LAYANAN KONSELING KELOMPOK

Document Sample
LAYANAN KONSELING KELOMPOK Powered By Docstoc
					                    LAYANAN KONSELING KELOMPOK

A. PENGERTIAN

     Pelayanan      konseling   dan   bimbingan   kelompok   sama-sama
menggunakan format kelompok. Konseling kelompok adalah salah satu
kegiatan layanan yang paling banyak dipakai karena lebih efektif. Banyak
orang yang mendapatkan layanan sekaligus dalam satu waktu. Layanan
ini juga sesuai dengan teori belajar karena mengandung aspek social
yaitu belajar bersama. Peserta layanan akan berbagi ide dan saling
mempengaruhi untuk berkembang menjadi manusia seutuhnya. 150 orang
menjadi 12 kelompok layanan yang hendaknya dilaksanakan oleh
konselor sekolah.

     Dengan satu kali kegiatan, layanan kelompok itu memberikan
manfaat atau jasa kepada sejumlah orang. Kemanfaatan yang lebih luas
inilah yang paling menjadi perhatian semua pihak berkenaan dengan
layanan kelompok itu. Apalagi pada zaman yang menekankan perlunya
efisiensi, perlunya perluasan pelayanan jasa yang mampu menjangkau
lebih banyak konsumen secara tepat dan cepat, layanan kelompok
semakin menarik. Bahkan Larrabee & Terres (1984) meramalkan bahwa
pada tahun 2004 layanan konseling kelompok mendominasi segenap
upaya pelayanan BK. Keunggulan yang diberikan oleh layanan kelompok
ternyata bukan hanya menyangkut aspek ekonomi/efisiensi sebagaimana
dituturkan diatas. Dinamika perubahan yang terjadi ketika layanan itu
berlangsung juga amat menarik perhatian. Dalam layanan kelompok
interaksi antarindividu anggota kelompok merupakan suatu yang khas,
yang tidak mungkin terjadi pada konseling perorangan. Dengan interaksi
sosial yang intensif dan dinamis selama berlangsungnya layanan,
diharapkan tujuan-tujuan layanan (yang sejajar dengan kebutuhan-
kebutuhan individu anggota kelompok) dapat tercapai secara lebih
mantap. Selain itu, karena para anggota kelompok dalam interaksi mereka
membawakan kondisi pribadinya, sebagaimana mereka masing-masing
tampilkan dalam kehidupan sehari-hari, maka dinamika kelompok yang
terjadi di dalam kelompok itu mencerminkan suasana kehidupan nyata
yanga dapat dijumpai di masyarakat secara luas.

     Hal itu akan lebih terwujud lagi apabila kelompok terdiri dari individu-
individu yang heterogen, terutama dari segi latar belakang dan
pengalaman mereka masing-masing. Keadaan nyata yang dihadirkan di
dalam kegiatan kelompok itu merupakan keunggulan ketiga dari layanan
konseling kelompok. Selain hal itu, keuntungan keempat, yang telah lama
dikenal ialah bahwa layanan konseling kelompok dapat merupakan
wilayah penjajagan awal bagi (calon) konseli untuk memasuki layanan
konseling perorangan. Bagi para calon konseli itu, dinamika interaksi di
dalam kelompok membuahkan berbagai hal yang pendalamannya lebih
lanjut akan dapat dilakukan dalam layanan konseling perorangan (Mc.
Daniel,1956).

     Layanan Konseling kelompok ada 2 macam yaitu konseling dan
bimbingan kelompok. Yang sangat menentukan keefektifan layanan
kelompok adalah suasana kelompok yang:

      1. Interaksi yang dinamis

      2. Keterikatan emosional

      3. Penerimaan

      4. Altruistik, mengutamakan kepedulian terhadap orang lain

      5. Intelektual (rasional, cerdas dan kreatif). Menambah ilmu dan
         wawasan individu serta dapat menumbuhkan ide-ide cmerlang.
      6.    Katarsis    (mengemukakan       uneg-unegnya,    idenya   dan
           gagasannya). Menyatakan emosinya yang lebih mengarah pada
           pengungkapan pmasalah yang dipendam.

      7. Empati (suasana yang saling memahami tentang apa yang
           dipikirkan   dan   dirasakan   sehingga   dapat   menyesuaikan
           sikapnya dengan tepat).

           Hal ini diciptakan melalui pentahapan dan kemampuan
           pemimpin kelompok.

      Perbedaan antara Bimbingan dan Konseling Kelompok umumnya
adalah ada pada masalah yang dibahas. Masalah Bimbingan kelompok
biasanya membahas masalah-masalah umum bagi peserta layanan. Jika
suasana kelompok belum tercipta maka sulit bagi peserta layanan untuk
mengungkapkan masalah pribadinya sehingga konseling kelompok agak
sulit pelaksanaannya dibanding Bimbingan kelompok. Dari itu, Bimbingan
kelompok sangat menentukan pelaksanaan konseling kelompok.

      Pelaksanaan layanan dapat dilaksanakan dimana saja asal tidak
mengganggu proses layanan dimana dinamika kelompok berlagsung
maksimal dalam mencapai tujuan. Di beberapa negara, konseling
kelompok atau komunitas telah dipergunakan dengan berhasil untuk
memberi tahu masyarakat tentang tes HIV dan implikasi menjalani tes.
Namun demikian, konseling kelompok tidak cocok bagi orang-orang untuk
mengambil keputusan. Keputusan harus dibuat dalam situasi pribadi dan
rahasia, untuk menjamin bahwa tidak ada tekanan yang menimpa orang
itu. Seperti halnya konseling individu, konseling komunitas adalah suatu
dialog dimana masyarakat belajar tentang informasi baru dan cara-cara
berperilaku, dan petugas kesehatan belajar tentang konteks sosial dan
budaya dari pencegahan dan perawatan HIV.
         Program-program yang didasarkan atas pengetahuan, prioritas-
prioritas dan sumber daya masyarakat tidak saja lebih efektif, tetapi juga
lebih murah daripada pendekatan lainnya. Konseling komunitas mungkin
dapat mengatasi masalah-masalah yang tidak dapat diatasi oleh konseling
individu. Di suatu daerah di Uganda yang terserang HIV/AIDS sangat
parah,      pelayanan    konseling   harus   memperhitungkan     kebutuhan-
kebutuhan dari remaja dan anak-anak yang menderita HIV, yang mungkin
diserahi tugas untuk merawat saudara-saudaranya yang lebih muda dan
ketakutan-ketakutan serta keprihatinan dari kakek nenek yang diserahi
tugas merawat anak-anak kecil. Beberapa proyek di Afrika telah
memperluas      konsep     kerahasiaan   kepada   ‘kerahasiaan   komunitas’
khususnya di tempat-tempat dimana pelayanan kesehatan dan sosial
tidak menyediakan perawatan dan dukungan terhadap kebutuhan
masyarakat. Tetapi hal ini hanya mungkin dilaksanakan pada kelompok-
kelompok masyarakat yang menerima orang-orang yang hidup dengan
HIV. Banyak orang telah kehilangan rumah, pekerjaan dan - dalam kasus
yang ekstrim - nyawa mereka, karena anggota masyarakat yang lain tidak
menerima mereka. Meskipun beberapa tipe konseling kelompok dapat
berhasil,    biasanya    tidak   memungkinkan     bagi   seseorang    untuk
mendiskusikan masalah-masalah pribadinya dengan kehadiran orang lain.
         Matriks Perbandingan antara bimbingan kelompok dan konseling
                                    kelompok


          Aspek               Bimbingan kelompok                  Konseling kelompok
1. Jumlah anggota           Tidak      terlalu    dibatasi; Terbatas : 5-10 orang
                            dapat sampai 60-80 org
2. Kondisi             dan Relatif homogen                   Hendaknya homogen; dapat
   karakteristik anggota                                     pula heterogen terbatas


3. Tujuan    yang      ingin Penguasaan          informasi Pemecahan                  masalah,
   dicapai                  untuk tujuan yang lebih pengembangan kemampuan
                            luas                             komunikasi      dan      interaksi
                                                             social
4. Pemimpin kelompok        Konselor                 atau Konselor
                            narasumber
5. Peranan anggota          Menerima             informasi   a. Berpartisipasi          dalam
                            untuk tujuan kegunaan                dinamika interaksi social
                            tertentu                         b. Menyumbang
                                                                 pengentasan masalah
                                                             c. Menyerap      bahan      untuk
                                                                 pemecahan masalah


6. Suasana interaksi        Menolong       atau     dialog Interaksi multiarah, mendalam
                            terbatas, dangkal                dengan      melibatkan     aspek
                                                             emosional
7. Sifat isi pembicaraan    Tidak rahasia                    Rahasia


8. Frekuensi kegiatan       Kegiatan berakhir apabila Kegiatan berkembang sesuai
                            informasi                telah dengan        tingkat   kemajuan
                            disampaikan                      pemecahan                masalah.
                                                             Evaluasi     dilakukan     sesuai
                                                             dengan      tingkat   kemajuan
                                                             pemecahan masalah

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:13251
posted:4/29/2010
language:Indonesian
pages:6