; MODUL PEDOMAN PENANGGULANGAN BAHAYA KEBAKARAN
Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out
Your Federal Quarterly Tax Payments are due April 15th Get Help Now >>

MODUL PEDOMAN PENANGGULANGAN BAHAYA KEBAKARAN

VIEWS: 2,888 PAGES: 9

MODUL PEDOMAN PENANGGULANGAN BAHAYA KEBAKARAN, modul kebakaran, penanggulangan kebakaran, cara menanggulangi kebakaran, pemadaman api

More Info
  • pg 1
									    PEDOMAN PENANGGULANGAN BAHAYA KEBAKARAN
                                OLEH : ANWAR ARIFIN

                             CV. GLOBAL MITRA PERSADA
                                  www.alatpemadam.net




LANGKAH-LANGKAH PENANGGULANGAN KEBAKARAN :


   1. JIKA TERJADI KEBAKARAN, LANGKAH PERTAMA YANG HARUS DILAKUKAN ADALAH
        MEMADAMKAN SECARA LANGSUNG DENGAN ALAT PEMADAM YANG SESUAI YANG DILETAKKAN
        PADA TEMPAT TERDEKAT.
   2. JIKA API TIDAK PADAM, PANGGIL TEMAN TERDEKAT DAN SEGERA HUBUNGI KEPALA GEDUNG
        (FIRE MARSHALL).
   3. BUNYIKAN ALARM / TANDA BAHAYA KEBAKARAN JIKA API BELUM PADAM.
   4. APABILA ALARM OTOMATIS BERBUNYI, BANTU EVAKUASI (PENGOSONGAN GEDUNG) MELALUI
        PINTU DARURAT DAN SEGERA LAKUKAN PEMADAM DENGAN ALAT PEMADAM YANG TERSEDIA.
   5. HUBUNGI UNIT PEMADAM KEBAKARAN UNTUK MINTA BANTUAN DENGAN IDENTITAS YANG
        JELAS
   6. AMANKAN LOKASI DAN BANTU KELANCARAN EVAKUASI (PENGOSONGAN GEDUNG) DAN BANTU
        KELANCARAN PETUGAS PEMADAM
   7. BERITAHU PENOLONG ATAU PETUGAS PEMADAM TEMPAT ALAT PEMADAM DAN SUMBER AIR
   8. UTAMAKAN KESELAMATAN JIWA DARI PADA HARTA BENDA


PENYELAMATAN DIRI


   1.   BUAT RENCANA PENYELAMATAN DIRI, DENGAN MENENTUKAN SEDIKITNYA DUA JALUR KELUAR
        DARI SETIAP RUANGAN. INI BISA MELALUI PINTU ATAUPUN JENDELA, JADI PERHATIKAN
        APAKAH PEMBATAS RUANGAN AKAN MENGGANGGU RENCANA INI. BUATLAH DENAH
        PENYELAMATAN DIRI.
   2.   PERSIAPKAN PETUNJUK ARAH DI PINTU DARURAT.
   3.   SAAT KEBAKARAN, SEBENARNYA ASAP YANG MEMBUAT ORANG MENJADI PANIK DAN TIDAK
        DAPAT BERNAFAS DENGAN LELUASA. MERANGKAKLAH ATAU MERUNDUK DI BAWAH, TUTUP
        MULUT DAN HIDUNG DENGAN KAIN YANG DIBASAHI.
   4.   KELUARLAH DARI PINTU ATAU JENDELA YANG TERDEKAT MENUJU KE TEMPAT YANG AMAN.
        PASTIKAN BAHWA PINTU DAPAT DENGAN CEPAT DIBUKA PADA KONDISI DARURAT, DEMIKIAN
        PULA JIKA HARUS MELALUI JENDELA.
   5.   APABILA TERJEBAK API, PASTIKAN BALUT TUBUH ANDA DENGAN SELIMUT TEBAL YANG
        DIBASAHI. INI HANYA DILAKUKAN SEBAGAI PILIHAN TERAKHIR APABILA TIDAK ADA JALAN LAIN
        KECUALI MENEROBOS KOBARAN API.
PERHATIKAN FAKTOR PENTING DALAM PEMADAMAN


   1.   ARAH ANGIN
   2.   JENIS BENDA YANG TERBAKAR
   3.   VOLUME BENDA YANG TERBAKAR
   4.   BERAPA LAMA TELAH TERBAKAR
   5.   SITUASI, KONDISI DAN LINGKUNGAN


   6. KESELAMATAN DIRI :

       PERALATAN DAN PERLENGKAPAN YANG DIGUNAKAN SEPERTI KAIN PELINDUNG, SELIMUT API
        DLL.
       ASAP TEBAL AKIBAT PROSES KEBAKARAN
       KEMUNGKINAN TERJADINYA LEDAKAN
       KEMUNGKINAN TERJADINYA RADIASI




SIKAP DAN TINDAKAN DALAM PEMADAMAN KEBAKARAN


A. HARUS SELALU DISERTAI RESQUE OPERATOR (FIRE MARSHALL)


   1.   TEGAS DAN DISIPLIN
   2.   YAKIN AKAN KEMAMPUAN DIRI
   3.   TENANG, WASPADA, TANGGAP AKAN SITUASI
   4.   KOMPAK DALAM KERJASAMA (TEAM WORK)
   5.   CEPAT BERTINDAK DAN EFISIEN


B. PERLU LATIHAN SECARA RUTIN


C. MENGENAL ALAT PEMADAM API DAN CARA PENGGUNAANNYA


        ALAT PEMADAM API TRADISIONAL


               1.   PASIR
               2.   TANAH
               3.   AIR
               4.   DLL
                             SANGAT BAIK UNTUK PEMADAMAN AWAL
                             TERUTAMA DALAM RUMAH TANGGA ATAU PERKANTORAN YANG TIDAK BEGITU
                              LUAS
       ALAT PEMADAM API MODERN


   1. KIMIA:
          o     CO2
          o     DRY CHEMICAL POWDER
          o     BUSA
          o     HERMATIC
   2. HIDRANT KEBAKARAN




PENGGUNAAN ALAT PEMADAM TRADISIONAL


   PASIR / TANAH:


      SANGAT BAIK UNTUK KEBAKARAN LANTAI / TANAH DATAR
      DAPAT DIPAKAI UNTUK MEMBENDUNG TUMPAHAN MINYAK, SEHINGGA KEBAKARAN TIDAK
       MELUAS
      DAPAT DIPAKAI UNTUK PEMADAMAN AWAL SEMUA JENIS KEBAKARAN


        CARA PEMAKAIAN: (SISTIM ISOLASI)


        PASIR / TANAH DITABURKAN MULAI DARI TEPI HINGGA SELURUH PERMUKAAN YANG
        TERBAKAR TERTUTUP RATA




   SELIMUT API / KARUNG GONI:


      COCOK UKTUK KEBAKARAN KOMPOR (KEBAKARAN MINYAK) DAN SEMUA JENIS KEBAKARAN,
       KECUALI KEBAKARAN LISTRIK
      BAHAN MURAH DAN MUDAH DIDAPAT




   CARA PEMAKAIAN (SISTIM PENDINGINAN) :


       BASAHI KARUNG GONI DENGAN AIR KEMUDIAN TUTUPKAN SECARA RATA PADA BAGIAN YANG
       TERBAKAR, JIKA DENGAN SATU KARUNG TIDAK CUKUP, TAMBAH LAGI.
SYARAT PENEMPATAN APAR


   1.   PADA JALUR KELUAR,
   2.   DEKAT DENGAN DAERAH YANG MEMPUNYAI RESIKO KEBAKARAN TINGGI,
   3.   MUDAH DILIHAT, DIJANGKAU DAN DIAMBIL OLEH PENGGUNA,
   4.   DIBERI TANDA YANG MENUNJUKKAN TENTANG ADANYA APAR DENGAN WARNA MERAH


CATATAN:


           o   PADA POSISI YANG SAMA DI SETIAP LANTAI,
           o   PADA SUDUT-SUDUT KORIDOR,
           o   DEKAT DENGAN PINTU




PETUNJUK PEMADAMAN MENGGUNAKAN HYDRANT KEBAKARAN


   1. MENGGELAR SLANG (FIRE HOUSE):
           o   PEGANG UJUNG SLANG PADA SISI BETINA DAN LEMPARKAN GULUNGAN SLANG KE ARAH
               API,
           o   BILA KURANG PANJANG, TAMBAH LAGI DAN SAMBUNGKAN SATU DENGAN LAINNYA,
           o   SAMBUNGKAN PANGKAL SLANG (SISI BETINA) DENGAN HYDRANT PILAR.


   2. PEGANG NOZLE:
           o   AMBIL POSISI DENGAN BENAR (KUDA-KUDA) SETELAH SIAP BERI KODE AGAR AIR
               SEGERA DIALIRKAN,
           o   TANGAN KIRI PEGANG UJUNG NOZLE, TANGAN KANAN PADA PANGKAL NOZLE SAMBIL
               DIJEPIT DENGAN KETIAK.


   3. MENGALIRKAN AIR:
           o   BERI KODE OPERATOR DENGAN TANGAN LURUS KE ATAS,
           o   UNTUK MENGHENTIKAN ALIRAN AIR, TANGAN ATAS DITURUNKAN DENGAN MEMBUAT
               GERAKAN MELIPAT SEBATAS SIKU BERULANG-ULANG


AIR : MEDIA YANG PALING BANYAK DIGUNAKAN




KEUNTUNGAN:


       MUDAH DIDAPAT DALAM JUMLAH BANYAK
       MUDAH DIANGKUT DAN DIALIRKAN
       DAYA SERAP TERHADAP PANAS BESAR
       DAYA MENGEMBANG MENJADI UAP BESAR
KELEMAHAN:


      TIDAK BISA UNTUK KEBAKARAN LISTRIK,
      UNTUK KEBAKARAN MINYAK HARUS DENGAN CARA SPRAY DAN TEKNIK YANG BENAR



PENANGGULANGAN KEBAKARAN :


A. TINDAKAN PENCEGAHAN/PREVENTIF


   SEGALA UPAYA YANG DILAKUKAN AGAR KEBAKARAN TIDAK TERJADI KEBAKARAN :


   1. MEMBERIKAN PENYULUHAN, PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
   2. MENEMPATKAN BARANG-BARANG YANG MUDAH TERBAKAR DI TEMPAT YANG AMAN DAN JAUH
       DARI API
   3. TIDAK MEROKOK DAN MELAKUKAN PEKERJAAN PANAS DI TEMPAT BARANG-BARANG YANG
       MUDAH TERBAKAR
   4. TIDAK MEMBUAT SAMBUNGAN LISTRIK SEMBARANGAN
   5. TIDAK MEMASANG STEKER LISTRIK BERTUMPUK-TUMPUK
   6. MEMASANG TANDA-TANDA PERINGATAN PADA TEMPAT YANG MEMPUNYAI RESIKO BAHAYA
       KEBAKARAN TINGGI
   7. MENYEDIAKAN APAR DITEMPAT YANG STRATEGIS
   8. MATIKAN ALIRAN LISTRIK BILA TIDAK DIGUNAKAN
   9. BUANG PUNTUNG ROKOK DI ASBAK DAN MATIKAN APINYA
   10. BILA AKAN MENUTUP TEMPAT KERJA, PERIKSA DAHULU HAL-HAL YANG DAPAT MENYEBABKAN
       KEBAKARAN




B. TINDAKAN PEMADAMAN/REPRESIF


   TINDAKAN YANG DILAKUKAN UNTUK MEMADAMKAN KEBAKARAN SEBAGAI UPAYA MEMPERKECIL
   KERUGIAN YANG DITIMBULKAN DAN MENCEGAH AGAR KEBAKARAN TIDAK MELUAS




TEKNIK DAN TAKTIK PENANGGULANGAN KEBAKARAN


A. TEKNIK PENANGGULANGAN KEBAKARAN
   KEMAMPUAN MAKSIMAL DALAM MENGGUNAKAN PERALATAN YANG TERSEDIA GUNA MEMADAMKAN
   KEBAKARAN




B. TAKTIK PENANGGULANGAN KEBAKARAN


   KEMAMPUAN MAKSIMAL TENTANG CARA-CARA YANG DIGUNAKAN DALAM RANGKA PEMADAMAN
   KEBAKARAN




SISTEM PEMADAMAN


A. SISTEM ISOLASI


   CARA PEMADAMAN DENGAN TIDAK MEMBERI OKSIGEN PADA BENDA YANG TERBAKAR


      MENUTUP DENGAN KARUNG BASAH
      MENIMBUN DENGAN TANAH, PASIR ATAU LUMPUR




B. SISTEM PENDINGINAN


   CARA PEMADAMAN DENGAN MENURUNKAN SUHU PADA BENDA YANG TERBAKAR


      MENYIRAM DENGAN AIR
      MENIMBUN DENGAN DAUN, BATANG POHON YANG MENGANDUNG AIR




C. SISTEM URAI


   CARA PEMADAMAN DENGAN MEMBAGI-BAGI BENDA YANG TERBAKAR MENJADI BAGIAN KECIL
   SEHINGGA API MUDAH DIKENDALIKAN


   BILA SISTEM ISOLASI DAN PENDINGINAN TIDAK DAPAT DILAKUKAN
PENGERTIAN API DAN KEBAKARAN

API : GAS PIJAR YANG MENGELUARKAN PANAS. BILA PANAS YANG DIKELUARKAN ITU
       MELEBIHI BATAS MAKSIMAL, MAKA DAPAT MENIMBULKAN KEBAKARAN




TERJADINYA API :

   PERSENYAWAAN TIGA UNSUR :

   1. PANAS
   2. BENDA / BAHAN BAKAR
   3. UDARA




API TERKENDALI MENJADI KAWAN :

   SELAMA API DAPAT DIKENDALIKAN ATAU DIKUASAI, BESAR ATAU KECIL, SELAMA
   ITU PULA API AKAN MENJADI KAWAN BAHKAN MENGUNTUNGKAN DAN
   MENGHASILKAN




API TAK TERKENDALI MENJADI LAWAN :

   BETAPAPUN KECILNYA API, SELAMA TIDAK DIKENDALIKAN ATAU DIKUASAI DAN
   MENIMBULKAN KERUGIAN, CACAT BAHKAN KORBAN JIWA MANUSIA MAKA SELAMA
   ITU PULA API DIKATAKAN MENJADI LAWAN DAN DISEBUT PERISATIWA
   KEBAKARAN.




PERBEDAAN API DENGAN KEBAKARAN

API :

   1. DIBUTUHKAN
   2. MUDAH DIKENDALIKAN
   3. MENGUNTUNGKAN




KEBAKARAN :
   1. TIDAK DIBUTUHKAN
   2. SULIT DIKENDALIKAN
   3. MERUGIKAN




KEBAKARAN :

   SUATU PERISTIWA YANG DISEBABKAN DARI API YANG TIDAK DAPAT
   DIKENDALIKAN ATAU DIKUASAI BAIK BESAR MAUPUN KECIL, DISENGAJA ATAU
   TIDAK DAN MENIMBULKAN KERUGIAN HARTA BENDA, CACAT BAHKAN KORBAN
   JIWA MANUSIA




SEBAB KEBAKARAN :

   1.   KELALAIAN
   2.   KURANGNYA PENGERTIAN DALAM PENANGGULANGAN
   3.   PERISTIWA ALAM
   4.   DISENGAJA/ULAH MANUSIA




AKIBAT KEBAKARAN :


   1.   MENGHAMBAT KELANCARAN PEMERINTAHAN/PEMBANGUNAN
   2.   MENGHAMBAT KELANCARAN PEREKONOMIAN
   3.   TIMBULNYA PENGANGGURAN
   4.   TERGANGGUNYA STABILITAS KAMTIBNAS PSIKOLOGI




KLASIFIKASI KEBAKARAN :


   MENURUT PERATURAN MENTRI NAKERTRANS NOMOR : PE-04/80 TANGGAL 14 APRIL 1980
   KEBAKARAN DIBEDAKAN MENJADI




        KLAS A : KEBAKARAN BENDA PADAT


        KLAS B : KEBAKARAN BENDA CAIR/GAS
       KLAS C : KEBAKARAN AKIBAT LISTRIK


       KLAS D : KEBAKARAN LOGAM




   DENGAN MENGETAHUI KLASIFIKASI KEBAKARAN, MAKA AKAN MEMUDAHKAN DALAM MENENTUKAN /
   MEMILIH MEDIA PEMADAM YANG SESUAI




PENEMPATAN FUNGSI ALAT PEMADAM


FIRE EXTINGUISHER ATAU ALAT PEMADAM API RINGAN (APAR) MERUPAKAN ALAT PEMADAM API
YANG PEMAKAIANNYA DILAKUKAN SECARA MANUAL DAN LANGSUNG DIARAHKAN PADA POSISI
DIMANA API BERADA. APAR DISEDIAKAN PADA TEMPAT-TEMPAT STRATEGIS YANG DISESUAIKAN
DENGAN PERATURAN DINAS PEMADAM KEBAKARAN :


      UNTUK SETIAP 200 M2 RUANG TERBUKA DISEDIAKAN 1 UNIT APAR TYPE A DENGAN
       JARAK ANTARA SETIAP UNIT MAKSIMUM 20 METER.
      UNTUK RUANG YANG DILENGKAPI DENGAN PEMBAGI / PEMBATAS RUANG, DISEDIAKAN 1
       UNIT APAR TYPE A TANPA MEMPERHATIKAN LUAS RUANG.
      UNTUK DAERAH/RUANG MEKANIKAL-ELEKTRIKAL BERSKALA KECIL DISEDIAKAN 1 UNIT
       APAR TYPE A DAN 1 UNIT APAR TYPE B
      UNTUK DAERAH/RUANG MEKANIKAL-ELEKTRIKAL BERSKALA BESAR DISEDIAKAN 1 UNIT
       APAR TYPE A, 1 UNIT APAR TYPE C DAN 1 UNIT APAR TYPE D.


PERALATAN UTAMA & FUNGSI APAR


      TYPE A : MULTIPURPUSE DRY CHEMICAL POWDER 3,5 KG APAR
      TYPE B : GAS CO2 6,8 KG APAR
      TYPE C : GAS CO2 10 KG APAR
      TYPE D : MULTIPURPUSE DRY CHEMICAL POWDER 25 KG (DILENGKAPI DENGAN
       TROLLEY).




                          CV. GLOBAL MITRA PERSADA
                               www.alatpemadam.net

								
To top