DOKUMEN PELELANGAN PEKERJAAN [ NAMA PROYEK] [ LOKASI PROYEK] BUKU

W
Description

makalah-manajemen-proyek pdf

Document Sample
scope of work template
							       DOKUMEN PELELANGAN PEKERJAAN

                     [ NAMA PROYEK]

                    [ LOKASI PROYEK]




                        BUKU 1
                 Administrasi Pelelangan
              Rencana Kerja & Syarat-syarat
                              dan

                           BUKU 2
                             BQ




                Panitia Pengadaan Barang dan Jasa


                PALANG MERAH INDONESIA

           Kantor Pusat : Jln. Jend. Gatot Subroto Kav. 96
                   Jakarta 12790 PO BOX 2009
           Telp (021) 7992325 (Hunting) Fax – 7995188
Email : pmi@palangmerah.org website : http ://www.palangmerah.org
BUKU 1




     1
                                   BUKU 1
                                   DAFTAR ISI


BAB I. PENUNJUKAN UMUM PESERTA SELEKSI

     1.    PENDAHULUAN
           1.1. Latar Belakang
           1.2. Maksud dan Tujuan
           1.3. Sasaran
           1.4. Proyek dan Lokasi
           1.5. Nama dan Organisasi Pengguna Jasa
           1.6. Sumber Pendanaan

     I.2   PELAKSANAAN PEKERJAAN
           2.1. Lingkup Pekerjaan
           2.2. Metodologi Pembangunan/Renovasi
           2.3. Kegiatan Pembangunan/Renovasi
           2.4. Tugas dan Tanggung Jawab Pelaksana
           2.5. Koordinasi dan Hubungan Kerja

     I.3   HASIL PELAKSANAAN
           3.1. Ketentuan Umum
           3.2. Ketentuan Khusus

     I.4   BIAYA LAYANAN

     I.5   WAKTU PELAKSANAAN

     I.6   PELAPORAN


BAB II. INSTRUKSI KEPADA PESERTA LELANG

     II.1 DOKUMEN LELANG

     II.2 PESERTA LELANG

     II.3 PENINJAUAN TERHADAP LOKASI/TAPAK DAN PENGUJIAN
          DOKUMEN

     II.4 RAPAT PENJELASAN LELANG PEKERJAAN (PRE-BID MEETING /
          AANWIJZING)

     II.5 PENYUSUNAN, PEMASUKAN DAN PEMBUKAAN DOKUMEN
          PENAWARAN

     II.6 EVALUASI ADMINISTRASI



                                                                 2
     II.7 EVALUASI TEKNIS DAN BIAYA

     II.8 PENETAPAN PERINGKAT

     II.9 PENETAPAN, PENGUMUMAN, DAN PENUNJUKAN PEMENANG

     II.10 KLARIFIKASI DAN NEGOSIASI TEKNIS DAN BIAYA

     II.11 JADWAL KEGIATAN LELANG

     II.12 LAMPIRAN - LAMPIRAN


BAB III. PERSYARATAN UMUM DAN TEKNIS

     III.1 PERSYARATAN UMUM

     III.2 PERSYARATAN TEKNIS


BAB IV. CONTOH KONTRAK




                                                           3
                                   BAB I
                         KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)



I. 1. PENDAHULUAN
      1.1. Latar Belakang
           Pada tanggal 26 Desember 2004, gempa bumi berskala sangat kuat (8,9 pada
           skala Richter) telah terjadi di Samudera Hindia di lepas pantai barat laut Pulau
           Sumatera. Gempa yang kemudian menyebabkan gelombang tsunami ini
           memporakporandakan sebagian besar wilayah Aceh dan Nias di wilayah
           Indonesia. Di wilayah tersebut, bencana ini telah merusakkan sebagian besar
           wilayah pesisir Aceh dan menelan banyak korban jiwa, menghancurkan
           sebagian besar infrastruktur, permukiman, sarana sosial seperti bangunan-
           bangunan pendidikan, kesehatan, keamanan, sosial, dan ekonomi publik, dan
           bangunan-bangunan pemerintah. Bencana ini juga telah mempengaruhi kondisi
           sosial dan ekonomi masyarakat, termasuk kondisi psikologis, dan tingkat
           kesejahteraannya. Berdasarkan informasi terakhir yang diperoleh dari Badan
           Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi
           (Bakornas PBP) pada tanggal 21 Maret 2005 jumlah korban dari 20 kabupaten di
           Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) diperkirakan mencapai 126.602
           meninggal dunia dan telah dimakamkan, serta hilang sebanyak 93.638 orang,
           sementara jumlah korban di Provinsi Sumatera Utara diperkirakan 130 orang
           meninggal dan 24 orang hilang. Dari sumber informasi yang sama,jumlah
           pengungsi yang tersebar sebanyak 514.150 jiwa di 21 kabupaten/kota se-Provinsi
           Nanggroe Aceh Darussalam.

      1.2.   Maksud dan Tujuan
             a. Maksud
                [sesuai dengan Proyek akan dilaksanakan]. Proyek ini direncanakan untuk
                dapat diselesaikan dalam waktu [durasi] tahun. Pada kesempatan ini PMI
                bekerjasama dengan [Nama Pendonor].

             b. Tujuan
                Tujuan Pembangunan [Nama Proyek]
                [sesuai dengan Proyek akan dilaksanakan].

      1.3.   Sasaran
                [sesuai dengan Proyek akan dilaksanakan].




                                                                                         4
     1.4.   Proyek dan Lokasi
            a. Proyek
               Sesuai dengan [Nama Concept Paper] maka proyek ini disebut: [Nama
               Proyek].
            b. Lokasi
               [Nama Lokasi Proyek]
     1.5.   Nama dan Organisasi Pengguna Jasa
            Nama dan organisasi pengguna jasa pekerjaan [Nama Proyek] ini adalah PMI
            Pusat, yang beralamat di Jalan Jendral Gatot Subroto Kav. 96 Jakarta Selatan
            12790.

     1.6.   Sumber Pendanaan
            Proyek ini dibiayai oleh PMI Pusat dengan bantuan [Nama pendonor].

I. 2. PELAKSANAAN PEKERJAAN
      2.1. Lingkup Pekerjaan
           Lingkup pekerjaan [Nama Proyek] mencakup, pembongkaran bangunan lama,
           pembangunan gedung baru serta pembersihan hasil konstruksi. Adapun ruang
           pada gedung yang akan dibangun sebagai berikut;

            [Nama Proyek] seluas 00000 m2 terdiri atas:


                                 Bangunan                 Dimensi       Volume   Satuan
                  I              Lantai 1
                  1                                                                m2
                  2                                                                m2
                  3                                          x                     m2
                  4                                          x                     m2
                  5                                          x                     m2
                  6                                          x                     m2
                  7                                          x                     m2
                  8                                          x                     m2
                  9                                          x                     m2
                  10                                         x                     m2
                  11                                         x                     m2
                  12                                         x                     m2
                  13                                         x                     m2
                  14                                         x                     m2
                  15                                         x                     m2


                                                                                          5
                                                    TOTAL Lantai 1            m2
             II             Lantai 2
             1                                                                m2
             2                                               x                m2
             3                                               x                m2
             4                                               x                m2
             5                                               x                m2
             6                                               x                m2
             7                                               x                m2
             8                                               x                m2
             9                                               x                m2
             10                                              x                m2
             11                                              x                m2
             12                                              x                m2
             13                                              x                m2
             14                                              x                m2
             15                                              x                m2
                                                    TOTAL Lantai 2            m2
                                TOTAL Lantai 1 +2                             m2


2.2.   Metodologi Pembangunan
       Pekerjaan yang ada adalah pembongkaran bangunan lama dan membangun
       gedung yang baru dilokasi bersebelahan dengan Kantor PMI cabang Banda
       Aceh. Oleh karena itu dengan lahan yang ada , pelaksana harus mampu
       menggunakan metode pelaksanaan yang efektif dan efisien, sedemikian rupa
       sehingga kegiatan pembangunan yang ada tidak mengganggu kegiatan
       setempat, aman bagi masyarakat sekitar, selama proses pembangunan tetap
       terjaga kebersihan di lokasi pembangunan, serta tepat waktu penyelesaiannya.

2.3.   Kegiatan Pembangunan
       a. Persiapan
             1) Mempelajari dan memahami dok. tender (gmb. rencana, RKS,
                  RAB, dll);
             2) Mempelajari dan memahami kondisi dan lingkungan lokasi kerja;
             3) Mempelajari dan memahami sumber daya yang akan digunakan
                  pada proyek (tenaga, material, peralatan, dll);
             4) Melakukan pengukuran dan pengujian ulang (bila perlu) terhadap
                  lokasi sesuai gambar/RKS/RAB;
             5) Menyiapkan form-form pengendalian / pemantauan / dokumentasi;
             6) Menyiapkan form-form laporan pelaksanaan pekerjaan.


                                                                                   6
       b. Pelaksanaan
              1) Melakukan pembongkaran gedung lama dengan persetujuan
                  pengawas;
              2) Menyiapkan Shop Drawing (gambar pelaksanaan) untuk disetujui
                  pengawas;
              3) Melaksanakan pekerjaan sesuai gambar pelaksanaan yang telah
                  disetujui maupun sesuai RKS/RAB, yang hasilnya dilaporkan secara
                  berkala sesuai ketentuan yang ada;
              4) Menyiapkan as Build Drawing (gambar hasil pelaksanaan) untuk
                  disetujui oleh pengawas;
              5) Mendokumentasikan seluruh proses pembangunan sesuai ketentuan
                  yang ada;
              6) Menyerahkan hasil pekerjaan setelah dianggap memenuhi segala
                  persyaratan yang ada dan disetujui pengawas

       c. Pemeliharaan
             1) Melakukan perbaikan atas hasil pekerjaan yang belum diterima;
             2) Melakukan perbaikan atas kerusakan yang terjadi selama masa
                  pemeliharaan;
             3) Melakukan pengujian terhadap elektrikal/mekanikal sesuai
                  ketentuan yang ada/ditentukan oleh pengawas.

2.4.   Tugas dan Tanggung Jawab Pelaksana
       Kontraktor pelaksana bertugas menyelesaikan seluruh pekerjaan sebagaimana
       dinyatakan dalam dokumen serta bertanggung jawab penuh atas hasil pekerjaan
       di lapangan dengan mengikuti / sesuai gambar, RKS, RAB, maupun petunjuk
       tertulis pengawas.
       Kontraktor pelaksana berkewajiban melaksanakan pekerjaan sesuai dengan
       metoda dan tahapan yang telah disepakati.
       1) Pekerjaan Persiapan (pembersihan lapangan, pengukuran, pembangunan
           fasilitas sementara, mobilisasi tenaga / alat / material, penyusunan shop
           drawing, perijinan dll ).
       2) Kontraktor pelaksana berkewajiban membuat laporan rutin dan berkala
           sebagaimana dinyatakan dalam RKS serta mengkoordinasikannya dengan
           pengawas / perencana apabila timbul permasalahan dilapangan.

2.5.   Koordinasi dan Hubungan Kerja
       Kontraktor pelaksana diharuskan melakukan koordinasi maupun melaporkan
       kepada pengawas atas kemajuan, permasalahan (ketidak sesuaian isi dokumen,
       dll) ataupun yang bersifat non teknis, secara rutin / berkala. Dalam hal ini


                                                                                  7
            pengawas akan menindaklanjuti mencari pemecahannya melalui koordinasi
            dengan pihak terkait (pemberi tugas, perencana, atau pihak terkait lainnya).

I. 3. HASIL PELAKSANAAN
      Hasil pekerjaan kontraktor pelaksana dapat diterima apabila telah memenuhi
      ketentuan-ketentuan sebagai berikut:
      3.1. Ketentuan Umum
            Sebagaimana dijelaskan pada bab III.1. mengenai Persyaratan Umum

     3.2.   Ketentuan Khusus
            Sebagaimana dijelaskan pada bab III.2. mengenai Persyaratan Teknis

I. 4. BIAYA LAYANAN
      Biaya layanan ditetapkan (sesuai dengan kontrak yang ditandatangani) berdasarkan
      dokumen biaya yang diajukan oleh kontraktor pemenang lelang setelah dilakukan
      klarifikasi dan negosiasi (lihat ketentuan pengajuan dokumen biaya).

I. 5. WAKTU PELAKSANAAN
      Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan [Nama Proyek] adalah 150 hari kalender dengan
      masa pemeliharaan 90 hari kalender.

I. 6. PELAPORAN
      Kontraktor diwajibkan untuk membuat laporan - laporan pelaksanaan Pekerjaan
      sebagaimana dijelaskan pada bab III 1.20, mengenai laporan – laporan.




                                                                                       8
                                  BAB II
                     INSTRUKSI KEPADA PESERTA LELANG



II. 1. DOKUMEN LELANG
       Dokumen lelang terdiri atas beberapa dokumen sebagai berikut:
       BUKU 1. RENCANA KERJA DAN SYARAT - SYARAT
                 Bab I Kerangka Acuan Kerja (KAK)
                 Bab II Instruksi Kepada Peserta Lelang
                 Bab III Persyaratan Umum dan Teknis
                      III.1. Persyaratan Umum
                      III.2. Persyaratan Teknis
                 Bab IV Contoh Kontrak
       BUKU 2. DAFTAR PEKERJAAN, VOLUME DAN HARGA (BQ)
       BUKU 3. GAMBAR PERENCANAAN

II. 2. PESERTA LELANG
       Pelelangan Pekerjaan [Nama Proyek] ini dapat diikuti oleh semua penyedia jasa
       pelaksana konstruksi ( khusus yang berkualifikasi [kelas yang ditentukan] ):
             a. Masuk dalam daftar rekaman Markas Pusat Palang Merah Indonesia (PMI);
             b. Mendapatkan undangan dari panitia lelang;
             c. Telah mengirimkan surat berminat mengikuti pelelangan;
             d. Telah mengambil dokumen pelelangan.

II. 3. PENINJAUAN TERHADAP LOKASI/TAPAK DAN PENGUJIAN DOKUMEN
           a. Peserta lelang harus meninjau lokasi tapak proyek atas tanggung jawab dan
              biaya sendiri, guna mengumpulkan informasi yang dianggap perlu didalam
              mempersiapkan proposal lelang dan juga kontrak nantinya.
           b. Peserta lelang bertanggung jawab untuk menguji dan memahami seluruh
              bagian dari dokumen lelang yang ada.
           c. Apabila terdapat perbedaan atau ketidak cocokan antar dokumen maupun
              keadaan lapangan maka dapat disampaikan secara tertulis oleh peserta lelang
              pada saat rapat penjelasan lelang pekerjaan (Pre-Bid Meeting/Aanwijzing).

II. 4. RAPAT PENJELASAN LELANG PEKERJAAN (PRE-BID MEETING /
       AANWIJZING)
           a. Panitia akan memberikan penjelasan – penjelasan terhadap pelaksanaan
              pekerjaan, prosedur-prosedur pelelangan serta syarat-syarat lainnya dalam
              rapat penjelasan pekerjaan ini.



                                                                                       9
           b. Rapat penejelasan lelang pekerjaan ini akan diadakan pada hari dan tanggal
              seperti tersebut didalam pengumuman pelelangan ataupun undangan kepada
              calon peserta lelang.
           c. Peserta lelang yang hadir pada rapat penjelasan pekerjaan tersebut diharapkan
              bersifat aktif untuk mempertanyakan segala sesuatu yang berkaitan dengan
              ketidakjelasan / ketidaklengkapan / ketidaksamaan / keterangan yang
              bertentangan didalam dokumen lelang maupun kondisi fisik dilapangan. Hal
              ini dimasudkan dalam upaya memahami seluruh maksud dan tujuan serta isi
              dari dokumen pelelangan yang ada.
           d. Segala pertanyaan yang timbul dari peserta lelang disampaikan secara tertulis
              dan akan dijawab oleh panitia lelang secara tertulis pula, kecuali dinyatakan
              lain didalam rapat penjelasan lelang tersebut.
           e. Apabila terjadi keputusan perubahan - perubahan gambar, syarat - syarat
              pelaksanaan maupun hal lain yang terjadi dalam rapat akan dituangkan dalam
              Berita Acara rapat penjelasan pekerjaan. Berita Acara ini menjadi bagian
              yang tidak dapat dipisahkan dari dokumen Rencana Kerja dan Syarat-syarat
              (RKS) / Gambar Bestek, serta akan dilampirkan sebagai bagian dari kontrak
              nantinya.

II. 5. PENYUSUNAN,        PEMASUKAN            DAN      PEMBUKAAN          DOKUMEN
       PENAWARAN
       5.1. Penyusunan Dokumen Penawaran
            a. Isi Dokumen Penawaran adalah sebagai berikut:
                  1) Dokumen Administrasi (dalam sampul 1, 1 ASLI dan 1 COPY)yang
                      meliputi,
                        a) Surat Pengantar Dokumen Penawaran (form terlampir);
                        b) Foto copy Akte Pendirian Perusahaan lengkap dengan
                           perubahan dan pengesahan kehakiman;
                        c) Foto copy keanggotaan asosiasi yang masih berlaku;
                        d) Foto copy NPWP;
                        e) Foto copy Surat Sertifikat Badan Usaha (SBU) yang masih
                           berlaku;
                        f) Foto copy Surat Ijin Usaha Jasa Konstruksi (SIUJK / IUJK);
                        g) Foto copy Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP);
                        h) Foto copy Tanda Daftar Perusahaan (TDP);
                        i) Neraca dan rugi laba terbaru yang ditandatangani pimpinan
                           perusahaan;
                        j) Foto copy Surat Jaminan Penawaran (BID BOND);
                        k) Surat pernyataan, bahwa perusahaan tidak sedang dalam
                           keadaan pailit (form terlampir);
                        l) Surat pernyataan bahwa perusahaan bukan milik pegawai /
                           pengurus / keluarga PMI (form terlampir).


                                                                                        10
     2)   AMPLOP berisi SURAT JAMINAM PENAWARAN (BID BOND)
          yang ASLI
     3)   Dokumen Teknis (dalam sampul 1,1 ASLI dan 1 COPY) yang
          meliputi,
            a) Pendahuluan;
            b) Pemahaman dan tanggapan terhadap kerangka acuan;
            c) Metodologi dan pendekatan kerja;
            d) Struktur organisasi pelaksanaan pekerjaan (lapangan);
            e) Curriculum Vitae (CV) Pimpinan / Tenaga pelaksana di
               lapangan bukan CV pimpinan perusahaan;
            f) Daftar pengalaman pekerjaan dan pekerjaan yang sedang
               dilaksanakan;
            g) Daftar peralatan (truck, concrete, mixer, vibrator, water pump,
               dll);
            h) Surat dukungan dari supplier material (form terlampir);
            i) Jadwal waktu / time schedule (termasuk kurva-S).

     4)   Dokumen Biaya (dalam sampul 2, 1 ASLI dan 1 COPY) yang
          meliputi,
            a) Surat penawaran biaya (form terlampir);
            b) Rekapitulasi biaya (form terlampir);
            c) Anggaran biaya (form terlampir);
            d) Analisa Harga Satuan (form terlampir);
            e) Daftar Upah, Harga Bahan dan Harga Satuan jasa sewa
               peralatan (form terlampir).

b. Bentuk (form) surat – surat
     1) Surat Pengantar Dokumen Penawaran (form terlampir pada hal 16 );
     2) Surat pernyataan, bahwa perusahaan tidak sedang dalam keadaan
         pailit (form terlampir pada hal 19);
     3) Surat pernyataan bahwa perusahaan bukan milik pegawai / pengurus /
         keluarga PMI (form terlampir pada hal 20);
     4) Surat jaminan penawaran (form terlampir pada hal 22);
     5) Surat dukungan dari supplier material (form terlampir pada hal 21);
     6) Surat penawaran biaya (form terlampir pada hal 17);
            − Surat pengantar penawaran asli bermaterai cukup (Rp. 6.000),
                 bertanggal, dicap serta mencantumkan masa berlakunya
                 penawaran yaitu selama 60 (Enam puluh) hari kalender;
            − Ditandatangani oleh pimpinan/direktur utama atau penerima
                 kuasa dari pemimpin/direktur utama yang namanya tercantum
                 dalam akte pendirian/perubahan atau kepala cabang perusahaan



                                                                           11
                yang diangkat oleh kantor pusat atau pejabat yang menurut
                perjanjian kerja sama adalah yang berhak mewakilinya;
       7)   Surat penawaran biaya (form terlampir pada hal 17 );
       8)   Surat kuasa (bila ada);
            Melampirkan surat kuasa apabila surat penawaran ditandatangani
            oleh bukan direktur perusahaan sesuai akte perusahaan. (form
            terlampir).

c. Sampul
      1) Sampul Luar (berwarna coklat, merupakan pembungkus seluruh
          dokumen) :
          Pada sampul ini bertuliskan,
          a) Pekerjaan      : [Nama Proyek]

            b) Jangan dibuka sampai saat Pembukaan Penawaran

            c) Kepada Yth.
               Panitia Pengadaan Barang dan Jasa Markas Pusat PMI
               Up. Tim Teknis Pelaksana [Nama Proyek]
               d/a [Alamat penyampaian dokumen]




                                                                        12
2)   Bentuk dan Letak Tulisan pada Sampul Luar


       a)                                        b)


                                                 c)




     Keterangan :      = lak di tiap simpul lipatan (2 atau 5 sesuai
     kebutuhan)
3)   Isi Sampul Luar
     a) Sampul 1 yang berisi:
            - Dokumen Administrasi (1 ASLI dan 1 COPY)
            - Dokumen Teknis (1 ASLI dan 1 COPY)
     b) Sampul 2 yang berisi
            - Dokumen Biaya (1 ASLI dan 1 COPY)

4)   Sampul 1 (merupakan pembungkus dari Dokumen Administrasi
     dan Dokumen Teknis)
     a) Sampul 1 ditulis ADMINSITRASI dan TEKNIS di sudut
        kanan atas sampul;
     b) Dokumen Administrasi terdiri atas 1 asli dan 1 copy yang
        masing – masing ditulis (ASLI atau COPY) di sudut kanan
        atas dari dokumen bersangkutan;
     c) Dokumen Teknis terdiri atas 1 asli dan 1 copy yang masing –
        masing ditulis (ASLI atau COPY) di sudut kanan atas dari
        dokumen bersangkutan.

5)   Sampul 2 (merupakan pembungkus dari Dokumen Biaya)
     a) Sampul 2 ditulis BIAYA di sudut kanan atas sampul.


                                                                  13
     b) Dokumen Biaya terdiri atas 1 asli dan 1 copy yang masing –
        masing ditulis (ASLI atau COPY) di sudut kanan atas dari
        dokumen bersangkutan.
6)   Bentuk dan Letak Tulisan pada
     Sampul 1


                                                Administrasi
                                                 dan Teknis




     Sampul 2


                                                   Biaya




     Keterangan :      = lak di tiap simpul lipatan (2 atau 5 sesuai
     kebutuhan)



                                                                  14
5.2.   Pemasukan Dokumen Penawaran
       a. Dok umen penawaran disampaikan kepada panitia lelang pada
             Hari       : ……………
             Tanggal : ………………..
             Jam        : ………………..
             Tempat : [Alamat penyampaian dokumen]
       b. Dokumen Penawaran yang terlambat disampaikan dari waktu yang
          ditentukan di atas, tidak akan diterima dan tidak disertakan dalam pelelangan.

       c. Selanjutnya Dokumen Penawaran tersebut akan dimasukan kedalam kotak
          Dokumen Penawaran yang disediakan oleh panitia dan dikunci yang untuk
          dibuka pada waktu pembukaan lelang.

       d. Jika dokumen penawaran disampaikan melalui pos, panitia pengadaan
          mencatat tanggal dan waktu penerimaanya serta memasukannya kedalam
          kotak dokumen penawaran.

       e. Jika dokumen penawaran diterima setelah melampaui batas akhir
          penyampaian dokumen penawaran, maka dokumen penawaran tersebut tidak
          diikitsertakan pada proses selanjutnya.

       f. Penarikan, Pengubahan, Penggantian dan Penambahan Dokumen Penawaran
            1) Dokumen penawaran yang telah dimasukan kedalam kotak/tempat
                 pemasukan dokumen penawaran tidak dapat diambil oleh peserta
                 seleksi;
            2) Apabila peserta seleksi akan menarik/ mengubah/ mengganti/
                 menambahh dokumen penawaran yang sudah dimasukan ke dalam
                 kotak/ tempat pemasukan penawaran harus dilakukan sebelum
                 waktu penutupan penyampaian dokumen penawaran;
            3) Dokumen penarikan/ pengubahan/ penggantian/ penambahan
                 dimasukan ke dalam sampul tertutup, diberi tanda “PENARIKAN’/
                 “PENGUBAHAN”/ “PENGGANTIAN”/ “PENAMBAHAN”, dan
                 dimasukan dalam kotak.
            4) Tidak ada dokumen susulan yang dapat diterima oleh panitia
                 pengadaan setelah batas waktu penyampaian dokumen penawaran
                 berakhir/ditutup.

5.3.   Pembukaan Dokumen Penawaran
       a. Pembukaan Dokumen Penawaran (dok. Administrasi) akan dilakukan
          didepan panitia lelang, peserta lelang dan undangan lainnya. Pada :
            Hari       : …………….
            Tanggal : ……………………
            Jam        : ……………………
            Tempat : Alamat penyampaian dokumen]




                                                                                     15
           b. Pada waktu Pemasukan Penawaran, bagi rekanan yang bukan Direktur /
              Pemimpin Perusahaan diharuskan membawa surat kuasa dan untuk surat
              kuasa tersebut harus menyebutkan pekerjaan yang diikuti.
           c. Panitia Lelang akan dibantu oleh dua orang wakil peserta lelang sebagai
              saksi di dalam melaksanakan pembukaan Dokumen Penawaran.

           d. Dokumen Penawaran (hanya Dokumen Administrasi saja) yang ada akan
              dibuka dan dibacakan oleh panitia dengan disaksikan oleh wakil peserta
              lelang.

           e. Dokumen Administrasi akan dilihat satu persatu kelengkapannya untuk
              kemudian dinyatakan (oleh panitia dan wakil peserta lelang) lengkap atau
              tidaknya

           f. Dokumen Administrasi yang tidak lengkap dinyatakan GUGUR dan tidak
              berhak mengikuti tahap selanjutnya.

           g. Peserta Lelang yang Dokumen Admnistrasinya tidak lengkap (GUGUR),
               Dokumen Teknis dan Dokumen Biayanya akan langsung dikembalikan,
               tanpa dibuka.

           h. Peserta Lelang yang Dokumen Administrasinya lengkap maka Dokumen
               Teknis dan Dokumen Biayanya akan disimpan dan dievaluasi lebih lanjut
               oleh panitia.

II. 6. EVALUASI ADMINISTRASI
       Evaluasi terhadap Dokumen Administrasi dilaksanakan langsung pada saat pembukaan
       dokumen sebagaimana disebutkan pada butir 1.3 mengenai Pembukaan Dokumen
       Penawaran tersebut diatas.

II. 7. EVALUASI TEKNIS DAN BIAYA (Bernilai Total 100)
       7.1. Evaluasi Teknis (berbobot 60 dari nilai total 100)
            Penawaran yang dinyatakan memenuhi persyaratan Administrasi dilanjutkan
            dengan Evaluasi Teknis. Untuk memudahkan pelaksanaan evaluasi tersebut,
            Panitia akan menggunakan Sistem Nilai (Skor), yaitu dengan penilaian berupa
            angka atau skor dalam hal kelayakan teknis, keandalan pelaksanaan, dan
            ketepatan waktu dengan nilai maksimal 100. Dengan perincian sebagai berikut:
            a. Kelayakan Teknis, maksimum 40 (atau 40% dari 60, yaitu 24 nilai total)
                Evaluasi yang ada untuk menilai hubungan subtantif, kesesuaian dan
                konsistensi dari Metode Pelaksanaan (Tenaga, Bahan dan Alat) dengan
                Spesifikasi Teknis, Network Planning dan Jadwal umum, melalui:
                  1) Metodologi dan pendekatan cara kerja
                  2) Struktur organisasi cara kerja
                  3) CV pimpinan tenaga pelaksana di lapangan dan bukan CV pimpinan
                        perusahaan



                                                                                      16
             b. Keandalan Pelaksanaan, maksimum 40 (atau 40% dari 60, yaitu 24 nilai
                total)
                Evaluasi yang ada untuk menilai keandalan kontraktor didalam
                melaksanakan pekerjaan (dari segi pengalaman dan kesiapan), melalui:
                   1) Daftar pengalaman kerja
                   2) Daftar peralatan
                   3) Surat dukungan dari supplier material

             c. Ketepatan Waktu, maksimum 20 (atau 20% dari 60, yaitu 12 nilai total)
                Evaluasi yang ada untuk melihat rencana tahapan kerja kontraktor di dalam
                menyelesaikan setiap pekerjaan. Untuk itu yang akan dievaluasi adalah
                Jadwal Umum yang disesuaikan dengan data peralatan, macam dan volume
                pekerjaan, kondisi lapangan maupun metoda kerja.

      Secara umum nilai minimum yang dinyatakan lulus dalam Evaluasi Teknis dari
      setiap peserta harus bernilai minimum 50.

      7.2.   Evaluasi Biaya (berbobot 40 dari nilai total 100)
             Evaluasi Biaya dilakukan terhadap penawaran yang memenuhi persyaratan
             Administrasi dan Teknis, dimana yang dinilai dalam evaluasi Biaya ini adalah
             kedekatannya dengan nilai OE. Bila harga penawaran lebih tinggi dari OE maka
             nilai bobot akan diberikan lebih rendah daripada kalau harga penawaran lebih
             rendah dari OE.

II. 8. PENETAPAN PERINGKAT
       Berdasarkan hasil nilai evaluasi penawaran Teknis yang digabungkan dengan hasil
       nilai evaluasi penawaran Biaya, maka panitia menyusun peringkat (dari nilai tertinggi
       sampai dengan nilai terendah).
       Hasil peringkat tersebut akan sampaikan oleh panitia kepada PMI sebagai pengguna
       jasa.

II. 9. PENETAPAN, PENGUMUMAN, DAN PENUNJUKAN PEMENANG
       Pemenang seleksi (lelang) akan ditetapkan oleh PMI sebagai pengguna jasa dan akan
       disampaikan kepada panitia dan diberitahukan kepada peserta lelang.
       Pemberitahuan dilakukan melalui surat (pos atau fax) ataupun pengumuman disurat
       kabar.
       Selanjutnya PMI akan mengeluarkan surat penunjukan pemenang dan memberikan
       kepada peserta lelang.

II.10. KLARIFIKASI DAN NEGOSIASI TEKNIS DAN BIAYA
       Apabila dianggap perlu maka, dapat dilakukan klarifikasi dan negosiasi terhadap
       proposal teknis dan biaya dari pemenang seleksi..


                                                                                         17
II.11. JADWAL KEGIATAN LELANG

 No.              Kegiatan           Hari   Tanggal   Waktu   Tempat   Keterangan
  1.   Pengumuman Lelang di
       Media
 2.    Pemasukan Surat Minat atau
       Prakualifikasi
 3.    Undangan Lelang (Hanya
       diberikan kepada Perusahaan
       yang telah memenuhi
       persyaratan sesuai kegiatan
       butir 2)
 4.    Pengambilan Dokumen.
 5.    Rapat Penjelasan
       (Aanwijzing) dan Peninjauan
       Lapangan (Site Visit).
 6.    Berita Acara Rapat
       Penjelasan(Aanwijzing) dan
       Peninjauan Lapangan (Site
       Visit)
 7.    Pemasukan Penawaran &
       Batas Akhir Pemasukan
 8.    Pembukaan Penawaran Dok.
       Administrasi
 9.    Evaluasi
       Teknis & Biaya
 10.   Laporan Hasil Evaluasi
       Administrasi,Teknis dan
       Biaya
 11.   PMI Pusat mengumumkan
       hasil lelang dan menetapkan
       pemenang lelang
 12.   Penerbitan SPK (Surat
       Perintah Kerja)
 13.   Kontrak antara PMI dengan
       Kontraktor,




                                                                                    18
II.12. LAMPIRAN – LAMPIRAN
       Lampiran 1.  Daftar Pendek Kontraktor
       Lampiran 2.  Surat Undangan Kepada Calon Peserta Lelang
       Lampiran 3.  Bentuk Surat Pernyataan Minat Mengikuti Pelelangan
       Lampiran 4.  Bentuk Surat Pengantar Penawaran
       Lampiran 5.  Bentuk Surat Penawaran Biaya
       Lampiran 6.  Bentuk Surat Kuasa
       Lampiran 7.  Bentuk Surat Pernyataan Perusahaan Tidak Sedang Dalam Keadaan
                    Pailit
       Lampiran 8.  Bentuk Surat Pernyataan Perusahaan Bukan Milik/ Pegawai/ Pengurus/
                    Keluarga PMI
       Lampiran 9.  Bentuk Surat Dukungan Dari Supplier
       Lampiran 10. Bentuk Surat Jaminan Penawaran (Bid Bond)
       Lampiran 11. Bentuk Surat Jaminan Pelaksanaan
       Lampiran 12. Bentuk Surat Jaminan Uang Muka




                                                                                    19
                                                      Lampiran 1

                       DAFTAR PENDEK KONTRAKTOR



No   Nama Kontraktor       Direktur          Alamat

1




2



3



4


5


6


7




                                                              20
                                                                                    Lampiran 2

                     BENTUK SURAT UNDANGAN KEPADA KONTRAKTOR
                               KOP SURAT PMI
Jakarta,    Februari 2006

No                :
Lampiran          :

Kepada Yth.
…………..

Perihal           : [Nama Proyek]

Kami informasikan bahwa PMI sedang melaksanakan proses seleksi untuk pekerjaan
konstruksi seperti perihal tersebut di atas.

Berdasarkan rekaman evaluasi yang dilakukan Kantor Pusat PMI, maka perusahaan saudara
layak untuk diikut sertakan dalam proses seleksi yang ada.

Untuk mempercepat proses pemahaman terhadap dokumen, maka Dokumen Pelelangan
[Nama Proyek] akan segera kami siapkan, untuk diambil1), berdasarkan konfirmasi minat
seperti form terlampir.

Jadwal Kegiatan Lelang adalah sebagai berikut:

   No              Kegiatan             Hari       Tanggal       Waktu             Tempat
   1       Undangan Lelang
    2      Pemasukan Surat Pernyataan
           Berminat
    3      Pengambilan Dokumen
    4      Batas Akhir Pengambilan
           Dokumen
    5      Rapat Penjelasan
           (Aanwijzing)
    6      Peninjauan Lapangan
    7      Pemasukan Penawaran
    8      Batas Akhir Pemasukan
           Penawaran
    9      Pembukaan Penawaran
   10      Evaluasi
   11      Pengumuman Hasil Lelang
   12      Klarifikasi dan Negosiasi
   13      Surat Keputusan Penunjukan
           Pemenang
   14      Kontrak

     Perusahaan yang berminat mengikuti lelang dimohon untuk mengganti biaya foto copy dokumen
     lelang sebesar Rp.    , yang diserahkan pada saat pengambilan dokumen.
                                                                                                 21
Konfirmasi minat harap dikirim via fax ke no fax …….. pada tanggal … Maret 2006 pada
jam kerja .

Atas perhatian saudara, sebelumnya kami ucapkan terima kasih.




Pengurus Pusat
PALANG MERAH INDONESIA
Wakil Sekretaris Jenderal
Selaku Sekretaris Panitia Pengadaan Barang
dan Jasa Markas Pusat PMI




Rachmat Ahadijat




                                                                                  22
                                                                         Lampiran 3

  BENTUK SURAT PERNYATAAN MINAT MENGIKUTI PELELANGAN
                   KOP PERUSAHAAN




Kami yang bertanda tangan di bawah ini,

       Nama                                  :
       Jabatan                               :
       Dalam hal ini mewakili perusahaan     :
       Alamat Perusahaan                     :

Berminat mengikuti Pelelangan Pekerjaan [Nama Proyek] yang diadakan oleh Panitia
Pengadaan Barang dan Jasa Markas Pusat PMI, serta bersedia mengganti biaya foto copy
Dokumen Pelelangan sebesar Rp. …………,-, yang akan kami berikan pada saat
pengambilan dokumen tersebut.




                                                      Lhokseumawe, ….. Maret 2006


                                                     Nama Perusahaan




                                                    (                )
                                                     Nama dan Jabatan
                                                   Pimpinan Perusahaan




                                                                                  23
                                                                                               Lampiran 4

               BENTUK SURAT PENGANTAR DOKUMEN PENAWARAN
                           KOP PERUSAHAAN
Nomor        : ……………
Lampiran     : ……………

Kepada Yth.
PANITIA PENGADAAN BARANG DAN JASA MARKAS PUSAT PMI
Up. TIM TEKNIS PELAKSANA [Nama Proyek]
d/a MARKAS PUSAT PMI
    Jl. Jend Gatot Subroto Kav 96
    Jakarta 12790


Perihal    : Penyampaian Dokumen Penawaran (Dok. Administrasi, Dok. Teknis, dan Dok. Biaya)

Sehubungan dengan surat undangan dari Panitia nomor ……. Tanggal …….. perihal …………… dengan ini
kami mengajukan penawaran dalam rangkap 3 (tiga) yang masing-masing terdiri dari: Dokumen Administrasi
dan Penawaraan Teknis (sampul I) serta Penawaran Biaya (Sampul II) dengan penjelasan sebagai berikut :
1. Kami telah menerima dan mempelajari dokumen seleksi (beserta adendum) serta Berita Acara Hasil Rapat
    Penjelasan.
2. Kami bertanggung jawab atas:
    a. Kebenaran dan keabsahan data yang dilampirkan pada dokumen penawaran kami.
    b. Hasil pekerjaan (kuantitas dan kualitas) serta biaya, yang akan dilaksanakan sesuai dengan proposal
        yang tercantum didalam dokumen penawaran kami.
    c. Pekerjaan yang ada akan diselesaikan tepat waktu sebagaimana dijadwalkan didalam proposal yang
        tercantum dikualitas dan kuantitas hasil pelaksanaan dengan biaya sebagaimana tercantum didalam
        dokumen penawaran kami.
3. Kami setuju bahwa:
    a. Segala biaya yang dikeluarkan untuk penyusunan penawaran, rapat penejalasan, peninjauan lapangan,
        dan klarifikasi dan negosiasi, kami tidak akan meminta penggantian kepada pemberi tugas/panitia
        pelelangan;
    b. Pemberi tugas/panitia pelelangan tidak terikat untuk menyetujui penawaran kami, dan tidak terikat
        untuk memberikan alasan penolakan penawaran;
    c. Kami bersedia tunduk pada ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam dokumen pelelangan.
4. Penawaran ini berlaku selama enam puluh (60) hari kalender sejak tanggal pembukaan penawaran.



                                                                    Nama Perusahaan



                                                                     (                  )
                                                                      Nama dan Jabatan
                                                                    Pimpinan Perusahaan/
                                                                   Wakil yang diberi kuasa,
                                                                     Materai Rp. 6.000,-
                                                                   Bertanggal, tanda tangan,
                                                                       Cap perusahaan
                                                                                               Lampiran 5

                                                                                                       24
                            BENTUK SURAT PENAWARAN BIAYA
                               KOP SURAT PERUSAHAAN
Nomor          : …………………
Lampiran       : …………………


Kepada Yth.
PANITIA PENGADAAN BARANG DAN JASA MARKAS PUSAT PMI
Up. TIM TEKNIS PELAKSANA [Nama Proyek]
PALANG MERAH INDONESIA
    Jl. Jend Gatot Subroto Kav 96
    Jakarta 12790
Perihal    : Dokumen Biaya

           Setelah membaca dan mempelajari Rencana Kerja dan syarat-syarat serta mengikuti prebid meeting dan
site visit untuk pekerjaan [Nama Proyek yang bertanda tangan dibawah ini :
Nama                                             :
Jabatan                                          :
Dalam hal ini mewakili perusahaan                :
Alamat                                           :
Bersama ini kami mengajukan penawaran untuk pekerjaan tersebut diatas adalah sebesar Rp
.................................( dengan huruf)

Dengan ini kami menyatakan pula bahwa :
1.   Apabila dalam penghitungan pada perincian perhitungan (terlampir) terdapat kesalahan perhitungan, dan
     menyebabkan ketidak sesuaian dengan besaran yang kami tuliskan pada surat ini, kami tidak akan
     mengajukan perbaikan dan hal tersebut merupakan resiko yang akan kami tanggung untuk menjaga
     obyektifitas pelaksanaan pelelangan pekerjaan ini.
2.   Dalam penyusunan dokumen harga / keuangan ini kami telah mempertimbangkan seluruh resiko apabila
     terjadi kenaikan harga, dan tidak akan memperlambat jadwal kerja dan mengurangi kwalitas pekerjaan.
3.   Dokumen harga / keuangan ini telah kami susun dengan sebenarnya dan sudah termasuk didalamnya
     Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Penghasilan (PPh), sesuai ketentuan pajak yang berlaku, premi
     asuransi dan biaya-biaya lainnya.
4.   Kami bersedia untuk melakukan klarifikasi.
5.   Hal-hal yang kami ajukan dalam Dokumen harga / keuangan ini mengikat kami sepenuhnya.
6.   Kami terikat untuk melaksanakan Pekerjaan dimaksud dengan melibatkan seluruh personil yang telah
     kami cantumkan pada dokumen tehnis dan berkas-berkas pada dokumen administrasi dan bersedia
     dilakukan klarifikasi serta bertanggung jawab sepenuhnya terhadap hasil pekerjaan personil kami.
7.   Dokumen Biaya yang kami ajukan ini berlaku selama 60 (dua puluh) hari kalender terhitung sejak
     tanggal surat ini.
     Demikian Dokumen Biaya ini kami sampaikan untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.
                                                                    Nama Perusahaan



                                                                     (                      )
                                                                        Nama dan Jabatan
                                                                      Pimpinan Perusahaan/
                                                                     Wakil yang diberi kuasa,
                                                                       Materai Rp. 6.000,-
                                                                     Bertanggal, tanda tangan,
                                                                         Cap perusahaan




                                                                                                          25
                                                                                 Lampiran 6

                                BENTUK SURAT KUASA
                                KOP PERUSAHAAN

                                    SURAT KUASA
                                Nomor : …………………..

Yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama          :
Jabatan       : Direktur Utama/Direktur PT ………………..
                Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama perusahaan berdasarkan Akte
                Notaris ……….. di ……. No.              tanggal …………….. beserta
                perubahannya yang berkedudukan di ….. (alamat perusahaan), yang
                selanjutnya disebut Pemberi Kuasa.

Memberi kuasa kepada :
Nama       : …………………………………………………………………………….
Jabatan    : …………………………………………………………………………….
             Yang diangkat berdasarkan Akte Notaris ……………… di …………….
             No…………..tanggal ………. Beserta perubahannya yang berkedudukan di
             …………. (alamat perusahaan), yang selanjutnya disebut Penerima Kuasa.

Untuk dan atas nama Pemberi Kuasa diberi wewenang untuk menandatangani surat
penawaran pekerjaan ………. Beserta lampirannya.
Surat Kuasa ini tidak dapat dilimpahkan lagi kepada orang lain.

                                                           ……………..,             Januari 2006

             Penerima Kuasa                              Pemberi Kuasa
                                                      Materai Rp. 6.000,-
                                                    Bertanggal, tanda tangan,
                                                        Cap perusahaan




            …………………                                     …………………
           (nama dan jabatan)                          (nama dan jabatan)




                                                                                          26
                                                                                                     Lampiran 7

     BENTUK SURAT PERNYATAAN PERUSAHAAN TIDAK SEDANG DALAM
                         KEADAAN PAILIT
                      KOP SURAT PERUSAHAAN
Nomor            : …………………
Lampiran         : …………………


Kepada Yth.
PANITIA PENGADAAN BARANG DAN JASA MARKAS PUSAT PMI
Up. TIM TEKNIS PELAKSANA [Nama Proyek]
d/a Markas Pusat PMI
    Jl. Jend Gatot Subroto Kav 96
    Jakarta 12790


Dengan hormat

Perihal :       Pernyataan Tidak dalam Keadaan Pailit, Tidak Mempunyai Kredit Macet dan Tidak Masuk Daftar
                Hitam Perbankan, dan Belum Pernah Dihukum Berdasarkan Putusan Pengadilan Karena Kredit
                Macet.

                                          SURAT PERNYATAAN

Yang bertanda tangan di bawah ini :

            Nama           :
            Jabatan :
            Perusahaan     :
            Alamat :
            NPWP :

Dengan ini menyatakan dengan sesungguhnya bahwa :
1.   Perusahaan kami tidak berada dalam keadaan pailit, tidak mempunyai kredit macet dan tidak masuk
     dalam daftar hitam perbankan.
2.   Perusahaan dan atau Pengurus Perusahaan dan atau Penanggung jawab Perusahaan kami belum pernah
     dihukum berdasarkan putusan pengadilan atas tindakan yang berkaitan dengan Putusan Pengadilan
     Karena Kredit Macet

        Demikian Surat Pernyataan ini dibuat dengan sebenar-benarnya dan untuk dapat dipergunakan
sebagaimana mestinya.

                                                                        Lhokseumawe, tanggal ............
                                                                         PT/CV...... .............................

                                                                                 Meterai Rp. 6000



                                                                        Tandatangan & cap perusahaan

                                                                                    (Nama jelas )
                                                                                      Jabatan




                                                                                                                     27
                                                                                                      Lampiran 8

              BENTUK SURAT PERNYATAAN PERUSAHAAN BUKAN MILIK
                      PEGAWAI/PENGURUS/KELUARGA PMI
                           KOP SURAT PERUSAHAAN
Nomor              : …………………
Lampiran           : …………………


Kepada Yth.
PANITIA PENGADAAN BARANG DAN JASA MARKAS PUSAT PMI
Up. TIM TEKNIS PELAKSANA [Nama Proyek]
d/a Markas Pusat PMI
    Jl. Jend Gatot Subroto Kav 96
    Jakarta 12790


Dengan hormat

Perihal :       Pernyataan bahwa perusahaan peserta lelang bukan milik pegawai/pengurus/keluarga PMI

                                    SURAT PERNYATAAN

Yang bertanda tangan di bawah ini :

            Nama           :

            Jabatan :

            Perusahaan     :

            Alamat :

            NPWP :

Dengan ini menyatakan dengan sesungguhnya bahwa :

Perusahaan dan atau Pengurus Perusahaan dan atau Penanggung jawab Perusahaan kami bukan sebagai
pegawai/pengurus/keluarga PMI.

            Demikian Surat Pernyataan ini dibuat dengan sebenar-benarnya dan untuk dapat dipergunakan
sebagaimana mestinya.

                                                                         Lhokseumawe, tanggal ............
                                                                          PT/CV...... .............................

                                                                                  Meterai Rp. 6000



                                                                          Tandatangan & cap perusahaan

                                                                                     (Nama jelas )
                                                                                       Jabatan



                                                                                                                      28
                                                                                            Lampiran 9

                        BENTUK SURAT DUKUNGAN DARI SUPPLIER
                           KOP SURAT PERUSAHAAN SUPPLIER
Nomor          : …………………
Lampiran       : …………………
Hal            : …………………

Kepada Yth.
PANITIA PENGADAAN BARANG DAN JASA MARKAS PUSAT PMI
Up. TIM TEKNIS PELAKSANA [Nama Proyek]
d/a Markas Pusat PMI
      Jl. Jend Gatot Subroto Kav 96
      Jakarta 12790

Denngan hormat;

Sehubungan dengan adannya Proyek [Nama Proyek] oleh Panitia Pengadaan Barang dan Jasa Markas Pusat
PMI, kami yag bertanda tangan di bawah ini:

           Perusahaan       :
           Alamat           :

Adalah perusahaan yang bergerak dibidang. ………. (ditulis produk barang yang dibuat atau disupply)

Adapun untuk kegiatan tersebut di atas, kami bersedia untuk bekerja sama mendukung supply material untuk
pekerjaan [Nama Proyek].

Kepada perusahaan yang tersebut di bawah ini :

           Nama Perusahaan        :
           Pimpinan Perusahaan    :
           Alamat Perusahaan      :
           Telp/Fax               :

Demikian Surat Dukungan Supplier ini kami buat untuk dapat digunakan sebagaimana mestinya.
Atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih.



                                                                          Nama Perusahaan




                                                                           (           )
                                                                           Nama Direktur




                                                                                                     29
                                                                                                                                               Lampiran 10
                                   BENTUK JAMINAN PENAWARAN (BID BOND)


Nornor Bond: ……………..Nilai :…………………………………………………………
……………………………{nilai Bond sebesar yang ditetapkan dalam Dokumen Lelang}
1.           Dengan ini dinyatakan, bahwa kami :
             ………………………………………………….{nama dan alamat peserta lelang} sebagai Peserta
             Lelang, selanjutnya disebut PRINCIPAL, dan ……………. {nama dan alamat Perusahaan Asuransi
             atau Perusahaan Penjamin}
             sebagai Penjamin, selanjutnya disebut SURETY, bertanggung jawab dan dengan tegas terikat pada
             ……………………………………………………………………………………………………………
             ….…… {nama Pemilik} Sebagai Pemilik, selanjutnya disini disebut OBLIGEE atas uang sejumlah
             Rp. ….. (terbilang …………………………….…………………………. )
2.           Maka kami, Principal dan Surety dengan ini mengikatkan diri untuk melakukan pernbayaran jumlah
             tersebut di atas dengan baik dan benar bilamana Principal tidak memenuhi kewajiban sebagaimana
             ditetapkan       dalam     Instruksi     kepada       Peserta     Lelang   untuk      Pekerjaan
             …………………………………………….. …………………………………………………….(uraian
             singkat Pekerjaan} yang diselenggarakan oleh Obligee pada tanggal ………………………………….
             di ………………….…………………………... {tanggal dan tempat Pelelangan}
3.           Adapun ketentuan dan Surat Jaminan ini adalah jika:
             a.     Principal menarik kembali Penawarannya sebelum berakhirnya masa laku Penawaran yang
                    dinyatakan dalam Penawarannya, dan
             b.     Apabila Penawaran Principal disetujui oleh Obligee dalam masa laku Penawaran, dan Principal
                    telah :
                    (i)     menyeiahkan Jaminan Pelaksanaan yang diperlukan
                    (ii) menandatangani Kontrak, dan
                    (iii) menandatangani dokumen perikatan lain sebagaimana yang diharuskan
                          dalam Dokumen Lelang
             maka Jaminan mi berakhir, jika Principal tidak dapat rnernenuhinya, Surat Jami nan ini tetap berlaku
             dan tanggal ......................................... sampai dengan tanggal .........................................................
      4.     Tuntutan penagihan (klaim) atas Jaminan ini dilaksanakan oleh Obligee secara tertulis kepada Surety
             segera setelah timbul cidera janji (Wanpretasi/default) oleh pihak Principal sesuai dengan ketentuan-
             ketentuan dalam Dokumen Lelang. Surety akan membayar kepada Obligee dalam jumlah penuh
             selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari setelah menerima tuntutan penagihan dari pihak Obligee
             berdasar Keputusan Obligee mengenai pengenaan sanksi akibat tindakan cidera janji oleh pihak
             Principal.
      5.     Menunjuk pada pasal 1832 KU II Perdata dengan mi ditegaskan kembali bahwa Surety mclepaskan
             hak-hak Istimewanya untuk menuntut supaya harta benda pihak yang dijamin lebih dahulu disita dan
             dijual guna melunasi hutangnya sebagaimana dimaksud dalani Pasal 1831 KUII Pcrdata.
Ditandatangani serta dibubuhi meterai di .............................................................................
Pada tanggal ..........................................................................................................................
                  PENAWAR (PRINCIPAL)                                                                   PENJAMIN (SURETY)




                       ( ............................. )                                                   ( ............................. )




                                                                                                                                                        30
                                                                                                                                   Lampiran 11

                                            BENTUK JAMINAN PELAKSANAAN
                                                                    (BOND)

Nornor Bond : ................. Nilai : ..........................................................................................
.......................................... . (nilai Bond sebesar yang ditetapkan dalam Dokumen Lelang)
1.         Dengan mi dinyatakan. bahwa kami:
           .................................................................................(nama dan alarnat peserta lelang)
           sebagai Peserta Lelang, selanjutnya disebut PRINCIPAL, dan............................. (nama dan alamat
           Perusahaan Asuransi atau Perusahaan Penjamin)
           sebagai Penjamin, selanjutnya disebut SURETY, bertanggung jawab dan dengan tegas terikat pada
           ................................................................................................
           ..............................................................................................................(nama Pemilik) sebagai Pemilik,
           selanjutnya disini disebut OBLIGEE atau uang sejurnlah Rp. .........
           (terbilang .................................................................................................................... )
2.         Maka kami, Principal dan Surety dengan ini mengikatkan diri untuk melakukan pembayaran jumlah
           tersebut di atas dengan baik dan benar bilamana Principal tidak memenuhi kewajibannya dalam
           melaksanakan Pekerjaan yang telah dipercayakan kepadanya atas dasar Surat Penunjukan Pemenang
           Lelang                                                  dari                                               Obligee                       No
           .......................................................................................................................................
           Tanggal..........(nomor dan tanggal Surat Penunjukan Pemrnenang Lelang) yang selanjutnya dikukuhkan
           dalam Kontrak........................................................................
           ..............................................................................................(uraian singkatPekerjaan)
           antara pihak Principal dan Obligee, dan Jaminan ini merupakan bagian yang tidak terpisah dan kontrak
           tersebut.
3.         Adapun ketentuan dan Jaminan mi adalah jika Principal
           a. menyelesaikan Pekerjaan tersebut pada waktunya dengan baik dan benar sesuai dengan ketentuan
                      dalam Kontrak atau
           b.         membayar, memperbaiki, dan mengganti pada obiligee semua kerugian dan kcrusakan yng
                      mungkin diderita Obligee oleh sebab kegagalan atau kelalaian dan pihak Principal dalam
                      melaksanakan Kontrak.
           maka Jaminan ini tidak berlaku lagi, jika tidak, maka Jarninan inii tetap berlaku dan tanggal Surat
           Penunjukan Pemenang Lelang tanggal sampai dengan tanggal dan dapat dimintakan perpanjangannya
           oleh Principal sampai 14 (empat belas) dan setelah masa Pemeliharaan berakhir.
4.         Tuntutan penagihan (klaim) alas Jaiminan inii dilaksanakan oleh Obligee secara terlulis kepada Surety
           segera setelah timbul cidera janji (Wanpretasi/default) oleh pihak Principal dalam melaksanakan Kontrak
           dan bukan karena resiko-resiko Pemilik.
           Surety harus membayar kepada Obligee sejumlah tersebut di atas selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari
           kalender setelah menerima tuntutan penagihan dan pihak Obligee berdasar Keputusan Obligee mengenai
           pengenaan sanksi akibat tindakan ciderajanji oleh pihak Principal.
5.         Menunjuk pada pasal 1832 KUH Perdata dengan ini ditegaskan kembali bahwa Surety melepaskan hak-
           hak istimewanya untuk menuntut supaya harta benda pihak yang dijamin lebih dahulu disita dan dijual
           guna melunasi hutangnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 KUH Perdata.
6.         Setiap pengajuan (klaim) terhadap Surety berdasarkan Jarninan ini harus sudah rampung diajukan dalam
           waktu 3 (tiga) bulan sesudah berakhirnya Jaminan mi.
Ditandatangani serta dibubuhi cap dan meterai di ................................................................
pada tanggal ..........................................................................................................................


                          PRINCIPAL,                                                                   SURETY,


                     ( ............................. )                                         ( ............................. )




                                                                                                                                                    31
                                                                                                                                     Lampiran 12

                                            BENTUK JAMINAN UANG MUKA
                                                                      (BOND)
Nomor Bond : …………… Nilai : ………………………………………………………...
………………………………………………………………….… {jumlah nilai Jaminan}
1.    Dengan ini dinyatakan, ...................................................................................................................
     ........................................................................................................(nama dan alamat Kontraktor}
      sebagai Kontraktor, selanjutnya disebut PRINCIPAL, dan
      .....................................................................................................................................................
      .................................................................{nama dan alamat Perusahaan Asuransi atau Penjamin}
      sebagai Penjamin, selanjutnya disini disebut SURETY, bertanggung jawab dan dengan tegas
      terikat pada ............................................................................................................{nama Pemilik}
      sebagai Pemilik, selanjutnya disini disebut OBLIGEE atau uang sejumlah Rp (terbilang
      .....................................................................) {jumlah nilai Jaminan dalam angka dan huruf}
2.    Maka kami, Principal dan Surety dengan ini mengikatkan diri untuk                                                           melakukan
      pembayaran jumlah tersebut di atas dengan baik dan benar
3.    Bahwa Principal dengan suatu perjanjian tertulis No................................. tertanggal
      {tanggal kontrak} telah mengadakan Kontrak dengan Obligee untuk........................
      .........................................................................{uraian singkat mengenai Pekerjaan} dengan
      Harga Kontrak yang telah disetujui sebesar Rp. ...........................................
      (.........................Rupiah) {Harga Kontrak} dan jaminan ini merupakan bagian yang tidak
      terpisah dan Kontrak tersebut.
4.    Bahwa untuk Kontrak tersebut di atas, Obligee setuju membayar kepada Principal uang
      sebesar............................................................................................................... [jumlah uang
      Jaminan] scebagai pembayaran uang muka sebelum Pekerjaan menurut Kontrak di atas dimulai.
      Sebagai jaminan terhadap pembayaran Uang Muka itu maka Surety membernikan jarninan
      dengan ketentuan tersebut dihawah ini.
5.    Jika Principal telah melakukan pembayaran kembali kepada Obligee seluruh jumlah Uang
      Muka dimaksud atau sisa Uang Muka yang wajib dibayar menurut Kontrak tersebut, maka
      jaminan ini menjadi batal dan tidak benlaku lagi; jika tidak, Surat Jaminan ini tetap berlaku dari
      tanggal................................................. sampai dengan
      Tanggal..................... {selama berlakunya Kontrak atau sampai pada tanggal Uang Muka telah
      dibayar kembali seluruhnya}
6.    Tuntutan (klaim) atas Jaminan ini dilaksanakan oleh Obligee secara tertulis kepada Surety
      segera setelah timbul cidera janji (Wanpretasi/default) oleh pihak Principal karena tidak dapat
      membayar kembali Uang Muka atau sisa Uang Muka tersebut sesuai dengan Syarat Kontrak.
7.    Surety akan membayar kepada Obligee Uang Muka atau sisa Uang Muka yang berdasarkan
      Kontrak belum dikembalikan oleh Principal setelah menerima tuntutan penagihan (klaim) dan
      ObIigee.
8.    Menunjuk pada Pasal 1832 KUH Perdata dengan ini ditegaskan kembali bahwa Surety
      melepaskan hak-hak istimewanya untuk menuntut supaya harta benda
      pihak yang dijamin lebih dahulu disita dan dij guna melunasi hutangnya sebagaimana dimaksud
      dalam Pasal 1831 KUH Perdata.
Ditandatangani serta dibubuhi cap dan meterai di...............................................................
Pada tanggal...........................................................................................................................


                         PRINCIPAL,                                                                    SURETY,

                   ( ............................. )                                           ( ............................. )




                                                                                                                                                       32
                                   BAB III
                         PERSYARATAN UMUM DAN TEKNIS



III.1. PERSYARATAN UMUM
       1.1. Survey/Peninjauan Lapangan dan Pembuatan Patok Batas Tanah/Persil.
            Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor diwajibkan melaksanakan survai/ peninjauan
            lapangan didampingi oleh Konsultan Perancang, Konsultan Pengawas dan
            Pemberi Tugas, dimana hasilnya dituangkan dalam Berita Acara.

     1.2.   Pembersihan Lapangan
            Pelaksanaan Pekerjaan/Kontraktor harus melakukan inventarisasi lapangan
            sesuai dengan hasil survai yang telah dilaksanakan.

     1.3.   Pengukuran (Uitzetten) dan Pengambilan Peil
            1. Pemberi Tugas menyediakan bagi pelaksana Pekerjaan/ Kontraktor gambar-
               gambar yang berukuran seksama dan informasi yang memungkinkan
               Pelaksana Pekerjaan.

            2. Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor harus bertanggung jawab untuk
               membetulkan kesalahan apapun yang disebabkan oleh karena ia memulai
               pekerjaan dengan cara yang tidak seksama, dimana seluruh biaya ditanggung
               oleh Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor.

     1.4.   Pemakaian Ukuran
            1. Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor tetap bertanggung jawab dalam menepati
               semua ketentuan yang tercantum dalam Dokumen Kontrak dan Gambar-
               gambar Pelaksanaan.

            2. Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor wajib memeriksa kebenaran dari ukuran-
               ukuran keseluruhan maupun bagian-bagiannya dan segera memberitahukan
               kepada Konsultan Pengawas tentang setiap perbedaan yang ditemukannya di
               dalam pelaksanaan. Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor baru diijinkan
               membetulkan kesalahan gambar dan melaksanakannya setelah ada
               persetujuan tertulis dari Konsultan Pengawas.

            3. Pengambilan ukuran-ukuran yang keliru dalam pelaksanaan di dalam hal
               apapun menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan/ Kontraktor. Oleh
               karena itu, sebelumnya kepadanya diwajibkan mengadakan pemeriksaan
               menyeluruh terhadap semua gambar-gambar yang ada dan kondisi di
               lapangan.



                                                                                       33
1.5.   Pemeriksaan dan Pengetesan
       1. Adalah ketentuan dari kontrak ini bahwa Pelaksana Pekerjaan/ Kontraktor
          harus melaksanakan seluruh pekerjaan mengikuti dan sesuai dengan
          Dokumen Tender yang terdiri atas : RKS, gambar, Berita Acara Aanwijzing,
          berita acara susulan lainnya dalam kaitannya dengan tender dan Berita Acara
          Klarifikasi/Negosiasi apabila ada.

       2. Semua material bangunan yang akan digunakan harus sesuai dengan
          ketentuan di dalam Rencana Kerja dan Syarat-syarat Pelaksanaan (RKS).
          Untuk jenis material bangunan tertentu harus disertai pengetesan, dan atau
          surat pernyataan (sertifikat/klasifikasi) dari instansi yang ditunjuk oleh
          Konsultan Pengawas untuk kebutuhan tersebut. Konsultan Pengawas berhak
          menginstruksikan kepada Pelaksanaan Pekerjaan/Kontraktor untuk segera
          mengeluarkan material-material yang ternyata tidak memenuhi Uraian dan
          Syarat-syarat Pelaksanaan (Kontrak-kontrak) keluar dari site, dalam waktu
          24 jam. Semua biaya yang diperlukan baik untuk field-test ataupun Lab-test
          menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor.

       3. Konsultan Pengawas berhak memeriksa pekerjaan yang dilaksanakan oleh
          Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor setiap waktu. Bagaimanapun juga kelalaian
          Konsultan Pengawas di dalam pengontrolan dan pengawasan terhadap
          kekeliruan-kekeliruan, tidak berarti Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor bebas
          dari tanggung jawab atas terselesaikannya pekerjaan sesuai ketentuan
          tersebut diatas.

       4. Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor bertanggung jawab dan harus memperbaiki
          atau apabila perlu, membongkar pekerjaan-pekerjaan yang telah dilaksanakan
          yang tidak sesuai dengan ketentuan di dalam kontrak ini.

       5. Biaya-biaya yang diperlukan untuk pengetesan bahan, pengeluaran bahan-
          bahan yang tidak memenuhi syarat keluar lapangan dan perbaikan atau
          pembongkaran pekerjaan-pekerjaan yang tidak memenuhi syarat merupakan
          tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor.

       6. Kebutuhan listrik, air, telepon dalam pelaksanaan pekerjaan menjadi
          tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor, bila perlu menyambung
          bangunan lama harus dengan meteran tersendiri.




                                                                                  34
1.6.   Penanggung Jawab Pelaksanaan
       1. Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor harus menempatkan seorang penanggung
          jawab pelaksanaan yaitu seorang sarjana Arsitektur/Sipil yang ahli dan
          berpengalaman minimal selama 7 tahun sebagai pengawas pada bangunan
          minimal 10.000 m²/3 lantai yang harus selalu berada di lapangan yang
          bertindak sebagai wakil Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor di lapangan dan
          mempunyai kemampuan untuk memberikan keputusan-keputusan teknis
          dengan tanggung jawab penuh di lapangan untuk menerima segala instruksi
          dari konsultan Pengawas.

       2. Semua langkah dan tindakannya oleh Konsultan Pengawas dianggap sebagai
          langkah dan tindakan Pelaksanaan Pekerjaan/ Kontraktor.

       3. Penanggung jawab harus terus menerus berada di tempat pekerjaan selama
          jam-jam kerja dan saat diperlukan dalam pelaksanaan atau pada setiap saat
          yang dikehendaki Konsultan Pengawas.

       4. Petunjuk dan perintah Konsultan Pengawas didalam pelaksanaan
          disampaikan langsung kepada Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor melalui
          penanggung jawab tersebut sebagai penanggung jawab dilapangan.

       5. Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor diwajibkan pada setiap saat menjalankan
          disiplin dan tata tertib yang ketat terhadap semua buruh, pegawai, termasuk
          pengurus bahan-bahan yang berada dibawahnya.

       6. Siapapun diantara mereka yang tidak berwenang melanggar terhadap
          peraturan umum, mengganggu ataupun merusak ketertiban, berlaku tidak
          sopan dan melakukan perbuatan yang merugikan pelaksanaan pembangunan,
          harus segera dikeluarkan dari tempat pekerjaan atas perintah Konsultan
          Pengawas.    Pada     pengeluaran  yang    kedua    berarti  Pelaksana
          Pekerjaan/Kontraktor lain.

1.7.   Tanggung Jawab Atas Pekerjaan Yang Cacat
       1. Semua cacat-cacat akibat penyusutan atau kesalahan- kesalahan lain yang
          timbul selama jangka waktu tanggung jawab dari Pelaksana
          Pekerjaan/Kontraktor yang disebabkan oleh penggunaan bahan-bahan yang
          tidak sesuai dengan syarat-syarat yang ditentukan di dalam RKS, menjadi
          tanggung jawab penuh Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor untuk mengadakan
          perbaikan sampai dianggap cukup oleh Konsultan Pengawas atas biaya
          Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor.




                                                                                  35
       2. Konsultan Pengawas juga berhak untuk setiap saat minta kepada Pelaksana
          Pekerjaan/Kontraktor untuk mengadakan perbaikan-perbaikan dengan biaya
          Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor atas semua pekerjaan yang cacat yang
          timbul selama masa pemeliharaan tersebut.

1.8.   Wewenang Pemberi Tugas Untuk Memasuki Tempat Pekerjaan
       Pemberi Tugas dan para wakilnya mempunyai wewenang untuk memasuki
       tempat pekerjaan dan bengkel kerja atau tempat- tempat lainnya dimana
       Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor melaksanakan pekerjaan untuk kontrak, dan
       bilamana pekerjaan harus dilaksanakan di bengkel kerja atau tempat-tempat lain
       kepunyaan      Sub-Pelaksana     Pekerjaan/Kontraktor,     maka      Pelaksana
       Pekerjaan/Kontraktor menurut ketentuan-ketentuan dalam Sub-Pelaksana
       Pekerjaan/Kontraktor itu harus bisa mendapatkan jaminan agar Pemberi Tugas
       dan para wakilnya mempunyai wewenang untuk memasuki bengkel kerja dan
       tempat lain kepunyaan Sub-Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor itu.

1.9.   Fasilitas Lapangan dan Perlengkapan Kerja
       3. Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor harus menyediakan atas biayanya sendiri
          fasilitas-fasilitas penunjang yang dibutuhkan di dalam pelaksanaan dan
          menyelesaikan pekerjaan, seperti:
              - Kantor Konsultan Pengawas (Direksi Keet);
              - Kantor Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor;
              - Kamar mandi dan WC untuk pekerja dan direksi;
              - Musholla dan tempat wudhu;
              - Ruangan-ruangan lainnya seperti gudang material, tempat-tempat kerja,
                pos keamanan dan lain-lain.

       2. Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor harus menyediakan atas biayanya sendiri
          fasilitas-fasilitas untuk melaksanakan pekerjaan, seperti :
             - Listrik;
             - Air Bersih;
             - Alat-alat Pemadam Kebakaran;
             - Alat-alat PPPK;
             - Alat-alat Komunikasi Proyek.

       3. Pelaksana       Pekerjaan/Kontraktor     wajib     menyediakan       seluruh
          peralatan/perlengkapan kerja untuk pelaksanaan fisik di lapangan, seperti :
            - Peralatan/perlengkapan utama, yaitu : alat ukur yang lain (water pass,
               theodolit, meteran dan sebagainya).
            - Peralatan/perlengkapan penunjang yaitu : genset cadangan, jala
               pengaman (safety screen), scaffolding serta shaft pembuangan sampah
               dan sebagainya.


                                                                                   36
     4. Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor wajib merawat dan memelihara seluruh
        peralatan dengan sebaik-baiknya agar dapat dipergunakan pada saat
        diperlukan.

     5. Konsultan Pengawas berhak memberikan instruksi kepada Pelaksana
        Pekerjaan/Kontraktor untuk melengkapi/menambah jumlah peralatan bila
        dirasa peralatan yang tersedia kurang memadai dalam usaha mencapai target
        prestasi.

     6. Apabila Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor tidak mengindahkan instruksi
        serupa, maka Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor dapat dikenakan denda seperti
        yang disebutkan dalam dokumen kontrak ini.

1.10. Halaman Pekerjaan, Kebersihan dan Ketertiban
      1. Pengaturan dan penggunaan halaman kerja ditentukan oleh Konsultan
         Pengawas, dalam hal ini adalah Pengawas Lapangan. Konsultan Pengawas
         dapat memberikan usul-usulnya dengan memberikan peta penetapan gudang-
         gudang, lokasi kerja, tempat penimbunan bahan-bahan dan sebagainya sesuai
         dengan lokasi proyek yang tersedia, baik untuk keperluan Pelaksana
         Pekerjaan/ Kontraktor, Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor Spesialis dan para
         Sub-Pelaksana Pekerjaan/ Kontraktor.

     2. Selama berlangsungnya pembangunan kebersihan halaman, kantor, gudang
        dan los kerja bagian dalam bangunan yang dikerjakan harus tetap bersih dan
        tertib, bebas dari bahan-bahan bekas, tumpukan tanah dan lain-lain.
        Kelalaian dalam hal ini dapat diberhentikannya seluruh pekerjaan oleh
        Konsultan Pengawas. Akibat dari hal ini seluruhnya menjadi tanggung jawab
        Pelaksana Pekerjaan/ Kontraktor.

     3. Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor dan sub-sub Pelaksana Pekerjaan/
        Kontraktor dalam menempatkan barang-barang dan material-material
        kebutuhan pelaksanaan baik di dalam gudang-gudang ataupun di halaman
        terbuka, harus mengatur sedemikian rupa sehingga :
          - Tidak mengganggu kelancaran dan keamanan umum;
          - Memudahkan jalannya pemeriksaan dan penelitian bahan-bahan oleh
            Konsultan Pengawas;
          - Menjaga kebersihan dari sampah-sampah, kotoran- kotoran bangunan
            (puing-puing), air yang menggenang;
          - Tidak menyumbat saluran-saluran air;
          - Terjamin keamanannya.




                                                                                37
        4. Cara penempatan bahan dan peralatanpun harus disesuaikan dengan kondisi
           yang disyaratkan oleh produsen, untuk menghindarkan kerusakan-kerusakan
           yang diakibatkan oleh cara penyimpanan yang salah.

        5. Barang-barang dan material yang tidak akan digunakan untuk kebutuhan
           langsung pada pekerjaan yang bersangkutan, tidak diperkenankan untuk
           disimpan di dalam site.

        6. Tidak diperkenankan :
           a. Buruh menginap di tempat pekerjaan kecuali dengan ijin konsultan
              Pengawas. Bila ijin khusus tersebut diberikan, maka Pelaksana
              Pekerjaan/Kontraktor tetap bertanggungjawab atas kemungkinan
              kerugian-kerugian apapun yang disebabkan oleh buruh yang menginap
              tersebut;
           b. Memasak di tempat pekerjaan kecuali atas ijin Konsultan Pengawas;
           c. Memberikan ijin masuk kepada penjual-penjual makanan, buah-buahan,
              minuman, rokok dan sebagainya;
           d. Tanpa seijin keamanan proyek, kepada siapapun terkecuali petugas dari
              konsultan Pengawas, tidak dibenarkan untuk keluar masuk secara bebas
              ke lapangan. (Catatan : semua tamu proyek yang mendapat ijin dari
              konsultan Pengawas harus diberi tanda pengenal yang disediakan oleh
              Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor);
           e. Melanggar peraturan lain mengenai penertiban yang akan dikeluarkan
              oleh Konsultan Pengawas pada waktu pelaksanaan;
           f. Pekerja-pekerja yang diwajibkan mamakai tanda pengenal. Tanda
              pengenal atas beban Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor.

        7. Peraturan lain mengenai penertiban akan dikeluarkan oleh Konsultan
           Pengawas pada waktu pelaksanan.

1.11.   Pengawasan
        1. Pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan dilakukan oleh Konsultan
           Pengawas.

        2. Konsultan Pengawas berhak pada setiap waktu yang dianggap perlu tanpa
           memberitahukan sebelumnya, untuk mengadakan inspeksi/ pemeriksaan
           kepada     Pelaksana      Pekerjaan/Kontraktor      atau    Sub-Pelaksana
           Pekerjaan/Kontraktor :
            − Terhadap jenis pekerjaan yang dipersiapkan di dalam atau diluar site;
            − Terhadadp gudang penyimpanan barang-barang;
            − Terhadap pengolahan material maupun sumber – sumbernya.



                                                                                  38
         3. Bagian-bagian pekerjaan yng telah dilaksanakan tetapi luput dari pengawasan
            Konsultan Pengawas, tetap menjadi tanggung jawab Pelaksana
            Pekerjaan/Kontraktor dan bagian pekerjaan tersebut jika diperlukan harus
            segera dibuka sebagian atau seluruhnya untuk kepentingan pemeriksaan.

         4. Jika diperlukan, pengawasan oleh Konsultan Pengawas dilaksanakan di luar
            jam-jam kerja. Untuk itu segala biaya menjadi beban Pelaksana
            Pekerjaan/Kontraktor. Permintaan Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor tersebut
            harus dengan surat disampaikan kepada Konsultan Pengawas.

         5. Di tempat pekerjaan, Konsultan Pengawas menempatkan petugas-petugas
            bagian pengawasan. Jam kerja konsultan Pengawas akan ditentukan
            kemudian.

         6. Apabila Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor akan bekerja lembur dimana item
            pekerjaan tersebut diperlukan oleh Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor, maka
            Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor harus memberitahukan satu hari sebelumnya
            dan biaya tersebut termasuk biaya lembur petugas-petugas pengawas
            konsultan Pengawas yang besarnya sesuai dengan aturan gaji mereka yang
            menjadi tugas Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor.

 1.12.   Keamanan, Keselamatan dan Kesejahteraan
         1. Selama pelaksanaan pekerjaan, Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor wajib
            mengadakan segala yang diperlukan untuk menjamin keamanan, keselamatan
            dan kesejahteraan manusia/barang di proyek.

         2. Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor juga wajib memenuhi segala peraturan tata
            tertib, ordonansi pemerintah daerah ataupun pemerintah setempat.
         3. Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor bertanggung jawab atas biaya, kerugian
            ataupun tuntutan ganti rugi (claim) yang diakibatkan oleh adanya peristiwa
            yang mengakibatkan lukanya atau meninggalnya seseorang dalam
            melaksanakan pekerjaan, bilamana hal itu disebabkan oleh kelalaian
            Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor.

1.13.    Ketentuan-ketentuan dari Pemberi Tugas
         1. Kelalaian-kelalaian yang dibuat oleh Pelaksaan Pekerjaan/ Kontraktor
            seperti:
             − Tanpa ada alasan ternyata meninggalkan pekerjaan sebelum pekerjaan
               seluruhnya selesai;
             − Apabila tidak mengindahkan segala instruksi yang diberikan oleh
               konsultan Pengawas;


                                                                                    39
    − Apabila tidak dapat melanjutkan pekerjaan secara teratur dan baik;
    − Atau dalam hal setelah menyerahkan apa-apa yang menjadi tanggung
      jawabnya kepada orang lain tanpa persetujuan tertulis dari Konsultan
      Pengawas;
    − Tidak menghadiri rapat-rapat teknis; maka Konsultan Pengawas dapat
      mengeluarkan peringatan tertulis pertama kepadanya.

2. Apabila dalam waktu 7 (tujuh) hari sesudah menerima peringatan tertulis
   tersebut masih belum ada tanda-tanda adanya perubahan yang berarti atau
   belum dilaksanakan peringatan termaksud, maka konsultan Pengawas akan
   mengeluarkan peringatan tertulis kedua.

3. Apabila dalam waktu 7 (tujuh) hari setelah dikeluarkannya peringatan tertulis
    kedua, masih belum ada perubahan yang berarti maka konsultan Pengawas
    dapat mengambil tindakan dengan tidak mempertimbangkan alasan-alasan
    apapun yang terjadi sebelumnya.
        Tindakan tersebut dapat berupa dialihkannya tugas termaksud kepada
    pihak lain dengan biaya dibebankan kepada Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor.

4. Apabila ternyata Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor tersebut mengalami
   kebangkrutan (bankrupt) atau telah terjadi pengambil alihan oleh pihak lain
   atas perusahaannya secara hukum atau tindakan-tindakan lain yang senada
   dengan tindakan        tersebut diatas,      maka pekerjaan Pelaksana
   Pekerjaan/Kontraktor di bawah kontrak ini akan diadakan tindakan lebih
   lanjut.
5. Pekerjaan tersebut dapat dilanjutkan sesuai dengan kontrak tersendiri, hanya
   apabila telah terdapat persetujuan antara Pemberi Tugas dengan pihak lain
   yang telah mengambil alih semua kegiatan Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor
   tersebut.

6. Apabila dengan tindakan seperti tercantum di atas, ternyata pekerjaan tidak
   dapat berjalan dengan baik dan lancar, maka:
   a. Pemberi Tugas akan menyelesaikan pekerjaan tersebut dengan
      memberikan kepada pihak lain, dengan menggunakan semua peralatan
      yang telah berada di lapangan seperti bangunan-bangunan darurat,
      gudang, peralatan-peralatan kerja, barang-barang, material-material,
      termasuk barang-barang yang telah dibeli (tetapi belum sampai di tempat)
      yang akan digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan di lapangan.

   b. Bila dipandang perlu oleh Pemberi Tugas/Konsultan Pengawas maka
      dalam waktu 10 (sepuluh) hari sesudah dikenakannya suatu tindakan,
      Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor harus tetap menyerahkan barang- barang

                                                                             40
               dan material yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan di lapangan
               sesuai isi kontrak ini, melalui supplier atau Sub-Pelaksana/Kontraktor
               yang menyerahkan barang-barang dan material sesuai dengan kontrak ini,
               yang mana ternyata sebegitu jauh belum dibayar oleh Pelaksana
               Pekerjaan/Kontraktor yaitu dengan memotong bagian yang harus
               dibayarkan kepada Pelaksana Pekerajaan/Kontraktor sesuai penilaian
               prestasi.

           c. Apabila dianggap perlu oleh Pemberi Tugas maka semua milik Pelaksana
              Pekerjaan/Kontraktor yang masih tinggal di lapangan seperti peralatan-
              peralatan kerja, barang-barang material dan barang- barang yang
              disewanya, harus segera dikeluarkan dari lapangan dan semua biaya
              untuk hal tersebut menjadi beban Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor.
              Apabila dalam waktu 7 (tujuh) hari ternyata hal tersebut diatas tidak
              dilaksanakan, maka akan diselesaikan menurut kebijakan Pemberi Tugas,
              dengan tidak bertanggung jawab atas kerusakan atau hilangnya barang-
              barang tersebut.

           d. Ketentuan tersebut juga berlaku bagi Pelaksana Pekerjaan/ Kontraktor
              yang karena satu dan lain hal ternyata dihentikan kontrak kerjanya oleh
              Pemberi Tugas.

1.14.   Kewajiban Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor
        1. Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor harus menyelesaikan pekerjaan secara
           lengkap seluruhnya sesuai dengan ketentuan-ketentuan di dalam Dokumen
           Kontrak.

        2. Selekas mungkin sejak dikeluarkannya Surat Perintah Kerja atau
           selambatnya 1 (satu) minggu sebelum berakhirnya masa berlakunya Jaminan
           Penawaran, Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor harus menyediakan Jaminan
           Pelaksanaan yang dikeluarkan oleh Bank atau Badan Keuangan lain yang
           disetujui oleh Pemberi Tugas.

        3. Apabila jaminan Pelaksana belum diserahkan kapada Pemberi Tugas didalam
           jangka waktu tersebut, maka hal ini berarti Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor
           mengundurkan diri dari Pelaksanaan Pekerjaan Kontrak ini.

        4. Apabila terjadi di dalam gambar-gambar kontrak terdapat perbedaan-
           perbedaan atau penyimpangan-penyimpangan dengan apa yang telah
           tercantum di dalam kontrak sehingga akan menimbulkan keraguan-keraguan
           dalam pekerjaan, maka Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor harus segera



                                                                                  41
   memberitahu hal ini kepada Konsultan Pengawas untuk diadakan
   penyelesaian.

5. Apabila terdapat perbedaan-perbedaan antara gambar- gambar dengan
   ketentuan-ketentuan di dalam uraian dan syarat-syarat pelaksanaan (RKS),
   maka ketentuan yang dianggap paling lengkap oleh Konsultan Pengawas
   adalah yang mengikat.

6. Yang dimaksud dengan "gambar" adalah gambar pelaksanaan, gambar
   kerja, gambar-gambar detail dan gambar-gambar lainnya yang dibuat untuk
   pekerjaan ini sebelum atau pada saat pelaksanaan pekerjaan sedang ber
   langsung. Apabila terdapat perbedaan antara gambar-gambar tersebut, maka
   gambar yang berskala lebih besarlah yang mengikat.

7. Apabila pada waktu pelaksanaan oleh Konsultan Pengawas diadakan
   perubahan-perubahan dalam penggunaan bahan, ukuran-ukuran dan
   konstruksi, maka pada akhir pekerjaan Pelaksanaan Pekerjaan/Kontraktor
   diwajibkan menyerahkan 5 (lima) set gambar-gambar perubahan yang
   dikerjakan di atas cetakan gambar asli dengan perubahan dikerjakan dengan
   tinta warna.

8. Atas     perintah    Konsultan    Pengawas      dan   kepada     Pelaksana
   Pekerjaan/Kontraktor dapat dimintakan gambar-gambar penjelasan dan
   rincian atas bagian pekerjaan khusus, yang kesemuanya atas beban Pelaksana
   Pekerjaan/Kontraktor. Gambar-gambar tersebut harus telah disetujui Direksi
   Lapangan untuk selanjutnya dianggap sebagai gambar pelengkap dan
   menyerahkan 5 (lima) set cetakannya kepada Konsultan Pengawas.

9. Biaya pembuatan semua keperluan gambar-gambar yang dibutuhkan selama
   masa kontrak, baik gambar asli dan atau gambar perubahan yang diperlukan
   dalam pelaksanaan untuk kepentingan Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor
   maupun gambar-gambar yang memerlukan persetujuan dari Konsultan
   Pengawas yang harus dibuat di atas kertas kalkir, dan biaya percetakan
   gambar-gambar      tersebut   menjadi     tanggung    jawab    Pelaksana
   Pekerjaan/Kontraktor.

10. Selambat-lambatnya 1 (satu) minggu setelah dikeluarkannya Surat Perintah
    Kerja (SPK), Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor harus telah dimulai dengan
    pekerjaan pembangunan fisik dalam arti kata yang nyata. Untuk itu syarat-
    syarat yang diwajibkan agar dapat dimulainya pekerjaan harus dipenuhi
    terlebih dahulu.



                                                                           42
11. Pada akhir pekerjaan pelaksanaan, Pelaksana Pekerjaan/ Kontraktor
    diwajibkan menyerahkan 5 (lima) set gambar-gambar instalasi terakhir sesuai
    dengan yang dilaksanakan (as built drawings) yang telah disetujui Konsultan
    Pengawas dan Perencana, buku sistem beroperasi (operation hand-book)
    untuk mesin-mesin dan peralatan-peralatan yang dipasang, disertai surat-
    surat ijin dan keterangan resmi dari pihak yang berwajib yang diperolehnya
    mengenai instalasi yang telah dipasangnya.
    Pelaksana Pekerjaan berkewajiban untuk memberikan pelatihan/ training
    sistem operasi peralatan-peralatan, mesin-mesin, yang dipasangnya. Biaya
    training/pelatihan berikut buku-buku panduan ditanggung oleh kontraktor.

12. Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor wajib mempelajari dan memahami semua
    undang-undang, peratuaran-peraturan Pemerintah, persyaratan-persyaratan
    umum maupun suplemennya, persyaratan standard International dan
    persyaratan yang dikeluarkan produsen serta tidak menyimpang dari
    ketentuan di dalam dokumen pelelangan serta segala petunjuk-petunjuk
    tertulis yang telah dikeluarkan.

13. Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor diharuskan menyediakan sedikitnya 1 (satu)
    set gambar-gambar pelaksanaan dan RKS di tempat pekerjaan dalam keadaan
    yang tetap rapih dan bersih yang dapat dilihat setiap saat oleh Pemberi
    Tugas, Konsultan Pengawas ataupun petugas- petugas lainnya.

14. Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor berhak meminta penjelasan kepada
    Konsultan Pengawas, Konsultan Perencana atau pihak lain yang ditunjuk
    Pemberi Tugas bilamana menurut pendapatnya ada bagian-bagian dari
    dokumen kontrak, gambar atau hal-hal lainnya yang kurang jelas. Untuk itu
    syarat-syarat yang diwajibkan agar dapat dimulainya pekerjaan, harus segera
    dimulai.

15. Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor harus mempunyai dan menyediakan atas
    biayanya sendiri semua perlengkapan dan peralatan yang dibutuhkan,
    pengalaman dan keahlian serta permodalan dan kemampuan yang nyata
    untuk melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan tugas yang
    diberikan Pemberi Tugas.

16. Apabila telah tersedia di lapangan peralatan-peralatan milik Pelaksana
    Pekerjaan/Kontraktor yang tidak dalam keadaan terpakai, Sub-Pelaksana
    Pekerjaan/Kontraktor dapat menggunakan peralatan tersebut.
    Disamping itu juga harus menyerahkan :
      - Daftar / susunan staf Pelaksana yang ditempatkan di lapangan;



                                                                            43
       - Daftar peralatan-peralatan yang akan digunakan untuk pekerjaan
         pelaksanaan;
       - Rencana waktu penyelesaian pekerjaan (time schedule);
       - Dan lain-lain yang diperlukan.

17. Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor harus mematuhi segala peraturan dan
    ketentuan-ketentuan hukum yang berlaku, serta instruksi-instruksi tertulis
    yang dikeluarkan oleh Pemerintah/Penguasa setempat sehubungan dengan
    pekerajan yang akan dilaksanakan.

18. Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor wajib mempelajari dan memeriksa
    pelaksanaan pekerjaan-pekerjaan Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor pihak lain
    yang ikut serta mengerjakan proyek ini (dalam hal ini Sub-Pelaksana
    Pekerjaan/Kontraktornya), apabila pekerjaan pihal lain dapat mempengaruhi
    kelancaran pekerjaannya. Bilamana terjadi gangguan-gangguan Pelaksana
    Pekerjaan/ Kontraktor wajib memberikan saran-saran perbaikan untuk
    segenap pihak. Apabila hal ini tidak dilakukan, Pelaksana
    Pekerjaan/Kontraktor tetap bertanggung jawab atas segala kerugian-
    kerugian yang ditimbulkan.

19. Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor wajib berkonsultasi dengan pihak lainnya
    agar supaya sejauh mungkin dipergunakan peralatan yang seragam dan
    merk yang sama untuk bangunan proyek ini agar memudahkan
    pemeliharaan.

20. Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor wajib berkoordinasi dengan pihak lainnya
    dalam kelancaran pelaksanaan pekerjaan proyek terutama berkoordinasi
    dengan pihak Sub-Pelaksana Pekerjaan/ Kontraktor langsung dari Pelaksana
    Pekerjaan/Kontraktor.

21. Sub-Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor harus melaksanakan pekerjaan
    diselaraskan dengan jadwal pelaksanaan pekerjaan Pelaksana
    Pekerjaan/Kontraktor, yang telah disetujui oleh Konsultan Pengawas dan
    Pemberi Tugas.
    Dalam hal Sub-Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor tidak mengindahkan
    teguran tertulis dari Pelaksana Pekerjaan/ Kontraktor dalam hal
    penyelarasan jadwal dengan pelaksana pekerjaan sub Pelaksana
    Pekerjaan/Kontraktor, dapat dikenakan sanksi, teguran dan denda.

22. Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor harus mematuhi segala peraturan dan
    ketentuan-ketentuan yang berlaku serta instruksi-instruksi tertulis yang



                                                                           44
            dikeluarkan oleh Pemerintah/Penguasa setempat sehubungan dengan
            pekerjaan yang dilaksanakan.

        23. Didalam melaksanakan pekerjaan ini, Pelaksana Pekerjaan/ Kontraktor
            harus:
            a. Memperhatikan, melaksanakan dan mengikuti semua ketentuan
               sehubungan dengan fungsinya sebagai koordinator pelaksanaan
               pekerjaan sepanjang ketentuan tersebut berhubungan dengan
               pelaksanaan kontrak ini.

            b. Bekerja sama dan saling tidak mengganggu dengan pihal lainnya (Sub-
               Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor lainnya dan pihak-pihak lain yang
               disetujui oleh Pemberi Tugas untuk melaksanakan pekerjaan tertentu)
               didalam melaksanakan pekerjaan yang merupakan bagian dari
               pembangunan proyek ini.

            c. Menjamin pihak-pihak lainnya sebagaimana tersebut di atas dari segala
               macam kerugian yang diderita oleh pihak lain tersebut didalam
               melaksanakan pekerjaan yang disebabkan oleh kelalaian dan kesalahan
               Sub Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor.

1.15.   Sub Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor
        1. Penunjukan Sub-Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor hanyalah dapat dilakukan
           dengan sepengetahuan dan rekomendasi tertulis dari Konsultan Pengawas
           serta mendapat persetujuan dari Pemberi Tugas.

        2. Apabila hasil kerja Sub-Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor tidak memenuhi
           semua persyaratan di dalam ini ataupun tidak memenuhi target prestasi yang
           harus dicapai pada suatu tahap pekerjaan, maka konsultan Pengawas berhak
           menginstruksikan kepada Pelaksana Pekerjaan/ Kontraktor untuk mengganti
           Sub-Pelaksana Pekerjaan/ Kontraktor tersebut dengan yang lain yang
           disetujui Konsultan Pengawas dan Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor harus
           menjalankan instruksi tersebut.

        3. Pelaksana Pekerjaan/ Kontraktor tidak dibenarkan untuk meninggalkan
           kewajibannya dengan cara menyerahkan kontrak ini sebagian atau
           seluruhnya kepada pihak lain (Sub-Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor) tanpa
           sei jin/persetujuan Pemberi Tugas.

        4. Apabila tidak disebutkan di dalam kontrak, maka Pelaksana
           Pekerjaan/Kontraktor tidak dibenarkan untuk men-sub-kan sebagian



                                                                                   45
            pekerajan yang menjadi kewajibannya tanpa persetujuan Pemberi Tugas dan
            Konsultan Pengawas.
            Dalam hal sudah mendapat persetujuan Pemberi Tugas dan Konsulta
            Pengawas, maka Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor Utama tetap bertanggung
            jawab penuh atas segala kelalaian dan kesalahan-kesalahan yang dibuat oleh
            subnya, sehingga kelalaian atau kesalahan tersebut merupakan kesalahan dari
            Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor itu sendiri.

        5. Sub pelaksana Pekerjaan/Kontraktor hanyalah pihak-pihak yang mempunyai
           kontrak langsung dengan Pelaksana Pekerjaan/ Kontraktor, yaitu dalam
           menyediakan dan mengerjakan bagian-bagian pekerjaan khusus sesuai
           dengan keahliannya.

        6. Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor Utama tetap bertanggung jawab sepenuhnya
           atas hasil pekerjaan Sub-Pelaksana Pekerjaan/ Kontraktor.

1.16.   Koordinasi Pelaksanaan di Lapangan
        1. Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor wajib dan bertanggung jawab untuk
           mengkoordinasikan pelaksanaan seluruh pekerjaan yang tercakup didalam
           proyek ini, termasuk didalamnya pelaksanaan pekerjaan para Sub Pelaksana
           Pekerjaan/Kontraktor, dan Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor harus mengikuti
           dan mentaati semua ketentuan sehubungan dengan fungsinya sebagai
           koordinator sebagaimana tersebut diatas.

        2. Tugas koordinasi tersebut meliputi :
           a. Memberi petunjuki dan pengerahan kepada para Sub-Pelaksana
               Pekerjaan/Kontraktor mengenai saat dimulai dan diselesaikannya suatu
               bagian dan atau keseluruhan pekerjaan dengan berpedoman kepada
               Master Schedule dan keadaan kondisi lapangan.

            b.   Mengatur dan memberi keleluasan kerja kepada para Sub-Pelaksana
                 Pekerjaan/Kontraktor dengan yang lainnya yang saling berkaitan agar
                 seluruh pekerjaan dapat dilaksanakan sebaik-baiknya.

            c.   Memberikan data tentang suatu bagian pekerjaan dimana Sub-Pelaksana
                 Pekerjaan/Kontraktor akan melakukan kegiatan mengenai pengukuran,
                 gambar detail dan sebagainya, sehingga pelaksana pekerjaan/Kontraktor
                 dapat mempersiapkan serta membuat rencana kerja terperinci yang tepat.

            d.   Memberi keleuasaan kepada para Sub-Pelaksana Pekerjaan/ Kontraktor
                 untuk memakai fasilitas peralatan dan fasilitas umum lainnya yang
                 dimiliki oleh Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor dengan ketentuan bahwa


                                                                                    46
                pada saat dibutuhkan fasilitas-fasilitas tersebut dalam keadaan tidak
                terpakai oleh Pelaksana Pekerjaan/ Kontraktor.

           e.   Mengadakan dan memimpin rapat persiapan dalam rangka koordinasi
                antar semua Sub Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor yang terlibat didalam
                proyek ini guna mencapai kesepakatan dan konsensus dalam rencana
                kerja dan/atau dalam membahas suatu masalah yang timbul sebelum
                diajukan ke dalam Rapat Lapangan.

        3. Sub Pelaksana Pekerjaan/ Kontraktor bertanggung jawab untuk mengganti
           kerugian yang diderita oleh Pelaksana Pekerjaan/ Kontraktor dan/ atau Sub
           Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor lainnya apabila pekerjaan Pelaksana
           Pekerjaan/Kontraktor Utama dan/atau Sub Pelaksana Pelaksana
           Pekerjaan/Kontraktor lainnya tersebut mengalami gangguan dan atau
           kerusakan yang disebabkan oleh kelelaian Sub Pelaksana Pekerjaan/
           Kontraktor tersebut.

1.17.   Instruksi Konsultan Pengawas
        1. Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor harus mematuhi dan melaksanakan semua
           instruksi tertulis yang dikeluarkan oleh Konsultan Pengawas. Apabila dalam
           waktu 2 (dua) hari sesudah menerima instruksi tersebut ternyata masih belum
           ada realisasinya, maka Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor akan diberi
           peringatan tertulis kedua oleh Konsultan Pengawas. Apabila dalam waktu 2
           (dua) hari setelah peringatan tertulis kedua dikeluarkan ternyata masih belum
           ada realisasi dari instruksi tersebut maka Pelaksana Pekerjaan/ Kontraktor
           dapat dikenakan denda seperti yang disebutkan dalam dokumen kontrak.

        2. Semua instruksi dari konsultan Pengawas harus dikeluarkan secara tertulis
           (instruksi tertulis). Suatu instruksi lisan bukan merupakan pekerjaan yang
           mutlak dan harus segera dilaksanakan. Oleh karena itu apabila dalam waktu 1
           (satu) hari tidak dikeluarkan instruksi tertulis, hal tersebut tidak perlu
           ditanggapi oleh Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor. Tetapi sebaliknya
           Pelaksana Pekerjaan/ Kontraktor bertanggung jawab penuh atas biayanya
           sendiri untuk segala pekerjaan yang telah dilaksanakannya tanpa adanya
           instruksi tertulis dari Konsultan Pengawas.

        3. Intruksi tertulis dari Konsultan Pengawas tersebut dapat berupa :
            - Teguran atas sesuatu cara pelaksanaan yang salah sehingga
                membahayakan bagi keteguhan konstruksi, atau pekerjaan finishing
                yang kurang baik atau hal-hal lain yang menyimpang dari persyaratan
                teknis dalam RKS dan gambar pelaksanaan;



                                                                                     47
            -   Instruksi untuk menyingkirkan material/bahan yang tidak memenuhi
                syarat dan harus diangkut keluar areal proyek;
            -   Instruksi untuk mengganti Pelaksana (foreman) dari kontraktor yang
                dianggap kurang mampu (un- skilled);
            -   Instruksi untuk suatu pekerjaan perubahan (Pengurangan dan
                penambahan pekerjaan) yang sudah waktunya dilaksanakan dengan
                segera;
            -   Instruksi untuk mengganti Sub-Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor yang
                dianggap kurang mampu, baik dari segi mutu kerja maupun kecepatan
                kerja;
            -   Instruksi untuk mempercepat pelaksanaan suatu bagian pekerjaan
                berupa penambahan tenaga kerja;
            -   Instruksi-instruksi lainnya yang termasuk dalam lingkup tugas
                Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor.

        4. Bilamana ada instruksi lain, Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor berhak untuk
           melaksanakan pekerjaan tersebut, atau mengadakan konfirmasi kepada
           Konsultan Pengawas. Tetapi sebaliknya Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor
           bertanggung jawab penuh atas segala pekerjaan yang telah dilaksanakan
           tanpa adanya instruksi tertulis dari Konsultan Pengawas.

1.18.   Bagan Kemajuan Pekerjaan dan Rencana Kerja
        1. 1 (satu) minggu setelah dinyatakan sebagai pemegang lelang,
           Pelaksana/Kontraktor harus telah siap dengan bagan skema kemajuan
           pekerjaan (progress schedule) sesuai dengan batas waktu maksimal yang
           telah ditetapkan dalam master schedule yang dibuat oleh Pelaksana
           Pekerjaan/Kontraktor Utama.
             Progress schedule tersebut harus disesuaikan dengan bagan yang disusun
             dan dilengkapi :
             a. Barchart (bagan secara konvensionil);
             b. Network Planning;
             c. Volume masing-masing pekerjaan;
             d. Man days (tenaga harian) yang diperlukan;
             e. S-curve;
             f. Gambar mengenai nilai dan harga pekerjaan-pekerjaan sesuai dengan
                skedul yang dibuat Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor.

        2. Dalam bagan kemajuan pekerjaan ini dicantu Pengawasan besarnya (volume)
           masing-masing pekerjaan dan waktu penyelesaian setiap item pekerjaan,
           sedangkan di dalam rencana kerja dicantumkan secara terperinci program
           setiap tahapan tentang kapasitas kerja, peralatan, tenaga kerja dan target per
           harinya.


                                                                                      48
        3. Dalam progress schedule, harus dibuat juga S-curve; gambaran mengenai
           nilai harga pekerjaan-pekerjaan sesuai dengan skedul yang dibuat pelaksana
           pekerjaan/Kontraktor.

           (S-curve tersebut ialah suatu diagram yang menggambarkan progress
           pekerajan terhadap skala waktu mulai dari awal sampai dengan penyelesaian
           proyek yang dihitung berdasarkan time schedule).

        4. Pelaksana pekerjaan/ kontraktor harus secara terpisah menyusun "Bagan
           Pengerahan Tenaga" dan "Bagan Penyediaan Bahan" yang diperlukan.

        5. Bagan-bagan tersebut harus diperlihatkan kepada Konsultan Pengawas untuk
           mendapatkan persetujuannya.

        6. Kelalaian dalam memasukkan bagan-bagan yang dimaksud dapat
           menyebabkan ditundanya permulaan pekerjaan. Akibat dari penundaan ini
           menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan/ Kontraktor seluruhnya.

        7. Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor wajib melaksanakan pekerjaan tersebut
           sesuai dengan patokan waktu yang telah disetujui bersama didalam
           menyusun bagan kemajuan pekerjaan. Demikian pula dengan pengerahan
           buruh dan bahan harus sesuai dengan personalia dan bahan yang ada.

        8. Bagan Kemajuan Pekerjaan dan S-curve sebagaimana tersebut diatas yang
           merupakan suatu target prestasi akan merupakan pedoman untuk
           mengadakan penilaian progress kerja Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor atas
           suatu target prestasi akan merupakan pedoman untuk mengadakan penilaian
           progress kerja pelaksana Pekerjaan/Kontraktor atas suatu tahap maupun
           keseluruhan pekerjaan apakah mengalami keterlambatan, tepat pada
           waktunya atau lebih cepat dari yang direncakanan dan hasil dari penilaian
           progress kerja ini akan dikaitkan dengan pembayaran kepada Pelaksana
           Pekerjaan/Kontraktor sebagaimana dicantumkan pada syarat-syarat umum
           ini.

        9. Jika diperlukan, maka Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor wajib membuat
           network planning dari kegiatan pembangunan tersebut.

1.19.   Rapat Koordinasi dan Rapat Lapangan
        1. Rapat Koordinasi
            - Rapat koordinasi diselenggarakan setidak-tidaknya 1 (satu) kali setiap
               bulan, dipimpin oleh Pemberi Tugas dan atau Konsultan Pengawas;



                                                                                  49
            - Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor harus hadir dalam rapat koordinasi yang
              setidaknya diwakili oleh Manager Proyek, Site Engineer dan Tenaga
              spesialis pekerjaan yang ada;
            - Dalam hal Manager Proyek berhalangan hadir maka diwajibkan untuk
              memperoleh ijin dengan alasan yang benar dan dapat dipertanggung
              jawabkan, serta menunjuk staf yang diberi kuasa sepenuhnya untuk
              mengambil keputusan-keputusan;
            - Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor diwajibkan menyelenggarakan rapat
              persiapan dalam rangka rapat koordinasi dengan para Sub-Pelaksana
              Pekerjaan/Kontraktor yang ada;
            - Konsumsi rapat koordinasi tersebut disiapkan oleh Pelaksana
              Pekerjaan/Kontraktor.

        2. Rapat Lapangan
            - Rapat lapangan diselenggarakan minimal 1 (satu) kali setiap minggu,
              dipimpin oleh Pemberi Tugas dan atau Konsultan Pengawas;
            - Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor harus hadir dalam rapat koordinasi yang
              setidaknya diwakili oleh Manager Proyek, Site Engineer dan Tenaga
              Spesialis pekerjaan yang ada;
            - Dalam hal Manager Proyek berhalangan hadir maka diwajibkan untuk
              memperoleh ijin dengan alasan yang benar dan dapat dipertanggung
              jawabkan, serta menunjuk staf yang diberi kuasa sepenuhnya untuk
              mengambil keputusan-keputusan;
            - Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor diwajibkan menyelenggarakan rapat
              persiapan dalam rangka rapat koordinasi dengan para Sub-Pelaksana
              Pekerjaan/Kontraktor yang ada;
            - Konsumsi rapat lapangan tersebut disediakan oleh Pelaksana
              Pekerjaan/Kontraktor.

1.20.   Laporan - Laporan
        1. Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor diwajibkan membuat catatan-catatan berupa
           "Laporan Harian" yang memberikan gambar dan catatan yang singkat dan
           jelas mengenai :
             - Tahap berlangsungnya pekerjaan;
             - Pekerjaan-pekerjaan yang dilaksanakan oleh Sub Kontraktor (jika
                 diijinkan);
             - Catatan dan perintah Konsultan Pengawas yang disampaikan tertulis
                 maupun lisan;
             - Hal ikhwal mengenai bahan-bahan (yang masuk, yang dipakai maupun
                 yang ditolak);




                                                                                  50
            -   Hal ikhwal mengenai keadaan pesanan barang-barang, baik di dalam
                maupun di luar negeri (pembukaan L/C, pengapalan, datangnya barang
                di pelabuhan dan sebagainya);
            -   Hal ikhwal mengenai pekerja dan sebagainya;
            -   Keadaan cuaca dan sebagainya.

        2. Setiap laporan harian pada tanggal yang sama harus diperiksa dan disetujui
           kebenarannya oleh petugas-petugas Konsultan Pengawas. Perselisihan
           mengenai ini mengekibatkan dihentikan sementara untuk diadakan
           pemeriksaan.

        3. Berdasarkan laporan harian tersebut, maka setiap minggu oleh Pelaksana
           Pekerjaan/Kontraktor dibuat "Laporan Mingguan" yang disampaikan
           langsung kepada Konsultan Pengawas.

        4. Salah satu tembusan laporan mingguan harus selalu ditempat pekerjaan agar
           dapat diteliti kembali oleh Konsultan Pengawas setiap saat.

        5. Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor diwajibkan membuat foto-foto dan video
           kegiatan proyek dalam bagian atau tahapan yang penting sesuai petunjuk
           Konsultan Pengawas sebagai dokumentasi proyek.
           Untuk setiap progress pelaksanaan pekerjaan disyaratkan minmum sebanyak
           36 eksemplar foto berwarna yang dicetak dalam ukuran post card.
           Sedangkan untuk video dipakai seti Betamax yang memuat seluruh proses
           pekerjaan di lapangan dan minimum membutuhkan 2 (dua) buah kaset, dan 2
           (dua) buah Video digital (VCD)
           Album foto berikut klisenya dan kaset video/vcd masing- masing diserahkan
           minimum sebanyak 3 (tiga) set kepada Pemberi Tugas.
           Semua biaya untuk pembuatan foto dan video tersebut menjadi
           tanggungjawab Pelaksana/Kontraktor.

        6. Berdasarkan laporan mingguan terakhir, Pelaksana Pekerjaan/ Kontraktor
           membuat "Laporan Bulanan" di dalam form yang ditentukan oleh
           Konsultan Pengawas.

1.21.   Perubahan Rencana
        1. Atas instruksi dan persetujuan Pemberi Tugas Konsultan Pengawas atau
           Konsultan Perencana berhak mengadakan suatu perubahan atas rencana yang
           telah ada dengan memberi instruksi tertulis kepada Pelaksana
           Pekerjaan/Kontraktor untuk dilaksanakan. Dalam hal ini Pelaksana
           Pekerjaan/Kontraktor haus bertanggungjawab atas pekerjaan yang tidak
           sesuai dengan instruksi tersebut.


                                                                                   51
        2. Yang dimaksud dengan perubahan tersebut adalah perubahan dari desain
           kualitas maupun kuantitas dari pekerjaan seperti yang tercantum dalam
           gambar-gambar kerja (Kontrak), berupa modifikasi maupun alternatif.
           Perubahan tersebut termasuk penambahan, pembatalan dan atau penggantian
           dari suatu pekerjaan, peralatan atau standard material.

        3. Kuantitas nilai dari semua perubahan akan dihitung oleh Direksi Lapangan
           menurut ketentuan yang berlaku di dalam kontrak ini dan apabila diperlukan
           Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor diberi kesempatan untuk mengikuti
           perhitungan yang dibuat. Untuk perhitungan nilai dan perubahan, metode
           atau cara berikut ini harus dipakai :
           a. Harga-harga yang tertera di dalam kontrak dipakai untuk menghitung
               nilai dari item pekerjaan yang bersifat sama.

           b.   Untuk item pekerjaan dimana sifatnya berbeda maka harga-harga yang
                tertera di dalam Penawaran merupakan dasar perhitungan, sepanjang
                nilai yang didapat adalah wajar.

1.22.   Penyerahan Pekerjaan
        1. Penyerahan pertama harus dilaksanakan selambat-lambatnya pada tanggal
           yang telah ditetapkan dalam surat perjanjian pemborongan, sesuai dengan
           penjelasan tentang waktu penyelesaian yang ditetapkan dalam aanwijzing.

        2. Perpanjangan waktu penyerahan hanya dapat diterima jika alasan-alasan
           tersebut sesuai dengan alasan-alasan yang diperkenankan dan tertulis dalam
           RKS.

        3. Rencana dan tanggal penyerahan pertama harus diajukan kepada Konsultan
           Pengawas, selambat-lambatnya 1 (Satu) minggu sebelum tanggal yang
           dimaksud, dimana Konsultan Pengawas akan mengadakan pemeriksaan
           seksama atas hasil keseluruhan sesuai dengan Dokumen Kontrak. Segala
           perubahan-perubahan yang terjadi dituangkan dalam as built
           drawing/installed drawing, dimana gambar tersebut diserahkan kepada
           Pemberi Tugas sebelum mengajukan termijn (tagihan) prestasi pekerjaan
           100%. Hasil pemeriksaan ini akan disampaikan kepada Pelaksana Pekerjaan/
           Kontraktor. Sebelum penyerahan pertama, pemeriksaan dapat diadakan lebih
           dari satu kali. Pada saat-saat pemeriksaan maupun penyerahan dibuat Berita
           Acara.

        4. Keadaan yang dapat digunakan sebagai alasan dalam mengajukan
           permohonan perpanjangan waktu penyelesaian atau pengunduran waktu
           penyerahan adalah keadaan- keadaan Force Majeure.


                                                                                  52
         5. Keadaan Force Majeure yang dimaksud adalah :
             - banjir;
             - hujan terus menerus dari hari ke hari;
             - kebakaran;
             - demonstrasi dan pemogokan yang langsung berpengaruh terhadap
               jalannya pekerjaan;
             - dan keadaan lain menurut pertimbangan Konsultan Pengawas yang
               disetujui oleh Pemberi Tugas.

         6. As built drawing harus dibuat oleh Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor secara
            bertahap sesuai dengan pekerjaan yang dilaksanakan untuk kebutuhan
            pemeriksaan setiap saat.
            As built Drawing harus dibuat dengan gambar digital (Autocad)

         7. Dalam penyerahan pertama tersebut disertakan pula Surat Pernyataan,
            Sertifikat dan Surat Jaminan dari masing-masing pekerjaan yang telah
            dilaksanakan, sertifikat yang dikeluarkan oleh instalasi yang
            terkait/berwenang seperti Depnaker.

1.23.    Penyelesaian dan Masa Pemeliharaan
        1. Setelah pekerjaan dianggap terlaksana 100%, maka pihak Konsultan
            Pengawas     dan     Pelaksana     Pekerjaan/Kontraktor bersama-sama
            menandatangani suatu Berita Acara Penyerahan I. Bertepatan dengan ini
            berlangsunglah penyerahan pekerjaan pertama.

        2.   Masa pemeliharaan adalah 90 (Sembilan puluh) hari kalender, terhitung sejak
             tanggal dilakukannya penyerahan pertama pekerjaan dari Pelaksana
             Pekerjaan/Kontraktor kepada Pemberi Tugas.

        3.   Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor bertanggungjawab untuk mengganti atau
             memperbaiki cacat-cacat maupun kekurangan-kekurangan yang timbul dalam
             masa pemeliharaan yang disebabkan oleh pemakaian bahan-bahan maupun
             kualitas pekerjaan yang tidak memenuhi ketentuan-ketentuan di dalam
             kontrak.

        4.   Penggantian ataupun perbaikan harus dilaksanakan secepat mungkin setelah
             ditemukannya cacat-cacat atau kekurangan-kekurangan tersebut. Apabila hal
             ini tidak segera dilakukan, Konsultan Pengawas berhak untuk menunjuk
             pihak lain untuk melaksanakan perbaikan tersebut dan biaya untuk itu
             merupakan beban Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor.




                                                                                     53
        5.   Jika Pemberi Tugas menganggap perlu, ia boleh mengeluarkan instruksi agar
             Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor memperbaiki segala cacat, susut dan
             kesalahan lainnya yang akan timbul dalam masa pemeliharaan, dan yang
             akan disebabkan oleh bahan-bahan dan cara-cara pelaksanaan yang tidak
             sesuai dengan Kontrak.

        6.   Setelah semua instruksi perbaikan selesai dilaksanakan, maka dibuatkan
             Berita Acara.

        7.   Setelah masa pemeliharaan dilampui dan sesudah semua perbaikan-perbaikan
             dilaksanakan dengan baik, konsultan Pengawas akan mengeluarkan
             rekomendasi mengenai selesainya pekerjaan dan perbaikan yang berarti
             penyerahan kedua dari pihak Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor kepada Pemilik
             Proyek.

1.24.    Pekerjaan Tambah Kurang
         1. Pekerjaan tambah kurang sebagai akibat dari adanya perubahan rencana/
            desain dituangkan dalam Berita Acara tersendiri dan baru bisa dibayarkan
            setelah pekerjaan selesai 100% (penyerahan pertama peker jaan).

         2. Apabila pekerjaan tambah kurang selesai sebelum penyerahan pertama
            pekerjaan, maka dalam Berita Acara Pemeriksaan dan Penyerahan Pertama
            Pekerjaan tersebut sudah termasuk Berita Acara Tambah Kurang.

         3. Apabila pekerjaan tambah kurang selesai setelah penyerahan pertama
            pekerjaan, mak apengajuan pekerjaan tambah kurang yang dituangkan dalam
            Berita Acara di lampiri dengan Berita Acara Pemeriksaan dan Penyerahan
            Pertama Pekerjaan.




                                                                                    54
III. 2. PERSYARATAN TEKNIS
       2. 1. Penjelasan Umum
             Lingkup Pekerjaan yang akan dilaksanakan pada tahap ini adalah :
             Pekerjaan Sipil & Struktur, Pekerjaan Architecture, Pekerjaan Tapak, Pekerjaan
             Plumbing,& Sanitasi, Pekerjaan Mekanikal & Electrikal, Pekerjaan Elektronik.

            Untuk memahami serta menghayati secara sempurna seluruh seluk beluk
            pekerjaan ini, Kontraktor wajib mempelajari secara teliti, dari Gambar, RKS dan
            BQ, serta Berita Acara Aanwijzing dan ketentuan tertulis lainnya (bila ada).

      2. 2. Penggalian dan Penimbunan
            a. Umum
               Bagian ini meliputi semua pekerjaan penggalian penimbunan kembali/pen-
               gurugan pada bawah lantai, pengerjaan tanah kasar dan akhir pipa-pipa sub
               drainage serta pekerjaan-pekerjaan yang berhubungan dengan itu, sesuai
               dengan gambar-gambar dan persyaratan teknis. Penggalian dan penimbunan
               kembali untuk pekerjaan mekanikal dan elektrikal termasuk bab ini.

            d. Referensi : AASHO T 99

            e. Pelaksanaan
                 1) Penggalian
                     a. Penggalian harus dilakukan untuk mencapai garis elevasi
                        permukaan dan kedalaman-kedalaman yang perlu untuk pondasi,
                        lantai dan lain-lain yang dipersyaratkan atau diperlihatkan
                        maupun diindikasikan pada gambar-gambar dengan cara yang
                        sedemikian sehingga persyaratan dari pekerjaan selanjutnya
                        terpenuhi.
                     b. Penggalian akan mencakup pemindahan tanah serta batu-batuan
                        dan bahan lain yang dijumpai dalam pengerjaan.
                     c. Penggalian untuk pondasi harus mempunyai lebar yang cukup
                        untuk membangun maupun memindahkan rangka/be kisting yang
                        diperlukan, dan juga untuk mengadakan pembersihan.
                     d. Kalau ternyata dijumpai kondisi yang tak memuaskan pada
                        kedalaman yang diperlihatkan dalam gambar-gambar, penggalian
                        harus dilanjutkan, diperbesar atau diubah sampai disetujui
                        Konsultan Pengawas. Jika terjadi hal yang demikian, maka
                        pekerjaan ini dinilai sebagai pekerjaan tambah.
                     e. Kalau terjadi kesalahan dalam penggalian tanah untuk dasar
                        pondasi sehingga dicapai kedalaman yang melebihi apa yang
                        tertera dalam gambar, maka kelebihan dari pada galian harus



                                                                                        55
                    diurug kembali dengan pasir. Biaya akibat pekerjaan tersebut
                    ditanggung oleh Kontraktor.
                 f. Lapisan atau hasil galian daerah pembangunan yang dapat
                    dipakai kembali akan ditimbun ditempat yang ditunjuk untuk
                    digunakan dalam pekerjaan landscaping
                 g. Kalau dijumpai akar-akar/bahan yang bisa melapuk pada
                    kedalaman yang diperlihatkan dalam gambar-gambar maka
                    akar/bahan-bahan tersebut harus diangkat dan diurug dengan pasir
                    sampai padat.

            a. Penimbunan
               a. Seluruh bagian site yang direncanakan untuk perletakan bangunan
                   dan daerah pertamanan harus ditimbun sampai mencapai
                   ketinggian yang ditentukan, tanah timbunan harus cukup baik,
                   bebas dari sisa-sisa (rumput, akar-akar dan lain-lainnya) dan dapat
                   mencapai nilai CBR minimal 4 % rendam air. Dalam hal ini harus
                   mengikuti petunjuk-petunjuk pengawas teknik.
               b. Penimbunan harus dilakukan lapis berlapis setebal maksimal 30
                   cm hamparan setiap lapisan.
               c. Penggilingan lapisan harus mencapai kepadatan 95 % dari
                   standard proctor laboratorium pada kadar air yang optimum
                   dengan pemeriksaan kepadatan standard PB.0111.76 Manual
                   pemeriksaan bahan jalan No. 01/MN/BM/1976. Untuk lapisan
                   yang paling atas/akhir kepadatan harus mencapai 98 %.

            a.   Penimbunan Kembali.
                 Semua penimbunan kembali di bawah atau disekitar bangunan dan
                 pengerasan harus sesuai dengan gambar rencana. Material untuk
                 penimbunan harus memenuhi spesifikasi ini.

2. 3   Pekerjaan Pondasi
       a. Umum
          Bagian ini meliputi penyediaan peralatan, tenaga kerja dan pemasangan
          semua pekerjaan pondasi, baik pondasi Foot Plat, plat beton atau batu kali,
          dan pondasi lainnya yang ukurannya sesuai dengan gambar, kecualii diten-
          tukan lain oleh Konsultan Pengawas sehubungan dengan kondisi lapangan.

       b. Lingkup Pekerjaan
          Meliputi pembuatan , pondasi Foot Plat lengkap dengan peralatan bantunya,
          batu kali, dan pondasi lainnya sesuai dengan gambar-gambar yang ditun-
          jukkan.



                                                                                   56
      c. Referensi
           − Pekerjaan pasangan batu kali;
           − NI-2 (1971) Peraturan Beton Bertulang Indonesia;
           − NI-3 (1970) Peraturan Umun Bahan Bangunan di Indonesia;
           − NI-8 Peraturan Semen Portland Indonesia.

      d. Material
          − Batu kali harus sesuai dengan Spesifikasi ini.
          − Beton Harus Sesuai Dengan Dengan Spesifikasi Ini.

      e. Pelaksanaan
         Sebelum pelaksanaan pengboran pondasi Kontraktor dengan Pengawas
         lapangan harus menentukan titik awal pelaksanaan. Pondasi batu kali dan
         pondasi lainnya,semua pelaksanan pekerjaan harus bertaraf kelas I dan
         mengikuti semua batas-batas maupun ukuran-ukuran yang ada dalam
         gambar perencanaan, dengan toleransi ukuran maupun penyesuaian ukuran
         yang harus disetujui oleh Konsultan Pengawas.

2. 4 . Drainase
       a. Lingkup Pekerjaan
          Kontraktor harus mengatur pekerjaan drainage sedemikian sehingga aliran air
          hujan, air bekas dari lavatory, floor drain atau dari sumber-sumber lain, se-
          lama dan sesudah pekerjaan selesai, berjalan baik dan lancar. Untuk
          menghindarkan kerusakan pekerjaan, Kontraktor harus mengusahakan alat-
          alat untuk melindungi pekerjaan tersebut, misalnya pompa air, selokan
          pembuang an atau saluran-saluran penyimpanan air dan sebagainya.

      b. Umum
         Pekerjaan beton untuk gorong-gorong, selokan-selokan, bak kontrol dan
         saluran drainage serta untuk pekerjaan beton lainnya supaya mengikuti
         ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam P.B.I.1971, baik me
         ngenai persyaratan material, persiapan dan cara-cara   pelaksanaannya,
         acuan dan lain-lainnya.

      c. Macam Pekerjaan
         Macam pekerjaan drainage meliputi pelaksanaan pemasangan gorong-
         gorong/urung-urung, selokan-selokan, pemasangan bak kontrol, saluran
         penyambung dari jalan ke selokan dan saluran air sesuai dengan Spesi
         fikasi lainnya tentang pekerjaan tersebut dan dalam batas-batas kedudukan,
         kemiringan dan dimensi seperti yang tercantum dalam gambar perencanaan
         dan atau petunjuk Konsultan Pengawas selanjutnya. Pekerjaan inijuga
         mencakup pembongkaran gorong-gorong atau saluran-saluran yang telah ada

                                                                                    57
         sebelumnya kecuali Konsultan Pengawas menentukan bahwa selokan-
         selokan tersebut masih dapat dipakai lagi.
            1) Gorong-Gorong
                Pekerjaan pemasangan gorong-gorong, menggunakan saluran dari
                beton, batu kali dan bata berbentuk "U" dan ditutup dengan pelat
                beton seperti pada gambar dengan ukuran seperti tercantum pada
                gambar perencanaan dan dibuat dari beton mutu K.175.

           2)   Bak Kontrol (Control Box)
                Pada tempat-tempat tertentu, seperti yang tercantum dalam Gambar
                perencanaan, Kontraktor harus membuat Bak Kontrol (Control Box)
                untuk mengontrol kecepatan air dan mencegah adanya erosi ke
                saluran penampungan.

                Kontraktor hendaknya meneliti semua gambar-gambar Perencanaan
                sebelum memulai pekerjaan. Apabila terdapat perbedaan-perbedaan
                antara Gambar Perencanaan dengan Site, Kontraktor harus
                menanyakan pada Konsultan Pengawas, dan Kontraktor harus
                membuat gambar-gambar Revisi dengan persetujuan Konsultan
                Pengawas.

                Kontraktor harus mengikuti Gambar-gambar Perencanaan mengenai
                ukuran-ukuran, letak bak kontrol, elevasi, arah pengaliran dan
                dimensi-dimensi lainnya dan apabila terdapat ukuran-ukuran yang
                kurang jelas, Kontraktor harus mengikuti semua petunjuk-petunjuk
                Konsultan Pengawas.

2. 5. Sistim Aliran Air Hujan
      a. Umum
          Bagian ini meliputi pengadaan jaringan saluran air hujan, termasuk
          penggalian, penimbunan kembali struktur yang bersangkutan dengan jaringan
          ini.

     b. Material
         1) Adukan, yang dipakai adalah campuran dari 1 pc : 2 ps dengan air
              untuk menghasilkan kepadatan adukan yang tepat untuk type
              sambungan.

           2)   Beton, yang dipakai sesuai dengan persyaratan pada pekerjaan beton.




                                                                                 58
           3)   "Sealer", untuk sambungan-sambungan pipa adalah gasket karet
                (rubber gasket), kecuali disebutkan / ditunjukkan lain dalam gambar
                atau persyaratan.

           4)   Pipa air hujan, kecuali disebutkan lain, maka pipa air hujan yang
                dipakai adalah pipa PVC type AW yang mempunyai ukuran
                minimum sesuai dengan standard Indonesia.

        Untuk keseluruhan sistim, hanya boleh dipakai satu type pipa merk
        "PRALON", "WAVIN”, "RUCHIKA" atau yang setaraf.

     c. Pelaksanaan
          1) Dimana "gravity flow sewer" menyilang diatas pipa air, maka pipa
              "Sewer " ini harus dibungkus dengan beton pada jarak 3 meter pada
              tiap sisi pipa air. Ketebalan beton ini, termasuk beton pada
              sambungan pipa-pipa tidak boleh kurang dari 1 cm.
          2) Ssemua sambungan harus diseal kencang dengan menggunakan
              gasket karet.
          3) "Cradle" beton.
              Pipa-pipa ini harus didukung oleh suatu "cradle" beton ditempat-
              tempat sesuai dengan gambar atau petunjuk Konsultan Pengawas.
              Beton ini mempunyai campuran 1pc : 3ps : 5 kr
          4) Untuk sambungan-sambungan "Y" harus dipakai sam bungan jadi
              buatan pabrik, pemotongan pipa-pipa untuk dipakai sambungan tidak
              diperbolehkan kecuali dalam hal-hal istimewa atas persetujuan
              Konsultan Pengawas.

2. 6. Pekerjaan Beton
      a. Umum
         Bagian ini meliputi pengadaan dan pemasangan dari semua macam beton
         biasa, beton bertulang dengan penulangannya, bekisting, finishing dan
         pekerjaan-pekerjaan lain sesuai dengan gambar-gambar dan persyaratan.

     b. Referensi
        Kecuali ditentukan lain, maka semua pekerjaan beton harus mengikuti
        ketentuan-ketentuan seperti yang tertera dalam :
          − NI-2
          − NI-3
          − NI-5
          − NI-8




                                                                                59
c. Material
   Semua bahan yang dipergunakan dalam pekerjaan ini terdiri dari :
     1) Agregat
         Agregat harus terdiri dari gradasi-gradasi yang terhalus sampai kasar
         dan harus sesuai dengan persyaratan didalam NI-2, Bab 3.3, Bab 3.4
         dan Bab 3.5.
         Agregat harus disimpan sedemikian rupa sehingga bebas dari
         kontaminasi oleh bahan-bahan yang dapat merusak. Agregat halus
         (pasir) dan agregat kasar (koral atau split) harus disimpan dalam
         tempat-tempat yang terpisah.

     2)   Semen
          Semen yang dipakai harus dari mutu terbaik seperti disyaratkan
          dalam NI-8, Bab 3.2.
          Kontraktor harus mengusahakan agar satu merek semen saja yang
          dipakai untuk seluruh pekerjaan beton.
          Semen ini harus dibawa ketempat pekerjaan dalam zak yang tertutup
          oleh pabrik dan terlindung.
          Penyimpanannya harus dilaksanakan dalam tempat yang tidak terkena
          air (dengan lantai terangkat) dan ditumpuk dalam urutan pengiriman.
          Tinggi penumpukan tidak boleh lebih dari 2 m. Semen yang rusak
          atau tercampur apapun tidak boleh dipakai.

     3)   Pembesian/Penulangan.
          Besi penulangan beton harus disimpan dengan cara-cara sedemikian
          rupa, sehingga bebas dari hubungan langsung dengan tanah lembab
          maupun basah, aspal, oli/minyak gemuk (fat).
          Juga besi penulangan harus disimpan berkelompok berdasarkan
          ukuran masing-masing.

          Besi penulangan harus sesuai dengan persyaratan dalam NI-2 Bab
          3.7 yang dinyatakan sebagai U-32, sesuai dengan keterangan pada
          gambar perencanaan.
          Kawat Pengikat Harus berukuran minimal garis tengah 1 mm seperti
          yang disyaratkan dalam NI-2 Bab 3.7.

     4)   Air
          Air yang dipakai untuk pengecoran harus bersih sesuai dengan
          persyaratan dalam NI-2 Bab 3.6.
          Sebelum air untuk pengecoran beton dipergunakan, harus terlebih
          dulu diperiksa pada Laboratorium Penelitian Masalah Air.



                                                                           60
d. Pelaksanaan
     1) Proporsi
         Kecuali disebutkan lain, maka campuran beton harus sedemikian rupa
         sehingga mencapai kekuatan tekan beton karakteristik 225 kg/cm
         kecuali disebutkan lain pada gambar perencanaan.

          Sebelum pelaksanaan pekerjaan, Kontraktor harus mengadakan trial
          test yang dapat membuktikan bahwa mutu beton yang disyaratkan
          dapat tercapai. Dari hasil trial test tersebut ditentukan oleh Konsultan
          Pengawas "Deviasi Standard" yang akan dipergunakan untuk
          menilai mutu beton selama pelaksanaan, sesuai dengan syarat-syarat
          PBI-71 Pasal 4.6 dan 4.7.

     2)   Pengecoran Beton
          Kotoran-kotoran dan bahan-bahan lain harus di buang dari dalam
          bekisting. Alat-alat pengaduk (beton molen) dan alat pembawa harus
          bersih.

          Penulangan harus dimatikan pada posisinya dan diperiksa sebelum
          pengecoran dilakukan.

          Konsultan Pengawas harus menerima pemberitahuan minimal 2x24
          jam sebelum pengecoran dilakukan, agar pemeriksaan dan perse-
          tujuan dapat diberikan pada waktunya.

          Pelaksanaan pengecoran harus sesuai dengan persyaratan dalam PBI
          1971 kecuali dipersyaratkan lain. Beton tidak boleh dijatuhkan dari
          ketinggian lebih dari 1,5 meter dan segera sesudah pengecoran,
          lapisan-lapisan beton ini harus dipadatkan dengan penggetar (internal
          concrete vibrator).

          Tidak diperbolehkan melakukan pengetokan untuk hal ini.
          Kecepatan vibrator dalam adukan harus tetap dan lebih besar dari
          7000 impuls per menit. Penggunaan alat penggetar tidak boleh
          mengenai besi penulangan. Pemadatan dengan penggetaran ini harus
          dilaku kan sesuai dengan PBI 1971 Bab 6.4.

     3)   Penyambungan Beton
          Sebelum melanjutkan pengecoran pada beton yang telah mengeras,
          permukaan yang lama dibersihkan dan dikasarkan, bekisting harus
          dikencangkan kembali dan penyambungannya dengan menggunakan
          air semen jika umur beton lebih dari 3 hari penyambungannya harus


                                                                               61
     menggunakan Bonding Agent yang disetujui oleh Konsultan
     Pengawas.

4)   Slump
     Slump yang diizinkan untuk beton dalam keadaan mix yang normal
     adalah sesuai dengan PBI 1971 Bab 4.4, Pemakaian nilai slump harus
     teratur dan disesuaikan dengan kebutuhannya; misalnya, untuk
     daerah-daerah yang pembesiannya rapat dipergunakan slump yang
     tinggi.

5)   Lantai Kerja
     Semua beton yang berhubungan dengan tanah sebagai dasarnya,
     harus diberikan pasir 10 cm dan lantai kerja 5 cm, dengan adukan
     1:3:5 di bawah konstruksi beton tersebut.

     Sebelum pengecoran lantai kerja dilakukan, lapisan pasir tersebut
     harus dipadatkan terlebih dahulu.

6)   Kolom dan Balok Praktis
     Kontraktor harus memberikan/merencanakan kolom-kolom praktis
     untuk pemasangan dinding seluas 12 mý atau dimana dianggap perlu
     harus dipasang kolom praktis.

7)   Pemeliharaan Beton
     Beton yang sudah dicor pada tempatnya harus di jaga agar selalu
     lembab dengan jalan menutup beton dengan karung basah atau
     menyiram dengan air secara rutin, sehingga beton berumur satu
     minggu. Pada umur 24 jam harus dijaga dari air hujan yang deras, air
     mengalir, getaran-getaran dan sinar matahari.

8)   Masa Pelaksanaan
     Selama masa pelaksanaan, mutu beton harus diperiksa secara
     kontinyu dari hasil-hasil pemeriksaan benda uji.
     Paling sedikit setiap 5 m3 beton harus dibuat benda uji untk ditest di
     laboratorium.
     Penyerahan dan pengambilan benda uji harus disertai Konsultan
     Pengawas.

     Jumlah benda uji yang dibuat sesuai dengan permintaan Konsultan
     Pengawas.




                                                                        62
           Setelah berumur 7 (tujuh) hari, benda uji harus diperiksa kekuatan
           tekannya di laboratorium. Ketentuan-ketentuan lainnya sesuai PBI
           1971 Bab 4.7 harus dipenuhi.

     9)    Pemeriksaan Lanjutan
           Apabila hasil pemeriksaan pada Bab 4.7 PBI 1971 masih meragukan,
           maka pemeriksaan lanjutan dilakukan dengan menggunakan concrete
           gun atau kalau perlu dengan core drilling untuk meyakinkan penilaian
           terhadap kwalitas beton yang sudah ada, sesuai pasal 4.8 PBI 1971.

           Biaya pekerjaan dalam pasal-pasal ini menjadi tanggungan Kon-
           traktor. Hal-hal yang bersangkutan dengan mutu beton hendaknya
           mengikuti NI-2 pasal yang bersangkutan.

e. Bahan Additive
   Pemakaian bahan additive harus disertai percobaan laboratorium guna
   mendapatkan hasil yang baik yang disetujui Konsultan Pengawas. Bahan
   additive ini harus memenuhi persyaratan ASTM atau JIS.

f. Bekisting
    1) U m u m
        Bekisting harus direncanakan, dilaksanakan dan diusahakan
        sedemikian rupa agar pada waktu pe ngecoran dan pembongkaran
        tidak mengakibatkan cacat-cacat, gelombang-gelombang maupun
        perubahan-perubahan bentuk, ukuran-ukuran, ketinggian-ketinggian
        serta posisi daripada beton yang dicor.

          Perencanaan pelaksanaan, serta pembongkaran bekesting harus sesuai
          dengan cara-cara yang di sarankan dan kriteria didalam NI-2 Bab 5.8.
          Permukaan bekisting yang berhubungan dengan beton harus benar-
          benar bersih sebelum digunakan.

          Perencanaan
          Penyangga-penyangga harus diberi jarak antara, yang dapat mencegah
          defleksi bahan-bahan bekisting. Bekisting beserta sambungan-
          sambungannya harus rapat sehingga dapat mencegah kebocoran-
          kebocoran adukan selama pengecoran. Lubang-lubang permukaan
          sementara harus disediakan didalam bekisting untuk memungkinkan
          pembersihan bekisting.




                                                                            63
2) Referensi
   Seluruh bekisting harus mengikuti persyaratan- persyaratan dalam
   normalisasi NI-2 dan NI-3.

3) M a t e r i al
   Bekisting untuk Beton
   Seluruh bekisting untuk beton harus terbuat da ri Multiplex 12 mm dan
   balok ukuran 5/10 digunakan pada rangka utama dan kaso 5/7 untuk
   rangka pengisi, kecuali dipersyaratkan lain oleh Konsultan Pengawas.

   Sebelum pemasangan bekisting, kontraktor harus memberikan gambar
   perencanaan bekisting secara lengkap untuk disetujui Konsultan
   Pengawas.

   Syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk pemakaian bekisting beton
   adalah sebagai berikut:
    a) Tidak akan mengalami deformasi, sehingga bekisting harus
         cukup tebal dan terikat kuat.
    b) Harus kedap air dengan menutup semua celah- celah secara
         mekanis atau dengan bahan kimia.
    c) Tahan terhadap getaran vibrator dari luar maupun dari dalam
         bekisting.
    d) Permukaan bekisting harus rata dan licin serta diberi releasing
         agent yang disetujui oleh Konsultan Pengawas.
    e) Ukuran jarak harus disesuaikan dengan renca na dalam gambar.

4) Pembongkaran Bekisting
   Bekisting harus dibongkar dengan cara sedemiki an rupa sehingga
   dapat menjamin keselamatan pe nuh atas struktur-struktur yang dicetak
   dengan memperhatikan persyaratan-persyaratan minimum sebagai
   berikut :

   Bagian struktur beton vertikal boleh dibongkar bekistingnya setelah 7
   hari, dengan syarat bahwa betonnya telah cukup keras dan tidak cacat
   karena pembongkaran tersebut.

   Bagian struktur beton yang disangga dengan penumpu tidak boleh
   dibongkar, sebelum betonnya mencapai kekuatan yang cukup untuk
   menyangga beratnya sendiri dan beban-beban pelaksanaan atau beban-
   beban lain yang akan menimpa bagian struktur beton tersebut.




                                                                      64
                Dalam hal apapun bekisting pada jenis struktur ini tidak boleh
                dibongkar sebelum berumur 14 hari, demikian juga bekisting-bekisting
                yang dipakai untuk mematangkan (curing) beton tidak boleh dibongkar
                sebelum beton ditentukan matang.

            5) Contoh-Contoh
               Sebelum pelaksanaan pemasangan, lebih dahulu Kontraktor harus
               memberikan contoh-contoh material yang akan dipakai guna
               mendapatkan persetujuan Konsultan Pengawas.

            6) Koordinasi Dengan Pemasangan Instalasi
               Sebelum pengecoran dimulai, Kontraktor harus sudah mengkoor-
               dinasikan pemasangan letak-letak instalasi listrik, plumbing dan lain-
               lain.

2. 7.   Pekerjaan Kayu ( Kasar dan Halus)
        a. Umum
           Bagian ini meliputi pengadaan dan pemasangan kayu-kayu dengan
           pembagian sebagai berikut :

           Kayu Kasar     : digunakan untuk rangka-rangka plafond, rangka atap dan
                            pekerjaan lain yang menggunakan kayu kasar.

           Kayu halus     : digunakan untuk panel pintu, langit-langit /lambrisering
                            dan pekerjaan pekerjaan lain yang menggunakan kayu
                            halus.

           Bila tidak dipersyaratkan lain secara khusus, maka dalam Spesifikasi ini
           termasuk juga pekerjaan-pekerjaan kayu lainnya yang tercantum dalam
           gambar peren canaan dan persyaratan Konsultan Pengawas.

        b. Referensi
           Seluruh pekerjaan kayu harus sesuai dengan :
           - NI - 5 1961
           - NI - 3 1970
           Dan persyaratan-persyaratan lain dalam spesifikasi ini.

        c. Material
           Kayu yang dipakai untuk pekerjaan kayu halus minimal harus setaraf
           dengan kayu "kamper" samarinda yang mempunyai kelas keawetan III dan
           kelas kuat II sesuai dengan NI-5 dan kayu kasar menggunakan Kayu
           BORNIO. Kayu-kayu yang akan digunakan harus tanpa cacat dan harus


                                                                                  65
bebas dari mata kayu. Kayu yang akan digunakan harus diawetkan dan
diberi bahan anti rayap (larutan 2% chlordane) dengan dosis 200 cc larutan
per mý permukaan kayu.
Contoh dari kayu-kayu ini harus diberikan kepada Konsultan Pengawas
untuk disetujui penggunaannya.

 1) Ukuran Dan Pola
    Kayu harus mempunyai 4 (empat) sisi permukaan dan ukuran diambil
    dari kayu yang sudah terserut dan struktur kayu ini sesuai dengan NI-5.

    Kayu-kayu yang dikerjakan harus mengikuti pola-pola sesuai yang
    tertera pada gambar perencanaan dan di utamakan untuk kayu halus
    harus terserut rapi tanpa ada cacat atau lubang-lubang.

 2) Kadar Air
    Pada waktu penyerahan di lapangan kerja, kayu-kayu hanya boleh
    mengandung kadar air maksimum 25% untuk ukuran tebal lebih dari 7
    cm dan kadar air maksimum 19% untuk tebal kurang dari 7 cm.

 3) Perlindungan
    Semua kayu yang akan digunakan harus sudah diawetkan sesuai
    persyaratan dalam NI-5 daan NI-3.

 4) Plywood dengan Veneer (Teakwood)
    Plywood dengan lapisan veneer lebih kurang 1 mm dari jenis "Teak"
    atau "Rose Wood" yang terekat ke badan plywood dan dipasang pada
    daerah-daerah sesuai gam bar perencanaan.
    Bahan-bahan yang dipakai harus produksi lokal dengan kwalitas
    terbaik.

 5) Formika
    Tebal minimum 1,5 mm dengan tebal laminasi 0,5 mm kwalitas setaraf
    produksi "Formica" USA.
    Type dan bentuk akan ditentukan oleh Konsultan Pengawas.

 6) Pengikat-pengikat
    Bahan pengikat digunakan dari paku galvanis, baut atau plat besi
    sesuai dengan NI-5 Bab VI, pasal 14, 15 dan 17. Bahan perekat yang
    digunakan harus terbu at dari lem tahan air setaraf dengan merk
    "HERFERIN".




                                                                        66
        d.   Penegerjaan
             Semua pengerjaan harus bertaraf kelas satu dengan hasil yang baik dan
             rapih. Untuk profil panjang ha rus menggunakan mesin-mesin untuk
             pemotongan.

             Semua lubang-lubang/cacat ditempat bekas paku, baut dan sebagainya
             harus ditutup dengan dempul hingga rapi kembali.

2. 8.   Pekerjaan Pasangan
        a. Pasangan Bata Hebel
            1) U m u m
               Bagian ini meliputi penyediaan bahan-bahan, pemasangan dan semua
               pekerjaan pasangan bata seperti yang tertera pada gambar-gambar.

                Pelaksanaan pemasangan harus benar-benar mengikuti garis-garis
                ketinggian, bentuk-bentuk seperti yang terlihat pada gambar-gambar
                dan seperti yang dipersyaratkan dalam Spesifikasi ini.

             2) Referensi
                Persyaratan-persyaratan standard mengenai pekerjaan ini tertera pada
                P.U.B.I, NI-3 1970 dan NI-10 1973.

             3) Material
                a) Anker-anker dan pengikat-pengikat harus dibuat berdasarkan
                   perencanaan yang disetujui Konsultan Pengawas dan kecuali tidak
                   disebutkan lain maka terbuat dari baja.

                b) Bata harus baru, keras dan dipasang dengan adukan 1 pc : 4 pasir.
                   Untuk daerah toilet dan daerah yang harus menggunakan kedap air,
                   digunakan adukan 1 pc : 2 pasir.
                   Ukuran bata adalah 10cm x 20 cm x 40 cm dengan toleransi
                   ukuran 0,5 cm.

             4) Pengerjaan Dan Penyimpana
                Bahan-bahan untuk pengerjaan pasangan harus disimpan dengan cara-
                cara yang disetujui Konsultan Pengawas, untuk menghindarkan dari
                segala hal yang dapat mengakibatkan kerusakan bahan tersebut.

             5) Contoh-Contoh
                Contoh bahan yang diusulkan untuk dipakai harus diserahkan kepada
                Konsultan Pengawas dan persetujuan atas bahan-bahan tersebut harus
                sudah didapat sebelum bahan yang dimaksud dipergunakan.


                                                                                  67
        Pengambilan contoh atas bahan-bahan yang telah ada di lapangan akan
        dilakukan sewaktu-waktu sesuai dengan kebutuhan Konsultan
        Pengawas guna keperluan pengujian.

     6) Pemasangan
        Pemasangan batu-bata harus dipasang rata, tegak dan lajur
        penaikannya diukur tepat dengan tiang lot, kecuali bilamana tidak
        diperlihatkan dalam gambar-gambar maka setiap lajur bata harus putus
        sambungan dengan lajur dibawahnya.
        Pola ikatan pasangan harus terjaga baik diseluruh pekerjaan.

b.   Pasangan Batu Kali
     1) U m u m
        Bagian ini meliputi pengadaan dan pemasangan semua pondasi batu
        kali atau bagian-bagian lain yang menggunakan batu kali, sesuai
        dengan gambar dan persyaratan di sini.

     2) Referensi
        Pekerjaan ini harus sesuai dengan P.U.B.I NI-3 1970.

     3) Material
        a) B a t u
           Bahan untuk pondasi batu kali kecuali dipersyaratkan lain, harus
           sesuai dengan P.U.B.I. NI-3 1970 dan cara pengerjaannya harus
           dilakukan menurut cara terbaik yang dikenal di sini.
           Batu kali harus keras dengan permukaan kasar tanpa cacat atau
           retak.

        b) A d u k a n
           Adukan yang dipakai terdiri campuran 1 pc : 4 pasir.

     4) Pemasangan
        Pekerjaan pemasangan batu kali dilaksanakan sesuai dengan ukuran
        dan bentuk-bentuk yang ditunjuk dalam gambar.
        Tiap-tiap batu harus dipasang penuh dengan adukan sehingga semua
        hubungan batu melekat satu sama lain dengan sempurna.
        Setiap batu harus dipasang di atas lapisan adukan dan diketok ke tem-
        patnya hingga teguh.
        Adukan harus mengisi penuh rongga-rongga antara batu untuk
        mendapatkan massa yang kuat dan integral.




                                                                          68
c.   Pasangan Dinding Glass Block.
     1) Lingkup Pekerjaan
        Meliputi pengadaan dan pemasangan dinding Glass Block serta
        peralatan bantu yang diperlukan dan material lain .

     2) Referensi
        Mengikuti persyaratan-persyaratan dalam spesifikasi dan menurut
        petunjuk Konsultan lapangan serta syarat-syarat yang dikeluarkan
        pabrik.

     3) Material
        Dinding Glass Block/dinding kaca yang dipakai adalah dari type kaca
        bening/buram, material yang dipakai dari product Mulia, Saint Gobain
        atau yang setara, texture ditentukan dilapangan.
        Sebelum dipasang kontraktor harus memberikan contoh bahan dan
        type yang akan dipasang, agar diberikan ke Konsultan lapangan untuk
        mendapatkan persetujuan pelaksanaan.

d.   Pasangan Dinding Batu Bata
        Persyaratan Bahan :
           - Ukuran                : ± 5 x 11 x 22 cm
           - Produksi              : Lokal
           - Kualitas              : Baik
           Persyaratan lain :
           − Matang, keras.
           − Ukuran sama rata, saling tegak lurus.
           − Tidak mengandung batu, tidak berlubang-lubang, tidak retak-
               retak.
           − Memenuhi persyratan-persyaratan PUBI 1982.

        Pemasangan/Pelaksanaan :

            - Sebelum pekerjaan dimulai, Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor
              harus menyerahkan sample dari bata yang akan dipakai untuk
              mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas.

            - Batu bata yang ternyata tidak memenuhi syarat harus segera
              dikeluarkan dari site.

            - Pada waktu pemasangan, semua bata yang dipergunakan harus
              dibasahi/direndam dengan air dan batu batu tersebut harus
              bebas dari kotoran yang melekat.

                                                                          69
- Batu bata harus dipasang dengan baik, rata, horisontal,
  sambungan-sambungannya harus sama rata, sudut persegi, naad
  tegak tidak segaris (silang), permukaan baik dan rata.

- Pada penghentian-penghentian pasangan harus dipakai
  penggigian miring.
  Pada hubungan-hubungan dengan tiang-tiang beton atau pada
  ujung pasangan harus bergerigi.
  Semua pasangan harus terikat kuat dengan kolom, dinding-
  dinding beton, balok atau pelat beton dan bagian struktur
  lainnya.

-   Adukan 1 pc : 2 ps dipergunakan untuk :
     • Dinding dalam sampai tinggi 20 cm dari lantai dalam
     • Dinding luar sampai tinggi 50 cm dari lantai dalam
     • Dinding KM/WC luar dan dalam sampai tinggi 150 cm
        dari lantai dalam Sementara untuk dinding-dinding yang
        lain mempergunakan adukan 1 pc : 4 ps.

-   Pemasangan dilakukan secara bertahap, dimana tiap tahapan
    tidak boleh melebihi ketinggian 1 m, kecuali bila ada
    persetujuan dari Konsultan Pengawas.

-   Penguatan untuk pasangan bata dilakukan menurut kebutuhan
    atau atas petunjuk-petunjuk Konsultan Pengawas.
    Kolom praktis untuk penguat pasangan bata harus dibuat
    sedemikian rupa, sehingga maksimum setiap luas 12 m2 bidang
    pasangan bata harus dikelilingi oleh penguat (kolom-kolom
    praktis) tersebut.

- Pada sisi tegak yagn berhubungan dengan beton/kolom harus
  dipasang angkur 10 mm (3/8") dan sepanjang sisi tegak
  tersebut harus dicor dengan adukan 1 pc : 2 ps, setebal minimal
  5 cm.

-   Penguatan beton juga diberikan pada daerah-daerah
    pembukaan, seperti bagian atas pintu/jendela dan lubang-
    lubang lainnya, sesuai dengan petunjuk Konsultan Pengawas.

-   Bila pemasangan selesai, maka adukan-adukan semen yang
    menempel pada pasangan batu bata harus segera dibuang.



                                                              70
            -   Adukan yang tumpah ke bawah pada waktu pemasangan bata,
                adukan bekas dan yang sudah ditinggalkan lebih dari 2 jam
                tidak boleh dipakai/dicampurkan dengan adukan yang baru.

            -   Untuk plester (finishing) disyaratkan memakai :
                  • Campuran 1 pc : 2 ps dinding bata trasram dan dinding
                    beton;
                  • Campuran 1 pc : 4 ps untuk dinding bata biasa.

            Ketebalan plester adalah 1 - 2 cm, kemudian dirapikan dan
            dihaluskan dengan portland cement murni.
            Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor harus menjamin bahwa plester
            dinding tersebut benar-benar rapi, rata dan tidak bergelombang.

e.   Dinding Batu Alam
     Persyaratan Bahan :
      - Ukuran: Tebal 3 cm
      - Produksi       : Palimanan, Padang, Marmo, Batu Sukabumi.
      - Warna          : Kuning - Coklat, Hijau atau sesuai gambar rencana.
      - Kualitas       : Baik, cukup keras
      - Pola           : Sesuai petunjuk Konsultan Pengawas
      - Persyaratan lain :
           • Estetis
           • Kuat, tidak mudah rusak/pecah, tahan lama
           • Pemeliharaan mudah
           • Pemasangan mudah, cepat dan dapat segera digunakan
           • Pemotongan dengan menggunakan mesin
           • Blok yang rusak mudah diangkat dan diganti dengan yang baru
               tanpa meninggalkan bekas
           • Tekstur halus untuk dinding luar bangunan
           • Tekstur kasar untuk kaki bangunan
           • Sudah di coating anti jamur.

     Pemasangan/Pelaksanaan :
      - Permukaan dinding rata, diberi lapisan screed dengan ketebalan 2 - 3
        cm.
      - Pola pemasangan disesuaikan dengan gambar, demikian juga dengan
        as pemasangannya.
      - Pemasangan batu alam ini diatur sedemikian rupa sehingga garis naad
        horizontal tetap terlihat seperti pada gambar.




                                                                          71
        f.   Pelaksanaan
             Sebelum pelaksanaan dinding yang akan dipasangi glass block harus sudah
             dalam keadaan rata, sehingga pemasangan glass block dapat terpasang
             dengan baik. Hubungan glass block dengan dinding atau glass block
             dengan glass block diisi dengan adukan semen pasir dengan perbandingan
             1 : 4, bila terdapat adukan adukan yang berlebihan agar segera dibersihkan
             dan jangan ditunggu sampai mengering.

             Lebar naat dibuat 8 - 10 mm dengan kedalaman yang sama, setiap naat
             harus lurus rata dan memenuhi unsur-unsur estetika.
             Setelah glass block terpasang , maka celah/naat antara glass block tersebut
             diisi dengan Sealent yang setara Dow Corning atau ditentukan lain oleh
             pengawas lapangan.

2. 9.   Pekerjaan Plesteran Dan Adukan
            a. Umum
               Bagian ini meliputi seluruh pekerjaan plesteran dan adukan yang
               disebut dalam gambar.

             b. Referensi
                Seluruh pekerjaan dan bahan harus sesuai dengan persyaratan dalam :
                - NI-2-1971.
                - NI-3-1970.
                - NI-8-1972.

             c. Material
                Bahan-bahan yang digunakan harus sesuai dengan persyaratan-
                persyaratan dan kebutuhan persyaratan yang tercantum dibawah ini.
                1) P a s i r
                    Pasir yang dipakai harus kasar, tajam, bersih bebas dari tanah liat,
                    lumpur atau campuran-campuran lainnya sesuai dengan : NI-3
                    Pasal 14. NI-2 Bab 3.3.

                2) S e m e n
                   Semen yang dipakai harus baru, tidak ada bagian- bagian yang
                   membatu dan dalam zak yang tertutup seperti diisyaratkan dalam
                   NI-8.
                   Hanya satu merk dari satu jenis semen yang dapat digunakan dalam
                   pekerjaan, kecuali ditentukan lain oleh pengawas atau pemberi
                   tugas.




                                                                                     72
   3) A i r
      Harus bersih dan bebas dari bahan-bahan yang merusak seperti
      minyak,asam dan unsur organik.
      Kontraktor diwajibkan menyediakan air kerja atas biaya sendiri.

d. Perencanaan
   1) Campuran ("MIXES") adukan dan plester.
       a) Plesteran/adukan type A ( 1 pc : 2 ps ).
           Penggunaan :
           Semua dinding beton maupun bata dan dinding- dinding lain
           yang diharuskan memakai plester kedap air, Seperti terdapat
           dalam gambar.

        b)   Plester/adukan type B ( 1 pc : 4 ps ).
             Penggunaan :
             Semua dinding beton maupun batu bata yang akan
             diplester yang tidak termasuk kelompok 1.1.

   1) A c i a n
      Acian dibuat dalam campuran 1 semen : 2 air (volume).
      Acian hanya digunakan pada dinding-dinding terplester yang akan
      dicat .

e. Pelaksanaan
   1) U m u m
      Dalam pelaksanaan Kontraktor diwajibkan menggunakan mesin-
      mesin pengaduk (molen) dan peralatan yang memadai. Persiapkan
      dan bersihkan permukaan-permukaan yang akan diplester, dari
      kotoran-kotoran dan bahan-bahan lain yang dapat merusak
      plesteran.

      Tukang-tukang plester yang dinilai tidak cakap, karena pekerjaan
      yang buruk harus diganti dengan yang baik.
      Plesteran/adukan yang tidak sesuai dengan persyaratan teknis ini
      harus disingkirkan dari pekerjaan.

      Pekerjaan plesteran harus rata pada bidang pemasangannya.
      Pekerjaan yang tidak rata harus diperbaiki sesuai perintah
      pengawas. Tebal plesteran yang dimaksud, kecuali bila dinyata kan
      lain adalah 20 mm dengan toleransi minimum tebal 15 mm dan
      maksimum 25 mm. Bilamana ketebalan toleransi ini ternyata



                                                                    73
      dilampaui karena kondisi permukaan dinding, maka permukaan
      dinding harus diperbaiki.
      Pelaksanaan pekerjaan plesteran dapat dilaksanakan setelah pipa-
      pipa air, listrik, gas sudah terpasang (apabila pemasangan pipa-pipa
      tersebut inbow).

 2)   Pencampuran
      a) Buat adukan dalam jumlah yang dapat dipakai habis dalam
          waktu 45 menit. Adukan/plesteran dapat dipakai sampai
          sebatas adukan/ plesteran tidak dapat lagi diolah (lebih kurang
          90 menit setelah adukan jadi).

      b)    Membuat campuran adukan/plesteran tanpa mesin pengaduk
            hanya dapat dilaksanakan dengan izin pengawas.

      c)    Membuat campuran adukan/plesteran dengan mesin pengaduk
            (molen).
            Bak molen harus benar-benar bersih, Isikan setengah jumlah
            air yang diperlukan berikut pasir, lalu tambahkan semen
            sementara bak pengaduk berputar, kemudian isikan air sesuai
            kebutuhan.

2)    Pemasangan Adukan/Plesteran
      a) Adukan pasangan bata: lihat Pekerjaan Pemasangan Bata Bab
         IV.

      b)    Plesteran.
            − Plesteran ke Dinding Bata Biasa.
              a. Bersihkan permukaan dinding bata          dari noda-noda
                  debu, minyak, cat dan bahan-bahan       lain yang dapat
                  mengurangi daya ikat plester.
              b. Pasang lapisan plester setebal yang       disyaratkan (20
                  mm). Ratakan dengan roskam              kayu/aluminium.
                  Basahkan selama lebih kurang tiga har

           a. Plesteran ke permukaan beton.
             i.   Bersihkan permukaan beton dari sisa-sisa bekisting,
                  debu, minyak, cat dan bahan- bahan lain yang dapat
                  mengurangi daya ikat plesteran. Basahi beton dengan
                  air sehingga jenuh. Tunggu sampai aliran air berhenti.




                                                                        74
                        ii.   Pasangkan acian setebal 2-3 mm, kasarkan permukaan-
                              nya, kemudian pasangkan plesteran sebelum acian
                              mengering.
                       iii.   Ulangi butir "a" tersebut di atas, lalu pasangkan plester-
                              an dalam ketebalan/ke retakan yang disyaratkan dalam
                              gambar.
                       iv.    Bilamana acian diperlukan pada tempat –tempat
                              tertentu, seperti pada permukaan beton exposed maka
                              permukaan tersebut harus dikasarkan terlebih dahulu
                              dan acian diberi aditiv menurut petunjuk pengawas,
                              agar hasil akhir acian tidak retak.

2.10.   Pekerjaan Pengendalian Kelembapan (Atap)
        Pekerjaan Atap Genteng Zeng
        a. U m u m
           Meliputi penyediaan bahan, tenaga kerja dan pemasangan atap Genteng
           zeng pada tempat-tempat sesuai dengan yang ditunjukkan dalam gambar
           perencanaan.

        b. Referensi
            - Petunjuk pabrik pembuat
            - Persyaratan Umum Bahan bangunan Indonesia
            - Petunjuk-petunjuk dalam spesifikasi ini
            - Petunjuk-petunjuk Konsultan Pengawas.

        c. Material
           Atap Genteng yang akan dipakai harus dari kwalitas yang terbaik.

        d. Contoh-Contoh
           Sebelum pemasangan, Kontraktor harus menyerahkan Contoh-contoh
           bahan yang akan dipakai untuk disetujui oleh Konsultan lapangan.

        e. Pelaksanaan
           Periksa permukaan atas dari semua rangka penumpu yang terletak pada
           satu bidang datar perbaiki jika perlu dengan menyetel bagian bagiannya
           untuk mendapatkan bidang yang rata
           Lembaran genteng zeng dipasang secara berurutan mulai dari salah satu
           sisi bangunan bergerak kesalah satu sisi yang lain, tujuannya adalah agar
           tumpuan sisi tiap lembar benar-benar saling menutupi dengan baik.




                                                                                     75
2.11.   Pekerjaan Keramik
        a. Lingkup Pekerjaan
           Meliputi pengadaan dan pemasangan dari ubin keramik dan pelapis
           dinding keramik dengan ukuran 20 x 20 dan 30 x 30 cm, sesuai yang
           ditunjukkan dalam gambar atau persyaratan.

        b. Referensi
           Seluruh pekerjaan ini akan disesuaikan menurut standard :
            - NI - 2 1971
            - NI - 3 1970
            - NI - 8 1972
            - Standard Industri Indonesia.

        c. Material
           Untuk lantai di ruang-ruang kerja dipakai keramik berglasir dengan
           kwalitas setara, Roman, Mulia, Asia Tile, dengan ukuran dan motif
           (sesuai gambar perencanaan) dan warna yang akan ditentukan kemudian.

           Seluruh material yang akan dipasang diambil secara random sebanyak 10
           buah, untuk setiap 500 buah dan kemudian dites. Kontraktor harus menga-
           jukan contoh kepada Konsultan lapangan untuk mendapatkan persetujuan.

        d. Pelaksanaan
           Untuk bagian yang akan difinish dengan keramik, Kontraktor terlebih
           dahulu mengajukan gambar / pola perletakan keramik pada bidang yang
           akan ditempel se hingga pola tersebut memenuhi persyaratan estetika yang
           diperlukan.

           Gambar rencana / pola penempatan tersebut harus disetujui oleh Konsultan
           lapangan, dan pemberi tugas sebelum pekerjaan dimulai.

           Cara pemasangan pada dinding :
             − Untuk permukaan yang telah rata, dibersihkan dari kotoran dan debu
                yang melekat kemudian pergunakan perekat/lem keramik yang
                disetujui pengawas lapangan untuk menempelkan Keramik tersebut.
             − Sewaktu pemasangan, keramik dipukul secara hati- hati sehingga
                menempel dengan baik pada dinding.

           Cara pemasangan pada lantai :
             − Untuk permukaan yang telah rata, dibersihkan dari kotoran, lemak
                dan debu yang melekat, kemudian keramik ditempelkan dengan
                menggunakan pasta air semen.

                                                                                76
        e. Pemotongan
           Untuk pemotongaan keramik tersebut harus dipergunakan alat potong
           kramik (gergaji listrik) atau yang dianjurkan lain oleh pengawas lapangan.

        f. Pengisian Naad
           Lebar naad 4-8 mm, dan setiap naad tersebut harus lurus, rata dan
           memenuhi unsur-unsur estetika bangunan. Untuk hal tersebut Kontraktor
           diharuskan berkonsultasi dengan Konsultan Pengawas.

           Setelah keramik dipasang, maka celah/naad antara keramik tersebut diisi
           dengan pasta yang disetujui oleh Konsultan lapangan. Warna akan
           ditentukan kemudian.

2.12.   Pekerjaan Ceiling
        a. Umum
           Persyaratan:
           Pemasangan ceiling baru dapat dilaksanakan setelah pekerjaan dalam
           ceiling seperti kabel-kabel, pipa-pipa, ducting, dan alat-alat penggantung
           penguat rangka plafond telah selesai dikerjakan. Sebelum pelaksanaan
           Kontraktor harus mengajukan contoh material untuk mendapat persetujuan
           dari pengawas.
           Bagian ini meliputi pengadaan maupun pemasangan dari semua pekerjaan
           ceiling yang dipasang pada tempat-tempat yang ditunjuk dalam gambar
           perencanaan.

        b. Pekerjaan Ceiling Fibre Cement
            1) Umum
                Bagian ini meliputi pengadaan dan pemasangan dari semua
                pekerjaan Ceiling yang terdapat pada gambar perencanaan seperti
                pada ruang toilet dan ruang-ruang yang lembab serta menurut
                petunjuk pengawas lapangan dan pemberi tugas .

            2)   Material
                 Untuk material Fibre cement ketebalan tidak kurang dari 5,5 mm,
                 kerapatan 0,7 + 0,07 g/m3, kadar lengas max,15%, Modulus patah
                 terhadap sisi panjang dari (606 mm x 1.210 mm) tegak lurus
                 terhadap sisi panjang dari lembaran tidak kurang dari 60 kg/cm.
                 Referensi Material setara dengan merk Harflex.




                                                                                  77
    3) Rangka
       Rangka untuk langit-langit Fibre cement adalah kayu Borneo Super,
       seperti disyaratkan pada spesifikasi ini, dan diberi penguat/
       penggantung dari kayu atau baja.

    4) Pelaksanaan
       Sebelum pemasangan rangka ceiling harus sudah benar-benar rata
       serta penggantung sudah benar-benar kaku terpasang, utuk
       pemotongan harus dipotong dengan alat potong khusus atau gergaji
       seperti yang disyaratkan pada spesifikasi pabrik pembuat, dan untuk
       pemakuan agar dipaku pada bagian sisi tidak dibenarkan pemakuan
       pada bagian sudut.

c. Pekerjaan Ceiling Multipleks
    1) Umum
       Bagian ini meliputi pengadaan dan pemasangan dari semua pekerjaan
       Ceiling yang terdapat pada gambar perencanaan seperti pada ruang
       tidur dan ruang-ruang yang tidak lembab serta menurut petunjuk
       pengawas lapangan dan pemberi tugas .

    2) Material
       Untuk material Multipleks ketebalan tidak kurang dari 6 mm

    3) Rangka
       Rangka untuk langit-langit Multipleks adalah kayu Borneo Super,
       seperti disyaratkan pada spesifikasi ini, dan diberi penguat/
       penggantung dari kayu atau baja.

    4) Pelaksanaan
       Sebelum pemasangan rangka ceiling harus sudah benar-benar rata
       serta penggantung sudah benar-benar kaku terpasang, utuk
       pemotongan harus dipotong dengan alat potong khusus atau gergaji
       seperti yang disyaratkan pada spesifikasi pabrik pembuat, dan untuk
       pemakuan agar dipaku pada bagian sisi tidak dibenarkan pemakuan
       pada bagian sudut.

d. Pekerjaan Ceiling Gypsum Board
    1) Umum
       Bagian ini meliputi pengadaan dan pemasangan dari semua pekerjaan
       Ceiling yang terdapat pada gambar perencanaan seperti pada ruang
       toilet dan ruang-ruang yang lembab serta menurut petunjuk pengawas
       lapangan dan pemberi tugas .


                                                                       78
            2) Material
               Untuk material Gypsum Board ketebalan tidak kurang dari 9 mm.
               Referensi Material setara dengan merk ELEPHAN.

            3) Rangka
               Rangka untuk langit-langit Fibre cement adalah kayu Borneo Super,
               seperti disyaratkan pada spesifikasi ini, dan diberi penguat/
               penggantung dari kayu atau baja.

            4) Pelaksanaan
               Sebelum pemasangan rangka ceiling harus sudah benar-benar rata
               serta penggantung sudah benar-benar kaku terpasang, utuk
               pemotongan harus dipotong dengan alat potong khusus atau gergaji
               seperti yang disyaratkan pada spesifikasi pabrik pembuat, dan untuk
               pemakuan agar dipaku pada bagian sisi tidak dibenarkan pemakuan
               pada bagian sudut.

2.13.   Pekerjaan Kaca
        a. Umum
           Pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga kerja, pengadaan material dan
           pemasangan semua kaca, kecuali kaca untuk cermin dan pekerjaan yang
           ditunjuk dalam gambar dan persyaratannya.
           Mengatur pekerjaan kaca dengan pekerjaan-pekerjaan lain yang
           bersangkutan terutama pekerjaan kusen alluminium.

        b. Referensi
           Mengikuti persyaratan-persyaratan dari pabrik pembuat dan dalam spesifi-
           kasi ini atau menurut petunjuk Konsultan Pengawas.

        c. Material
            1) Kaca pada pintu & jendela
                Pekerjaan pintu dan jendela sesuai spesifikasi pekerjaan
                Alluminium. Untuk kaca Jendela menggunakan kaca dari type
                Panasap 6 mm, untuk tinggi kaca diatas 2,00 m , menggunakan kaca
                tempered 10 mm Kwalitas dari kaca-kaca tersebut harus setaraf
                dengan kaca-kaca produksi "Asahi mas" atau produksi lokal lainnya
                dari kwalitas baik.
                Kaca yang digunakan pada bagian luar (curtain wall) menggunakan
                kaca dari type Panasap reflected




                                                                                 79
            2)   Contoh
                 Untuk kaca yang akan dipasang Kontraktor diwajibkan memberikan
                 contoh – contoh bahan terlebih dahulu untuk mendapatkan
                 persetujuan dari konsultan pengawas atau pemberi tugas.

            3)   Pelaksanaan
                 Sebelum pemasangan kaca, semua kotoran kotoran dan bekas-bekas
                 minyak harus dibersihkan hingga tidak mengganggu perekatan, dan
                 kaca harus dipasang rata serta tegak lurus pada tempat yang
                 dipasangkan.

                 Pemotongan kaca harus sedemikian rupa sehingga sesuai ukuran,
                 agar pemasangan mudah dan kaca tidak dipaksa pada saat dipasang.
                 Untuk pemasangan kaca pada tempat – tempat tertentu yang harus
                 menggunakan sealent, harus menggunakan sealent dari product yang
                 terbaik.

2.14. Pekerjaan Pengecatan
       a. Umum
          Bagian ini meliputi pengadaan cat dengan pengecatan serta "finishing"
          pada semua permukaan sesuai gambar, daftar-daftar dan persyaratan.

       b. Referensi
          Seluruh pekerjaan harus sesuai dengan standard sebagai berikut :
            - Petunjuk-petunjuk yang diajukan oleh pabrik pembuat.
            - NI - 3 1970
            - NI – 4

       c. Material
          Cat dasar maupun cat akhir yang akan digunakan adalah dari kwalitas baik
          setaraf dengan produksi ICI (Emulsion, Supergloss) atau Dana Paint
          (Danacryl, Danashield, Danalux, Upox Enamel).
          Jenis-jenis cat yang akan digunakan adalah sebagai berikut :
             1) Cat untuk tembok:
                 Wall sealer, Cat dasar, Cat akhir.
             2) Cat untuk kayu:
                 Menie, Plamur, Cat dasar, Cat akhir.
             3) Cat untuk baja.
             4) Politur Ultran.
             5) Cat tahan air.




                                                                               80
d. Pelaksanaan
   − Cat yang akan digunakan berada dalam kaleng-kaleng yang masih
      disegel, tidak pecah atau bocor dan mendapat persetujuan Pengawas
      lapangan.
   − Kontraktor bertanggung jawab, bahwa warna-warna dan bahan cat
      adalah tidak palsu dan sesuai dengan persetujuan Pengawas lapangan.
   − Kontraktor sudah harus memperlihatkan contoh dari bahan cat yang
      akan digunakan disertai Surat Jami nan Kwalitas dari pabrik pembuat
      atau agen-agen penjual yang ditunjuk oleh Pabrik tersebut untuk
      disetujui.
   − Sebelum penggunaan dari cat ini Kontraktor harus sudah mengerti
      betul tentang cara-cara penggunaannya sesuai rekomendasi pabrik
      yang bersangkutan.

      Pekerjaan pengecatan tidak boleh dimulai :
         1. Sebelum dinding atau bagian yang akan dicat selesai diperiksa
            dan disetujui oleh PTP.

          2. Sebelum bagian-bagian yang retak-retak, pecah atau kotoran-
             kotoran dibersihkan.

          3. Sebelum memperlihatkan contoh pengecatan pada percobaan (di
             lokasi), macam/pola cat yang akan dilaksanakan.

          4. Apabila dinding atau bagian yang akan dicat ternyata masih
             basah, lembab atau berdebu.

          5. Sebelum didahului dengaan membuat percobaan pengecatan
             pada dinding atau bagian-bagian yang akan dicat.

   − Kontraktor bertanggung jawab atas hasil pengecatan yang baik dan
     harus mengatur waktu sedemikian rupa sehingga terdapat urut-urutan
     pekerjaan yang tepat mulai dari pekerjaan dasar (under coats) sampai
     dengan pengecatan akhir (finishing coats).
   − Pekerjaan pengecatan harus dikerjakan oleh tenaga ahli dalam
     pengecatan.
   − Semua pekerjaan pengecatan harus mengikuti petunjuk-petunjuk dari
     PTP dan Pabrik pembuat cat tersebut serta mendapat persetujuan PTP.




                                                                       81
1) Cat Tembok Dalam
   Tembok baru yang akan dicat harus mempunyai cukup waktu
   mengering. Setelah permukaan tembok kering, maka persiapan
   dilakukan dengan membersihkan permukaan tersebut terhadap
   pengkristalan/pengapuran (efflorescene) yang biasanya ter dapat pada
   tembok baru, dengan ampelas (emerald paper) kemudian dengan lap
   sampai benar-benar bersih.
   Untuk lapisan plamur pakai bahan sesuai dengan petunjuk pada
   bagian-bagian dari pabrik pembuat dan harus mendapat persetujuan
   PTP.
   Setelah kering permukaan tersebut diamplas lagi dengan campuran
   kira-kira 15% air, Bagian-bagian yang masih kurang baik, diberi
   plamur lagi dan diamplas setelah kering.
   Pengecatan akhir dilakukan 2 atau 3 kali sampai mencapai warna yang
   dikehendaki.
   Pekerjaan pengecatan dilakukan dengan "Roller", Warna           akan
   ditentukan kemudian.

2) Cat Kayu
   Cat kayu dipakai untuk daun-daun pintu, daun jendela serta kosen.
   Cat yang dipergunakan adalah setaraf ICI dan Danapaint dengan warna
   yang akan ditentukan kemudian.
   Cara pelaksanaan disesuaikan dengan kriteria- kriteria dari Pabrik
   Pembuat.

3) Cat Anti Korosi/Cat Anti Karat
   Lingkup pekerjaan : Untuk bagian-bagian pengkat talang dari besi,
   pengikat penangkal peti dari besi dan bagian-bagian lain yang disebut
   kan dalam gambar.
   Cat yang dipergunakan adalah setaraf ICI (Dulux) atau Danapaint
   (Danalux), warna akan ditentukan kemudian. Untuk cara
   pelaksanaannya disesuaikan dengan kriteria-kriteria dari pabrik
   pembuat.

4) Politur
   Persiapan dilakukan dengan membersihkan dan mengampelas
   bagian/permukaan yang akan dipoli\tur, kemudian membersihkan
   dengan lap kering. Selanjutnya dapat dipolitur dengan menggunakan
   Ultra Politur P-01.
   Pekerjaan tersebut diulangi sampai menghasilkan permukaan yang
   mengkilat.
   Warna akan ditentukan kemudian setelah mendapat persetujuan PTP.


                                                                     82
2.15. Pekerjaan Kusen Pintu Dan Jendela
      a. Pekerjaan Daun Pintu Kayu
          1) U m u m
             Bagian ini meliputi seluruh pekerjaan daun pintu kayu, termasuk
             pembuatannya dan pemasangan.

          2) Referensi
             NI - 5, NI - 3,

          3) Material
              a) Dari kayu kamper Samarinda terbaik dan kering (kiln dried)

                b)   Untuk pintu-pintu panel toilet dilapisi tripleks tebal 5 mm dan
                     lapisan formica klas terbaik. Sesuai dengan gambar yang
                     ditunjukkan dalam gambar perencanaan.

                c)   Perekat kayu tahan air digunakan sepenuhnya mengikuti
                     petunjuk produsen. Perekat kayu setaraf merek Herferin,Fox.

          4) Pelaksanaan
               a) Pembuatan
                      − Ajukan contoh kepada Konsultan Pengawas untuk
                         persetujuan sebelum dipasang.
                      − Perlihatkan kepada Konsultan Pengawas bengkel/pabrik
                         tempat       pembuatan       beserta     kelengkapan
                         kelengkapannya.
                      − Lapisi dengan cat dasar semua bagian rangka(kosen)
                         yang bersentuhan dengan pekerjaan bata/beton.

                 b) Transportasi dan Penyimpanan.
                    Sediakan penunjang-penunjang untuk kosen, daun pintu dan
                    simpan di tempat yang aman terhadap cuaca dan lalu lintas.

                 c) Pemasangan
                    Pintu-pintu harus mempunyai kerenggangan terhadap kosen
                    pada tepi samping (engsel), atas dan bawah antara 1,50 - 2 mm,
                    dan 3 mm pada sisi berkunci (pintu tunggal) dan 1,50 - 2 mm
                    (pintu ganda).




                                                                                 83
b. Pekerjaan Teakwood Dan Formika
   1) U m u m
      Pengadaan dan pemasangan Teakwood dan formica untuk panel-panel
      pintu, dinding partisi dan pada tempat lain yang ditunjuk dalam
      gambar. Sedangkan pemasangan formika adalah pada daun pintu
      kamar mandi pada sisi sebelah dalam.

   2) Referensi
      Mengikuti persyaratan-persyaratan dalam spesifikasi ini dan petunjuk-
      petunjuk Konsultan Pengawas.

   3) Material
       a) Teakwood
            Semua Teakwood yang akan dipakai harus mempunyai ke
            tebalan 4 mm. Kwalitas dari Teakwood ini harus seta raf
            dengan produksi lokal dari kwalitas baik.

         b)   Formika
              Semua Formika yang akan dipakai harus mempunyai ketebalan
              sesuai dengan keterangan pada Gambar perencanaan. Kwalitas
              dari Formika ini harus setaraf dengan produksi lokal dari
              kwalitas baik.

c. Pekerjaan Alat Penggantung/Pengunci Khusus Dan Biasa
   1) U m u m
      Yang dimaksud dengan peralatan pengunci khusus adalah ;
        d. Door closer (baik yang mekanik atau elektro mekanik /
            Automatic) dan accessoreis optionalnya;
        e. Sistim kunci-kunci pintu pengaman dan anti panik (security and
            anti panic door lock system );
        f. Pegangan/penarik (door handle) baik yang mempunyai fungsi
            standard (umum) maupun fungsi khusus pada sistim kunci-
            kunci;
        g. Penutup pintu yang dipasang pada lantai (floor spring);
            Peralatan penggantung ini selain harus memenuhi syarat
            pengujian mutu, bahan, mekanisnya sebagaimana yang
            ditentukan untuk alat-alat penggantung/pengunci umum dalam
            PUBI 11982, juga mengingat ada peralatan yang lokasinya
            pada ruang/tangga kebakaran (fire emergency escape),
            peralatan ini harus juga memenuhi standard pintu kebakaran.




                                                                        84
2) Referensi
   Semua alat perlengkapan pintu dan jendela yang akan dipakai harus
   sesuaii dengan persyaratan :
     - NI-3 1970 Pasal 48, serta instruksi pabrik/produsen.
     - P.S.A / Mob Approved United Kingdom Standard
     - AFNOR, France Standard
     - ARGE, Europe Standard
     - ANSI, USA Standard

3)   Material
      a) Pengunci Khusus
          Door Closer
             - Emergency Overhead Door Closer
             - Door Closer Biasa
             - Floor Closer / Floor Hinges

          Jenis diatas menurut fungsi ruang yang menggunakan door
          closer tersebut harus memenuhi persyaratan mekanisme sebagai
          berikut;
             - Untuk ruang / pintu yang harus selalu tertutup
             - Bisa disetel terbuka Maksimum 180ø sesuai fungsi ruang

          Automatic Security Door, Adalah peralatan khusus yang bisa
          mengunci pintu secara Otomatis bila terjadi keadaan darurat
          yang dioprasikan melalui security control system atau alarm
          system.

          Anti panic lock set, Adalah peralatan pada saat terjadi
          kebakaran pintu secara otomatis tertutup dari arah dalam dan
          mengunci, sedangkan dari arah luar dapat dibuka dengan
          mudah, untuk penyelamatan dari bahaya kebakaran.

          Automatic electronik sliding door, Alat ini menggunakan
          tenaga listrik AC maksimum 200 watt dengan mekanisme
          emergency opening module, automatic partial opening dan
          integrated safety system.
          Perlengkapan ini dilengkapi power suply 220 v/ 240v - 50 Hz,
          micro procesor untuk pengetesan fungsi secara otomatis setiap
          24 jam.




                                                                    85
                 b)   Pengunci Biasa
                      Semua alat perlengkapan untuk pintu-pintu Jendela Utama,
                      semua alat perlengkapan harus difinish dengan material terbaik
                      serta warna yang sama atau sesuai dengan warna daun pintu/
                      jendela dan kosennya, yaitu hitam. Untuk pintu- pintu lain akan
                      ditentukan didalam "Daftar Alat Perlengkapan".
                      Dalam hal ini kwalitas yang dipakai setara dengan produksi
                      CISA, VIRO dan warna ditentukan dilapangan.
                 c)   Semua anak kunci harus dilengkapi dengan pelat pengenal
                      terbuat dari logam dimana tertera nomor pengenal. Pelat ini
                      dihubungkan dengan anak kunci dengan cincin nikel.
                      Selain itu harus diserahkan tiga copy daftar index kunci pada
                      pemilik.
                 d)   Untuk anak-anak kunci harus disediakan sebuah lemari anak
                      kunci dengan kaitan-kaitan untuk anak kunci lengkap dengan
                      nomor-nomor pengenal.
                 e)   Handle pintu dan door Closer digunakan produksi CISA atau
                      yang setaraf. Engsel-engsel digunakan produksi ex Import.

        d. Daftar/Contoh-Contoh
           Kontraktor harus menyerahkan daftar perlengkapan dari material tersebut
           dalam tiga rangkap untuk meminta persetujuan akhli. Daftar tersebut harus
           mempunyai bentuk sebagai berikut :
           Disamping daftar itu, contoh dari setiap perlengkapan harus diajukan
           untuk disetujui oleh Konsultan Pengawas.

        e. Pemasangan
           Engsel atas dipasang tidak lebih dari 28 cm (as) da ri atas pintu. Engsel
           bawah dipasang tidak lebih da ri 35 cm (as) dari permukaan lantai. Engsel
           antara dipasang ditengah kedua engsel diatas.

2.16   PEKERJAAN DRAINASE
        a. Umum
           Pekerjaan drainase meliputi pembuatan dan pemasangan saluran terbuka,
           pembuangan air kotor, saluran tertutup pembuangan air kotor, dan
           bangunan drainase lainnya sesuai dengan arah, kemiringan dan dimensi
           seperti tercantum pada gambar rencana.

           Pada prinsipnya semua pekerjaan drainase harus sudah selesai sebelum
           pekerjaan halaman selesai.




                                                                                   86
b. Pekerjaan Saluran Terbuka
   1) Saluran Terbuka Pasangan Batu Kali
      Di bawah dasar saluran dipasang lapisan pasir urug yang dipadatkan.
      Untuk pasangan batu kali dipakai pasir pasang yang portland cement.
      Sebelum diadakan galian harus diadakan pengukuran kemiringan dasar
      saluran. Hasil galian harus rapi dan kemiringan dasar saluran harus
      bisa mengalirkan air sebagaimana ketepatan rencananya.
      Pada tepi badan jalan yang merupakan batas dengan saluran harus
      dibuat kemiringan 1 : 1 untuk mencegah longsoran dari badan jalan.
      Tanah galian saluran yang tidak terpakai harus dibuang ke tempat lain.
      Di atas dasar saluran sebelum diberi pasangan apapun harus dilapisi
      pasir urug setebal 5 cm dipadatkan.
      Saluran terbuka dari pasangan batu belah adukannya 1 pc : 1 ps,
      plesteran 1 pc : 3 ps. Pekerjaan dianggap selesai setelah disetujui oleh
      Konsultan Pengawas.

   2) Saluran Terbuka Beton Cor
      Saluran terbuka dari beton cor dengan adukan 1 pc : 2 ps : 3 kr untuk
      dinding saluran. Di bawah saluran dipasang lapisan pasir urug yang
      dipadatkan.
      Besi beton yang dipakai dengan mutu U-30. Beton yang dipakai
      dengan mutu K-175.
      Saluran harus mempunyai kemiringan yang baik. Ukuran dan
      pemasangan saluran disesuaikan dengan gambar kerja. Galian untuk
      pemasangan saluran dibuat secukupnya.

c. Pekerjaan Saluran Tertutup
   Saluran tertutup tebuat dari buis beton sebagai pembuangan air hujan dan
   air kotor dari bangunan yang dihubungkan dengan bak kontrol pada
   tempat- tempat yang tertera dalam gambar rencana.
   Buis beton dipasang sesuai ukuran yang tercantum dalam gambar rencana
   dan diletakkan diatas pasir urug yang dipadatkan. Kualitas buis beton
   harus memenuhi persyaratan AASHO standar M 86 dengan mutu beton K-
   125 dan setelah disetujui oleh Konsultan Pengawas.

d. Pekerjaan Bak Kontrol
   Terdapat dua jenis pekerjaan bak kontrol, yaitu baik kontrol tanpa penutup
   dan bak kontrol dengan penutup (grill).

   Bak kontrol terbuat dari beton bertulang dengan ukuran serta lokasi
   penempatannya seperti tercantum pada gambar rencana.



                                                                           87
            Grill terbuat dari besi bermutu tinggi yang telah disetujui Konsultan
            Pengawas. Ukuran-ukuran sesuai dengan yang tercantum di dalam gambar
            rencana.

         e. Pekerjaan Galian
            Pekerjaan galian yang dimaksud disini adalah pekerjaan galian untuk
            pembuatan saluran-saluran dan bangunan-bangunan untuk drainase.
            Pekerjaan ini termasuk pekerjaan untuk mengisi kembali lubang-lubang
            galian selebihnya dengan material yang baik, membuang kelebihan
            material, pengeringan yang perlu, pemompaan, perlindungan, membuat
            batas-batas tepi konstruksi dan pembongkaran yang perlu sehubungan
            dengan itu.
            Disini tidak dibedakan antara galian pada bahan tanah biasa maupun galian
            tanah batu. Pada galian batu, alat yang digunakan harus terlebih dahulu
            mendapat persetujuan Konsultan Pengawas.
            Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor harus memberitahukan Konsultan
            Pengawas sebelum mengerjakan galian, sehingga penampang, peil dan
            pengukurannya dapat dilakukan pada keadaan tanah yang belum
            terganggu.
            Tidak ada tambahan biaya/pembayaran untuk pekerjaan galian ini, akan
            tetapi harus sudah termasuk harga satuan dari masing-masing bangunan
            konstruksi yang memerlukan galian tersebut sebagaimana tercantum dalam
            penawaran.

2.17.   Pekerjaan Mekanikal
         a. Pekerjaan Plambing
            1) Umum
                 a) Lingkup Pekerjaan
                    Spesifikasi ini melingkupi kebutuhan untuk pelaksanaan
                    pekerjaaan plambing, sebagaimana yang ditunjukkan pada
                    gambar rencana yang terdiri dari, tetapi tidak terbatas pada :
                       − Pengadaan dan pemasangan pompa-pompa air bersih;
                       − Pengadaan dan Pemasangan seluruh instalasi air bersih, air
                          kotor, dan air bekas sesuai gambar rencana dan spesifikasi,
                          termasuk penyambungan pipa PDAM dari meter air ke
                          ground water reservoir;
                       − Pengadaan dan pemasangan peralatan-peralatan bantu bagi
                          seluruh peralatan plumbing;
                       − Pengetesan dan pengujian dari seluruh instalasi plambing
                          yang terpasang kecuali sanitary;




                                                                                  88
     − Mengadakan masa pemeliharaan selama waktu yang
       ditentukan oleh pemberi tugas;
     − Pembuatan shop drawing bagi instalasi yang akan
       dipasang dan pembuatan as built drawing bagi instalasi
       yang telah terpasang.

b) Koordinasi
     − Adalah bukan tujuan dari spesifikasi ini, ataupun gambar
        rencana untuk menunjukkan secara detail berbagai item
        pekerjaan dari peralatan-peralatan dan penyambungan-
        penyambungannya.
        Pemborong harus melengkapi dan memasang seluruh
        peralatan-peralatan yang dibutuhkan untuk melengkapi
        pekerjaan;
     − Gambar-gambar rencana menunjukkan tata letak secara
        umum dari peralatan, pemipaan, cabinet dan lain-lain.
        Pemborong harus memodifikasi tata letak tersebut
        sebagaimana yang dibutuhkan untuk mendapatkan
        pemasangan-pemasangan yang sempurna sesuai dengan
        rencana pekerjaan Arsitek dari peralatan-peralatan
        tersebut;
     − Setiap pekerjaan yang disebutkan dalam spesifikasi ini,
        tapi tidak ditunjukkan dalam gambar atau sebaliknya,
        harus dilengkapi dan dipasang seperti pekerjaan lain yang
        disebut oleh spesifikasi dan ditunjukan dalam gambar.

c) Kualifikasi Pekerja
     − Untuk pemasangan dan pengetesan pekerjaan-pekerjaan
         ini harus dilakukan oleh pekerja-pekerja dan supervisor
         yang benar-benar ahli dan berpengalaman. Tukang las
         harus mempunyai Sertifikat.

     − Konsultan Pengawas dapat menolak atau menunda
       pelaksanaan suatu pekerjaan, bila dinilai bahwa pelaksana
       tersebut tidak terampil/tidak berpengalaman.

d) Pengajuan-pengajuan
   Pada saat    pelaksanaan     pekerjaan, pemborong harus
   mengajukan :
     − Material list dari seluruh item peralatan yang akan
        dipasang;


                                                              89
     − Shop drawing yang menunjukkan secara detail pekerjaan-
       pekerjaan/ pemasangan peralatan dan pemipaan,
       penyambungan dengan pekerjaan-pekerjaan lain atau
       pekerjaan-pekerjaan yang sulit dilaksanakan. Ataupun
       perubahan-perubahan atau modifikasi yang diusulkan
       terhadap gambar rencana;
     − Prosedur pemasangan yang dikeluarkan oleh pabrik (jika
       ada) dari peralatan-peralatan yang akan dipasang;
     − Contoh-contoh material (brosur-brosur untuk peralatan-
       peralatan yang besar) dari material/peralatan yang akan
       dipasang.

e) Review
   Konsultan Pengawas akan memeriksa (mereview) pengajuan-
   pengajuan dari Pemborong dan memberi komentar atas hal
   tersebut.
   Pemborong harus memodifikasi/merevisi pengajuannya sesuai
   dengan komentar, sampai didapat persetujuan dari Konsultan
   Pengawas.

f) Standard dan Code
   Kecuali ditentukan lain dalam gambar rencana, maka pada
   pekerjaan ini berlaku peraturan-peraturan sebagai berikut :
     − Peraturan Badan Pemadam Kebakaran;
     − Ketentuan Pencegahan dan Penanggulangan kebakaran
         pada Bangunan Gedung - Departemen P.U;
     − National Fire Protection Association (NFPA) 13 dan 14;
     − Pedoman Plambing Indonesia.

g) Gambar Instalasi Terpasang dan Petunjuk Operasi
    − Apabila pekerjaan telah selesai dilaksanakan dan setelah
       serah terima pertama Pemborong wajib menyerahkan
       gambar-gambar instalasi terpasang sebanyak 3 set cetak
       biru dan 1 set transparent, serta 1 set CD;
    − Pemborong juga berkewajiban untuk menyerahkan 3 set
       petunjuk operasi dan maintenance dari system yang
       dipasang dalam bentuk buku dan CD.

h) Bagian yang berhubungan
   Bagian yang berhubungan dengan pekerjaan ini adalah :
   ⇒ Bagian XVIII. : Pemipaan


                                                           90
2)   System
      a) Air Bersih
         Air Bersih yang didapat dari jet pump dan PDAM ditampung
         pada suatu ground water reservoir yang disekat menjadi 2 (dua)
         bagian.
         Adapun penyekatan ini bertujuan untuk menjaga agar distribusi
         air bersih untuk pemakaian sehari-hari tidak terhenti, bila satu
         dari 2 (dua) bagian ground water reservoir ini sedang
         dibersihkan.
         Dari ground water reservoir, air bersih ini dengan menggunakan
         pompa didistribusikan ke tangki atap yang ada dilantai atap.
         Selanjutnya dengan cara gravitasi, air bersih ini didistribusikan
         ke setiap unit fixture dari toilet ataupun pantry yang dilengkapi
         dengan valve-valve pengatur aliran.
         Sedangkan untuk melayani kebutuhan air di 2 (dua) lantai teratas
         digunakan pompa penguat (booster pump).

      b) Air Bekas/Air Kotor
         Pada dasarnya air buangan yang berasal dari toilet seperti dari
         floor drain, lavatory (air bekas) dipisah dengan air kotor yang
         berasal dari WC dan urinoir (air kotor). Untuk itu digunakan 2
         (dua) pipa datar dan 2 (dua) untuk air buangan. Air buangan
         dialirkan ke saluran luar, air kotor dialirkan ke septic tank.

      c) Air Hujan
         Pada dasarnya air hujan dari atap bangunan disalurkan melalui
         pipa-pipa tegak sampai ke bak kontrol yang ada dilantai dasar.
         Dari bak kontrol ini, air hujan disalurkan ke saluran drainasi
         yang ada disekeliling gedung untuk selanjutnya dialirkan ke
         lokasi pembuangan akhir/saluran kota, (oleh pihak struktur).

3)   Persyaratan Material
     Lihat bagian :
     ⇒ Bagian XIV. 2 : Pemipaan

4)   Garansi
      1) Pemborong Plambing bertanggung jawab atas pencegahan
         bahan/peralatan untuk instalasi ini dari pencurian atau kerusakan.
         Bahan/peralatan yang hilang atau rusak harus diganti oleh
         Pemborong tanpa biaya tambahan.




                                                                        91
      2) Pemborong harus menggunakan tenaga-tenaga yang ahli dalam
         bidangnya (Skiller Labour) agar dapat memberikan hasil kerja
         terbaik dan rapi. Sebelum suatu pipa tertutup (oleh dinding,
         langit-langit dan lain-lain) harus diuji dan disetujui oleh
         Pengawas dan wakilnya yang ditunjuk.

      3) Pemborong pekerjaan ini harus memberikan garansi tertulis
         kepada Pengawas, bahwa seluruh instalasi penyediaan dan
         distribusi air bersih, instalasi pemadam kebakaran, instalasi
         pembuangan air kotor akan bekerja dengan memuaskan, dan
         bahwa Pemborong akan menanggung semua biaya atas
         kerusakan-kerusakan/ penggantian yang perlu selama jangka
         waktu satu tahun.

      4) Contoh
         Sebelum pemasangan instalasi plambing, fixture-fixture dan
         peralatan lain, Pemborong harus menyerahkan contoh barang-
         barang yang akan dipasang dan atau brosur-brosurnya untuk
         mendapatkan persetujuan dari Pengawas.

5)   Training
     Pemborong harus menyiapkan dan menyelenggarakan latihan bagi
     calon operator yang akan mengoperasikan dan memelihara sistem air
     bersih, air kotor dan air hujan. Latihan dapat dimulai sejak
     pelaksanaan pemasangan instalasinya, atas petunjuk dan persetujuan
     pengawas.

6)   Buku Petunjuk
     Pemborong wajib membuat dan menyerahkan kepada pengawas buku
     petunjuk (manual), yang meliputi cara pengoperasian maupun cara
     pemeliharaan. Sistem manual tersebut dibuat sebanyak 4 buku + 1 CD

7)   Test Commissioning
      1. Seluruh sistem plambing yang telah terpasang harus dilakukan
          test commissioning sebagaimana mestinya supaya sistem
          berjalan sempurna sesuai dengan yang diharapkan.
      2. Biaya test commissioning oleh Kontraktor.




                                                                    92
b. Pekerjaan Pemipaan
   1) Umum
        1. Ruang Lingkup
           Spesifikasi ini merupakan persyaratan minimal untuk seluruh
           pekerjaan pemipaan pada pekerjaan Mekanikal.

         2. Standard dan Code
            Standard dan peraturan yang berlaku dalam pekerjaan ini antara
            lain :
               ASTM        : American Society of Testing Material.
               ANSI        : American National Standard Institute.
               BS          : Birmingham Standard.
               JIS         : Japan Industrial Standard.
               SII         : Standard Industri Indonesia.

         3. Bagian yang berhubungan
            Referensi yang harus diperhatikan adalah pekerjaan-pekerjaan
            yang terkait yaitu :
              ⇒ Bagian XVII. 1 : Plambing

   2)   Persyaratan Material
         a) Galvanized Iron Pipe (GIP)
            Pipa besi yang dilapis seng ini digunakan untuk :
              - Pipa supply dan distribusi air bersih pada pekerjaan
                  plambing.

            Standard rating yang digunakan adalah :
              - BS 1387 tahun 1967 kelas medium.

         b) Black Steel Pipe (BSP)
            Pipa baja hitam digunakan untuk :
              - Pipa pemadam kebakaran

            Standard rating yang digunakan adalah :
              - BS 1387 tahun 1967 kelas heavy.
              - ASTM A53 SCH 40.

         c) Poly Vinyl Chloride (PVC)
            Pipa PVC ini digunakan untuk :
              - Pipa air kotor dari WC dan Urinoir
              - Pipa air buangan dari floor drain, lavatory
              - Pipa drain dari system tata udara

                                                                       93
            -   Pipa vent pada plambing system
            -   Pipa air hujan.

          Standard rating yang digunakan adalah :
            - PVC ASTM D2665 kelas 10 Kg.

3)   Persyaratan Pemasangan
      a) Pipa GIP & BSP
           − Untuk pipa dengan diameter 50 mm (2”) kebawah
               digunakan sambungan ulir, sedang pipa dengan diameter
               65 mm (2½”) ke atas digunakan sambungan las atau
               flauge;
           − Pada penyambungan pipa dengan menggunakan flens
               perlu dilengkapi dengan ring type gasket untuk menjamin
               kekuatan sambungan dan terhadap kebocoran;
           − Semua pipa baik yang tampak atau yang ditanam
               diharuskan diberi lapisan pelindung cat menie. Pipa yang
               ditanam ditanah diharuskan dilapisi lagi dengan
               Bituminuos sheet 2 mm. Khusus untuk pipa yang ditanam
               didalam tanah, harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut :
                  ⇒ Pipa ditanam sedalam 60 cm dari permukaan tanah
                       dan pada sambungan pipa diberi dudukan dari
                       beton untuk menghindari lendutan bila terkena
                       beban mekanis.

                  ⇒    Disekeliling pipa harus diisi dengan pasir dengan
                       ketebalan15 cm kemudian diurug dengan tanah &
                       dipadatkan.

            − Untuk pipa yang tidak berada dalam tanah baik yang
              terikat maupun tidak, harus diberi lapisan cat finish dengan
              warna ditentukan kemudian;
            − Pipa-pipa diharuskan ditest terhadap kebocoran.
              Pengetesan wajib diketahui dan disetujui Konsultan
              Pengawas;
            − Pengetesan yang gagal harus diulang dan biaya pengetesan
              serta peralatan yang diperlukan ditanggung oleh
              Pemborong;
            − Instalasi pipa harus dilengkapi dengan penggantung pipa,
              support dengan jarak tertentu dan memenuhi syarat,
              sebagaimana yang ditunjukkan dalam gambar;


                                                                       94
     − Kedalaman pipa yang ditanam didalam tanah harus
       diperhitungkan terhadap jalur yang memotong jalan. Pipa
       yang memotong jalan harus ditanam sampai suatu
       kedalaman minimal 1.20 m dari permukaan jalan.

b) Pipa PVC
     − System sambungan yang dipakai adalah :
          1. Sambungan lem (perekat) untuk 80 mm (3”) ke
             bawah.
          2. Digunakan sambungan las PVC atau rubber ring joint
             (dengan ring dari karet).

     − Galian pipa-pipa dalam tanah harus dibuat dengan keda-
       laman, kemiringan dan elevasi yang tepat;
     − Dasar lubang galian harus cukup stabil dan rata sehingga
       seluruh panjang pipa terletak/tertumpu dengan baik;
     − Pipa yang ditanam dalam tanah harus diberi lapisan pasir
       kurang lebih 10 cm disekelilingnya. Pasir adalah pasir
       urug yang bebas dari batu;
     − Selama pemasangan berkala, Pemborong harus menutup
       (Dop) setiap ujung pipa yang terbuka untuk mencegah
       masuknya tanah, debu, kotoran dan lain-lain;
     − Semua sambungan/cabang dari pipa pembuangan air kotor
       (sanitair) harus dibuat dengan cabang Y, pipa mendatar
       untuk air kotor dan air hujan mempunyai kemiringan
       minimal 1 % dan maksimal 2%;
     − Pipa-pipa pembuangan air hujan dari bangunan
       disambungkan ke saluran utama diluar bangunan dengan
       bak kontrol (junction box) dari beton;
     − Sleeves untuk pipa-pipa harus dipasang dengan baik setiap
       kali pipa tersebut menembus konstruksi beton;
     − Sleeves harus mempunyai ukuran yang cukup dengan
       ketebalan minimal 0,2 cm dam memberikan kelonggaran
       kira-kira 1 cm pada masing-masing sisi diluar pipa
       ataupun isolasinya;
     − Sleeves untuk dinding dibuat dari pipa baja;
     − Semua pipa harus diikatkan/ditetapkan dengan kuat pada
       penggantung atau angker yang dipergunakan harus cukup
       kokoh (rigid);
     − Pipa-pipa tersebut harus ditumpu untuk menjaga agar tidak
       berubah tempatnya, inklinasinya harus tetap, untuk


                                                             95
                mencegah timbulnya getaran, dan harus sedemikian rupa
                sehingga masih memungkinkan konstruksi dan expansi
                pipa oleh perubahan temperature;
            −   Pipa horizontal harus digantung dengan penggantung yang
                dapat diatur (adjustable) dengan jarak antara tidak lebih
                dari 3 meter;
            −   Pemborong       harus     mengajukan     konstruksi   dari
                penggantungnya untuk disetujui oleh Pengawas.
                Penggantung terbuat dari kawat, rantai, strap ataupun
                perforated strip tidak boleh digunakan;
            −   Penggantung atau penumpu pipa harus disekrupkan (teri-
                kat) pada konstruksi bangunan dengan insert yang dipa-
                sang pada waktu pengecoran beton atau penembokan, atau
                dengan baut tembok (Ramset Bolt);
            −   Pipa vertikal harus ditumpu dengan klem (Clamp atau
                Collar) U-Bolt;
            −   Penggantung/penumpu pipa dan peralatan-peralatan logam
                lainnya yang akan tertutup oleh tembok atau bagian
                bangunan lainnya harus dilapisi terlebih dahulu dengan cat
                menie atau cat penahan karat.

4)   Pengujian/Pengetesan
      1. Pipa GIP, dan BSP diuji dengan tekanan sebesar 1.5 kali tekanan
         kerja dan dibiarkan dalam kondisi ini selama paling kurang 12
         jam tanpa mengalami penurunan tekanan. Segala kerusakan
         akibat pengetesan ini menjadi beban pemborong.

      b) Pengujian pipa PVC
           − Seluruh sistem pembuangan air harus mempunyai lubang-
              lubang yang dapat ditutup (plugged) agar seluruh sistem
              tersebut dapat diisi dengan air sampai lubang "Vent"
              tertinggi;
           − Sistem tersebut harus dapat menahan air yang diisikan
              seperti tersebut diatas, minimal selama 1 (satu) jam dan
              penurunan air selama waktu tersebut tidak lebih dari 10
              cm;
           − Apabila dan pada waktu Konsultan Pengawas
              menginginkan pengujian lain disamping pengujian diatas,
              Pemborong harus melakukannya dan menjadi tanggungan
              Pemborong.




                                                                       96
                 c) Pipa copper (tembaga)
                    Pipa tembaga harus di uji dengan gas Nitrogen dengan tekanan
                    1½ kali tekanan kerja selama 2 jam dan selama itu tidak
                    diperkenankan terjadi kebocoran.

           5)   Merk Yang Digunakan
                 1. GIP & Black Steel       : Bakrie, Teso, PPI.

                 2. PVC                     : Pralon, Rucika, Polyunggul, Vinilon /
                    Sinar Lucky.

2.18   Pekerjaan Listrik
       a. Spesifikasi Teknis Umum Pekerjaan Elektrikal
           1) Umum
               Persyaratan ini merupakan bagian dari persyaratan teknis ini. Apabila
               ada klausul lain dari persyaratan ini yang dituliskan kembali, berarti
               menuntut perhatian khusus pada klausul-klausul yang ada atau
               menghilangkan klausul-klausul tersebut atau bukan berarti
               menghilangkan klausul-klausul lainnya dari syarat-syarat umum.

                Gambar-gambar dan spesifikasi perencanaan ini merupakan satu
                kesatuan dan tidak dapat dipisah-pisahkan. Apabila ada sesuatu
                bagian pekerjaan atau bahan atau peralatan yang diperlukan agar
                instalasi ini dapat bekerja dengan baik dan hanya dinyatakan dalam
                salah satu gambar perencanaan atau spesifikasi perencanaan saja.
                Pemborong harus tetap melaksanakannya sesuai dengan standard
                teknis yang berlaku.

           2)   Gambar -Gambar
                 a. Gambar-gambar perencanaan tidak dimaksudkan untuk
                    menunjukkan semua accessories dan fixture secara terperinci.
                    Semua bagian diatas walaupun tidak digambarkan atau
                    disebutkan secara spesifik harus disediakan dan dipasang oleh
                    Pemborong, sehingga sistem dapat bekerja dengan baik.

                 b. Gambar-gambar instalasi menunjukkan secara umum tata letak
                    dari peralatan instalasi. Sedang pemasangan harus dikerjakan
                    dengan memperhatikan kondisi dari proyek. Gambar-gambar
                    Arsitektur dan Struktur/Sipil harus dipakai sebagai referensi
                    untuk pelaksana dan detail "finishing" dari proyek.




                                                                                  97
      c. Sebelum pekerjaan dimulai, Pemborong harus      mengajukan
         gambar-gambar kerja dan detail (working drawing) yang harus
         diajukan kepada Konsultan Pengawas untuk mendapatkan
         persetujuan. Setiap shop drawing yang diajukan Pemborong
         untuk disetujui Konsultan Pengawas dianggap bahwa
         Pemborong telah mempelajari situasi dan telah berkonsultasi
         dengan pekerjaan instalasi lainnya.

      d. Pemborong harus membuat catatan-catatan yang cermat dari
         penyesuaian-penyesuaian pelaksanaan pekerjaan di lapangan,
         catatan-catatan tersebut harus dituangkan dalam satu set lengkap
         gambar (kalkir) dan lima set lengkap gambar blue print sebagai
         gambar-gambar sesuai pelaksanaan (as built drawings). As built
         drawings harus diserahkan kepada Konsultan Pengawas segera
         setelah pekerjaan selesai 100 % .

3)   Koordinasi
      a. Pemborong pekerjaan instalasi dalam melaksanakan pekerjaan
         ini, harus bekerja sama dengan Pemborong bidang atau disiplin
         lainnya, agar seluruh pekerjaan dapat berjalan dengan lancar
         sesuai dengan jadwal waktu yang telah ditentukan.

      b. Koordinasi yang baik perlu diadakan untuk mencegah agar
         pekerjaan yang satu tidak menghalangi/menghambat pekerjaan
         lainnya.

4)   Daftar Bahan Dan Contoh
      a. Dalam waktu tidak lebih dari 14 (empat belas) hari setelah
         Pemborong menerima pemberitahuan meneruskan pekerjaan,
         kecuali apabila ditunjuk lain       oleh Konsultan Pengawas,
         Pemborong diharuskan menyerahkan daftar dari material-material
         yang akan digunakan. Daftar ini harus dibuat rangkap 4 (empat)
         yang didalamnya tercantum nama-nama dan alamat manufacture,
         katalog dan keterangan-keterangan lain yang dianggap perlu oleh
         Konsultan Pengawas. Persetujuan oleh Konsultan Pengawas akan
         diberikan atas dasar diatas.

      b. Pemborong harus menyerahkan contoh bahan-bahan yang akan
         dipasang kepada Konsultan Pengawas. Semua biaya yang
         berkenaan dengan penyerahan dan pengembalian contoh-contoh
         ini adalah menjadi tanggungan Pemborong.



                                                                      98
      c. Bahan-bahan yang digunakan adalah sesuai dengan yang dimak-
         sud di dalam spesifikasi teknis ini dan harus dalam keadaan baru.
         Pekerjaan haruslah dilakukan oleh tenaga kerja yang ahli
         dibidangnya masing-masing
      d. Pemborong diwajibkan untuk mengecek kembali atas segala
         ukuran/ kapasitas peralatan (equipment) yang akan dipasang.
         Apabila terdapat keragu-raguan, Pemborong harus segera
         menghubungi Konsultan Pengawas untuk berkonsultasi.

      e. Pengambilan ukuran atau pemilihan kapasitas equipment, yang
         sebelumnya tidak dikonsultasikan dengan Konsultan Pengawas,
         apabila terjadi kekeliruan maka hal tersebut menjadi beban
         tanggung jawab Pemborong. Untuk itu pemeliharaan equipment
         dan material harus mendapatkan persetujuan dari Konsultan
         Pengawas.

5)   Commissioning Dan Testing
      a. Pemborong pekerjaan instalasi ini harus melakukan semua testing
         dan pengukuran-pengukuran yang dianggap perlu untuk
         memeriksa/mengetahui      apakah      seluruh  instalasi  yang
         dilaksanakan dapat berfungsi dengan baik dan telah memenuhi
         persyaratan persyaratan yang berlaku.

      b. Semua tenaga, bahan dan perlengkapan yang diperlukan dalam
         kegiatan testing tersebut merupakan tanggung jawab Pemborong.
         Hal ini termasuk pula peralatan khusus yang diperlukan untuk
         testing dari sistem ini seperti yang dianjurkan oleh pabrik, juga
         harus disediakan oleh Pemborong.

6)   Peralatan Yang Disebut Dengan Merk Dan Penggantinya
     Bahan-bahan, perlengkapan, peralatan, accessories dan lain-lain yang
     disebut dan dipersyaratkan dengan nama dan dipersyaratkan ini, maka
     Pemborong wajib menyediakan sesuai dengan peralatan/merk tersebut
     diatas.
     Penggantian dapat dilakukan dengan persetujuan dan ketentuan-
     ketentuan dari Konsultan Pengawas.

7)   Perlindungan Pemilik
     Atas penggunaan bahan material, sistem dan lain-lain oleh Kontraktor,
     Pemilik dijamin dan dibebaskan dari segala claim ataupun tuntutan
     yuridis lainnya.



                                                                       99
8)   Contoh
     Kontraktor     harus menyerahkan contoh/brosur dari bahan-
     bahan/material yang akan dipasang disini untuk dimintakan
     persetujuan Konsultan Pengawas. Semua biaya berkenaan dengan
     penyerahan dan pengambilan contoh-contoh ini menjadi tanggungan
     pemborong.

9)   Pengetesan
     Pemborong harus melakukan semua pengetesan seperti yang
     dipersyaratkan disini dan mendemonstrasikan cara kerja dari segenap
     sistem, yang disaksikan oleh Konsultan Pengawas. Semua tenaga,
     bahan dan perlengkapan yang perlu untuk percobaan tersebut,
     merupakan tanggung jawab Pemborong.

10) Pengujian Dan Penerimaan
    Jika semua peralatan-peralatan yang sesuai dengan spesifikasi ini
    sudah dikirim dan dipasang dan telah memenuhi ketentuan-ketentuan
    pengetesan dengan baik, Kontraktor harus melaksanakan pengujian
    secara keseluruhan dari peralatan-peralatan yang terpasang, dan jika
    sudah ditest dan ternyata memenuhi fungsi-fungsinya sesuai dengan
    ketentuan-ketentuan dari kontrak, maka seluruh unit lengkap dengan
    peralatannya dapat diserahkan kepada pemilik dengan dilampirkan
    berita acara test lapangan yang disetujui Konsultan Pengawas.

11) Masa Garansi Dan Serah Terima Pekerjaan
     a. Peralatan-peralatan instalasi harus digaransikan selama satu tahun
        terhitung dari penyerahan kedua.

      b. Selama masa garansi, Pemborong pekerjaan instalasi ini
         diwajibkan untuk mengatasi segala kerusakan- kerusakan dari
         pada instalasi yang dipasangnya tanpa ada biaya tambahan.

      c. Selama masa garansi tersebut, Pemborong pekerjaan instalasi ini
         masih harus menyediakan tenaga-tenaga yang diperlukan yang
         dapat dihubungi setiap saat.

      d. Penyerahan pekerjaan pertama baru dapat diterima setelah
         dilengkapi dengan bukti-bukti hasil pemeriksaan atas instalasi,
         dengan pernyataan baik yang ditandata- ngani bersama oleh
         instalatur yang melaksanakan pekerjaan tersebut dan Konsultan
         Pengawas pengawas lapangan serta dilampirkan sertifikat



                                                                      100
        pengujian yang sudah disahkan oleh Badan Instansi yang
        berwenang.
     e. Jika pada masa garansi tersebut, Pemborong pekerjaan instalasi
        tidak melaksanakan atau tidak memenuhi teguran-teguran atas
        perbaikan, penggantian, kekurangan selama masa garansi, maka
        Konsultan Pengawas pengawas lapangan berhak menyerahkan
        pekerjaan perbaikan/kekurangan tersebut pada pihak lain atas
        biaya dari Pemborong yang melaksanakan pekerjaan instalasi
        tersebut.

     f. Sebelum penyerahan kedua (final acceptance), Pemborong harus
        mengadakan semacam pendidikan dan latihan selama periode
        tersebut kepada 3 (tiga) orang calon operator untuk setiap
        pekerjaan yang ditunjuk oleh pemberi tugas (customer).
        Training tentang operasi dan perawatan tersebut harus lengkap
        dengan 5 (lima) set operating maintenance and repair manual
        books, sehingga para petugas/operator dapat mengoperasikan dan
        melaksanakan pemeliharaan.

12) Laporan
     a. Laporan Harian :
        Pemborong wajib membuat "Laporan Harian" dan "Laporan
        Mingguan" yang memberikan gambaran dari kegiatan- kegiatan
        yang dilakukan di lapangan secara jelas. Laporan tersebut dibuat
        dalam rangka 3 (tiga) meliputi :

           1.   Kegiatan Fisik.
           2.   Catatan dan perintah Konsultan Pengawas           yang
                disampaikan baik secara lisan maupun tertulis.
           3.   Hal-hal yang menyangkut masalah :
                   - Material (masuk/ditolak)
                   - Jumlah tenaga kerja
                   - Keadaan cuaca
                   - Pekerjaan tambah / kurang.

                Berdasarkan laporan harian, dibuat laporan mingguan
                dimana laporan tersebut berisi ikhtisar dan catatan
                prestasi atas pekerjaan minggu lalu dan rencana peker-
                jaan minggu depan. Laporan ini harus ditandatangani
                oleh Manager Proyek dan diserahkan pada Konsultan
                Pengawas untuk diketahui/disetujui.



                                                                    101
       b. Laporan Pengetesan
          Kontraktor harus menyerahkan kepada Konsultan Pengawas
          dalam rangkap 5 (lima) mengenai hal-hal sebagai berikut :
           1. Hasil pengetesan kabel-kabel (meger dan pemberian tegangan).
           2. Hasil pengetesan peralatan-peralatan instalasi.
           3. Hasil pengukuran-pengukuran dan lain-lain.

            Semua pengetesan dan atau pengukuran tersebut harus
            disaksikan oleh Konsultan Pengawas pekerjaan ini.

13)   Penanggung Jawab Pelaksana
       a. Sesuai dengan jadwal pelaksanaan pekerjaan Pemborong harus
          menempatkan seorang penanggung jawab pelaksanaan yang
          ahli dan berpengalaman dan harus selalu berada di
          lapangan/site, yang bertindak selaku wakil dari Pemborong dan
          mempunyai kemampuan untuk memberikan keputusan teknis,
          dan bertanggung jawab penuh dalam menerima segala
          instruksi-instruksi dari Konsultan Pengawas.

       b. Penanggung jawab tersebut harus berada ditempat pekerjaan
          selama jam kerja dan pada saat diperlukan dalam pelaksanaan,
          atau pada pada saat yang dikehendaki oleh Konsultan
          Pengawas petunjuk, dan perintah pengawas di dalam pelaksa-
          naan harus disampaikan langsung kepada pihak Pemborng
          melalui penanggung jawab Pemborong.

14)   Perubahan, Penambahan Dan Pengurangan Pekerjaan
       a. Pelaksanaan pekerjaan yang menyimpang dari gambar- gambar
           rencana yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan harus
           dikonsultasikan terlebih dahulu dengan Konsultan Pengawas.

       b.   Dalam merubah gambar rencana tersebut, Pemborong harus
            menyerahkan gambar perubahan yang dimaksud Konsultan
            Pengawas pengawas lapangan dalam rangkap lima untuk dise-
            tujui.

       c.   Pengaduan dan perubahan material, gambar rencana dan lain
            sebagainya, harus diajukan oleh Pemborong kepada Konsultan
            Pengawas secara tertulis. Perubahan-perubahan material dan
            gambar rencana yang mengakibatkan pekerjaan tambah kurang
            harus disetujui secara tertulis oleh Konsultan Pengawas.



                                                                    102
15)   Pembobokan, Pengelasan Dan Pengeboran
       a. Pemborong tembok, lantai, dinding dan sebagainya yang
          dilakukan dalam rangka pemasangan instalasi ini maupun
          pengembaliannya seperti keadaan semula adalah termasuk
          pekerjaan Pemborong instalasi ini.

       b.   Pembobokan hanya dapat dilaksanakan setelah mendapat izin
            tertulis dari Konsultan Pengawas.

       c.   Pengelasan, pemgeboran dan sebagainya pada konstruksi
            bangunan hanya dapat dilaksanakan setelah memperoleh
            izin/persetujuan tertulis dari Konsultan Pengawas.

16)   Pekerjaan Listrik
       a. Pekerjaan listrik yang termasuk pekerjaan instalasi ini adalah
          seluruh sistem listrik secara lengkap, sehingga instalasi ini dapat
          bekerja dengan sempurna dan aman.
       b. Pekerjaan tersebut harus dapat menjamin bahwa pada saat
          penyerahan pertama (serah terima pekerjaan pertama), instalasi
          pekerjaan tersebut sudah dapat dipergunakan pemilik.

17)   Pemeriksaan Routines
       a. Selama masa pemeliharaan, harus diselenggarakan kegiatan
          pemeliharaan dan pemeriksaan routine.

       b. Pekerjaan pemeliharaan dan pemeriksaan routine tersebut, harus
          dilaksanakan tidak kurang dari dua minggu sekali.

18)   Kantor Pemborong, Los Kerja Dan Gudang
       a. Pemborong diperbolehkan untuk membuat keet, kantor, gudang
          dan los kerja di halaman tempat pekerjaan, untuk keperluan
          pelaksanaan tugas administrasi lapangan, penyimpanan
          barang/bahan serta peralatan kerja dan sebagai area/tempat kerja
          (peralatan pekerjaan kasar), dimana pelaksanaan tugas instalasi
          berlangsung.
       b. Pembuatan keet kantor, gudang dan los kerja ini dapat
          dilaksanakan, bila terlebih dahulu mendapatkan izin dari pemberi
          tugas.

19)   Penjagaan
       a. Pemborong wajib mengadakan penjagaan dengan baik serta terus
          menerus selama berlangsungnya pekerjaan atas bahan, peralatan,


                                                                       103
          mesin dan alat-alat kerja yang disimpan di tempat kerja (gudang
          lapangan).

       b. Kehilangan yang diakibatkan oleh kelalaian penjagaan atas
          barang-barang tersebut diatas, menjadi tanggung jawab
          Pemborong.

20)   Pencahayaan Dan Sumber Daya Listrik
       a. Pada kantor pengelolaan proyek, los kerja, gudang dan tempat-
          tempat pelaksanaan pekerjaan yang dianggap perlu, harus diberi
          pencahayaan yang cukup.

       b. Daya listrik baik untuk keperluan penerangan maupun untuk
          sumber tenaga/ daya kerja harus disediakan oleh Pemborong.

21)   Kebersihan Dan Ketertiban
       a. Selama pelaksanaan pekerjaan berlangsung, kantor, gudang, los
          kerja dan tempat pekerjaan dilaksanakan dalam bangunan, harus
          selalu dalam keadaan bersih.

       b. Penimbunan/penyimpanan barang, bahan dan peralatan baik di
          dalam gudang maupun diluar (halaman), harus diatur sedemikian
          rupa agar memudahkan jalannya peme- riksaan dan tidak
          mengganggu pekerjaan dari bagian lain.

       c. Peraturan-peraturan yang lain tentang ketertiban akan
          dikeluarkan oleh Konsultan Pengawas pada waktu pelaksanaan.

22)   Pegawai Penyelenggara Dari Pemborong
       a. Pimpinan harian pada pelaksanaan pekerjaan oleh Pemborong
          harus diserahkan kepada penyelenggara kepala dengan
          kualifikasi ahli, berpengalaman dan mempunyai wewenang
          penuh untuk mengambil keputusan.

       b. Site Manager harus berada ditempat pekerjaan selama jam-jam
          kerja dan setiap saat yang diperlukan pemberi tugas.

       c. Site Manager mewakili Pemborong di tempat pekerjaan, dapat
          bertindak penuh kepada Konsultan Pengawas.




                                                                    104
                    d. Petunjuk dan perintah Konsultan Pengawas di dalam
                       pelaksanaan, disampaikan langsung kepada Pemborong atau
                       melalui Site Manager, sebagai penanggung jawab di lapangan.

                    e. Pemborong diwajibkan untuk menjalankan disiplin yang ketat
                       terhadap semua pekerja (buruh) dan pegawainya, kepada mereka
                       yang melanggar terhadap peraturan umum, mengganggu ataupun
                       merusak ketertiban, berlaku tidak wajar, melakukan perbuatan
                       yang merugikan terhadap pelaksanaan pekerjaan, harus segera
                       dikeluarkan dari tempat pekerjaan atas perintah pengawas harian.
                       Bila Pemborong lalai, maka akan dikenakan tindakan sesuai
                       dengan yang dimaksud dalam pasal denda.

             23)   Pengawasan
                    a. Pengawasan setiap hari terhadap pelaksanaan pekerjaan adalah
                       dilakukan oleh Konsultan Pengawas.

                    b. Pada setiap saat Konsultan Pengawas atau petugas-petugasnya
                       harus dapat mengawasi, memeriksa dan menguji setiap bagian
                       pekerjaan, bahan dan peralatan. Pemborong harus mengadakan
                       fasilitas-fasilitas yang diperlukan.

                    c. Bagian-bagian pekerjaan yang telah dilaksanakan tetapi luput
                       dari pengamatan Konsultan Pengawas adalah menjadi tanggung
                       jawab Pemborong.

                    d. Di tempat pekerjaan, Konsultan Pengawas menempatkan
                       petugas-petugas pengawas yang bertugas setiap saat untuk
                       mengawasi pekerjaan.

2.19.   Persyaratan Teknik Khusus Sistem Elektrikal
        a. Umum
            Pekerjaan sistem elektrikal meliputi pengadaan semua bahan, peralatan dan
            tenaga kerja, pemasangan , pengujian perbaikan selama masa pemeliharaan
            dan training bagi calon operator, sehingga seluruh sistem elektrikal
            dapat beroperasi dengan baik dan benar.

        b.   Lingkup Pekerjaan
             Lingkup pekerjaan sistem elektrikal :
             1)   Pengadaan dan pemasangan dan penyambungan instalasi kabel
                  utama dari panel distribusi menuju ke ruang panel disetiap lantai,



                                                                                  105
     lengkap dengan seluruh instalasinya termasuk armature, saklar dan
     stop kontak.
2)   Pengadaan, pemasangan dan penyambungan berbagai type dan
     ukuran kabel tegangan rendah sesuai dengan gambar rencana.
3)   Pengadaan, pemasangan dan penyambungan panel-panel tegangan
     rendah dan panel kapasitor sesuai dengan gambar rencana.
4)   Pekerjaan instalasi penerangan dan stop kontak, meliputi :
        • Pengadaan dan pemasangan berbagai jenis armatur lampu dan
           jenis lampu sesuai gambar rencana;
        • Pengadaan dan pemasangan berbagai jenis stop kontak biasa,
           stop kontak daya dan stop kontak khusus;
        • Pengadaan dan pemasangan berbagai jenis saklar, grid switch
           dan saklar tukar;
        • Pengadaan dan pemasangan berbagai cable ladder, cable tray
           dan cable trunking;
        • Pengadaan, pemasangan dan penyambungan pipa instalasi
           pelindung kabel serta berbagai accessories lainnya seperti :
           box untuk saklar dan stop kontak, junction box, fleksibel
           conduit, bends/elbows, socket dan lain-lain;
        • Pengadaan, pemasangan dan penyambungan kabel instalasi
           penerangan dan stop kontak.
5)   Pekerjaan sistem penerangan luar (Outdoor Lighting)
        • Pengadaan dan pemasangan lampu penerangan luar lengkap
           dengan tiang, pondasi, armature dan accessories lainnya;

       •   Pengadaan dan pemasangan lampu jalan lengkap dengan
           tiang, pondasi, armature dan accessories lainnya;
        • Pengadaan dan penerangan lampu facade lengkap dengan tiang
           armature dan accessories lainnya;
        • Pengadaan dan pemasangan instalasi penerangan luar lengkap
           dengan conduit, pelindung kabel dan accessories lainnya.
6)   Pengadaan, pemasangan dan penyambungan sistem pentanahan
     lengkap dengan box kontrol, elektroda pentanahan dan accessories
     lainnya.
7)   Pengadaan, pemasangan dan penyambungan sistem penangkal petir
     lengkap dengan accessories lainnya.
8)   Pengadaan, pemasangan pekerjaan lainnya yang menunjang sistem
     ini agar dapat beroperasi dengan baik (seperti pekerjaan bak kontrol,
     kabel rack, support equipment dan accessories lainnya.




                                                                      106
c.   Koordinasi
     a.  Adalah bukan tujuan spesifikasi ini atau gambar-gambar rencana
         untuk menggambarkan secara detail tentang semua masalah dari
         peralatan-peralatan, dan sambungan-sambungannya. Pemborong
         harus melengkapi dan memasang seluruh peralatan-peralatan bantu
         yang dibutuhkan.
     b.  Gambar-gambar rencana hanya menunjukkan secara umum tentang
         posisi dari peralatan-peralatan, pemipaan, ducting dan lain-lain.
         Pemborong harus mengadakan perubahan-perubahan yang
         diperlukan yang disesuaikan dengan kondisi-kondisi bangunan tanpa
         tambahan-tambahan biaya.
     c.  Setiap pekerjaan yang disebut pada spesifikasi tapi tidak ditunjukkan
         pada gambar atau sebaliknya, harus dilengkapi dan dipasang.

d.   Standard-Standard
     Sebagai dasar perencanaan mengikuti standard dan peraturan yang berlaku:
     1)   Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL) edisi tahun 2000;
     2)   Peraturan Menteri Pekerjaan Umum tahun 1978 tentang Peraturan
          Instalasi Listrik (PIL) dan tentang Syarat-syarat Penyambungan
          Listrik (SPL);
     3)   Standard Industri Indonesia (SII) dan Standard Nasional Indonesia
          (SNI);
     4)   Standard PLN dalam wilayah daerah setempat;
     5)   Keputusan Dirjen Cipta Karya DPU dan SNI tentang standard
          penerangan buatan;
     6)   Petunjuk pengajuan rencana instalasi dan pelengkapan bangunan;
     7)   Standard negara lain yang berlaku di Indonesia seperti : IEC, VDE,
          DIN, NEMA, JIS, NFPA, dan lain-lain.

e.   Pekerjaan Terkait
     Referensi bagi pekerjaan-pekerjaan yang terkait dengan pekerjaan ini
     adalah :
      ⇒      Penerangan dan stop kontak
      ⇒      Sistem Pembumian
      ⇒      Daftar merk/produk material

f.   Gambar-Gambar Kerja Dan Petunjuk Instalasi
     a.  Pemborong harus mengirimkan, sebelum instalasi di pasang hal-hal
         sebagai berikut :
          1.    Gambar kerja (Shop Drawing) yang menunjukkan secara
                detail tentang pemasangan (instalasi) peralatan-peralatan
                serta hubungan-hubungannya dengan pekerjaan lain;

                                                                          107
            2.    Gambar-gambar kerja yang menunjukkan posisi-posisi
                  elevasi, pengkabelan serta detail-detail pemasangan peralatan
                  pada posisinya atau pada ruangannya;
            3.    Prosedur pemasangan yang disarankan oleh pabrik pembuat
                  peralatan;
            4.    Brosur-brosur/katalog yang lengkap tentang ukuran-ukuran
                  peralatan (mesin-mesin) berat, cara- cara pemasangan dan
                  persyaratannya, serta wiring diagram dari peralatan-peralatan
                  utama.
     b.    Pemborong juga diharuskan membuat gambar kerja pada bagian-
           bagian tertentu yang dianggap perlu dan ditunjukkan oleh Konsultan
           Pengawas.

g.   Gambar Instalasi Terpasang Dan Petunjuk Operasi
     a.  Pemborong diharuskan membuat dan menyerahkan gambar- gambar
         instalasi terpasang (As Built Drawing) yang telah disetujui Konsultan
         Pengawas, kepada Pemberi tugas sebanyak 3 set yang terdiri dari 1
         set transparant dan 2 set cetak biru. Bila pekerjaan telah selesai dan
         paling lambat 30 hari kalender setelah serah terima pertama.
     2)  Pemborong juga harus menyerahkan 3 set buku yang berisi petunjuk
         operasi dan perawatan dari seluruh instalasi, dan peralatan kepada
         Pemberi tugas paling lambat 30 hari kalender setelah serah terima
         pertama.
     3)  Pemborong bertanggung jawab untuk mendidik operator yang
         ditunjuk Pemberi tugas, sampai yang bersangkutan terbukti sanggup
         menjalankan/ mengoperasikan seluruh sistem dengan baik.

h.   Masa Pemeliharaan Dan Garansi
     Setelah serah terima kedua Pemborong/Supplier harus memberikan garansi
     terhadap peralatan-peralatan yang dipasang serta mengadakan service /
     pemeliharaan selama masa yang ditentukan yaitu :
        ⇒ Garansi selama 1 tahun
        ⇒ Pemeliharaan selama 6 bulan.

     Selama masa pemeliharaan Pemborong diwajibkan :
     a. Menyelesaikan dan memperbaiki kekurangan-kekurangan pekerjaan.

      b.   Memelihara dan merawat peralatan yang dipasang secara berkala
           sesuai dengan persyaratan pabrik.




                                                                           108
      c.   Melatih operator yang ditugaskan oleh Pemberi Tugas, sehingga
           petugas tersebut mahir dalam menjalankan dan merawat peralatan-
           peralatan yang dipasang.

i.   Pendidikan Dan Latihan
     Kepada tiga orang yang ditunjuk oleh Pemberi Tugas tentang operasi dan
     perawatan lengkap dengan 3 copy operating/maintenance dan repair
     manual, segala sesuatunya atas biaya Pemborong.

j.   Persyaratan Bahan/Material
     a) Umum
           Semua material yang disupply dan dipasang oleh Pemborong harus
           baru dan material tersebut harus cocok untuk dipasang di daerah
           tropis.
           Material-material haruslah dari produk dengan kualitas baik dan dari
           produksi yang terbaru. Untuk material-material yang disebut
           dibawah ini, maka Pemilik harus menjamin bahwa barang tersebut
           adalah baik dan baru dengan jalan menunjukkan surat order
           pengiriman dari dealer/agen/pabrik .
                  Peralatan panel     : switch , circuit breaker, meter dan
                  kontaktor serta
                  relay protection.
                  Peralatan lampu     : Armature, bola lampu, ballast , dan
                  kapasitor.
                  Peralatan instalasi : Stop kontak, saklar, junction box, dan
                  lain-lain.
                  Kabel.
     b)    Daftar Material
         Untuk semua material yang ditawarkan, maka Pemborong wajib
         mengisi daftar material yang menyebutkan : merk, type, kelas lengkap
         dengan brosur/katalog yang dilampirkan pada waktu tender.
         Tabel daftar material ini diutamakan untuk komponen-komponen
         yang berupa barang-barang produksi.
     c) Penyebutan Merk/Produk Pabrik
         Apabila pada spesifikasi teknis ini atau pada gambar disebutkan
         beberapa merk tertentu atau kelas mutu (quality performance) dari
         material atau komponen tertentu terutama untuk material-material
         Listrik utama, maka pemborong wajib melakukan didalam
         penawarannya material yang dalam taraf mutu/pabrik yang disebutkan
         itu.




                                                                           109
     Apabila nanti selama proyek berjalan terjadi, bahwa material yang
     disebutkan pada tabel material tidak dapat diadakan oleh Pemborong,
     yang diakibatkan oleh sesuatu alasan yang kuat dan dapat diterima
     Pemilik, Direksi Lapangan dan Perencana, maka dapat dipikirkan
     penggantian merk/type      dengan suatu sanksi tertentu kepada
     Pemborong.

d)   Daftar Merk/Produk Material
       a) Panel TR             : EGA, TSA, Simetri, Sier, Guna Era,
                                 Altrak.

       b) - Kabel TR            : Kabelindo, Kabel Metal, Supreme, IKI
                                  Sumindo.
          - Kabel TR – FRC      : Radox, Kabel Metal Elcuflamex,
                                  Pyrotenax, Sumitomo, Fuji, Nelson,
                                  Pirelli.

       c) Capasitor Bank        : Nokia, Merlin Gerin, ABB, Siemens,
                                  AEG, Lifasa.

       d) Komponen Panel Tegangan Rendah :
           • ACB, MCCB, MCB           : ABB, Siemens, Merlin Gerin,
             AEG, Mitsubishi.
           • Diazed Fuse              :    AEG,     Siemens,     ABB,
             Mitsubishi, MG.
           • Trafo Arus               :    AEG,     Siemens,     ABB,
             Mitsubishi, SEG, MG.
           • Peralatan Meter :
             ◊ Volmeter               :    AEG,     Siemens,     ABB,
                Mitsubishi, MG.
             ◊ Ampermeter             :    AEG,     Siemens,     ABB,
                Mitsubishi, MG.
             ◊ Cos Q-meter            :    AEG,     Siemens,     ABB,
                Mitsubishi, MG.
             ◊ Frekwensi Meter        :    AEG,     Siemens,     ABB,
                Mitsubishi, MG.
             ◊ Relay-relay pengaman          : Telemecanique, Omron,
                Siemens, AEG, SEG.
           • Timer switch dilengkapi back-up power battery atau spring
             kapasitas min. 72 hours : Legrand, Siemens, Theben.
           • Peralatan Accessories : Ex Eropa, Japan.


                                                                      110
                       •   Surge arrester/Lightning Arrester       : OBO Betterman,
                           Dehn.

                 e)   Komponen Lampu          :
                       • Tube lamp               : Phillips, General Electric (GE),
                                                   Osram, National.
                       •   Capacitor             : Phillips,Notocon, National,
                                                   Siemens, Bosch.
                       •   Ballast Type Low Loss : Phillips, ATCO (Low Loss).
                       •   Fitting               : Phillips, BJB, Vosloh.
                       •   Starter               : Phillips, BJB, Vosloh.

                 f)   Stop Kontak/Switch           : MK, Clipsal, Legrand, ABB,
                      Berker,

                 g)   Conduit Instalasi            : EGA, Clipsal.

                 h)   Armature Lampu TL            :   Phillips,   Artolite,   Spectra,
                      Siemens, Lucolite.

                 i)   Armature Lampu Down Light : Artolite, Lucolite, Siemens,
                      Spectra.

                 j)   Lampu Exit Battery            : Menvier, PNE, Maxspid.

                 k)   Lampu Emergency + Battery : Menvier, PNE, Maxspid.

                 l)   Rak Kabel                     : Nobi, Dhemar, Three stars,
                      Interack, Metosu.

                 m) Grounding System             : Cadweld, Poly Phase, Term
                    oweld, Ex-Local
                    dengan conductivity Cu > 99,9%.

                 n)   Fire Resistance kabel         : Radox, Elcuflamex, Wilson,
                      Fuji, Pirelli.

2.20.   Tegangan Rendah
        a) Lingkup Pekerjaan
            Meliputi pengadaan bahan, peralatan, pemasangan, penyambungan,
            pengujian dan perbaikan selama masa pemeliharaan, ijin-ijin, tenaga
            teknisi dan tenaga ahli.

                                                                                   111
     Dalam lingkup ini termasuk seluruh pekerjaan yang tertera di dalam
     gambar dan spesifikasi teknis ini maupun tambahan-tambahan lainnya.

b)   Type Dan Macam Panel
     Panel-panel daya dan penerangan lengkap dengan semua komponen yang
     harus ada seperti yang ditunjukkan dalam gambar. Panel-panel yang
     dimaksud untuk beroperasi pada 220/380 V, 3 phase, 4 kawat, 50 Hz dan
     Solidly Grounded dan harus dibuat mengikuti standard IEC, VDE/DIN,
     BS, NEMA dan sebagainya.
      1. Panel-panel yang disebut dibawah ini adalah tipe tertutup (Metal
          enclosed), free standing untuk pasangan dalam (indoor use) lengkap
          dengan semua komponen-komponen yang ada :
                Panel Genset
                LVMDP
                LV-SDP

      b. Panel-panel yang disebut dibawah ini adalah type tertutup (metal
         enclosed), Wall mounting untuk pasangan dalam (indoor use) lengkap
         dengan semua komponen-komponen yang ada :
               Panel-panel pencahayaan dan stop kontak
               Panel-panel daya plumbing
               Panel-panel daya air conditioning
               Panel-panel lain.

      c. Panel-panel yang disebut dibawah ini adalah type tertutup (metal
         enclosed) untuk pasangan luar (Outdoor Use) lengkap dengan semua
         komponen-komponen yang ada :
               LP-OL (semua yang tercantum dalam gambar rencana).

      d. Panel-panel lainnya yang tidak tertulis di dalam spesifikasi teknis ini,
         tetapi tercantum dalam gambar rencana.

c)   Karakteristik Panel
          Tegangan kerja             :    400 volt
          Tegangan uji               : 3.000 volt
          Tegangan uji impulse        : 20.000 volt
          Frekwensi                  :     50 Hz
d)   Persyaratan-Persyaratan Kerja Starter Motor Y - D
     Kerja starter motor Y-D adalah Automatic starter motor Y-D dan harus
     dapat dihidupkan secara manual atau remote.
     Masing-masing starter motor Y-D terdiri dari :
           3 buah kontaktor daya


                                                                             112
           1 thermal overload relay
           1 electric timer switch
           1 tombol start dan 1 tombol stop
           1 selector switch 3 posisi (local, stop, remote)
           3 indicator lamp :
              ◊ Merah           : Fault
              ◊ Hijau           : Stop
              ◊ Orange          : Start
           Khusus untuk hydrant harus dilengkapi dengan alat starting
           automatic. Hydrant harus dapat start secara automatic, bila panel
           hydrant mendapat signal baik dari Master Control Fire Alarm
           ataupun dari genset tekanan air.
           Khusus untuk peralatan chiller digunakan solid state dan inverter
           untuk peralatan-peralatan yang memerlukan pengaturan variable
           speed ataupun pengaturan starting.

e)   Konstruksi Panel
      a. Switchgear tegangan rendah harus dapat dioperasikan dengan aman
          oleh petugas, misalnya seperti pengoperasian sakelar daya (MCCB),
          pemutus tenaga (CB), pemasangan kembali indikator-indikator,
          pengecekan tegangan, pengecekan gangguan dan sebagainya.

      b.   Switchgear tegangan rendah terdiri dari lemari-lemari yang
           digunakan    untuk   pemasangan    peralatan-peralatan  atau
           penyambungan-penyambungan. Setiap lemari hanya dapat dibuka
           bila semua peralatan bertegangan dalam lemari tersebut telah
           off/mati.

      c.   Peralatan yang merupakan bagian dari sistem pengamanan/interlock
           harus dibuat sedemikian rupa, sehingga tidak mungkin terjadi
           kecelakaan akibat kesalahan-kesalahan operasi yang dibuat oleh
           petugas.

      d.   Panel/kubikel dibuat dari pelat baja tebal tidak kurang dari 2,00 mm
           dan diberi penguat besi siku atau besi kanal dengan ukuran standard,
           sehingga dapat dipertukarkan dan diperluas dengan mudah dan
           masing-masing terpisah satu sama lain dengan alat pemisah.

      e.   Tiap kubikel terdiri dari bagian sebagai berikut :
                 Ruangan busbar disebelah atas dilengkapi dengan penutup
                 yang dapat dilepaskan dengan baut setelah switchgear
                 dimatikan.

                                                                           113
           Ruangan peralatan dilengkapi dengan pintu di sebelah muka,
           yang dihubungkan dengan sebuah handel pembuka peralatan
           sedemikian rupa, sehingga hanya dapat dibuka bila bagian
           dalam ruangan tersebut telah off/mati.
     Letak engsel maupun handel dan kunci dari pintu harus disesuaikan
     ketinggiannya.

f.   Finishing dari panel harus dilaksanakan sebagai berikut :
           Semua mur dan baut harus tahan karat, dilapisi Cadmium
           Semua bagian dari baja harus bersih dan sandlasted setelah
           pengelasan, kemudian secepatnya harus dilindungi terhadap
           karat dengan cara galvanisasi atau "Chromium Plating" atau
           dengan "Zinc Chromate Primer".
           Pengecatan finish dilakukan dengan empat lapis cat oven
           warna abu-abu atau warna lain yang disetujui Direksi.

g.   Circuit Breaker untuk penerangan boleh menggunakan Mini Circuit
     Breaker (MCB) dengan breaking capacity minimal 8 - 10 KA
     simetris.

     Circuit Breaker lainnya harus dari type Moulded Case Circuits
     Breaker (MCCB) atau No Fuse Breaker (NFB), sesuai dengan yang
     diberikan pada gambar rencana dengan breaking capacity seperti
     ditunjukkan dalam gambar rencana.
     Circuit Breaker harus dari type automatic trip dengan kombinasi
     thermal dan instantaneous magnetic unit.Main CB dari setiap panel
     harus dilengkapi dengan shunt trip terminals dan kabel control harus
     tahan api.

h.   Panel/Cubicle harus dilengkapi dengan Relay pengaman terhadap
     kesalahan hubungan ketanah (Earth/GroundFoult Relay), dan
     kelengkapan Relay pengaman lainnya (Over Current Relay, Over
     Voltage Relay dan lain-lain)seperti terdapat pada gambar.

     Main busbars dalam panel harus dipasang horizontal dibagian
     bawah/atas dan mempunyai kemampuan hantar arus kontinu
     minimal sebesar 1,5 (satu setengah) kali dari rating ampere frame
     main pemutus dayanya.

     Busbars dari bahan tembaga murni dengan minimum konduktivitas
     99,99% .
     Busbars harus dicat sesuai code warna dalam PUIL 2000;


                                                                     114
                  Phasa              : Merah, kuning, hitam
                  Netral             : Biru
                  Ground             : Hijau - Kuning.

             i.   Magnetic Contactor harus dapat bekerja tanpa getaran maupun
                  dengan kumparan contactor harus sesuai untuk tegangan 220 Volt,
                  50 HZ dan tahan bekerja kontinu pada 10% tegangan lebih dan
                  harus pula dapat menutup dengan sempurna pada 85% tegangan
                  nominal. Magnetic Contactor harus dari Telemekanik dan yang
                  setaraf.

             j.   Pemberian Tanda Pengenal
                  Tanda pengenal harus dipasang, yang menunjukkan hal-hal berikut :
                      Fungsi peralatan dalam panel
                      Posisi terbuka atau tertutup
                      Arah putaran dari handel pengontrol dari switch
                      Dan lain-lain.
                  Tanda pengenal ini harus jelas dan tidak dapat hilang.

             k.   Pengujian
                  Pengujian ini perlu dilakukan bila pabrik tidak menunjukkan
                  sertifikat pengujian yang diakui oleh PLN (LMK) :
                        Test kekuatan tegangan impuls
                        Test kenaikan temperatur
                        Test kekuatan hubung singkat
                        Test untuk alat-alat pengaman
                        Pemeriksaan apakah peralatan sudah sesuai dengan yang
                        dimaksud
                        Pemeriksaan alat-alat interlock dan fungsi kerja handel-handel
                        Pemeriksaan kekuatan mekanis dari handel dan alat interlock
                        Pemeriksaan kontinuitas rangkaian.

2.21.   Kabel Daya Tegangan Rendah
        o    Umum
             Kabel daya tegangan rendah yang dipakai adalah bermacam-macam
             ukuran dan         type yang sesuai dengan gambar rencana
             (NYY,NYFGBY,FRC,NYM,NYA,06/1 KV) kabel daya tegangan rendah
             ini harus sesuai dengan standard SII atau S.P.L.N.




                                                                                  115
o   Instalasi Dan Pemasangan Kabel
    1) Bahan
         Semua kabel yang dipergunakan untuk instalasi listrik harus
         memenuhi peraturan PUIL 2000/LMK. Semua kabel/ kawat harus
         baru dan harus jelas ditandai dengan ukurannya, jenis kabelnya,
         nomor dan jenis pintalannya.

         Semua kawat dengan panampang 6 mm² keatas haruslah terbuat
         secara disiplin (stranded). Instalasi ini tidak boleh memakai kabel
         dengan penampang lebih kecil 2,5 mm² kecuali untuk pemakaian
         remote control.
         Kecuali dipersyaratkan lain, konduktor yang dipakai ialah dari type :
             • Untuk instalasi penerangan adalah NYM/NYA dengan
                conduit Hight Impact PCV;
             • Untuk kabel distribusi NYY, NYFGbY, FRC dan penerangan
                taman dengan menggunakan kabel NYFGbY;
             • Untuk kabel-kabel dari diesel genset menuju ke LVMDP
                menggunakan kabel jenis NYY;
             • Untuk kabel-kabel dari LVMDP menuju ke panel-panel
                hydrant, pressurization fan, panel lift menggunakan kabel
                jenis FRC;
             • Untuk FRC digunakan merk : Radox, Elcuflamex, Wilson,
                Fuji, Pirelli,Pyrotenax.

         Semua kabel NYY yang ditanam didalam perkerasan (tembok, jalan,
         beton, dll) harus berada di dalam conduit Galvanis yang disesuaikan
         dengan ukurannya.

    2)   "Splice" / Pencabangan
         Tidak diperkenankan adanya "Splice" ataupun sambungan-
         sambungan baik dalam feeder maupun cabang-cabang, kecuali pada
         outlet atau kotak-kotak penghubung yang bisa dicapai (accessible).

         Sambungan pada kabel circuit cabang harus dibuat secara mekanis
         dan harus teguh secara electric, dengan cara-cara "Solderless
         Connector". Jenis kabel tekanan, jenis compression atau soldered.

         Dalam membuat "Splice" konector harus dihubungkan pada
         konductor-konduktor dengan baik, sehingga semua konductor
         tersambung, tidak ada kabel-kabel telanjang yang kelihatan dan tidak
         bisa lepas oleh getaran.



                                                                          116
     Semua sambungan kabel baik di dalam junction box, panel ataupun
     tempat lainnya harus mempergunakan connector yang terbuat dari
     temaga yang diisolasi dengan porselen atau bakelite ataupun PVC,
     yang diameternya disesuaikan dengan diameter kabel.

3)   Bahan Isolasi
     Semua bahan isolasi untuk splice, connection dan lain-lain seperti
     karet, PVC, asbes, tape sintetis, resin, splice case, compostion dan
     lain-lain harus dari type yang disetujui, untuk penggunaan, lokasi
     voltage dan lain-lain tertentu itu harus dipasang memakai cara yang
     disetujui menurut anjuran perwakilan Pemerintah dan atau
     Manufacturer.

4)   Sambungan Kabel
     a). Semua penyambungan             kabel harus dilakukan dalam
          kotak-kotak penyambung yang khusus untuk itu (misalnya
          junction box dan lain-lain). Pemborong harus memberikan
          brosur - brosur mengenai        cara- cara penyambungan yang
          dinyatakan oleh pabrik kepada Perencana.

     2.   Kabel-kabel harus disambung sesuai dengan warna-warna atau
          nama-namanya masing-masing, dan harus diadakan pengetesan
          tahanan isolasi sebelum dan sesudah penyambungan dilakukan.
          Hasil pengetesan harus tertulis dan disaksikan oleh Konsultan
          Pengawas.

     3.   Penyambungan kabel tembaga harus mempergunakan
          penyambungan-penyambungan tembaga yang dilapisi dengan
          timah putih dan kuat. Penyambungan-penyambungan harus dari
          ukuran yang sesuai.

     4.   Penyambungan kabel yang berisolasi PVC harus diisolasi
          dengan pipa PVC / protolen yang khusus untuk listrik.
     5.   Penyekat-penyekat khusus harus dipergunakan bila perlu untuk
          menjaga nilai isolasi tertentu.

     6.   Cara-cara pengecoran yang ditentukan oleh pabrik harus diikuti,
          misal temperatur-temperatur pengecoran dan semua lobang-
          lobang udara harus dibuka selama pengecoran.




                                                                     117
     7.   Bila kabel dipasang tegak lurus dipermukaan yang terbuka,
          maka harus dilindungi dengan pipa baja dengan tebal 3 mm .....
          minimal 2,5 mm.

e)   Saluran Penghantar dalam Bangunan
     a) Untuk instalasi penerangan di daerah tanpa menggunakan
          ceiling gantung, saluran penghantar (conduit) ditanam dalam
          beton.

      b) Untuk instalasi penerangan di daerah yang menggunakan
         ceiling gantung saluran penghantar (conduit) dipasang diatas
         kabel tray dan diletakkan di atas ceiling dengan tidak
         membebani ceiling.

      c) Untuk instalasi saluran penghantar diuar bangunan,
         dipergunakan saluaran beton, kecuali untuk penerangan taman,
         dipergunakan pipa galvanized dengan diameter sesuai
         standarisasi. Saluran beton dilengkapi dengan hand-hole untuk
         belokan-belokan.

      d) Setiap saluran kabel dalam bangunan dipergunakan pipa conduit
         minimum 5/8" diameternya. Setiap pencabangan ataupun
         pengambilan keluar harus menggunakan junction box yang
         sesuai dan sambungan yang lebih dari satu harus menggunakan
         terminal strip di dalam junction box.

         Junction box yang terlihat dipakai junction box ex. Jerman
         Eropa, tutup blank plate stainless steel, type "star point".
      e) Ujung pipa kabel yang masuk dalam panel dan junction box
         harus dilengkapi dengan "Socket/lock nut", sehingga pipa
         tidak mudah tercabut dari panel. Bila tidak ditentukan lain,
         maka setiap kabel yang berada pada ketinggian muka lantai
         sampai dengan 2 m, harus dimasukkan dalam pipa PVC dan
         pipa harus diklem ke bangunan pada setiap jarak 50 cm.

f)   Pemasangan Kabel dalam Tanah
      a) Kabel tegangan rendah harus ditanam minimal sedalam 80 cm.

      b) Kabel yang ditanam langsung dalam tanah harus dilindungi
         dengan batas merah, dan diberi pasir, ditanam minimal sedalam
         80 cm.



                                                                    118
            c) Untuk yang lewat jalan raya ditanam sedalam 100 cm dan
               dilapisi pipa Galvanized.

            d) Kabel-kabel yang menyeberang jalur selokan, dilindungi
               dengan pipa galvanized atau pipa beton yang dilapisi dengan
               pipa PVC type AW, kabel harus berjarak tidak kurang dari 30
               cm dari pipa gas, air dan lain-lain.

            e) Galian untuk menempatkan kabel yang dipasang dalam tanah
               harus bersih dari bahan-bahan yang dapat merusak isolasi kabel,
               seperti : batu, abu, kotoran bahan kimia dan lain sebagainya.
               Alas galian (lubang) dilapisi dengan pasir kali setebal 10 cm.
               kemudian kabel diletakkan, diatasnya diberi bata dan akhirnya
               ditutup dengan tanah urug.

            f) Penyambungan kabel dalam tanah tidak diperkenankan secara
               langsung, harus mempergunakan peralatan khusus untuk
               penyambungan kabel dalam tanah.

            g) Penanaman dan penyambungan kabel harus diberikan marking
               yang jelas pada jalur-jalur penanaman kabelnya. Agar
               memudahkan didalam pengoperasian, pengurutan kabel dan
               menghindari kecelakaan akibat tergali/tercangkul.

c..
c     Pengujjiian & Testtiing
      Pengu an & Tes ng
      1)   Factory Test
              • Pengetesan Individuil
                  Pengetesan ini dilakukan pada setiap potong kabel dan terdiri
                  dari pengetesan sebagai berikut :
                    ◊ Pengetesan ukuran tahanan hantaran
                    ◊ Pengetesan dielektrik
                    ◊ Pengukuran loss factor

             •   Pengetesan Khusus
                 Pengetesan ini dilakukan terhadap sample dari kabel yang
                 akan dipakai. Pengetesan tersebut terdiri dari test sebagai
                 berikut :
                   ◊ Test tegangan impuls
                   ◊ Mekanikal test
                   ◊ Pengukuran loss factor pada bermacam-macam
                       temperature


                                                                           119
                           ◊   Pengetesan dielektrik
                           ◊   Pengetesan perambatan (Creep Test)

              2)    Site Test
                    Pengetesan setelah penanaman kabel. Setelah kabel ditanam,
                    penyambungan-penyambungan dan pemasangan kotak akhir, maka
                    dilakukan pengetesan dielektrik/insulation test.
                    Marking kabel untuk pemasangan kabel di dalam tanah harus jelas
                    dan tidak dapat dihapus.

2..22..
2 22      Penerangan Dan Kottak Konttak
          Penerangan Dan Ko ak Kon ak
          a. Lampu Dan Armaturenya
              Lampu dan armaturenya harus sesuai dengan yang dimaksudkan, seperti
              yang dilukiskan dalam gambar-gambar elektrikal .
              a.    Semua armatur lampu harus mempunyai terminal pentanahan
                    (grounding).

              b.    Semua lampu Fluorescent dan lampu gas discharge lainnya harus
                    dikompensasi dengan "power factor correction capasitor" yang
                    cukup kuat terhadap kenaikan temperatur dan beban mekanis dari
                    diffuser itu sendiri.

              c.    Reflector terutama untuk ruangan office harus memakai bahan
                    tertentu, sehingga diperoleh derajat pemantulan yang sangat tinggi.

              d.    Box tempat ballast, kapasitor, dudukan starter dan terminal block
                    harus cukup besar dan dibuat sedemikian rupa sehingga panas yang
                    ditimbulkan tidak mengganggu kelangsungan kerja dan umur teknis
                    komponen lampu itu sendiri.

              e.    Ventilasi di dalam box harus dibuat dengan sempurna. Kabel-kabel
                    dalam box harus diberikan saluran atau klem-klemn tersendiri,
                    sehingga tidak menempel pada ballast atau kapasitor.

              f.    Box terbuat dari pelat baja tebal minimum 0,7 mm, dicat dasar
                    tahan karat, kemudian di finish dengan cat akhir dengan oven warna
                    putih.

              g.    Box terbuat dari glass - fibre reinforced polyster dengan brass insert
                    harus tahan terhadap bahan kimia, maupun gas kimia serta cover
                    dari clear polycarbonate harus tahan terhadap bahan kimia, maupun
                    gas kimia.

                                                                                      120
     h.   Pelat sisi dari armatur lampu tipe Recessed Mounted atau Surface
          Mounted harus mempunyai ketebalan minimum 0,7 mm.

     i.   Ballast harus dari jenis "Low Loss Ballast" dan harus pula
          dipergunakan single lamp ballast (satu ballast untuk satu lampu
          fluorescent).
     j.   Untuk lampu TL yang di-dimmer, ballast harus dari jenis “High-
          Frequency Electronic light regulating ballast”, yang dapat men-
          dimmer lampu-lampu fluorescent TL, dan harus pula dipergunakan
          single electronic ballast (satu elektronik ballast untuk satu lampu
          fluorescent).

     k.   Tabung Fluorescent harus dari type TLD, untuk area kantor dan
          lain-lain. Dengan jenis warna lampu 54 cool day light, sedangkan
          untuk area kolam ikan dengan jenis warna lampu 33 white.

     l.   Armatur Down Light terdiri dari dudukan dan diffuser, dimana
          dudukan harus dari bahan aluminium silicon aloy atau dari moulded
          plastic. Diffuser harus dari bahan gelas susu atau satin etached opal
          plastic. Armatur down ligh tersebut harus tahan terhadap bahan
          kimia maupun gas kimia.

          Konstruksi armatur Down Light harus kuat untuk dipasang dengan
          lampu HPL-N 250 W maupun PL-9 W/SL-18 W.

          Lubang-lubang ventilasi harus ada dan ditutup dengan kasa nylon
          untuk mencegah masuknya serangga. Diffuser terpasang pada
          dudukan ulir, tidak boleh dengan memakai paku sekrup.

     m.   Skedul Lampu Penerangan, harus mengacu ke gambar rencana dan
          desain Arsitek.

b.   Kotak Kontak Biasa
     a.   Kotak kontak dinding yangdipakai adalah Kotak kontak satu phasa,
          Rating 250 Volt, 13 Ampere, untuk pemasangan di dinding.

     b.   Kotak kontak 1 (satu) phasa dilengkapi dengan saklar dan pilot
          lamp untuk pemasangan rata dengan dinding dengan rating 250
          volt, 13 Ampere.

     c.   Bahan dari Cover Plate.



                                                                           121
     d.    Kotak kontak yang dipakai adalah Kotak kontak satu phasa untuk
           pemasangan rata dinding dengan ketinggian 30 cm/80 cm di atas
           lantai dan harus mempunyai terminal phasa, netral dan pentanahan.
           Harus di pasang mengikuti item e.

c.   Kotak Kontak Khusus
     Kotak kontak khusus yang dipakai adalah Kotak kontak tiga phasa dan
     harus mempunyai terminal phasa, netral dan pentanahan . Rating 3 Phasa,
     415 Volt, 16 A, 32 A dan 63 A yang dilengkapi MCB dan switch.

d.   Saklar Dinding
     Saklar harus dari tipe untuk pasangan rata dinding, tipe rocker, dengan
     rating 250 Volt, 10 ampere dari tipe single gang, double gangs atau
     multiple gangs (grid switches), saklar hotel single gang atau double gangs
     dipasang dengan ketinggian 1,20 m atau ditentukan lain.

e.   Isolating Switches
     a.    Isolating switches harus dipasang pada dinding dan dilengkapi
           dengan indicating lamp.
           Rating isolating switch harus lebih tinggi dari rating MCB / MCCB
           pada feeder di panelnya.
           Rating tegangan adalah untuk 1 fasa 250 Volt, fasa 415 Volt.

     b.    Switches harus dipasang pada box mengikuti item g.

f.   Box Untuk Saklar Dan Kotak Kontak
     Box harus dari bahan baja atau moulded plastic dengan kedalaman tidak
     kurang dari 35 mm.

     Kotak dari metal harus mempunyai terminal pentanahan saklar atau Kotak
     kontak dinding terpasang pada box harus menggunakan                  baut,
     pemasangan dengan cara yang mengembang tidak diperbolehkan.
g.   Kabel Instalasi
     Pada umumnya kabel instalasi penerangan dan instalasi Kotak kontak
     harus kabel inti tembaga dengan insulasi PVC, satu inti atau lebih (NYA,
     NYM, NYY).
     Kabel harus mempunyai penampang minimal dari 2,5 mm² kode warna
     insulasi kabel harus mengikuti ketentuan PUIL 2000 sebagai berikut :
         Fasa R       : merah
         Fasa S         : kuning
         Fasa T         : hitam
         Netral         : biru


                                                                           122
         Grounding     : hijau/kuning

h.   Pipa Instalasi Pelindung Kabel
     a.     Pipa instalasi pelindung kabel feeder yang dipakai adalah pipa PVC
            kelas AW atau GIP. Pipa, elbow, socket, junction box, clamp dan
            accessories lainnya harus sesuai yang satu dengan lainnya, yaitu
            tidak kurang dari diameter 19 - 25 mm.
     b.     Pipa flexible harus dipasang untuk melindungi kabel antara kotak
            sambung (junction box) dan armature lampu.
     c.     Sedangkan pipa untuk instalasi penerangan dan Kotak kontak
            dengan pipa PVC, khusus untuk power high impact conduit-heavy
            gange, minimum diameter 19 - 25 mm.
     d.     Seluruh instalasi rigid conduit dilengkapi dengan coupling spacer
            bar saddle, adaptor female and male thread, male and female bushe,
            locknut dan perlengkapan lainnya.
     e.     Conduite khusus harus harus digunakan type Explosion Proof,
            Class IP - 65.

i.   Rak Kabel
     Rak kabel yang dipakai untuk distribusi kabel listrik digunakan jenis cable
     ladder yang terbuat dari plat Mild Steel dengan finishing Hot Dip Galvanis
     dilapisi oleh Zink Eromate harus tahan terhadap bahan kimia dan gas
     kimia.

j.   Testing / Pengujian
     Testing dilakukan dengan disaksikan oleh pengawas lapangan yang
     disahkan oleh lembaga yang berwenang pengujian meliputi :
     a.     Test ketahanan isolasi
     b.     Test kekuatan tegangan impuls
     c.     Test kenaikan temperatur
     d.     Continuity test.




                                                                            123
                                       BAB IV
                                   CONTOH KONTRAK



     PALANG MERAH INDONESIA                                INDONESIAN RED CROSS

   PERJANJIAN PENYEDIAAN JASA                          AGREEMENT ON CONSTRUCTION
           KONSTRUKSI                                    SERVICES PROCUREMENT
               Untuk                                               For
            [Nama Proyek]                                      [Nama Proyek]
                 Di                                                 In
           [Lokasi Proyek]                                    [Lokasi Proyek]


             Nomor Perjanjian:                                        Number:
                Tanggal:                                               Dated:

Perjanjian Penyediaan Jasa Konstruksi untuk       This Agreement on Construction Services
……………………………………………….                               Procurement       for    ………………………
……………………………………………….                               ……………………………………………….
ini termasuk semua Lampiran yang                  ………………………………….                          together
dilampirkan yang merupakan satu kesatuan          with all attachments hereto are forming an
yang tidak terpisahkan (selanjutnya disebut       integral part thereof (hereinafter referred to as
“Perjanjian”) dibuat pada tanggal [ ], oleh dan   “Agreement”) is made on [ ], by and
antara:                                           between:

1. Nama : Iyang D. Sukandar               1.            Name : Iyang D. Sukandar
   Jabatan : Sekretaris Jendral Markas                  Position : General Secretary of
             Besar PMI, selaku Ketua                               Indonesian Red Cross
             Pengadaan Barang dan Jasa                             Headquarters, as the
             pada Kantor Pusat PMI                                 Chairman of Services and
   Alamat : Jln. Jend. Gatot Subroto Kav.                          Goods Supplying in Principal
             96 - Jakarta 12790                                    Office of Indonesian Red
             PO.Box. 2009                                          Cross
   Yang bertindak untuk dan atas nama                   Address: Jln. Jend. Gatot Subroto Kav.
   PALANG        MERAH         INDONESIA                           96 - Jakarta 12790
   (“PMI”), selanjutnya disebut “PEMILIK                           PO.Box. 2009
   PROYEK”.                                             Acting for and behalf of Indonesian Red
                                                        Cross (“PMI”), hereinafter referred to as
                                                        “PROJECT OWNER”

2. Nama    :                                      2.    Name     :
   Jabatan :                                            Position :
   Alamat :                                             Address :

   Yang bertindak untuk dan atas nama …..               Acting for and behalf of ................
   …………….., yang didirikan berdasarkan                  ........., incorporated by Deed Number: [ ]
   Akta Nomor: [ ] tertanggal [ ] yang dibuat           dated [ ] made in front of notary [ ],
   di hadapan Notaris [ ], selanjutnya disebut          hereinafter          referred    to     as


                                                                                               124
   “KONTRAKTOR”.                               “CONTRACTOR”

KONTRAKTOR dan PEMILIK PROYEK              CONTRACTOR and PROJECT OWNER
secara bersama-sama disebut sebagai PARA   hereinafter collectively referred to as the
PIHAK dan secara sendiri-sendiri dapat     PARTIES and individually may called the
disebut sebagai PIHAK.                     PARTY.

Dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut With consideration as follows :
di bawah ini:

1. Dana hibah dari …………………… 1.                 Grant fund from ……………………. to
   kepada Palang Merah Indonesia, yang         Indonesian Red Cross, which stated in
   tertuang dalam dokumen Nomor: [ ],          document No: [ ], dated [ ]
   tertanggal [ ];

2. Berita Acara Pembukaan Dokumen 2.           Minutes of Administration Documents
   Administrasi         untuk  …………….          Opening for …………………………..
   ………………………………………...….                        …………………………………………
   ..... No [ ] tertanggal ………..               Number [ ] dated ………………..;

3. Berita Acara Hasil Evaluasi Dokumen 3.      Minutes of Technical Documents
   Tehnis untuk …………………………                     Evaluation Result for ……………….
   …………………… No [ ] tertanggal …                …………………………………………..
   …………..;                                     …………………………..Number [         ]
                                               dated …………………;

4. Berita Acara Hasil Evaluasi Dokumen 4. Minutes of Price/Finance Documents
   Harga/Keuangan     untuk      ……….     Evaluation Result for …………….
   ………………………………………….                      …………………………………………..
   …….     No     [       ]    tertanggal ………….. Number [            ] dated
   …………………..;                             …………………..;

5. Berita Acara Hasil Total Evaluasi 5. Minutes of Technical and Cost Documents
   Dokumen Tehnis dan Biaya untuk        Evaluation     Total     Result    for
   ……………………………………………                     …………………………………………..
   ………….No       [    ]     tertanggal   ……………………………….. Number
   ……………….;                              [ ] dated ……………………..;

6. Berita Acara Usulan Pemenang Lelang 6.      Minutes of Winner Tender Proposal for
   untuk               ..…………………………            ………………………………………….
   Ka………………………………..No.[ ]                      ………………………………… Number
   tertanggal .... ............;               [ ] dated ……………………;

7. Pemberitahuan Hasil Pemenang Lelang 7. Notification of Winner Tender Result for
   Pekerjaan ……………………………….                   …………………………………………..
   ……Nomor …………………….. tanggal                ………………………………… Number
   …………………;                                  ………………………………………;
8. Surat Keputusan Ketua Pengadaan Barang 8. Chairman of Goods and Services
   dan Jasa Markas Pusat PMI Nomor: [ ]      Supplying Central Office of Indonesian
   tertanggal [ ] tentang Surat Penunjukan   Red Cross Decree Number [ ] dated [ ]


                                                                                  125
      pemenang Penyediaan Jasa Konstruksi        on Winner Appointment Letter in
      untuk    ………………………               di        Construction Services Procurement for
      ……………………….;                                …………………………………………..
                                                 …………………………;

9. Dalam pembuatan Perjanjian ini, Pemilik 9. In drafting this Agreement, Project Owner
   Proyek telah melakukan koordinasi           has made coordination with Supplying
   dengan Panitia Pengadaan Barang dan         Goods and Services Central Office of
   Jasa Markas Pusat PMI dan Badan             Indonesian Red Cross Committee and
   Pemberi Bantuan Keuangan.                   Board of Financial Contributor.

Para Pihak dengan ini sepakat akan hal-hal The Parties agreed within the following
berikut ini:                               terms:

           Pasal 1                                       Article 1
MAKSUD DAN TUJUAN PERJANJIAN                  OBJECTIVE AND PURPOSE OF THE
                                                      AGREEMENT

1.1 Pemilik Proyek dengan ini menunjuk 1.1             Project Owner hereby appoint
    Kontraktor     untuk     melaksanakan,        Contractor to perform, complete and
    menyelesaikan      dan    memperbaiki         remedy the Work of Construction
    Pekerjaan Penyediaan Jasa Konstruksi          Services         Procurement     for
    untuk ………………………………di                          ……………………………………….
    ………………………………………...                            ……………………………………….
    (selanjutnya disebut “PEKERJAAN”)             (hereinafter called the “WORK”) and
    dan      Kontraktor    setuju    untuk        Contractor agrees to perform the
    melaksanakan PEKERJAAN sesuai                 WORK in accordance with terms in
    dengan ketentuan dalam Perjanjian ini.        this Agreement.

 1.2 Atas penunjukkan tersebut, Kontraktor 1.2    As the appointment above, Contractor
     akan     melaksanakan        PEKERJAAN       shall perform WORK based on
     berdasarkan      Detailed     Engineering    Detailed Engineering Design which
     Design yang telah dijelaskan oleh            already described by Project Owner
     Pemilik Proyek dan/atau wakilnya pada        and/or its representative in pre bid
     saat pre bid meeting/Berita Acara            meeting/Minutes of Work Description
     Penjelasan Pekerjaan (aanwijzing) atau       (aanwijzing) or in site visit, by using
     pada saat site visit, dengan menggunakan     all of its skills, abilities, tools,
     seluruh keahlian, kemampuan, peralatan,      equipments, and human resources
     perlengkapan dan tenaga kerja yang           which is owned by Contractor.
     dimilikinya.

1.3     Atas jasanya untuk menyelesaikan 1.3      For its services in completing the
       PEKERJAAN,         Kontraktor    akan      WORK, Contractor shall receive
       menerima pembayaran dari Pemilik           payment from Project Owner as
       Proyek sebagaimana diatur lebih lanjut     stipulated further in Article 9 of this
       dalam Pasal 9 Perjanjian ini.              Agreement.




                                                                                     126
              Pasal 2                                        Article 2
     JANGKA WAKTU PERJANJIAN                     TIME PERIOD OF THE AGREEMENT

Sesuai dengan Perjanjian ini dan Dokumen         In accordance with this Agreement and
Perjanjian, jangka waktu Perjanjian ini adalah   Agreement Documents, time period of this
selama [ ] hari kalender (selanjutnya disebut    Agreement is [ ] of calendar days (hereinafter
“Jangka Waktu Perjanjian”), yang terbagi         referred to as “Time Period”), which are
atas:                                            divided as follows:

a. jangka waktu penyelesaian PEKERJAAN a.             time period of WORK completion is [ ]
   yaitu [ ] hari kalender sejak                      calendar days as of the signing of this
   ditandatanganinya Perjanjian ini dengan            Agreement with following details :
   rincian sebagai berikut:

     i. [       ] hari sejak penandatanganan          i. [ ] days as of the signing of this
          Perjanjian, maka Kontraktor harus                Agreement,     Contractor    must
          telah     menyelesaikan     25    %              complete 25% of the WORK;
          PEKERJAAN;                                  ii. [ ] days as of the signing of this
     ii. [ ] hari sejak sejak penandatanganan              Agreement,     Contractor    must
          Perjanjian, maka Kontraktor harus                complete 50% of the WORK;
          telah     menyelesaikan     50    %         iii. [ ] days as of the signing of this
          PEKERJAAN;                                       Agreement,     Contractor    must
     iii. [     ] hari sejak penandatanganan               complete 75% of the WORK;
          Perjanjian, maka Kontraktor harus           iv. [ ] days as of the signing of this
          telah     menyelesaikan     75    %              Agreement,     Contractor    must
          PEKERJAAN;                                       complete 100% of the WORK
     iv. [        ] hari sejak penandatanganan
          Perjanjian, maka Kontraktor harus
          telah     menyelesaikan    100    %
          PEKERJAAN.

b. jangka    waktu     pemeliharaan    atas b.        time period of WORK’s maintenance is
   PEKERJAAN yaitu 90 (sembilan puluh)                90 (ninety) calendar days since the
   hari kalender sejak Berita Acara Serah             issuance of First Acceptance Certificate
   Terima Pertama (PHO 1) sebagaimana                 (PHO1) as described further in this
   dijelaskan lebih lanjut dalam Perjanjian           Agreement.
   ini.

               Pasal 3                                       Article 3
         DOKUMEN PERJANJIAN                            AGREEMENT DOCUMENTS

Dokumen Perjanjian sebagaimana ditentukan Agreement Documents as defined below
di bawah ini harus dibaca serta merupakan must be read and as an integral part of this
bagian dari Perjanjian ini, yaitu:        Agreement, which are :

a.   Perjanjian ini;                             a.   This Agreement;
b.   Daftar Kuantitas dari Harga;                b.   Price Quantity List;
c.   Detailed Engineering Design;                c.   Detailed Engineering Design;
d.   Jaminan Uang Muka;                          d.   Advance Payment Bond;
e.   Jaminan Pelaksanaan;                        e.   Performance Bond


                                                                                           127
f. Notulen Rapat Pra Perjanjian (dalam hal   f. Pre-Agreement Minutes of Meeting (in
   terjadinya negosiasi karena terdapat         the event that a negotiation occurred due
   kesepakatan tambahan selain yang telah       to additional arrangement unless already
   diatur dalam Perjanjian);                    been regulated in Agreement);
g. Surat Penunjukan Pemenang;                g. Winner Appointment Letter;
h. Surat Penetapan Pemenang;                 h. Winner Affirmation Letter;
i. Dokumen Penawaran Kontraktor;             i. Contractor’s Proposal;
j. OCE (Owner Cost Estimate);                j. OCE (Owner Cost Estimate);
k. Berita Acara Penjelasan Pekerjaan         k. Minutes      of     Work      Description
   (aanwijzing);                                (aanwijzing);
l. Addendum (bila ada).                      l. Addendum (if there is any).

             Pasal 4                                   Article 4
     KEWAJIBAN KONTRAKTOR                    CONTRACTOR’S RESPONSIBILITIES

Disamping kewajiban-kewajiban yang diatur In addition of its responsibilities which are
dalam pasal lain, kewajiban Kontraktor regulated in other articles, Contractor
adalah sebagai berikut:                   responsibilities as follows:

4.1 Melaksanakan, menyelesaikan dan 4.1            Perform, complete and remedy the
    memperbaiki PEKERJAAN dengan                   WORK in carefully and seriously by
    penuh ketelitian dan kesungguhan,              providing all of human resources who
    dengan menyediakan segala tenaga               are personally and technically qualified
    kerja yang memiliki kemampuan dan              for their respective responsibilities,
    kualifikasi teknis yang diperlukan untuk       including supervision on materials,
    bagian tugas masing-masing, termasuk           Contractor equipment, transportation to
    pengawasan terhadap bahan-bahan,               or from the area and inside or around
    peralatan Kontraktor, pengangkutan ke          the WORK’ location, and perform all
    atau dari lapangan dan di dalam atau           permanent or temporary matters which
    sekitar lokasi PEKERJAAN, serta                are     needed     for    performance,
    melaksanakan segala sesuatu baik yang          completion and remedy the WORK as
    bersifat permanen maupun yang bersifat         described in this Agreement and as
    sementara yang diperlukan untuk                interpreted    properly    from     this
    pelaksanaan,       penyelesaian       dan      Agreement.
    perbaikan PEKERJAAN sebagaimana
    yang dirinci dalam Perjanjian dan
    ditafsirkan secara wajar dari Perjanjian.

4.2 Seluruh         PEKERJAAN          harus 4.2    All WORK should be performed,
    dilaksanakan,       diselesaikan    dan        completed and remedied in accordance
    diperbaiki sesuai dengan Perjanjian            with the Agreement until it well
    sampai diterima baik oleh Pemilik              received by Project Owner and/or
    Proyek dan/atau Direksi Pekerjaan              Work Management as Project Owner
    selaku Wakil Pemilik Proyek setelah            Representative after consultation with
    berkonsultasi dengan Pemilik Proyek,           Project Owner, unless according to the
    kecuali apabila menurut hukum ataupun          law or physical it could not be done.
    secara fisik tidak mungkin dilakukan.

4.3 PEKERJAAN yang harus dilaksanakan, 4.3         WORK that has to be performed,
    diselesaikan dan dipelihara oleh               completed and   maintained by


                                                                                       128
       Kontraktor harus sesuai dengan Berita         Contractor must be accorded to
       Acara       Penjelasan      Pekerjaan         Minutes    of  Work     Description
       (aanwijzing) sebagaimana dilampirkan          (aanwijzing) as attached in this
       dalam Perjanjian ini.                         Agreement

4.4. Kontraktor bertanggung jawab dan 4.4            Contractor responsible and guarantees
     menjamin bahwa hasil pekerjaannya               that the result of his work will be
     akan selesai tepat waktu dan                    completed in time and with a good
     mempunyai kualitas yang baik. Demi              quality. To guarantee the quality,
     menjamin kualitas tersebut, Kontraktor          Contractor must provide person who
     harus menyediakan orang yang                    competent to conduct the quality
     kompeten     untuk      melaksanakan            examination on the WORK result.
     pemeriksaan kualitas atas hasil
     PEKERJAAN.

4.5    Kontraktor bertanggung jawab atas izin- 4.5 Contractor responsible on licenses which
       izin yang diperlukan oleh Kontraktor         are needed by Contractor to perform
       untuk melaksanakan PEKERJAAN.                the WORK.

               Pasal 5                                        Article 5
      KEWAJIBAN PEMILIK PROYEK                           PROJECT OWNER’S
                                                         RESPONSIBILITIES

Selama Perjanjian ini berlangsung, Pemilik During this Agreement, Project Owner
Proyek mempunyai kewajiban sebagai having responsibilities as follows :
berikut:

5.1 Menyediakan      bagi     Kontraktor 5.1          Allow Contractor to use all area as
    penggunaan semua lahan sebagaimana               stated in Agreement Documents.
    yang dinyatakan Dokumen Perjanjian.

5.2 Membayar Kontraktor sebesar Nilai 5.2            Paying Contractor in the amount of
    Perjanjian    atas    jasanya      dalam         Agreement Value for its services in
    pelaksanaan,       penyelesaian      dan         performance, completion and remedy
    perbaikan PEKERJAAN sebagaimana                  the WORK as regulated in Article 9 of
    diatur dalam Pasal 9 Perjanjian ini.             this Agreement.

           Pasal 6                                        Article 6
  BERLAKUNYA PERJANJIAN DAN                    AGREEMENT’ VALIDITY AND WORK
   PENYELESAIAN PEKERJAAN                              COMPLETION

6.1. Perjanjian ini berlaku sejak tanggal 6.1         This Agreement shall effective on the
     penandatanganan oleh Para Pihak, dan            signing date by the Parties, therefore
     dengan demikian Perjanjian akan                 this Agreement shall be bind the
     mengikat Para Pihak sejak tanggal               Parties on the signing date as
     penandatanganan           sebagaimana           mentioned in first above written.
     dicantumkan di awal Perjanjian.

6.2. Kontraktor wajib mulai melaksanakan 6.2 Contractor obligates to start the WORK
     PEKERJAAN dalam jangka waktu yang        performance in time period stated in


                                                                                       129
       ditentukan pada pasal 2 diatas. Dalam         article 2 above. In the event Contractor
       hal      Kontraktor    tidak     mulai        did not start the WORK performance
       melaksanakan PEKERJAAN sesuai                 according to time period in article 2
       dengan jangka waktu dalam pasal 2             above, Project Owner has the right to
       diatas, maka Pemilik Proyek berhak            give saction and fince as stipulated in
       mengenakan      sanksi    dan   denda         Article 19 of Agreement.
       sebagaimana diatur dalam Pasal 19
       Perjanjian.

                  Pasal 7                                     Article 7
            NILAI PERJANJIAN                             AGREEMENT VALUE

7.1.     Sebagai biaya pelaksanaan dan 7.1            Contractor will receive payment from
       penyelesaian    PEKERJAAN       dan           Project Owner in the amount of Rp
       keuntungan/upah      atas   jasanya           …………………. (……………………
       menyelesaikan PEKERJAAN, maka                 ………………………………………
       Kontraktor akan menerima pembayaran           …       …………………………………
       dari Pemilik Proyek sebesar Rp                ……..) as its cost and profit in
       ………………                                        performing and completing the WORK
       (………………………………………..)                           and its services to complete the WORK
       (selanjutnya disebut sebagai “Nilai           (hereinafter is called “Agreement
       Perjanjian”) yang diperoleh dari              Value”) which obtained from the
       kuantitas PEKERJAAN sebagaimana               WORK quantity as stated in Contractor
       tertera dalam Dokumen Penawaran               Proposal, with detailed as follows :
       Kontraktor, dengan rincian sebagai
       berikut:


 Nilai Perjanjian     Rp.                       Agreement Value      Rp.
 a.       Phiscal                               c.      Phiscal
                      Rp.                                            Rp.
          Value                                         Value
 b.       PPN                                   d.      VAT
          (10%)                                         (10%)
          dari                                          from
                      Rp.                                            Rp.
          Hibah/Gra                                     Grant Aid
          nt Aid                                   “Not collected”
  “Tidak Dipungut”

7.2. Nilai Perjanjian sudah termasuk segala 7.2      Agreement Value is including all cost
     biaya yang diperlukan guna pelaksanaan          required to perform the WORK,
     PEKERJAAN, pengurusan ijin-ijin                 process the Contractor’s licences
     Kontraktor yang diperlukan guna                 which are required to perform the
     pelaksanaan PEKERJAAN, keuntungan               WORK, Contractor benefit, tax and all
     Kontraktor,     pajak    dan     segala         kind of payment which required to
     pembayaran yang diperlukan dalam                perform the WORK.
     pelaksanaan PEKERJAAN.

7.3. Nilai Perjanjian tidak akan berubah dan 7.3 Agreement Value will not amended and
     Kontraktor      tidak     diperkenankan      Contractor shall not charge any other
     membebankan biaya-biaya lainnya              cost to Project Owner, unless the
     kepada Pemilik Proyek, kecuali               Variations and Adjustments Work
     terjadinya Pekerjaan Tambah Kurang           occur as stipulated in article 15 of the

                                                                                         130
       sebagaimana diatur dalam Pasal 15           Agreement.
       Perjanjian.

7.4.    Sumber Dana untuk membayar Nilai 7.4       The Agreement Value is paid from the
       Perjanjian berasal dari Dana Hibah dari     Grant Fund from ………………… by
       ……………….. (……………) dengan                     Grant Letter No.:[ ] dated [ ]
       Surat Hibah No.:[ ] tertanggal [ ].

7.5. Perjanjian ini didasarkan kepada sistem 7.5 This Agreement is based on unit price
     harga satuan, sehingga yang mengikat         system, therefore the unit price which
     adalah harga satuan yang tertera dalam       stated in Contractor Proposal shall
     Dokumen Penawaran Kontraktor akan            binding and remaining the same during
     selalu tetap selama masa pelaksanaan         the time period of the WORK
     PEKERJAAN.                                   performance.

                Pasal 8                                   Article 8
        JAMINAN PELAKSANAAN                          PERFORMANCE BOND
         (PERFORMANCE BOND)

8.1 Kontraktor akan memberikan Jaminan 8.1 Contractor shall give Performance Bond,
    Pelaksanaan, dan akan memberikan asli   by which the Contractor shall deliver
    dokumen Jaminan Pelaksanaan tersebut    the original document of Performace
    kepada Pemilik Proyek, dalam bentuk     Bond to Project Owner in form of bank
    bank garansi yang tidak dapat ditarik   guarantee which irrevocable in the
    kembali dengan jumlah sebesar 5 % dari  amount of 5 % of the Agreement
    Nilai Perjanjian, yang diterbitkan oleh Value, issued by national private bank
    bank swasta nasional di Indonesia yang  in Indonesia which have good
    bereputasi baik dan berlaku selama      reputation and shall be valid during the
    Jangka Waktu Perjanjian;                Time Period;

8.2 Jaminan Pelaksanaan tersebut di atas, 8.2     Project Owner shall receive the
    akan diberikan kepada Pemilik Proyek          Performance Bond not later than 7
    selambat-lambatnya 7 hari setelah             days after the Agreement is signed.
    tanggal penandatanganan Perjanjian;

8.3 Pemilik Proyek memiliki hak untuk 8.3          Project Owner has right to cash in any
    mencairkan dalam jumlah berapapun              amount of the Performance Bond
    dari Jaminan Pelaksanaan apabila hal-          should any of the condition mentioned
    hal tersebut di bawah ini terjadi:             below occured:

       a. dalam kondisi apapun, Kontraktor         a. In any condition, Contractor
          mengakhiri Perjanjian ini sebelum           terminate the Agreement before the
          masa berakhirnya Perjanjian;                expiration of Agreement;
       b. Kontraktor gagal untuk memenuhi          b. Contractor failed to fulfill in part or
          sebagian      atau     keseluruhan          whole of its responsibilities in
          kewajibannya sesuai Perjanjian ini;         accordance to this Agreement;
       c. Kontraktor dikenakan sanksi dan          c. Contractor is charged by sanction
          denda sebagaimana diatur dalam              and fine as stipulated in article 19
          Pasal 19 Perjanjian.                        of the Agreement.



                                                                                         131
8.4 Jaminan        Pelaksanaan      akan 8.4 The Performance Bond shall be returned
    dikembalikan oleh Pemilik Proyek          by Project Owner to Contractor in the
    kepada     Kontraktor     dalam  hal      event that Contractor complete all of
    Kontraktor berhasil menyelesaikan         its WORK and the WORK has been
    seluruh       PEKERJAAN          dan      received by Project Owner after
    PEKERJAAN telah diterima oleh             Contractor completed the Maintance
    Pemilik Proyek setelah Kontraktor         Period which is showed by the
    menyelesaikan Masa Pemeliharaan yang      issuance of Second Acceptance
    ditandai dengan diterbitkannya Berita     Certificate (PHO 2) as described
    Acara Serah Terima Kedua (PHO 2)          further in article 13.9 of the
    sebagaimana dijelaskan lebih lanjut       Agreement.
    dalam Pasal 13.9 Perjanjian.

8.5.    Apabila Kontraktor tidak dapat 8.5. In the event Contractor cannot give the
       menyerahkan Jaminan Pelaksanaan       Performance Bond as mentioned above
       sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8.1. in Article 8.1 and Article 8.2, Project
       dan 8.2 diatas, maka Pemilik Proyek   Owner has the right to terminate this
       secara sepihak dapat memutuskan       Agreement
       Perjanjian ini.

               Pasal 9                                        Article 9
        PROSEDUR PEMBAYARAN                              PAYMENT PROCEDURE

9.1 Pembayaran Nilai Perjanjian dilakukan 9.1          The Agreement Value shall be paid by
    oleh Pemilik Proyek kepada Kontraktor              Project Owner to Contractor through
    melalui rekening bank No.……………                     the bank account Number ……..
    Bank…………………             Atas     nama              Bank……..on behalf of…….
    …………………………

9.2 Pada prinsipnya, namun dengan tetap 9.2 In principle, provided however by
    memperhatikan ketentuan pasal 10.2,      referring to the existence of article
    pembayaran akan dilakukan oleh           10.2, the Project Owner will pay the
    Pemilik Proyek secara bertahap.          Agreement Value in stages.

9.3. Pada setiap tanggal 30 pada setiap bulan,   9.3. Subsequent to the signing of this
       sejak ditandatanganinya Perjanjian ini,   Agreement, at the 30th day of each month, the
       Kontraktor harus menyampaikan             Contractor shall submit to the Supervisor, a
       laporan tertulis perkembangan hasil       statement showing Work progress and the
       Pekerjaan       kepada      Konsultan     amounts to which the Contractor considers
       Pengawas, yang didalamnya secara          himself to be entitled up to the end of the
       detil merinci hasil pencapaian            month.
       Pekerjaan Kontraktor dan bagian dari
       pembayaran yang diharapkan oleh
       Kontraktor merujuk pada hasil
       pencapaian riil pekerjaannya tersebut.

9.4. Konsultan Pengawas akan dalam waktu [ 9.4. The Supervisor shall, within [ ] days of
] hari sejak diterimanya laporan tertulis       receiving such statement, certify to the
tersebut menghitung dan mengklarifikasi         Project    Owner      the    percentage
persentasi pencapaian hasil pekerjaan yang      calculation of Work progress and


                                                                                          132
telah     dilaksanakan     Kontraktor,    dan    amount of payment to the Contractor
selanjutnya      menetapkan     bagian    dari   which he considers due and payable in
pembayaran yang dalam perhitungannya,            respect thereof. The percentage
dengan merujuk pada hasil pencapaian             calculation of Work progress shall refer
Kontraktor, memang menjadi hak Kontraktor.       to the actual physical construction
Perhitungan         persentasi       kemajuan    erected.       The calculation and
penyelesaian Pekerjaan didasarkan pada hasil     certification made by Supervisor shall
pembangunan fisik yang telah nyata-nyata         be considered final and binding.
ada/berdiri. Hasil penilaian dan klarifikasi
yang dibuat oleh Konsultan Pengawas akan
bersifat final dan mengikat Para Pihak.

9.5. Jumlah bagian pembayaran yang telah 9.5. The amount due to the Contractor under
ditetapkan dan diklarifikasi oleh Konsultan   any monthly certificate issued by the
Pengawas, dengan tetap merujuk pada pasal     Supervisor pursuant to the above shall,
10.2, akan dibayarkan oleh Pemilik Proyek     subject to article 10.2, be paid by the
kepada Kontraktor dalam waktu [ ] hari sejak  Project Owner to the Contractor within
Pemilik Proyek menerima laporan dan           [ ] days after such certified montly
penetapan dari Konsultan Pengawas.            certificate as been delivered to the
                                              Project Owner.

                 Pasal 10                                Article 10
               UANG MUKA                             ADVANCE PAYMENT

10.1 Khusus bila diperlukan dan diminta 10.1 Should be needed specifically and
      secara tertulis oleh Kontraktor, sebagai  required in written by Contractor,
      pengecualian khusus untuk pasal 9.2 (a),  Project Owner could pay an advance
      Pemilik Proyek dapat membayar uang        payment to Contractor in the amount of
      muka kepada Kontraktor sebesar 20%        20% of Agreement Value or in the
      dari Nilai Perjanjian atau sebesar Rp [ ] amount of Rp [ ] as a specific
      (“Uang Muka”).                            exception for article 9.2 (a) (“Advance
                                                Payment”)
10.2. Uang Muka harus dikembalikan secara 1.0.2. The Contractor shall repay the
     bertahap oleh Kontraktor kepada Pemilik     Advance Payment to the Project
     Proyek secara bertahap, dengan cara         Owner in stages, by multiplying the
     mengkalikan jumlah Uang Muka dengan         indebted Advance Payment to the
     besaran persentasi pencapaian hasil kerja   percentage of Work progress certified
     bulanan yang telah diklarifikasi dan        by Supervisor as meant in article 9.4
     disahkan oleh Konsultan Pengawas            above. The Project Owner shall be
     sesuai ketentuan pasal 9.4 diatas.          entitled to deduct the payment of
     Pemilik Proyek berhak memotong              Contractor’s right on article 9.5 in
     pembayaran       yang     menjadi     hak   order to enforce the implementation
     Kontraktor sebagaimana diatur dalam         of this article 10.2.
     pasal 9.5, demi untuk melaksanakan
     ketentuan pasal 10.2 ini.

10.3   Permohonan Uang Muka dapat 10.3 Application of Advance Payment could
       dilakukan setelah ditandatanganinya be conducted subsequent to the signing
       Perjanjian ini.                     of this Agreement.



                                                                                     133
10.4. Sebelum pembayaran Uang Muka 10.4 Prior to the payment of Advance
      dilakukan oleh Pemilik Proyek, maka   Payment by Project Owner, Contractor
      Kontraktor     wajib    menyerahkan   must provide Advance Payment Bond,
      kepada Pemilik Proyek Surat Jaminan   by which the Contractor shall deliver
      Uang Muka (advance payment bond),     the original document of Advance
      dan akan memberikan asli dokumen      Payment Bond to Project Owner, to
      Surat Jaminan Uang Muka tersebut      Project Owner in the amount of
      kepada Pemilik Proyek, sejumlah       Advance Payment, in the form of bond
      Uang Muka berupa surat jaminan dari   letter issued by one of Bank in
      salah satu Bank di Republik Indonesia Republic of Indonesia which have
      yang bereputasi baik dan diterima     good reputation and accepted by
      oleh Pemilik Proyek.                  Project Owner.

10.5. Uang Muka akan dibayarkan oleh 10.5 Advance Payment shall be paid by
Pemilik     Proyek    setelah    Kontraktor Project Owner as Contractor submitted
mengajukan permohonan secara tertulis written application along with :
dengan disertai:                                  a. Development Plan and cost
     a.    Rencana     Pembangunan      dan          required;
     kebutuhan biaya;                             b. Advance Payment Bond in the
     b. Surat Jaminan Uang Muka sebesar              amount of Advance Payment;
     Uang Muka;                                   c. Advance Payment receipt;
     c. Kwitansi Uang Muka;                       d. Statement Letter that the Advance
     d. Pernyataan bahwa Uang Muka                   Payment shall not used to any
     tersebut tidak akan digunakan untuk             necessity unless the performance of
     keperluan diluar pelaksanaan pekerjaan          work as mentioned hereto.
     yang dimaksud.

             Pasal 11                                  Article 11
      WAKIL PEMILIK PROYEK                   PROJECT OWNER REPRESENTATIVE

11.1 Pemilik Proyek akan menunjuk Direksi 11.1   Project    Owner      shall   appoint
     dan     Pengawas     Pekerjaan    serta   Management and Work Supervisor
     Konsultan Pengawas/Supervisi yang         including     Supervisor     (Consultant
     bertindak sebagai wakil Pemilik Proyek    Supervisor) which are acting as Project
     (selanjutnya   secara    bersama-sama     Owner representative (hereinafter
     disebut sebagai “Wakil Pemilik            collectively are called “Project Owner
     Proyek”), yang identitasnya akan          Representative”), which their identity
     disampaikan secara tertulis kepada        shall be delivered in written to
     Kontraktor.                               Contractor.

11.2 Wakil Pemilik Proyek bertugas untuk 11.2   Project     Owner     Representative
     mengawasi jalannya PEKERJAAN             responsibles    to    supervise     the
     untuk dan atas nama Pemilik Proyek.      performance of WORK for and on
     Dengan demikian Wakil Pemilik Proyek     behalf of Project Owner. Therefore,
     sewaktu-waktu berhak untuk memasuki      Project Owner Representative at
     lokasi PEKERJAAN dan memeriksa           anytime has the right to enter WORK’
     pekerjaan Kontraktor.                    location and check Contractor work.

11.3 Wakil Pemilik Proyek adalah pihak 11.3 Project Owner Representative is the
     yang berwenang untuk menetapkan        authorize party to determine the


                                                                                    134
       kemajuan      (progress)   pelaksanaan   progress of WORK performance, the
       PEKERJAAN,         besaran   kemajuan    percentage of WORK progress, the
       pelaksanaan PEKERJAAN, keakuratan        accurateness of WORK performance,
       cara pelaksanaan PEKERJAAN, dan          and quality of WORK performance.
       kualitas pelaksanaan PEKERJAAN.

11.4 Putusan yang ditetapkan Wakil Pemilik 11.4 Any decision which made by Project
     Proyek yang telah dikonsultasikan dan      Owner Representative that consulted
     telah mendapat persetujuan terlebih        and approved by Project Owner shall
     dahulu dari Pemilik Proyek akan            be bind to both Parties.
     mengikat Para Pihak.

11.5      Untuk membantu Wakil Pemilik 11.5   In   assisting   Project    Owner
       Proyek, Kontraktor sepakat untuk     Representative, Contractor agrees to
       membuat Laporan Mingguan dan         make weekly and monthly progress
       Bulanan    kemajuan     PEKERJAAN,   report     of     WORK,        visual
       dokumentasi   visual/foto  kemajuan  documentation progress of WORK and
       PEKERJAAN dan jadwal pelaksanaan     WORK performance schedule.
       PEKERJAAN.

               Pasal 12                                Article 12
       PELAKSANAAN PEKERJAAN                      WORK PERFORMANCE

12.1.Kontraktor akan menyerahkan gambar 12.1 Contractor shall provide as-built
     hasil pembangunan (as-bulit drawing)    drawing of the finished work upon the
     pada saat pneyerahan Pekerjaan pertama  first handover (PHO1) to end-user.
     (PHO1) kepada pengguna.

12.2. Selama melaksanakan PEKERJAAN 12.2.      During     WORK       performance,
     Kontraktor harus memberikan laporan    Contractor must submit a routine
     rutin setiap minggunya kepada Pemilik  weekly report to Project Owner and
     Proyek dan Wakil Pemilik Proyek atas   Project Owner Representative on
     perkembangan PEKERJAAN. Laporan        WORK development. The report must
     tersebut juga harus memberikan         provide a detailed description on the
     penjelasan secara rinci tentang jumlah amount of employee and work phase
     pekerja dan tahap pekerjaan yang       which currently done in the area and
     sedang dilakukan di lapangan dan hal   any information which showed WORK
     lainnya       yang        menunjukkan  development. (in graphic type and
     perkembangan PEKERJAAN (dalam          supported by progress photograph)
     bentuk graphic dan didukung foto
     perkembangan PEKERJAAN).

12.3. Selama PEKERJAAN berlangsung, 12.3 During the WORK performance,
     Konsultan Pengawas/Supervisi selaku    Consultant Supervisor as Owner
     Wakil Pemilik Proyek akan melakukan    Project Representative shall supervise
     pemantauan      atas     perkembangan  the WORK progress and shall make
     PEKERJAAN dan akan membuat berita      minutes of work achievement for every
     acara prestasi kerja setiap Kontraktor completion of work phase in the
     mencapai     penyelesaian    Pekerjaan percentage of 25%, 50% and 75% of
     sebesar 25 %, 50 % dan 75% dari        whole WORK (hereinafter is called


                                                                               135
     seluruh PEKERJAAN (selanjutnya              “Minutes of Work Achievement”)
     disebut “Berita Acara Prestasi Kerja”).

12.4.Seluruh PEKERJAAN dalam Perjanjian 12.4 All of WORK in this Agreement, must
     ini, sudah harus diselesaikan dan       be completed and delivered by
     diserahkan oleh Kontraktor dan diterima Contractor and well received by
     baik oleh Pemilik Proyek dalam jangka   Project Owner in the time period as
     waktu sesuai dengan Pasal 2 Perjanjian  stipulated in Article 2 of this
     ini yang serah terima akan dilakukan    Agreement which the hand over shall
     dengan penerbitan Berita Acara Serah    be done by the issuance of First
     Terima Pertama (PHO 1) sebagaimana      Acceptance Certificate (PHO 1) as
     diatur lebih lanjut dalam Pasal 13      stipulated further in article 13 of the
     Perjanjian.                             Agreement.


           Pasal 13                                      Article 13
  PENYERAHAN PEKERJAAN DAN                     DELIVERY OF WORK AND PERIOD
 JANGKA WAKTU PEMELIHARAAN                           OF MAINTENANCE

13.1 Segera       setelah      PEKERJAAN 13.1 As the WORK completed, the
     diselesaikan, Kontraktor dapat meminta   Contractor could make a written
     secara tertulis kepada Pemilik Proyek    request to Project Owner or Project
     atau Wakil Pemilik Proyek untuk          Owner Representaive in order to
     melakukan Serah Terima Pertama.          conduct the First Acceptance.

13.2 Untuk melaksanakan Serah Terima 13.2 To perform the First Acceptance, Project
     Pertama,      Pemilik    Proyek    akan  Owner shall form an Acceptance
     membentuk Panitia Serah Terima yang      Committee which consists of Project
     terdiri dari Wakil Pemilik Proyek, wakil Owner Representative, representative
     dari lembaga donor, wakil dari           of Project Sponsor, representative of
     Pengguna dan sebanyak-banyaknya 2        end-user and at the most of 2 persons
     orang dari pihak Kontraktor.             from Contractor party.

13.3 Sesuai dengan waktu yang ditentukan 13.3 In accordance to the time which
     oleh Pemilik Proyek, Pemilik Proyek      stipulated by Project Owner, Project
     dan Panitia Serah Terima akan            Owner and Acceptance Committee
     melaksanakan     pemeriksaan    atas     shall performed examination on
     PEKERJAAN Kontraktor sesuai dengan       Contractor WORK according to
     Dokumen Perjanjian.                      Agreement Documents.


13.4 Bila hasil pemeriksaan menunjukkan 13.4 In the event that the examination result
     PEKERJAAN        masih      memerlukan   showed that the WORK still need to be
     perbaikan, maka Pemilik Proyek akan      remedied, the Project Owner shall
     memberitahukan hal-hal yang perlu        inform Contractor with matters which
     diperbaiki kepada Kontraktor dan         are needed to be remedied and
     Kontraktor     wajib      memperbaiki    Contractor obliged to remedy its work
     pekerjaannya secara segera.              immediately.




                                                                                  136
13.5 Jika hasil pemeriksaan menunjukkan 13.5 In the event that the examination result
     PEKERJAAN telah selesai dan seluruh     showed that the WORK has been
     perbaikan yang diperlukan telah         completed and all remediation that
     dilaksanakan maka Pemilik Proyek        needed are already conducted, the
     berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan    Project Owner based on Minutes of
     Pertama Pekerjaan oleh Panitia Serah    First Work Examination, shall issued
     Terima, akan mengeluarkan Berita        First Acceptance Certificate (PHO 1)
     Acara Serah Terima Pertama (PHO 1).

13.6. Dengan diterbitkan PHO 1, maka masa 13.6 By the issuance of PHO 1, the
pemeliharaan atas PEKERJAAN akan               maintenance period of WORK shall be
dimulai terhitung 90 (sembilan puluh) hari     commenced in 90 (ninety) calendar
kalender sejak tanggal PHO 1 (selanjutnya      days since the date of PHO 1
disebut sebagai “Masa Pemeliharaan”).          (hereinafter     referred      to     as
                                               “Maintenance Period”)
13.7.     Selama     Masa     Pemeliharaan,
berdasarkan keputusan Pemilik Proyek 13.7. During the Maintenance Period, Project
sekaligus untuk menguji kualitas hasil         Owner based on its decision and for
PEKERJAAN maka hasil PEKERJAAN                 testing the quality of the result of
dapat mulai dipergunakan oleh instansi/pihak   WORK then the result of WORK may
terkait yang kepadanya hasil PEKERJAAN         operated by institution/party to who the
akan diserahkan (selanjutnya disebut sebagai   result of the Work will be hand over
“Pengguna”).                                   (“End-User”)

13.8. Setelah Masa Pemeliharaan selesai 13.8 As the Maintenance Period has been
maka Pemilik Proyek dan Panitia Serah        completed, the Project Owner and
Terima akan melakukan pemeriksaan kedua      Acceptance Committee shall perform
guna melakukan Serah Terima Kedua.           the second examination in order to
                                             conduct the Second Acceptance.
13.9. Bila hasil pemeriksaan kedua 13.9 In the event that the second examination
menunjukkan hasil PEKERJAAN masih            result showed that the WORK still
memerlukan perbaikan, maka Pemilik Proyek    need to be remedied, the Project
akan memberitahukan hal-hal yang perlu       Owner shall inform Contractor with
diperbaiki kepada Kontraktor dan Kontraktor  matters which are needed to be
wajib memperbaiki hasil pekerjaannya secara  remedied and Contractor obliged to
segera.                                      remedy its work immediately.

13.10 Dalam hal hasil pemeriksaan kedua 13.10 In the event that the second
menunjukkan tidak ada perbaikan lagi yang    examination result showed that the
diperlukan atas PEKERJAAN, maka Pemilik      WORK has been completed and there
Proyek akan kembali berdasarkan Berita       is no other remediation that needed, the
Acara Pemeriksaan Kedua Pekerjaan oleh       Project Owner based on Minutes of
Panitia Serah Terima, Pemilik Proyek akan    Second Work Examination shall issued
mengeluarkan Berita Acara Serah Terima       Second Acceptance Certificate (PHO
Kedua (PHO 2) dan Kontraktor dapat           2) and Contractor could make an
mengajukan      permohonan   pengembalian    application    for     returning     the
Jaminan Pelaksanaan.                         Performance Bond.




                                                                                   137
               Pasal 14                                      Article 14
          SUB KONTRAKTOR                                SUB CONTRACTOR

14.1 Kontraktor     diperkenankan     untuk 14.1 Contractor is allowed to assign some
     mengalihkan beberapa bagian dari            part of the WORK to third party (Sub
     PEKERJAAN kepada pihak ketiga (Sub          Contractor) prior to written approval of
     Kontraktor) dengan persetujuan tertulis     Project Owner.
     dari Pemilik Proyek.

14.2 Atas penggunaan Sub Kontraktor 14.2 By using Sub Contractor, Contractor
     tersebut, Kontraktor bertanggung jawab  has a full responsibility for the result of
     penuh     atas    hasil   pekerjaannya, the its work, payment and any other
     pembayarannya dan hal-hal lain yang     matters related to Sub Contractor.
     berhubungan dengan Sub-Kontraktor.

            Pasal 15                                     Article 15
   PEKERJAAN TAMBAH KURANG                     VARIATIONS AND ADJUSTMENTS
                                                          WORK

15.1 Penambahan/pengurangan                 15.1 The additional/reduction of WORK is
     PEKERJAAN          adalah   perubahan       the WORK amendment which caused
     PEKERJAAN yang terjadi karena               by the condition in the area or WORK
     kondisi lapangan atau pelaksanaan           performance which has not been
     PEKERJAAN            yang       belum       calculated,    unpredictabled     and
     diperhitungkan dan tidak diduga akan        unavoided in order to complete the
     terjadi, yang tidak dapat dielakkan         WORK, and its make the volume or
     dalam         rangka      penyelesaian      type of work which stated in this
     PEKERJAAN, sehingga menyebabkan             Agreement is increase/reduce.
     bertambah/berkurangnya volume atau
     jenis pekerjaan yang tercantum dalam
     Perjanjian ini.

15.2 Penyimpangan-penyimpangan          atau 15.2 Deviations or alerations which is
     perubahan-perubahan yang merupakan           amendment or reduction of WORK,
     perubahan        atau      pengurangan       shall be assumed valid after instructed
     PEKERJAAN, hanya dianggap sah                in written by Management of Project
     setelah mendapat perintah tertulis dari      Owner, by clearly stated the type and
     Pemilik Proyek dengan menyebut jenis         change detail or reduction of WORK.
     dan     perincian     perubahan    atau
     pengurangan PEKERJAAN secara jelas.

15.3 Perhitungan biaya atas penambahan atau 15.3 Cost calculation on additional or
pengurangan PEKERJAAN dilakukan atas             reduction of WORK shall be made
dasar harga satuan yang telah disetujui oleh     base on unit price which has been
Para Pihak yang tercantum dalam Daftar           agreed by the Parties as stated in
Kwantitas dan Harga yang mana biaya              Quantity and Price List, which the cost
pekerjaan tambah kurang tersebut akan dibuat     of additional or reduction of work shall
dalam bentuk addendum/amandeman dan              be       made       in      form     of
ditandatangani oleh Para Pihak.                  addendum/amendment and signed by
                                                 Parties.


                                                                                     138
15.4 Dalam hal timbulnya jenis pekerjaan 15.4 In the event that a new work arised, the
     baru, maka harga satuan baru akan        new unit price shall be determined by
     ditetapkan oleh kedua belah pihak        both parties based on the result of
     berdasarkan hasil negosiasi dan akan     negotiation and shall be used as the
     dipakai sebagai dasar pembuatan          base of making addendum/amendment
     addendum/amandemen Perjanjian. Bila      of the Agreement. Should the new
     pekerjaan baru tersebut menyangkut       work involved materials that not in Bill
     material yang tidak tercantum dalam      of Quantity, the Contractor should
     Bill of Quantity, Kontraktor harus       make the offering, to be considered
     membuat penawaran dan usulan             and subject to approval of Project
     pekerjaan baru, untuk dipertimbangkan    Owner.
     oleh Pemilik Proyek.

15.5 Adanya pekerjaan tambah tidak dapat 15.5 The additional work could not be used
dipakai sebagai alasan untuk mengubah         as an excuse to amend the time period
waktu pelaksanaan PEKERJAAN, kecuali          of WORK performance, unless the
atas dasar persetujuan Pemilik Proyek yang    Project    Owner     approved     the
akan dituangkan dalam perjanjian tambahan     amendment of time period by made an
(Amandemen Perjanjian).                       addendum on it (Amendment).

               Pasal 16                                   Article 16
         KEADAAN MEMAKSA                               FORCE MAJEURE
          (FORCE MAJEURE)

16.1 Hal-hal yang dapat dikategorikan 16.1 The occasion which be categorized as
     sebagai keadaan memaksa (Force        Force Majeure is including but not
     Majeure) antara lain:                 limited to:
     a. Bencana alam yakni banjir besar,   a. Natural disaster that is great flood,
        angin topan, gempa bumi, tsunami,      typhoon, earthquake, tsunami,
        tindakan Tuhan dan kejadian yang       action of God and similar event;
        serupa;                            b. Riots, rebellions, explosion as the
     b. kerusuhan, pemberontakan, ledakan      result of accident, war, hostility
        sebagai       akibat  kecelakaan,
        peperangan, permusuhan.

16.2 Keadaan memaksa dapat diakui atau 16.2 Force majeure could be admited or
     diterima oleh Pemilik Proyek hanya bila received by Project Owner only if it
     mempunyai dampak langsung terhadap      has a direct impact of the smoothness
     kelancaran pelaksanaan PEKERJAAN.       of WORK performance.

16.3 Apabila terjadi keadaan memaksa, maka 16.3 In the occurance of Force Majeure,
     Kontraktor      berkewajiban     untuk     Contractor obligates to report it to
     melaporkannya secara tertulis kepada       Project Owner in written not later than
     Pemilik Proyek selambat-lambatnya 7        7 (seven) day since the event been
     (tujuh) hari semenjak terjadinya           occurred.
     keadaan tersebut.

16.4 Keterangan tentang adanya keadaan 16.4 Information on force majeure must have
     memaksa harus mendapat persetujuan      an approval from Governor of Nangroe
     dari Gubernur Propinsi Nanggroe Aceh    Aceh Darussalam (NAD) or Regent in


                                                                                   139
     Darussalam (NAD) atau Bupati di               the kabupaten where the WORK
     kabupaten mana PEKERJAAN ini                  conducted.
     berlangsung.

             Pasal 17                                    Article 17
        PENGGUNAAN BAHAN                           MATERIAL UTILIZATION

17.1 Dalam hal Kontraktor menggunakan 17.1 In the event that Contractor uses the “C”
     bahan galian “C”, maka Kontraktor      entrenchment material, Contractor will
     bertanggung       jawab       terhadap responsible for tax payment on
     pembayaran pajak pengambilan dan       obtaining and processing the “C”
     pengolahan bahan galian golongan “C”   entrenchment material in accordance
     tersebut sesuai dengan peraturan yang  with the valid regulations.
     berlaku.

17.2 Kontraktor diwajibkan semaksimal 17.2 Contractor obligates in maximum effort
     mungkin menggunakan bahan-bahan        to use local production materials and
     produksi dalam negeri dan harus        should use the best quality of
     menggunakan      bahan-bahan    yang   materials, and approved by Project
     berkualitas baik, dan yang telah       Owner representative.       For that
     disetujui oleh wakil Pemilik Proyek.   purpose, Contractor shall present
     Untuk keperluan tersebut, Kontraktor   samples and technical specification of
     harus menyerahkan contoh material dan  material     to     Project    Owner
     keterangan teknis material tersebut    representative.
     kepada wakil Pemilik Proyek.

             Pasal 18                                  Article 18
      KETENAGAKERJAAN DAN                      MANPOWER AND WORK SAFETY
       KESELAMATAN KERJA

18.1 Kontraktor bertanggung jawab atas 18.1.Contractor has responsibility on its
     pekerja-pekerjanya,    antara     lain  employees, including salary payment,
     pembayaran gaji, pengaturan jam kerja,  arrangement of work time, providing
     penyediaan akomodasi dan konsumsi,      of accommodation and consumption,
     sehingga sesuai dengan peraturan        in order to comply with man power
     ketenagakerjaan yang berlaku di         regulation which prevail in Republic of
     Republik Indonesia.                     Indonesia.

18.2 Kontraktor bertanggung jawab atas 18.2 Contractor has responsibility for work
     keselamatan kerja dan memberikan       safety and provides a proper social
     jaminan sosial yang memadai terhadap   security to all of its employee in
     semua tenaga kerja yang dipekerjakan   accordance with valid terms and
     sesuai dengan ketentuan dan peraturan  regulations.
     yang berlaku.

18.3 Kontraktor     berkewajiban    untuk 18.3. Contractor has responsibility to provide
     mengasuransikan tenaga kerja yang          insurance for all of its employees,
     dipekerjakan, Direksi dan Pengawas         Management and Project Supervisor
     Proyek melalui Jaminan Sosial Tenaga       over Jaminan Sosial Tenaga Kerja
     Kerja (JAMSOSTEK) dengan nilai             (JAMSOSTEK) with premium value


                                                                                    140
     iuran yang sesuai dengan ketentuan              according to the prevailing terms.
     yang berlaku.       Kontraktor akan             Contractor shall deliver the copy of
     memberikan salinan bukti keikutsertaan          any documents that evidence the active
     JAMSOSTEK kepada Pemilik Proyek..               participation   of    Contractor    in
                                                     JAMSOSTEK program to the Project
                                                     Owner.

18.4 Kontraktor harus bertanggung jawab 18.4 Contractor must responsibled for the
     atas    keamanan     bangunan     yang  safety of the building which developed,
     dikerjakan, termasuk semua sarana       including all of WORK infrastructure
     penunjang     PEKERJAAN         selama  during WORK performance in
     berlangsungnya             pelaksanaan  accordance with the prevailing terms
     PEKERJAAN, sesuai dengan ketentuan      and regulations.        Contractor is
     dan peraturan yang berlaku. Kontraktor  responsible to ensure that no
     harus bertanggung jawab agar tidak ada  unauthorized persons enter the work
     orang yang tidak berkepentingan yang    site.
     memasuki tempat Pekerjaan.

18.5 Kontraktor diwajibkan untuk memiliki 18.5 Contractor is required to have 3rd party
     asuransi kerugian pihak ketiga dan         liability insurance and contractors all
     asuransi kerugian total, atas Pekerjaan.   risk insurance. Contractor shall deliver
     Kontraktor akan memberikan salinan         the original copy of any documents
     asli bukti keikutsertaan asuransi tersebut that evidence the active participation of
     kepada Pemilik Proyek.                     Contractor in such insurance program
                                                to the Project Owner.

               Pasal 19                                       Article 19
          SANKSI DAN DENDA                               SANCTION AND FINE

19.1 Apabila Kontraktor tidak melaksanakan 19.1 If the event the Contractor fails to fulfill
     kewajibannya yang diatur dalam               its obligations which regulated in this
     Perjanjian ini, atau terbukti bahwa di       Agreement, or the WORK/part of
     dalam pelaksanaan PEKERJAAN/                 WORK performance is proofed that
     bagian PEKERJAAN tidak sesuai                not according to the terms in
     dengan ketentuan-ketentuan dalam             Agreement       Document,      included:
     Dokumen Perjanjian, yang antara lain         materials, equipments, personnel,
     meliputi: bahan, peralatan, personil,        administration,      method          and
     administrasi, metode dan manajemen           performance management that caused
     pelaksanaan     yang     mengakibatkan       any deviation of WORK quality,
     terjadinya     penyimpangan       mutu       performance schedule and Agreement
     PEKERJAAN, jadwal pelaksanaan dan            administration, therefore the Project
     administrasi Perjanjian, maka Pemilik        Owner has rights and entitled to:
     Proyek berhak dan berwenang untuk
     melakukan:

     a. Memberikan teguran-teguran dan               a. Give written warnings and
        peringatan-peringatan secara tertulis           notifications to Contractor;
        kepada Kontraktor;                           b. Suspension of payment
     b. Penangguhan pembayaran;                      c. Payment delayment on the work
     c. Penundaan pembayaran bagian                     which has been sub contracted


                                                                                        141
        pekerjaan yang disubkontrakkan                without Project Owner’s approval.
        tanpa persetujuan Pemilik;                 d. Give         demolish/replacement
     d. Pemberian perintah pembongkaran/              instruction.
        penggantian;                               e. Charge of fine if contractor is delay
     e. Pengenaan denda apabila Kontraktor            in WORK commencement or
        karena      keterlambatan       dalam         WORK completion which are not
        memulai       PEKERJAAN,          atau        according to the schedule which
        penyelesaian              pelaksanaan         has been agreed in the Agreement
        PEKERJAAN yang tidak sesuai                   and/or Agreement Document, in
        dengan jadwal yang telah disepakati           the followings stipulation:
        dalam Perjanjian dan/atau Dokumen
        Perjanjian, adalah sebagai berikut:
        i. Dikenakan denda harian sebesar             i. Charges by daily fine in the
            1 0/00 (satu permil ) per hari;               amount of 1 0/00 (one permil)
                                                          per day;
        ii. Total     denda        maksimum           ii. Total Maximum of fine is in the
            dikenakan sebesar 5% (lima                    amount of 5% (five percent) of
            persen) dari nilai Perjanjian;                Agreement Value.

     f. pemutusan Perjanjian secara sepihak      f. termination of Agreement by Project
        oleh Pemilik Proyek.                        Owner.

19.2 Dalam hal Kontraktor dikenakan sanksi 19.2 In the event that the Agreement has
     pemutusan Perjanjian sebagaimana           been terminated as the sanction for
     diatur dalam Pasal 19.1 huruf f, maka      Contractor as stipulated in Article 19.1
     kepada Kontraktor dikenakan sangsi-        letter f, therefore the Contractor shall
     sangsi lainnya yaitu sebagai berikut:      be charge by other sactions as
                                                follows:
     a. Surat Jaminan Uang Muka akan            a. Advance Payment Bond shall be
         dicairkan/ditarik untuk Pemilik            cash for Project Owner;
         Proyek;
     b. Pemilik Proyek akan melakukan           b. Project Owner shall cash the
         pencairan atas Jaminan Pelaksanaan         Performance Bond;
         (Performance Bond);
     c. Kepada Kontraktor yang diputus          c. For Contractor which termintated
         Perjanjiannya dikenakan sangsi             its Agreement will charge by
         tambahan berupa pengenaan “Daftar          additional sanction which is for
         Hitam” (tidak diundang lelang/tidak        some period will be putted in
         diberikan pekerjaan dengan kontrak         “Black List” (not invited for
         penunjukan langsung) untuk jangka          tender/not given any work with
         waktu tertentu, pada proyek-proyek         direct appointment contract) for
         di lingkungan PMI di wilayah               projects in scope of Indonesian Red
         propinsi        Nanggroe        Aceh       Cross         in Nangroe Aceh
         Darussalam;                                Darussalam province;
     d. Seluruh hasil PEKERJAAN hingga          d. Up to the date of Agreement
         yang telah ada hingga saat                 termination, all of WORK which
         pemutusan Perjanjian akan menjadi          has been completed shall belongs
         milik Pemilik Proyek;                      to Project Owner;
     e. Pemilik      Proyek    tidak    wajib   e. Project Owner not obliges to pay
         membayar        ganti   rugi      atau     claims or any kind/type of payment


                                                                                       142
         pembayaran dalam bentuk apapun                 to Contractor.
         kepada Kontraktor.

                Pasal 20                                       Article 20
             PERSELISIHAN                                      DISPUTE

20.1 Apabila terjadi perselisihan antar kedua 20.1 Any dispute arising between the Parties
     belah pihak, maka penyelesaian akan            shall be settled amicably in good faith
     diutamakan dengan cara musyawarah.             between both parties.

20.2 Apabila dengan cara musyawarah 20.2 In the event that the dispute is not
     ternyata tidak tercapai penyelesaian, resolved        amicably/       through
     maka perselisihan tersebut akan       deliberations, the Parties hereto agree
     diselesaikan dengan cara mediasi      to settle such dispute in mediation by
     melalui Panitia Mediasi yang akan     Mediation        Committee        which
     dibentuk oleh Para Pihak yang terdiri established by the Parties which
     atas:                                 consist of:
    a. Seorang wakil dari Pemilik Proyek;  a. One representative from Project
                                               Owner;
    b. Seorang wakil dari Kontraktor;      b. One         representative      from
    c. Seorang ahli yang tidak ada sangkut     Contractor;
         pautnya dengan kedua belah pihak  c. One expert which not related to
         yang pengangkatannya disetujui        both parties which elected by both
         secara tertulis oleh kedua belah      parties in written
         pihak.                            .

    Apabila perselisihan tidak dapat
    diselesaikan secara mediasi, maka atas           In the event the dispute cannot settled
    permohonan         salah  satu      pihak        by mediation, by the requested from
    perselisihan tersebut akan diselesaikan          one of the Party, it shall be settled by
    melalui Badan Arbitrase Nasional                 Indonesian      National     Arbitration
    Indonesia (“BANI”) yang dilaksanakan             Board (“BANI”) in Jakarta before a
    di Jakarta di hadapan majelis yang terdiri       panel of 3 (three) arbitors.
    dari 3 (tiga) arbiter.

    Setiap pihak harus menunjuk satu arbiter
    sedangkan      arbiter    ketiga    yang         Each Party should appoint one arbitor
    merupakan ketua arbiter harus dipilih            although third arbitor which chairman
    oleh ketua BANI. Apabila salah satu              of a panel shall be appointed by
    pihak gagal untuk menunjuk arbiternya,           chairman of BANI. In the event one
    arbiter tersebut dapat dipilih oleh ketua        of the Party fails to appoint that
    BANI.                                            arbiter then chairman of BANI can
                                                     appoint that arbiter.
    Keputusan BANI akan merupakan
    keputusan final yang mengikat Para               The decision of BANI shall be final
    Pihak.                                           and binding on the Parties.

20.3 Perjanjian ini tunduk dan oleh 20.3 This Agreement shall be construed and
     karenanya diartikan sesuai dengan    comply with the laws and regulations
     hukum     dan    perundang-undangan  of the Republic of Indonesia.


                                                                                         143
     Negara Republik Indonesia.

20.4 Apabila salah satu atau lebih dari 20.4 To the extent that any of the provisions
     ketentuan-ketentuan dalam Perjanjian     of is Areement or any portion of any
     ini tidak sah, melanggar hukum atau      provision shall be found to be illegal or
     tidak dapat dilaksanakan menurut suatu   uneforceable for any law or valid
     hukum atau keputusan yang berlaku,       regulation, therefore the validity,
     maka      keabsahan,    legalitas   dan  legality and the enforceable of other
     pelaksanaan ketentuan lainnya dalam      provisions in this Agreement shall not
     Perjanjian ini tidak akan terpengaruh    be affected or obscured by that.
     atau    terhalang    oleh    karenanya.  Contractor shall made and signed
     Kontraktor     wajib    membuat dan      additional documents which could be
     menandatangani       dokumen-dokumen     required by Project Owner to resolve
     tambahan sebagaimana dapat diminta       problems as the other provisions are
     oleh Pemilik Proyek guna mengatasi       not valid, againts the law or could not
     masalah yang timbul karena ketentuan     be executed.
     lainnya dinyatakan tidak sah, melanggar
     hukum atau tidak dapat dilaksanakan.

            Pasal 21                                     Article 21
    PERUBAHAN / AMANDEMEN /                      ALTERATION/ AMENDMENT/
          ADDENDUM                                     ADDENDUM

21.1 Apabila di dalam pelaksanaan pekerjaan 21.1 Should the work performance needs
     di kemudian hari ternyata diperlukan        futher alteration on this Agreement or
     adanya perubahan terhadap Perjanjian        increasing or decreasing amount of
     ini    maupun       penambahan      atau    work/total price, then it shall be
     pengurangan jumlah pekerjaan/harga          stipulated in alteration/amendment/
     borongan, maka hal tersebut akan diatur     addendum of the Agreement which
     dalam                                       signed by the Parties.
     perubahan/amandemen/addendum
     Perjanjian ini yang harus ditandatangani
     oleh Para Pihak.

21.2 Perubahan/amandemen/addendum        21.2 The Alteration/amendment/addendum
     tersebut akan menjadi satu kesatuan      shall be an integral part of the
     dengan Perjanjian ini.                   Agreement

              Pasal 22                                    Article 22
         IKATAN PERJANJIAN                          BOND OF AGREEMENT

22.1 Perjanjian ini mencakup dan mengikat 22.1 This Agreement is involve and bind
     kedua belah pihak, termasuk Konsultan     both Parties,        including Project
     Pengawas/Supervisi     selaku    Wakil    Supervisor      as     Project   Owner
     Pemilik Proyek serta pihak lain yang      Representative and other valid party
     sah, yang secara sama atau sendiri-       which collectivelly or individually has
     sendiri berhak atas manfaat dan           the right on the interest and
     bertanggung jawab atas Perjanjian ini.    responsibility of this Agreement.




                                                                                   144
22.2 Dalam Perjanjian ini yang mengikat 22.2 In the Agreement, the Bahasa Indonesia
     ialah versi Bahasa Indonesia.            version shall prevail.

                 Pasal 23                                   Article 23
                JAMINAN                                 INDEMNIFICATION

Kontraktor dengan ini membebaskan Pemilik     The Contractor hereby release and indemnify
Proyek atas klaim, tuntutan, gugatan, ganti   Project Owner from any claim, demand, suit,
rugi, denda dan kewajiban lainnya yang        claim, fine and obligation arise from action,
terkati dengan sengketa, pelanggaran,         breach of law or defaults of Contractor with
kontrak,    perbuatan   melawan     hukum     any third party.
Kontraktor dengan pihak ketiga manapun.

               Pasal 24                                      Article 24
            PENGAKHIRAN                                    TERMINATION

24.1. Perjanjian ini dapat diakhiri secara 24.1. Project Owner shall have the right to
      sepihak oleh Pemilik Proyek apabila        terminate the validation of this
      Pemilik Proyek menemukan bahwa             Contract should the Project Owner find
      Kontraktor gagal memenuhi atau             that the Contractor has fail to follow
      melaksanakan salah satu syarat dan         any conditions set in this Agreement as
      ketentuan dalam Perjanjian ini             mentioned in Article 8.5, Article 19.1
      sebagaimana dimaksud dalam Pasal           paragraph f and Article 19.2,.
      8.5., Pasal 19.1. huruf f, dan Pasal
      19.2.

24.2. Untuk mengakhiri Perjanjian ini, PARA 24.2. For the purpose of the termination of
       PIHAK dengan ini setuju untuk              this Contract, the PARTIES hereby
       mengesampingkan            ketentuan-      specifically agree to waive the
       ketentuan dalam Pasal 1266 Kitab           application of Article 1266 of
       Undang-Undang Hukum Perdata,               Indonesian Civil Code to the extent
       pasal mana mensyaratkan adanya             that a court order is required for such
       putusan pengadilan untuk mengakhiri        termination.
       suatu perjanjian.

                Pasal 25                                       Article 25
               LAIN-LAIN                                       OTHERS

25.1. Jika ada perbedaan pengertian di antara 25.1 Should be any different definition on
      dokumen-dokumen Perjanjian, maka             the Agreement documents, the Parties
      harus tunduk kepada ketentuan-               must comply with the terms order
      ketentuan urutan yang ditetapkan dalam       which stipulated in article 3 this
      pasal 3 Perjanjian ini sesuai dengan         Agreement in accordance with stated
      urutan pencantumannya.                       order.

25.2. Dalam gambar, dimensi yang tertulis 25.2 In the figure, the written dimension
     dengan angka lebih mengikat daripada      with number is more binding than scale
     dimensi menurut skala.                    dimension.




                                                                                       145
25.3.Untuk      kelancaran     pelaksanaan 25.3 For smoothness of this Agreement
     Perjanjian ini, seluruh pemberitahuan      performance, all notification and
     dan korespondensi ditujukan ke alamat      correspondence should be delivered to
     di bawah ini:                              the below address:

     Pemilik Proyek                                       Project Owner
     Alamat    : Jln. Jend. Gatot Subroto                 Address       : Jln. Jend. Gatot
                 Kav. 96 - Jakarta 12790                                   Subroto Kav. 96 -
                 PO.Box. 2009                                              Jakarta 12790
                                                                           PO.Box. 2009
     No. Telp. : (021) 7992325 (Hunting)                  Telp.Number : (021)7992325
                                                                           (Hunting)
     No. Fax      : (021) 7995188                         Fax. Number : (021) 7995188

     Wakil Pemilik Proyek                                 Project Owner Representative
     Alamat    :                                          Address       :
     No. Telp. :                                          Telp. Number :
     No. Fax :                                            Fax number :

     Kontraktor                                           Contractor
     Alamat :                                             Address       :

     No. Telp. :                                          Telp.Number :
     No. Fax :                                            Fax number :

25.4 Judul-judul pada setiap pasal Perjanjian     25.4.     Captions and headings in this
     ini    dicantumkan        hanya     untuk            Agreement are strictly for the purpose
     memudahkan Para Pihak               dalam            of convenience and general reference
     Perjanjian ini saja, oleh karena itu judul           only, and shall not affect the meaning
     tersebut tidak memberikan penafsiran                 or interpretation of any of the
     apapun atas isi Perjanjian ini.                      provisions of this Agreement.

25.5. Dengan tidak mengurangi kekuatan            25.5 Without reducing the power of all
     pasal-pasal di dalam syarat-syarat                articles in the contract conditions, the
     kontrak, para pihak setuju bahwa untuk            Parties agreed that this Agreement
     Perjanjian ini memilih tempat kediaman            shall elected a permanent legal
     yang tetap dan seumumnya di                       domiciled at Distric Court of South of
     Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.                Jakarta.

              PASAL 26                                           ARTICLE 26
         KETENTUAN PENUTUP                                   CLOSING PROVISIONS

Perjanjian ini dibuat rangkap 2 (dua) asli        This Agreement is made in 2 (two)
masing-masing         sama         bunyinya       counterparts and each have same meaning,
ditandatangani di atas kertas bermaterai          executed and affixed with sufficient stamp
cukup serta mempunyai kekuatan hukum              duties each of which is binding and has
yang sama dan dibubuhi cap perusahaan Para        equal legal power to the Parties and added
Pihak pada hari dan tahun yang tercantum di       corporate seal each Parties on the day and
awal Perjanjian                                   year aforementioned



                                                                                               146
PEMILIK PROYEK/PROJECT OWNER        KONTRAKTOR/CONTRACTOR




Oleh/By: Iyang D. Sukandar          Oleh/By:


Mengetahui/Acknowlegde:
KONSULTAN/CONSULTANT
Konsorsium Konsultan Indonesia




Oleh/By: ________________________




                                                            147
BUKU 2




     148
                          BUKU 2

                          DAFTAR ISI


I.   DAFTAR PEKERJAAN, VOLUME DAN HARGA

     1.REKAPITULASI

     2.BQ




                                          149
                             BAB I
              DAFTAR PEKERJAAN, VOLUME DAN HARGA
                                 ( BQ )

                              REKAPITULASI

PROYEK    : [Nama Proyek]
LOKASI    : [Lokasi Proyek]

 NO             URAIAN PEKERJAAN             JUMLAH HARGA (Rp)
  I.   PEMBANGUNAN GEDUNG UNIT TRANSFUSI
       DARAH CABANG BANDA ACEH



       TOTAL
       DIBULATKAN




                                                           150
                               REKAPITULASI



PROYEK     : [Nama Proyek]
LOKASI     : [Lokasi Proyek]

 NO                URAIAN PEKERJAAN           JUMLAH HARGA (Rp)

  I.    PEKERJAAN PERSIAPAN

 II.    PEKERJAAN TANAH

 III.   PEKERJAAN BETON/BETON BERTULANG
        LANTAI I
        LANTAI II

 IV.    PEKERJAAN KOSEN, PINTU DAN JENDELA
        LANTAI I
        LANTAI II

 V.     PEKERJAAN TANGGA

 VI.    PEKERJAAN TANGGA

 VII.   PEKERJAAN INSTALASI AIR

VIII.   PEKERJAAN PENGECATAN
        LANTAI I
        LANTAI II

 IX.    PEKERJAAN SANITAIR & INSTALASI AIR

  X     PEKERJAAN ARMATURE & INSTALASI
        LISTRIK
        LANTAI I
        LANTAI II

 XI     TATA UDARA
        LANTAI I
        LANTAI II



                                                             151
XII    PEKERJAAN PAGAR

XIII   PEKERJAAN LANDSCAPE


       TOTAL`




                             152
                                       RENCANA ANGGARAN BIAYA



PROYEK              : [Nama Proyek]
LOKASI              : [Lokasi Proyek]


                                                                                            HARGA SATUAN   JUMLAH
NO                         URAIAN PEKERJAAN                 VOLUME            ANALISA
                                                                                                (Rp.)        (Rp.)

I.    PEKERJAAN PERSIAPAN
 1    Pembersihan Lapangan                                 742,50    M2      ANL. A.1a
 2    Pengukuran dan Pemasangan Bowplank                   118,00    M1       ANL. F.3
 3    Papan Nama Proyek                                      1,00    Unit       Ls
 4    Pagar Sementara Proyek                                44,00    M1       ANL. B.9
 5    Direksi Keet + Gudang Proyek                           1,00    Unit       Ls
 6    Fasilitas Air dan Listrik Kerja                        1,00    Unit       Ls
 7    Keamanan dan P3K                                       1,00    Unit       Ls
 8    Biaya Administrasi dan Dokumentasi                     1,00    Unit       Ls
 9    Bongkar Bangunan                                       1,00    Unit       Ls
10    Pembersihan Akhir                                      1,00    Unit       Ls
                                                                                               Jumlah

II.   PEKERJAAN TANAH
  1   Galian Tanah Pondasi                                 346,12    M3       ANL. A.1
  2   Urugan Tanah Bekas Galian                             86,53    M3      ANL. A.17
  3   Timbunan Tanah                                       993,63    M3      ANL. A.18
  4   Urugan Pasir Bawah Pondasi                            26,39    M3      ANL. A.18a
  5   Urugan Pasir Bawah Lantai                             57,07    M3      ANL. A.18a
                                                                                               Jumlah

III. PEKERJAAN BETON/BETON BERTULANG
     Lantai I ( Satu )
  1 Pondasi Batu Kali 1 : 4                                 200,98   M3      ANL. G.32
  2 Pondasi Tapak 150 x 150 cm Type P-1, Besi 160 kg         18,50   M3     ANL. Supl.V1
  3 Pondasi Tapak 185 x 150 cm Type P-1', Besi 135 kg         7,55   M3     ANL. Supl.V2
  4 Pondasi Tapak 100 x 150 cm Type P-2, Besi 175 kg          8,40   M3     ANL. Supl.V3
  5 Pondasi Tapak 108 x 123 cm Type P-3, Besi 185 kg          0,97   M3     ANL. Supl.V4
  6 Pondasi Tapak 108 x 153 cm Type P-4, Besi 180 kg          2,43   M3     ANL. Supl.V5
  6 Pondasi Tapak 100 x 100 cm ,Besi 185 kg                   0,62   M3     ANL. Supl.V4
  7 Pondasi Mesin Genset 100 x 150 x 80 cm Besi 175 kg        1,20   M3     ANL. Supl.V3
  8 Sloof 30 x 55 cm Type SL-1, Besi 147 kg                  12,79   M3     ANL. Supl.V6
  9 Sloof 30 x 45 cm Type SL-2, Besi 152 kg                  23,69   M3     ANL. Supl.V7
10 Sloof 20 x 30 cm, Besi 155 kg                              7,99   M3     ANL. Supl.V8
11 Kolom K-1, Profil Baja H 250.250.14.9                 15.499,51   M3       ANL. I.2a
12 Kolom K-2, Profil Baja I 250.125.9.6                     287,52   M3       ANL. I.2a
13 Kolom 20 x 65 cm Type K3, Besi 105.56 kg                   2,53   M3     ANL. Supl.V9
14 Kolom 20 x 20 cm, Besi, Besi 242 kg                        0,58   M3     ANL. Supl.V10
15 Kolom Praktis 13 x 13, Besi 242 kg                         5,70   M3     ANL. Supl.V10
16 Plat Dak T = 10 cm                                         1,15   M3     ANL. Supl.V14
                                                                                               Jumlah

      Lantai II ( Dua )
 1    Balok BL-1, Profil Baja I 400.200.13.8              9.405,00   Kg       ANL. I.2a
 2    Balok BL-2, Profil Baja I 350.175.11.7              6.742,88   Kg       ANL. I.2a
 3    Balok BL-3, Profil Baja I 300.150.9.6               2.090,19   Kg       ANL. I.2a
 4    Balok 20 x 40 cm Type BL-1', Besi 151 Kg                1,92   M3     ANL. Supl.V11
 5    Balok 20 x 30 cm Type BL-2', Besi 163 Kg                1,73   M3     ANL. Supl.V12
 6    Plat Lantai T = 12 cm                                  54,63   M3     ANL. Supl.V13
 7    Plat Dak T = 10 cm                                      9,60   M3     ANL. Supl.V14
 8    Kolom K-2, Profil Baja I 250.125.9.6                3.520,02   Kg       ANL. I.2a
 9    Kolom 20 x 35 cm Type K4, Besi 111.94 kg                1,72   M3     ANL. Supl.V15
10    Kolom Praktis 13 x 13, Besi 242 kg                      2,72   M3     ANL. Supl.V10
11    Ring Balok RB-1, Profil Baja I 150.100.9.6          2.544,00   M3       ANL. I.2a
12    Ring Balok RB-2, Profil Baja I 300.150.9.6.5        1.741,83   M3       ANL. I.2a
13    Ring Balok RB-3, Profil Baja 200.150.8.5,5          2.348,81   M3       ANL. I.2a
14    Ring Balok 20 x 40 cm Type RB-4, Besi 151 Kg            0,48   M3     ANL. Supl.V16
15    Ring Balok 20 x 30 cm Type RB-5, Besi 157 Kg            1,08   M3     ANL. Supl.V17
                                                                                               Jumlah



                                                                                                           153
IV. PEKERJAAN PASANGAN DAN PLESTERAN
    Lantai I ( Satu )
  1 Pasangan Dinding Bata 1/2 bt 1 : 2                                       49,01   M3      ANL. G.33h
  2 Pasangan Dinding Bata 1/2 bt 1 : 4                                       75,46   M3      ANL. G.33m
  3 Pasangan Dinding Bata 1 bt 1 : 2                                          6,15   M3      ANL. G.33h
  4 Pasangan Dinding Bata 1 bt 1 : 4                                         12,58   M3      ANL. G.33m
  5 Plesteran 1 : 2, t = 10 mm                                              947,00   M2      ANL. G.50h
  6 Plesteran 1 : 4 , t = 10 mm                                           1.420,42   M2      ANL. G.50n
  7 Pasangan Lantai Keramik GT 60 x 60 cm Permukaan Licin                   113,16   M2     ANL. Supl.IIIa
  8 Pasangan Lantai Keramik GT 40 x 40 cm Permukaan Kasar                    83,20   M2     ANL. Supl.IIIb
  9 Pasangan Lantai Keramik GT 40 x 40 cm Permukaan Licin                   288,50   M2     ANL. Supl.IIIc
 10 Pasangan Lantai Keramik GT 20 x 20 cm Permukaan Kasar                    28,00   M2     ANL. Supl.IIId
 11 Pasangan Dinding Keramik GT 20 x 25 cm                                   77,92   M2     ANL. Supl.IVa
 12 Pasangan Dinding Keramik GT 20 x 20 cm                                    9,20   M2     ANL. Supl.IVb
 13 Pasangan Dinding Finishing Batu Andesit 20 x 20 cm                       68,11   M2     ANL. Supl.IVc
 14 Pasangan Plint Keramik GT 10 x 20 cm                                    257,20   M2      ANL. G. 68
                                                                                                             Jumlah




     Lantai II ( Dua )
 1   Pasangan Dinding Bata 1/2 bt 1 : 2                                       5,74   M3      ANL. G.33h
 2   Pasangan Dinding Bata 1/2 bt 1 : 4                                      91,73   M3      ANL. G.33m
 3   Pasangan Dinding Bata 1 bt 1 : 4                                        17,49   M3      ANL. G.33m
 4   Plesteran 1 : 2, t = 10 mm                                             104,40   M2      ANL. G.50h
 5   Plesteran 1 : 4 , t = 10 mm                                          1.826,76   M2      ANL. G.50n
 6   Pasangan Lantai Keramik GT 60 x 60 cm Permukaan Licin                  177,88   M2     ANL. Supl.IIIa
 7   Pasangan Lantai Keramik GT 40 x 40 cm Permukaan Licin                  252,38   M2     ANL. Supl.IIIc
 8   Pasangan Lantai Keramik GT 20 x 20 cm Permukaan Kasar                   25,00   M2     ANL. Supl.IIId
 9   Pasangan Dinding Keramik GT 20 x 25 cm                                  50,72   M2     ANL. Supl.IVa
10   Pasangan Dinding Keramik GT 20 x 20 cm                                   5,80   M2     ANL. Supl.IVb
11   Pasangan Dinding Finishing Batu Andesit 20 x 20 cm                      56,83   M2     ANL. Supl.IVc
12   Pasangan Plint Keramik GT 10 x 20 cm                                   286,40   M       ANL. G. 68
13   Profil Beton Ukuran 30 cm                                               20,00   M           Ls
                                                                                                             Jumlah

V. PEKERJAAN KOSEN, PINTU DAN JENDELA
   Lantai I ( Satu )
 1 Kosen Pintu dan Jendela Kayu 5/14                                            1,77 M3      ANL. F.27
 2 Pintu Panil Kayu 140 x 215 cm, Type PK 01 Lengkap                            1,00 Bh         Ls
 3 Pintu Panil Kayu 130 x 215 cm, Type PK 02 Lengkap                            5,00 Bh         Ls
 4 Pintu Panil Kayu 130 x 215 cm + Ventelasi 120 x 60 cm, Type PK 03 L          3,00 Bh         Ls
 5 Pintu Panil Kayu 90 x 215 cm + Ventilasi 80 x 60 cm Type PK 04 Leng         14,00 Bh         Ls
 6 Pintu Panil 80 x 215 cm + Ventilasi 220 x 60 cm, Type PK 05 Lengkap          1,00 Bh         Ls
 7 Pintu Panil 80 x 215 cm + Ventilasi 140 x 60 cm, Type PK 06 Lengkap          1,00 Bh         Ls
 8 Pintu Panil 70 x 215 cm (Dilapisi 1 Sisi Alumanium) + Ventilasi 70 x 60 cm,
   Type PK 08 Lengkap                                                           6,00 Bh          Ls
 9 Pintu Rolling Door 600 x 215 cm (Lengkap)                                    1,00 Unit        Ls
10 Pintu Plat Besi 120 x 215 cm                                                 1,00 Bh          Ls
11 Jendela + Kusen Aluminium Type JA 01, Lengkap                                2,00 Bh          Ls
12 Jendela + Kusen Aluminium Type JA 03, Lengkap                                1,00 Bh          Ls
13 Jendela + Kusen Aluminium Type JA 04, Lengkap                                2,00 Bh          Ls
14 Jendela + Kusen Aluminium Type JA 05, Lengkap                                2,00 Bh          Ls
15 Jendela + Kusen Aluminium Type JA 06, Lengkap                                7,00 Bh          Ls
16 Jendela + Kusen Aluminium Type JA 08, Lengkap                                2,00 Bh          Ls
17 Jendela + Kusen Aluminium Type JA 09, Lengkap                               10,00 Bh          Ls
18 Jendela + Kusen Aluminium Type JA 11, Lengkap                                1,00 Bh          Ls
19 Jendela + Kusen Aluminium Type JA 12, Lengkap                                3,00 Bh          Ls
20 Jendela Kaca ACE t = 6 mm Type JK 01, Lengkap                                1,00 Bh          Ls
21 Jendela Kaca ACE t = 6 mm Type JK 02, Lengkap                                1,00 Bh          Ls
22 Ventilasi Kaca ACE t = 6 mm Type VK 01, Lengkap                              3,00 Bh          Ls
23 Jelusi 60x60 (Plat Siku 40.40.4 + besi d=12 mm dilas)                        4,00 Bh          Ls
                                                                                                             Jumlah




                                                                                                                      154
     Lantai II ( Dua )
 1   Kosen Pintu dan Jendela Kayu 5/14                                            1,37 M3       ANL. F.27
 2   Pintu Panil Kayu 130 x 215 cm, Type PK 02 Lengkap                            3,00 Bh          Ls
 3   Pintu Panil Kayu 130 x 280 cm, Type PK 03 Lengkap                            1,00 Bh          Ls
 4   Pintu Panil Kayu 90 x 215 cm + Ventilasi 80 x 60 cmType PK 04 Lengk         10,00 Bh          Ls
 5   Pintu Panil 80 x 215 cm + Ventilasi 220 x 60 cm, Type PK 05 Lengkap          2,00 Bh          Ls
 6   Pintu Panil 80 x 215 cm + Ventilasi 225 x 130 cm, Type PK 07 Lengkap         1,00 Bh          Ls
 7   Pintu Panil 70 x 215 cm (Dilapisi 1 Sisi Alumanium) + Ventilasi 70 x 60 cm,
     Type PK 08 Lengkap                                                           4,00 Bh          Ls
 8   Jendela + Kusen Aluminium Type JA 07, Lengkap                               11,00 Bh          Ls
 9   Jendela Kaca ACE t = 6 mm Type JK 01, Lengkap                                3,00 Bh          Ls
10   Jendela + Kusen Aluminium Type JA 02, Lengkap                                1,00 Bh          Ls
11   Jendela + Kusen Aluminium Type JA 03, Lengkap                                1,00 Bh          Ls
12   Jendela + Kusen Aluminium Type JA 04, Lengkap                                1,00 Bh          Ls
13   Jendela + Kusen Aluminium Type JA 10, Lengkap                                2,00 Bh          Ls
14   Jendela + Kusen Aluminium Type JA 11, Lengkap                                2,00 Bh          Ls
15   Ventilasi Kaca ACE t = 6 mm Type VK 01, Lengkap                              1,00 Bh          Ls
16   Ventilasi Kaca ACE t = 6 mm + Kusen Aluminium Type VA 01, Lengkap            3,00 Bh          Ls
                                                                                                               Jumlah

VI. PEKERJAAN TANGGA
    Tangga Induk
  1 Urugan Pasir                                                               0,51    M3      ANL. A.18a
  2 Pasangan Batu Kali                                                         0,83    M3      ANL. G.32
  3 Pasangan Batu Bata 1 : 2                                                   1,11    M3      ANL. G.33h
  4 Plesteran 1 : 2                                                           20,12    M3      ANL. G.50h
  5 Pondasi Tangga 120 x 120 cm, Besi 140 Kg                                   2,21    M3     ANL. Supl.V20
  6 Plat Tangga t = 15 cm, Besi 140.43 Kg                                      2,67    M3     ANL. Supl.V18
  7 Anak Tangga, Besi 178.90 Kg                                                1,88    M3     ANL. Supl.V19
  8 Plat Bordes t = 12 cm, Besi 236.51 Kg                                      0,90    M3     ANL. Supl.V21
  9 Pasangan Lantai Keramik GT 40 x 40 cm Permukaan Kasar                     31,04    M2     ANL. Supl.IIIb
10 Ralling Besi Holo                                                          32,78    M2          Ls




     Tangga Main Entrance
 1   Urugan Pasir                                                               0,28   M3      ANL. A.18a
 2   Pasangan Batu Kali                                                         0,56   M3      ANL. G.32
 3   Plat Tangga t = 15 cm, Besi 140.43 Kg                                      1,18   M3     ANL. Supl.V18
 4   Anak Tangga, Besi 178.90 Kg                                                0,45   M3     ANL. Supl.V19
 5   Pasangan Lantai Keramik GT 40 x 40 cm Permukaan Kasar                      8,40   M2     ANL. Supl.IIIb

     Tangga Koridor
 1   Urugan Pasir                                                              0,51    M3      ANL. A.18a
 2   Pasangan Batu Kali                                                        0,83    M3      ANL. G.32
 3   Pasangan Batu Bata 1 : 2                                                  1,11    M3      ANL. G.33h
 4   Plesteran 1 : 2                                                          20,12    M3      ANL. G.50h
 5   Pasangan Lantai Keramik GT 40 x 40 cm Permukaan Kasar                     3,00    M2     ANL. Supl.IIIb
                                                                                                               Jumlah

VII. PEKERJAAN ATAP DAN PLAFOND
     Lantai I ( Satu )
  1 Plafond Gypsum Board t = 10 mm                                           410,50 M2         ANL. F.37a
  2 Plafond Calsium Silicate Board t = 8 mm Toilet                            81,50 M2         ANL. F.37b

     Lantai II ( Dua )
 1   Plafond Gypsum Board t = 10 mm                                          457,00    M2      ANL. F.37a
 2   Plafond Calsium Silicate Board t = 8 mm Toilet                           24,00    M2      ANL. F.37b
 3   Kuda-Kuda Baja Zincalume                                                409,08    M2          Ls
 4   Atap Genteng Metal Multi Roof                                           409,08    M2      ANL. H.8a
 5   Rabung Genteng Metal Multi Roof                                          55,50    M1      ANL. H.10a
 6   Listplank Papan 3/25                                                     21,65    M2       ANL. F.21
 7   Penangkal Petir, Lengkap                                                  1,00    Unit        Ls
                                                                                                               Jumlah




                                                                                                                        155
VIII. PEKERJAAN PENGECATAN
      Lantai I ( Satu )
  1 Cat Tembok Acrylic Emultion Paint                                       2.367,42   M2      ANL. K.23
  2 Finishing Cat Acrylic Emultion Paint Plafond Gypsum Board                 410,50   M2     ANL. Supl.IXa
  3 Finishing Cat Acrylic Emultion Paint Plafond Calsium Silicate Board        81,50   M2     ANL. Supl.IXa
  4 Cat Kusen                                                                 106,20   M2     ANL. K.9+23+30
                                                                                                               Jumlah

      Lantai II ( Dua )
  1   Cat Tembok Acrylic Emultion Paint                                     1.931,16   M2      ANL. K.23
  2   Finishing Cat Acrylic Emultion Paint Plafond Gypsum Board               457,00   M2     ANL. Supl.IXa
  3   Finishing Cat Acrylic Emultion Paint Plafond Calsium Silicate Board      24,00   M2     ANL. Supl.IXa
  4   Cat Kusen                                                                82,20   M2     ANL. K.9+23+30
                                                                                                               Jumlah

IX. PEKERJAAN SANITAIR & INSTALASI AIR
    Lantai I ( Satu )
  1 Kloset Jongkok                                                             5,00    Bh          Ls
  2 Washtafel Meja Granit Cetak Khusus                                         2,00    Bh          Ls
  3 Tempat Sabun                                                               5,00    Bh          Ls
  4 Kran Air 1/2"                                                              5,00    Bh          Ls
  5 Kran Washtafel                                                             2,00    Bh          Ls
  6 Floor drain                                                                5,00    Bh          Ls
  7 Kaca Cermin 140 x 80 cm                                                    2,00    Bh          Ls
  8 Pipa Air Bersih PVC Dia. 3/4"                                             91,00    M1          Ls
  9 Pipa Air Bersih PVC Dia. 1"                                               25,40    M1          Ls
 10 Pipa Air Kotor Cair PVC Dia. 3"                                           68,90    M1          Ls
 11 Pipa Air Kotor Padat PVC Dia. 4"                                          37,40    M1          Ls
 12 Pipa Air Limbah Kimia Dia. 3"                                             16,50    M1          Ls
 13 Septic Tank + Peresapan                                                    3,00    Unit        Ls
 14 Bak Kontrol 40 x 40 cm                                                     4,00    Unit        Ls
 15 Bak Penampung Lembah Kimia Uk. 100 x 100 x 150 cm                          1,00    Unit        Ls
 16 Ground Water, Volume 3 M3                                                  1,00    Unit        Ls
 17 Material Pembantu/Consumable Material                                      1,00    Unit        Ls
                                                                                                               Jumlah




      Lantai II ( Dua )
 1    Kloset Jongkok                                                           3,00    Bh          Ls
 2    Washtafel Gantung                                                        1,00    Bh          Ls
 3    Tempat Sabun 11 x 22 KIA                                                 3,00    Bh          Ls
 4    Kran Air 1/2"                                                            5,00    Bh          Ls
 5    Kran Washtafel                                                           1,00    Bh          Ls
 6    Floor drain                                                              4,00    Bh          Ls
 7    Kaca Cermin 60 x 75 cm                                                   1,00    Bh          Ls
 8    Pipa Air Bersih PVC Dia. 3/4"                                           65,45    M1          Ls
 9    Pipa Air Bersih PVC Dia. 1"                                              7,50    M1          Ls
10    Pipa Air Kotor Cair PVC Dia. 3"                                         24,20    M1          Ls
11    Pipa Air Kotor Padat PVC Dia. 4"                                         7,20    M1          Ls
12    Pipa Air Limbah Kimia Dia. 3"                                            6,00    M1          Ls
13    Material Pembantu/Consumable Material                                    1,00    Unit        Ls
14    Roof Tank, Volume 1 M3                                                   2,00    Unit        Ls
                                                                                                               Jumlah




                                                                                                                        156
X. PEKERJAAN ARMATURE & INSTALASI LISTRIK
   Lantai I ( Satu )
 1 Lampu TL 2 x 18 Watt, Inbow Dengan Acryliclouvre          50,00   Bh     Ls
 2 Lampu TL 1 x 18 Watt, Cover                                3,00   Bh     Ls
 3 Lampu Baret Kotak 1 x 32 Watt                              6,00   Bh     Ls
 4 Lampu Baret Kotak 1 x 18 Watt                              6,00   Bh     Ls
 5 Lampu Downlight PLC 13 Watt                               40,00   Bh     Ls
 6 Lampu Exit 8 Watt                                          4,00   Bh     Ls
 7 Lampu Taman 40 Watt                                       14,00   Bh     Ls
 8 Lampu Sorot 500 Watt                                       2,00   Bh     Ls
 9 Ceiling Exhaust Fan                                        7,00   Bh     Ls
10 Alarm, Smoke Detector                                     11,00   Bh     Ls
11 Bel                                                        2,00   Bh     Ls
12 Panel Alarm                                                1,00   Bh     Ls
13 Kabel Alarm                                               69,30   M1     Ls
14 Saklar Ganda                                              15,00   Bh     Ls
15 Saklar Tunggal                                            17,00   Bh     Ls
16 Stop kontak                                               35,00   Bh     Ls
17 Titik Api + Instalasi                                     67,00   Ttk    Ls
18 Kabel NYA 3c x 2.5 mm2                                 1.340,00   M1     Ls
19 Kabel NYFGBY 4c x 25 mm2                                  15,00   M2     Ls
20 Pipa sparing PVC dia. 3/4"                                67,00   Btg    Ls
21 Genset Merk Perkins 45 Kva (Lengkap)                       1,00   Unit   Ls
22 Tangki Bahan Bakar V=60 Ltr. (Lengkap)                     1,00   Unit   Ls
23 Panel Listrik/ Swict Otomatis                              1,00   Bh     Ls
24 Panel Listrik Lengkap                                      2,00   Bh     Ls
25 Material Pembantu/Consumable Material                      1,00   Unit   Ls
                                                                                 Jumlah
     Lantai II ( Dua )
 1   Lampu TL 2 x 36 Watt, Inbow Dengan Acryliclouvre        15,00   Bh     Ls
 2   Lampu TL 2 x 18 Watt, Inbow Dengan Acryliclouvre        36,00   Bh     Ls
 3   Lampu TL 1 x 18 Watt, Cover                              1,00   Bh     Ls
 4   Lampu Baret Kotak 1 x 32 Watt                            9,00   Bh     Ls
 5   Lampu Downlight PLC 13 Watt                             26,00   Bh     Ls
 6   Lampu Exit 8 Watt                                        4,00   Bh     Ls
 7   Ceiling Exhaust Fan                                      3,00   Bh     Ls
 8   Alarm, Smoke Detector                                   12,00   Bh     Ls
 9   Bel                                                      2,00   Bh     Ls
10   Kabel Alarm                                             88,00   M1     Ls
11   Saklar Ganda                                            10,00   Bh     Ls
12   Saklar Tunggal                                          13,00   Bh     Ls
13   Stop kontak                                             34,00   Bh     Ls
14   Titik Api + Instalasi                                   57,00   Ttk    Ls
15   Kabel NYA 3c x 2.5 mm2                               1.140,00   M1     Ls
16   Kabel NYFGBY 4c x 25 mm2                                 6,50   M2     Ls
17   Pipa sparing PVC dia. 3/4"                              57,00   Btg    Ls
18   Panel Listrik Lengkap                                    1,00   Bh     Ls
19   Material Pembantu/Consumable Material                    1,00   Unit   Ls
                                                                                 Jumlah

XI. TATA UDARA
    Lantai I ( Satu )
 1 AC Split Indoor Unit Type Dinding (Wall Type) 1/2 PK       4,00   Bh     Ls
 2 AC Split Indoor Unit Type Dinding (Wall Type) 1 PK         2,00   Bh     Ls
 3 AC Split Indoor Unit Type Dinding (Wall Type) 1,5 PK       4,00   Bh     Ls
 4 AC Split Indoor Unit Type Dinding (Wall Type) 2 PK         3,00   Bh     Ls
                                                                                 Jumlah




                                                                                          157
        Lantai II ( Dua )
  1     AC Split Indoor Unit Type Dinding (Wall Type) 3/4 PK     2,00   Bh         Ls
  2     AC Split Indoor Unit Type Dinding (Wall Type) 1 PK       1,00   Bh         Ls
  3     AC Split Indoor Unit Type Dinding (Wall Type) 1,5 PK     7,00   Bh         Ls
  4     AC Split Indoor Unit Type Dinding (Wall Type) 2 PK       2,00   Bh         Ls
                                                                                              Jumlah

XII. PEKERJAAN PAGAR
     - Pagar A (Belakang)
  1 Galian Tanah Pondasi                                        27,08   M3       ANL. A.1
  2 Urugan Tanah Bekas Galian                                    6,77   M3      ANL. A.17
  3 Pasir Urug Bawah Pondasi                                     0,90   M3     ANL. A.18a
  4 Pondasi Tapak                                                1,77   M3    ANL. Supl.V24
  5 Pondasi Batu Kali 1 : 4                                      6,36   M3      ANL. G.32
  6 Sloof 20 x 25 cm, besi 148 Kg                                1,78   M3    ANL. Supl.V26
  7 Kolom 20 x 25 cm, besi 110.72 kg                             2,12   M3    ANL. Supl.V27
  8 Ring Balk 15 x 25 cm, besi 150 Kg                            1,33   M3    ANL. Supl.V28
  9 Pasangan Dinding Bata 1 : 4                                 14,08   M3     ANL. G.33m
10 Plesteran 1 : 4, t = 10 mm                                  256,03   M2     ANL. G.50n

        - Pagar B (Belakang)
  1     Galian Tanah Pondasi                                    28,73   M3       ANL. A.1
  2     Urugan Tanah Bekas Galian                                7,18   M3      ANL. A.17
  3     Pasir Urug Bawah Pondasi                                 1,20   M3     ANL. A.18a
  4     Pondasi Tapak                                            2,36   M3    ANL. Supl.V25
  5     Pondasi Batu Kali 1 : 4                                  6,70   M3      ANL. G.32
  6     Sloof 20 x 25 cm, besi 150 Kg                            1,88   M3    ANL. Supl.V26
  7     Kolom 20 x 25 cm, besi 250 kg                            1,71   M3    ANL. Supl.V27
  8     Ring Balk 15 x 25 cm, besi 150 Kg                        1,41   M3    ANL. Supl.V28
  9     Pasangan Dinding Bata 1 : 4                             10,82   M3     ANL. G.33m
 10     Plesteran 1 : 4, t = 10 mm                             196,65   M2     ANL. G.50n

        - Pagar Depan
  1     Galian Tanah Pondasi                                     8,80   M3    ANL. A.1
  2     Urugan Tanah Bekas Galian                                2,20   M3   ANL. A.17
  3     Pasir Urug Bawah Pondasi                                 1,10   M3   ANL. A.18a
  4     Pondasi Tapak                                            2,16   M3 ANL. Supl.V25
  6     Sloof 20 x 25 cm, besi 150 Kg                            1,70   M3 ANL. Supl.V26
  7     Kolom 20 x 25 cm, besi 250 kg                            1,57   M3 ANL. Supl.V27
  8     Pagar Besi Holo                                         21,55   M2      Ls
  9     Pintu Pagar 120 x 530 Cm, Lengkap                        2,00   Unit    Ls
 10     Pekerjaan Plank Nama, Lengkap                            1,00   Unit    Ls
                                                                                              Jumlah

    PEKERJAAN LANDSCAPE
XIII.
  1 Pasangan Paving Block                                      350,40   M2      Anl. G. 60
  2 Rumput Swiss                                               253,10   M2      ANL. B.7b
  3 Tanah Hitam (Pupuk), T = 10 cm                              25,31   M3          Ls
  4 Pohon Palem T = 400 cm                                       6,00   Btg         Ls
  5 Pohon Kupula T = 300 cm                                     12,00   Btg         Ls
  6 Pekerjaan Kanstein
    - Galian Tanah Pondasi                                      19,35   M3      ANL. A.1
    - Urugan Tanah Kembali                                       4,84   M3     ANL. A.17
    - Urugan Pasir t = 10 cm                                     5,69   M3     ANL. A.18a
    - Pasangan Batu Kali 1 : 4                                   8,78   M3     ANL. G.32
    - Beton Cor 1 : 3 : 5                                        9,39   M3     ANL. G.44
    - Pembesian                                                366,68   Kg      ANL. I.2
  7 Pekerjaan Saluran
    - Galian Tanah Pondasi                                      33,50   M3    ANL. A.1
    - Urugan Tanah Kembali                                       8,38   M3   ANL. A.17
    - Urugan Pasir t = 10 cm                                     4,47   M3   ANL. A.18a
    - Pasangan Batu Kali 1 : 4                                   7,31   M3   ANL. G.32
    - Beton Cor 1 : 3 : 5 Untuk Saluran                          6,09   M3 ANL. Supl.V22
    - Beton Cor 1 : 3 : 5 Untuk Tutup Saluran                    2,19   M3 ANL. Supl.V23
    - Bak Kontrol 40 x 40 cm                                     3,00   Unit    Ls
                                                                                              Jumlah




                                                                                                       158
DAFTAR ANALISA




                 159

						
Related docs
Other docs by xld14276