air buangan rumah tangga, kotoran dari peternakan ayam,
              sapi dan babi, sampah organik dari pasar, industri makanan                            dan
              sebagainya.
              Disisi lain pemeliharaan ternak adalah sebagai penghasil utama bahan
              pangan              berupa daging ayam dan telur serta daging               yang memiliki
              kandungan nutrisi yang tinggi. Disamping manfaat ternak unggas dan
              babi sebagai sumber                      bahan pangan      dengan protein tinggi,   limbah
              ternak unggas dan babi yang berupa faeces, urine dan sisa pakan dapat
              dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan berbagai kebutuhan hidup,
              dari pupuk organik hingga menjadi penghasil energi biogas. Produksi
              biogas memungkinkan terwujudnya pertanian berkelanjutan dengan
              sistem proses nirlimbah (zero waste) dan ramah lingkungan. Biogas
              adalah               gas hasil fermentasi            bahan organik oleh mikroorganisme
              anaerobic yang dapat digunakan                            sebagai sumber energi untuk
              memasak, penerangan, pemanas atau menggerakkan generator (listrik).
               Manfaat pengelolaan biogas asal ternak                          termasuk ternak unggas
              adalah:
               1)        pola pemeliharaan ternak/budidaya ternak menjadi lebih baik, 2)
              mengurangi                        polusi udara     akibat bau kotoran/limbah ternak, 3)
              mendukung kelestarian usaha peternakan, 4) meningkatkan penyediaan
              pupuk organik asal ternak, sehingga ketergantungan terhadap pupuk


Pedoman pelaksanaan kegiatan pembuatan biogas
dari kotoran ternak unggas dan babi 2010                                                               5
              anorganik (kimia) akan berkurang, 5)                  mengurangi ketergantungan
              minyak tanah, 6) mengurangi beban keuangan Negara terhadap subsidi
              BBM minyak tanah dan pupuk, serta upaya penghematan listrik di
              pedesaan.
              Mengingat                   manfaat biogas   tersebut diatas, maka sudah saatnya
              teknologi biogas perlu dikembangkan dan dimasyarakatkan terutama di
              pedesaan, yang merupakan sentra peternakan unggas maupun ternak
              babi. Oleh karena itu pedoman ini diharapkan dapat menjadi acuan para
              pengguna/petugas maupun stakeholder terkait.


       2. Tujuan dan sasaran


              1) Tujuan
                     a. Pemanfaatan hasil samping (side product) ternak unggas dan
                            ternak babi berupa kotoran ternak untuk diolah menjadi biogas
                            dan mengurangi ketergantungan BBM.
                     b. Mengatasi masalah pencemaran lingkungan pada area peternakan
                            (ramah lingkungan, kesehatan keluarga peternak dan kelestarian
                            usaha peternakan di pedesaan).
                     c. Mendorong perubahan pola pemeliharaan ternak menjadi intensif.
                     d. Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan peternak .
                     e. Mencegah penularan penyakit lewat kotoran ternak seperti AI.

              2) Sasaran

                     a Kelompok peternak unggas dan peternak babi.
                     b Peternak unggas              dengan skala kepemilikan minimal 1.000 ekor
                            per kelompok
                     c      Peternak babi dengak skala kepemilikan        minimal   20 ekor per
                            kelompok.


              3) Manfaat
                     a. Tersedianya energi biogas untuk keperluan rumah tangga maupun
                            usaha


Pedoman pelaksanaan kegiatan pembuatan biogas
dari kotoran ternak unggas dan babi 2010                                                      6
                     b. Terciptanya pemelihaan ternak yang ramah lingkungan.
                     c. Adanya peningkatan pendapatan peternak.

              4) Keluaran
                     Keluaran dari kegiatan pembuatan biogas asal ternak unggas atau
                     babi adalah diharapkan dapat            termanfaatkannya biogas      oleh
                     kelompok /anggota kelompok.




                           KOMPOR BIOGAS        GENERATOR BIOGAS       PETROMAKS BIOGAS




II. RUANG LINGKUP

       1. Sumber dana
              Pada tahap awal kegiatan pembuatan biogas unggas dan babi difasilitasi
              oleh dana pemerintah (Pusat dan Daerah), pada tahap selanjutnya
              diharapkan dapat dikembangkan oleh masyarakat sendiri atau swasta
              dengan sumberdaya sendiri.

       2. Jenis Digester Biogas
              Untuk kegiatan Pembuatan Biogas Asal                 Ternak Unggas dan Babi
              diperlukan digester dan perlengkapannya adalah sebagai berikut :

              1) Digester yaitu komponen            utama      instalasi biogas sebagai alat
                     penghasil biogas yang dilengkapi lubang pemasukan (inlet) dan
                     lubang pengeluaran (outlet), penampung gas dan penampung sisa
                     buangan (sludge). Terdapat beberapa model digester                dalam
                     pembuatan biogas, yaitu : model fixed dome (model kubah), model
                     silinder / terapung, dan model kantong plastik.
              2) Material/bahan digester : dari pasangan bata dan semen, drum, serat
                     fiber dan bahan dari kantong plastik.
              3) Pipa pralon (PVC) Ø ½” , slang plastik , kran, kompor,genset dan lain-
                     lain.


Pedoman pelaksanaan kegiatan pembuatan biogas
dari kotoran ternak unggas dan babi 2010                                                     7
                 Pada kegiatan pembuatan biogas asal                       ternak unggas atau babi ini
                 disarankan agar                     menggunakan digester yang memiliki        konstruksi
                 sederhana, mudah operasinya, mudah perawatannya, dan tahan dari
                 kebocoran.




                                  DIGESTER BATA-SEMEN                  DIGESTER BATA-SEMEN




                                                 DIGESTER FIBER             DIGESTER FIBER




                               DIGESTER MENGAPUNG                       DIGESTER SILINDER




                                 DIGESTER KANTONG PLASTIK             KANTONG PLASTIK PENGUMPUL GAS




                                                Gambar: contoh jenis digester biogas




Pedoman pelaksanaan kegiatan pembuatan biogas
dari kotoran ternak unggas dan babi 2010                                                                8
III.      PELAKSANAAN TAHUN 2010

          1. lokasi

                 Lokasi pembuatan biogas diprioritaskan pada lokasi yang potensial
                 pada sentra pengembangan komoditas ternak unggas dan babi dengan
                 populasi yang mampu memenuhi kebutuhan bahan biogas secara
                 berkelanjutan. Untuk tahun 2010, fasilitasi dana pengembangan biogas
                 melalui dana APBN dekonsentrasi dialokasikan di 11 propinsi dan dana
                 Tugas Pembantuan (TP) di 1 kabupaten (lampiran 1).

          2. Pemanfaatan dana

                 1).        Dana yang dialokasikan di Propinsi (dekonsentrasi) diperuntukkan
                            bagi kegiatan-kegiatan antara lain :
                            a. Koordinasi dengan Dinas Kabupaten dan Instansi terkait
                                   lainnya.
                            b. Pendampingan, pembinaan dan pelaporan.
                            c. Sosialisasi pengembangan biogas ke kabupaten.
                            d. Pengembangan kelembagaan kelompok.

                 2).        Dana yang dialokasikan di Kabupaten ( Tugas Pembantuan) yang
                            bersumber dari APBN sebagian besar diperuntukkan menfasilitasi
                            kegiatan pengembangan biogas di kelompok meliputi :

                            a. Persiapan (seleksi lokasi dan seleksi kelompok).
                            b. Pengadaan digester biogas dan kelengkapannya.
                            c. Pelatihan pengoperasian pembuatan biogas dan kegiatan
                                   lainnya      yang   mendukung   terlaksananya   pengembangan
                                   biogas.
                            Sebagian lagi digunakan untuk membiayai kegiatan:
                            a. Koordinasi dengan Dinas Propinsi dan Instansi terkait lainnya.
                            b. Pendampingan, pembinaan dan pelaporan.
                            c. Sosialisasi pengembangan biogas ke kelompok peternak dan
                                   masyarakat sekitar.
                            d. Pengembangan kelembagaan kelompok.




Pedoman pelaksanaan kegiatan pembuatan biogas
dari kotoran ternak unggas dan babi 2010                                                        9
          3. Tahapan Pelaksanaan


                 1). Seleksi lokasi
                        Lokasi pembuatan biogas diprioritaskan pada lokasi yang potensial
                        pada sentra pengembangan komoditas ternak unggas dan babi
                        dengan populasi yang mampu memenuhi kebutuhan bahan biogas
                        secara berkelanjutan/kontinyu.

                 2). Seleksi kelompok

                        a. Kelompok sasaran pembuatan biogas adalah kelompok yang
                               potensial dalam pembuatan biogas dan telah memiliki minimal
                               ternak unggas 1000 ekor atau 20 ekor ternak babi.
                        b. Bagi kelompok yang memiliki ternak unggas lebih kecil dari 1000
                               ekor dan/atau 20 ekor ternak babi diharapkan dapat bekerjasama
                               dengan kelompok yang memenuhi syarat.

                 3). Penyiapan Pengajuan dan Penyaluran dana pada kelompok
                        sasaran:

                        a. Kelompok menyusun Rincian Usulan Kegiatan (RUK) Kelompok
                               dan disahkan/ditandatangani       oleh ketua kelompok serta dua
                               anggota kelompok.
                        b. Peternak/kelompok membuka rekening tabungan pada Kantor
                               Cabang /Unit Bank terdekat.
                        c. Ketua Kelompok mengusulkan RUK kepada Pejabat Pembuat
                               Komitmen (PPK) dinas terkait setelah diverifikasi dan disetujui
                               oleh Tim Teknis.
                        d. PPK meneliti RUK yang akan dibiayai, selanjutnya mengajukan
                               ke Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dinas terkait, kemudian
                               KPA mengajukan Surat Permintaan Pembayan Langsung ( SPP-
                               LS) dengan lampiran :
                               i.         SK. Penetapan Kelompok Sasaran
                               ii.        Rekapitulasi RUK dengan mencantumkan :



Pedoman pelaksanaan kegiatan pembuatan biogas
dari kotoran ternak unggas dan babi 2010                                                    10
                                          i). Nama Kelompok, Nama Ketua Kelompok
                                          ii). Nama peternak anggota kelompok
                                          iii). Nomor Rekening kelp peternak,           Nama cabang/Unit
                                                Bank terdekat.
                                          iv). Jumlah dana dan susunan keanggotaan kelompok
                               iii.       Kuitansi harus ditandatangani oleh ketua kelompok dan
                                          diketahui/disetujui oleh PPK Propinsi yang bersangkutan
                               iv.        Membuat Surat Perjanjian Kerjasama antara Pejabat
                                          Pembuat Komitmen ( PPK) dengan Kelompok sasaran.


          4. Pelaksanaan kegiatan :

                 (1)        Sosialisasi mengenai kegiatan pengembangan biogas perlu
                            dilakukan secara berjenjang               dari propinsi, kabupaten, sampai
                            kepada seluruh anggota kelompok sasaran/peternak. Sosialisasi
                            dimaksudkan              untuk     menjalin    kerjasama,     partisipasi   dan
                            kesepahaman semua pihak terkait untuk pencapaian hasil kegiatan
                            yang maksimal.

                 (2). Pengadaan digester biogas dan perlengkapannya.

                 (3). Pendampingan dan pengawalan :
                            Petugas              dinas    kabupaten/kota     dan   provinsi     melakukan
                            pendampingan                 dan   pengawalan     serta     pembinaan       bagi
                            peternak/kelompok sasaran, agar dalam pelaksanaan kegiatan
                            pembuatan biogas unggas dan babi dari awal kegiatan dapat
                            berjalan baik dan berkelanjutan sehingga tercapai tujuan dan
                            diperoleh manfaat yang optimal.


          5. Tatacara pencairan dan penyaluran dana.

                 Proses pencairan dan penyaluran dana untuk pengembangan biogas
                 mengikuti peraturan/ ketentuan yang berlaku.




Pedoman pelaksanaan kegiatan pembuatan biogas
dari kotoran ternak unggas dan babi 2010                                                                  11
IV.           INDIKATOR KEBERHASILAN

              Keberhasilan pelaksanaan kegiatan pembuatan biogas dari kotoran
              ternak unggas dan babi dapat dilihat dari beberapa aspek yaitu :

             1. Meningkatnya                       jumlah      anggota    kelompok/kelompok         yang
                     memanfaatkan biogas sebagi sumber energi dalam usaha taninya
                     maupun rumah tangga.
             2. Meningkatnya kelembagaan kelompok pengguna biogas di sentra
                     sentra produksi ternak unggas maupun ternak babi.
             3. Meningkatnya produksi pupuk organik asal ternak unggas maupun
                     ternak babi.
             4. Meningkatnya pendapatan peternak/kelompok peternak.


V.            PEMBINAAN DAN PENGENDALIAN

              Pembinaan dan pengendalian terhadap kelompok                           peternak dilakukan
              oleh Direktorat Jenderal Peternakan di tingkat Pusat dan Dinas
              Peternakatan atau Dinas yang menangani fungsi peternakan di tingkat
              propinsi.

             1. Tanggung jawab teknis pelaksanaan kegiatan pembuatan biogas asal
                     ternak unggas dan babi berada pada Dinas yang menangani fungsi
                     peternakan di propinsi dan Kabupaten setempat.
             2. Tanggung jawab koordinasi pembinaan lintas Kabupaten/Kota di
                     fasilitasi dari anggaran yang ada di Propinsi.
             3. Pembinaan                       dilaksanakan    dalam    bentuk    pendampingan     dan
                     pengawalan kepada kelompok sasaran yang dilakukan secara
                     berkelanjutan sehingga kelompok mampu mempergunakan dan
                     mengoperasionalkan                     biogas   secara       berkelanjutan.    Agar
                     pendampingan                  dan      pembinaan     dapat     berkelanjutan   dan
                     berkesinambungan, diharapkan adanya fasilitasi pendanaan dari
                     APBD baik di tingkat Propinsi maupun tingkat Kabupaten/Kota.




Pedoman pelaksanaan kegiatan pembuatan biogas
dari kotoran ternak unggas dan babi 2010                                                              12
VI.           PEMANTAUAN DAN PELAPORAN

              1. Pemantauan dilakukan oleh petugas lapangan, dan secara berkala
                     Dinas Peternakan Kabupaten dan Propinsi terkait, untuk mengetahui
                     perkembangan pelaksanaan kegiatan pembuatan biogas dimaksud.
                     Hasil pemantauan dianalisis dan dievaluasi          dengan menggunakan
                     indikator keberhasilan yang telah ditetapkan dan dilaporkan oleh
                     propinsi dan kabupaten ke Pemerintah Pusat ( Direktorat Budidaya
                     Ternak Non Ruminansia) pada akhir kegiatan.
              2. Pemerintah Pusat melakukan pemantauan secara berkala dan akan
                     melakukan evaluasi. Hasil evaluasi dijadikan sebagai tolok ukur
                     kinerja kelompok dan Dinas terkait untuk bahan pertimbangan bagi
                     kegiatan pengembangan biogas selanjutnya.


VII.          PENUTUP

              Panduan pelaksanaan kegiatan pembuatan biogas asal kotoran ternak
              unggas dan babi ini merupakan acuan dalam pelaksanaan kegiatan yang
              diharapkan dapat                  mendukung kelancaran operasional di daerah.
              Disamping itu diharapkan optimalisasi peran pendampingan dari daerah
              termasuk kompetensi dan dedikasi para pendamping, sehingga kelompok
              ternak mendapat manfaat dari kegiatan ini.



                                                     DIREKTORAT BUDIDAYA TERNAK NON RUMINANSIA.




Pedoman pelaksanaan kegiatan pembuatan biogas
dari kotoran ternak unggas dan babi 2010                                                     13
Lampiran :


                                    LOKASI KEGIATAN PEMBUATAN BIOGAS
                                   DARI KOTORAN TERNAK UNGGAS DAN BABI
                                                   TAHUN 2010



                                                                               Bentuk
                No.                 Propinsi         Kabupaten/Kota
                                                                             Pendanaan
                 1          Sumatera Utara         1. Humbang Hasundutan     Dekonsentrasi
                 2          Sumatera Barat         2. Pesisir Selatan        Dekonsentrasi
                 3          Riau                   3. Pekanbaru              Dekonsentrasi
                 4          Sumatera Selatan       4. Banyuasin              Dekonsentrasi
                 5          Lampung                5. Lampung Timur          Dekonsentrasi
                 6          Jawa Barat             6. Tasikmalaya          Tugas Pembantuan
                 7          DI. Yogyakarta         7. Sleman                 Dekonsentrasi
                 8          Bali                   8. Klungkung              Dekonsentrasi
                 9          NTT                    9. Kupang                 Dekonsentrasi
                 10         Kalimantan Selatan     10. Tanah Laut            Dekonsentrasi
                 11         Kalimantan Timur       11. Samarinda             Dekonsentrasi
                 12         Sulawesi Selatan       12. Barru                 Dekonsentrasi




   Pedoman pelaksanaan kegiatan pembuatan biogas
   dari kotoran ternak unggas dan babi 2010                                                   14

				
DOCUMENT INFO
Description: tahapan-penyusunan-kegiatan pdf