Pemicu Skenario Diare

Document Sample
Pemicu Skenario Diare Powered By Docstoc
					     PEMICU 3


  Akibat Gempa

      Kelompok 15
  Fakultas Kedokteran
Universitas Tarumanagara
            Learning Objectives
Mampu menjelaskan       :
1. Definisi diare
2. Etiologi diare
3. Klasifikasi diare
4. Macam-macam vektor dan peranannya
5. Patofisiologi diare
6. Gejala-gejala diare
7. Komplikasi diare
8. Cara pengambilan, penyimpanan, pengiriman,
   pemeriksaan dan menjelaskan interpretasi hasil
   pemeriksaan
9. Terapi dan pencegahan diare
            LO 1. Definisi diare

Diare adalah buang air besar (defekasi) dengan tinja
berbentuk cair atau setengah cair (setengah padat),
kandungan air tinja lebih banyak dari biasanya lebih
dari 200 gram atau 200 ml/24 jam.

Definisi lain memakai kriteria frekuensi, yaitu buang
air besar encer lebih dari 3 kali per hari. Buang air
besar encer tersebut dapat/tanpa disertai lendir dan
darah. (Buku ajar ilmu penyakit dalam
             LO 2. Etiologi diare
 Cacing                   Protozoa
  Ascaris lumboides         Entamaoeba
  Trichuris trichiura       histolytica
  Strongyloides             Balantidium coli
   stercoralis               Giardia lamblia
  Trichinella spiralis
                             Isospora
  Diphyllobothurium
   latum                     Cryptosporidium
  Taenia saginata
 Bakteri               Virus
   Bacillus cereus      Rotavirus
   Escherichia Coli    Jamur
   Salmonella           Candida sp
   Vibrio Cholerae
   Shigella
            LO 3. Klasifikasi diare
1. Lama waktu diare
a. Diare akut          : diare yang tiba-tiba dan segera
    berangsur menyembuh pada seseorang yang sebelumnya
    sehat. Terjadi 72 jam setelah agen diare masuk ke dalam
    tubuh.
b. Diare kronik        : diare yang timbul perlahan- lahan,
   berlanjut berminggu-minggu sampai berbulan-bulan baik
   menetap atau bertambah berat. Terjadi setelah 2-3 kali
   agen diare menyerang, biasanya terjadi lebih dari 14 hari.
2. Berdasarkan patofisiologi
a. Diare sekretorik : Sekresi cairan usus yg isotonik
    dengan plasma
   Penyebab :
   - Infeksi: Kerusakan epitel permukaan akibat virus
   - Infeksi: diperantai oleh enterotoksin
   - Neoplastik
   - Pemakaian laksatif berlebihan
b. Diare osmotik : Gaya osmotik berlebihan yg
   ditimbulkan oleh zat terlarut dalam lumen
   Penyebab :
       1. Terapi laktulosa
       2. Lavase lambung untuk tindakan diagnostik
       3. Antasid
c. Penyakit eksudatif : keluarnya tinja purulen
   berdarah, tinja sering keluar, tetapi volumenya
   mungkin sedikit atau banyak
   Penyebab :
       1. Infeksi : Kerusakan lapisan epitel
       2. Penyakit usus meradang idiopatik
    LO 4. Macam-macam vektor dan
             peranannya
a. Musca domestica
Kelas : Insecta
Ordo : Diptera
  Dapat berperan sebagai vektor mekanik amebiasis,
  disentry bacilaris, dan penyakit cacing usus di
  indonesia. Tempat perindukannya di timbunan
  sampah sekitar rumah, tinja manusia.
b. Periplaneta americana
Kelas : Insecta
Ordo : Orthoptera
   Banyak ditemukan di rumah-rumah dapat menjadi
   vektor mekanik amebiasis, lambliasis, ascariasis, dan
   isosporiasis di Columbia dan Indonesia
        LO 5. Patofisiologi diare
1. VIRUS : masuk enterosit (sel epitel usus halus)
   infeksi & kerusakan fili usus halus
      • Enterosit rusak diganti oleh enterosit baru
        (kuboid/ sel epitel gepeng yg blm matang)
        fungsi blm baik
      • Fili usus atropi tdk dpt mengabsorbsi
        makanan & cairan dgn baik
      Tek Koloid Osmotik   motilitas   DIARE
              Daur Hidup Giardia lamblia
2. Protozoa
3. Parasit
4. Jamur
   Candida albicans
   Infeksinya termasuk infeksi opportunistik. Artinya,
   dalam keadaan normal, jamur ini tidak
   menimbulkan gejala penyakit. Tetapi, akan
   menginfeksi pada orang yang mengalami
   imunodefisensi.
5. Bakteri
Bakteri Invasif :
 Bakteri menginvasi sel epitel mukosa usus halus 
   mengeluarkan toksin  merangsang terjadinya
   perubahan sistem enzim di dalam sel mukosa usus
   halus(adenil siklase)
 terjadi infiltrasi sel-sel polimorfonuklear  matinya
   sel-sel epitel tersebut,  terjadi tukak-tukak kecil di
   daerah invasi.
 Akibatnya, sel-sel darah merah dan plasma protein
   keluar dari sel dan masuk ke lumen usus  keluar
   bersama tinja tinja bercampur lendir dan darah.
Bakteri Non invasif
  Vibrio cholerae, E. coli patogen) masuk  lambung
   duodenum berkembang biak  mengeluarkan
  enzim mucinase (mencairkan lapisan lendir) 
  bakteri masuk ke membran  merangsang sekresi
  cairan usus  menghambat absobsi tanpa
  menimbulkan kerusakan sel epitel  volume usus  -
   dinding usus teregang DIARE
        LO 6. Gejala-gejala diare
• Gejala diare atau mencret adalah tinja yang encer
  dengan frekuensi 4 x atau lebih dalam sehari,
  yang kadang disertai:
• Mual & Muntah
• Sakit perut +/-
• Badan lesu atau lemah
• Tidak nafsu makan
• Panas/Demam/ Menggigil +/-
• Darah dan lendir dalam kotoran +/-
• Berat badan turun
         LO 7. Komplikasi diare
1. Dehidrasi
• Diare  tubuh hilang cairan & mineral
   (elektrolit2) - Dehidrasi
• Dehidrasi ringan mengalami : dahaga / mulut
   kering.
2. Renjatan hipovolemik : pada dehidrasi berat
   menyebabkan volume darah berkurang  terjadi
   renjatan hipovolemik dengan gejala nadi cepat
   dan lemah, pasien sangat lemah dan kesadaran
   menurun.
3. Hipoklemia : dengan gejala meteorismus, hipotoni,
   otot, lemah, bradikardia, perubahan
   elektrokardiogram.
4. Hipoglikemia : gejala hipoglikemia berupa lemas,
   apatis, peka rangsang, tremor, berkeringat, pucat,
   kejang sampai koma.
5. Malnutrisi : energi protein akibat muntah dan diare
   jika lama atau kronik
 LO 8. Cara pengambilan, penyimpanan, pengiriman,
   pemeriksaan dan menjelaskan interpretasi hasil
                   pemeriksaan
• Pengambilan spesimen
    - sebaiknya tinja dikeluarkan dng cara
       biasa(tidak dengan pencahar),
    - sebelum pemakaian antimikroba,
    - diperlukan cukup 2-5 gram,
    - diambil dengan rectal touche,
    - tinja harus bebas minyak/bhn kimia lain
       spti barium,
    - dikumpulkan dalam wadah bersih,sebaiknya
      wadah bermulut besar dan punya tutup.
• Penyimpanan spesimen
 Tinja padat:disimpan semalam pd suhu rendah
 Tinja cair/mengandung lendir & darah diperiksa
  segera, sebaiknya dlm batas waktu 2 jam. Bila tinja
  hendak disimpan semalam, hrs difiksasi dulu.
• Pengiriman spesimen
  Pengiriman dilakukan pada media transport, dapat
  berupa media Cary Blair & Stuart atau pepton water.
• Pemeriksaan tinja
a. Makroskopik
   Pada pemeriksaan makroskopik yang perlu
   diperhatikan yaitu : 1. warna tinja
                        2. konsistensi tinja
                        3. bau tinja
                        4. lendir
b. Mikroskopik
• Pemeriksaan tinja untuk parasit
   – Cara langsung(sediaan basah) tanpa kaca tutup
   – Cara langsung (sediaan apus) dangan kaca
     penutup
      • Tujuan pemeriksaan ini : mengetahui adanya
        kista atau tropozoid gardia / tropozoid
        Entamoeba histolitika yang mendukung
        kemungkinan adanya parasit dalam penyakit.
•   Interpretasi hasil spesimen
    1. Cara mentara mikrometer okuler
    2. Cara pembuatan gambar dengan microslide
       projector
    3. Cara pembuatan gambar dengan proyektor
       Bausch & Lomb
LO 9. Terapi dan pencegahan diare
1. Terapi Simptomatik,
   Contoh :
   - Untuk membantu meringankan diare, diberikan
   obat seperti difenoksilat, codein, paregorik (opium
   tinctur) atau loperamide.
   - Untuk membantu mengeraskan tinja bisa
      diberikan kaolin, pektin dan attapulgit aktif.
   - Bila diarenya berat diberikan cairan pengganti
      dan garam melalui infus.
2. Terapi causal
  – Loperamide : golongan opioid yang bekerja dengan
    cara memperlambat motilitas saluran cerna
    dengan mempengaruhi otot sirkuler dan
    longitudinal usus.
  – nifuroxazide: senyawa nitrofuron memiliki efek
    bakterisidal terhadap Eschechia
    coli,Streptococcus,dll.Nifuroxazide bekerja pada
    saluran cerna.
Pencegahan

1. Memutuskan rantai daur hidup dengan cara :
   A. Berdefekasi di jamban
   B. Menjaga kebersihan, cukup air bersih dijamban
      dan cuci tangan secara teratur.
2. Pemberian penyuluhan kepada masyarakat
   mengenai sanitasi lingkungan yang baik dan cara
   menghindari infeksi penyebab diare
3. Lakukan penyuluhan kepada pengolah makanan
  tentang pentingnya :
  A. Mencuci tangan sebelum, selama dan sesudah
     mengolah makanakanan
  B. Memasak dengan sempurna semua makanan yang
     berasal dari binatang, terutama unggas, produk telur
     maupun produk daging
  C. Hindari rekontaminasi di dalam dapur sesudah
     memasak
  D. Menjaga kebersihan di dapur dan melindungi
     makanan dengan menutupnya

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Stats:
views:2482
posted:4/30/2010
language:Indonesian
pages:28