PT INDONESIAN PARADISE PROPERTY Tbk Laporan Akuntan Independen by xld14276

VIEWS: 0 PAGES: 12

More Info
									  PT INDONESIAN PARADISE PROPERTY Tbk

          Laporan Akuntan Independen
atas Review terhadap Informasi Keuangan Proforma
                   31 Juli 2009
                     PT INDONESIAN PARADISE PROPERTY Tbk
                         LAPORAN AKUNTAN INDEPENDEN
             ATAS REVIEW TERHADAP INFORMASI KEUANGAN PROFORMA
                                  31 JULI 2009




                                          Daftar Isi


                                                                              Halaman


Laporan Akuntan Independen atas Review terhadap Informasi Keuangan Proforma


Neraca Sebelum dan Setelah Kuasi-Reorganisasi (Proforma) ..………………………..           1-2


Catatan atas Neraca Sebelum dan Setelah Kuasi-Reorganisasi (Proforma) ………….      3-7


Lampiran 1 - Kriteria Penentuan Nilai Wajar dalam Rangka Kuasi-Reorganisasi
             pada Tanggal 31 Juli 2009 ……..…………………………………………….                    8-9



                             *********************************
Laporan Akuntan Independen
atas Review terhadap Informasi Keuangan Proforma



Laporan No. 0008/TPT-RR/JT/2010



Direksi
PT Indonesian Paradise Property Tbk

Kami telah me-review penyesuaian proforma sehubungan dengan rencana PT Indonesian Paradise Property Tbk
(“Perusahaan”) untuk melakukan kuasi-reorganisasi seperti yang dijelaskan dalam Catatan 1 dan penerapan
penyesuaian tersebut terhadap jumlah-jumlah historis dalam neraca proforma Perusahaan tanggal 31 Juli 2009.
Jumlah-jumlah historis dalam neraca proforma diambil dari laporan keuangan Perusahaan yang telah diaudit oleh
kantor kami dengan pendapat wajar tanpa pengecualian. Penyesuaian proforma tersebut didasarkan atas asumsi
manajemen Perusahaan yang dijelaskan dalam Catatan 2. Penyesuaian proforma tersebut merupakan tanggung
jawab manajemen Perusahaan. Review kami laksanakan berdasarkan standar atestasi yang ditetapkan Institut
Akuntan Publik Indonesia.

Suatu review memiliki lingkup yang jauh lebih sempit dibandingkan dengan pemeriksaan yang tujuannya untuk
menyatakan pendapat atas asumsi manajemen, penyesuaian proforma, dan penerapan penyesuaian tersebut
terhadap laporan keuangan historis. Oleh karena itu, kami tidak menyatakan pendapat seperti itu.

Tujuan informasi keuangan proforma adalah untuk memperlihatkan dampak signifikan kuasi-reorganisasi
seandainya terjadi sesaat sebelum tanggal informasi keuangan historis. Namun neraca proforma bukan
merupakan petunjuk dampak yang berkaitan atas posisi keuangan sebagai akibat dari transaksi yang telah terjadi
sebelumnya.

Berdasarkan review kami, tidak terdapat penyebab yang menjadikan kami yakin bahwa asumsi manajemen
PT Indonesian Paradise Property Tbk tidak memberikan dasar yang beralasan untuk menyajikan dampak
langsung signifikan sebagai akibat kuasi-reorganisasi seperti yang dijelaskan dalam Catatan 2, penyesuaian
proforma tidak mencerminkan dampak semestinya asumsi tersebut, dan kolom proforma tidak mencerminkan
penerapan semestinya penyesuaian tersebut terhadap jumlah-jumlah laporan keuangan historis dalam neraca
proforma tanggal 31 Juli 2009.
Kami telah menerbitkan laporan akuntan independen atas review terhadap informasi keuangan proforma
PT Indonesian Paradise Property Tbk tanggal 31 Juli 2009 No. 0110/TPT-RR/JT/2009 tertanggal
15 Desember 2009 dan No. 0003/TPT-RR/JT/2010 tertanggal 20 Januari 2010 dengan pendapat bahwa tidak
terdapat penyebab yang menjadikan kami yakin bahwa asumsi manajemen PT Indonesian Paradise Property
Tbk tidak memberikan dasar yang beralasan untuk menyajikan dampak langsung signifikan sebagai akibat
kuasi-reorganisasi, penyesuaian proforma tidak mencerminkan dampak semestinya asumsi tersebut, dan kolom
proforma tidak mencerminkan penerapan semestinya penyesuaian tersebut terhadap jumlah-jumlah laporan
keuangan historis dalam neraca proforma tanggal 31 Juli 2009. Sehubungan dengan penyajian kembali asumsi
manajemen untuk menyajikan dampak langsung signifikan sebagai akibat kuasi-reorganisasi serta penyajian
kembali penyesuaian proforma dan kolom proforma terhadap jumlah-jumlah laporan keuangan historis dalam
neraca proforma tanggal 31 Juli 2009, Perusahaan menerbitkan kembali informasi keuangan proforma tanggal
31 Juli 2009 yang disertai dengan perubahan maupun tambahan pengungkapan pada informasi keuangan
proforma untuk menyesuaikan penyajiannya dengan peraturan pasar modal yang berlaku.




TJAHJADI, PRADHONO & TERAMIHARDJA




Junarto Tjahjadi
Izin Akuntan Publik No. 02.1.0828

26 Januari 2010
                          PT INDONESIAN PARADISE PROPERTY Tbk
               NERACA SEBELUM DAN SETELAH KUASI-REORGANISASI (PROFORMA)
                                         31 JULI 2009
                       (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                                                                                       31 Juli 2009
                                                                        31 Juli 2009                  Setelah Kuasi-
                                                                       Sebelum Kuasi-                 Reorganisasi
                                                                        Reorganisasi                   (Proforma)

ASET

ASET LANCAR
Kas dan setara kas                                                          2.966.261.626                2.966.261.626
Efek-efek - bersih                                                          7.800.968.480                7.800.968.480
Piutang usaha - pihak ketiga                                                  862.496.784                  862.496.784
Persediaan                                                                     88.667.301                   88.667.301
Biaya dibayar di muka                                                         212.376.415                  212.376.415
Aset lancar lainnya                                                           241.348.581                  241.348.581

JUMLAH ASET LANCAR                                                        12.172.119.187                12.172.119.187


ASET TIDAK LANCAR
Investasi pada Perusahaan Asosiasi                                        81.610.150.860              268.067.648.000
Aset tetap - bersih                                                       25.529.624.040               25.605.310.000
Aset tidak lancar lainnya                                                  1.468.145.431                1.468.145.431

JUMLAH ASET TIDAK LANCAR                                                 108.607.920.331              295.141.103.431


JUMLAH ASET                                                              120.780.039.518              307.313.222.618




                       Lihat Catatan atas Neraca Sebelum dan Setelah Kuasi-Reorganisasi (Proforma).

                                                            1
                         PT INDONESIAN PARADISE PROPERTY Tbk
          NERACA SEBELUM DAN SETELAH KUASI-REORGANISASI (PROFORMA) (lanjutan)
                                        31 JULI 2009
                      (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                                                                                    31 Juli 2009
                                                                       31 Juli 2009                Setelah Kuasi-
                                                                      Sebelum Kuasi-               Reorganisasi
                                                                       Reorganisasi                 (Proforma)

KEWAJIBAN DAN EKUITAS

KEWAJIBAN LANCAR
Hutang usaha - pihak ketiga                                                   300.582.628              300.582.628
Hutang lain-lain                                                              821.406.965              821.406.965
Hutang pajak                                                                  564.213.757              564.213.757
Biaya masih harus dibayar                                                     476.794.363              476.794.363

JUMLAH KEWAJIBAN LANCAR                                                    2.162.997.713              2.162.997.713


KEWAJIBAN TIDAK LANCAR
Kewajiban pajak tangguhan - bersih                                             57.542.104               57.542.104
Kewajiban imbalan kerja karyawan                                              977.170.967              977.170.967

JUMLAH KEWAJIBAN TIDAK LANCAR                                              1.034.713.071              1.034.713.071


JUMLAH KEWAJIBAN                                                           3.197.710.784              3.197.710.784


EKUITAS
Modal saham                                                             159.400.000.000            159.400.000.000
Selisih penilaian aset dan kewajiban                                                  -            144.715.511.834
Selisih transaksi perubahan ekuitas Perusahaan Asosiasi                 (10.592.850.684)                         -
Saldo rugi                                                              (31.224.820.582)                         -

JUMLAH EKUITAS - BERSIH                                                 117.582.328.734            304.115.511.834


JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS                                            120.780.039.518            307.313.222.618




                    Lihat Catatan atas Neraca Sebelum dan Setelah Kuasi-Reorganisasi (Proforma).

                                                           2
                           PT INDONESIAN PARADISE PROPERTY Tbk
                                    CATATAN ATAS NERACA
                   SEBELUM DAN SETELAH KUASI-REORGANISASI (PROFORMA)
                        (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


1.   GAMBARAN UMUM DAN LATAR BELAKANG KUASI-REORGANISASI

     a.   Gambaran Umum Perusahaan

          Pendirian Perusahaan
          PT Indonesian Paradise Property Tbk (“Perusahaan”) didirikan di Jakarta pada tahun 1996
          dengan nama PT Penta Karsa Lubrindo dengan Akta No. 96 tanggal 14 Juni 1996, yang
          diperbaiki dengan Akta No. 42 tanggal 8 Januari 1997, keduanya dibuat di hadapan Buntario
          Tigris Darmawa, NG, SH, CN, pengganti dari Rachmat Santoso, SH, Notaris di Jakarta. Akta
          pendirian Perusahaan telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat
          Keputusan No. C2-1030 HT.01.01.TH.97 tanggal 12 Pebruari 1997 dan telah didaftarkan dalam
          daftar perusahaan di kantor Pendaftaran Perusahaan Kotamadya Jakarta Utara dengan nomor
          Agenda No. 413/BH.09.01/IX/97 tanggal 9 September 1997 serta telah diumumkan dalam Berita
          Negara Republik Indonesia No. 21 tanggal 12 Maret 2002 Tambahan No. 2574. Anggaran dasar
          Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta No. 13 tanggal
          2 Juli 2009, dibuat di hadapan Robert Purba, SH, Notaris di Jakarta, mengenai perubahan
          tempat kedudukan Perusahaan. Perubahan ini telah mendapat persetujuan dari Menteri
          Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
          No. AHU-38926.AH.01.02.Tahun 2009 tanggal 12 Agustus 2009.
          Perusahaan memulai operasi komersial pada bulan Oktober 2002.
          Sesuai dengan Pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan antara
          lain meliputi bidang pemborongan bangunan dan kontraktor umum termasuk pembangunan
          hotel, apartemen, kondominium dan lain-lain serta pemasaran hasil-hasil pembangunan
          tersebut.
          Kantor pusat Perusahaan berkedudukan di Jakarta, beralamat di Jalan Tebet Timur Raya
          No. 10C, Jakarta 12820, dan Perusahaan memiliki hotel dengan 66 kamar, yaitu Hotel Harris
          yang beralamat di Jalan Dewi Sartika, Tuban, Bali 80361. Surat tanda izin usaha hotel
          No. 556.2/649/Diparda tanggal 7 Oktober 2002 dari Kantor Pariwisata Pemerintah Kabupaten
          Badung, Bali berlaku sampai dengan tanggal 15 Januari 2013.

          Pencatatan sebagai Perusahaan Publik dan Penambahan Modal Saham
          Pada tanggal 21 September 2004, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua
          Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) berdasarkan surat No. S-2970/PM/2004 dalam
          rangka pendaftaran sebagai Perusahaan Publik. Selanjutnya saham-saham Perusahaan
          dicatatkan pada Bursa Efek Surabaya (sekarang Bursa Efek Indonesia) pada tanggal
          1 Desember 2004.
          Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perusahaan pada tanggal 26 Mei
          2005, para pemegang saham Perusahaan menyetujui untuk melakukan Penambahan Modal
          Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (sesuai dengan Peraturan Bapepam No. IX.D.4)
          sejumlah 75.000.000 saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham yang diambil bagian oleh
          Premiere Estates Limited. Penambahan saham tersebut telah disetujui oleh Direksi Bursa Efek
          Surabaya melalui surat No. JKT-027/LIST-EMITEN/BES/VII/2006 tanggal 13 Juli 2005.
          Pada bulan November 2007, Bursa Efek Indonesia (penggabungan Bursa Efek Jakarta dan
          Bursa Efek Surabaya) menyatakan bahwa saham Perusahaan belum dapat diperdagangkan
          (suspensi) di bursa, selanjutnya berdasarkan surat No. S-05577/BEI.PSJ/10-2009 yang
          diterbitkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) tanggal 29 Oktober 2009, BEI telah mencabut
          suspensi saham Perusahaan tersebut.




                                                 3
                           PT INDONESIAN PARADISE PROPERTY Tbk
                                    CATATAN ATAS NERACA
                   SEBELUM DAN SETELAH KUASI-REORGANISASI (PROFORMA)
                        (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


1.   GAMBARAN UMUM DAN LATAR BELAKANG KUASI-REORGANISASI (lanjutan)

     a. Gambaran Umum Perusahaan (lanjutan)

          Struktur Perusahaan Asosiasi

          Pada tanggal 31 Juli 2009, Perusahaan memiliki Perusahaan Asosiasi yaitu PT Indonesian
          Paradise Island dan PT Java Paradise Island dengan persentase kepemilikan saham
          masing-masing sebesar 48,75% dan 27,50%. Kedua Perusahaan Asosiasi tersebut bergerak
          dalam bidang perhotelan.

     b.   Latar Belakang Kuasi-Reorganisasi

          Perusahaan didirikan pada tahun 1996, selanjutnya mulai melakukan kegiatan operasi komersial
          pada bulan Oktober 2002. Kegiatan operasi Perusahaan mencakup bidang perhotelan. Kegiatan
          usaha Perusahaan mengalami kerugian operasi dan usaha sejak tahun 1996 sampai 2008,
          selanjutnya sejak tahun 2009, Perusahaan telah mengalami laba usaha. Akumulasi kerugian
          terjadi karena pendapatan pada tahun-tahun awal operasi tidak mampu menutup beban
          penyusutan dan beban operasional lainnya. Keadaan ini mengakibatkan Perusahaan mengalami
          defisit sebesar Rp 31.224.820.582 pada tanggal 31 Juli 2009.

          Agar Perusahaan dapat memulai awal yang baik (fresh start) dengan neraca menunjukkan nilai
          sekarang dan tanpa dibebani dengan defisit, maka Perusahaan perlu melakukan kuasi-
          reorganisasi.

          Sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 51 (Revisi 2003)
          mengenai “Akuntansi Kuasi-Reorganisasi”, kuasi-reorganisasi merupakan prosedur akuntansi
          yang mengatur perusahaan merestrukturisasi ekuitasnya dengan menghilangkan defisit dan
          menilai kembali seluruh aset dan kewajibannya. Kuasi-reorganisasi dilakukan karena
          Perusahaan mempunyai keyakinan yang cukup bahwa setelah kuasi-reorganisasi Perusahaan
          akan bisa mempertahankan status kelangsungan usahanya (going concern) dan berkembang
          dengan baik.


2.   ASUMSI-ASUMSI DASAR YANG DIGUNAKAN DALAM PENYUSUNAN NERACA PROFORMA

     Dalam penyusunan neraca proforma, manajemen mempergunakan asumsi-asumsi sebagai berikut:

     a. Pelaksanaan kuasi-reorganisasi terjadi pada tanggal 31 Juli 2009.

     b. Seluruh persyaratan kuasi-reorganisasi telah dipenuhi Perusahaan sesuai dengan PSAK No. 51
        (Revisi 2003) mengenai “Akuntansi Kuasi-Reorganisasi” dan PSAK No. 21 mengenai “Akuntansi
        Ekuitas”.

     c.   Perusahaan mempunyai prospek usaha yang baik pada saat kuasi-reorganisasi dilakukan.

     d. Kuasi-reorganisasi dilakukan dengan metode reorganisasi akuntansi (accounting reorganisation
        method) sesuai dengan PSAK No. 21 mengenai “Akuntansi Ekuitas” dan PSAK No. 51 (Revisi
        2003) mengenai “Akuntansi Kuasi-Reorganisasi”. Penilaian terhadap aset dan kewajiban
        Perusahaan dilakukan dengan menggunakan kriteria nilai wajar aset dan kewajiban sebagaimana
        ditentukan dalam Lampiran 1.




                                                 4
                          PT INDONESIAN PARADISE PROPERTY Tbk
                                   CATATAN ATAS NERACA
                  SEBELUM DAN SETELAH KUASI-REORGANISASI (PROFORMA)
                       (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


3.   SELISIH PENILAIAN ASET DAN KEWAJIBAN

     Selisih penilaian aset dan kewajiban setelah eliminasi saldo defisit sebesar Rp 144.715.511.834
     adalah sebagai berikut:
     - Surplus revaluasi aset tetap (lihat Catatan 3a)                   =                 75.685.960
     - Selisih penilaian kembali investasi pada
            Perusahaan Asosiasi (lihat Catatan 3b)                       =           186.457.497.140
     - Selisih transaksi perubahan ekuitas Perusahaan Asosiasi
            (lihat Catatan 3c)                                           =            (10.592.850.684)

     Selisih penilaian aset dan kewajiban sebelum
        eliminasi saldo defisit                                         =            175.940.332.416
     Eliminasi saldo defisit (lihat Catatan 4)                          =            (31.224.820.582)

     Selisih penilaian aset dan kewajiban setelah
       eliminasi saldo defisit                                          =            144.715.511.834


     a. Surplus Revaluasi Aset Tetap

       Berikut ini adalah Nilai Pasar Wajar Aset Tetap PT Indonesian Paradise Property Tbk tanggal
       31 Juli 2009 yang diambil dari Laporan Penilaian Properti PT Indonesian Paradise Property Tbk
       yang diterbitkan oleh KJPP Iskandar Asmawi Imam & Rekan, Penilai Independen, sesuai dengan
       laporan No. 045.3/IAI-1/LP/IX/2009 dan No. 045.4/IAI-1/LP/IX/2009, keduanya tertanggal
       4 September 2009:
       - Properti Harris Hotel Tuban (meliputi tanah, bangunan
          dan sarana pelengkap lainnya, peralatan berikut
          perlengkapan hotel dan kantor, kendaraan bermotor)            =             22.617.310.000
       - Properti Kantor (meliputi tanah, bangunan dan sarana
          pelengkap lainnya)                                            =              2.988.000.000

       Jumlah nilai pasar wajar aset tetap pada
         tanggal 31 Juli 2009                                           =             25.605.310.000


       Berikut ini adalah perhitungan surplus revaluasi aset tetap:
       - Nilai pasar wajar aset tetap pada tanggal 31 Juli 2009         =             25.605.310.000
       - Nilai buku aset tetap pada tanggal 31 Juli 2009                =             25.529.624.040

       Surplus revaluasi aset tetap                                     =                  75.685.960


     b. Selisih Penilaian Kembali Investasi pada Perusahaan Asosiasi

       Berikut ini adalah Ikhtisar Nilai Pasar Wajar Saham PT Indonesian Paradise Island dan PT Java
       Paradise Island tanggal 31 Juli 2009 yang diambil dari Laporan Penilaian Saham yang diterbitkan
       oleh KJPP Samsul Hadi, Wahyono Adi, Hendra Gunawan & Rekan (SAH & Rekan), Penilai
       Independen, sesuai dengan laporan No. PU.012.09 tertanggal 1 Desember 2009 untuk PT Java
       Paradise Island dan No. PU.013.09 tertanggal 1 Desember 2009 untuk PT Indonesian Paradise
       Island:

       Nilai pasar wajar untuk:
       - 48,75% saham PT Indonesian Paradise Island                     =            250.685.169.000
       - 27,50% saham PT Java Paradise Island                           =             17.382.479.000

       Jumlah nilai pasar wajar saham pada tanggal 31 Juli 2009         =            268.067.648.000


                                                    5
                            PT INDONESIAN PARADISE PROPERTY Tbk
                                     CATATAN ATAS NERACA
                    SEBELUM DAN SETELAH KUASI-REORGANISASI (PROFORMA)
                         (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


3.   SELISIH PENILAIAN ASET DAN KEWAJIBAN (lanjutan)

     b. Selisih Penilaian Kembali Investasi pada Perusahaan Asosiasi (lanjutan)

        Berikut ini adalah perhitungan selisih penilaian kembali investasi pada Perusahaan Asosiasi:

                                                              PT                  PT
                                                          Indonesian             Java
                                                        Paradise Island            Paradise Island           Jumlah

        Nilai pasar wajar pada tanggal 31 Juli 2009 =       250.685.169.000    17.382.479.000        268.067.648.000
        Nilai tercatat pada tanggal 31 Juli 2009    =        66.630.621.542    14.979.529.318         81.610.150.860

        Selisih penilaian kembali investasi
             pada Perusahaan Asosiasi              =        184.054.547.458     2.402.949.682        186.457.497.140



     c. Selisih Transaksi Perubahan Ekuitas Perusahaan Asosiasi:
        Berdasarkan Laporan Auditor Independen untuk periode tujuh bulan yang berakhir pada tanggal
        31 Juli 2009 No. 0082/TPT-GA/JT/2009 tertanggal 20 Agustus 2009 yang kami terbitkan, saldo
        selisih transaksi perubahan ekuitas Perusahaan Asosiasi adalah sebesar Rp (10.592.850.684).
        Saldo ini dieliminasi sesuai dengan PSAK No. 51 (Revisi 2003) seperti yang dinyatakan dalam
        paragraf 18c.


4.   PERHITUNGAN ELIMINASI SALDO DEFISIT

     Perhitungan eliminasi atas saldo defisit PT Indonesian Paradise Property Tbk pada tanggal
     31 Juli 2009 sebesar Rp 31.224.820.582 adalah sebagai berikut:

     Saldo defisit                                                                                (31.224.820.582)
     Eliminasi:
     Selisih Penilaian Aset dan Kewajiban:
     - Surplus revaluasi aset tetap                                                                   75.685.960
     - Selisih penilaian kembali investasi pada Perusahaan Asosiasi                               31.149.134.622

     Bersih                                                                                                       -



5.   PENYAJIAN KEMBALI SELISIH PENILAIAN ASET DAN KEWAJIBAN

     PT Indonesian Paradise Property Tbk melakukan penyajian kembali selisih penilaian aset dan
     kewajiban setelah eliminasi saldo defisit per 31 Juli 2009, atas penyajian kembali tersebut maka
     perubahan akun-akun berhubungan dengan penyajian kembali selisih penilaian aset dan kewajiban
     setelah eliminasi saldo defisit adalah sebagai berikut:

                                                                        Dilaporkan              Setelah Disajikan
                                                                       Sebelumnya                   Kembali


     Selisih penilaian kembali investasi pada
        Perusahaan Asosiasi                                             155.308.362.518                           -
     Selisih transaksi perubahan ekuitas
        Perusahaan Asosiasi                                             (10.592.850.684)                       -
     Selisih penilaian aset dan kewajiban                                             -          144.715.511.834

                                                        6
                                                                                         Lampiran 1


                   PT INDONESIAN PARADISE PROPERTY Tbk
                  KRITERIA PENENTUAN NILAI WAJAR DALAM
            RANGKA KUASI-REORGANISASI PADA TANGGAL 31 JULI 2009



    Akun Aset dan           Dasar Penentuan Nilai Wajar                      Referensi
      Kewajiban

1. Kas dan Setara     Nilai tercatat (carrying value).                  PSAK No. 1 (Revisi 1998)
   Kas                                                                  (Penyajian Laporan
                                                                        Keuangan)


2. Efek-efek          Nilai tercatat (carrying value).                  PSAK No. 50 (Akuntansi
                                                                        Investasi Efek Tertentu)


3. Piutang Usaha      Nilai tercatat (carrying value).                  PSAK No. 1 (Revisi 1998)
                                                                        (Penyajian Laporan
                                                                        Keuangan)


4. Persediaan         Nilai yang lebih rendah antara biaya              PSAK No. 14 (Revisi
                      perolehan atau nilai realisasi neto.              2008) (Persediaan)

                      Nilai realisasi neto adalah estimasi harga
                      jual dalam kegiatan usaha biasa dikurangi
                      estimasi biaya penyelesaian dan estimasi
                      biaya yang diperlukan untuk membuat
                      penjualan.



5. Biaya Dibayar di   Nilai tercatat (carrying value).                  PSAK No. 1 (Revisi 1998)
   Muka dan Aset                                                        (Penyajian Laporan
   Lancar Lainnya                                                       Keuangan)


6. Investasi pada     Nilai pasar (market value).                       PSAK No. 51 (Revisi
   Perusahaan         Penilaian      dilakukan       oleh     Penilai   2003) (Akuntansi Kuasi-
   Asosiasi           Independen         dengan       menggunakan       Reorganisasi)
                      rekonsiliasi indikasi nilai yang diperoleh dari
                      penggunaan metode Discounted Cash Flow
                      dan Market Multiples Method (untuk
                      investasi pada      PT Java Paradise Island)
                      dan Discounted Cash Flow dan Adjusted
                      Book Value (untuk investasi pada PT
                      Indonesian Paradise Island).


7. Aset Tetap         Nilai pasar (market value).                       PSAK No. 16 (Revisi
                      Penilaian     dilakukan     oleh   Penilai        2007) (Aset Tetap) dan
                      Independen        dengan     menggunakan          PSAK No. 51 (Revisi
                      rekonsiliasi metode pendekatan biaya dan          2003) (Akuntansi Kuasi-
                      metode pendekatan pendapatan.                     Reorganisasi)




                                           8
                                                                                    Lampiran 1


                   PT INDONESIAN PARADISE PROPERTY Tbk
                  KRITERIA PENENTUAN NILAI WAJAR DALAM
            RANGKA KUASI-REORGANISASI PADA TANGGAL 31 JULI 2009



    Akun Aset dan             Dasar Penentuan Nilai Wajar                  Referensi
      Kewajiban

8. Aset Tidak Lancar    Nilai tercatat (carrying value).            PSAK No. 1 (Revisi 1998)
   Lainnya                                                          (Penyajian       Laporan
                                                                    Keuangan), PSAK No. 16
                                                                    (Revisi    2007)   (Aset
                                                                    Tetap), PSAK No. 47
                                                                    (Akuntansi Tanah)


9. Hutang Usaha         Nilai tercatat (carrying value).            PSAK No. 1 (Revisi 1998)
                        Berdasarkan nilai tagihan pemasok kepada    (Penyajian Laporan
                        Perusahaan.                                 Keuangan)


10. Hutang Lain-lain    Nilai tercatat (carrying value).            PSAK No. 1 (Revisi 1998)
                                                                    (Penyajian Laporan
                                                                    Keuangan)


11. Hutang Pajak        Nilai tercatat (carrying value).            PSAK No. 1 (Revisi 1998)
                        Berdasarkan kewajiban pajak Perusahaan      (Penyajian Laporan
                        kepada Kantor Pajak.                        Keuangan)


12. Biaya    Masih      Nilai tercatat (carrying value).            PSAK No. 1 (Revisi 1998)
    Harus Dibayar                                                   (Penyajian Laporan
                                                                    Keuangan)


13. Kewajiban Pajak     Nilai tercatat (carrying value).            PSAK No. 46 (Akuntansi
    Tangguhan           Berdasarkan jumlah pajak penghasilan        Pajak Penghasilan)
                        terpulihkan pada periode mendatang.


14. Kewajiban Imbalan   Nilai tercatat (carrying value).            PSAK No. 24 (Revisi
    Kerja Karyawan      Berdasarkan nilai tagihan karyawan kepada   2004) (Imbalan Kerja)
                        Perusahaan pada saat ada pemutusan
                        hubungan kerja berdasarkan perhitungan
                        yang dilakukan oleh aktuaris.




                                           9

								
To top