A. LATAR BELAKANG by xld14276

VIEWS: 2,712 PAGES: 13

More Info
									     Integrated Learning Method in Industrial & Organizational Study (ILMIOS) untuk
   Meningkatkan Pemahaman, Kreativitas, dan Inovasi Mahasiswa Mata Kuliah Seminar
                            Psikologi Industri & Organisasi



                                          Oleh:
                                    Djamaludin Ancok
                                     Neila Ramdhani




A. LATAR BELAKANG
      Dunia kerja saat ini menuntut para pelakunya memiliki wawasan luas dan fleksibitas
tinggi. Hal ini dimaksudkan agar dapat mengikuti dan beradaptasi dengan perubahan
informasi dan perkembangan teknologi yang cepat di dalam era globalisasi. Kondisi seperti
ini menuntut pelaku pendidikan khususnya perguruan tinggi di Indonesia sebagai penyuplai
tenaga kerja tidak hanya memfokuskan diri pada pengembangan hardskill - berupa
pengetahuan praktis yang lebih bersifat ilmiah dan teoritis – tapi juga harus memberi porsi
pada softskill yang menjadi penunjang proses berpikir dan berperilaku seseorang.
      Bidang Psikologi Industri dan Organisasi (PIO) adalah ranah ilmu pengetahuan yang
mempelajari perilaku, proses berpikir & permasalahan-permasalahan yang muncul
berkaitan dengan sumber daya manusia. Bidang ini mempersiapkan lulusan agar dapat
masuk dalam beberapa wilayah kerja seperti HRD, personalia, customer service, customer
& product research, atau pemasaran. Salah satu mata kuliah yang ada di bidang PIO
adalah Seminar Psikologi Industri & Organsasi. Mata kuliah ini diadakan untuk
mengakomodasi topik mutakhir dalam bidang PIO yang belum diwadahi dalam perkuliahan.
Dalam prakteknya, mata kuliah ini dapat berupa kuliah yang disajikan dosen, kerja praktek
dalam bidang PIO, ataupun kajian mandiri yang diikuti dengan presentasi oleh mahasiswa.
Contoh topik yang dapat disajikan dalam mata kuliah ini adalah knowledge management
(KM). Mata kuliah KM belum ada dalam kurikulum psikologi padahal topik ini cakupannya
luas sehingga dapat dijadikan bahasan dalam seminar PIO.
      Penyempurnaan metode pembelajaran dalam mata kuliah Seminar PIO sebetulnya
sudah dilakukan semenjak tahun lalu, dengan metode Pembelajaran Psikologi Industri &
Organisasi Plus (PPIP-2006) yang dilakukan oleh Ramdhani (2006). Metode tersebut
bertujuan agar mahasiswa                memiliki bekal dan nilai tambah (added value) dalam
menghadapi dan memenangkan persaingan di era globalisasi. Rancangan program yang
memberikan kesempatan pada mahasiswa untuk terlibat sekaligus melihat langsung
beberapa proses di bidang Industri Manufaktur, Jasa, dan Kreatif sudah pula dicoba untuk
dilakukan. Hasil evaluasi menunjukkan terjadi peningkatan yang signifikan sekor pada skala
kepemimpinan mahasiswa dari sebelum mengikuti program 4,25 menjadi 5,48. Di samping
itu terjadi juga peningkatan sekor Skala Jiwa Kewirausahaan dari 1,75 menjadi 1,975 (lihat
Ramdhani, 2006).

                                    PPIPlus
                                 (tahun 2006)



             Mahasiswa                  Pembahasan              Kunjungan             GOAL
         SEMINAR PSIKOLOGI              Kasus dalam              Industri:         Peka terhadap
              INDUSTRI                   Industri &             Manufaktur         Bisnis Global
           &ORGANISASI                   Organisasi                Jasa
                                                                  Kreatif


S
O
S         Mahasiswa                            Kuliah Dosen
I          SEMINAR                            Tamu & Praktisi         Kunjungan         WORKSHOP
A         PSIKOLOGI           Case               Ekonomi               Industri:             &
L        INDUSTRI &           Base              Keuangan              Manufaktur          HUMAN
I        ORGANISASI          Learning            Industri                Jasa           RESOURCE
S                                                  HRD                  Kreatif        PLAN PROJECT
A
S
I

                                             ILM-IOS (tahun 2007)
              Gambar 1. Perbandingan Program PPIP 2006 dengan ILM-IOS 2007


         ILMIOS adalah pengembangan metode PPIP-2006 yang telah diujicobakan
sebelumnya. Perbedaan pokok dengan metode PPIP-2006 (gambar 1) adalah penerapan
case base learning dalam penyajian perkuliahan dan penyajian materi perkuliahan yang
dilakukan oleh dosen maupun praktisi dalam b idangnya.
         Dengan penyempurnaan ini, program BUSSINNO ini bertujuan untuk:
    1.    Memperdalam pengetahuan tentang Psikologi Industri dan Organisasi, sehingga
          mahasiswa betul-betul memahami arti, peran dan aplikasi psikologi industri dan
          organisasi, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia.
     2.     Memperluas wawasan pengetahuan tentang Psikologi Industri dan Organisasi
            sebagai ilmu yang selalu berkaitan dengan ilmu-ilmu yang lain, sehingga
            mahasiswa memiliki ilmu pengetahuan yang luas dalam menganalisa setiap
            problem yang muncul khususnya persoalan manusia dalam hubungannya dengan
            organisasi, manajemen dan produktivitas kerja


Secara khusus, program ini bertujuan juga untuk meningkatkan kemampuan softskill
mahasiswa sesuai dengan kebutuhan kerja yang meliputi K3i:
     1. Kepemimpinan (leadership) berupa kemampuan dalam Problem solving dan
           Decision making
     2. Kerjasama (team work), baik dalam melakukan Negosiasi maupun memotivasi diri
           dan memotivasi orang lain.
     3. Berpikir Kritis sehingga mahasiswa mampu memetakan sekaligus menganalisis
           masalah.
     4. Inovasi, mulai dari kreativitas dalam melihat berbagai kemungkinan sampai
           keberanian dalam mengambil resiko (Risk taking).




B. ILMIOS
          Integrated Learning Method in Industrial & Organizational Study (ILMIOS) adalah
metode pembelajaran yang dicobakan dalam program ini. Beberapa ciri pokoknya adalah
sbb.:
1.      Tahap Penyajian: Metode ini memberi perlakuan tidak hanya selama mahasiswa
        berada di kelas tetapi juga sebelum perkuliahan dimulai (Pilar: Inovasi). Tiga tahap
        penyajian adalah persiapan, perkuliahan, dan evaluasi.
           a. Persiapan. Mengacu prinsip Law of Readiness (hukum kesiapan dalam
              pembelajaran), sebelum perkuliahan dimulai sudah dilakukan sosialisasi materi
              dan pemberian gambaran mengenai program kepada mahasiswa calon peserta
              mata kuliah ini. Sosialisasi ini bertujuan agar mahasiswa betul-betul sudah
              berada pada kondisi yang siap menerima materi dan terlibat dalam metode
              pembelajaran yang diterapkan (Pilar: Motivasi).     Ada dua aktivitas yang
              dilakukan dalam tahap persiapan ini, yaitu penyebar luasan informasi yang
              bersifat umum dan khusus. Informasi yang bersifat umum berupa poster (lihat
              lampiran), sedangkan informasi yang khusus diberikan kepada mahasiswa yang
        sudah menjadi peserta perkuliahan berupa buku pegangan mahasiswa (lihat
        lampiran).
     b. Perkuliahan. Sebagaimana dikemukakan pada bab terdahulu, bahwa mata kuliah
        Seminar PIO adalah mata kuliah yang dirancang untuk mewadahi topik-topik
        mutakhir dalam bidang PIO yang belum terwadahkan dalam kurikulum. Topik
        terkait dalam PIO diantaranya adalah bidang psikologi, industri, ekonomi, dan
        manajemen. Untuk memperluas wawasan mahasiswa, topik-topik ini tidak hanya
        disajikan oleh dosen psikologi tetapi juga pakar dalam bidang industri, ekonomi,
        dan manajemen. Pemberian materi kuliah berbasis dunia kerja yang disajikan
        dalam bentuk kasus-kasus aktual diintegrasikan dengan berbagai teori yang
        didapat dibangku kuliah dengan aplikasi atau realitas (Pilar: Inovasi, Komunikasi,
        motivasi) di lapangan merupakan keunggulan lain dari metode ini. Metode yang
        menjembatani realitas di bangku kuliah dengan dunia kerja ini bila dilakukan
        bersama-sama dengan pendekatan SCL diharapkan dapat mempercepat proses
        peningkatan kulitas lulusan sebagaimana yang diharapkan. Materi-materi yang
        diberikan benar-benar membekali dan menyiapkan lulusan di dunia kerja
        sehingga diharapkan mahasiswa tidak hanya lulus dengan nilai A, namun dapat
        mengerti dan mengaplikasikan ilmunya ketika sudah bekerja (Pilar: Dunia
        Nyata). Secara ringkas proses
     c. Evaluasi. Beberapa pihak yang bekerjasama dalam pembelajaran ILMIOS ini
        memberikan sumbangan dalam penilaian. Dosen, stakeholders, asisten, maupun
        mahasiswa yang bekerjasama diberi kesempatan untuk memberikan evaluasi
        kepada peserta. Dengan demikian nilai yang diperoleh mahasiswa peserta
        perkuliahan merupakan nilai yang mendekati objektif.
2.   Sumber Belajar. Pergeseran paradigma belajar dari teaching ke learning dijadikan
     titik tolak pengembangan metode ini. Belajar bukan lagi proses transfer knowledge
     dari dosen kepada mahasiswa tetapi lebih ke sharing knowledge dari setiap individu
     yang terlibat dalam proses pembelajaran, yaitu dosen, asisten, praktisi di lapangan,
     dan teman. Pemilihan dosen ini, disesuaikan dengan cakupan bahasan mata kuliah
     Seminar PIO (gambar 2), yaitu dosen dengan latar belakang ilmu psikologi, industri,
     dan ekonomi/manajemen.
     a. Dosen dengan latar belakang keilmuan:
             i. Psikologi dengan latar belakang ilmu psikologi industri dan organisasi.
            ii. Teknik Industri, dengan latar belakang Manufaktur
         iii. Ekonomi Manajemen, dengan latar belakang ekonomi dan manajemen
              SDM
 b. Praktisi yang telah berkecimpung dalam bidang industri jasa maupun produksi.
 c. Stakeholders, yang merupakan pihak perusahaan yang dikunjungi mahasiswa.
 d. Asisten: merupakan tim yang dibentuk oleh dosen pengampu utama. Tim asisten
     ini adalah mahasiswa yang telah lulus mata kuliah Seminat PIO dan terlebih
     dahulu dilatih untuk dapat melakukan supervisi dan pendampingan dalam proses
     pembelajaran.

                                                     3.   Metode: ILMIOS merupakan
                                                          pendekatan yang terintegrasi.

PSIKOLOGI                                                 Perkuliahan       dilakukan        di
                    EKONOMI                               dalam maupun di luar kampus.
                                                          Ragam      metode         difasilitasi
                                                          untuk     dapat      memberikan
                                                          kesempatan bagi mahasiswa
        INDUSTRI                  PSIKOLOGI               dengan modalitas belajar yang
                                  INDUSTRI &              berbeda agar dapat mencapai
                                  ORGANISASI
                                                          hasil   belajar    yang     optimal.

 Gambar 2. Cakupan Psikologi Industri & Organisasi        Metode yang dilakukan adalah
                                                          sebagai berikut:


 a. Pembelajaran di dalam kelas:
          i. Case Based Learning. Mahasiswa akan belajar mengenai Psikologi
              Industri dan Organisasi melalui kasus-kasus terkini yang diambil dan
              dimodifikasi dari Harvard Bussiness Review.
          ii. Kuliah dari dosen tamu mengenai topik-topik yang relevan dengan dunia
              Psikologi Industri dan Organisasi.
 b. Pembelajaran di luar kelas:
          i. Diskusi online dengan dosen dan asisten dengan memanfaatkan fasilitas
              website Fakultas Psikologi (www.psikologi.ugm.ac.id) dan blog di internet
              (www.friendster.com).
          ii. Workshop Pembuatan Human Resources Planning. Dalam hal ini
              mahasiswa diberikan pelatihan untuk membuat Rencana Strategis bidang
                 Sumber Daya Manusia berdasarkan permasalahan-permasalahan umum
                 yang muncul di perusahaan. Workshop ini merupakan simulasi dunia
                 kerja. Pembicara Workshop adalah praktisi bisnis dalam bidang HRD.
             iii. Kunjungan ke perusahaan yang dilakukan dalam kelompok.
      c. Keterlibatan mahasiswa dalam proses pembelajaran. Sasaran pembelajaran
          yang meliputi hard skills maupun soft skills hanya dapat dicapai dengan
          melibatkan peserta perkuliahan secara individual maupun kelompok.
              i. Kegiatan individu dilakukan pada saat mahasiswa mengikuti perkuliahan.
                 Kegiatan ini bertujuan untuk memfasilitasi pemahaman mahasiswa akan
                 konsep teoritik yang menjadi sasaran pembelajaran ini. Kegiatan individu
                 ini juga dapat menjadi ajang pembelajaran tanggung jawab pribadi.
             ii. Kegiatan kelompok, yang memfasilitasi mahasiswa untuk berproses
                 dalam kelompok. Aktivitas kelompok ini dilakukan pada kunjungan ke
                 lapangan dan diskusi kasus di dalam kelas. Dalam perancangan
                 kunjungan ke lapangan mahasiswa dibagi menjadi minimal enam atau
                 maksimal sepuluh kelompok yang ditugaskan untuk mengidentifikasi
                 permasalahan ataupun isu-isu yang muncul di perusahaan kemudian
                 menyusunnya dalam bentuk proposal yang akan dikompetisikan. Setiap
                 kelompok mahasiswa disupervisi oleh seorang asisten. Dalam kunjungan
                 ke lapangan ini, mahasiswa menganalisis permasalahan yang terjadi di
                 perusahaan dan memberikan alternatif solusi berupa HR plan sebagai
                 jalan pemecahan masalah di lapangan. Kemudian, mahasiswa membuat
                 laporan hasil asesmen kunjungan ke perusahaan dan mempresentasikan
                 keberbagai pihak yang terkait (pihak akademisi dan pihak perusahaan).



C. KERANGKA PIKIR ILMIOS DAN HASIL BELAJAR YANG DIHARAPKAN
      Integrated Learning Method in Industrial & Organizational Study (ILMIOS)
adalah model pembelajaran yang dimaksudkan untuk tidak hanya penguasaan materi
pembelajaran yang bersifat teoritik tetapi juga menumbuhkan jiwa kepemimpinan,
kerjasama, merangsang kemampuan berpikir kritis dan analitis serta merangsang
kemampuan berpikir inovatif dalam menghadapi masalah, terutama dalam menghadapi
masalah di organisasi kerja nantinya. Kegiatan yang dilaksanakan merupakan perpaduan
antara kuliah teori (dalam hal ini akan diberikan oleh dosen pengampu & dosen tamu),
didukung dengan diskusi dan analisa kasus, baik dengan asisten maupun dengan dosen,
kunjungan sekaligus pengumpulan data, dan memberikan feedback berupa human
resources plan dari hasil analisa data kepada perusahaan.
         Jiwa kepemimpinan akan dibangun melalui rangkaian kegiatan pembelajaran teori,
diskusi dan praktek. Diskusi-diskusi kasus dalam kelas akan memposisikan mahasiswa
sebagai pemimpin. Salah satu fungsi pemimpin adalah sebagai sumber informasi dan orang
yang akan melakukan koordinasi serta membuat keputusan. Kasus-kasus yang ada
mewajibkan mereka untuk menguasai informasi dan menantang untuk mengambil resiko
karena harus dapat membuat keputusan. Dalam aktivitas diskusi ini, mahasiswa juga
melakukan pembelajaran bersama (tutoring each other atau peer learning) sehingga proses
konstruksi pemahaman keilmuan akan diperoleh secara lebih cepat dan menetap (Russell,
1999).
         Kerjasama akan dibangun di dalam dan luar kelas melalui tugas kelompok dan
diskusi. Dalam pendekatan ILMIOS ini, mahasiswa bekerja dalam kelompok untuk
menyelesaikan kasus-kasus yang telah dirancang untuk tujuan pembelajaran, menganalisis
permasalahan, menghasilkan solusi, dan mempresentasikannya di depan kelas. Proses ini
memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai dinamika berkelompok dan bekerja
sama di dunia kerja.
         Kemampuan untuk berpikir kritis dan analitis juga akan diasah dalam diskusi kasus
dan kunjungan ke perusahaan. Melalui pengalaman melihat langsung dan terlibat di
lapangan, mahasiswa diharapkan dapat memperoleh pemantapan terhadap teori yang
dipelajari dari proses perkuliahan. Diskusi kasus mendorong mahasiswa untuk memetakan
masalah, menganalisa, kemudian mencari solusinya. Solusi yang muncul diharapkan bukan
hanya solusi yang ”normatif” namun merupakan solusi yang didasarkan teori dan ada suatu
dasar yang jelas.
         Mahasiswa diharapkan mampu menghasilkan creative problem solving bagi setiap
permasalahan. Kelas ini dibuat dengan dasar case study dan experiential learning, oleh
karena itu di sini mereka benar-benar belajar langsung menyelesaikan masalah melalui
kunjungan perusahaan. Kunjungan ke perusahaan ini memberi kesempatan pada
mahasiswa untuk mengintegrasikan ilmunya dalam proses pengumpulan data dan
pembuatan HR plan perusahaan. Tabel 1 berikut menyajikan macam kegiatan, output-
outcome, dan jumlah jam
                   Tabel-1: Macam kegiatan,output-outcome, dan jumlah jam
     Kegiatan                             Output-outcome
Tatap muka        Pengetahuan materi perkuliahan dan beberapa tambahan
                  materi dari bidang ilmu yang lain. Tatap muka juga dilakukan
                  dengan dosen tamu dan dari praktisi.
Belajar mandiri   Browsing materi penunjang pembelajaran, mencari dan
                  membaca pustaka penunjang, konsultasi dan diskusi dengan
                  dosen dan asisten baik secara langsung maupun melalui email.
Tugas kelompok    Diskusi kelompok secara langsung untuk memecahkan
                  masalah, diskusi secara on-line dengan dosen dan asisten di
                  luar jam kuliah, kunjungan, menulis laporan dan membuat HRD-
                  plan,review buku industri dan organisasi.
UTS               Dilakukan secara on-line.
Pre-test dan post Skor pre test dan skor post test
test
Kunjungan            ke   •   Melatih kepekaan untuk mengidentifikasi permasalahan
perusahaan                    ataupun isu-isu yang muncul di perusahaan kemudian
                              menyusunnya dalam bentuk proposal yang akan
                              dikompetisikan.
                          •   Mampu mempersiapkan diri ketika memasuki dunia kerja.
                          •   Mampu berpikir kritis dengan menganalisis permasalahan
                              yang terjadi dan memberikan alternatif solusi sebagai jalan
                              pemecahan masalah di lapangan.
                          •   Mampu mengintegrasikan dan mengimplementasikan
                              pengetahuan teoritis di perkuliahan untuk memberikan
                              sumbangan positif bagi perusahaan dalam menghadapi
                              permasalahan yang dihadapinya.
                          •   Mampu membuat HR plan sesuai bidang keilmuan.
                          •   Mampu membuat laporan hasil assesmen kunjungan ke
                              perusahaan dan mempresentasikan keberbagai pihak yang
                              terkait (pihak akademisi dan pihak perusahaan).



D. PROSEDUR PELAKSANAAN PROGRAM
          Proses pembelajaran dilaksanakan selama satu semester yaitu dari Februari hingga
Juni 2007. Jumlah mahasiswa yang mengikuti kuliah ini 36 orang. Mahasiswa peserta didik
dibagi dalam kelompok-kelompok yang masing-masing terdiri dari 6 peserta (satu
diantaranya akan dipilih menjadi team leader). Setiap kelompok didampingi oleh seorang
asisten pendamping. Prosedur pelaksanaan program adalah sebagai berikut:
       1. Persiapan. Sebelum perkuliahan dimulai, asisten memperoleh pelatihan dan diskusi
          dengan   dosen      dan   praktisi.   Pelatihan   yang   diperoleh   berupa   pelatihan
          kepemimpinan, cara memancing partisipasi anggota, cara memotivasi kelompok,
          cara pembuatan studi kasus, cara analisis kasus dan cara presentasi. Selain itu,
   setiap kasus yang akan digunakan dalam perkuliahan, dibahas dan didiskusikan
   oleh asisten, dosen pengampu maupun dosen tamu.



                                      PARTISIPAN
                                      8/9 Mhs/Grup
                                       Max=6 Grup


                                       Tes Akhir
                                    SJK, SJKep ,UAS
                                       Feedback
          Psikologi, Ekonomi, dan


                                    WORKSHOP HRD
                                       Planning




                                                        PRAKTISI BISNIS,
              Teknik Industri




                                    Pengantar Bisnis,
                  DOSEN




                                      Industri, dan




                                                             HRD
                                    Keuangan atau apa



                                       Case Base
                                        Learning




                                     KuliahHRD &
                                      Marketing
                                    Communication




                                       Tes Awal
                                     SJKep & SJK


                Gambar 3. Mekanisme & Rancangan Metode ILM-IOS

2. Perkuliahan. Mahasiswa diwajibkan mengikuti serangkaian proses pembelajaran
   yakni : pre test ;mengikuti kuliah Seminar Psikologi Industri, baik dengan dosen
   pengampu, dosen tamu maupun dari praktisi; melakukan diskusi dan study kasus
   dengan dosen, asisten dan rekan-rekan satu kelompok, baik dengan tatap muka
   langsung maupun secara online; melakukan kunjungan ke perusahaan untuk
   melakukan pengumpulan data serta assesment; mengikuti workshop untuk
   mempelajari bagaimana caranya membuat HR plan; serta presentasi per kelompok
untuk mempresentasikan hasil kunjungan sekaligus draft human resources plan.
Ujian akhir akan dinilai dari presentasi yang telah mereka lakukan serta human
resources plan yang sudah mereka susun sebelumnya.
   a. Perkuliahan Dosen Pengampu Utama dan Asistesi. Selama proses
      perkuliahan, selain mengikuti kuliah dengan dosen pengampu, peserta kuliah
      juga berdiskusi dengan asisten setiap minggunya untuk membahas empat
      kasus yang sudah dipilih serta membahas berbagai teori baru yang ada di
      dunia industri & organisasi. Diskusi ini bersifat dua arah, artinya bukan hanya
      asisten yang akan memberikan materi namun peserta juga aktif dalam
      mencari berbagai teori baru yang dapat dijadikan bahan diskusi. Selain itu,
      sebelum melakukan kunjungan, peserta perkuliahan juga melakukan
      berbagai aktivitas pre-kunjungan dengan dampingan dosen pengampu dan
      asisten.
   b. Perkuliahan Dosen Tamu dari Disiplin Ilmu Terkait PIO. Kuliah dengan
      dosen tamu memberikan wawasan baru kepada peserta perkuliahan.
      Dengan adanya dosen tamu tersebut akan memperkaya berbagai teori
      maupun wawasan dari mahasiswa. Tiga dosen tamu yang diundang untuk
      ikut menyajikan perkuliahan yaitu Sari Sita Laksmi, M.Mgt dari Fakultas
      Ekonomi, Ir. Alva Edy Tontowi. M.Sc., Ph.D dari fakultas Tehnik, dan Dr.
      Hani Handoko dari fakultas Ekonomi memberikan bekal sekaligus wawasan
      bagi mereka tentang ilmu dalam bidang psikologi industri di luar keilmuan
      psikologi. Ketiganya memberikan tambahan dari berbagai perspektif yang
      berbeda sehingga memperkaya serta mempertajam analisis peserta
      perkuliahan saat harus melakukan kunjungan.
   c. Perkuliahan Oleh Praktisi. Perkuliahan ini disajikan dalam bentuk Talkshow
      bersama praktisi pertama kali dibuat dengan mengundang alumni fakultas
      psikologi sendiri yang kini berkiprah di dunia advertising yaitu Ridwan
      Handoyo dari Lowe Advertising Jakarta. Dunia advertising dipilih karena
      sampai saat ini masih jarang lulusan fakultas psikologi yang berkiprah di
      dunia adverstising. Dengan adanya talkshow ini mahasiswa memperoleh
      semangat sekaligus wawasan untuk bekerja di dunia advertising. Selain itu,
      talkshow ini memberikan gambaran bagi peserta perkuliahan akan dunia
      kerja yang sesungguhnya. Dengan memahami hal itu, mereka akan mampu
      melihat dan menilai diri mereka sendiri, apa saja bekal yang harus mereka
             siapkan senyampang mereka masih berada di bangku kuliah. Ini akan
             memberikan bekal sekaligus menjadikan mereka lulusan yang siap bersaing
             di dunia kerja. Selain Ridwan Handoyo, untuk memperkaya wawasan
             mahasiswa, praktisi sekaligus alumnus lain yang diundang adalah Tri
             Setyantono dari PT. Brau, sebuah perusahaan batubara. Dari pembicara
             kedua ini, mahasiswa memperoleh gambaran bagaimana bila mereka
             bekerja di sebuah perusahaan pertambangan.
          d. Kunjungan Lapangan ke Perusahaan. Kunjungan dilakukan selama
             setengah semester terakhir ke beberapa perusahaan yang berbeda-beda.
             Kesemuanya mewakili bidang-bidang        yang berbeda pula.     Beberapa
             perusahaan itu adalah PT. Adhyaksa Sport Gloves, sebuah perusahaan yang
             memproduksi sarung tangan golf, PT. Bromica Advertising, sebuah
             perusahaan periklanan, Radio Swaragama dan Radio Geronimo, PT.
             Pertamina, Blandongan, sebuah warung kopi tradisional yang terkenal di
             Yogyakarta serta Exelsco, sebuah coffe shop. Sebelum ujian akhir, draft
             Human Resource Plan yang telah dirancang oleh peserta perkuliah disajikan
             dalam seminar untuk memperoleh feedback dari dosen tamu, dosen
             pengampu maupun peserta seminar yang lain. Dengan penyajian draft
             tersebut mahasiswa akan mampu mempertajam analisis serta menyajikan
             yang terbaik yang mereka miliki.
          e. Evaluasi Pembelajaran. Ujian akhir dilaksanakan dengan cara presentasi
             masing-masing Human Resources Plan yang mereka buat serta pembuatan
             poster. Dengan presentasi yang dilakukan, mahasiswa akan belajar untuk
             mampu menyampaikan ide yang dimiliki dengan sebaik mungkin. Sebagai
             feedback bagi perusahaan yang dikunjungi, mereka juga memberikan salinan
             Human resouces Plan tersebut kepada masing-masing perusahaan yang
             dikunjungi.


E. ANALISIS KEBERHASILAN PROGRAM & DISKUSI
      Keberhasilan program tidak hanya dilakukan dengan melihat kenaikan peringkat
yang dicapai mahasiswa tetapi juga melalui pengisian skala pre dan post, hasil analisis
kasus yang dibuat, observasi masing-masing asisten serta hasil Human Resources Plan
dari masing-masing kelompok. Peringkat nilai yang dicapai sebelum dilakukan inovasi ini
8,38 tampak lebih tinggi daripada sesudah inovasi yaitu 8,33. Hasil ini memperlihatkan
adanya penurunan sebesar 0,05. Namun demikian beberapa catatan yang perlu
dikemukakan di sini bahwa pengampu perkuliahan pada semester sebelumnya berbeda. Di
samping itu standar penilaian dapat juga berbeda. Namun demikian, beberapa wawancara
yang dilakukan kepada mahasiswa peserta perkuliahan maupun mahasiswa asisten
diperoleh data bahwa daya serap terhadap materi perkuliahan dan kekayaan pemahaman
secara kualitatif terjadi peningkatan.
       Indikator lain yang diikutsertakan dalam evaluasi adalah skala intensitas
kepemimpinan yaitu dari 4,92 menjadi 5,19. Observasi asisten menunjukkan ada
peningkatan tingkat kepimimpinan dari peserta perkuliahan. Salah satunya tampak pada
para peserta yang ditunjuk sebagai pemimpin kelompok. Pada awalnya mereka keberatan
dengan beban tanggung jawab tersebut, namun setelah melalui dinamika dan berbagai
aktivitas mereka menunjukkan tanggung jawab yang baik sebagai pemimpin. Rekan-rekan
anggota kelompoknya pun menunjukkan adanya peningkatan tingkat kepemimpinan. Bila
sebelumnya mereka hanya menjadi pengikut pendapat dari ketua kelompok namun pada
proses berikutnya banyak anggota yang akhirnya mampu turut serta mengambil inisiatif
dalam bertindak dan tidak hanya menunggu keputusan dari sang pemimpin. Ini menjadikan
fungsi dari asisten masing-masing kelompok semakin lama semakin mengecil. Lama-
kelamaan dinamika kelompok bisa berjalan tanpa banyak campur tangan dari asisten.
Ketua kelompok sudah mampu memotivasi serta mendorong anggotanya untuk aktif. Dan
anggota kelompok pun pada akhirnya memiliki motivasi yang tinggi untuk turut serta dan
terlibat dalam setiap aktivitas. Keaktifan dan partisipasi masing-masing anggota.


               TABEL 2. INDIKATOR KINERJA DAN HASIL YANG DICAPAI
 Indikator                                            Skor/ Nilai sebelum   Skor/ Nilai
                                                      Inovasi               setelah Inovasi
 1. Nilai rata-rata kelas sebelum dikonversi ke nilai 8.38 (kelas           8,33
 huruf (skala maksimal 10)                            semester genap)
 2. Skala insensitas kepemimpinan (skor maks. 7) 4.92                       5.19
 3. Skala kewirausahaan (skor maks. 4)                3.03                  3.06
 4. Skala kepuasan mengajar (skor maks. 10)           Tidak diukur          8.33
 5. Skala kepuasan stakeholder (skor maks 7)          Tidak diukur          4.5
 6. Presentase nilai dalam bentuk huruf               Sebelum Inovasi       Setelah Inovasi
                                                      A= 63.8%              A= 62.9%
                                                      A/B= 16.6%            A/B = 31.4%
                                                      B= 11.11%             B= 5.7%
                                                      C= 0.72%              C= 0%
                                                      D= 0.36%              D= 0%
       Kenaikan skor kepemimpinan (hasil selengkapnya pada tabel 2) ini juga dapat
dicapai dari program pembagian kelompok dan sekaligus pembagian tanggung jawab dalam
mengelola project masing-masing kelompok. Pada aktivitas dalam kelompok ini, mahasiswa
dimotivasi untuk berinovasi tentang identitas serta cara pelaksanaan kunjungan ke
perusahaan mitra. Peran asisten mahasiswa sebagai pendamping menunjukkan bahwa
peer motivation transfer masih sangat berguna dalam program ini. Hal ini tampak pada
berhasilnya transfer motivasi pada beberapa mahasiswa dilihat dari perubahan perilaku
yang tampak.
       Ketika melakukan kunjungan mahasiswa juga dimotivasi untuk menanyakan hal-hal
yang mereka ingin ketahui tetapi tidak dapat mereka peroleh di kelas perkuliahan. Sesi
tanya jawab ini berjalan sangat menarik karena baik dari pihak mahasiswa dan stakeholder
saling balajar mengenai hal-hal yang tidak mereka ketahui di masing-masing bidang
aktivitas tetapi sangat mereka butuhkan. Sharing pengalaman dan ilmu yang terjadi juga
memotivasi mahasiswa untuk berimajinasi mengenai inovasi yang dapat mereka lakukan
supaya proses perkuliahan di kelas dapat benar-benar memfasilitasi mereka menuju dunia
kerja. Selain itu, mahasiswa juga berhasil memberi feed back pada program perkuliahan ini
dan pada akhirnya mereka juga terlibat dalam penyusunan rancangan program hibah
bussino semester selanjutnya yang dibuat dengan jauh lebih baik bermodal pengalaman
dan hasil yang mereka alami selama mengikuti proses perkuliahan.
       Sustainability kuliah seminar psikologi industri dan organisasi dengan metode
ILMIOS dapat dilakukan dengan mengadakan metode serupa ILMIOS pada mata kuliah di
fakultas-fakultas lain di seluruh UGM yang memiliki karakteristik pengembangan inovasi dan
softskill, yang kemudian disesuaikan dengan ruang lingkup, materi kuliah dan peserta didik
yang beragam. Materi seperti ini sangat diperlukan bagi civitas akademika yang dituntut
untuk menghasilkan inovasi-inovasi sehingga diharapkan modul yang sudah dirancang
dalam kuliah ini dapat dibuat menjadi modul general dan dapat digunakan untuk seluruh
fakultas di UGM.

								
To top