PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATERI STRUKTUR, FUNGSI ORGAN MANUSIA DAN by xld14276

VIEWS: 6,470 PAGES: 71

More Info
									PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATERI STRUKTUR, FUNGSI ORGAN
  MANUSIA DAN HEWAN DENGAN PENDEKATAN JELAJAH ALAM
                         SEKITAR (JAS)




                              skripsi


                 Disusun sebagai salah satu syarat
        untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Biologi




                               oleh:
                        Luqman Khakim
                           4401404060




                      JURUSAN BIOLOGI
   FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
         UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
                              2009
                  PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI


Saya menyatakan dengan sebenar-benarnya bahwa skripsi saya yang berjudul
”Pengembangan Bahan Ajar Materi Struktur, Fungsi Organ Manusia dan Hewan
Dengan Pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS)” disusun berdasarkan hasil
penelitian saya dengan arahan dosen pembimbing. Sumber informasi atau kutipan
yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan telah disebutkan dalam teks dan
dicantumkan dalam Daftar Pustaka di bagian akhir skripsi ini. Skripsi ini belum
pernah diajukan untuk memperoleh gelar dalam program sejenis di perguruan tinggi
manapun.


                                                         Semarang, 23 Januari 2009




                                                                    Luqman Khakim
                                                                        4401404060




                                         ii
                                PENGESAHAN

Skripsi dengan judul:
Pengembangan Bahan Ajar Materi Struktur, Fungsi Organ Manusia dan Hewan
Dengan Pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS)
telah dipertahankan di hadapan sidang Panitia Ujian Skripsi Fakultas Matematika
dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang pada tanggal 23 Januari
2009

                                  Panitia Ujian

Ketua                                                Sekretaris




Drs. Kasmadi Imam Supardi, MS                        Dra. Aditya Marianti, M.Si
NIP. 130781011                                       NIP. 132046851

                                 Penguji Utama




                        Drs. Krispinus Kedati Pukan, M.Si
                                NIP. 131475693



Dosen Pembimbing I                                Dosen Pembimbing II




Dra. Sri Urip Suarini, MS                            Dra. Aditya Marianti, M.Si
NIP.130350486                                        NIP. 132046851




                                       iii
                                    ABSTRAK

Khakim, Luqman. 2008. Pengembangan Bahan Ajar Materi Struktur, Fungsi
Organ Manusia dan Hewan Dengan Pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS).
Skripsi, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Semarang. Dra. Sri Urip
Suarini, MS. Dra. Aditya Marianti, M.Si.

        Dalam penelitian ini dikembangkan suatu desain pembelajaran yang sesuai
dengan pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS). Konsekuensinya adalah
dikembangkannya berbagai media, bahan ajar, dan asesmen yang sesuai dengan
pendekatan JAS tersebut. Salah satu desain pembelajaran yang dapat dikembangkan
adalah bahan ajar yang meliputi diktat, Lembar Kerja Siswa (LKS), dan Lembar
Diskusi Siswa (LDS). Jadi, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui
apakah bahan ajar materi struktur, fungsi organ manusia dan hewan yang
dikembangkan dengan pendekatan Jelajah Alam Sekitar sudah sesuai dengan standar
buku ajar menurut BSNP dan tanggapan guru dan peserta didik tentang
pengembangan dan penerapan bahan ajar menunjukkan bahwa bahan ajar tersebut
baik serta hasil belajar dan aktivitas peserta didik selama mengikuti proses
pembelajaran sudah sesuai dengan KKM.
         Penelitian ini merupakan penelitian R & D yang mengembangkan bahan ajar
materi struktur, fungsi organ manusia dan hewan dengan pendekatan Jelajah Alam
Sekitar (JAS) dan mengujicobakan bahan ajar tersebut di kelas XI IA 4 SMA Negeri
1 Semarang. Penyusunan bahan ajar ini menggunakan metode Pengemasan Kembali
information (Information Repackaging Atau Text Transformation).
        Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar materi struktur fungsi organ
manusia dan hewan dengan pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS) sudah sesuai
dengan standar buku ajar menurut BSNP dan dapat memenuhi tujuan pembelajaran
dengan persentase penilaian pakar sebesar 84.97% . Tanggapan dari guru dan
peserta didik tentang pengembangan dan penerapan bahan ajar juga menunjukkan
bahwa bahan ajar termasuk baik dan dapat diterapkan dalam pembelajaran. Dari hasil
belajar peserta didik menunjukkan 100% peserta didik memperoleh nilai ≥ 70 yang
artinya telah tuntas belajar dengan nilai rata-rata 77, serta aktivitas peserta didik
dalam kegiatan pembelajaran termasuk dalam kriteria tinggi.
        Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa bahan ajar materi struktur fungsi
organ manusia dan hewan dengan pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS) sudah
sesuai dengan standar buku ajar menurut BSNP. Tanggapan dari guru dan peserta
didik menunjukkan bahwa bahan ajar termasuk baik dan dapat diterapkan dalam
pembelajaran. Dari hasil belajar peserta didik sudah sesuai dengan KKM serta
aktivitas peserta didik dalam kegiatan pembelajaran termasuk dalam kriteria tinggi
dan dapat memenuhi tujuan pembelajaran.


Kata kunci: pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS), bahan ajar, hasil belajar,
aktivitas peserta didik.




                                         iv
                               KATA PENGANTAR

        Puji syukur kehadirat Allah SWT yang senantiasa memberikan nikmat dan
karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi yang
berjudul “ Pengembangan Bahan Ajar Materi Struktur, Fungsi Organ Manusia dan
Hewan Dengan Pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS)”. Skripsi ini disususn untuk
memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Biologi di FMIPA
UNNES.
        Sebagai manusia biasa yang banyak kekurangan, penulis menyadari bahwa
skripsi ini tidak mungkin tersusun dengan baik tanpa adanya bantuan dari berbagai
pihak yang dengan ikhlas telah merelakan sebagian waktu, tenaga dan materi yang
tersita demi membantu penulis dalam menyusun skripsi ini. Oleh karena itu, pada
kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih setulus hati kepada:
1.   Rektor Universitas Negeri Semarang yang telah memberikan kesempatan
     menyelesaikan studi strata I Jurusan Biologi FMIPA UNNES.
2.   Dekan FMIPA Universitas Negeri Semarangyang telah memberi ijin untuk
     melaksanakan penelitian.
3.   Ketua Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Semarang yang telah
     membantu dalam hal administrasi.
4.   Dra. Sri Urip Suarini, M.S, Dosen Pembimbing I yang telah dengan sabar
     memberikan bimbingan dan arahan kepada penulis dalam menyusun skripsi.
5.   Dra. Aditya Marianti M.Si., Dosen Pembimbing II yang telah dengan sabar
     memberikan bimbingan dan arahan kepada penulis dalam menyusun skripsi.
6.   Drs. Krispinus Kedati Pukan, M.Si., Dosen Penguji yang telah dengan sabar
     memberikan bimbingan dan arahan kepada penulis dalam menyusun skripsi.
7.   Kepala SMA Negeri 1 Semarang yang telah memberikan izin dan kemudahan
     serta kerjasamanya selama pelaksanaan penelitian.
8.   Ibu Siti Alimah, S.Pd. yang telah membimbing dan memberi arahan ketika
     penelitian berlangsung.
9.   Ibu Dra. Nina Nur Hasanah sebagai guru pendamping yang telah membantu
     jalannya penelitian
10. Bapak, Ibu, kakak dan adik-adikku yang tiada henti dan tanpa kenal lelah
     memberikan do’a demi tercapinya tujuan mencari ilmu yang bermanfaat dunia
     maupun akhirat.



                                         v
11. Guru dan staf karyawan SMA Negeri 1 Semarang yang telah membantu peneliti
    selama penelitian.
12. Siswa kelas XI IA SMA Negeri 1 Semarang yang telah berkenan menjadi
    sampel dalam penelitian ini.
13. Teman-teman kolaborasi (Umi K., L-Rochim, dan Erwin KM) yang telah
    bersama-sama berjuang dalam penelitian baik dalam susah maupun senang.
14. Jelek yang selalu menemani dan memberikan segalanya buat penulis.
15. Teman-teman BIO-B ’04 yang dengan tulus dan ikhlas memberikan doa dan
    motivasi serta kebersamaannya.
16. Semua pihak yang telah berkenan membentu penulis selama penelitian dan
    penyusunan skripsi ini baik moril maupun materiil, yang tidak dapat penulis
    sebutkan satu persatu.
       Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna, walaupun
demikian penulis berharap semoga skripsi ini bermanfaat bagi penulis pada khusunya
dan pada pembaca pada umumnya.


                                                       Semarang, 23 Januari 2009


                                                               Penulis




                                        vi
                                                    DAFTAR ISI


                                                                                                               Halaman
HALAMAN JUDUL..................................................................................................... i
PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ...................................................................... ii
HALAMAN PENGESAHAN ..................................................................................... iii
ABSTRAK .................................................................................................................. iv
KATA PENGANTAR ................................................................................................. v
DAFTAR ISI .............................................................................................................. vii
DAFTAR TABEL ....................................................................................................... ix
DAFTAR GAMBAR ................................................................................................... x
DAFTAR LAMPIRAN .............................................................................................. xii
BAB I.        PENDAHULUAN
              A. Latar Belakang Masalah ......................................................................... 1
              B. Rumusan Masalah................................................................................... 4
              C. Penegasan Istilah .................................................................................... 4
              D. Tujuan Penelitian .................................................................................... 5
              E. Manfaat Penelitian .................................................................................. 5
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS
              A. Tinjauan Pustaka..................................................................................... 7
                    1. Prinsip-prinsip pembelajaran biologi ............................................... 7
                    2. Pengembangan bahan ajar ................................................................ 8
                    3. Pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS)......................................... 20
                    4. Karakteristik bahan ajar dengan pendekatan JAS .......................... 22
                    5. Karakteristik materi struktur fungsi organ manusia dan hewan .... 24
              B. Hipotesis ............................................................................................... 25
BAB III. METODE PENELITIAN
              A. Tempat, Waktu dan Karakteristik Subjek Penelitian............................ 26
              B. Variabel Penelitian ............................................................................... 26
              C. Rancangan Penelitian ........................................................................... 26
              D. Prosedur Penelitian ............................................................................... 26
              E. Data dan Cara Pengumpulan Data ........................................................ 29
              F. Metode Analisis Data ........................................................................... 29



                                                            vii
BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
             A. Hasil Penelitian ..................................................................................... 32
                   1. Tahap Persiapan .............................................................................. 32
                         a). Observasi awal .......................................................................... 32
                         b). Pengembangan desain pembelajaran ........................................ 33
                         c). Penyusunan bahan ajar .............................................................. 33
                         d). Penyusunan instrumen uji coba ................................................ 33
                         e). Reviu bahan ajar oleh dosen pembimbing 1 dan 2 ................... 33
                         f). Revisi I ...................................................................................... 34
                   2. Tahap pelaksanaan .......................................................................... 34
                         a). Uji coba ..................................................................................... 34
                              1). Hasil tanggapan guru terhadap bahan ajar.......................... 34
                              2). Hasil tanggapan peserta didik terhadap bahan ajar ............ 36
                              3). Hasil belajar peserta didik .................................................. 37
                              4). Hasil observasi aktivitas peserta didik ............................... 38
                         b). Revisi II .................................................................................... 41
                         c). Penilaian oleh pakar .................................................................. 41
                         d). Revisi III ................................................................................... 43
                         e). Hasil akhir ................................................................................. 43
             B. Pembahasan .......................................................................................... 43
                         1. Hasil penilaian guru terhadap bahan ajar ................................... 44
                         2. Hasil tanggapan peserta didik terhadap bahan ajar .................... 47
                         3. Hasil belajar peserta didik .......................................................... 48
                         4. Hasil observasi aktivitas peserta didik ....................................... 51
                         5. Hasil penilaian pakar terhadap bahan ajar ................................. 54
BAB V. SIMPULAN DAN SARAN
             A. Simpulan ............................................................................................... 58
             B. Saran ..................................................................................................... 58
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................ 59
LAMPIRAN ............................................................................................................... 61




                                                            viii
                                           DAFTAR TABEL


                                                                                                         Halaman

1.   Rekapitulasi rata-rata hasil tanggapan guru terhadap pengembangan
     dan penerapan bahan ajar…………………………………...………….                                                          35

2.   Hasil tanggapan peserta didik terhadap pengembangan dan penerapan
     bahan ajar……………………………...……..…………………………                                                                 36

3.   Nilai akhir peserta didik………………………..……………….………                                                         37

4.   Rekapitulsi data kemampuan peserta didik dalam praktikum
     pembedahan hewan……………………………………………….........                                                            38

5.   Rekapitulsi data kinerja kelompok dalam praktikum pembedahan
     hewan………………………………………….………………………...                                                                     38

6.   Rekapitulasi hasil observasi aktivitas peserta didik saat melihat
     tayangan VCD interaktif..........................................................................      39

7.   Rekapitulasi hasil observasi aktivitas peserta didik saat diskusi
     kelompok setelah melihat tayangan VCD interaktif……………………                                               40

8.   Rekapitulasi hasil observasi kemampuan kelompok saat melakukan
     presentasi lisan……………………………………….…………………                                                                41

9.   Rekapitulasi hasil penilaian pakar terhadap pengembangan bahan
     ajar……………………………………………………………………....                                                                     42




                                                       ix
                           DAFTAR GAMBAR


                                                                       Halaman
1. Tanggapan peserta didik terhadap pengembangan dan penerapan bahan
   ajar……………………………………………............                                      36
2. Persentase kemampuan peserta didik saat praktikum pembedahan
   marmut dan katak………………………………………....                                    38
3. Persentase aktivitas peserta didik saat melihat tayangan VCD
   interaktif………………………………………………………………...                                  39

4. Persentase aktivitas peserta didik saat diskusi kelompok………………         41




                                     x
                                         DAFTAR LAMPIRAN


Lampiran                                                                                                Halaman
1. Silabus Sistem Pernapasan ................................................................................... 61
2. Silabus Sistem Ekskresi ....................................................................................... 64
3. Silabus Sistem Regulasi ....................................................................................... 67
4. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Sistem Pernapasan........................... 70
5. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Sistem Ekskresi ............................... 74
6. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Sistem Regulasi ............................... 78
7. Kunci Jawaban LDS Sistem Pernapasan ............................................................. 83
8. Kunci Jawaban LDS Sistem Ekskresi .................................................................. 86
9. Kunci Jawaban LDS Sistem Regulasi .................................................................. 88
10. Naskah Soal Sistem Pernapasan........................................................................... 90
11. Naskah Soal Sistem Ekskresi ............................................................................... 94
12. Naskah Soal Sistem Regulasi ............................................................................... 98
13. Lembar Jawaban Soal ........................................................................................ 102
14. Kunci Jawaban Soal Sistem Pernapasan ............................................................ 106
15. Kunci Jawaban Soal Sistem Ekskresi ................................................................ 108
16. Kunci Jawaban Soal Sistem Regulasi ................................................................ 111
17. Rubrik Penskoran Soal ....................................................................................... 113
18. Kisi-kisi Soal Sistem Pernapasan ....................................................................... 116
19. Kisi-kisi Soal Sistem Ekskresi ........................................................................... 117
20. Kisi-kisi Soal Sistem Regulasi ........................................................................... 118
21. Lembar Observasi Aktivitas Peserta Didik ........................................................ 119
22. Lembar Penilaian Pakar Terhadap Bahan Ajar .................................................. 131
23. Lembar Angket Tanggapan Guru Terhadap Bahan Ajar ................................... 134
24. Lembar Angket Tanggapan Peserta Didik Terhadap Bahan Ajar ...................... 143
25. Daftar Nama dan Kode Peserta Didik Kelas XI IA 4 ........................................ 147
26. Nilai Hasil Belajar Peserta Didik Kelas XI IA 4............................................... 148
27. Rekapitulasi Hasil Penilaian Pakar Terhadap Bahan Ajar ................................. 151
28. Rekapitulasi Rata-Rata Tanggapan Guru Terhadap Bahan Ajar ....................... 154
29. Hasil Tanggapan Peserta Didik Terhadap Bahan Ajar ...................................... 158
30. Rekapitulasi Data Kemampuan Peserta Didik Dalam Praktikum ...................... 164
31. Rekapitulasi Data Kinerja Kelompok Dalam Praktikum ................................... 164


                                                         xi
32. Rekapitulasi Observasi Aktivitas Peserta Didik Saat Melihat VCD Interaktif .. 165
33. Rekapitulasi Observasi Aktivitas Peserta Didik Saat Diskusi ........................... 165
34. Rekapitulasi Observasi Kemampuan Kelompok Saat Presentasi Lisan ............ 166




                                              xii
                                   BAB I

                              PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

       Derasnya arus informasi yang berkembang di masyarakat sekarang ini
menuntut setiap orang untuk bekerja lebih keras dan lebih kreatif agar mampu
mengikuti dan memahami perkembangan zaman. Dalam berbagai proses
pendidikan di sekolah, kegiatan belajar merupakan salah satu kegiatan yang
sangat penting. Melalui proses belajar akan dicapai tujuan pendidikan dalam
bentuk perubahan tingkah laku pada diri peserta didik.
       Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum yang
operasionalnya disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan
yang bertujuan meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak
mulia, serta kemampuan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih
lanjut. Kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan
penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di
daerah (Anonim 2006a).
       Setelah KTSP mulai dilaksanakan, sekolah diberi wewenang untuk
merancang, mengembangkan, dan mengimplementasikan kurikulum tersebut
sesuai dengan situasi, kondisi, dan potensi keunggulan lokal yang dapat
dimunculkan oleh sekolah. Sekolah dapat mengembangkan standar yang lebih
tinggi dari standar isi dan standar kompetensi lulusan yang ada sesuai dengan
tujuan yang hendak dicapai.
       Hasil observasi kegiatan pembelajaran biologi yang dilakukan sebanyak 2
kali yaitu pada tanggal 5 dan 8 Februari 2007 serta hasil wawancara dengan guru
dan beberapa siswa di kelas XI. IA4 SMA Negeri 1 Semarang diperoleh
gambaran dalam pembelajaran guru lebih banyak menjelaskan, menggambar, dan
memberikan informasi tentang konsep-konsep yang akan dibahas (teacher
oriented). Guru belum mengoptimalkan pemanfaatan media dalam rangka
menjelaskan dan memberikan contoh fenomena biologi, serta peserta didik
terkesan kurang aktif dalam proses belajar seperti ketika melakukan praktikum,
permainan, presentasi, dan mengemukan pendapat.




                                     xiii
       Di kelas XI materi biologi yang harus dipelajari peserta didik cukup
banyak, salah satu diantaranya adalah materi struktur, fungsi organ manusia dan
hewan, kelainan, dan atau penyakit yang mungkin terjadi serta implikasinya pada
salingtemas. Pada beberapa sub materi guru cenderung menggunakan diskusi
informasi, meskipun ada beberapa sub materi yang diajarkan dengan metode
observasi. Namun demikian diskusi informasi masih lebih dominan. Oleh karena
itu, untuk mengoptimalkan proses dan hasil belajar diterapkan pembelajaran
yang lebih mendekatkan dengan alam sekitar serta pembelajaran yang Joyful
Learning yaitu pembelajaran yang menyenangkan dan dapat menarik minat dan
antusias belajar peserta didik apalagi didukung oleh sarana belajar yang lengkap.
       Objek Biologi adalah fenomena nyata yang ada di lingkungan sekitar
peserta didik, sehingga lingkungan dapat dijadikan sebagai sumber belajar. Salah
satu pendekatan yang mengeksplorasi lingkungan sekitar adalah Jelajah Alam
Sekitar (JAS). Pendekatan ini menekankan pada kegiatan pembelajaran yang
dikaitkan dengan situasi nyata, sehingga selain dapat membuka wawasan berpikir
yang beragam dari seluruh peserta didik, pendekatan ini memungkinkan peserta
didik dapat mempelajari berbagai konsep dan cara mengaitkan dengan kehidupan
nyata (Ridlo S 2005). Pendekatan ini tidak menekankan peserta didik untuk
langsung belajar di alam tetapi dapat juga dikonstruksi apa yang ada di alam
kemudian dijadikan bahan untuk pembelajaran didalam kelas.
       Dalam penelitian ini dikembangkan suatu desain pembelajaran yang
sesuai dengan pendekatan Jelajah alam sekitar (JAS) yaitu suatu pendekatan
pembelajaran yang memanfaatkan lingkungan alam sekitar baik lingkungan fisik,
sosial maupun budaya sebagai obyek belajar biologi yang fenomenanya dipelajari
melalui kerja ilmiah. Konsekuensi dari pengembangan desain pembelajaran
tersebut adalah dikembangkannya berbagai media, bahan ajar, dan asesmen yang
sesuai dengan pendekatan JAS tersebut. Salah satu desain pembelajaran yang
dapat dikembangkan adalah bahan ajar yang meliputi diktat, Lembar Kerja Siswa
(LKS), dan Lembar Diskusi Siswa (LDS). Jadi, fokus dari penelitian ini adalah
pengembangan bahan ajar materi struktur, fungsi organ manusia dan hewan
sehingga sesuai dengan pengembangan desain pembelajaran menggunakan
pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS).
       Salah satu masalah penting yang sering dihadapi oleh guru dalam
kegiatan pembelajaran adalah memilih atau menentukan bahan ajar atau materi


                                     xiv
pembelajaran yang tepat dalam rangka membantu siswa mencapai kompetensi.
Tak terkecuali oleh guru di SMA Negeri 1 Semarang. Hal ini disebabkan oleh
kenyataan bahwa dalam kurikulum atau silabus, materi bahan ajar hanya
dituliskan secara garis besar dalam bentuk “materi pokok”. Menjadi tugas guru
untuk menjabarkan materi pokok tersebut sehingga menjadi bahan ajar yang
lengkap. Selain itu, bagaimana cara memanfaatkan bahan ajar juga merupakan
masalah. Pemanfaatan yang dimaksud adalah bagaimana cara mengajarkannya
ditinjau dari pihak guru, dan cara mempelajarinya ditinjau dari pihak murid.

       Bahan ajar atau materi pembelajaran secara garis besar terdiri dari
pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus dipelajari siswa dalam rangka
mencapai standar kompetensi yang telah ditentukan. Secara terperinci, jenis-jenis
materi pembelajaran terdiri dari pengetahuan (fakta, konsep, prinsip, prosedur),
keterampilan, dan sikap atau nilai. Bahan ajar merupakan salah satu komponen
sistem pembelajaran yang memegang peranan penting dalam membantu siswa
mencapai Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar atau tujuan pembelajaran
yang telah ditentukan.

       Dalam penelitian ini akan dikembangkan dan dicobakan bahan ajar materi
struktur, fungsi organ manusia dan hewan dengan pendekatan Jelajah Alam
Sekitar (JAS), hal ini karena desain pembelajaran pada materi sistem organ telah
dikembangkan dengan pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS), sehingga
diperlukan suatu bahan ajar yang sesuai dengan karakteristik dari pendekatan
JAS tersebut agar kegiatan pembelajaran dapat berjalan lebih optimal dan mampu
membantu siswa mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar.

       Dengan menerapkan bahan ajar yang telah dikembangkan tersebut,
diharapkan diperoleh alternatif bagi guru dalam menyampaikan suatu materi
pembelajaran sehingga proses belajar mengajar akan berjalan lebih optimal dan
bervariasi dan pada akhirnya hasil belajar maupun aktivitas peserta didik
diharapkan juga meningkat.




                                     xv
B. Rumusan Masalah

         Dari latar belakang di atas, rumusan masalah yang diajukan adalah:
   1. Apakah bahan ajar materi struktur dan fungsi organ manusia dan hewan
      yang dikembangkan dengan pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS)
      sudah sesuai dengan standar buku ajar menurut BSNP?
   2. Apakah tanggapan guru dan peserta didik tentang pengembangan dan
      penerapan bahan ajar menunjukkan bahwa bahan ajar tersebut baik?
   3. Apakah hasil belajar dan aktivitas peserta didik selama mengikuti proses
      pembelajaran sudah sesuai dengan KKM?
C. Penegasan Istilah

   1. Pengembangan bahan ajar

          Bahan ajar terkadang disebut materi pembelajaran atau buku ajar.
   Menurut Gafur (2004) materi pembelajaran atau bahan ajar adalah
   pengetahuan, keterampilan dan sikap yang harus diajarkan oleh guru dan
   dipelajari oleh siswa. Dalam bahan ajar tersebut berisi materi pelajaran yang
   harus dikuasai oleh guru dan disampaikan kepada siswa.

          Pengembangan bahan ajar yang dimaksud dalam penelitian ini adalah
   penyusunan bahan ajar dengan metode pengemasan kembali informasi
   (information repacking atau text transformation) yang memanfaatkan buku-
   buku teks dan informasi yang sudah ada untuk dikemas kembali sehingga
   berbentuk bahan ajar yang memenuhi karakteristik bahan ajar yang baik, dan
   dapat dipergunakan oleh guru dan peserta didik dalam pembelajaran. Bahan
   ajar yang dimaksud meliputi diktat, Lembar Kerja Siswa (LKS), dan Lembar
   Diskusi Siswa (LDS) yang dikembangkan sesuai dengan pendekatan Jelajah
   Alam Sekitar (JAS) atau yang bercirikan pendekatan JAS dan digunakan
   dalam pembelajaran struktur, fungsi organ manusia dan hewan.

   2. Materi struktur, fungsi organ manusia dan hewan

          Materi struktur dan fungsi organ manusia dan hewan merupakan
   materi yang dikaji di kelas XI semester 2 dengan standar kompetensi
   ”Menjelaskan struktur dan fungsi organ manusia dan hewan tertentu, kelainan
   dan atau penyakit yang mungkin terjadi serta implikasinya pada salingtemas”
   dan dibagi menjadi 6 kompetensi dasar dengan 6 sistem organ yang dipelajari


                                    xvi
   dalam pembelajaran Struktur dan fungsi organ manusia dan hewan. Namun
   materi yang dikaji dalam penelitian ini hanya 3 sistem organ yaitu sistem
   pernapasan, sistem ekskresi, dan sistem regulasi (saraf, endokrin dan
   penginderaan) pada manusia dan hewan.

   3. Pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS)

       Pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS) adalah suatu pendekatan
   pembelajaran yang memanfaatkan lingkungan alam sekitar peserta didik baik
   lingkungan fisik, sosial maupun budaya sebagai obyek belajar biologi yang
   fenomenanya dipelajari melalui kerja ilmiah (Marianti 2005). Pendekatan ini
   tidak menekankan peserta didik untuk langsung belajar di alam tetapi dapat
   juga mengkonstruksi apa yang ada di alam kemudian dijadikan bahan untuk
   pembelajaran di dalam kelas. Pendakatan Jelajah Alam Sekitar (JAS)
   dirancang untuk merangsang keaktifan dan kreativitas peserta didik.

D. Tujuan Penelitian

          Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah:
    1. Bahan ajar materi struktur dan fungsi organ manusia dan hewan yang
       dikembangkan dengan pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS) sudah
       sesuai dengan standar buku ajar menurut BSNP.
    2. Tanggapan guru dan peserta didik tentang pengembangan dan penerapan
       bahan ajar menunjukkan bahwa bahan ajar tersebut baik dan dapat
       diterapkan dalam pembelajaran.
    3. Hasil belajar dan aktivitas peserta didik selama mengikuti proses
       pembelajaran sudah sesuai dengan KKM.
E. Manfaat Penelitian

          Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi guru, peserta
didik dan sekolah.
1. Bagi guru
   a. Dapat memperkaya bahan ajar yang dapat digunakan guru untuk
       mengajar.
   b. Dapat memperkaya variasi penyampaian pengetahuan pada materi
       struktur dan fungsi organ pada manusia dan hewan.
   c. Dapat meningkatkan kreativitas guru, karena guru dituntut dapat



                                   xvii
       menggunakan berbagai bahan ajar yang tepat dan menarik.

2. Bagi peserta didik

   a. Dapat meningkatkan aktivitas peserta didik selama pembelajaran
       menggunakan desain bahan ajar yang diberikan oleh guru.
   b. Dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.
3. Bagi sekolah

   Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan bagi
   sekolah dalam rangka upaya perbaikan proses pembelajaran secara
   menyeluruh, sehingga kualitas pembelajaran akan lebih meningkat




                                   xviii
                                  BAB II

               TINJAUAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS

A. Tinjauan Pustaka

1. Prinsip-prinsip pembelajaran biologi

        Biologi bukan hanya kumpulan fakta dan konsep, karena di dalam
biologi juga terdapat berbagai proses dan nilai yang dapat dikembangkan dan
diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran biologi seharusnya
dapat menopang kesenangan dan kepuasan intelektual peserta didik dalam
usahanya untuk menggali berbagai konsep. Dengan demikian dapat tercipta
pembelajarn yang efektif. Agar tercipta pembelajaran biologi yang efektif, maka
harus diperhatikan beberapa prinsip yaitu; Student Centered Learning, Learning
by doing, Joyful learning, Meaningful learning, dan The daily life problem
solving. (Saptono 2003).

        Di dalam pengajaran biologi terdapat prinsip-prinsip agar tercapai
tujuan yang diharapkan. Menurut Slameto (1995), prinsip-prinsip itu antara lain
adalah sebagai berikut:

a. Prinsip Keterlibatan
   Pengajaran IPA khususnya biologi tidak dapat dilakukan dengan ceramah
   saja melainkan harus melibatkan siswa dalam mempelajarinya. Pelajaran
   biologi akan lebih menarik apabila siswa ikut terlibat dalam peristiwa
   belajar.
b. Prinsip Apersepsi
   Prinsip Apersepsi yaitu menghubungkan atau mengasosiasikan sesuatu
   dengan hal yang pernah dikenalnya.
c. Prinsip Motivasi
   Motivasi dapat dikatakan suatu yang mendorong seseorang untuk mengambil
   tindakan,   yang       menyebabkan     orang   itu   berbuat   sesuatu.   Untuk
   membangkitkan motivasi atau minat anak terhadap biologi dapat
   diperlihatkan bahwa biologi itu bermanfaat bagi kehidupan dan juga banyak
   hal yang berkaitan dengan biologi.




                                    xix
2. Pengembangan bahan ajar

         Untuk memudahkan siswa dalam memahami materi pelajaran, guru
hendaknya mampu memilih media pengajaran yang tepat. Salah satu media
pengajaran dan sekaligus sumber belajar bagi siswa dan guru adalah buku
pelajaran atau buku ajar. Buku ajar merupakan media instruksional yang dominan
peranannya di kelas (Patrick dalam Supriadi), dan bagian sentral dalam suatu
sistem pendidikan (Altbach et al dalam Supriadi). Buku merupakan alat penting
untuk menyampaikan materi pembelajaran, oleh karena itu buku pelajaran
menduduki peranan sentral pada semua tingkat pendidikan (Lockeed dan
Verspoor dalam Supriadi 2001).

         Bahan ajar merupakan salah satu bagian dari sumber belajar yang dapat
diartikan sesuatu yang mengandung pesan pembelajaran; baik yang diniati secara
khusus maupun bahan yang bersifat umum yang dapat dimanfaatkan untuk
kepentingan pembelajaran (Mulyasa 2006). Dengan kata lain bahan ajar adalah
segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/ instruktur dalam
melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas. Bahan yang dimaksud bisa
berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis.

        Bahan ajar mempunyai struktur dan urutan yang sistematis, menjelaskan
tujuan instruksional yang akan dicapai, memotivasi peserta didik untuk belajar,
mengantisipasi kesukaran belajar peserta didik            sehingga menyediakan
bimbingan bagi peserta didik untuk mempelajari bahan tersebut, memberikan
latihan yang banyak, menyediakan rangkuman, dan secara umum berorientasi
pada peserta didik secara individual (learner oriented). Biasanya, bahan ajar
bersifat mandiri, artinya dapat dipelajari oleh peserta didik secara mandiri
karena sistematis dan lengkap (Panen dan Purwanto 2004).

        Mulyasa (2006) menjelaskan bahan ajar atau materi pembelajaran
(instructional   materials)   secara   garis   besar   terdiri   dari   pengetahuan,
keterampilan, dan sikap yang harus dipelajari siswa dalam rangka mencapai
standar kompetensi yang telah ditentukan. Secara terperinci, jenis-jenis materi
pembelajaran terdiri dari pengetahuan (fakta, konsep, prinsip, dan prosedur),
keterampilan, dan sikap atau nilai.




                                       xx
        Menurut Panen dan Purwanto (2004) bahan ajar berbeda dengan buku
teks. Perbedaan antara bahan ajar dengan buku teks tidak hanya terletak pada
format, tata letak dan perwajahannya, tetapi juga pada orientasi dan pendekatan
yang digunakan dalam penyusunannya. Buku teks biasanya ditulis dengan
orientasi pada struktur dan urutan berdasarkan bidang ilmu (content oriented)
untuk dipergunakan oleh dosen atau guru dalam mengajar (teaching oriented).
Sangat jarang buku teks dipergunakan untuk belajar mandiri, karena memang
tidak dirancang untuk itu. Dengan demkian, penggunaan buku teks memerlukan
dosen atau guru yang berfungsi sebagai penterjemah yang menyampaikan isi
buku tersebut bagi peserta didik.

        Mulyasa (2006) dalam bukunya menyebutkan bahwa bentuk bahan ajar
atau materi pembelajaran antara lain:

a. Bahan cetak seperti; hand out, buku, modul, lembar kerja siswa (LKS),
   brosur, leaflet, wallchart,
b. Audio Visual seperti; video/ film,VCD
c. Audio seperti; radio, kaset, CD audio, PH
d. Visual; foto, gambar, model/ maket
e. Multi Media; CD interaktif, computer Based, Internet

        Menurut Tarigan dan Tarigan (1986) buku ajar yang berkualitas atau
ideal harus memenuhi kriteria sebagai berikut:

a. Menarik minat baca yang mempergunakannya

b. Mampu memberi motivasi kepada para pemakainya

c. Membuat ilustrasi yang menarik penggunanya

d. Mempertimbangkan aspek linguistik sehingga sesuai dengan kemampuan
   para pemakainya

e. Isi buku harus berhubungan erat dengan pelajaran-pelajaran lainnya

f. Dapat merangsang aktivitas-aktivitas pribadi para pemakainya.

        Menurut Tri Widodo diacu dalam Fatmawati (2008) menyebutkan buku
pada hakekatnya merupakan sarana komunikasi tulis yang mendokumentasikan
sekaligus menyampaikan informasi yang dapat memperkaya pengetahuan dan


                                        xxi
pengalaman pembacanya serta dijadikan acuan dalam mengembangkan ilmu
pengetahuan dan teknologi. Buku ajar yang digunakan hendaknya dapat
menunjang peningkatan hasil belajar. Hal ini sesuai dengan keunggulan buku ajar
sebagai sumber informasi, mampu memberikan rangsangan selama dibutuhkan,
menyajikan materi tertentu dan dapat mempengaruhi sikap pembaca. Buku ajar
dapat dibaca kapanpun, dimanapun, praktis dibawa kemana-mana dan dapat
dimanfaatkan sepanjang hayat.

        Adapun aspek isi atau materi pada penilaian buku pelajaran meliputi: a)
memuat sekurang-kurangnya bahan pelajaran minimal yang bersangkutan untuk
masing-masing tingkat; b) penyajian materi harus konsisten dengan bidang ilmu
yang sejenis untuk tingkat pendidikan yang sama; c) cakupan materi pelajaran
harus relevan dengan lingkup dan urutan materi yang tercantum dalam
kurikulum; d) benar ditinjau dari segi ilmu pengetahuan yang bersangkutan dan
perundang-undangan yang berlaku; e) sesuai dengan perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi; f) pertanyaan harus disesuaikan dengan informasi
dan contoh (dengan/ tanpa jawaban) yang dirancang untuk membantu proses
pembelajaran dan tes kemajuan siswa; g) informasi dari sumber lain harus
disertai penjelasan; h) untuk bagian akhir isi buku harus disertai indeks dan daftar
yang dianggap perlu; dan i) wajib mencantumkan daftar pustaka (Supriadi 2001)

        Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan buku pelajaran yaitu:
a) penekanan materi sejalan dengan tujuan pendidikan masa penyusunan buku; b)
kesesuaian antara konsep dalam buku pelajaran biologi dengan perkembangan
IPTEK; c) kesesuaian antara konsep yang dikembangkan dalam buku pelajaran
biologi dengan alam lingkungan Indonesia; d) adanya kaitan antara konsep
biologi pada suatu periode waktu tertentu dengan periode waktu sebelumnya; e)
konsep yang menjadi fokus pengembangan materi; f) konsep sesuai dengan
tingkat perkembangan anak; g) cara penyajian materi yang merangsang anak
untuk berfikir dan; h) adanya keseimbangan antara konsep biologi pada jenjang
pendidikan lebih rendah dengan jenjang pendidikan di atasnya (Supriadi 2001).

        Aspek bahasa yang diperlukan menurut Supriadi (2001) yaitu: a)
menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, b) bahasa yang digunakan
dalam buku harus relevan dengan pemakai, mudah dipahami, sesuai dengan
kemampuan bahasa dalam hal kosa kata, struktur kalimat dan pengaturan alinea,


                                      xxii
c) menggunakan bahasa yang mampu meningkatkan kematangan dan
perkembangan siswa, d) menggunakan kalimat yang sesuai dengan tingkat
kematangan dan perkembangan siswa, e) berkenaan dengan pengalihan huruf
harus menggunakan transliterasi yang dibakukan.

        Bahasa buku harus baik dan benar, sesuai dengan taraf pembacanya serta
komunikatif (Tarigan dan Tarigan 1986). Penggunaan bahasa dalam buku
pelajaran harus sesuai dengan bahasa siswa, kalimat-kalimatnya efektif, terhindar
dari makna ganda, sederhana, sopan dan menarik sehingga pembaca dapat
dengan mudah memahami informasi yang ingin disampaikan dalam buku
tersebut.

        Penyusunan bahan ajar adalah karakteristik dari sistem instruksional di
manapun proses instruksional terjadi, baik dalam sistem belajar jarak jauh
maupun dalam sistem belajar tatap muka. Bahan ajar disusun berdasarkan pada
tujuan instruksional yang hendak dicapai, kebutuhan peserta didik, dan
Rancangan Kegiatan Belajar Mengajar (RKBM).

        Penyusunan suatu bahan ajar didasarkan pada tujuan yang hendak
dicapai. Secara umum bahan ajar disusun dengan tujuan (Anonim 2008):

a. Menyediakan bahan ajar yang sesuai dengan tuntutan kurikulum dengan
   mempertimbangkan kebutuhan siswa, yakni bahan ajar yang sesuai dengan
   karakteristik dan setting atau lingkungan sosial siswa.

b. Membantu siswa dalam memperoleh alternatif bahan ajar di samping buku-
   buku teks yang terkadang sulit diperoleh.

c. Memudahkan guru dalam melaksanakan pembelajaran.

        Penyusunan bahan ajar memberikan banyak manfaat baik bagi guru
mupun siswa. Bagi guru manfaat penyusunan bahan ajar antara lain:

a. Diperoleh bahan ajar yang sesuai tuntutan kurikulum dan sesuai dengan
   kebutuhan belajar siswa.

b. Tidak lagi tergantung kepada buku teks yang terkadang sulit untuk diperoleh,

c. Memperkaya karena dikembangkan dengan menggunakan berbagai referensi,

d. Menambah khasanah pengetahuan dan pengalaman guru dalam menulis



                                    xxiii
   bahan ajar.

e. Membangun komunikasi pembelajaran yang efektif antara guru dengan siswa
   karena siswa akan merasa lebih percaya kepada gurunya.

f. Menambah angka kredit ataupun dikumpulkan menjadi buku dan diterbitkan.

       Sedangkan manfaat penyusunan suatu bahan ajar bagi siswa yaitu
kegiatan pembelajaran menjadi lebih menarik, kesempatan untuk belajar secara
mandiri dan mengurangi ketergantungan terhadap kehadiran guru. Selain itu
dengan adanya penyusunan bahan ajar siswa mendapatkan kemudahan dalam
mempelajari setiap kompetensi yang harus dikuasainya (Anonim 2008).

       Menurut Panen dan Purwanto (2004), penyusunan bahan ajar dapat
dilakukan melalui beragam cara, dari yang termurah sampai yang termahal, dari
yang paling sederhana sampai yang tercanggih. Secara umum ada tiga cara yang
dapat ditempuh dalam menyusun bahan ajar, yaitu:

a. Menulis sendiri (Starting From Scratch)
         Di samping penguasaan bidang ilmu, untuk dapat menulis sendiri bahan
ajar, diperlukan kemampuan menulis bahan ajar sesuai dengan prinsip-prinsip
instruksional. Belum semua pengajar memiliki keterampilan tersebut. Namun,
bukan tidak mungkin bagi guru, secara individu atau kelompok, untuk
mempelajari cara penulisan bahan ajar, baik melalui seminar atau pelatihan, dan
lain-lain. Cara lain yang dapat ditempuh adalah bekerja sama dengan
"instructional designer" atau perancang instruksional (jika ada) untuk menulis
bahan ajar. Perancang instruksional dapat memberikan bimbingan dan saran-
saran untuk menuliskan bahan ajar yang baik.

b. Pengemasan kembali informasi (Information Repackaging atau Text
   Transformation)
        Dalam pengemasan kembali informasi, penulis tidak menulis bahan ajar
sendiri dari awal (from scratch), tetapi penulis memanfaatkan buku-buku teks
dan informasi yang sudah ada untuk dikemas kembali sehingga berbentuk bahan
ajar yang memenuhi karakteristik bahan ajar yang baik, dan dapat dipergunakan
oleh guru dan peserta didik dalam proses instruksional. Bahan atau informasi
yang sudah ada di pasaran dikumpulkan berdasarkan kebutuhan dan tujuan
pembelajaran. Kemudian disusun kembali atau ditulis ulang dengan gaya bahasa



                                   xxiv
dan strategi yang sesuai untuk menjadi suatu bahan ajar yang diinginkan.

        Pengemasan kembali informasi memerlukan keterampilan untuk
menulis ulang atau menggubah dan melengkapi informasi-informasi tersebut
untuk menjadi suatu bahan ajar yang baik. Dalam proses ini penulis perlu
menentukan seberapa banyak perubahan yang perlu dilakukan terhadap bahan
yang sudah ada, kemudian apakah perubahan tersebut mungkin dilakukan dalam
batas waktu yang ditentukan, dan dengan surnber daya yang tersedia. Bantuan
perancang instruksional mungkin diperlukan oleh penulis untuk memberikan
masukan tentang perubahan-perubahan yang perlu dilakukan dan sesuai dengan
prinsip-prinsip instruksional, serta kelayakan perubahan-perubahan tersebut.

        Hasil dari pengemasan kembali informasi merupakan seperangkat bahan
ajar yang digubah dari buku teks atau informasi yang ada di pasaran, dan juga
penulis yang mempunyai keterampilan untuk menggubah buku teks dan
informasi yang ada menjadi suatu bahan ajar yang berkualitas dan dapat
digunakan oleh guru dan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran.

c. Penataan informasi (Compilation atau Wrap Around Text)
        Proses penataan informasi hampir mirip dengan proses pengemasan
kembali informasi. Namun, dalam proses penataan informasi tidak ada
perubahan yang dilakukan terhadap buku teks, materi audiovisual, dan informasi
lain yang sudah ada di pasaran. Jadi buku teks, materi audiovisual dan informasi
lain tersebut digunakan secara langsung, hanya ditambahkan dengan pedoman
belajar untuk peserta didik tentang cara menggunakan materi tersebut, latihan-
latihan dan tugas yang perlu dilakukan, umpan balik untuk peserta didik dan dari
peserta didik.

        Pembelajaran yang optimal merupakan salah satu tuntutan yang harus
dipenuhi dalam KBM demi tercapainya tujuan pembelajaran yang diharapkan.
Salah satu faktor untuk mengoptimalkan tercapainya hasil belajar itu adalah
aktivitas atau keterlibatan peserta didik dalam proses belajar-mengajar baik
secara fisik maupun psikis. Salah satu sarana yang dapat digunakan guru untuk
meningkatkan keterlibatan atau aktivitas peserta didik dalam proses belajar-
mengajar adalah lembar kerja siswa (LKS).




                                    xxv
        Secara umum, manfaat yang dapat diperoleh dari penggunaan LKS
dalam proses belajar mengajar adalah mempermudah guru dalam mengelola dan
mengatur proses belajar yaitu dari kondisi ”guru sentris” menjadi kondisi ”siswa
sentris” yang lebih menekankan pada aktivitas siswa dalam proses belajar baik
aktivitasnya sendiri maupun dalam kelompok kerja. Manfaat lain adalah dapat
membantu guru dalam mengarahkan siswanya untuk dapat menemukan konsep-
konsep yang ada dalam materi. Lembar Kerja Siswa juga dapat digunakan untuk
mengembangkan keterampilan proses, mengembangkan sikap ilmiah serta
membangkitkan minat siswa terhadap alam sekitarnya.

        Menurut Darmojo dan Kaligis (1994), LKS yang baik haruslah
memenuhi berbagai persyaratan misalnya syarat didaktik, syarat konstruksi dan
syarat teknis.

a. Syarat didaktik

   Lembar Kerja Siswa (LKS) sebagai salah satu bentuk sarana berlangsungnya
   proses belajar-mengajar haruslah memenuhi persyaratan didaktik, artinya
   suatu LKS harus mengikuti asas belajar-mengajar yang efektif, yaitu :

   1) memperhatikan adanya perbedaan individual, sehingga LKS yang baik itu
       adalah yang dapat digunakan baik oleh siswa yang lamban, yang sedang
       maupun yang pandai
   2) menekankan pada proses untuk menemukan konsep-konsep sehingga
       LKS dapat berfungsi sebagai petunjuk jalan bagi siswa untuk mencari
       tahu
   3) memiliki variasi stimulus melalui berbagai media dan kegiatan siswa
   4) dapat mengembangkan kemampuan komunikasi sosial, emosional, moral,
       dan estetika pada diri siswa
   5) pengalaman belajarnya ditentukan oleh tujuan pengembangan pribadi
       siswa (intelektual, emosional dan sebagainya), bukan ditentukan oleh
       materi bahan pelajaran.

b. Syarat konstruksi

   Yang dimaksud dengan syarat konstruksi adalah syarat-syarat yang
   berkenaan dengan penggunaan bahasa, susunan kalimat, kosa kata, tingkat




                                      xxvi
   kesukaran, dan kejelasan yang pada hakikatnya haruslah tepat guna dalam arti
   dapat dimengerti oleh peserta didik.

  1) menggunakan bahasa yang sesuai dengan tingkat kedewasaan peserta didik
  2) menggunakan struktur kalimat yang jelas
  3) memiliki taat urutan pelajaran yang sesuai dengan tingkat kemampuan
      peserta didik
  4) menghindari pertanyaan yang terlalu terbuka
  5) tidak mengacu pada buku sumber yang diluar kemampuan keterbacaan
      peserta didik
  6) menyediakan ruangan yang cukup untuk memberi keleluasaaan pada
      peserta didik untuk menulis maupun menggambarkan pada LKS
  7) menggunakan kalimat yang sederhana dan pendek
  8) lebih banyak menggunakan ilustrasi daripada kata-kata, sehingga akan
      mempermudah peserta didik dalam menangkap apa yang diisyaratkan LKS
  9) memiliki tujuan belajar yang jelas serta manfaat dari pelajaran itu sebagai
      sumber motivasi
  10) mempunyai identitas untuk memudahkan administrasinya.

c. Syarat teknis
   1) Tulisan
       a) menggunakan huruf cetak dan tidak menggunakan huruf latin atau
          romawi
       b) menggunakan huruf tebal yang agak besar, bukan huruf biasa yang
          diberi garis bawah
       c) menggunakan tidak lebih dari 10 kata dalam satu baris
       d) menggunakan bingkai untuk membedakan kalimat perintah dengan
          jawaban peserta didik
       e) mengusahakan agar perbandingan besarnya huruf dengan besarnya
          gambar serasi.
   2) Gambar
       Gambar yang baik untuk LKS adalah yang dapat menyampaikan pesan/isi
       dari gambar tersebut secara efektif kepada penguna LKS. Yang lebih
       penting adalah kejelasan isi atau pesan dari gambar itu secara
       keseluruhan.


                                   xxvii
   3) Penampilan
       Penampilan adalah hal yang sangat penting dalam sebuah LKS. Apabila
       suatu LKS ditampilkan dengan penuh kata-kata, kemudian ada sederetan
       pertanyaan yang harus dijawab oleh peserta didik, hal ini akan
       menimbulkan kesan jenuh sehingga membosankan atau tidak menarik.
       Apabila ditampilkan dengan gambarnya saja, itu tidak mungkin karena
       pesannya atau isinya tidak akan sampai. Jadi yang baik adalah LKS yang
       memiliki kombinasi antara gambar dan tulisan.
        Berbagai sumber dapat digunakan untuk mendapatkan bahan ajar atau
materi pembelajaran     dari setiap standar kompetensi dan kompetensi dasar.
Sumber-sumber tersebut antara lain:

a. Buku teks
   Buku teks yang diterbitkan oleh berbagai penerbit dapat dipilih untuk
   digunakan sebagai sumber bahan ajar. Buku teks yang digunakan sebagai
   sumber bahan ajar untuk suatu jenis mata pelajaran tidak harus hanya satu
   jenis, apalagi hanya berasal dari satu pengarang atau penerbit.
b. Laporan hasil penelitian
   Laporan hasil penelitian yang diterbitkan oleh lembaga penelitian atau oleh
   para peneliti sangat berguna untuk mendapatkan sumber bahan ajar yang
   aktual atau mutakhir.
c. Jurnal (penerbitan hasil penelitian dan pemikiran ilmiah)
   Penerbitan berkala yang berisikan hasil penelitian atau hasil pemikiran sangat
   bermanfaat untuk digunakan sebagai sumber bahan ajar. Jurnal-jurnal
   tersebut berisikan berbagai hasil penelitian dan pendapat dari para ahli di
   bidangnya masing-masing yang telah dikaji kebenarannya.
d. Pakar bidang studi
   Pakar atau ahli bidang studi penting digunakan sebagai sumber bahan ajar.
   Pakar tadi dapat dimintai konsultasi mengenai kebenaran materi atau bahan
   ajar, ruang lingkup, kedalaman, urutan, dan sebagainya.
e. Profesional
   Kalangan profesional adalah orang-orang yang bekerja pada bidang tertentu.
   Sehubungan dengan itu bahan ajar yang berkenaan dengan biologi dan
   keilmiahan dapat ditanyakan pada orang-orang yang bekerja di keilmiahan.



                                   xxviii
f. Buku kurikulum
   Buku kurikulum penting untuk digunakan sebagai sumber bahan ajar. Karena
   berdasar kurikulum itulah standar kompetensi, kompetensi dasar dan materi
   bahan dapat ditemukan. Hanya saja materi yang tercantum dalam kurikulum
   hanya berisikan pokok-pokok materi. Gurulah yang harus menjabarkan
   materi pokok menjadi bahan ajar yang terperinci.
g. Penerbitan berkala seperti harian, mingguan, dan bulanan
   Penerbitan berkala seperti koran banyak berisikan informasi yang berkenaan
   dengan bahan ajar suatu mata pelajaran. Penyajian dalam koran-koran atau
   mingguan menggunakan bahasa popular yang mudah dipahami. Karena itu
   baik sekali apabila penerbitan tersebut digunakan sebagai sumber bahan ajar.
h. Internet
   Bahan ajar dapat pula diperoleh melalui jaringan internet. Di internet kita
   dapat memperoleh segala macam sumber bahan ajar. Bahkan satuan pelajaran
   harian untuk berbagai mata pelajaran dapat kita peroleh melalui internet.
i. Media audiovisual (TV, Video, VCD, kaset audio)
   Berbagai jenis media audiovisual berisikan pula bahan ajar untuk berbagai
   jenis mata pelajaran. Kita dapat mempelajari berbagai mahluk hidup,
   kehidupan di laut, di hutan belantara melalui siaran televisi.
j. Lingkungan (alam, sosial, seni, budaya, teknik, industri, ekonomi)
   Berbagai lingkungan seperti lingkungan alam, lingkungan sosial, lingkungan
   seni budaya, teknik, industri, dan lingkungan ekonomi dapat digunakan
   sebagai sumber bahan ajar (Anonim 2006c).

          Dengan beragamnya sumber yang dapat digunakan untuk mendapatkan
bahan ajar tersebut, diharapkan bahan ajar akan lebih bermakna sehingga akan
mempermudah kegiatan belajar mengajar yang dilakukan oleh guru dan peserta
didik.

          Ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam penyusunan bahan
ajar atau materi pembelajaran. Prinsip-prinsip dalam pemilihan materi
pembelajaran meliputi prinsip relevansi, konsistensi, dan kecukupan (Anonim
2006c).

          Prinsip relevansi artinya keterkaitan. Materi pembelajaran hendaknya
relevan atau ada kaitan atau ada hubungannya dengan pencapaian standar


                                     xxix
kompetensi dan kompetensi dasar. Misalnya, jika kompetensi yang diharapkan
dikuasai siswa berupa menghafal fakta, maka materi pembelajaran yang diajarkan
harus berupa fakta atau bahan hafalan.

        Prinsip konsistensi artinya keajegan. Jika kompetensi dasar yang harus
dikuasai siswa empat macam, maka bahan ajar yang harus diajarkan juga harus
meliputi empat macam. Misalnya kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa
adalah pengoperasian bilangan yang meliputi penambahan, pengurangan,
perkalian, dan pembagian, maka materi yang diajarkan juga harus meliputi teknik
penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian.

        Prinsip kecukupan artinya materi yang diajarkan hendaknya cukup
memadai dalam membantu siswa menguasai kompetensi dasar yang diajarkan.
Materi tidak boleh terlalu sedikit, dan tidak boleh terlalu banyak. Jika terlalu
sedikit akan kurang membantu mencapai standar kompetensi dan kompetensi
dasar. Sebaliknya, jika terlalu banyak akan membuang-buang waktu dan tenaga
yang tidak perlu untuk mempelajarinya.

        Sedangkan untuk penilaian unsur-unsur dalam penyusunan sebuah buku
ajar, modul atau diktat mengacu pada deskripsi butir instrumen penilaian tahap II
buku teks pelajaran biologi SMA/MA tahun 2007 yang dikeluarkan oleh Badan
Standar Nasional Pendidikan (Anonim 2006b) yang meliputi:

a. Komponen kelayakan isi
 1) Cakupan materi
 2) Akurasi materi
 3) Kemutakhiran
 4) Mengandung wawasan produktivitas
 5) Merangsang keingintahuan (curiosity)
 6) Mengembangkan kecakapan hidup (life skills)
 7) Mengembangkan wawasan kebinekaan (sense of diversity)
 8) Mengandung wawasan kontekstual

b. Komponen Kebahasaan
 1) Sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik
 2) Komunikatif
 3) Dialogis dan interaktif


                                    xxx
 4) Lugas
 5) Koherensi dan keruntutan alur pikir
 6) Kesesuaian dengan kaidah Bahasa Indonesia
 7) Penggunaan istilah dan simbol/ lambang

c. Komponen Penyajian
 1) Teknik Penyajian
 2) Pendukung penyajian materi
 3) Penyajian pembelajaran

        Dalam penyusunan bahan ajar ini digunakan butir-butir penilaian
tersebut sebagai acuan umum. Sehingga dalam pembuatan angket untuk
pengambilan data pada sampel nanti peneliti juga akan menyertakan poin-poin
angket berdasarkan butir-butir penilaian buku ajar dari BNSP tersebut.

        Bahan ajar yang terdiri dari diktat, LKS dan LDS disusun dengan
menempuh langkah-langkah sebagai berikut :

1) Menyusun kerangka

    Sebelum bahan ajar ini dibuat, maka peneliti terlebih dahulu menyusun
    kerangka isi bahan ajar dengan mengidentifikasi standar kompetensi dan
    kompetensi dasar yang ada serta merumuskan tujuan pembelajaran dan
    indikator yang akan dicapai. Selain itu juga memperkirakan urutan
    penyusunan isi diktat dengan merancang susunan penulisannya secara
    ringkas dan berbagai karakteristik yang yang ada pada pendekatan Jelajah
    Alam Sekitar (JAS).

2) Mengumpulkan sumber

    Setelah kerangka selesai dibuat kegiatan selanjutnya adalah mengumpulkan
    sumber-sumber yang relevan dalam penyusunan bahan ajar dari setiap
    standar kompetensi dan kompetensi dasar. Sumber-sumber tersebut antara
    lain: Buku teks, Laporan hasil penelitian, Jurnal (penerbitan hasil penelitian
    dan pemikiran ilmiah), Pakar bidang studi, Buku kurikulum, Penerbitan
    berkala seperti harian, mingguan, dan bulanan, Internet, Media audiovisual
    (TV, Video, VCD, kaset audio), dan Lingkungan ( alam, sosial, seni, budaya,
    teknik, industri, dan ekonomi).



                                      xxxi
   3) Menyusun isi diktat

       Sumber-sumber yang didapat tersebut kemudian disusun sesuai kerangka
       yang sudah direncanakan dan sesuai dengan karakteristik pendekatan Jelajah
       Alam Sekitar (JAS).

   4) Editing isi dan lay out

       Setelah isi diktat disusun, kemudian ditinjau kembali dengan editing
       penulisan atau gambar yang ada. Kemudian menambahkan tampilan diktat
       agar lebih menarik dengan lay out yang menarik. Tampilan disusun dengan
       tambahn gambar atau warna dan desain tiap halaman.

   5) Uji coba

       Untuk mengetahui layak tidaknya bahan ajar ini, maka diadakan uji
       kelayakan dan uji coba. Uji kelayakan dilakukan menggunakan kuesioner
       atau angket yang ditujukan untuk guru biologi sebagai responden. Angket uji
       kelayakan disusun berdasarkan poin-poin kelayakan diktat sesuai dengan
       butir-butir penilaian buku ajar dari BSNP. Sedangkan uji coba dilakukan
       dengan menerapkan bahan ajar dalam pembelajaran yang sudah didesain
       sesuai pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS).

   6) Penyempurnaan

       Dari hasil uji coba dan angket tersebut, maka akan diketahui kekurangan dari
       bahan ajar yang disusun. Kemudian dari keterangan tersebut akan diadakan
       penyempurnaan dengan melengkapi setiap kekurangan pada bahan ajar
       tersebut.

           Evaluasi dalam pembelajaran dengan bahan ajar ini ditekankan pada
    pencapaian tujuan pembelajaran yang dapat ditunjukkan berdasarkan pencapaian
    kriteri ketuntasan minimal (KKM) di sekolah yang diteliti. Sistem penilaian
    dengan menggunakan assessment alternative yang lebih menilai pada kinerja
    siswa pada saat berlangsungnya kegiatan belajar mengajar.

3. Pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS)

           Jelajah Alam Sekitar merupakan suatu pendekatan yang ditawarkan oleh
    jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Semarang untuk membelajarkan
    Biologi agar lebih bermakna. Secara lebih jelas, Ridlo (2005) dalam makalahnya


                                      xxxii
menjelaskan bahwa JAS merupakan suatu strategi alternatif dalam pembelajaran
(biologi) dengan mengajak subjek didik mengeksplorasi lingkungan untuk
mencapai kecakapan kognitif, afektif, dan psikomotoriknya, sehingga dapat
memiliki penguasaan ilmu dan keterampilan, penguasaan berkarya, penguasaan
mensikapi dan penguasaan bermasyarakat.

        Pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS) adalah suatu pendekatan
pembelajaran yang menggunakan             alam     sekitar sebagai sumber belajar.
Pendekatan ini tidak menekankan peserta didik untuk langsung belajar di alam
tetapi dapat juga mengkonstruksi apa yang ada di alam kemudian dijadikan
bahan untuk pembelajaran di dalam kelas. Pendakatan jelajah alam sekitar
dirancang untuk merangsang keaktifan dan kreativitas peserta didik.

        Pendekatan JAS memanfaatkan alam sekitar kehidupan peserta didik
baik lingkungan fisik, sosial, budaya sebagai objek belajar biologi, dengan
mempelajari fenomenanya melalui kerja ilmiah. Pendekatan ini menekankan
pada kegiatan pembelajaran yang dikaitkan dengan situasi nyata, sehingga selain
dapat membuka wawasan berfikir yang beragam dari seluruh peserta didik,
pendekatan ini memungkinkan paserta didik dapat mempelajari berbagai konsep
dan cara mengaitkan dengan kehidupan nyata. Sehingga hasil belajarnya lebih
berguna bagi kehidupannya sebagai makhluk Tuhan, makhluk sosial dan
integritas dirinya (Ridlo 2005).

        Menurut    Marianti     (2005),    ciri-ciri   yang   ada   dalam   kegiatan
pembelajaran JAS antara lain:

   a. selalu dikaitkan dengan alam sekitar secara langsung, tidak langsung,
      maupun menggunakan media
   b. selalu ada kegiatan berupa peramalan, pengamatan dan penjelasan
   c. ada laporan untuk dikomunikasikan baik secara lisan, tulisan, gambar,
      foto atau audiovisual.

        Dari ciri-ciri tersebut di atas menunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran
yang ada dalam JAS tidak selalu dikaitkan secara langsung dengan alam atau
lingkungan sekitar tetapi dapat dihadirkan melalui berbagai media atau bentuk
lain yang sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.




                                    xxxiii
             Banyak keuntungan yang diperoleh dari kegiatan mempelajari
     lingkungan dalam proses belajar-mengajar (Sudjana 1998) antara lain:

     a. kegiatan lebih menarik dan tidak membosankan sehingga motivasi belajar
        siswa akan lebih tinggi
     b. hakekat belajar akan lebih bermakna sebab siswa dihadapkan dengan situasi
        dan keadaan yang sebenarnya atau bersifat alami
     c. bahan-bahan yang dipelajari lebih kaya serta lebih faktual
     d. kegiatan siswa lebih komprehensif dan lebih aktif sebab dapat dilakukan
        dengan berbagai cara seperti mengamati, bertanya atau wawancara,
        mendemonstrasikan, menguji fakta dan lain-lain
     e. sumber belajar menjadi lebih kaya sebab lingkungan yang dipelajari bisa
        beraneka ragam
     f. siswa dapat memahami dan menghayati aspek-aspek kehidupan yang ada di
        lingkungannya, sehingga dapat membentuk pribadi yang tidak asing dengan
        kehidupan di sekitarnya, serta dapat memupuk cinta lingkungan.

4.   Karakteristik bahan ajar yang sesuai dengan pendekatan Jelajah Alam Sekitar
     (JAS)
             Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu
     guru/ instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas. Bahan
     ajar atau materi pembelajaran (instructional materials) secara garis besar terdiri
     dari pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus dipelajari siswa dalam
     rangka mencapai standar kompetensi yang telah ditentukan. Secara terperinci,
     jenis-jenis materi pembelajaran terdiri dari pengetahuan (fakta, konsep, prinsip,
     prosedur), keterampilan, dan sikap atau nilai.

             Dalam suatu kegiatan pembelajaran, bahan ajar (materi pembelajaran)
     merupakan salah satu komponen sistem pembelajaran yang memegang peranan
     penting dalam membantu siswa mencapai standar kompetensi dan kompetensi
     dasar yang telah ditentukan. Sehingga untuk mencapai tujuan pembelajaran yang
     diinginkan, diperlukan suatu bahan ajar yang sesuai dengan pendekatan atau
     desain pembelajaran yang digunakan.

             Bahan ajar yang sesuai dengan pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS)
     adalah bahan ajar yang didalamnya berisikan karakteristik atau ciri khas dari
     pendekatan JAS yaitu pendekatan pembelajaran yang menggunakan alam sekitar


                                         xxxiv
sebagai sumber belajar atau dengan mengajak subjek didik mengeksplorasi
lingkungan untuk mencapai kecakapan kognitif, afektif, dan psikomotoriknya,
sehingga dapat memiliki penguasaan ilmu dan keterampilan, penguasaan
berkarya, penguasaan mensikapi dan penguasaan bermasyarakat.

         Selain itu, menurut Ridlo (2005) pendekatan ini menekankan pada
kegiatan pembelajaran yang dikaitkan dengan situasi nyata, sehingga selain
dapat membuka wawasan berfikir yang beragam dari seluruh peserta didik,
pendekatan ini memungkinkan paserta didik dapat mempelajari berbagai konsep
dan cara mengaitkan dengan kehidupan nyata.

        Ada beberapa karakteristik bahan ajar (Diktat, LDS dan LKS) yang
dikembangkan dengan pendekatan JAS oleh peneliti yang membedakan dengan
bahan ajar lain yaitu:

a) Mengkaitkan materi pembelajaran dengan situasi nyata yang telah terjadi di
   lingkungan sekitar peserta didik baik secara langsung maupun tidak
   langsung. Dalam bahan ajar ini, materi pembelajaran dikaitkan dengan
   peristiwa-peristiwa yang benar-benar terjadi di lingkungan sekitar peserta
   didik seperti munculnya berbagai kasus penyakit/gangguan pada sistem
   organ pada manusia dan hewan baik organ pernapasan, ekskresi, dan
   regulasi. Selain itu, bahan ajar tersebut juga dilengkapi dengan gambar-
   gambar asli atau foto asli dari berbagai sistem organ yang akan memberikan
   gambaran yang lebih jelas bagi peserta didik.
b) Berisikan kegiatan yang bersifat eksploratif, pengamatan, penjelasan dan
   pelaporan. Kegiatan yang bersifat eksploratif ini berupa eksplorasi atau
   observasi    lingkungan sekitar peserta didik maupun eksplorasi berbagai
   media baik cetak (buku, majalah, koran, dan jurnal) maupun elektronik
   (internet) yang berkaitan erat dengan materi pembelajaran. Untuk kegiatan
   pengamatan, penjelasan dan pelaporan, dapat berupa kegiatan eksperimen
   atau praktikum yang menuntut siswa untuk memahami materi pembelajaran
   secara langsung maupun tidak langsung.
c) Berisikan berbagai point plus yang dapat membantu peserta didik untuk lebih
   memahami materi pembelajaran, antara lain:
   1) Mind maping/ Peta konsep; yang membantu peserta didik dalam
      memahami konsep materi yang diajarkan.


                                   xxxv
       2) Bio News; yang berisikan berita atau info dari berbagai media yang
         dikaitkan dengan materi pembelajaran agar mempermudah peserta didik
         dalam memahami konsep materi yang diajarkan.
       3) Bio Info; berisikan materi tambahan yang berkaitan dengan materi yang
         dibahas.
       4) SALINGTEMAS; berisikan kegiatan yang mampu menambah wawasan
         peserta didik mengenai aplikasi biologi dalam lingkungan, teknologi dan
         masyarakat.
       5) Bio Web; berisikan situs-situs internet yang dapat dimanfaatkan peserta
         didik untuk mendapatkan informasi yang lebih luas tentang materi yang
         diajarkan.
       6) Glosarium; berisikan berbagai penjelasan dari istilah-istilah biologi
         penting dari suatu materi yang diajarakan.
       7) Kilas Balik; berisikan berbagai soal untuk melatih peserta didik
         memahami dan menerapkan konsep yang telah dipelajari.
       8) Rangkuman; yang berisikan ringkasan materi

5. Karakteristik materi struktur fungsi organ manusia dan hewan

            Dalam Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) struktur dan fungsi
    organ manusia dan hewan dikaji pada kelas XI semester 2 dengan standar
    kompetensi ”Menjelaskan struktur dan fungsi organ manusia dan hewa tertentu,
    kelainan dan atau penyakit yang mungkin terjadi serta implikasinya pada
    salingtemas” dan dibagi menjadi 6 kompetensi dasar dengan 6 sistem yang
    dipelajari dalam pembelajaran Struktur dan fungsi organ manusia dan hewan
    yaitu sistem pencernaan, sistem pernafasan, sistem ekskresi, sistem regulasi
    manusia (saraf, endokrin dan penginderaan), sistem reproduksi, dan sistem
    pertahanan tubuh terhadap benda asing.

            Dalam rancangan ini hanya meneliti sistem pernafasan, sistem ekskresi,
    serta sistem regulasi manusia dan hewan (saraf, endokrin dan pengindraan).

   a. Sistem pernapasan
               Kompetensi Dasar (KD) kedua dalam BSNP yaitu menjelaskan
       keterkaitan antara struktur, fungsi, dan proses serta kelainan/penyakit yang
       dapat terjadi pada sistem pernapasan pada manusia dan hewan. Dalam KD ini
       terdapat tiga pokok materi yang dikaji yaitu alat pernapasan meliputi organ

                                      xxxvi
   dan saluran pernapasan, proses bernapas melalui mekanisme pernapasan pada
   burung dan manusia, serta kelainan dan gangguan pernapasan meliputi asma,
   bronchitis, SARS, flu burung dan lain-lain.
b. Sistem ekskresi
           Sistem ekskresi atau sistem pengeluaran mengkaji organ-organ
   ekskresi pada manusia yang terdiri ren, hepar, kulit, dan paru-paru, proses
   pembentukan urin pada manusia dan ekskresi pada serangga, serta kelainan
   dan gangguan sistem ekskresi . Sistem ekskresi merupakan kompetensi dasar
   ketiga dalam BSNP yaitu Menjelaskan keterkaitan antara struktur, fungsi, dan
   proses serta kelainan/ penyakit yang dapat terjadi pada sistem ekskresi pada
   manusia dan hewan.
c. Sistem regulasi manusia (saraf, endokrin dan pengindraan)

           Kompetensi Dasar (KD) keempat dalam BSNP yaitu menjelaskan
   keterkaitan antara struktur, fungsi, dan proses serta kelainan/penyakit yang
   dapat terjadi pada sistem regulasi manusia            (saraf, endokrin dan
   penginderaan). Sistem regulasi manusia mengkaji struktur dan fungsi serta
   proses-proses yang terjadi pada sistem regulasi dan juga kelianan/ penyakit
   yang dapat terjadi organ regulasi (saraf, endokrin dan penginderaan).

B. Hipotesis

         Berdasarkan tinjauan pustaka di atas, peneliti beranggapan bahwa:
    1. Bahan ajar materi struktur dan fungsi organ manusia dan hewan yang
       dikembangkan dengan pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS) sudah
       sesuai dengan standar buku ajar menurut BSNP.
    2. Tanggapan guru dan peserta didik tentang pengembangan dan penerapan
       bahan ajar menunjukkan bahwa bahan ajar tersebut baik dan dapat
       diterapkan dalam pembelajaran..
    3. Hasil belajar dan aktivitas peserta didik selama mengikuti proses
       pembelajaran sudah sesuai dengan KKM.




                                   xxxvii
                                  BAB III

                          METODE PENELITIAN

A. Karakteristik dan Setting Penelitian

         Penelitian ini merupakan penelitian R & D yang akan mengembangkan
bahan ajar materi struktur, fungsi organ manusia dan hewan dengan pendekatan
Jelajah Alam Sekitar (JAS) dan akan mencobakan bahan ajar tersebut di salah
satu kelas XI SMA Negeri 1 Semarang.

B. Variabel Penelitian

            Dalam penelitian ini terdapat dua variabel yaitu variabel bebas dan
variabel terikat.

   1. Variabel bebas: bahan ajar yang meliputi diktat, LKS dan LDS yng telah
       dikembangkan dengan pendekatan JAS.
   2. Variabel terikat:
       a) tanggapan dari pakar, guru dan peserta didik tentang pengembangan
            dan penerapan bahan ajar
       b) hasil belajar peserta didik setelah proses pembelajaran
       c) aktivitas peserta didik selama mengikuti proses pembelajaran.

C. Rancangan Penelitian

         Penelitian ini dirancang dengan disain Research and Development
(R&D). Research and Development adalah metode penelitian yang digunakan
untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan produk tersebut
(Sugiyono 2006). Menurut Sukmadinata (2006), penelitian dan pengembangan
adalah suatu proses atau langkah-langkah untuk mengembangkan suatu produk
baru atau untuk menyempurnakan produk yang telah ada yang dapat
dipertanggungjawabkan. Dengan tidak mengurangi validitas proses dalam
penelitian ini, tahap-tahap dalam Research and Development yang sudah ada,
diadaptasi dan diadakan sedikit modifikasi dalam tahapannya.

D. Prosedur Penelitian

         Penelitian pengembangan bahan ajar materi struktur, fungsi organ pada
manusia dan hewan dengan pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS) ini akan
melalui tahap-tahap sebagai berikut:


                                   xxxviii
                            I.    TAHAP PERSIAPAN

                   a. Observasi awal
                   b. Pengembangan desain
                      pembelajaran
                   c. Penyusunan bahan ajar
                   d. Penyusunan instrumen uji coba
                   e. Reviu oleh dosen pembimbing 1
                      dan dosen pembimbing 2
                   f. Revisi I




                      II.        TAHAP PELAKSANAAN

                   a.       Uji coba dan analisis bahan ajar
                   b.       Revisi II
                   c.       Penilaian oleh pakar
                   d.       Revisi III
                   e.       Hasil akhir




1. Tahap persiapan:
   a) Observasi awal
       Observasi awal dilakukan dengan mengadakan observasi ke sekolah
       untuk mengetahui kondisi awal dan permasalahan yang ada di sekolah.
       Kegiatan ini dilakukan untuk dapat menentukan tujuan yang akan dicapai
       dalam penelitian ini dan menganalisis bahan ajar yang digunakan oleh
       guru dan siswa dalam kegiatan pembelajaran.
   b) Pengembangan desain pembelajaran bersama tim peneliti
       Pengembangan desain pembelajaran dilakukan berasama-sama dengan
       tim peneliti yang meliputi pengembangan metode pembelajaran, media
       pembelajaran dan asesmen serta pembuatan berbagai perangkat
       pembelajaran yang akan digunakan dalam pembelajaran yang meliputi
       silabus, RPP, dan berbagai instrumen lain yang diperlukan.
   c) Penyusunan bahan ajar
       Bahan ajar yang disusun meliputi diktat, LKS dan LDS yang sesuai
       dengan pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS).


                                       xxxix
   d) Penyusunan instrumen untuk uji coba
       Instrumen yang disusun berupa lembar kuesioner bagi guru dan siswa
       serta instrumen penilaian bagi pakar.
   e) Reviu bahan ajar oleh dosen pembimbing 1 dan dosen pembimbing 2.
   f) Revisi I
       Revisi ini merupakan perbaikan dari hasil reviu oleh dosen pembimbing
       1 dan dosen pembimbing 2.
2. Tahap pelaksanaan:
   a) Uji coba bahan ajar
       Uji coba ini dilaksanakan dengan menerapkan bahan ajar pada kelas uji
       coba. Setelah bahan ajar selesai dikembangkan dan dilakukan revisi
       pertama maka langkah selanjutnya adalah melakukan uji coba. Uji coba
       dilakukan dengan menerapkan bahan ajar dalam pembelajaran yang
       sudah didesain sesuai pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS) dan uji
       kelayakan diktat menggunakan angket yang ditujukan untuk guru biologi
       sebagai responden. Angket uji kelayakan disusun berdasarkan poin-poin
       kelayakan bahan ajar sesuai dengan instrumen penilaian buku ajar dari
       BSNP.
   b) Revisi II
       Revisi ini dilakukan berdasarkan dari analisis data hasil uji coba yang
       telah dilakukan.
   c) Penilaian oleh pakar
       Penilaian bahan ajar oleh pakar atau praktisi yang mengacu pada
       deskripsi butir-butir instrumen penilaian buku teks biologi yang
       dikeluarkan oleh BSNP. Pakar atau praktisi ini meliputi dosen dan guru
       yang berkompeten dalam bidang biologi, bahasa dan disain grafis.
   d) Revisi III
       Revisi ini dilakukan berdasarkan dari hasil penilaian oleh pakar atau
       praktisi.
   e) Hasil akhir
       Hasil akhir ini berupa bahan ajar dari hasil revisi III dan siap diterapkan
       pada pembelajaran.




                                     xl
E. Data dan Cara Pengambilan Data

 1. Sumber Data

           Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pakar/
    praktisi, dosen, guru dan peserta didik tentang pengembangan bahan ajar
    dengan pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS) di SMA Negeri 1 Semarang.

 2. Jenis Data

           Jenis data yang didapatkan adalah data kualitatif dan kuantitatif,
    yang terdiri dari:
     a. data tentang tanggapan guru dan peserta didik terhadap pengembangan
        dan penerapan bahan ajar tersebut
     b. data penilaian dari pakar terhadap pengembangan bahan ajar
     c. data tentang hasil belajar siswa pada akhir pembelajaran
     d. data tentang aktivitas peserta didik selama proses pembelajaran.

 3. Cara pengambilan data

    b. data tentang tanggapan guru dan peserta didik terhadap pengembangan
        dan penerapan bahan ajar diambil dengan lembar kuesioner atau angket.
    c. data penilaian dari pakar terhadap pengembangan bahan ajar diambil
        dengan lembar penilaian bahan ajar
    d. data tentang hasil belajar siswa pada akhir pembelajaran diambil dengan
        Post-test
    e. data tentang aktifitas peserta didik selama proses pembelajaran dengan
        menggunakan lembar observasi (instrumen).

F. Metode Analisis Data

       Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif kuantitatif .
1. Menurut Adi Gunawan diacu dalam Abdul Jamil (2006), skor data penilaian
   pakar terhadap bahan ajar disusun dalam tabulasi data. Kemudian
   dikualifikasikan dengan mencari persentase seluruh aspek dengan rumus
   sebagai berikut:




                                      xli
           k
      N=      100%
           Nk
  Dengan     N     : ∑ persentase aspek
             K     : ∑ nilai dari aspek
             Nk : ∑ nilai yang harus dicapai
  Hasil perhitungan dimasukkan dalam tabel persentase sesuai dengan kriteria
  penerapan. Cara menentukan kriteria penerapan adalah dengan menentukan
  persentase tertinggi dan persentase terendah terlebih dahulu menggunakan
  rumus sebagai berikut:
                               itemX         respondenXskor nilai tertinggi
  Persentase tertinggi :                                                          100%
                                itemX        respondenXskor nilai tertinggi

                               itemX         respondenXskor nilai terendah
  Persentase terendah :                                                           100%
                                itemX            respondenXskor nilai tertinggi

  Setelah memperoleh persentase terendah dan tertinggi dan terendah, langkah
  selanjutnya adalah menentukan interval kelas.
  Interval kelas
      % tertinggi - % terendah
  =
      kelas. yang.dikehendak i

      100 - 25
  =
         4
  = 18,75
  Nilai 18,75 kemudian dibulatkan menjadi 19.
  Berdasarkan rumus di atas, maka kriteria yang diterapkan untuk kuesioner
  adalah:
   a) Sangat sesuai        = 83,5%-100%
   b) Sesuai               = 64%-83%
   c) Cukup sesuai         = 44,5%-63%
   d) Tidak sesuai         = 25%-44%
2. Tanggapan guru dianalisis dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
            F
      P=      100%
            N
        P = persentase
        F = banyaknya responden yang memiliki jawaban ya/ tidak
        N = banyaknya responden yang menjawab kuesioner


                                          xlii
3. Tanggapan peserta didik dianalisis secara dianalisis secara persentase dan
  dimasukkan dalam kriteria penerapan berikut:
     a) Sangat baik       = 84,3%-100%
     b) Baik              = 67,3%-84%
     c) Cukup baik        = 50,3%-67%
     d) Tidak baik        = 33,3%-50%
4. Data hasil belajar dianalisis dengan rumus:

          NA = (1xA) (2 xB)
                      3

           Keterangan:
           NA     = Nilai akhir (hasil belajar siswa)
           A      = Rata-rata nilai tugas
           B      = Rata-rata nilai post-test
            Kemudian menentukan batas ketuntasan tiap individu, yaitu apabila
   telah mencapai nilai ≥70 yang merupakan batas ketuntasan berdasarkan
   Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yang telah ditetapkan pada mata
   pelajaran Biologi di SMA Negeri 1 Semarang.

5. Data hasil observasi aktivitas peserta didik dianalisis secara persentase dan
  dimasukkan dalam kriteria penerapan.




                                     xliii
                                     BAB IV
                 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
          Penelitian yang berjudul ”Pengembangan Bahan Ajar Materi Struktur,
   Fungsi Organ Manusia dan Hewan Dengan Pendekatan Jelajah Alam Sekitar
   (JAS)” telah dilaksanakan dan terkumpul berbagai data yang diperlukan dalam
   penelitian. Data-data ini kemudian dianalisis untuk mengetahui apakah bahan
   ajar tersebut sudah sesuai dengan standar buku ajar dari BSNP dan dapat
   memenuhi     tujuan   pembelajaran.    Dalam       pelaksanaannya   penelitian   ini
   dilaksanakan melalui 2 tahap utama yaitu:

   1. Tahap persiapan
       a) Observasi awal
              Observasi awal dilakukan dengan mengadakan observasi ke sekolah
       untuk mengetahui kondisi awal dan permasalahan yang ada di sekolah.
       Kegiatan ini dilakukan untuk dapat menentukan tujuan yang akan dicapai
       dalam penelitian ini dan menganalisis bahan ajar yang digunakan oleh guru
       dan siswa dalam kegiatan pembelajaran.
              Dari hasil observasi kegiatan pembelajaran biologi yang dilakukan
       sebanyak 2 kali yaitu pada tanggal 5 dan 8 Februari 2007 serta hasil
       wawancara dengan guru dan beberapa siswa di kelas XI. IA4 SMA Negeri 1
       Semarang diperoleh bahwa bahan ajar biologi yang digunakan dalam
       kegiatan belajar mengajar adalah buku ajar dari pemerintah kota Semarang.
       Peserta didik tidak diwajibkan oleh guru untuk memiliki salah satu buku ajar
       biologi tertentu namun siswa diberi kebebasan untuk memiliki buku ajar
       biologi yang relevan dari berbagai penerbit.
              Selain itu, diperoleh gambaran bahwa dalam pembelajaran guru lebih
       banyak menjelaskan, menggambar, dan memberikan informasi tentang
       konsep-konsep yang akan dibahas (teacher oriented). Guru belum
       mengoptimalkan pemanfaatan media dalam rangka menjelaskan dan
       memberikan contoh fenomena biologi, serta peserta didik terkesan kurang
       aktif dalam proses belajar seperti ketika melakukan praktikum, permainan,
       presentasi, dan mengemukan pendapat.




                                         xliv
b) Pengembangan desain pembelajaran bersama tim peneliti
       Pengembangan      desain   pembelajaran   dilakukan   berasama-sama
dengan tim peneliti yang meliputi pengembangan metode pembelajaran,
media pembelajaran dan asesmen serta pembuatan berbagai perangkat
pembelajaran yang akan digunakan dalam pembelajaran yang meliputi
silabus, RPP, dan berbagai instrumen lain yang diperlukan. Perangkat
pembelajaran dapat dilihat pada Lampiran 1-21.
c) Penyusunan bahan ajar
       Bahan ajar yang disusun meliputi diktat, LKS dan LDS yang sesuai
dengan pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS). Penyusunan bahan ajar ini
menggunakan     metode    Pengemasan     Kembali     Informasi   (Information
Repackaging atau Text Transformation). Metode ini merupakan metode
penyusunan bahan ajar dengan memanfaatkan buku-buku teks dan informasi
yang sudah ada untuk dikemas kembali sehingga berbentuk bahan ajar yang
memenuhi karakteristik bahan ajar yang baik, dan dapat dipergunakan oleh
guru dan peserta didik dalam proses instruksional.
d) Penyusunan instrumen untuk uji coba
       Instrumen yang disusun berupa lembar kuesioner bagi guru dan siswa
serta instrumen penilaian bagi pakar. Angket dan lembar penilaian ini
disusun berdasarkan lembar penilaian bahan ajar yang dikeluarkan oleh
Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Angket dan lembar penilaian
pakar dapat di lihat pada Lampiran 22.
e) Reviu bahan ajar oleh dosen pembimbing 1 dan dosen pembimbing 2.
       Reviu ini meliputi isi atau cakupan materi dan kesesuain materi
dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang ada. Hasil reviu ini
kemudian dijadikan bahan perbaikan atau revisi I. Menurut dosen
pembimbing 1 dan dosen pembimbing 2, isi atau cakupan materi sudah
sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang ada dalam
silabus. Materi yang disajikan minimal mencerminkan jabaran substansi
materi yang terkandung dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar.
Selain itu, materi mencakup mulai dari pengenalan konsep sampai dengan
interaksi antar konsepdengan memperhatikan kesesuaian yang telah
diamanatkan oleh SK dan KD tersebut. Hasil reviu ini kemudian dijadikan
bahan perbaikan atau revisi I.


                                  xlv
   f) Revisi I
          Revisi ini merupakan perbaikan dari hasil reviu oleh dosen
   pembimbing 1 dan dosen pembimbing 2.
2. Tahap pelaksanaan:
   a) Uji coba bahan ajar
          Uji coba ini dilaksanakan dengan menerapkan bahan ajar pada kelas
   uji coba. Setelah bahan ajar selesai dikembangkan dan dilakukan revisi
   pertama maka langkah selanjutnya adalah melakukan uji coba. Uji coba
   dilakukan dengan menerapkan bahan ajar dalam pembelajaran yang sudah
   didesain sesuai pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS) dan uji kelayakan
   diktat menggunakan angket yang ditujukan untuk guru biologi sebagai
   responden. Angket uji kelayakan disusun berdasarkan poin-poin kelayakan
   bahan ajar sesuai dengan instrumen penilaian buku ajar dari BSNP.
          Data yang diperoleh dari penelitian ini meliputi tanggapan dari guru
   dan peserta didik terhadap pengembangan dan penerapan bahan ajar serta
   hasil belajar siswa dan hasil observasi aktivitas siswa selama proses
   pembelajaran. Hasil penelitian selengkapnya dapat dijelaskan sebagai
   berikut.
   1). Hasil tanggapan guru terhadap pengembangan dan penerapan bahan ajar
          Tanggapan guru tentang pengembangan dan penerapan bahan ajar
  diperoleh melalui lembar angket. Data ini untuk menjaring pendapat guru
  tentang pengembangan dan penerapan bahan ajar materi struktur dan fungsi
  organ manusia dan hewan yang terdiri dari diktat, LDS dan LKS pada tiga
  materi yaitu sistem pernapasan, ekskresi dan regulasi. Pengambilan data ini
  dilakukan pada akhir pembelajaran tiap materi. Hasil dari analisis angket
  dapat dilihat dari Tabel sebagai berikut:




                                    xlvi
Tabel 1 Rekapitulasi rata-rata hasil tanggapan guru terhadap bahan ajar (Diktat,
        LDS, LKS)
                                                               Bahan ajar
                                                   Diktat         LDS              LKS
No                PERTANYAAN
                                                 %       %     %      %     %         %
                                                 Ya    Tidak   Ya   Tidak   Ya       Tidak
A. Syarat didaktik
 1    BAHAN AJAR sudah memperhatikan             66     34     86     14    86           14
      dan memenuhi tingkat perkembangan dan
      unsur perbedaan individual peserta didik
 2    BAHAN AJAR sudah mampu menunjang           81     19     91     9     85,5     14,5
      dan mengembangkan kemampuan
      komunikasi sosial, emosional, moral dan
      estetika pada diri peserta didik
 3    Isi BAHAN AJAR mampu membantu              71     29     81     19    86           14
      peserta didik dalam memahami dan
      menemukan konsep-konsep materi
 4    BAHAN AJAR mampu menunjang                 91     9      95,3   4,7   100          0
      pembelajaran yang aktif dan efektif
                   Rata-rata                     77     23     88     12    89           11
B. Syarat konstruksi
 5    Isi dari BAHAN AJAR sudah sesuai           100    0      100    0     100          0
      dengan cakupan materi dan tujuan
      pembelajaran
 6    Kalimat/ tata bahasa yang ada dalam        100    0      100    0     100          0
      BAHAN AJAR mudah dipahami
 7    Konsep-konsep materi dalam BAHAN           100    0      100    0     100          0
      AJAR sesuai dengan pokok bahasan
                   Rata-rata                     100    0      100    0     100          0
C. Syarat teknis
 8    BAHAN AJAR tersebut menarik                100    0      100    0     100          0
 9    Komposisi penggunaan gambar dan            100    0      100    0     100          0
      tulisan dalam BAHAN AJAR sudah
      sesuai dengan keperluan
10 Huruf cetak dalam BAHAN AJAR dapat            100    0      100    0     100          0
      terbaca dengan jelas dan mudah
                   Rata-rata                     100    0      100    0     100          0
D. Syarat fungsional
11 BAHAN AJAR mampu membantu atau                100    0      100    0     100          0
      mempermudah Bapak/ Ibu dalam
      mengajarkan materi
12 BAHAN AJAR tersebut mampu                     81     19     86     14    93           7
      membantu atau mempermudah peserta
      didik dalam memahami materi
13 BAHAN AJAR dapat menambah                     100    0       -      -     -           -
      referensi belajar peserta didik
14 Tidak ada kesulitan dalam menggunakan         100    0       -      -     -           -
      BAHAN AJAR
15 BAHAN AJAR sudah memuat unsur-                91     9      95     5     100          0
      unsur yang ada dalam Pendekatan JAS
16 Setuju bila BAHAN AJAR digunakan              100    0      100    0     100          0
      untuk pembelajaran materi sejenis
                   Rata-rata                     95,3   4,7    98     2     100          0
Keterangan: Data selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 28
                Rata-rata persentase tanggapan guru yang menjawab “Ya” pada syarat
        atau aspek didaktik berturut-turut sebesar 77%, 88% dan 89%. Syarat
        didaktik ini merupakan syarat yang menekankan pada asas belajar mengajar


                                             xlvii
   yang efektif. Rata-rata persentase tanggapan guru tiap aspek dalam bahan ajar
   (diktat, LKS dan LDS) juga berbeda-beda.
          Pada syarat didaktik pertama, yang menunjukkan bahwa bahan ajar
   sudah memperhatikan adanya tingkat perkembangan dan unsur perbedaan
   individual peserta didik mendapat persentasae sebesar 66%, 86% dan 86%.
   Persentase syarat didaktik yang kedua pada diktat, LDS dan LKS berturut-
   turut sebesar 81%, 91% dan 85,5%. Syarat yang ketiga yaitu syarat yang
   berkenaan dengan kemampuan bahan ajar yang mampu membantu siswa
   dalam memahami dan menemukan konsep-konsep materi. Persentase
   tanggapan guru yang menjawab “Ya” sebesar 71%, 81% dan 86%. Syarat
   yang terakhir dari aspek didaktik juga mendapatkan tanggapan yang berbeda-
   beda dari para guru. Ini bisa dilihat pada Tabel 2. Bahan ajar yang terdiri dari
   diktat, LDS dan LKS secara berurutan mendapatkan persentase sebesar 91%,
   95,3%, 100%.

2). Hasil tanggapan peserta didik terhadap pengembangan dan penerapan bahan
    ajar
          Tanggapan peserta didik tentang pengembangan dan penerapan bahan
   ajar diperoleh melalui lembar angket/ kuesioner. Data ini untuk menjaring
   pendapat peserta didik tentang pengembangan dan penerapan bahan ajar
   materi struktur dan fungsi organ manusia dan hewan pada tiga materi yaitu
   sistem pernapasan, ekskresi dan regulasi. Pengambilan data ini dilakukan
   pada akhir pembelajaran tiap materi. Hasil dari analisis angket dapat dilihat
   dari Tabel sebagai berikut :
   Tabel 2 Hasil analisis tanggapan peserta didik terhadap pengembangan dan
           penerapan bahan ajar
                                                Bahan ajar
    No        Kriteria        S. Pernapasan       S. Ekskresi      S. Regulasi
                                        %                 %                %
     1       Sangat baik        7      18,9       11     29,7       7     18,9
     2          Baik           30      81,1       26     70,3      30     81,1
     3       Cukup baik         0        0        0        0        0       0
     4       Tidak baik         0        0        0        0        0       0
 Keterangan: Data selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 29




                                    xlviii
                 90
                                   81.1                                       81.1
                 80
                                                        70.3
                 70

                 60
Persentase (%)
                                                                                          Kriteria sangat baik
                 50

                 40                                                                       Kriteria baik
                                                 29.7
                 30
                           18.9                                        18.9
                 20

                 10

                  0

                         S. Pernapasan         S. Ekskresi            S. Regulasi

                                                    Materi

                 Gambar 1 Tanggapan peserta didik terhadap pengembangan dan penerapan
                          bahan ajar
                                  Berdasarkan Tabel 2 dapat diketahui bahwa, bahan ajar materi
                      struktur fungsi organ manusia dan hewan yang dikembangkan dengan
                      pendekatan JAS termasuk dalam kriteria baik. Hal ini terlihat dari persentase
                      peserta didik yang menganggap bahan ajar pada ketiga materi yaitu sistem
                      pernapasan, sistem ekskresi, dan sistem regulasi termasuk kriteria baik secara
                      berurutan mencapai 81,1%, 70,3%, dan 81,1%. Sedangkan persentase siswa
                      yang menganggap bahwa bahan ajar termasuk dalam kriteria sangat baik
                      mencapai 18,9%, 29,7% dan 18,9%. Hasil angket tersebut menunjukan bahwa
                      bahan ajar materi struktur fungsi organ manusia dan hewan dengan
                      pendekatan JAS dapat diterapkan dalam pembelajaran.
       3). Hasil belajar peserta didik
                                  Data hasil belajar peserta didik diperoleh dari nilai akhir yang
                      diperoleh dengan menggunakan rumus berikut.

                                          (1 x Nilai Tugas)     ( 2 x Nilai post test )
                      Nilai akhir
                                                               3

                              Nilai tugas diperoleh dari rata-rata nilai laporan praktikum, makalah,
                      LKS dan LDS dari tiga materi yaitu sistem pernapasan, sistem ekskresi, dan
                      sistem regulasi. Untuk nilai post-test diambil dari nilai ketiga materi tersebut
                      kemudian digabung sehingga diperoleh rata-ratanya.




                                                               xlix
  Tabel 3 Nilai akhir siswa kelas II IA 6 SMA Negeri 1 Semarang
      No                              Hasil                         Nilai   ∑ Siswa
      1    Nilai tertinggi                                            85       1
      2    Nilai terendah                                             72       6
      3    Rata-rata nilai                                            77       -
      4    Jumlah peserta didik yang tuntas belajar (orang)           37       -
      5    Jumlah peserta didik yang belum tuntas belajar (orang)      -       -
      6    Ketuntasan klasikal (%)                                    100     37
  Keterangan: Data selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 26

           Berdasarkan Tabel 3 dapat diketahui bahwa pembelajaran dengan
   menggunakan bahan ajar materi struktur fungsi organ manusia dan hewan
   dengan pendekatan JAS menunjukan hasil yang baik. Hal tersebut terlihat
   dari jumlah peserta didik yang tuntas belajar sebanyak 37 orang. Sehingga
   dapat diketahui ketuntasan belajar peserta didik secara klasikal adalah 100%
   dengan nilai rata-rata 77.

4). Hasil observasi aktivitas peserta didik
            Observasi aktivitas peserta didik selama kegiatan pembelajaran
   meliputi empat hal, yaitu aktivitas saat praktikum pembedahan hewan,
   aktivitas saat melihat tayangan VCD Interaktif , aktivitas saat diskusi
   kelompok setelah melihat tayangan VCD Interaktif dan aktivitas saat
   presentasi lisan. Analisis data tersebut dapat dilihat pada Tabel berikut:

   Tabel 4      Rekapitulsi data kemampuan peserta didik dalam praktikum
                pembedahan hewan
                                                       Praktikum pembedahan
     No                   Kriteria                    Marmut           Katak
                                                    ∑       %       ∑       %
      1     Kemampuan rendah                         0        0       0         0
      2     Kemampuan sedang                         8       21,6     7         18,9
      3     Kemampuan tinggi                        29       79,4     30      81,1
   Keterangan: Data selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 30




                                         l
                  90
                                      79.4                                81.1
                  80

                  70
                  60

Persentase (%)    50
                                                                                       Kemampuan sedang
                  40
                                                                                       Kemampuan tinggi
                  30          21.6
                                                              18.9
                  20

                  10
                   0
                                Marmut                               Katak

                                             Jenis prakttikum


                 Gambar 2 Persentase kemampuan peserta didik saat praktikum pembedahan
                 marmut dan katak
                       Dari Tabel 4 dapat diketahui bahwa dalam praktikum pembedahan
                 marmut, persentase peserta didik yang termasuk dalam kriteria kemampuan
                 sedang sebesar 21,6% dan yang termasuk kriteria kemampuan tinggi sebesar
                 79,4%. Pada praktikum pembedahan katak sebesar 18,9% dan 81,1%.

                 Tabel 5     Rekapitulasi data kinerja kelompok dalam praktikum pembedahan
                             hewan
                                                                       Praktikum pembedahan
                   No                 Kriteria                         Marmut          Katak
                                                                     ∑       %        ∑      %
                    1      Kinerja rendah                             0          0        0        0
                    2      Kinerja sedang                             0           0       0       0
                    3      Kinerja tinggi                            10          100     10      100
                               Rata-rata skor                                17,7           17,8
                 Keterangan: Data selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 31
                           Dari Tabel 5 dapat diketahui bahwa dalam praktikum pembedahan
                 marmut dan katak, persentase peserta didik yang termasuk dalam kriteria
                 kinerja tinggi sebesar 100% dengan rata-rata skor 17,7 dan 17,8.
                           Observasi aktivitas saat melihat tayangan VCD Interaktif mencakup
                 enam aspek. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, maka hasilnya dapat
                 dilihat pada Tabel berikut ini.




                                                         li
Tabel 6 Rekapitulasi hasil observasi aktivitas peserta didik saat melihat tayangan
        VCD interaktif
                                                                                  Persentase (%)
 No                                   Aspek yang diamati
                                                                S. Pernapasan       S. Ekskresi      S. Regulasi
  1          Duduk sesuai kelompok saat                                    100          100                 100
             pelajaran berlangsung
  2          Aktif mengikuti pembelajaran                                  49           51                  54
  3          Membuat catatan                                               30           38                  38
  4          Memperhatikan isi tayangan VCD                                97           100                 100
             interaktif
  5          Mencermati isi tayangan VCD                                   78           81                  84
             interaktif
  6          Mendengarkan penjelasan guru                                  59           59                  62
             dengan seksama
                                            Total                          69           72                  73



                                 74
                                                                                                73
                                 73
                                                                      72
      Persentase aktivitas (%)




                                 72

                                 71

                                 70
                                               69
                                 69

                                 68

                                 67
                                          S. Respirasi         S. Ekskresi                    S. Regulasi
                                                            Materi pembelajaran



 Gambar 3 Persentase aktivitas peserta didik saat melihat tayangan VCD interaktif
                                        Berdasarkan Tabel 6 dapat terlihat bahwa terjadi peningkatan
                        aktivitas pada saat melihat tayangan VCD Interaktif. Hal ini terlihat bahwa
                        persentase aktivitas pada awal pembelajaran materi sistem pernapasan sampai
                        materi sistem regulasi berturut-turut adalah 69%, 72%, dan 73%.
                                       Observasi aktivitas saat diskusi kelompok setelah melihat tayangan
                      VCD Interaktif mencakup empat aspek yang mendukung dan tiga aspek yang
                      tidak mendukung. Untuk aspek yang mendukung akan diberikan skor
                      maksimal 3, sedangkan aspek yang tidak mendukung akan diberikan skor -1.
                      penskoran ini dimaksudkan untuk mendapatkan nilai dari aktivitas yang
                      dilakukan peserta didik pada saat diskusi kelompok. Pada pembahasan


                                                                lii
                                            berikut hanya akan dilihat persentasenya saja. Berdasarkan analisis yang telah
                                            dilakukan, maka hasilnya dapat dilihat pada Tabel berikut ini.

Tabel 7 Rekapitulasi hasil observasi aktivitas peserta didik saat diskusi kelompok
        setelah melihat tayangan VCD interaktif
                                                                                                Persentase (%)
                 Aspek yang diamati                                    S. Pernapasan              S. Ekskresi                   S. Regulasi
                                                                       3    2   1 0             3    2   1 0               3       2   1 0
                                        A. Bekerjasama dalam
                                                                       97    3        0     0   97      3        0    0    89    11        0    0
                                           kelompok
                                        B. Berpartisipasi aktif
 MENDUKUNG




                                           dalam memecahkan            81   19        0     0   86      14       0    0    92     8        0    0
                                           masalah
                                        C. Aktif dalam
                                           menyampaikan
                                                                       19   73        8     0   24      73       3    0    27    68        5    0
                                           pertanyaan mengenai
                                           materi yang dibahas
                                        D. Memberikan pendapat
                                           yang sesuai dengan          0    68        32    0   0       70       30   0    0     68        32   0
                                           materi yang dibahas
                                            Total (%)                   89,86         10,14     91,89             8,11      90,54           9,46
                                        A.Memberikan pendapat
                                           yang tidak sesuai
 TDK MENDUKUNG




                                                                                 32                         27                        27
                                           dengan materi yang
                                           dibahas
                                        B. Tidak menerima
                                           pendapat dari orang                   5                           3                        0
                                           lain
                                        C. Memaksakan
                                           kehendak kepada                       3                           3                        0
                                           orang lain
                                              Total (%)                          14                         11                        9


                                            100                         91.89
                                                    89.86                                       90.54
                                             90
                                             80
                 Persentase aktivitas (%)




                                             70
                                             60
                                             50                                                                           Mendukung
                                                                                                                          Tidak mendukung
                                             40
                                             30
                                             20             14
                                                                                 11                          9
                                             10
                                              0
                                                     S. Respirasi       S. Ekskresi             S. Regulasi.
                                                                    Materi pembelajaran

Gambar 4                                          Persentase aktivitas peserta didik saat diskusi kelompok

                                                    Berdasarkan Tabel 7 terlihat bahwa aktivitas yang mendukung
                                            berturut-turut adalah 89,86%, 91,89%, dan 90,54%. Sedangkan persentase
                                            aktivitas yang tidak mendukung berturut-turut adalah 14%, 11%, dan 9%.


                                                                                     liii
Tabel 8            Rekapitulasi hasil observasi kemampuan kelompok saat melakukan
                   presentasi lisan

                                                                Materi
 No                     Kriteria                Sistem Pernapasan        Sistem ekskresi
                                               ∑            %          ∑           %
  1       Kinerja rendah                        0           0           0          0
  2       Kinerja sedang                        0           0           0          0
  3       Kinerja tinggi                       10          100         10         100
               Rata-rata skor                          17,5                   17,8
Keterangan: Data selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 33
                   Dari Tabel 8 di atas dapat diketahui bahwa kemampuan kelompok
         pada saat presentasi lisan pada materi sistem pernapasan dan ekskresi
         termasuk kriteria tinggi yaitu mencapai skor 17,5 dan 17,8.
      b) Revisi II
                   Revisi ini dilakukan berdasarkan dari analisis data hasil uji coba yang
          telah dilakukan.
      c) Penilaian pakar terhadap bahan ajar
                   Penilaian bahan ajar oleh pakar atau praktisi yang mengacu pada
         deskripsi butir-butir instrumen penilaian buku teks biologi yang dikeluarkan
         oleh BSNP. Pakar atau praktisi ini meliputi dosen dan                  guru yang
         berkompeten dalam bidang biologi, bahasa dan disain grafis.
                     Dari hasil revisi II, kemudian bahan ajar tersebut diuji kesesuaiannya
         dengan standar bahan ajar dari BSNP yang dilakukan oleh pakar/ praktisi.
         Pakar/ praktisi ini meliputi dosen dan guru yang berkompeten dalam bidang
         biologi, bahasa dan desain grafis. Lembar penilaian ini disusun berdasarkan
         butir-butir instrumen penilaian buku ajar biologi yang dikeluarkan oleh Badan
         Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Hasil dari penilaian pakar dapat dilihat
         pada Tabel berikut:
         Tabel 9      Rekapitulasi rata-rata hasil penilaian pakar terhadap bahan ajar
          No            Komponen                 Persentase (%)      Kriteria (*)
          1    Kelayakan Isi                         86.67        Sangat sesuai
          2    Kebahasaan                            81.67        Sesuai
          3    Penyajian                             86.56        Sangat sesuai
          4    Rata-rata                             84.97        Sangat sesuai
         (*) sesuai dengan standar buku ajar menurut BSNP
         Keterangan: Data selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 27
                Berdasarkan tabel rekapitulasi hasil penilaian pakar terhadap bahan
         ajar yang telah dikembangkan dapat diketahui bahwa bahan ajar tersebut


                                              liv
      sudah sesuai dengan standar buku ajar menurut Badan Standar Nasional
      Pendidikan (BSNP) dengan rata-rata persentse penilaian pakar sebesar
      84,97%. Penilaian pakar ini meliputi tiga komponen yang meliputi komponen
      kelayakan isi, komponen kebahasaan dan komponen penyajian dengan
      persentase penilaian pakar berturut-turut sebesar 86.67%, 81.67%, dan
      86.56%.

   d) Revisi III
      Revisi ini dilakukan berdasarkan dari hasil penilaian oleh pakar atau praktisi.
   e) Hasil akhir
      Hasil akhir ini berupa bahan ajar dari hasil revisi III dan siap diterapkan pada
      pembelajaran.
B. Pembahasan
           Penelitian pengembangan bahan ajar materi struktur fungsi organ

  manusia dan hewan dengan pendekatan jelajah alam sekitar (JAS) ini telah

  dilaksanakan melalui 2 tahap yaitu tahap persiapan dan tahap pelaksanaan. Data

  yang dibahas hanya data yang diperoleh pada tahap pelaksanaan. Pada tahap

  pelaksanaan ini didapat berbagai data yang berasal dari uji coba dan penilaian

  pakar terhadap pengembangan dan penerapan bahan ajar. Pembahasan

  selengkapnya dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. Hasil tanggapan guru terhadap pengembangan dan penerapan bahan ajar

             Dari analisis hasil tanggapan guru yang telah diperoleh dapat
      diketahui bahwa bahan ajar materi struktur fungsi organ manusia dan hewan
      yang dikembangkan dengan pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS)
      merupakan suatu bahan ajar yang baik dan dapat diterapkan dalam
      pembelajaran. Ini dapat dilihat pada rata-rata persentase tanggapan guru yang
      menjawab “Ya” di tiap aspek atau syarat.
             Persentase tanggapan guru yang menjawab “Ya” pada syarat atau
      aspek didaktik dapat dilihat pada Tabel 1. Syarat didaktik ini merupakan
      syarat yang menekankan pada asas belajar mengajar yang efektif. Rata-rata
      persentase tanggapan guru tiap aspek dalam bahan ajar (diktat, LKS dan
      LDS) juga berbeda-beda.


                                        lv
       Pada syarat didaktik pertama yaitu syarat yang menunjukkan bahwa
bahan ajar sudah memperhatikan adanya tingkat perkembangan dan unsur
perbedaan individual peserta didik. Syarat ini belum mendapatkan persentase
maksimal karena menurut guru diktat tersebut belum sepenuhnya
memperhatikan tingkat perkembangan dan unsur perbedaan yang ada pada
diri peserta didik. Menurut guru yang memberi tanggapan “Ya” pada syarat
ini, bahan ajar tersebut sudah memperhatikan tingkat perkembangan peserta
didik karena materi yang ada di dalamnya sudah disusun dan disesuaikan
dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang ada pada silabus.
Unsur perbedaan individu pada peserta didik juga sudah diperhatikan karena
LDS dan LKS tersebut digunakan dan dikerjakan secara berkelompok dan
tiap kelompok disusun secara heterogen sehinggga diharapkan ada kerjasama
dan diskusi antar siswa di tiap kelompok.
       Dalam hal ini Darmojo dan Kaligis (1994) menyebutkan bahwa bahan
ajar (LKS) yang baik haruslah memenuhi berbagai persyaratan yang salah
satunya adalah syarat didaktik. Syarat didaktik ini antara lain: a)
memperhatikan adanya perbedaan individual; b) menekankan pada proses
untuk menemukan konsep-konsep; c) memiliki variasi stimulus melalui
berbagai media dan kegiatan siswa; d) dapat mengembangkan kemampuan
komunikasi sosial, emosional, moral, dan estetika pada diri siswa; e)
pengalaman belajarnya ditentukan oleh tujuan pengembangan pribadi siswa.
       Syarat didaktik yang kedua dan ketiga juga mendapatkan persentase
tanggapan guru yang berbeda. Menurut guru, ketiga bahan ajar tersebut
secara umum sudah mampu menunjang dan mengembangkan kemampuan
komunikasi sosial, emosional, moral dan estetika pada diri peserta didik
karena dalam bahan ajar tersebut terdapat berbagai informasi dan kegiatan
yang menunjang kemampuan-kemampuan tersebut. Kegiatan tersebut seperti
praktikum pembedahan hewan, observasi ke lapangan, peyusunan laporan,
diskusi serta persentasi kelas dari hasil praktikum dan observasi yang telah
dilakukan.
       Syarat ketiga berkenaan dengan kemampuan bahan ajar yang mampu
membantu peserta didik dalam memahami dan menemukan konsep-konsep
materi. Menurut tanggapapan guru bahan ajar sudah mampu membantu
peserta didik dalam memahami materi karena cakupan materi dalam bahan


                                 lvi
ajar sudah sesuai dengan SK KD dan disajikan secara menarik. Selain itu
bahan ajar juga dilengkapi dengan gambar dan informasi tambahan yang
semakin membantu peserta didik dalam mempelajari materi yang diberikan.
Kegiatan praktikum dan tugas-tugas yang ada dalam LKS juga sangat
membantu peserta didik dalam memahami atau bahkan menemukan konsep-
konsep materi yang diajarkan oleh guru.
       Syarat didaktik kedua dan ketiga pada bahan ajar yang disusun
menunjukkan bahwa apa yang disusun dalam bahan ajar ini sesuai dengan
yang diinginkan Depdiknas (2008) yang menyatakan bahwa suatu bahan ajar
haruslah mampu membantu peserta didik dalam memahami atau bahkan
menemukan konsep materi yang diajarkan sesuai dengan manfaat penyusunan
suatu bahan ajar bagi siswa yaitu kegiatan pembelajaran menjadi lebih
menarik, kesempatan untuk belajar secara mandiri dan mengurangi
ketergantungan terhadap kehadiran guru. Selain itu dengan adanya
penyusunan bahan ajar siswa mendapatkan kemudahan dalam mempelajari
setiap kompetensi yang harus dikuasainya.
       Syarat keempat atau terakhir dari aspek didaktik juga mendapatkan
tanggapan yang berbeda-beda dari para guru. Ini bisa dilihat pada Tabel 2.
Menurut guru yang memberikan tanggapan “Ya” pada syarat keempat ini
bahwa dalam ketiga bahan ajar tersebut terdapat informasi dan kegiatan yang
mampu menunjang suatu pembelajaaran yang aktif dan efektif. Kegiatan
tersebut berupa kegiatan praktikum pembedahan hewan yang bertujuan untuk
mengetahui struktur, letak dan jenis organ pernapasan pada hewan coba.
Dengan mengamati organ-organ tersebut secara langsung diharapkan dapat
menjadikan informasi yang didapat peserta didik akan lebih mudah diingat.
Hasil di atas sesuai dengan salah satu syarat bahan ajar yang baik karena
menurut Darmojo dan Kaligis (1994) bahan ajar (LKS) sebagai salah satu
bentuk sarana berlangsungnya proses belajar-mengajar haruslah memenuhi
persyaratan didaktik, artinya suatu LKS harus mengikuti asas belajar-
mengajar yang efektif. Selain itu, kriteria buku ajar yang berkualitas menurut
Tarigan dan Tarigan (1986) yaitu: 1) menarik minat baca yang
mempergunakannya, 2) mampu memberi motivasi kepada para pemakainya,
3) Membuat ilustrasi yang menarik penggunanya, 4) mempertimbangkan
aspek linguistik sehingga sesuai dengan kemampuan para pemakainya, 5) isi


                                 lvii
buku harus berhubungan erat dengan pelajaran-pelajaran lainnya, 6) dapat
merangsang aktivitas-aktivitas pribadi para pemakainya.
        Aspek konstruksi dan aspek teknis mendapatkan persentase maksimal
dari para guru. Dari isi (content) menunjukkan bahwa isi materinya sudah
kompeten atau sudah sesuai standar kompetensi dan kompetensi dasar dan
dikemas dengan bahasa yang mudah dimengerti. Menurut Tarigan dan
Tarigan (1986) bahasa buku harus baik dan benar, sesuai dengan taraf
pembacanya serta komunikatif. Penggunaan bahasa dalam buku pelajaran
harus sesuai dengan bahasa siswa, kalimat-kalimatnya efektif, terhindar dari
makna ganda, sederhana, sopan dan menarik sehingga pembaca dapat dengan
mudah memahami informasi yang ingin disampaikan dalam buku tersebut.

       Selain itu bahan ajar tersebut juga dilengkapi dengan gambar-gambar
sebagai penjelas sehingga mampu membantu guru dalam menyampaikan
materi. Namun dari syarat konstruksi atau syarat yang berkenaan dengan
penggunaan bahasa, susunan kalimat, kosakata dan lain-lain masih ada yang
kurang yaitu masih adanya kosakata yang tidak sesuai dan bermakna ganda.
Selain itu juga terdapat gambar yang kurang jelas. Kurang jelasnya gambar
ini disebabkan karena kekurangsempurnaan dalam hal pencetakan sehingga
diperlukan kualitas pencetakan yang lebih maksimal agar gambar terlihat
lebih jelas dan tidak kabur.
       Berdasarkan ketiga aspek atau syarat-syarat di atas, maka bahan ajar
tersebut sudah termasuk bahan ajar yang baik karena menurut Darmojo dan
Kaligis (1994), LKS atau bahan ajar yang baik haruslah memenuhi berbagai
persyaratan yaitu syarat didaktik, syarat konstruksi, dan syarat teknis.
       Selain ketiga syarat di atas, masih terdapat satu syarat yaitu syarat
fungsional yang berkenaan dengan fungsi atau kegunaan dan kontinuitas
bahan ajar dalam kegiatan pembelajaran. Rata-rata persentase tanggapan guru
yang menjawab “Ya” pada syarat atau aspek fungsional sangat tinggi seperti
pada tabel 1. namun pada syarat fungsional juga mendapatkan tanggapan
yang berbeda dari para guru. Pada syarat yang kedua misalnya, ketiga bahan
ajar belum mendapatkan persentase maksimal.
       Menurut pendapat para guru, bahan ajar tersebut sudah mampu
mempermudah atau membantu peserta didik dalam memahami materi yang



                                  lviii
   disampaikan guru karena bahan ajar yang diberikan kepada peserta didik
   dapat menambah referensi dilengkapi dengan kegiatan-kegiatan praktikum
   dan observasi yang mampu memberikan pengalaman belajar yang menarik
   dan menyenangkan serta merupakan hal-hal yang baru karena belum pernah
   mereka lakukan sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa bahan ajar mampu
   membantu guru dan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran.
           Unsur-unsur pendekatan JAS juga sudah termuat dalam ketiga bahan
   ajar dengan persentase tanggapan guru cukup besar. Unsur-unsur tersebut
   nampak pada bahan ajar atau berbagai kegiatan dan tugas yang ada dalam
   LKS yang menuntut peserta didik untuk selalu mengaitkan materi
   pembelajaran dengan alam sekitar secara langsung maupun menggunakan
   media. Kegiatan pembedahan hewan juga tidak terlepas dari kegiatan
   pengamatan, penjelasan dan pelaporan baik secara lisan, tulisan maupun
   audiovisual. Namun terkadang unsur-unsur tersebut masih kurang sistematis
   (singkat dan padat) dalam hal penyusunannya, sehingga unsur-unsur tersebut
   perlu disusun dengan lebih singkat, padat dan komunikatif agar lebih mudah
   dalam mempelajarinya. Dalam hal kontinuitas, ketiga bahan ajar juga bisa
   digunakan untuk pembelajaran pada materi yang sejenis.

           Hasil di atas sejalan dengan pendapat Kukuh Santosa dalam Marianti
   (2005) yang menyebutkan bahwa ciri-ciri yang ada dalam kegiatan
   pembelajaran JAS antara lain:a) selalu dikaitkan dengan alam sekitar secara
   langsung, tidak langsung, maupun menggunakan media; b) selalu ada
   kegiatan berupa peramalan, pengamatan dan penjelasan; c) ada laporan untuk
   dikomunikasikan baik secara lisan, tulisan, gambar, foto atau audiovisual.

2. Hasil tanggapan peserta didik terhadap pengembangan dan penerapan bahan
   ajar

           Berdasarkan análisis hasil tanggapan peserta didik terhadap
   pengembangan dan penerapan bahan ajar dapat diketahui bahwa, bahan ajar
   materi struktur fungsi organ manusia dan hewan dengan pendekatan JAS
   termasuk dalam kriteria baik. Hal ini terlihat dari persentase pada Tabel 2.
   Peserta didik menganggap bahan ajar pada ketiga materi yaitu sistem
   pernapasan, sistem ekskresi, dan sistem regulasi termasuk kriteria baik dan
   sangat baik.


                                     lix
            Persentase tanggapan peserta didik tersebut juga didukung dengan
    komentar-komentar peserta didik yang termuat dalam angket. Menurut
    komentar peserta didik menyebutkan bahwa bahan ajar ini merupakan suatu
    hal yang baru dan menarik serta dapat menambah referensi belajar karena
    bahan ajar dilengkapi dengan gambar-gambar yang menarik serta isi
    materinya mudah dipahami. Dalam bahan ajar juga dilengkapi dengan
    kegiatan-kegiatan praktikum dan observasi yang mampu memberikan
    pengalaman belajar yang menarik dan menyenangkan serta merupakan hal-
    hal yang baru karena belum pernah mereka lakukan sebelumnya.

            Tanggapan dari peserta didik tersebut sesuai dengan manfaat dari
    penyusunan suatu bahan ajar karena dapat membantu peserta didik dalam
    mempelajari suatu materi dengan lebih mudah dan memberikan pengalaman
    baru bagi mereka. Manfaat penyusunan bahan ajar bagi siswa yaitu kegiatan
    pembelajaran menjadi lebih menarik, kesempatan untuk belajar secara
    mandiri dan mengurangi ketergantungan terhadap kehadiran guru. Selain itu
    dengan adanya penyusunan bahan ajar siswa mendapatkan kemudahan dalam
    mempelajari setiap kompetensi yang harus dikuasainya (Depdiknas 2008).

            Hasil angket tersebut menunjukkan bahwa bahan ajar materi struktur
    fungsi organ manusia dan hewan dengan pendekatan JAS termasuk baik dan
    dapat diterapkan dalam pembelajaran.

3. Hasil belajar peserta didik

           Pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS) merupakan pendekatan yang
    menekankan pada kegiatan pembelajaran yang dikaitkan dengan situasi nyata
    atau alam sekitar, baik secara langsung, tidak langsung, maupun
    menggunakan media (Ridlo 2005). Dalam suatu kegiatan pembelajaran,
    bahan ajar (materi pembelajaran) merupakan salah satu komponen sistem
    pembelajaran yang memegang peranan penting dalam membantu siswa
    mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar yang telah ditentukan.
    Sehingga untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan, diperlukan
    suatu bahan ajar yang sesuai dengan pendekatan atau desain pembelajaran
    yang digunakan.




                                    lx
       Bahan ajar yang sesuai dengan pendekatan Jelajah Alam Sekitar
(JAS) adalah bahan ajar yang di dalamnya berisikan karakteristik atau ciri
khas dari pendekatan JAS yaitu pendekatan pembelajaran yang menggunakan
alam sekitar sebagai sumber belajar atau dengan mengajak subjek didik
mengeksplorasi lingkungan untuk mencapai kecakapan kognitif, afektif, dan
psikomotoriknya,    sehingga   dapat   memiliki    penguasaan     ilmu   dan
keterampilan, penguasaan berkarya, penguasaan mensikapi dan penguasaan
bermasyarakat.

       Untuk memudahkan siswa dalam memahami materi pelajaran, guru
hendaknya mampu memilih media pengajaran yang tepat. Salah satu media
pengajaran dan sekaligus sumber belajar bagi siswa dan guru adalah buku
pelajaran atau buku ajar. Buku ajar merupakan media instruksional yang
dominan peranannya di kelas (Patrick dalam Supriadi 2001), dan bagian
sentral dalam suatu sistem pendidikan (Altbach et al dalam Supriadi 2001).
Buku merupakan alat penting untuk menyampaikan materi pembelajaran,
oleh karena itu buku pelajaran menduduki peranan sentral pada semua tingkat
pendidikan (Lockeed dan Verspoor dalam Supriadi 2001). Dengan demikian
peranan buku ajar dalam kegiatan belajar mengajar sangat penting sehingga
merupakan faktor pendukung tercapainya suatu tujuan pembelajaran.
       Ketercapaian tujuan pembelajaran dapat dilihat dari hasil belajar
peserta didik setelah mengikuti kegiatan pembelajaran. Seperti yang ada pada
Tabel 2 yaitu rekapitulasi nilai hasil belajar peserta didik. Secara klasikal
hasil belajar peserta didik sudah baik yaitu mencapai ketuntasan 100 %. Dari
keseluruhan jumlah peserta didik dalam satu kelas yaitu 37 orang,
kesemuanya masuk kategori tuntas yaitu sesuai dengan Kriteria Ketuntasan
Minimum (KKM) mata pelajaran biologi di SMA Negeri 1 Semarang.
       Hal di atas menunjukkan bahwa bahan ajar yang disusun berdasarkan
pendekatan JAS dapat membantu peserta didik untuk belajar materi struktur,
fungsi organ manusia dan hewan secara optimal, karena penggunaan bahan
ajar dengan pendekatan JAS dimaksudkan untuk membantu peserta didik
dalam memahami materi pembelajaran dengan lebih mudah dengan
mendekatkan materi pembelajaran ke arah yang lebih konkrit, sesuai dengan
karakteristik JAS yaitu pembelajaran yang dikaitkan dengan situasi nyata



                                 lxi
yang pada akhirnya tercapai tujuan pembelajaran yang diinginkan.
         Hasil belajar yang diperoleh peserta didik tersebut       menunjukkan
bahwa dengan bahan ajar yang disusun berdasarkan pendekatan JAS telah
mampu mendekatkan materi pembelajaran ke arah yang lebih konkrit
sehingga mempermudah peserta didik dalam memahami materi. Menurut
Sudjana (1998), ada banyak keuntungan yang diperoleh dari kegiatan
mempelajari lingkungan dalam proses belajar mengajar antara lain kegiatan
belajar mengajar menjadi lebih menarik dan tidak membosankan sehingga
motivasi belajar siswa akan lebih tinggi serta hakekat belajar akan lebih
bermakna sebab siswa diahadapkan dengan situasi dan keadaan yang
sebenarnya atau bersifat alami.

         Selain itu, Tri Widodo yang diacu dalam Fatmawati (2008)
menyebutkan buku pada hakekatnya merupakan sarana komunikasi tulis yang
mendokumentasikan        sekaligus    menyampaikan     informasi   yang    dapat
memperkaya pengetahuan dan pengalaman pembacanya serta dijadikan acuan
dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Buku ajar yang
digunakan hendaknya dapat menunjang peningkatan hasil belajar. Hal ini
sesuai dengan keunggulan buku ajar sebagai sumber informasi, mampu
memberikan rangsangan selama dibutuhkan, menyajikan materi tertentu dan
dapat mempengaruhi sikap pembaca. Buku ajar dapat dibaca kapanpun,
dimanapun, praktis dibawa kemana-mana dan dapat dimanfaatkan sepanjang
hayat.

         Secara umum dilihat dari nilai hasil belajar, bahan ajar materi struktur
fungsi organ manusia dan hewan yang telah dikembangkan dengan
pendekatan JAS tersebut sudah baik. Karena dapat membantu peserta didik
dalam menguasai konsep-konsep materi pembelajaran yang diajarkan. Selain
menarik dan cakupan materinya yang lengkap, bahan ajar juga dilengkapi
gambar-gambar penjelas serta berbagai point plus yang mampu mendorong
peserta didik untuk membaca dan mempelajarinya serta adanya lembar
kegiatan praktikum dan tugas eksplorasi lingkungan sekitar yang melibatkan
pengalaman sehari-hari serta pembuatan peta konsep yang menguji seberapa
jauh tingkat pemahaman peserta didik.




                                     lxii
4. Hasil observasi aktivitas peserta didik

             Pengamatan terhadap keaktifan peserta didik digunakan untuk
    mengukur keterlibatan peserta didik selama pembelajaran. Pengamatan
    aktivitas peserta didik meliputi empat tahap, yaitu aktivitas saat praktikum
    pembedahan hewan, aktivitas saat melihat tayangan VCD Interaktif , aktivitas
    saat diskusi kelompok setelah melihat tayangan VCD Interaktif dan aktivitas
    saat presentasi lisan.

             Aktivitas peserta didik saat melakukan praktikum meliputi observasi
    kemampuan peserta didik dan observasi kinerja kelompok dalam kegiatan
    praktikum pembedahan marmut dan katak. Dari tabel 4 dapat diketahui
    bahwa sebagian besar peserta didik dalam praktikum pembedahan marmut
    dan katak termasuk kriteria kemampuan tinggi, sedangakan sebagian kecil
    termasuk dalam kriteria kemampuan sedang. Ini menunjukkan bahwa tiap
    peserta didik sudah siap dalam melakukan kegiatan praktikum.

             Kesiapan dan kemampuan peserta didik dalam melakukan kegiatan
    praktikum sangat diperlukan dalam kegiatan pembelajaran. Proses belajar
    tidak mungkin terjadi tanpa adanya aktivitas. Oleh karena itu, aktivitas
    merupakan prinsip atau asas yang sangat penting di dalam interaksi belajar-
    mengajar. Seperti pembelajaran dalam lingkup Ilmu Bumi atau Alam,
    pengetahuan akan diperoleh dengan baik, jika seseorang melakuan
    pengamatan sendiri, pengalaman sendiri, pengamatan sendiri, penyelidikan
    sendiri, dengan bekerja sendiri, dan dengan fasilitas yang diciptakan sendiri,
    baik secara rohani maupun teknis (Sardiman 2007).

             Dari Tabel 5 dapat diketahui bahwa dalam praktikum pembedahan
    marmut dan katak, semua peserta didik termasuk dalam kriteria kinerja
    tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa peserta didik antusias mengikuti kegiatan
    praktikum pembedahan hewan marmut dan katak. Menurut Slameto (1995),
    ada beberapa prinsip dalam pembelajaran biologi agar tercapai tujuan
    pembelajaran yang diharapkan. Salah satu prinsip tersebut adalah prinsip
    keterlibatan.   Pengajaran IPA khususnya biologi tidak dapat dilakukan
    dengan    ceramah        saja   melainkan   harus   melibatkan   siswa   dalam
    mempelajarinya. Pelajaran biologi akan lebih menarik apabila siswa ikut
    terlibat dalam peristiwa belajar.

                                        lxiii
        Komentar peserta didik yang tertera dalam angket menyebutkan
bahwa    kegiatan praktikum pembedahan yang dilaksanakan merupakan
kegiatan yang jarang mereka lakukan dan merupakan suatu hal yang baru
bagi mereka. Kegiatan praktikum pembedahan organ pernapasan pada hewan
marmut dan katak ini dimaksudkan untuk mengajak peserta didik belajar
suatu materi dari kegiatan yang bersifat nyata sehingga peserta didik dapat
melihat objek belajar secara langsung. Pembelajaran yang mengajak peserta
didik mempelajari hal-hal nyata merupakan salah satu unsur dari
pembelajaran dengan pendekatan JAS.
        Dengan demikian pembelajaran yang terjadi diharapkan tidak lagi
bersifat teacher oriented karena menurut Yusuf (2005) juga menyebutkan
bahwa pembelajaran Ilmu Alam termasuk di dalamnya Biologi lebih
menekankan pada pendekatan keterampilan proses sehingga dalam
pembelajaran siswa dituntut untuk terlibat secara aktif sehingga hal ini akan
berpengaruh positif terhadap kualitas maupun produk pendidikan.
        Berdasarkan Tabel 6 dapat terlihat bahwa terjadi peningkatan
aktivitas pada saat melihat tayangan VCD Interaktif. Hal ini terlihat bahwa
persentase aktivitas pada awal pembelajaran materi sistem pernapasan
sampai materi sistem regulasi semakin meningkat. Peningkatan aktivitas
pada saat melihat tayangan VCD Interaktif ini memang sesuai dengan yang
diharapkan pada penelitian ini, karena pendekatan Jelajah Alam Sekitar
(JAS) menekankan pembelajaran yang dikaitkan dengan situasi nyata,
sehingga peserta didik dapat lebih membuka wawasan berpikir yang beragam
dan juga memungkinkan peserta didik dapat mempelajari berbagai konsep
dan cara mengkaitkan dengan kehidupan nyata (Ridlo 2005).
        Persentase aktivitas peseta didik pada saat diskusi kelompok juga
terlihat terjadi peningkatan walaupun tidak signifikan, karena pada
pembelajaran materi sistem regulasi terjadi sedikit penurunan aktivitas.
Berdasarkan Tabel 7 terlihat bahwa aktivitas yang mendukung mendapatkan
persentase yang semakin meningkat sedangkan persentase aktivitas yang
tidak mendukung semakin menurun.
        Aktivitas peserta didik yang mendukung pada saat diskusi kelompok
meliputi kerjasama dalam kelompok, berpartisipasi aktif dalam memecahkan
masalah, aktif dalam menyampaikan pertanyaan dan aktif memberikan


                                lxiv
    pendapat yang sesuai dengan materi yang dibahas. Tiap aspek juga
    mendapatkan presentase yang berbeda-beda karena tiap kelompok terdiri dari
    individu-individu yang berbeda dengan aktivitas yang berbeda-beda juga.
    Sebagian besar kelompok sangat aktif dalam melakukan diskusi karena
    mereka      sangat antusias dalam mempresentasikan dan mempertahankan
    makalah dan laporan observasi yang telah mereka buat.
               Dari Tabel 8 dapat diketahui bahwa kemampuan kelompok pada saat
    presentasi lisan pada materi sistem pernapasan dan ekskresi termasuk kriteria
    tinggi. Setiap kelompok sangat antusias dalam kegiatan diskusi. Dalam
    kegiatan diskusi tersebut, setiap kelompok diminta untuk mempresentasikan
    secara lisan tiap-tiap makalah yang telah mereka buat. Makalah tersebut
    mereka buat berdasarkan observasi yang telah mereka lakukan ke berbagai
    tempat yang berhubungan dengan materi yang sedang dipelajari. Kegiatan
    observasi dan pembuatan makalah tersebut dimaksudkan untuk mengajak
    peserta didik belajar secara langsung dari objek yang ada di sekitar mereka
    serta belajar membuat makalah sebagai laporan observasi yang telah mereka
    lakukan.
5. Hasil penilaian pakar terhadap pengembangan bahan ajar

           Pakar atau ahli bidang studi penting digunakan sebagai sumber bahan
   ajar. Pakar tadi dapat dimintai konsultasi mengenai kebenaran materi atau
   bahan ajar, ruang lingkup, kedalaman, urutan, dan sebagainya (Anonim
   2006c). Dalam penelitian ini, bahan ajar dimintakan penilaian kepada para
   pakar untuk dinilai komponen-komponen yang ada di dalamnya. Pakar atau
   praktisi ini terdiri dari dosen biologi, dosen bahasa, dosen desain grafis dan
   guru biologi. Data penilaian ini diambil menggunakan lembar penilaian yang
   disusun berdasarkan butir-butir penilaian buku ajar dari BSNP.

           Menurut Supriadi (2001) ada beberapa aspek isi atau materi pada
   penilaian buku pelajaran yang perlu diperhatikaan yaitu: a) memuat sekurang-
   kurangnya bahan pelajaran minimal yang bersangkutan untuk masing-masing
   tingkat; b) penyajian materi harus konsisten dengan bidang ilmu yang sejenis
   untuk tingkat pendidikan yang sama; c) cakupan materi pelajaran harus
   relevan dengan lingkup dan urutan materi yang tercantum dalam kurikulum;
   d) benar ditinjau dari segi ilmu pengetahuan yang bersangkutan dan


                                     lxv
perundang-undangan yan berlaku; e) sesuai dengan perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi; f) pertanyaan harus disesuaikan dengan informasi
dan contoh (dengan/ tanpa jawaban) yang dirancang untuk membantu proses
pembelajaran dan tes kemajuan siswa; g) informasi dari sumber lain harus
disertai penjelasan; h) untuk bagian akhir isi buku harus disertai indeks dan
daftar yang dianggap perlu; dan i) wajib mencantumkan daftar pustaka.

       Berdasarkan tabel rekapitulasi hasil penilaian pakar terhadap bahan
ajar yang telah dikembangkan dapat diketahui bahwa bahan ajar tersebut
sudah sesuai dengan standar buku ajar menurut Badan Standar Nasional
Pendidikan (BSNP). Penilaian pakar ini meliputi tiga komponen yang
meliputi komponen kelayakan isi, komponen kebahasaan dan komponen
penyajian’

       Komponen pertama adalah komponen kelayakan isi yang terdiri dari 8
aspek yaitu a) aspek cakupan materi; b) akurasi materi; c) kemutakhiran;
d) mengandung wawasan produktivitas; e) merangsang keingintahuan; f)
mengembangkan       kecakapan    hidup;    g)   mengembangkan       wawasan
kebhinekaan; dan h) mengandung wawasan kontekstual. Materi yang
disajikan minimal mencerminkan jabaran substansi materi yang terkandung
dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar.

       Menurut penilaian para pakar bidang biologi, aspek akurasi materi
yang menyangkut kebenaran konsep masih terdapat beberapa kesalahan yang
harus diperbaiki. Konsep yang disajikan seharusnya tidak menimbulkan
banyak tafsir dan sesuai dengan definisi yang berlaku dalam bidang biologi.
Supriadi (2001) dalam bukunya menyebutkan bahwa aspek isi/ materi pada
penilaian buku pelajaran antara lain yaitu: benar ditinjau dari segi ilmu
penghetahuan yang bersangkutan dan perundang-undangan yang berlaku,
serta sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Oleh
karena itu, kebenaran dan kesesuaian konsep yang salah perlu dibetulkan dan
disesuaikan dengan perkambangan zaman.

       Komponen kedua adalah kebahasaan. Komponen ini terdiri dari 7
aspek yaitu a) aspek kesesuaian dengan perkembangan peserta didik; b)
komunikatif; c) dialogis dan interaktif; d) lugas; e) koherensi dan keruntutan



                                 lxvi
alur pikir; f) kesesuaian dengan kaidah bahasa Indonesia yang benar; g) serta
aspek penggunaan istilah dan simbol atau lambang.

       Menurut penilaian pakar, komponen ini juga terdapat beberapa
kesalahan yang menyangkut ketepatan struktur kalimat, kebakuan istilah,
ketepatan tata bahasa dan ketetapan ejaan. Kalimat yang dipakai harus
mewakili isi pesan yang disampaikan dan mengikuti tata kalimat yang benar
dalam Bahasa Indonesia. Istilah yang dipakai juga harus sesuai dengan
Kamus Besar Bahasa Indonesia dan atau istilah teknis ilmu pengetahuan yang
disepakati. Selain itu, ejaan yang digunakan juga harus mengacu pada
pedoman Ejaan Yang Disempurnaan.

       Hal di atas sesuai dengan aspek-aspek bahasa yang diperlukan dalam
suatu bahan ajar menurut Supriadi (2001) yaitu: a) menggunakan bahasa
Indonesia yang baik dan benar, b) bahasa yang digunakan dalam buku harus
relevan dengan pemakai, mudah dipahami, sesuai dengan kemampuan bahasa
dalam hal kosa kata, struktur kalimat dan pengaturan alinea, c) menggunakan
bahasa yang mampu meningkatkan kematangan dan perkembangan siswa, d)
menggunakan kalimat yang sesuai dengan tingkat kematangan dan
perkembangan siswa, e) berkenaan dengan pengalihan huruf harus
menggunakan transliterasi yang dibakukan.

       Komponen ketiga adalah komponen penyajian yang terdiri dari 3
aspek yaitu a) teknik penyajian; b) pendukung penyajian materi; dan c)
penyajian pembelajaran. Komponen ini berhubungan dengan penyajian dan
pemakaian buku ajar dalam kegiatan pembelajaran.

       Selain dari ketiga komponen di atas, masih terdapat satu komponen
lagi yaitu komponen kegrafikan. Komponen ini berhubungan dengan aspek
lay out, kejelasan gambar dan tulisan, kesesuaian dalam pemilihan huruf,
ilustrasi dan format. Menurut penilaian pakar bidang desain grafis, komponen
ini juga tidak terlepas dari adanya kekurangan dan kesalahan. Kesalahan ini
umumnya terdapat pada gambar dan teks yang meliputi kejelasan, letak,
ukuran dan berbagai efek dalam editing. Penggunaan efek editing pada
beberapa gambar masih terlihat dipaksakan seperti pada penggunaan bingkai
gambar. Selain itu juga pada pemilihan warna dalam bahan ajar hendaknya



                                lxvii
memilih warna yang Analogus sehingga akan terlihat lebih serasi dan tidak
kontras.

       Secara umum, bahan ajar yang terdiri dari diktat, LKS dan LDS yang
dikembangkan dengan pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS) sudah baik dan
sesuai dengan standar buku ajar menurut BSNP. Namun berdasarkan
penilaian dari pakar masih terdapat beberapa kekurangan dan kesalahan pada
ketiga komponen yang harus diperbaiki atau direvisi. Hasil dari penilaian
pakar tersebut dijadikan sebagai bahan perbaikan atau revisi III sehingga
menjadi bahan ajar yang siap dipergunakan dalam kegiatan pembelajaran.

           Berdasarkan pembahasan tersebut di atas maka bahan ajar meteri
struktur fungsi organ manusaia dan hewan yang dikembangkan dengan
pendekatan Jelajah Alam Sekitar dapat digunakan dalam kegiatan
pembelajaran karena sudah sesuai dengan standar bahan ajar dari BSNP dan
sudah mampu mencapai tujuan pembelajaran.




                                lxviii
                              BAB V
                        SIMPULAN DAN SARAN
A. Simpulan
       Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan di atas maka dapat
   disimpulkan bahwa:
   1. Bahan ajar materi struktur fungsi organ manusia dan hewan dengan
      pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS) sudah sesuai dengan standar buku
      ajar menurut BSNP dan dapat memenuhi tujuan pembelajaran. Hal
      tersebut dapat dilihat dari penilaian pakar yang meyatakan bahwa bahan
      ajar sesuai dengan standar buku ajar menurut BSNP sebesar 84.97% .

   2. Tanggapan dari guru dan peserta didik tentang pengembangan dan
      penerapan bahan ajar juga menunjukkan bahwa bahan ajar termasuk baik
      dan dapat diterapkan dalam pembelajaran.

   3. Dari hasil belajar peserta didik     menunjukkan 100% peserta didik
      memperoleh nilai ≥ 70 yang artinya telah tuntas belajar dengan nilai rata-
      rata 77, serta aktivitas peserta didik dalam kegiatan pembelajaran
      termasuk dalam kriteria tinggi.

B. Saran
       Berdasarkan simpulan di atas, maka saran yang dapat disampaikan
adalah: kesiapan sekolah khususnya guru perlu ditingkatkan untuk dapat
memaksimalkan pembelajaran dengan pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS).




                                   lxix
                             DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2006a. Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.
      Jakarta: Badan Standar Nasional Pendidikan.

        . 2006b. Instrumen Penilaian Tahap II Buku Teks Biologi SMA/MA.
       www.bsnp_indonesia.org. pada 23 Januari 2008.

       . 2006c. Pedoman Memilih dan Menyusun Bahan Ajar. Jakarta:
      Departemen Pendidikan Nasional.

        . 2008. Pengembangan Bahan Ajar. Sosialaisasi KTSP 2008. Departemen
       Pendidikan Nasional. http://re-searchengines.com/christiana6-04.html.
       Diambil pada 15 November 2008.

Arikunto S. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka
       Cipta.

Darmojo H dan Kaligis R E. 1994. Pendidikan IPA. Jakarta: Dirjen Dikti Depdikbud.

Darsono M; A Sugandhi; Martensi R K; Sutadi, dan Nugroho. 2001. Belajar dan
      Pembelajaran. Semarang: CV. IKIP. Semarang Press.

Fatmawati. 2008. Analisis buku ajar biologi SMP kelas VII yang banyak digunakan
      di SMP se-kabupaten Indramayu. Skripsi. Semarang: Jurusan Biologi FMIPA
      UNNES.

Gafur A. 2004. Pedoman Penyusunan Materi Pembelajaran (Instructional Material.
       Jakarta: Depdiknas.

Jamil A. 2006. Pengembangan bahan ajar elektronik mandiri (self e-learning
      materialas) berbasis web mata kuliah ilmu pengetahuan bumi dan antariksa
      pokok bahasan sistem tata surya. Skripsi. Semarang: Jurusan Fisika FMIPA
      UNNES.

Marianti A. 2005. Jelajah Alam Sekitar (JAS) Suatu Pendekatan dalam
      Pembelajaran Biologi dan Implementasinya. Makalah. Dipresentasikan dalam
      rangka pemilihan dosen teladan UNNES 2005 di UNNES, tanggal 19 Maret
      2005.

Mulyasa E. 2006. Kurikulum Yang Disempurnakan. Bandung: PT Remaja
      Rosdakarya.

Panen dan Purwanto. 1994. Penulisan Bahan Ajar. Jakarta: Dikti Depdikbud.

Ridlo S. 2005. Pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS). Makalah. Dipresentasikan
       pada seminar dan lokakarya pengembangan kurikulum pendidikan biologi
       dengan pendekatan jelajah alam sekitar jurusan biologi FMIPA UNNES
       dalam rangka pelaksanaan PHK A2 di Semarang, tanggal 14-15 februari
       2005.


                                       lxx
Sardiman. 2007. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: PT RajaGrafindo
      Persada.

Saptono S. 2003. Paparan Kuliah Strategi Belajar Mengajar Biologi. Semarang:
      Biologi FMIPA UNNES.

Slameto. 1995. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Asdi
      Mahasatya.

Sudirman. 2007.Model Pelatihan Keterampilan Usaha Terpadu Bagi Petani Sebagai
      Upaya Alih Komoditas. http://www.damandiri.or.id/. Diambil pada 15
      Februari 2008.

Sudjana N. 1998. Media Pembelajaran.Bandung: Remaja Rosdakarya.
        . 2002. Metode Statistik. Bandung: Tarsito.

Sugiyono. 2006. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif
      dan R&D). Bandung: Alfabeta.

Sukmadinata N S. 2006. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Rosda.

Supriadi D. 2001. Anatomi Buku Sekolah di Indonesia. Yogyakarta: Adicita Karya
       Nusa.

Tarigan Djago & HG. Tarigan. 1986. Telaah Buku Teks SMTA. Jakarta: Universitas
       Terbuka.

Tri widodo A. 1993. Tingkat Keterbacaan Teks. Suatu Evaluasi Terhadap Buku Teks
       Ilmu Kimia Kelas 1 SMA. Disertasi. Jakarta: IKIP Jakarta.


Yusuf. 2005. Proses dan Hasil Belajar Biologi Melalui Pembelajaran Kooperatif.
       http://www.damandiri.or.id/file/yusufunsbab2.pdf. diambil pada 4 April 2007.




                                       lxxi

								
To top