Konsep Dasar - DOC

Document Sample
Konsep Dasar - DOC Powered By Docstoc
					A. Konsep Dasar
    Sistem terbagi atas 2 kelompok pendekatan dalam pendefinisian, yaitu penekanan pada
prosedurnya dan penekanan kepada komponen atau elemenya.
Definisi pendekatan sistem pada prosedurnya
Sistem adalah suatu jaringan kerja dan prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul
berasama-sama untuk melakukan sesuatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran
yang tertentu.
Definisi sistem yang lebih menekankan pada elemen atau komponennya
Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan
tertentu.


Bentuk Dasar Suatu Sistem
        Bentuk dasar dari suatu sistem yang sederhana terdiri atas Masukkan (Input),
Pengolahan (Process) dan Keluaran (Output).

                 Input                 Process                    output


Karena dalam konsep tersebut tidak adanya kontrol berkenaan dengan keluaran                  yang
dihasilkan, maka dipelukannya suatu pengendalian agar dapat mengukur dan menghasilkan
suatu keluaran yang berdasarkan standar yang diharapkan.



                 Input                 Process                    output



                                   Pengendalian


B. Karakteristik Sistem
Sebuah objek apapun bentuknya memiliki karakteristik tertentu. Hal ini dapat di artikan sebagai
suatu identitas dari suatu objek yang dimaksud. Begitu pula suatu sistem memiliki sifat-sifat atau
karakteristik, diantaranya :
   Komponen Sistem
    Komponen sistem atau elemen sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian-bagian
    dari sistem. Besar kecilnya suatu istem selalu mengandung komponen-komponen atau
    subsistem-subsistem.setiap subsistem mempunyai sifat-sifat dari sistem untuk menjalakan
    suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan. Suatu sistem
    dapat mempuyai suatu sistem yang lebih besar yang disebut dengan Supra System.
   Batas Sistem (Boundary)
    Merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau
    dengan lingkungan luarnya. Batas suatu sistem menunjukkan suatu ruang lingkup (scope)
    dari sistem tersebut.
   Lingkungan Luar Sistem.(environment)
    Lingkungan luar suatu sistem adalah apapun diluar batas suatu sistem yang mempengaruhi
    operasi sistem. Lingkungan luar sistem dapat merugikan ataupun menguntungkan sisrem
    tersebut.
   Penghubung sistem (Interface)
    Merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem lainnya. Interaksi
    yang terjadi adalah suatu keluaran dari suatu subsistem akan menjadi masukkan untuk
    suatu subsistem lainnya.
   Masukkan sistem (Input)
    Adalah energi yang dimasukkan kedalam sistem yang dapat berupa masukkan perawatan
    (maintenance input) adalah energi yang yang dimasukkan supaya sistem tersebut dapat
    beroperasi dan masukkan sinyal (sinyal input) adalah energi yang diproses untuk didapatkan
    keluaran.
   Pengolah Sistem
    Adalah suatu bagian dari sistem yang bertugas untuk mengolah atau merubah suatu
    masukkan menjadi suatu keluaran.
   Sasaran Sistem
    Suatu sistem mempunyai suatu tujuan (goal) atau sasaran (objective).bila sistem tidak
    mempunyai sasaran, maka sistem tersebut dianggap tidak berguna.
                                              Interface                        Boundary


                              Lingkungan luar                Sub
                                                            Sistem
                                                                               Sub
                                                                              Sistem




                                                           Sub
                                                          Sistem             Sub
                                                                            Sistem




      Input     Pengolah     Output
                                                      Boundary




                                  (Karakteristik suatu sistem)


   Dalam gambar tersebut adanya gambar lingkaran kecil yang diberinama subsistem yang
saling berinteraksi satu dengan yang lainnya. Subsistem itu sendiri adalah sistem di dalam suatu
sistem dalam hal ini adalah sistem berada lebih satu tingkat. Sedangkan gambar lingkaran besar
adalah supersistem, namun istilah dari supersistem itu sendiri biasanya jarang digunakan.
Supersistem itu sendiri adalah bagian dari suatu sistem yang lebih besar.


C. Klasifikasi Sistem
Sistem dapat diklasifikasiakan dari beberapa sudut pandang, diantaranya :
1. Sistem Abstrak (abstract system )dan sistem fisik (physical system)
   Sistem Abstark sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak berwujud secara fisik,
   sedangkan sistem Fisik adalah sistem yang berwujud atau ada secara fisik.
2. Sistem alamiah (natural system) dan sistem buatan manusia (human made system)
   Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, sedangkan sistem buatan
   manusia adalah sistem yang dirancang dan dibangun oleh manusia.
3. Sistem tertentu (deterministic system) dan sistem tak tentu (probalistic system)
   Sistem tertentu beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diperkirakan, sehingga
   interaksi-interaksi di dalam sistem sudanh dapat dideteksi dan diprediksi secara pasti.
    Sedangkan sistem tak tentu adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat
    diprediksi.
4. Sistem tertutup (closed system) dan sistem terbuka (open system)
    Sistem tertutup adalah sistem yang tidak behubungan dan tidak terpengaruh dengan
    lingkungan luarnya. Sistem terbuka sistem yang terbuka dan terpengaruh oleh lingkungan
    luar.


D. Konsep Dasar Informasi
    Informasi merupakan sesuatu yang penting di dalam lingkungan organisasi, tanpa informasi
sebuah organisasi akan terjadi pemunduran dari berbagai unsur-unsur di dalam organisasi
tersebut yang tentu akan mempengaruhi kinerja dari organisasi tersebut. Sistem yang kurang
mendapatkan informasi akan menjadi luruh, kerdil dan akhirnya berakhir. Selain itu, sumber
daya informasi digunakan untuk mencari keuntungan yang cukup signifikan dan berkompetisi
dengan perusahaan lain. Karena dengan adanya informasi, sebuah perusahaan akan selalu
mendapatkan referensi terbaru yang berkembang di masyarakat tentang adanya kebutuhan
ataupun perubahan/peralihan dari kebutuhan masyarakat yang terus berganti.

Pengertian informasi sendiri adalah data yang diolah mejadi bentuk yang lebih berguna dan
menjadi lebih berarti bagi yang menerima informasi

    Sumber informasi adalah data yang merupakan kenyataan yang menggambarkan sesuatu
kejadian-kejadian dan kesatuan nyata, sedangkan kejadian adalah sesuatu yang terjadi pada
saat tertentu.


E. Siklus Informasi
    Data merupakan bentuk yangt belum dapt bercerita banyak, sehingga perlu diolah lebih
lanjut. Data diolah melaui suatu model untuk dihasilkan informasi.

                   Input                  Proses                   Output                  Penerima
                  (Data)                 (Model)               (Information)




                                         Database




                               Data                   Hasil                    Keputusan
                           (Ditangkap)              Tindakan                    Tindakan


                                              (Siklus Informasi)


F. Kualitas Informasi
Kualitas suatu infromasi itu tergantung ke dalam tiga hal, antara lain :
1. Akurat
    Artinya informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bias atau menyesatkan.
2. Tepat pada waktunya
   Informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat, sebab informasi yang usang
   tidak berarti atau sudah tidak mempunyai nilai
3. Relevan
   Artinya informasi tersebut bermanfaat bagai pemakai atau penerima infromasi sesuai dengan
   relevansinya dari suatu informasi.


G. Nilai Informasi
Nilai suatu informasi ditentukan oleh dua hal, yaitu manfaat dan biaya mendapatkannya. Artinya
suatu infromasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya
mendapatkan suatu informasi.
Pemakai informasi
Informasi sangat berguna bagi siapa saja , khususnya dalam suatu lingkungan organisasi,
sehingga dapat saja suatu informasi itu mempengaruhi kineja dalam lingkungan organisasi.
Adapun para pemakai informasi itu sendiri dalam organisasi antara lain :
1. Manajer
2. Non manajer
3. Orang-orang dan organisasi-organisasi dalam lingkungan perusahaan
A. Peranan Sistem Informasi Bagi Manajemen
       Manajemen     membutuhkan       informasi     untuk   mendukung   dalam   pengambilan
keputusan yang akan dilakukan. sumber informasi untuk pengambilan keputusan dapat
berasal dari informasi internal organisasi maupun berasal dari eksternal organisasi.
Kegiatan Manajemen
   Kegiatan manajemen dihubungkan dengan tingkatannya di dalam organisasi, yaitu
kegiatan manajemen tingkat atas, manajemen tingkat menengah, dan manajemen tingkat
bawah adalah berbeda.         Segala kegiatan manajemen di dalam organisasi akan
mempengaruhi pengolahan informasi, karena informasi untuk tiap-tiap tingkatan manajemen
berbeda.    Kegiatan manajemen       untuk       masing-masing   tingkatan manajemen   dapat
dikategorikan sebagai berikut :
1. Perencanaan Strategis (strategy planning), merupakan kegiatan manajemen tingkat atas.
   Perancanaan strategi merupakan proses evaluasi lingkungan luar organisasi, penetapan
   tujuan (goal),organisasi dan penentuan strategi-strategi. Pada dasarnya perencanaan
   strategi meilputi hal-hal sebagai berikut :
      Proses evaluasi lingkungan luar organisasi
       Perngaruh lingkungan luar organisasi dapat berupa kesempatan-kesempatan pasar,
       teknologi, politik, social, persaingan, ekonomi dan lain sebagainya. Lingkungan luar
       dapat mempengaruhi jalannya organisasi, olaeh karena itu manajemen tingkat atas
       harus pandai untuk mengevaluasinya.
      Penetapan tujuan
       Adalah apa yang ingin dicapai oleh organisasi. Tujuan ditetapkan oleh manajemen
       tingkat atas di dalam proses perencanaan strategi yang bersifat jangka panjang.
      Penentuan strategi
       Menentukan tindakan-tindakan yang harus dilakukan organisasi dengan maksud
       untuk mencapai tujuan.
2. Pengendalian manajemen (management control), merupakan kegiatan manajemen
   tingkat menengah.
   Adalah proses untuk menyakinkan bahwa organisasi telah menjalankan strategi yang
   sudah ditetapkan dengan efektif dan efisien. Proses pada bagian ini merupakan
   tingkatan taktik yaitu bagaimana manajemen tingkat menengah menjalankan taktik agar
   perencanaan strategi dapat berhasil atau dalam arti tugas lain adalah tanggungjawabnya
   mengubah rencana strategis menjadi tindakan agar mencapai tujuan. Contoh
   manajemen pada tingkat menengah adalah manajer produksi dan kepala divisi.
3. Pengendalian operasi (Operational control), merupakan kegiatan manajemen tingkat
   bawah.
   Proses untuk meyakinkan bahwa tiap-tiap tugas tertentu telah dilaksanakan dengan
   efektif dan efisien. Pengendalian ini merupakan proses implementasi dari program yang
   telah ditetapkan di pengendalian manajemen.



        Manajemen                              1. Perencanaan jangka panjang dan penentuan strategi
           Atas               1. Pengawasan         2. Analisis Alternatif dan alokasi-alokasi sumber
                                langsung                 daya
                              2. Kaji ulang terperinci     3. Perumusan kebijaksanaan
         Manajemen              dari operasi                    4. Kaji ulang menyeluruh dan evaluasi
          Menengah            3. Pengawasan operasi                5. Penyelesaian masalah-masalah
                              4. Penanganan masalah-masalah             kritis
        Manajemen               personil                                     6. Kegiatan-kegiatan rapat
          Bawah                                                                  dan kepemimpinan




Tipe-Tipe Keputusan Manajemen
       Pengambilan keputusan adalah tindakan manajemen didalam pemilihan alternative
untuk mencapai sasaran. Kegiatan dilaksanakan setelah keputusan diambil. Secara ringkas,
keputusan oleh manajemen dapat dikategorikan kedalam 3 tingkat, yaitu :
1. Keputusan tidak terprogram atau tidak terstruktur
   Keputusan ini bersifat tidak terjadi berulang-ulang atau tidak selalu terjadi dan biasanya
   keputusan ini dilakukan oleh manajemen tingkat atas.
2. Keputusan setengah terstruktur
   Keputusan ini bersifat adalah sebagian yang dapat deprogram, sehingga masih
   membutuhkan pertimbangan-pertimbangan dari si pengambil keputusan.
3. Keputusan terstruktur
   Keputusan ini bersifat berulang-ulang dan rutin, sehingga dapat diprogram, keputusan ini
   terjadi dan dilakukan oleh manajemen tingkat bawah.
       Manajemen                                 1. tidak berulang-ulang
           Atas                                    2. tidak terprogram
                               1. Berulang-ulang 3. Tidak Terstruktur
       Manajemen                2. Terprogram            4. Tidak mudah diprediksi
       Menengah                 3. Terstruktur               5. Informasi tidak
                                4. Mudah Diprediksi               mudah tersedia
       Manjemen                 5. Informasi umumnya mudah
        Bawah                      Tersedia




Tipe Informasi Manajemen
       Untuk tiap-tiap tingkatan manajemen, informasi yang dibutuhkan berbeda. Untuk
manajemen tingkat bawah, tipe informasinya adalah terrinci (detail), karena terutama
digunakan untuk pengendalian informasi. Sedangkan untuk manajemen yang lebih tinggi
tingkatannya, tipe informasinya adalah lebih tersaring (terfilter) atau lebih ringkas.




       Manajemen
         Atas                                                  Tersaring


       Manajemen                       Terrinci
       menengah


       Manajemen
         Bawah


B. Konsep Dasar Organisasi Sistem Informasi
       Organisasi adalah sistem pengaruh-mempengaruhi antara orang dalam kelompok
   kerjasama untuk mencapai suatu tujuan tertentu yang sama. Salah satu aspek
   pengorganisasian adalah menetapkan departemen-departemen. Departemen sebenarnya
   dimaksudkan untuk suatu area yang terpisah atau cabang dari suatu perusahaan. Sedang
   departemen didalam suatu perusahaan menunjukkan hubungan dari suatu jenjang.
   Jenjang departemenisasi dapat berupa dari yang tertinggi yaitu biro sampai bagian
   cabang, seksi, unit dan sub unit.
Alokasi sumberdaya sistem organisasi
Manajemen adalah proses organisasi dalam meraih tujuannya dengan mempekerjakan
berbagai sumberdaya, diantaranya adalah :
Sumberdaya Manusia : adalah orang-orang yang bekerja dalam organisasi dibawah
                            pimpinan manajer.
Sumberdaya Keuangan : adalah sejumlah uang yang dapat digunakan oleh menejer untuk
                              memesan barang an layanan untuk kepentingan organisasi.
Bahan Mentah :                adalah bahan baku yang dapat digunakan langsung oleh
                              proses fabrikasi untuk membentuk produk.
Sumberdaya Modal dan Sarana : adalah mesin-mesin dalam organisasi yang digunakan
                              selama proses fabrikasi.
Sumberdaya Method :           adalah teknologi dan prosedur yang digunakan dalam
                              organisasi yang mempengaruhi kualitas produksi dan efisiensi
                              fabrikasi serta menentukan ketika merancang produk baru.




Konsep dan Fungsi Manajemen
Fungsi maanjemen digunakan sebagai rujukan untuk memahami pengelompokkan aktivitas di
tingkat manajemen. Kelompok aktivitas diuraikan dalam fungsi manajemen dan fungsi
poendukungnya, dimana di dalam masing-masing kelompok terdapat aktivitas yang spesifik.
A. Fungsi dasar manajemen
Terdapat empat fungsi dasar manajemen yang menentukan jalannya proses manajemen, antara
lain :
   Perencanaan; adalah proses memilih misi dan tujuan organisasi serta menentukan aktivitas-
    aktivitas untuk melaksanakan misi dan meraih tujuan tersebut. Hal ini perlu untuk terus
    dikembangkan karena berhubungan dengan strategi untuk memenuhi tujuan spesifik.
   Pengorganisasian; adalah proses membagi-bagi tugas kepada individu atau kelompok di
    dalam   organisasi.   Pengorganisasian dapat   juga   dikatakan   sebagai fungsi untuk
    mendistribusikan wewenang manajer kepada pelaksana tugas.
   Pengarahan atau pelaksanaan; adalah proses pembimbingan aktivitas anggota organisasi
    pada suatu arah tertentu. Tujuan dari pengarahan ini adalah menyalurkan perilaku orang-
    orang dalam organisasi agar sesuai dengan misi dan tujuan organisasi, sedangkan tujuan
    dari pelaksnaan adalah dalam hal pencatatan pelaksanaan kerja diperlukan pencatatan yang
    nantinya berguna untuk evaluasi dalam pengendalian.
   Pengendalian;   merupakan     pengumpulan      informasi   tentang   kinerja   organisasi,
    pembanduingan kinerja organisasi yang sedang berlangsung dengan standar tertentu, serta
    menentukan tindakan koreksi untuk menjaga agar hasil aktivitas selalu sesuai dengan
    rencana.
B. Fungsi Pendukung Manajemen
   Koordinasi dalam manajemen
    Koordinasi adlaah proses komunikasi yang dilakukan terus menerus untuk mencapai tujuan
    organisasi, untuk meletakkan aktivitas agar selalu sesuai pada jalur pencapaian tujuan, serta
    untuk memantau rangkaian keputusan yang telah dilakukan.
   Pengendalian Administrasi
    Untuk menjamin kelengkapan dan konsistensi, organisasi mengumpulkan dokumen-
    dokumen dasar. Seiring dengan perkembangan teknologi, komputer saat ini membawa
    revolusi bagi kendali administrasi. Pengendalian dalam hal ini laporan yang dibutuhkan oleh
    organisasi tentang semua hal yang brguna untuk memonitor apa yang sedang dilakukan oleh
    elemen-elemen organisasi, kapan dan bagaimana caranya.
   Pendelegasian
    Pendelegasian merupakan pendekatan utnuk menyerahkan pekerjaan, wewenang kepda
    orang lain yang mengandung unsur penetapan tanggujawab untuk meyelesaikan suatu tugas
    atau wewenang
   Evaluasi
    Adalah proses yang dilakukan secara hati-hati dengan mengumpulkan dan menganalisis
    informasi dalam rangka proses pengambilan kepuitusan. Evaluasi tersebut diantaranya
    evaluasi aktivitas pemasaran, evaluasi kinerja karyawan dan evaluasi program kerja.
   Kinerja Manajemen
    Mempunyai fokus pada kinerja keseluruhan organisasi, termasuk proses, sunsistem dan
    karyawan.


2. Perusahaan Dalam Lingkungannya
Lingkungan sangat berarti bagi perusahaan, sebab lingkungan adalah alasan utama keberadaan
perusahaan. Pemilik perusahaan melihat perlunya penyediaan barang dan jasa untuk memenuhi
kebutuhan lingkungan tertentu.dan menanamkan modalnya sehingga perusahaan dapat
menjalankan aktivitasnya. Lingkungan kemudian menyediakan sumber daya yang diperlukan
untuk memproduksi barang dan jasa.
a. Elemen-elemen Lingkungan.
Elemen-elemen lingkungan ini adalah organisasi atau individu yang berada di luar perusahaan
dan memiliki pengaruh langsung atau tidak langsung pada perusahaan. Elemen-elemen ini
berada dalam sistem yang lebih luas yang disebut dengan masyarakat.
Elemen-elemen tersebut antara lain :
1. Pemasok; menyediakan material mesin, jasa dan informasi yang digunakan oleh perusahaan
    untuk memproduksi barang dan jasanya yang akan dipasarkan nantinya kepada pelanggan
    perusahaan.
2. Pelanggan; yang mencakup saat ini dan pemakai.
3. Serikat Buruh; adalah organisasi bagi tenaga kerja terampil maupun tenaga kerja tidak
   terampil.
4. Masyarakat keuangan; adalah terdiri dari lembaga-lembaga yang mempengaruhi sumber
   daya uang yang tersedia nagi perusahaan.
5. Pemegang saham atau pemilik saham; adalah orang-orang yang menanamkan modal di
   perusahaan dan mewakili tingkat manajemen tertinggi.
6. Pesaing; mencakup semua organisasi yang bersaing dengan perusahaan di pasaran.
7. Pemerintah; yang berada pada tingkat pusat, daerah dan lokal memberikan batasan-batasan
   dalam bentuk undang-undang dan peraturan, tetapi juga memberikan bantuan dalam bentuk
   pembelian , informasi dan dana.
8. Masyarakat Global; adalah wilayah geografis tempat perusahaan melaksanakan operasinya.
Berikut ini adalah tampilan yang menggambarkan masyarakat di perusahaan :



                              Pemerintah
                                                    Masyarakat
                                                      Global

               Masyarakat
               Keuangan

                                                                    Pelanggan



    Pemasok
                                       Perusahaan
                                                                            Pesaing



                Serikat
                Pekerja                                      Masyarakat
                                                             Keuangan
                                       Pemegang
                                        Saham
1. Konsep Dasar Sistem Informasi
   Informasi merupakan hal terpenting bagi manajemen. Informasi digunakan oleh manajemen
   untuk pengambilan keputusan. Informasi yang diperoleh oleh manajemen dapat berasal dari
   mana saja. Informasi dapat diperoleh berasal dari Sistem informasi atau disebut juga dengan
   Processing System atau Information processing system.
   Berikut ini adalah gambaran umum dari proses system informasi

                            Control of System Performance


      Input of                                                               Output of
        Data                          Processing                            Information
      Resouces                           Data                                 Product



                               Storage of Data Resources

   Pada gambar tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa sebuah system informasi terdiri atas
Input, Process dan output. Pada tahapan proses, adanya hubungan timbale balik antara 2
elemen, yaitu control dari kinerja system dan sumber-sumber penyimpanan data.
   Adapun definisi dari Sistem Informasi menurut Robert A. Leitch dan K. Roscoe Davis adalah
suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi
harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan
menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.
       Dalam pelaksanaannya, system informasi bekerja dan diterapkan disesuaikan dengan
bentuk usahanya dengan tingkat dan kompleksitas yang berbeda. Namun secara umum, bidang
system informasi sedikitnya terdapt 5 area, diantaranya adalah, Foundation Concept
(Berhubungan dengan Pendanaan), Information Technologies (Berhubungan dengan Teknologi),
Bussiness    Application    (Berhubungan    dengan      proses   bisnis),   Development      Processes
(Berhubungan dengan pengembangan system), dan Management Challenges (Berhubungan
dengan proses management)
                                  Management Challenges
   Bussiness Applications
                                                                    Information Technology


                                   Information System


  Development Processes                                              Foundation Concepts
2. Komponen Sistem Informasi
  Sistem Informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebut dengan istilah blok bangunan
  (building block) yang terdiri dari beberapa blok dimana antara satu blok dengan blok yang
  lainnya saling keterkaitan. Blok-blok tersebut yang termasuk komponen sistem informasi
  adalah :
  a. Blok Masukkan
       Merupakan data masukkan yang masuk ke dalam sistem informasi, yang termasuk juga
       atas metode-metode dan media untuk menangkap data yang akan dimasukkan yang
       dapat berupa dokumen dasar.
  b. Blok Model
       Merupakan kombinasi dari prosedur, logika dan model matematik yang akan
       memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara yang sudah
       tertentu untuk menghasilkan suatu keluaran yang diharapkan.
  c. Blok Keluaran
       Merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua
       tingkatan manajemen dalam pengambilan keputusan serta dibutuhkan oleh semua
       pemakai sistem.
  d. Blok Teknologi
       Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyompan dan
       mengakses data dan membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan. Teknologi
       ini terdiri dari 3 bagian, yaiu : Perangkat keras (Hardware), Perangkat Lunak (Software)
       dan Pemakai atau teknisi (brainware). Teknologi dalam sistem infromasi berperan
       sebagai tool.
  e. Blok Basis Data
       Basis data merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang
       lainnya, tersimpan dalam perangkat keras komputer dan diperlukan perangkat lunak
       untuk memanipulasinya.
  f.   Blok Kendali
       Merupakan proses pengendalian dari sistem informasi yang berguna untuk mengelola
       suatu sistem informasi dari hal-hal yang dapat merusak sistem sebagian ataupun secara
       keseluruhan.
                           Pemakai



                   Input              Model                  Output




               Teknologi              Basis Data             Kendali



                                                   Pemakai


3. Jenis-jenis Sumber Daya Informasi
   Jenis-jenis Sumber Daya Informasi terdiri dari :
      Perangkat Keras Komputer
      Perangkat Lunak Komputer
      Spesialis Informasi
      Pemakai
      Fasilitas
      Database
      Informasi
   Sumberdaya informasi tersebut dikelola oleh bagian yang disebut CIO (Chief Information
   Officer) adalah manajer jasa informasi yang menyumbangkan keahlian manajerialnya tidak
   hanya untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan sumber daya informasi tetapi
   juga berbagai area lain operasi perusahaan.


4. Sistem Informasi Berbasis Komputer
   Suatu sistem informasi terdapat beberapa subsistem-subsistem dimana antara semua
   subsistem tersebut adanya keterkaitan satu dengan yang lainnya. Dalam pengelolaan suatu
   sistem informasi memerlukan perangkat (tools) untuk mendukung dan menunjang kinerja
   dari sistem informasi tersebut.
   Perangkat ini berguna untuk menyajikan informasi-informasi yang dibutuhkan oleh semua
   tingkatan manajemen dan semua pemakai sistem. Selain itu, dengan adanya perangkat ini,
   dapat digunakan sebagai media untuk memecahkan masalah. Perangkat yang digunakan
   salah satu diantaranya adalah komputer.
   Perkembangan teknologi komputer telah membawa dampak bagi pengambilan keputusan
   para manajer pada sebuah perusahaan. Sadar atau tidak sadar dengan adanya ampur
   tangan dari perkembangan teknologi komputer, sangat ini begitu penting untuk digunakan
   dan dimanfaatkan untuk segala jenis bidang usaha dalam menunjang kesuksesan.
   Kaitannya dengan sebuah manajamen di perusahaan dalam menerapkan sebuah system
   informasi, peranan perangkat teknologi komputer digunakan karena adanya berbagai factor
   ataupun kendala-kendala dalam system informasi yang muncul dari dalam maupun dari luar
   system, diantaranya :
   1. Semakin meningkatnya persoalan dalam perusahaan.
   2. Pengaruh ekonomi Internasional
   3. Persaingan global
   4. Semakin meningkatnya teknologi
   5. Waktu yang semakin singkat.
   Factor-faktor tersebut diatas merupakan sebuah kondisi dimana pada saat ini hal-hal
   tersebut terjadi dalam sebuah perusahaan, dimana salah satu solusi dalam mengatasi hal
   tersebut adalah dengan mengadopsinya perkembangan teknologi yang diterapkan dalam
   system informasi di perusahaan.
   Suatu model Sistem Informasi bebasis komputer ini disebut dengan CBIS (Computer Based
   Information System)/ Sistem Informasi Berbasis Komputer. Berikut ini gambar contoh suatu
   model yang menunjukkan bagaimana subsistem CBIS digunakan dalam memecahkan suatu
   masalah.

                                                      Computer Based
                                                    Information System
                                                          (CBIS)

                                                             Sistem
                                                            Informasi
                                                            Akuntansi
                 Masalah
                                                          Sistem
                                                         Informasi
                                                        Manajemen
                Keputusan            Informasi

                                                          Sistem
                                                        Pendukung
                                                        Keputusan

                 Pemecah                                     Kantor
                   an
                                                              Maya
                 Masalah
                                                             (Virtual
                                                             Office)
                                                             Sistem
                                                             Pakar




                                                 Gambar :
     Model yang mewujudkan bagaimana Subsistem CBIS digunakan dalam memecahkan masalah
5. Para Spesialis Sistem Informasi
     Pemakai sistem informasi dalam suatu organisasi atau perusahaan meliputi semua
     tingkatan/level manajemen, mulai dari manajemen atas, manajemen menengah dan
     manajemen bawah. Pemakai dapat berupa seorang manajer, non manajer, atau suatu
    individu atau organisasi di dalam lingkungan perusahaan. Agar sistem informasi dapat
    berjalan dan bekerja sesuai dengan yang diharapkan, diperlukannya para spesialis
    informasi yang mampu membangun, mengembangkan dan pengelola dari sistem informasi.
    Berikut ini adalah beberapa para spesialis sistem informasi :
    1. Analisis Sistem: adalah pakar yang mendefinisikan masalah dan menyiapkan
          dokumentasi tertulis mengenai cara komputer mambantu pemecahan masalah.
    2. Pengelola Databases : bekerjasama dengan analis sistem menciptakan database yang
          berisi data yang diperlukan untuk menciptakan informasi bagi pemakai dan pengelola
          database ini mengelola data-data/sumber daya yang penting ini, yaitu database.
    3. Spesialis Jaringan : Bekerjasama dengan analis sistem dan pemakai membentuk
          jaringan komunikasi data yang menyatukan berbagai sumber daya komputer yang
          tersebar, dalam hal ini menggabungkan keahlian bidang komputer dan telekomunikasi.
    4. Programmer : Menggunakan dokumentasi yang telah disiapkan oleh sistem analis
          untuk membuat/membangun kode-kode instruksi sehingga komputer dapat melakukan
          pengolahan data sehingga menjadi informasi yang berguna yang dipelukan oleh
          pamakai.
    5. Operator         :Menangani peralatan komputer serta mengelola data-data perusahaan.
          Operator juga bertugas untuk melaksanakan kegiatan harian dari sistem yang sudah
          dibangun oleh programmer.
    Kelima bagian spesialis sistem informasi tersebut saling berkomunikasi dan bekerjasama
    satu dengan yang lainnya. Berikut ini adalah gambaran komunikasi dari para spesialis
    sistem informasi.




                      Pengelola
                      database




                                                                    Operator        Komputer
Pemakai                  Analis              Programer
                         Sistem




                        Spesialis
                        Jaringan




                                              Gambar :
                                    Komunikasi Rantai Tradisional
Menuju End User Computing
Pada gambar tersebut di atas merupakan pendekatan system yang dilakukan menggunakna
model tradisional. Model system tersebut dikembangkan pada tahun 1950 –an, 1960-an, dan
awal tahun 1970-an. Namun pada akhir tahun 1970-an dimulaisuatu kecenderungan pada
penggunaan komputer. Hal ini didorong karena meningkatnya minat pemakai system dalam
mengembangkan aplikasi komputer mereka sendiri. Nama yang diberikan untuk situasi ini
adalah end user computing. End-User Computing (EUC) adalah pengembangan seluruh atau
sebagian system berbasis komputer oleh para pemakai.
End User computing berkembang karena empat pengaruh utama, yaitu :
1. Meningkatnya pengetahuan tentang komputer
2. Antrian Jasa Informasi
3. Perangkat Keras yang Murah
4. Banyaknya Perangkat Lunak Jadi.
Gabungan keempat pengaruh ini merupakan penyebab meluasnya end-user computing.
Dalam EUC ini pemakai tidak perlu bertanggungjawab penuh dalam pengembangan system,
tetapi hanya melakukan sebagian pengembangan system.. dalam hal ini pemakai bekerja sama
dengan spesialis informasi mengembangkan system, anmun dalam hal ini bukan berarti spesialis
informasi tidak mempunyai peranan lagi akan tetapi akan lebih banyak melaksanakan peran
konsultasi dari pada sebelumnya.




         Spesialis
         Informasi



                 Dukungan




                       Komunikasi
                                            Komputer
         Pemakai




    Gambar : Rantai Komunikasi End User Computing
Mencapai CBIS
Untuk mencapai CBIS diperlukannya tahapan sebagai berikut :
   Perencanaan
   Analisis
   Rancangan
   Penerapan
   Penggunaan
Tahapan-tahapan tersebut disebut dengan siklus hidup system (system Life Cyle – SLC)
Ketika system melakukan rekayasa ulang, hal tersebut selalu merupakan pendekatan yang sama
sekali baru. Unsur-unsur yang baik dari system itu dapat dipertahankan dan kemudian teknologi
komputer diterapkan. Dalam hal ini apabila adanya terjadi perubahan terhadap system, bukan
berarti keseluruhan system tersebut jarus diganti.


                5.                       1.

               Tahap                    Tahap
            Penggunaan               Perencanaan




       4.                                             2.
                                                              Pola Perputaran
                                                                dari Sistem
     Tahap                                          Tahap
   Penerapan                                       Analisis    Siklus Hidup


                            3.

                           Tahap
                         Rancangan




Dalam penerapan CBIS ini komponen yang terlibat dalam system harus saling member
dukungan. Dalam hal ini adalah manajer dan spesialis Informasi. Alasan manajer dalam hal ini
karena berposisi sebagai pengambil keputusan dan spesialis informasi sebagai analisnya. Kedua
pihak tersebut harus dapat melakukan kolaborasi dalam mengelola CBIS. Apabila tidak adanya
hubungan yang harmonis, maka CBIS akan berjalan statis.
Berikut ini peranan masing-masing bagian dalam CBIS.
     Tahap                       Manajer                      Spesialis Informasi


  Perencanaan
                              Mendifinisikan                      Mendukung
                                 Masalah
     Analisis                                                   Melaksanakan
                             Mengendalikan                            Penelitian
                                                                       Sistem
   Rancangan
                             Mengendalikan                    Merancang Sistem


   Penerapan
                             Mengendalikan                     Menerapkan Sistem


  Penggunaan
                             Mengendalikan                     Menyediakan Sistem


                                               Gambar
     Peran yang dilakukan manajer dan spesialis informasi selama siklus hidup berlangsung


Sistem Informasi Manajemen (SIM)
Sistem informasi manajemen merupakan penerapan sistem informasi di dalam organisasi untuk
mendukung informasi-informasi yang dibutuhkan oleh semua tingkatan manajemen. Sistem
informasi manajemen didefinisikan oleh George M. Scott adalah kumpulan dari interaksi-
interaksi sistem-sistem infromasi yang menyediakan informasi baik untuk kebutuhan manajerial
maupun kebutuhan operasi.
Sedangkan       menurut Gordon      B. Davis     sistem   informasi     manajemen   adalah   sistem
manusia/mesin yang menyediakan informasi untuk mendukung operasi manajemen dan fungsi
pengambilan keputusan dari suatu organisasi.
Dari beberapa definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa SIM adalah
1. Kumpulan dari interaksi sistem-sistem informasi
2. Menghasilkan informasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen
Lebih lanjut, bahwa Sistem Informasi Manajamen selalu berhubungan dengan pengolahan
informasi yang berbasis komputer. Sistem informasi tergantung dari besar-kecilnya organisasi
dapat terdiri dari sistem-sistem informasi, seperti :
1. Sistem Informasi Akuntansi ==> menyediakan informasi transaksi keuangan
2. Sistem Informasi personalia
3. Sistem Informasi Pembelian
4. Sistem Informasi Kekayaan
5. Sistem Informasi Pemasaran
6. Sistem Informasi Persediaan, dan lain-lain
                                                                           SIM

                                                       Sistem Informasi Akuntansi
Direktur,wakil direktur      Manajemen                 Sistem Informasi Pemasaran
                             tingkat atas              Sistem Informasi Manajemen Persediaan
Eksekutif lain
                                                       Sistem Informasi Kekayaan
                                                       Sistem Informasi Personalia
                          Manajemen tingkat
Kepala Divisi                Menengah
Kepala Cabang

                          Manajemen tingkat
Mandor                         bawah                                  Dasar Transaksi
Pengawas




        Sistem Informasi Manajemen sangat diperlukan di dalam suatu lingkungan organisasi,
seperti perusahaan, hal ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan informasi umum semua
manajer dalam suatu perusahaan atau dalam subunit organisasional perusahaan yang
didasarkan pada aera fungsional atau tingkatan manajemen. SIM menyediakan informasi bagi
pemakai dalam bentuk laporan dan output dari berbagai simulasi model matematika yang
disajikan dalam bentuk tabel atau grafik.


        Seiring dengan perkembangan teknologi, saat ini SIM sudah terintegrasikan dengan
perangkat komputer dalam menjalankan prosesnya. Sehingga hal ini menjadikan sebuah definisi
Sistem Informasi Manajemen menjadi suatu sistem berbasis komputer yang menyediakn
informasi bagi beberapa pemakai dengan kebutuhan yang serupa.


        Informasi dalam SIM dapat menjelaskan perusahaan atau salah satu sistem utamanya
mengenai apa yang telah terjadi di masa lalu, apa yang sedang terjadi sekarang dan apa yang
mungkin terjadi di masa depan. Informasi tersebut dapat disajikan dalam bentuk simulasi model
matematika.
Model SIM                                             Data         Informasi
                                 Lingkungan


                                 Pemecahan
                                   Masalah
                                  Organisasi




               Perangkat lunak                    Model
                   penulis                      Matematika
                   laporan




  Sistem
                                    Database
  Informasi
  Manajemen


                                   Lingkungan



Dari gambar tersebut dapat dijelaskan bahwa data berasal dari lingkungan luar (environment).
Data ini disimpan dalam sebuah basis data. Pada akhirnya keluaran yang dihasilkan dari yang
dihsilkan tersebut adalah perbedan dalam sisi informasi yang mempunyai 2 tipe, yaitu Perangkat
lunak penulis laporan; yaitu menghasilkan laporan khusus dan laporan periodic. Laporan ini
dikodekan pada sebuah perangkat lunak dan disiapkan untuk membuat sebuah penjadwalan
dan model matematika; yaitu menghasilkan informasi secara matematik untuk kegiatan sebuah
perusahaan. Dengan model ini akan dihasilkan suatu model yang membuat semua tugas dan
pekerjaan dalam sebuah perusahaan dapat menjadi lebih mudah dan cepat.


Sistem Informasi Manajemen (SIM) menurut Turban (1995) mempunyainkarajteristik sebagai
berikut :
1. SIM beroperasi pada kegiatan tugas terstruktur
2. SIM dapat meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya.
SIM juga menyediakan laporan dan kemudahan akses untuk pengambilan keputusan bagi
manajer secara tidak langsung.


Sedangkan McLeod mengatakan bahwa jenis SIM yang kedua adalah berbentuk model
matematis. Hal tersebut diungkapkan karena suatu model dapat menyederhanakan proses yang
akan dibuat. Model juga dapat menggambarkan peristiwa-peristiwa yang terjadi selama proses
berjalan danjuga menggambarkan suatu objek atau kegiatan.
             Aplikasi Sistem Teknologi Informasi di Level-level Manajemen
       Tingkatan manajemen yang terdiri atas manajemen tingkat atas, manajemen tingkat
menengah dan manajemen tingkat bawah mempunyai kegiatan yang berbeda-beda, dan
mereka juga membutuhkan informasi yang berbeda-beda pula. Karena sistem informasi
yang digunakan juag berbeda.
       Untuk manajemen tingkat bawah atau level operasi, tujuan utama dari sistem
informasi pada level ini adalah untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan rutin untuk
keperluan mengontrol arus dari trasaksi yang terjadi di organisasi. Sistem informasi yang
berbasis pada tranaksi disebut TPS (Transaction Processing Sistem) dan PCS (Process
Control Sistem).
       Untuk manajemen tingkat menengah, sistem-sistem informasi di level menengah
digunakan untuk pengendalian dan pengambilan keputusan manajemen yang sifatnya
setengah terstruktur. Sistem-sistemminformasi ini diantaranya : ES (Expert Sistem), DSS
(Decission Support Sistem), GIS(Geographic Information Sistem).
       Untuk manajemen tingkat atas, sistem informasi yang digunakan untuk perencanaan
strategic   dan pemecahan masalah. Sistem informasi pada level ini antara lain : EIS
(Executive Information Sistem) atau ESS (Executive Support Sistem).
Sistem informasi yang menghubungkan ke tiga level manajemen adalah : sistem otomatisasi
kantor atau Office Automation Sistem (OAS). Secara umum, sistem-sistem informasi di
manajemen dapat dilihat pada gambar berikut ini :




Sistem pakar atau Expert Sistem
       Sistem pakar adalah sistem informasi yang berisi dengan pengetahuan dari pakar
sehingga dapat digunakan untuk konsultasi. Sistem pakar ini dapat berisi pengetahuan yang
terdiri dari satu pakar atau lebih. Pengetahuan dari para pakar ini dituangkan ke dalam
sistem dengan dengan menggunakan media database.
Cara Kerja Sistem Pakar
Di dalam sistem pakar diwakili oleh aturan-aturan yang dihubung-hubungkan dan sistem
akan memproses aturan-aturan ini. Komponen sistem pakar yang memproses ini disebut
inference engine, dimana dalam memproses aturan ini terbagi menjadi dua cara, yaitu :
Forward reasoning atau foerward chaining; aturan-aturan diperika satu persatu urut mulai
dari awal (depan), dimana setiap aturan yang diperiksa inference engine akan mengevaluasi
apakah aturan ini berkondisi benar atau salah.
Backward reasioning atau backware chaining; infrrence engine akan menganggap aturan
sebagai suatu masalahatau hipotesis yang akan diselesaikan permasalahannya, inference
engine akan memeriksa aturan mulai dari aturansebagai suatu masalah atau hipotesis yanag
akan diselesaikan masalahnya.


Komponen-Komponen Sistem Pakar
Sistem Pakar mempunyai 3 komponen, yaitu :
1. User Interface
2. Inference engine
3. Knowledge base
Berikut ini gambar komponen-komponen sistem pakar


                          SISTEM PAKAR

   Pemakai                                       Inference
    Sistem                                                           Knowledge
               Proses       Interfae              Engine
    Pakar                                                              Base
              pemakai
             sistem dan
             konsultasi




                                                             Pengetahuan dari
                                                              pakar atau dari
                                                                dokumen



Kelebihan dan Kekurangan Sistem Pakar
Kelebihan Sistem Pakar
1. Memberikan Pengambilan keputusan yang lebih baik untuk manajer
2. Memberikan solusi yang tepat waktu
3. Pelayanan konsumen lebih baik
4. Menyimpan pengetahuan di organisasi
Kekurangan Sistem Pakar
1. Sistem Pakar hanya dapat menangani pengetahuan yang konsisten
2. Sistem Pakar tidak dapat menagani hal hal bersifat judgement
3. Format knowledge base sistem pakar terbatas
4. Aplikasi Sistem Pakar di bisnis sangat terbatas.


Sistem Penunjang Keputusan (SPK)
Sistem penunjang keputusan atau Decission Support System (DSS) adalah sebagai suatu
sistem informasi untuk membantu manajer level menengah untuk proses pengambila
keputusan setengah terstruktur supaya lebih efektif dengan menggunakan model-model
analitis dan data yang tersedia..
Tujuan dari Sistem Penunjang Keputusan
1. Membantu manajer mengambil keputusan setengah terstruktur yang dihadapi oleh
   manajer level menengah.
2. Membantu atau mendukung manajemen mengambil keputusan bukan menggantikannya.
3. Meningkatkan efektivitas pengembilan keputusan manajemen bukan untuk meningkatkan
   efesiensi. Walaupun waktu menejer penting, tetapi efektivitas merupakan tujuan utama
   penggunaan SPK.
Komponen Sistem Penunjang Keputusan
Sistem Penunjang Keputusan mempunyai 3 komponen utama, yaitu :
1. Dialog Manajemen
2. Model Manajemen
3. Data Manajemen             Sistem Penunjang Keputusan

                                                              (2)
                                    (1)                 Model Manajemen
         Pemakai
          Sistem                 Dialog
                                Manajemen
                                                               (3)
                                                         Data Manajemen

Keterangan :
Dialog manajemen : yaitu komponen untuk berdialog dengan pemakai sistem. Komponen ini
                        merupakan komponen input dan komponen output
Model manajemen       : yaitu komponen yang merubah data menjadi inormasi yang relevan.
                        Model yang digunakan adalah model matemati, linear programming
                        dan lain sebagainya.
Data Manajemen        : yaitu komponen basis data yang terdiri dari semua basis data yang
                        dapat diakses.
Sistem Informasi Eksekutif
Sistem Informasi Eksekutif (SIE) atau Executive Information System (EIS) adalah system
informasi yang digunakan oleh manajer tingkat atas untuk membantu pemecahan masalah
tidak terstruktur. SIE berbeda dengan SPK dalam beberapa hal sebagai berikut :
      Sistem Informasi Eksekutif (SIE)                    Sistem Penunjang Keputusan (SPK)
     Berada       di   level   atas   atau   level      Berada di level menengah atau level
      strategic                                           taktis
     Digunakan oleh manajer atas                        Lebih digunakan oleh manajer menengah
     Untuk keputusan tidak terstruktur                  Untuk keputusan semi terstruktur
     Untuk permasalahan-permasalahan                    Untuk       membantu         membantu
      perencanaan dan perumusan strategic                 permasalahan-permasalah tertentu
     Kurang menggunakan model-model                     Lebih menggunakan model analitikal
      analitikal                                         Lebih banyak menggunkaan data internal
     Banyak menggunakan data eksternal


Permasalahan-permasalahan di level atas biasanya tentang arah bisnis yang akan dilakukan
di masa depan, posisi competitor dan bagaimana mengatasinya, perlu tidak ekspansi bisnis
lainnya.
Adapun karakteristik khusus dari SIE ini antara lain:
1. Dirancang untuk eksekutif puncak
2. Menggunakan data internal dan data eksternal
3. Untuk pemecahan tidak terstruktur
4. Untuk membantu perencanaan dan perumusan stratejik
5. Digunakan secara online oleh eksekutif
6. Mempunyai kemampuan untuk mengambil dan menyaring data
7. Mempunyai kemampuan untuk mengambil dan menggali data sampai data terkecil.
8. Mudah digunakan
9. Menggunakan teks, grafik dan tabel yang mudah dicerna.


Sistem Otomatisi Kantor (SOK) atau Office Automation System (OAS)
Adalah system informasi berbasis telekomunikasi yang mengumpulkan, memproses,
menyimpan dan mendistribusikan pesan-pesan, dokumen-dokumen dan komunikasi
elektronik lainnya diantara individual, dan group-group kerja dan organisasi-organisasi.
Sistem ini terdiri atas :
1. Sistem Komunikasi elektronik
2. Sistem kolaborasi elektronik
3. Sistem publikasi dan pengolahan imej elektronik
4. Sistem pengelolaan kantor .
                                       Sistem Otomatisasi Kantor




         Sistem                    Sistem              Sistem Publikasi            Sistem
      Komunikasi                 Kolaborasi            dan Pengolahan            Pengelolaan
       Elektronik                Elektronik             Imej Elektronik            Kantor

1. Sistem Komunikasi elektronik
   Merupakan sistem teknologi informasi yang digunakan untuk berkomunikasi diantara
   individual, grup-grup kerja dan organisasi-organisasi.
2. Sistem Kolaborasi Elektronik
   Kolaborasi dalam hal ini tidak saja hanya pada pertukaran informasi atau pesan saja,
   tetapi juga bagaimana informasi atau pesan tersebut digunakan untuk bekerja sama,
   bekerjasama      disini   seperti     misalnya   adalah   rapat   bersama,   bekerja   untuk
   meneyelesaikan suatu masalah bersama atau pengajaran lewat jarak jauh.
3. Sistem Publikasi dan Pengolahan Imej Elektronik
   Merupakan sistem penggunaan teknologi informasi untuk keperluan pembuatan
   dokumentasi tercetak.
4. Sistem Pengelolaan Kantor
   Merupakan      sistem      pendukung        orang-orang    di     dalam   organisasi   untuk
   mengorganisasikan aktivitas-aktivitas kerja.



Sistem Informasi Pemasaran (SIP) atau Marketing Information System (MKIS)
1. Prinsip Pemasaran
   Pengertian Pemasaran
   Pemasaran adalah kegiatan perorangan dan organisasi yang memudahkan dan
   mempercepat hubungan pertukaran yang memuaskan dalam lingkungan yang dinamis
   melalui penciptaan, pendistribusian, promosi dan penentuan harga barang, jasa dan
   gagasan.
2. Bauran Pemasaran
   Strategi pemasaran terdiri atas campuran unsur-unsur yang dinamakan bauran
   pemasaran (marketing mix); yaitu produk, promosi, tempat dan harga (Product,
   Promotion, Place, Price), semua itu dikenal dengan nama 4P.
   1. Product ; adalah apa yang dibeli oleh pelanggan untuk memuaskan keinginan atau
      kebutuhannya yang dapat berupa fisik, jasa dan gagasan.
    2. Promotion ; hubungan dengan semua cara yang mendorong            penjualan produk
       termasuk periklanan dan penjualan langsung.
    3. Place ; berhubungan dengan cara mendistribusikan produk secara fisik kepada
       pelanggan melalui saluran distribusi.
    4. Price ; terdiri dari smua elemen yang berhubungan dengan apa yang dibayar oleh
       pelanggan untuk produk itu.


Model Sistem Informasi Pemasaran
Model dari sistem informasi pemsaran terdiri dari kombinasi subsistem-subsistem input dan
Output yang dihubungkan dengan database.
   Subsistem Output : menyediakan informasi tentang subsistem itu sebagai bagian dari
    bauran.
1. Subsistem Produk : menyediakan informasi tentang produk perusahaan.
2. Subsistem Tempat : menyediakan informasi tentang jaringan distribusi perusahaan.
3. Subsistem Promosi : menyediakan informasi tentang kegiatan periklanan perusahaan
    dan penjualan langsung.
4. Subsistem Harga : membantu manajer membuat keputusan harga
5. Subsistem bauran terintegrasi : yang memungkinkan manajer untuk mengembangkan
    strategi yang mempertimbangkan dampak gabungan dari unsur-unsur tersebut.
   Database : tempat menyediakan semua data yang akan digunakan subsistem untuk
    memperoleh output
   Subsistem Input
1. Sub Sistem Informasi akuntansi : mengumpulkan data yang menjelaskan transaksi
    pemasaran perusahaan
    SIA dalam perusahaan sangat berperan penting karena dapat menyediakan data
    pesanan penjualan dan data lainnya berberhubungan dengan proses transaksi
    perusahaan. Data-data dalam SIA digunkaan untuk menyiapkan informasi dalam bentuk
    laopran periodik dan khusus dan juga menyediakan input bagi model matematika dan
    sistem pakar.
2. Subsistem Intelijen Pemasaran : mengumpulkan informasi dari lingkungan perusahaan
    yang berkaitan dengan operasi pemasaran.
    Terdapat dua jenis data yang didapatkan dari subsistem ini, yaitu data primer dan data
    sekunder. Data Primer adalah data yang dikumpulkan perusahaan, sedangkan data
    sekunder adalah data yang dikumpulkan oleh orang lain.
3. Subsistem Penelitian Pemasaran : melakukan penelitian khusus mengenai operasi
    pemasaran untuk tujuan mempelajari kebutuhan konsumen dan meningkatnya efisiensi
    pemasaran.
Sistem Informasi Perusahaan
Sistem informasi perusahaan atau enterprise information system atau EntIS adalah sistem
berbasis komputer yang dapat melakukan semua tugas akuntansi standar bagi semua unit
organisasi secara terintegrasi dan terkoordinasi. EntIS saat ini mengakumulasi seluruh data
transaksi akuntasni dari bagian manufaktur, penjualan, pembelian, sumberdaya manusia dan
berbagai fungsi bisnis lain. EntIS merupakan pondai yang diatasnya dibagun berbagai area
bisnis seperti sistem informasi pemasaran, sistem informasi keuangan dan sebagainya.



           Perencanaan dan                                        Data Semakin
            Pengendalian                                          Bersifat Luas




         Pencatatan Transaksi                                      Data Terrinci
Tujuan dari sistem ini adalah mengumpulkan dan menyebarkan data ke seluruh proses
organisasi. Istilah perencanaan sumber daya perusahaan (Enterprise resource planning)
ERP juga digunakan untuk menjelaskan sistem informasi perusahaan. Sistem ERP adalah
sustu sistem yang memungkinkan manajemen atas seluruh sumber daya perusahaan secara
keseluruhan.
Seiring dengan berkembangnya sistem ERP ini, maka banyak industri perangkat lunak
bermunculan untuk membangun perangkat lunak ERP ini. Karena perangkat lunak ERP ini
mencakup data dari seluruh organisasi tetapi sistem informasi untuk area bisnis dan tingkat
eksekutif terpisah dari ERP.
Kelayakan Sistem Informasi Perusahaan
      Untuk menerapkan sebuah ERP dalam perusahaan, perlu adanya analisa kelayakan
terlebih dahulu sebelum sistem tersebut diterapkan. Diantara analisa kelayakan yang harus
dilakukan, antara lain menyangkut beberapa hal, yaitu :
1. Kelayakan Ekonomis
2. Kelayakan Teknis
3. Kelayakan Operasional


Penerapan Sistem Informasi Perusahaan
Ada beberapa kriteria yang harus diperhatikan dalam penerapan ERP di perusahaan,
diantaranya :
     Pemilihan penjual
Pemilihan penjual menjadi penting, karena dasar konsep proses bisnis di dalam perangkat
lunak penjual harus menjadi kriteria utama dalam pemilihan penjual.
                    Para penjual ERP dan Portal E-Business Mereka
                    Penjual                                  Portal E-Business
    SAP                                       mySAP.com
    Oracle                                    Business Online
                                              PeopleSoft Business Network (sekarang
    PopleSoft                                 bermitra dengan commerce One untuk
                                              host portal)
    J.D. Edwarrds                             One World
    Baan                                      E-Enterprise
   Pelatihan Pemakai
Pelatihan dalam hal ini bukanlah suatu tambahan dalam penerapan ERP, tetapi pelatihan
adalah bagian dari rancangan awal EntIS.
             Jenis Pelatihan                   Kapan Pelatihan harus berlangsung
Mempelajari perangkat lunak ERP yang       Sebelum sistem informasi perusahaan
dijual                                     direncanakan dan dirancang
Pelatihan oleh penjual ERP atau            Saat sistem sedang dirancang dan
perusahaan yang mengkhususkan diri         diterapkan juga setelah sistem diterapkan
dalam pelatihan ERP
                                           Sangat membantu setelah penerapan
Pelatihan antar rekan
                                           proyek EntIS


   Pendekatan peralihan
Berikut ini beberapa pilihan tahapan dalam peralihan sebuah sistem menjadi sistem ERP
                           Pendekatan Penerapan EntIS
    Pendekatan                                Keterangan
                    Sumber daya komputer yang diperlukan untuk menjalankan
                    sistem informasi yang telah ada dan sistem informasi perusahaan
Paralel
                    secara serentak akan melampaui kapasitas komputer sebagian
                    besar organisasi
Peralihan           Jika sistem informasi perusahaan yang baru gagal, tidak tersedia
langsung            sistem informasi untuk memproses berbagai transaksi organisasi
                    Pilihan yang paling memungkinkan untuk sebagian besar
Bertahap
                    organisasi
                              Metodologi Pengembangan Sistem
Telah diketahui, terdapat beberapa metode pendekatan dalam pengembangan system
informasi. Untuk melakukan suatu pengembangan system dibutuhkan suatu metodologi.
Metodologi         adalah     kesatuan        metode-metode,      prosedur-prosedur,     konsep-konsep
pekerjaan, dan aturan-aturan yang digunakan oleh suatu ilmu pengetahuan, seni atau
disiplin lainnya. Sedang metode adalah suatu cara, teknik yang sistematik untuk
mengerjakan sesuatu. Sedangkan metodologi pengembangan system adalah metode-
metode, prosedur-prosedur, konsep-konsep pekerjaan, dan aturan-aturan yang digunakan
untuk mengembangkan suatu system informasi.


1. Alat dan Teknik Pengembangan Sistem
Alat yang digunakan dalam suatu metodologi umumnya berupa suatu gambar, diagram atau
grafik. Hal ini dikarenakan mudah untuk dibaca dan lebih dimengerti. Dalam pengembangan
system, selain dengan gambar atau grafik, juga ada dalam bentuk lain, seperti :
   Data Dictionary
   Structure English
   Pseudocode
   Form-form
   Dan lain lain.
Sedangkan alat yang berbentuk grafik diantaranya adalah :
   HIPO (Hierarchie Input Process Output)
   DFD (Data Flow Diagram)
   Structure Chart, dan lain-lain


2. Analis Sistem dan Pemrogram
Berikut ini tugas antara Analis system dan Pemrogram
                    Analis Sistem                                           Pemrogram
1. Tanggungjawab tidak hanya pada pembuatan               1. Terbatas pada pembuatan program komputer
    program saja, tetapi pada system secara               2. Pengetahuan cukup terbatas pada teknologi
    keseluruhan                                              komputer, system komputer, utilities dan
2. Pengetahuan        harus   luas,   tidak    terbatas      bahasa pemrograman yang diperlukan.
    hanya pada teknologi komputer saja, tetapi            3. Pekerjaannya bersifat teknis dan harus tepat
    juga pada bidang aplikasi yang ditanganinya.             dalam pembuatan instruksi-instruksi program.
3. Pembuatan         dalam    pembuatan        program    4. Pekerjaannya    tidak   menyangkut   banyak
    terbatas,pada pemecahan masalah secara                   orang, terbatas pada sesama pemrogram
    garis bersar                                             dan analis system yang mempersiapkan
4. Pekerjaannya melibatkan banyak orang, tidak               rancang bangun programmnya
    hanya sesame analis system dan pemrogram
    saja, tetapi juga pemakai dan manajer
3. Team Pengembangan Sistem
   Anggota dari team pengembangan sistem tergantung dari besar kecilnya ruang lingkup
proyek yang akan ditangani. Team ini secara umum dapat terdiri dari personil-personil
sebagai berikut :
1. Manajer analis sistem
   Tugas dan tanggungjawabnya adalah
          Sebagai ketua/koordinator team pengembangan sistem
          Mengarahkan, mengontrol, mengatur anggota team pengembangan sistem
           lainnya.
          Membuat jadwal pelaksanaan proyek pengembangan sistem yang akan
           dikakukan.
          Bertanggungjawab dan mendefinisikan masalah, studi kelayakan, desain sistem
           dan penerapannya.
          Memberikan rekomendasi-rekomendasi perbaikan sistem
          Memawakili team untuk berhubungan dengan pemakai sistem dalam hal
           perundingan-perundingan     dan    pemberian-pemberian      nasehat     kepada
           manajemen dan pemakai sistem
2. Ketua analis sistem
   Bertugas membantu tugas manajer analis sistem dan mewakilinya jika manajer analis
   sistem berhalangan
3. Analis sistem senior
   Merupakan analis sistem yang sudah berpengalaman
4. Analis sistem
   Merupakan analis sistem yang cukup berpengalaman dan dapat bekerja sendiri tanpa
   bimbingan analis sistem senior.
5. Analis sistem junior
   Merupakan analis sistem yang belum berpengalaman dan masih membutuhkan
   bimbingan-bimbingan dari analis sistem yang lebih senior.
6. Program aplikasi senior
   Merupakan pemrogram komputer yang sudah berpengalaman dengan tugas merancang
   spesifikasi dari program aplikasi dan mengkoordinasi kerja dari pemrogram yang lainnya.
7. Pemrogram aplikasi
   Merupakan pemrogram komputer yang cukup berpengalaman dan dapat melakukan
   tugasnya tanpa bimbingan secara langsung lagi.
8. Pemrogram aplikasi junior
   Merupakan pemrogram komputer yang belum berpengalaman dan masih dibawah
   bimbingan yang lebih senior.
4. Perencanaan Sistem
       Sebelum membangun ataupun melakukan pengembangan system, terlebih dahulu harus
ditetapkan sebuah rencana dalam membangun sebuah system, hal ini dikarenakan bahwa
system yang akan dibangun agar dapat berjalan sebagaimana mestinya dan selesai dengan
waktu yang telah ditetapkan. Selain itu dalam perencanaan system ini pun akan ditentukan
keterlibatan personal dalam pembangunan system nantinya.
       Perencanaan system ini ditentukan oleh manajemen puncak dengan biasanya menunjuk
personal-personal yang dianggap berkompeten. Sebagai contoh diantara staf terseut antara
lain       adalah   Departemen   pengembangan     system    yang   dikepalai   oleh   manajer
pengembangan system dan departemen pengolahan data yang dikepalai oleh manajer
pengolahan data. Berikut beberapa tugas analis system dalam hal membangun atau
mengembangkan system
Identify : yaitu mengidentifikasi masalah
Understand : yaitu memahami kerja dari system yang ada
Analyze : yaitu menganalisis system
Report : yaitu membuat laporan hasil analisis
      Identifikasi Permasalah Pengembangan Sistem
Identifikasi merupakan langkah pertama yang dilakukan dalam tahap analis sistem. Masalah
dapat didefinisikan sebagai suatu pertanyaan yang akan dicarikan solusi/ pemecahannya.
Oleh karena itu, sebelum mengembangkan suatu sistem, ada beberapa hal yang terlebih
dahulu harus diidentifikasi, antara lain :
1. Mengidentifikasi penyebab masalah
2. Mengidentifikasi titik keputusan
3. Mengidentifikasi pensonil-pesonil tadi.
      Memahami kerja dari sistem yang ada
Langkah ini dilakukan dengan mempelajari secara terrinci bagaimana sistem yang ada
beroperasi. Untuk mempelajari operasi dari sistem ini diperlukan data yang dapat diperoleh
dengan cara melakukan penelitian. Dalam hal memahami kerja dari sistem yang ada, dapat
terdiri dari beberapa tugas yang dapat dilakukan, antara lain :
 a. Menentukan jenis penelitian
 b. Merencanakan jadwal penelitian
           Mengatur jadwal wawancara
           Mengatur jadwal observasi
           Mengatur jadwal pengambilan sampel
 c. Membuat penugasan penelitian
 d. Membuat agenda wawancara
 e. Mengumpulkan hasil penelitian
Menentukan jenis penelitian
       Sebelum penelitian dilakukan, harus ditentukan terlebih dahulu jenis dari penelitian
untuk masing-masing titik keputusan yang akan dteliti, Jenis penelitian tergantung dari jenis
data yang ingin diperoleh


Merencanakan jadwal penelitian
    Supaya penelitian dapat dilakukan secara efektif dan efisien, maka jadwal dari penelitian
harus direncanakan terlebih dahulu yang meliputi :
   Dimana penelitian akan dilakukan ?
   Apa dan siapa yang akan diteliti ?
   Siapa yang akan meneliti ?
   Kapan penelitian dilakukan ?.


Membuat penugasan penelitian.
       Setelah jadwal penelitian selesai dibuat, maka tugas dari tiap-tiap anggota untuk
melakukan penelitian telah dapat ditentukan.


Membuat agenda wawancara
       Sebelum suatu wawancara dilaksanakan, akan lebih tepat bila waktu dan materi
wawancara direncanakan terlebih dahulu, hal ini bertujuansupaya wawancara dapat
diselesaikan tepat pada waktunya dan tidak ada materi yang terlewatkan.


Mengumpulkan hasil penelitian
    Data yang diperoleh dari hasil penelitian harus dikumpulkan sebagai dokumentasi, hal ini
diperlukan dalam beberapa hal, yaitu :
1. Membantu kelengkapan
2. Membantu analisis
3. Membantu komunikasi
4. Membantu pelatihan
5. Membantu kemanan
5. Menganalisis hasil penelitian
Langkah ini dilakukan berdasarkan data yang telah diperoleh dari hasil penelitian yang telah
dilakukan.


Menganalisis kelemahan system
Analis system perlu menganalisis masalah yang terjadi unutk dapat menemukan jawaban
apa penyebab sebenarnya dari masalah yang timbul tersebut. Penelitian dilakukan dengan
menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti :
       Apa yang dikerjakan ?
       Bagaimana mengerjakannya ?
       Siapa yang mengerjakan ?
       Dimana dikerjakannya ?
Menganalisis kelemahan system sebaiknya dilakukan untuk menjawab pertanyaan :
       Mengapa dikerjakan ?
       Perlukan dikerjakan ?
       Apakah telah dikerjakan dengan baik ?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut muncul, karena pada dasarnya dalam pembuatan suatu
system adalah untuk mencapai sasaran yang diharapkan, diantaranya :
    Relevance (sesuai kebutuhan)
    Capacity (kapasitas dari system)
    Efficiency (efesiensi dari system)
    Timeliness (ketepatan waktu menghasilkan informasi)
    Accessibility (kemudahan akses)
    Fleksibility (keluwesan system)
    Accuracy (ketepatan nilai dari informasi)
    Reliability (keandalan dari system)
    Security (kemanan dari system)
    Economy (nilai ekonomis dari system)
    Simplicity (kemudahan system digunakan)


Disamping itu, hal-hal yang perlu dipehatikan dalam menganalisis system adalah :
1. Menganalisis distribusi pekerjaan
2. Menganalisis pengukuran pekerjaan
3. Menganalisis keandalan
4. Menganalisis dokumen
5. Menganalisis laporan
6. Menganalisis teknologi
6. Membuat Laporan Hasil Akhir
Setelah tahapan penganalisaan selesai, maka team analis system akan melaporkan hasil
analisanya kepada pihak manajemen untuk dipelajari hasil analisa tersebut. Tujuan utama
dari penyerahan laporan ini kepada pihak manajemen adalah :
1. Pelaporan bahwa analisis telah selesai dilakukan
2. Meluruskan kesalahpengertian mengenai apa yang telah ditemukan dan dianalisis oleh
   analis system tetapi tidak sesuai menurut manajemen.
3. Meminta pendapat dan saran dari para manajemen
4. Meminta persetujuan kepada pihak manajemen untuk melakukan tindakan selanjutnya.


A. Peranan Komputer
   Hampir semua aspek kegiatan manusia pada saat ini tidak lepas dari sistem komputer,
   karena dengan sistem Komputer sebagai alat bantu dapat mempermudah dalam
   melakukan semua bidang pekerjaan. Sesuai dengan fungsinya, maka komputer dapat
   didefinisikan pula sebagai sistem elektronik untuk memanipulasi data yang cepat dan
   tepat serta dirancang dan diorganisasikan supaya secara otomatis menerima dan
   menyimpan data input, memprosesnya dan menghasilkan output dibawah pengawasan
   suatu langkah-langkah instruksi-instruksi program yang tersimpan di memori.
   1. Proses Kerja Komputer
       Pada dasarnya proses kerja dari sebuah komputer itu terdiri dari tiga tahapan, yaitu :
                               Input  Processing  Output
       Namun seiring dengan perkembangan dari komputer sebagai alat yang mempunyai
       kemampuan tidak hanya mengolah data masukkan menjadi data keluaran,maka
       pengolahan/proses kerja komputer dapat dikembangkan menjadi :


                Origination  Input  Processing  Output  Distribution


                                     Database
   2. Sistem Komputer
       Agar komputer dapat digunakan untuk mengolah data, maka harus berbentuk sistem
       komputer. Karena tujuan pokok dari komputer adalah mengolah data untuk
       menghasilkan informasi, maka diperlukan elemen-elemen penunjang agar tujuan
       tersebut dapat tercapai. Elemen-element tersebut adalah :
          Hardware (Perangkat keras komputer) : adalah peralatan di sistem komputer
           yang secara phisik terlihat dan dapat dijamah
          Software (Perangkat lunak komputer) : adalah program yang berisi perintah-
           perintah untuk melakukan pengolahan data.
          Brainware : adalah manusia yang terlibat di dalam mengoperasikan serta
           mengatur sistem komputer




                    Komunikasi Data dan Jaringan Komputer
Dengan adanya perkembangan dan kemajuan teknologi berpengaruh juga ke dalam
pengolahan data, dimana data yang diolah dan akan dikirimkan ke tempat yang lain untuk
saat sekarang tidak menggunakan jasa kurir atau pos lagi, namun dengan adanya
perkembangan teknologi telekomunikasi tersebut, data yang diolah dapat langsung
dikirimkan dengan alat telekomunikasi. Ada beberapa alsan, mengapa data perlu dikirimkan
ke tempat lain, diantaranya :
1. Transaksi sering terjadi pada suatu tempat yang berbeda dengan tempat pengolahan
   datanya atau tempat dimana data tersebut akan digunakan. Sehingga data perlu dikirim
   ke tempat pengolahan dan dikirim lagi ke tempat yang membutuhkan informasi dari data
   tersebut.
2. Lebih efisien dan lebih murah mengirim data lewat jalur komunikasi, lebih-lebih bila data
   telah diorganisasikan melalui komputer dibandingkan dengan cara pengiriman biasa.
3. Suatu organisasi yang mempunyai beberapa tempat pengolahan data, data dari suatu
   tempat pengolahan yang sibuk dapat membagi tugasnya dengan mengirimkan data ke
   tempat pengolahan lain yang kurang sibuk
4. Alat-alat yang mahal, seperti Plotter atau printer berkecepatan tinggi, cukup di satu lokasi
   saja, sehingga lebih hemat.


Untuk data yang dikirimkan dengan menggunakan komputer, menggunakan system
transmisi elektronik, biasanya disebut dengan istilah komunikasi data (data communication).


Komunikasi Data (Data Communication)
Untuk mengkomunikasikan data dari satu tempat ke tempat lain, ada tiga elemen utama
yang harus tersedia, yaitu Sumber data, Media transmisi dan Penerima. Bila salah satu
elemen tersebut tidak ada, maka komunikasi tidak akan dapat dilakukan.




       Sumber                      Media Transmisi                      Penerima



       Data



Gambar : 3 Buah elemen Komunikasi Data.
Media Transmisi
Beberapa media transmisi dapat digunakan sebagai jalur transmisi dari data yang dikirimkan.
Media yang digunakan antara lain :
Kabel
Merupakan media transmisi yang digunakan apabila jarak antara sumber dan penerima tidak
terlalu jauh, masih dalam area local. Kabel tersebut diantaranya :
   Coaxial Cable
   UTP (Unshielded Twisted Pair)
   FO (Fiber Optik)


Radiasi Elektronik
Merupakan media transmisi yang digunakan apabila jarak antara sumber dan penerima
jaraknya cukup jauh. Media yang digunakan antara lain adalah :
   Microwave
Merupakan gelombang radio frekwensi tinggi yang dipancarkan dari satu stasiun ke stasiun
lain. Sifat pemancaran microwave adalah line of sign yaitu tidak bolah terhalang. Microwave
digunakan untuk jarak saja, tetapi untuk jarak yang jauh harus digunakan stasiun relay yang
berjarak 30 – 50 kilometer yang digunakan untuk memperkuat signal yang diterimadari
stasiun relay sebelumnya dan meneruskannya ke stasiun relay berikutnya.
   Satellite System
Merupakan media transmisi yang digunakan untuk mengirimkan data yang jaraknya sangat
berjauhan. Dimana satellite ini akan menerima signal yang dikirim dari stasiun microwave di
bumi dan mengirimkannya kembali ke stasiun bumi yang lain.
   Sistem Laser
Teknologi komunikasi sinar laser banyak digunakan untuk penelitian-penelitian. Ahli
komunikasi meramalkan, dimasa yang akan dating menggunakan teknologi laser akan
meluas dan secara dramatis akan dapat mengurangi biaya transmisi.


Tipe Channel Transmisi
Beberapa tipe dari channel transmisi antara lain :
   One-way Transmission
Tipe channel transmisi satu arah merupakan tipe channel transmisi yang hanya dapat
membawa informasi data dalam bentuk satu arah saja, tidak bisa bolak balik. Contohnya
adalah siaran radio dan acara televisi.
   Either-way Transmission
Tipe transmisi dua arah bergantian merupakan tipe channel transmisi dimana informasi data
dapat mengalir dalam dua arah yang bergantian. Contohnya adalah Radio CB/ walkie-talkie.
   Both-way Transmission
Tipe transmisi dua arah serentak, merupakan tipe channel transmisi dimana informasi data
dapat mengalir dalam dua arah serentak. Contohnya adalah komunikasi lewat telepon.


Perangkat Keras Komunikasi Data
Dalam komunikasi data diperlukan beberapa perangkat keras lainnya yang dipergunkan
untuk memperlancar proses pengiriman data.
Modem (Modulator-Demulator)
Adalah perangkat keras yang dipergunakan untuk merubah data dalam bentuk digital ke
bentuk analog. Karena pada umumnya jalur transmisi menyalurkan data dalam bentuk daya
analog, sedang data yang dihasilkan oleh sumber pengirim berbentuk data digital.



                             MODEM                    MODEM

             Pulsa Digital
                                       Pulsa Analog
                                                                 Pulsa Digital



              Pengubahan data digital ke analog dan sebaliknya oleh modem


HUB
Adalah suatu alat yang menerima paket data dari suatu komputer di salah satu ujung
topologi star dan menyalin isinya ke seluruh alat lain. Hub dikenal sebagai manageable hub
bila mampu memamtau data yang melewati sambungan hub-port hub- dan mengatur
koneksi agar pemakai hub menjadi lebih efisien.


Router
Suatu alat yang menghubungkan banyak LAN. Ini adalah dasar untuk membentuk jaringan
luas. Router dapat memproses informasi awal dari suatu paket dan menentukan data
tersebut harus dikomunikasikan ke LAN yang mana.


Switch
Adalah peralatan yang menyaring komunikasi data yang tidak ditujukan pada suatu
komputer di suatu jaringan tertentu serta mengendalikan rut eke komputer penerima. Switch
dapat meningkatkan kecepatan transmisi komunikasi di suatu jaringan dengan menyaring
komunikasi data menelusuri suatu jaringan yang tidak berisi komputer tujuan.
B. Network
Network adalah jaringan dari system komunikasi data yang melibatkan sebuah atau lebih
system komputer yang dihubungkan dengan jalur transmisi alat komuniksi membentuk satu
sistem.
Komponen Network
Komponen dari network adalah node dan link. Node adalah titik yang dapat menerima input
data kedalam network atau menghasilkan output informasi atau ke dua-duanya. Contoh dari
sebuah node adalah Printer atau PC micro computer sampai mainframe. Link adalah jalur
transmisi untuk arus informasi atau data diantara node. Link ini adalah berupa kabel,
microwave system dan satellite system.


Macam-macam jenis Network
Kategori sebuah network atau jaringan komputer dapat dibedakan berdasarkan jarak :
1. LAN (Local Area Network): adalah jaringan komputer yang letaknya adalah berdekatan
   atau area local saja.
2. MAN (Metropolitan Area Network) : adalah jaringan komputer antar kota
3. WAN (Wide Area Network) : adalah jaringan komputer yang jaraknya sangat berjauhan
   biasa dan luas.


Macam-macam bentuk jaringan
1. Star Network
Beberapa node dihubungkan dengan suatu node pusat yang membentuk jaringan seperti
bentuk bintang. Semua komunikasi ditangani dan diatur langsung oleh central node. Central
node melakukan semua tuanggungjawab untuk mengatur arus informasi diantara node yang
lainnya.
2. Hierarchical Tree Network
Network ini berbentuk seperti pohon yang bercabang, yang terdiri dari central node
dihubungkan dengan node yang lain secara benjenjang. Central node berupa large computer
yang merupakan jenjang tertinggi yang bertugas mengkoordinasi dan mengendalikan nnode
jenjang di bawahnya yang dapat berupa mini computer atau micro computer.
3. Loop Network
Merupakan hubungan antar node secara serial dalam bentuk suatu lingkaran tertutup. Dalam
hal ini tidak ada central atau host node, semua mempunyai status yang sama. Apabila salah
satu node rusak, maka akan ber[engaruk terhadap node yang lain.
4. Bus Network
Bentuk ini menghubungkan beberapa node dalam jalur data (Bus) . masing-masing node
dapat melakukan tugas-tugas operasi yang berbeda-beda. Dalam hal ini semua mempunyai
status yang sama.
5. Ring Network
Merupakan bentuk gabungan dari loop network dan bus network. Jika salah satu node tidak
berfungsi atau rusak, maka tidak akan mempengaruhi komunikasi nde yang lain karena
terpisah dari jalur data.
6. Web Network
Merupakan bentuk network yang masing-masing node dalam network dapat berhubungan
dengan node yang lainnyamelalui beberapa link. Suatu web network mempunyai n buah
node.
7. Meta Network
Tau biasa disebut juga dengan hybrid network, merupakan network dari suatu network atau
gabungan dari beberapa network (Star network, loop dan hierarchical network)
                          Konsep Dasar Basis Data (Database)
Database Management System
       Database dapat analogikan sebagai sebuah lemari arsip yang sangat besar yang
berfungsi sebagai tempat penyimpanan data. Sebuah instansi atau organisasi modern saat
ini menggunakan database sebagai suatu tool penunjang kegiatan dalam hal penyimpanan
datanya (bank data). Di dalam sebuah database satu data dengan data yang lainnya saling
keterkaitan, sehingga sebuah database perlu dirancang dan dibangun serta di kelola dengan
benar. Istilah dalam hal pengelolaan suatu database ini biasa disebut dengan Sistem
Manajemen Database (Database Management System => DBMS); adalah suatu aplikasi
perangkat lunak yang menyimpan struktur database, data itu sendiri, hubungan antar data di
dalam database, maupun formulir dan laporan yang berhubungan dengan database.
DBMS akan melakukan beberapa tugas, antara lain:
1. Mendefinisikan : melibatkan spesifikasi tipe data, struktur data, kendala dari data yang
   akan diolah
2. Membangun :         berkaitan dengan proses penyimpanan data pada suatu media
   penyimpanan yang dikontrol oleh DBMS
3. Memanipulasi : termasuk di dalamnya fungsi-fungsi sebagai query terhadap basisdata,
   misalnya melakukan pengambilan data, mengubah data dan membuat laporan.


Dua tujuan utama dibangunnya sebuah database adalah :
1. Meminimalkan pengulangan data.
    Pengulangan data (data redundancy) adalah duplikasi data, artinya data yang sama di
    simpan dalam beberapa file. Karena pengulangan sebuah data memerlukan ruang
    penyimpanan tambahan untuk peyimpanan data, sehingga dalam hal ini terjadinya
    pemborosan space kosong (ruang ekstra) dalam database yang sebenarnya data
    tersebut sebenarnya telah ada disamping itu akan menimbulkan pula pemborosan
    terhadap biaya. Dalam database jikan terjadi kesalahan dan kedua nilai ini tidak sama,
    maka akan sulit membedakan mana data yang benar. Bila nilai-nilai data ini tidak benar,
    dalam database istilah ini disebut dengan Inkonsistensi data.
2. Independensi Data
    Adalah kemampuan untuk membuat perubahan dalam struktur data tanpa membuat
    perubahan pada program yang memproses data. Hal tersebut dapat dicapai dengan
    menempatkan spesifikasi data dalam table dan kamus data yang terpisah secara fisik
    dari program.
Jenjang data
Pembentuk suatu database adalah seperti pada jenjang data berikut ini :

                                    Database



                                       File



                                     Record



                                       Field


                                       Jenjang Data
   Field, adalah kumpulan dari karakter-karakter yang dapat berupa huruf, angka, atau
    bentuk-bentuk lain
   Record, adalah kumpulan dari field-field yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya
   File, adalah kumpulan dari record-record yang saling berkaitan satu dengan yang
    lainnya.
   Database, adalah kumpulan dari file-file yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya.


Keuntungan dan kerugian DBMS
Keuntungan DBMS
DBMS memungkinkan perusahaan maupun pemakai individu untuk :
1. Mengurangi pengulangan data
2. Mencapai Independensi data
3. Mengintegrasikan data dari beberapa file
4. Mengambil data dan informasi secara cepat
5. Meningkatkan keamanan dengan adanya pembatasan akses


Kerugian DBMS
1. Memperoleh perangkat lunak yang mahal
2. Memperoleh konfigurasi perangkat leras yang besar
3. Mempekerjakan dan mempertahankan staf DBA
Pengguna Database
Pengguna database yang berperan secara langsung terhadap akses database adalah :
1. Database Administrator
Bertugas dan bertanggungjawab terhadap administrasi pernggunaan sumber daya basis
data. Mengatur otorisasi akses, memonitoring penggunaan basis data dan melayani
permintaan perangkat lunak dank eras dari basis data
2. Database Designer
Bertugas dan bertuanggugjawab dalammerancang basis data. Mengidentifikasikan data
yang akan disimpan, memilih struktur yang sesuai dalam meyajikan dan menyimpan data.
3. End User
Dalam hal ini adalah penguna yang melakukan akses terhadap basis data untuk keperluan
query, update dan generate report. End User ini ada 4 kategori, yaitu :
   a. Casual End User ; Pengguna ini mengakses basis data tidak terlalu sering, tapi
       memerlukan informasi yang berbeda untuk setiap kali aksesnya. Pengguna ini
       menggunakan bahas query yang rumit dalam menspesifgikan query tersebut.
   b. Parametic End Users; Pengguna ini mengakses basis data secara berkala, baik
       melakukan query, update dengan menggunakan bahasa query standar
   c. Sophisticated End Users; Pengguna disini adalah pengguna yang dikategorikan
       adalah para engineers, scientists dan business.Pengguna ini telah mengenal dengan
       baik dan menyeluruh mengenai fasilitas-fasilitas DBMS untuk memenuhi kebutuhan
       yang komplek.
   d. Stand-Alone End User adalah pengguna yang memelihara basis data personal
       dengan menggunakan paket-paket program yang telah dibuat dan menyediakan
       menu-menu yang mudah digunakan.
4. System Analysts and Application Programmers
System    Analists     bertugas   mendifinisikan   kebutuhan-kebutuhan    end   user   dan
mengembangkan spesifikasi untuk berbagai transaksi. Sedangkan Application Programmers
bertugas untuk mengimplementasikan spesifikasi menjadi program yang telah diujicoba
secara intensif.


Namun ada pengguna yang tidak terlibat secara langsung atau berada di “belakang layar”,
diantaranya adalah :
1. DBMS Designer and Implementers . bertugas merancang dan mengimplementasikan
   interface. Modul dan interface dirancang menjadi satu paket program
2. Tool Developers. Bertugas mengembangkan paket-paket program yang memberikan
   asilita dalam perancangan dan penggunaan system basis data
3. Operator dan Maintenance Personal. Bertugas untuk menjalankan program serta
   melakukan pemeliharaan system basis data yang digunakan
Pengelola Database
Pengelola yang bertanggungjawab atas database disebut dengan Database     Administrator
(Pengelola database), yang mempunyai empat area utama, yaitu :
a. Perencanaan database
    Meliputi kerjasama dengan para manajer untuk mendifinisikan skema perusahaan dan
    dengan para pemakai untuk mendefinisikan subskema mereka dan mempunyai peranan
    penting dalam memilih perangkat keras dan lunak system manajemen basis data.
b. Penerapan database
    Mencakup penciptaan database yang sesuai dengan spesifikasi dari DBMS yang dipilih,
    serta menetapkan dan menegakkan kebijakan dan prosedur penggunaan database.
c. Operasi database
    Mencakup menawarkan program-program pendidikan bagi pemakai database dan
    menyediakan bantuan saat diperlukan
d. Keamanan database
    Meliputi pemantauan kegiatan database dengan menggunakan statistic yang disediakan
    DBMS dan memastikan bahwa databae tetap dalam keadaan aman.


Siklus Hidup Pengembangan Sistem
       SIM yang dibangun dalam sebuah organisasi hendaknya mampu untuk menjangkau
bukan hanya dapat digunakan beberapa peiode saja, tapi juga mampu menjawab dan
beradaptasi segala tantangan atau perubahan dalam setiap periode tersebut. Untuk itu
sebuah SIM yang dibangun harus dapat menjangkau hal itu atau bersifat dinamis, sehingga
bila terjadinya suatu perubahan dalam sistem,maka pengembangan untuk selanjutnya dapat
dilakukan.
       Dalam Siklus Hidup Pengembangan Sistem atau disebut juga dengan SDLC (System
Development Life Cicle) merupakan daur atau siklus hidup dari pengembangan sistem yang
merupakan suatu bentuk yang digunakan untuk menggambarkan tahapan utama dan
langkah-langkah di dalam tahapan tersebut dalam proses pengembangannya.
       Adapun langkah-langkah utama yang dilakukan dalam siklus hidup pengembangan
sistem adalah :
Model SDLC (System Development Life Cicle)



                      Kebijakan dan Perencanaan Sistem           Awal Proyek Sistem




                                Analisis Sistem




                  Desain (Perancangan) Sistem Secara Umum




                  Desain (Perancangan) Sistem Secara Terrinci   Pengembangan Sistem




                                Seleksi Sistem




                       Implementasi (Peneraoan) Sistem




                              Perawatan Sistem                   Manajemen Sistem




2. Tahap Perancangan
   Adalah merencanakan apa yang akan dibuat saat akan melakukan pengembangan.
3. Analisis Sistem
   Setelah penyelesaian perencanaan,maka selanjutnya dalah dilakukan analisis yang
   dilakukan untuk menentukan apakah system yang akan dirancang system baru akan
   memperbaharui system yang sudah ada. Seperti mengumumkan penelitian system,
   mengorganisasi tim proyek, mengidentifikasi kebutuhan informasi, criteria kinerja system,
   menyiapkan usulan rancangan sampai dengan konfirmasi rancangan.
4. Desain/Perancangan
   Pada tahap ini adlah dilakukan proses dan danata yang diperlukan oleh system baru,
   seperti menyiapkan rancangan system secara detail, mengidentifikasi ,mengevaluasi dan
   memilih alternative konfigurasi system dan menyiapkan usulan penerapan. Pada tahapan
   ini sekaligus dalam hal penyeleksian.
5. Penerapan Sistem
   Setelah dilakukan tahapan penyeleksian,maka akan ditentukan model system baru yang
   akan dikembangkan yang mempunyai keunggulan kompetitif dapat dicapai, jika system
   tersebut dapat menggunakan secara maksimal terhadap sumber daya fisik dan sumber
   daya konseptual.
6. Perawatan system
   Dalam hal ini adalah bagaimana system yang sudah dibuat dan dikembangkan tersebut
   dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan relevansi kerjanya, dimana di dalamnya
   perlu adanya pengendalian dan pengontrolan terhadap system yang dijalankan tersebut
   agar system tersebut dapat bertahan dengan baik.


Model Water Fall
Model water fall dalah model yang paling banyak dikenal dan dipakai. Langkah-lamhkah
yang terpenting dalam model ini adalah :
1. Penentuan dan analisis spesifikasi
    Berbagai hal yang dihasilkan dari konsultasi dengan penggna system kemudian dibuat
    dalam bentuk yang dapat dimengerti oleh pemakai adan staff pengembang.
2. Desain system dan desain perangkat lunak
    Membuat rancangan dari model system yang akan dibangun. Untuk proses desain
    system adalah membagi kebutuhan menjadi system informasi ataunperangkat keras,
    sedangkan desain perangkat lunak termasuk menghasilkan fungsi system informasi
    dalam bentuk yang mungkin ditransformasi ke dalam satu atau lebih program yang
    dapat dijalankan.
3. Implementasi dan uji unit
    Merupakan proses pengujian terhadap setiap unit sesuai dengan spesifikasi dari system
    informasi yang dibangun.
4. Integrasi dan Uji Sistem
    System terlebih dahulu harus diujicobakan secara menyeluruh untuk meyakinkan bahwa
    persyaratan system informasi telah dipenuhi
5. Operasi dan pemeliharaan
    Hal ini adalah dimana system yang digunakan harus dipelihara dengan baik, termasuk
    pembetulan apabila terjadi kerusakan pada system.
        Requirements
          Definition


                        System and
                       Sofware Design



                                        Implementation
                                        and Unit Testing



                                                           Integration and
                                                           System Testing



                                                                             Integration and
                                                                             System Testing




Keuntungan yang diperoleh dengan menggunakan system ini adalah terstruktur, dimana tiap
tahap memiliki metode untuk menghasilkan suatu dokumen yang bisa diserahkan ke
pemakai secara jelas dan mendetail. Sedangkan kelemahan pada model ini adalah tidak
adanyanya impan balik, dimana sumber daya dan penjadwalan harus diperkirakan pada
awal proyek. Tahap terisolasi, kurang terjalin transisi ke tahap berikutnya. Pada tahap
requirement, pemakai tidak bisa melihat produk system informasi sampai akhir proyek.
Model ini cocok untuk produksi suatu aplikasi tuinggal yang biayanya rendah


Model Prototyping
Adalah suatu proses yang memungkinkan pengembang aplikasi untuk menciptakan suatu
model dari system informasi yang harus dikembangkan. Tujuan utamanya adalah untuk
mengurangi resiko dan ketidakpatian selama tahap-tahap awal dari life cycle pengembangan
system informasi. Dengan model ini diharapkan dapat mengurangi biaya pengembangan
system informasi secara keseluruhan.
Manfaat yang diperoleh dengan menggunakan model ini adalah sebagai berikut ;
1. Mengurangi kesalahpahaman antara pengembang dan pemakai model system informasi
2. Contoh system bisa diperlihatkan ke pemakai dalam tempo singkat
3. Prototype dipakai sebagai dasar spesifikasi dari system
Selain memiliki kelebihan, model ini juga memiliki kekurangan, antara lain:
1. Biaya pengembangan prototipe sering merupakan bagian yang cukup besar dari
   keseluruhan biaya system
2. Dari contoh prototype, harapan pemakai seringkali berlebihan/tidak sesuai dengan
    system yang sesungguhnya.



                           Listen to Customer




                                                         Build




                            Customer Test



                                     Model Prototyping


Beberapa alasan mengapa pemakai maupun spesialis informasi menyukai model
Prototyping adalah :
   Komunikasi antara analisis system dan pemakai membaik
   Analisis dapat bekerja lebih baik dalam menentukan kebutuhan pemakai
   Pamakai berperan lebih aktif dalam pengembangan system
   Spesialis informasi dan pemakai menghabiskan lebih sedikit waktu dan usaha dalam
    mengembangkan system
   Penerapan menjadi lebih mudah karena pemakai mengetahui apa yang diharapkannya.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:8529
posted:4/30/2010
language:Indonesian
pages:49