Hubungan Antara Komitmen Terhadap Organisasi Dengan Kinerja Dosen

Document Sample
Hubungan Antara Komitmen Terhadap Organisasi Dengan Kinerja Dosen Powered By Docstoc
					                    Working Paper Series No. 11
                     Januari 2006, First Draft




Hubungan Antara Komitmen
Terhadap Organisasi Dengan
Kinerja Dosen Pembelajaran
   Klinik di AKPER Swasta
        di Pekanbaru



         Lolly Bilmoneva
          Hari Kusnanto




        Tidak untuk disitasi
                                                                                              Daftar Isi
Daftar Isi ..............................................................................................................ii
Daftar Tabel........................................................................................................ii
Abstract ...............................................................................................................iii
Latar Belakang .................................................................................................. 1
Metode ................................................................................................................ 3
Hasil...................................................................................................................... 4
Pembahasan ....................................................................................................... 7
Kesimpulan........................................................................................................10
Saran..................................................................................................................10
Daftar Pustaka.................................................................................................11
Lampiran ...........................................................................................................13


                                                                                   Daftar Tabel
Tabel 1. Hubungan antara Kinerja Administratif dengan Komitmen
         serta Persepsi, Jenis Kelamin, Umur, Pendidikan, Masa Kerja,
         Beban Kerja dan Bekerja di Tempat Lain ...............................13
Tabel 2. Hubungan antara Tingkat Kehadiran Dosen dengan
         Komitmen serta Persepsi, Jenis Kelamin, Umur, Pendidikan,
         Masa Kerja, Beban Kerja dan Bekerja di Tempat Lain........13
Tabel 3. Uji Regresi Linier Berganda antara Kinerja Administratif
         dengan Komitmen dan Persepsi, Umur, Pendidikan, Masa
         Kerja, Beban Kerja dan Bekerja di Tempat Lain...................14
Tabel 4. Uji Regresi Linier Berganda antara Tingkat Kehadiran
         dengan Komitmen dan Persepsi, Umur, Pendidikan, Masa
         Kerja, Beban Kerja dan Bekerja di Tempat Lain...................14




                                         Magister Kebijakan dan Manajemen Pelayanan Kesehatan
ii
                                    Abstract
 The Relationship Between Commitment Toward Organization With
   The Work Productivity Of Clinical Learning Lecturer In Private
                  Nursing Academy In Pekanbaru

                       Lolly Bilmoneva1, Hari Kusnanto2

Background: Nurse is on of the health providers who have important role in giving
health service. Nursing education institution was never yield the professional health
care provider. In Pekanbaru, capital city of Riau province, there are three off nursing
academies. those are learned by part time lecturer.
Objective: In order to find out the relationship between demography factor, commit-
ment toward organization and perception toward facility and infrastructure with the
work productivity of clinical learning lecturer.
Method: This was a cross sectional design that was implemented in private nursing
institution in Pekanbaru. The subject of this research was lecturer of private nursing
academy in Pekanbaru. The independent variable consisted of characteristic of lec-
turer, commitment, perception about facility and infrastructure as well as respondent’s
characteristic. The dependent variable was lecturer work productivity in private nursing
academy in Pekanbaru.
Result: The result of product moment correlation showed that the administration work
productivity had significant relationship with commitment (r=0.432), perception toward
organization (r=0.348), age (r= - 0.435), education (r = - 0.474), load per semester
(r=0.401), worker in other place (r = - 0.267). The presence level in learning process
had significant relationship (p<0,05) with commitment toward organization (r=0.302),
education (r= - 0.298), length of work (r = 0.268) and work in other place (r = -
0.519). The result of double linear regression showed that the work productivity influ-
enced by commitment and perception toward organization, age, education, teaching
load in the last semester and working in other place. Commitment toward organization
was the most determinant factor toward work productivity administration. The level of
presence was influenced by commitment, education, length of work and work in other
place. The most dominant factor that influenced the level of presence was lecturer who
worked in other place.
Conclusion: Commitment had relationship with administration work productivity and
presence level of lecturer in the learning process.

Keyword: Work productivity, level of presence, commitment



1 Mental Hospital of Pekanbaru, Riau
2 Public Health Program, Faculty of Medicine, Gadjah Mada University




Magister Kebijakan dan Manajemen Pelayanan Kesehatan                                  iii
                                              Latar Belakang
Pendidikan keperawatan sangat diperlukan untuk meningkatan mutu
keperawatan agar menghasilkan perawat yang profesional serta
mampu menunjukkan kemampuan intelektual dan teknikal yang me-
madai. Beberapa rumahsakit menganggap bahwa perawat-perawat
yang baru lulus tidak siap untuk bekerja karena gagal menunjukkan
kemampuan klinik yang diharapkan1. Lembaga pendidikan dibidang
kesehatan belum mempunyai standar mutu kualitas yang diinginkan
oleh pengguna jasa tenaga kesehatan2. Hasil placement test yang per-
nah dilaksanakan pada beberapa lembaga pendidikan di bidang
kesehatan swasta, menunjukkan lebih dari 50% siswa tidak lulus se-
hingga harus mengulang pada semester satu3. Untuk menyiapkan
tenaga kesehatan yang berkualitas diperlukan sistem pendidikan
yang berorientasi pada pasar kerja dan berbasis pada kompetensi
yang berlaku secara lintas sektoral4.
Asuhan keperawatan yang bermutu sering dipersepsikan memiliki indi-
kator tunggal yaitu tingkat kemampuan tenaga keperawatan dalam
memberikan pelayanan kepada klien5. Kemampuan klinik perawat
sangat ditentukan oleh proses pembelajaran klinik dalam lembaga
pendidikan keperawatan. Proses pembelajaran klinik merupakan
proses pembelajaran yang strategis karena pengalaman pada pem-
belajaran klinik merupakan inti dari pendidikan keperawatan. Per-
awat yang berkualitas memerlukan program pendidikan yang mene-
kankan proses pembelajaran klinik, sehingga peserta didik mendapat
kesempatan untuk menerapkan ilmu pengetahuan yang diperoleh
dalam praktik6.
Keberhasilan sekolah terlihat dari kemampuan sekolah mengoptimal-
kan kinerja organisasi sekolah, kegiatan proses pembelajaran (PBM),
pengelolaan SDM, dan pengelolaan sumber daya administrasi lain-
nya7. Dalam proses belajar mengajar, guru mempunyai peranan
penting dalam merancang kegiatan pembelajaran yang akan dilaku-



Magister Kebijakan dan Manajemen Pelayanan Kesehatan              1
kan8. Dengan demikian, salah satu penentu kinerja organisasi sekolah
adalah kinerja staf pengajarnya. Kinerja staf pengajar dapat dilihat
dari dokumentasi rancangan dan proses kegiatan yang disusunnya,
termasuk didalamnya persentasi jumlah kehadirannya dalam proses
belajar mengajar.
Kinerja karyawan dipengaruhi oleh variabel perorangan dan lingkun-
gan, seperti kapasitas karyawan (umur, pengalaman kerja, tingkat
pendidikan dan sebagainya), faktor kemauan (motivasi, kepuasan
kerja, komitmen terhadap organisasi dan sebagainya) serta faktor
kesempatan (sarana dan prasarana kerja, kebijakan organisasi, ke-
pemimpinan dan sebagainya)9. Hasil penelitian di Akper Sorong me-
nemukan bahwa motivasi ekstrinsik menyebabkan kinerja dosen Akper
Sorong tidak optimal adalah keterbatasan buku-buku perpustakaan10.
Hasil wawanara dengan salah seorang dosen Akper Swasta di
Pekanbaru menyebutkan bahwa keterbatasan buku di perpustakaan
menyebabkan kesulitan mencari literatur terbaru untuk bahan kuliah.
Dosen tidak menyediakan sendiri bahan literature karena status dosen
sebagai pegawai tidak tetap. Hal tersebut menunjukan bahwa komit-
men dosen terhadap organisasi masih lemah.
Hasil penelitian di Amerika menemukan instruktur yang bekerja part
time di beberapa lembaga pendidikan di Amerika mempunyai komit-
men terhadap organisasi yang lebih rendah dibandingkan instruktur
yang bekerja full time11. Komitmen terhadap organisasi akan mem-
pengaruhi terhadap tingkat absensi dan keinginan keluar karyawan
dari suatu organisasi9. Sebagian besar dosen Akper Swasta di
Pekanbaru statusnya tidak tetap. Dosen diambil dari beberapa
tenaga kesehatan, baik yang bekerja di rumahsakit maupun di dinas
kesehatan. Pekerjaan menjadi dosen merupakan pekerjaan
sampingan. Anggapan ini mempengaruhi komitmen dosen tersebut
terhadap organisasi tempat mereka mengajar. Dosen lebih
mengutamakan pekerjaan sebagai PNS di institusi pemerintah,
sehingga kadang meninggalkan tugas mengajarnya.




2                     Magister Kebijakan dan Manajemen Pelayanan Kesehatan
Dari latar belakang tersebut disusun rumusan masalah sebagai
berikut: apakah komitmen terhadap organisasi, persepsi tentang
sarana dan prasarana serta status kepegawaian berhubungan
dengan kinerja dosen pembelajaran klinik, khususnya yang berkaitan
dengan kinerja administrasi proses belajar dan mengajar dan tingkat
absensi, di Akademi Perawat Swasta di Pekanbaru?
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor
demografis, komitmen terhadap organisasi dan persepsi terhadap
sarana dan prasarana dengan kinerja administrasi proses belajar
mengajar dan tingkat kehadiran dosen Akademi Perawat Swasta di
Pekanbaru. Tujuan khususnya adalah untuk mengetahui hubungan
faktor demografis (umur, jenis kelamin, masa kerja, status
kepegawaian), komitmen terhadap organisasi dan persepsi terhadap
sarana dan prasarana dengan kinerja dosen yang berkaitan dengan
administrasi proses belajar dan mengajar dan tingkat absensi.


                                                          Metode
Penelitian ini merupakan penelitian survei dengan rancangan cross
sectional yaitu penelitian analitik yang memberikan informasi
mengenai situasi yang ada dengan cara mengamati antara variabel
bebas dan terikat secara bersama-sama. Penelitian dilakukan di Ak-
per Swasta di Pekanbaru, karena belum terdapat lembaga pendidi-
kan Akper milik pemerintah serta kebanyakan staf pengajar di Akper
swasta tersebut berstatus dosen tidak tetap. Unit analisis penelitian ini
adalah Akper Swasta di Pekanbaru, Riau. Subjek penelitian adalah
dosen pembimbing pembelajaran klinik.
Variabel-variabel dalam penelitian ini adalah variabel terikat dan
bebas. Variable terikatnya adalah kinerja dosen pembimbing pembe-
lajaran klinik (kinerja administrasi dan tingkat kehadiran dosen), vari-
abel bebas terdiri dari komitmen dosen terhadap organisasi dan
variabel pengganggu terdiri dari karekteristik dosen (umur, jenis ke-




Magister Kebijakan dan Manajemen Pelayanan Kesehatan                   3
lamin, pendidikan, masa kerja dan status kepegawaian) dan persepsi
dosen tentang sarana dan prasarana pembelajaran klinik.
Alat ukur yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner
dan cek dokumen. Kuesioner digunakan untuk mengukur variabel ko-
mitmen dan persepsi terhadap sarana dan prasarana. Cek dokumen
digunakan untuk mengukur kinerja dosen dengan melakukan observasi
arsip-arsip kegiatan belajar mengajar setiap dosen pada tahun
ajaran 2004/2005.


                                                              Hasil
Penelitian tentang hubungan antara komitmen terhadap organisasi
dengan kinerja dosen pembelajaran klinik telah dilakukan ditiga Ak-
per swasta di Pekanbaru pada bulan Agustus-September 2005. Dari
penelitian tersebut diperoleh 85 responden, yang terdiri dari 26
orang dosen Akper Tabrani, 29 orang dosen dari Akper Muhammadi-
yah dan 30 orang dari Akper Payung Negeri.
Sebagian besar dosen di Akper Swasta di Pekanbaru berpendidikan
S1 dan bekerja di tempat lain. Berdasarkan rata-rata umur responden
di Akper Tabrani merupakan kelompok responden paling muda dan di
Akper Muhammadiyah merupakan kelompok yang paling tua. Re-
sponden di Akper Tabrani merupakan kelompok responden yang
mempunyai rata-rata masa kerja paling kecil dan responden di Akper
Muhammadiyah merupakan kelompok yang paling lama. Rata-rata
umur responden di Akper Muhammadiyah dan Akper Payung Nagari
mempunyai beban SKS yang relatif sama sedangkan responden di
Akper Tabrani merupakan kelompok responden yang mempunyai be-
ban SKS yang lebih tinggi dibandingkan akper lainnya.
Rata-rata skor komitmen dosen Akper Payung Negeri terhadap or-
ganisasinya merupakan skor rata-rata tertinggi dibanding 2 Akper
Swasta di Pekanbaru. Rata-rata skor persepsi dosen di ketiga Akper
Swasta di Pekanbaru relatif sama. Kinerja dosen Payung Negeri




4                    Magister Kebijakan dan Manajemen Pelayanan Kesehatan
mempunyai skor rata-rata dan tingkat kehadiran tertinggi. Sedangkan
di Akper Tabrani mempunyai skor rata-rata dan tingkat kehadiran
terendah.
Hasil uji korelasi antara kinerja dosen secara administrasi dengan
variabel bebas dan pengganggu dapat dilihat pada Tabel 1. Hasil uji
korelasi product moment menunjukan bahwa kinerja dosen
berhubungan secara signifikan (p<0,05) dengan komitmen, persepsi,
umur, pendidikan, beban SKS per semester dan bekerja di tempat
lain. Komitmen, persepsi dan beban SKS per semester berhubungan
secara positif dengan kinerja. Hal ini berarti semakin tinggi komitmen
dosen Akper swasta terhadap organisasi, maka semakin baik
persepsinya terhadap organisasi. Semakin banyak beban per SKSnya
dalam satu semester maka semakin tinggi pula kinerjanya. Sedangkan
umur, pendidikan dan bekerja di tempat lain berhubungan secara
negatif dengan kinerja. Korelasi negatif tersebut dapat dimaknai
bahwa semakin rendah pendidikan, semakin muda usianya dan tidak
bekerja di instansi lain semakin tinggi kinerjanya.
Hasil uji korelasi antara tingkat kehadiran dosen dengan variabel be-
bas dan pengganggu dapat dilihat pada Tabel 2. Hasil uji korelasi
product moment menunjukan bahwa tingkat kehadiran dosen swasta
dalam proses belajar mengajar yang telah ditentukan berhubungan
secara signifikan (p<0,05) dengan komitmen, pendidikan, dan masa
kerja dan bekerja di tempat lain. Hasil uji korelasi antara komitmen
dan masa kerja dengan tingkat kehadiran dosen berarti semakin
tinggi komitmen dosen terhadap organisasi. Semakin lama menjadi
dosen di Akper yang bersangkutan maka semakin tinggi tingkat ke-
hadirannya. Sedangkan hasil uji korelasi pendidikan dan bekerja di
tempat lain dengan tingkat kehadiran dosen dapat dimaknai bahwa
semakin rendah pendidikan dan tidak bekerja di instansi lain semakin
tinggi tingkat kehadiran dosen tersebut.




Magister Kebijakan dan Manajemen Pelayanan Kesehatan                5
Hasil uji regresi linier berganda antara kinerja administrativ dosen
dengan komitmen dan persepsi, umur, pendidikan, masa kerja, beban
kerja dan bekerja di tempat lain dapat dilihat pada Tabel 3. Hasil uji
regresi linier berganda menunjukan nilai R2 sebesar 0,439 dan signifi-
kan (p<0,05). Hal ini berarti, komitmen dan persepsi terhadap or-
ganisasi, umur, pendidikan, beban mengajar pada semester yang lalu
dan bekerja di tempat lain secara bersamaan mempengaruhi kinerja
sebesar 44%, sedangkan 56% persen lainnya disebabkan faktor lain
yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Komitmen terhadap organisasi
merupakan faktor yang mempunyai determinasi paling kuat terhadap
kinerja. Determinasi tersebut ditunjukkan oleh nilai beta sebesar 0,310
dan signifikan secara statistik (p<0,05). Hasil tersebut menunjukkan
bahwa pengaruh komitmen terhadap kinerja 31%.
Hasil uji regresi linier berganda antara tingkat kehadiran dosen den-
gan variabel komitmen, pendidikan, masa kerja dan bekerja di tem-
pat lain dapat dilihat pada Tabel 4. Hasil uji regresi linier berganda
menunjukan nilai R2 sebesar 0,318 dan signifikan (p<0,05). Hal terse-
but berarti, komitmen dan pendidikan, masa kerja dan bekerja di
tempat lain secara bersamaan mempengaruhi tingkat kehadiran dosen
sebesar 32%, sedangkan 68% lainnya disebabkan faktor lain yang
tidak diteliti dalam penelitian ini. Bekerja ditempat lain merupakan
faktor yang mempunyai determinasi paling kuat terhadap tingkat ke-
hadiran dosen dalam proses belajar mengajar. Determinasi tersebut
ditunjukkan oleh nilai beta sebesar 0,41 dan signifikan secara statistik
(p<0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa dosen yang tidak
bekerja di tempat lain akan mempengaruhi tingkat kehadirannya
dalam proses belajar mengajar sebesar 41%.




6                      Magister Kebijakan dan Manajemen Pelayanan Kesehatan
                                                   Pembahasan
Hasil korelasi antara kinerja administratif dosen dengan komitmen ter-
hadap organisasi terdapat hubungan positif dan signifikan secara sta-
tistik. Hal tersebut menunjukan bahwa semakin kuat komitmen dosen
terhadap organisasi akan meningkatkan kinerja administrasi proses
belajar mengajar. Komitmen adalah sebuah variabel yang mencer-
minkan derajat hubungan yang dianggap dimiliki oleh individu itu
sendiri dengan pekerjaan tertentu dalam organisasi tertentu9. Pega-
wai yang menunjukkan komitmen tinggi memiliki keinginan untuk mem-
berikan tenaga dan tanggung jawab yang lebih dalam menyokong
kesejahteraan dan keberhasilan organisasi tempatnya bekerja12.
Dosen Akper Swasta di Pekanbaru mewujudkan komitmennya terha-
dap organisasi dengan melengkapi administrasi proses belajar men-
gajar karena kelengkapan administrasi merupakan salah satu
penilaian akreditasi oraganisasi pendidikan tenaga kesehatan. Mana-
jemen pembelajaran merupakan salah satu penilaian akreditasi.
Penilaian tersebut dilakukan dengan cek dokumentasi kelengkapan
perencanaan pengajaran, baik teori maupun praktek13. Hubungan
antara kinerja dengan komitmen signifikan mengindikasikan dosen
berupaya untuk meningkatkan tingkat akreditasi Akper tempat beker-
janya. Komitmen yang kuat akan meningkatkan motivasi karyawan14.
Persepsi dosen Akper swasta di Pekanbaru tentang sarana dan
prasarana yang dimiliki akper swasta berhubungan positif dengan
kinerjanya. Semakin baik persepsi dosen terhadap organisasinya se-
makin baik pula kinerjanya. Persepsi merupakan proses kognitif yang
dipergunakan oleh seseorang untuk menafsirkan dan memahami dunia
sekitarnya. Persepsi mencakup pengetahuan yang digunakan untuk
penerimaan, pengorganisasian, penerjemahan atau penafsiran stimulus
sehingga dapat mempengaruhi perilaku dan pembentukan sikap15.
Beban SKS per semester berhubungan secara positif dengan kinerja.
Hal tersebut berarti semakin banyak beban per SKSnya dalam satu
semester maka semakin tinggi pula kinerjanya. Beban tertinggi dosen



Magister Kebijakan dan Manajemen Pelayanan Kesehatan                7
Akper Swasta sebanyak 10 SKS. Jumlah pertemuan antara dosen dan
mahasiswa di kelas untuk mata kuliah dengan beban 2-3 sebanyak 1
kali pertemuan dalam satu minggu, sedangkan untuk mata kuliah
dengan beban 4-6 SKS sebanyak 2 kali pertemuan. Korelasi positif
tersebut kemungkinan dipengaruhi oleh sistem insentif yang diterima
dosen dari kehadiran dalam setiap pertemuan.
Sedangkan umur, pendidikan dan bekerja di tempat lain berhubungan
secara negatif dengan kinerja. Korelasi negatif tersebut dapat
dimaknai bahwa semakin rendah pendidikan, semakin muda usianya
dan tidak bekerja di instansi lain semakin tinggi kinerjanya. Kinerja
karyawan dipengaruhi oleh variabel perorangan dan lingkungan,
seperti kapasitas karyawan, termasuk umur dan tingkat pendidikan9.
Hasil korelasi tersebut menunjukan bahwa dosen yang muda dan yang
masih berpendidikan D4 dan S1 kemungkinan mempunyai kinerja lebih
baik dibandingkan dosen yang berpendidikan S2/Spesialis. Hal
tersebut kemungkinan dikarenakan dosen yang berpendidikan
S2/Spesialis kebanyakan bekerja di tempat lain, sehingga kinerja
yang berkaitan dengan administrasi kurang diperhatikan.
Kemungkinan lain yang menyebabkan terjadinya korelasi negatif
antara pendidikan dengan kinerja karena dosen yang berpendidikan
dokter atau dokter spesialis belum mengikuti pendidikan akta 4, yaitu
pendidikan untuk pengajar, sehingga tidak mengetahui administrasi
proses belajar mengajar. Dokter atau dokter spesialis yang menjadi
dosen di Akper Swasta umumnya bekerja di tempat lain seperti di
rumahsakit atau instansi pemerintah lainnya dan penunjukan dosen
tersebut tidak bersyaratkan akta mengajar. Hasil penelitian Akper di
Kupang menunjukkan bahwa akta mengajar berhubungan positif
dengan kinerja dosen dan 80 persen dosen di Akper tersebut telah
mempunyai akta 416.
Hasil korelasi yang lain menunjukan bahwa masa kerja tidak
berhubungan dengan kinerja secara signifikan, namun masa kerja
berhubungan positif dengan komitmen. Semakin lama dosen bekerja
di sebuah Akper, semakin kuat komitmennya terhadap akper yang



8                     Magister Kebijakan dan Manajemen Pelayanan Kesehatan
bersangkutan. Komitmen terhadap organisasi berkaitan dengan
keinginan keluar karyawan dari suatu organisasi9. Dosen yang
mempunyai komitmen kuat terhadap akper tempat bekerjanya akan
cenderung bertahan lama di akper tersebut sehingga akan
mempunyai masa kerja yang lama.
Hasil uji regresi linier berganda menunjukan bahwa dosen yang
mempunyai komitmen kuat, dan mempunyai persepsi yang baik
terhadap sarana dan prasarana di tempat bekerjanya serta berusia
muda cenderung mempunyai kinerja yang bagus. Hasil uji regresi linier
berganda juga menunjukkan bahwa komitmen dosen merupakan
faktor dominan yang mempengaruhi kinerja. Suatu bentuk komitmen
yang muncul dalam diri karyawan tidak hanya bersifat loyalitas yang
pasif, tetapi juga melibatkan hubungan yang aktif dengan organisasi
yang memiliki tujuan memberikan segala usaha demi keberhasilan
organisasi yang bersangkutan. Komitmen dipandang sebagai suatu
orientasi nilai terhadap organisasi yang menunjukkan individu sangat
memikirkan dan mengutamakan pekerjaan dan organisasinya11.
Individu akan berusaha memberikan segala usaha yang dimilikinya
dalam rangka membantu organisasi mencapai tujuannya.
Komitmen tidak berpengaruh secara signifikan dengan tingkat
kehadiran dosen dalam proses belajar mengajar berdasarkan hasil uji
regresi linier antara tingkat kehadiran dosen dalam proses belajar
mengajar dengan komitmen, pendidikan, masa kerja dan bekerja di
tempat lain. Determinasi yang paling dominan terhadap tingkat
kehadiran justru karena dosen bekerja di tempat lain. Hal ini dapat
diartikan bahwa walaupun mempunyai komitmen yang kuat namun
bekerja di tempat lain menyebabkan dosen tidak selalu menghadiri
kegiatan proses belajar mengajar, karena dosen yang tidak bekerja
di tempat lain mempunyai tingkat kehadiran lebih tinggi.
Untuk meningkatkan kehadiran dosen dalam kegiatan proses belajar
mengajar, Akper swasta di Pekanbaru perlu meningkatkan jumlah
dosen tetap yang hanya bekerja di Akper terkait. Hal tersebut
diperkuat dari hasil uji korelasi yang menunjukkan bahwa komitmen



Magister Kebijakan dan Manajemen Pelayanan Kesehatan               9
berhubungan signifikan dengan bekerja di tempat lain. Dosen yang
tidak bekerja di tempat lain mempunyai komitmen yang lebih kuat
dibandingkan dosen yang bekerja di tempat lain.
Hasil uji korelasi antara pendidikan dengan kinerja administratif
menunjukan korelasi negatif. Akper swasta perlu meningkatkan pen-
didikan dosen tetapnya atau melakukan rekrutmen dosen tetap yang
berpendidikan lebih tinggi, sehingga ketergantungan Akper terhadap
dosen yang bekerja di tempat lain dapat diminimalkan. Langkah
tersebut perlu dilakukan untuk meningkatkan tingkat kehadiran dosen.
Hasil penelitian beberapa lembaga pendidikan di Amerika ditemukan
instruktur yang bekerja part time di mempunyai komitmen terhadap
organisasi yang lebih rendah dibandingkan instruktur yang bekerja
full time11.


                                                 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian ini dapat diambil kesimpulan, (1) dosen
yang berumur lebih muda, mempunyai kinerja administratif lebih baik,
(2) dosen yang tidak bekerja di tempat lain mempunyai tingkat ke-
hadiran dalam proses belajar mengajar lebih baik, (3) dosen yang
mempunyai komitmen kuat akan mempunyai kinerja administratif dan
tingkat kehadiran lebih baik, (4) dosen yang mempunyai persepsi baik
tentang sarana dan prasarana pembelajaran klinis akan mempunyai
kinerja administrasif yang lebih baik, namun persepsi yang baik tidak
menyebabkan tingkat kehadiran dosen yang semakin baik.


                                                              Saran
Berdasarkan kesimpulan yang diuraikan di atas, maka bagi Akper
Swasta disarankan dosen yang tidak bekerja di tempat lain dan beru-
sia muda namun masih berpendidikan rendah perlu ditingkatkan pen-
didikannya dengan memberikan beasiswa. Menghindari kecemburuan
social dengan memberikan insentif atau penghargaan. Untuk mengop-



10                    Magister Kebijakan dan Manajemen Pelayanan Kesehatan
timalkan komitmen dosen dengan kinerja administratif dan tingkat ke-
hadiran dosen perlu menambah tenaga dosen yang mengajar. Selain
itu untuk meningkatkan komitmen terhadap organisasi sebaiknya meli-
batkan dosen tidak tetap dalam pengambilan keputusan khususnya
keputusan berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan sarana dan
prasarana kegiatan belajar mengajar.


                                              Daftar Pustaka
1. Nurachmah, E., Yulia dan Setiawan, A., (2003) The Relationship
   between Learning Methods, Participation of Nurse Educator, and
   The Student’s Clinical Performance as Perceived by S1 Nursing
   Students. JKI, Volume 7, No. 1, Maret 2003.

2. Supartuti, (2002), Mutu Tenaga Analis Kesehatan Lulusan Sekolah
   Menengah Analis Kesehatan Departemen Kesehatan RI Yogya-
   karta Menurut Persepsi Pengguna Jasa. Tesis, Pasca sarjana UGM
   Yogyakarta.

3. Sulistami, (2005),        Pembinaan      Institusi   Diknakes,   http://
   www.bppsdmk.or.id.

4. Djafar, M., (2005) Standar Kompetensi Tenaga Kesehatan dalam
   Rangka       Pengembangan     Kualitas    Diknakes,   http://
   www.bppsdmk.or.id.

5. Nurachmah, E., (2001), Asuhan Keperawatan Bermutu di
   Rumahsakit, http://www.pdpersi.co.id

6. Keliat, B.A., (1998), Komunikasi Efektif dalam Bimbingan Klinik
   Keperawatan, JKI, Volume 2, No. 1, Maret 1998.

7. Effendi, S., (2003), Manajemen Sekolah Berbasis Kompetensi, Jur-
   nal Manajemen dan Bisnis, Vol. 3, No. 2, Oktober 2003, hal. 85-
   96.

8. Suyanto dan Hisyam, D., (2000). Pendidikan Indonesia di Melinium
   III, Adi Cita, Yogyakarta.



Magister Kebijakan dan Manajemen Pelayanan Kesehatan                    11
9. Jewell, LN dan Siegall, M (1998), Psikologi Industri/Organisasi
   Modern, Penerbit Arcan, Jakarta

10. Badra, W (2005). Hubungan antara Stres Kerja dan Motivasi
    dengan Kinerja Dosen tetap Akper Sorong. Tesis, Pasca sarjana
    UGM Yogyakarta.

11. Borchers, A.S., dan Teahen, J., (2005) Organizational Commitment
    of Part-Time and Distance Faculty, borchers@ltu.edu, diakses
    tanggal 26 Juli 2005.

12. Kuntjoro, Z.S., (2002), Komitmen Organisasi, http://www.e-
    psikologi.com.

13. Pusdiknakes, (2003), Barong Akreditasi Jurusan/Program Studi
    Poli Teknik Kesehatan, Departemen Kesehatan, Jakarta.

14. Naquin dan Holton (2002), The Effects of Personality, Affectivity,
    and Work Commitment on Motivation to Improve Work Through
    Learning, Human Resource Development Quarterly, Vol. 13, No. 4,
    p. 357-376

15. Gomes, F.C., (2003), Manajemen Sumber Daya Manusia, Andi
    Offset, Yogyakarta.

16. Irfan (2003). Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan
    Kinerja Dosen Keperawatan Dalam Melaksanakan Pendidikan dan
    Pengajaran pada Politeknik Kesehatan Kupang, Nusa Tenggara
    Timur. http://www.mikm-undip.or.id




12                    Magister Kebijakan dan Manajemen Pelayanan Kesehatan
                                                                 Lampiran
Tabel 1. Hubungan antara Kinerja Administratif dengan Komitmen
 serta Persepsi, Jenis Kelamin, Umur, Pendidikan, Masa Kerja, Be-
               ban Kerja dan Bekerja di Tempat Lain

                   Variabel                              r            p
Komitmen                                                0.43        0.000*
Persepsi terhadap organisasi                            0.35        0.001*
Jenis kelamin                                           0.09        0.402
Umur                                                   -0.44        0.000*
Pendidikan                                             -0.47        0.000*
Masa kerja                                              0.13        0.223
Beban per semester                                      0.40        0.000*
Bekerja di tempat lain                                 -0.27        0.013*


 Tabel 2. Hubungan antara Tingkat Kehadiran Dosen dengan Ko-
  mitmen serta Persepsi, Jenis Kelamin, Umur, Pendidikan, Masa
          Kerja, Beban Kerja dan Bekerja di Tempat Lain

                   Variabel                                  r         P
Komitmen terhadap organisasi                            0.30         0.005*
Persepsi terhadap sarana dan prasarana                  0.08         0.446
Jenis kelamin                                           0.07         0.513
Umur                                                   -0.17         0.112
Pendidikan                                             -0.30         0.006*
Masa kerja                                              0.27         0.013*
Beban per semester                                      0.15         0.159
Bekerja di tempat lain                                 -0.52         0.000*




Magister Kebijakan dan Manajemen Pelayanan Kesehatan                       13
 Tabel 3. Uji Regresi Linier Berganda antara Kinerja Administratif
 dengan Komitmen dan Persepsi, Umur, Pendidikan, Masa Kerja,
              Beban Kerja dan Bekerja di Tempat Lain
                    Variabel                           Beta          P
Komitmen terhadap organisasi                            0.31      0.001*
Persepsi terhadap sarana dan prasarana                  0.22      0.019*
Umur                                                   -0.29      0.006*
Pendidikan                                             -0.14      0.204
Beban mengajar pada semester yang lalu                  0.14      0.164
Bekerja di tempat lain                                 -0.04      0.706
 R2=0,439        p=0,000



Tabel 4. Uji Regresi Linier Berganda antara Tingkat Kehadiran den-
gan Komitmen dan Persepsi, Umur, Pendidikan, Masa Kerja, Beban
                 Kerja dan Bekerja di Tempat Lain
                   Variabel                          Beta           P
Komitmen terhadap organisasi                         0.15         0.153
Pendidikan                                          -0.11         0.272
Masa kerja                                           0.10         0.331
Bekerja di tempat lain                              -0.41         0.000
R2=0,318         p=0,000




14                     Magister Kebijakan dan Manajemen Pelayanan Kesehatan

				
DOCUMENT INFO
Description: psikologi-industri-dan-organisasi pdf