DOKUMEN PELELANGAN PEKERJAAN [ NAMA PROYEK] [ LOKASI PROYEK] BUKU
W
Description
makalah-manajemen-proyek pdf
Document Sample


DOKUMEN PELELANGAN PEKERJAAN
[ NAMA PROYEK]
[ LOKASI PROYEK]
BUKU 1
Administrasi Pelelangan
Rencana Kerja & Syarat-syarat
dan
BUKU 2
BQ
Panitia Pengadaan Barang dan Jasa
PALANG MERAH INDONESIA
Kantor Pusat : Jln. Jend. Gatot Subroto Kav. 96
Jakarta 12790 PO BOX 2009
Telp (021) 7992325 (Hunting) Fax – 7995188
Email : pmi@palangmerah.org website : http ://www.palangmerah.org
BUKU 1
1
BUKU 1
DAFTAR ISI
BAB I. PENUNJUKAN UMUM PESERTA SELEKSI
1. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
1.2. Maksud dan Tujuan
1.3. Sasaran
1.4. Proyek dan Lokasi
1.5. Nama dan Organisasi Pengguna Jasa
1.6. Sumber Pendanaan
I.2 PELAKSANAAN PEKERJAAN
2.1. Lingkup Pekerjaan
2.2. Metodologi Pembangunan/Renovasi
2.3. Kegiatan Pembangunan/Renovasi
2.4. Tugas dan Tanggung Jawab Pelaksana
2.5. Koordinasi dan Hubungan Kerja
I.3 HASIL PELAKSANAAN
3.1. Ketentuan Umum
3.2. Ketentuan Khusus
I.4 BIAYA LAYANAN
I.5 WAKTU PELAKSANAAN
I.6 PELAPORAN
BAB II. INSTRUKSI KEPADA PESERTA LELANG
II.1 DOKUMEN LELANG
II.2 PESERTA LELANG
II.3 PENINJAUAN TERHADAP LOKASI/TAPAK DAN PENGUJIAN
DOKUMEN
II.4 RAPAT PENJELASAN LELANG PEKERJAAN (PRE-BID MEETING /
AANWIJZING)
II.5 PENYUSUNAN, PEMASUKAN DAN PEMBUKAAN DOKUMEN
PENAWARAN
II.6 EVALUASI ADMINISTRASI
2
II.7 EVALUASI TEKNIS DAN BIAYA
II.8 PENETAPAN PERINGKAT
II.9 PENETAPAN, PENGUMUMAN, DAN PENUNJUKAN PEMENANG
II.10 KLARIFIKASI DAN NEGOSIASI TEKNIS DAN BIAYA
II.11 JADWAL KEGIATAN LELANG
II.12 LAMPIRAN - LAMPIRAN
BAB III. PERSYARATAN UMUM DAN TEKNIS
III.1 PERSYARATAN UMUM
III.2 PERSYARATAN TEKNIS
BAB IV. CONTOH KONTRAK
3
BAB I
KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)
I. 1. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Pada tanggal 26 Desember 2004, gempa bumi berskala sangat kuat (8,9 pada
skala Richter) telah terjadi di Samudera Hindia di lepas pantai barat laut Pulau
Sumatera. Gempa yang kemudian menyebabkan gelombang tsunami ini
memporakporandakan sebagian besar wilayah Aceh dan Nias di wilayah
Indonesia. Di wilayah tersebut, bencana ini telah merusakkan sebagian besar
wilayah pesisir Aceh dan menelan banyak korban jiwa, menghancurkan
sebagian besar infrastruktur, permukiman, sarana sosial seperti bangunan-
bangunan pendidikan, kesehatan, keamanan, sosial, dan ekonomi publik, dan
bangunan-bangunan pemerintah. Bencana ini juga telah mempengaruhi kondisi
sosial dan ekonomi masyarakat, termasuk kondisi psikologis, dan tingkat
kesejahteraannya. Berdasarkan informasi terakhir yang diperoleh dari Badan
Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi
(Bakornas PBP) pada tanggal 21 Maret 2005 jumlah korban dari 20 kabupaten di
Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) diperkirakan mencapai 126.602
meninggal dunia dan telah dimakamkan, serta hilang sebanyak 93.638 orang,
sementara jumlah korban di Provinsi Sumatera Utara diperkirakan 130 orang
meninggal dan 24 orang hilang. Dari sumber informasi yang sama,jumlah
pengungsi yang tersebar sebanyak 514.150 jiwa di 21 kabupaten/kota se-Provinsi
Nanggroe Aceh Darussalam.
1.2. Maksud dan Tujuan
a. Maksud
[sesuai dengan Proyek akan dilaksanakan]. Proyek ini direncanakan untuk
dapat diselesaikan dalam waktu [durasi] tahun. Pada kesempatan ini PMI
bekerjasama dengan [Nama Pendonor].
b. Tujuan
Tujuan Pembangunan [Nama Proyek]
[sesuai dengan Proyek akan dilaksanakan].
1.3. Sasaran
[sesuai dengan Proyek akan dilaksanakan].
4
1.4. Proyek dan Lokasi
a. Proyek
Sesuai dengan [Nama Concept Paper] maka proyek ini disebut: [Nama
Proyek].
b. Lokasi
[Nama Lokasi Proyek]
1.5. Nama dan Organisasi Pengguna Jasa
Nama dan organisasi pengguna jasa pekerjaan [Nama Proyek] ini adalah PMI
Pusat, yang beralamat di Jalan Jendral Gatot Subroto Kav. 96 Jakarta Selatan
12790.
1.6. Sumber Pendanaan
Proyek ini dibiayai oleh PMI Pusat dengan bantuan [Nama pendonor].
I. 2. PELAKSANAAN PEKERJAAN
2.1. Lingkup Pekerjaan
Lingkup pekerjaan [Nama Proyek] mencakup, pembongkaran bangunan lama,
pembangunan gedung baru serta pembersihan hasil konstruksi. Adapun ruang
pada gedung yang akan dibangun sebagai berikut;
[Nama Proyek] seluas 00000 m2 terdiri atas:
Bangunan Dimensi Volume Satuan
I Lantai 1
1 m2
2 m2
3 x m2
4 x m2
5 x m2
6 x m2
7 x m2
8 x m2
9 x m2
10 x m2
11 x m2
12 x m2
13 x m2
14 x m2
15 x m2
5
TOTAL Lantai 1 m2
II Lantai 2
1 m2
2 x m2
3 x m2
4 x m2
5 x m2
6 x m2
7 x m2
8 x m2
9 x m2
10 x m2
11 x m2
12 x m2
13 x m2
14 x m2
15 x m2
TOTAL Lantai 2 m2
TOTAL Lantai 1 +2 m2
2.2. Metodologi Pembangunan
Pekerjaan yang ada adalah pembongkaran bangunan lama dan membangun
gedung yang baru dilokasi bersebelahan dengan Kantor PMI cabang Banda
Aceh. Oleh karena itu dengan lahan yang ada , pelaksana harus mampu
menggunakan metode pelaksanaan yang efektif dan efisien, sedemikian rupa
sehingga kegiatan pembangunan yang ada tidak mengganggu kegiatan
setempat, aman bagi masyarakat sekitar, selama proses pembangunan tetap
terjaga kebersihan di lokasi pembangunan, serta tepat waktu penyelesaiannya.
2.3. Kegiatan Pembangunan
a. Persiapan
1) Mempelajari dan memahami dok. tender (gmb. rencana, RKS,
RAB, dll);
2) Mempelajari dan memahami kondisi dan lingkungan lokasi kerja;
3) Mempelajari dan memahami sumber daya yang akan digunakan
pada proyek (tenaga, material, peralatan, dll);
4) Melakukan pengukuran dan pengujian ulang (bila perlu) terhadap
lokasi sesuai gambar/RKS/RAB;
5) Menyiapkan form-form pengendalian / pemantauan / dokumentasi;
6) Menyiapkan form-form laporan pelaksanaan pekerjaan.
6
b. Pelaksanaan
1) Melakukan pembongkaran gedung lama dengan persetujuan
pengawas;
2) Menyiapkan Shop Drawing (gambar pelaksanaan) untuk disetujui
pengawas;
3) Melaksanakan pekerjaan sesuai gambar pelaksanaan yang telah
disetujui maupun sesuai RKS/RAB, yang hasilnya dilaporkan secara
berkala sesuai ketentuan yang ada;
4) Menyiapkan as Build Drawing (gambar hasil pelaksanaan) untuk
disetujui oleh pengawas;
5) Mendokumentasikan seluruh proses pembangunan sesuai ketentuan
yang ada;
6) Menyerahkan hasil pekerjaan setelah dianggap memenuhi segala
persyaratan yang ada dan disetujui pengawas
c. Pemeliharaan
1) Melakukan perbaikan atas hasil pekerjaan yang belum diterima;
2) Melakukan perbaikan atas kerusakan yang terjadi selama masa
pemeliharaan;
3) Melakukan pengujian terhadap elektrikal/mekanikal sesuai
ketentuan yang ada/ditentukan oleh pengawas.
2.4. Tugas dan Tanggung Jawab Pelaksana
Kontraktor pelaksana bertugas menyelesaikan seluruh pekerjaan sebagaimana
dinyatakan dalam dokumen serta bertanggung jawab penuh atas hasil pekerjaan
di lapangan dengan mengikuti / sesuai gambar, RKS, RAB, maupun petunjuk
tertulis pengawas.
Kontraktor pelaksana berkewajiban melaksanakan pekerjaan sesuai dengan
metoda dan tahapan yang telah disepakati.
1) Pekerjaan Persiapan (pembersihan lapangan, pengukuran, pembangunan
fasilitas sementara, mobilisasi tenaga / alat / material, penyusunan shop
drawing, perijinan dll ).
2) Kontraktor pelaksana berkewajiban membuat laporan rutin dan berkala
sebagaimana dinyatakan dalam RKS serta mengkoordinasikannya dengan
pengawas / perencana apabila timbul permasalahan dilapangan.
2.5. Koordinasi dan Hubungan Kerja
Kontraktor pelaksana diharuskan melakukan koordinasi maupun melaporkan
kepada pengawas atas kemajuan, permasalahan (ketidak sesuaian isi dokumen,
dll) ataupun yang bersifat non teknis, secara rutin / berkala. Dalam hal ini
7
pengawas akan menindaklanjuti mencari pemecahannya melalui koordinasi
dengan pihak terkait (pemberi tugas, perencana, atau pihak terkait lainnya).
I. 3. HASIL PELAKSANAAN
Hasil pekerjaan kontraktor pelaksana dapat diterima apabila telah memenuhi
ketentuan-ketentuan sebagai berikut:
3.1. Ketentuan Umum
Sebagaimana dijelaskan pada bab III.1. mengenai Persyaratan Umum
3.2. Ketentuan Khusus
Sebagaimana dijelaskan pada bab III.2. mengenai Persyaratan Teknis
I. 4. BIAYA LAYANAN
Biaya layanan ditetapkan (sesuai dengan kontrak yang ditandatangani) berdasarkan
dokumen biaya yang diajukan oleh kontraktor pemenang lelang setelah dilakukan
klarifikasi dan negosiasi (lihat ketentuan pengajuan dokumen biaya).
I. 5. WAKTU PELAKSANAAN
Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan [Nama Proyek] adalah 150 hari kalender dengan
masa pemeliharaan 90 hari kalender.
I. 6. PELAPORAN
Kontraktor diwajibkan untuk membuat laporan - laporan pelaksanaan Pekerjaan
sebagaimana dijelaskan pada bab III 1.20, mengenai laporan – laporan.
8
BAB II
INSTRUKSI KEPADA PESERTA LELANG
II. 1. DOKUMEN LELANG
Dokumen lelang terdiri atas beberapa dokumen sebagai berikut:
BUKU 1. RENCANA KERJA DAN SYARAT - SYARAT
Bab I Kerangka Acuan Kerja (KAK)
Bab II Instruksi Kepada Peserta Lelang
Bab III Persyaratan Umum dan Teknis
III.1. Persyaratan Umum
III.2. Persyaratan Teknis
Bab IV Contoh Kontrak
BUKU 2. DAFTAR PEKERJAAN, VOLUME DAN HARGA (BQ)
BUKU 3. GAMBAR PERENCANAAN
II. 2. PESERTA LELANG
Pelelangan Pekerjaan [Nama Proyek] ini dapat diikuti oleh semua penyedia jasa
pelaksana konstruksi ( khusus yang berkualifikasi [kelas yang ditentukan] ):
a. Masuk dalam daftar rekaman Markas Pusat Palang Merah Indonesia (PMI);
b. Mendapatkan undangan dari panitia lelang;
c. Telah mengirimkan surat berminat mengikuti pelelangan;
d. Telah mengambil dokumen pelelangan.
II. 3. PENINJAUAN TERHADAP LOKASI/TAPAK DAN PENGUJIAN DOKUMEN
a. Peserta lelang harus meninjau lokasi tapak proyek atas tanggung jawab dan
biaya sendiri, guna mengumpulkan informasi yang dianggap perlu didalam
mempersiapkan proposal lelang dan juga kontrak nantinya.
b. Peserta lelang bertanggung jawab untuk menguji dan memahami seluruh
bagian dari dokumen lelang yang ada.
c. Apabila terdapat perbedaan atau ketidak cocokan antar dokumen maupun
keadaan lapangan maka dapat disampaikan secara tertulis oleh peserta lelang
pada saat rapat penjelasan lelang pekerjaan (Pre-Bid Meeting/Aanwijzing).
II. 4. RAPAT PENJELASAN LELANG PEKERJAAN (PRE-BID MEETING /
AANWIJZING)
a. Panitia akan memberikan penjelasan – penjelasan terhadap pelaksanaan
pekerjaan, prosedur-prosedur pelelangan serta syarat-syarat lainnya dalam
rapat penjelasan pekerjaan ini.
9
b. Rapat penejelasan lelang pekerjaan ini akan diadakan pada hari dan tanggal
seperti tersebut didalam pengumuman pelelangan ataupun undangan kepada
calon peserta lelang.
c. Peserta lelang yang hadir pada rapat penjelasan pekerjaan tersebut diharapkan
bersifat aktif untuk mempertanyakan segala sesuatu yang berkaitan dengan
ketidakjelasan / ketidaklengkapan / ketidaksamaan / keterangan yang
bertentangan didalam dokumen lelang maupun kondisi fisik dilapangan. Hal
ini dimasudkan dalam upaya memahami seluruh maksud dan tujuan serta isi
dari dokumen pelelangan yang ada.
d. Segala pertanyaan yang timbul dari peserta lelang disampaikan secara tertulis
dan akan dijawab oleh panitia lelang secara tertulis pula, kecuali dinyatakan
lain didalam rapat penjelasan lelang tersebut.
e. Apabila terjadi keputusan perubahan - perubahan gambar, syarat - syarat
pelaksanaan maupun hal lain yang terjadi dalam rapat akan dituangkan dalam
Berita Acara rapat penjelasan pekerjaan. Berita Acara ini menjadi bagian
yang tidak dapat dipisahkan dari dokumen Rencana Kerja dan Syarat-syarat
(RKS) / Gambar Bestek, serta akan dilampirkan sebagai bagian dari kontrak
nantinya.
II. 5. PENYUSUNAN, PEMASUKAN DAN PEMBUKAAN DOKUMEN
PENAWARAN
5.1. Penyusunan Dokumen Penawaran
a. Isi Dokumen Penawaran adalah sebagai berikut:
1) Dokumen Administrasi (dalam sampul 1, 1 ASLI dan 1 COPY)yang
meliputi,
a) Surat Pengantar Dokumen Penawaran (form terlampir);
b) Foto copy Akte Pendirian Perusahaan lengkap dengan
perubahan dan pengesahan kehakiman;
c) Foto copy keanggotaan asosiasi yang masih berlaku;
d) Foto copy NPWP;
e) Foto copy Surat Sertifikat Badan Usaha (SBU) yang masih
berlaku;
f) Foto copy Surat Ijin Usaha Jasa Konstruksi (SIUJK / IUJK);
g) Foto copy Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP);
h) Foto copy Tanda Daftar Perusahaan (TDP);
i) Neraca dan rugi laba terbaru yang ditandatangani pimpinan
perusahaan;
j) Foto copy Surat Jaminan Penawaran (BID BOND);
k) Surat pernyataan, bahwa perusahaan tidak sedang dalam
keadaan pailit (form terlampir);
l) Surat pernyataan bahwa perusahaan bukan milik pegawai /
pengurus / keluarga PMI (form terlampir).
10
2) AMPLOP berisi SURAT JAMINAM PENAWARAN (BID BOND)
yang ASLI
3) Dokumen Teknis (dalam sampul 1,1 ASLI dan 1 COPY) yang
meliputi,
a) Pendahuluan;
b) Pemahaman dan tanggapan terhadap kerangka acuan;
c) Metodologi dan pendekatan kerja;
d) Struktur organisasi pelaksanaan pekerjaan (lapangan);
e) Curriculum Vitae (CV) Pimpinan / Tenaga pelaksana di
lapangan bukan CV pimpinan perusahaan;
f) Daftar pengalaman pekerjaan dan pekerjaan yang sedang
dilaksanakan;
g) Daftar peralatan (truck, concrete, mixer, vibrator, water pump,
dll);
h) Surat dukungan dari supplier material (form terlampir);
i) Jadwal waktu / time schedule (termasuk kurva-S).
4) Dokumen Biaya (dalam sampul 2, 1 ASLI dan 1 COPY) yang
meliputi,
a) Surat penawaran biaya (form terlampir);
b) Rekapitulasi biaya (form terlampir);
c) Anggaran biaya (form terlampir);
d) Analisa Harga Satuan (form terlampir);
e) Daftar Upah, Harga Bahan dan Harga Satuan jasa sewa
peralatan (form terlampir).
b. Bentuk (form) surat – surat
1) Surat Pengantar Dokumen Penawaran (form terlampir pada hal 16 );
2) Surat pernyataan, bahwa perusahaan tidak sedang dalam keadaan
pailit (form terlampir pada hal 19);
3) Surat pernyataan bahwa perusahaan bukan milik pegawai / pengurus /
keluarga PMI (form terlampir pada hal 20);
4) Surat jaminan penawaran (form terlampir pada hal 22);
5) Surat dukungan dari supplier material (form terlampir pada hal 21);
6) Surat penawaran biaya (form terlampir pada hal 17);
− Surat pengantar penawaran asli bermaterai cukup (Rp. 6.000),
bertanggal, dicap serta mencantumkan masa berlakunya
penawaran yaitu selama 60 (Enam puluh) hari kalender;
− Ditandatangani oleh pimpinan/direktur utama atau penerima
kuasa dari pemimpin/direktur utama yang namanya tercantum
dalam akte pendirian/perubahan atau kepala cabang perusahaan
11
yang diangkat oleh kantor pusat atau pejabat yang menurut
perjanjian kerja sama adalah yang berhak mewakilinya;
7) Surat penawaran biaya (form terlampir pada hal 17 );
8) Surat kuasa (bila ada);
Melampirkan surat kuasa apabila surat penawaran ditandatangani
oleh bukan direktur perusahaan sesuai akte perusahaan. (form
terlampir).
c. Sampul
1) Sampul Luar (berwarna coklat, merupakan pembungkus seluruh
dokumen) :
Pada sampul ini bertuliskan,
a) Pekerjaan : [Nama Proyek]
b) Jangan dibuka sampai saat Pembukaan Penawaran
c) Kepada Yth.
Panitia Pengadaan Barang dan Jasa Markas Pusat PMI
Up. Tim Teknis Pelaksana [Nama Proyek]
d/a [Alamat penyampaian dokumen]
12
2) Bentuk dan Letak Tulisan pada Sampul Luar
a) b)
c)
Keterangan : = lak di tiap simpul lipatan (2 atau 5 sesuai
kebutuhan)
3) Isi Sampul Luar
a) Sampul 1 yang berisi:
- Dokumen Administrasi (1 ASLI dan 1 COPY)
- Dokumen Teknis (1 ASLI dan 1 COPY)
b) Sampul 2 yang berisi
- Dokumen Biaya (1 ASLI dan 1 COPY)
4) Sampul 1 (merupakan pembungkus dari Dokumen Administrasi
dan Dokumen Teknis)
a) Sampul 1 ditulis ADMINSITRASI dan TEKNIS di sudut
kanan atas sampul;
b) Dokumen Administrasi terdiri atas 1 asli dan 1 copy yang
masing – masing ditulis (ASLI atau COPY) di sudut kanan
atas dari dokumen bersangkutan;
c) Dokumen Teknis terdiri atas 1 asli dan 1 copy yang masing –
masing ditulis (ASLI atau COPY) di sudut kanan atas dari
dokumen bersangkutan.
5) Sampul 2 (merupakan pembungkus dari Dokumen Biaya)
a) Sampul 2 ditulis BIAYA di sudut kanan atas sampul.
13
b) Dokumen Biaya terdiri atas 1 asli dan 1 copy yang masing –
masing ditulis (ASLI atau COPY) di sudut kanan atas dari
dokumen bersangkutan.
6) Bentuk dan Letak Tulisan pada
Sampul 1
Administrasi
dan Teknis
Sampul 2
Biaya
Keterangan : = lak di tiap simpul lipatan (2 atau 5 sesuai
kebutuhan)
14
5.2. Pemasukan Dokumen Penawaran
a. Dok umen penawaran disampaikan kepada panitia lelang pada
Hari : ……………
Tanggal : ………………..
Jam : ………………..
Tempat : [Alamat penyampaian dokumen]
b. Dokumen Penawaran yang terlambat disampaikan dari waktu yang
ditentukan di atas, tidak akan diterima dan tidak disertakan dalam pelelangan.
c. Selanjutnya Dokumen Penawaran tersebut akan dimasukan kedalam kotak
Dokumen Penawaran yang disediakan oleh panitia dan dikunci yang untuk
dibuka pada waktu pembukaan lelang.
d. Jika dokumen penawaran disampaikan melalui pos, panitia pengadaan
mencatat tanggal dan waktu penerimaanya serta memasukannya kedalam
kotak dokumen penawaran.
e. Jika dokumen penawaran diterima setelah melampaui batas akhir
penyampaian dokumen penawaran, maka dokumen penawaran tersebut tidak
diikitsertakan pada proses selanjutnya.
f. Penarikan, Pengubahan, Penggantian dan Penambahan Dokumen Penawaran
1) Dokumen penawaran yang telah dimasukan kedalam kotak/tempat
pemasukan dokumen penawaran tidak dapat diambil oleh peserta
seleksi;
2) Apabila peserta seleksi akan menarik/ mengubah/ mengganti/
menambahh dokumen penawaran yang sudah dimasukan ke dalam
kotak/ tempat pemasukan penawaran harus dilakukan sebelum
waktu penutupan penyampaian dokumen penawaran;
3) Dokumen penarikan/ pengubahan/ penggantian/ penambahan
dimasukan ke dalam sampul tertutup, diberi tanda “PENARIKAN’/
“PENGUBAHAN”/ “PENGGANTIAN”/ “PENAMBAHAN”, dan
dimasukan dalam kotak.
4) Tidak ada dokumen susulan yang dapat diterima oleh panitia
pengadaan setelah batas waktu penyampaian dokumen penawaran
berakhir/ditutup.
5.3. Pembukaan Dokumen Penawaran
a. Pembukaan Dokumen Penawaran (dok. Administrasi) akan dilakukan
didepan panitia lelang, peserta lelang dan undangan lainnya. Pada :
Hari : …………….
Tanggal : ……………………
Jam : ……………………
Tempat : Alamat penyampaian dokumen]
15
b. Pada waktu Pemasukan Penawaran, bagi rekanan yang bukan Direktur /
Pemimpin Perusahaan diharuskan membawa surat kuasa dan untuk surat
kuasa tersebut harus menyebutkan pekerjaan yang diikuti.
c. Panitia Lelang akan dibantu oleh dua orang wakil peserta lelang sebagai
saksi di dalam melaksanakan pembukaan Dokumen Penawaran.
d. Dokumen Penawaran (hanya Dokumen Administrasi saja) yang ada akan
dibuka dan dibacakan oleh panitia dengan disaksikan oleh wakil peserta
lelang.
e. Dokumen Administrasi akan dilihat satu persatu kelengkapannya untuk
kemudian dinyatakan (oleh panitia dan wakil peserta lelang) lengkap atau
tidaknya
f. Dokumen Administrasi yang tidak lengkap dinyatakan GUGUR dan tidak
berhak mengikuti tahap selanjutnya.
g. Peserta Lelang yang Dokumen Admnistrasinya tidak lengkap (GUGUR),
Dokumen Teknis dan Dokumen Biayanya akan langsung dikembalikan,
tanpa dibuka.
h. Peserta Lelang yang Dokumen Administrasinya lengkap maka Dokumen
Teknis dan Dokumen Biayanya akan disimpan dan dievaluasi lebih lanjut
oleh panitia.
II. 6. EVALUASI ADMINISTRASI
Evaluasi terhadap Dokumen Administrasi dilaksanakan langsung pada saat pembukaan
dokumen sebagaimana disebutkan pada butir 1.3 mengenai Pembukaan Dokumen
Penawaran tersebut diatas.
II. 7. EVALUASI TEKNIS DAN BIAYA (Bernilai Total 100)
7.1. Evaluasi Teknis (berbobot 60 dari nilai total 100)
Penawaran yang dinyatakan memenuhi persyaratan Administrasi dilanjutkan
dengan Evaluasi Teknis. Untuk memudahkan pelaksanaan evaluasi tersebut,
Panitia akan menggunakan Sistem Nilai (Skor), yaitu dengan penilaian berupa
angka atau skor dalam hal kelayakan teknis, keandalan pelaksanaan, dan
ketepatan waktu dengan nilai maksimal 100. Dengan perincian sebagai berikut:
a. Kelayakan Teknis, maksimum 40 (atau 40% dari 60, yaitu 24 nilai total)
Evaluasi yang ada untuk menilai hubungan subtantif, kesesuaian dan
konsistensi dari Metode Pelaksanaan (Tenaga, Bahan dan Alat) dengan
Spesifikasi Teknis, Network Planning dan Jadwal umum, melalui:
1) Metodologi dan pendekatan cara kerja
2) Struktur organisasi cara kerja
3) CV pimpinan tenaga pelaksana di lapangan dan bukan CV pimpinan
perusahaan
16
b. Keandalan Pelaksanaan, maksimum 40 (atau 40% dari 60, yaitu 24 nilai
total)
Evaluasi yang ada untuk menilai keandalan kontraktor didalam
melaksanakan pekerjaan (dari segi pengalaman dan kesiapan), melalui:
1) Daftar pengalaman kerja
2) Daftar peralatan
3) Surat dukungan dari supplier material
c. Ketepatan Waktu, maksimum 20 (atau 20% dari 60, yaitu 12 nilai total)
Evaluasi yang ada untuk melihat rencana tahapan kerja kontraktor di dalam
menyelesaikan setiap pekerjaan. Untuk itu yang akan dievaluasi adalah
Jadwal Umum yang disesuaikan dengan data peralatan, macam dan volume
pekerjaan, kondisi lapangan maupun metoda kerja.
Secara umum nilai minimum yang dinyatakan lulus dalam Evaluasi Teknis dari
setiap peserta harus bernilai minimum 50.
7.2. Evaluasi Biaya (berbobot 40 dari nilai total 100)
Evaluasi Biaya dilakukan terhadap penawaran yang memenuhi persyaratan
Administrasi dan Teknis, dimana yang dinilai dalam evaluasi Biaya ini adalah
kedekatannya dengan nilai OE. Bila harga penawaran lebih tinggi dari OE maka
nilai bobot akan diberikan lebih rendah daripada kalau harga penawaran lebih
rendah dari OE.
II. 8. PENETAPAN PERINGKAT
Berdasarkan hasil nilai evaluasi penawaran Teknis yang digabungkan dengan hasil
nilai evaluasi penawaran Biaya, maka panitia menyusun peringkat (dari nilai tertinggi
sampai dengan nilai terendah).
Hasil peringkat tersebut akan sampaikan oleh panitia kepada PMI sebagai pengguna
jasa.
II. 9. PENETAPAN, PENGUMUMAN, DAN PENUNJUKAN PEMENANG
Pemenang seleksi (lelang) akan ditetapkan oleh PMI sebagai pengguna jasa dan akan
disampaikan kepada panitia dan diberitahukan kepada peserta lelang.
Pemberitahuan dilakukan melalui surat (pos atau fax) ataupun pengumuman disurat
kabar.
Selanjutnya PMI akan mengeluarkan surat penunjukan pemenang dan memberikan
kepada peserta lelang.
II.10. KLARIFIKASI DAN NEGOSIASI TEKNIS DAN BIAYA
Apabila dianggap perlu maka, dapat dilakukan klarifikasi dan negosiasi terhadap
proposal teknis dan biaya dari pemenang seleksi..
17
II.11. JADWAL KEGIATAN LELANG
No. Kegiatan Hari Tanggal Waktu Tempat Keterangan
1. Pengumuman Lelang di
Media
2. Pemasukan Surat Minat atau
Prakualifikasi
3. Undangan Lelang (Hanya
diberikan kepada Perusahaan
yang telah memenuhi
persyaratan sesuai kegiatan
butir 2)
4. Pengambilan Dokumen.
5. Rapat Penjelasan
(Aanwijzing) dan Peninjauan
Lapangan (Site Visit).
6. Berita Acara Rapat
Penjelasan(Aanwijzing) dan
Peninjauan Lapangan (Site
Visit)
7. Pemasukan Penawaran &
Batas Akhir Pemasukan
8. Pembukaan Penawaran Dok.
Administrasi
9. Evaluasi
Teknis & Biaya
10. Laporan Hasil Evaluasi
Administrasi,Teknis dan
Biaya
11. PMI Pusat mengumumkan
hasil lelang dan menetapkan
pemenang lelang
12. Penerbitan SPK (Surat
Perintah Kerja)
13. Kontrak antara PMI dengan
Kontraktor,
18
II.12. LAMPIRAN – LAMPIRAN
Lampiran 1. Daftar Pendek Kontraktor
Lampiran 2. Surat Undangan Kepada Calon Peserta Lelang
Lampiran 3. Bentuk Surat Pernyataan Minat Mengikuti Pelelangan
Lampiran 4. Bentuk Surat Pengantar Penawaran
Lampiran 5. Bentuk Surat Penawaran Biaya
Lampiran 6. Bentuk Surat Kuasa
Lampiran 7. Bentuk Surat Pernyataan Perusahaan Tidak Sedang Dalam Keadaan
Pailit
Lampiran 8. Bentuk Surat Pernyataan Perusahaan Bukan Milik/ Pegawai/ Pengurus/
Keluarga PMI
Lampiran 9. Bentuk Surat Dukungan Dari Supplier
Lampiran 10. Bentuk Surat Jaminan Penawaran (Bid Bond)
Lampiran 11. Bentuk Surat Jaminan Pelaksanaan
Lampiran 12. Bentuk Surat Jaminan Uang Muka
19
Lampiran 1
DAFTAR PENDEK KONTRAKTOR
No Nama Kontraktor Direktur Alamat
1
2
3
4
5
6
7
20
Lampiran 2
BENTUK SURAT UNDANGAN KEPADA KONTRAKTOR
KOP SURAT PMI
Jakarta, Februari 2006
No :
Lampiran :
Kepada Yth.
…………..
Perihal : [Nama Proyek]
Kami informasikan bahwa PMI sedang melaksanakan proses seleksi untuk pekerjaan
konstruksi seperti perihal tersebut di atas.
Berdasarkan rekaman evaluasi yang dilakukan Kantor Pusat PMI, maka perusahaan saudara
layak untuk diikut sertakan dalam proses seleksi yang ada.
Untuk mempercepat proses pemahaman terhadap dokumen, maka Dokumen Pelelangan
[Nama Proyek] akan segera kami siapkan, untuk diambil1), berdasarkan konfirmasi minat
seperti form terlampir.
Jadwal Kegiatan Lelang adalah sebagai berikut:
No Kegiatan Hari Tanggal Waktu Tempat
1 Undangan Lelang
2 Pemasukan Surat Pernyataan
Berminat
3 Pengambilan Dokumen
4 Batas Akhir Pengambilan
Dokumen
5 Rapat Penjelasan
(Aanwijzing)
6 Peninjauan Lapangan
7 Pemasukan Penawaran
8 Batas Akhir Pemasukan
Penawaran
9 Pembukaan Penawaran
10 Evaluasi
11 Pengumuman Hasil Lelang
12 Klarifikasi dan Negosiasi
13 Surat Keputusan Penunjukan
Pemenang
14 Kontrak
Perusahaan yang berminat mengikuti lelang dimohon untuk mengganti biaya foto copy dokumen
lelang sebesar Rp. , yang diserahkan pada saat pengambilan dokumen.
21
Konfirmasi minat harap dikirim via fax ke no fax …….. pada tanggal … Maret 2006 pada
jam kerja .
Atas perhatian saudara, sebelumnya kami ucapkan terima kasih.
Pengurus Pusat
PALANG MERAH INDONESIA
Wakil Sekretaris Jenderal
Selaku Sekretaris Panitia Pengadaan Barang
dan Jasa Markas Pusat PMI
Rachmat Ahadijat
22
Lampiran 3
BENTUK SURAT PERNYATAAN MINAT MENGIKUTI PELELANGAN
KOP PERUSAHAAN
Kami yang bertanda tangan di bawah ini,
Nama :
Jabatan :
Dalam hal ini mewakili perusahaan :
Alamat Perusahaan :
Berminat mengikuti Pelelangan Pekerjaan [Nama Proyek] yang diadakan oleh Panitia
Pengadaan Barang dan Jasa Markas Pusat PMI, serta bersedia mengganti biaya foto copy
Dokumen Pelelangan sebesar Rp. …………,-, yang akan kami berikan pada saat
pengambilan dokumen tersebut.
Lhokseumawe, ….. Maret 2006
Nama Perusahaan
( )
Nama dan Jabatan
Pimpinan Perusahaan
23
Lampiran 4
BENTUK SURAT PENGANTAR DOKUMEN PENAWARAN
KOP PERUSAHAAN
Nomor : ……………
Lampiran : ……………
Kepada Yth.
PANITIA PENGADAAN BARANG DAN JASA MARKAS PUSAT PMI
Up. TIM TEKNIS PELAKSANA [Nama Proyek]
d/a MARKAS PUSAT PMI
Jl. Jend Gatot Subroto Kav 96
Jakarta 12790
Perihal : Penyampaian Dokumen Penawaran (Dok. Administrasi, Dok. Teknis, dan Dok. Biaya)
Sehubungan dengan surat undangan dari Panitia nomor ……. Tanggal …….. perihal …………… dengan ini
kami mengajukan penawaran dalam rangkap 3 (tiga) yang masing-masing terdiri dari: Dokumen Administrasi
dan Penawaraan Teknis (sampul I) serta Penawaran Biaya (Sampul II) dengan penjelasan sebagai berikut :
1. Kami telah menerima dan mempelajari dokumen seleksi (beserta adendum) serta Berita Acara Hasil Rapat
Penjelasan.
2. Kami bertanggung jawab atas:
a. Kebenaran dan keabsahan data yang dilampirkan pada dokumen penawaran kami.
b. Hasil pekerjaan (kuantitas dan kualitas) serta biaya, yang akan dilaksanakan sesuai dengan proposal
yang tercantum didalam dokumen penawaran kami.
c. Pekerjaan yang ada akan diselesaikan tepat waktu sebagaimana dijadwalkan didalam proposal yang
tercantum dikualitas dan kuantitas hasil pelaksanaan dengan biaya sebagaimana tercantum didalam
dokumen penawaran kami.
3. Kami setuju bahwa:
a. Segala biaya yang dikeluarkan untuk penyusunan penawaran, rapat penejalasan, peninjauan lapangan,
dan klarifikasi dan negosiasi, kami tidak akan meminta penggantian kepada pemberi tugas/panitia
pelelangan;
b. Pemberi tugas/panitia pelelangan tidak terikat untuk menyetujui penawaran kami, dan tidak terikat
untuk memberikan alasan penolakan penawaran;
c. Kami bersedia tunduk pada ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam dokumen pelelangan.
4. Penawaran ini berlaku selama enam puluh (60) hari kalender sejak tanggal pembukaan penawaran.
Nama Perusahaan
( )
Nama dan Jabatan
Pimpinan Perusahaan/
Wakil yang diberi kuasa,
Materai Rp. 6.000,-
Bertanggal, tanda tangan,
Cap perusahaan
Lampiran 5
24
BENTUK SURAT PENAWARAN BIAYA
KOP SURAT PERUSAHAAN
Nomor : …………………
Lampiran : …………………
Kepada Yth.
PANITIA PENGADAAN BARANG DAN JASA MARKAS PUSAT PMI
Up. TIM TEKNIS PELAKSANA [Nama Proyek]
PALANG MERAH INDONESIA
Jl. Jend Gatot Subroto Kav 96
Jakarta 12790
Perihal : Dokumen Biaya
Setelah membaca dan mempelajari Rencana Kerja dan syarat-syarat serta mengikuti prebid meeting dan
site visit untuk pekerjaan [Nama Proyek yang bertanda tangan dibawah ini :
Nama :
Jabatan :
Dalam hal ini mewakili perusahaan :
Alamat :
Bersama ini kami mengajukan penawaran untuk pekerjaan tersebut diatas adalah sebesar Rp
.................................( dengan huruf)
Dengan ini kami menyatakan pula bahwa :
1. Apabila dalam penghitungan pada perincian perhitungan (terlampir) terdapat kesalahan perhitungan, dan
menyebabkan ketidak sesuaian dengan besaran yang kami tuliskan pada surat ini, kami tidak akan
mengajukan perbaikan dan hal tersebut merupakan resiko yang akan kami tanggung untuk menjaga
obyektifitas pelaksanaan pelelangan pekerjaan ini.
2. Dalam penyusunan dokumen harga / keuangan ini kami telah mempertimbangkan seluruh resiko apabila
terjadi kenaikan harga, dan tidak akan memperlambat jadwal kerja dan mengurangi kwalitas pekerjaan.
3. Dokumen harga / keuangan ini telah kami susun dengan sebenarnya dan sudah termasuk didalamnya
Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Penghasilan (PPh), sesuai ketentuan pajak yang berlaku, premi
asuransi dan biaya-biaya lainnya.
4. Kami bersedia untuk melakukan klarifikasi.
5. Hal-hal yang kami ajukan dalam Dokumen harga / keuangan ini mengikat kami sepenuhnya.
6. Kami terikat untuk melaksanakan Pekerjaan dimaksud dengan melibatkan seluruh personil yang telah
kami cantumkan pada dokumen tehnis dan berkas-berkas pada dokumen administrasi dan bersedia
dilakukan klarifikasi serta bertanggung jawab sepenuhnya terhadap hasil pekerjaan personil kami.
7. Dokumen Biaya yang kami ajukan ini berlaku selama 60 (dua puluh) hari kalender terhitung sejak
tanggal surat ini.
Demikian Dokumen Biaya ini kami sampaikan untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.
Nama Perusahaan
( )
Nama dan Jabatan
Pimpinan Perusahaan/
Wakil yang diberi kuasa,
Materai Rp. 6.000,-
Bertanggal, tanda tangan,
Cap perusahaan
25
Lampiran 6
BENTUK SURAT KUASA
KOP PERUSAHAAN
SURAT KUASA
Nomor : …………………..
Yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama :
Jabatan : Direktur Utama/Direktur PT ………………..
Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama perusahaan berdasarkan Akte
Notaris ……….. di ……. No. tanggal …………….. beserta
perubahannya yang berkedudukan di ….. (alamat perusahaan), yang
selanjutnya disebut Pemberi Kuasa.
Memberi kuasa kepada :
Nama : …………………………………………………………………………….
Jabatan : …………………………………………………………………………….
Yang diangkat berdasarkan Akte Notaris ……………… di …………….
No…………..tanggal ………. Beserta perubahannya yang berkedudukan di
…………. (alamat perusahaan), yang selanjutnya disebut Penerima Kuasa.
Untuk dan atas nama Pemberi Kuasa diberi wewenang untuk menandatangani surat
penawaran pekerjaan ………. Beserta lampirannya.
Surat Kuasa ini tidak dapat dilimpahkan lagi kepada orang lain.
…………….., Januari 2006
Penerima Kuasa Pemberi Kuasa
Materai Rp. 6.000,-
Bertanggal, tanda tangan,
Cap perusahaan
………………… …………………
(nama dan jabatan) (nama dan jabatan)
26
Lampiran 7
BENTUK SURAT PERNYATAAN PERUSAHAAN TIDAK SEDANG DALAM
KEADAAN PAILIT
KOP SURAT PERUSAHAAN
Nomor : …………………
Lampiran : …………………
Kepada Yth.
PANITIA PENGADAAN BARANG DAN JASA MARKAS PUSAT PMI
Up. TIM TEKNIS PELAKSANA [Nama Proyek]
d/a Markas Pusat PMI
Jl. Jend Gatot Subroto Kav 96
Jakarta 12790
Dengan hormat
Perihal : Pernyataan Tidak dalam Keadaan Pailit, Tidak Mempunyai Kredit Macet dan Tidak Masuk Daftar
Hitam Perbankan, dan Belum Pernah Dihukum Berdasarkan Putusan Pengadilan Karena Kredit
Macet.
SURAT PERNYATAAN
Yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama :
Jabatan :
Perusahaan :
Alamat :
NPWP :
Dengan ini menyatakan dengan sesungguhnya bahwa :
1. Perusahaan kami tidak berada dalam keadaan pailit, tidak mempunyai kredit macet dan tidak masuk
dalam daftar hitam perbankan.
2. Perusahaan dan atau Pengurus Perusahaan dan atau Penanggung jawab Perusahaan kami belum pernah
dihukum berdasarkan putusan pengadilan atas tindakan yang berkaitan dengan Putusan Pengadilan
Karena Kredit Macet
Demikian Surat Pernyataan ini dibuat dengan sebenar-benarnya dan untuk dapat dipergunakan
sebagaimana mestinya.
Lhokseumawe, tanggal ............
PT/CV...... .............................
Meterai Rp. 6000
Tandatangan & cap perusahaan
(Nama jelas )
Jabatan
27
Lampiran 8
BENTUK SURAT PERNYATAAN PERUSAHAAN BUKAN MILIK
PEGAWAI/PENGURUS/KELUARGA PMI
KOP SURAT PERUSAHAAN
Nomor : …………………
Lampiran : …………………
Kepada Yth.
PANITIA PENGADAAN BARANG DAN JASA MARKAS PUSAT PMI
Up. TIM TEKNIS PELAKSANA [Nama Proyek]
d/a Markas Pusat PMI
Jl. Jend Gatot Subroto Kav 96
Jakarta 12790
Dengan hormat
Perihal : Pernyataan bahwa perusahaan peserta lelang bukan milik pegawai/pengurus/keluarga PMI
SURAT PERNYATAAN
Yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama :
Jabatan :
Perusahaan :
Alamat :
NPWP :
Dengan ini menyatakan dengan sesungguhnya bahwa :
Perusahaan dan atau Pengurus Perusahaan dan atau Penanggung jawab Perusahaan kami bukan sebagai
pegawai/pengurus/keluarga PMI.
Demikian Surat Pernyataan ini dibuat dengan sebenar-benarnya dan untuk dapat dipergunakan
sebagaimana mestinya.
Lhokseumawe, tanggal ............
PT/CV...... .............................
Meterai Rp. 6000
Tandatangan & cap perusahaan
(Nama jelas )
Jabatan
28
Lampiran 9
BENTUK SURAT DUKUNGAN DARI SUPPLIER
KOP SURAT PERUSAHAAN SUPPLIER
Nomor : …………………
Lampiran : …………………
Hal : …………………
Kepada Yth.
PANITIA PENGADAAN BARANG DAN JASA MARKAS PUSAT PMI
Up. TIM TEKNIS PELAKSANA [Nama Proyek]
d/a Markas Pusat PMI
Jl. Jend Gatot Subroto Kav 96
Jakarta 12790
Denngan hormat;
Sehubungan dengan adannya Proyek [Nama Proyek] oleh Panitia Pengadaan Barang dan Jasa Markas Pusat
PMI, kami yag bertanda tangan di bawah ini:
Perusahaan :
Alamat :
Adalah perusahaan yang bergerak dibidang. ………. (ditulis produk barang yang dibuat atau disupply)
Adapun untuk kegiatan tersebut di atas, kami bersedia untuk bekerja sama mendukung supply material untuk
pekerjaan [Nama Proyek].
Kepada perusahaan yang tersebut di bawah ini :
Nama Perusahaan :
Pimpinan Perusahaan :
Alamat Perusahaan :
Telp/Fax :
Demikian Surat Dukungan Supplier ini kami buat untuk dapat digunakan sebagaimana mestinya.
Atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih.
Nama Perusahaan
( )
Nama Direktur
29
Lampiran 10
BENTUK JAMINAN PENAWARAN (BID BOND)
Nornor Bond: ……………..Nilai :…………………………………………………………
……………………………{nilai Bond sebesar yang ditetapkan dalam Dokumen Lelang}
1. Dengan ini dinyatakan, bahwa kami :
………………………………………………….{nama dan alamat peserta lelang} sebagai Peserta
Lelang, selanjutnya disebut PRINCIPAL, dan ……………. {nama dan alamat Perusahaan Asuransi
atau Perusahaan Penjamin}
sebagai Penjamin, selanjutnya disebut SURETY, bertanggung jawab dan dengan tegas terikat pada
……………………………………………………………………………………………………………
….…… {nama Pemilik} Sebagai Pemilik, selanjutnya disini disebut OBLIGEE atas uang sejumlah
Rp. ….. (terbilang …………………………….…………………………. )
2. Maka kami, Principal dan Surety dengan ini mengikatkan diri untuk melakukan pernbayaran jumlah
tersebut di atas dengan baik dan benar bilamana Principal tidak memenuhi kewajiban sebagaimana
ditetapkan dalam Instruksi kepada Peserta Lelang untuk Pekerjaan
…………………………………………….. …………………………………………………….(uraian
singkat Pekerjaan} yang diselenggarakan oleh Obligee pada tanggal ………………………………….
di ………………….…………………………... {tanggal dan tempat Pelelangan}
3. Adapun ketentuan dan Surat Jaminan ini adalah jika:
a. Principal menarik kembali Penawarannya sebelum berakhirnya masa laku Penawaran yang
dinyatakan dalam Penawarannya, dan
b. Apabila Penawaran Principal disetujui oleh Obligee dalam masa laku Penawaran, dan Principal
telah :
(i) menyeiahkan Jaminan Pelaksanaan yang diperlukan
(ii) menandatangani Kontrak, dan
(iii) menandatangani dokumen perikatan lain sebagaimana yang diharuskan
dalam Dokumen Lelang
maka Jaminan mi berakhir, jika Principal tidak dapat rnernenuhinya, Surat Jami nan ini tetap berlaku
dan tanggal ......................................... sampai dengan tanggal .........................................................
4. Tuntutan penagihan (klaim) atas Jaminan ini dilaksanakan oleh Obligee secara tertulis kepada Surety
segera setelah timbul cidera janji (Wanpretasi/default) oleh pihak Principal sesuai dengan ketentuan-
ketentuan dalam Dokumen Lelang. Surety akan membayar kepada Obligee dalam jumlah penuh
selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari setelah menerima tuntutan penagihan dari pihak Obligee
berdasar Keputusan Obligee mengenai pengenaan sanksi akibat tindakan cidera janji oleh pihak
Principal.
5. Menunjuk pada pasal 1832 KU II Perdata dengan mi ditegaskan kembali bahwa Surety mclepaskan
hak-hak Istimewanya untuk menuntut supaya harta benda pihak yang dijamin lebih dahulu disita dan
dijual guna melunasi hutangnya sebagaimana dimaksud dalani Pasal 1831 KUII Pcrdata.
Ditandatangani serta dibubuhi meterai di .............................................................................
Pada tanggal ..........................................................................................................................
PENAWAR (PRINCIPAL) PENJAMIN (SURETY)
( ............................. ) ( ............................. )
30
Lampiran 11
BENTUK JAMINAN PELAKSANAAN
(BOND)
Nornor Bond : ................. Nilai : ..........................................................................................
.......................................... . (nilai Bond sebesar yang ditetapkan dalam Dokumen Lelang)
1. Dengan mi dinyatakan. bahwa kami:
.................................................................................(nama dan alarnat peserta lelang)
sebagai Peserta Lelang, selanjutnya disebut PRINCIPAL, dan............................. (nama dan alamat
Perusahaan Asuransi atau Perusahaan Penjamin)
sebagai Penjamin, selanjutnya disebut SURETY, bertanggung jawab dan dengan tegas terikat pada
................................................................................................
..............................................................................................................(nama Pemilik) sebagai Pemilik,
selanjutnya disini disebut OBLIGEE atau uang sejurnlah Rp. .........
(terbilang .................................................................................................................... )
2. Maka kami, Principal dan Surety dengan ini mengikatkan diri untuk melakukan pembayaran jumlah
tersebut di atas dengan baik dan benar bilamana Principal tidak memenuhi kewajibannya dalam
melaksanakan Pekerjaan yang telah dipercayakan kepadanya atas dasar Surat Penunjukan Pemenang
Lelang dari Obligee No
.......................................................................................................................................
Tanggal..........(nomor dan tanggal Surat Penunjukan Pemrnenang Lelang) yang selanjutnya dikukuhkan
dalam Kontrak........................................................................
..............................................................................................(uraian singkatPekerjaan)
antara pihak Principal dan Obligee, dan Jaminan ini merupakan bagian yang tidak terpisah dan kontrak
tersebut.
3. Adapun ketentuan dan Jaminan mi adalah jika Principal
a. menyelesaikan Pekerjaan tersebut pada waktunya dengan baik dan benar sesuai dengan ketentuan
dalam Kontrak atau
b. membayar, memperbaiki, dan mengganti pada obiligee semua kerugian dan kcrusakan yng
mungkin diderita Obligee oleh sebab kegagalan atau kelalaian dan pihak Principal dalam
melaksanakan Kontrak.
maka Jaminan ini tidak berlaku lagi, jika tidak, maka Jarninan inii tetap berlaku dan tanggal Surat
Penunjukan Pemenang Lelang tanggal sampai dengan tanggal dan dapat dimintakan perpanjangannya
oleh Principal sampai 14 (empat belas) dan setelah masa Pemeliharaan berakhir.
4. Tuntutan penagihan (klaim) alas Jaiminan inii dilaksanakan oleh Obligee secara terlulis kepada Surety
segera setelah timbul cidera janji (Wanpretasi/default) oleh pihak Principal dalam melaksanakan Kontrak
dan bukan karena resiko-resiko Pemilik.
Surety harus membayar kepada Obligee sejumlah tersebut di atas selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari
kalender setelah menerima tuntutan penagihan dan pihak Obligee berdasar Keputusan Obligee mengenai
pengenaan sanksi akibat tindakan ciderajanji oleh pihak Principal.
5. Menunjuk pada pasal 1832 KUH Perdata dengan ini ditegaskan kembali bahwa Surety melepaskan hak-
hak istimewanya untuk menuntut supaya harta benda pihak yang dijamin lebih dahulu disita dan dijual
guna melunasi hutangnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 KUH Perdata.
6. Setiap pengajuan (klaim) terhadap Surety berdasarkan Jarninan ini harus sudah rampung diajukan dalam
waktu 3 (tiga) bulan sesudah berakhirnya Jaminan mi.
Ditandatangani serta dibubuhi cap dan meterai di ................................................................
pada tanggal ..........................................................................................................................
PRINCIPAL, SURETY,
( ............................. ) ( ............................. )
31
Lampiran 12
BENTUK JAMINAN UANG MUKA
(BOND)
Nomor Bond : …………… Nilai : ………………………………………………………...
………………………………………………………………….… {jumlah nilai Jaminan}
1. Dengan ini dinyatakan, ...................................................................................................................
........................................................................................................(nama dan alamat Kontraktor}
sebagai Kontraktor, selanjutnya disebut PRINCIPAL, dan
.....................................................................................................................................................
.................................................................{nama dan alamat Perusahaan Asuransi atau Penjamin}
sebagai Penjamin, selanjutnya disini disebut SURETY, bertanggung jawab dan dengan tegas
terikat pada ............................................................................................................{nama Pemilik}
sebagai Pemilik, selanjutnya disini disebut OBLIGEE atau uang sejumlah Rp (terbilang
.....................................................................) {jumlah nilai Jaminan dalam angka dan huruf}
2. Maka kami, Principal dan Surety dengan ini mengikatkan diri untuk melakukan
pembayaran jumlah tersebut di atas dengan baik dan benar
3. Bahwa Principal dengan suatu perjanjian tertulis No................................. tertanggal
{tanggal kontrak} telah mengadakan Kontrak dengan Obligee untuk........................
.........................................................................{uraian singkat mengenai Pekerjaan} dengan
Harga Kontrak yang telah disetujui sebesar Rp. ...........................................
(.........................Rupiah) {Harga Kontrak} dan jaminan ini merupakan bagian yang tidak
terpisah dan Kontrak tersebut.
4. Bahwa untuk Kontrak tersebut di atas, Obligee setuju membayar kepada Principal uang
sebesar............................................................................................................... [jumlah uang
Jaminan] scebagai pembayaran uang muka sebelum Pekerjaan menurut Kontrak di atas dimulai.
Sebagai jaminan terhadap pembayaran Uang Muka itu maka Surety membernikan jarninan
dengan ketentuan tersebut dihawah ini.
5. Jika Principal telah melakukan pembayaran kembali kepada Obligee seluruh jumlah Uang
Muka dimaksud atau sisa Uang Muka yang wajib dibayar menurut Kontrak tersebut, maka
jaminan ini menjadi batal dan tidak benlaku lagi; jika tidak, Surat Jaminan ini tetap berlaku dari
tanggal................................................. sampai dengan
Tanggal..................... {selama berlakunya Kontrak atau sampai pada tanggal Uang Muka telah
dibayar kembali seluruhnya}
6. Tuntutan (klaim) atas Jaminan ini dilaksanakan oleh Obligee secara tertulis kepada Surety
segera setelah timbul cidera janji (Wanpretasi/default) oleh pihak Principal karena tidak dapat
membayar kembali Uang Muka atau sisa Uang Muka tersebut sesuai dengan Syarat Kontrak.
7. Surety akan membayar kepada Obligee Uang Muka atau sisa Uang Muka yang berdasarkan
Kontrak belum dikembalikan oleh Principal setelah menerima tuntutan penagihan (klaim) dan
ObIigee.
8. Menunjuk pada Pasal 1832 KUH Perdata dengan ini ditegaskan kembali bahwa Surety
melepaskan hak-hak istimewanya untuk menuntut supaya harta benda
pihak yang dijamin lebih dahulu disita dan dij guna melunasi hutangnya sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 1831 KUH Perdata.
Ditandatangani serta dibubuhi cap dan meterai di...............................................................
Pada tanggal...........................................................................................................................
PRINCIPAL, SURETY,
( ............................. ) ( ............................. )
32
BAB III
PERSYARATAN UMUM DAN TEKNIS
III.1. PERSYARATAN UMUM
1.1. Survey/Peninjauan Lapangan dan Pembuatan Patok Batas Tanah/Persil.
Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor diwajibkan melaksanakan survai/ peninjauan
lapangan didampingi oleh Konsultan Perancang, Konsultan Pengawas dan
Pemberi Tugas, dimana hasilnya dituangkan dalam Berita Acara.
1.2. Pembersihan Lapangan
Pelaksanaan Pekerjaan/Kontraktor harus melakukan inventarisasi lapangan
sesuai dengan hasil survai yang telah dilaksanakan.
1.3. Pengukuran (Uitzetten) dan Pengambilan Peil
1. Pemberi Tugas menyediakan bagi pelaksana Pekerjaan/ Kontraktor gambar-
gambar yang berukuran seksama dan informasi yang memungkinkan
Pelaksana Pekerjaan.
2. Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor harus bertanggung jawab untuk
membetulkan kesalahan apapun yang disebabkan oleh karena ia memulai
pekerjaan dengan cara yang tidak seksama, dimana seluruh biaya ditanggung
oleh Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor.
1.4. Pemakaian Ukuran
1. Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor tetap bertanggung jawab dalam menepati
semua ketentuan yang tercantum dalam Dokumen Kontrak dan Gambar-
gambar Pelaksanaan.
2. Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor wajib memeriksa kebenaran dari ukuran-
ukuran keseluruhan maupun bagian-bagiannya dan segera memberitahukan
kepada Konsultan Pengawas tentang setiap perbedaan yang ditemukannya di
dalam pelaksanaan. Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor baru diijinkan
membetulkan kesalahan gambar dan melaksanakannya setelah ada
persetujuan tertulis dari Konsultan Pengawas.
3. Pengambilan ukuran-ukuran yang keliru dalam pelaksanaan di dalam hal
apapun menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan/ Kontraktor. Oleh
karena itu, sebelumnya kepadanya diwajibkan mengadakan pemeriksaan
menyeluruh terhadap semua gambar-gambar yang ada dan kondisi di
lapangan.
33
1.5. Pemeriksaan dan Pengetesan
1. Adalah ketentuan dari kontrak ini bahwa Pelaksana Pekerjaan/ Kontraktor
harus melaksanakan seluruh pekerjaan mengikuti dan sesuai dengan
Dokumen Tender yang terdiri atas : RKS, gambar, Berita Acara Aanwijzing,
berita acara susulan lainnya dalam kaitannya dengan tender dan Berita Acara
Klarifikasi/Negosiasi apabila ada.
2. Semua material bangunan yang akan digunakan harus sesuai dengan
ketentuan di dalam Rencana Kerja dan Syarat-syarat Pelaksanaan (RKS).
Untuk jenis material bangunan tertentu harus disertai pengetesan, dan atau
surat pernyataan (sertifikat/klasifikasi) dari instansi yang ditunjuk oleh
Konsultan Pengawas untuk kebutuhan tersebut. Konsultan Pengawas berhak
menginstruksikan kepada Pelaksanaan Pekerjaan/Kontraktor untuk segera
mengeluarkan material-material yang ternyata tidak memenuhi Uraian dan
Syarat-syarat Pelaksanaan (Kontrak-kontrak) keluar dari site, dalam waktu
24 jam. Semua biaya yang diperlukan baik untuk field-test ataupun Lab-test
menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor.
3. Konsultan Pengawas berhak memeriksa pekerjaan yang dilaksanakan oleh
Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor setiap waktu. Bagaimanapun juga kelalaian
Konsultan Pengawas di dalam pengontrolan dan pengawasan terhadap
kekeliruan-kekeliruan, tidak berarti Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor bebas
dari tanggung jawab atas terselesaikannya pekerjaan sesuai ketentuan
tersebut diatas.
4. Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor bertanggung jawab dan harus memperbaiki
atau apabila perlu, membongkar pekerjaan-pekerjaan yang telah dilaksanakan
yang tidak sesuai dengan ketentuan di dalam kontrak ini.
5. Biaya-biaya yang diperlukan untuk pengetesan bahan, pengeluaran bahan-
bahan yang tidak memenuhi syarat keluar lapangan dan perbaikan atau
pembongkaran pekerjaan-pekerjaan yang tidak memenuhi syarat merupakan
tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor.
6. Kebutuhan listrik, air, telepon dalam pelaksanaan pekerjaan menjadi
tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor, bila perlu menyambung
bangunan lama harus dengan meteran tersendiri.
34
1.6. Penanggung Jawab Pelaksanaan
1. Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor harus menempatkan seorang penanggung
jawab pelaksanaan yaitu seorang sarjana Arsitektur/Sipil yang ahli dan
berpengalaman minimal selama 7 tahun sebagai pengawas pada bangunan
minimal 10.000 m²/3 lantai yang harus selalu berada di lapangan yang
bertindak sebagai wakil Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor di lapangan dan
mempunyai kemampuan untuk memberikan keputusan-keputusan teknis
dengan tanggung jawab penuh di lapangan untuk menerima segala instruksi
dari konsultan Pengawas.
2. Semua langkah dan tindakannya oleh Konsultan Pengawas dianggap sebagai
langkah dan tindakan Pelaksanaan Pekerjaan/ Kontraktor.
3. Penanggung jawab harus terus menerus berada di tempat pekerjaan selama
jam-jam kerja dan saat diperlukan dalam pelaksanaan atau pada setiap saat
yang dikehendaki Konsultan Pengawas.
4. Petunjuk dan perintah Konsultan Pengawas didalam pelaksanaan
disampaikan langsung kepada Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor melalui
penanggung jawab tersebut sebagai penanggung jawab dilapangan.
5. Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor diwajibkan pada setiap saat menjalankan
disiplin dan tata tertib yang ketat terhadap semua buruh, pegawai, termasuk
pengurus bahan-bahan yang berada dibawahnya.
6. Siapapun diantara mereka yang tidak berwenang melanggar terhadap
peraturan umum, mengganggu ataupun merusak ketertiban, berlaku tidak
sopan dan melakukan perbuatan yang merugikan pelaksanaan pembangunan,
harus segera dikeluarkan dari tempat pekerjaan atas perintah Konsultan
Pengawas. Pada pengeluaran yang kedua berarti Pelaksana
Pekerjaan/Kontraktor lain.
1.7. Tanggung Jawab Atas Pekerjaan Yang Cacat
1. Semua cacat-cacat akibat penyusutan atau kesalahan- kesalahan lain yang
timbul selama jangka waktu tanggung jawab dari Pelaksana
Pekerjaan/Kontraktor yang disebabkan oleh penggunaan bahan-bahan yang
tidak sesuai dengan syarat-syarat yang ditentukan di dalam RKS, menjadi
tanggung jawab penuh Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor untuk mengadakan
perbaikan sampai dianggap cukup oleh Konsultan Pengawas atas biaya
Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor.
35
2. Konsultan Pengawas juga berhak untuk setiap saat minta kepada Pelaksana
Pekerjaan/Kontraktor untuk mengadakan perbaikan-perbaikan dengan biaya
Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor atas semua pekerjaan yang cacat yang
timbul selama masa pemeliharaan tersebut.
1.8. Wewenang Pemberi Tugas Untuk Memasuki Tempat Pekerjaan
Pemberi Tugas dan para wakilnya mempunyai wewenang untuk memasuki
tempat pekerjaan dan bengkel kerja atau tempat- tempat lainnya dimana
Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor melaksanakan pekerjaan untuk kontrak, dan
bilamana pekerjaan harus dilaksanakan di bengkel kerja atau tempat-tempat lain
kepunyaan Sub-Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor, maka Pelaksana
Pekerjaan/Kontraktor menurut ketentuan-ketentuan dalam Sub-Pelaksana
Pekerjaan/Kontraktor itu harus bisa mendapatkan jaminan agar Pemberi Tugas
dan para wakilnya mempunyai wewenang untuk memasuki bengkel kerja dan
tempat lain kepunyaan Sub-Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor itu.
1.9. Fasilitas Lapangan dan Perlengkapan Kerja
3. Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor harus menyediakan atas biayanya sendiri
fasilitas-fasilitas penunjang yang dibutuhkan di dalam pelaksanaan dan
menyelesaikan pekerjaan, seperti:
- Kantor Konsultan Pengawas (Direksi Keet);
- Kantor Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor;
- Kamar mandi dan WC untuk pekerja dan direksi;
- Musholla dan tempat wudhu;
- Ruangan-ruangan lainnya seperti gudang material, tempat-tempat kerja,
pos keamanan dan lain-lain.
2. Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor harus menyediakan atas biayanya sendiri
fasilitas-fasilitas untuk melaksanakan pekerjaan, seperti :
- Listrik;
- Air Bersih;
- Alat-alat Pemadam Kebakaran;
- Alat-alat PPPK;
- Alat-alat Komunikasi Proyek.
3. Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor wajib menyediakan seluruh
peralatan/perlengkapan kerja untuk pelaksanaan fisik di lapangan, seperti :
- Peralatan/perlengkapan utama, yaitu : alat ukur yang lain (water pass,
theodolit, meteran dan sebagainya).
- Peralatan/perlengkapan penunjang yaitu : genset cadangan, jala
pengaman (safety screen), scaffolding serta shaft pembuangan sampah
dan sebagainya.
36
4. Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor wajib merawat dan memelihara seluruh
peralatan dengan sebaik-baiknya agar dapat dipergunakan pada saat
diperlukan.
5. Konsultan Pengawas berhak memberikan instruksi kepada Pelaksana
Pekerjaan/Kontraktor untuk melengkapi/menambah jumlah peralatan bila
dirasa peralatan yang tersedia kurang memadai dalam usaha mencapai target
prestasi.
6. Apabila Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor tidak mengindahkan instruksi
serupa, maka Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor dapat dikenakan denda seperti
yang disebutkan dalam dokumen kontrak ini.
1.10. Halaman Pekerjaan, Kebersihan dan Ketertiban
1. Pengaturan dan penggunaan halaman kerja ditentukan oleh Konsultan
Pengawas, dalam hal ini adalah Pengawas Lapangan. Konsultan Pengawas
dapat memberikan usul-usulnya dengan memberikan peta penetapan gudang-
gudang, lokasi kerja, tempat penimbunan bahan-bahan dan sebagainya sesuai
dengan lokasi proyek yang tersedia, baik untuk keperluan Pelaksana
Pekerjaan/ Kontraktor, Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor Spesialis dan para
Sub-Pelaksana Pekerjaan/ Kontraktor.
2. Selama berlangsungnya pembangunan kebersihan halaman, kantor, gudang
dan los kerja bagian dalam bangunan yang dikerjakan harus tetap bersih dan
tertib, bebas dari bahan-bahan bekas, tumpukan tanah dan lain-lain.
Kelalaian dalam hal ini dapat diberhentikannya seluruh pekerjaan oleh
Konsultan Pengawas. Akibat dari hal ini seluruhnya menjadi tanggung jawab
Pelaksana Pekerjaan/ Kontraktor.
3. Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor dan sub-sub Pelaksana Pekerjaan/
Kontraktor dalam menempatkan barang-barang dan material-material
kebutuhan pelaksanaan baik di dalam gudang-gudang ataupun di halaman
terbuka, harus mengatur sedemikian rupa sehingga :
- Tidak mengganggu kelancaran dan keamanan umum;
- Memudahkan jalannya pemeriksaan dan penelitian bahan-bahan oleh
Konsultan Pengawas;
- Menjaga kebersihan dari sampah-sampah, kotoran- kotoran bangunan
(puing-puing), air yang menggenang;
- Tidak menyumbat saluran-saluran air;
- Terjamin keamanannya.
37
4. Cara penempatan bahan dan peralatanpun harus disesuaikan dengan kondisi
yang disyaratkan oleh produsen, untuk menghindarkan kerusakan-kerusakan
yang diakibatkan oleh cara penyimpanan yang salah.
5. Barang-barang dan material yang tidak akan digunakan untuk kebutuhan
langsung pada pekerjaan yang bersangkutan, tidak diperkenankan untuk
disimpan di dalam site.
6. Tidak diperkenankan :
a. Buruh menginap di tempat pekerjaan kecuali dengan ijin konsultan
Pengawas. Bila ijin khusus tersebut diberikan, maka Pelaksana
Pekerjaan/Kontraktor tetap bertanggungjawab atas kemungkinan
kerugian-kerugian apapun yang disebabkan oleh buruh yang menginap
tersebut;
b. Memasak di tempat pekerjaan kecuali atas ijin Konsultan Pengawas;
c. Memberikan ijin masuk kepada penjual-penjual makanan, buah-buahan,
minuman, rokok dan sebagainya;
d. Tanpa seijin keamanan proyek, kepada siapapun terkecuali petugas dari
konsultan Pengawas, tidak dibenarkan untuk keluar masuk secara bebas
ke lapangan. (Catatan : semua tamu proyek yang mendapat ijin dari
konsultan Pengawas harus diberi tanda pengenal yang disediakan oleh
Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor);
e. Melanggar peraturan lain mengenai penertiban yang akan dikeluarkan
oleh Konsultan Pengawas pada waktu pelaksanaan;
f. Pekerja-pekerja yang diwajibkan mamakai tanda pengenal. Tanda
pengenal atas beban Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor.
7. Peraturan lain mengenai penertiban akan dikeluarkan oleh Konsultan
Pengawas pada waktu pelaksanan.
1.11. Pengawasan
1. Pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan dilakukan oleh Konsultan
Pengawas.
2. Konsultan Pengawas berhak pada setiap waktu yang dianggap perlu tanpa
memberitahukan sebelumnya, untuk mengadakan inspeksi/ pemeriksaan
kepada Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor atau Sub-Pelaksana
Pekerjaan/Kontraktor :
− Terhadap jenis pekerjaan yang dipersiapkan di dalam atau diluar site;
− Terhadadp gudang penyimpanan barang-barang;
− Terhadap pengolahan material maupun sumber – sumbernya.
38
3. Bagian-bagian pekerjaan yng telah dilaksanakan tetapi luput dari pengawasan
Konsultan Pengawas, tetap menjadi tanggung jawab Pelaksana
Pekerjaan/Kontraktor dan bagian pekerjaan tersebut jika diperlukan harus
segera dibuka sebagian atau seluruhnya untuk kepentingan pemeriksaan.
4. Jika diperlukan, pengawasan oleh Konsultan Pengawas dilaksanakan di luar
jam-jam kerja. Untuk itu segala biaya menjadi beban Pelaksana
Pekerjaan/Kontraktor. Permintaan Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor tersebut
harus dengan surat disampaikan kepada Konsultan Pengawas.
5. Di tempat pekerjaan, Konsultan Pengawas menempatkan petugas-petugas
bagian pengawasan. Jam kerja konsultan Pengawas akan ditentukan
kemudian.
6. Apabila Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor akan bekerja lembur dimana item
pekerjaan tersebut diperlukan oleh Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor, maka
Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor harus memberitahukan satu hari sebelumnya
dan biaya tersebut termasuk biaya lembur petugas-petugas pengawas
konsultan Pengawas yang besarnya sesuai dengan aturan gaji mereka yang
menjadi tugas Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor.
1.12. Keamanan, Keselamatan dan Kesejahteraan
1. Selama pelaksanaan pekerjaan, Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor wajib
mengadakan segala yang diperlukan untuk menjamin keamanan, keselamatan
dan kesejahteraan manusia/barang di proyek.
2. Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor juga wajib memenuhi segala peraturan tata
tertib, ordonansi pemerintah daerah ataupun pemerintah setempat.
3. Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor bertanggung jawab atas biaya, kerugian
ataupun tuntutan ganti rugi (claim) yang diakibatkan oleh adanya peristiwa
yang mengakibatkan lukanya atau meninggalnya seseorang dalam
melaksanakan pekerjaan, bilamana hal itu disebabkan oleh kelalaian
Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor.
1.13. Ketentuan-ketentuan dari Pemberi Tugas
1. Kelalaian-kelalaian yang dibuat oleh Pelaksaan Pekerjaan/ Kontraktor
seperti:
− Tanpa ada alasan ternyata meninggalkan pekerjaan sebelum pekerjaan
seluruhnya selesai;
− Apabila tidak mengindahkan segala instruksi yang diberikan oleh
konsultan Pengawas;
39
− Apabila tidak dapat melanjutkan pekerjaan secara teratur dan baik;
− Atau dalam hal setelah menyerahkan apa-apa yang menjadi tanggung
jawabnya kepada orang lain tanpa persetujuan tertulis dari Konsultan
Pengawas;
− Tidak menghadiri rapat-rapat teknis; maka Konsultan Pengawas dapat
mengeluarkan peringatan tertulis pertama kepadanya.
2. Apabila dalam waktu 7 (tujuh) hari sesudah menerima peringatan tertulis
tersebut masih belum ada tanda-tanda adanya perubahan yang berarti atau
belum dilaksanakan peringatan termaksud, maka konsultan Pengawas akan
mengeluarkan peringatan tertulis kedua.
3. Apabila dalam waktu 7 (tujuh) hari setelah dikeluarkannya peringatan tertulis
kedua, masih belum ada perubahan yang berarti maka konsultan Pengawas
dapat mengambil tindakan dengan tidak mempertimbangkan alasan-alasan
apapun yang terjadi sebelumnya.
Tindakan tersebut dapat berupa dialihkannya tugas termaksud kepada
pihak lain dengan biaya dibebankan kepada Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor.
4. Apabila ternyata Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor tersebut mengalami
kebangkrutan (bankrupt) atau telah terjadi pengambil alihan oleh pihak lain
atas perusahaannya secara hukum atau tindakan-tindakan lain yang senada
dengan tindakan tersebut diatas, maka pekerjaan Pelaksana
Pekerjaan/Kontraktor di bawah kontrak ini akan diadakan tindakan lebih
lanjut.
5. Pekerjaan tersebut dapat dilanjutkan sesuai dengan kontrak tersendiri, hanya
apabila telah terdapat persetujuan antara Pemberi Tugas dengan pihak lain
yang telah mengambil alih semua kegiatan Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor
tersebut.
6. Apabila dengan tindakan seperti tercantum di atas, ternyata pekerjaan tidak
dapat berjalan dengan baik dan lancar, maka:
a. Pemberi Tugas akan menyelesaikan pekerjaan tersebut dengan
memberikan kepada pihak lain, dengan menggunakan semua peralatan
yang telah berada di lapangan seperti bangunan-bangunan darurat,
gudang, peralatan-peralatan kerja, barang-barang, material-material,
termasuk barang-barang yang telah dibeli (tetapi belum sampai di tempat)
yang akan digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan di lapangan.
b. Bila dipandang perlu oleh Pemberi Tugas/Konsultan Pengawas maka
dalam waktu 10 (sepuluh) hari sesudah dikenakannya suatu tindakan,
Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor harus tetap menyerahkan barang- barang
40
dan material yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan di lapangan
sesuai isi kontrak ini, melalui supplier atau Sub-Pelaksana/Kontraktor
yang menyerahkan barang-barang dan material sesuai dengan kontrak ini,
yang mana ternyata sebegitu jauh belum dibayar oleh Pelaksana
Pekerjaan/Kontraktor yaitu dengan memotong bagian yang harus
dibayarkan kepada Pelaksana Pekerajaan/Kontraktor sesuai penilaian
prestasi.
c. Apabila dianggap perlu oleh Pemberi Tugas maka semua milik Pelaksana
Pekerjaan/Kontraktor yang masih tinggal di lapangan seperti peralatan-
peralatan kerja, barang-barang material dan barang- barang yang
disewanya, harus segera dikeluarkan dari lapangan dan semua biaya
untuk hal tersebut menjadi beban Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor.
Apabila dalam waktu 7 (tujuh) hari ternyata hal tersebut diatas tidak
dilaksanakan, maka akan diselesaikan menurut kebijakan Pemberi Tugas,
dengan tidak bertanggung jawab atas kerusakan atau hilangnya barang-
barang tersebut.
d. Ketentuan tersebut juga berlaku bagi Pelaksana Pekerjaan/ Kontraktor
yang karena satu dan lain hal ternyata dihentikan kontrak kerjanya oleh
Pemberi Tugas.
1.14. Kewajiban Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor
1. Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor harus menyelesaikan pekerjaan secara
lengkap seluruhnya sesuai dengan ketentuan-ketentuan di dalam Dokumen
Kontrak.
2. Selekas mungkin sejak dikeluarkannya Surat Perintah Kerja atau
selambatnya 1 (satu) minggu sebelum berakhirnya masa berlakunya Jaminan
Penawaran, Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor harus menyediakan Jaminan
Pelaksanaan yang dikeluarkan oleh Bank atau Badan Keuangan lain yang
disetujui oleh Pemberi Tugas.
3. Apabila jaminan Pelaksana belum diserahkan kapada Pemberi Tugas didalam
jangka waktu tersebut, maka hal ini berarti Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor
mengundurkan diri dari Pelaksanaan Pekerjaan Kontrak ini.
4. Apabila terjadi di dalam gambar-gambar kontrak terdapat perbedaan-
perbedaan atau penyimpangan-penyimpangan dengan apa yang telah
tercantum di dalam kontrak sehingga akan menimbulkan keraguan-keraguan
dalam pekerjaan, maka Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor harus segera
41
memberitahu hal ini kepada Konsultan Pengawas untuk diadakan
penyelesaian.
5. Apabila terdapat perbedaan-perbedaan antara gambar- gambar dengan
ketentuan-ketentuan di dalam uraian dan syarat-syarat pelaksanaan (RKS),
maka ketentuan yang dianggap paling lengkap oleh Konsultan Pengawas
adalah yang mengikat.
6. Yang dimaksud dengan "gambar" adalah gambar pelaksanaan, gambar
kerja, gambar-gambar detail dan gambar-gambar lainnya yang dibuat untuk
pekerjaan ini sebelum atau pada saat pelaksanaan pekerjaan sedang ber
langsung. Apabila terdapat perbedaan antara gambar-gambar tersebut, maka
gambar yang berskala lebih besarlah yang mengikat.
7. Apabila pada waktu pelaksanaan oleh Konsultan Pengawas diadakan
perubahan-perubahan dalam penggunaan bahan, ukuran-ukuran dan
konstruksi, maka pada akhir pekerjaan Pelaksanaan Pekerjaan/Kontraktor
diwajibkan menyerahkan 5 (lima) set gambar-gambar perubahan yang
dikerjakan di atas cetakan gambar asli dengan perubahan dikerjakan dengan
tinta warna.
8. Atas perintah Konsultan Pengawas dan kepada Pelaksana
Pekerjaan/Kontraktor dapat dimintakan gambar-gambar penjelasan dan
rincian atas bagian pekerjaan khusus, yang kesemuanya atas beban Pelaksana
Pekerjaan/Kontraktor. Gambar-gambar tersebut harus telah disetujui Direksi
Lapangan untuk selanjutnya dianggap sebagai gambar pelengkap dan
menyerahkan 5 (lima) set cetakannya kepada Konsultan Pengawas.
9. Biaya pembuatan semua keperluan gambar-gambar yang dibutuhkan selama
masa kontrak, baik gambar asli dan atau gambar perubahan yang diperlukan
dalam pelaksanaan untuk kepentingan Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor
maupun gambar-gambar yang memerlukan persetujuan dari Konsultan
Pengawas yang harus dibuat di atas kertas kalkir, dan biaya percetakan
gambar-gambar tersebut menjadi tanggung jawab Pelaksana
Pekerjaan/Kontraktor.
10. Selambat-lambatnya 1 (satu) minggu setelah dikeluarkannya Surat Perintah
Kerja (SPK), Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor harus telah dimulai dengan
pekerjaan pembangunan fisik dalam arti kata yang nyata. Untuk itu syarat-
syarat yang diwajibkan agar dapat dimulainya pekerjaan harus dipenuhi
terlebih dahulu.
42
11. Pada akhir pekerjaan pelaksanaan, Pelaksana Pekerjaan/ Kontraktor
diwajibkan menyerahkan 5 (lima) set gambar-gambar instalasi terakhir sesuai
dengan yang dilaksanakan (as built drawings) yang telah disetujui Konsultan
Pengawas dan Perencana, buku sistem beroperasi (operation hand-book)
untuk mesin-mesin dan peralatan-peralatan yang dipasang, disertai surat-
surat ijin dan keterangan resmi dari pihak yang berwajib yang diperolehnya
mengenai instalasi yang telah dipasangnya.
Pelaksana Pekerjaan berkewajiban untuk memberikan pelatihan/ training
sistem operasi peralatan-peralatan, mesin-mesin, yang dipasangnya. Biaya
training/pelatihan berikut buku-buku panduan ditanggung oleh kontraktor.
12. Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor wajib mempelajari dan memahami semua
undang-undang, peratuaran-peraturan Pemerintah, persyaratan-persyaratan
umum maupun suplemennya, persyaratan standard International dan
persyaratan yang dikeluarkan produsen serta tidak menyimpang dari
ketentuan di dalam dokumen pelelangan serta segala petunjuk-petunjuk
tertulis yang telah dikeluarkan.
13. Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor diharuskan menyediakan sedikitnya 1 (satu)
set gambar-gambar pelaksanaan dan RKS di tempat pekerjaan dalam keadaan
yang tetap rapih dan bersih yang dapat dilihat setiap saat oleh Pemberi
Tugas, Konsultan Pengawas ataupun petugas- petugas lainnya.
14. Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor berhak meminta penjelasan kepada
Konsultan Pengawas, Konsultan Perencana atau pihak lain yang ditunjuk
Pemberi Tugas bilamana menurut pendapatnya ada bagian-bagian dari
dokumen kontrak, gambar atau hal-hal lainnya yang kurang jelas. Untuk itu
syarat-syarat yang diwajibkan agar dapat dimulainya pekerjaan, harus segera
dimulai.
15. Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor harus mempunyai dan menyediakan atas
biayanya sendiri semua perlengkapan dan peralatan yang dibutuhkan,
pengalaman dan keahlian serta permodalan dan kemampuan yang nyata
untuk melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan tugas yang
diberikan Pemberi Tugas.
16. Apabila telah tersedia di lapangan peralatan-peralatan milik Pelaksana
Pekerjaan/Kontraktor yang tidak dalam keadaan terpakai, Sub-Pelaksana
Pekerjaan/Kontraktor dapat menggunakan peralatan tersebut.
Disamping itu juga harus menyerahkan :
- Daftar / susunan staf Pelaksana yang ditempatkan di lapangan;
43
- Daftar peralatan-peralatan yang akan digunakan untuk pekerjaan
pelaksanaan;
- Rencana waktu penyelesaian pekerjaan (time schedule);
- Dan lain-lain yang diperlukan.
17. Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor harus mematuhi segala peraturan dan
ketentuan-ketentuan hukum yang berlaku, serta instruksi-instruksi tertulis
yang dikeluarkan oleh Pemerintah/Penguasa setempat sehubungan dengan
pekerajan yang akan dilaksanakan.
18. Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor wajib mempelajari dan memeriksa
pelaksanaan pekerjaan-pekerjaan Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor pihak lain
yang ikut serta mengerjakan proyek ini (dalam hal ini Sub-Pelaksana
Pekerjaan/Kontraktornya), apabila pekerjaan pihal lain dapat mempengaruhi
kelancaran pekerjaannya. Bilamana terjadi gangguan-gangguan Pelaksana
Pekerjaan/ Kontraktor wajib memberikan saran-saran perbaikan untuk
segenap pihak. Apabila hal ini tidak dilakukan, Pelaksana
Pekerjaan/Kontraktor tetap bertanggung jawab atas segala kerugian-
kerugian yang ditimbulkan.
19. Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor wajib berkonsultasi dengan pihak lainnya
agar supaya sejauh mungkin dipergunakan peralatan yang seragam dan
merk yang sama untuk bangunan proyek ini agar memudahkan
pemeliharaan.
20. Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor wajib berkoordinasi dengan pihak lainnya
dalam kelancaran pelaksanaan pekerjaan proyek terutama berkoordinasi
dengan pihak Sub-Pelaksana Pekerjaan/ Kontraktor langsung dari Pelaksana
Pekerjaan/Kontraktor.
21. Sub-Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor harus melaksanakan pekerjaan
diselaraskan dengan jadwal pelaksanaan pekerjaan Pelaksana
Pekerjaan/Kontraktor, yang telah disetujui oleh Konsultan Pengawas dan
Pemberi Tugas.
Dalam hal Sub-Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor tidak mengindahkan
teguran tertulis dari Pelaksana Pekerjaan/ Kontraktor dalam hal
penyelarasan jadwal dengan pelaksana pekerjaan sub Pelaksana
Pekerjaan/Kontraktor, dapat dikenakan sanksi, teguran dan denda.
22. Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor harus mematuhi segala peraturan dan
ketentuan-ketentuan yang berlaku serta instruksi-instruksi tertulis yang
44
dikeluarkan oleh Pemerintah/Penguasa setempat sehubungan dengan
pekerjaan yang dilaksanakan.
23. Didalam melaksanakan pekerjaan ini, Pelaksana Pekerjaan/ Kontraktor
harus:
a. Memperhatikan, melaksanakan dan mengikuti semua ketentuan
sehubungan dengan fungsinya sebagai koordinator pelaksanaan
pekerjaan sepanjang ketentuan tersebut berhubungan dengan
pelaksanaan kontrak ini.
b. Bekerja sama dan saling tidak mengganggu dengan pihal lainnya (Sub-
Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor lainnya dan pihak-pihak lain yang
disetujui oleh Pemberi Tugas untuk melaksanakan pekerjaan tertentu)
didalam melaksanakan pekerjaan yang merupakan bagian dari
pembangunan proyek ini.
c. Menjamin pihak-pihak lainnya sebagaimana tersebut di atas dari segala
macam kerugian yang diderita oleh pihak lain tersebut didalam
melaksanakan pekerjaan yang disebabkan oleh kelalaian dan kesalahan
Sub Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor.
1.15. Sub Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor
1. Penunjukan Sub-Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor hanyalah dapat dilakukan
dengan sepengetahuan dan rekomendasi tertulis dari Konsultan Pengawas
serta mendapat persetujuan dari Pemberi Tugas.
2. Apabila hasil kerja Sub-Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor tidak memenuhi
semua persyaratan di dalam ini ataupun tidak memenuhi target prestasi yang
harus dicapai pada suatu tahap pekerjaan, maka konsultan Pengawas berhak
menginstruksikan kepada Pelaksana Pekerjaan/ Kontraktor untuk mengganti
Sub-Pelaksana Pekerjaan/ Kontraktor tersebut dengan yang lain yang
disetujui Konsultan Pengawas dan Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor harus
menjalankan instruksi tersebut.
3. Pelaksana Pekerjaan/ Kontraktor tidak dibenarkan untuk meninggalkan
kewajibannya dengan cara menyerahkan kontrak ini sebagian atau
seluruhnya kepada pihak lain (Sub-Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor) tanpa
sei jin/persetujuan Pemberi Tugas.
4. Apabila tidak disebutkan di dalam kontrak, maka Pelaksana
Pekerjaan/Kontraktor tidak dibenarkan untuk men-sub-kan sebagian
45
pekerajan yang menjadi kewajibannya tanpa persetujuan Pemberi Tugas dan
Konsultan Pengawas.
Dalam hal sudah mendapat persetujuan Pemberi Tugas dan Konsulta
Pengawas, maka Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor Utama tetap bertanggung
jawab penuh atas segala kelalaian dan kesalahan-kesalahan yang dibuat oleh
subnya, sehingga kelalaian atau kesalahan tersebut merupakan kesalahan dari
Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor itu sendiri.
5. Sub pelaksana Pekerjaan/Kontraktor hanyalah pihak-pihak yang mempunyai
kontrak langsung dengan Pelaksana Pekerjaan/ Kontraktor, yaitu dalam
menyediakan dan mengerjakan bagian-bagian pekerjaan khusus sesuai
dengan keahliannya.
6. Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor Utama tetap bertanggung jawab sepenuhnya
atas hasil pekerjaan Sub-Pelaksana Pekerjaan/ Kontraktor.
1.16. Koordinasi Pelaksanaan di Lapangan
1. Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor wajib dan bertanggung jawab untuk
mengkoordinasikan pelaksanaan seluruh pekerjaan yang tercakup didalam
proyek ini, termasuk didalamnya pelaksanaan pekerjaan para Sub Pelaksana
Pekerjaan/Kontraktor, dan Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor harus mengikuti
dan mentaati semua ketentuan sehubungan dengan fungsinya sebagai
koordinator sebagaimana tersebut diatas.
2. Tugas koordinasi tersebut meliputi :
a. Memberi petunjuki dan pengerahan kepada para Sub-Pelaksana
Pekerjaan/Kontraktor mengenai saat dimulai dan diselesaikannya suatu
bagian dan atau keseluruhan pekerjaan dengan berpedoman kepada
Master Schedule dan keadaan kondisi lapangan.
b. Mengatur dan memberi keleluasan kerja kepada para Sub-Pelaksana
Pekerjaan/Kontraktor dengan yang lainnya yang saling berkaitan agar
seluruh pekerjaan dapat dilaksanakan sebaik-baiknya.
c. Memberikan data tentang suatu bagian pekerjaan dimana Sub-Pelaksana
Pekerjaan/Kontraktor akan melakukan kegiatan mengenai pengukuran,
gambar detail dan sebagainya, sehingga pelaksana pekerjaan/Kontraktor
dapat mempersiapkan serta membuat rencana kerja terperinci yang tepat.
d. Memberi keleuasaan kepada para Sub-Pelaksana Pekerjaan/ Kontraktor
untuk memakai fasilitas peralatan dan fasilitas umum lainnya yang
dimiliki oleh Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor dengan ketentuan bahwa
46
pada saat dibutuhkan fasilitas-fasilitas tersebut dalam keadaan tidak
terpakai oleh Pelaksana Pekerjaan/ Kontraktor.
e. Mengadakan dan memimpin rapat persiapan dalam rangka koordinasi
antar semua Sub Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor yang terlibat didalam
proyek ini guna mencapai kesepakatan dan konsensus dalam rencana
kerja dan/atau dalam membahas suatu masalah yang timbul sebelum
diajukan ke dalam Rapat Lapangan.
3. Sub Pelaksana Pekerjaan/ Kontraktor bertanggung jawab untuk mengganti
kerugian yang diderita oleh Pelaksana Pekerjaan/ Kontraktor dan/ atau Sub
Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor lainnya apabila pekerjaan Pelaksana
Pekerjaan/Kontraktor Utama dan/atau Sub Pelaksana Pelaksana
Pekerjaan/Kontraktor lainnya tersebut mengalami gangguan dan atau
kerusakan yang disebabkan oleh kelelaian Sub Pelaksana Pekerjaan/
Kontraktor tersebut.
1.17. Instruksi Konsultan Pengawas
1. Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor harus mematuhi dan melaksanakan semua
instruksi tertulis yang dikeluarkan oleh Konsultan Pengawas. Apabila dalam
waktu 2 (dua) hari sesudah menerima instruksi tersebut ternyata masih belum
ada realisasinya, maka Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor akan diberi
peringatan tertulis kedua oleh Konsultan Pengawas. Apabila dalam waktu 2
(dua) hari setelah peringatan tertulis kedua dikeluarkan ternyata masih belum
ada realisasi dari instruksi tersebut maka Pelaksana Pekerjaan/ Kontraktor
dapat dikenakan denda seperti yang disebutkan dalam dokumen kontrak.
2. Semua instruksi dari konsultan Pengawas harus dikeluarkan secara tertulis
(instruksi tertulis). Suatu instruksi lisan bukan merupakan pekerjaan yang
mutlak dan harus segera dilaksanakan. Oleh karena itu apabila dalam waktu 1
(satu) hari tidak dikeluarkan instruksi tertulis, hal tersebut tidak perlu
ditanggapi oleh Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor. Tetapi sebaliknya
Pelaksana Pekerjaan/ Kontraktor bertanggung jawab penuh atas biayanya
sendiri untuk segala pekerjaan yang telah dilaksanakannya tanpa adanya
instruksi tertulis dari Konsultan Pengawas.
3. Intruksi tertulis dari Konsultan Pengawas tersebut dapat berupa :
- Teguran atas sesuatu cara pelaksanaan yang salah sehingga
membahayakan bagi keteguhan konstruksi, atau pekerjaan finishing
yang kurang baik atau hal-hal lain yang menyimpang dari persyaratan
teknis dalam RKS dan gambar pelaksanaan;
47
- Instruksi untuk menyingkirkan material/bahan yang tidak memenuhi
syarat dan harus diangkut keluar areal proyek;
- Instruksi untuk mengganti Pelaksana (foreman) dari kontraktor yang
dianggap kurang mampu (un- skilled);
- Instruksi untuk suatu pekerjaan perubahan (Pengurangan dan
penambahan pekerjaan) yang sudah waktunya dilaksanakan dengan
segera;
- Instruksi untuk mengganti Sub-Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor yang
dianggap kurang mampu, baik dari segi mutu kerja maupun kecepatan
kerja;
- Instruksi untuk mempercepat pelaksanaan suatu bagian pekerjaan
berupa penambahan tenaga kerja;
- Instruksi-instruksi lainnya yang termasuk dalam lingkup tugas
Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor.
4. Bilamana ada instruksi lain, Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor berhak untuk
melaksanakan pekerjaan tersebut, atau mengadakan konfirmasi kepada
Konsultan Pengawas. Tetapi sebaliknya Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor
bertanggung jawab penuh atas segala pekerjaan yang telah dilaksanakan
tanpa adanya instruksi tertulis dari Konsultan Pengawas.
1.18. Bagan Kemajuan Pekerjaan dan Rencana Kerja
1. 1 (satu) minggu setelah dinyatakan sebagai pemegang lelang,
Pelaksana/Kontraktor harus telah siap dengan bagan skema kemajuan
pekerjaan (progress schedule) sesuai dengan batas waktu maksimal yang
telah ditetapkan dalam master schedule yang dibuat oleh Pelaksana
Pekerjaan/Kontraktor Utama.
Progress schedule tersebut harus disesuaikan dengan bagan yang disusun
dan dilengkapi :
a. Barchart (bagan secara konvensionil);
b. Network Planning;
c. Volume masing-masing pekerjaan;
d. Man days (tenaga harian) yang diperlukan;
e. S-curve;
f. Gambar mengenai nilai dan harga pekerjaan-pekerjaan sesuai dengan
skedul yang dibuat Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor.
2. Dalam bagan kemajuan pekerjaan ini dicantu Pengawasan besarnya (volume)
masing-masing pekerjaan dan waktu penyelesaian setiap item pekerjaan,
sedangkan di dalam rencana kerja dicantumkan secara terperinci program
setiap tahapan tentang kapasitas kerja, peralatan, tenaga kerja dan target per
harinya.
48
3. Dalam progress schedule, harus dibuat juga S-curve; gambaran mengenai
nilai harga pekerjaan-pekerjaan sesuai dengan skedul yang dibuat pelaksana
pekerjaan/Kontraktor.
(S-curve tersebut ialah suatu diagram yang menggambarkan progress
pekerajan terhadap skala waktu mulai dari awal sampai dengan penyelesaian
proyek yang dihitung berdasarkan time schedule).
4. Pelaksana pekerjaan/ kontraktor harus secara terpisah menyusun "Bagan
Pengerahan Tenaga" dan "Bagan Penyediaan Bahan" yang diperlukan.
5. Bagan-bagan tersebut harus diperlihatkan kepada Konsultan Pengawas untuk
mendapatkan persetujuannya.
6. Kelalaian dalam memasukkan bagan-bagan yang dimaksud dapat
menyebabkan ditundanya permulaan pekerjaan. Akibat dari penundaan ini
menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan/ Kontraktor seluruhnya.
7. Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor wajib melaksanakan pekerjaan tersebut
sesuai dengan patokan waktu yang telah disetujui bersama didalam
menyusun bagan kemajuan pekerjaan. Demikian pula dengan pengerahan
buruh dan bahan harus sesuai dengan personalia dan bahan yang ada.
8. Bagan Kemajuan Pekerjaan dan S-curve sebagaimana tersebut diatas yang
merupakan suatu target prestasi akan merupakan pedoman untuk
mengadakan penilaian progress kerja Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor atas
suatu target prestasi akan merupakan pedoman untuk mengadakan penilaian
progress kerja pelaksana Pekerjaan/Kontraktor atas suatu tahap maupun
keseluruhan pekerjaan apakah mengalami keterlambatan, tepat pada
waktunya atau lebih cepat dari yang direncakanan dan hasil dari penilaian
progress kerja ini akan dikaitkan dengan pembayaran kepada Pelaksana
Pekerjaan/Kontraktor sebagaimana dicantumkan pada syarat-syarat umum
ini.
9. Jika diperlukan, maka Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor wajib membuat
network planning dari kegiatan pembangunan tersebut.
1.19. Rapat Koordinasi dan Rapat Lapangan
1. Rapat Koordinasi
- Rapat koordinasi diselenggarakan setidak-tidaknya 1 (satu) kali setiap
bulan, dipimpin oleh Pemberi Tugas dan atau Konsultan Pengawas;
49
- Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor harus hadir dalam rapat koordinasi yang
setidaknya diwakili oleh Manager Proyek, Site Engineer dan Tenaga
spesialis pekerjaan yang ada;
- Dalam hal Manager Proyek berhalangan hadir maka diwajibkan untuk
memperoleh ijin dengan alasan yang benar dan dapat dipertanggung
jawabkan, serta menunjuk staf yang diberi kuasa sepenuhnya untuk
mengambil keputusan-keputusan;
- Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor diwajibkan menyelenggarakan rapat
persiapan dalam rangka rapat koordinasi dengan para Sub-Pelaksana
Pekerjaan/Kontraktor yang ada;
- Konsumsi rapat koordinasi tersebut disiapkan oleh Pelaksana
Pekerjaan/Kontraktor.
2. Rapat Lapangan
- Rapat lapangan diselenggarakan minimal 1 (satu) kali setiap minggu,
dipimpin oleh Pemberi Tugas dan atau Konsultan Pengawas;
- Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor harus hadir dalam rapat koordinasi yang
setidaknya diwakili oleh Manager Proyek, Site Engineer dan Tenaga
Spesialis pekerjaan yang ada;
- Dalam hal Manager Proyek berhalangan hadir maka diwajibkan untuk
memperoleh ijin dengan alasan yang benar dan dapat dipertanggung
jawabkan, serta menunjuk staf yang diberi kuasa sepenuhnya untuk
mengambil keputusan-keputusan;
- Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor diwajibkan menyelenggarakan rapat
persiapan dalam rangka rapat koordinasi dengan para Sub-Pelaksana
Pekerjaan/Kontraktor yang ada;
- Konsumsi rapat lapangan tersebut disediakan oleh Pelaksana
Pekerjaan/Kontraktor.
1.20. Laporan - Laporan
1. Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor diwajibkan membuat catatan-catatan berupa
"Laporan Harian" yang memberikan gambar dan catatan yang singkat dan
jelas mengenai :
- Tahap berlangsungnya pekerjaan;
- Pekerjaan-pekerjaan yang dilaksanakan oleh Sub Kontraktor (jika
diijinkan);
- Catatan dan perintah Konsultan Pengawas yang disampaikan tertulis
maupun lisan;
- Hal ikhwal mengenai bahan-bahan (yang masuk, yang dipakai maupun
yang ditolak);
50
- Hal ikhwal mengenai keadaan pesanan barang-barang, baik di dalam
maupun di luar negeri (pembukaan L/C, pengapalan, datangnya barang
di pelabuhan dan sebagainya);
- Hal ikhwal mengenai pekerja dan sebagainya;
- Keadaan cuaca dan sebagainya.
2. Setiap laporan harian pada tanggal yang sama harus diperiksa dan disetujui
kebenarannya oleh petugas-petugas Konsultan Pengawas. Perselisihan
mengenai ini mengekibatkan dihentikan sementara untuk diadakan
pemeriksaan.
3. Berdasarkan laporan harian tersebut, maka setiap minggu oleh Pelaksana
Pekerjaan/Kontraktor dibuat "Laporan Mingguan" yang disampaikan
langsung kepada Konsultan Pengawas.
4. Salah satu tembusan laporan mingguan harus selalu ditempat pekerjaan agar
dapat diteliti kembali oleh Konsultan Pengawas setiap saat.
5. Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor diwajibkan membuat foto-foto dan video
kegiatan proyek dalam bagian atau tahapan yang penting sesuai petunjuk
Konsultan Pengawas sebagai dokumentasi proyek.
Untuk setiap progress pelaksanaan pekerjaan disyaratkan minmum sebanyak
36 eksemplar foto berwarna yang dicetak dalam ukuran post card.
Sedangkan untuk video dipakai seti Betamax yang memuat seluruh proses
pekerjaan di lapangan dan minimum membutuhkan 2 (dua) buah kaset, dan 2
(dua) buah Video digital (VCD)
Album foto berikut klisenya dan kaset video/vcd masing- masing diserahkan
minimum sebanyak 3 (tiga) set kepada Pemberi Tugas.
Semua biaya untuk pembuatan foto dan video tersebut menjadi
tanggungjawab Pelaksana/Kontraktor.
6. Berdasarkan laporan mingguan terakhir, Pelaksana Pekerjaan/ Kontraktor
membuat "Laporan Bulanan" di dalam form yang ditentukan oleh
Konsultan Pengawas.
1.21. Perubahan Rencana
1. Atas instruksi dan persetujuan Pemberi Tugas Konsultan Pengawas atau
Konsultan Perencana berhak mengadakan suatu perubahan atas rencana yang
telah ada dengan memberi instruksi tertulis kepada Pelaksana
Pekerjaan/Kontraktor untuk dilaksanakan. Dalam hal ini Pelaksana
Pekerjaan/Kontraktor haus bertanggungjawab atas pekerjaan yang tidak
sesuai dengan instruksi tersebut.
51
2. Yang dimaksud dengan perubahan tersebut adalah perubahan dari desain
kualitas maupun kuantitas dari pekerjaan seperti yang tercantum dalam
gambar-gambar kerja (Kontrak), berupa modifikasi maupun alternatif.
Perubahan tersebut termasuk penambahan, pembatalan dan atau penggantian
dari suatu pekerjaan, peralatan atau standard material.
3. Kuantitas nilai dari semua perubahan akan dihitung oleh Direksi Lapangan
menurut ketentuan yang berlaku di dalam kontrak ini dan apabila diperlukan
Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor diberi kesempatan untuk mengikuti
perhitungan yang dibuat. Untuk perhitungan nilai dan perubahan, metode
atau cara berikut ini harus dipakai :
a. Harga-harga yang tertera di dalam kontrak dipakai untuk menghitung
nilai dari item pekerjaan yang bersifat sama.
b. Untuk item pekerjaan dimana sifatnya berbeda maka harga-harga yang
tertera di dalam Penawaran merupakan dasar perhitungan, sepanjang
nilai yang didapat adalah wajar.
1.22. Penyerahan Pekerjaan
1. Penyerahan pertama harus dilaksanakan selambat-lambatnya pada tanggal
yang telah ditetapkan dalam surat perjanjian pemborongan, sesuai dengan
penjelasan tentang waktu penyelesaian yang ditetapkan dalam aanwijzing.
2. Perpanjangan waktu penyerahan hanya dapat diterima jika alasan-alasan
tersebut sesuai dengan alasan-alasan yang diperkenankan dan tertulis dalam
RKS.
3. Rencana dan tanggal penyerahan pertama harus diajukan kepada Konsultan
Pengawas, selambat-lambatnya 1 (Satu) minggu sebelum tanggal yang
dimaksud, dimana Konsultan Pengawas akan mengadakan pemeriksaan
seksama atas hasil keseluruhan sesuai dengan Dokumen Kontrak. Segala
perubahan-perubahan yang terjadi dituangkan dalam as built
drawing/installed drawing, dimana gambar tersebut diserahkan kepada
Pemberi Tugas sebelum mengajukan termijn (tagihan) prestasi pekerjaan
100%. Hasil pemeriksaan ini akan disampaikan kepada Pelaksana Pekerjaan/
Kontraktor. Sebelum penyerahan pertama, pemeriksaan dapat diadakan lebih
dari satu kali. Pada saat-saat pemeriksaan maupun penyerahan dibuat Berita
Acara.
4. Keadaan yang dapat digunakan sebagai alasan dalam mengajukan
permohonan perpanjangan waktu penyelesaian atau pengunduran waktu
penyerahan adalah keadaan- keadaan Force Majeure.
52
5. Keadaan Force Majeure yang dimaksud adalah :
- banjir;
- hujan terus menerus dari hari ke hari;
- kebakaran;
- demonstrasi dan pemogokan yang langsung berpengaruh terhadap
jalannya pekerjaan;
- dan keadaan lain menurut pertimbangan Konsultan Pengawas yang
disetujui oleh Pemberi Tugas.
6. As built drawing harus dibuat oleh Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor secara
bertahap sesuai dengan pekerjaan yang dilaksanakan untuk kebutuhan
pemeriksaan setiap saat.
As built Drawing harus dibuat dengan gambar digital (Autocad)
7. Dalam penyerahan pertama tersebut disertakan pula Surat Pernyataan,
Sertifikat dan Surat Jaminan dari masing-masing pekerjaan yang telah
dilaksanakan, sertifikat yang dikeluarkan oleh instalasi yang
terkait/berwenang seperti Depnaker.
1.23. Penyelesaian dan Masa Pemeliharaan
1. Setelah pekerjaan dianggap terlaksana 100%, maka pihak Konsultan
Pengawas dan Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor bersama-sama
menandatangani suatu Berita Acara Penyerahan I. Bertepatan dengan ini
berlangsunglah penyerahan pekerjaan pertama.
2. Masa pemeliharaan adalah 90 (Sembilan puluh) hari kalender, terhitung sejak
tanggal dilakukannya penyerahan pertama pekerjaan dari Pelaksana
Pekerjaan/Kontraktor kepada Pemberi Tugas.
3. Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor bertanggungjawab untuk mengganti atau
memperbaiki cacat-cacat maupun kekurangan-kekurangan yang timbul dalam
masa pemeliharaan yang disebabkan oleh pemakaian bahan-bahan maupun
kualitas pekerjaan yang tidak memenuhi ketentuan-ketentuan di dalam
kontrak.
4. Penggantian ataupun perbaikan harus dilaksanakan secepat mungkin setelah
ditemukannya cacat-cacat atau kekurangan-kekurangan tersebut. Apabila hal
ini tidak segera dilakukan, Konsultan Pengawas berhak untuk menunjuk
pihak lain untuk melaksanakan perbaikan tersebut dan biaya untuk itu
merupakan beban Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor.
53
5. Jika Pemberi Tugas menganggap perlu, ia boleh mengeluarkan instruksi agar
Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor memperbaiki segala cacat, susut dan
kesalahan lainnya yang akan timbul dalam masa pemeliharaan, dan yang
akan disebabkan oleh bahan-bahan dan cara-cara pelaksanaan yang tidak
sesuai dengan Kontrak.
6. Setelah semua instruksi perbaikan selesai dilaksanakan, maka dibuatkan
Berita Acara.
7. Setelah masa pemeliharaan dilampui dan sesudah semua perbaikan-perbaikan
dilaksanakan dengan baik, konsultan Pengawas akan mengeluarkan
rekomendasi mengenai selesainya pekerjaan dan perbaikan yang berarti
penyerahan kedua dari pihak Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor kepada Pemilik
Proyek.
1.24. Pekerjaan Tambah Kurang
1. Pekerjaan tambah kurang sebagai akibat dari adanya perubahan rencana/
desain dituangkan dalam Berita Acara tersendiri dan baru bisa dibayarkan
setelah pekerjaan selesai 100% (penyerahan pertama peker jaan).
2. Apabila pekerjaan tambah kurang selesai sebelum penyerahan pertama
pekerjaan, maka dalam Berita Acara Pemeriksaan dan Penyerahan Pertama
Pekerjaan tersebut sudah termasuk Berita Acara Tambah Kurang.
3. Apabila pekerjaan tambah kurang selesai setelah penyerahan pertama
pekerjaan, mak apengajuan pekerjaan tambah kurang yang dituangkan dalam
Berita Acara di lampiri dengan Berita Acara Pemeriksaan dan Penyerahan
Pertama Pekerjaan.
54
III. 2. PERSYARATAN TEKNIS
2. 1. Penjelasan Umum
Lingkup Pekerjaan yang akan dilaksanakan pada tahap ini adalah :
Pekerjaan Sipil & Struktur, Pekerjaan Architecture, Pekerjaan Tapak, Pekerjaan
Plumbing,& Sanitasi, Pekerjaan Mekanikal & Electrikal, Pekerjaan Elektronik.
Untuk memahami serta menghayati secara sempurna seluruh seluk beluk
pekerjaan ini, Kontraktor wajib mempelajari secara teliti, dari Gambar, RKS dan
BQ, serta Berita Acara Aanwijzing dan ketentuan tertulis lainnya (bila ada).
2. 2. Penggalian dan Penimbunan
a. Umum
Bagian ini meliputi semua pekerjaan penggalian penimbunan kembali/pen-
gurugan pada bawah lantai, pengerjaan tanah kasar dan akhir pipa-pipa sub
drainage serta pekerjaan-pekerjaan yang berhubungan dengan itu, sesuai
dengan gambar-gambar dan persyaratan teknis. Penggalian dan penimbunan
kembali untuk pekerjaan mekanikal dan elektrikal termasuk bab ini.
d. Referensi : AASHO T 99
e. Pelaksanaan
1) Penggalian
a. Penggalian harus dilakukan untuk mencapai garis elevasi
permukaan dan kedalaman-kedalaman yang perlu untuk pondasi,
lantai dan lain-lain yang dipersyaratkan atau diperlihatkan
maupun diindikasikan pada gambar-gambar dengan cara yang
sedemikian sehingga persyaratan dari pekerjaan selanjutnya
terpenuhi.
b. Penggalian akan mencakup pemindahan tanah serta batu-batuan
dan bahan lain yang dijumpai dalam pengerjaan.
c. Penggalian untuk pondasi harus mempunyai lebar yang cukup
untuk membangun maupun memindahkan rangka/be kisting yang
diperlukan, dan juga untuk mengadakan pembersihan.
d. Kalau ternyata dijumpai kondisi yang tak memuaskan pada
kedalaman yang diperlihatkan dalam gambar-gambar, penggalian
harus dilanjutkan, diperbesar atau diubah sampai disetujui
Konsultan Pengawas. Jika terjadi hal yang demikian, maka
pekerjaan ini dinilai sebagai pekerjaan tambah.
e. Kalau terjadi kesalahan dalam penggalian tanah untuk dasar
pondasi sehingga dicapai kedalaman yang melebihi apa yang
tertera dalam gambar, maka kelebihan dari pada galian harus
55
diurug kembali dengan pasir. Biaya akibat pekerjaan tersebut
ditanggung oleh Kontraktor.
f. Lapisan atau hasil galian daerah pembangunan yang dapat
dipakai kembali akan ditimbun ditempat yang ditunjuk untuk
digunakan dalam pekerjaan landscaping
g. Kalau dijumpai akar-akar/bahan yang bisa melapuk pada
kedalaman yang diperlihatkan dalam gambar-gambar maka
akar/bahan-bahan tersebut harus diangkat dan diurug dengan pasir
sampai padat.
a. Penimbunan
a. Seluruh bagian site yang direncanakan untuk perletakan bangunan
dan daerah pertamanan harus ditimbun sampai mencapai
ketinggian yang ditentukan, tanah timbunan harus cukup baik,
bebas dari sisa-sisa (rumput, akar-akar dan lain-lainnya) dan dapat
mencapai nilai CBR minimal 4 % rendam air. Dalam hal ini harus
mengikuti petunjuk-petunjuk pengawas teknik.
b. Penimbunan harus dilakukan lapis berlapis setebal maksimal 30
cm hamparan setiap lapisan.
c. Penggilingan lapisan harus mencapai kepadatan 95 % dari
standard proctor laboratorium pada kadar air yang optimum
dengan pemeriksaan kepadatan standard PB.0111.76 Manual
pemeriksaan bahan jalan No. 01/MN/BM/1976. Untuk lapisan
yang paling atas/akhir kepadatan harus mencapai 98 %.
a. Penimbunan Kembali.
Semua penimbunan kembali di bawah atau disekitar bangunan dan
pengerasan harus sesuai dengan gambar rencana. Material untuk
penimbunan harus memenuhi spesifikasi ini.
2. 3 Pekerjaan Pondasi
a. Umum
Bagian ini meliputi penyediaan peralatan, tenaga kerja dan pemasangan
semua pekerjaan pondasi, baik pondasi Foot Plat, plat beton atau batu kali,
dan pondasi lainnya yang ukurannya sesuai dengan gambar, kecualii diten-
tukan lain oleh Konsultan Pengawas sehubungan dengan kondisi lapangan.
b. Lingkup Pekerjaan
Meliputi pembuatan , pondasi Foot Plat lengkap dengan peralatan bantunya,
batu kali, dan pondasi lainnya sesuai dengan gambar-gambar yang ditun-
jukkan.
56
c. Referensi
− Pekerjaan pasangan batu kali;
− NI-2 (1971) Peraturan Beton Bertulang Indonesia;
− NI-3 (1970) Peraturan Umun Bahan Bangunan di Indonesia;
− NI-8 Peraturan Semen Portland Indonesia.
d. Material
− Batu kali harus sesuai dengan Spesifikasi ini.
− Beton Harus Sesuai Dengan Dengan Spesifikasi Ini.
e. Pelaksanaan
Sebelum pelaksanaan pengboran pondasi Kontraktor dengan Pengawas
lapangan harus menentukan titik awal pelaksanaan. Pondasi batu kali dan
pondasi lainnya,semua pelaksanan pekerjaan harus bertaraf kelas I dan
mengikuti semua batas-batas maupun ukuran-ukuran yang ada dalam
gambar perencanaan, dengan toleransi ukuran maupun penyesuaian ukuran
yang harus disetujui oleh Konsultan Pengawas.
2. 4 . Drainase
a. Lingkup Pekerjaan
Kontraktor harus mengatur pekerjaan drainage sedemikian sehingga aliran air
hujan, air bekas dari lavatory, floor drain atau dari sumber-sumber lain, se-
lama dan sesudah pekerjaan selesai, berjalan baik dan lancar. Untuk
menghindarkan kerusakan pekerjaan, Kontraktor harus mengusahakan alat-
alat untuk melindungi pekerjaan tersebut, misalnya pompa air, selokan
pembuang an atau saluran-saluran penyimpanan air dan sebagainya.
b. Umum
Pekerjaan beton untuk gorong-gorong, selokan-selokan, bak kontrol dan
saluran drainage serta untuk pekerjaan beton lainnya supaya mengikuti
ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam P.B.I.1971, baik me
ngenai persyaratan material, persiapan dan cara-cara pelaksanaannya,
acuan dan lain-lainnya.
c. Macam Pekerjaan
Macam pekerjaan drainage meliputi pelaksanaan pemasangan gorong-
gorong/urung-urung, selokan-selokan, pemasangan bak kontrol, saluran
penyambung dari jalan ke selokan dan saluran air sesuai dengan Spesi
fikasi lainnya tentang pekerjaan tersebut dan dalam batas-batas kedudukan,
kemiringan dan dimensi seperti yang tercantum dalam gambar perencanaan
dan atau petunjuk Konsultan Pengawas selanjutnya. Pekerjaan inijuga
mencakup pembongkaran gorong-gorong atau saluran-saluran yang telah ada
57
sebelumnya kecuali Konsultan Pengawas menentukan bahwa selokan-
selokan tersebut masih dapat dipakai lagi.
1) Gorong-Gorong
Pekerjaan pemasangan gorong-gorong, menggunakan saluran dari
beton, batu kali dan bata berbentuk "U" dan ditutup dengan pelat
beton seperti pada gambar dengan ukuran seperti tercantum pada
gambar perencanaan dan dibuat dari beton mutu K.175.
2) Bak Kontrol (Control Box)
Pada tempat-tempat tertentu, seperti yang tercantum dalam Gambar
perencanaan, Kontraktor harus membuat Bak Kontrol (Control Box)
untuk mengontrol kecepatan air dan mencegah adanya erosi ke
saluran penampungan.
Kontraktor hendaknya meneliti semua gambar-gambar Perencanaan
sebelum memulai pekerjaan. Apabila terdapat perbedaan-perbedaan
antara Gambar Perencanaan dengan Site, Kontraktor harus
menanyakan pada Konsultan Pengawas, dan Kontraktor harus
membuat gambar-gambar Revisi dengan persetujuan Konsultan
Pengawas.
Kontraktor harus mengikuti Gambar-gambar Perencanaan mengenai
ukuran-ukuran, letak bak kontrol, elevasi, arah pengaliran dan
dimensi-dimensi lainnya dan apabila terdapat ukuran-ukuran yang
kurang jelas, Kontraktor harus mengikuti semua petunjuk-petunjuk
Konsultan Pengawas.
2. 5. Sistim Aliran Air Hujan
a. Umum
Bagian ini meliputi pengadaan jaringan saluran air hujan, termasuk
penggalian, penimbunan kembali struktur yang bersangkutan dengan jaringan
ini.
b. Material
1) Adukan, yang dipakai adalah campuran dari 1 pc : 2 ps dengan air
untuk menghasilkan kepadatan adukan yang tepat untuk type
sambungan.
2) Beton, yang dipakai sesuai dengan persyaratan pada pekerjaan beton.
58
3) "Sealer", untuk sambungan-sambungan pipa adalah gasket karet
(rubber gasket), kecuali disebutkan / ditunjukkan lain dalam gambar
atau persyaratan.
4) Pipa air hujan, kecuali disebutkan lain, maka pipa air hujan yang
dipakai adalah pipa PVC type AW yang mempunyai ukuran
minimum sesuai dengan standard Indonesia.
Untuk keseluruhan sistim, hanya boleh dipakai satu type pipa merk
"PRALON", "WAVIN”, "RUCHIKA" atau yang setaraf.
c. Pelaksanaan
1) Dimana "gravity flow sewer" menyilang diatas pipa air, maka pipa
"Sewer " ini harus dibungkus dengan beton pada jarak 3 meter pada
tiap sisi pipa air. Ketebalan beton ini, termasuk beton pada
sambungan pipa-pipa tidak boleh kurang dari 1 cm.
2) Ssemua sambungan harus diseal kencang dengan menggunakan
gasket karet.
3) "Cradle" beton.
Pipa-pipa ini harus didukung oleh suatu "cradle" beton ditempat-
tempat sesuai dengan gambar atau petunjuk Konsultan Pengawas.
Beton ini mempunyai campuran 1pc : 3ps : 5 kr
4) Untuk sambungan-sambungan "Y" harus dipakai sam bungan jadi
buatan pabrik, pemotongan pipa-pipa untuk dipakai sambungan tidak
diperbolehkan kecuali dalam hal-hal istimewa atas persetujuan
Konsultan Pengawas.
2. 6. Pekerjaan Beton
a. Umum
Bagian ini meliputi pengadaan dan pemasangan dari semua macam beton
biasa, beton bertulang dengan penulangannya, bekisting, finishing dan
pekerjaan-pekerjaan lain sesuai dengan gambar-gambar dan persyaratan.
b. Referensi
Kecuali ditentukan lain, maka semua pekerjaan beton harus mengikuti
ketentuan-ketentuan seperti yang tertera dalam :
− NI-2
− NI-3
− NI-5
− NI-8
59
c. Material
Semua bahan yang dipergunakan dalam pekerjaan ini terdiri dari :
1) Agregat
Agregat harus terdiri dari gradasi-gradasi yang terhalus sampai kasar
dan harus sesuai dengan persyaratan didalam NI-2, Bab 3.3, Bab 3.4
dan Bab 3.5.
Agregat harus disimpan sedemikian rupa sehingga bebas dari
kontaminasi oleh bahan-bahan yang dapat merusak. Agregat halus
(pasir) dan agregat kasar (koral atau split) harus disimpan dalam
tempat-tempat yang terpisah.
2) Semen
Semen yang dipakai harus dari mutu terbaik seperti disyaratkan
dalam NI-8, Bab 3.2.
Kontraktor harus mengusahakan agar satu merek semen saja yang
dipakai untuk seluruh pekerjaan beton.
Semen ini harus dibawa ketempat pekerjaan dalam zak yang tertutup
oleh pabrik dan terlindung.
Penyimpanannya harus dilaksanakan dalam tempat yang tidak terkena
air (dengan lantai terangkat) dan ditumpuk dalam urutan pengiriman.
Tinggi penumpukan tidak boleh lebih dari 2 m. Semen yang rusak
atau tercampur apapun tidak boleh dipakai.
3) Pembesian/Penulangan.
Besi penulangan beton harus disimpan dengan cara-cara sedemikian
rupa, sehingga bebas dari hubungan langsung dengan tanah lembab
maupun basah, aspal, oli/minyak gemuk (fat).
Juga besi penulangan harus disimpan berkelompok berdasarkan
ukuran masing-masing.
Besi penulangan harus sesuai dengan persyaratan dalam NI-2 Bab
3.7 yang dinyatakan sebagai U-32, sesuai dengan keterangan pada
gambar perencanaan.
Kawat Pengikat Harus berukuran minimal garis tengah 1 mm seperti
yang disyaratkan dalam NI-2 Bab 3.7.
4) Air
Air yang dipakai untuk pengecoran harus bersih sesuai dengan
persyaratan dalam NI-2 Bab 3.6.
Sebelum air untuk pengecoran beton dipergunakan, harus terlebih
dulu diperiksa pada Laboratorium Penelitian Masalah Air.
60
d. Pelaksanaan
1) Proporsi
Kecuali disebutkan lain, maka campuran beton harus sedemikian rupa
sehingga mencapai kekuatan tekan beton karakteristik 225 kg/cm
kecuali disebutkan lain pada gambar perencanaan.
Sebelum pelaksanaan pekerjaan, Kontraktor harus mengadakan trial
test yang dapat membuktikan bahwa mutu beton yang disyaratkan
dapat tercapai. Dari hasil trial test tersebut ditentukan oleh Konsultan
Pengawas "Deviasi Standard" yang akan dipergunakan untuk
menilai mutu beton selama pelaksanaan, sesuai dengan syarat-syarat
PBI-71 Pasal 4.6 dan 4.7.
2) Pengecoran Beton
Kotoran-kotoran dan bahan-bahan lain harus di buang dari dalam
bekisting. Alat-alat pengaduk (beton molen) dan alat pembawa harus
bersih.
Penulangan harus dimatikan pada posisinya dan diperiksa sebelum
pengecoran dilakukan.
Konsultan Pengawas harus menerima pemberitahuan minimal 2x24
jam sebelum pengecoran dilakukan, agar pemeriksaan dan perse-
tujuan dapat diberikan pada waktunya.
Pelaksanaan pengecoran harus sesuai dengan persyaratan dalam PBI
1971 kecuali dipersyaratkan lain. Beton tidak boleh dijatuhkan dari
ketinggian lebih dari 1,5 meter dan segera sesudah pengecoran,
lapisan-lapisan beton ini harus dipadatkan dengan penggetar (internal
concrete vibrator).
Tidak diperbolehkan melakukan pengetokan untuk hal ini.
Kecepatan vibrator dalam adukan harus tetap dan lebih besar dari
7000 impuls per menit. Penggunaan alat penggetar tidak boleh
mengenai besi penulangan. Pemadatan dengan penggetaran ini harus
dilaku kan sesuai dengan PBI 1971 Bab 6.4.
3) Penyambungan Beton
Sebelum melanjutkan pengecoran pada beton yang telah mengeras,
permukaan yang lama dibersihkan dan dikasarkan, bekisting harus
dikencangkan kembali dan penyambungannya dengan menggunakan
air semen jika umur beton lebih dari 3 hari penyambungannya harus
61
menggunakan Bonding Agent yang disetujui oleh Konsultan
Pengawas.
4) Slump
Slump yang diizinkan untuk beton dalam keadaan mix yang normal
adalah sesuai dengan PBI 1971 Bab 4.4, Pemakaian nilai slump harus
teratur dan disesuaikan dengan kebutuhannya; misalnya, untuk
daerah-daerah yang pembesiannya rapat dipergunakan slump yang
tinggi.
5) Lantai Kerja
Semua beton yang berhubungan dengan tanah sebagai dasarnya,
harus diberikan pasir 10 cm dan lantai kerja 5 cm, dengan adukan
1:3:5 di bawah konstruksi beton tersebut.
Sebelum pengecoran lantai kerja dilakukan, lapisan pasir tersebut
harus dipadatkan terlebih dahulu.
6) Kolom dan Balok Praktis
Kontraktor harus memberikan/merencanakan kolom-kolom praktis
untuk pemasangan dinding seluas 12 mý atau dimana dianggap perlu
harus dipasang kolom praktis.
7) Pemeliharaan Beton
Beton yang sudah dicor pada tempatnya harus di jaga agar selalu
lembab dengan jalan menutup beton dengan karung basah atau
menyiram dengan air secara rutin, sehingga beton berumur satu
minggu. Pada umur 24 jam harus dijaga dari air hujan yang deras, air
mengalir, getaran-getaran dan sinar matahari.
8) Masa Pelaksanaan
Selama masa pelaksanaan, mutu beton harus diperiksa secara
kontinyu dari hasil-hasil pemeriksaan benda uji.
Paling sedikit setiap 5 m3 beton harus dibuat benda uji untk ditest di
laboratorium.
Penyerahan dan pengambilan benda uji harus disertai Konsultan
Pengawas.
Jumlah benda uji yang dibuat sesuai dengan permintaan Konsultan
Pengawas.
62
Setelah berumur 7 (tujuh) hari, benda uji harus diperiksa kekuatan
tekannya di laboratorium. Ketentuan-ketentuan lainnya sesuai PBI
1971 Bab 4.7 harus dipenuhi.
9) Pemeriksaan Lanjutan
Apabila hasil pemeriksaan pada Bab 4.7 PBI 1971 masih meragukan,
maka pemeriksaan lanjutan dilakukan dengan menggunakan concrete
gun atau kalau perlu dengan core drilling untuk meyakinkan penilaian
terhadap kwalitas beton yang sudah ada, sesuai pasal 4.8 PBI 1971.
Biaya pekerjaan dalam pasal-pasal ini menjadi tanggungan Kon-
traktor. Hal-hal yang bersangkutan dengan mutu beton hendaknya
mengikuti NI-2 pasal yang bersangkutan.
e. Bahan Additive
Pemakaian bahan additive harus disertai percobaan laboratorium guna
mendapatkan hasil yang baik yang disetujui Konsultan Pengawas. Bahan
additive ini harus memenuhi persyaratan ASTM atau JIS.
f. Bekisting
1) U m u m
Bekisting harus direncanakan, dilaksanakan dan diusahakan
sedemikian rupa agar pada waktu pe ngecoran dan pembongkaran
tidak mengakibatkan cacat-cacat, gelombang-gelombang maupun
perubahan-perubahan bentuk, ukuran-ukuran, ketinggian-ketinggian
serta posisi daripada beton yang dicor.
Perencanaan pelaksanaan, serta pembongkaran bekesting harus sesuai
dengan cara-cara yang di sarankan dan kriteria didalam NI-2 Bab 5.8.
Permukaan bekisting yang berhubungan dengan beton harus benar-
benar bersih sebelum digunakan.
Perencanaan
Penyangga-penyangga harus diberi jarak antara, yang dapat mencegah
defleksi bahan-bahan bekisting. Bekisting beserta sambungan-
sambungannya harus rapat sehingga dapat mencegah kebocoran-
kebocoran adukan selama pengecoran. Lubang-lubang permukaan
sementara harus disediakan didalam bekisting untuk memungkinkan
pembersihan bekisting.
63
2) Referensi
Seluruh bekisting harus mengikuti persyaratan- persyaratan dalam
normalisasi NI-2 dan NI-3.
3) M a t e r i al
Bekisting untuk Beton
Seluruh bekisting untuk beton harus terbuat da ri Multiplex 12 mm dan
balok ukuran 5/10 digunakan pada rangka utama dan kaso 5/7 untuk
rangka pengisi, kecuali dipersyaratkan lain oleh Konsultan Pengawas.
Sebelum pemasangan bekisting, kontraktor harus memberikan gambar
perencanaan bekisting secara lengkap untuk disetujui Konsultan
Pengawas.
Syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk pemakaian bekisting beton
adalah sebagai berikut:
a) Tidak akan mengalami deformasi, sehingga bekisting harus
cukup tebal dan terikat kuat.
b) Harus kedap air dengan menutup semua celah- celah secara
mekanis atau dengan bahan kimia.
c) Tahan terhadap getaran vibrator dari luar maupun dari dalam
bekisting.
d) Permukaan bekisting harus rata dan licin serta diberi releasing
agent yang disetujui oleh Konsultan Pengawas.
e) Ukuran jarak harus disesuaikan dengan renca na dalam gambar.
4) Pembongkaran Bekisting
Bekisting harus dibongkar dengan cara sedemiki an rupa sehingga
dapat menjamin keselamatan pe nuh atas struktur-struktur yang dicetak
dengan memperhatikan persyaratan-persyaratan minimum sebagai
berikut :
Bagian struktur beton vertikal boleh dibongkar bekistingnya setelah 7
hari, dengan syarat bahwa betonnya telah cukup keras dan tidak cacat
karena pembongkaran tersebut.
Bagian struktur beton yang disangga dengan penumpu tidak boleh
dibongkar, sebelum betonnya mencapai kekuatan yang cukup untuk
menyangga beratnya sendiri dan beban-beban pelaksanaan atau beban-
beban lain yang akan menimpa bagian struktur beton tersebut.
64
Dalam hal apapun bekisting pada jenis struktur ini tidak boleh
dibongkar sebelum berumur 14 hari, demikian juga bekisting-bekisting
yang dipakai untuk mematangkan (curing) beton tidak boleh dibongkar
sebelum beton ditentukan matang.
5) Contoh-Contoh
Sebelum pelaksanaan pemasangan, lebih dahulu Kontraktor harus
memberikan contoh-contoh material yang akan dipakai guna
mendapatkan persetujuan Konsultan Pengawas.
6) Koordinasi Dengan Pemasangan Instalasi
Sebelum pengecoran dimulai, Kontraktor harus sudah mengkoor-
dinasikan pemasangan letak-letak instalasi listrik, plumbing dan lain-
lain.
2. 7. Pekerjaan Kayu ( Kasar dan Halus)
a. Umum
Bagian ini meliputi pengadaan dan pemasangan kayu-kayu dengan
pembagian sebagai berikut :
Kayu Kasar : digunakan untuk rangka-rangka plafond, rangka atap dan
pekerjaan lain yang menggunakan kayu kasar.
Kayu halus : digunakan untuk panel pintu, langit-langit /lambrisering
dan pekerjaan pekerjaan lain yang menggunakan kayu
halus.
Bila tidak dipersyaratkan lain secara khusus, maka dalam Spesifikasi ini
termasuk juga pekerjaan-pekerjaan kayu lainnya yang tercantum dalam
gambar peren canaan dan persyaratan Konsultan Pengawas.
b. Referensi
Seluruh pekerjaan kayu harus sesuai dengan :
- NI - 5 1961
- NI - 3 1970
Dan persyaratan-persyaratan lain dalam spesifikasi ini.
c. Material
Kayu yang dipakai untuk pekerjaan kayu halus minimal harus setaraf
dengan kayu "kamper" samarinda yang mempunyai kelas keawetan III dan
kelas kuat II sesuai dengan NI-5 dan kayu kasar menggunakan Kayu
BORNIO. Kayu-kayu yang akan digunakan harus tanpa cacat dan harus
65
bebas dari mata kayu. Kayu yang akan digunakan harus diawetkan dan
diberi bahan anti rayap (larutan 2% chlordane) dengan dosis 200 cc larutan
per mý permukaan kayu.
Contoh dari kayu-kayu ini harus diberikan kepada Konsultan Pengawas
untuk disetujui penggunaannya.
1) Ukuran Dan Pola
Kayu harus mempunyai 4 (empat) sisi permukaan dan ukuran diambil
dari kayu yang sudah terserut dan struktur kayu ini sesuai dengan NI-5.
Kayu-kayu yang dikerjakan harus mengikuti pola-pola sesuai yang
tertera pada gambar perencanaan dan di utamakan untuk kayu halus
harus terserut rapi tanpa ada cacat atau lubang-lubang.
2) Kadar Air
Pada waktu penyerahan di lapangan kerja, kayu-kayu hanya boleh
mengandung kadar air maksimum 25% untuk ukuran tebal lebih dari 7
cm dan kadar air maksimum 19% untuk tebal kurang dari 7 cm.
3) Perlindungan
Semua kayu yang akan digunakan harus sudah diawetkan sesuai
persyaratan dalam NI-5 daan NI-3.
4) Plywood dengan Veneer (Teakwood)
Plywood dengan lapisan veneer lebih kurang 1 mm dari jenis "Teak"
atau "Rose Wood" yang terekat ke badan plywood dan dipasang pada
daerah-daerah sesuai gam bar perencanaan.
Bahan-bahan yang dipakai harus produksi lokal dengan kwalitas
terbaik.
5) Formika
Tebal minimum 1,5 mm dengan tebal laminasi 0,5 mm kwalitas setaraf
produksi "Formica" USA.
Type dan bentuk akan ditentukan oleh Konsultan Pengawas.
6) Pengikat-pengikat
Bahan pengikat digunakan dari paku galvanis, baut atau plat besi
sesuai dengan NI-5 Bab VI, pasal 14, 15 dan 17. Bahan perekat yang
digunakan harus terbu at dari lem tahan air setaraf dengan merk
"HERFERIN".
66
d. Penegerjaan
Semua pengerjaan harus bertaraf kelas satu dengan hasil yang baik dan
rapih. Untuk profil panjang ha rus menggunakan mesin-mesin untuk
pemotongan.
Semua lubang-lubang/cacat ditempat bekas paku, baut dan sebagainya
harus ditutup dengan dempul hingga rapi kembali.
2. 8. Pekerjaan Pasangan
a. Pasangan Bata Hebel
1) U m u m
Bagian ini meliputi penyediaan bahan-bahan, pemasangan dan semua
pekerjaan pasangan bata seperti yang tertera pada gambar-gambar.
Pelaksanaan pemasangan harus benar-benar mengikuti garis-garis
ketinggian, bentuk-bentuk seperti yang terlihat pada gambar-gambar
dan seperti yang dipersyaratkan dalam Spesifikasi ini.
2) Referensi
Persyaratan-persyaratan standard mengenai pekerjaan ini tertera pada
P.U.B.I, NI-3 1970 dan NI-10 1973.
3) Material
a) Anker-anker dan pengikat-pengikat harus dibuat berdasarkan
perencanaan yang disetujui Konsultan Pengawas dan kecuali tidak
disebutkan lain maka terbuat dari baja.
b) Bata harus baru, keras dan dipasang dengan adukan 1 pc : 4 pasir.
Untuk daerah toilet dan daerah yang harus menggunakan kedap air,
digunakan adukan 1 pc : 2 pasir.
Ukuran bata adalah 10cm x 20 cm x 40 cm dengan toleransi
ukuran 0,5 cm.
4) Pengerjaan Dan Penyimpana
Bahan-bahan untuk pengerjaan pasangan harus disimpan dengan cara-
cara yang disetujui Konsultan Pengawas, untuk menghindarkan dari
segala hal yang dapat mengakibatkan kerusakan bahan tersebut.
5) Contoh-Contoh
Contoh bahan yang diusulkan untuk dipakai harus diserahkan kepada
Konsultan Pengawas dan persetujuan atas bahan-bahan tersebut harus
sudah didapat sebelum bahan yang dimaksud dipergunakan.
67
Pengambilan contoh atas bahan-bahan yang telah ada di lapangan akan
dilakukan sewaktu-waktu sesuai dengan kebutuhan Konsultan
Pengawas guna keperluan pengujian.
6) Pemasangan
Pemasangan batu-bata harus dipasang rata, tegak dan lajur
penaikannya diukur tepat dengan tiang lot, kecuali bilamana tidak
diperlihatkan dalam gambar-gambar maka setiap lajur bata harus putus
sambungan dengan lajur dibawahnya.
Pola ikatan pasangan harus terjaga baik diseluruh pekerjaan.
b. Pasangan Batu Kali
1) U m u m
Bagian ini meliputi pengadaan dan pemasangan semua pondasi batu
kali atau bagian-bagian lain yang menggunakan batu kali, sesuai
dengan gambar dan persyaratan di sini.
2) Referensi
Pekerjaan ini harus sesuai dengan P.U.B.I NI-3 1970.
3) Material
a) B a t u
Bahan untuk pondasi batu kali kecuali dipersyaratkan lain, harus
sesuai dengan P.U.B.I. NI-3 1970 dan cara pengerjaannya harus
dilakukan menurut cara terbaik yang dikenal di sini.
Batu kali harus keras dengan permukaan kasar tanpa cacat atau
retak.
b) A d u k a n
Adukan yang dipakai terdiri campuran 1 pc : 4 pasir.
4) Pemasangan
Pekerjaan pemasangan batu kali dilaksanakan sesuai dengan ukuran
dan bentuk-bentuk yang ditunjuk dalam gambar.
Tiap-tiap batu harus dipasang penuh dengan adukan sehingga semua
hubungan batu melekat satu sama lain dengan sempurna.
Setiap batu harus dipasang di atas lapisan adukan dan diketok ke tem-
patnya hingga teguh.
Adukan harus mengisi penuh rongga-rongga antara batu untuk
mendapatkan massa yang kuat dan integral.
68
c. Pasangan Dinding Glass Block.
1) Lingkup Pekerjaan
Meliputi pengadaan dan pemasangan dinding Glass Block serta
peralatan bantu yang diperlukan dan material lain .
2) Referensi
Mengikuti persyaratan-persyaratan dalam spesifikasi dan menurut
petunjuk Konsultan lapangan serta syarat-syarat yang dikeluarkan
pabrik.
3) Material
Dinding Glass Block/dinding kaca yang dipakai adalah dari type kaca
bening/buram, material yang dipakai dari product Mulia, Saint Gobain
atau yang setara, texture ditentukan dilapangan.
Sebelum dipasang kontraktor harus memberikan contoh bahan dan
type yang akan dipasang, agar diberikan ke Konsultan lapangan untuk
mendapatkan persetujuan pelaksanaan.
d. Pasangan Dinding Batu Bata
Persyaratan Bahan :
- Ukuran : ± 5 x 11 x 22 cm
- Produksi : Lokal
- Kualitas : Baik
Persyaratan lain :
− Matang, keras.
− Ukuran sama rata, saling tegak lurus.
− Tidak mengandung batu, tidak berlubang-lubang, tidak retak-
retak.
− Memenuhi persyratan-persyaratan PUBI 1982.
Pemasangan/Pelaksanaan :
- Sebelum pekerjaan dimulai, Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor
harus menyerahkan sample dari bata yang akan dipakai untuk
mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas.
- Batu bata yang ternyata tidak memenuhi syarat harus segera
dikeluarkan dari site.
- Pada waktu pemasangan, semua bata yang dipergunakan harus
dibasahi/direndam dengan air dan batu batu tersebut harus
bebas dari kotoran yang melekat.
69
- Batu bata harus dipasang dengan baik, rata, horisontal,
sambungan-sambungannya harus sama rata, sudut persegi, naad
tegak tidak segaris (silang), permukaan baik dan rata.
- Pada penghentian-penghentian pasangan harus dipakai
penggigian miring.
Pada hubungan-hubungan dengan tiang-tiang beton atau pada
ujung pasangan harus bergerigi.
Semua pasangan harus terikat kuat dengan kolom, dinding-
dinding beton, balok atau pelat beton dan bagian struktur
lainnya.
- Adukan 1 pc : 2 ps dipergunakan untuk :
• Dinding dalam sampai tinggi 20 cm dari lantai dalam
• Dinding luar sampai tinggi 50 cm dari lantai dalam
• Dinding KM/WC luar dan dalam sampai tinggi 150 cm
dari lantai dalam Sementara untuk dinding-dinding yang
lain mempergunakan adukan 1 pc : 4 ps.
- Pemasangan dilakukan secara bertahap, dimana tiap tahapan
tidak boleh melebihi ketinggian 1 m, kecuali bila ada
persetujuan dari Konsultan Pengawas.
- Penguatan untuk pasangan bata dilakukan menurut kebutuhan
atau atas petunjuk-petunjuk Konsultan Pengawas.
Kolom praktis untuk penguat pasangan bata harus dibuat
sedemikian rupa, sehingga maksimum setiap luas 12 m2 bidang
pasangan bata harus dikelilingi oleh penguat (kolom-kolom
praktis) tersebut.
- Pada sisi tegak yagn berhubungan dengan beton/kolom harus
dipasang angkur 10 mm (3/8") dan sepanjang sisi tegak
tersebut harus dicor dengan adukan 1 pc : 2 ps, setebal minimal
5 cm.
- Penguatan beton juga diberikan pada daerah-daerah
pembukaan, seperti bagian atas pintu/jendela dan lubang-
lubang lainnya, sesuai dengan petunjuk Konsultan Pengawas.
- Bila pemasangan selesai, maka adukan-adukan semen yang
menempel pada pasangan batu bata harus segera dibuang.
70
- Adukan yang tumpah ke bawah pada waktu pemasangan bata,
adukan bekas dan yang sudah ditinggalkan lebih dari 2 jam
tidak boleh dipakai/dicampurkan dengan adukan yang baru.
- Untuk plester (finishing) disyaratkan memakai :
• Campuran 1 pc : 2 ps dinding bata trasram dan dinding
beton;
• Campuran 1 pc : 4 ps untuk dinding bata biasa.
Ketebalan plester adalah 1 - 2 cm, kemudian dirapikan dan
dihaluskan dengan portland cement murni.
Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor harus menjamin bahwa plester
dinding tersebut benar-benar rapi, rata dan tidak bergelombang.
e. Dinding Batu Alam
Persyaratan Bahan :
- Ukuran: Tebal 3 cm
- Produksi : Palimanan, Padang, Marmo, Batu Sukabumi.
- Warna : Kuning - Coklat, Hijau atau sesuai gambar rencana.
- Kualitas : Baik, cukup keras
- Pola : Sesuai petunjuk Konsultan Pengawas
- Persyaratan lain :
• Estetis
• Kuat, tidak mudah rusak/pecah, tahan lama
• Pemeliharaan mudah
• Pemasangan mudah, cepat dan dapat segera digunakan
• Pemotongan dengan menggunakan mesin
• Blok yang rusak mudah diangkat dan diganti dengan yang baru
tanpa meninggalkan bekas
• Tekstur halus untuk dinding luar bangunan
• Tekstur kasar untuk kaki bangunan
• Sudah di coating anti jamur.
Pemasangan/Pelaksanaan :
- Permukaan dinding rata, diberi lapisan screed dengan ketebalan 2 - 3
cm.
- Pola pemasangan disesuaikan dengan gambar, demikian juga dengan
as pemasangannya.
- Pemasangan batu alam ini diatur sedemikian rupa sehingga garis naad
horizontal tetap terlihat seperti pada gambar.
71
f. Pelaksanaan
Sebelum pelaksanaan dinding yang akan dipasangi glass block harus sudah
dalam keadaan rata, sehingga pemasangan glass block dapat terpasang
dengan baik. Hubungan glass block dengan dinding atau glass block
dengan glass block diisi dengan adukan semen pasir dengan perbandingan
1 : 4, bila terdapat adukan adukan yang berlebihan agar segera dibersihkan
dan jangan ditunggu sampai mengering.
Lebar naat dibuat 8 - 10 mm dengan kedalaman yang sama, setiap naat
harus lurus rata dan memenuhi unsur-unsur estetika.
Setelah glass block terpasang , maka celah/naat antara glass block tersebut
diisi dengan Sealent yang setara Dow Corning atau ditentukan lain oleh
pengawas lapangan.
2. 9. Pekerjaan Plesteran Dan Adukan
a. Umum
Bagian ini meliputi seluruh pekerjaan plesteran dan adukan yang
disebut dalam gambar.
b. Referensi
Seluruh pekerjaan dan bahan harus sesuai dengan persyaratan dalam :
- NI-2-1971.
- NI-3-1970.
- NI-8-1972.
c. Material
Bahan-bahan yang digunakan harus sesuai dengan persyaratan-
persyaratan dan kebutuhan persyaratan yang tercantum dibawah ini.
1) P a s i r
Pasir yang dipakai harus kasar, tajam, bersih bebas dari tanah liat,
lumpur atau campuran-campuran lainnya sesuai dengan : NI-3
Pasal 14. NI-2 Bab 3.3.
2) S e m e n
Semen yang dipakai harus baru, tidak ada bagian- bagian yang
membatu dan dalam zak yang tertutup seperti diisyaratkan dalam
NI-8.
Hanya satu merk dari satu jenis semen yang dapat digunakan dalam
pekerjaan, kecuali ditentukan lain oleh pengawas atau pemberi
tugas.
72
3) A i r
Harus bersih dan bebas dari bahan-bahan yang merusak seperti
minyak,asam dan unsur organik.
Kontraktor diwajibkan menyediakan air kerja atas biaya sendiri.
d. Perencanaan
1) Campuran ("MIXES") adukan dan plester.
a) Plesteran/adukan type A ( 1 pc : 2 ps ).
Penggunaan :
Semua dinding beton maupun bata dan dinding- dinding lain
yang diharuskan memakai plester kedap air, Seperti terdapat
dalam gambar.
b) Plester/adukan type B ( 1 pc : 4 ps ).
Penggunaan :
Semua dinding beton maupun batu bata yang akan
diplester yang tidak termasuk kelompok 1.1.
1) A c i a n
Acian dibuat dalam campuran 1 semen : 2 air (volume).
Acian hanya digunakan pada dinding-dinding terplester yang akan
dicat .
e. Pelaksanaan
1) U m u m
Dalam pelaksanaan Kontraktor diwajibkan menggunakan mesin-
mesin pengaduk (molen) dan peralatan yang memadai. Persiapkan
dan bersihkan permukaan-permukaan yang akan diplester, dari
kotoran-kotoran dan bahan-bahan lain yang dapat merusak
plesteran.
Tukang-tukang plester yang dinilai tidak cakap, karena pekerjaan
yang buruk harus diganti dengan yang baik.
Plesteran/adukan yang tidak sesuai dengan persyaratan teknis ini
harus disingkirkan dari pekerjaan.
Pekerjaan plesteran harus rata pada bidang pemasangannya.
Pekerjaan yang tidak rata harus diperbaiki sesuai perintah
pengawas. Tebal plesteran yang dimaksud, kecuali bila dinyata kan
lain adalah 20 mm dengan toleransi minimum tebal 15 mm dan
maksimum 25 mm. Bilamana ketebalan toleransi ini ternyata
73
dilampaui karena kondisi permukaan dinding, maka permukaan
dinding harus diperbaiki.
Pelaksanaan pekerjaan plesteran dapat dilaksanakan setelah pipa-
pipa air, listrik, gas sudah terpasang (apabila pemasangan pipa-pipa
tersebut inbow).
2) Pencampuran
a) Buat adukan dalam jumlah yang dapat dipakai habis dalam
waktu 45 menit. Adukan/plesteran dapat dipakai sampai
sebatas adukan/ plesteran tidak dapat lagi diolah (lebih kurang
90 menit setelah adukan jadi).
b) Membuat campuran adukan/plesteran tanpa mesin pengaduk
hanya dapat dilaksanakan dengan izin pengawas.
c) Membuat campuran adukan/plesteran dengan mesin pengaduk
(molen).
Bak molen harus benar-benar bersih, Isikan setengah jumlah
air yang diperlukan berikut pasir, lalu tambahkan semen
sementara bak pengaduk berputar, kemudian isikan air sesuai
kebutuhan.
2) Pemasangan Adukan/Plesteran
a) Adukan pasangan bata: lihat Pekerjaan Pemasangan Bata Bab
IV.
b) Plesteran.
− Plesteran ke Dinding Bata Biasa.
a. Bersihkan permukaan dinding bata dari noda-noda
debu, minyak, cat dan bahan-bahan lain yang dapat
mengurangi daya ikat plester.
b. Pasang lapisan plester setebal yang disyaratkan (20
mm). Ratakan dengan roskam kayu/aluminium.
Basahkan selama lebih kurang tiga har
a. Plesteran ke permukaan beton.
i. Bersihkan permukaan beton dari sisa-sisa bekisting,
debu, minyak, cat dan bahan- bahan lain yang dapat
mengurangi daya ikat plesteran. Basahi beton dengan
air sehingga jenuh. Tunggu sampai aliran air berhenti.
74
ii. Pasangkan acian setebal 2-3 mm, kasarkan permukaan-
nya, kemudian pasangkan plesteran sebelum acian
mengering.
iii. Ulangi butir "a" tersebut di atas, lalu pasangkan plester-
an dalam ketebalan/ke retakan yang disyaratkan dalam
gambar.
iv. Bilamana acian diperlukan pada tempat –tempat
tertentu, seperti pada permukaan beton exposed maka
permukaan tersebut harus dikasarkan terlebih dahulu
dan acian diberi aditiv menurut petunjuk pengawas,
agar hasil akhir acian tidak retak.
2.10. Pekerjaan Pengendalian Kelembapan (Atap)
Pekerjaan Atap Genteng Zeng
a. U m u m
Meliputi penyediaan bahan, tenaga kerja dan pemasangan atap Genteng
zeng pada tempat-tempat sesuai dengan yang ditunjukkan dalam gambar
perencanaan.
b. Referensi
- Petunjuk pabrik pembuat
- Persyaratan Umum Bahan bangunan Indonesia
- Petunjuk-petunjuk dalam spesifikasi ini
- Petunjuk-petunjuk Konsultan Pengawas.
c. Material
Atap Genteng yang akan dipakai harus dari kwalitas yang terbaik.
d. Contoh-Contoh
Sebelum pemasangan, Kontraktor harus menyerahkan Contoh-contoh
bahan yang akan dipakai untuk disetujui oleh Konsultan lapangan.
e. Pelaksanaan
Periksa permukaan atas dari semua rangka penumpu yang terletak pada
satu bidang datar perbaiki jika perlu dengan menyetel bagian bagiannya
untuk mendapatkan bidang yang rata
Lembaran genteng zeng dipasang secara berurutan mulai dari salah satu
sisi bangunan bergerak kesalah satu sisi yang lain, tujuannya adalah agar
tumpuan sisi tiap lembar benar-benar saling menutupi dengan baik.
75
2.11. Pekerjaan Keramik
a. Lingkup Pekerjaan
Meliputi pengadaan dan pemasangan dari ubin keramik dan pelapis
dinding keramik dengan ukuran 20 x 20 dan 30 x 30 cm, sesuai yang
ditunjukkan dalam gambar atau persyaratan.
b. Referensi
Seluruh pekerjaan ini akan disesuaikan menurut standard :
- NI - 2 1971
- NI - 3 1970
- NI - 8 1972
- Standard Industri Indonesia.
c. Material
Untuk lantai di ruang-ruang kerja dipakai keramik berglasir dengan
kwalitas setara, Roman, Mulia, Asia Tile, dengan ukuran dan motif
(sesuai gambar perencanaan) dan warna yang akan ditentukan kemudian.
Seluruh material yang akan dipasang diambil secara random sebanyak 10
buah, untuk setiap 500 buah dan kemudian dites. Kontraktor harus menga-
jukan contoh kepada Konsultan lapangan untuk mendapatkan persetujuan.
d. Pelaksanaan
Untuk bagian yang akan difinish dengan keramik, Kontraktor terlebih
dahulu mengajukan gambar / pola perletakan keramik pada bidang yang
akan ditempel se hingga pola tersebut memenuhi persyaratan estetika yang
diperlukan.
Gambar rencana / pola penempatan tersebut harus disetujui oleh Konsultan
lapangan, dan pemberi tugas sebelum pekerjaan dimulai.
Cara pemasangan pada dinding :
− Untuk permukaan yang telah rata, dibersihkan dari kotoran dan debu
yang melekat kemudian pergunakan perekat/lem keramik yang
disetujui pengawas lapangan untuk menempelkan Keramik tersebut.
− Sewaktu pemasangan, keramik dipukul secara hati- hati sehingga
menempel dengan baik pada dinding.
Cara pemasangan pada lantai :
− Untuk permukaan yang telah rata, dibersihkan dari kotoran, lemak
dan debu yang melekat, kemudian keramik ditempelkan dengan
menggunakan pasta air semen.
76
e. Pemotongan
Untuk pemotongaan keramik tersebut harus dipergunakan alat potong
kramik (gergaji listrik) atau yang dianjurkan lain oleh pengawas lapangan.
f. Pengisian Naad
Lebar naad 4-8 mm, dan setiap naad tersebut harus lurus, rata dan
memenuhi unsur-unsur estetika bangunan. Untuk hal tersebut Kontraktor
diharuskan berkonsultasi dengan Konsultan Pengawas.
Setelah keramik dipasang, maka celah/naad antara keramik tersebut diisi
dengan pasta yang disetujui oleh Konsultan lapangan. Warna akan
ditentukan kemudian.
2.12. Pekerjaan Ceiling
a. Umum
Persyaratan:
Pemasangan ceiling baru dapat dilaksanakan setelah pekerjaan dalam
ceiling seperti kabel-kabel, pipa-pipa, ducting, dan alat-alat penggantung
penguat rangka plafond telah selesai dikerjakan. Sebelum pelaksanaan
Kontraktor harus mengajukan contoh material untuk mendapat persetujuan
dari pengawas.
Bagian ini meliputi pengadaan maupun pemasangan dari semua pekerjaan
ceiling yang dipasang pada tempat-tempat yang ditunjuk dalam gambar
perencanaan.
b. Pekerjaan Ceiling Fibre Cement
1) Umum
Bagian ini meliputi pengadaan dan pemasangan dari semua
pekerjaan Ceiling yang terdapat pada gambar perencanaan seperti
pada ruang toilet dan ruang-ruang yang lembab serta menurut
petunjuk pengawas lapangan dan pemberi tugas .
2) Material
Untuk material Fibre cement ketebalan tidak kurang dari 5,5 mm,
kerapatan 0,7 + 0,07 g/m3, kadar lengas max,15%, Modulus patah
terhadap sisi panjang dari (606 mm x 1.210 mm) tegak lurus
terhadap sisi panjang dari lembaran tidak kurang dari 60 kg/cm.
Referensi Material setara dengan merk Harflex.
77
3) Rangka
Rangka untuk langit-langit Fibre cement adalah kayu Borneo Super,
seperti disyaratkan pada spesifikasi ini, dan diberi penguat/
penggantung dari kayu atau baja.
4) Pelaksanaan
Sebelum pemasangan rangka ceiling harus sudah benar-benar rata
serta penggantung sudah benar-benar kaku terpasang, utuk
pemotongan harus dipotong dengan alat potong khusus atau gergaji
seperti yang disyaratkan pada spesifikasi pabrik pembuat, dan untuk
pemakuan agar dipaku pada bagian sisi tidak dibenarkan pemakuan
pada bagian sudut.
c. Pekerjaan Ceiling Multipleks
1) Umum
Bagian ini meliputi pengadaan dan pemasangan dari semua pekerjaan
Ceiling yang terdapat pada gambar perencanaan seperti pada ruang
tidur dan ruang-ruang yang tidak lembab serta menurut petunjuk
pengawas lapangan dan pemberi tugas .
2) Material
Untuk material Multipleks ketebalan tidak kurang dari 6 mm
3) Rangka
Rangka untuk langit-langit Multipleks adalah kayu Borneo Super,
seperti disyaratkan pada spesifikasi ini, dan diberi penguat/
penggantung dari kayu atau baja.
4) Pelaksanaan
Sebelum pemasangan rangka ceiling harus sudah benar-benar rata
serta penggantung sudah benar-benar kaku terpasang, utuk
pemotongan harus dipotong dengan alat potong khusus atau gergaji
seperti yang disyaratkan pada spesifikasi pabrik pembuat, dan untuk
pemakuan agar dipaku pada bagian sisi tidak dibenarkan pemakuan
pada bagian sudut.
d. Pekerjaan Ceiling Gypsum Board
1) Umum
Bagian ini meliputi pengadaan dan pemasangan dari semua pekerjaan
Ceiling yang terdapat pada gambar perencanaan seperti pada ruang
toilet dan ruang-ruang yang lembab serta menurut petunjuk pengawas
lapangan dan pemberi tugas .
78
2) Material
Untuk material Gypsum Board ketebalan tidak kurang dari 9 mm.
Referensi Material setara dengan merk ELEPHAN.
3) Rangka
Rangka untuk langit-langit Fibre cement adalah kayu Borneo Super,
seperti disyaratkan pada spesifikasi ini, dan diberi penguat/
penggantung dari kayu atau baja.
4) Pelaksanaan
Sebelum pemasangan rangka ceiling harus sudah benar-benar rata
serta penggantung sudah benar-benar kaku terpasang, utuk
pemotongan harus dipotong dengan alat potong khusus atau gergaji
seperti yang disyaratkan pada spesifikasi pabrik pembuat, dan untuk
pemakuan agar dipaku pada bagian sisi tidak dibenarkan pemakuan
pada bagian sudut.
2.13. Pekerjaan Kaca
a. Umum
Pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga kerja, pengadaan material dan
pemasangan semua kaca, kecuali kaca untuk cermin dan pekerjaan yang
ditunjuk dalam gambar dan persyaratannya.
Mengatur pekerjaan kaca dengan pekerjaan-pekerjaan lain yang
bersangkutan terutama pekerjaan kusen alluminium.
b. Referensi
Mengikuti persyaratan-persyaratan dari pabrik pembuat dan dalam spesifi-
kasi ini atau menurut petunjuk Konsultan Pengawas.
c. Material
1) Kaca pada pintu & jendela
Pekerjaan pintu dan jendela sesuai spesifikasi pekerjaan
Alluminium. Untuk kaca Jendela menggunakan kaca dari type
Panasap 6 mm, untuk tinggi kaca diatas 2,00 m , menggunakan kaca
tempered 10 mm Kwalitas dari kaca-kaca tersebut harus setaraf
dengan kaca-kaca produksi "Asahi mas" atau produksi lokal lainnya
dari kwalitas baik.
Kaca yang digunakan pada bagian luar (curtain wall) menggunakan
kaca dari type Panasap reflected
79
2) Contoh
Untuk kaca yang akan dipasang Kontraktor diwajibkan memberikan
contoh – contoh bahan terlebih dahulu untuk mendapatkan
persetujuan dari konsultan pengawas atau pemberi tugas.
3) Pelaksanaan
Sebelum pemasangan kaca, semua kotoran kotoran dan bekas-bekas
minyak harus dibersihkan hingga tidak mengganggu perekatan, dan
kaca harus dipasang rata serta tegak lurus pada tempat yang
dipasangkan.
Pemotongan kaca harus sedemikian rupa sehingga sesuai ukuran,
agar pemasangan mudah dan kaca tidak dipaksa pada saat dipasang.
Untuk pemasangan kaca pada tempat – tempat tertentu yang harus
menggunakan sealent, harus menggunakan sealent dari product yang
terbaik.
2.14. Pekerjaan Pengecatan
a. Umum
Bagian ini meliputi pengadaan cat dengan pengecatan serta "finishing"
pada semua permukaan sesuai gambar, daftar-daftar dan persyaratan.
b. Referensi
Seluruh pekerjaan harus sesuai dengan standard sebagai berikut :
- Petunjuk-petunjuk yang diajukan oleh pabrik pembuat.
- NI - 3 1970
- NI – 4
c. Material
Cat dasar maupun cat akhir yang akan digunakan adalah dari kwalitas baik
setaraf dengan produksi ICI (Emulsion, Supergloss) atau Dana Paint
(Danacryl, Danashield, Danalux, Upox Enamel).
Jenis-jenis cat yang akan digunakan adalah sebagai berikut :
1) Cat untuk tembok:
Wall sealer, Cat dasar, Cat akhir.
2) Cat untuk kayu:
Menie, Plamur, Cat dasar, Cat akhir.
3) Cat untuk baja.
4) Politur Ultran.
5) Cat tahan air.
80
d. Pelaksanaan
− Cat yang akan digunakan berada dalam kaleng-kaleng yang masih
disegel, tidak pecah atau bocor dan mendapat persetujuan Pengawas
lapangan.
− Kontraktor bertanggung jawab, bahwa warna-warna dan bahan cat
adalah tidak palsu dan sesuai dengan persetujuan Pengawas lapangan.
− Kontraktor sudah harus memperlihatkan contoh dari bahan cat yang
akan digunakan disertai Surat Jami nan Kwalitas dari pabrik pembuat
atau agen-agen penjual yang ditunjuk oleh Pabrik tersebut untuk
disetujui.
− Sebelum penggunaan dari cat ini Kontraktor harus sudah mengerti
betul tentang cara-cara penggunaannya sesuai rekomendasi pabrik
yang bersangkutan.
Pekerjaan pengecatan tidak boleh dimulai :
1. Sebelum dinding atau bagian yang akan dicat selesai diperiksa
dan disetujui oleh PTP.
2. Sebelum bagian-bagian yang retak-retak, pecah atau kotoran-
kotoran dibersihkan.
3. Sebelum memperlihatkan contoh pengecatan pada percobaan (di
lokasi), macam/pola cat yang akan dilaksanakan.
4. Apabila dinding atau bagian yang akan dicat ternyata masih
basah, lembab atau berdebu.
5. Sebelum didahului dengaan membuat percobaan pengecatan
pada dinding atau bagian-bagian yang akan dicat.
− Kontraktor bertanggung jawab atas hasil pengecatan yang baik dan
harus mengatur waktu sedemikian rupa sehingga terdapat urut-urutan
pekerjaan yang tepat mulai dari pekerjaan dasar (under coats) sampai
dengan pengecatan akhir (finishing coats).
− Pekerjaan pengecatan harus dikerjakan oleh tenaga ahli dalam
pengecatan.
− Semua pekerjaan pengecatan harus mengikuti petunjuk-petunjuk dari
PTP dan Pabrik pembuat cat tersebut serta mendapat persetujuan PTP.
81
1) Cat Tembok Dalam
Tembok baru yang akan dicat harus mempunyai cukup waktu
mengering. Setelah permukaan tembok kering, maka persiapan
dilakukan dengan membersihkan permukaan tersebut terhadap
pengkristalan/pengapuran (efflorescene) yang biasanya ter dapat pada
tembok baru, dengan ampelas (emerald paper) kemudian dengan lap
sampai benar-benar bersih.
Untuk lapisan plamur pakai bahan sesuai dengan petunjuk pada
bagian-bagian dari pabrik pembuat dan harus mendapat persetujuan
PTP.
Setelah kering permukaan tersebut diamplas lagi dengan campuran
kira-kira 15% air, Bagian-bagian yang masih kurang baik, diberi
plamur lagi dan diamplas setelah kering.
Pengecatan akhir dilakukan 2 atau 3 kali sampai mencapai warna yang
dikehendaki.
Pekerjaan pengecatan dilakukan dengan "Roller", Warna akan
ditentukan kemudian.
2) Cat Kayu
Cat kayu dipakai untuk daun-daun pintu, daun jendela serta kosen.
Cat yang dipergunakan adalah setaraf ICI dan Danapaint dengan warna
yang akan ditentukan kemudian.
Cara pelaksanaan disesuaikan dengan kriteria- kriteria dari Pabrik
Pembuat.
3) Cat Anti Korosi/Cat Anti Karat
Lingkup pekerjaan : Untuk bagian-bagian pengkat talang dari besi,
pengikat penangkal peti dari besi dan bagian-bagian lain yang disebut
kan dalam gambar.
Cat yang dipergunakan adalah setaraf ICI (Dulux) atau Danapaint
(Danalux), warna akan ditentukan kemudian. Untuk cara
pelaksanaannya disesuaikan dengan kriteria-kriteria dari pabrik
pembuat.
4) Politur
Persiapan dilakukan dengan membersihkan dan mengampelas
bagian/permukaan yang akan dipoli\tur, kemudian membersihkan
dengan lap kering. Selanjutnya dapat dipolitur dengan menggunakan
Ultra Politur P-01.
Pekerjaan tersebut diulangi sampai menghasilkan permukaan yang
mengkilat.
Warna akan ditentukan kemudian setelah mendapat persetujuan PTP.
82
2.15. Pekerjaan Kusen Pintu Dan Jendela
a. Pekerjaan Daun Pintu Kayu
1) U m u m
Bagian ini meliputi seluruh pekerjaan daun pintu kayu, termasuk
pembuatannya dan pemasangan.
2) Referensi
NI - 5, NI - 3,
3) Material
a) Dari kayu kamper Samarinda terbaik dan kering (kiln dried)
b) Untuk pintu-pintu panel toilet dilapisi tripleks tebal 5 mm dan
lapisan formica klas terbaik. Sesuai dengan gambar yang
ditunjukkan dalam gambar perencanaan.
c) Perekat kayu tahan air digunakan sepenuhnya mengikuti
petunjuk produsen. Perekat kayu setaraf merek Herferin,Fox.
4) Pelaksanaan
a) Pembuatan
− Ajukan contoh kepada Konsultan Pengawas untuk
persetujuan sebelum dipasang.
− Perlihatkan kepada Konsultan Pengawas bengkel/pabrik
tempat pembuatan beserta kelengkapan
kelengkapannya.
− Lapisi dengan cat dasar semua bagian rangka(kosen)
yang bersentuhan dengan pekerjaan bata/beton.
b) Transportasi dan Penyimpanan.
Sediakan penunjang-penunjang untuk kosen, daun pintu dan
simpan di tempat yang aman terhadap cuaca dan lalu lintas.
c) Pemasangan
Pintu-pintu harus mempunyai kerenggangan terhadap kosen
pada tepi samping (engsel), atas dan bawah antara 1,50 - 2 mm,
dan 3 mm pada sisi berkunci (pintu tunggal) dan 1,50 - 2 mm
(pintu ganda).
83
b. Pekerjaan Teakwood Dan Formika
1) U m u m
Pengadaan dan pemasangan Teakwood dan formica untuk panel-panel
pintu, dinding partisi dan pada tempat lain yang ditunjuk dalam
gambar. Sedangkan pemasangan formika adalah pada daun pintu
kamar mandi pada sisi sebelah dalam.
2) Referensi
Mengikuti persyaratan-persyaratan dalam spesifikasi ini dan petunjuk-
petunjuk Konsultan Pengawas.
3) Material
a) Teakwood
Semua Teakwood yang akan dipakai harus mempunyai ke
tebalan 4 mm. Kwalitas dari Teakwood ini harus seta raf
dengan produksi lokal dari kwalitas baik.
b) Formika
Semua Formika yang akan dipakai harus mempunyai ketebalan
sesuai dengan keterangan pada Gambar perencanaan. Kwalitas
dari Formika ini harus setaraf dengan produksi lokal dari
kwalitas baik.
c. Pekerjaan Alat Penggantung/Pengunci Khusus Dan Biasa
1) U m u m
Yang dimaksud dengan peralatan pengunci khusus adalah ;
d. Door closer (baik yang mekanik atau elektro mekanik /
Automatic) dan accessoreis optionalnya;
e. Sistim kunci-kunci pintu pengaman dan anti panik (security and
anti panic door lock system );
f. Pegangan/penarik (door handle) baik yang mempunyai fungsi
standard (umum) maupun fungsi khusus pada sistim kunci-
kunci;
g. Penutup pintu yang dipasang pada lantai (floor spring);
Peralatan penggantung ini selain harus memenuhi syarat
pengujian mutu, bahan, mekanisnya sebagaimana yang
ditentukan untuk alat-alat penggantung/pengunci umum dalam
PUBI 11982, juga mengingat ada peralatan yang lokasinya
pada ruang/tangga kebakaran (fire emergency escape),
peralatan ini harus juga memenuhi standard pintu kebakaran.
84
2) Referensi
Semua alat perlengkapan pintu dan jendela yang akan dipakai harus
sesuaii dengan persyaratan :
- NI-3 1970 Pasal 48, serta instruksi pabrik/produsen.
- P.S.A / Mob Approved United Kingdom Standard
- AFNOR, France Standard
- ARGE, Europe Standard
- ANSI, USA Standard
3) Material
a) Pengunci Khusus
Door Closer
- Emergency Overhead Door Closer
- Door Closer Biasa
- Floor Closer / Floor Hinges
Jenis diatas menurut fungsi ruang yang menggunakan door
closer tersebut harus memenuhi persyaratan mekanisme sebagai
berikut;
- Untuk ruang / pintu yang harus selalu tertutup
- Bisa disetel terbuka Maksimum 180ø sesuai fungsi ruang
Automatic Security Door, Adalah peralatan khusus yang bisa
mengunci pintu secara Otomatis bila terjadi keadaan darurat
yang dioprasikan melalui security control system atau alarm
system.
Anti panic lock set, Adalah peralatan pada saat terjadi
kebakaran pintu secara otomatis tertutup dari arah dalam dan
mengunci, sedangkan dari arah luar dapat dibuka dengan
mudah, untuk penyelamatan dari bahaya kebakaran.
Automatic electronik sliding door, Alat ini menggunakan
tenaga listrik AC maksimum 200 watt dengan mekanisme
emergency opening module, automatic partial opening dan
integrated safety system.
Perlengkapan ini dilengkapi power suply 220 v/ 240v - 50 Hz,
micro procesor untuk pengetesan fungsi secara otomatis setiap
24 jam.
85
b) Pengunci Biasa
Semua alat perlengkapan untuk pintu-pintu Jendela Utama,
semua alat perlengkapan harus difinish dengan material terbaik
serta warna yang sama atau sesuai dengan warna daun pintu/
jendela dan kosennya, yaitu hitam. Untuk pintu- pintu lain akan
ditentukan didalam "Daftar Alat Perlengkapan".
Dalam hal ini kwalitas yang dipakai setara dengan produksi
CISA, VIRO dan warna ditentukan dilapangan.
c) Semua anak kunci harus dilengkapi dengan pelat pengenal
terbuat dari logam dimana tertera nomor pengenal. Pelat ini
dihubungkan dengan anak kunci dengan cincin nikel.
Selain itu harus diserahkan tiga copy daftar index kunci pada
pemilik.
d) Untuk anak-anak kunci harus disediakan sebuah lemari anak
kunci dengan kaitan-kaitan untuk anak kunci lengkap dengan
nomor-nomor pengenal.
e) Handle pintu dan door Closer digunakan produksi CISA atau
yang setaraf. Engsel-engsel digunakan produksi ex Import.
d. Daftar/Contoh-Contoh
Kontraktor harus menyerahkan daftar perlengkapan dari material tersebut
dalam tiga rangkap untuk meminta persetujuan akhli. Daftar tersebut harus
mempunyai bentuk sebagai berikut :
Disamping daftar itu, contoh dari setiap perlengkapan harus diajukan
untuk disetujui oleh Konsultan Pengawas.
e. Pemasangan
Engsel atas dipasang tidak lebih dari 28 cm (as) da ri atas pintu. Engsel
bawah dipasang tidak lebih da ri 35 cm (as) dari permukaan lantai. Engsel
antara dipasang ditengah kedua engsel diatas.
2.16 PEKERJAAN DRAINASE
a. Umum
Pekerjaan drainase meliputi pembuatan dan pemasangan saluran terbuka,
pembuangan air kotor, saluran tertutup pembuangan air kotor, dan
bangunan drainase lainnya sesuai dengan arah, kemiringan dan dimensi
seperti tercantum pada gambar rencana.
Pada prinsipnya semua pekerjaan drainase harus sudah selesai sebelum
pekerjaan halaman selesai.
86
b. Pekerjaan Saluran Terbuka
1) Saluran Terbuka Pasangan Batu Kali
Di bawah dasar saluran dipasang lapisan pasir urug yang dipadatkan.
Untuk pasangan batu kali dipakai pasir pasang yang portland cement.
Sebelum diadakan galian harus diadakan pengukuran kemiringan dasar
saluran. Hasil galian harus rapi dan kemiringan dasar saluran harus
bisa mengalirkan air sebagaimana ketepatan rencananya.
Pada tepi badan jalan yang merupakan batas dengan saluran harus
dibuat kemiringan 1 : 1 untuk mencegah longsoran dari badan jalan.
Tanah galian saluran yang tidak terpakai harus dibuang ke tempat lain.
Di atas dasar saluran sebelum diberi pasangan apapun harus dilapisi
pasir urug setebal 5 cm dipadatkan.
Saluran terbuka dari pasangan batu belah adukannya 1 pc : 1 ps,
plesteran 1 pc : 3 ps. Pekerjaan dianggap selesai setelah disetujui oleh
Konsultan Pengawas.
2) Saluran Terbuka Beton Cor
Saluran terbuka dari beton cor dengan adukan 1 pc : 2 ps : 3 kr untuk
dinding saluran. Di bawah saluran dipasang lapisan pasir urug yang
dipadatkan.
Besi beton yang dipakai dengan mutu U-30. Beton yang dipakai
dengan mutu K-175.
Saluran harus mempunyai kemiringan yang baik. Ukuran dan
pemasangan saluran disesuaikan dengan gambar kerja. Galian untuk
pemasangan saluran dibuat secukupnya.
c. Pekerjaan Saluran Tertutup
Saluran tertutup tebuat dari buis beton sebagai pembuangan air hujan dan
air kotor dari bangunan yang dihubungkan dengan bak kontrol pada
tempat- tempat yang tertera dalam gambar rencana.
Buis beton dipasang sesuai ukuran yang tercantum dalam gambar rencana
dan diletakkan diatas pasir urug yang dipadatkan. Kualitas buis beton
harus memenuhi persyaratan AASHO standar M 86 dengan mutu beton K-
125 dan setelah disetujui oleh Konsultan Pengawas.
d. Pekerjaan Bak Kontrol
Terdapat dua jenis pekerjaan bak kontrol, yaitu baik kontrol tanpa penutup
dan bak kontrol dengan penutup (grill).
Bak kontrol terbuat dari beton bertulang dengan ukuran serta lokasi
penempatannya seperti tercantum pada gambar rencana.
87
Grill terbuat dari besi bermutu tinggi yang telah disetujui Konsultan
Pengawas. Ukuran-ukuran sesuai dengan yang tercantum di dalam gambar
rencana.
e. Pekerjaan Galian
Pekerjaan galian yang dimaksud disini adalah pekerjaan galian untuk
pembuatan saluran-saluran dan bangunan-bangunan untuk drainase.
Pekerjaan ini termasuk pekerjaan untuk mengisi kembali lubang-lubang
galian selebihnya dengan material yang baik, membuang kelebihan
material, pengeringan yang perlu, pemompaan, perlindungan, membuat
batas-batas tepi konstruksi dan pembongkaran yang perlu sehubungan
dengan itu.
Disini tidak dibedakan antara galian pada bahan tanah biasa maupun galian
tanah batu. Pada galian batu, alat yang digunakan harus terlebih dahulu
mendapat persetujuan Konsultan Pengawas.
Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor harus memberitahukan Konsultan
Pengawas sebelum mengerjakan galian, sehingga penampang, peil dan
pengukurannya dapat dilakukan pada keadaan tanah yang belum
terganggu.
Tidak ada tambahan biaya/pembayaran untuk pekerjaan galian ini, akan
tetapi harus sudah termasuk harga satuan dari masing-masing bangunan
konstruksi yang memerlukan galian tersebut sebagaimana tercantum dalam
penawaran.
2.17. Pekerjaan Mekanikal
a. Pekerjaan Plambing
1) Umum
a) Lingkup Pekerjaan
Spesifikasi ini melingkupi kebutuhan untuk pelaksanaan
pekerjaaan plambing, sebagaimana yang ditunjukkan pada
gambar rencana yang terdiri dari, tetapi tidak terbatas pada :
− Pengadaan dan pemasangan pompa-pompa air bersih;
− Pengadaan dan Pemasangan seluruh instalasi air bersih, air
kotor, dan air bekas sesuai gambar rencana dan spesifikasi,
termasuk penyambungan pipa PDAM dari meter air ke
ground water reservoir;
− Pengadaan dan pemasangan peralatan-peralatan bantu bagi
seluruh peralatan plumbing;
− Pengetesan dan pengujian dari seluruh instalasi plambing
yang terpasang kecuali sanitary;
88
− Mengadakan masa pemeliharaan selama waktu yang
ditentukan oleh pemberi tugas;
− Pembuatan shop drawing bagi instalasi yang akan
dipasang dan pembuatan as built drawing bagi instalasi
yang telah terpasang.
b) Koordinasi
− Adalah bukan tujuan dari spesifikasi ini, ataupun gambar
rencana untuk menunjukkan secara detail berbagai item
pekerjaan dari peralatan-peralatan dan penyambungan-
penyambungannya.
Pemborong harus melengkapi dan memasang seluruh
peralatan-peralatan yang dibutuhkan untuk melengkapi
pekerjaan;
− Gambar-gambar rencana menunjukkan tata letak secara
umum dari peralatan, pemipaan, cabinet dan lain-lain.
Pemborong harus memodifikasi tata letak tersebut
sebagaimana yang dibutuhkan untuk mendapatkan
pemasangan-pemasangan yang sempurna sesuai dengan
rencana pekerjaan Arsitek dari peralatan-peralatan
tersebut;
− Setiap pekerjaan yang disebutkan dalam spesifikasi ini,
tapi tidak ditunjukkan dalam gambar atau sebaliknya,
harus dilengkapi dan dipasang seperti pekerjaan lain yang
disebut oleh spesifikasi dan ditunjukan dalam gambar.
c) Kualifikasi Pekerja
− Untuk pemasangan dan pengetesan pekerjaan-pekerjaan
ini harus dilakukan oleh pekerja-pekerja dan supervisor
yang benar-benar ahli dan berpengalaman. Tukang las
harus mempunyai Sertifikat.
− Konsultan Pengawas dapat menolak atau menunda
pelaksanaan suatu pekerjaan, bila dinilai bahwa pelaksana
tersebut tidak terampil/tidak berpengalaman.
d) Pengajuan-pengajuan
Pada saat pelaksanaan pekerjaan, pemborong harus
mengajukan :
− Material list dari seluruh item peralatan yang akan
dipasang;
89
− Shop drawing yang menunjukkan secara detail pekerjaan-
pekerjaan/ pemasangan peralatan dan pemipaan,
penyambungan dengan pekerjaan-pekerjaan lain atau
pekerjaan-pekerjaan yang sulit dilaksanakan. Ataupun
perubahan-perubahan atau modifikasi yang diusulkan
terhadap gambar rencana;
− Prosedur pemasangan yang dikeluarkan oleh pabrik (jika
ada) dari peralatan-peralatan yang akan dipasang;
− Contoh-contoh material (brosur-brosur untuk peralatan-
peralatan yang besar) dari material/peralatan yang akan
dipasang.
e) Review
Konsultan Pengawas akan memeriksa (mereview) pengajuan-
pengajuan dari Pemborong dan memberi komentar atas hal
tersebut.
Pemborong harus memodifikasi/merevisi pengajuannya sesuai
dengan komentar, sampai didapat persetujuan dari Konsultan
Pengawas.
f) Standard dan Code
Kecuali ditentukan lain dalam gambar rencana, maka pada
pekerjaan ini berlaku peraturan-peraturan sebagai berikut :
− Peraturan Badan Pemadam Kebakaran;
− Ketentuan Pencegahan dan Penanggulangan kebakaran
pada Bangunan Gedung - Departemen P.U;
− National Fire Protection Association (NFPA) 13 dan 14;
− Pedoman Plambing Indonesia.
g) Gambar Instalasi Terpasang dan Petunjuk Operasi
− Apabila pekerjaan telah selesai dilaksanakan dan setelah
serah terima pertama Pemborong wajib menyerahkan
gambar-gambar instalasi terpasang sebanyak 3 set cetak
biru dan 1 set transparent, serta 1 set CD;
− Pemborong juga berkewajiban untuk menyerahkan 3 set
petunjuk operasi dan maintenance dari system yang
dipasang dalam bentuk buku dan CD.
h) Bagian yang berhubungan
Bagian yang berhubungan dengan pekerjaan ini adalah :
⇒ Bagian XVIII. : Pemipaan
90
2) System
a) Air Bersih
Air Bersih yang didapat dari jet pump dan PDAM ditampung
pada suatu ground water reservoir yang disekat menjadi 2 (dua)
bagian.
Adapun penyekatan ini bertujuan untuk menjaga agar distribusi
air bersih untuk pemakaian sehari-hari tidak terhenti, bila satu
dari 2 (dua) bagian ground water reservoir ini sedang
dibersihkan.
Dari ground water reservoir, air bersih ini dengan menggunakan
pompa didistribusikan ke tangki atap yang ada dilantai atap.
Selanjutnya dengan cara gravitasi, air bersih ini didistribusikan
ke setiap unit fixture dari toilet ataupun pantry yang dilengkapi
dengan valve-valve pengatur aliran.
Sedangkan untuk melayani kebutuhan air di 2 (dua) lantai teratas
digunakan pompa penguat (booster pump).
b) Air Bekas/Air Kotor
Pada dasarnya air buangan yang berasal dari toilet seperti dari
floor drain, lavatory (air bekas) dipisah dengan air kotor yang
berasal dari WC dan urinoir (air kotor). Untuk itu digunakan 2
(dua) pipa datar dan 2 (dua) untuk air buangan. Air buangan
dialirkan ke saluran luar, air kotor dialirkan ke septic tank.
c) Air Hujan
Pada dasarnya air hujan dari atap bangunan disalurkan melalui
pipa-pipa tegak sampai ke bak kontrol yang ada dilantai dasar.
Dari bak kontrol ini, air hujan disalurkan ke saluran drainasi
yang ada disekeliling gedung untuk selanjutnya dialirkan ke
lokasi pembuangan akhir/saluran kota, (oleh pihak struktur).
3) Persyaratan Material
Lihat bagian :
⇒ Bagian XIV. 2 : Pemipaan
4) Garansi
1) Pemborong Plambing bertanggung jawab atas pencegahan
bahan/peralatan untuk instalasi ini dari pencurian atau kerusakan.
Bahan/peralatan yang hilang atau rusak harus diganti oleh
Pemborong tanpa biaya tambahan.
91
2) Pemborong harus menggunakan tenaga-tenaga yang ahli dalam
bidangnya (Skiller Labour) agar dapat memberikan hasil kerja
terbaik dan rapi. Sebelum suatu pipa tertutup (oleh dinding,
langit-langit dan lain-lain) harus diuji dan disetujui oleh
Pengawas dan wakilnya yang ditunjuk.
3) Pemborong pekerjaan ini harus memberikan garansi tertulis
kepada Pengawas, bahwa seluruh instalasi penyediaan dan
distribusi air bersih, instalasi pemadam kebakaran, instalasi
pembuangan air kotor akan bekerja dengan memuaskan, dan
bahwa Pemborong akan menanggung semua biaya atas
kerusakan-kerusakan/ penggantian yang perlu selama jangka
waktu satu tahun.
4) Contoh
Sebelum pemasangan instalasi plambing, fixture-fixture dan
peralatan lain, Pemborong harus menyerahkan contoh barang-
barang yang akan dipasang dan atau brosur-brosurnya untuk
mendapatkan persetujuan dari Pengawas.
5) Training
Pemborong harus menyiapkan dan menyelenggarakan latihan bagi
calon operator yang akan mengoperasikan dan memelihara sistem air
bersih, air kotor dan air hujan. Latihan dapat dimulai sejak
pelaksanaan pemasangan instalasinya, atas petunjuk dan persetujuan
pengawas.
6) Buku Petunjuk
Pemborong wajib membuat dan menyerahkan kepada pengawas buku
petunjuk (manual), yang meliputi cara pengoperasian maupun cara
pemeliharaan. Sistem manual tersebut dibuat sebanyak 4 buku + 1 CD
7) Test Commissioning
1. Seluruh sistem plambing yang telah terpasang harus dilakukan
test commissioning sebagaimana mestinya supaya sistem
berjalan sempurna sesuai dengan yang diharapkan.
2. Biaya test commissioning oleh Kontraktor.
92
b. Pekerjaan Pemipaan
1) Umum
1. Ruang Lingkup
Spesifikasi ini merupakan persyaratan minimal untuk seluruh
pekerjaan pemipaan pada pekerjaan Mekanikal.
2. Standard dan Code
Standard dan peraturan yang berlaku dalam pekerjaan ini antara
lain :
ASTM : American Society of Testing Material.
ANSI : American National Standard Institute.
BS : Birmingham Standard.
JIS : Japan Industrial Standard.
SII : Standard Industri Indonesia.
3. Bagian yang berhubungan
Referensi yang harus diperhatikan adalah pekerjaan-pekerjaan
yang terkait yaitu :
⇒ Bagian XVII. 1 : Plambing
2) Persyaratan Material
a) Galvanized Iron Pipe (GIP)
Pipa besi yang dilapis seng ini digunakan untuk :
- Pipa supply dan distribusi air bersih pada pekerjaan
plambing.
Standard rating yang digunakan adalah :
- BS 1387 tahun 1967 kelas medium.
b) Black Steel Pipe (BSP)
Pipa baja hitam digunakan untuk :
- Pipa pemadam kebakaran
Standard rating yang digunakan adalah :
- BS 1387 tahun 1967 kelas heavy.
- ASTM A53 SCH 40.
c) Poly Vinyl Chloride (PVC)
Pipa PVC ini digunakan untuk :
- Pipa air kotor dari WC dan Urinoir
- Pipa air buangan dari floor drain, lavatory
- Pipa drain dari system tata udara
93
- Pipa vent pada plambing system
- Pipa air hujan.
Standard rating yang digunakan adalah :
- PVC ASTM D2665 kelas 10 Kg.
3) Persyaratan Pemasangan
a) Pipa GIP & BSP
− Untuk pipa dengan diameter 50 mm (2”) kebawah
digunakan sambungan ulir, sedang pipa dengan diameter
65 mm (2½”) ke atas digunakan sambungan las atau
flauge;
− Pada penyambungan pipa dengan menggunakan flens
perlu dilengkapi dengan ring type gasket untuk menjamin
kekuatan sambungan dan terhadap kebocoran;
− Semua pipa baik yang tampak atau yang ditanam
diharuskan diberi lapisan pelindung cat menie. Pipa yang
ditanam ditanah diharuskan dilapisi lagi dengan
Bituminuos sheet 2 mm. Khusus untuk pipa yang ditanam
didalam tanah, harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut :
⇒ Pipa ditanam sedalam 60 cm dari permukaan tanah
dan pada sambungan pipa diberi dudukan dari
beton untuk menghindari lendutan bila terkena
beban mekanis.
⇒ Disekeliling pipa harus diisi dengan pasir dengan
ketebalan15 cm kemudian diurug dengan tanah &
dipadatkan.
− Untuk pipa yang tidak berada dalam tanah baik yang
terikat maupun tidak, harus diberi lapisan cat finish dengan
warna ditentukan kemudian;
− Pipa-pipa diharuskan ditest terhadap kebocoran.
Pengetesan wajib diketahui dan disetujui Konsultan
Pengawas;
− Pengetesan yang gagal harus diulang dan biaya pengetesan
serta peralatan yang diperlukan ditanggung oleh
Pemborong;
− Instalasi pipa harus dilengkapi dengan penggantung pipa,
support dengan jarak tertentu dan memenuhi syarat,
sebagaimana yang ditunjukkan dalam gambar;
94
− Kedalaman pipa yang ditanam didalam tanah harus
diperhitungkan terhadap jalur yang memotong jalan. Pipa
yang memotong jalan harus ditanam sampai suatu
kedalaman minimal 1.20 m dari permukaan jalan.
b) Pipa PVC
− System sambungan yang dipakai adalah :
1. Sambungan lem (perekat) untuk 80 mm (3”) ke
bawah.
2. Digunakan sambungan las PVC atau rubber ring joint
(dengan ring dari karet).
− Galian pipa-pipa dalam tanah harus dibuat dengan keda-
laman, kemiringan dan elevasi yang tepat;
− Dasar lubang galian harus cukup stabil dan rata sehingga
seluruh panjang pipa terletak/tertumpu dengan baik;
− Pipa yang ditanam dalam tanah harus diberi lapisan pasir
kurang lebih 10 cm disekelilingnya. Pasir adalah pasir
urug yang bebas dari batu;
− Selama pemasangan berkala, Pemborong harus menutup
(Dop) setiap ujung pipa yang terbuka untuk mencegah
masuknya tanah, debu, kotoran dan lain-lain;
− Semua sambungan/cabang dari pipa pembuangan air kotor
(sanitair) harus dibuat dengan cabang Y, pipa mendatar
untuk air kotor dan air hujan mempunyai kemiringan
minimal 1 % dan maksimal 2%;
− Pipa-pipa pembuangan air hujan dari bangunan
disambungkan ke saluran utama diluar bangunan dengan
bak kontrol (junction box) dari beton;
− Sleeves untuk pipa-pipa harus dipasang dengan baik setiap
kali pipa tersebut menembus konstruksi beton;
− Sleeves harus mempunyai ukuran yang cukup dengan
ketebalan minimal 0,2 cm dam memberikan kelonggaran
kira-kira 1 cm pada masing-masing sisi diluar pipa
ataupun isolasinya;
− Sleeves untuk dinding dibuat dari pipa baja;
− Semua pipa harus diikatkan/ditetapkan dengan kuat pada
penggantung atau angker yang dipergunakan harus cukup
kokoh (rigid);
− Pipa-pipa tersebut harus ditumpu untuk menjaga agar tidak
berubah tempatnya, inklinasinya harus tetap, untuk
95
mencegah timbulnya getaran, dan harus sedemikian rupa
sehingga masih memungkinkan konstruksi dan expansi
pipa oleh perubahan temperature;
− Pipa horizontal harus digantung dengan penggantung yang
dapat diatur (adjustable) dengan jarak antara tidak lebih
dari 3 meter;
− Pemborong harus mengajukan konstruksi dari
penggantungnya untuk disetujui oleh Pengawas.
Penggantung terbuat dari kawat, rantai, strap ataupun
perforated strip tidak boleh digunakan;
− Penggantung atau penumpu pipa harus disekrupkan (teri-
kat) pada konstruksi bangunan dengan insert yang dipa-
sang pada waktu pengecoran beton atau penembokan, atau
dengan baut tembok (Ramset Bolt);
− Pipa vertikal harus ditumpu dengan klem (Clamp atau
Collar) U-Bolt;
− Penggantung/penumpu pipa dan peralatan-peralatan logam
lainnya yang akan tertutup oleh tembok atau bagian
bangunan lainnya harus dilapisi terlebih dahulu dengan cat
menie atau cat penahan karat.
4) Pengujian/Pengetesan
1. Pipa GIP, dan BSP diuji dengan tekanan sebesar 1.5 kali tekanan
kerja dan dibiarkan dalam kondisi ini selama paling kurang 12
jam tanpa mengalami penurunan tekanan. Segala kerusakan
akibat pengetesan ini menjadi beban pemborong.
b) Pengujian pipa PVC
− Seluruh sistem pembuangan air harus mempunyai lubang-
lubang yang dapat ditutup (plugged) agar seluruh sistem
tersebut dapat diisi dengan air sampai lubang "Vent"
tertinggi;
− Sistem tersebut harus dapat menahan air yang diisikan
seperti tersebut diatas, minimal selama 1 (satu) jam dan
penurunan air selama waktu tersebut tidak lebih dari 10
cm;
− Apabila dan pada waktu Konsultan Pengawas
menginginkan pengujian lain disamping pengujian diatas,
Pemborong harus melakukannya dan menjadi tanggungan
Pemborong.
96
c) Pipa copper (tembaga)
Pipa tembaga harus di uji dengan gas Nitrogen dengan tekanan
1½ kali tekanan kerja selama 2 jam dan selama itu tidak
diperkenankan terjadi kebocoran.
5) Merk Yang Digunakan
1. GIP & Black Steel : Bakrie, Teso, PPI.
2. PVC : Pralon, Rucika, Polyunggul, Vinilon /
Sinar Lucky.
2.18 Pekerjaan Listrik
a. Spesifikasi Teknis Umum Pekerjaan Elektrikal
1) Umum
Persyaratan ini merupakan bagian dari persyaratan teknis ini. Apabila
ada klausul lain dari persyaratan ini yang dituliskan kembali, berarti
menuntut perhatian khusus pada klausul-klausul yang ada atau
menghilangkan klausul-klausul tersebut atau bukan berarti
menghilangkan klausul-klausul lainnya dari syarat-syarat umum.
Gambar-gambar dan spesifikasi perencanaan ini merupakan satu
kesatuan dan tidak dapat dipisah-pisahkan. Apabila ada sesuatu
bagian pekerjaan atau bahan atau peralatan yang diperlukan agar
instalasi ini dapat bekerja dengan baik dan hanya dinyatakan dalam
salah satu gambar perencanaan atau spesifikasi perencanaan saja.
Pemborong harus tetap melaksanakannya sesuai dengan standard
teknis yang berlaku.
2) Gambar -Gambar
a. Gambar-gambar perencanaan tidak dimaksudkan untuk
menunjukkan semua accessories dan fixture secara terperinci.
Semua bagian diatas walaupun tidak digambarkan atau
disebutkan secara spesifik harus disediakan dan dipasang oleh
Pemborong, sehingga sistem dapat bekerja dengan baik.
b. Gambar-gambar instalasi menunjukkan secara umum tata letak
dari peralatan instalasi. Sedang pemasangan harus dikerjakan
dengan memperhatikan kondisi dari proyek. Gambar-gambar
Arsitektur dan Struktur/Sipil harus dipakai sebagai referensi
untuk pelaksana dan detail "finishing" dari proyek.
97
c. Sebelum pekerjaan dimulai, Pemborong harus mengajukan
gambar-gambar kerja dan detail (working drawing) yang harus
diajukan kepada Konsultan Pengawas untuk mendapatkan
persetujuan. Setiap shop drawing yang diajukan Pemborong
untuk disetujui Konsultan Pengawas dianggap bahwa
Pemborong telah mempelajari situasi dan telah berkonsultasi
dengan pekerjaan instalasi lainnya.
d. Pemborong harus membuat catatan-catatan yang cermat dari
penyesuaian-penyesuaian pelaksanaan pekerjaan di lapangan,
catatan-catatan tersebut harus dituangkan dalam satu set lengkap
gambar (kalkir) dan lima set lengkap gambar blue print sebagai
gambar-gambar sesuai pelaksanaan (as built drawings). As built
drawings harus diserahkan kepada Konsultan Pengawas segera
setelah pekerjaan selesai 100 % .
3) Koordinasi
a. Pemborong pekerjaan instalasi dalam melaksanakan pekerjaan
ini, harus bekerja sama dengan Pemborong bidang atau disiplin
lainnya, agar seluruh pekerjaan dapat berjalan dengan lancar
sesuai dengan jadwal waktu yang telah ditentukan.
b. Koordinasi yang baik perlu diadakan untuk mencegah agar
pekerjaan yang satu tidak menghalangi/menghambat pekerjaan
lainnya.
4) Daftar Bahan Dan Contoh
a. Dalam waktu tidak lebih dari 14 (empat belas) hari setelah
Pemborong menerima pemberitahuan meneruskan pekerjaan,
kecuali apabila ditunjuk lain oleh Konsultan Pengawas,
Pemborong diharuskan menyerahkan daftar dari material-material
yang akan digunakan. Daftar ini harus dibuat rangkap 4 (empat)
yang didalamnya tercantum nama-nama dan alamat manufacture,
katalog dan keterangan-keterangan lain yang dianggap perlu oleh
Konsultan Pengawas. Persetujuan oleh Konsultan Pengawas akan
diberikan atas dasar diatas.
b. Pemborong harus menyerahkan contoh bahan-bahan yang akan
dipasang kepada Konsultan Pengawas. Semua biaya yang
berkenaan dengan penyerahan dan pengembalian contoh-contoh
ini adalah menjadi tanggungan Pemborong.
98
c. Bahan-bahan yang digunakan adalah sesuai dengan yang dimak-
sud di dalam spesifikasi teknis ini dan harus dalam keadaan baru.
Pekerjaan haruslah dilakukan oleh tenaga kerja yang ahli
dibidangnya masing-masing
d. Pemborong diwajibkan untuk mengecek kembali atas segala
ukuran/ kapasitas peralatan (equipment) yang akan dipasang.
Apabila terdapat keragu-raguan, Pemborong harus segera
menghubungi Konsultan Pengawas untuk berkonsultasi.
e. Pengambilan ukuran atau pemilihan kapasitas equipment, yang
sebelumnya tidak dikonsultasikan dengan Konsultan Pengawas,
apabila terjadi kekeliruan maka hal tersebut menjadi beban
tanggung jawab Pemborong. Untuk itu pemeliharaan equipment
dan material harus mendapatkan persetujuan dari Konsultan
Pengawas.
5) Commissioning Dan Testing
a. Pemborong pekerjaan instalasi ini harus melakukan semua testing
dan pengukuran-pengukuran yang dianggap perlu untuk
memeriksa/mengetahui apakah seluruh instalasi yang
dilaksanakan dapat berfungsi dengan baik dan telah memenuhi
persyaratan persyaratan yang berlaku.
b. Semua tenaga, bahan dan perlengkapan yang diperlukan dalam
kegiatan testing tersebut merupakan tanggung jawab Pemborong.
Hal ini termasuk pula peralatan khusus yang diperlukan untuk
testing dari sistem ini seperti yang dianjurkan oleh pabrik, juga
harus disediakan oleh Pemborong.
6) Peralatan Yang Disebut Dengan Merk Dan Penggantinya
Bahan-bahan, perlengkapan, peralatan, accessories dan lain-lain yang
disebut dan dipersyaratkan dengan nama dan dipersyaratkan ini, maka
Pemborong wajib menyediakan sesuai dengan peralatan/merk tersebut
diatas.
Penggantian dapat dilakukan dengan persetujuan dan ketentuan-
ketentuan dari Konsultan Pengawas.
7) Perlindungan Pemilik
Atas penggunaan bahan material, sistem dan lain-lain oleh Kontraktor,
Pemilik dijamin dan dibebaskan dari segala claim ataupun tuntutan
yuridis lainnya.
99
8) Contoh
Kontraktor harus menyerahkan contoh/brosur dari bahan-
bahan/material yang akan dipasang disini untuk dimintakan
persetujuan Konsultan Pengawas. Semua biaya berkenaan dengan
penyerahan dan pengambilan contoh-contoh ini menjadi tanggungan
pemborong.
9) Pengetesan
Pemborong harus melakukan semua pengetesan seperti yang
dipersyaratkan disini dan mendemonstrasikan cara kerja dari segenap
sistem, yang disaksikan oleh Konsultan Pengawas. Semua tenaga,
bahan dan perlengkapan yang perlu untuk percobaan tersebut,
merupakan tanggung jawab Pemborong.
10) Pengujian Dan Penerimaan
Jika semua peralatan-peralatan yang sesuai dengan spesifikasi ini
sudah dikirim dan dipasang dan telah memenuhi ketentuan-ketentuan
pengetesan dengan baik, Kontraktor harus melaksanakan pengujian
secara keseluruhan dari peralatan-peralatan yang terpasang, dan jika
sudah ditest dan ternyata memenuhi fungsi-fungsinya sesuai dengan
ketentuan-ketentuan dari kontrak, maka seluruh unit lengkap dengan
peralatannya dapat diserahkan kepada pemilik dengan dilampirkan
berita acara test lapangan yang disetujui Konsultan Pengawas.
11) Masa Garansi Dan Serah Terima Pekerjaan
a. Peralatan-peralatan instalasi harus digaransikan selama satu tahun
terhitung dari penyerahan kedua.
b. Selama masa garansi, Pemborong pekerjaan instalasi ini
diwajibkan untuk mengatasi segala kerusakan- kerusakan dari
pada instalasi yang dipasangnya tanpa ada biaya tambahan.
c. Selama masa garansi tersebut, Pemborong pekerjaan instalasi ini
masih harus menyediakan tenaga-tenaga yang diperlukan yang
dapat dihubungi setiap saat.
d. Penyerahan pekerjaan pertama baru dapat diterima setelah
dilengkapi dengan bukti-bukti hasil pemeriksaan atas instalasi,
dengan pernyataan baik yang ditandata- ngani bersama oleh
instalatur yang melaksanakan pekerjaan tersebut dan Konsultan
Pengawas pengawas lapangan serta dilampirkan sertifikat
100
pengujian yang sudah disahkan oleh Badan Instansi yang
berwenang.
e. Jika pada masa garansi tersebut, Pemborong pekerjaan instalasi
tidak melaksanakan atau tidak memenuhi teguran-teguran atas
perbaikan, penggantian, kekurangan selama masa garansi, maka
Konsultan Pengawas pengawas lapangan berhak menyerahkan
pekerjaan perbaikan/kekurangan tersebut pada pihak lain atas
biaya dari Pemborong yang melaksanakan pekerjaan instalasi
tersebut.
f. Sebelum penyerahan kedua (final acceptance), Pemborong harus
mengadakan semacam pendidikan dan latihan selama periode
tersebut kepada 3 (tiga) orang calon operator untuk setiap
pekerjaan yang ditunjuk oleh pemberi tugas (customer).
Training tentang operasi dan perawatan tersebut harus lengkap
dengan 5 (lima) set operating maintenance and repair manual
books, sehingga para petugas/operator dapat mengoperasikan dan
melaksanakan pemeliharaan.
12) Laporan
a. Laporan Harian :
Pemborong wajib membuat "Laporan Harian" dan "Laporan
Mingguan" yang memberikan gambaran dari kegiatan- kegiatan
yang dilakukan di lapangan secara jelas. Laporan tersebut dibuat
dalam rangka 3 (tiga) meliputi :
1. Kegiatan Fisik.
2. Catatan dan perintah Konsultan Pengawas yang
disampaikan baik secara lisan maupun tertulis.
3. Hal-hal yang menyangkut masalah :
- Material (masuk/ditolak)
- Jumlah tenaga kerja
- Keadaan cuaca
- Pekerjaan tambah / kurang.
Berdasarkan laporan harian, dibuat laporan mingguan
dimana laporan tersebut berisi ikhtisar dan catatan
prestasi atas pekerjaan minggu lalu dan rencana peker-
jaan minggu depan. Laporan ini harus ditandatangani
oleh Manager Proyek dan diserahkan pada Konsultan
Pengawas untuk diketahui/disetujui.
101
b. Laporan Pengetesan
Kontraktor harus menyerahkan kepada Konsultan Pengawas
dalam rangkap 5 (lima) mengenai hal-hal sebagai berikut :
1. Hasil pengetesan kabel-kabel (meger dan pemberian tegangan).
2. Hasil pengetesan peralatan-peralatan instalasi.
3. Hasil pengukuran-pengukuran dan lain-lain.
Semua pengetesan dan atau pengukuran tersebut harus
disaksikan oleh Konsultan Pengawas pekerjaan ini.
13) Penanggung Jawab Pelaksana
a. Sesuai dengan jadwal pelaksanaan pekerjaan Pemborong harus
menempatkan seorang penanggung jawab pelaksanaan yang
ahli dan berpengalaman dan harus selalu berada di
lapangan/site, yang bertindak selaku wakil dari Pemborong dan
mempunyai kemampuan untuk memberikan keputusan teknis,
dan bertanggung jawab penuh dalam menerima segala
instruksi-instruksi dari Konsultan Pengawas.
b. Penanggung jawab tersebut harus berada ditempat pekerjaan
selama jam kerja dan pada saat diperlukan dalam pelaksanaan,
atau pada pada saat yang dikehendaki oleh Konsultan
Pengawas petunjuk, dan perintah pengawas di dalam pelaksa-
naan harus disampaikan langsung kepada pihak Pemborng
melalui penanggung jawab Pemborong.
14) Perubahan, Penambahan Dan Pengurangan Pekerjaan
a. Pelaksanaan pekerjaan yang menyimpang dari gambar- gambar
rencana yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan harus
dikonsultasikan terlebih dahulu dengan Konsultan Pengawas.
b. Dalam merubah gambar rencana tersebut, Pemborong harus
menyerahkan gambar perubahan yang dimaksud Konsultan
Pengawas pengawas lapangan dalam rangkap lima untuk dise-
tujui.
c. Pengaduan dan perubahan material, gambar rencana dan lain
sebagainya, harus diajukan oleh Pemborong kepada Konsultan
Pengawas secara tertulis. Perubahan-perubahan material dan
gambar rencana yang mengakibatkan pekerjaan tambah kurang
harus disetujui secara tertulis oleh Konsultan Pengawas.
102
15) Pembobokan, Pengelasan Dan Pengeboran
a. Pemborong tembok, lantai, dinding dan sebagainya yang
dilakukan dalam rangka pemasangan instalasi ini maupun
pengembaliannya seperti keadaan semula adalah termasuk
pekerjaan Pemborong instalasi ini.
b. Pembobokan hanya dapat dilaksanakan setelah mendapat izin
tertulis dari Konsultan Pengawas.
c. Pengelasan, pemgeboran dan sebagainya pada konstruksi
bangunan hanya dapat dilaksanakan setelah memperoleh
izin/persetujuan tertulis dari Konsultan Pengawas.
16) Pekerjaan Listrik
a. Pekerjaan listrik yang termasuk pekerjaan instalasi ini adalah
seluruh sistem listrik secara lengkap, sehingga instalasi ini dapat
bekerja dengan sempurna dan aman.
b. Pekerjaan tersebut harus dapat menjamin bahwa pada saat
penyerahan pertama (serah terima pekerjaan pertama), instalasi
pekerjaan tersebut sudah dapat dipergunakan pemilik.
17) Pemeriksaan Routines
a. Selama masa pemeliharaan, harus diselenggarakan kegiatan
pemeliharaan dan pemeriksaan routine.
b. Pekerjaan pemeliharaan dan pemeriksaan routine tersebut, harus
dilaksanakan tidak kurang dari dua minggu sekali.
18) Kantor Pemborong, Los Kerja Dan Gudang
a. Pemborong diperbolehkan untuk membuat keet, kantor, gudang
dan los kerja di halaman tempat pekerjaan, untuk keperluan
pelaksanaan tugas administrasi lapangan, penyimpanan
barang/bahan serta peralatan kerja dan sebagai area/tempat kerja
(peralatan pekerjaan kasar), dimana pelaksanaan tugas instalasi
berlangsung.
b. Pembuatan keet kantor, gudang dan los kerja ini dapat
dilaksanakan, bila terlebih dahulu mendapatkan izin dari pemberi
tugas.
19) Penjagaan
a. Pemborong wajib mengadakan penjagaan dengan baik serta terus
menerus selama berlangsungnya pekerjaan atas bahan, peralatan,
103
mesin dan alat-alat kerja yang disimpan di tempat kerja (gudang
lapangan).
b. Kehilangan yang diakibatkan oleh kelalaian penjagaan atas
barang-barang tersebut diatas, menjadi tanggung jawab
Pemborong.
20) Pencahayaan Dan Sumber Daya Listrik
a. Pada kantor pengelolaan proyek, los kerja, gudang dan tempat-
tempat pelaksanaan pekerjaan yang dianggap perlu, harus diberi
pencahayaan yang cukup.
b. Daya listrik baik untuk keperluan penerangan maupun untuk
sumber tenaga/ daya kerja harus disediakan oleh Pemborong.
21) Kebersihan Dan Ketertiban
a. Selama pelaksanaan pekerjaan berlangsung, kantor, gudang, los
kerja dan tempat pekerjaan dilaksanakan dalam bangunan, harus
selalu dalam keadaan bersih.
b. Penimbunan/penyimpanan barang, bahan dan peralatan baik di
dalam gudang maupun diluar (halaman), harus diatur sedemikian
rupa agar memudahkan jalannya peme- riksaan dan tidak
mengganggu pekerjaan dari bagian lain.
c. Peraturan-peraturan yang lain tentang ketertiban akan
dikeluarkan oleh Konsultan Pengawas pada waktu pelaksanaan.
22) Pegawai Penyelenggara Dari Pemborong
a. Pimpinan harian pada pelaksanaan pekerjaan oleh Pemborong
harus diserahkan kepada penyelenggara kepala dengan
kualifikasi ahli, berpengalaman dan mempunyai wewenang
penuh untuk mengambil keputusan.
b. Site Manager harus berada ditempat pekerjaan selama jam-jam
kerja dan setiap saat yang diperlukan pemberi tugas.
c. Site Manager mewakili Pemborong di tempat pekerjaan, dapat
bertindak penuh kepada Konsultan Pengawas.
104
d. Petunjuk dan perintah Konsultan Pengawas di dalam
pelaksanaan, disampaikan langsung kepada Pemborong atau
melalui Site Manager, sebagai penanggung jawab di lapangan.
e. Pemborong diwajibkan untuk menjalankan disiplin yang ketat
terhadap semua pekerja (buruh) dan pegawainya, kepada mereka
yang melanggar terhadap peraturan umum, mengganggu ataupun
merusak ketertiban, berlaku tidak wajar, melakukan perbuatan
yang merugikan terhadap pelaksanaan pekerjaan, harus segera
dikeluarkan dari tempat pekerjaan atas perintah pengawas harian.
Bila Pemborong lalai, maka akan dikenakan tindakan sesuai
dengan yang dimaksud dalam pasal denda.
23) Pengawasan
a. Pengawasan setiap hari terhadap pelaksanaan pekerjaan adalah
dilakukan oleh Konsultan Pengawas.
b. Pada setiap saat Konsultan Pengawas atau petugas-petugasnya
harus dapat mengawasi, memeriksa dan menguji setiap bagian
pekerjaan, bahan dan peralatan. Pemborong harus mengadakan
fasilitas-fasilitas yang diperlukan.
c. Bagian-bagian pekerjaan yang telah dilaksanakan tetapi luput
dari pengamatan Konsultan Pengawas adalah menjadi tanggung
jawab Pemborong.
d. Di tempat pekerjaan, Konsultan Pengawas menempatkan
petugas-petugas pengawas yang bertugas setiap saat untuk
mengawasi pekerjaan.
2.19. Persyaratan Teknik Khusus Sistem Elektrikal
a. Umum
Pekerjaan sistem elektrikal meliputi pengadaan semua bahan, peralatan dan
tenaga kerja, pemasangan , pengujian perbaikan selama masa pemeliharaan
dan training bagi calon operator, sehingga seluruh sistem elektrikal
dapat beroperasi dengan baik dan benar.
b. Lingkup Pekerjaan
Lingkup pekerjaan sistem elektrikal :
1) Pengadaan dan pemasangan dan penyambungan instalasi kabel
utama dari panel distribusi menuju ke ruang panel disetiap lantai,
105
lengkap dengan seluruh instalasinya termasuk armature, saklar dan
stop kontak.
2) Pengadaan, pemasangan dan penyambungan berbagai type dan
ukuran kabel tegangan rendah sesuai dengan gambar rencana.
3) Pengadaan, pemasangan dan penyambungan panel-panel tegangan
rendah dan panel kapasitor sesuai dengan gambar rencana.
4) Pekerjaan instalasi penerangan dan stop kontak, meliputi :
• Pengadaan dan pemasangan berbagai jenis armatur lampu dan
jenis lampu sesuai gambar rencana;
• Pengadaan dan pemasangan berbagai jenis stop kontak biasa,
stop kontak daya dan stop kontak khusus;
• Pengadaan dan pemasangan berbagai jenis saklar, grid switch
dan saklar tukar;
• Pengadaan dan pemasangan berbagai cable ladder, cable tray
dan cable trunking;
• Pengadaan, pemasangan dan penyambungan pipa instalasi
pelindung kabel serta berbagai accessories lainnya seperti :
box untuk saklar dan stop kontak, junction box, fleksibel
conduit, bends/elbows, socket dan lain-lain;
• Pengadaan, pemasangan dan penyambungan kabel instalasi
penerangan dan stop kontak.
5) Pekerjaan sistem penerangan luar (Outdoor Lighting)
• Pengadaan dan pemasangan lampu penerangan luar lengkap
dengan tiang, pondasi, armature dan accessories lainnya;
• Pengadaan dan pemasangan lampu jalan lengkap dengan
tiang, pondasi, armature dan accessories lainnya;
• Pengadaan dan penerangan lampu facade lengkap dengan tiang
armature dan accessories lainnya;
• Pengadaan dan pemasangan instalasi penerangan luar lengkap
dengan conduit, pelindung kabel dan accessories lainnya.
6) Pengadaan, pemasangan dan penyambungan sistem pentanahan
lengkap dengan box kontrol, elektroda pentanahan dan accessories
lainnya.
7) Pengadaan, pemasangan dan penyambungan sistem penangkal petir
lengkap dengan accessories lainnya.
8) Pengadaan, pemasangan pekerjaan lainnya yang menunjang sistem
ini agar dapat beroperasi dengan baik (seperti pekerjaan bak kontrol,
kabel rack, support equipment dan accessories lainnya.
106
c. Koordinasi
a. Adalah bukan tujuan spesifikasi ini atau gambar-gambar rencana
untuk menggambarkan secara detail tentang semua masalah dari
peralatan-peralatan, dan sambungan-sambungannya. Pemborong
harus melengkapi dan memasang seluruh peralatan-peralatan bantu
yang dibutuhkan.
b. Gambar-gambar rencana hanya menunjukkan secara umum tentang
posisi dari peralatan-peralatan, pemipaan, ducting dan lain-lain.
Pemborong harus mengadakan perubahan-perubahan yang
diperlukan yang disesuaikan dengan kondisi-kondisi bangunan tanpa
tambahan-tambahan biaya.
c. Setiap pekerjaan yang disebut pada spesifikasi tapi tidak ditunjukkan
pada gambar atau sebaliknya, harus dilengkapi dan dipasang.
d. Standard-Standard
Sebagai dasar perencanaan mengikuti standard dan peraturan yang berlaku:
1) Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL) edisi tahun 2000;
2) Peraturan Menteri Pekerjaan Umum tahun 1978 tentang Peraturan
Instalasi Listrik (PIL) dan tentang Syarat-syarat Penyambungan
Listrik (SPL);
3) Standard Industri Indonesia (SII) dan Standard Nasional Indonesia
(SNI);
4) Standard PLN dalam wilayah daerah setempat;
5) Keputusan Dirjen Cipta Karya DPU dan SNI tentang standard
penerangan buatan;
6) Petunjuk pengajuan rencana instalasi dan pelengkapan bangunan;
7) Standard negara lain yang berlaku di Indonesia seperti : IEC, VDE,
DIN, NEMA, JIS, NFPA, dan lain-lain.
e. Pekerjaan Terkait
Referensi bagi pekerjaan-pekerjaan yang terkait dengan pekerjaan ini
adalah :
⇒ Penerangan dan stop kontak
⇒ Sistem Pembumian
⇒ Daftar merk/produk material
f. Gambar-Gambar Kerja Dan Petunjuk Instalasi
a. Pemborong harus mengirimkan, sebelum instalasi di pasang hal-hal
sebagai berikut :
1. Gambar kerja (Shop Drawing) yang menunjukkan secara
detail tentang pemasangan (instalasi) peralatan-peralatan
serta hubungan-hubungannya dengan pekerjaan lain;
107
2. Gambar-gambar kerja yang menunjukkan posisi-posisi
elevasi, pengkabelan serta detail-detail pemasangan peralatan
pada posisinya atau pada ruangannya;
3. Prosedur pemasangan yang disarankan oleh pabrik pembuat
peralatan;
4. Brosur-brosur/katalog yang lengkap tentang ukuran-ukuran
peralatan (mesin-mesin) berat, cara- cara pemasangan dan
persyaratannya, serta wiring diagram dari peralatan-peralatan
utama.
b. Pemborong juga diharuskan membuat gambar kerja pada bagian-
bagian tertentu yang dianggap perlu dan ditunjukkan oleh Konsultan
Pengawas.
g. Gambar Instalasi Terpasang Dan Petunjuk Operasi
a. Pemborong diharuskan membuat dan menyerahkan gambar- gambar
instalasi terpasang (As Built Drawing) yang telah disetujui Konsultan
Pengawas, kepada Pemberi tugas sebanyak 3 set yang terdiri dari 1
set transparant dan 2 set cetak biru. Bila pekerjaan telah selesai dan
paling lambat 30 hari kalender setelah serah terima pertama.
2) Pemborong juga harus menyerahkan 3 set buku yang berisi petunjuk
operasi dan perawatan dari seluruh instalasi, dan peralatan kepada
Pemberi tugas paling lambat 30 hari kalender setelah serah terima
pertama.
3) Pemborong bertanggung jawab untuk mendidik operator yang
ditunjuk Pemberi tugas, sampai yang bersangkutan terbukti sanggup
menjalankan/ mengoperasikan seluruh sistem dengan baik.
h. Masa Pemeliharaan Dan Garansi
Setelah serah terima kedua Pemborong/Supplier harus memberikan garansi
terhadap peralatan-peralatan yang dipasang serta mengadakan service /
pemeliharaan selama masa yang ditentukan yaitu :
⇒ Garansi selama 1 tahun
⇒ Pemeliharaan selama 6 bulan.
Selama masa pemeliharaan Pemborong diwajibkan :
a. Menyelesaikan dan memperbaiki kekurangan-kekurangan pekerjaan.
b. Memelihara dan merawat peralatan yang dipasang secara berkala
sesuai dengan persyaratan pabrik.
108
c. Melatih operator yang ditugaskan oleh Pemberi Tugas, sehingga
petugas tersebut mahir dalam menjalankan dan merawat peralatan-
peralatan yang dipasang.
i. Pendidikan Dan Latihan
Kepada tiga orang yang ditunjuk oleh Pemberi Tugas tentang operasi dan
perawatan lengkap dengan 3 copy operating/maintenance dan repair
manual, segala sesuatunya atas biaya Pemborong.
j. Persyaratan Bahan/Material
a) Umum
Semua material yang disupply dan dipasang oleh Pemborong harus
baru dan material tersebut harus cocok untuk dipasang di daerah
tropis.
Material-material haruslah dari produk dengan kualitas baik dan dari
produksi yang terbaru. Untuk material-material yang disebut
dibawah ini, maka Pemilik harus menjamin bahwa barang tersebut
adalah baik dan baru dengan jalan menunjukkan surat order
pengiriman dari dealer/agen/pabrik .
Peralatan panel : switch , circuit breaker, meter dan
kontaktor serta
relay protection.
Peralatan lampu : Armature, bola lampu, ballast , dan
kapasitor.
Peralatan instalasi : Stop kontak, saklar, junction box, dan
lain-lain.
Kabel.
b) Daftar Material
Untuk semua material yang ditawarkan, maka Pemborong wajib
mengisi daftar material yang menyebutkan : merk, type, kelas lengkap
dengan brosur/katalog yang dilampirkan pada waktu tender.
Tabel daftar material ini diutamakan untuk komponen-komponen
yang berupa barang-barang produksi.
c) Penyebutan Merk/Produk Pabrik
Apabila pada spesifikasi teknis ini atau pada gambar disebutkan
beberapa merk tertentu atau kelas mutu (quality performance) dari
material atau komponen tertentu terutama untuk material-material
Listrik utama, maka pemborong wajib melakukan didalam
penawarannya material yang dalam taraf mutu/pabrik yang disebutkan
itu.
109
Apabila nanti selama proyek berjalan terjadi, bahwa material yang
disebutkan pada tabel material tidak dapat diadakan oleh Pemborong,
yang diakibatkan oleh sesuatu alasan yang kuat dan dapat diterima
Pemilik, Direksi Lapangan dan Perencana, maka dapat dipikirkan
penggantian merk/type dengan suatu sanksi tertentu kepada
Pemborong.
d) Daftar Merk/Produk Material
a) Panel TR : EGA, TSA, Simetri, Sier, Guna Era,
Altrak.
b) - Kabel TR : Kabelindo, Kabel Metal, Supreme, IKI
Sumindo.
- Kabel TR – FRC : Radox, Kabel Metal Elcuflamex,
Pyrotenax, Sumitomo, Fuji, Nelson,
Pirelli.
c) Capasitor Bank : Nokia, Merlin Gerin, ABB, Siemens,
AEG, Lifasa.
d) Komponen Panel Tegangan Rendah :
• ACB, MCCB, MCB : ABB, Siemens, Merlin Gerin,
AEG, Mitsubishi.
• Diazed Fuse : AEG, Siemens, ABB,
Mitsubishi, MG.
• Trafo Arus : AEG, Siemens, ABB,
Mitsubishi, SEG, MG.
• Peralatan Meter :
◊ Volmeter : AEG, Siemens, ABB,
Mitsubishi, MG.
◊ Ampermeter : AEG, Siemens, ABB,
Mitsubishi, MG.
◊ Cos Q-meter : AEG, Siemens, ABB,
Mitsubishi, MG.
◊ Frekwensi Meter : AEG, Siemens, ABB,
Mitsubishi, MG.
◊ Relay-relay pengaman : Telemecanique, Omron,
Siemens, AEG, SEG.
• Timer switch dilengkapi back-up power battery atau spring
kapasitas min. 72 hours : Legrand, Siemens, Theben.
• Peralatan Accessories : Ex Eropa, Japan.
110
• Surge arrester/Lightning Arrester : OBO Betterman,
Dehn.
e) Komponen Lampu :
• Tube lamp : Phillips, General Electric (GE),
Osram, National.
• Capacitor : Phillips,Notocon, National,
Siemens, Bosch.
• Ballast Type Low Loss : Phillips, ATCO (Low Loss).
• Fitting : Phillips, BJB, Vosloh.
• Starter : Phillips, BJB, Vosloh.
f) Stop Kontak/Switch : MK, Clipsal, Legrand, ABB,
Berker,
g) Conduit Instalasi : EGA, Clipsal.
h) Armature Lampu TL : Phillips, Artolite, Spectra,
Siemens, Lucolite.
i) Armature Lampu Down Light : Artolite, Lucolite, Siemens,
Spectra.
j) Lampu Exit Battery : Menvier, PNE, Maxspid.
k) Lampu Emergency + Battery : Menvier, PNE, Maxspid.
l) Rak Kabel : Nobi, Dhemar, Three stars,
Interack, Metosu.
m) Grounding System : Cadweld, Poly Phase, Term
oweld, Ex-Local
dengan conductivity Cu > 99,9%.
n) Fire Resistance kabel : Radox, Elcuflamex, Wilson,
Fuji, Pirelli.
2.20. Tegangan Rendah
a) Lingkup Pekerjaan
Meliputi pengadaan bahan, peralatan, pemasangan, penyambungan,
pengujian dan perbaikan selama masa pemeliharaan, ijin-ijin, tenaga
teknisi dan tenaga ahli.
111
Dalam lingkup ini termasuk seluruh pekerjaan yang tertera di dalam
gambar dan spesifikasi teknis ini maupun tambahan-tambahan lainnya.
b) Type Dan Macam Panel
Panel-panel daya dan penerangan lengkap dengan semua komponen yang
harus ada seperti yang ditunjukkan dalam gambar. Panel-panel yang
dimaksud untuk beroperasi pada 220/380 V, 3 phase, 4 kawat, 50 Hz dan
Solidly Grounded dan harus dibuat mengikuti standard IEC, VDE/DIN,
BS, NEMA dan sebagainya.
1. Panel-panel yang disebut dibawah ini adalah tipe tertutup (Metal
enclosed), free standing untuk pasangan dalam (indoor use) lengkap
dengan semua komponen-komponen yang ada :
Panel Genset
LVMDP
LV-SDP
b. Panel-panel yang disebut dibawah ini adalah type tertutup (metal
enclosed), Wall mounting untuk pasangan dalam (indoor use) lengkap
dengan semua komponen-komponen yang ada :
Panel-panel pencahayaan dan stop kontak
Panel-panel daya plumbing
Panel-panel daya air conditioning
Panel-panel lain.
c. Panel-panel yang disebut dibawah ini adalah type tertutup (metal
enclosed) untuk pasangan luar (Outdoor Use) lengkap dengan semua
komponen-komponen yang ada :
LP-OL (semua yang tercantum dalam gambar rencana).
d. Panel-panel lainnya yang tidak tertulis di dalam spesifikasi teknis ini,
tetapi tercantum dalam gambar rencana.
c) Karakteristik Panel
Tegangan kerja : 400 volt
Tegangan uji : 3.000 volt
Tegangan uji impulse : 20.000 volt
Frekwensi : 50 Hz
d) Persyaratan-Persyaratan Kerja Starter Motor Y - D
Kerja starter motor Y-D adalah Automatic starter motor Y-D dan harus
dapat dihidupkan secara manual atau remote.
Masing-masing starter motor Y-D terdiri dari :
3 buah kontaktor daya
112
1 thermal overload relay
1 electric timer switch
1 tombol start dan 1 tombol stop
1 selector switch 3 posisi (local, stop, remote)
3 indicator lamp :
◊ Merah : Fault
◊ Hijau : Stop
◊ Orange : Start
Khusus untuk hydrant harus dilengkapi dengan alat starting
automatic. Hydrant harus dapat start secara automatic, bila panel
hydrant mendapat signal baik dari Master Control Fire Alarm
ataupun dari genset tekanan air.
Khusus untuk peralatan chiller digunakan solid state dan inverter
untuk peralatan-peralatan yang memerlukan pengaturan variable
speed ataupun pengaturan starting.
e) Konstruksi Panel
a. Switchgear tegangan rendah harus dapat dioperasikan dengan aman
oleh petugas, misalnya seperti pengoperasian sakelar daya (MCCB),
pemutus tenaga (CB), pemasangan kembali indikator-indikator,
pengecekan tegangan, pengecekan gangguan dan sebagainya.
b. Switchgear tegangan rendah terdiri dari lemari-lemari yang
digunakan untuk pemasangan peralatan-peralatan atau
penyambungan-penyambungan. Setiap lemari hanya dapat dibuka
bila semua peralatan bertegangan dalam lemari tersebut telah
off/mati.
c. Peralatan yang merupakan bagian dari sistem pengamanan/interlock
harus dibuat sedemikian rupa, sehingga tidak mungkin terjadi
kecelakaan akibat kesalahan-kesalahan operasi yang dibuat oleh
petugas.
d. Panel/kubikel dibuat dari pelat baja tebal tidak kurang dari 2,00 mm
dan diberi penguat besi siku atau besi kanal dengan ukuran standard,
sehingga dapat dipertukarkan dan diperluas dengan mudah dan
masing-masing terpisah satu sama lain dengan alat pemisah.
e. Tiap kubikel terdiri dari bagian sebagai berikut :
Ruangan busbar disebelah atas dilengkapi dengan penutup
yang dapat dilepaskan dengan baut setelah switchgear
dimatikan.
113
Ruangan peralatan dilengkapi dengan pintu di sebelah muka,
yang dihubungkan dengan sebuah handel pembuka peralatan
sedemikian rupa, sehingga hanya dapat dibuka bila bagian
dalam ruangan tersebut telah off/mati.
Letak engsel maupun handel dan kunci dari pintu harus disesuaikan
ketinggiannya.
f. Finishing dari panel harus dilaksanakan sebagai berikut :
Semua mur dan baut harus tahan karat, dilapisi Cadmium
Semua bagian dari baja harus bersih dan sandlasted setelah
pengelasan, kemudian secepatnya harus dilindungi terhadap
karat dengan cara galvanisasi atau "Chromium Plating" atau
dengan "Zinc Chromate Primer".
Pengecatan finish dilakukan dengan empat lapis cat oven
warna abu-abu atau warna lain yang disetujui Direksi.
g. Circuit Breaker untuk penerangan boleh menggunakan Mini Circuit
Breaker (MCB) dengan breaking capacity minimal 8 - 10 KA
simetris.
Circuit Breaker lainnya harus dari type Moulded Case Circuits
Breaker (MCCB) atau No Fuse Breaker (NFB), sesuai dengan yang
diberikan pada gambar rencana dengan breaking capacity seperti
ditunjukkan dalam gambar rencana.
Circuit Breaker harus dari type automatic trip dengan kombinasi
thermal dan instantaneous magnetic unit.Main CB dari setiap panel
harus dilengkapi dengan shunt trip terminals dan kabel control harus
tahan api.
h. Panel/Cubicle harus dilengkapi dengan Relay pengaman terhadap
kesalahan hubungan ketanah (Earth/GroundFoult Relay), dan
kelengkapan Relay pengaman lainnya (Over Current Relay, Over
Voltage Relay dan lain-lain)seperti terdapat pada gambar.
Main busbars dalam panel harus dipasang horizontal dibagian
bawah/atas dan mempunyai kemampuan hantar arus kontinu
minimal sebesar 1,5 (satu setengah) kali dari rating ampere frame
main pemutus dayanya.
Busbars dari bahan tembaga murni dengan minimum konduktivitas
99,99% .
Busbars harus dicat sesuai code warna dalam PUIL 2000;
114
Phasa : Merah, kuning, hitam
Netral : Biru
Ground : Hijau - Kuning.
i. Magnetic Contactor harus dapat bekerja tanpa getaran maupun
dengan kumparan contactor harus sesuai untuk tegangan 220 Volt,
50 HZ dan tahan bekerja kontinu pada 10% tegangan lebih dan
harus pula dapat menutup dengan sempurna pada 85% tegangan
nominal. Magnetic Contactor harus dari Telemekanik dan yang
setaraf.
j. Pemberian Tanda Pengenal
Tanda pengenal harus dipasang, yang menunjukkan hal-hal berikut :
Fungsi peralatan dalam panel
Posisi terbuka atau tertutup
Arah putaran dari handel pengontrol dari switch
Dan lain-lain.
Tanda pengenal ini harus jelas dan tidak dapat hilang.
k. Pengujian
Pengujian ini perlu dilakukan bila pabrik tidak menunjukkan
sertifikat pengujian yang diakui oleh PLN (LMK) :
Test kekuatan tegangan impuls
Test kenaikan temperatur
Test kekuatan hubung singkat
Test untuk alat-alat pengaman
Pemeriksaan apakah peralatan sudah sesuai dengan yang
dimaksud
Pemeriksaan alat-alat interlock dan fungsi kerja handel-handel
Pemeriksaan kekuatan mekanis dari handel dan alat interlock
Pemeriksaan kontinuitas rangkaian.
2.21. Kabel Daya Tegangan Rendah
o Umum
Kabel daya tegangan rendah yang dipakai adalah bermacam-macam
ukuran dan type yang sesuai dengan gambar rencana
(NYY,NYFGBY,FRC,NYM,NYA,06/1 KV) kabel daya tegangan rendah
ini harus sesuai dengan standard SII atau S.P.L.N.
115
o Instalasi Dan Pemasangan Kabel
1) Bahan
Semua kabel yang dipergunakan untuk instalasi listrik harus
memenuhi peraturan PUIL 2000/LMK. Semua kabel/ kawat harus
baru dan harus jelas ditandai dengan ukurannya, jenis kabelnya,
nomor dan jenis pintalannya.
Semua kawat dengan panampang 6 mm² keatas haruslah terbuat
secara disiplin (stranded). Instalasi ini tidak boleh memakai kabel
dengan penampang lebih kecil 2,5 mm² kecuali untuk pemakaian
remote control.
Kecuali dipersyaratkan lain, konduktor yang dipakai ialah dari type :
• Untuk instalasi penerangan adalah NYM/NYA dengan
conduit Hight Impact PCV;
• Untuk kabel distribusi NYY, NYFGbY, FRC dan penerangan
taman dengan menggunakan kabel NYFGbY;
• Untuk kabel-kabel dari diesel genset menuju ke LVMDP
menggunakan kabel jenis NYY;
• Untuk kabel-kabel dari LVMDP menuju ke panel-panel
hydrant, pressurization fan, panel lift menggunakan kabel
jenis FRC;
• Untuk FRC digunakan merk : Radox, Elcuflamex, Wilson,
Fuji, Pirelli,Pyrotenax.
Semua kabel NYY yang ditanam didalam perkerasan (tembok, jalan,
beton, dll) harus berada di dalam conduit Galvanis yang disesuaikan
dengan ukurannya.
2) "Splice" / Pencabangan
Tidak diperkenankan adanya "Splice" ataupun sambungan-
sambungan baik dalam feeder maupun cabang-cabang, kecuali pada
outlet atau kotak-kotak penghubung yang bisa dicapai (accessible).
Sambungan pada kabel circuit cabang harus dibuat secara mekanis
dan harus teguh secara electric, dengan cara-cara "Solderless
Connector". Jenis kabel tekanan, jenis compression atau soldered.
Dalam membuat "Splice" konector harus dihubungkan pada
konductor-konduktor dengan baik, sehingga semua konductor
tersambung, tidak ada kabel-kabel telanjang yang kelihatan dan tidak
bisa lepas oleh getaran.
116
Semua sambungan kabel baik di dalam junction box, panel ataupun
tempat lainnya harus mempergunakan connector yang terbuat dari
temaga yang diisolasi dengan porselen atau bakelite ataupun PVC,
yang diameternya disesuaikan dengan diameter kabel.
3) Bahan Isolasi
Semua bahan isolasi untuk splice, connection dan lain-lain seperti
karet, PVC, asbes, tape sintetis, resin, splice case, compostion dan
lain-lain harus dari type yang disetujui, untuk penggunaan, lokasi
voltage dan lain-lain tertentu itu harus dipasang memakai cara yang
disetujui menurut anjuran perwakilan Pemerintah dan atau
Manufacturer.
4) Sambungan Kabel
a). Semua penyambungan kabel harus dilakukan dalam
kotak-kotak penyambung yang khusus untuk itu (misalnya
junction box dan lain-lain). Pemborong harus memberikan
brosur - brosur mengenai cara- cara penyambungan yang
dinyatakan oleh pabrik kepada Perencana.
2. Kabel-kabel harus disambung sesuai dengan warna-warna atau
nama-namanya masing-masing, dan harus diadakan pengetesan
tahanan isolasi sebelum dan sesudah penyambungan dilakukan.
Hasil pengetesan harus tertulis dan disaksikan oleh Konsultan
Pengawas.
3. Penyambungan kabel tembaga harus mempergunakan
penyambungan-penyambungan tembaga yang dilapisi dengan
timah putih dan kuat. Penyambungan-penyambungan harus dari
ukuran yang sesuai.
4. Penyambungan kabel yang berisolasi PVC harus diisolasi
dengan pipa PVC / protolen yang khusus untuk listrik.
5. Penyekat-penyekat khusus harus dipergunakan bila perlu untuk
menjaga nilai isolasi tertentu.
6. Cara-cara pengecoran yang ditentukan oleh pabrik harus diikuti,
misal temperatur-temperatur pengecoran dan semua lobang-
lobang udara harus dibuka selama pengecoran.
117
7. Bila kabel dipasang tegak lurus dipermukaan yang terbuka,
maka harus dilindungi dengan pipa baja dengan tebal 3 mm .....
minimal 2,5 mm.
e) Saluran Penghantar dalam Bangunan
a) Untuk instalasi penerangan di daerah tanpa menggunakan
ceiling gantung, saluran penghantar (conduit) ditanam dalam
beton.
b) Untuk instalasi penerangan di daerah yang menggunakan
ceiling gantung saluran penghantar (conduit) dipasang diatas
kabel tray dan diletakkan di atas ceiling dengan tidak
membebani ceiling.
c) Untuk instalasi saluran penghantar diuar bangunan,
dipergunakan saluaran beton, kecuali untuk penerangan taman,
dipergunakan pipa galvanized dengan diameter sesuai
standarisasi. Saluran beton dilengkapi dengan hand-hole untuk
belokan-belokan.
d) Setiap saluran kabel dalam bangunan dipergunakan pipa conduit
minimum 5/8" diameternya. Setiap pencabangan ataupun
pengambilan keluar harus menggunakan junction box yang
sesuai dan sambungan yang lebih dari satu harus menggunakan
terminal strip di dalam junction box.
Junction box yang terlihat dipakai junction box ex. Jerman
Eropa, tutup blank plate stainless steel, type "star point".
e) Ujung pipa kabel yang masuk dalam panel dan junction box
harus dilengkapi dengan "Socket/lock nut", sehingga pipa
tidak mudah tercabut dari panel. Bila tidak ditentukan lain,
maka setiap kabel yang berada pada ketinggian muka lantai
sampai dengan 2 m, harus dimasukkan dalam pipa PVC dan
pipa harus diklem ke bangunan pada setiap jarak 50 cm.
f) Pemasangan Kabel dalam Tanah
a) Kabel tegangan rendah harus ditanam minimal sedalam 80 cm.
b) Kabel yang ditanam langsung dalam tanah harus dilindungi
dengan batas merah, dan diberi pasir, ditanam minimal sedalam
80 cm.
118
c) Untuk yang lewat jalan raya ditanam sedalam 100 cm dan
dilapisi pipa Galvanized.
d) Kabel-kabel yang menyeberang jalur selokan, dilindungi
dengan pipa galvanized atau pipa beton yang dilapisi dengan
pipa PVC type AW, kabel harus berjarak tidak kurang dari 30
cm dari pipa gas, air dan lain-lain.
e) Galian untuk menempatkan kabel yang dipasang dalam tanah
harus bersih dari bahan-bahan yang dapat merusak isolasi kabel,
seperti : batu, abu, kotoran bahan kimia dan lain sebagainya.
Alas galian (lubang) dilapisi dengan pasir kali setebal 10 cm.
kemudian kabel diletakkan, diatasnya diberi bata dan akhirnya
ditutup dengan tanah urug.
f) Penyambungan kabel dalam tanah tidak diperkenankan secara
langsung, harus mempergunakan peralatan khusus untuk
penyambungan kabel dalam tanah.
g) Penanaman dan penyambungan kabel harus diberikan marking
yang jelas pada jalur-jalur penanaman kabelnya. Agar
memudahkan didalam pengoperasian, pengurutan kabel dan
menghindari kecelakaan akibat tergali/tercangkul.
c..
c Pengujjiian & Testtiing
Pengu an & Tes ng
1) Factory Test
• Pengetesan Individuil
Pengetesan ini dilakukan pada setiap potong kabel dan terdiri
dari pengetesan sebagai berikut :
◊ Pengetesan ukuran tahanan hantaran
◊ Pengetesan dielektrik
◊ Pengukuran loss factor
• Pengetesan Khusus
Pengetesan ini dilakukan terhadap sample dari kabel yang
akan dipakai. Pengetesan tersebut terdiri dari test sebagai
berikut :
◊ Test tegangan impuls
◊ Mekanikal test
◊ Pengukuran loss factor pada bermacam-macam
temperature
119
◊ Pengetesan dielektrik
◊ Pengetesan perambatan (Creep Test)
2) Site Test
Pengetesan setelah penanaman kabel. Setelah kabel ditanam,
penyambungan-penyambungan dan pemasangan kotak akhir, maka
dilakukan pengetesan dielektrik/insulation test.
Marking kabel untuk pemasangan kabel di dalam tanah harus jelas
dan tidak dapat dihapus.
2..22..
2 22 Penerangan Dan Kottak Konttak
Penerangan Dan Ko ak Kon ak
a. Lampu Dan Armaturenya
Lampu dan armaturenya harus sesuai dengan yang dimaksudkan, seperti
yang dilukiskan dalam gambar-gambar elektrikal .
a. Semua armatur lampu harus mempunyai terminal pentanahan
(grounding).
b. Semua lampu Fluorescent dan lampu gas discharge lainnya harus
dikompensasi dengan "power factor correction capasitor" yang
cukup kuat terhadap kenaikan temperatur dan beban mekanis dari
diffuser itu sendiri.
c. Reflector terutama untuk ruangan office harus memakai bahan
tertentu, sehingga diperoleh derajat pemantulan yang sangat tinggi.
d. Box tempat ballast, kapasitor, dudukan starter dan terminal block
harus cukup besar dan dibuat sedemikian rupa sehingga panas yang
ditimbulkan tidak mengganggu kelangsungan kerja dan umur teknis
komponen lampu itu sendiri.
e. Ventilasi di dalam box harus dibuat dengan sempurna. Kabel-kabel
dalam box harus diberikan saluran atau klem-klemn tersendiri,
sehingga tidak menempel pada ballast atau kapasitor.
f. Box terbuat dari pelat baja tebal minimum 0,7 mm, dicat dasar
tahan karat, kemudian di finish dengan cat akhir dengan oven warna
putih.
g. Box terbuat dari glass - fibre reinforced polyster dengan brass insert
harus tahan terhadap bahan kimia, maupun gas kimia serta cover
dari clear polycarbonate harus tahan terhadap bahan kimia, maupun
gas kimia.
120
h. Pelat sisi dari armatur lampu tipe Recessed Mounted atau Surface
Mounted harus mempunyai ketebalan minimum 0,7 mm.
i. Ballast harus dari jenis "Low Loss Ballast" dan harus pula
dipergunakan single lamp ballast (satu ballast untuk satu lampu
fluorescent).
j. Untuk lampu TL yang di-dimmer, ballast harus dari jenis “High-
Frequency Electronic light regulating ballast”, yang dapat men-
dimmer lampu-lampu fluorescent TL, dan harus pula dipergunakan
single electronic ballast (satu elektronik ballast untuk satu lampu
fluorescent).
k. Tabung Fluorescent harus dari type TLD, untuk area kantor dan
lain-lain. Dengan jenis warna lampu 54 cool day light, sedangkan
untuk area kolam ikan dengan jenis warna lampu 33 white.
l. Armatur Down Light terdiri dari dudukan dan diffuser, dimana
dudukan harus dari bahan aluminium silicon aloy atau dari moulded
plastic. Diffuser harus dari bahan gelas susu atau satin etached opal
plastic. Armatur down ligh tersebut harus tahan terhadap bahan
kimia maupun gas kimia.
Konstruksi armatur Down Light harus kuat untuk dipasang dengan
lampu HPL-N 250 W maupun PL-9 W/SL-18 W.
Lubang-lubang ventilasi harus ada dan ditutup dengan kasa nylon
untuk mencegah masuknya serangga. Diffuser terpasang pada
dudukan ulir, tidak boleh dengan memakai paku sekrup.
m. Skedul Lampu Penerangan, harus mengacu ke gambar rencana dan
desain Arsitek.
b. Kotak Kontak Biasa
a. Kotak kontak dinding yangdipakai adalah Kotak kontak satu phasa,
Rating 250 Volt, 13 Ampere, untuk pemasangan di dinding.
b. Kotak kontak 1 (satu) phasa dilengkapi dengan saklar dan pilot
lamp untuk pemasangan rata dengan dinding dengan rating 250
volt, 13 Ampere.
c. Bahan dari Cover Plate.
121
d. Kotak kontak yang dipakai adalah Kotak kontak satu phasa untuk
pemasangan rata dinding dengan ketinggian 30 cm/80 cm di atas
lantai dan harus mempunyai terminal phasa, netral dan pentanahan.
Harus di pasang mengikuti item e.
c. Kotak Kontak Khusus
Kotak kontak khusus yang dipakai adalah Kotak kontak tiga phasa dan
harus mempunyai terminal phasa, netral dan pentanahan . Rating 3 Phasa,
415 Volt, 16 A, 32 A dan 63 A yang dilengkapi MCB dan switch.
d. Saklar Dinding
Saklar harus dari tipe untuk pasangan rata dinding, tipe rocker, dengan
rating 250 Volt, 10 ampere dari tipe single gang, double gangs atau
multiple gangs (grid switches), saklar hotel single gang atau double gangs
dipasang dengan ketinggian 1,20 m atau ditentukan lain.
e. Isolating Switches
a. Isolating switches harus dipasang pada dinding dan dilengkapi
dengan indicating lamp.
Rating isolating switch harus lebih tinggi dari rating MCB / MCCB
pada feeder di panelnya.
Rating tegangan adalah untuk 1 fasa 250 Volt, fasa 415 Volt.
b. Switches harus dipasang pada box mengikuti item g.
f. Box Untuk Saklar Dan Kotak Kontak
Box harus dari bahan baja atau moulded plastic dengan kedalaman tidak
kurang dari 35 mm.
Kotak dari metal harus mempunyai terminal pentanahan saklar atau Kotak
kontak dinding terpasang pada box harus menggunakan baut,
pemasangan dengan cara yang mengembang tidak diperbolehkan.
g. Kabel Instalasi
Pada umumnya kabel instalasi penerangan dan instalasi Kotak kontak
harus kabel inti tembaga dengan insulasi PVC, satu inti atau lebih (NYA,
NYM, NYY).
Kabel harus mempunyai penampang minimal dari 2,5 mm² kode warna
insulasi kabel harus mengikuti ketentuan PUIL 2000 sebagai berikut :
Fasa R : merah
Fasa S : kuning
Fasa T : hitam
Netral : biru
122
Grounding : hijau/kuning
h. Pipa Instalasi Pelindung Kabel
a. Pipa instalasi pelindung kabel feeder yang dipakai adalah pipa PVC
kelas AW atau GIP. Pipa, elbow, socket, junction box, clamp dan
accessories lainnya harus sesuai yang satu dengan lainnya, yaitu
tidak kurang dari diameter 19 - 25 mm.
b. Pipa flexible harus dipasang untuk melindungi kabel antara kotak
sambung (junction box) dan armature lampu.
c. Sedangkan pipa untuk instalasi penerangan dan Kotak kontak
dengan pipa PVC, khusus untuk power high impact conduit-heavy
gange, minimum diameter 19 - 25 mm.
d. Seluruh instalasi rigid conduit dilengkapi dengan coupling spacer
bar saddle, adaptor female and male thread, male and female bushe,
locknut dan perlengkapan lainnya.
e. Conduite khusus harus harus digunakan type Explosion Proof,
Class IP - 65.
i. Rak Kabel
Rak kabel yang dipakai untuk distribusi kabel listrik digunakan jenis cable
ladder yang terbuat dari plat Mild Steel dengan finishing Hot Dip Galvanis
dilapisi oleh Zink Eromate harus tahan terhadap bahan kimia dan gas
kimia.
j. Testing / Pengujian
Testing dilakukan dengan disaksikan oleh pengawas lapangan yang
disahkan oleh lembaga yang berwenang pengujian meliputi :
a. Test ketahanan isolasi
b. Test kekuatan tegangan impuls
c. Test kenaikan temperatur
d. Continuity test.
123
BAB IV
CONTOH KONTRAK
PALANG MERAH INDONESIA INDONESIAN RED CROSS
PERJANJIAN PENYEDIAAN JASA AGREEMENT ON CONSTRUCTION
KONSTRUKSI SERVICES PROCUREMENT
Untuk For
[Nama Proyek] [Nama Proyek]
Di In
[Lokasi Proyek] [Lokasi Proyek]
Nomor Perjanjian: Number:
Tanggal: Dated:
Perjanjian Penyediaan Jasa Konstruksi untuk This Agreement on Construction Services
………………………………………………. Procurement for ………………………
………………………………………………. ……………………………………………….
ini termasuk semua Lampiran yang …………………………………. together
dilampirkan yang merupakan satu kesatuan with all attachments hereto are forming an
yang tidak terpisahkan (selanjutnya disebut integral part thereof (hereinafter referred to as
“Perjanjian”) dibuat pada tanggal [ ], oleh dan “Agreement”) is made on [ ], by and
antara: between:
1. Nama : Iyang D. Sukandar 1. Name : Iyang D. Sukandar
Jabatan : Sekretaris Jendral Markas Position : General Secretary of
Besar PMI, selaku Ketua Indonesian Red Cross
Pengadaan Barang dan Jasa Headquarters, as the
pada Kantor Pusat PMI Chairman of Services and
Alamat : Jln. Jend. Gatot Subroto Kav. Goods Supplying in Principal
96 - Jakarta 12790 Office of Indonesian Red
PO.Box. 2009 Cross
Yang bertindak untuk dan atas nama Address: Jln. Jend. Gatot Subroto Kav.
PALANG MERAH INDONESIA 96 - Jakarta 12790
(“PMI”), selanjutnya disebut “PEMILIK PO.Box. 2009
PROYEK”. Acting for and behalf of Indonesian Red
Cross (“PMI”), hereinafter referred to as
“PROJECT OWNER”
2. Nama : 2. Name :
Jabatan : Position :
Alamat : Address :
Yang bertindak untuk dan atas nama ….. Acting for and behalf of ................
…………….., yang didirikan berdasarkan ........., incorporated by Deed Number: [ ]
Akta Nomor: [ ] tertanggal [ ] yang dibuat dated [ ] made in front of notary [ ],
di hadapan Notaris [ ], selanjutnya disebut hereinafter referred to as
124
“KONTRAKTOR”. “CONTRACTOR”
KONTRAKTOR dan PEMILIK PROYEK CONTRACTOR and PROJECT OWNER
secara bersama-sama disebut sebagai PARA hereinafter collectively referred to as the
PIHAK dan secara sendiri-sendiri dapat PARTIES and individually may called the
disebut sebagai PIHAK. PARTY.
Dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut With consideration as follows :
di bawah ini:
1. Dana hibah dari …………………… 1. Grant fund from ……………………. to
kepada Palang Merah Indonesia, yang Indonesian Red Cross, which stated in
tertuang dalam dokumen Nomor: [ ], document No: [ ], dated [ ]
tertanggal [ ];
2. Berita Acara Pembukaan Dokumen 2. Minutes of Administration Documents
Administrasi untuk ……………. Opening for …………………………..
………………………………………...…. …………………………………………
..... No [ ] tertanggal ……….. Number [ ] dated ………………..;
3. Berita Acara Hasil Evaluasi Dokumen 3. Minutes of Technical Documents
Tehnis untuk ………………………… Evaluation Result for ……………….
…………………… No [ ] tertanggal … …………………………………………..
…………..; …………………………..Number [ ]
dated …………………;
4. Berita Acara Hasil Evaluasi Dokumen 4. Minutes of Price/Finance Documents
Harga/Keuangan untuk ………. Evaluation Result for …………….
…………………………………………. …………………………………………..
……. No [ ] tertanggal ………….. Number [ ] dated
…………………..; …………………..;
5. Berita Acara Hasil Total Evaluasi 5. Minutes of Technical and Cost Documents
Dokumen Tehnis dan Biaya untuk Evaluation Total Result for
…………………………………………… …………………………………………..
………….No [ ] tertanggal ……………………………….. Number
……………….; [ ] dated ……………………..;
6. Berita Acara Usulan Pemenang Lelang 6. Minutes of Winner Tender Proposal for
untuk ..………………………… ………………………………………….
Ka………………………………..No.[ ] ………………………………… Number
tertanggal .... ............; [ ] dated ……………………;
7. Pemberitahuan Hasil Pemenang Lelang 7. Notification of Winner Tender Result for
Pekerjaan ………………………………. …………………………………………..
……Nomor …………………….. tanggal ………………………………… Number
…………………; ………………………………………;
8. Surat Keputusan Ketua Pengadaan Barang 8. Chairman of Goods and Services
dan Jasa Markas Pusat PMI Nomor: [ ] Supplying Central Office of Indonesian
tertanggal [ ] tentang Surat Penunjukan Red Cross Decree Number [ ] dated [ ]
125
pemenang Penyediaan Jasa Konstruksi on Winner Appointment Letter in
untuk ……………………… di Construction Services Procurement for
……………………….; …………………………………………..
…………………………;
9. Dalam pembuatan Perjanjian ini, Pemilik 9. In drafting this Agreement, Project Owner
Proyek telah melakukan koordinasi has made coordination with Supplying
dengan Panitia Pengadaan Barang dan Goods and Services Central Office of
Jasa Markas Pusat PMI dan Badan Indonesian Red Cross Committee and
Pemberi Bantuan Keuangan. Board of Financial Contributor.
Para Pihak dengan ini sepakat akan hal-hal The Parties agreed within the following
berikut ini: terms:
Pasal 1 Article 1
MAKSUD DAN TUJUAN PERJANJIAN OBJECTIVE AND PURPOSE OF THE
AGREEMENT
1.1 Pemilik Proyek dengan ini menunjuk 1.1 Project Owner hereby appoint
Kontraktor untuk melaksanakan, Contractor to perform, complete and
menyelesaikan dan memperbaiki remedy the Work of Construction
Pekerjaan Penyediaan Jasa Konstruksi Services Procurement for
untuk ………………………………di ……………………………………….
………………………………………... ……………………………………….
(selanjutnya disebut “PEKERJAAN”) (hereinafter called the “WORK”) and
dan Kontraktor setuju untuk Contractor agrees to perform the
melaksanakan PEKERJAAN sesuai WORK in accordance with terms in
dengan ketentuan dalam Perjanjian ini. this Agreement.
1.2 Atas penunjukkan tersebut, Kontraktor 1.2 As the appointment above, Contractor
akan melaksanakan PEKERJAAN shall perform WORK based on
berdasarkan Detailed Engineering Detailed Engineering Design which
Design yang telah dijelaskan oleh already described by Project Owner
Pemilik Proyek dan/atau wakilnya pada and/or its representative in pre bid
saat pre bid meeting/Berita Acara meeting/Minutes of Work Description
Penjelasan Pekerjaan (aanwijzing) atau (aanwijzing) or in site visit, by using
pada saat site visit, dengan menggunakan all of its skills, abilities, tools,
seluruh keahlian, kemampuan, peralatan, equipments, and human resources
perlengkapan dan tenaga kerja yang which is owned by Contractor.
dimilikinya.
1.3 Atas jasanya untuk menyelesaikan 1.3 For its services in completing the
PEKERJAAN, Kontraktor akan WORK, Contractor shall receive
menerima pembayaran dari Pemilik payment from Project Owner as
Proyek sebagaimana diatur lebih lanjut stipulated further in Article 9 of this
dalam Pasal 9 Perjanjian ini. Agreement.
126
Pasal 2 Article 2
JANGKA WAKTU PERJANJIAN TIME PERIOD OF THE AGREEMENT
Sesuai dengan Perjanjian ini dan Dokumen In accordance with this Agreement and
Perjanjian, jangka waktu Perjanjian ini adalah Agreement Documents, time period of this
selama [ ] hari kalender (selanjutnya disebut Agreement is [ ] of calendar days (hereinafter
“Jangka Waktu Perjanjian”), yang terbagi referred to as “Time Period”), which are
atas: divided as follows:
a. jangka waktu penyelesaian PEKERJAAN a. time period of WORK completion is [ ]
yaitu [ ] hari kalender sejak calendar days as of the signing of this
ditandatanganinya Perjanjian ini dengan Agreement with following details :
rincian sebagai berikut:
i. [ ] hari sejak penandatanganan i. [ ] days as of the signing of this
Perjanjian, maka Kontraktor harus Agreement, Contractor must
telah menyelesaikan 25 % complete 25% of the WORK;
PEKERJAAN; ii. [ ] days as of the signing of this
ii. [ ] hari sejak sejak penandatanganan Agreement, Contractor must
Perjanjian, maka Kontraktor harus complete 50% of the WORK;
telah menyelesaikan 50 % iii. [ ] days as of the signing of this
PEKERJAAN; Agreement, Contractor must
iii. [ ] hari sejak penandatanganan complete 75% of the WORK;
Perjanjian, maka Kontraktor harus iv. [ ] days as of the signing of this
telah menyelesaikan 75 % Agreement, Contractor must
PEKERJAAN; complete 100% of the WORK
iv. [ ] hari sejak penandatanganan
Perjanjian, maka Kontraktor harus
telah menyelesaikan 100 %
PEKERJAAN.
b. jangka waktu pemeliharaan atas b. time period of WORK’s maintenance is
PEKERJAAN yaitu 90 (sembilan puluh) 90 (ninety) calendar days since the
hari kalender sejak Berita Acara Serah issuance of First Acceptance Certificate
Terima Pertama (PHO 1) sebagaimana (PHO1) as described further in this
dijelaskan lebih lanjut dalam Perjanjian Agreement.
ini.
Pasal 3 Article 3
DOKUMEN PERJANJIAN AGREEMENT DOCUMENTS
Dokumen Perjanjian sebagaimana ditentukan Agreement Documents as defined below
di bawah ini harus dibaca serta merupakan must be read and as an integral part of this
bagian dari Perjanjian ini, yaitu: Agreement, which are :
a. Perjanjian ini; a. This Agreement;
b. Daftar Kuantitas dari Harga; b. Price Quantity List;
c. Detailed Engineering Design; c. Detailed Engineering Design;
d. Jaminan Uang Muka; d. Advance Payment Bond;
e. Jaminan Pelaksanaan; e. Performance Bond
127
f. Notulen Rapat Pra Perjanjian (dalam hal f. Pre-Agreement Minutes of Meeting (in
terjadinya negosiasi karena terdapat the event that a negotiation occurred due
kesepakatan tambahan selain yang telah to additional arrangement unless already
diatur dalam Perjanjian); been regulated in Agreement);
g. Surat Penunjukan Pemenang; g. Winner Appointment Letter;
h. Surat Penetapan Pemenang; h. Winner Affirmation Letter;
i. Dokumen Penawaran Kontraktor; i. Contractor’s Proposal;
j. OCE (Owner Cost Estimate); j. OCE (Owner Cost Estimate);
k. Berita Acara Penjelasan Pekerjaan k. Minutes of Work Description
(aanwijzing); (aanwijzing);
l. Addendum (bila ada). l. Addendum (if there is any).
Pasal 4 Article 4
KEWAJIBAN KONTRAKTOR CONTRACTOR’S RESPONSIBILITIES
Disamping kewajiban-kewajiban yang diatur In addition of its responsibilities which are
dalam pasal lain, kewajiban Kontraktor regulated in other articles, Contractor
adalah sebagai berikut: responsibilities as follows:
4.1 Melaksanakan, menyelesaikan dan 4.1 Perform, complete and remedy the
memperbaiki PEKERJAAN dengan WORK in carefully and seriously by
penuh ketelitian dan kesungguhan, providing all of human resources who
dengan menyediakan segala tenaga are personally and technically qualified
kerja yang memiliki kemampuan dan for their respective responsibilities,
kualifikasi teknis yang diperlukan untuk including supervision on materials,
bagian tugas masing-masing, termasuk Contractor equipment, transportation to
pengawasan terhadap bahan-bahan, or from the area and inside or around
peralatan Kontraktor, pengangkutan ke the WORK’ location, and perform all
atau dari lapangan dan di dalam atau permanent or temporary matters which
sekitar lokasi PEKERJAAN, serta are needed for performance,
melaksanakan segala sesuatu baik yang completion and remedy the WORK as
bersifat permanen maupun yang bersifat described in this Agreement and as
sementara yang diperlukan untuk interpreted properly from this
pelaksanaan, penyelesaian dan Agreement.
perbaikan PEKERJAAN sebagaimana
yang dirinci dalam Perjanjian dan
ditafsirkan secara wajar dari Perjanjian.
4.2 Seluruh PEKERJAAN harus 4.2 All WORK should be performed,
dilaksanakan, diselesaikan dan completed and remedied in accordance
diperbaiki sesuai dengan Perjanjian with the Agreement until it well
sampai diterima baik oleh Pemilik received by Project Owner and/or
Proyek dan/atau Direksi Pekerjaan Work Management as Project Owner
selaku Wakil Pemilik Proyek setelah Representative after consultation with
berkonsultasi dengan Pemilik Proyek, Project Owner, unless according to the
kecuali apabila menurut hukum ataupun law or physical it could not be done.
secara fisik tidak mungkin dilakukan.
4.3 PEKERJAAN yang harus dilaksanakan, 4.3 WORK that has to be performed,
diselesaikan dan dipelihara oleh completed and maintained by
128
Kontraktor harus sesuai dengan Berita Contractor must be accorded to
Acara Penjelasan Pekerjaan Minutes of Work Description
(aanwijzing) sebagaimana dilampirkan (aanwijzing) as attached in this
dalam Perjanjian ini. Agreement
4.4. Kontraktor bertanggung jawab dan 4.4 Contractor responsible and guarantees
menjamin bahwa hasil pekerjaannya that the result of his work will be
akan selesai tepat waktu dan completed in time and with a good
mempunyai kualitas yang baik. Demi quality. To guarantee the quality,
menjamin kualitas tersebut, Kontraktor Contractor must provide person who
harus menyediakan orang yang competent to conduct the quality
kompeten untuk melaksanakan examination on the WORK result.
pemeriksaan kualitas atas hasil
PEKERJAAN.
4.5 Kontraktor bertanggung jawab atas izin- 4.5 Contractor responsible on licenses which
izin yang diperlukan oleh Kontraktor are needed by Contractor to perform
untuk melaksanakan PEKERJAAN. the WORK.
Pasal 5 Article 5
KEWAJIBAN PEMILIK PROYEK PROJECT OWNER’S
RESPONSIBILITIES
Selama Perjanjian ini berlangsung, Pemilik During this Agreement, Project Owner
Proyek mempunyai kewajiban sebagai having responsibilities as follows :
berikut:
5.1 Menyediakan bagi Kontraktor 5.1 Allow Contractor to use all area as
penggunaan semua lahan sebagaimana stated in Agreement Documents.
yang dinyatakan Dokumen Perjanjian.
5.2 Membayar Kontraktor sebesar Nilai 5.2 Paying Contractor in the amount of
Perjanjian atas jasanya dalam Agreement Value for its services in
pelaksanaan, penyelesaian dan performance, completion and remedy
perbaikan PEKERJAAN sebagaimana the WORK as regulated in Article 9 of
diatur dalam Pasal 9 Perjanjian ini. this Agreement.
Pasal 6 Article 6
BERLAKUNYA PERJANJIAN DAN AGREEMENT’ VALIDITY AND WORK
PENYELESAIAN PEKERJAAN COMPLETION
6.1. Perjanjian ini berlaku sejak tanggal 6.1 This Agreement shall effective on the
penandatanganan oleh Para Pihak, dan signing date by the Parties, therefore
dengan demikian Perjanjian akan this Agreement shall be bind the
mengikat Para Pihak sejak tanggal Parties on the signing date as
penandatanganan sebagaimana mentioned in first above written.
dicantumkan di awal Perjanjian.
6.2. Kontraktor wajib mulai melaksanakan 6.2 Contractor obligates to start the WORK
PEKERJAAN dalam jangka waktu yang performance in time period stated in
129
ditentukan pada pasal 2 diatas. Dalam article 2 above. In the event Contractor
hal Kontraktor tidak mulai did not start the WORK performance
melaksanakan PEKERJAAN sesuai according to time period in article 2
dengan jangka waktu dalam pasal 2 above, Project Owner has the right to
diatas, maka Pemilik Proyek berhak give saction and fince as stipulated in
mengenakan sanksi dan denda Article 19 of Agreement.
sebagaimana diatur dalam Pasal 19
Perjanjian.
Pasal 7 Article 7
NILAI PERJANJIAN AGREEMENT VALUE
7.1. Sebagai biaya pelaksanaan dan 7.1 Contractor will receive payment from
penyelesaian PEKERJAAN dan Project Owner in the amount of Rp
keuntungan/upah atas jasanya …………………. (……………………
menyelesaikan PEKERJAAN, maka ………………………………………
Kontraktor akan menerima pembayaran … …………………………………
dari Pemilik Proyek sebesar Rp ……..) as its cost and profit in
……………… performing and completing the WORK
(………………………………………..) and its services to complete the WORK
(selanjutnya disebut sebagai “Nilai (hereinafter is called “Agreement
Perjanjian”) yang diperoleh dari Value”) which obtained from the
kuantitas PEKERJAAN sebagaimana WORK quantity as stated in Contractor
tertera dalam Dokumen Penawaran Proposal, with detailed as follows :
Kontraktor, dengan rincian sebagai
berikut:
Nilai Perjanjian Rp. Agreement Value Rp.
a. Phiscal c. Phiscal
Rp. Rp.
Value Value
b. PPN d. VAT
(10%) (10%)
dari from
Rp. Rp.
Hibah/Gra Grant Aid
nt Aid “Not collected”
“Tidak Dipungut”
7.2. Nilai Perjanjian sudah termasuk segala 7.2 Agreement Value is including all cost
biaya yang diperlukan guna pelaksanaan required to perform the WORK,
PEKERJAAN, pengurusan ijin-ijin process the Contractor’s licences
Kontraktor yang diperlukan guna which are required to perform the
pelaksanaan PEKERJAAN, keuntungan WORK, Contractor benefit, tax and all
Kontraktor, pajak dan segala kind of payment which required to
pembayaran yang diperlukan dalam perform the WORK.
pelaksanaan PEKERJAAN.
7.3. Nilai Perjanjian tidak akan berubah dan 7.3 Agreement Value will not amended and
Kontraktor tidak diperkenankan Contractor shall not charge any other
membebankan biaya-biaya lainnya cost to Project Owner, unless the
kepada Pemilik Proyek, kecuali Variations and Adjustments Work
terjadinya Pekerjaan Tambah Kurang occur as stipulated in article 15 of the
130
sebagaimana diatur dalam Pasal 15 Agreement.
Perjanjian.
7.4. Sumber Dana untuk membayar Nilai 7.4 The Agreement Value is paid from the
Perjanjian berasal dari Dana Hibah dari Grant Fund from ………………… by
……………….. (……………) dengan Grant Letter No.:[ ] dated [ ]
Surat Hibah No.:[ ] tertanggal [ ].
7.5. Perjanjian ini didasarkan kepada sistem 7.5 This Agreement is based on unit price
harga satuan, sehingga yang mengikat system, therefore the unit price which
adalah harga satuan yang tertera dalam stated in Contractor Proposal shall
Dokumen Penawaran Kontraktor akan binding and remaining the same during
selalu tetap selama masa pelaksanaan the time period of the WORK
PEKERJAAN. performance.
Pasal 8 Article 8
JAMINAN PELAKSANAAN PERFORMANCE BOND
(PERFORMANCE BOND)
8.1 Kontraktor akan memberikan Jaminan 8.1 Contractor shall give Performance Bond,
Pelaksanaan, dan akan memberikan asli by which the Contractor shall deliver
dokumen Jaminan Pelaksanaan tersebut the original document of Performace
kepada Pemilik Proyek, dalam bentuk Bond to Project Owner in form of bank
bank garansi yang tidak dapat ditarik guarantee which irrevocable in the
kembali dengan jumlah sebesar 5 % dari amount of 5 % of the Agreement
Nilai Perjanjian, yang diterbitkan oleh Value, issued by national private bank
bank swasta nasional di Indonesia yang in Indonesia which have good
bereputasi baik dan berlaku selama reputation and shall be valid during the
Jangka Waktu Perjanjian; Time Period;
8.2 Jaminan Pelaksanaan tersebut di atas, 8.2 Project Owner shall receive the
akan diberikan kepada Pemilik Proyek Performance Bond not later than 7
selambat-lambatnya 7 hari setelah days after the Agreement is signed.
tanggal penandatanganan Perjanjian;
8.3 Pemilik Proyek memiliki hak untuk 8.3 Project Owner has right to cash in any
mencairkan dalam jumlah berapapun amount of the Performance Bond
dari Jaminan Pelaksanaan apabila hal- should any of the condition mentioned
hal tersebut di bawah ini terjadi: below occured:
a. dalam kondisi apapun, Kontraktor a. In any condition, Contractor
mengakhiri Perjanjian ini sebelum terminate the Agreement before the
masa berakhirnya Perjanjian; expiration of Agreement;
b. Kontraktor gagal untuk memenuhi b. Contractor failed to fulfill in part or
sebagian atau keseluruhan whole of its responsibilities in
kewajibannya sesuai Perjanjian ini; accordance to this Agreement;
c. Kontraktor dikenakan sanksi dan c. Contractor is charged by sanction
denda sebagaimana diatur dalam and fine as stipulated in article 19
Pasal 19 Perjanjian. of the Agreement.
131
8.4 Jaminan Pelaksanaan akan 8.4 The Performance Bond shall be returned
dikembalikan oleh Pemilik Proyek by Project Owner to Contractor in the
kepada Kontraktor dalam hal event that Contractor complete all of
Kontraktor berhasil menyelesaikan its WORK and the WORK has been
seluruh PEKERJAAN dan received by Project Owner after
PEKERJAAN telah diterima oleh Contractor completed the Maintance
Pemilik Proyek setelah Kontraktor Period which is showed by the
menyelesaikan Masa Pemeliharaan yang issuance of Second Acceptance
ditandai dengan diterbitkannya Berita Certificate (PHO 2) as described
Acara Serah Terima Kedua (PHO 2) further in article 13.9 of the
sebagaimana dijelaskan lebih lanjut Agreement.
dalam Pasal 13.9 Perjanjian.
8.5. Apabila Kontraktor tidak dapat 8.5. In the event Contractor cannot give the
menyerahkan Jaminan Pelaksanaan Performance Bond as mentioned above
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8.1. in Article 8.1 and Article 8.2, Project
dan 8.2 diatas, maka Pemilik Proyek Owner has the right to terminate this
secara sepihak dapat memutuskan Agreement
Perjanjian ini.
Pasal 9 Article 9
PROSEDUR PEMBAYARAN PAYMENT PROCEDURE
9.1 Pembayaran Nilai Perjanjian dilakukan 9.1 The Agreement Value shall be paid by
oleh Pemilik Proyek kepada Kontraktor Project Owner to Contractor through
melalui rekening bank No.…………… the bank account Number ……..
Bank………………… Atas nama Bank……..on behalf of…….
…………………………
9.2 Pada prinsipnya, namun dengan tetap 9.2 In principle, provided however by
memperhatikan ketentuan pasal 10.2, referring to the existence of article
pembayaran akan dilakukan oleh 10.2, the Project Owner will pay the
Pemilik Proyek secara bertahap. Agreement Value in stages.
9.3. Pada setiap tanggal 30 pada setiap bulan, 9.3. Subsequent to the signing of this
sejak ditandatanganinya Perjanjian ini, Agreement, at the 30th day of each month, the
Kontraktor harus menyampaikan Contractor shall submit to the Supervisor, a
laporan tertulis perkembangan hasil statement showing Work progress and the
Pekerjaan kepada Konsultan amounts to which the Contractor considers
Pengawas, yang didalamnya secara himself to be entitled up to the end of the
detil merinci hasil pencapaian month.
Pekerjaan Kontraktor dan bagian dari
pembayaran yang diharapkan oleh
Kontraktor merujuk pada hasil
pencapaian riil pekerjaannya tersebut.
9.4. Konsultan Pengawas akan dalam waktu [ 9.4. The Supervisor shall, within [ ] days of
] hari sejak diterimanya laporan tertulis receiving such statement, certify to the
tersebut menghitung dan mengklarifikasi Project Owner the percentage
persentasi pencapaian hasil pekerjaan yang calculation of Work progress and
132
telah dilaksanakan Kontraktor, dan amount of payment to the Contractor
selanjutnya menetapkan bagian dari which he considers due and payable in
pembayaran yang dalam perhitungannya, respect thereof. The percentage
dengan merujuk pada hasil pencapaian calculation of Work progress shall refer
Kontraktor, memang menjadi hak Kontraktor. to the actual physical construction
Perhitungan persentasi kemajuan erected. The calculation and
penyelesaian Pekerjaan didasarkan pada hasil certification made by Supervisor shall
pembangunan fisik yang telah nyata-nyata be considered final and binding.
ada/berdiri. Hasil penilaian dan klarifikasi
yang dibuat oleh Konsultan Pengawas akan
bersifat final dan mengikat Para Pihak.
9.5. Jumlah bagian pembayaran yang telah 9.5. The amount due to the Contractor under
ditetapkan dan diklarifikasi oleh Konsultan any monthly certificate issued by the
Pengawas, dengan tetap merujuk pada pasal Supervisor pursuant to the above shall,
10.2, akan dibayarkan oleh Pemilik Proyek subject to article 10.2, be paid by the
kepada Kontraktor dalam waktu [ ] hari sejak Project Owner to the Contractor within
Pemilik Proyek menerima laporan dan [ ] days after such certified montly
penetapan dari Konsultan Pengawas. certificate as been delivered to the
Project Owner.
Pasal 10 Article 10
UANG MUKA ADVANCE PAYMENT
10.1 Khusus bila diperlukan dan diminta 10.1 Should be needed specifically and
secara tertulis oleh Kontraktor, sebagai required in written by Contractor,
pengecualian khusus untuk pasal 9.2 (a), Project Owner could pay an advance
Pemilik Proyek dapat membayar uang payment to Contractor in the amount of
muka kepada Kontraktor sebesar 20% 20% of Agreement Value or in the
dari Nilai Perjanjian atau sebesar Rp [ ] amount of Rp [ ] as a specific
(“Uang Muka”). exception for article 9.2 (a) (“Advance
Payment”)
10.2. Uang Muka harus dikembalikan secara 1.0.2. The Contractor shall repay the
bertahap oleh Kontraktor kepada Pemilik Advance Payment to the Project
Proyek secara bertahap, dengan cara Owner in stages, by multiplying the
mengkalikan jumlah Uang Muka dengan indebted Advance Payment to the
besaran persentasi pencapaian hasil kerja percentage of Work progress certified
bulanan yang telah diklarifikasi dan by Supervisor as meant in article 9.4
disahkan oleh Konsultan Pengawas above. The Project Owner shall be
sesuai ketentuan pasal 9.4 diatas. entitled to deduct the payment of
Pemilik Proyek berhak memotong Contractor’s right on article 9.5 in
pembayaran yang menjadi hak order to enforce the implementation
Kontraktor sebagaimana diatur dalam of this article 10.2.
pasal 9.5, demi untuk melaksanakan
ketentuan pasal 10.2 ini.
10.3 Permohonan Uang Muka dapat 10.3 Application of Advance Payment could
dilakukan setelah ditandatanganinya be conducted subsequent to the signing
Perjanjian ini. of this Agreement.
133
10.4. Sebelum pembayaran Uang Muka 10.4 Prior to the payment of Advance
dilakukan oleh Pemilik Proyek, maka Payment by Project Owner, Contractor
Kontraktor wajib menyerahkan must provide Advance Payment Bond,
kepada Pemilik Proyek Surat Jaminan by which the Contractor shall deliver
Uang Muka (advance payment bond), the original document of Advance
dan akan memberikan asli dokumen Payment Bond to Project Owner, to
Surat Jaminan Uang Muka tersebut Project Owner in the amount of
kepada Pemilik Proyek, sejumlah Advance Payment, in the form of bond
Uang Muka berupa surat jaminan dari letter issued by one of Bank in
salah satu Bank di Republik Indonesia Republic of Indonesia which have
yang bereputasi baik dan diterima good reputation and accepted by
oleh Pemilik Proyek. Project Owner.
10.5. Uang Muka akan dibayarkan oleh 10.5 Advance Payment shall be paid by
Pemilik Proyek setelah Kontraktor Project Owner as Contractor submitted
mengajukan permohonan secara tertulis written application along with :
dengan disertai: a. Development Plan and cost
a. Rencana Pembangunan dan required;
kebutuhan biaya; b. Advance Payment Bond in the
b. Surat Jaminan Uang Muka sebesar amount of Advance Payment;
Uang Muka; c. Advance Payment receipt;
c. Kwitansi Uang Muka; d. Statement Letter that the Advance
d. Pernyataan bahwa Uang Muka Payment shall not used to any
tersebut tidak akan digunakan untuk necessity unless the performance of
keperluan diluar pelaksanaan pekerjaan work as mentioned hereto.
yang dimaksud.
Pasal 11 Article 11
WAKIL PEMILIK PROYEK PROJECT OWNER REPRESENTATIVE
11.1 Pemilik Proyek akan menunjuk Direksi 11.1 Project Owner shall appoint
dan Pengawas Pekerjaan serta Management and Work Supervisor
Konsultan Pengawas/Supervisi yang including Supervisor (Consultant
bertindak sebagai wakil Pemilik Proyek Supervisor) which are acting as Project
(selanjutnya secara bersama-sama Owner representative (hereinafter
disebut sebagai “Wakil Pemilik collectively are called “Project Owner
Proyek”), yang identitasnya akan Representative”), which their identity
disampaikan secara tertulis kepada shall be delivered in written to
Kontraktor. Contractor.
11.2 Wakil Pemilik Proyek bertugas untuk 11.2 Project Owner Representative
mengawasi jalannya PEKERJAAN responsibles to supervise the
untuk dan atas nama Pemilik Proyek. performance of WORK for and on
Dengan demikian Wakil Pemilik Proyek behalf of Project Owner. Therefore,
sewaktu-waktu berhak untuk memasuki Project Owner Representative at
lokasi PEKERJAAN dan memeriksa anytime has the right to enter WORK’
pekerjaan Kontraktor. location and check Contractor work.
11.3 Wakil Pemilik Proyek adalah pihak 11.3 Project Owner Representative is the
yang berwenang untuk menetapkan authorize party to determine the
134
kemajuan (progress) pelaksanaan progress of WORK performance, the
PEKERJAAN, besaran kemajuan percentage of WORK progress, the
pelaksanaan PEKERJAAN, keakuratan accurateness of WORK performance,
cara pelaksanaan PEKERJAAN, dan and quality of WORK performance.
kualitas pelaksanaan PEKERJAAN.
11.4 Putusan yang ditetapkan Wakil Pemilik 11.4 Any decision which made by Project
Proyek yang telah dikonsultasikan dan Owner Representative that consulted
telah mendapat persetujuan terlebih and approved by Project Owner shall
dahulu dari Pemilik Proyek akan be bind to both Parties.
mengikat Para Pihak.
11.5 Untuk membantu Wakil Pemilik 11.5 In assisting Project Owner
Proyek, Kontraktor sepakat untuk Representative, Contractor agrees to
membuat Laporan Mingguan dan make weekly and monthly progress
Bulanan kemajuan PEKERJAAN, report of WORK, visual
dokumentasi visual/foto kemajuan documentation progress of WORK and
PEKERJAAN dan jadwal pelaksanaan WORK performance schedule.
PEKERJAAN.
Pasal 12 Article 12
PELAKSANAAN PEKERJAAN WORK PERFORMANCE
12.1.Kontraktor akan menyerahkan gambar 12.1 Contractor shall provide as-built
hasil pembangunan (as-bulit drawing) drawing of the finished work upon the
pada saat pneyerahan Pekerjaan pertama first handover (PHO1) to end-user.
(PHO1) kepada pengguna.
12.2. Selama melaksanakan PEKERJAAN 12.2. During WORK performance,
Kontraktor harus memberikan laporan Contractor must submit a routine
rutin setiap minggunya kepada Pemilik weekly report to Project Owner and
Proyek dan Wakil Pemilik Proyek atas Project Owner Representative on
perkembangan PEKERJAAN. Laporan WORK development. The report must
tersebut juga harus memberikan provide a detailed description on the
penjelasan secara rinci tentang jumlah amount of employee and work phase
pekerja dan tahap pekerjaan yang which currently done in the area and
sedang dilakukan di lapangan dan hal any information which showed WORK
lainnya yang menunjukkan development. (in graphic type and
perkembangan PEKERJAAN (dalam supported by progress photograph)
bentuk graphic dan didukung foto
perkembangan PEKERJAAN).
12.3. Selama PEKERJAAN berlangsung, 12.3 During the WORK performance,
Konsultan Pengawas/Supervisi selaku Consultant Supervisor as Owner
Wakil Pemilik Proyek akan melakukan Project Representative shall supervise
pemantauan atas perkembangan the WORK progress and shall make
PEKERJAAN dan akan membuat berita minutes of work achievement for every
acara prestasi kerja setiap Kontraktor completion of work phase in the
mencapai penyelesaian Pekerjaan percentage of 25%, 50% and 75% of
sebesar 25 %, 50 % dan 75% dari whole WORK (hereinafter is called
135
seluruh PEKERJAAN (selanjutnya “Minutes of Work Achievement”)
disebut “Berita Acara Prestasi Kerja”).
12.4.Seluruh PEKERJAAN dalam Perjanjian 12.4 All of WORK in this Agreement, must
ini, sudah harus diselesaikan dan be completed and delivered by
diserahkan oleh Kontraktor dan diterima Contractor and well received by
baik oleh Pemilik Proyek dalam jangka Project Owner in the time period as
waktu sesuai dengan Pasal 2 Perjanjian stipulated in Article 2 of this
ini yang serah terima akan dilakukan Agreement which the hand over shall
dengan penerbitan Berita Acara Serah be done by the issuance of First
Terima Pertama (PHO 1) sebagaimana Acceptance Certificate (PHO 1) as
diatur lebih lanjut dalam Pasal 13 stipulated further in article 13 of the
Perjanjian. Agreement.
Pasal 13 Article 13
PENYERAHAN PEKERJAAN DAN DELIVERY OF WORK AND PERIOD
JANGKA WAKTU PEMELIHARAAN OF MAINTENANCE
13.1 Segera setelah PEKERJAAN 13.1 As the WORK completed, the
diselesaikan, Kontraktor dapat meminta Contractor could make a written
secara tertulis kepada Pemilik Proyek request to Project Owner or Project
atau Wakil Pemilik Proyek untuk Owner Representaive in order to
melakukan Serah Terima Pertama. conduct the First Acceptance.
13.2 Untuk melaksanakan Serah Terima 13.2 To perform the First Acceptance, Project
Pertama, Pemilik Proyek akan Owner shall form an Acceptance
membentuk Panitia Serah Terima yang Committee which consists of Project
terdiri dari Wakil Pemilik Proyek, wakil Owner Representative, representative
dari lembaga donor, wakil dari of Project Sponsor, representative of
Pengguna dan sebanyak-banyaknya 2 end-user and at the most of 2 persons
orang dari pihak Kontraktor. from Contractor party.
13.3 Sesuai dengan waktu yang ditentukan 13.3 In accordance to the time which
oleh Pemilik Proyek, Pemilik Proyek stipulated by Project Owner, Project
dan Panitia Serah Terima akan Owner and Acceptance Committee
melaksanakan pemeriksaan atas shall performed examination on
PEKERJAAN Kontraktor sesuai dengan Contractor WORK according to
Dokumen Perjanjian. Agreement Documents.
13.4 Bila hasil pemeriksaan menunjukkan 13.4 In the event that the examination result
PEKERJAAN masih memerlukan showed that the WORK still need to be
perbaikan, maka Pemilik Proyek akan remedied, the Project Owner shall
memberitahukan hal-hal yang perlu inform Contractor with matters which
diperbaiki kepada Kontraktor dan are needed to be remedied and
Kontraktor wajib memperbaiki Contractor obliged to remedy its work
pekerjaannya secara segera. immediately.
136
13.5 Jika hasil pemeriksaan menunjukkan 13.5 In the event that the examination result
PEKERJAAN telah selesai dan seluruh showed that the WORK has been
perbaikan yang diperlukan telah completed and all remediation that
dilaksanakan maka Pemilik Proyek needed are already conducted, the
berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan Project Owner based on Minutes of
Pertama Pekerjaan oleh Panitia Serah First Work Examination, shall issued
Terima, akan mengeluarkan Berita First Acceptance Certificate (PHO 1)
Acara Serah Terima Pertama (PHO 1).
13.6. Dengan diterbitkan PHO 1, maka masa 13.6 By the issuance of PHO 1, the
pemeliharaan atas PEKERJAAN akan maintenance period of WORK shall be
dimulai terhitung 90 (sembilan puluh) hari commenced in 90 (ninety) calendar
kalender sejak tanggal PHO 1 (selanjutnya days since the date of PHO 1
disebut sebagai “Masa Pemeliharaan”). (hereinafter referred to as
“Maintenance Period”)
13.7. Selama Masa Pemeliharaan,
berdasarkan keputusan Pemilik Proyek 13.7. During the Maintenance Period, Project
sekaligus untuk menguji kualitas hasil Owner based on its decision and for
PEKERJAAN maka hasil PEKERJAAN testing the quality of the result of
dapat mulai dipergunakan oleh instansi/pihak WORK then the result of WORK may
terkait yang kepadanya hasil PEKERJAAN operated by institution/party to who the
akan diserahkan (selanjutnya disebut sebagai result of the Work will be hand over
“Pengguna”). (“End-User”)
13.8. Setelah Masa Pemeliharaan selesai 13.8 As the Maintenance Period has been
maka Pemilik Proyek dan Panitia Serah completed, the Project Owner and
Terima akan melakukan pemeriksaan kedua Acceptance Committee shall perform
guna melakukan Serah Terima Kedua. the second examination in order to
conduct the Second Acceptance.
13.9. Bila hasil pemeriksaan kedua 13.9 In the event that the second examination
menunjukkan hasil PEKERJAAN masih result showed that the WORK still
memerlukan perbaikan, maka Pemilik Proyek need to be remedied, the Project
akan memberitahukan hal-hal yang perlu Owner shall inform Contractor with
diperbaiki kepada Kontraktor dan Kontraktor matters which are needed to be
wajib memperbaiki hasil pekerjaannya secara remedied and Contractor obliged to
segera. remedy its work immediately.
13.10 Dalam hal hasil pemeriksaan kedua 13.10 In the event that the second
menunjukkan tidak ada perbaikan lagi yang examination result showed that the
diperlukan atas PEKERJAAN, maka Pemilik WORK has been completed and there
Proyek akan kembali berdasarkan Berita is no other remediation that needed, the
Acara Pemeriksaan Kedua Pekerjaan oleh Project Owner based on Minutes of
Panitia Serah Terima, Pemilik Proyek akan Second Work Examination shall issued
mengeluarkan Berita Acara Serah Terima Second Acceptance Certificate (PHO
Kedua (PHO 2) dan Kontraktor dapat 2) and Contractor could make an
mengajukan permohonan pengembalian application for returning the
Jaminan Pelaksanaan. Performance Bond.
137
Pasal 14 Article 14
SUB KONTRAKTOR SUB CONTRACTOR
14.1 Kontraktor diperkenankan untuk 14.1 Contractor is allowed to assign some
mengalihkan beberapa bagian dari part of the WORK to third party (Sub
PEKERJAAN kepada pihak ketiga (Sub Contractor) prior to written approval of
Kontraktor) dengan persetujuan tertulis Project Owner.
dari Pemilik Proyek.
14.2 Atas penggunaan Sub Kontraktor 14.2 By using Sub Contractor, Contractor
tersebut, Kontraktor bertanggung jawab has a full responsibility for the result of
penuh atas hasil pekerjaannya, the its work, payment and any other
pembayarannya dan hal-hal lain yang matters related to Sub Contractor.
berhubungan dengan Sub-Kontraktor.
Pasal 15 Article 15
PEKERJAAN TAMBAH KURANG VARIATIONS AND ADJUSTMENTS
WORK
15.1 Penambahan/pengurangan 15.1 The additional/reduction of WORK is
PEKERJAAN adalah perubahan the WORK amendment which caused
PEKERJAAN yang terjadi karena by the condition in the area or WORK
kondisi lapangan atau pelaksanaan performance which has not been
PEKERJAAN yang belum calculated, unpredictabled and
diperhitungkan dan tidak diduga akan unavoided in order to complete the
terjadi, yang tidak dapat dielakkan WORK, and its make the volume or
dalam rangka penyelesaian type of work which stated in this
PEKERJAAN, sehingga menyebabkan Agreement is increase/reduce.
bertambah/berkurangnya volume atau
jenis pekerjaan yang tercantum dalam
Perjanjian ini.
15.2 Penyimpangan-penyimpangan atau 15.2 Deviations or alerations which is
perubahan-perubahan yang merupakan amendment or reduction of WORK,
perubahan atau pengurangan shall be assumed valid after instructed
PEKERJAAN, hanya dianggap sah in written by Management of Project
setelah mendapat perintah tertulis dari Owner, by clearly stated the type and
Pemilik Proyek dengan menyebut jenis change detail or reduction of WORK.
dan perincian perubahan atau
pengurangan PEKERJAAN secara jelas.
15.3 Perhitungan biaya atas penambahan atau 15.3 Cost calculation on additional or
pengurangan PEKERJAAN dilakukan atas reduction of WORK shall be made
dasar harga satuan yang telah disetujui oleh base on unit price which has been
Para Pihak yang tercantum dalam Daftar agreed by the Parties as stated in
Kwantitas dan Harga yang mana biaya Quantity and Price List, which the cost
pekerjaan tambah kurang tersebut akan dibuat of additional or reduction of work shall
dalam bentuk addendum/amandeman dan be made in form of
ditandatangani oleh Para Pihak. addendum/amendment and signed by
Parties.
138
15.4 Dalam hal timbulnya jenis pekerjaan 15.4 In the event that a new work arised, the
baru, maka harga satuan baru akan new unit price shall be determined by
ditetapkan oleh kedua belah pihak both parties based on the result of
berdasarkan hasil negosiasi dan akan negotiation and shall be used as the
dipakai sebagai dasar pembuatan base of making addendum/amendment
addendum/amandemen Perjanjian. Bila of the Agreement. Should the new
pekerjaan baru tersebut menyangkut work involved materials that not in Bill
material yang tidak tercantum dalam of Quantity, the Contractor should
Bill of Quantity, Kontraktor harus make the offering, to be considered
membuat penawaran dan usulan and subject to approval of Project
pekerjaan baru, untuk dipertimbangkan Owner.
oleh Pemilik Proyek.
15.5 Adanya pekerjaan tambah tidak dapat 15.5 The additional work could not be used
dipakai sebagai alasan untuk mengubah as an excuse to amend the time period
waktu pelaksanaan PEKERJAAN, kecuali of WORK performance, unless the
atas dasar persetujuan Pemilik Proyek yang Project Owner approved the
akan dituangkan dalam perjanjian tambahan amendment of time period by made an
(Amandemen Perjanjian). addendum on it (Amendment).
Pasal 16 Article 16
KEADAAN MEMAKSA FORCE MAJEURE
(FORCE MAJEURE)
16.1 Hal-hal yang dapat dikategorikan 16.1 The occasion which be categorized as
sebagai keadaan memaksa (Force Force Majeure is including but not
Majeure) antara lain: limited to:
a. Bencana alam yakni banjir besar, a. Natural disaster that is great flood,
angin topan, gempa bumi, tsunami, typhoon, earthquake, tsunami,
tindakan Tuhan dan kejadian yang action of God and similar event;
serupa; b. Riots, rebellions, explosion as the
b. kerusuhan, pemberontakan, ledakan result of accident, war, hostility
sebagai akibat kecelakaan,
peperangan, permusuhan.
16.2 Keadaan memaksa dapat diakui atau 16.2 Force majeure could be admited or
diterima oleh Pemilik Proyek hanya bila received by Project Owner only if it
mempunyai dampak langsung terhadap has a direct impact of the smoothness
kelancaran pelaksanaan PEKERJAAN. of WORK performance.
16.3 Apabila terjadi keadaan memaksa, maka 16.3 In the occurance of Force Majeure,
Kontraktor berkewajiban untuk Contractor obligates to report it to
melaporkannya secara tertulis kepada Project Owner in written not later than
Pemilik Proyek selambat-lambatnya 7 7 (seven) day since the event been
(tujuh) hari semenjak terjadinya occurred.
keadaan tersebut.
16.4 Keterangan tentang adanya keadaan 16.4 Information on force majeure must have
memaksa harus mendapat persetujuan an approval from Governor of Nangroe
dari Gubernur Propinsi Nanggroe Aceh Aceh Darussalam (NAD) or Regent in
139
Darussalam (NAD) atau Bupati di the kabupaten where the WORK
kabupaten mana PEKERJAAN ini conducted.
berlangsung.
Pasal 17 Article 17
PENGGUNAAN BAHAN MATERIAL UTILIZATION
17.1 Dalam hal Kontraktor menggunakan 17.1 In the event that Contractor uses the “C”
bahan galian “C”, maka Kontraktor entrenchment material, Contractor will
bertanggung jawab terhadap responsible for tax payment on
pembayaran pajak pengambilan dan obtaining and processing the “C”
pengolahan bahan galian golongan “C” entrenchment material in accordance
tersebut sesuai dengan peraturan yang with the valid regulations.
berlaku.
17.2 Kontraktor diwajibkan semaksimal 17.2 Contractor obligates in maximum effort
mungkin menggunakan bahan-bahan to use local production materials and
produksi dalam negeri dan harus should use the best quality of
menggunakan bahan-bahan yang materials, and approved by Project
berkualitas baik, dan yang telah Owner representative. For that
disetujui oleh wakil Pemilik Proyek. purpose, Contractor shall present
Untuk keperluan tersebut, Kontraktor samples and technical specification of
harus menyerahkan contoh material dan material to Project Owner
keterangan teknis material tersebut representative.
kepada wakil Pemilik Proyek.
Pasal 18 Article 18
KETENAGAKERJAAN DAN MANPOWER AND WORK SAFETY
KESELAMATAN KERJA
18.1 Kontraktor bertanggung jawab atas 18.1.Contractor has responsibility on its
pekerja-pekerjanya, antara lain employees, including salary payment,
pembayaran gaji, pengaturan jam kerja, arrangement of work time, providing
penyediaan akomodasi dan konsumsi, of accommodation and consumption,
sehingga sesuai dengan peraturan in order to comply with man power
ketenagakerjaan yang berlaku di regulation which prevail in Republic of
Republik Indonesia. Indonesia.
18.2 Kontraktor bertanggung jawab atas 18.2 Contractor has responsibility for work
keselamatan kerja dan memberikan safety and provides a proper social
jaminan sosial yang memadai terhadap security to all of its employee in
semua tenaga kerja yang dipekerjakan accordance with valid terms and
sesuai dengan ketentuan dan peraturan regulations.
yang berlaku.
18.3 Kontraktor berkewajiban untuk 18.3. Contractor has responsibility to provide
mengasuransikan tenaga kerja yang insurance for all of its employees,
dipekerjakan, Direksi dan Pengawas Management and Project Supervisor
Proyek melalui Jaminan Sosial Tenaga over Jaminan Sosial Tenaga Kerja
Kerja (JAMSOSTEK) dengan nilai (JAMSOSTEK) with premium value
140
iuran yang sesuai dengan ketentuan according to the prevailing terms.
yang berlaku. Kontraktor akan Contractor shall deliver the copy of
memberikan salinan bukti keikutsertaan any documents that evidence the active
JAMSOSTEK kepada Pemilik Proyek.. participation of Contractor in
JAMSOSTEK program to the Project
Owner.
18.4 Kontraktor harus bertanggung jawab 18.4 Contractor must responsibled for the
atas keamanan bangunan yang safety of the building which developed,
dikerjakan, termasuk semua sarana including all of WORK infrastructure
penunjang PEKERJAAN selama during WORK performance in
berlangsungnya pelaksanaan accordance with the prevailing terms
PEKERJAAN, sesuai dengan ketentuan and regulations. Contractor is
dan peraturan yang berlaku. Kontraktor responsible to ensure that no
harus bertanggung jawab agar tidak ada unauthorized persons enter the work
orang yang tidak berkepentingan yang site.
memasuki tempat Pekerjaan.
18.5 Kontraktor diwajibkan untuk memiliki 18.5 Contractor is required to have 3rd party
asuransi kerugian pihak ketiga dan liability insurance and contractors all
asuransi kerugian total, atas Pekerjaan. risk insurance. Contractor shall deliver
Kontraktor akan memberikan salinan the original copy of any documents
asli bukti keikutsertaan asuransi tersebut that evidence the active participation of
kepada Pemilik Proyek. Contractor in such insurance program
to the Project Owner.
Pasal 19 Article 19
SANKSI DAN DENDA SANCTION AND FINE
19.1 Apabila Kontraktor tidak melaksanakan 19.1 If the event the Contractor fails to fulfill
kewajibannya yang diatur dalam its obligations which regulated in this
Perjanjian ini, atau terbukti bahwa di Agreement, or the WORK/part of
dalam pelaksanaan PEKERJAAN/ WORK performance is proofed that
bagian PEKERJAAN tidak sesuai not according to the terms in
dengan ketentuan-ketentuan dalam Agreement Document, included:
Dokumen Perjanjian, yang antara lain materials, equipments, personnel,
meliputi: bahan, peralatan, personil, administration, method and
administrasi, metode dan manajemen performance management that caused
pelaksanaan yang mengakibatkan any deviation of WORK quality,
terjadinya penyimpangan mutu performance schedule and Agreement
PEKERJAAN, jadwal pelaksanaan dan administration, therefore the Project
administrasi Perjanjian, maka Pemilik Owner has rights and entitled to:
Proyek berhak dan berwenang untuk
melakukan:
a. Memberikan teguran-teguran dan a. Give written warnings and
peringatan-peringatan secara tertulis notifications to Contractor;
kepada Kontraktor; b. Suspension of payment
b. Penangguhan pembayaran; c. Payment delayment on the work
c. Penundaan pembayaran bagian which has been sub contracted
141
pekerjaan yang disubkontrakkan without Project Owner’s approval.
tanpa persetujuan Pemilik; d. Give demolish/replacement
d. Pemberian perintah pembongkaran/ instruction.
penggantian; e. Charge of fine if contractor is delay
e. Pengenaan denda apabila Kontraktor in WORK commencement or
karena keterlambatan dalam WORK completion which are not
memulai PEKERJAAN, atau according to the schedule which
penyelesaian pelaksanaan has been agreed in the Agreement
PEKERJAAN yang tidak sesuai and/or Agreement Document, in
dengan jadwal yang telah disepakati the followings stipulation:
dalam Perjanjian dan/atau Dokumen
Perjanjian, adalah sebagai berikut:
i. Dikenakan denda harian sebesar i. Charges by daily fine in the
1 0/00 (satu permil ) per hari; amount of 1 0/00 (one permil)
per day;
ii. Total denda maksimum ii. Total Maximum of fine is in the
dikenakan sebesar 5% (lima amount of 5% (five percent) of
persen) dari nilai Perjanjian; Agreement Value.
f. pemutusan Perjanjian secara sepihak f. termination of Agreement by Project
oleh Pemilik Proyek. Owner.
19.2 Dalam hal Kontraktor dikenakan sanksi 19.2 In the event that the Agreement has
pemutusan Perjanjian sebagaimana been terminated as the sanction for
diatur dalam Pasal 19.1 huruf f, maka Contractor as stipulated in Article 19.1
kepada Kontraktor dikenakan sangsi- letter f, therefore the Contractor shall
sangsi lainnya yaitu sebagai berikut: be charge by other sactions as
follows:
a. Surat Jaminan Uang Muka akan a. Advance Payment Bond shall be
dicairkan/ditarik untuk Pemilik cash for Project Owner;
Proyek;
b. Pemilik Proyek akan melakukan b. Project Owner shall cash the
pencairan atas Jaminan Pelaksanaan Performance Bond;
(Performance Bond);
c. Kepada Kontraktor yang diputus c. For Contractor which termintated
Perjanjiannya dikenakan sangsi its Agreement will charge by
tambahan berupa pengenaan “Daftar additional sanction which is for
Hitam” (tidak diundang lelang/tidak some period will be putted in
diberikan pekerjaan dengan kontrak “Black List” (not invited for
penunjukan langsung) untuk jangka tender/not given any work with
waktu tertentu, pada proyek-proyek direct appointment contract) for
di lingkungan PMI di wilayah projects in scope of Indonesian Red
propinsi Nanggroe Aceh Cross in Nangroe Aceh
Darussalam; Darussalam province;
d. Seluruh hasil PEKERJAAN hingga d. Up to the date of Agreement
yang telah ada hingga saat termination, all of WORK which
pemutusan Perjanjian akan menjadi has been completed shall belongs
milik Pemilik Proyek; to Project Owner;
e. Pemilik Proyek tidak wajib e. Project Owner not obliges to pay
membayar ganti rugi atau claims or any kind/type of payment
142
pembayaran dalam bentuk apapun to Contractor.
kepada Kontraktor.
Pasal 20 Article 20
PERSELISIHAN DISPUTE
20.1 Apabila terjadi perselisihan antar kedua 20.1 Any dispute arising between the Parties
belah pihak, maka penyelesaian akan shall be settled amicably in good faith
diutamakan dengan cara musyawarah. between both parties.
20.2 Apabila dengan cara musyawarah 20.2 In the event that the dispute is not
ternyata tidak tercapai penyelesaian, resolved amicably/ through
maka perselisihan tersebut akan deliberations, the Parties hereto agree
diselesaikan dengan cara mediasi to settle such dispute in mediation by
melalui Panitia Mediasi yang akan Mediation Committee which
dibentuk oleh Para Pihak yang terdiri established by the Parties which
atas: consist of:
a. Seorang wakil dari Pemilik Proyek; a. One representative from Project
Owner;
b. Seorang wakil dari Kontraktor; b. One representative from
c. Seorang ahli yang tidak ada sangkut Contractor;
pautnya dengan kedua belah pihak c. One expert which not related to
yang pengangkatannya disetujui both parties which elected by both
secara tertulis oleh kedua belah parties in written
pihak. .
Apabila perselisihan tidak dapat
diselesaikan secara mediasi, maka atas In the event the dispute cannot settled
permohonan salah satu pihak by mediation, by the requested from
perselisihan tersebut akan diselesaikan one of the Party, it shall be settled by
melalui Badan Arbitrase Nasional Indonesian National Arbitration
Indonesia (“BANI”) yang dilaksanakan Board (“BANI”) in Jakarta before a
di Jakarta di hadapan majelis yang terdiri panel of 3 (three) arbitors.
dari 3 (tiga) arbiter.
Setiap pihak harus menunjuk satu arbiter
sedangkan arbiter ketiga yang Each Party should appoint one arbitor
merupakan ketua arbiter harus dipilih although third arbitor which chairman
oleh ketua BANI. Apabila salah satu of a panel shall be appointed by
pihak gagal untuk menunjuk arbiternya, chairman of BANI. In the event one
arbiter tersebut dapat dipilih oleh ketua of the Party fails to appoint that
BANI. arbiter then chairman of BANI can
appoint that arbiter.
Keputusan BANI akan merupakan
keputusan final yang mengikat Para The decision of BANI shall be final
Pihak. and binding on the Parties.
20.3 Perjanjian ini tunduk dan oleh 20.3 This Agreement shall be construed and
karenanya diartikan sesuai dengan comply with the laws and regulations
hukum dan perundang-undangan of the Republic of Indonesia.
143
Negara Republik Indonesia.
20.4 Apabila salah satu atau lebih dari 20.4 To the extent that any of the provisions
ketentuan-ketentuan dalam Perjanjian of is Areement or any portion of any
ini tidak sah, melanggar hukum atau provision shall be found to be illegal or
tidak dapat dilaksanakan menurut suatu uneforceable for any law or valid
hukum atau keputusan yang berlaku, regulation, therefore the validity,
maka keabsahan, legalitas dan legality and the enforceable of other
pelaksanaan ketentuan lainnya dalam provisions in this Agreement shall not
Perjanjian ini tidak akan terpengaruh be affected or obscured by that.
atau terhalang oleh karenanya. Contractor shall made and signed
Kontraktor wajib membuat dan additional documents which could be
menandatangani dokumen-dokumen required by Project Owner to resolve
tambahan sebagaimana dapat diminta problems as the other provisions are
oleh Pemilik Proyek guna mengatasi not valid, againts the law or could not
masalah yang timbul karena ketentuan be executed.
lainnya dinyatakan tidak sah, melanggar
hukum atau tidak dapat dilaksanakan.
Pasal 21 Article 21
PERUBAHAN / AMANDEMEN / ALTERATION/ AMENDMENT/
ADDENDUM ADDENDUM
21.1 Apabila di dalam pelaksanaan pekerjaan 21.1 Should the work performance needs
di kemudian hari ternyata diperlukan futher alteration on this Agreement or
adanya perubahan terhadap Perjanjian increasing or decreasing amount of
ini maupun penambahan atau work/total price, then it shall be
pengurangan jumlah pekerjaan/harga stipulated in alteration/amendment/
borongan, maka hal tersebut akan diatur addendum of the Agreement which
dalam signed by the Parties.
perubahan/amandemen/addendum
Perjanjian ini yang harus ditandatangani
oleh Para Pihak.
21.2 Perubahan/amandemen/addendum 21.2 The Alteration/amendment/addendum
tersebut akan menjadi satu kesatuan shall be an integral part of the
dengan Perjanjian ini. Agreement
Pasal 22 Article 22
IKATAN PERJANJIAN BOND OF AGREEMENT
22.1 Perjanjian ini mencakup dan mengikat 22.1 This Agreement is involve and bind
kedua belah pihak, termasuk Konsultan both Parties, including Project
Pengawas/Supervisi selaku Wakil Supervisor as Project Owner
Pemilik Proyek serta pihak lain yang Representative and other valid party
sah, yang secara sama atau sendiri- which collectivelly or individually has
sendiri berhak atas manfaat dan the right on the interest and
bertanggung jawab atas Perjanjian ini. responsibility of this Agreement.
144
22.2 Dalam Perjanjian ini yang mengikat 22.2 In the Agreement, the Bahasa Indonesia
ialah versi Bahasa Indonesia. version shall prevail.
Pasal 23 Article 23
JAMINAN INDEMNIFICATION
Kontraktor dengan ini membebaskan Pemilik The Contractor hereby release and indemnify
Proyek atas klaim, tuntutan, gugatan, ganti Project Owner from any claim, demand, suit,
rugi, denda dan kewajiban lainnya yang claim, fine and obligation arise from action,
terkati dengan sengketa, pelanggaran, breach of law or defaults of Contractor with
kontrak, perbuatan melawan hukum any third party.
Kontraktor dengan pihak ketiga manapun.
Pasal 24 Article 24
PENGAKHIRAN TERMINATION
24.1. Perjanjian ini dapat diakhiri secara 24.1. Project Owner shall have the right to
sepihak oleh Pemilik Proyek apabila terminate the validation of this
Pemilik Proyek menemukan bahwa Contract should the Project Owner find
Kontraktor gagal memenuhi atau that the Contractor has fail to follow
melaksanakan salah satu syarat dan any conditions set in this Agreement as
ketentuan dalam Perjanjian ini mentioned in Article 8.5, Article 19.1
sebagaimana dimaksud dalam Pasal paragraph f and Article 19.2,.
8.5., Pasal 19.1. huruf f, dan Pasal
19.2.
24.2. Untuk mengakhiri Perjanjian ini, PARA 24.2. For the purpose of the termination of
PIHAK dengan ini setuju untuk this Contract, the PARTIES hereby
mengesampingkan ketentuan- specifically agree to waive the
ketentuan dalam Pasal 1266 Kitab application of Article 1266 of
Undang-Undang Hukum Perdata, Indonesian Civil Code to the extent
pasal mana mensyaratkan adanya that a court order is required for such
putusan pengadilan untuk mengakhiri termination.
suatu perjanjian.
Pasal 25 Article 25
LAIN-LAIN OTHERS
25.1. Jika ada perbedaan pengertian di antara 25.1 Should be any different definition on
dokumen-dokumen Perjanjian, maka the Agreement documents, the Parties
harus tunduk kepada ketentuan- must comply with the terms order
ketentuan urutan yang ditetapkan dalam which stipulated in article 3 this
pasal 3 Perjanjian ini sesuai dengan Agreement in accordance with stated
urutan pencantumannya. order.
25.2. Dalam gambar, dimensi yang tertulis 25.2 In the figure, the written dimension
dengan angka lebih mengikat daripada with number is more binding than scale
dimensi menurut skala. dimension.
145
25.3.Untuk kelancaran pelaksanaan 25.3 For smoothness of this Agreement
Perjanjian ini, seluruh pemberitahuan performance, all notification and
dan korespondensi ditujukan ke alamat correspondence should be delivered to
di bawah ini: the below address:
Pemilik Proyek Project Owner
Alamat : Jln. Jend. Gatot Subroto Address : Jln. Jend. Gatot
Kav. 96 - Jakarta 12790 Subroto Kav. 96 -
PO.Box. 2009 Jakarta 12790
PO.Box. 2009
No. Telp. : (021) 7992325 (Hunting) Telp.Number : (021)7992325
(Hunting)
No. Fax : (021) 7995188 Fax. Number : (021) 7995188
Wakil Pemilik Proyek Project Owner Representative
Alamat : Address :
No. Telp. : Telp. Number :
No. Fax : Fax number :
Kontraktor Contractor
Alamat : Address :
No. Telp. : Telp.Number :
No. Fax : Fax number :
25.4 Judul-judul pada setiap pasal Perjanjian 25.4. Captions and headings in this
ini dicantumkan hanya untuk Agreement are strictly for the purpose
memudahkan Para Pihak dalam of convenience and general reference
Perjanjian ini saja, oleh karena itu judul only, and shall not affect the meaning
tersebut tidak memberikan penafsiran or interpretation of any of the
apapun atas isi Perjanjian ini. provisions of this Agreement.
25.5. Dengan tidak mengurangi kekuatan 25.5 Without reducing the power of all
pasal-pasal di dalam syarat-syarat articles in the contract conditions, the
kontrak, para pihak setuju bahwa untuk Parties agreed that this Agreement
Perjanjian ini memilih tempat kediaman shall elected a permanent legal
yang tetap dan seumumnya di domiciled at Distric Court of South of
Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Jakarta.
PASAL 26 ARTICLE 26
KETENTUAN PENUTUP CLOSING PROVISIONS
Perjanjian ini dibuat rangkap 2 (dua) asli This Agreement is made in 2 (two)
masing-masing sama bunyinya counterparts and each have same meaning,
ditandatangani di atas kertas bermaterai executed and affixed with sufficient stamp
cukup serta mempunyai kekuatan hukum duties each of which is binding and has
yang sama dan dibubuhi cap perusahaan Para equal legal power to the Parties and added
Pihak pada hari dan tahun yang tercantum di corporate seal each Parties on the day and
awal Perjanjian year aforementioned
146
PEMILIK PROYEK/PROJECT OWNER KONTRAKTOR/CONTRACTOR
Oleh/By: Iyang D. Sukandar Oleh/By:
Mengetahui/Acknowlegde:
KONSULTAN/CONSULTANT
Konsorsium Konsultan Indonesia
Oleh/By: ________________________
147
BUKU 2
148
BUKU 2
DAFTAR ISI
I. DAFTAR PEKERJAAN, VOLUME DAN HARGA
1.REKAPITULASI
2.BQ
149
BAB I
DAFTAR PEKERJAAN, VOLUME DAN HARGA
( BQ )
REKAPITULASI
PROYEK : [Nama Proyek]
LOKASI : [Lokasi Proyek]
NO URAIAN PEKERJAAN JUMLAH HARGA (Rp)
I. PEMBANGUNAN GEDUNG UNIT TRANSFUSI
DARAH CABANG BANDA ACEH
TOTAL
DIBULATKAN
150
REKAPITULASI
PROYEK : [Nama Proyek]
LOKASI : [Lokasi Proyek]
NO URAIAN PEKERJAAN JUMLAH HARGA (Rp)
I. PEKERJAAN PERSIAPAN
II. PEKERJAAN TANAH
III. PEKERJAAN BETON/BETON BERTULANG
LANTAI I
LANTAI II
IV. PEKERJAAN KOSEN, PINTU DAN JENDELA
LANTAI I
LANTAI II
V. PEKERJAAN TANGGA
VI. PEKERJAAN TANGGA
VII. PEKERJAAN INSTALASI AIR
VIII. PEKERJAAN PENGECATAN
LANTAI I
LANTAI II
IX. PEKERJAAN SANITAIR & INSTALASI AIR
X PEKERJAAN ARMATURE & INSTALASI
LISTRIK
LANTAI I
LANTAI II
XI TATA UDARA
LANTAI I
LANTAI II
151
XII PEKERJAAN PAGAR
XIII PEKERJAAN LANDSCAPE
TOTAL`
152
RENCANA ANGGARAN BIAYA
PROYEK : [Nama Proyek]
LOKASI : [Lokasi Proyek]
HARGA SATUAN JUMLAH
NO URAIAN PEKERJAAN VOLUME ANALISA
(Rp.) (Rp.)
I. PEKERJAAN PERSIAPAN
1 Pembersihan Lapangan 742,50 M2 ANL. A.1a
2 Pengukuran dan Pemasangan Bowplank 118,00 M1 ANL. F.3
3 Papan Nama Proyek 1,00 Unit Ls
4 Pagar Sementara Proyek 44,00 M1 ANL. B.9
5 Direksi Keet + Gudang Proyek 1,00 Unit Ls
6 Fasilitas Air dan Listrik Kerja 1,00 Unit Ls
7 Keamanan dan P3K 1,00 Unit Ls
8 Biaya Administrasi dan Dokumentasi 1,00 Unit Ls
9 Bongkar Bangunan 1,00 Unit Ls
10 Pembersihan Akhir 1,00 Unit Ls
Jumlah
II. PEKERJAAN TANAH
1 Galian Tanah Pondasi 346,12 M3 ANL. A.1
2 Urugan Tanah Bekas Galian 86,53 M3 ANL. A.17
3 Timbunan Tanah 993,63 M3 ANL. A.18
4 Urugan Pasir Bawah Pondasi 26,39 M3 ANL. A.18a
5 Urugan Pasir Bawah Lantai 57,07 M3 ANL. A.18a
Jumlah
III. PEKERJAAN BETON/BETON BERTULANG
Lantai I ( Satu )
1 Pondasi Batu Kali 1 : 4 200,98 M3 ANL. G.32
2 Pondasi Tapak 150 x 150 cm Type P-1, Besi 160 kg 18,50 M3 ANL. Supl.V1
3 Pondasi Tapak 185 x 150 cm Type P-1', Besi 135 kg 7,55 M3 ANL. Supl.V2
4 Pondasi Tapak 100 x 150 cm Type P-2, Besi 175 kg 8,40 M3 ANL. Supl.V3
5 Pondasi Tapak 108 x 123 cm Type P-3, Besi 185 kg 0,97 M3 ANL. Supl.V4
6 Pondasi Tapak 108 x 153 cm Type P-4, Besi 180 kg 2,43 M3 ANL. Supl.V5
6 Pondasi Tapak 100 x 100 cm ,Besi 185 kg 0,62 M3 ANL. Supl.V4
7 Pondasi Mesin Genset 100 x 150 x 80 cm Besi 175 kg 1,20 M3 ANL. Supl.V3
8 Sloof 30 x 55 cm Type SL-1, Besi 147 kg 12,79 M3 ANL. Supl.V6
9 Sloof 30 x 45 cm Type SL-2, Besi 152 kg 23,69 M3 ANL. Supl.V7
10 Sloof 20 x 30 cm, Besi 155 kg 7,99 M3 ANL. Supl.V8
11 Kolom K-1, Profil Baja H 250.250.14.9 15.499,51 M3 ANL. I.2a
12 Kolom K-2, Profil Baja I 250.125.9.6 287,52 M3 ANL. I.2a
13 Kolom 20 x 65 cm Type K3, Besi 105.56 kg 2,53 M3 ANL. Supl.V9
14 Kolom 20 x 20 cm, Besi, Besi 242 kg 0,58 M3 ANL. Supl.V10
15 Kolom Praktis 13 x 13, Besi 242 kg 5,70 M3 ANL. Supl.V10
16 Plat Dak T = 10 cm 1,15 M3 ANL. Supl.V14
Jumlah
Lantai II ( Dua )
1 Balok BL-1, Profil Baja I 400.200.13.8 9.405,00 Kg ANL. I.2a
2 Balok BL-2, Profil Baja I 350.175.11.7 6.742,88 Kg ANL. I.2a
3 Balok BL-3, Profil Baja I 300.150.9.6 2.090,19 Kg ANL. I.2a
4 Balok 20 x 40 cm Type BL-1', Besi 151 Kg 1,92 M3 ANL. Supl.V11
5 Balok 20 x 30 cm Type BL-2', Besi 163 Kg 1,73 M3 ANL. Supl.V12
6 Plat Lantai T = 12 cm 54,63 M3 ANL. Supl.V13
7 Plat Dak T = 10 cm 9,60 M3 ANL. Supl.V14
8 Kolom K-2, Profil Baja I 250.125.9.6 3.520,02 Kg ANL. I.2a
9 Kolom 20 x 35 cm Type K4, Besi 111.94 kg 1,72 M3 ANL. Supl.V15
10 Kolom Praktis 13 x 13, Besi 242 kg 2,72 M3 ANL. Supl.V10
11 Ring Balok RB-1, Profil Baja I 150.100.9.6 2.544,00 M3 ANL. I.2a
12 Ring Balok RB-2, Profil Baja I 300.150.9.6.5 1.741,83 M3 ANL. I.2a
13 Ring Balok RB-3, Profil Baja 200.150.8.5,5 2.348,81 M3 ANL. I.2a
14 Ring Balok 20 x 40 cm Type RB-4, Besi 151 Kg 0,48 M3 ANL. Supl.V16
15 Ring Balok 20 x 30 cm Type RB-5, Besi 157 Kg 1,08 M3 ANL. Supl.V17
Jumlah
153
IV. PEKERJAAN PASANGAN DAN PLESTERAN
Lantai I ( Satu )
1 Pasangan Dinding Bata 1/2 bt 1 : 2 49,01 M3 ANL. G.33h
2 Pasangan Dinding Bata 1/2 bt 1 : 4 75,46 M3 ANL. G.33m
3 Pasangan Dinding Bata 1 bt 1 : 2 6,15 M3 ANL. G.33h
4 Pasangan Dinding Bata 1 bt 1 : 4 12,58 M3 ANL. G.33m
5 Plesteran 1 : 2, t = 10 mm 947,00 M2 ANL. G.50h
6 Plesteran 1 : 4 , t = 10 mm 1.420,42 M2 ANL. G.50n
7 Pasangan Lantai Keramik GT 60 x 60 cm Permukaan Licin 113,16 M2 ANL. Supl.IIIa
8 Pasangan Lantai Keramik GT 40 x 40 cm Permukaan Kasar 83,20 M2 ANL. Supl.IIIb
9 Pasangan Lantai Keramik GT 40 x 40 cm Permukaan Licin 288,50 M2 ANL. Supl.IIIc
10 Pasangan Lantai Keramik GT 20 x 20 cm Permukaan Kasar 28,00 M2 ANL. Supl.IIId
11 Pasangan Dinding Keramik GT 20 x 25 cm 77,92 M2 ANL. Supl.IVa
12 Pasangan Dinding Keramik GT 20 x 20 cm 9,20 M2 ANL. Supl.IVb
13 Pasangan Dinding Finishing Batu Andesit 20 x 20 cm 68,11 M2 ANL. Supl.IVc
14 Pasangan Plint Keramik GT 10 x 20 cm 257,20 M2 ANL. G. 68
Jumlah
Lantai II ( Dua )
1 Pasangan Dinding Bata 1/2 bt 1 : 2 5,74 M3 ANL. G.33h
2 Pasangan Dinding Bata 1/2 bt 1 : 4 91,73 M3 ANL. G.33m
3 Pasangan Dinding Bata 1 bt 1 : 4 17,49 M3 ANL. G.33m
4 Plesteran 1 : 2, t = 10 mm 104,40 M2 ANL. G.50h
5 Plesteran 1 : 4 , t = 10 mm 1.826,76 M2 ANL. G.50n
6 Pasangan Lantai Keramik GT 60 x 60 cm Permukaan Licin 177,88 M2 ANL. Supl.IIIa
7 Pasangan Lantai Keramik GT 40 x 40 cm Permukaan Licin 252,38 M2 ANL. Supl.IIIc
8 Pasangan Lantai Keramik GT 20 x 20 cm Permukaan Kasar 25,00 M2 ANL. Supl.IIId
9 Pasangan Dinding Keramik GT 20 x 25 cm 50,72 M2 ANL. Supl.IVa
10 Pasangan Dinding Keramik GT 20 x 20 cm 5,80 M2 ANL. Supl.IVb
11 Pasangan Dinding Finishing Batu Andesit 20 x 20 cm 56,83 M2 ANL. Supl.IVc
12 Pasangan Plint Keramik GT 10 x 20 cm 286,40 M ANL. G. 68
13 Profil Beton Ukuran 30 cm 20,00 M Ls
Jumlah
V. PEKERJAAN KOSEN, PINTU DAN JENDELA
Lantai I ( Satu )
1 Kosen Pintu dan Jendela Kayu 5/14 1,77 M3 ANL. F.27
2 Pintu Panil Kayu 140 x 215 cm, Type PK 01 Lengkap 1,00 Bh Ls
3 Pintu Panil Kayu 130 x 215 cm, Type PK 02 Lengkap 5,00 Bh Ls
4 Pintu Panil Kayu 130 x 215 cm + Ventelasi 120 x 60 cm, Type PK 03 L 3,00 Bh Ls
5 Pintu Panil Kayu 90 x 215 cm + Ventilasi 80 x 60 cm Type PK 04 Leng 14,00 Bh Ls
6 Pintu Panil 80 x 215 cm + Ventilasi 220 x 60 cm, Type PK 05 Lengkap 1,00 Bh Ls
7 Pintu Panil 80 x 215 cm + Ventilasi 140 x 60 cm, Type PK 06 Lengkap 1,00 Bh Ls
8 Pintu Panil 70 x 215 cm (Dilapisi 1 Sisi Alumanium) + Ventilasi 70 x 60 cm,
Type PK 08 Lengkap 6,00 Bh Ls
9 Pintu Rolling Door 600 x 215 cm (Lengkap) 1,00 Unit Ls
10 Pintu Plat Besi 120 x 215 cm 1,00 Bh Ls
11 Jendela + Kusen Aluminium Type JA 01, Lengkap 2,00 Bh Ls
12 Jendela + Kusen Aluminium Type JA 03, Lengkap 1,00 Bh Ls
13 Jendela + Kusen Aluminium Type JA 04, Lengkap 2,00 Bh Ls
14 Jendela + Kusen Aluminium Type JA 05, Lengkap 2,00 Bh Ls
15 Jendela + Kusen Aluminium Type JA 06, Lengkap 7,00 Bh Ls
16 Jendela + Kusen Aluminium Type JA 08, Lengkap 2,00 Bh Ls
17 Jendela + Kusen Aluminium Type JA 09, Lengkap 10,00 Bh Ls
18 Jendela + Kusen Aluminium Type JA 11, Lengkap 1,00 Bh Ls
19 Jendela + Kusen Aluminium Type JA 12, Lengkap 3,00 Bh Ls
20 Jendela Kaca ACE t = 6 mm Type JK 01, Lengkap 1,00 Bh Ls
21 Jendela Kaca ACE t = 6 mm Type JK 02, Lengkap 1,00 Bh Ls
22 Ventilasi Kaca ACE t = 6 mm Type VK 01, Lengkap 3,00 Bh Ls
23 Jelusi 60x60 (Plat Siku 40.40.4 + besi d=12 mm dilas) 4,00 Bh Ls
Jumlah
154
Lantai II ( Dua )
1 Kosen Pintu dan Jendela Kayu 5/14 1,37 M3 ANL. F.27
2 Pintu Panil Kayu 130 x 215 cm, Type PK 02 Lengkap 3,00 Bh Ls
3 Pintu Panil Kayu 130 x 280 cm, Type PK 03 Lengkap 1,00 Bh Ls
4 Pintu Panil Kayu 90 x 215 cm + Ventilasi 80 x 60 cmType PK 04 Lengk 10,00 Bh Ls
5 Pintu Panil 80 x 215 cm + Ventilasi 220 x 60 cm, Type PK 05 Lengkap 2,00 Bh Ls
6 Pintu Panil 80 x 215 cm + Ventilasi 225 x 130 cm, Type PK 07 Lengkap 1,00 Bh Ls
7 Pintu Panil 70 x 215 cm (Dilapisi 1 Sisi Alumanium) + Ventilasi 70 x 60 cm,
Type PK 08 Lengkap 4,00 Bh Ls
8 Jendela + Kusen Aluminium Type JA 07, Lengkap 11,00 Bh Ls
9 Jendela Kaca ACE t = 6 mm Type JK 01, Lengkap 3,00 Bh Ls
10 Jendela + Kusen Aluminium Type JA 02, Lengkap 1,00 Bh Ls
11 Jendela + Kusen Aluminium Type JA 03, Lengkap 1,00 Bh Ls
12 Jendela + Kusen Aluminium Type JA 04, Lengkap 1,00 Bh Ls
13 Jendela + Kusen Aluminium Type JA 10, Lengkap 2,00 Bh Ls
14 Jendela + Kusen Aluminium Type JA 11, Lengkap 2,00 Bh Ls
15 Ventilasi Kaca ACE t = 6 mm Type VK 01, Lengkap 1,00 Bh Ls
16 Ventilasi Kaca ACE t = 6 mm + Kusen Aluminium Type VA 01, Lengkap 3,00 Bh Ls
Jumlah
VI. PEKERJAAN TANGGA
Tangga Induk
1 Urugan Pasir 0,51 M3 ANL. A.18a
2 Pasangan Batu Kali 0,83 M3 ANL. G.32
3 Pasangan Batu Bata 1 : 2 1,11 M3 ANL. G.33h
4 Plesteran 1 : 2 20,12 M3 ANL. G.50h
5 Pondasi Tangga 120 x 120 cm, Besi 140 Kg 2,21 M3 ANL. Supl.V20
6 Plat Tangga t = 15 cm, Besi 140.43 Kg 2,67 M3 ANL. Supl.V18
7 Anak Tangga, Besi 178.90 Kg 1,88 M3 ANL. Supl.V19
8 Plat Bordes t = 12 cm, Besi 236.51 Kg 0,90 M3 ANL. Supl.V21
9 Pasangan Lantai Keramik GT 40 x 40 cm Permukaan Kasar 31,04 M2 ANL. Supl.IIIb
10 Ralling Besi Holo 32,78 M2 Ls
Tangga Main Entrance
1 Urugan Pasir 0,28 M3 ANL. A.18a
2 Pasangan Batu Kali 0,56 M3 ANL. G.32
3 Plat Tangga t = 15 cm, Besi 140.43 Kg 1,18 M3 ANL. Supl.V18
4 Anak Tangga, Besi 178.90 Kg 0,45 M3 ANL. Supl.V19
5 Pasangan Lantai Keramik GT 40 x 40 cm Permukaan Kasar 8,40 M2 ANL. Supl.IIIb
Tangga Koridor
1 Urugan Pasir 0,51 M3 ANL. A.18a
2 Pasangan Batu Kali 0,83 M3 ANL. G.32
3 Pasangan Batu Bata 1 : 2 1,11 M3 ANL. G.33h
4 Plesteran 1 : 2 20,12 M3 ANL. G.50h
5 Pasangan Lantai Keramik GT 40 x 40 cm Permukaan Kasar 3,00 M2 ANL. Supl.IIIb
Jumlah
VII. PEKERJAAN ATAP DAN PLAFOND
Lantai I ( Satu )
1 Plafond Gypsum Board t = 10 mm 410,50 M2 ANL. F.37a
2 Plafond Calsium Silicate Board t = 8 mm Toilet 81,50 M2 ANL. F.37b
Lantai II ( Dua )
1 Plafond Gypsum Board t = 10 mm 457,00 M2 ANL. F.37a
2 Plafond Calsium Silicate Board t = 8 mm Toilet 24,00 M2 ANL. F.37b
3 Kuda-Kuda Baja Zincalume 409,08 M2 Ls
4 Atap Genteng Metal Multi Roof 409,08 M2 ANL. H.8a
5 Rabung Genteng Metal Multi Roof 55,50 M1 ANL. H.10a
6 Listplank Papan 3/25 21,65 M2 ANL. F.21
7 Penangkal Petir, Lengkap 1,00 Unit Ls
Jumlah
155
VIII. PEKERJAAN PENGECATAN
Lantai I ( Satu )
1 Cat Tembok Acrylic Emultion Paint 2.367,42 M2 ANL. K.23
2 Finishing Cat Acrylic Emultion Paint Plafond Gypsum Board 410,50 M2 ANL. Supl.IXa
3 Finishing Cat Acrylic Emultion Paint Plafond Calsium Silicate Board 81,50 M2 ANL. Supl.IXa
4 Cat Kusen 106,20 M2 ANL. K.9+23+30
Jumlah
Lantai II ( Dua )
1 Cat Tembok Acrylic Emultion Paint 1.931,16 M2 ANL. K.23
2 Finishing Cat Acrylic Emultion Paint Plafond Gypsum Board 457,00 M2 ANL. Supl.IXa
3 Finishing Cat Acrylic Emultion Paint Plafond Calsium Silicate Board 24,00 M2 ANL. Supl.IXa
4 Cat Kusen 82,20 M2 ANL. K.9+23+30
Jumlah
IX. PEKERJAAN SANITAIR & INSTALASI AIR
Lantai I ( Satu )
1 Kloset Jongkok 5,00 Bh Ls
2 Washtafel Meja Granit Cetak Khusus 2,00 Bh Ls
3 Tempat Sabun 5,00 Bh Ls
4 Kran Air 1/2" 5,00 Bh Ls
5 Kran Washtafel 2,00 Bh Ls
6 Floor drain 5,00 Bh Ls
7 Kaca Cermin 140 x 80 cm 2,00 Bh Ls
8 Pipa Air Bersih PVC Dia. 3/4" 91,00 M1 Ls
9 Pipa Air Bersih PVC Dia. 1" 25,40 M1 Ls
10 Pipa Air Kotor Cair PVC Dia. 3" 68,90 M1 Ls
11 Pipa Air Kotor Padat PVC Dia. 4" 37,40 M1 Ls
12 Pipa Air Limbah Kimia Dia. 3" 16,50 M1 Ls
13 Septic Tank + Peresapan 3,00 Unit Ls
14 Bak Kontrol 40 x 40 cm 4,00 Unit Ls
15 Bak Penampung Lembah Kimia Uk. 100 x 100 x 150 cm 1,00 Unit Ls
16 Ground Water, Volume 3 M3 1,00 Unit Ls
17 Material Pembantu/Consumable Material 1,00 Unit Ls
Jumlah
Lantai II ( Dua )
1 Kloset Jongkok 3,00 Bh Ls
2 Washtafel Gantung 1,00 Bh Ls
3 Tempat Sabun 11 x 22 KIA 3,00 Bh Ls
4 Kran Air 1/2" 5,00 Bh Ls
5 Kran Washtafel 1,00 Bh Ls
6 Floor drain 4,00 Bh Ls
7 Kaca Cermin 60 x 75 cm 1,00 Bh Ls
8 Pipa Air Bersih PVC Dia. 3/4" 65,45 M1 Ls
9 Pipa Air Bersih PVC Dia. 1" 7,50 M1 Ls
10 Pipa Air Kotor Cair PVC Dia. 3" 24,20 M1 Ls
11 Pipa Air Kotor Padat PVC Dia. 4" 7,20 M1 Ls
12 Pipa Air Limbah Kimia Dia. 3" 6,00 M1 Ls
13 Material Pembantu/Consumable Material 1,00 Unit Ls
14 Roof Tank, Volume 1 M3 2,00 Unit Ls
Jumlah
156
X. PEKERJAAN ARMATURE & INSTALASI LISTRIK
Lantai I ( Satu )
1 Lampu TL 2 x 18 Watt, Inbow Dengan Acryliclouvre 50,00 Bh Ls
2 Lampu TL 1 x 18 Watt, Cover 3,00 Bh Ls
3 Lampu Baret Kotak 1 x 32 Watt 6,00 Bh Ls
4 Lampu Baret Kotak 1 x 18 Watt 6,00 Bh Ls
5 Lampu Downlight PLC 13 Watt 40,00 Bh Ls
6 Lampu Exit 8 Watt 4,00 Bh Ls
7 Lampu Taman 40 Watt 14,00 Bh Ls
8 Lampu Sorot 500 Watt 2,00 Bh Ls
9 Ceiling Exhaust Fan 7,00 Bh Ls
10 Alarm, Smoke Detector 11,00 Bh Ls
11 Bel 2,00 Bh Ls
12 Panel Alarm 1,00 Bh Ls
13 Kabel Alarm 69,30 M1 Ls
14 Saklar Ganda 15,00 Bh Ls
15 Saklar Tunggal 17,00 Bh Ls
16 Stop kontak 35,00 Bh Ls
17 Titik Api + Instalasi 67,00 Ttk Ls
18 Kabel NYA 3c x 2.5 mm2 1.340,00 M1 Ls
19 Kabel NYFGBY 4c x 25 mm2 15,00 M2 Ls
20 Pipa sparing PVC dia. 3/4" 67,00 Btg Ls
21 Genset Merk Perkins 45 Kva (Lengkap) 1,00 Unit Ls
22 Tangki Bahan Bakar V=60 Ltr. (Lengkap) 1,00 Unit Ls
23 Panel Listrik/ Swict Otomatis 1,00 Bh Ls
24 Panel Listrik Lengkap 2,00 Bh Ls
25 Material Pembantu/Consumable Material 1,00 Unit Ls
Jumlah
Lantai II ( Dua )
1 Lampu TL 2 x 36 Watt, Inbow Dengan Acryliclouvre 15,00 Bh Ls
2 Lampu TL 2 x 18 Watt, Inbow Dengan Acryliclouvre 36,00 Bh Ls
3 Lampu TL 1 x 18 Watt, Cover 1,00 Bh Ls
4 Lampu Baret Kotak 1 x 32 Watt 9,00 Bh Ls
5 Lampu Downlight PLC 13 Watt 26,00 Bh Ls
6 Lampu Exit 8 Watt 4,00 Bh Ls
7 Ceiling Exhaust Fan 3,00 Bh Ls
8 Alarm, Smoke Detector 12,00 Bh Ls
9 Bel 2,00 Bh Ls
10 Kabel Alarm 88,00 M1 Ls
11 Saklar Ganda 10,00 Bh Ls
12 Saklar Tunggal 13,00 Bh Ls
13 Stop kontak 34,00 Bh Ls
14 Titik Api + Instalasi 57,00 Ttk Ls
15 Kabel NYA 3c x 2.5 mm2 1.140,00 M1 Ls
16 Kabel NYFGBY 4c x 25 mm2 6,50 M2 Ls
17 Pipa sparing PVC dia. 3/4" 57,00 Btg Ls
18 Panel Listrik Lengkap 1,00 Bh Ls
19 Material Pembantu/Consumable Material 1,00 Unit Ls
Jumlah
XI. TATA UDARA
Lantai I ( Satu )
1 AC Split Indoor Unit Type Dinding (Wall Type) 1/2 PK 4,00 Bh Ls
2 AC Split Indoor Unit Type Dinding (Wall Type) 1 PK 2,00 Bh Ls
3 AC Split Indoor Unit Type Dinding (Wall Type) 1,5 PK 4,00 Bh Ls
4 AC Split Indoor Unit Type Dinding (Wall Type) 2 PK 3,00 Bh Ls
Jumlah
157
Lantai II ( Dua )
1 AC Split Indoor Unit Type Dinding (Wall Type) 3/4 PK 2,00 Bh Ls
2 AC Split Indoor Unit Type Dinding (Wall Type) 1 PK 1,00 Bh Ls
3 AC Split Indoor Unit Type Dinding (Wall Type) 1,5 PK 7,00 Bh Ls
4 AC Split Indoor Unit Type Dinding (Wall Type) 2 PK 2,00 Bh Ls
Jumlah
XII. PEKERJAAN PAGAR
- Pagar A (Belakang)
1 Galian Tanah Pondasi 27,08 M3 ANL. A.1
2 Urugan Tanah Bekas Galian 6,77 M3 ANL. A.17
3 Pasir Urug Bawah Pondasi 0,90 M3 ANL. A.18a
4 Pondasi Tapak 1,77 M3 ANL. Supl.V24
5 Pondasi Batu Kali 1 : 4 6,36 M3 ANL. G.32
6 Sloof 20 x 25 cm, besi 148 Kg 1,78 M3 ANL. Supl.V26
7 Kolom 20 x 25 cm, besi 110.72 kg 2,12 M3 ANL. Supl.V27
8 Ring Balk 15 x 25 cm, besi 150 Kg 1,33 M3 ANL. Supl.V28
9 Pasangan Dinding Bata 1 : 4 14,08 M3 ANL. G.33m
10 Plesteran 1 : 4, t = 10 mm 256,03 M2 ANL. G.50n
- Pagar B (Belakang)
1 Galian Tanah Pondasi 28,73 M3 ANL. A.1
2 Urugan Tanah Bekas Galian 7,18 M3 ANL. A.17
3 Pasir Urug Bawah Pondasi 1,20 M3 ANL. A.18a
4 Pondasi Tapak 2,36 M3 ANL. Supl.V25
5 Pondasi Batu Kali 1 : 4 6,70 M3 ANL. G.32
6 Sloof 20 x 25 cm, besi 150 Kg 1,88 M3 ANL. Supl.V26
7 Kolom 20 x 25 cm, besi 250 kg 1,71 M3 ANL. Supl.V27
8 Ring Balk 15 x 25 cm, besi 150 Kg 1,41 M3 ANL. Supl.V28
9 Pasangan Dinding Bata 1 : 4 10,82 M3 ANL. G.33m
10 Plesteran 1 : 4, t = 10 mm 196,65 M2 ANL. G.50n
- Pagar Depan
1 Galian Tanah Pondasi 8,80 M3 ANL. A.1
2 Urugan Tanah Bekas Galian 2,20 M3 ANL. A.17
3 Pasir Urug Bawah Pondasi 1,10 M3 ANL. A.18a
4 Pondasi Tapak 2,16 M3 ANL. Supl.V25
6 Sloof 20 x 25 cm, besi 150 Kg 1,70 M3 ANL. Supl.V26
7 Kolom 20 x 25 cm, besi 250 kg 1,57 M3 ANL. Supl.V27
8 Pagar Besi Holo 21,55 M2 Ls
9 Pintu Pagar 120 x 530 Cm, Lengkap 2,00 Unit Ls
10 Pekerjaan Plank Nama, Lengkap 1,00 Unit Ls
Jumlah
PEKERJAAN LANDSCAPE
XIII.
1 Pasangan Paving Block 350,40 M2 Anl. G. 60
2 Rumput Swiss 253,10 M2 ANL. B.7b
3 Tanah Hitam (Pupuk), T = 10 cm 25,31 M3 Ls
4 Pohon Palem T = 400 cm 6,00 Btg Ls
5 Pohon Kupula T = 300 cm 12,00 Btg Ls
6 Pekerjaan Kanstein
- Galian Tanah Pondasi 19,35 M3 ANL. A.1
- Urugan Tanah Kembali 4,84 M3 ANL. A.17
- Urugan Pasir t = 10 cm 5,69 M3 ANL. A.18a
- Pasangan Batu Kali 1 : 4 8,78 M3 ANL. G.32
- Beton Cor 1 : 3 : 5 9,39 M3 ANL. G.44
- Pembesian 366,68 Kg ANL. I.2
7 Pekerjaan Saluran
- Galian Tanah Pondasi 33,50 M3 ANL. A.1
- Urugan Tanah Kembali 8,38 M3 ANL. A.17
- Urugan Pasir t = 10 cm 4,47 M3 ANL. A.18a
- Pasangan Batu Kali 1 : 4 7,31 M3 ANL. G.32
- Beton Cor 1 : 3 : 5 Untuk Saluran 6,09 M3 ANL. Supl.V22
- Beton Cor 1 : 3 : 5 Untuk Tutup Saluran 2,19 M3 ANL. Supl.V23
- Bak Kontrol 40 x 40 cm 3,00 Unit Ls
Jumlah
158
DAFTAR ANALISA
159
Get documents about "